PATOFISIOLOGI HEMOROID

HEMOROID BAB I PENDAHULUAN

Hemoroid dikenal di masyarakat sebagai penyakit wasir atau ambeien merupakan penyakit yang sering dijumpai dan telah ada sejak jaman dahulu. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengerti bahkan tidak tahu mengenai gejalagejala yang timbul dari penyakit ini. Banyak orang awam tidak mengerti daerah anorektal (anus dan rektum) dan penyakit-penyakit umum yang berhubungan dengannya. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah berupa tinja keluar dari dalam tubuh. Sedangkan rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan di atas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Penelitian menunjukkan bahwa ada 1,5 juta resep untuk penyakit hemoroid setiap tahunnya dan disebutkan pula bahwa dari tahun ke tahun, jumlah penderita hemoroid yang menjalani rawat inap di rumah sakit semakin berkurang. Berdasarkan statistik, jumlah tindakan hemoroidektomi menurun. Hemoroid dapat menyerang pada laki-laki maupun perempuan. Di sisi lain, resiko hemoroid justru meningkat seiring bertambahnya usia. Usia puncak adalah 45-65 tahun. Semua orang dapat terkena wasir. Namun yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan anak lebih dari sekali). Insidensinya sekitar 5-35 % dari masyarakat umum dan terutama yang berusia lebih dari 25 tahun, dan jarang terjadi di bawah usia 20 tahun kecuali wanita hamil. Wasir (hemorrhoid) pada ibu hamil umumnya terjadi akibat tekanan mendesak dari pertumbuhan janin pada vena hemorrhoid. Perlu diketahui bahwa ibu hamil sangat rentan menderita wasir karena meningkatnya kadar hormon seks wanita, yang melemahkan dinding vena di bagian anus. Banyak ibu hamil yang menderita wasir setelah 6 bulan usia kehamilan karena adanya peningkatan tekanan vena dalam area panggul. Beberapa wanita juga mengalami wasir selama persalinan akibat tekanan bayi yang kuat. Komplikasi setelah melahirkan juga memicu terjadinya wasir. Hemoroid merupakan penyakit daerah anus yang cukup banyak ditemukan pada praktek dokter sehari- hari. Di RSCM selama 2 tahun dari 414 kali pemeriksaan kolonoskopi didapatkan 108 (26,09%) kasus hemoroid. Hemoroid memiliki sinonim

1

faktor genetika/ keturunan. Sejak dulu hemoroid hanya diobati oleh dukun-dukun wasir dan dokter bedah. tumor usus). hemorroid interna dan eksterna. namun dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Apalagi kalau hendak buang hajat (BAB). Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa. lebih banyak tidur. 2 . serta adanya benjolan di dubur. ambeien. baik untuk posisi duduk maupun berdiri. cara buang air besar yang tidak benar. Hemoroid memiliki faktor resiko cukup banyak. dubur terasa panas. penyakit yang meningkatkan tekanan intraabdomen (tumor abdomen. seseorang sering meringis kesakitan. diantaranya adalah: kurang mobilisasi. Keluhan penyakit ini antara lain: rasa sakit dan sulit saat buang air besar. Hemoroid atau wasir memang menjadi momok bagi sebagian orang yang menderitanya. Benjolan didalam anus sangat membuat rasa tidak nyaman. wasir atau southern pole disease dalam istilah di masyarakat umum. konstipasi.piles. serosis hati. Hemoroid atau “wasir” merupakan vena varikosa pada kanalis dan dibagi menjadi 2 jenis yaitu. Kedua jenis hemoroid ini sangat sering dijumpai dan terjadi sekitar 35% penduduk berusia lebih dari 25 tahun. akan tetapi akhir-akhir ini karena kasusnya makin banyak semua dokter diperbolehkan menangani hemoroid. perdarahan melalui dubur dan lain-lain. kurang minum air. kehamilan. kurang makanan berserat (sayur dan buah).

