P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas02 Terampil Berbahasa Indonesia 1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas02 Terampil Berbahasa Indonesia 1

|Views: 1,914|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas 8 gratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas 8 gratis

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

Sections

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menulis teks berita secara singkat,
padat, dan jelas.

Apakah kamu gemar membaca berita di koran atau majalah? Asyik bukan membaca
berita-berita tersebut. Dengan membaca berita, kamu tahu semua peristiwa di suatu tempat
dengan lengkap walau tidak terlibat langsung dalam kejadian itu.

120

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Apakah kamu pernah membayangkan bisa juga menulis sebuah berita yang layak dimuat,
di majalah sekolah atau majalah dinding misalnya. Nah, dalam pelajaran kali ini kamu tidak
sekadar membayangkan, kamu akan belajar membuat berita.
Berita adalah jalan cerita tentang peristiwa. Artinya, sebuah berita setidaknya mengandung
dua hal, yaitu peristiwa dan jalan ceritanya (kronologi).

Tips menulis berita

Sebelum mempelajari langkah-langkah menulis berita, cermati berita berikut!

Kelas VIII A Juara Umum Lagi

Kelas VIII A SMP Mutiara Bangsa berhasil mempertahankan predikat sebagai
juara umum dalam "Porseni Antarkelas 2007" pada 7-12 Mei. Kelas ini menyisihkan
17 kelas lainnya dan mendominasi kemenangan pada cabang olahraga yang
dipertandingkan.

"Kelas kami bermain cemerlang pada beberapa cabang olahraga, yakni juara I
voli putra dan putri, juara II-III tenis meja putra dan putri, juara I sepak bola, serta
juara umum bulu tangkis. Namun, pada bidang seni kami kalah canggih dibanding
kelas IX," kata Sujoko, Ketua Kelas VIII A sekaligus ketua tim sukses kelas tersebut,
Sabtu (12/5).

Dalam acara penyerahan trofi juara, Bapak Suparman sebagai wali kelas VIII
A menyatakan bangga dan terharu atas kekompakan dan keseriusan siswa didiknya
untuk mempertahankan gelar juara. Ia mengatakan, "Terima kasih anak-anakku.
Keringat dan semangat kalian telah berbuah manis. Selamat atas usaha kalian."
Penyerahan hadiah dan trofi juara secara simbolis dilakukan oleh Bapak Kuria
Effendi, Kepala SMP Mutiara Bangsa. Menurut dia, kegiatan tahunan setiap akhir
semester ini merupakan ajang mengaktualisasi bakat dan prestasi siswa, bukan
sekadar ajang mencari tenar. "Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah rasa
kebersamaan antarkelas dan guru serta karyawan," katanya, saat diwawancarai di
sela-sela penutupan "Porseni Antarkelas 2007".
Adapun peringkat kedua diraih oleh kelas IX C dengan komando Dwi Setiadi,
posisi ketiga dicapai kelas VIII F atas kegigihan ketua kelas, Indri Prawesti. Juara
harapan I dan II masing-masing ditempati oleh kelas yang dipimpin Suyanto, kelas
VII C, dan kelas IX A yang dimotori Inggrid Swarti. Selain beberapa cabang olahraga
tersebut, dilombakan juga pembacaan cerpen, musikalisasi puisi, dan pentas teater.

Berdasar berita di atas, kita memiliki gambaran bagaimana cara menulis berita. Adapun
tips atau langkah menulis berita sebagai berikut.

1.Tentukan peristiwa atau kejadian

Berita tersebut mengangkat peristiwa porseni antarkelas tahun 2007.
Dalam menulis berita, kamu juga bisa mengungkapkan pengalaman pribadi maupun
pengalaman orang di sekitarmu. Ingat, dalam menentukan peristiwa, pilihlah kejadian
yang aktual/hangat dan unik.

Gapai Cita-Cita

121

Latihan 7.3

Tugas 7.3

2.Tentukan sumber berita

Sumber berita tersebut ialah ketua kelas dan wali kelas VIII A serta kepala sekolah.

3.Melakukan wawancara untuk mendapatkan fakta, data, dan opini

Kelengkapan fakta sebuah berita apabila memenuhi unsur 5W 1H, yaitu what (apa),
who (siapa),when (kapan),where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana).
Fakta yang ada dalam berita tersebut:

a.what (apa)

:peristiwa yang terjadi adalah lomba pekan olahraga dan seni
(porseni) antarkelas di tahun 2007

b.who (siapa)

:orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ini adalah para siswa
tiap kelas, guru pembimbing/wali kelas, dan kepala sekolah

c.when (kapan)

:peristiwa dilakukan pada tanggal 7-12 Mei 2007
d.where (di mana):peristiwa terjadi di SMP Mutiara Bangsa
e.why (mengapa):mengapa terjadi karena merupakan acara tahunan dalam
rangka memberikan wadah positif di akhir semester dan untuk
keakraban.
f.how (bagaimana):bagaimana peristiwanya terjadi? Lomba berlangsung kom-
petitif baik di bidang olahraga maupun seni

4.Menyusun berita

Berdasarkan data dari sumber-sumber yang telah didapatkan, kamu bisa mulai menulis
teks berita. Gunakan kata atau kalimat sederhana, dan buatlah berita secara singkat,
padat, dan jelas.

Amatilah peristiwa yang ada di lingkungan sekolahmu. Tentukan peristiwa yang
layak dijadikan berita. Pilihlah narasumber yang berkompeten. Kumpulkan data
secukupnya. Lalu, susunlah sebuah berita secara singkat, padat, dan jelas!

Kerjakan tugas berikut secara kelompok!

1.Amatilah peristiwa yang ada di lingkungan tempat tinggalmu. Carilah peristiwa
yang layak diberitakan. Tentukan narasumber yang tepat dan lakukan wawancara
untuk mendapatkan fakta yang komprehensif.
2.Presentasikan hasil pekerjaanmu di depan anggota kelas.
3.Tiap-tiap kelompok melakukan evaluasi atas hasil pekerjaan kelompok lain.

122

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

C

Menjelaskan Tema dan Latar Novel Remaja (Asli
atau Terjemahan) yang Dibacakan

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menjelaskan tema dan latar novel
remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan.

PadaPelajaran Enam kamu diminta membaca sebuah novel. Menarikkah novel
tersebut? Apakah kamu terhibur dan bahkan kecanduan untuk selalu membaca novel?

Di samping menganalisis latar, pertemuan ini kamu ditargetkan mampu menjelaskan
tema novel yang akan kamu dengarkan. Adapun pengertian tema merupakan pokok
permasalahan dalam novel.

Berikut disajikan novel yang mengambil tema tentang emansipasi wanita berlatar belakang
kehidupan di sebuah desa dekat pegunungan. Sang tokoh ingin mengenyam pendidikan tinggi
dan berperan untuk memajukan kaumnya.

Bahan simakan

Sundus

Pertama

Embusan angin dari bukit Patiayam itu membuat suasana sore semakin sejuk.
Sawah yang berbentuk terasering terhampar luas membentang. Gemericik air irigasi
menjadikan Desa Kauman semakin tampak landai. Matahari menyepuh belahan
langit dengan cahaya merah yang sangat menawan, menyelipkan senyum sebelum
kembali ke peraduannya, dan seakan berjanji esok akan kembali bila Tuhan masih
menghendaki.

Ketika adzan subuh berkumandang aktivitas kehidupan mulai berjalan, sebagian
besar masyarakat Kauman mengayuh sepedanya menuju ke pabrik-pabrik. Mereka
harus menempuh jarak yang lumayan jauh kira-kira delapan sampai sepuluh kilo-
meter. Pabrik yang mereka tuju pun bermacam-macam, ada yang bekerja di pabrik
rokok, tekstil, industri rumah tangga, dan sebagainya. Kebanyakan dari mereka
adalah perempuan.

Aktivitas yang mereka lakukan hampir dua puluh empat jam bekerja. Dimulai
dari bangun tidur kemudian menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya,
dilanjutkan dengan membersihkan rumah, setelah selesai dengan pekerjaan rumahnya,
mereka lalu bekerja di pabrik sampai sore. Setelah tiba di rumah mereka disibukkan
dengan urusan rumah tangga, memasak untuk makan malam, dan di waktu malam
yang seharusnya digunakan untuk istirahat, terkadang mereka direpotkan dengan
tangisan anaknya yang masih bayi. Praktis dua puluh empat jam tenaga mereka
terforsir. Memang suami mereka juga bekerja, tetapi penghasilan yang diperoleh

Gapai Cita-Cita

123

tidak seberapa, demi untuk mempertahankan hidup yang semakin sulit dan mahal
terpaksa istri harus turun tangan untuk menjaga agar dapur tetap ngebul.
Pada setiap pabrik tempat mereka bekerja selalu tertulis pekerja perempuan
berhak mengajukan cuti haid, cuti hamil, serta cuti melahirkan. Bagi mereka hak
cuti itu hanya tempelan di papan kayu saja. Pernah suatu ketika Yu Tun karena
memang kebiasaan haidnya pada hari pertama merasakan sakit yang teramat sangat
di perutnya, ia mengajukan cuti haid, tetapi oleh madornya tidak diperbolehkan. Cuti
hanya diberikan atau memang atas permintaan seorang pekerja perempuan yang
akan melahirkan, itu pun setelah diperkirakan bahwa masa persalinannya kurang
dua minggu lagi.

Sungguh ironis memang, pekerja perempuan hanya dijadikan sebagai kelompok
bawah saja, walaupun mereka telah mengabdi pada perusahaan tadi belasan tahun,
tetapi tidak ada penghargaan yang mereka terima.
Secara umum Desa Kauman tergolong sebagai desa yang berpenghasilan
menengah, karena memang penduduknya merupakan pekerja giat, juga karena
alamnya begitu subur dan menghasilkan. Arus kemajuan zaman sudah mulai tampak
di Kauman dengan adanya listrik masuk desa. Ketika itu aku kelas dua Sekolah
Dasar, aku perhatikan di kampungku banyak warga yang mencuri arus listrik dengan
cara menyambungkan kabel listrik yang ada di jalan supaya bisa masuk ke rumahnya,
dan hal ini disebabkan karena mereka tidak mampu membayar pemasangan listrik
yang mahal. Selagi tidak diketahui petugas PLN mereka aman, tetapi pernah suatu
ketika Kang Muh tetangga depan rumahku didatangi oleh petugas PLN karena
ketahuan mencuri listrik, akhirnya kabel listrik diputus dan Kang Mus disuruh
membayar uang sebagai ongkos ganti penggunaan listrik.
Dari dahulu hingga sekarang yang sangat menonjol dari Desa Kauman adalah
suasana keagamaannya. Kauman itu sendiri berarti tempat kaum yang beriman.
Sebagai simbol Desa Kauman, tegaklah Masjid Agung yang megah di pusat desa.
Kegiatan keberagamaan sangat semarak, apalagi jika bulan puasa tiba. Ada sekitar
sepuluh pondok pesantren di Kauman, ada pondok yang hanya mengaji dan mengkaji
kitab kuning saja, ada pondok thariqat, dan tidak ketinggalan pula pondok yang
mengajarkan ilmu-ilmu kanuragan yang semuanya bernuansa salaf atau kuno.
Masyarakat Kauman sangat berpegang teguh pada agama dan mereka sangat patuh
dengan segala sesuatu yang difatwakan oleh kyai. Bagi mereka kyai adalah pewaris
pada nabi dan nabi merupakan utusan Tuhan untuk memperbaiki perilaku manusia
di bumi. Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini untuk dikelola dan
dimanfaatkan serta dilestarikan oleh manusia. Kyai merupakan suatu gelar atau
simbol yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang, karena dinilai dari segi
ilmunya, sikap dan perbuatannya serta zuhud dan wara'-nya.
Secara rutin kyai tersebut mengajar setiap hari setelah mengimami shalat subuh,
dan isya'. Selain itu, kyai juga banyak dikunjungi oleh masyarakat yang ingin
memperoleh barakah, entah itu berkaitan dengan pekerjaan, kesehatan, dan juga
jodoh. Seolah-olah kyai tersebut mampu mengatasi itu semua. Mungkin jiwa kyai

124

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Tugas 7.4

Latihan 7.4

yang selalu bersih, maka doanya selalu dikabulkan oleh Tuhan. Pada dasarnya kyai
tinggal mengamini keinginan para tamu yang datang. Sebagai contoh, pernah seorang
bertamu ke rumah kyai, ingin menanyakan kira-kira hari apa yang tepat untuk
selamatan karena mau mengkhitankan anaknya. Maka terjadilah dialog antara tamu
dan kyai.

