P. 1
KAK Perencanaan Pembangunan Jalan

KAK Perencanaan Pembangunan Jalan

|Views: 2,550|Likes:
Published by Diang Suardi

More info:

Published by: Diang Suardi on Aug 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Kerangka Acuan Kerja ( KAK

)

2009

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK )
BAB I URAIAN PROYEK
1.1 Pendahuluan Nama Kegiatan Pekerjaan Lokasi Pemberi Pekerjaan
1.2 Latar Belakang a. Program Pembangunan Jalan dan Jembatan merupakan salah satu usaha

: : : :

Perencanaan Pembangunan Jalan Perencanaan Pembangunan Jalan Kota Pariaman Dinas Pekerjaan Umum Kota Pariaman

pemerintah Kota Pariaman untuk menunjang pencapaian sasaran Pembangunan Nasional. b. Salah satu Aspek Pembangunan Jalan dan Jembatan sangat terkait dengan pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya adalah pengembangan Prasarana Jalan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi permukaan jalan sesuai dengan tingkat laju pertumbuhan lalu lintas yang diakibatkan dengan pertumbuhan ekonomi yang makin meningkat. c. Dinas Pekerjaan Umum adalah aparat dari Pemerintah Daerah Kota Pariaman yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam Program Pembangunan Jalan dan Jembatan pada kawasan Kota Pariaman. 1.3 Lokasi Proyek Lokasi Pekerjaan Pembangunan Jalan seperti tabel berikut :
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 P a njang F u ng sio n al E fek tif (M ) ( M) P antai K ata - S unur 4250 A m paleh P ak asai 1 00 0 P ak asai - P ulai 1 00 0 K oto M arapak A teh – K oto M arap ak B aw ah 6 00 K oto M arapak K am pani – D u su n K aja i 6 00 G erbang M esjid K oto M arpak – Jem b . G antu ng S ei P asak 1 00 0 S ik apak M udiak – S ik apak H ilia 1 2 00 L ap. B ola K uraitahi – P usk esm as D p n K tr C am at 1 00 0 S im pang K oto M arapak – M esjid R ay a C u b ad ak M entaw ai 1 6 00 S im pang S urau T aluk - D usu n U ju ng P ad ang 2 7 00 JU M L A H 14950 N am a R u as K eterang an

BAB II
Halaman – 1 dari 14

2 Lingkup Pekerjaan Pelayanan jasa konsultan hanya diperuntukkan bagi Konsultan Nasional yang sudah berpengalaman dalam perencanaan jalan raya. Penggambaran Desain 6.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 LAYANAN JASA KONSULTAN 2. Melakukan analisa pekerjaan jalan yang akan digunakan 4.3 Jadwal Jasa Konsultan Halaman – 2 dari 14 . Konsultan harus mempelajari situasi dan kondisi trase yang ada pada jalan tersebut. sehingga diharapkan dapat menekan biaya operasi kendaraan. c. Review ulang geometrik jalan eksisting agar tercapai kenyamanan dari geometrik jalan nantinya untuk pengguna jalan. Lingkup pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jalan Kota di Kota Pariaman ini adalah sebagai berikut : 1. 2. 2. Detail Desain dan Rencana Anggaran Biaya 5. d. Pembuatan Dokumen Pelelangan 2. 3. Tujuan utama dari pekerjaan ini adalah menyediakan Rencana Teknik Pembangunan Jalan dan Dokumen Lelang untuk Pengadaan Pekerjaan Fisik.1 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Pembangunan Jalan kota Pariaman tersebut adalah : a. Konsultan diharuskan dapat melaksanakan pekerjaan pelayanan jasa konsultan ini secara efisien dan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pekerjaan serta hasil akhir pekerjaan. b. Secara umum dapat ikut membantu pengembangan keadaan sosial ekonomi di daerah sekitar lokasi jalan yang ditingkatkan dan dibangun . Dalam Perencanaan Pembangunan Jalan. Untuk lebih memudahkan dan meningkatkan kelancaran arus transportasi. Lebih melancarkan dan memudahkan hubungan antara daerah dalam lingkungan Kota Pariaman sehingga kesinambungan route dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pengukuran topografi lokasi jalan utuk mendapatkan profil permukaan jalan dan daerah milik jalan.