berbeda dengan kulit kanalis. 1990). Sedangkan vena-vena dari kanalis anal dan rektum mengikuti perjalanan yang sesuai dengan perjalanan arteri.1. yang disebut columns of Morgagni. 3 . dan pleksus hemoroidalis inferior (eksterna) yang terletak di bawah anorectal junction dan di luar lapisan otot. Arteri hemoroidalis inferior dicabangkan oleh arteri pubenda interna yang merupakan cabang dari arteri iliaca interna. 1997).BAB II PEMBAHASAN 2. yang masing masing memiliki cabang terminal dari arteri rektal superior dan vena. Mukosa bagian teratas dari kanalis anal berkembang sampai 6-10 lipatan longitudinal. dimana vena membentuk pleksus vena yang menonjol. Mukosa glandular relatif tidak sensitif. Mekanisme spinter anal memiliki tiga unsur pembentuk. Arteri hemoroidalis media merupakan cabang ke anterior dari arteri hipogastrika. 1990). Setengah bagian atas dari kanalis anal dilapisi oleh mukosa glandular rektal. Anatomi Kanalis Anal Kanalis anal memiliki panjang sekitar 4 cm. ketika arteri tersebut melewati bagian atas spina ischiadica. Spinter eksternal dan puborektalis sling (yang merupakan bagian dari levator ani) muncul dari dasar pelvis (Churchill. Vena-vena ini berasal dari 2 pleksus yaitu pleksus hemoroidalis superior (interna) yang terletak di submukosa atas anorectal junction. posterior kanan dan kuadran anterior kanan. kulit terbawahnya lebih sensitif (Churchill. Arteri hemoroidalis superior merupakan kelanjutan akhir arteri mesentrika inferior. spinter internal. spinter eksternal dan puborektalis. dan inferior. yang dikelilingi dengan mekanisme sfingter anus. Spinter internal merupakan kontinuasi yang semakin menebal dari muskular dinding ginjal. Vaskularisasi rektum dan kanalis anal sebagian besar diperoleh melalui arteri hemoroidalis superior. Lipatan-lipatan ini paling menonjol di bagian lateral kiri. media. Perhatikan Gambar 1 (Sobiston.

arteri rectalis media cabang arteri hipogastrica. dan pengaliran limfe berbeda juga. sedangkan rectum berasal dari entoderm. innervasi. dan arteri 4 . Rectum mendapat vascularisasi dari arteri rectalis superior cabang dari arteri mesenterica inferior. Persarafan parasimpatik (nervi erigentes) berasal dari saraf sakral kedua. dan keempat. Rectum dibagi menjadi 2 bagian. Karena perbedaan asal inilah maka vaskularisasi. Vaskularisasi Vena-Vena Kanalis Anal Persarafan rektum terdiri atas sistem saraf simpatik dan parsimpatik. Syamsuhidajat.2. dan media sphincter ani externus. Fisiologi Rektum dan Anus ` Rectum adalah bagian terminal dari intestinum crasum yang merupakan kelanjutan dari colon sigmoideum. Di anus terdapat otot-otot sphincter yang mengatur kontraksinya antara lain : media levator ani. demikian pula epitel yang menutupinya. Rectum terletak di linea mediana sebelah anterior dari sacrum. 2. media sphincter ani internus. Canalis analis berasal dari proktoderm yang merupakan invaginasi ektoderm. ketiga. Sedangkan mukosa rectum mempunyai persarafan otonom dan tidak peka terhadap nyeri (Budianto.1. ketiga. 1997). yaitu rectum propium dan canalis analis.Gambar 2. Serabut saraf simpatik berasal dari pleksus mesentrikus inferior dan dari sistem parasakral yang terbentuk dari ganglion simpatis lumbal ruas kedua. dan keempat. Canalis analis dan sekitarnya kaya akan persarafan sensoris somatik dan peka terhadap rangsang nyeri. 2004.

