P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas2 Smp Mts Sosial Nurhadi 1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas2 Smp Mts Sosial Nurhadi 1

|Views: 3,264|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku sekolah elektronik Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas 8/ kelas 2 SMP/MTS
Download gratis buku sekolah elektronik Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas 8/ kelas 2 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2014

pdf

text

original

AA.

Pranata sosial berbeda dengan lembaga sosial.
Menurut Horton dan Hunt, pranata sosial merupakan
sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang
dipandang penting oleh masyarakat. Dengan kata
lain, pranata sosial adalah kumpulan nilai dan norma
yang membentuk pola perilaku dalam suatu sistem
hubungan sosial. Misalnya, pranata pendidikan
mengatur bagaimana sekolah harus mendidik anak-anak
hingga menghasilkan lulusan yang baik, mengajarkan
nilai-nilai tentang kejujuran dan dapat bekerja sama
dengan teman-teman di sekolah. Adapun lembaga sosial
merupakan wujud konkret dari pranata. Wujud konkret
dari pranata pendidikan adalah lembaga sekolah, seperti
TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.
Ada tiga kata kunci yang harus dipakai dalam
membahas pranata sosial, yaitu:
1. nilai dan norma;
2. pola perilaku yang dibakukan atau disebut prosedur
umum;
3. sistem hubungan, yakni jaringan peran dan status
yang menjadi wahana untuk pelaksanaan perilaku
yang sesuai dengan prosedur umum.
Unsur-unsur dalam pranata sosial bukanlah
individu-individu (manusia). Akan tetapi, berbagai
kedudukan yang ditempati oleh individu beserta aturan
tingkah lakunya. Dalam masyarakat Jawa, misalnya ada
aturan atau pranata dalam berbahasa. Orang yang lebih
muda harus menggunakan bahasa Jawa kromo alus untuk
berkomunikasi dengan orang yang lebih tua. Tujuannya
untuk menghormati kedudukan orang yang lebih tua.
Dengan demikian, pranata sosial berfungsi sebagai
seperangkat peranan dan aturan tingkah laku yang
terorganisasi. Dalam kajian sosiologi, aturan tingkah
laku tersebut disebut sebagai norma-norma sosial.
Pranata sosial merupakan produk dari norma sosial.
Norma-norma yang ada di dalam masyarakat awalnya
terbentuk secara tidak sengaja. Akan tetapi, lama
kelamaan norma-norma tersebut dibuat secara sadar.

Menurut kekuatannya, norma
dibedakan menjadi:
cara (usage),

1.

kebiasaan (folkways),

2.

tata kelakuan (mores),

3.

adat istiadat (custom).

4.

Sumber: Sosiologi suatu Pengantar,
2000

Referensi Sosial

Norma akan dihargai jika
norma tersebut dapat
dimengerti. Tuliskan norma-
norma yang ada
di lingkunganmu.

Aktivitas
Individu

Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas VIII

238

Zaman dulu, pinjam-meminjam dilaksanakan tanpa
ada perjanjian tertulis. Tentunya semua itu berbeda
dengan sekarang. Jadi, pranata sosial dapat terbentuk
baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Pranata sosial yang sudah diterima oleh masyarakat
luas disebut lembaga sosial. Di dalam pranata, terdapat
nilai dan norma yang mengatur perilaku anggota
masyarakat yang menyepakatinya. Untuk lebih
memahami tentang konsep lembaga, pranata, norma
dan nilai, perhatikanlah diagram 13.1 berikut.
Diagram 13.1

Lembaga

Pranata

Norma

Nilai

Keterangan:
Nilai

: sesuatu yang dianggap baik atau buruk
dan dapat menjadi penilaian subjektif
setiap individu.
Norma : aturan atau kaidah yang telah menjadi
kesepakatan bersama dan di dalamnya
terdapat nilai-nilai.
Pranata : seperangkat norma atau sistem norma
yang mendorong terjadinya hubungan
sosial yang teratur dan terpenuhinya
kebutuhan bersama.
Lembaga : wujud nyata dari pranata sosial karena
seperangkat norma yang bersangkutan
telah diterima oleh sebagian besar
anggota masyarakat.
Perhatikan contoh hubungan antara A dan B.
Anggaplah keduanya berteman. A dapat menilai
B dengan melihat tingkah atau cara berbicara dan

Gambar 13.1

Pernikahan merupakan salah
satu contoh pranata sosial.

Sumber: www.static ickr.com

Pranata Sosial

239

berpikirnya. Jika A seorang pria dan B seorang
wanita, mereka mungkin akan berteman dekat dan
menjalin hubungan kasih. Namun, mereka tidak
dapat beruhubungan sebebas-bebasnya karena ada
norma dalam masyarakat yang mengatur tentang tata
kesopanan, hukum adat maupun agama. Jika mereka
telah dewasa dan memiliki pekerjaan, mereka dapat
memasuki lembaga pernikahan guna menjadi pasangan
suami-isteri. Pernikahan tidak bertentangan dengan
aturan mana pun.

Jika mereka telah cukup dewasa dan hidup bersama
dalam satu rumah tanpa ikatan pernikahan, mereka
mungkin akan mendapatkan sanksi dari masyarakat.
Sanksi tersebut mungkin akan berupa gunjingan. Dalam
masyarakat tertentu, mereka bahkan dapat dikeluarkan
dari suku atau daerahnya. Mereka telah melanggar
sistem norma yang telah disepakati oleh sebagian besar
anggota masyarakat.
Suatu pranata dapat melembaga (institutionalized).
Pelembagaan pranata dapat terjadi jika norma-norma
dalam pranata tersebut telah diketahui, dipahami, dianggap
penting dan ditaati oleh sebagian besar masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->