d. c. Ahli Jalan Raya Adalah Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Sipil. b. Konsultan harus menyertakan tenaga ahli dengan kualifikasi sekurang-kurangnya sebagai berikut : a. Ahli Geodesi Adalah Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Geodesi. d. Surveyor Drafter Sekretaris Operator Komputer Tenaga Lokal Halaman – 3 dari 14 . Sudah biasa bekerja secara metoda desain yang dikembangkan oleh Prasarana Jalan maupun metoda teknik perkerasan khusus yang dipakai pada kondisi tertentu. 2. yang berpengalaman 5 tahun dalam pengukuran topografi untuk perencanaan jalan. Ahli Material / Tanah Adalah Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Sipil. Disamping itu Tenaga Ahli diatas juga membutuhkan tenaga pendukung antara lain : a. yang berpengalaman 5 tahun dalam perencanaan jalan raya. yang berpengalaman 5 tahun dalam bidang pengujian dan pengambilan data lapangan untuk bahan-bahan bangunan.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini adalah selama 60 (Enam Puluh) hari kalender. untuk itu kepada konsultan diminta untuk dapat membuat rencana kerja dan jadwal pelaksanaan yang pasti. c. b. e.4 Keahlian yang Dibutuhkan Keahlian yang dibutuhkan untuk Perencanaan Pembangunan Jalan kota Pariaman ini memerlukan tenaga ahli kurang lebih sebanyak Orang bulan (Man Month). Team Leader / Ketua Tim Team Leader/Pimpinan adalah Sarjana Strata Satu (S1) Teknik Sipil/Jalan Raya dengan pengalaman dalam bidang perencanaan jalan min 5 tahun yang mengetahui dengan baik proses perencanaan dengan segala permasalahan. khususnya bahan jalan.

c. 2.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 2. Laporan harus sudah selesai dan disajikan 20 hari setelah terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dibuat rangkap 5 (Lima).. Laporan harus sudah selesai dan disajikan akhir bulan pertama dan akhir bulan ke dua setelah terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dibuat rangkap 5 (Lima). 2.3 Laporan Penunjang Laporan merupakan laoran yang berisikan survei lapanga berupa : a. Laporan Analisa Hidrologi Laporan Penyelidikan Tanah Laporan Estimate Engineer Gambar Perencanaan Dokumen Lelang. Laporan Topografi b. metode dan program kerja setiap bulan kerja. metode dan program kerja.5 Laporan dan Produk Pekerjaan Jenis dan jumlah laporan hasil pekerjaan yang harus diserahkan terdiri atas : 2.5.5 BAB III Halaman – 4 dari 14 .1 Laporan Pendahuluan Laporan sekurang-kurangnya berisikan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan.5. Laporan Survei Tanah/Material c.5. kesimpulan dan rekomendasi mengenai tindak lanjutnya.5.4 Laporan Akhir Laporan akhir harus memuat semua hasil pekerjaan detail desain yang dilaksanakan.2 Laporan Bulanan Laporan sekurang-kurangnya berisikan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan. yang dilengkapi dengan: a. 2. 2.5. Laporan akhir diserahkan dalam 5 (Lima) rangkap pada akhir pekerjaan. b. Laporan Hidrologi Laporan harus sudah selesai dan disajikan akhir pekerjaan setelah terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dibuat rangkap 5 (Lima). d. data yang tersedia. data yang tersedia.