Vena hemoroidalis superior berasal dari plexus hemoroidalis internus dan berjalan ke arah cranial ke dalam vena mesenterica inferior dan seterusnya melalui vena lienalis ke vena porta. Vena ini tidak berkatup sehingga tekanan rongga abdomen menentukan tekanan di dalamnya. Feses tidak keluar secara terus-menerus dan sedikit demi sedikit dari anus berkat adanya kontraksi tonik otot sfingter ani interna dan eksterna (Sobiston. yaitu vena hemoroidalis superior dan vena hemoroidalis inferior. Hal ini sebagian diakibatkan adanya otot sfingter yang tidak begitu kuat yang terdapat pada rectosimoid junction. Sedangkan aliran darah balik rectum terdiri dari 2 vena. Fungsi utama dari rektum dan kanalis anal ialah untuk mengeluarkan massa feses yang terbentuk di tempat yang lebih tinggi dan melakukan hal tersebut dengan cara yang terkontrol. selain hanya menyerap sedikit cairan. secara normal hasrat defekasi akan timbul. yang ditimbulkan oleh refleks kontraksi dari rektum dan relaksasi dari otot sfingter. Pembesaran vena hemoroidalis dapat menimbulkan keluhan hemoroid. Selain itu sel-sel Goblet mukosa mengeluarkan mukus yang berfungsi sebagai pelicin untuk keluarnya massa feses. 1994). kira-kira 20 cm dari anus. Akan tetapi. bila suatu gerakan usus mendorong feses ke arah rektum. 5 .rectalis inferior cabang arteri pudenda interna. Terdapatnya lekukan tajam dari tempat ini juga memberi tambahan penghalang masuknya feses ke rektum. Rektum dan kanalis anal tidak begitu berperan dalam proses pencernaan. Vena hemoroidalis inferior mengalirkan darah ke dalam vena pudenda interna dan ke dalam vena iliaca interna dan sistem cava. Pada hampir setiap waktu rektum tidak berisi feses.

Faktor Resiko Hemoroid memiliki faktor resiko yang cukup banyak antara lain kurangnya mobilisasi. kehamilan. 2007). faktor genetika. tumor usus). Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan pembengkakan submukosa pada lubang anus. 6 . Hemoroid bukan sekedar pelebaran vena hemoroidalis. 2006). jaringan lunak dan otot di sekitar anorektal (kanalis anus). konstipasi. Dalam masyarakat umum hemoroid lebih dikenal dengan wasir. 2. Dilatasi ini sering terjadi setelah usia 50 tahun yang berkaitan dengan peningkatan tekanan vena di dalam pleksus hemoroidalis (Robbins. kurang minum. tetapi bersifat lebih kompleks yakni melibatkan beberapa unsur berupa pembuluh darah.3. Hemoroid adalah kumpulan dari pelebaran satu segmen atau lebih vena hemoroidalis di daerah anorektal. Hemoroid merupakan dilatasi varises pleksus vena submukosa anus dan perianus. penyakit yang meningkatkan tekanan intra abdomen (tumor abdomen. cara buang air besar yang tidak benar.4. dan sirosis hati (Simadibrata. Definisi Hemoroid Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari pleksus hemoroidalis. kurang memakan makanan berserat (sayur dan buah).2.

Pendarahan rektal. Pada wanita hamil. Setiap tahun sekitar 10. Semua vena dapat diperparah saat terjadinya tekanan selama persalinan. seperempat pasien harus berkonsultasi.5 juta Amerika mengalami gejala hemoroid. berdarah. Rasa tidak nyaman di daerah anus dan nyeri yang semakin diperberat oleh buang air besar (BAB). Terlalu banyak menggosok atau membersihkan sekitar anus dapat memperburuk gejala dan bahkan menyebabkan iritasi yang semakin parah. Gejala lain termasuk iritasi kulit di sekitar anus. 2001). dan didapati lendir pada sekitar anus. serta perubahan hormonal. atau benjolan keras di sekitar anus. jumlah H2O yang diserap akan melebihi normal. 7 . rasa sakit. Gejala Klinis Hemoroid merupakan salah satu keluhan kolorektal yang paling umum didengar oleh dokter. Gejala yang paling umum dari hemoroid yaitu darah merah yang cerah menutupi toilet duduk dan muncul di atas kertas toilet. Konstipasi terjadi apabila feses menjadi terlalu kering. 3. Hemoroid juga terjadi pada wanita hamil. Prolapse hemorrhoidalis. Hemorhoid sering menimbulkan gejala-gejala secara tidak beraturan.5. 4. menyebabkan pembuluh darah hemoroidalis meregang. dan gatal-gatal. 2004). yang timbul karena defekasi yang tertunda terlalu lama. Hemoroid pada wanita hamil hanya merupakan komplikasi yang bersifat sementara (Pearl. Kejadian hemoroid umumnya sebanding pada laki-laki maupun perempuan. Sekitar setengah orang yang berumur 50 tahun pernah mengalami hemoroid. bengkak. 2. Iritasi dan benjolan perianal. sehingga feses menjadi kering dan keras (Sherwood. Jika isi kolon tertahan dalam waktu lebih lama dari normal. serta gatal-gatal ( pruritus ani). 2.Konstipasi merupakan etiologi hemoroid yang paling sering. Menurut Churchill (1990) gejala-gejala hemoroid adalah : 1. janin pada uterus.