”Pak kyai, yang pertama, saya ke sini niat silaturrahim kepada Pak Kyai
sekeluarga, yang kedua, saya mau minta tolong kira-kira hari apa yang baik untuk
mengkhitankan anak saya?"
”Terima kasih silaturrahimnya, kalau Bapak minta hari yang baik untuk
mengkhitankan anaknya, insya Allah Jumat adalah hari yang baik,” jawab Kyai.
Dengan tercengang si tamu menyahut, ”Maaf Pak, tetapi kalau menunggu Jumat
terlalu lama. Bagaimana kalau hari Senin saja Pak, soalnya pohon pisang di belakang
rumah sudah saya potong untuk selamatan, takutnya kalau menunggu Jumat keburu
busuk Pak.”

”Senin juga hari yang baik Pak,” Pak Kyai tersenyum.
Demi menyenangkan hati tamu tadi akhirnya Pak Kyai mengiyakan apa yang
diinginkan tamu. Cerita ini kuperoleh dari Somad anak Kyai Rasyid yang jadi teman
sekelasku.

Sumber:Sundus, karya Istiah Marzuki

Bacalah dalam hati novel tersebut, lalu kerjakan soal-soal berikut!

1.Apakah nama bukit dalam novel tersebut!
2.Apa mata pencaharian sebagian besar penduduk Kauman?
3.Aktivitas para perempuan di sana nyaris 24 jam. Apa saja yang mereka lakukan?
4.Siapakah tokoh dalam novel ini dan bagaimana watak-wataknya?
5.Amanat apa yang bisa kamu petik setelah membaca novel tersebut?

1.Secara bergiliran, bacalah secara nyaring kutipan novel Sundus tersebut!
2.Dengarkan pembacaan novel tersebut dengan saksama dan konsentrasi tinggi!
3.Saat mendengarkan pembacaan novel itu, rumuskan tema dan latar kutipan novel
tersebut!
4.Agar kegiatan mendengarkan ini berjalan sportif, jangan membuka buku dan
membaca novel ini lagi. Kamu hanya mengandalkan kecermatan mendengarkan.
5.Presentasikan rumusan tema dan latar novel dari kegiatan mendengarkan tersebut
di depan anggota kelas!
6.Mintalah tanggapan teman-teman dan bapak/ibu guru!

Gapai Cita-Cita

125

D

Mendeskripsikan Alur Novel Remaja (Asli atau
Terjemahan) yang Dibacakan

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat mendeskripsikan alur novel
remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan.

Mendeskripsikan alur suatu novel yang dibacakan bukanlah suatu hal yang mudah
dilakukan. Kegiatan tersebut jauh lebih sulit dibandingkan apabila novel tersebut kamu baca
sendiri. Ada tiga kegiatan yang kamu lakukan ketika mendeskripsikan alur novel yang
dibacakan, yaitu mendengarkan, memahami, dan mendeskripsikan alur. Kegiatan tersebut
membutuhkan konsentrasi tinggi sebab dilaksanakan secara bersamaan.

Untuk lebih memantapkan kemampuanmu dalam mendengarkan pembacaan novel,
berikut disajikan bagian kelanjutan novel berjudul Sundus.

Bahan simakan

Sundus

Kedua

Namaku Sundusiyah, orang biasa memanggilku Sundus atau cukup dengan
Dus saja. Terdengar lucu memang. Tetapi apabila sering membaca al-Qur'an, di
dalamnya; orang tahu banyak sekali akan dijumpai kata sundusiyah artinya kurang
lebih adalah "sutera halus". Mungkin orangtuaku berharap supaya aku berperilaku
sehalus sutera. Semoga. Amien.

Aku dilahirkan di sebuah keluarga yang sangat konservatif, teguh memegang
prinsip serta adat yang berlaku, yang menurutku terlalu kaku. Sejak kecil aku dididik
dengan sangat disiplin terutama dalam hal yang berhubungan dengan ibadah,
walaupun aku belum dikenai kewajiban karena memang aku belum mendapat haid.
Orangtuaku pada saat-saat tertentu selalu mengajakku ke musholla di samping
rumah. Belajar mengaji al-Quran setelah shalat Maghrib, kemudian mengaji kitab
kuning seusai sholat Isya'. Sesudah sholat Subuh pun aku diharuskan setor hafalan
surat-surat pendek dan surat-surat penting dalam al-Quran kepada ayahku. Bagiku
beliau adalah sosok ayah sekaligus guru yang sangat keras dalam mendidik serta
mengajar anak-anaknya.

Sekolah Dasar kulalui dengan prestasi yang membanggakan orangtuaku. Aku
selalu berada pada peringkat pertama di kelasku, aku tidak bisa menafikan peran
ibuku yang dengan telaten selalu memberiku minuman suplemen untuk kecerdasan
otak setiap pagi sebelum aku berangkat sekolah. Aku bahkan tidak sempat belajar
karena banyaknya kegiatan harian yang harus kulakukan. Belajar hanya kulakukan

126

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

ketika ada pekerjaan rumah dan ujian saja, tetapi walaupun begitu posisi juara selalu
ada di tanganku. Kata guru-guruku aku anak yang cerdas. Memang setiap kali guru
menerangkan, aku dengan saksama mendengarkan dan secara spontan akan bertanya
hingga sering membuat guruku gelagapan. Waktu bermain pun hampir tidak kupunyai,
masa kecilku bisa dibilang kurang bahagia. Sebagai contoh pernah aku bermain
sepulang sekolah dengan beberapa temanku, tidak begitu lama kemudian aku dijemput
oleh nenekku, diajak pulang dengan berbagai alasan: belajarlah, istirahat, dan yang
tidak paling aku sukai adalah membantu memasak. Masih terngiang kata-kata
nenekku "wong wedhok iku balike ning pawon."

Jiwa berontakku sudah mulai muncul ketika aku Sekolah Menengah Tingkat
Pertama. Aku mulai berani memberikan argumen apabila ayahku menyuruhku
untuk berbuat sesuatu dengan nada tekanan. Ayah sering marah-marah karena
aku dianggap sudah mulai membantah, sering aku dibuat menangis, dan buntutnya
aku harus menanggung malu, ketika di sekolah mataku terlihat bengkak, akibat
tangisan semalam sebelum tidur. Memang sudah menjadi kebiasaanku, aku tidak
mau memperlihatkan airmata di depan ayahku, karena aku tidak ingin dibilang
sebagai anak manja dan cengeng, aku lebih memperlihatkan kekokohanku di depan
siapa pun, mungkin ini juga yang menyebabkanku dipilih menjadi ketua OSIS.
Aku semakin percaya diri, berprestasi dan yang paling aku sukai adalah aku jadi
ditakuti oleh semua laki-laki. Anak buahku mayoritas laki-laki dan aku mampu
menjadi leadership. Bangga memang, walaupun begitu ketika aku kembali ke
rumah aku harus bersikap dan bersifat sebagi anak manis yang selalu patuh
terhadap semua yang diinginkan ayahku.

Aku beranjak menjadi gadis remaja, hal ini kusadari ketika aku mulai kedatangan
tamu bulanan pertama. Malam itu seolah-olah ada sesuatu yang mengaduk-aduk
perutku, aku mencoba mengingat apakah aku salah makan seharian sehingga perutku
sakit sekali, sakit yang belum pernah aku rasakan. Aku jungkir balik sendiri, ingin
menjerit tetapi seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokanku.

”Tuhan apakah aku akan mati?” batinku.

Hampir semalaman aku meregang kesakitan tanpa bisa berbuat banyak. Jam
tiga malam ibuku bangun ketika melewati kamarku, beliau melihat lampu kamarku
hidup, ibuku masuk untuk mematikannya, dilihatnya aku sedang merintih memegang
perut. Ibuku panik sekali, lalu membangunkan ayah dan entah setelah dibacakan
sesuatu oleh ayahku kemudian aku tertidur. Aku terkejut sekali ketika bangun,
alas tidurku dipenuhi dengan darah segar. Aku takut. Spontan aku menjerit, ibuku
kemudian datang dan langsung menciumku, ibu gembira sekali, lirih kudengar ibu
mengatakan, ”Anakku kini telah perawan.” Risih dan jijik aku melihat semburat
merah kehitaman yang kadang kental, namun di lain waktu juga encer. Ibu yang
mengajariku untuk memakai pembalut supaya tidak bocor. Walaupun demikian, aku
tetap saja waswas, sering kali aku menoleh ke belakang takut tembus, gaya jalanku
juga lain seolah-olah ada sesuatu ganjalan yang membuat jalanku menjadi sedikit

Gapai Cita-Cita

127

terkangkang. Oleh ibu, aku dinasihati: perempuan yang sedang haid tidak boleh
sholat dan puasa. Waktu itu aku gembira sekali, mendengar nasihat ibu yang satu
ini. ”Enak ya jadi perempuan,” pikirku.

Hampir satu minggu aku mengalami haid. Waktu-waktu berikutnya aku
memerhatikan ada sesuatu yang aneh pada tubuhku. Tonjolan yang ada di dadaku
semakin hari kurasakan semakin membesar, pinggulku juga semakin lebar, baju-
baju yang kupakai mulai sempit.

”Oh Tuhan, apalagi ini,” gumamku dalam hati. Aku beranikan diri bertanya
kepada ibu, dengan senyum ibu memberi penjelasan yang detail.

”Itu semua wajar dialami oleh perempuan yang sedang puber,” kata ibu.

”Apa itu puber Bu?” tanyaku.

”Masa puber adalah masa di mana terjadi peralihan seseorang dari anak-anak
menuju remaja. Nah, hal itu bisa dilihat dengan berbagai tanda-tanda secara fisik,
jika perempuan dia mengalami haid atau darah yang keluar secara rutin menurut
siklusnya sebulan sekali kemudian diiringi dengan membesarnya payudara, tumbuh
rambut di bagian tertentu, kemudian pinggul agak melebar serta terjadi perubahan
pada suara, yaitu terdengar agak parau.

”Apakah itu terjadi pada anak perempuan saja Bu…?” dengan cepat aku

menyela.

”Tidak,” kemudian ibu melanjutkan penjelasannya.

”Anak laki-laki pun mengalami hal itu, tetapi dengan tanda-tanda yang berbeda.
Biasanya ditandai dengan mimpi basah, tumbuh jakun pada lehernya, mulai muncul
pula kumis, dan suaranya berubah menjadi serak.”

”Oh begitu,” jawabku setelah mendengar penjelasan ibu.

”Oh iya Bu, satu lagi, kenapa to, kemarin pada waktu malam sebelum paginya
aku haid, kok perutku sakit sekali, padahal aku tidak makan rujak atau sambal pada
siang hari sebelumnya?” tanyaku lagi.

”Oh itu wajar terjadi pada perempuan yang belum menikah pada saat akan
terjadi haid. Haid itu sendiri adalah darah yang berada di indung telur, karena tidak
adanya pembuahan maka darah tersebut akhirnya luruh, dan memang karena jalan
keluarnya sempit maka timbullah gesekan pada perut sehingga menyebabkan sakit.
Jadi hal tersebut wajar terjadi pada setiap perempuan.”

”Terima kasih Bu ya…?”

Aku sekarang menjadi paham setelah mendengar penjelasan dari Ibu.

(Sumber: Sundus, halaman 9-17 karya Istiah Marzuki)

Setelah kamu mendengarkan pembacaan kelanjutan novel berjudul Sundus tersebut,
dapatkah kamu mendeskripsikan alurnya? Alur sering kali disamakan dengan kerangka cerita.
Terdapat tiga teknik alur cerita, yaitu alur maju (progresif), alur mundur (flash back), serta
alur majemuk (compound plot).

128

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Rangkuman

Latihan 7.5

Tugas 7.5

NovelSundus bercerita tentang seorang wanita bernama Sundus. Sundus digambarkan
sebagai seorang remaja yang mempunyai disiplin dan prinsip serta taat beribadah. Namun
demikian, Sundus merupakan seorang pemberontak. Sundus tidak menyukai aturan-aturan
yang terlalu kaku dan mengikat. Dalam novel tersebut, Sundus tengah menceritakan
pengalamannya saat mengalami puber untuk pertama kalinya. Sundus menceritakan betapa
kaget dan takutnya saat mengalami puber pertama kali. Sundus juga memunculkan sosok
ibu yang menjaga dan memberi pengarahan padanya.

