ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. Menulis 1) Untuk kelas VII. Membaca intensif. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII. atau respons. resensi. ciri-ciri. tandatanda. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. membaca intensif. teks pidato.c. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. teks berita. surat dinas. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. perasaan. perasaan. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. perasaan. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. Indikator pencapaian ialah karakteristik. perbuatan. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. Membaca 1) Untuk kelas VII. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan.

dengan demikian. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. afektif.C. Martin dan Briggs. 1994). pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. a. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. teknik penilaian. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. Namun demikian. Gagne. dan menjadi tidak efektif. sampai pada kemampuan yang tinggi. seperti mengingat. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. 1. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. Krathwohl. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. Merril. strategi. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Tanpa tujuan yang jelas. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. yaitu kognitif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. Di antara ahli tersebut. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. tanpa fokus. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. Pengertian lain menyebutkan. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. aktual. b. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. metode. menurut Suciati (2001). seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. yaitu Bloom. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. Taksonomi tujuan pembelajaran. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. dimiliki. Taksonomi tujuan pembelajaran. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. dan psikomotorik. ataupun Gerlach dan Sullivan. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. dimiliki.

... Mengenali kesalahan Membedakan ..... kata benda............ bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4.. kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan .... Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis .. prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami .. hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar ........ Misalnya:struktur dasar.... (7) Misalnya: konsep... kaidah..... bagianbagian. Misalnya: istilah....Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No...... Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ... Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2..... konsep... Misalnya: tabel...... prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5.. kaidah.. kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3. grafik..... Misalnya: metode.. Misalnya: metode/prosedur.. Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan ...... Kemampuan Internal Mengatahui. (8) prinsip...........

. dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu.. Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana... 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya.... 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni.. 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 ..... 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal . Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini... 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori..Sintesis c..... 5) mendesain Misalnya: rencana. dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan ... 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. Menghasilkan ... dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal.. sistem nilai.. Bloom. skema. pro-14) menyokong kontranya... emosi. sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani.... program11) membedakan kerja.. 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun . mutu 9) memilih antara karangan. untung-15) menolak ruginya b. Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan.. mutu 4) mengevaluasi ceramah. mutu 3) mengkritik karangan.. program 5) memberi argumentasi kerja. dan Masia (Suciati. seperti memperhatikan suatu fenemena.. mutu10) menguraikan ceramah. Krathwohl... karangan... Evaluasi d...

........ Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini.... Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui . Misalnya: kepentingan......... Misalnya: sistem nilai.... perbedaan Pemberian b. perhatian kemauan.. Misalnya: terhadap suatu nilai.. Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c. aturan............ respon (responding) Mematuhi .. Pengamalan e.. tuntutan.... kesemapakatan Pengroganisad. nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ...... kesepakatan aturan. Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori..... (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan ...... Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot..... perintah Ikut secara aktif. Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh... c.... (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan ........ atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot.... Misalnya: peraturan..Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a. kesepakatan aturan.... Misalnya: sistem nilai.... sian (organization) Memilah Menghimpun ...... Misalnya: kesadaran......

pola gerakan Berketerampilan secara .. Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj. gesit. terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g... luwes. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h. Misalnya: lancar. Kompleks Menyesuaikan i. supel.. Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 .Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d.

atau secara kronologis terjadi lebih awal. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. e. dan sebagainya). penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. f. menulis paragraf karangan. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. atau c. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. Dari susunan tersebut. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Analisis tugas. Dalam merencanakan pembelajaran. atau sering pula disebut analisis instruksional. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. misalnya. struktur kalimat. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. Sebagai contoh. Misalnya. siswa perlu belajar mengenai diksi. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. d. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. b. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. b. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. pemilihan kata-kata. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. Tugas ini tampak cukup mudah. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. b. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. menemukan ide utama untuk materi karangan. Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan.2. tanda baca. c. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. disebabkan karena perilaku tersebut: a. yaitu: a. Sebagai contoh. mengetahui urutan abjad. maupun ejaan dan tanda baca. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. c. yaitu: a. g. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu.