Dikatakan eksterna karena benjolan terletak dibawah linea pectinea. 2007). pelebaran pleksus vena hemoroidalis superior diatas garis muko kutan (linea dentata) dan ditutupi oleh mukosa. Klasifikasi dan Derajat Hemoroid Berdasarkan letaknya. Hemoroid externa diklasifikasikan sebagai bentuk akut dan kronis.2. Bentuk ini sering terasa sangat nyeri dan gatal karena ujung-ujung saraf pada kulit merupakan reseptor nyeri. 7. Bentuk kronis biasanya merupakan skuele dari hematom akut. bentuk trombosis.6. tapi dapat dimasukkan kembali dengan jari. dan 11. dan kiri-lateral. hemoragik. Hemoroid interna dapat prolaps saat mengedan dan kemudian terperangkap akibat tekanan sfingter anus sehingga terjadi pembesaran mendadak yang edematosa. Hemoroid interna apabila yang melebar adalah vena hemoroidalis superior. Hemoroid ini berupa satu atau lebih lipatan kulit anus yang terdiri dari jaringan ikat dan sedikit pembuluh darah. benjolan pada hemoroid interna terletak diatas linea pectinea. Bentuk akut berupa pembengkakan bulat kebiruan pada pinggir anus dan sebenarnya merupakan suatu hematoma. Hemoroid eksterna mempunyai 3 bentuk yaitu bentuk hemoroid biasa yang letaknya distal linea pectinea. yaitu kanan-depan. Berlawanan dengan hemoroid eksterna. dan bentuk skin tags. 2. Hemoroid yang lebih kecil terdapat diantara ketiga letak primer tersebut. 2006). Rasa nyeri pada perabaan menandakan adanya trombosis. Hemoroid interna ini merupakan bantalan vaskuler didalam jaringan submukosa pada rektum sebelah bawah. kadang-kadang menutupi perdarahan dari lesi proksimal yang lebih serius (Robbins. dan sangat nyeri. Kedua klasifikasi hemoroid tersebut memiliki pembuluh darah yang melebar. dan mudah berdarah. Hemoroid interna merupakan benjolan dari vena hemoroidalis internus yang dilapisi epitel dari mukosa anus. kanan-belakang. 8 . yang biasanya disertai penyulit seperti infeksi atau abses perianal (Felix. hemoroid dibagi menjadi 2 yaitu hemoroid eksterna dan intern. benjolan paling sering terdapat pada jam 3. Pelebaran dan penonjolan pleksus hemoroid inferior terdapat di bawah linea dentata dan ditutupi oleh epitel gepeng. 1. Pada posisi litotomi. berdinding tipis. Hemoroid externa bila yang membesar adalah vena hemoroidalis inferior. Biasanya benjolan pada hemoroid eksterna akan keluar dari anus bila mengedan. Sering hemoroid terdapat pada posisi primer.

yaitu: Derajat 1 : Bila terjadi pembesaran hemoroid yang tidak prolaps ke luar kanal anus. Rentan dan cenderung untuk mengalami trombosis dan infark. Hanya dapat dilihat dengan anorektoskop. Derajat 4 : Prolaps hemoroid yang permanen.Derajat hemoroid interna dibagi berdasarkan gamabaran klinis. Derajat 3 : Pembesaran hemoroid yang prolaps dapat masuk lagi ke dalam anus dengan bantuan dorongan jari. Derajat 2 : Pembesaran hemoroid yang prolaps dan menghilang atau masuk sendiri ke dalam anus secara spontan. 9 . Penonjolan tidak dapat lagi di dorong masuk.

