P. 1
Menggunakan Majas Dalam Kalimat

Menggunakan Majas Dalam Kalimat

5.0

|Views: 1,123|Likes:
Published by yussamat

More info:

Published by: yussamat on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Kelas X (Sepuluh) SMA

MENGGUNAKAN MAJAS DALAM KALIMAT
OLEH : M.NURUS,S.PD

Defenisi Majas
Majas atau gaya bahasa adalah cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan, baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk ujaran (lisan). Kekhasannya adalah terletak pada pemilihan kata-kata yang digunakannya. Kata-kata yang digunakan dalam majas, tidak secara langsung menyatakan makna yang sebenarnya.

Ragam Majas
Majas atau Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu : 1. Majas Perbandingan 2. Majas Pertentangan 3. Majas Pertautan 4. Majas Penegasn 5.Majas Sindiran

Majas Perbandingan
Majas perbandingan diantaranya adalah : 1.Asosiasi/Perumpaman 2.Metafora 3.Alegori 4.Personifikasi 5.Tropen

Asosiasi/Perumpamaan
Asosiasi atau Simile Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

Metafora
Metafora Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama. Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

Alegori
Alegori adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam. Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

Personifikasi
Personifikasi Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

Tropen
Tropen Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang. Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

Majas Pertentangan
Majas pertentangan diantaranya adalah : 1.Hiperbola 2.Litotes 3.Oksimoron 4.Kontradisi Intermisis 5.Antitesis 6.Paradok 7.Anakhornisme

Hiperbola
Hiperbola Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebihlebihan. Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

Litotes
Litotes Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri Contoh : Mampirlah ke gubukku!

Oksimoron
Oksimoron adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

Kontradiksi Intermisis
Kontradiksi Intermisis Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah di kemukakan sebelumnya. Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.

Antitesis
Antitesis Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.

Paradok
Paradoks Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

Anakhronisme
Anakronisme Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. Contoh : Dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

Majas Pertautan
Majas pertautan diantaranya adalah : 1.Alusio 2.Metonomia 3.Pars pro toto 4.Totem pro toto 5.Eufemisme 6.Antonomasia

Alusio
Alusio Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan. Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

Metonomia
Metonimia Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

Pras pro toto
Pars Pro Tato Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya

Totem pro parte
Totem Pro Parte Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

Eufemisme
Eufimisme Adalah gaya bahasapenghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan. Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

Antonomasia
Antonomasia Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

Majas Penegasan
Majas penegasan diantaranya adalah : 1.Pleonasme 2.Repetisi 3.Paralelisme 4.Klimaks 5.Antiklimaks 6.Koreksio 7.Preiterito 8.Enumerasio 9.Eksklamasio 10.Asindenton 11.Polisindention

Pleonasme
Pleonasme Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului. Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

Repetisi
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Contoh : Sekali tidak takut,tetap tidak takut.

Paralelisme
Paralelisme Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.Jenis majas ini ada dua,yaitu : 1.Anafora yaitu kata yang diulang di awal kalimat. Contoh : Ikut hati mati Ikut mata buta Ikut rasa binasa 2.Epifora yaitu kata yang di ulang di akhir kalimat. Contoh : Sabar itu baik mengalah itu baik diam itu baik

Klimaks
Klimaks Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan

Antiklimaks
Antiklimaks Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya

Koreksio
Koreksio atau Epanortosis Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

Enumerasio
Enumerasio Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahanlahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintangbintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.

Eksklamasio
Eksklmasio Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil

Asindenton
Asindenton Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

Polisindenton
Polisindeton Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

Majas Sindiran
Majas sindiran diantaranya adalah : 1.Ironi 2.Sinisme 3.Sarkasme

Ironi
Ironi Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

Sinisme
Sinisme adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam Contoh : Harum bener baumu pagi ini

Sarkasme
Sarkasme Adalah gaya bahasa yang paling kasar, menyakitkan telinga,tak layak diucapkan, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

Latihan
A.Tentukanlah jenis majas yang digunakan pada kalimat-kalimat berikut ini ! 1.Bibirnya seperti delima merekah 2.Dia adalah pelita hatiku 3.Senja memanggil burung kesayangannya 4.Sepanjang waktu Cecep hanya mengubur dirinya di kamar. 5.Sumbangan ini hanyalah setetes air pemuas dahaga 6.Suka duka kami nikmati bersama 7.Setiap kepala dikenakan sumbangan seribu rupiah 8.Nah itu dia,Si Kriting datang. 9.Ayah pulang ke Bandung naik merpati 10.Wah,sungguh rajin benar kamu ,siang-siang begini masih tiduran B.Buatlah masing-masing satu kalimat majas berikut 1.Majas Perbandingan 2.Majas Pertentangan 3.Majas Pertautan 4.Majas Penegasan 5.Majas Sindiran

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->