P. 1
Teori Musik Abrah

Teori Musik Abrah

|Views: 2,003|Likes:

More info:

Published by: Nur Milad Boarding School on Aug 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2014

pdf

text

original

SENI MUSIK Seni musik merupakan ungkapan pikiran dan perasaan manusia yang diwujudkan dalam alunan tinggi

rendahnya nada atau suara yang serasi dan merdu, sehingga menimbulkan kesan/pesan. Dengan kata lain, musik adalah kesatuan bunyi yang diatur menjadi suatu pola yang dapat mengungkapkan isi hati (perasaan) dalam suasana gembira, bahagia, ataupun sedih yang dikomunikasikan melalui melodi, ritme dan harmoni sehingga menimbulkan pesan kepada orang lain. Musik dapat disajikan dalam dua cara, yakni vokal dan instrumental. Bila musik disajikan secara vokal, maka yang menjadi sarana utamanya adalah mulut atau pita suara. Namun, bila musik disajikan secara instrumental, maka alat musik adalah sarana utamanya. Untuk
Not adalah tanda-tanda yang berupa lambang atau angka yang berfungsi untuk menyatakan tinggi dan rendahnya serta panjang pendeknya nada. Nada adalah suara yang teratur panjang pendeknya, keras lembutnya dan tinggi rendahnya. Sifat-sifat nada, antara lain: 1. Tinggi nada (pitch), ditentukan oleh frekuensi (banyaknya getaran bunyi per detik). Semakin banyak getaran, semakin tinggi nada itu. 2. Keras lunak nada (intensitas), ditentukan oleh kuat lemahnya bunyi itu disuarakan. Atau sering disebut dengan dinamika. 3. Panjang pendek nada (durasi), ditentukan oleh lamanya nada itu berbunyi atau bergetar. Semakin lama bunyi itu bergetar, semakin panjang suara atau nada tersebut berbunyi. 4. Warna suara (timbre), ditentukan oleh sumber bunyi nada itu. Satu sumber bunyi mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan sumber bunyi lain, tergantung pada bahan benda (kayu, logam, atau kulit), bentuk benda (tabung, kotak, balok, atau kerucut) dan cara memainkan (ditiup, dipetik, dipukul, atau digesek).

memainkan

musik

dengan

baik,

perlu

memahami beberapa aspek diantaranya notasi musik, nada, tangga nada, birama, irama, tempo dan dinamik. NOTASI MUSIK (MUSICAL NOTATIONS) Untuk menuliskan nada-nada, digunakan not sebagai satuan penulisan nada dan sistem pengaturan not itu disebut penulisan lagu atau notasi. Dengan notasi, kita dapat mengenal, membaca, mempelajari dan

menyanyikan lagu. Notasi musik yang umum ada dua macam, yaitu notasi angka dan notasi balok. NOTASI ANGKA (NUMERAL NOTATIONS) Notasi angka adalah sistem penulisan lagu/musik dengan menggunakan lambang angka. Angka yang dipakai adalah sebagai berikut:

1

2

3

4

5

6

7 ti

(0)

do re

mi fa sol la

(0) dalam notasi angka dgunakan sebagai tanda diam. 3 3 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 7 1 1 1
(titik di atas) (tanpa titik) (titik di bawah)

Notasi angka terdiri dari 3 oktaf, yaitu: 1. Oktaf tinggi :

1 1 1

2 2 2

2. Oktaf sedang : 3. Oktaf rendah :

1|Teori Dasar Musik

NOTASI BALOK (SCORE) Notasi balok adalah penulisan lagu/musik dengan menggunakan lambang-lambang pada balok-balok berupa jajaran baris. Agar dapat memahami penulisan not balok, kita harus mempelajari terlebih dahulu bagian-bagian yang ada pada sistem penulisan notasi balok tersebut. Bentuk, nama dan nilai not No. 1 Bentuk Not Nama Not penuh (whole note) Nilai Not Birama 4 4 ketukan Birama 8 8 ketukan

2

Not setengah (half note) Not seperempat

2 ketukan

4 ketukan

3

(quarter note) Not seperdelapan

1 ketukan

2 ketukan

4

(eight note) Not seperenambelas

½ ketukan

1 ketukan

5

(sixteenth note)

¼ ketukan

½ ketukan

Bentuk not berbeda-beda tergantung dari nilainya. Ada not yang memakai bendera dan ada juga not yang tidak memakai tangkai (perhatikan tabel di atas!).