kemerahan di atas hemoroid (Simadibrata. vena intramuskular kanalis anus akan terjepit (obstruksi). sfingter interna akan relaksasi. Nyeri yang timbul akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh trombosis. 2006). Bantalan anus merupakan jaringan lunak yang kaya akan pembuluh darah. Mitos di masyarakat yang mengatakan. ulserasi. Tak pelak. Kantung-kantung vena yang melebar menonjol ke dalam saluran anus dan rektum terjadi trombosis. Ketika defekasi. bantalan anus menempel secara longgar pada lapisan otot sirkuler. Proses pembendungan diatas diperparah lagi apabila seseorang mengedan atau adanya feses yang keras melalui dinding rektum (Felix. Darah yang keluar berwarna merah segar meskipun berasal dari vena karena kaya akan asam. 2. dapat dideteksi oleh adanya stigma perdarahan berupa bekuan darah yang masih menempel. bantalan anus terlalu mobile. Agar stabil. Dalam keadaan normal. usia. seringnya terjadi konstipasi pada masa kehamilan. dan ketiga. Kemudian. Pertama. hemoroid mudah terjadi pada ibu hamil ternyata benar. bantalan anus berotasi ke arah luar (eversi) membentuk bibir anorektum. kehamilan menjadi faktor pencetus hemoroid. perdarahan dan nyeri.7. Mengapa demikian?. Kedua terjadi peningkatan vaskuler di daerah pelvis. Patofisiologi Hemoroid Hemoroid dikatakan sebagai penyakit keturunan. erosi. Pertama. gangguan rotasi bantalan anus juga menjadi dasar terjadinya keluhan hemoroid. konstipasi dan mengedan yang lama menyebabkan gangguan eversi pada bantalan tersebut. 2006). Dan terakhir adalah kerusakan kanalis anus saat melahirkan per vagina. kedudukannya disokong oleh ligamentum Treitz dan lapisan muskularis submukosa. Akhir-akhir ini. bantalan anus terperangkap oleh sfingter anus yang ketat.Untuk melihat resiko perdarahan hemoroid. Bendungan dan hipertrofi pada bantalan anus menjadi mekanisme dasar terjadinya hemoroid. hormon kehamilan mengurangi fungsi penyokong dari otot dan ligamentum di sekitar bantalan. Kedua. Faktor endokrin. Akibatnya. Ketiga. Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Trombosis adalah 10 . Namun sampai saat ini belum terbukti kebenarannya. Selain itu. kegagalan pengosongan vena bantalan anus secara cepat saat defekasi. Perdarahan umumnya terjadi akibat trauma oleh feses yang keras. keterlibatan bantalan anus (anal cushion) makin dipahami sebagai dasar terjadinya penyakit ini.

Diagnosa Diagnosis hemoroid ditegakkan berdasarkan anamnesis keluhan klinis dari hemoroid berdasarkan klasifikasi hemoroid (derajat 1 sampai dengan derajat 4). 2. agar lebih teliti selain memastikan diagnosis hemoroid. Hemorrid eksterna: Robeknya vena hemorroidalis inferior membentuk hematoma di kulit yang berwarna kebiruan. Karena hemoroid disebabkan adanya tumor didalam abdomen atau usus proksimal. Selain itu. Trombosis ini akan mengakibatkan iskemi pada daerah tersebut dan nekrosis. hubungan pendarahan anus dengan kanker kolorektal menjadi kuat jika dikaitkan dengan usia. 11 . 2.8. tumor atau colitis. dipastikan juga apakah di usus halus atau di kolon ada kelainan misal. Selain itu Sistem vena portal tidak mempunyai katup sehingga mudah terjadi aliran balik. abses. evaluasi lebih lanjut dengan kolonoskopi harus dilakukan pada pasien yang lebih tua dari 50 tahun serta keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar. Hemorrhoid interna: Sumbatan aliran darah system porta menyebabkan timbulnya hipertensi portal dan terbentuk kolateral pada vena hemorroidalis superior dan medius. Diagnosa Banding Banyak masalah anorektal. yang memiliki gejala mirip dengan hemoroid dan harus dipahami sebelum direkomendasikan untuk melakukan pengobatan. atau iritasi dan gatalgatal. kenyal-keras. 2006). fistula.pembekuan darah dalam hemoroid.9. antara lain. Untuk memastikan kelainan di usus halus diperlukan pemeriksaan rontgen usus halus atau enteroskopi. Sedangkan untuk memastikan kelainan di kolon diperlukan pemeriksaan rontgen Barium enema atau kolonoskopi total (Simadibrata. dan pemeriksaan anoskopi/kolonoskopi. Oleh karena itu.dan nyeri. Bentuk ini sering nyeri dan gatal karena ujung-ujung saraf pada kulit merupakan reseptor nyeri.