Bacalah dalam hati novel tersebut, lalu kerjakan soal-soal berikut!

1.Bagaimana kehidupan keluarga tokoh utama dalam novel tersebut?
2.Apa saja kelebihan tokoh utama novel tersebut?
3.Bagaimana perilaku tokoh utama ketika menjabat ketua OSIS di SMP?
4.Apakah masa puber itu?
5.Amanat apa yang bisa kamu petik dari cuplikan novel tersebut?

1.Bacalah salah satu novel untuk diperdengarkan kelompokmu!
2.Dengarkan pembacaan novel tersebut dengan cermat dan tetap dengan
konsentrasi tinggi.
3.Saat mendengarkan pembacaan novel itu, rumuskan alur novel tersebut.
4.Presentasikan rumusan alur novel dari kegiatan mendengarkan tersebut di depan
anggota kelas.
5.Mintalah tanggapan teman-teman dan bapak/ibu guru.

1.Untuk mengemukakan kembali berita dari televisi/radio, kamu harus memahami
isi beritanya dengan menyimak. Cara menyimak yang baik:

a.konsentrasi
b.menelaah materi
c.catatlah setiap ide dan materi yang menonjol

2.Sebuah berita setidaknya mengandung dua hal, yaitu peristiwa dan jalan ceritanya.
Tips atau langkah menulis berita:

a.Tentukan peristiwa atau kejadian.

Gapai Cita-Cita

129

Uji Kompetensi

b.Tentukan sumber berita.
c.Melakukan wawancara untuk mendapatkan fakta, data, dan jalan cerita, dengan
prinsip wawancara 5 W dan 1 H.
d.Menyusun berita.

3.Tema novel merupakan pokok permasalahan dalam novel.

4.Alur novel adalah jalinan cerita novel.

A.Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1.Pendidikan menjadi salah satu fokus keprihatinan yang ditimbulkan oleh
musibah banjir Jakarta awal Februari 2007 yang lalu. Banyaknya sekolah
yang rusak, anak-anak kehilangan sarana belajar, ditambah kesulitan
ekonomi yang dirasakan, semakin mengancam proses belajar-mengajar. Data
yang diperoleh dari Suku Dinas Pendidikan Dasar di lima wilayah DKI Jakarta
menyebutkan lebih dari 200 Sekolah Dasar rusak terkena bencana.

(www.femaleradio.com)

Inti gagasan berita radio tersebut adalah….

a.Fokus keprihatinan banjir adalah pendidikan.
b.Banjir Jakarta terjadi pada Februari 2007.
c.Suku Dinas Pendidikan Dasar mengeluarkan data sekolah rusak.
d.Ribuan siswa SD terhambat sekolah mereka.

2.Apa kerugian fisik di bidang pendidikan akibat banjir Jakarta?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah….

a.Dunia pendidikan mengalami keprihatinan.
b.Kesulitan ekonomi banyak dirasakan orangtua.
c.Sejumlah 200 SD rusak terkena bencana.
d.Proses pendidikan 50.000 siswa SD terhambat.

3.Sejumlah sekolah di Jakarta, Selasa (14/8) hari ini, memperingati Hari
Pramuka. Di SD Negeri Kedoya Selatan misalnya, sekolah mewajibkan seluruh
siswanya mengenakan seragam pramuka dan mengikuti upacara bendera.
Para guru tetap menggalakkan kegiatan ini karena mereka berprinsip dengan
mengikuti pramuka siswa bisa menjadi kreatif. Berbagai kegiatan
kepramukaan, menurut para guru, bisa meningkatkan kemandirian siswa.
Salah satu siswa sekolah yang berprestasi, Muklis, menyatakan, sudah tiga

130

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

tahun ini mengikuti kegiatan pramuka. Dia pernah meraih prestasi ketika
mengikuti jambore cabang. Menurut Muklis, dengan mengikuti kegiatan ini
dia mempunyai banyak kegiatan dan teman.

(Metro TV)

Apa yang diberitakan oleh Metro TV?

a.peringatan Hari Pramuka
b.beberapa sekolah mewajibkan siswa mengenakan baju pramuka
c.pramuka bisa membentuk kreativitas
d.Muklis tiga tahun ikut pramuka

4.Mengapa para guru SD Negeri Kedoya Selatan menggalakkan kegiatan pramuka?

a.agar bisa diperingati setiap tahun
b.pramuka meningkatkan kemandirian siswa
c.target ikut jambore
d.agar banyak kegiatan

5.Pertanyaan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah….

a.Di jalan apakah letak SD Negeri Kedoya Selatan
b.Kenapa pramuka bisa meningkatkan kreativitas siswa?
c.Berilah contoh wujud kemandirian siswa setelah ikut pramuka?
d.Setiap tanggal berapa Hari Pramuka?

6.1.Mereka mengumpulkan buku-buku bekas.
2.Perpustakaan “Anak Cerdas” segera dibuka untuk anak-anak kurang
mampu.

Kedua kalimat tersebut bila digabungkan menjadi kalimat majemuk bertingkat,
susunannya adalah….

a.Mereka mengumpulkan buku-buku bekas jika Perpustakaan “Anak Cerdas”
segera dibuka untuk anak-anak kurang mampu.
b.Mereka mengumpulkan buku-buku bekas apabila Perpustakaan “Anak Cerdas”
segera dibuka untuk anak-anak kurang mampu.
c.Mereka mengumpulkan buku-buku bekas namun Perpustakaan “Anak Cerdas”
segera dibuka untuk anak-anak kurang mampu.
d.Mereka mengumpulkan buku-buku bekas supaya Perpustakaan “Anak Cerdas”
segera dibuka untuk anak-anak kurang mampu.

7.(1) Pak Guru menjelaskan cara membuat sinopsis novel dan para siswa
memerhatikan dengan saksama. (2) Ketika jarum jam di tembok depan kelas
menunjuk angka 9, para siswa menarik napas lega. (3) Anak-anak tersebut
mulai sedikit ramai, tetapi Pak Guru tetap asyik berbicara. (4) Ia berhenti
mengajar ketika bel tanda istirahat bunyi 3 kali.

Kalimat majemuk bertingkat pada paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor….

a.(1) dan (3)

c.(3) dan (4)

b.(2) dan (4)

d.(1) dan (2)

Gapai Cita-Cita

131

8.Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek adalah….

a.Yang berbadan tegap itu berhasil menjadi pasukan pengibar bendera
b.Tenda itu terbuat dari kain parasut yang ringan.
c.Dion menjual si merah roda dua yang selalu menemani dia.
d.Ia menyelesaikan tugas saat mentari terbenam di ufuk barat.

9.Gubernur Riau H.M Rusli Zainal menilai Pekan Olahraga dan Seni
(Porseni) di kalangan siswa dan siswi SMP/MTs se-Provinsi Riau
mengandung arti dan makna strategis, terutama dalam menggelorakan
semangat berolahraga di kalangan pelajar. Penilaian itu diungkapkannya
pada saat membuka secara resmi Porseni SMP/MTs se-Provinsi Riau bertempat
di Gedung Olahraga Tri Buana Pekanbaru, Jumat (9/9).

(http://bikkb.riau.go.id/)

Kesimpulan berita tersebut adalah….

a.Porseni dapat menggelorakan semangat berolahraga remaja.
b.Gubernur Riau dijabat oleh H.M Rusli Zainal.
c.Gubernur Riau membuka resmi Porseni SMP/MTs se-Riau.
d.Porseni SMP/MTs se-Riau dibuka di GOR Tri Buana Pekanbaru.

10.Tuan du Busse mencari kesenangannya dengan berburu. Meskipun umurnya
sudah enam puluh tahun, tapi tidak ada hutan belukar yang tidak dimasuki,
tak ada gunung tinggi yang tidak terdaki, ataupun jurang alam yang tidak
terturuni olehnya. Asal ia menggenggam senapan repetirnya, biar beruang
atau harimau pun dihadapinya dengan hati yang tetap.

(Salah Asuhan Abdul Moeis)

Keadaan fisik tokoh dalam cuplikan novel tersebut adalah….

a.hobi berburu

c.pendaki tangguh

b.umur 60 tahun

d.hatinya tegar

B.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

1.Sebanyak 8.000 anak usia sekolah di Indonesia saat ini belum bisa mengakses
layanan pendidikan, kata Direktur Pembinaan Sekolah Luar Biasa (SLB)
Departemen Pendidikan Nasional, Eko Jatmiko Sukarso di Yogyakarta, Minggu
(26/8). “Masih banyak anak usia sekolah belum bisa mendapatkan pendidikan
karena kondisi sosial yang tidak memungkinkan, seperti cacat fisik dan men-
tal, terkena bencana alam, tempat tinggal yang terpencil, dan merupakan
komunitas suku terbelakang,” katanya kepada wartawan.

(RRI Online)

Tuliskan kembali dengan kalimatmu sendiri perihal pendapat narasumber tersebut
mengenai alasan ribuan anak sekolah belum bisa mengakses layanan pendidikan!

132

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

2.Dari pukul empat Corrie sudah berhias dan memakai di muka cermin besar.
Mula-mula dipakainya baju biru laut, yaitu warna yang sangat disukainya.
Setelah dipandangnya nyala-nyala, teringatlah olehnya bahwa warna yang
disukai oleh Hanafi ialah lila. Seketika itu juga baju itu digantinya dengan
yang berwarna lila. Tapi amat terkejutnya ia melihat mukanya yang pucat di
muka cermin. Sebab hampir tak tidur, mukanya itu kekurangan darah, sedang
warna lila itu pun sangat menambah pucatnya. Seketika itu teringat olehnya
bahwa ia sekali-kali tidak perlu memilih warna pakaian yang disukai oleh
Hanafi, karena hatinya bukanlah tidak terikat pada orang itu?

Analisislah gagasan pokok dan latar novel cuplikan novel Salah Asuhan tersebut!

3.Buatlah beberapa contoh kalimat majemuk setara!

4.Buatlah beberapa contoh kalimat majemuk bertingkat!

5.Buatlah berita singkat dengan tema yang kamu sukai!

Mari Berolahraga

133

Pelajaran

Mari Berolahraga

8

PadaPelajaran Kedelapan ini, kamu akan belajar tentang menyampaikan persetujuan,
sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan, menulis
slogan untuk berbagai keperluan dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi dan persuasif,
mengomentari kutipan novel remaja (asli atau terjemahan). Masing-masing kompetensi kamu
pelajari melalui tahap-tahap memahami uraian materi, mengerjakan latihan, dan uji kompetensi.
Kamu akan mengerjakan tugas secara individu dan kelompok di dalam ruang kelas. Olahraga
teratur tanpa beban bisa membuat badan sehat dan pikiran jernih sehingga mudah dalam
belajar. Demikian pula dalam mengerjakan keterampilan berbahasa berikut, kerjakanlah
dengan ringan, tanpa merasa terbebani.

A

Menyampaikan Persetujuan, Sanggahan, dan
Penolakan Pendapat dalam Diskusi Disertai
dengan Bukti atau Alasan

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menyampaikan persetujuan,
sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan.

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan ini perlu diperhatikan
oleh para remaja. Ini mengingat masa remaja merupakan saat kondisi fisiknya sedang dalam
masa perkembangan. Dengan memiliki badan yang kuat dan sehat, kamu bisa belajar dengan
nyaman, melakukan aktivitas dengan ringan, berpikir jernih.

Kamu bisa meluangkan waktu beberapa menit dalam sehari, beberapa hari dalam
seminggu untuk olahraga. Misalnya setiap pagi kamu lari pagi atau senam di sekitar rumah,
setiap sore main sepak bola di lapangan kampung. Apabila memiliki minat dan bakat pada
olahraga tertentu, kamu bisa serius menekuni olahraga itu. Tidak sedikit pelajar SMP menjadi
atlet karate, catur, dan sebagainya. Hal tersebut tentu membanggakan. Selain sehat, atlet
pelajar bisa mengukir prestasi olahraga.

Pada pertemuan ini, kamu akan mengasah kemampuan berbicara dengan melakukan

diskusi bertema olahraga.

134

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Saat berinteraksi di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, ada kalanya kamu terlibat
dalam sebuah diskusi. Diskusi adalah suatu bentuk kegiatan yang terdiri atas beberapa orang
(bertatap muka secara langsung) untuk bertukar pikiran atau pendapat dan pandangan guna
mencari pemecahan suatu permasalahan.

