P. 1
Rangkaian Listrik Arus Searah

Rangkaian Listrik Arus Searah

|Views: 292|Likes:
Published by Nia Apriani

More info:

Published by: Nia Apriani on Aug 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2014

pdf

text

original

29

BAB III
RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH
Pendahuluan
Pada bagian ini akan dibahas tentang sumber tegangan arus searah dan
analisis rangkaian arus searah dengan menggunakan hukum Ohm dan Kirchoff.
Hal ini sangat dibutuhkan pada pengukuran dan pengujian rangkaian listrik arus
searah.
Setelah pembahasan materi ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan hukum
Ohm dan Kirchoff pada analisis dan pengukuran rangkaian arus searah.
3.1 Sumber Tegangan Arus Searah (Direct Current, DC)
Listrik arus searah adalah aliran arus listrik yang konstan dari potensial
tinggi ke potensial rendah. Tegangan listrik arus searah dapat dihasilkan oleh
generator DC, aki (accumulator), baterai, atau sumber tegangan arus bolak-balik
(AC) yang disearahkan.
Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan
mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Sebuah baterai biasanya terdiri dari
tiga komponen penting, yaitu:
a. batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai)
b. seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai)
c. pasta sebagai elektrolit (penghantar).
Akumulator (aki) adalah sebuah alat yang dapat menyimpan energi dalam
bentuk energi kimia. Aki temasuk sel sekunder, karena selain menghasilkan arus
listrik, aki juga dapat diisi arus listrik kembali. secara sederhana aki merupakan
sel yang terdiri dari elektroda Pb sebagai anoda dan PbO
2
sebagai katoda dengan
elektrolit H
2
SO
4
. Dalam standar internasional setiap satu sel (cell) akumulator
memiliki tegangan sebesar 2 volt. sehingga aki 12 volt, memiliki 6 sel sedangkan
aki 24 volt memiliki 12 sel.

30

3.2 Analisis Rangkaian Listrik Arus Searah
Dalam rangkaian listrik arus searah, komponen pasif yang diperhitungkan
hanya tahanan atau resistor (R), karena seperti dijelaskan pada Bab I, jika
kapasitor diberi tegangan DC (konstan) maka arus sama dengan nol, sehingga
kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka (open circuit) untuk tegangan DC,
dan pada induktor bertindak sebagai rangkaian hubung singkat (short circuit).
A. Rangkaian DC Dengan Satu Sumber Tegangan
Sumber tegangan adalah alat yang dapat menimbulkan beda potensial
listrik. Sebuah sumber tegangan memiliki energi yang dapat digunakan untuk
mengalirkan arus listrik disebut gaya gerak listrik (GGL, E). Sumber-sumber
tegangan pada umumnya memiliki hambatan/tahanan yang disebut
hambatan/tahanan dalam r. Secara umum, sebuah rangkaian listrik selalu berlaku
hukum Ohm dan hukum Kirchhoff. Misalnya, sebuah rangkaian listrik sederhana
yang terdiri atas sebuah tahanan luar, R, sumber tegangan, E, dan tahanan dalam r,
seperti pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1. Rangkaian DC sederhana






I =
E
R + r
( 3 − 1)
Kuat arus yang mengalir dalam
rangkaian adalah:
Daya yang diserap oleh tahanan R:
P = I. I = I
2
. R =
v
2
R
( 3 − 2)
Daya listrik merupakan energi
listrik yang diserap tahanan tiap
detik.
Energi listrik yang diserap tahanan:
W = P.t (3-3)
Satuan energi listrik, adalah watt-
det [W.s = J].
31

Jika dalam suatu rangkaian terdiri atas n baterai yang tersusun secara seri, maka
kuat arus (I) adalah:
I =
nE
R + nr
( 3 − 4 )
Jika dalam suatu rangkaian terdiri atas n baterai yang tersusun secara paralel,
maka kuat arus (I) adalah:
I =
E
R + r/ n
( 3 − 5 )
Contoh:
1. Diketahui rangkaian Dc seperti pada Gambar 3-2.

R
1
E, r
R
2
R
3
A
B
C
I
I
1
I
3
I
2

Gambar 3.2.
Hitunglah: a. Arus pada setiap tahanan
b. Beda potensial antara A & B, antara B & C dan antara A & C.
c. Daya yang diserap setiap tahanan.

Penyelesaian:
a. Berdasarkan pada Gambar 3.1, maka yang pertama ditentukan adalah
tahanan luar (R). Dari Gambar 3.2, Nampak bahwa R
2
paralel dengan R
3
,
sehingga:
1
R
23
=
1
R
2
+
1
R
3
=
1
3
+
1
6
=
1
2
→ R
23
= 2 Ω
R
1
seri dengan R
23
, sehingga tahanan luar total = 5 + 2 = 7 Ω.
R
1
= 5 Ω
R
2
= 3 Ω
R
2
= 6 Ω
E = 24 volt, r = 1 Ω

32

Maka diperoleh:
I =
E
R + r
=
24
7 + 1
= 3 A
Arus pada R
1
: I
1
= I = 3 A.
Untuk menghitung arus pada R2 dan R3 digunakan Hukum Kirchoff.
Pada titik percabangan B, berdasarkan hokum Kirchoff I:
I
1
– I
2
– I
3
= 0, atau I
1
= I
2
+ I
3

Pada loop searah jarum jam yang melewati R
1
, R
3
, r dan E, berdasarkan
hukum Kirchoff II:
-E + I.r + I
1
R
1
+ I
3
R
3
= 0
-24 + 3 + 15 + 6 I
3
= 0
Diperoleh: I
3
= 1 A, sewhingga I
2
= I
1
– I
3
= 2 A.
b. V
AB
= I
1
.R
1
= 3.5 = 15 V
V
BC
= I
2
.R
2
= 2.3 = 6 V, atau I
3
.R
3
= 1.6 = 6 V (tegangan sama karena
paralel).
V
AC
= V
AB
+ V
BC
= 21 V (lebih rendah dari E, karena sebagai tegangan drop
pada tahanan dalam sumber r).
c. P
1
= V
1
.I
1
= 15.3 = 45 W, atau P
1
= (I
1
)
2
.R
1
= 3
2
.5 = 45 W
P
2
= V
2
.I
2
= 6.2 = 12 W, atau P
2
= (I
2
)
2
.R
2
= 2
2
.3 = 12 W
P
3
= V
3
.I
3
= 6.1 = 6 W, atau P
3
= (I
3
)
2
.R
3
= 1
2
.6 = 6 W
Soal di atas dapat disimulasikan dengan menggunakan program EWB (Electronic
Workbench), dan hasilnya seperti pada Gambar 3.3.
Hasil yang diperoleh hampir sama dengan hasil perhitungan. Adanya perbedaan
yang sangat kecil, disebabkan oleh adanya tahanan dalam alat ukur. Tahanan
dalam amperemeter kecil, sedangkan tahanan dalam voltmeter besar.
33


Gambar 3.3. Simulasi rangkaian soal 1 dengan EWB
2. Empat buah baterai yang mempunyai ggl masing masing 1,5 V dan tahanan
dalam 0,1 Ω, dihubungkan dengan tahanan luar 1,6 Ω. Hitunglah arus yang
mengalir.
Penyelesaian:
Berdasarkan persamaan (3-4), diperoleh:
I =
nE
R + nr
=
4 x 1,5
1,6 + ( 4 x0,1)
=
6
2
= 3 A
B. Rangkaian DC Dengan Lebih Dari Satu Sumber Tegangan
Gambar 3.4 memperlihatkan rangkaian arus searah dengan dua sumber
tegangan. Rangkaian tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan hukum
Kirchoff I dan II. Pada titik percabangan A, dengan menggunakan hukum
Kirchoff I diperoleh persamaan:
I
1
– I
2
– I
3
= 0 (a)
Pada loop (1) dan (2), dengan menggunakan hukum Kirchoff II diperoleh:
I
1
.R
1
+ I
3
.R
3
– V
1
= 0, atau I
1
.R
1
+ I
3
.R
3
= V
1
(b)
I
2
.R
2
- I
3
.R
3
+ V
1
= 0, atau I
2
.R
2
- I
3
.R
3
= -V
2
(c)
34



Gambar 3.4.
Dari persamaan (a), (b), dan (c) di atas dapat dibuat persamaan dalam bentuk
matriks:
_
1 −1 −1
R
1
0 R
3
0 R
2
−R
3
__
I
1
I
2
I
3
_ = _
0
I
1
−I
2
_ ( J)
Contoh:
Diketahui rangkaian arus searah seperti pada Gambar 3.2. Jika R
1
= 2 Ω, R
2
= 4
Ω, R
3
= 8 Ω, V
1
= 32 V (tahanan dalam diabaikan), V
2
= 20 V (tahanan dalam
diabaiakn), tentukan arus pada setiap tahanan dan tegangan pada R
3
.
Penyelesaian:
Dengan menggunakan persamaan (d), diperoleh:
_
1 −1 −1
2 0 8
0 4 −8
__
I
1
I
2
I
3
_ = _
0
32
−20
_ ( c)
_
I
1
I
2
I
3
_ = _
1 −1 −1
2 0 8
0 4 −8
_
-1
_
0
3 2
−2 0
_
Penyelesaian dengan menggunakan invers matriks memerlukan waktu yang lama
dan sulit.
Metode yang mudah digunakan adalah eliminasi Gauss. Eliminasi Gauss adalah
suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks
yang lebih sederhana. Caranya adalah dengan melakukan operasi baris sehingga
matriks tersebut menjadi matriks yang Eselon-baris. Ini dapat digunakan sebagai
salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks.
35

Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks
teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks Eselon-baris,
lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.
Bentuk persamaan (e) diubah menjadi matriks:
_
1 −1 −1
2 0 8
0 4 −8

0
32
−20
_
Baris kedua dikurangi 2 x baris pertama, diperoleh:
_
1 −1 −1
0 2 1 0
0 4 −8

0
32
−20
_
Baris ketiga dikurangi 2 x baris kedua, diperoleh:
_
1 −1 −1
0 2 10
0 0 −2 8

0
3 2
−84
_
Setelah diperoleh matriks eselon-baris, dilakukan substitusi balik.
Sehingga diperoleh: -28 I
3
= -84 atau I
3
= 3 A
2 I
2
+ 10 I
3
= 32, atau 2 I
2
= 2, diperoleh I
2
= 1 A
I
1
– I
2
– I
3
= 0, atau I
1
= I
2
+ I
3
, diperoleh I
1
= 4 A.
Tegangan pada R
3
= I
3
.R
3
= 3.8 = 24 V.

3.3 Soal-soal Latihan
1. Rangkaian listrik pada Gambar 3.5 terdiri atas 3 buah tahanan dan satu buah
sumber tegangan DC 24 Volt yang memiliki tahanan dalam 1 Ω.


Gambar 3.5.
36

Tentukan:
a. Kuat arus rangkaian (I)
b. Kuat arus pada R
1
, R
2
dan R
3

c. Beda potensial antara titik A dan B, B dan C, C dan D.
d. Beda potensial antara ujung-ujung baterai
e. Daya pada setiap tahanan
f. Daya rangkaian
g. Energi rangkaian dalam 5 menit

2. Diberikan sebuah rangkaian listrik seperti Gambar 3.6.

Gambar 3.6.
Tentukan :
a. Tahanan total/ekivalen.
b. Kuat arus rangkaian (I)
c. Kuat arus yang melalui setiap tahanan.
d. Beda potensial ujung-ujung tahanan R
4

e. Beda potensial ujung-ujung R
1

f. Beda potensial ujung-ujung R
2

Dari hasil perhitungan yang diperoleh, buktikan bahwa hukum Ohm dan
hukum Kirchoff terbukti pada rangkaian tersebut.
3. Diberikan sebuah rangkaian seperti pada Gambar 3.7, yang terdiri dari dua
buah loop dengan data sebagai berikut:
E
1
= 6 Volt, E
2
= 9 Volt, E
3
= 12 Volt.
37


Gambar 3.7.
Tentukan:
a. Kuat arus yang melalui R
1
, R
2
dan R
3

b. Beda potensial antara titik B dan C
c. Beda potensial antara titik B dan D
d. Daya pada tahanan R
1

3.4 Praktik
Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 3.8. Catat tegangan dan arus pada
setiap tahanan, dengan variasi tegangan sumber V
s
.

Gambar 3.8.
Analisis data yang saudara peroleh, dan bandingkan dengan hukum Ohm dan
hukum Kirchoff.

Rangkaian DC sederhana = . 30 . = . Misalnya. Sumber-sumber tegangan pada umumnya memiliki hambatan/tahanan yang disebut hambatan/tahanan dalam r. E.3. = (3 − 2) Daya listrik merupakan energi listrik yang diserap tahanan tiap detik. Secara umum. karena seperti dijelaskan pada Bab I. komponen pasif yang diperhitungkan hanya tahanan atau resistor (R). Rangkaian DC Dengan Satu Sumber Tegangan Sumber tegangan adalah alat yang dapat menimbulkan beda potensial listrik.s = J]. dan tahanan dalam r. Energi listrik yang diserap tahanan: W = P. sebuah rangkaian listrik sederhana yang terdiri atas sebuah tahanan luar. sehingga kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka (open circuit) untuk tegangan DC. sebuah rangkaian listrik selalu berlaku hukum Ohm dan hukum Kirchhoff.1. jika kapasitor diberi tegangan DC (konstan) maka arus sama dengan nol. E). Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian adalah: = + (3 − 1) Daya yang diserap oleh tahanan R: Gambar 3. dan pada induktor bertindak sebagai rangkaian hubung singkat (short circuit). R. seperti pada Gambar 3. adalah wattdet [W. Sebuah sumber tegangan memiliki energi yang dapat digunakan untuk mengalirkan arus listrik disebut gaya gerak listrik (GGL.2 Analisis Rangkaian Listrik Arus Searah Dalam rangkaian listrik arus searah. A.1. sumber tegangan.t (3-3) Satuan energi listrik.

c. r Gambar 3. I2 + / (3 − 5) R2 C A I1 R1 B I3 R3 R1 = 5 Ω R2 = 3 Ω R2 = 6 Ω E = 24 volt. sehingga tahanan luar total = 5 + 2 = 7 Ω. Diketahui rangkaian Dc seperti pada Gambar 3-2. maka yang pertama ditentukan adalah tahanan luar (R). Daya yang diserap setiap tahanan. 31 .2. Arus pada setiap tahanan b. Berdasarkan pada Gambar 3. maka kuat arus (I) adalah: = Contoh: 1. Hitunglah: a. maka kuat arus (I) adalah: = (3 − 4) + Jika dalam suatu rangkaian terdiri atas n baterai yang tersusun secara paralel.2. antara B & C dan antara A & C.1. Nampak bahwa R2 paralel dengan R3. Penyelesaian: a.Jika dalam suatu rangkaian terdiri atas n baterai yang tersusun secara seri. Beda potensial antara A & B. Dari Gambar 3. r = 1 Ω I E. sehingga: 1 = 1 + 1 = 1 1 1 + = → 3 6 2 =2Ω R1 seri dengan R23.

VAC = VAB + VBC = 21 V (lebih rendah dari E. Tahanan dalam amperemeter kecil. disebabkan oleh adanya tahanan dalam alat ukur.r + I1R1 + I3R3 = 0 -24 + 3 + 15 + 6 I3 = 0 Diperoleh: I3 = 1 A. berdasarkan hukum Kirchoff II: -E + I. dan hasilnya seperti pada Gambar 3. karena sebagai tegangan drop pada tahanan dalam sumber r).R1 = 3. P1 = V1. R3. atau P1 = (I1)2. Hasil yang diperoleh hampir sama dengan hasil perhitungan. r dan E. VAB = I1. Adanya perbedaan yang sangat kecil.3 = 12 W P3 = V3.I1 = 15.R1 = 32. atau I1 = I2 + I3 Pada loop searah jarum jam yang melewati R1.5 = 45 W P2 = V2.5 = 15 V VBC = I2.2 = 12 W.1 = 6 W.6 = 6 V (tegangan sama karena paralel). atau I3.3 = 6 V. c.R3 = 1. berdasarkan hokum Kirchoff I: I1 – I2 – I3 = 0. b. sedangkan tahanan dalam voltmeter besar.6 = 6 W Soal di atas dapat disimulasikan dengan menggunakan program EWB (Electronic Workbench). sewhingga I2 = I1 – I3 = 2 A.3 = 45 W.R3 = 12.R2 = 2. = 24 =3 7+1 + 32 .I3 = 6. Pada titik percabangan B.I2 = 6. atau P3 = (I3)2. Untuk menghitung arus pada R2 dan R3 digunakan Hukum Kirchoff.R2 = 2 2. atau P2 = (I2)2.3.Maka diperoleh: = Arus pada R1: I1 = I = 3 A.

5 V dan tahanan dalam 0. Hitunglah arus yang mengalir.6 + (4 0.R1 + I3. Simulasi rangkaian soal 1 dengan EWB 2.I3.R3 = -V2 (b) (c) 33 . atau I2. dihubungkan dengan tahanan luar 1.3. Rangkaian DC Dengan Lebih Dari Satu Sumber Tegangan Gambar 3. atau I1. Rangkaian tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan hukum Kirchoff I dan II.R2 . Pada titik percabangan A. Empat buah baterai yang mempunyai ggl masing masing 1. dengan menggunakan hukum Kirchoff II diperoleh: I1.I3.R3 = V1 I2. dengan menggunakan hukum Kirchoff I diperoleh persamaan: I1 – I2 – I3 = 0 (a) Pada loop (1) dan (2).6 Ω.R3 + V1 = 0. diperoleh: = + = 4 1. Penyelesaian: Berdasarkan persamaan (3-4).1 Ω.R2 .1) 2 B.4 memperlihatkan rangkaian arus searah dengan dua sumber tegangan.R1 + I3.5 6 = =3 1.R3 – V1 = 0.Gambar 3.

4. Penyelesaian dengan menggunakan invers matriks memerlukan waktu yang lama Metode yang mudah digunakan adalah eliminasi Gauss. (b). Dari persamaan (a). diperoleh: 1 2 0 −1 0 4 −1 8 −8 = 0 32 −20 0 32 −20 ( ) −1 0 −1 = − − 0 ( ) 1 −1 −1 = 2 0 8 0 4 −8 dan sulit.Gambar 3. R2 = 4 Ω. tentukan arus pada setiap tahanan dan tegangan pada R3. V1 = 32 V (tahanan dalam diabaikan). R3 = 8 Ω. Caranya adalah dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang Eselon-baris. dan (c) di atas dapat dibuat persamaan dalam bentuk matriks: 1 0 Contoh: Diketahui rangkaian arus searah seperti pada Gambar 3. 34 . Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. V2 = 20 V (tahanan dalam diabaiakn).2. Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana. Jika R1 = 2 Ω. Penyelesaian: Dengan menggunakan persamaan (d).

8 = 24 V. Sehingga diperoleh: -28 I3 = -84 atau I3 = 3 A 2 I2 + 10 I3 = 32. Rangkaian listrik pada Gambar 3. Bentuk persamaan (e) diubah menjadi matriks: 1 2 0 1 0 0 1 0 0 −1 0 4 −1 2 4 −1 2 0 −1 0 8 32 −8 −20 −1 0 10 32 −8 −20 −1 0 10 32 −28 −84 Baris kedua dikurangi 2 x baris pertama.3 Soal-soal Latihan 1. 3. diperoleh I2 = 1 A I1 – I2 – I3 = 0.Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya.5 terdiri atas 3 buah tahanan dan satu buah sumber tegangan DC 24 Volt yang memiliki tahanan dalam 1 Ω. 35 . dilakukan substitusi balik. Gambar 3. atau I1 = I2 + I3. diperoleh I1 = 4 A. atau 2 I2 = 2. diperoleh: Setelah diperoleh matriks eselon-baris.R3 = 3.5. diperoleh: Baris ketiga dikurangi 2 x baris kedua. Setelah menjadi matriks Eselon-baris. lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut. Tegangan pada R3 = I3.

Tahanan total/ekivalen. Beda potensial antara ujung-ujung baterai e. Diberikan sebuah rangkaian seperti pada Gambar 3. Beda potensial ujung-ujung R1 f. Kuat arus rangkaian (I) c. R2 dan R3 c.7.6. buktikan bahwa hukum Ohm dan hukum Kirchoff terbukti pada rangkaian tersebut. Kuat arus yang melalui setiap tahanan. Beda potensial ujung-ujung R2 Dari hasil perhitungan yang diperoleh. B dan C. Gambar 3. Tentukan : a. Energi rangkaian dalam 5 menit 2. b. Diberikan sebuah rangkaian listrik seperti Gambar 3. Kuat arus rangkaian (I) b. E2 = 9 Volt. 3. Beda potensial antara titik A dan B. Beda potensial ujung-ujung tahanan R4 e. 36 . d. Kuat arus pada R1 . Daya rangkaian g.6. C dan D. yang terdiri dari dua buah loop dengan data sebagai berikut: E1 = 6 Volt.Tentukan: a. Daya pada setiap tahanan f. d. E3 = 12 Volt.

Kuat arus yang melalui R1 .8. Analisis data yang saudara peroleh.Gambar 3.7. R2 dan R3 b.8. Beda potensial antara titik B dan D d. Catat tegangan dan arus pada setiap tahanan. Tentukan: a. Gambar 3. 37 . Daya pada tahanan R1 3. dengan variasi tegangan sumber Vs.4 Praktik Buatlah rangkaian seperti pada Gambar 3. Beda potensial antara titik B dan C c. dan bandingkan dengan hukum Ohm dan hukum Kirchoff.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->