terjadi prolaps. obat pelunak feses untuk mencegah konstipasi. obat ini mengakibatkan kontraksi vena. Namun. atau terjadi pruritus dan nyeri anus yang tidak dapat diatasi (Syamsuhidajat. 2. Penatalaksanaan Hemoroid Sebagian besar penderita hemoroid tidak perlu menjalani pembedahan. diet tinggi serat. Sebuah studi acak bahkan membuktikan obat ini sama efektif dengan rubber band ligation. Prosedur ini dilakukan pada hemoroid derajat 1-3. Layaknya noreadrenalin. Skleroterapi. Metode ini mudah dilaksanakan. pemilihan jenis terapi (obat atau invasif) sangat bergantung dari keluhan penderita serta derajat hemoroidnya. Pengobatan medis adalah kompres duduk. Dan selebihnya adalah eksisi (Felix. Fiksasi terdiri dari:. Setelah itu.2. Prinsipnya adalah mendenaturasi protein melalui efek panas dari infrared. Malah dengan efek samping lebih kecil. 3. Menangani hemoroid tak perlu terus melakukan tindakan invasif. Metode ini menggunakan zat sklerosan yang disuntikan para vasal. Infrared thermocoagulation. Kerja dari metode ini adalah akan mengabliterasi lokal vena hemoroidalis sampai terjadi ulserasi (7-10 hari) yang diikuti terjadinya jaringan parut (3-4 minggu). menurunkan ekstravasasi dari kapiler dan menghambat reaksi inflamasi terhadap prostaglandin (PGE2. tindakan invasif menjadi pilihan terakhir. Tidak ada indikasi mutlak dalam terapi invasif dan diusahakan menjadi pilihan terakhir. Rubber band ligation. Dengan obat juga dapat dilakukan. sklerosan merangsang pembentukan jaringan parut sehingga menghambat aliran darah ke vena-vena hemoroidalis. Bila obat sudah tak kuat atau terjadi perdarahan dan prolaps. 2006). 1. Salah satu obat hemoroid adalah diosmin dan hesperidin yang dimikronisasi. Kehadiran obat ini tentu memberi angin segar bagi penderita hemoroid yang takut atau enggan dioperasi. Prinsip dari tindakan invasif ada 2 yaitu fiksasi dan eksisi. perdarahan berhenti. tirah baring. Akibatnya. 1997).10. Fiksasi dilakukan pada derajat I dan II. yang selanjutnya mengakibatkan jaringan terkoagulasi. Untuk mencegah efek 12 . Sklerosan yang dipakai adalah 5% phenol in almond oil dan 1% polidocanol. Eksisi bedah dapat dilakukan bila perdarahan menetap. aman dan memberikan hasil baik. PGF2). dan penggunaan supositoria. Dilakukan untuk menghentikan perdarahan.

