P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII_SMP_Berbahasa & Bersastra Indonesia 2_Asep Yudha W-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VIII_SMP_Berbahasa & Bersastra Indonesia 2_Asep Yudha W-1

5.0

|Views: 10,965|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas VIII smp/mts gratis
Download buku Bahasa indonesia bse untuk sekolah menengah pertama kelas VIII smp/mts gratis

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2015

pdf

text

original

Pembahasan mengenai drama sudah pernah kita lakukan pada
pelajaran sebelumnya. Tentunya sedikit banyak kalian sudah
memahami mengenai drama, baik berkenaan dengan isi naskah,
unsur-unsur intrinsik, serta hal-hal berkenaan dengan pementasan
drama. Setelah pada pembahasan di depan kita membahas
mengenai unsur-unsur intrinsik drama, diharapkan pada
pembelajaran ini kalian dapat memberikan tanggapan terhadap
unsur pementasan drama. Tentunya sebelum menanggapi
pementasan drama, kalian harus menyimak atau menyaksikan
sebuah pementasan drama dengan saksama.

Sebelumnya, marilah sedikit kita ulas kembali mengenai
drama dan pementasan drama. Kata drama berasal dari bahasa
Yunani draomai yang berarti perbuatan atau tindakan. Lebih
lengkap, drama diartikan sebagai kisah hidup dan kehidupan
manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh orang
banyak dengan media percakapan, gerak, dan laku, dengan atau
tanpa dekor (layar dan sebagainya) didasarkan pada naskah yang
telah tertulis dengan atau tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Hal
yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya adalah
adanya dialog atau percakapan yang dilakukan para pelaku drama.

Drama sebagai sebuah karya sastra yang dipentaskan memiliki

unsur berikut.

1.Naskah cerita, sebagai teks yang akan dipentaskan dan
berbentuk dialog antartokoh.

2.Aktor atau pemeran, sebagai pemeran tokoh-tokoh yang
membawakan cerita.

3.Panggung, sebagai tempat pementasan yang menunjukkan
setting cerita dengan didukung dekorasi atau properti.

4.Tata lampu, sebagai pencahayaan dalam proses pementasan.

5.Ilustrasi, biasanya berupa musik pendukung yang
menggambarkan suasana adegan.

6.Kostum dan tata rias, sebagai penegasan karakter tokoh-
tokohnya.

Adapun dari unsur-unsur tersebut, unsur aktor masih dapat
dirincikan lagi, sebagai bahan untuk ditanggapi dalam pementasan
drama. Keaktoran dalam drama mencakup hal-hal berikut.

1.Penjiwaan, berkaitan dengan ketepatan dan kesungguhan
karakter yang dibawakan.

2.Ekspresi, berkaitan dengan perubahan raut wajah dan gerak
tubuh dalam berbagai suasana.

3.Suara, berkaitan dengan intonasi, artikulasi, dan volume.

Sumber: Ensiklopedi
Umum untuk Pelajar
, 2005

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat meng-
identifikasi karakter
tokoh, mendeskripsi-
kan fungsi latar, serta
menanggapi hasil
pementasan drama.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

32

Supaya lebih memahami materi ini, mintalah kepada beberapa
teman untuk memerankan naskah drama berikut ini!

Pakaian dan Kepalsuan

Oleh: Achdiat K. Mihardja

Saduran bebas dari:
“The Man with the Green Necktie” karya:
Averchenko

Lokasi:Sebuah sudut restoran kecil.

Waktu:Kira-kira pukul 10 malam.

Pemain:Samsu (pedagang), Mas Abu
(pegawai negeri), Sumantri
(pemimpin politik), Ratna (istri
Sumantri), Hamid (penganggur dan
bekas pejuang), Rusman (pengang-
gur dan bekas pejuang), Pelayan dan
karyawan restoran lainnya.
Di dalam restoran sudah sepi. Tinggal
Rusman dan Hamid yang masih duduk
berhadapan menghadapi sebuah meja kecil.
Hamid minum kopi sedangkan Rusman
memilih teh. Mereka masih muda, berumur
sekitar 25 tahun.

....

SEBENTAR kemudian masuk seorang
wanita yang diikuti oleh tiga orang laki-laki.
Mereka itu adalah Mas Abu, seorang pegawai
negeri; Samsu, seorang importir; Sumantri,
seorang pemimpin partai dan istrinya, Ratna.
Mereka berpakaian necis-necis. Mereka
masuk sambil riuh bercakap-cakap dan
tertawa-tawa. Pelayan segera mendekat dan
mempersilakan mereka duduk di sudut kiri
agak ke tengah.

....
Ketiga laki-laki itu berdiri sambil
mengacungkan gelasnya masing-masing, lalu
minum dengan wajah yang saling
mengagumi. Ratna tetap duduk di kursinya
dan tersenyum tenang.

Hamid dan Rusman berbisik-bisik
sejenak. Kemudian Hamid bangkit, lalu
dengan langkah yang pasti menghampiri or-
ang-orang yang sedang saling mengagumi itu.
Rusman menarik pelayan pada lengannya,
masuk ke belakang.

Orang-orang kaget dan merasa
tersinggung, ketika Hamid berkata: Kulihat,
Saudara-saudara sekalian menunjukkan
bahwa Saudara-saudara sudah jemu dengan
hidup. Buktinya Saudara-saudara menipu diri
sendiri untuk menyelimuti kejemuan itu
dengan ngobrol-ngobrol, minum-minum, dan
tertawa-tawa.

Ketahuilah Saudara-saudara, Hamid
menyambung, menipu, mendustai, apalagi
menipu dan mendustai diri sendiri adalah
sangat menjemukan.

Samsu tersinggung: Apa maksud Saudara
dengan semua itu? Saudara menuduh kami
bahwa kami telah menipu diri sendiri?
Sedangkan Saudara tidak mengenal kami
sama sekali.

Hamid segera memotong sambil
tersenyum tenang: Buktinya, Saudara? Tidak
seorang pun dari Saudara-saudara itu yang
betul-betul memperlihatkan pribadi Saudara
yang sebenarnya. (Kepada Samsu kembali)
Saudara sendiri, misalnya, siapa Saudara itu
sebenarnya?

Saya? Siapa saya? Jawab Samsu. Saudara
mau tahu siapa saya? Saya adalah wakil dari
perusahaan NV “Melati” yang mengimpor
barang pecah belah dan makanan kaleng ....
Mendengar jawaban Samsu itu, Hamid
tertawa tergelak-gelak. Ha ha ha, aku sudah
menduga, bahwa Saudara akan memberi
jawaban yang lucu seperti itu. Ha ha ha. Nah,
lihatlah, mengapa Saudara mesti berbohong?
Mengapa Saudara tidak mau berterus terang
saja, bahwa Saudara itu seorang kiai?

Jangan bohong Kiai. Tak ada gunanya
Kiai membohongi orang lain. Lagi pula
berbohong dilarang oleh setiap agama. Tentu
hal itu Kiai juga ajarkan kepada murid Kiai,
bukan? Melihat pistol ditodongkan ke atas
dadanya, maka Samsu menjadi sangat gugup.
Demikian pula yang lain-lainnya. Sumantri
dan Mas Abu bergerak hendak lari, tapi

Pelajaran 2 Kegiatan

33

dengan suatu isyarat dengan ujung pistol,
Hamid memerintahkan supaya mereka tetap
duduk di tempatnya masing-masing.

Dengan tersenyum Sumantri kemudian
memandangi Hamid, lalu katanya: Dia agak
malu, Saudara, untuk mengakui terus terang
bahwa ia seorang kiai. Padahal saya pun tahu
pula bahwa orang ini memang seperti Saudara
katakan, seorang kiai.

Nah, benar toh apa yang kukatakan tadi?
Jadi, Saudara pun bisa melihat bahwa orang
ini mempunyai wajah seorang kiai, bukan?
Dan (kepada Mas Abu), apa kata Saudara?
Tidakkah Saudara pun sependapat dengan
saya?

O, tentu, tentu. Sungguh Saudara, kalau
kutilik benar-benar, memang jelas sekali
bahwa Saudara ini mempunyai wajah seorang
kiai. Tapi, mengapa Saudara ributkan benar
hal itu? Ia kiai, habis perkara.
Aku bukan meributkan hal itu. Aku hanya
ingin mendengar dari pengakuannya sendiri,
dari mulutnya. Dengan aksi, Hamid
mengacungkan pistolnya. Kini tepat ditujukan
ke wajah Samsu.

Samsu menjadi putus asa: Baiklah
kuakui. Aku ini seorang kiai.

....

Sementara itu Hamid memanggil lagi
Rusman. Rusman masuk, lalu kata Hamid:
Coba tolong pegang pistolku ini. Jagalah
kawan-kawan kita ini, jangan sampai lari
keluar, karena di luar banyak angin. Nanti
mereka masuk angin.
Pistol diserahkan kepada Rusman, dan
setelah mereka berbisik-bisik lagi, maka
Hamid pindah lagi ke mejanya semula. Di
sana ia menulis sesuatu di atas secarik kertas
yang disobeknya.

Pistol diambilnya kembali dari Rusman,
lalu sambil beraksi dengan senjatanya ia
berkata lagi: Nah, Saudara-saudara, kami

sekarang hendak pergi, karena tugas kami
untuk menolong Saudara-saudara sudah
selesai. Akan tetapi sebelum berangkat, kami
ingin memberi kenang-kenangan kepada
Saudara-saudara sekalian. Dan kenang-
kenangan itu saya letakkan di atas meja itu

(menunjuk dengan ujung pistol).

Mari kita pergi, kata Hamid kepada
Rusman. Sambil mengarahkan pistolnya
kepada orang-orang, Hamid dan Rusman
mundur ke pintu, lalu menghilang cepat ke
luar. Setelah kedua orang itu pergi, orang-
orang itu serempak menarik napas panjang,
sedangkan Ratna bergegas mengambil kertas
dari meja Hamid tadi. Ketiga kawan-
kawannya segera mengerumuninya, ingin
tahu.

Ratna membaca keras-keras: Saudara-
saudara, dengan hati yang puas saya telah
berhasil membuka kedok yang selama ini
menutupi pribadi Saudara-saudara. Sekarang
silakan Saudara-saudara melihat di muka
kaca. Kaca tak 'kan memberi bayangan yang
palsu lagi kepada Saudara-saudara. Jelas akan
kelihatan siapa Saudara. Sedangkan saya
sendiri adalah seorang badut yang suka
membuka kedok orang-orang dengan sebuah
pistol kosong.

Pistol kosong? Kata ketiga laki-laki itu
hampir serempak. Kurang ajar. Kalau saja aku
tahu, bahwa pistolnya kosong ….
Ratna tenang saja, memandangi mere-
ka sambil geleng-geleng kepala. Akhirnya ber-
kata: silakan Tuan-tuan, kejarlah orang-orang
itu. Pintu sudah terbuka luas untuk Tuan-tuan.
Dan lampu-lampu di jalan cukup terang. Ingin
kulihat kepengecutan dan kepalsuan mengejar
kejujuran.

Pada saat itu, pelayan dan pegawai-
pegawai lainnya dari restoran itu masuk
dengan muka gugup-gugup.

(Layar cepat turun)

***

Setelah menyaksikan pementasan drama tersebut, kalian
dapat mengungkapkan identifikasi karakter tokoh-tokoh yang ada
serta deskripsi latar atau setting, seperti contoh berikut.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

34

Dalam pementasan drama tersebut terdapat tokoh utama
dan tokoh tambahan. Tokoh utama tersebut adalah Samsu, Mas
Abu, Sumantri, Ratna, Hamid, dan Rusman. Adapun tokoh
tambahannya adalah pelayan dan karyawan restoran lainnya.

Berdasarkan pementasan tersebut, saya melihat bahwa
pada dasarnya tokoh Abu, Samsu, dan Sumantri memiliki
karakter agak sombong, pengecut, dan penakut. Karakter tokoh
Hamid dan Rusman adalah seorang yang frustasi dan suka
iseng, sedangkan tokoh Ratna berkarakter tenang, tapi
pemberani. Adapun tokoh tambahan tidak ditonjolkan secara
jelas dalam pementasan.

Dilihat dari model penataan dan sesuatu yang terlihat pada
latar atau setting tempat yang digunakan adalah sebuah restoran
atau kafe. Bentuk meja dan desain ruangan yang ada
menunjukkan bahwa tempat tersebut merupakan restoran
mewah. Dari beberapa dialog menunjukkan bahwa latar waktu
peristiwa dalam cerita sekitar tahun 1950-an.

Adapun dilihat dari latar atau setting waktu, cerita tersebut
mengambil setting waktu pada malam hari, kira-kira pukul 10
malam. Hal ini ditunjukkan oleh jam dinding yang menempel di
dinding belakang meja kasir.

Setelah menyimak dan memerhatikan pementasan, kalian
dapat berapresiasi dengan cara menilai dan memberikan tanggapan
penilaian dan tanggapan terhadap pementasan tersebut. Contoh
tanggapan sebagai berikut.

1.Ekspresi Fransiska sebagai tokoh Ratna cukup bagus, hanya
volume vokal yang kurang kuat dan intonasi yang kurang
tepat sedikit mengurangi kesampaian dialog yang diucapkan.
Namun, pada dasarnya pemeranan tokoh Ratna sudah
cukup bagus.

2.Pemeranan tokoh Samsu cukup memikat. Sedikit ke-
kurangannya ketika terjadi adegan penodongan oleh Hamid,
ekspresi Samsu kurang menampakkan ketakutannya.

3.Penataan dekorasi dan propertinya benar-benar artistik,
sederhana, tapi terkesan indah.

Uji Kemampuan 1

Kerjakan tugas berikut dengan cermat!

1.Saksikanlah sebuah pementasan drama bersama kelompok
belajarmu secara utuh dari awal hingga akhir! Usahakan kamu
dapat menyaksikan drama tersebut secara langsung!

Sumber: Dok. Penerbit

Pelajaran 2 Kegiatan

35

2.Berikan apresiasimu mengenai pementasan tersebut berkenaan
dengan hal berikut!

a.Isi cerita yang meliputi unsur-unsur intrinsiknya.

b.Keaktoran yang meliputi penjiwaan, ekspresi, vokal, dan
kemampuan akting.

c.Tata panggung yang meliputi ketepatan penggunaan
properti serta artistiknya.

d.Tata lampu yang meliputi ketepatan penggunaan penca-
hayaan serta artistiknya.

e.Tata rias atau make up dan kostum yang meliputi
ketepatan penggunaan kostum serta artistiknya dan
karakter yang terbentuk.

f.Ilustrasi yang meliputi iringan musik pendukung.

3.Sampaikanlah apresiasi tersebut dengan menyertakan alasan
dan data yang tepat!

4.Bandingkanlah apresiasimu dengan milik temanmu, kemudian
analisislah persamaan dan perbedaannya!

Tulislah apresiasimu mengenai pementasan drama di buku tugasmu!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->