Dalam sebuah diskusi pasti ada perbedaan. Setiap peserta diskusi tentu memiliki
pandangan, pikiran, maupun pendapat. Hal ini perlu dihormati oleh seluruh peserta diskusi.
Agar mampu menjadi peserta diskusi yang baik, pada pertemuan berikut kamu mempelajari
cara menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi yang
semestinya disertai bukti dan alasan yang relevan.

Berikut ditampilkan ilustrasi sebuah diskusi.

Perlukah Ada Ekstrakurikuler Beladiri di SMP?

Pemimpin rapat

:Sucipto

Pembina OSIS

:Bapak Rusdihardjo

Beberapa peserta

:1. Andriyono

rapat yang berbicara

2. Sulami
3. Sulistyawan

Sucipto

:”Dari diskusi ini kita akan menentukan apakah beladiri perlu
diadakan dalam kegiatan ekstrakurikuler. Sebelum teman-teman
mengemukakan pandangan, saya persilakan Bapak Rusdihardjo
memberi wawasan kepada kami.”

Bapak Rusdihardjo:”Anak-anak, pada prinsipnya sekolah membebaskan kalian
membentuk ekstrakurikuler apa pun asal positif dan memberi
manfaat yang menunjang pengembangan bakat dan potensi
kalian. Silakan diskusi ini memutuskan apakah kalian perlu
membuka ekstrakurikuler beladiri. Berdiskusilah dengan kepala
dingin dan mengutamakan akal sehat.”

http//smpn3batam.files.wordpress.com

Mari Berolahraga

135

Latihan 8.1

Sucipto

:”Terima kasih Pak Rus. Secara pribadi, saya rasa ada baiknya
kita membuka ekstrakurikuler beladiri. Ini akan menggem-bleng
fisik dan mental kita serta memberi wadah positif. Secara
jangka panjang, siapa tahu dari SMP kita muncul atlet beladiri
yunior, misalnya.”

Andriyono

:”Saya sepakat dengan Sucipto. Dengan ikut beladiri, kita akan
memiliki kedisiplinan dan keberanian. Lagian minimal seminggu
sekali kita berolahraga sehingga badan kita sehat dan bisa belajar
secara baik pula.”

Sulami

:”Maaf teman. Apakah kita yang masih SMP perlu belajar
beladiri. Apakah nanti tidak membuat siswa-siswi menjadi sok
jagoan dan suka berantem. Bukankah remaja seusia kita
memiliki emosi yang masih labil?”

Sulistyawan

:”Benar. Secara pribadi saya tidak setuju dengan adanya
ekstrakurikuler beladiri di sekolah ini. Bukannya apa-apa. Kita
masih ingat kasus banyak siswa yang jadi korban kekerasan
temannya gara-gara tayangan Smack Down dulu. Oke kita
bukan SD lagi. Tetapi, bisa jadi kan kita menjadi sok kuat dan
akhirnya doyan tawur. Sekali lagi maaf ya atas pikiran ini.”

Sucipto

:”Baiklah. Ketiga pendapat ini kita jadikan acuan dalam diskusi
ini untuk mengambil keputusan. Silakan ada pemikiran yang
lain?”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1.Apakah tema diskusi tersebut?
2.Tunjukkan pendapat yang menyatakan persetujuan!
3.Tunjukkan pendapat yang menyatakan sanggahan!
4.Tunjukkan pendapat yang menyatakan penolakan!
5.Bagaimana menurut pendapatmu mengenai permasalahan tersebut? Berikan
argumentasimu!

Lakukanlah diskusi kelas!

1.Beberapa siswa ditunjuk menjadi penyelenggara diskusi. Pilihlah seorang ketua
diskusi, moderator, dan notulen. Adapun Bapak/Ibu guru menjadi pengarah/
pembina diskusi.

Tugas 8.1

136

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Latihan 8.2

2.Siswa yang lainnya menjadi peserta diskusi. Setiap peserta diskusi memiliki hak
untuk menyanggah, menyetujui, menyatakan penolakan maupun pendapat tentang
tema yang didiskusikan.

3.Tema diskusi adalah olahraga.

4.Ingat, baik sebagai penyelenggara rapat maupun peserta rapat, kamu dapat
melakukan diskusi dengan santun dan beretika.

Kata Bilangan

Pada teks tentang diskusi tersebut terdapat kalimat berikut.

”Baiklah. Ketiga pendapat ini kita jadikan acuan dalam diskusi ini untuk mengambil
keputusan. Silakan ada pemikiran yang lain?”

Kataketiga dalam kalimat tersebut merupakan kata bilangan. Kata bilangan ialah kata-
kata yang menyatakan jumlah, satuan kumpulan benda, maupun urutan tempat dari nama-
nama benda. Ragam kata bilangan sebagai berikut.

1.Kata bilangan utama merupakan kata bilangan yang memberi keterangan jumlah hal
atau barang. Contoh: satu motor, dua buah, tiga pohon, empat lembar, dan sebagainya.
2.Kata bilangan tingkat merupakan kata bilangan yang menjelaskan urutan ke berapa
keberadaan suatu benda. Kata bilangan ini diletakkan sesudah kata benda. Contoh:
meja keenam, rak kesepuluh.
3.Kata bilangan kumpulan merupakan kata bilangan yang menjelaskan jumlah barang
dalam suatu himpunan. Kata bilangan ini diletakkan sebelum kata benda. Contoh: keenam
meja itu, kesepuluh rak tersebut.
4.Kata bilangan tak tentu ialah kata yang menjelaskan jumlah barang dalam satu himpunan.
Kata-kata yang biasa digunakan adalah tiap-tiap, semua, beberapa, dan segala. Contoh:
Tiap-tiap anak diwajibkan membaca minimal 3 novel.

1.Buatlah empat kata yang mengandung kata bilangan utama!
2.Buatlah empat kata yang mengandung kata bilangan tingkat!
3.Buatlah empat kata yang mengandung kata bilangan kumpulan!
4.Buatlah empat kata yang mengandung kata bilangan tak tentu!

Situs Bahasa

Mari Berolahraga

137

Latihan 8.3

B

Menulis Slogan untuk Berbagai Keperluan dengan
Pilihan Kata dan Kalimat yang Bervariasi, serta
Persuasif

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menulis slogan untuk berbagai
keperluan dengan pilihan kata dan kalimat yang bervariasi, serta persuasif.

Saat di tempat-tempat umum, kamu tentu pernah membaca kalimat pendek yang ditulis
dengan ukuran besar dan ditempel di tempat yang mencolok. Di rumah sakit, misalnya, kamu
bisa menjumpai kalimat ”Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati”. Di jalan-jalan kamu
mungkin juga pernah membaca tulisan ”Biar Lambat, Asal Selamat. Pakailah Helm Standar”.

Contoh lainnya adalah ”Jagalah Sehatmu Sebelum Sakitmu”. Kalimat ini mengajak kepada
pembaca untuk selalu menjaga kesehatan karena mahal harganya. Itulah slogan. Tahukah
kamu apa pengertian slogan? Slogan merupakan perkataan atau kalimat pendek yang disajikan
secara menarik dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu. Isi slogan juga
mencerminkan tujuan atau misi yang diemban oleh si pembuat slogan.

Coba perhatikan kelasmu. Adakah slogan yang tertempel di dalam ruanganmu?

1.a.Buatlah beberapa slogan bertema olahraga!
b.Tunjukkan hasil pekerjaanmu kepada seluruh siswa di depan kelas!
c.Siswa yang lain memberi komentar atas sloganmu tersebut.
2.Berkompetisilah membuat slogan! Slogan yang terbaik berhak dipajang di dinding

kelas.

1.Sebagai tugas di rumah, secara berkelompok buatlah slogan dengan tema bebas!
2.Sebelum membuat slogan tersebut, rumuskan terlebih dahulu tujuan penulisan

slogan!

3.Buatlah slogan kelompokmu semenarik mungkin, mudah diingat, dan mencolok
sehingga pembaca tertarik dan sependapat dengan isi slogan tersebut!
4.Setiap slogan dari kelompok, presentasikan di depan kelas!
5.Tempelkan slogan tersebut di kelas maupun majalah dinding!

Tugas 8.2

138

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

C

Mengomentari Kutipan Novel Remaja (Asli atau
Terjemahan)

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat mengomentari kutipan novel
remaja (asli atau terjemahan).

Novel merupakan hasil imajinasi atau khayal penulisnya. Saat membaca novel, kamu
diajak masuk ke dalam kisah yang diciptakan sang penulis. Adakalanya peristiwa-peristiwa
itu terjadi dalam kehidupan nyata. Berikut komentar mengenai salah satu novel anak!

Buah Manis Ketekunan

Banyak jalan menuju ke Roma. Pepatah lama ini sangat besar maknanya,
bahwa untuk mencapai suatu tujuan atau cita-cita bisa ditempuh melalui berbagai
usaha. Apa pun usaha bisa kita lakukan, asalkan tetap di jalan yang benar, demi
terwujudnya cita-cita.

Perjuangan seperti itulah yang dilakukan Toha, seorang murid sebuah sekolah
dasar yang ingin tetap bersekolah walaupun kehidupan keluarganya serba kekurangan.
Ayah Toha sudah meninggal. Toha hidup bersama ibunya dan seorang adik yang
masih kecil.

Kemiskinan tidak membuat Toha putus asa. Ia bertekad tetap melanjutkan
pendidikan walaupun dirinya harus bekerja keras menjadi loper koran cilik. Sang ibu
mengizinkannya asal pekerjaannya itu tidak mengganggu belajarnya.
Setiap pagi buta, usai menjalankan salat Subuh, Toha menjalankan tugasnya
mengantar koran ke rumah para pelanggan. Setelah tugasnya selesai, ia pun berangkat
ke sekolah. Pekerjaannya itu dilakukan dengan hati riang dan tulus.
Wah, sampai kapankah Toha bertahan dengan pekerjaannya itu? Lalu, berhasilkah
ia menggapai cita-citanya? Hm, kita baca novelnya saja, yuk. Karena banyak hikmah
dan pelajaran berharga yang terkandung dalam kisan menarik ini.

Sumber:Suara Merdeka, 16 Desember 2008.

Novel memiliki dunianya sendiri, suatu dunia kehidupan yang tidak harus sama dengan
kenyataan hidup sehari-hari. Kamu dipersilakan untuk menikmati setiap kisah, mengambil
hikmah, hingga memberikan suatu apresiasi dalam bentuk kritik atau komentar. Agar lebih
dekat lagi dengan novel, berikut disajikan cuplikan novel berjudul Laskar Pelangi.

Sepuluh Murid Baru

Pagi itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah
kelas. Sebatang pohon filicium tua yang rindang meneduhiku. Ayahku duduk di
sampingku, memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-

Mari Berolahraga

139

angguk pada setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku
panjang lain di depan kami. Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama
masuk SD.

Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu
miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut
pintu berdiri dua orang guru seperti para penyambut tamu dalam perhelatan. Mereka
adalah seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang
kepala sekolah dan seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hafsari atau
Bu Mus. Seperti ayahku, mereka berdua juga tersenyum.
Namun, senyuman Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak
jelas beliau sedang cemas. Wajahnya tegang dan gerak-geriknya gelisah. Ia berulang
kali menghitung jumlah anak-anak yang duduk di bangku panjang. Ia demikian khawatir
sehingga tak peduli pada peluh yang mengalir masuk ke pelupuk matanya. Titik-titik
keringat yang bertimbulan di seputar hidungnya menghapus bedak tepung beras yang
dikenakannya, membuat wajahnya coreng moreng seperti pemeran emban bagi
permaisuri dalam Dul Muluk, sandiwara kuno kampung kami.
“Sembilan orang…baru sembilan orang Pamanda Guru, masih kurang satu…,”
katanya gusar pada bapak kepala sekolah. Pak Harfan menatapnya kosong.
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan
karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu
ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung
yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi
seorang pria berusia emat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak
banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih
mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada
juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.
Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan
hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami.
“Kasihan ayahku….”
Maka aku tak sampai hati memandang wajahnya.
“Barangkali sebaiknya aku pulang saja, melupakan keinginan sekolah, dan
mengikuti jejak beberapa abang dan sepupu-sepupuku, menjadi kuli….”
Tapi agaknya bukan hanya ayahku yang gentar. Setiap wajah orangtua di depanku
mengesankan bahwa mereka tidak sedang duduk di bangku panjang itu, karena pikiran
mereka, seperti pikiran ayahku, melayang-layang ke pasar pagi atau ke keramba di
tepian laut membayangkan anak lelakinya lebih baik menjadi pesuruh di sana. Para
orangtua ini sama sekali tak yakin bahwa pendidikan anaknya yang hanya mampu
mereka biayai paling tinggi sampai SMP akan dapat mempercerah masa depan
keluarga. Pagi ini mereka terpaksa berada di sekolah ini untuk menghindarkan diri
dari celaan aparat desa karena tak menyekolahkan anak atau sebagai orang yang
terjebak tuntutan zaman baru, tuntutan memerdekakan anak dari buta huruf.