13 . Hanya saja mempunyai kelebihan dalam kemampuan memotong. dan pasien dapat pulih lebih cepat pasca operasi. samping dari infrared berupa kerusakan jaringan sekitar yang sehat. Marks Milligan – Morgan Technique. dan inkontinensia. PPH memiliki beberapa keuntungan dibandingkan operasi konvensional diantaranya. trombosis. Teknik Circular Stapler Anopexy atau dikenal dengan Procedure for Prolapse and Haemorrhoids (PPH) baru dikembangkan sekitar tahun 1993. gangren. Cryotherapy Metode ini kurang direkomendasikan karena seringkali kurang akurat dalam menentukan area freezing. serta pada pasien dengan gangguan koagulasi (pembekuan darah). Teknik ini bekerja dengan mendorong jaringan hemoroid yang merosot ke arah atas dan dijahitkan ke selaput lendir dinding anus. maka jangka waktu paparan dan kedalamannya perlu diukur akurat. Doppler ultrasound guided haemorrhoid artery ligation Metode ini menjadi pilihan utama saat terjadi perdarahan karena dapat mengetahui secara tepat lokasi arteri hemoroidalis yang hendak dijahit. prolaps jaringan hemoroid yang tebal. Namun risiko perdarahan. biayanya mahal. Hemoroid bukan penyakit yang tak mungkin dicegah. dan yang terbaru adalah Circular Stapler Anopexy (teknik Longo). fissura. 5. Kemudian sebuah gelang dari bahan titanium diselipkan di jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemoroid tersebut. Sedangkan eksisi dapat dilakukan dengan beberapa teknik yaitu St. bengkak.4. tindakan cepat karena hanya menghabiskan 12-45 menit. abses. Namun. Kontraindikasi PPH adalah fistula anus. 6. Laser haemorrhoidectomy Metode ini mirip dengan infrared. penyempitan anus. serta penyempitan saluran anus masih dapat terjadi. selulitis. Dengan mengkonsumsi tinggi serat seperti banyak sayur dan buah akan membuat feses lembek sehingga tidak perlu mengedan saat buang air besar. fistula. Submucosal Haemorrhoidectomy (Parks method). nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. Komplikasi yang dapat timbul pasca tindakan invasif adalah perdarahan sekunder. Metode ini diperuntukkan pada derajat 1-2.

Dalam masyarakat umum hemoroid lebih dikenal dengan wasir. hemoroid dibagi menjadi 2 yaitu hemoroid eksterna dan intern. Cegah konstipasi dengan banyak mengonsumsi makanan kaya serat (sayur dan buah serta kacang-kacangan) serta banyak minum air putih minimal delapan gelas sehari untuk melancarkan defekasi. Gejala hemoroid antara lain iritasi kulit di sekitar anus. Senam/olahraga rutin 14 . rasa sakit. dan didapati lendir pada sekitar anus. Berdasarkan letaknya. Dikatakan eksterna karena benjolan terletak dibawah linea pectinea.1 KESIMPULAN Hemoroid adalah pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari pleksus hemoroidalis. di antaranya : Hindari mengedan terlalu kuat saat buang air besar. Sedangkan benjolan pada hemoroid interna terletak diatas linea pectinea. Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan pembengkakan submukosa pada lubang anus. Berdasarkan gambaran klinisnya hemoroid interna dibagi menjadi 4 derajat.2 SARAN ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah berulangnya kekambuhan keluhan hemoroid. atau benjolan keras di sekitar anus. Tidur cukup. Jangan duduk terlalu lama. Jangan menunda-nunda jika ingin buang air besar sebelum feses menjadi keras. pendarahan rectal dan gatal-gatal.BAB III PENUTUP 3. 3. bengkak.

1997.dkk. Anang. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Dalam: Gastroenterologi Hepatologi. Sujono. 2006. Ed: ke-2. Buku Ajar keperawtan medikal bedah. Surakarta : Keluarga Besar Asisten Anatomi FKUNS. 2002. 6. Long. Guidance to Anatomy II. 5.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Ilmu Bedah. Yayasan ikatan alumni pendidikan keperawatan Padjajaran. 8. Mansjoer. Price dan Wilson. EGC. Perawatan medikal bedah. 2. 2000. Jakarta 7. Chandrasoma dan Taylor. 1997. 2005. Budianto. Jakarta: EGC. Jakarta : EGC. 2006. Ringkasan Patologi Anatomi. Jakarta : EGC. kapita selekta kedokteran edisi 3 jilid 2. 1996. Sjamsuhidayat. EGC. Jakarta 9. Media Aesculapius.2. Brunner. Suddarth. Jong. Syamsuhidajat. Ed: Ke-6. Hadi. Hematokezia. Ilmu Bedah edisi 2. Jakarta: CV Sagung Seto. Jakarta 15 . 3. 2005.. edisi 8 vol. 4. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful