P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas8 Ips Mts Smp Daniramdani 1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com Kelas8 Ips Mts Smp Daniramdani 1

5.0

|Views: 19,606|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku sekolah elektronik kelas 8 ilmu pengetahuan sosial untuk pelajar kelas 8/ kelas 2 SMP/MTS
Download gratis buku sekolah elektronik kelas 8 ilmu pengetahuan sosial untuk pelajar kelas 8/ kelas 2 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2014

pdf

text

original

76Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII

Adanya perkembangan pendidikan Barat dan pendidikan Islam mendorong kaum
bumiputera mendapatkan peluang untuk mendapatkan pendidikan formal. Sehubungan
dengan itu, lahir golongan terpelajar Indonesia. Kelompok tersebut memiliki kedudukan
yang terhormat pada awal abad ke-20. Mereka lebih pintar dari kebanyakan orang
Indonesia. Adapun dilihat dari kedudukan ekonominya, mereka lebih baik dari orang-
orang Indonesia lainnya.

Kelompok terpelajar Indonesia juga disebut sebagai kelompok masyarakat. Mereka
terdiri atas para profesional atau yang memiliki keahlian tertentu karena pendidikan yang
mereka sandang, seperti dosen, guru, dokter, dan ahli ekonomi. Mereka disebut profesional
karena merupakan kelompok masyarakat yang memiliki keahlian yang terbentuk berkat
pendidikan. Sekolah yang dimasukinya ternyata dapat mengubah kedudukan mereka yang
terpandang dan dapat berperan dalam masyarakat Indonesia.
Kelompok terpelajar merupakan kelompok pertama yang menyadari bahwa
penjajahan telah merugikan kepentingan bangsa Indonesia. Penjajahan yang melakukan
diskriminasi atau membeda-bedakan antara orang Belanda dan pribumi harus dilawan.
Mereka menjadi kelompok yang dapat menyampaikan ide-idenya tentang kebangsaan.
Kaum terpelajar berpendapatan bahwa penjajahan Belanda memiliki beberapa
keburukan, di antaranya sebagai berikut.
1)Adanya diskriminasi dan pembatasan terhadap penduduk pribumi di segala bidang.
2)Belanda menguras sumber daya alam dan manusia Indonesia untuk kepentingan
kolonial dan negeri Belanda.
3)Belanda sangat takut jika bangsa Indonesia menjadi bangsa yang pintar dan maju.
Peranan kelompok terpelajar dalam membangkitkan kesadaran nasional tampak
dalam kegiatan diskusi sosial atau politik yang sering mereka selenggarakan dalam proses
belajar mereka. Peranan mereka dilakukan di antaranya melalui hal-hal berikut.
1)Organisasi politik yang berperan sebagai sarana perjuangan mereka untuk mewujudkan
cita-citanya.
2)Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, timbullah suatu kekuatan sosial baru dalam pentas
politik nasional yang menyadari nasib buruk yang dialami bangsanya. Kelompok inilah
yang kelak menjadi pemicu pergerakan nasional.
3)Menyapaikan kritik kepada kebijakan politik kolonial di Indonesia bahwa pemerintah
kolonial telah melakukan praktik diskriminasi terhadap masyarakat pribumi.
4)Menyebarkan gagasan nasionalisme dan semangat kebangsaan dari hasil bacaan
terhadap karya filsuf-filsuf dunia.

E.PERAN GOLONGAN TERPELAJAR, PROFESIONAL
DAN PERS DALAM MENUMBUHKAN KEBANGKITAN
NASIONAL

77

Bab IV Kebangkitan Nasional

Sesungguhnya semangat kebangsaan bukan hanya ditumbuhkembangkan oleh
golongan terpelajar di Indonesia, melainkan juga oleh pelajar Indonesia yang sekolah di
negeri Belanda. Mereka juga banyak mempelajari pemikiran-pemikiran nasionalis, semangat
demokrasi, dan hak-hak asasi manusia. Setelah belajar dan bergaul dengan berbagai bangsa,
mereka dapat menyaksikan secara lebih nyata bahwa pemerintahan kolonial Belanda di
Indonesia juga ditentang oleh golongan terpelajar Belanda di negerinya sendiri.
Kaum terpelajar Indonesia yang berada di Belanda menemukan ide-ide politik
mengenai kebebasan sipil dan pemerintah demokratis. Pemikiran-pemikiran dan kelompok
sosialis yang antikapitalisme juga dicerna dengan baik oleh mereka dan dijadikan sebagai
salah satu semangat perjuangan untuk melawan kolonialisme di Indonesia, serta mendorong
kemerdekaan ekonomi dan politik.
Selain kaum terpelajar, pers juga memiliki peranan penting dalam
menumbuhkembangkan semangat kebangsaan atau nasionalisme. Pers adalah kegiatan
masyarakat yang berhubungan dengan penerbitan berita atau informasi, baik melalui media
cetak maupun elektronik. Penerbitan pers didukung oleh para golongan terpelajar yang
berprofesi sebagai penulis, wartawan, atau penyiar berita. Bahasa cetak menjadi sarana
penting dalam menumbuhkan semangat dan kesadaran nasional. Melalui pers, komunikasi
dan penyebaran infomiasi lebih bebas, terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun tanpa
membedakan golongan dan kedudukan sosial ekonomi.

Dalam sub bab sebelumnya telah dibahas mengenai dampak munculnya politik etis
bagi bangsa Indonesia, yaitu munculnya golongan terpelajar yang kemudian mendirikan
organisasi-organisasi pergerakan nasional, berikut adalah profil beberapa organisasi tersebut:

1.Budi Utomo

Budi Utomo didirikan tanggal 20 Mei 1908 oleh dr. Wahidin Sudirohusodo dan
Sutomo, seorang pelajar STOVIA (Sekolah Dokter Jawa) di Jakarta. Pada awal
perkembangannya, Budi utomo merupakan organisasi pelajar dengan pelajar STOVIA
sebagai intinya. Namun, setelah kongresnya yang pertama pada Bulan Oktober 1908,
Budi Utomo berubah haluan menjadi organisasi yang keanggotaannya terdiri dari para
pegawai negeri dan priyayi yang berasal dari suku Jawa dan Madura. Ditegaskan pula
dalam kongres tersebut bahwa Budi Utomo hanya bergerak dalam bidang pendidikan,
pengajaran dan kebudayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->