P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII_SMP_Berbahasa & Bersastra Indonesia 2_Asep Yudha W-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII_SMP_Berbahasa & Bersastra Indonesia 2_Asep Yudha W-1

5.0

|Views: 11,028|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas VIII smp/mts gratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas VIII smp/mts gratis

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2015

pdf

text

original

Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang memiliki
unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam pembentukannya. Unsur
intrinsik merupakan unsur pembentuk karya sastra yang berasal
dari dalam karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik novel meliputi
tema, amanat atau pesan, alur atau plot, latar atau setting,
penokohan, sudut pandang, dan style atau gaya bahasa. Unsur
ekstrinsik karya sastra merupakan unsur pembentuk karya sastra
yang berasal dari luar karya sastra. Unsur ekstrinsik novel, di
antaranya latar belakang pendidikan pengarang, kondisi sosial
masyarakat, adat daerah tertentu, dan sebagainya.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat membe-
rikan komentar
kutipan novel remaja,
baik novel asli
ataupun terjemahan.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

144

Hal-hal yang menarik dari sebuah novel dapat diuraikan
berdasarkan atau atas pandangan terhadap kedua unsur tersebut.
Untuk mengawali proses apresiasi, simaklah pembacaan kutipan
novel remaja terjemahan berikut!

Di Sanalah Kenangan Terowongan Biru

Karya: Oh Soo Yeon

Untuk selamanya Joon Suh tak akan
melupakan Laut Hwa Jin Po ini. Ketika di
Amerika, tempat yang dirindukannya adalah
Laut Hwa Jin Po. Dulu, ini adalah tempat
Eun Suh menumpahkan air mata dan tempat
mengucapkan perpisahan. Eun Suh
mengatakan, bila ada kehidupan yang akan
datang maka dia ingin berubah menjadi
sebuah laut.

...

Pada saat itu Eun Suh bertanya begini
kepada Joon Suh, “Kak, bila ada kehidupan
yang akan datang, kamu ingin menjadi apa?”
Eun Suh melanjutkan berbicara, “Jika
aku, aku ingin berubah menjadi laut. Namun,

aku tidak mau menjadi laut yang di tempat
lain, ingin menjadi Laut Hwa Jin Po ini saja
...”

“Laut?”

“Ng, laut! Asalkan melihat laut, hatiku
berubah menjadi tenang, dan alasanku
sebenarnya ingin berubah menjadi laut
adalah ...”

Eun Suh berhenti berkata, menatap Joon

Suh.

“Laut, bukankah selalu ada di sini? Tidak
akan berubah menjadi padang pasir di pagi
hari, juga tidak akan tidak menyisakan setetes
air lalu pergi menghilang. Jika benar ada
kehidupan yang akan datang, aku berharap
dapat sama seperti laut ini, senantiasa di
tempat yang sama, tidak ingin berpisah
dengan siapa pun ...”

“Kak, jika ingin bertemu denganku,
datang saja ke tepi laut yang berwarna perak
ini. Pada saat kamu datang, aku akan ada.
Kita akan dapat saling bertemu ....”

(Sumber: Cinta Tanpa Akhir, 2002)

Pengertian dari mengomentari adalah memberikan komentar
atau tanggapan. Mengomentari kutipan novel berarti memberikan
tanggapan terhadap kutipan novel yang disajikan. Dalam hal ini,
sebagaimana kalian ketahui bahwa hal-hal yang dapat ditanggapi
dari sebuah novel meliputi kisahan yang menjadi isi dari novel
tersebut. Isi kisahan tersebut tersusun dari adanya unsur-unsur
intrinsik dan ekstrinsik yang membangunnya. Unsur-unsur tersebut
menjadi sangat penting dalam upaya memberikan komentar
terhadap sebuah novel, karena dalam hal ini kemenarikan dari
sebuah novel juga dapat diuraikan berdasarkan unsur-unsur
tersebut.

Hal menarik yang dapat kalian petik dari kutipan novel di
atas, di antaranya adalah tema percintaan yang dikemas dalam
penceritaan dan gaya bahasa yang penuh kesan. Di antaranya

Sumber: Dok. Penerbit

Pelajaran 8 Kreativitas

145

adalah kesan sedih yang mendalam tampak dialami oleh tokoh-
tokoh yang ada. Perpisahan terhadap orang yang dicintai adalah
hal yang menyedihkan. Bahkan, kesedihan tokoh Eun Suh
menjadikan dirinya ingin berubah menjadi Laut Hwa Jin Po yang
memiliki banyak kenangan bersama Joon Suh.

Novel di atas merupakan novel terjemahan dari novel yang
berjudul Endless Love karya Oh Soo Yeon dari Korea. Penerjemah
dari novel tersebut adalah Antonia Stephani. Dari kutipan novel
yang sepenggal tersebut, kalian disuguhkan sebuah peristiwa atau
cerita yang menimbulkan banyak penafsiran. Di antara penafsiran
itu dapat berupa pertanyaan; 1) Bagaimana awal mula kisah
kedekatan antara Joon Suh dan Eun Suh?; 2) Apa sebab perpisahan
mereka?; 3) Bagaimana akhir kisah mereka?; dan sebagainya.

Uji Kemampuan 2

Bacalah kutipan novel berikut dengan cermat!

Pelan-pelan Herdis membuka kelopak

matanya.

“Sudah sadar.”
Herdis menoleh ke arah suara tadi. Di
sebelah kanan dilihatnya seorang laki-laki
sedang tersenyum ke arahnya. Kemudian
matanya memerhatikan seluruh sudut
ruangan. Semuanya terasa aneh. “Ini di
mana?” tanyanya aneh.

“Kamu berada di tempat saya, Port
Verses,” jawab laki-laki itu. Herdis bangkit
dari pembaringan. Sekali lagi matanya
memerhatikan keadaan sekeliling, dan sekali
lagi ia tidak bisa memercayai apa yang
dilihatnya; seluruh benda yang ada di ruangan
ini sangat aneh.

“Apa ini?” katanya sambil memegang
benda yang menempel di kepala. Ia coba
melepaskannya.

“Jangan dilepaskan! Itu akan membantu
penyembuhanmu.”
Herdis memandangi laki-laki itu.
Umurnya mungkin dua puluh lima tahun.
Berpakaian serba perak hingga ke sepatu dan
dengan sebuah alat yang menempel di antara
telinganya, seperti earphone.

“Anda kami temukan terdampar di spot
80 menit empat hari yang lalu,” kata laki-
laki itu menjelaskan.

Spot 80 menit, tanya Herdis dalam
hatinya. Ini di mana?
“Maaf, kami tidak bisa menemukan di
mana kendaraan Anda. Tapi, sepertinya Anda
bukan dari planet ini,” kata laki-laki itu lagi.

“Ini bumi, kan?” timpal Herdis.

“Bumi?” Laki-laki itu balas bertanya
dengan kening yang berkerut.

“Ya, bumi,” tegas Herdis.
“Oh, planet ketiga setelah matahari
dalam tata surya galaksi.”

“Tidak ada yang lain lagi, kan?”

Laki-laki itu tersenyum. Perlahan diambil
sebuah benda yang terkait di pinggang
pakaian laki-laki itu, bentuk dan besarnya
seperti e-book. Herdis hanya memerhatikan
saja bagaimana laki-laki itu menekan-nekan
benda di tangannya. Setelah itu dari benda
tadi keluar cahaya berwarna-warni dan dalam
hitungan detik sudah membentuk sebuah
susunan. “Itu galaksi Bimasakti,” serunya
dengan perasaan yang masih diliputi rasa
keheranan.

TAGIHAN

Kerjakan tugas berikut
secara berurutan!
1.Bacalah sebuah novel
terjemahan hingga
setengah bagian!
2.Kemukakan hal-hal
yang menarik dalam
novel tersebut!
3.Buatlah akhir kisahan
dari novel tersebut
menurut penafsiran-
mu!
4.Lanjutkan pembacaan
novel tersebut hingga
selesai!
5.Bandingkan akhir ce-
rita dari novel terse-
but dengan penafsiran
yang kamu tulis!

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

146

“Benar,” ujar laki-laki tadi, “Tadi kamu
bilang berasal dari bumi?” lanjutnya. Herdis
menggangguk. “Aneh,” kata laki-laki itu.

“Apanya yang aneh, bukankah sekarang
kita berada di bumi?”
“Bukan, ini bukan bumi.”

Herdis tak bisa mengucap satu patah kata
pun mendengar penjelasan itu.

“Saat ini Anda berada di Planet Asr, dua
ribu tahun cahaya jaraknya dari bumi.” Laki-
laki itu menunjukkan bulatan biru di pinggir
tatanan galaksi. Pelan-pelan Herdis
menghitung jajaran planet itu dari matahari.
Ada yang ganjil di sana.

“Mustahil, susunan planet dari matahari
kan hanya sembilan sedangkan …,” ucapnya
terputus penuh dengan ketidakyakinan.
“Dulu memang orang memercayai
susunan galaksi Bimasakti hanya ada

sembilan planet dengan satu matahari. Tapi,
nyatanya kami berada di planet ke-5 setelah
planet Pluto sekarang.”

Herdis sepertinya ingin tidak
memercayai penjelasan laki-laki yang ada di
depannya itu. Tapi, ia sendiri melihat ekspresi
dan intonasi laki-laki itu tidak sekalipun yang
memberatkan kecurigaannya itu. Tapi apa
benar saat ini ia jauh dari bumi?
“Oh ya, nama saya Alpha,” suara laki-
laki yang ternyata bernama Alpha itu
membuyarkan lamunan Herdis.

“Saya Herdis. Herdis Hariwijaya,”
katanya seraya menjabat tangan Alpha.

“Sekarang tahun berapa, Al?”

“Tahun 4022,” jawab Alpha singkat.
Mulut Herdis menganga. Tahun 4022,
katanya di hati tak percaya.

(Sumber: Demi Masa, Rul Nasrullah,
www.cybersastra.net)

Kerjakanlah soal-soal berikut dengan benar di buku
tugasmu!

1.Berikanlah komentarmu berkenaan dengan kelebihan atau hal
yang menarik dari kutipan novel di atas!

2.Berikanlah komentarmu berkenaan dengan kekurangan atau
hal yang kurang menarik dari kutipan novel di atas!

3.Jelaskan unsur intrinsik yang paling memengaruhi dari kelebihan
atau kemenarikan kutipan novel tersebut!

4.Bandingkan hasil kerjamu dengan hasil kerja temanmu!
Diskusikanlah persaman dan perbedaan yang ada!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->