Bentuk, nama dan nilai tanda diam No. Bentuk Not Nama Nilai Not Birama 4 Birama 8

1

Not penuh (whole note)

4 ketukan

8 ketukan

2

Not setengah (half note)

2 ketukan

4 ketukan

3

Not seperempat (quarter note)

1 ketukan

2 ketukan

4

Not seperdelapan (eight note)

½ ketukan

1 ketukan

5

Not seperenambelas (sixteenth note)

¼ ketukan

½ ketukan

Tanda diam adalah lambang yang digunakan dalam musik yang menyatakan berapa lama berhenti atau beristirahat sewaktu menyanyikan sebuah lagu. Terdapat beberapa bentuk tanda diam dan nilainya (perhatikan tabel di atas!).

2|Teori Dasar Musik

GARIS PARANADA (STAFF) Garis paranada terdiri dari lima garis sejajar yang jarak atau panjangnya sama dan empat spasi. Sangkar nada

digunakan untuk meletakan not dan tanda diam, baik di garis maupun di spasi. Garis dalam paranada dihitung dari bawah ke atas. Jadi, nomor urut kecil dari bawah (perhatikan gambar). Cara menuliskan not balok pada sangkar nada adalah sebagai berikut:  Pada garis sangkar nada

Pada spasi

Perhatikan cara penulisan not di atas! Arah tiang menghadap ke atas, apabila not berada di bawah garis ke tiga. Sedangkan arah tiang menghadap ke bawah, apabila not berada di atas garis ke tiga. Pada garis ke tiga, arah tiang boleh menghadap ke atas atau ke bawah, tergantung selera.

Penulisan not di luar garis

Penulisan tanda diam

Menuliskan tanda diam pada sangkar nada lebih mudah daripada menuliskan not, karena menulis tanda diam letaknya tetap di antara garis kedua dan keempat.

ALPHABET DALAM MUSIK (MUSICAL ALPHABET) Nama-nama dalam musik (musical alphabet) menggunakan 7 huruf pertama dari abjad biasa, dimulai dari: A – B – C – D – E – F – G Penyusunan sesuai urutan abjad dimulai dari manapun. setelah nada G selalu kembali ke A Berikut contohnya:

Atau:

3|Teori Dasar Musik

TANDA KUNCI (KEY SIGNATURES) Kunci merupakan tanda yang digunakan dalam penulisan lagu pada garis paranada atau not balok untuk mengetahui letak nada. Kunci menunjukkan letak nada. Misalnya kunci G menunjukkan letak nada G. Ada tiga macam kunci yang biasa digunakan dalam musik, yaitu: kunci G, kunci F dan kunci C.  Kunci G Kunci G adalah kunci yang bentuknya seperti kepala biola. Kunci G disebut juga kunci biola karena kunci G digunakan untuk menuliskan nada-nada tinggi. Kunci G digunakan untuk menunjukkan letak nada G pada garis kedua. Letak nada di garis paranada dengan kunci G:

a

nama mutlak

:

C

D

E

F

G

A

B

C’

Kunci F Kunci F adalah kunci yang biasa digunakan untuk menuliskan nada-nada rendah, maka kunci F disebut juga kunci Bass. Letak kunci F pada garis paranada ada di garis keempat, maka menunjukkan nada F di garis keempat. Letak nada di garis paranada dengan kunci F:

nama mutlak

:

F

G

A

B

C

D

E

F

Kunci C Kunci C adalah kunci yang menunjukkan letak nada C, digunakan untuk menuliskan nada sedang (misal pada biola alto). Letak nada di garis paranada dengan menggunakan kunci C:

nama mutlak tambahan:

:

C

D

E

F

G

A

B

C

 Kunci Netral Atau Digunakan untuk instrumen yang tidak bernada (contoh: bass drum, cymbal).

4|Teori Dasar Musik

DURASI NOT (NOTE DURATIONS) Pengelompokan durasi notasi (pada birama 4/4):

Atau:

Atau: = 4 ketuk/beat = 1 bunyi dalam 4 ketuk = 2 ketuk/beat = 1 bunyi dalam 2 ketuk = 1 ketuk/beat = 1 bunyi dalam 1 ketuk = 1 ketuk/beat = 2 bunyi dalam 1 ketuk = 1 ketuk/beat = 4 bunyi dalam 1 ketuk = 1 ketuk/beat = 8 bunyi dalam 1 ketuk

NOT Dengan TANDA TITIK (DOTED NOTE), TIES & SLURS TANDA TITIK Penggunaan titik pada not balok tidak selalu sama dengan penggunaan pada notasi angka, bisa jadi berbeda fungsi dan nilainya. Fungsi titik pada not balok ada dua macam. Untuk lebih jelasnya, perhatikan hal-hal berikut ini! a. Titik di samping kanan not, berfungsi untuk menambah nilai not, setengah dari nilai not tersebut. = bernilai 1 ketukan Contoh:  ( ) not ini dalam birama empat bernilai 1 ketukan. ( ) not ini sekarang bernilai satu setengah ketukan, karena terdapat tanda titik di depannya.
5|Teori Dasar Musik = bernilai 1 ½ ketukan

b. Titik di bawah atau di atas not, mengurangi panjang bunyi nada, sehingga menjadi terputus-putus (patah-patah). Disebut sebagai staccato.

dalam notasi angka:

1

3

5

7

2

1

6

4

2

1

TIES Tie adalah “garis melengkung” yang menghubungkan dua not dengan nada yang sama, yang berfungsi memperpanjang durasi.

SLURS/LEGATURA Slurs adalah “garis melengkung” yang menyambungkan dua not dengan nada yang saling berbeda, menunjukkan frase kecil antara dua nada.

TANDA BIRAMA (TIME SIGNATURES) & IRAMA (RHYTHM)  Tanda birama/tanda sukat. Birama adalah kelompok denyut musik dengan sistem hitungan tetap, yang pada hitungan pertama bertekanan lebih kuat (aksen), muncul secara teratur dan berulang-ulang selama permainan musik berlangsung. Dalam notasi musik, kelompok-kelompok denyutan musik tersebut dipisahkan oleh garis tegak lurus yang disebut garis birama, sehingga notasi terlihat lebih jelas, bersekat dan membentuk ruas-ruas. Ruas-ruas tersebut dinamakan ruas birama. Penulisan notasi musik selalu menggunakan tanda birama karena berfungsi untuk menentukan jumlah hitungan dalam setiap ruas birama dan menunjukkan nama not yang bernilai satu hitungan. Tanda birama biasanya ditulis setelah tanda mula yang dinyatakan dengan angka tersusun. Angka di atas menunjukkan jumlah hitungan dalam setiap ruas birama dan angka di bawah, menunjukkan not yang bernilai satu hitungan.

6|Teori Dasar Musik

= setiap ruas birama terdapat empat hitungan/ketukan

= satuan not adalah not seperempat ( )

Jadi, birama 4/4 artinya dalam setiap ruas birama terdapat empat hitungan/ketukan not seperempat ( )

Tanda Birama

Garis Birama

Ruas Birama

Garis Penutup Birama

Birama yang sering digunakan dalam lagu diantaranya adalah birama 2/4, 3/4, 4/4 dan 6/8. Contoh: a. Birama 2/4

b. Birama 3/4

c. Birama 4/4

d. Birama 6/8

Irama dan ritme. Irama adalah panjang pendeknya nada dibunyikan dalam sebuah melodi. Keindahan irama lebih terasa karena adanya jalinan nilai dari satu-satuan bunyi. Ritme adalah aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa gerak melodi. Ritme dapat dirasakan dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang. Pola irama musik memberikan perasaan ritmis karena pada dasarnya irama adalah yang menggerakkan perasaan kita. Masing-masing musik menghasilkan pola irama dan warna yang berbeda, sehingga kita dapat mengenal berbagai irama seperti, gamelan, melayu, gambus, pop, dangdut, keroncong, blues, jazz, rock, metal, reggae, hiphop, dll.

TANDA TEMPO Tempo berfungsi untuk menyatakan capat lambatnya lagu dimainkan. Tempo pada lagu biasanya ditulis di atas sebelah kiri lagu, baik pada lagu notasi balok maupun notasi angka. Musik pada dasarnya terdiri atas ketukan-ketukan. Oleh karena itu, kecepatannya dapat diukur. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan lagu atau banyaknya hitungan dalam satu menit disebut metronome maelzel, sering disingkat dengan inisial M.M. Nama tersebut diambil dari penciptanya Johan Nepomuk Maelzel (1770-1838) dari Switzerland. Misalnya, lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman ditulis dengan tempo M.M.  96, artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dalam kecepatan 96 ketukan dalam waktu satu menit, dengan not seperempat sebagai satuan hitungannya (kerena menggunakan tanda birama 4/4).
7|Teori Dasar Musik

Tempo lagu dapat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: lambat, sedang dan cepat. Berikut istilah-istilah tanda tempo:  Tanda tempo lambat - Grave = sangat lambat dan khidmat (40-44 M.M.) - Largo = lambat dan agung (46-50 M.M.) - Adagio = sedikit lebih cepat dari Largo (52-54 M.M.) - Lento = lambat (56-58 M.M.)  Tanda tempo sedang - Andante = secepat orang berjalan (72-76 M.M.) - Andantino = lebih cepat dari Andante (80-84 M.M.) - Maestoso = agung dan mulia (88-92 M.M.) - Moderato = sedang (96-104 M.M.)  Tanda tempo cepat - Allegretto = agak cepat dan riang (108-116 M.M.) - Allegro = cepat, hidup dan riang (132-138 M.M.) - Vivace = hidup dan riang (160-176 M.M.) - Presto = cepat (184-200 M.M.) Selain itu, ada tanda-tanda lain yang menunjukkan kecepatan lagu, yaitu: - Accelerando (accel) = semakin cepat - Ritardando (rit) = semakin lambat Fermata () Staccato ( ) = lamanya diatur oleh penyanyi atau dirigen = terputus-putus

Metronome = Alat untuk mengukur ketepatan tempo TANDA DINAMIKA (DYNAMICS) Tanda dinamika adalah tanda untuk menentukan keras lembutnya lagu dimainkan atau dinyanyikan. Tanda dinamika biasanya ditulis di atas not dan pengaruhnya hanya berlaku pada not di bawahnya atau yang terdekat. Tanda dinamika pada umumnya dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu:  Tanda dinamika lembut - p (piano) = lembut - pp (pianissimo) = sangat lembut - ppp (pianisissimo) = selembut-lembutnya  Tanda dinamika sedang - mp (mezzo piano) = agak lembut - mf (mezzo forte) = agak keras - fp (forte piano) = keras segera menuju lembut  Tanda dinamika keras - f (forte) = keras - ff (fortissimo) = sangat keras - fff (fortisissimo) = sekeras-kerasnya  Tanda dinamika peralihan = crescendo (cresc.) = makin lama makin keras = decrescendo (decresc.) = makin lama makin lembut = mezzo di voce = mengeras lalu berkurang dan melembut

8|Teori Dasar Musik

TANDA ALTERASI/KROMATIK (ALTERATIONS/CHROMATIC) Tanda alterasi (kromatis) adalah tanda yang digunakan dalam musik untuk mengubah nada, dengan demikian nada tersebut akan naik atau turun setengah (semi tone). Nada yang dinaikkan atau diturunkan setengah disebut nada kromatis atau nada sisipan. Pada notasi balok, penaikan dan penurunan nada dilakukan dengan menggunakan tanda alterasi (kromatik). Tanda ini ditulis di depan nada notasi balok yang akan dinaikan atau diturunkan setengah.  Tanda Kres ( /SHARP) berfungsi untuk menaikan 1/2 nada (semi tone). Semua nada yang diberi tanda kres dibaca dengan akhiran is.

TANDA KRES (

)

C# = cis D# = dis E# = eis F# = fis G# = gis A# = ais B# = bis
TANDA MOL (

)

Cb =ces Db = des Eb = es Fb = fes Gb = ges Ab = as Bb = bes

 Tanda Mol ( /FLAT) berfungsi untuk menurunkan 1/2 nada (semi tone). Semua nada yang diberi tanda mol dibaca dengan akhiran es, kecuali nada A dan E yang diakhiri s.  Tanda Pugar ( /NATURAL) berfungsi untuk mengembalikan nada yang telah dinaikan atau diturunkan ke posisi nada semula/asal.
Menaikan atau menurunkan nada sebanyak 1, dapat dilakukan dengan menggunakan dua tanda kres (

/x) atau dua tanda mol ().

TANDA ULANG (REPEAT) Tanda ulang adalah tanda mengulang notasi, berbentuk dua garis tegak tipis, tebal bertitik dua. Tanda ulang berfungsi untuk meringkaskan tulisan musik. Dalam penulisan lagu ada beberapa jenis pengulangan yang digunakan, diantaranya: a. A B C D Pada bentuk pengulangan seperti ini, lagu dinyanyikan/dimainkan dari A – B – C – D, kemudian diulang dari C dan berakhir di D. b.

A B C D Pada bentuk pengulangan seperti ini, lagu dinyanyikan/dimainkan dari A – B – C, kemudian diulang A – B – D. c.

A B C D D.C. singkatan dari dacapo (kepala), merupakan tanda yang menunjukkan agar komposisi musik atau lagu diulang mulai dari awal. Fine artinya akhir lagu. D.C. al Fine artinya ulang dari awal dan berakhir pada Fine. Jadi, pada bentuk pengulangan seperti ini, lagu dinyanyikan/dimainkan dar A – B – C – D, kemudian diulang dari A – B dan berakhir di C.

9|Teori Dasar Musik

d.

A B C D D.S. singkatan dari dalsegno, artinya ulang dari tanda . Fine artinya akhir lagu. D.S. al Fine artinya ulang dari tanda  dan berakhir pada Fine. Jadi, bentuk pengulangan seperti ini, lagu dinyanyikan/dimainkan dari A – B – C – D, kemudian diulang dari B dan berakhir di C. PERBANDINGAN NOT ANGKA & NOT BALOK Untuk mentranspor not angka ke not balok atau sebaliknya, hendaklah diketahui harga dari masingmasing not tersebut. Untuk itu coba perhatikan harga not angka di bawah ini dan bandingkan dengan bentuk not baloknya.
Contoh:

Not angka Harga not Not balok

: 3 . . 5 : 3/4 :

4

3
1/2

.

2
1/2

.

3
1/4

4

4

4

4
1/4

3
1

2 . . .

1/8 1/8

1/8 1/8 1/8 1/8

NADA, TANGGA NADA & INTERVAL  Nada Nada merupakan unsur utama dalam musik. Nada adalah bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar dengan kecepatan getar secara teratur. Tinggi rendah frekuensi getarnya menentukan tinggi rendahnya nada. Sekumpulan nada yang frekuensi getarnya berbeda satu sama lain dengan jarak tinggi rendah yang teratur dan tersusun secara urut dalam satu oktaf disebut Tangga Nada. Jarak antar nada yang tinggi rendahnya berbeda dalam satu sistem tangga nada disebut Interval.  Tangga Nada Tangga nada adalah rangkaian nada yang tersusun berjenjang menurut urutan naik turun dimulai dari nada dasar sampai dengan nada oktafnya (C – C’) dengan jarak tertentu, atau sebaliknya. Tangga nada memiliki dua jenis jarak antar nada (interval), yaitu: jarak 1 dan jarak 1/2. Suatu tangga nada yang mempunyai dua macam jarak nada (1 dan 1/2) disebut dengan tangga nada diatonis. Tangga nada diatonis terbagi menjadi dua macam: 1. Tangga nada diatonis Mayor: C – D – E – F – G – A – B – C’ 2. Tangga nada diatonis minor : A – B – C – D – E – F – G – A’ Pada bagian ini kita akan mempelajari tangga nada diatonis Mayor. Tangga nada diatonis Mayor adalah tangga nada yang memiliki susunan jarak: 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 – ½. Ciri lain dari tangga nada diatonis Mayor adalah nada dasar yang digunakan selalu (do) dan yang menjadi oktafnya adalah pengulangan nada dasar tersebut. Berbeda dengan tangga nada diatonis minor yang menggunakan nada dasar (la). Bagaimana cara menentukan nada Tanda alterasi (kromatis): dasar pada tangga nada diatonis Mayor. Kres () berfungsi untuk menaikan ½ nada Untuk menentukan dan menyusun nada Mol () berfungsi untuk menurunkan ½ nada dasar pada tangga nada diatonis Mayor berkres ( ) dan bermol pada tangga nada diatonis C Mayor (tangga nada Natural), yakni: C – D – E – F – G – A – B – C’ dengan jarak 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 – ½

( ), kita mengacu

10 | T e o r i D a s a r M u s i k

A. Tangga nada Diatonis Mayor ber-kres ( ) Aturan dalam menentukan dan menyusun nada dasar pada tangga nada diatonis Mayor berkres ( ) adalah: 1. Nada pertama tangga nada yang baru merupakan nada kelima dari tangga nada sebelumnya. 2. Nada yang mendapat tanda alterasi (kromatik) kres pertama kali adalah nada yang ketujuh, untuk memenuhi pola tangga nada Mayor yang berjarak 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 – ½ , sehingga jika susunan tangga nada berubah, maka nada yang ketujuh harus memakai tanda kres ( ). Perhatikan bagan di bawah ini! 1 C 2 D 3 E 4 F 5 G 1 G 6 7 8 = C Mayor (Natural) A B C’ 2 3 4 5 6 7 8 A B C D E (F#) G’ D Mayor (2#) = 1 2 3 4 D E (F#) G

= G Mayor (1#) 5 A 6 B 7 (C#) 8 D’

“Buatlah latihan seperti bagan di atas untuk menentukan dan menyusun nada dasar pada tangga nada diatonis Mayor berkres yang lain!”

B. Tangga nada Diatonis Mayor ber-mol ( ) Aturan dalam menentukan dan menyusun nada dasar pada tangga nada diatonis Mayor bermol ( ) adalah: 1. Nada dasar pada tangga nada yang baru merupakan nada keempat dari tangga nada sebelumnya. 2. Nada yang mendapat tanda alterasi (kromatik) mol pertama kali adalah nada yang keempat, untuk memenuhi pola tangga nada Mayor yang berjarak 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 – ½ , sehingga jika susunan tangga nada berubah, maka nada yang ketujuh harus memakai tanda mol ( ). Perhatikan bagan di bawah ini! 1 C 2 D 3 E 4 5 6 F G A 1 2 3 F G A Bb Mayor (2b) = 7 B 4 Bb 1 Bb 8 C’ 5 C 2 C = C Mayor (Natural) 6 D 3 D 7 E 4 Eb 8 F’ 5 F = F Mayor (1b) 6 G 7 A 8 Bb’

“Buatlah latihan seperti bagan di atas untuk menentukan dan menyusun nada dasar pada tangga nada diatonis Mayor bermol yang lain!”

Beberapa tangga nada lain yang umum dipergunakan, yaitu: 1. Tangga nada kromatik Adalah tangga nada yang susunan nadanya berjarak ½. a. Tangga nada kromatik kres (#)

b. Tangga nada kromatik mol (b)

11 | T e o r i D a s a r M u s i k

c. Nada enharmonis Adalah dua nada atau lebih yang berbeda nama tetapi merupakan nada yang sama. Perhatikan contoh berikut! C – Cis – D – Dis – E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B – C’ C – Des – D – Es – E – F – Ges – G – As – A – Bes – B – C’ Dari contoh di atas jelas terlihat bahwa:  Nada Cis enharmonis dengan nada Des  Nada Dis enharmonis dengan nada Es  Nada Fis enharmonis dengan nada Ges  Nada Gis enharmonis dengan nada As  Nada Ais enharmonis dengan nada Bes 2. Tangga nada pentatonik Adalah tangga nada yang hanya menggunakan nada terdiri dari lima nada. Penta artinya lima, sedangkan tone artinya nada, jadi pentatonik artinya lima nada. Tangga nada pentatonic banyak ragamnya, tapi yang diutarakan disini diantaranya: a. Tangga nada Pelog Lagu yang menggunakan tangga nada ini pada umumnya bersifat tenang dan mulia. Susunan tangga nada nadanya yang sudah disempurnakan dapat ditulis dalam tangga nada sebagai berikut:

2 ½ 1 2 ½ ½ 2 1 ½ 2 b. Tangga nada Salendro Lagu yang menggunakan tangga nada ini pada umumnya bersifat gembira dan lincah. Susunan tangga nadanya yang sudah disempurnakan dapat ditulis dalam bentuk tangga nada sebagai berikut:

1

1

1

1½ 1½

1

1

1

INTERVAL Interval adalah jarak antar nada yang satu dengan yang lain. Jarak nada dihitung menurut susunan oktafnya, baik dalam susunan yang naik maupun sususnan yang turun, akan memiliki keadaan suara yang berlainan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan table berikut! Contoh Nada C–C C–D C–E C–F C–G C–A Jarak Nada 0 nada 1 nada 2 nada 2 ½ nada 3 ½ nada 4 ½ nada Nama Interval Prim Sekon Terts Kuart Kwint Sekts
12 | T e o r i D a s a r M u s i k

C–B C – C’

5 ½ nada 6 nada

Septim Oktaf

Untuk menghitung besar interval dalam not balok, setiap garis dan spasi dihitung mulai dari not yang paling rendah sampai not tertentu di atasnya.

Bagan Interval

Prim Kuart Kuint Oktaf Murni

Lebih (augmented)

Kurang (diminished)

Sekon Terts Sekst Septi m Besar (Mayor)

Kecil (minor) Kurang (diminished) Lebih (augmented)

Contoh: 1. C – C C – C# (cis) C – Cb (ces) 2. C – G C – G# (gis) C – Gb (ges)

jarak 0 jarak ½ jarak ½ jarak 3 ½ jarak 4 jarak 3

dinamai dinamai dinamai dinamai dinamai dinamai

prime murni prime lebih prime kurang kuint murni kuint lebih kuint kurang

13 | T e o r i D a s a r M u s i k

3. C – E C – Eb (es) C – E# (eis) C – Ebb (eses)

jarak 2 jarak 1 ½ jarak 2 ½ jarak 1

dinamai dinamai dinamai dinamai

terts besar terts kecil terts lebih terts kurang

HARMONI Harmoni berarti keselarasan, seimbang atau serasi. Dari keselarasan inilah terpancar keindahan. Suatu karya seni dikatakan indah, apabila unsur keindahan yang terdapat di dalamnya mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya, bahkan saling mendukung dan saling mengisi. Harmoni dalam musik secarca luas berarti adanya keselarasan nada-nada, melodi, irama dan sebagainya. Hal yang penting kita bahas sehubungan dengan keselarasan ini adalah perpaduan antara nada-nada yang serasi yang biasa disebut akord (trinada). AKOR Akor adalah paduan beberapa nada yang apabila dimainkan atau dinyanyikan secara serempak akan terdengar harmonis. Oleh karena itu, akor terbentuk berdasarkan aturan-aturan ilmu harmoni. Jadi bukan sembarang nada.
Untuk memahami akor secara lebih dalam, kita lebih dulu harus mengetahui interval (sudah dibahas di materi Interval).

1. Akor dua suara (dwinada) Pembentuk akor pada dasarnya dimulai dari sebuah nada yang dijadikan sebagai nada dasar. Perhatikan contoh berikut!

Coba bunyikan akor dua nada di atas, kemudian dengarkan baik-baik muali dari nomor 1 sampai 8, yang terdiri dari interval prim sampai oktaf! Ternyata ada dua akor yang tidak selaras, yaitu nomor 2 dan 7 yang berinterval sekon dan septim. Kedua akor tersebut terdengar disonan (tidak selaras), sedangkan akor lainnya terdengar selaras atau harmonis. Cobalah dengarkan sekali lagi akor sekon dan septim di bawah ini! Kemudian dengarkan akor ters dan kwint di sampingnya!

Berdasarkan uraian tadi, dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Akor dua suara yang harmonis tersusun dari dua nada yang mempunyai interval prim, terts, kuart, kwint, sekst dan oktaf. b. Akor dua suara yang disharmonis tersusun dari dua nada yang mempunyai interval sekon dan septim. Gerakan akor dengan jarak yang tetap dapat membosankan, karena itu harus bervariasi (bergantian). Ada tiga macam gerak alor, yaitu: sejajar, berlawanan dan bervariasi.
(sejajar)

(berlawanan)

14 | T e o r i D a s a r M u s i k

(variasi)

2. Akor tiga suara (trinada) Akor dasar dikatakan lengkap apabila terdiri dari tiga nada (trinada). Perhatikan trindada dalam tangga natural (C) pada not balok di bawah ini!

Amatilah susunan nada di atas, kemudian bunyikan secara bersamaan! Dengarkan dengan seksama muali dari I sampai VII! Susunan nada tersebut dapat membentuk akor yang harmonis. Nada-nada pokok dalam susunan nada dasar yang terletak di bawah disebut nada bass. Akor trinada mendapat sebutan berdasar tingkat kedudukannya dalam tangga nada. Berikut nama-nama akor dari tangga nada natural (C Mayor): Tingkat Akor I II III IV V VI VII Nama Akor Tonika Supertonika Median Sub Dominan Dominan Sub Median Leading Note Susunan Nada dalam C Mayor C–E–G D–F–A E–G–B F–A–C G–B–D A–C–E B–D–F Akor Mayor minor minor Mayor Mayor minor diminished

Setiap trinada dikatakan Mayor, apabila intervalnya terdiri dari terst besar dan kwint murni. Contoh trinada Mayor (besar):  C–E–G= C – E berjarak 2 = terst besar 2 1½ C – G berjarak 3½ = kwint murni  F–A–C= F – A berjarak 2 = terst besar 2 1½ F – C berjarak 3½ = kwint murni  G–B–D= G – B berjarak 2 = terst besar 2 1½ G – D berjarak 3½ = kwint murni Dalam tangga nada natural (C Mayor), akor Mayor terdapat pada tingkat I, IV dan V. Ketiga trinada tersebut disebut sebagai akor pokok. Walaupun hanya dengan tiga macam akor, sebuah lagu sudah dapat diiringi dengan baik. Trinada pada tingkat II, III dan VI disebut akor minor karena interval bawaannya terdiri dari terst kecil dan kwint murni. Contoh trinada minor (kecil):  D–F–A= D – F berjarak 1½ = terst kecil 1½ 2 D – A berjarak 3½ = kwint murni  E–G–B= E – G berjarak 1½ = terst kecil
15 | T e o r i D a s a r M u s i k

1½ 2 E – B berjarak 3½ = kwint murni A–C–E= A – C berjarak 1½ = terst kecil 1½ 2 A – E berjarak 3½ = kwint murni Sedangkan trinada tingkat VII disebut akor kurang (diminished) karena interval bawaannya terdiri dari terst kecil dan kwint kurang. Contoh trinada diminished (kurang):  B–D–F= B – D berjarak 1½ = terst kecil 1½ 2 B – F berjarak 3 = kwint kurang 
Manfaat akor dalam lagu Penerapan harmoni yang baik akan menampilkan sebuah lagu menjadi indah dan menarik. Oleh karena itu, penggunaan akor dalam mengiringi sebuah lagu dan mengaransemennya harus memperhatikan melodi, aksen, frase lagu dan irama serta alur gerak akor. Dalam mengaransir lagu, penempatan akor dapat jatuh pada ketukan kuat atau ketuka lemah, begitu juga dengan membuat paduan nada melodi tidak boleh tenggelam, karena keindahan lagu terdapat pada melodi.

16 | T e o r i D a s a r M u s i k

LEMBAR KERJA SISWA

Nama Sekolah ………………………………… …………………... : ……………………………………….. : ………………………………………..

Nama Kelas

LATIHAN 1
1. Lengkapilah not di bawah ini dengan memberikan tangkai dan bendera yang benar, sesuai harga notnya! a.

Semua not 1/4 b.

Not: 1/2 c.

1/8

1/8

1/4

1/4

1/8

1/8

1/2

Not:

1/4

1/8 1/16 1/4

1/8 1/16

1/4

1/8

1/8

1/8

½

2. Buatlah tanda diam pada garis paranada berikut!

1/4

1/16

1/2

1/8

penuh

3. Lengkapilah table berikut ini dengan jawaban yang benar! a.

No. 1 2 3 4 5

Bentuk Not ………..

Nama Not penuh ………… …………

Nilai Not Birama 4 Birama 8 ………. 2 ketukan ………. ………. ………. ………. ………. ……….

………..

…………

Not seperdelapan

…………

…………

……….

½ ketukan

17 | T e o r i D a s a r M u s i k

b.

No. 1

Bentuk Not ………..

Nama

Nilai Not Birama 4 Birama 8 ………. 2 ketukan ………. ………. ………. ……….

Not penuh (whole note) ………. ……….

2 3

………..

4

………..

Not seperdelapan (eight note) ……….

……….

……….

5

………...

……….

½ ketukan

4. Susunlah pada garis paranada! a. Buatlah 4 not penuh di garis tiga, 4 not seperempat di spasi dua, 4 not setengah di garis empat dan 4 not seperdelapan di spasi empat. b. Buatlah tanda diam setengah, tanda diam seperempat, tanda diam penuh, tanda diam seperenambelas dan tanda diam seperdelapan.

LATIHAN 2
1. Sebutkan nama mutlak not di bawah ini! a.

….. b.

…..

…..

…..

…..

…..

…..

…..

….. c.

…..

…..

…..

…..

…..

…..

…..

….. 2. 3.

…..

…..

…..

…..

…..

…..

…..

Susunlah pada garis paranada dengan menggunakan kunci G nada-nada berikut ini, dengan lambang not 1/4: a', c’, b’, d’, g’, e’,f’, d’’ dan c’’! Susunlah pada garis paranada dengan menggunakan kunci F nada-nada berikut ini, dengan lambang not 1/2: c, A, d, f, g, a, B, c, e, G, b dan F!

18 | T e o r i D a s a r M u s i k

LATIHAN 3
1. Peragakanlah ketukan irama dan birama di bawah ini! a)

b)

c)

2. Lengkapilah setiap ruas birama notnya, agar sesuai ketukan biramanya! a)

b)

c)

19 | T e o r i D a s a r M u s i k

LATIHAN 4
Isilah titik-titik di bawah ini dengan salah satu jawaban yang tersedia pada bagian bawah pertanyaan ini! 1. Untuk menyatakan keras lunaknya suatu lagu digunakan tanda…. 2. Untuk menyatakan cepat lambatnya lagu digunakan tanda…. 3. Lagu yang dinyanyikan secara terputus-putus digunakan tanda…. 4. Lagu dinyanyikan dengan tempoi sedang disebut…. 5. lambing tersebut adalah…. 6. 7. 8. 9. 10. a. b. c. d. e. f. g. h. Memperpanjang nilai nada lamanya tidak tertentu (diatur oleh penyanyi atau dirigen) disebut…. Garis lengkung yang menghubungkan dua not yang berbeda tingginya disebut…. Lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” bertanda tempo…. Alat pengukur tanda tempo adalah…. Tanda kromatik yang digunakan untuk meninggikan 1/2 nada adalah…. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Staccato i. Maestoso Kres j. Andante Moderato k. Ligature Mol l. Metronome Fermata m. Crescendo Titik n. Tempo Dinamika o. Decrescendo Legato

LATIHAN 5
1. Tanda disebut…. 2. Tanda tersebut berfungsi untuk…. 3. Latihan penggunaan tanda
C E F A D C# E# F# A# D# dibaca dibaca dibaca dibaca dibaca …. …. …. …. ….

4. Tanda disebut…. 5. Tanda tersebut berfungsi untuk…. 6. Latihan penggunaan tanda
D E A B G Db Eb Ab Bb Gb dibaca dibaca dibaca dibaca dibaca …. …. …. …. ….

7. Tanda disebut…. 8. Tanda tersebut berfungsi untuk.... 9. D.C. al Fine artinya.... 10. D.S. al Fine artinya....

20 | T e o r i D a s a r M u s i k

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->