P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas8 Ips Budi Sutrisno-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp Kelas8 Ips Budi Sutrisno-1

3.5

|Views: 16,062|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Aug 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2015

pdf

text

original

Perang Salib ialah perang antara penganut agama Islam dan Kristen
untuk memperebutkan daerah Yerusalem/Palestina. Perang Salib
berlangsung sekitar dua abad dalam tujuh kali perang. Perang tidak
berkecamuk terus-menerus, tetapi terjadi beberapa kali sebagian besar
berupa massa damai. Orang Islam dan Kristen hidup berdampingan.

78

IPS SMP/MTs Jilid 2

Pada tahun 1291, Perang Salib berakhir dan seluruh daerah di
Palestina telah menjadi bagian dari kerajaan Islam yakni Turki Usmani.
Semasa Turki Usmani, kerajaan tersebut melakukan larangan
berdagang dengan bangsa-bangsa Eropa di sekitar Laut Tengah.
Padahal, barang dagangan rempah-rempah yang sangat diperlukan
bangsa-bangsa Eropa hanya dapat ditemui di pelabuhan sekitar Laut
Tengah. Oleh karena itu bangsa-bangsa Eropa memutuskan untuk
melakukan pelayaran langsung ke dunia timur guna mencari daerah
sumber rempah-rempah melalui penjelajahan samudra.
Bangsa-bangsa Eropa melalui penjelajahan samudra, berhasil
mencapai Indonesia. Bangsa-bangsa Eropa yang berhasil mencapai
Indonesia, antara lain bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris.
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia pada awalnya melalui
persekutuan perdagangan. Persekutuan perdagangan bangsa-bangsa
Eropa berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah di Indone-
sia melalui praktik monopoli. Setelah melalui praktik monopoli
perdagangan, kemudian melakukan penguasaan wilayah, dan
penyebaran agama. Ketiga praktik yang dilakukan bangsa-bangsa
Eropa tersebut merupakan tujuan dari imperialisme kuno yaitu 3G
(Gold = emas, Gospel = keagamaan, dan Glory = kejayaan).
Dengan melakukan 3G tersebut, maka dengan demikian bangsa
Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris mudah untuk menjalankan
kolonialisme dan imperialisme.

Pojok Info

Ketika Yerussalem ber-
ada di bawah pemerin-
tahan khalifah-khali-
fah Islam, jemaat Kris-
ten yang berziarah ke
Yerusalem tidak men-
dapat gangguan, tetapi
ketika Kerajaan Turki
Seljuk berkuasa mereka
mendapat perlakuan ti-
dak baik.

LATIHAN

1.Mengapa orang-orang Eropa berusaha mengarungi samudra menuju ke dunia

timur?
2.Perang Salib merupakan gerakan massa. Apakah maksudnya?
3.Jelaskan yang dimaksud teori heliosentris!
4.Mengapa kompas merupakan salah satu faktor pendukung adanya penjelajahan
samudra?
5.Terangkan secara ringkas tentang gold, gospel, dan glory!

IPS SMP/MTs Jilid 2

79

1.Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Pada tahun 1509 utusan Bangsa Portugis bernama Diego
Lopez Squeira tiba di Malaka menyampaikan surat kepercayaan
kepada Sultan Mahmud Syah. Malaka menolak berdagang dengan
Portugis. Pada tahun 1511 Portugis menyerang Malaka dipimpin
Alfonso d’Albuquerque dan berhasil menduduki Malaka. Dengan
menduduki/menguasai Malaka, Portugis memperoleh dua keuntungan
yaitu:
-Portugis akan menguasai jalur perdagangan penting di Asia,
termasuk perdagangan rempah-rempah.
-Malaka dapat dijadikan batu loncatan untuk menguasai perda-
gangan rempah-rempah di Maluku. Itulah sebabnya, Portugis
membangun basis militer yang kuat di Malaka.
Pada tahun 1512, Bangsa Portugis di bawah pimpinan De
Abreau berlayar menuju Maluku. Dalam pelayarannya, ia singgah
di beberapa pelabuhan seperti Aceh, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon,
Demak, Gresik, dan akhirnya sampai di Ternate. Untuk beberapa
lama, perdagangan antara Portugis dan Ternate berjalan lancar dan
damai. Untuk meningkatkan hubungan antara Ternate dan Portugis,
Ternate minta bantuan kepada Portugis agar mendirikan benteng di
Ternate yang berguna untuk menghindarkan serangan musuh yakni
Tidore. Benteng yang didirikan Portugis itu bernama Sao Paulo.
Kesempatan itu dimanfaatkan pihak Portugis untuk mendapatkan
monopoli perdagangan cengkih. Penerimaan baik itu dilatarbelakangi
oleh persaingan antara Ternate dan Tidore.
Sejak Portugis membeli rempah-rempah langsung dari Maluku,
bandar Lisabon (Lisboa) menjadi pusat perdagangan rempah-rempah
dan komoditas lain yang berasal dari Hindia Timur. Dari Lisabon
komoditas itu disebarkan ke seluruh Eropa, terutama oleh pedagang-
pedagang Belanda.

Kedudukan orang-orang Portugis di Ternate mulai goyah.
Rupanya Kerajaan Ternate hanya memerlukan bantuan orang-
orang Portugis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan dalam
menghadapi Kerajaan Tidore.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->