Khusus untuk konstruksi Lapen (Lapisan penetrasi) perlu diadakan modifikasi/penyesuaisan seperti tabel berikut : No. Peta Geologi.0 0 Ja pa t 6 C atatan : B e ntu k tiku nga n ada la h sesu ai S tanda rd S pesifikasi P ere ncana an G eo m terik 1 3/70 da n Spe sifikasi S ta ndard u ntu k P e re ncanaan G eo m etric Ja la n Lu ar (R anca ngan A khir) D esem ber 1970 ndD it. sejauh mungkin berpegang pada buku Peraturan Standard Spesifikasi Perencanaan Geometrik Jalan Raya Nomor: 13/1970 dan Standar Perencanaan Geometric Jalan Luar Kota (Rancangan Akhir) Desember 1990 dari Direktorat Jendral Bina Marga.26 UDC: 625. Peta Jaringan Jalan Kota Pariaman. Standard Teknis • Standard Perencanaan Geometrik Dalam merencanakan geometrik jalan. Perhitungan Tebal Perkerasan dengan Analisa Komponen SKBI-2.0 0 La pe n 2 1 .042.73 (02) dan Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya SKBI No. BAB IV METODOLOGI DAN PENJELASAN PEKERJAAN Halaman – 5 dari 14 . 1. 5. 3.21.28.ina M arga . U R A IA N SA T U A N DATARAN 80 M in 2 1 0 6 10 DAER AH P E R B U K IT A N P E G U N U N G A N 60 40 M in 1 1 5 M in 5 0 8 10 3.2 6.3. 7. • Mengumpulkan data-data dan informasi yang diperlukan seperti: Peta Topografi. UDC: 264. 4. B sesu ai denga n sta ndar ge om e trik. Peta Curah Hujan.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 KRITERIA PERENCANAAN UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN PROYEK 3.3.624. K ecep a ta n K m /ja m Jari-ja ri L en gk u n g M L an da i M ak sim u m % M irin g T iku n g a n M ak sim u m % L eb ar d ae ra h M ilik Ja la n (D M J) M M in im u m Le ba r M P erke ra sa K o n stru ksi n Le ren g M elin tan g % Le ba r M Ba h u K o n stru ksi Le ren g M elin tan g % A ka n diten tu k a n dilap a n g a n 6 . 2. 1987.1 Data Dasar Sebelum Konsultan Perencana melaksanakan pekerjaannya terlebih dahulu pihak Konsultan Perencana mengumpulkan data yang diperlukan seperti sebagai berikut : • Penanganan sebelumnya yaitu seperti pelaksanaan studystudy yang pernah dilakukan pada ruas jalan tersebut diatas. 1. P anjang La nd ai m a ksim u m Je . Peta Hidrologi dll yang dirasa perlu.

c. 2. Tahapan Persiapan Pengurusan administrasi Mobilisasi personil Penyiapan alat Orientasi pekerjaan Reconaissance survei Tahapan pengumpulan data lapangan Inventarisasi geometrik jalan berikut foto dokumentasi. e. estimate engineer. Metodologi pekerjaan Perencanaan Pembangunan Jalan Kota Pariaman ini dapat dibagi dalam beberapa tahapan proses : 1. b. Estimasi biaya Tahapan analisa data lapangan perencanaan dan penggambaran a. Perhitungan Desain Halaman – 6 dari 14 .1 Umum Pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Konsultan adalah pembuatan Desain Perencanaan Pembangunan Jalan. Laporan Pendahuluan. Menghitung CBR rencana dari data visual atau rekomendasi lapsian tanah dasar. c. a. b. Perhitungan dan perencanaan geometrik desain. Membuat gambar-gambar situasi dan potongan melintang. b. c. Analisa Survei pengukuran topografi. Inventarisasi sumber material disekitar lokasi proyek Pengukuran topografi untuk pekerjaan full desain. Survey pendahuluan 2. e. Rencana pekerjaan desain b. d. 3. Rencana pekerjaan survei 3. 4. Tahapan pelaporan dan pengadaan dokumen a. yang berisikan : 1. dan menyiapkan dokumen lelang ruas jalan yang direncanakan sepanjang yang tercantum dalam daftar paket proyek dengan jenis pekerjaan full desain. mekanika tanah dan hidrologi 2. d. perhitungan galian dan timbunan untuk pekerjaan pelebaran dan relokasi. Laporan Final Engineering yang berisikan : 1. Inventarisasi gorong-gorong dan bangunan pelengkap lainnya. a.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 4. Menentukan volume pekerjaan dan perkiraan biaya. d.

dan soil desain jalan. Gambar Rencana Akhir c.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 3. Survay Pendahuluan (Reconnaissance Survey) a. Umum Reconnaissance Survey atau survai pendahuluan bertujuan mencari/menentukan arahan desain untuk peningkatan jalan ditinjau dari segi teknis dan ekonomis dan mengumpulkan data pendukung untuk melaksanakan survey detail. Estimate Engineer 4. Halaman – 7 dari 14 . 4) Menganalisa secara visual keadaan tanah dasar pada daerah rencana trase jalan. sebelum survey topografi. Data yang dikumpulkan antara lain adalah sebagai berikut : • Data sudut alignement horizontal yang diukur dengan alat kompas dan ketinggian dengan altimeter untuk memperkirakan alignement vertikal jalan. 4. Lingkup Pekerjaan Reconnaissaince Survey meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1) Menentukan titik awal pekerjaan dan melakukan pengukuran dengan alat Kompas serta altimeter serta mengukur jarak dengan meteran. hidrologi. sosial ekonomi secara umum. 2) Mempelajari lokasi rencana trase jalan dan daerah-daerah sekitarnya dari segi geografis. Pekerjaan Reconnaissaince Survey ini harus dipimpin oleh seorang Highway Engineer yang dapat mengambil keputusan dilapangan sehubungan dengan arahan desain dari pemberi tugas.2 Pekerjaan Lapangan 1. 5) Mengumpulkan data sebanyak mungkin yang diperlukan untuk gorong-gorong dan bangunan pelengkap lainnya. b. Penyusunan Dokumen tender yang terdiri dari : • Menyusun ketentuan-ketentuan yang diterapkan baik dalam proses pelelangan maupun dalam proses pelaksanaan. • Ketentuan-ketentuan tersebut dituangkan dalam dokumen lelang yang berisikan : Spesifikasi Umum Daftar Kuantitas Gambar Perencanaan • Mencetak dokumen lelang sebanyak 3 (tiga) set. 3) Mempelajari dan menganalisa data curah hujan pada daerah rencana trase jalan melalui station-station pengamatan yang telah ada ataupun pada Jawatan Meteorologi setempat. drainase.

Umum Pengukuran Topografi adalah sebagai proses pengumpulan data permukaan bumi yang selanjutnya data hasil ukur dipresentasikan dalam bentuk peta perencanaan dengan menggunakan skala tertentu. Halaman – 8 dari 14 . Pengukuran situasi 3. 6) Membuat foto dokumentasi lapangan pada lokasi-lokasi penting. Pengukuran Topografi a. b. Perhitungan dan penggambaran peta 2. • Semua patok tersebut harus dicatat dan diberi nomor serta keterangan lokasi patok tersebut. • Awal pengkukuran dilakukan pada tempat yang mudah dikenal dan aman. 9) Membuat laporan-laporan perihal pada butir 1 s/d 9 dan memberikan saran-saran yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Hasil reconnaissance survey ini kemudian dilaporkan untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas untuk pelaksanaan pekerjaan pengukuran detail. 7) Mengumpulkan data yang berupa informasi mengenai harga satuan bahan dan upah dilokasi setempat. • Harus dibuat tanda-tanda atau patok-patok yang dapat menunjukkan arah dan dapat diidentifikasikan secara jelas untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut. Pengukuran titik kontrol horizontal dan vertikal 2. 5. Pekerjaan Pengukuran • Pekerjaan pengukuran topografi sedapat mungkin dilakukan sepanjang rencana As jalan (mengikuti koridor rintisan) dengan mengadakan pengukuran-pengukuran tambahan pada daerah persilangan dengan sungai dan jalan lain sehingga memungkinkan diperoleh as jalan sesuai dengan standard yang ditentukan.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 • Mendata semua aliran air/sungai yang dilalui dan diukur lebar sungai/aliran air tersebut untuk memperkirakan panjang bentang jembatan atau dimensi gorong-gorong. Pengukuran penampang memanjang dan melintang 4. Pekerjaan pengukuran topografi untuk Perencanaan Pembangunan Jalan adalah sebagai berikut : 1. Pengukuran-pengukuran khusus. 8) Mengumpulkan informasi sumber material (quarry) yang diperlukan untuk pekerjaan konstruksi dan mengestimasi volume serta pemetaannya.

Setiap pengamatan matahari dilakukan dalam 2 seri rangkap. • Pengukuran situasi daerah sepanjang rencana jalan harus mencakup semua keterangan-keterangan yang ada didaerah sepanjang rencana jalan tersebut. • Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolit dengan ketelitian dalam detik (yang mudah/umum dipakai adalah theodolit jenis T2 Wild. • Untuk pengukuran ketinggian dilakukan dengan double stand dilakukan 2 kali berdiri alat. Halaman – 9 dari 14 . sedang patok-patok untuk titik ikat adalah patok dari beton. dan benang bawah (BB). • Rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik dalam arti pembagian skala jelas dan sama. dimana D adalah panjang pengukuran (Km) dalam 1 (satu) hari. Pengukuran titik kontrol horizontal • Pengukuran titik kontrol dilakukan dalam bentuk poligon • Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimal 25 m diukur dengan pegas ukur (meteran) atau alat ukur jarak elektronis. • Kontrol pembacaan 2 BT = BA + BB. • Setiap kali pengukuran dilakukan pembacaan rangkap 3 (tiga) benang dalam satuan milimeter. • Ketelitian untuk poligonnya adalah sebagai berikut : Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10” akar jumlah titik poligon. Pengukuran titik kontrol vertikal • Jenis alat yang digunakan untuk pengukuran ketinggian adalah waterpas orde II. • Benang atas (BA). Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5” Pengamatan matahari dilakukan pada titik awal proyek dan pada setiap jarak 5 Km (kurang lebih 60 titik poligon) serta pada titik akhir pengukuran. TH2 Zeiss atau yang setingkat. • Batas ketelitian tidak boleh lebih besar dari 10 akar Dmm.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 • Awal dan akhir proyek hendaknya diikatkan pada titik-titik tetap. Pengukuran situasi • Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem Tachymetri • Ketelitian alat yang dipakai adalah 30” (sejenis dengan Theodolit-TO). • Patok-patok untuk titik-titik poligon adalah patok kayu. benang tengah (BT).

• Pengukuran patok-patok Patok beton dibuat dengan ukuran 10 x 10 x 60 cm dan harus dipasang pada jarak setiap 1 Km dan pada perpotongan rencana jalan dengan sungai (2 buah seberang menyeberang). • Pengukuran penampang memanjang Pengukuran penampang memanjang dilalukan sepanjang sumbu rencana jalan Peralatan yang dipakai untuk pengukuran penampang sama dengan yang dipakai untuk pengukuran titik kontrol vertical Pengukuran penampang melintang Pengukuran penampang melintang pada daerah yang datar dan landai dibuat setiap 50 m dan pada daerahdaerah tikungan/pegunungan setiap 25 m Pada daerah yang menikung.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 • Untuk tempat-tempat jembatan atau perpotongan dengan jalan lain pengukuran harus diperluas (lihat pengukuran khusus). Pengukuran penampang memanjang dan melintang Pengukuran penampang memanjang dan melintang dimaksudkan untuk menentukan volume penggalian dan penimbunan. Lebar pengukuran penampang melintang 10 meter kekiri kanan as jalan. dari as jalan ke arah luar 75 meter dan kerarah dalam 125 meter. Untuk memudahkan pencarian patok sebaiknya pada pohon-pohon disekitar patok diberi cat atau peta atau tandatanda tertentu. Peralatan yang dipergunakan untuk pengukuran penampang melintang sama dengan yang dipakai pengukuran situasi. Khusus untuk perpotongan dengan sungai dilakukan dengan ketentuan khusus (lihat pengukuran khusus). • Tempat-tempat sumber material jalan yang terdapat disekitar jalur jalan perlu diberi tanda diatas peta dan difoto dan diberi keterangan (jenis dan lokasi material). • Halaman – 10 dari 14 . Bakik patok-patok beton maupun patok-patok poligon diberi tanda BM dan nomor urut. Patok beton tersebut harus ditanam kedalaman tanah sepanjang kurang lebih 30 cm (yang kelihatan diatas tanah kurang lebih 30 cm).

Survey Penyeledikan Perkerasan Jalan dan Tanah 3. 3. Daerah yang diukur yaitu daerah perpotongan jalan yang diukur 50 meter dikiri kanan jalan yang dimaksud. Ketinggian titik tersebut perlu juga dicantumkan. Gambar ukur yang berupa gambar situasi harus digambarkan pada kertas milimeter dengan skala 1 : 1. Pengukuran penampang melintang dibuat pada sumbu jalan 4. jalan utama. Penggambaran titik-titik piligon harus didasarkan pada hasil perhitungan koordinat. Umum Sesuai dengan jenis konstruksi lapis permukaan yang akan diterapkan untuk proyek jalan ini. • Pengukuran Khusus Pengukuran sekitar perpotongan dengan sungai. Pengukuran titik kontrol vertikal dengan alat Waterpas. Khusus untuk profil memanjang titik-titiknya yang terletak disumbu jalan diberi paku dengan dilingkari cat kuning sebagai tanda.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 Baik patok poligon maupun profil diberi tanda cat kuning dengan tulisan hitam yang diletakkan disebelah kiri kearah jalannya pengukuran. • Perhitungan dan penggambaran Perhitungan koordinat poligon utama didasarkan pada titik-titik ikat yang dipergunakan. a. maka penyelidikan tanah dan material akan diadakan dengan cara metode standar yang biasa Halaman – 11 dari 14 . Pengukuran disekitar perpotongan jalan : 1. Pengukuran melintang dibuat untuk setiap jarak 10 meter dengan profil 50 meter dikiri kanan jalan 5. Ketinggian titik detail harus tercantum dalam gambar ukur begitu pula semua keterangan-keterangan yang penting. Pengukuran untuk daerah ini dilihat ketentuan pada kerangka acuan tugas untuk pekerjaan perencanaan jembatan. Titik ikat atau titik mati serta titik-titik baru harus dimasukkan dalam gambar dengan diberi tanda khusus.000 dan interval kontur 1 meter. 2. Penggambaran titik-titik poligon tersebut tidak boleh secara grafis.

4. Lingkup Pekerjaan Lingkup kegiatan yang tercakup dalam pekerjaan penyelidikan tanah dan material ini antara lain : • Tahapan Pengumpulan Data Lapangan : Inventarisasi geometrik jalan berikut foto dokumentasi. Inventarisasi gorong-gorong dan bangunan pelengkap lainnya. 3. grafik-grafik. • Personil Untuk pekerjaan penyelidikan tanah ini dibutuhkan Sarjana Teknik Sipil/Ahli Tanah yang dibantu tenaga-tenaga teknisi yang cukup berpengalaman dilapangan maupun dilaboratorium. 2. gambar-gambar/skert dan saran-saran yang diperlukan. tabel. disamping untuk penentuan bentuk potongan jalan itu sendiri. jenis dan dimensi gorong-gorong dan jenis jembatan yang diperlukan. b. Survey Hidrologi a. Lingkup Pekerjaan Kegiatan-kegiatan yang diperlukan pada umumnya meliputi : 1. Sedangkan perencanaan drainase sangat diperlukan untuk penentuan jenis dan dimensi dari bangunanbangunan drainase. Halaman – 12 dari 14 . Dari data lapangan dan hasil perhitungan tersebut diatas.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 dilakukan pada pekerjaan perencanaan teknik jalan. Tujuan Survey Hidrologi bertujuan untuk mencari data yang diperlukan dalam analisa Hidrologi dan selanjutnya dapat dipakai dalam perencanaan drainase. Oleh sebab itu penyelidikan tanah untuk pekerjaan ini harus cukup untuk penentuan perencanaan tebal perkerasan dan dilengkapi dengan pengamatan-pengamatan secara visual serta tes-tes untuk memenuhi tuntutan pekerjaan fisiknya nanti. Mengambil data curah hujan dan banjir tahunan dari sumbersumber yang bersangkutan dan menentukan hujan rencana yang selanjutnya dapat dipakai untuk menentukan banjir rencana dengan metoda-metoda yang diperlukan. Membuat laporan lengkap mengenai perihal tersebut diatas yang meliputi perhitungan-perhitungan. b. selanjutnya menentukan jenis dan dimensi bangunan drainase yang diperlukan seperti jenis saluran samping dan dimensinya. Inventarisasi sumber material disekitar lokasi proyek.

rumah sungai dan lain-lain. Profile (Alinyemen Vertikal) Setelah konsep alinyemen horizontal disetujui project officer dan telah dipindahkan keatas standar sheet. • Lokasi dari gorong-gorong dan rencana jembatan. Detail perencanaan teknis yang perlu dibuat konsep perencanaannya antara lain : a. • Lokasi dari semua data topografis yang penting seperti batas rawa. hutan lindung. b. maka konsep alinyemen vertikal (pendamping memanjang) dapat segera dimulai.000 dengan interval garis tinggi atau meter dan dilengkapi dengan indek antara lain : • Lokasi (STA) dan nomor-nomor titik kontrol horizontal dan vertikal. Draft design tersebut digambarkan diatas kertas milimeter atau langsung diatas kertas standar sheet yang telah ditetapkan oleh pemberi tugas.3 Perencanaan Teknis 1. • Kerapatan tanaman/pohon-pohon berikut % menurut diameter pohon-pohonnya. • Lokasi bangunan-bangunan pelengkap dan bangunanbangunan drainase. Halaman – 13 dari 14 . Plan (Alinyemen Horizontal) gambar diatas peta situasi skala 1 : 1. Design) Konsep Detail Perencanaan (Draft Konsultan wajib membuat konsep perencanaan teknis (Draft Design) dari setiap detail perencanaan kemudian melaporkannya kepada aproject officer untuk dimintakan persetujuannya.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 4. • Elemen-elemen/data-data lengkung vertikal. Konsep alinyemen horizontal disetujui project officer dan telah dipindahkan keatas standar sheet. kebun. Alinyemen vertikal digambar dengan skala horizontal 1:1. • Penetapan kemiringan maximum dari lengkung horizontal (diagram super-elevasi).000 dan skala vertikal 1:100 yang mencakup hal-hal sebagai berikut: • Tinggi muka tanah asli dan tinggi nomor potongan melintang. • Elemen-elemen lengkung horizontal (curva data) yang direncanakan dengan bentuk tikungan full circle atau lengkung peralihan untuk sudut lengkung > 20. maka konsep alinyemen vertikal (penampang memanjang) dapat segera dimulai.

gorong-gorong. Prasarana Jalan. Potongan Melintang (Cross Section) Gambar potongan melintang dibuat menurut peta topografi sesuai keadaan pada lokasi yang ditentukan diatas standar sheet dengan skala horizontal 1:100 dan skala vertikal 1:100. • Menentukan kemungkinan pemakaian type bahan perkerasan jalan yang sesuai untuk suatu daerah tertentu. e. • Menentukan Tebal Perkerasan sesuai dengan metoda yang telah ditetapkan pada Bab III (Standard Teknis).Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 c. Jend. Final design digambar diatas kertas standard sheet. f. Potongan Melintang Standard (Typical Cross Section) Gambar ini dibuat dalam skala yang pantas dengan memuat semua detail yang perlu antara lain : Penampang pada daerah galian dan daerah timbunan pada ketinggian yang berbeda-beda. 2. Type perkerasan jalan yang diijinkan dalam perkerasan ini adalah typetype yang sekarang dipakai Dit. pasangan batu dan lain-lain. Bangunan Pelengkap dan Drainase (1 : 10). dilakukan setelah Draft Design mendapat persetujuan dari pemberian tugas dengan mencantumkan koreksi-koreksi dan saran-saran yang diberikan oleh pemberi tugas. Gambar ini mencakup semua detail bangunan-bangunan pelengkap dan bangunan-bangunan drainase seperti turap pelindung talud.000 c. g. d. berikut posisi alternatif trase yang pernah diteliti. Stationing dilakukan setiap interval 25 meter dan 50 meter serta 100 meter d. Gambar Alinyement Horizontal (skala 1:1000) dan vertikal (skala 1:100). saluran. Lembar judul yang memuat lay-out jalan skala 1:5. Gambar perencanaan akhir tersebut selengkapnya terdiri dari : a. Cross Section : Halaman – 14 dari 14 . Perencanaan Akhir (Final Design) Pembuatan gambar rencana trase jalan selengkapnya. Sampul luar (Cover) dan sampul dalam b. Spesifikasi. Perhitungan Tebal Perkerasan • Menentukan “Unique Section” seksi jalan yang mempunyai karakteristik serangan dalam beberapa variabel desain seperti : Nilai CBR Rencana dan Nilai beban lalu lintas rencana.

Perhitungan Volume Pekerjaan Pelaksanaan • Daftar volume pekerjaan disusun menurut pay-item/mata pembayaran didalam Dokumen Kontrak. Lembar gambar bangunan pelengkap 3. • Volume setiap item pekerjaan lainnya.Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) 2009 Skala horizontal 1 : 100 • Dibuat setiap setiap jarak 50 meter dan 100 meter e. Kuasa Pengguna Anggaran Perencanaan Pembangunan Jalan Kota Pariaman YURIZAL. • Volume pekerjaan tanah dihitung dari gambar cross section setiap 50 meter atau kurang untuk daerah yang ekstrim. Jalan • • Perhitungan Harga Satuan untuk setiap pay-item Daftar Harga Satuan bahan dan upah dilampirkan. Perhitungan Biaya Pelaksanaan Fisik Pembuatan • 4. ST NIP. 110 038 971 Halaman – 15 dari 14 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->