P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII SMP Bahasa Indonesia Kisyani Laksono-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII SMP Bahasa Indonesia Kisyani Laksono-1

|Views: 2,437|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas 8 gratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas 8 gratis

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

Berbagai bacaan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa macam bergantung kepada sudut pandang
pengklasifikasiannya. Ada bacaan yang berupa majalah, seperti Kawanku, Hai, Gadis, Fit, dan Komputer Aktif.
Ada surat kabar, seperti Kompas, Repu-blika, Suara Pembaharuan, Media Indonesia, dan Jakarta Post. Di
samping itu, kita juga dapat melihat novel dalam satu kelompok yang lain. Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Si Dul Anak Jakarta, dan lainnya.
Tentu kamu telah berpengalaman membaca berbagai bentuk bacaan tersebut. Pastilah pula kamu
mengetahui bahwa setiap kelompok bacaan memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh kelompok bacaan
lainnya. Ciri-ciri itu menjadi sangat penting diketahui ketika kita harus memberikan komentar terhadapnya.

133

Masalah Kependudukan Kita

8

Sekarang jika kamu diminta untuk memberikan komentar terhadap sesuatu, misalnya novel, apa yang
seharusnya kamu lakukan? Tentulah kamu harus membaca lebih dahulu novel tersebut; bahkan mungkin tidak
cukup sekali membacanya. Dalam membaca novel kita dapat menemukan unsur-unsur yang membangunnya
secara internal, yang dikenal sebagai unsur intrinsik, seperti tema, alur, penokohan, latar, serta amanat. Di
samping itu, kita dapat menemukan keunikan novel tersebut bila dibandingkan dengan novel lainnya, baik
yang tersirat di dalamnya maupun yang tersurat dalam narasi.
Aktivitas pembelajaran yang harus kamu lakukan untuk menguasai kompetensi mengomentari kutipan
novel yang dibaca adalah (1) mengenali pemaparan isi novel dan (2) menulis komentar terhadap novel.

1. Mengenali Pemaparan Isi Novel

Apa perbedaan buku ilmiah, ilmiah populer, dan novel? Kesemua buku tersebut
memiliki ciri yang berbeda, yakni bukan hanya pada penampilan sampul dan judulnya
namun lebih pada teknik pemaparannya. Demikian juga antara Harry Potter, Lima
Sekawan, atau novel remaja Philo Phobia, Aprodaed, dan Luv Me pastilah memiliki
perbedaan dalam model pemaparannya.
Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret, berikut ini disajikan judul bab per
bab. Meskipun demikian, dari sajian judul bab itu kita dapat menggambarkan isi buku
tersebut secara global.

Harry Potter 1 Batu Bertuah

Lima Sekawan Nyaris Terjebak

BAB I Anak laki-laki yang Bertahan Hidup
BAB II Kaca Yang Lenyap
Bab III Surat Dari Entah Siapa
BAB IV Si Pemegang Kunci
BAB V Diagon Alley
BAB VI Perjalanan dari Peron Sembilan
Tiga Perempat
BAB VII Topi Seleksi
BAB VIII Ahli Ramuan
BAB IX Duel Tengah Malam
BAB X Quidditch
BAB XI Cermin Tarsah
BAB XII Nicolas Flamel
BAB XIII Norbert Si Naga Pung-gung
Bersirip Norwegia
BAB XIV Hutan Terlarang
BAB XV Menembus Pintu Jebakan
BAB XVI Laki-laki Dengan Dua Wajah

Menyusun Rencana Liburan
Berangkat
Kemah Pertama
Richard
Lima Tambah Satu
Kejadian-kejadian Aneh
Cerita Richard yang Aneh
Sekarang Bagaimana?
Di Bawah Sinar Bulan
Owl’s Dene di Atas Owl’s Hill
Terjebak!
Julian Menyelidik
Rahasia Aneh
Roocky Marah
Terkurung!
Aggie dan Si Bongkok
Julian Dapat Akal
Cari Richard!
Pengalaman Richard
Ruang Rahasia
Akhir yang Menegangkan

134Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas VIII

Jika kamu pernah membaca buku aslinya, sekarang coba temukan perbedaan yang
menonjol di antara keduanya. Benar, pada Harry Potter, umur tokohnya bertambah,
sedangkan pada Lima Sekawan, umur tokohnya tetap. Itu merupakan sebagian dari
perbedaan dua buah buku. Nah, semakin rajin membaca buku yang beragam, semakin
banyak pula perbedaan yang kamu temukan.
Bagaimana pengarang membagi isi novel? Amati judul-judul bab dalam novel di
atas! Apa hubungan judul bab dalam novel tersebut dengan judul novel tersebut? Apa
gunanya judul bab tersebut dalam upaya memahami isi novel?

2. Menulis Komentar terhadap Novel

Dalam pembelajaran kali ini sebaiknya ada seorang temanmu yang membacakan
sebagian (fragmen) dari sebuah novel remaja. Sementara itu, kamu dan yang lainnya
memperhatikan. Setelah mendengarkan dengan cermat, buatlah komentar terhadap
novel yang baru saja kamu dengarkan.
Dalam memberikan komentar kamu boleh memberikan tanggapan terhadap alur,
tokoh, latar, dan pesan cerita. Kamu juga dapat mengomentari teknik pemaparan atau
apa saja yang paling menggelitik.
Baiklah, untuk memberikan gambaran yang konkret, berikut ini disajikan contoh
komentar terhadap buku Harry Potter.

Hermione Granger, Ron Weasley, dan Harry Potter dilukiskan merasa sedih apabila libur
sekolah tiba. Sekolah Hogwarts, tempat ketiga anak itu belajar, memang merupakan dunia
yang mengasyikkan bagi mereka. Mereka belajar ilmu “fisika” dan “kimia” lewat percobaan-
percobaan di kelas yang menakjubkan. Ada ramuan Polijus, ada efek Mantra Balik, dan pelbagai
pengalaman nyata yang memperkaya batin mereka. Bahkan, di sekolah itu, buku-buku pun
dihidupkan sedemikian rupa sehingga membuat para siswa, terutama Hermione, keranjingan
membaca.

Rowling, pencipta karakter tiga sosok remaja yang menjadi pemeran penting dalam
novel gatasi Harry Potter, seperti ingin menyindir sekolah-sekolah masa kini yang cenderung
membosankan. Sekolah-sekolah masa kini sudah kehilangan “sihir”-nya. Di “Dunia Harry
Potter”, Rowling memang membawa para pembacanya untuk memasuki alam khayal, alam yang
penuh dengan keajaiban akibat sihir. Namun, bukankah sebenarnya ilmu-ilmu yang dipelajari
di sekolah-sekolah—fisika, kima, biologi, bahasa, sejarah, matematika, dan lain-lain—penuh
dengan keajaiban?

Semua ilmu, sesungguhnya, senantiasa membawa hal-hal baru kepada para penuntut ilmu.
Inilah keajaibannya. Tidak ada ilmu yang tidak layak dipelajari bagi seorang sisiwa yang baru
naik ke jenjang sekolah barunya. Ilmu apa pun—yang bersifat mencahayai—akan memperluas
wawasan dan memperkaya prespektif. Namun, mengapa, seolah-olah, belajar ilmu yang
baru di sekolah itu kini menjadi sesuatu yang tampak—sepertinya—membosankan dan tak
membangkitkan gairah, baik yang mengajarkan maupun yang diajar?

135

Masalah Kependudukan Kita

8

Saya tertarik membaca novel fantasi Harry Potter lantaran kisah-kisah yang dirangkai Rowling
berhasil membangkitkan imajinasi saya, terutama, berkaitan dengan sekolah. Beredarnya karya
Rowling ke Indonesia hampir bersamaan dengan beredarnya pelbagai buku yang berisi revolusi
pembelajaran di sekolah. Revolusi pembelajaran itu rata-rata menawarkan alternatif baru dalam
belajar, terutama berkaitan dengan metode belajar, yang membuat suasana belajar dapat
dilangsungkan secara meriah dan menggairahkan. Tak cuma itu. Metode-metode baru belajar
itu pun mengklaim dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran karena metode belajar yang
ditawarkan tersebut disesuaikan dengan bagaimana seharusnya otak bekerja.

Nah, ternyata dalam memberikan komentar bisa apa saja dituliskan. Faktor
imajinasi yang paling menggelitik juga dapat disajikan. Tentunya, kamu juga bisa
menuliskan komentar terhadap novel remaja yang pernah kamu baca. Sekarang
berikanlah komentar seperti contoh di depan terhadap novel yang kamu baca!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->