140

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Aku mengenal para orangtua dan anak-anaknya yang duduk di depanku. Kecuali
seorang anak kecil kotor berambut keriting merah yang meronta-ronta dari pegangan
ayahnya. Ayahnya itu tak beralas kaki dan bercelana kain belacu. Aku tak mengenal
anak beranak itu. Selebihnya adalah teman baikku. Trapati misalnya, yang duduk di
pangkuan ibunya, atau Kucai yang duduk di samping ayahnya, atau Syahdan yang
tak diantar siapa-siapa. Kami bertetangga dan kami adalah orang-orang Melayu
Belitong dari sebuah komunitas yang paling miskin di pulau itu. Adapun sekolah ini,
SD Muhammadiyah, juga sekolah kampung yang paling miskin di Belitong. Ada tiga
alasan mengapa para orangtua mendaftarkan anaknya di sini. Pertama, karena sekolah
Muhammadiyah tidak menetapkan iuran dalam bentuk apa pun, para orangtua hanya
menyumbang sukarela semampu mereka. Kedua, karena firasat, anak-anak mereka
dianggap memiliki karakter yang mudah disesatkan iblis sehingga sejak muda harus
mendapat pendadaran Islam yang tangguh. Ketiga, karena anaknya memang tak
diterima di sekolah mana pun.
Bu Mus yang semakin khawatir memancang pandangannya ke jalan raya di
seberang lapangan sekolah berharap kalau-kalau masih ada pendaftar baru. Kami
prihatin melihat harapan hampa itu. Maka tidak seperti suasana di SD lain yang
penuh kegembiraan ketika menerima murid baru angkatan baru, suasana hari pertama
di SD Muhammadiyah penuh dengan kerisauan, dan yang paling risau adalah Bu
Mus dan Pak Harfan.

Guru-guru yang sederhana ini berada dalam situasi genting karena Pengawas
Sekolah dari Depdiknas Sumsel telah memperingatkan bahwa jika SD Muhammadiyah
hanya mendapat murid baru kurang dari sepuluh orang maka sekolah paling tua di
Belitong ini harus ditutup. Karena itu sekarang Bu Mus dan Pak Harfan cemas
sebab sekolah mereka akan tamat riwayatnya, sedangkan para orangtua cemas karena
biaya, dan kami, sembilan anak-anak kecil ini—yang terperangkap di tengah—cemas
kalau-kalau kami tak jadi sekolah.
Tahun lalu SD Muhammadiyah hanya mendapatkan sebelas siswa, dan tahun ini
Pak Harfan pesimis dapat memenuhi target sepuluh. Maka diam-diam beliau telah
mempersiapkan sebuah pidato pembubaran sekolah di depan para orangtua murid
pada kesempatan pagi ini. Kenyataan bahwa beliau hanya memerlukan satu siswa
lagi untuk memenuhi target itu menyebabkan pidato ini akan menjadi sesuatu yang
menyakitkan hati.

“Kita tunggu sampai pukul sebelas,” kata Pak Harfan pada Bu Mus dan seluruh
orangtua yang telah pasrah. Suasana hening.
Para orangtua mungkin menganggap kekurangan satu murid sebagai pertanda
bagi anak-anaknya bahwa mereka memang sebaiknya didaftarkan pada para juragan
saja. Sedangkan aku dan agaknya juga anak-anak yang lain merasa amat pedih:
pedih pada orangtua kami yang tak mampu, pedih menyaksikan detik-detik terakhir
sebuah sekolah tua yang tutup justru pada hari pertama kami ingin sekolah, dan pedih
pada niat kuat kami untuk belajar tapi tinggal selangkah lagi harus terhenti hanya
karena kekurangan satu murid. Kami menunduk dalam-dalam.

Mari Berolahraga

141

Rangkuman

Latihan 8.4

Tugas 8.3

Saat itu sudah pukul sebelas kurang lima menit dan Bu Mus semakin gundah.
Lima tahun pengabdiannya di sekolah melarat yang amat ia cintai dan tiga puluh dua
tahun pengabdian tanpa pamrih pada Pak Harfan, pamannya, akan berakhir di pagi
yang sendu ini.

“Baru sembilan orang Pamanda Guru…,” ucap Bu Mus bergetar sekali lagi. Ia
sudah tak bisa berpikir jernih. Ia berulang kali mengucapkan hal yang sama yang
telah diketahu semua orang. Suaranya berat selayaknya orang yang tertekan batinnya.

Sumber:Laskah Pelangi karya Andrea Hirata

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1.Apakah yang dilakukan oleh para orang tua dan anaknya di pagi hari itu?
2.Sebutkan keadaan sekolah yang digambarkan di dalam petikan novel tersebut!
3.Apa yang dicemaskan oleh Bu Mus?
4.Mengapa tokoh aku merasa kasihan kepada bapaknya?
5.Mengapa para orang tua terpaksa mendaftarkan anak-anak mereka ke SD?

Menarikkah kisah Laskar Pelangi tersebut? Pada penugasan berikut, kamu
dipersilakan melakukan diskusi kelas.

1.Bagilah anggota kelas menjadi empat kelompok besar.

a.Kelompok pertama mengapresiasi topik/tema novel.
b.Kelompok kedua mengapresiasi karakter tokoh.
c.Kelompok ketiga mengapresiasi bahasa yang digunakan penulis.
d.Kelompok keempat mengapresiasi nilai-nilai yang dapat dipetik dalam novel.
2.Untuk memperlancar diskusi, pilihlah seorang moderator dan pencatat hasil

diskusi.

1.Diskusi merupakan bentuk kegiatan yang terdiri atas beberapa orang yang
bertatap muka secara langsung untuk bertukar pikiran/pendapat/pandangan guna
mencari solusi suatu permasalahan.

142

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Uji Kompetensi

Hal-hal yang dikemukakan dalam diskusi bersifat menyampaikan:

a.persetujuan,
b.sanggahan,
c.penolakan pendapat.

2.Slogan merupakan perkataan atau kalimat pendek yang disajikan secara menarik
dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu.

Langkah-langkah membuat slogan:

a.tentukan tema dan tujuan pembuatan slogan,
b.buatlah semenarik mungkin agar memberikan kesan kepada pembaca.

3.Novel memiliki dunianya sendiri. Kamu dipersilakan menikmati setiap kisah,
mengambil hikmah, hingga memberikan suatu apresiasi dalam bentuk kritik atau
komentar.

A.Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

Pro Kontra Buletin Mingguan SMP Khatulistiwa

Pembuatan buletin mingguan di SMP Khatulistiwa menimbulkan pro dan
kontra. Dalam sebuah diskusi di ruang kesiswaan, pengurus OSIS meyakinkan
beberapa anggota OSIS perwakilan tiap kelas. Mereka menyampaikan argumen
betapa perlunya buletin mingguan di SMP tersebut. Adapun perwakilan tiap kelas
juga menanggapi beragam.

Sebenarnya ide buletin tercetus dari Seksi Apresiasi Bahasa, Sastra, dan Seni.
Program itu merupakan wahana informasi, rekreasi, dan edukasi bagi siswa.

1.Kalimat yang menyatakan persetujuan atas terwujudnya buletin mingguan adalah….

a.Apa tidak sebaiknya dikaji dulu baik buruknya program ini mengingat proses
pencetusan yang sangat singkat.
b.Saya pikir faktor efisiensi perlu diperhatikan.
c.Ini merupakan kegiatan yang mubazir dan tidak senapas dengan visi kami.
d.Sudah saatnya sekolah kita memiliki media untuk mengeratkan seluruh penghuni
sekolah dan tersedianya wadah apresiasi siswa dengan diadakannya
buletin ini.

2.Kalimat yang menyatakan penolakan atas program buletin mingguan adalah….

a.Ide ini bagus mengingat selama ini tidak adanya sarana siswa memublikasikan
tulisannya.
b.Program ini apa tidak kita ganti dengan pembuatan sarana olahraga saja
mengingat potensi anak di sini terhadap olahraga sangat besar.

Mari Berolahraga

143

c.Kami mewakili kelas VIII akan proaktif mengirim artikel entah itu nonfiksi
maupun prosa.
d.Saya takjub atas gebrakan ini.

3.Kalimat yang menyatakan sanggahan program buletin mingguan adalah….

a.Maaf, apa tidak sebaiknya ditunda dulu mengingat kita belum melakukan survei
mendalam perlu tidaknya buletin kita hadirkan saat ini.
b.Bagaimana kalau buletin ini juga memuat rubrik “curhat” dengan dibimbing
bapak/ibu guru BP?
c.Kami ingin buletin ini juga terdistribusi ke sekolah lain sebagai sarana informasi.
d.Saya sangat antusias untuk mengirimkan tulisan-tulisan yang selama ini tersimpan
rapi di buku harian.

4.Kalimat berikut yang menggunakan kata bilangan tingkat adalah….

a.Anik duduk di deretan meja kedua bersebelahan dengan Dea.
b.Pagi ini kedua anak itu berolahraga.
c.Keempat kelompok pencinta alam itu melakukan pendakian gunung.
d.Tiap-tiap peserta diperbolehkan menyampaikan persetujuan atau sanggahan.

5.Keempat novel itu dibaca oleh Dewanti hanya dalam waktu seminggu.

Kalimat tersebut menggunakan kata bilangan….

a.utama

b.tingkat

c.kumpulan

d.tak tentu

6.Kalimat berikut yang menggunakan kata bilangan tak tentu adalah….

a.Ia menjual tiga pohon jati.
b.Abdullah merupakan putra kelima dari enam bersaudara.
c.Ketiga peserta lomba diberi pengarahan oleh panitia.
d.Beberapa anak menulis cerpen dengan memuaskan.

7.Kalimat berikut merupakan slogan, yakni….

a.Narkoba membunuh generasi bangsa
b.Putih tulang dikandung tanah, budi baik terkenang juga
c.Ikhtiar menjalani, untung menyudahi
d.Belilah produk ini dengan diskon sampai 75 persen

8.Waktu Harimurti kembali dari kamar korektor, di meja kamarnya dilihatnya
ada pesan dari Maryanto, pemimpin redaksi, yang mengajaknya makan siang
di Phoenix, sebuah restoran Cina gaya Szechuan yang mewah di bilangan
kota. Wah, kok tumben betul Bos mengajak saya ke tempat itu, gumamnya.
Apa tidak salah mengundang nih, tanya hatinya lagi. Tapi pesan akhir di
nota itu jelas betul. “Jangan lupa ya, Har. Jam satu, ruang tunggu Phoenix.”

Latar tempat dari cuplikan novel Jalan Menikung Para Priyayi 2 karya Umar
Khayam tersebut adalah….

a.kamar korektor

c.pusat kota

b.kamar tidur

d.ruang tunggu

144

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

9.Tapi aku harus menunggu sampai anakku tertidur. Di hari pertama itu dia
tampak lelah sehingga setengah delapan aku dapat meninggalkan dia.
Sebelum turun, aku tidak mengetuk pintu kabin tetanggaku karena khawatir
mereka masih beristirahat. Tadi ketika mengantar anak-anak, kami tidak
merundingkan kesepakatan akan bersama-sama makan malam.

Latar waktu novel tersebut adalah….

a.pagi

b.siang

c.sore

d.malam

10.Perkenalanku dengan tanah air suamiku tidak mulus, melainkan penuh
kerepotan dan kekecewaan disusul hari-hari berisi pertengkaran yang
kurasakan tak akan habis-habisnya. Yves sangat ketat dalam hal pemberian
uang belanja. Dia selalu curiga, khawatir kalau-kalau aku “mencuri” uang
belanja itu untuk kepentingan diriku sendiri. Seolah-olah pemberiannya itu
cukup untuk bisa kucuri! Kemudian penderitaan batinku semakin menjadi-
jadi ketika musim dingin tiba. Konon itu adalah musim dingin paling dahsyat
sejak empat puluh tahun terakhir.

(Dari Parangakik ke Kampuchea karya NH Dini)

Watak Yves dalam kutipan novel tersebut adalah….

a.tidak percaya

c.pemarah

b.pelit

d.pemalas

B.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

1.Tema diskusi: Perlukah anak SMP berpacaran?

Buatlah kalimat yang menyatakan persetujuan, sanggahan, atau penolakan atas
tema tersebut dan berikan alasan yang logis!

2.Buatlah kalimat dengan menggunakan kata bilangan tingkat!

3.Buatlah kalimat dengan menggunakan kata bilangan kumpulan!

4.Buatlah sebuah slogan dengan kalimat yang bervariasi dan persuasif!

5.Waktu usia Lantip sudah hampir 45 tahun, barulah dia berani melangsungkan
perkawinannya dengan Halimah, tunangannya yang sudah sekian tahun
lamanya itu. Setiap kali suami istri Hardoyo menanyakan kapan dia mau
kawin, Lantip hanya tersenyum saja menjawab bahwa dia dan Halimah belum
siap betul untuk melangsungkan perkawinan mereka. Padahal, sesungguhnya
Lantip belum tega benar meninggalkan, yang dia selalu anggap sebagai
momongannya, Harimurti, yang agaknya belum lepas betul dari trauma
penahanan dirinya dan kehilangan Gadis dan bayi kembarannya.

(Jalan Menikung. karya Umar Khayam)

Apa yang melatarbelakangi Lantip baru menikah saat usia 45 tahun?

Kesehatan

145

Pelajaran

Kesehatan

9

PadaPelajaran Kesembilan ini, kamu akan belajar menemukan masalah utama dari
beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif, membawakan acara dengan
bahasa yang baik, benar, serta santun, menanggapi hal yang menarik dari kutipan novel
remaja (asli atau terjemahan). Setiap kompetensi kamu pelajari dengan cara memahami
uraian materi, mengerjakan latihan, dan diakhiri uji kompetensi. Tugas-tugas pada tema
kesehatan ini tetap kamu kerjakan secara individu dan kelompok. Tugas tersebut dikerjakan
di kelas dengan cara bermain peran dan diskusi. Dengan penyajian materi seperti ini, kamu
diharapkan dapat melakukan keterampilan berbahasa dengan baik sekaligus mengingatkanmu
tentang arti penting kesehatan.

A

Menemukan Masalah Utama dari Beberapa
Berita yang Bertopik Sama Melalui Membaca
Ekstensif

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menemukan masalah utama dari
beberapa berita yang bertopik sama melalui membaca ekstensif.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ungkapan ini menyadarkan kamu akan arti
penting kesehatan. Betapa susahnya saat kita menderita sakit. Kamu tidak bisa belajar,
menahan sakit, dan mengeluarkan banyak uang untuk berobat. Agar terhindar dari sakit,
kamu harus menjaga pola hidup dan menjauhkan lingkungan dari sarang penyakit.

Pada materi ini, kamu akan membaca beberapa materi tentang kesehatan dengan
melakukan kegiatan menemukan masalah dari beberapa berita melalui membaca ekstensif.

Kamu pengin meraup banyak informasi dari berbagai buku? Lakukan kegiatan membaca
ekstensif. Tahukah kamu apakah membaca ekstensif itu? Kegiatan membaca ekstensif
menuntut kamu menitikberatkan pada pemahaman gagasan pokok secara tepat dalam waktu
yang singkat.Untuk dapat menentukan gagasan pokok, perhatikan contoh berikut.

146

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Latihan 9.1

Perhatikan teks berikut!

Sekitar 43 juta anak Indonesia saat ini menjadi korban perokok aktif dan anak-anak itu
pun menjadi perokok pasif sehingga dampak buruk rokok semakin mengkhawatirkan masa
depan anak-anak di tanah air. ”Mereka mengalami dampak negatif atas kedekatannya dengan
pecandu rokok, yang bisa jadi adalah orang tua sendiri atau tetangga dan lingkungan
sekitarnya,” kata Ketua DPR Agung Laksono saat membuka pameran foto bertema anti-
rokok dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia di Gedung DPR/MPR Jakarta,
Rabu (25/6).

Sumber:Solopos,26 Juni 2008.

Petikan wacana tersebut memiliki tema utama sejumlah anak yang menjadi korban
perokok aktif. Rokok mengkhawatirkan masa depan anak-anak.

1.Bacalah dua bacaan berikut!

Bacaan pertama

Siswi SMAN Terpilih Duta Remaja

Mutia Prawitasari, siswi SMAN 3 Kota Bogor, terpilih sebagai Duta Remaja
Antinarkoba pada puncak acara roadshow Antinarkoba yang digelar di IPB
International Convention Center, Kota Bogor, Sabtu (10-11).

Mutia berhasil menyisihkan sembilan finalis lain yang merupakan duta
antinarkoba hasil seleksi program roadshow antinarkoba bertajuk Gue Mau
Hidup di 10 sekolah di Kota Bogor, selama empat bulan sejak tanggal 23 Mei-28
Agustus 2007.

Tabita Christina, siswi SMP Budi Mulya Kota Bogor, sebagai juara kedua
dan Devina Ariandini, siswi SMP Regina Pacis Kota Bogor, sebagai juara ketiga.

Sementara itu, kelompok Kangen Fans dari SMAN 1 Kota Bogor sebagai
juara pertama 10 Minutes Challenge. Sedangkan Cosmo Dancer dari SMA 3
Kota Bogor dan Crazzy Stuff dari SMAN 4 Kota Bogor, sebagai juara kedua
dan ketiga.

Roadshow antinarkoba yang digelar Media Indonesia (grup Lampung
Post) bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YPAC) ini merupakan salah satu
rangkaian kegiatan roadshow antinarkoba bertema Gue Mau Hidup yang
didukung Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Narkotika Kota (BNK)
Bogor, L-Men, Nokia, Telkomsel, HP, PT Telkom, PT Bulog, dan PLN.

“Programroadshow antinarkoba bagus dan sangat penting karena dari
1,5% penduduk Indonesia pernah menggunakan narkoba. Sekitar 30%-nya adalah
para siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa,” ujar Sekretaris BNN Irjen Pol.
Sri Soegiarto.

Kesehatan

147

Sementara itu, Direktur Pemberitaan Media Indonesia Saur Hutabarat
mengatakan seorang duta narkoba lebih penting daripada seorang duta besar.
“Seorang duta besar butuh tiga jas, sedangkan duta antinarkoba harus memiliki
beberapa unsur positif, yaitu positive thinking,positive feeling, dan positive
loving yang semuanya tergabung dalam positive power,” ujar Saur.

Selain itu, tidak kurang dari 750 siswa berikut puluhan guru pendamping
dari 10 sekolah di Kota Bogor memadati ruangan IPB International Convention
Center membacakan ikrar Selamatkan Negara dari Narkoba.

Ikrar yang dipandu relawan Amika Aspar (motivator antinarkoba)
menyatakan siap menyelamatkan negara dari narkoba, mengulurkan tangan
menyelamatkan sesama dan masa depan bangsa, dan bangkit melawan
ketidakberdayaan demi membuktikan keberanian.

Sumber:Lampung Post edisi 12 November 2007

Bacaan kedua

Remaja Harus Dapat Informasi Kespro

Setiap remaja mempunyai hak yang sama mendapatkan akses dan informasi
yang tepat berkaitan dengan kesehatan reproduksi (kespro).

Sebab itu, program kespro perlu disosialisasikan tak hanya di sekolah dan
pondok pesantren, tapi juga di perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di
setiap kecamatan. Hal ini guna mencegah terjadinya seks bebas dan terjangkitnya
HIV/AIDS di kalangan remaja.

“Sebab itu, sosialisasi program kespro di kalangan remaja harus lebih pada
menanamkan kesadaran akan arti pentingnya kespro. Mengingat masih banyak
keluarga atau orang tua yang tidak memberi cukup ruang bagi anak-anaknya
untuk bertanya tentang kespro. Juga agar remaja memiliki pemahaman tentang
kesehatan reproduksi dari sisi medis tentunya,” kata Kepala Badan Koordinasi
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza,
didampingi Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi Edy Warman dan
Sekretaris BKKBN Lampung Agus Sulaiman di kantornya, Jumat (5/10).

Dengan demikian, remaja bisa memahami pentingnya menjaga kesehatan
reproduksi, bahaya penyakit HIV/AIDS, bahaya narkoba, dan seks bebas. Ia
mengakui pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah karena mereka
menganggap kespro merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan.

Banyak masyarakat bahkan pengambil kebijaksanaan memiliki persepsi yang
keliru tentang kespro. “Seolah-olah bicara kespro itu mengajari remaja bagaimana
berhubunggan seks. Sebab itu, banyak remaja tak paham apa itu kesehatan
reproduksi,” ujar Muchsin.

148

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro terjadi
seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, seks bebas, serta narkoba.
Padahal, masalah kespro itu luas. Tak mempelajari fungsi organ-organ tubuh,
tapi juga masalah pubertas, tumbuh kembangnya remaja, hak-hak remaja, hingga
masalah menstruasi, mimpi basah, masturbasi, pacaran, dan sebagainya.

“Bila para remaja memahami hal tersebut, mereka tidak akan melakukan
penyimpangan seperti KTD, aborsi, narkoba, dan penyakit menular seksual
(PMS),” ujar Muchsin.

Oleh sebab itu, pihaknya gencar menyosialisasi melalui berbagai kegiatan
bekerja sama Sentra Kawula Muda Lampung (Skala) Perkumpulan Keluarga
Berencana Indonesia (PKBI) Lampung, perguruan tinggi, sekolah-sekolah,
pondok pesantren, dan organisasi kepemudaan di setiap kecamatan.

Bahkan, kini BKKBN mampu membentuk 116 Pusat Informasi dan
Konsultasi Kesehatan Reproduksi (PIK KRR) di Lampung. Masing-masing dua
PIK KRR di Universitas Lampung dan Universitas Malahayati Lampung. Lalu
PIK KRR dengan membentuk Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) di 32 SMA,
10 pondok pesantren, 72 PIK KRR di kecamatan.

Sumber:Lampung Post edisi 6 Oktober 2007

2.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

Pertanyaan untuk bacaan pertama:

a.Apa saja nama kompetisi yang diikuti oleh para pelajar tersebut!
b.Siapa saja tiga besar pelajar yang memenangi kompetisi duta antinarkoba?
c.Kelompok mana saja yang berhasil menang di ajang 10 Minutes Challenge?
d.Apa komentar Sekretaris Badan Narkotika Nasional Irjen Pol. Sri Soegiarto?
e.Apa saja isi ikrar yang diucapkan pada acara tersebut?

Pertanyaan untuk bacaan kedua:

a.Apa komentar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
(BKKBN) Provinsi Lampung Muchsin Hamza?
b.Mengapa pemahaman masyarakat terhadap kespro masih rendah?
c.“Bicara kespro itu hanya mengajari remaja bagaimana berhubunggan seks”.
Benarkah pernyataan itu? Berikan alasan!
d.Apa akibat minimnya pengetahuan tersebut banyak kasus-kasus kespro?
e.Apa saja yang dilakukan oleh BKKBN untuk menyosialisasikan kesehatan
reproduksi?

3.Kerjakan soal pelatihan ini!

a.Apakah tema utama bacaan pertama?
b.Apakah tema utama bacaan kedua?

Kesehatan

149

Tugas 9.1

Latihan 9.2

Kata berawalan di-

Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!

1.Cerpen ditulis ibu.
2.Tanah dicangkul Kakek Antonio.
3.Kain ditenun nenek.
4.Puisi dibaca Novi.
5.Koran bekas dijual Santoso.

Kata-kata berawalan di- pada contoh-contoh itu berfungsi membentuk kata kerja pasif.
Kata berawalan di- merupakan pengubahan dari kata kerja aktif transitif, bukan kata kerja
intransitif.
Catatan:Kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek kalimat.
Contoh: Ia pergi melihat pertunjukan teater.
Kata kerja intransitif merupakan kata kerja yang tidak memerlukan objek kalimat.
Contoh: Prestasi olahraga SMP kami menurun.

Bubuhkan tanda centang (3) di belakang kalimat yang dapat dipasifkan!

1.Adik menyapu lantai. (….)
2.Anjing menggonggong di depan rumah. (…)
3.Anak-anak membasuh muka setelah dari lapangan. (….)
4.Rambut nenek memutih karena faktor usia. (….)
5.Ayah menulis surat dinas. (….)
6.Debat dalam seminar itu memuncak. (….)
7.Pekerja itu mengukir patung. (….)
8.Adik menangis tersedu-sedu. (….)
9.Mereka mengetik laporan perjalanan. (….)
10.Para nelayan melaut. (….)

Carilah kalimat yang mengandung kata berawalan di- pada wacana berjudul Siswa
SMAN Terpilih Duta Remaja dan Remaja Harus Dapat Informasi Kespro.
Kembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat sempurna!

Situs Bahasa

150

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

B

Membawakan Acara dengan Bahasa yang Baik
dan Benar, serta Santun

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat membawakan acara dengan
bahasa yang baik dan benar, serta santun.

Apakah kamu pernah menjadi pembawa acara dalam sebuah pertemuan? Suatu saat
mungkin kamu ditugasi oleh sekolah maupun organisasi di daerahmu untuk memandu sebuah
acara. Sukses tidaknya acara, salah satunya, ditentukan oleh kemahiran seorang pembawa
acara dalam membawakan acara.

Apabila ditugasi menjadi pembawa acara, tugasmu ialah membuka acara, memandu
jalannya acara agar berjalan lancar dari awal sampai akhir, dan menutup acara tersebut.
Hal-hal yang perlu kamu perhatikan apabila menjadi pembawa acara, di antaranya, sebagai
berikut.

1.Pelajari terlebih dahulu susunan acara yang akan dilalui.
2.Sesuaikan penampilanmu dengan konteks acara. Acara itu bersifat resmi atau santai,
siapa sajakah peserta acara tersebut.
3.Gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta santun.

Perhatikan ilustrasi penampilan seorang pembawa acara berikut!

Hadirin yang berbahagia. Atas nikmat Tuhan Yang Mahakuasa, di pagi yang ceria
ini kita berkumpul dalam sebuah wadah keluarga besar SMP Harapan Bangsa. Ini
merupakan acara syukur atas keberhasilan kelas IX dalam menuntaskan studi di tingkat
SMP dan acara haru karena sebentar lagi mereka akan meninggalkan SMP tercinta ini.

Sebelum acara ini dimulai, terlebih dahulu saya bacakan susunan acara Pelepasan
Siswa Kelas IX SMP Harapan Bangsa.

1.Pembukaan
2.Sambutan

a.Perwakilan kelas IX oleh mantan Ketua OSIS dan Ketua Majelis Perwakilan
Kelas (MPK) Saudara Titok Sumajianto
b.Perwakilan siswa kelas VII dan VIII oleh Ketua OSIS Saudari Mimin Supriyati
c.Perwakilan orangtua siswa kelas IX oleh Bapak Siswanto
3.Pidato kepala sekolah
4.Hiburan
5.Penutupan

Hadirin yang terhormat. Marilah kita buka acara ini dengan mengucap basmallah
bersama. Bismillahirahmanirrahim.

Kesehatan

151

Latihan 9.3

Hadirin. Selanjutnya, kita dengarkan sambutan perwakilan kelas IX yang akan
disampaikan oleh Saudara Titok Sumajianto. Kepada Saudara Titok saya persilakan.
…………………….

Demikian tadi sambutan dari perwakilan kelas IX. Sambutan berikutnya ialah
dari perwakilan kelas VII dan VIII. Kepada Mimin, waktu dan tempat saya serahkan.
………………………

Demikian tadi sambutan dari perwakilan kelas VII dan VIII. Sambutan terakhir
dari perwakilan orang tua siswa kelas IX. Yang terhormat Bapak Siswanto saya
persilakan maju ke podium.
………………………..

Terima kasih Bapak Siswanto. Hadirin, acara berikutnya adalah pidato dari Bapak
Kepala Sekolah. Yang terhormat Bapak Supardiono waktu dan tempat saya serahkan.
………………………..

Terima kasih Bapak Kepala Sekolah yang berkenan memberi petuah dan nasihat-
nasihat yang sangat bermanfaat bagi kami.

Hadirin. Acara berikutnya adalah hiburan. Adapun yang akan memandu acara ini
adalah Saudara Putut Wijanarko selaku Ketua Sanggar Seni SMP Harapan Bangsa
yang akan juga memandu acara penutupan. Saudara, kita sambut Sanggar Seni SMP
Harapan Bangsa…. Terima kasih.

1.Buatlah susunan acara sebuah acara. Pilihlah tema berikut.

a.peringatan hari besar keagamaan
b.peringatan hari besar nasional
c.rapat OSIS
d.rapat ekstrakurikuler: pramuka, PMR, dan lain-lain.

2.Berpraktiklah menjadi pembawa acara di depan kelas berdasar susunan acara
yang telah kamu susun.

3.Mintalah komentar/tanggapan dari teman sekelas.

152

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Tugas 9.2

Bentuklah kelompok karena kita akan bermain peran di kelas. Setiap kelompok bertugas
sebagai berikut.

1.Membuat susunan acara dengan tema pilihan:

a.perayaan hari ulang tahun karang taruna di kampung
b.arisan karang taruna
c.reuni sekolah dasar

2.Setiap anggota kelompok berbagi peran sebagai pembawa acara, yang memberikan
sambutan-sambutan, dan yang mengisi acara.

3.Di akhir penampilan, mintalah komentar/tanggapan kelompok lainnya.

C

Menanggapi Hal yang Menarik dari Kutipan Novel
Remaja (Asli atau Terjemahan)

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari materi pada subbab ini, kamu diharapkan dapat menanggapi hal yang menarik dari
kutipan novel remaja (asli atau terjemahan).

Kalau pada Pelajaran 6, 7, dan 8 kamu disuguhi novel-novel remaja Indonesia, pada
pelajaran ini kamu akan mempelajari novel terjemahan yang tidak kalah seru.

Nah, berikut disajikan novel terjemahan berjudul asli Wolf Brother atauSaudara
Serigala karya Michelle Paver. Novel ini mengisahkan petualangan anak seusia kamu
bernama Torak. Ia hanya ditemani seekor serigala setelah ditinggal mati ayahnya. Torak
menjelajahi hutan, menyeberangi lautan es, dan menghadapi bahaya-bahaya demi
menyelamatkan hutan dari ancaman beruang.

Bacalah dalam hati novel berikut dan lakukan pelatihan di bawahnya!

Saudara Serigala

Torak tersentak bangun dari tidur yang tidak diinginkannya.

Torak meringkuk dalam lingkaran cahaya api unggun yang hampir padam sambil
mengintip ke kegelapan Hutan. Dia tak dapat melihat apa-apa. Tidak dapat mendengar
apa-apa. Apakah makhluk itu akan datang lagi? Apakah makhluk itu ada di luar sana,
mengawasi dengan mata menyala?

Kesehatan

153

Dia merasa hampa, dingin dan kelaparan. Lengannya terluka, dan matanya berat
karena lelah, tapi dia benar-benar tidak dapat merasakannya. Semalaman dia menjaga
reruntuhan tempat berlindung yang terbuat dari dahan cemara, dan juga menjaga
ayahnya yang terluka. Bagaimana ini bisa terjadi?

Baru kemarin mereka membangun tempat berlindung di senja musim gugur yang
biru. Torak melucu, dan ayahnya tertawa. Tiba-tiba Hutan bergemuruh. Burung gagak
memekik. Dan dari kegelapan di bawah pepohonan muncul bayangan yang lebih gelap:
ancaman yang berwujud beruang.
Tiba-tiba kematian datang mengancam. Desingan cakar. Berbagai bunyi yang
membuat telinga berdarah. Dalam sedetak jantung makhluk itu telah memorak-
porandakan tempat berlindung mereka. Dalam sedetak jantung makhluk itu membuat
ayahnya terluka parah. Lalu makhluk itu pergi, lenyap seperti kabut ke dalam Hutan.
Beruang apa yang mengejar manusia - lalu pergi tanpa membunuh? Beruang apa
yang mempermainkan buruannya?
Di mana beruang itu sekarang?
Torak tidak dapat melihat melampaui sinar yang dipancarkan api, tapi dia tahu
bahwa tempat terbuka itu pernah dengan pohon yang patah dan rumput yang terinjak-
injak. Dia mencium bau darah pinus dan tanah yang terkoyak. Dia mendengar riak
sedih dan lembut dari sungai yang berjarak tiga puluh langkah dari tempat dia meringkuk.
Beruang itu bisa berada di mana saja sekarang ini.
Ayahnya mengerang di sampingnya. Dengan perlahan dia membuka mata lalu
menatap anaknya tanpa tanda-tanda mengenali.
Jantung Torak seraya diremas. "Ini-ini aku," dia tergagap. "Bagaimana ayah?"
Ayahnya meringis kesakitan. Pipinya bersemu abu-abu hingga tato di badannya
terlihat jelas. Keringat membuat rambut ayahnya yang hitam panjang menempel ke
kulit.

Luka ayahnya sangat parah. Ketika Torak dengan menyumbatkan lumut janggut
untuk menghentikan pendarahan, dia melihat usus ayahnya berkilau dalam cahaya
api. Dia menahan agar tidak muntah. Dia berharap Fa-ayahnya-tidak melihat, tapi dia
pasti lihat. Fa seorang pemburu. Fa melihat segalanya.
"Torak…." Ayahnya menghembuskan napas. Tangannya terulur, lalu memegang
tangan Torak dengan erat. Torak menelan liur. Seharusnya anak yang memegang erat
tangan ayahnya, bukan sebaliknya.
Torak berusaha bersikap seperti orang dewasa. "ada sedikit daun yarrow," ujarnya
sambil merogoh kantong obat. "Mungkin ini bisa menghentikan penda-"
"Simpan saja. Kau juga berdarah."
"Tidak sakit," Torak berdusta. Beruang itu telah menghempaskan dia ke pohon
birch sehingga rusuknya memar dan lengan kirinya luka parah.
"Torak- pergilah. Sekarang. Sebelum dia datang lagi."
Torak menatap ayahnya. Ia membuka mulut, tapi tidak ada suara yang keluar.

154

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

"Kau harus pergi," desah ayahnya.
"Tidak. Tidak. Aku tidak-"
"Torak - aku sekarat. Aku akan mati menjelang matahari terbit."
Torak mencengkeram kantong obatnya. Dia mendengar bunyi pemuruh. "Fa-"

"Berikan - apa yang kubutuhkan dalam Perjalanan Kematian. Lalu kemasi barang-

barangmu."

Perjalanan Kematian. Tidak. Tidak.

Tapi rona wajah ayahnya tampak tegas. "Busurku," kata ayahnya. "Tidak anak
panah. Kau simpan sisanya. Di tempat tujuanku berburu sangat mudah."

Celaka kulit rusa yang Torak pakai terkoyak di bagian lutut. Dia membenamkan
kuku ibu jarinya ke dalam daging. Sakit. Dia berusaha memusatkan perhatian pada
rasa sakit itu.

"Makanan," desah ayahnya. "Dendeng. Kau bawa semuanya."

Lutut Torak mulai berdarah. Dia terus membenamkan kukunya. Dia berusaha
untuk tidak membayangkan ayahnya dalam Perjalanan Kematian. Dia berusaha tidak
membayangkan dirinya sendirian di Hutan. Dia baru berumur dua belas musim panas.
Dia tidak sanggup bertahan hidup sendiri. Dia tidak tahu caranya.

"Torak! Pergilah!"

Sambil cemberut, Torak mengumpulkan senjata milik ayahnya. Dia membagi-
bagi anak panah, jari-jarinya tertusuk mata panah yang terbuat dari batu api yang
runcing. Dia memanggul kantong panah dan busurnya, lalu mengais-ngais di antara
reruntuhan tempat berlindung untuk mencari kapak kecilnya yang terbuat dari batu
basal hitam. Keranjangnya yang terbuat dari kayu hazel rusak karena serangan itu
sehingga dia terpaksa menjejalkan barang-barangnya ke dalam poncobaju tak berlengan
atau mengikatnya ke tali pinggang.

Torak meraih kantong tidur dari kulit rusa kutub.

"Ambil saja kantong tidurku," gumam ayahnya. "Kau tidak pernah memperbaiki
milikku. Dan tukar pisau kita."

Torak terperanjat. "Jangan pisau, ayah! Kau membutuhkannya!"
"Kau yang lebih membutuhkan. Dan aku senang bisa membawa barang milikmu
dalam Perjalanan Kematian."
"Fa, kumohon. Jangan."
Dari dalam hutan terdengar ranting patah.
Torak berpaling.
Kegelapan itu benar-benar pekat. Ke mana pun memandang, yang terlihat
hanyalah bayangan berwujud beruang.
Tidak ada angin.
Tidak ada kicau burung.

Kesehatan

155

Latihan 9.4

Yang ada hanyalah retik api dan detak jantungnya. Bahkan hutan pun menahan

napas.

Ayahnya menjilat keringat di bibir. "Dia belum datang," ujarnya. "Tidak lama lagi
dia akan datang mencari ayahnya…. Cepat pisaunya."
Torak tak ingin bertukar pisau. Itu berarti kematian bagi ayahnya. Tapi ayahnya
menatap dengan tatapan yang tidak ingin dibantah.

Sambil mengatupkan rahan begitu kuat sampai terasa sakit, Torak mengambil
pisaunya lalu menaruhnya di tangan Fa. Kemudian ia melepas ikatan sarung pisau
yang terbuat dari kulit rusa di tali pinggang ayahnya. Pisau Fa indah dan mematikan,
dengan mata pisau yang terbuat dari batu biru dengan gagang dari tanduk rusa merah
yang dibebat benang otot rusa agar enak dipegang. Saat menatap benda itu, Torak
tersadar. Dia harus bersiap menghadapi hidup tanpa Fa. "Aku tak akan meninggal-
kanmu, ayah!" teriaknya. "Akan kulawan dia, aku…."
"Jangan! Tak seorang pun bisa melawan beruang ini!"
Gagak terbang dari pohon.
Torak lupa bernapas.
"Dengarkan," desis ayahnya. "Beruang–semua beruang–adalah pemburu terkuat
di Hutan. Kau tahu itu. Tapi beruang ini jauh lebih kuat."
Torak merasakan bulu lengannya merinding. Saat menunduk, dia melihat urat
nadi kecil di mata ayahnya. "Apa maksudmu, ayah?" bisiknya. "Apa…."
"Beruang itu kerasukan." Wajah ayahnya muram, tidak mirip Fa lagi. "Ada setan
dalam dunia lain yang telah merasukinya sehingga dia menjadi jahat."
Sepotong bara memercik. Ranting pohon seperti mendekat untuk ikut didengarkan.
"Setan?" ujar Torak.
Ayahnya memejamkan mata, berusaha mengumpulkan tenaga. "Hidupnya hanya
untuk membunuh," kata ayahnya. "Setiap kali membunuh dia bertambah kuat. Dia
akan membunuh semuanya. Buruan. Semua akan mati. Hutan ini pun akan mati….."
dia terhenti. "Dalam satu rembulan semuanya akan berakhir. Setan itu terlalu kuat."

Sumber:Wolf Brother karya Michelle Paver

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1.Siapa tokoh-tokoh dalam novel tersebut?
2.Di manakah latar tempat novel itu? Tunjukkan kalimat yang mendukung
jawabanmu!
3.Kapankah latar waktu novel itu? Tunjukkan juga kalimat yang mendukung
jawabanmu!
4.Siapakah musuh yang mereka tunggu dan mereka takuti?
5.Kejadian apa yang sedang dihadapi oleh kedua tokoh tersebut?

156

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

Rangkuman

Tugas 9.3

Lakukan diskusi kelas! Diskusikan mengenai hal-hal yang menarik dari kutipan
novel di atas. Bagan berikut bisa kalian jadikan patokan bahan diskusi.

No.

Hal yang menarik

Alasan

1.

Latar cerita menarik

Mengingatkan saya akan kisah hidup
Tarzan yang besar di hutan dan berkawan
dengan binatang

2.

Tokoh serigala

Serigala ini misterius. Saya menganggap
boleh jadi serigala itu binatang jadi-jadian,
bukan sungguhan

3.

....................................

................................................................

4

....................................

................................................................

5.

....................................

...........................................................

dst.

1.Kegiatan membaca ekstensif menitikberatkan pada pemahaman gagasan pokok
secara tepat dalam waktu yang singkat. Cara-cara membaca ekstensif sebagai
berikut.

a.tidak berbisik atau disuarakan,
b.tidak diulang-ulang.

2.Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menjadi pembawa acara:

a.pelajari terlebih dahulu susunan acara,
b.sesuaikan penampilan dengan konteks acara,
c.gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar serta santun.

3.Di samping novel Indonesia, ada baiknya kamu membaca novel terjemahan yang
ditulis oleh orang luar Indonesia. Dengan membaca novel terjemahan tersebut,
kamu bisa membandingkan dengan novel Indonesia.

Kesehatan

157

A.Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

23 Unit Kerja Depdiknas Raih ISO 9001-2001

Bertempat di Alun-alun Kajen, Pemkab. Pekalongan menyelenggarakan upacara
peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mei
(2/5/07). Upacara peringatan Hardiknas tahun 2007 ini mengangkat tema “Dengan
Semangat Hardiknas, Kita Sukseskan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Bertindak
sebagai pembina upacara, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Wachyudi Pontjo Nugroho, MT.

(www.pekalongankab.go.id)

Hari Pendidikan Nasional Diperingati dengan Upacara Bendera
di Halaman Kantor Bupati

Peringatan Hardiknas tahun 2007 kali ini mengambil tema “Dengan Semangat
Hardiknas, Kita Sukseskan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut mengacu
kepada spirit yang tertuang dalam Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009 yang menetapkan
visi dan misi Pendidikan Nasional, yaitu mewujudkan pendidikan yang mampu membangun
insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, dan relevan
dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.

(http://kotawaringinbaratkab.go.id)

1.Kedua cuplikan berita tersebut merupakan berita bertopik sama. Gagasan inti berita
pertama ialah….

a.Pemkab Pekalongan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas.
b.Tema peringatan adalah ”Dengan Semangat Hardiknas, Kita Sukseskan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
c.Hardiknas diperingati setiap tanggal 2 Mei.
d.Pembina upacara adalah Wakil Bupati Pekalongan.

2.Gagasan inti berita kedua ialah….

a.Tema peringatan adalah ”Dengan Semangat Hardiknas, Kita Sukseskan
Pendidikan Bermutu untuk Semua”
b.Acuan tema ialah Renstra Depdiknas
c.Renstra berkurun waktu antara tahun 2005 sampai 2009
d.Visi dan misi pendidikan nasional

3.Pertanyaan yang sesuai dengan isi bacaan pertama ialah….

a.Di jalan apakah letak lapangan upacara tersebut?
b.Mengapa tema tersebut diangkat?
c.Apa makna pendidikan bermutu untuk semua?
d.Siapakah nama pembina upacara peringatan Hardiknas tersebut?

Uji Kompetensi

158

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

4.Makna lain kata visi adalah….

a.peringatan
b.tujuan
c.pemandangan
d.cita-cita

5.Makna lain kata misi adalah….

a.peringatan
b.tujuan
c.pemandangan
d.cita-cita

6.Kampung kami (landa) banjir.

Bentuk yang tepat untuk kata landa adalah ….

a.melanda
b.terlanda
c.dilanda
d.dilandakan

7.Wito ... ibu membersihkan taman.

Kata yang tepat untuk mengisi rumpang tersebut adalah ....

a.disuruh
b.menyuruh
c.meminta
d.menyuruhkan

8.Kalimat yang tepat untuk mempersilakan seseorang memberikan kata sambutan

adalah….

a.Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu dan tempat saya persilakan memberi
sambutan.
b.Kepada Bapak Kepala Sekolah, waktu saya persilakan memberi sambutan.
c.Bapak Kepala Sekolah saya persilakan untuk memberi sambutan.
d.Bapak Kepala Sekolah saya serahkan untuk memberi sambutan.

9.Dia seorang detektif yang baik, dan wanita yang baik. Seorang wanita yang baik di
negeri yang baik, begitu mungkin kata orang. Dia mencintai negerinya, Botswana,
yang merupakan tempat penuh kedamaian, dan dia mencintai Afrika, dengan segala
kelebihan dan kekurangannya. Aku tidak malu disebut sebagai patriot Afrika, kata
Mama Ramotswe. Aku mencintai semua manusia ciptaan Tuhan, tapi pada
khususnya aku tahu cara mencintai orang-orang yang tinggal di tempat ini. Mereka
adalah orang-orangku, saudara-saudaraku. Sudah menjadi tugasku menolong mereka
untuk memecahkan misteri dalam kehidupan mereka. Itulah panggilan jiwaku.

(Kantor Detektif Wanita No. 1. karya Alexander Mc Call Smith)

Kesehatan

159

Watak detektif tersebut adalah….
a.pemberani
b.tegar
c.penuh kasih
d.misterius

10.Mama Ramotswe mengendarai van putih mungilnya sebelum fajar menyingsing di
sepanjang jalanan Gaborone yang masih sepi, melewati Kalahari Breweries,
melewati Dry Lands Research Station, dan keluar ke jalan yang menuju utara.

Latar waktu kutipan novel terjemahan tersebut adalah….

a.pagi
b.siang
c.sore
d.malam

B.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!

Pelajar Disuluh Bahaya Narkoba
Bergiliran dari Sekolah ke Sekolah

BUNTOK – Para pelajar SMP/MTs di Kota Buntok diberikan penyuluhan
penyalahgunaan narkoba oleh Bagian Bina Mitra Polres Barsel. Penyuluhan narkoba
tersebut dilakukan bergiliran dari satu sekolah ke sekolah yang lain. Jumat (31/8), yang
mendapat giliran adalah SMPN 1 Dusun Selatan. Kapolres Barsel AKBP Drs. Restu
Mulya Budyanto, M.M. melalui Kabag Bina Mitra Polres Barsel Kompol I Wayan Sudia
kepada koran ini di ruang kerjanya, kemarin, mengungkapkan, untuk saat ini penyuluhan
penyalahgunaan narkoba dilaksanakan ke SMP/MTs yang ada di Kota Buntok. Dan
sebelum bulan puasa diharapkan sudah dilaksanakan semua.

(www.kaltengpos.com/)

1.Apa masalah utama dari bacaan tersebut?
2.Bagaimana pendapatmu tentang penyuluhan tersebut?
3.Siapakah narasumber berita tersebut!
4.Buatlah kata yang berkurung dengan awalan di-!

a.Pepaya di kebun itu (jual).
b.Pohon ini (tanam) oleh pemerintah.
c.Tanaman (pupuk) agar tumbuh subur.

160

Terampil Berbahasa Indonesia Kelas VIII SMP/MTs

5.Mama Ramotswe mengendarai van putih mungilnya sebelum fajar menyingsing
di sepanjang jalanan Gaborone yang masih sepi, melewati Kalahari Brewer-
ies, melewati Dry Lands Research Station, dan keluar ke jalan yang menuju
utara. Seorang pria melompat dari semak-semak di sisi jalan dan mencoba
meng-hentikannya; tapi dia tak ingin berhenti saat hari masih gelap, sebab
kita tak tahu siapa yang menginginkan tumpangan pada jam sepagi itu. Pria
itu kembali menghilang di kegelapan, dan dari kaca spionnya dia melihat
pria itu tampak kecewa sekali.

Apa yang menarik dari kutipan novel tersebut!

Lebih Dekat dengan Teknologi

161

Pelajaran

Lebih Dekat
dengan Teknologi

10

PadaPelajaran Sepuluh ini, kamu akan menulis rangkuman isi buku ilmu pengetahuan
populer, mengenali ciri-ciri umum puisi dari buku antologi puisi, menulis puisi bebas dengan
menggunakan pilihan kata yang sesuai. Tiap-tiap kompetensi disajikan dengan tahapan
memahami uraian materi, mengerjakan latihan, dan uji kompetensi. Tugas-tugas dalam
pelajaran ini kamu kerjakan secara individu dan kelompok, yang akan kamu kerjakan di
perpustakaan sekolah atau daerah serta di tempat-tempat yang kamu sukai. Penyajian
pelajaran ini untuk memudahkan kamu meningkatkan keterampilan berbahasa sekaligus
menyadarkanmu arti penting pemahaman teknologi, di antaranya internet.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->