menuasai tanda baca. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. Namun demikian. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. seperti pada bagan berikut ini. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. prosedural. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. yaitu hirarkis. seperti pada bagan berikut. Perilaku B.yang memadai. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. seperti pada bagan berikut. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. Dalam keadaan seperti ini. dan pengelompokan. Perilaku A Perilaku B b. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. pengelompokan. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. dan kombinasi. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. prosedural. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. a. misalnya. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B.

misalnya: motivasi belajar. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. kemampuan dan tingkat kecerdasan. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. minat. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. menurut Joyce & Weil (1986). sub-skill). Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . seperti penguasaan diksi. kuesioner. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. misalnya. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. siswa itu sendiri. Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. harapan dan aspirasi siswa. unsur-unsur kalimat. kebiasaan belajar. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. 3. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. observasi. cakupan kegiatan belajar. bisa juga homogen rendah). antara Iain: dokumen yang tersedia. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). Beberapa di antara karakterstik ini. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. baik secara kelompok maupun secara individu. wawancara.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. antara lain: dokumentasi. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini.

setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). tanpa pengarahan langsung dari guru. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. di samping tujuan instruksional. dan sistem pendukung tersendiri. Namun demikian. pola interaksi. dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. Setiap situasi. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. sistem sosial. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. strategi dan pengalaman belajar. Penerapan model pembelajaran inkuiri. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. Menurut Joyce dan Weil (1998). kondisi. Sebagai contoh.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. lalu yang bersangkutan diberi sanksi. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. maka dalam merencanakan pembelajaran. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. seperti diukiskan pada bagan berikut. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. prinsip rekasi. misalnya. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional.

b. Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. d. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. suasana dan iklim. penggunaan media dan sumber. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . bahkan standar kompetensi mata pelajaran. kompetensi lulusan sekolah. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. e. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. antara lain: a. Namun demikian. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. pemilihan strategi. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. Dengan demikian. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. Akibatnya. tata ruang.Dalam MPE. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. c. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. mengelola. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial.

sistem sosial. dsb. 4. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. interaksi. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. berfikir kritis. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. problem-solving. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. Di samping itu.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. kemandirian. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). serta pemilihan strategi. sumber. prinsip rekreasi. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. Oleh sebab itu. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. dan media. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. seperti kerjasama. kreativitas.

semester berapa. dan sebagainya. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Misalnya. yaitu siswa. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. menyusun. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . seperti: menyebutkan. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. Begitu pula. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. pada ketinggian tertentu. Perhatikan contoh berikut ini. kelas berapa. kesalahan tanda baca dalam kalimat. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. 1) Diberikan satu teks karangan. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. terlalu sulit. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. menganalisis. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. Tanpa perilaku yang jelas. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. misalnya dalam pelajaran olahraga. karangan berdasarkan gambar seri. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. Dalam pembelajaran berwawasan gender. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. dalam batas waktu tertentu. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. Di bawah batas itu. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. yaitu kata kerja dan objek. 3) Diberikan gambar seri. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. 2) Diberikan satu teks karangan. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. dsb. siswa jenjang sekolah apa. misalnya contoh kalimat pasif. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya.

prestasi. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. B = Behavior. metode. Tanpa tujuan yang jelas. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. perbuatan. D. dimiliki. E. (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Dalam merencanakan pembelajaran. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. serta pekerjaan seseorang. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. Penilaian 1. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. tanpa fokus. strategi. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. C = Condition. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. 3) Diberikan gambar seri. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. keterampilan. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. dan menjadi tidak efektif. Dengan demikian. sikap. D = Degree. letak pengembangan instruksional berada paling awal. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi.2) Diberikan satu teks karangan.

c. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. g. dkk. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . Tujuan Instruksional Umum Secara umum. d. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. efektif. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. dan memelihara sistem/organisasi kelas. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. 1. Johelson dan Mary A. e. diperlukan kemampuan mengelola kelas. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah.. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Menurut Sudirman. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. aman. 2. Dalam sebuah kelas. B. b.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. mempertahankan. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. f. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. peserta diklat diharapkan mampu: a. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. Oleh karena itu.

tindakan. 3. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. Untuk itu. Penekanan pada hal-hal yang positif. perabot. Bervariasi Penggunaan alat atau media. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . C. 6. Karena itu. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi. gaya mengajar. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. 4. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. alat pelajaran). guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. 5. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. Tatangan Penggunaan kata-kata. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. 2. D. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif.

Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). Untuk itu. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. dipindahkan. dalam hal ini. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. e. d. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. suka tersenyum. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. dan disusun secara fleksibel. bersikap ramah. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. b. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. dan mental dalam proses belajar. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). Guru harus memilki jiwa pendidik. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). dan karena itu. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. Jika anak senang dan asyik. emosional. Lebih jauh lagi. tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. berkomunikasi dengan santun dan patut. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. c. adil terhadap semua siswa. E. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 .a. ltulah sebabnya. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir.

Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. melakukan kerja laboral. atau mengobservasi aktivitas kelompok. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. Dalam model ini. Dalam menyusun meja-kursi model U. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. 2. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. mesin. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi.yang tinggi. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . 1. Model Corak Tim Pada model ini. Jika mereka ingin menulis. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. Sediakan ruangan yang cukup. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Meja diatur sedemikian rupa. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. 7. 4. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. berdebat. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. namun jika mereka berdiskusi. 5. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. 6. Model Lingkaran Dalam model ini. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. 3. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain.

karangan. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. desain. tema. pembuatan. Suara musik yang lembut. misalnya. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. jika dana memungkinkan. atau petikan ayat. berpasangan. atau kelompok. diagram. Di samping itu itu. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. peralatan. motto. atau bahkan di kolong meja. menumbuhkan. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. Pajangan dapat berupa gambar. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. rak buku. dan sebagainya. peta. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. atau unit tertentu yang dipelajari). Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. baik dalam perencanaan. Di samping itu. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. misalnya sentra penerbitan. sudut ruang. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. puisi. dsb. siswa perlu dilibatkan. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . dan pesan tokoh tertentu. Dengan demikian. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. puisi. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. Di samping itu. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. benda asli. sentra pembelajaran matematika. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. perlengkapan. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Akan lebih baik. seperti saat belajar. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu. Siswa. keterampilan atau kegiatan tertentu.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. dapat diminta membuat gambar. dan ditata dengan baik. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. Untuk masud tersebut. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. hadis. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. F. model.

kursi. kepedulian. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. 4. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. kelas kesenian. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. kelompok kecil. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. kelas bahasa. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. pajangan. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Media dan peralatan pembelajaran Sains. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. waktu belajar. kelas matematika. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. kerjasama. Memungkinkan penggunaan sarana. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. G. sebagai berikut: 1. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu.sistem moving-class ini. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. tidak perlu ada di semua kelas. tujuan kegiatan. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. dan ketersediaan sarana/prasarana. Ada kelas sains. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. keterlibatan siswa. misalnya. 3. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. 2. fasilitas. atau klasikal. media. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. Untuk itu. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. Setiap hari. berpasangan. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. Antara lain jenis kegiatan. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Meja. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). dan sebagainya. peralatan.

Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. denah. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. dan sebagainya. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. 1. dari dekat ke jauh. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. 3. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. 2. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Dengan demikian. 4. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. H. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. Gunakan petunjuk tertulis. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. tenulis. Mulai pembelajaran pada waktunya. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. penundaan memulai awal pembelajaran. benda kreasi.

pengelolaan aktivitas belajar siswa. waktu belajar. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. penciptaan atmosfer belajar. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. kesempatan. 6. Momentum belajar adalah momen. ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. (4) model lingkaran. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. Pertahankan momentum belajar. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. sebagaimana diuraikan sebelumnya. dan ketersediaan sarana/prasarana. (2) model corak tim. (2) mngasyikkan. Biasanya. berpasangan. dan (6) penanaman disiplin diri.kelas yang baik. (5) model fishbowl. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. 5. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. efektif. (4) menguatkan. J. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . bersifat melibatkan. (2) tatangan . tujuan kegiatan. (3) mencerdaskan. I. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. dan sesuai dengan minat siswa. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. keterlibatan siswa. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (4) keluesan. Time ontask siswa. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. yaitu: (1) model huruf U. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. menumbuhkan. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. (5) hidup dan memberi kebebasan. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. kelompok kecil. Antara lain jenis kegiatan. (6) model breakout groupings. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. (3) bervariasi. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. yaitu: (1) menyenangkan . (67) model Workstation. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. (3) model meja konferensi. atau klasikal.

mencerdaskan. hidup dan memberi kebebasan: b. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . a.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . mengasyikkan. Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. menguatkan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif.

Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 .d. Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g. Penggunaan Musik e.

Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. B. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. dan memberikan manfaat bagi siswa. b. 2006). Di situlah letak seni mengajar itu. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. 2. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Lebih-lebih saat ini. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. dan keasyikan tersendiri. peserta diklat diharapkan mampu: a. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. menyenangkan. Kemp. pikiran. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. kompleks. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. 1995.STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. Selain itu. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. perasaan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mencapai proses itu. c. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. Apalagi. waktu. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Untuk menjadi guru yang baik. 1985. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Dengan KTSP itu. Sanjaya.

Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. yakni.  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. seperti. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Sedangkan. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances. dan (iv) integritas. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. (iii) individualitas.pendekatan tertentu. (i) berorientasi pada tujuan. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. (ii) aktivitas.

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. menantang. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. dan penghafalan kaidah bahasa. dan kemandirian sesuai dengan bakat. keterangan. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. pada tahun 1920-an. perbandingan. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. minat. D. 2. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. kreativitas. dan pengembangan fisik. Di samping itu. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan.Selanjutnya. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. (b) penekanannya pada membaca. inspiratif. Strategi Membaca Di Eropa. mengarang. 1. serta psikologis peserta didik. menyenangkan. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini.

5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. Menurut strategi reseptif. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan. untuk kepentingan tertentu. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. aspek pemilihan bacaan. Sebaliknya. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. rangkuman. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. berkomat-kamit. Begitu pula. maupun yang tersorot. Berikut langkah-langkah strategi membaca. Untuk mempercepat waktu. Padahal. serta mimik secara langsung. diagram. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Pertengahan abad ke-19.antara strategi tata bahasa dan langsung. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. 5. 4. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. dalam penyiapan bacaan. ikhtisar. Oleh karena itu. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. maupun kalimat. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. 2) Penyajian bacaan di kelas. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. peragaan. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. pembaca dilarang bersuara. gerakan. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. tersirat. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. 3. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. skema. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. frase. kunjungan dan seterusnya.

strategi perbaikan. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. Di samping itu. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. dan gambar-gambar. dan instrumental. Untuk itu. strategi alamiah. yakni struktural. Pada hakikatnya. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. strategi langsung mendapatkan tempat. dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. strategi perbaikan. ada beberapa jenis desain pembelajaran. Contohnya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Namanama strategi itu adalah strategi baru. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. dan gambargambar. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. dan strategi lisan. (2) struktur dan fungsi. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. (3) fokus variabel. (d) membuat catatan. dan membuat siswa lebih intensif. peragaan. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. dramatisasi. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. dan (6) komunikatif penuh. Pertengahan abad ke-19. gerakan. strategi alamiah. 5) nasional penuh. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. Terutama dalam pembelajaran bahasa. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. dan strategi lisan. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Dengan begitu. mendalam. fungsional. dalam pelaksanaannya. 2) mengatur tempo pembelajaran. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. (e) menyusun catatan secara logis. serta mimik secara langsung. 1) menangani siswa yang suka bicara. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. Namanama strategi itu adalah strategi baru. (4) fungsional. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. dramatisasi.

dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. Dalam pembelajaran Bahasa. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Saat mengajarkan kalimat. minat. Oleh karena itu. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Perpindahannya diatur secara tipis. dan pemahaman. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. Misalnya. klise. Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses.6. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. pikiran. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. 7. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. Bahkan. dan religius mereka menjadi perhatian. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. Guru tidak perlu monoton. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. konkret dan konseptual. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Budaya. Kemudian. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. jenuh. kontemporer. presentasi. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. Sebaliknya. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. keingintahuan. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. sosial. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. penggunaan. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Misalnya. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. tindakan. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . 8. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. Oleh karena itu. Begitu pula. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP.

Hasilnya. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. landasan yang kukuh. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. moving action. (2) fasilitas yang luwes. menyampaikan isi. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. 1999-2001). 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. (2) landasan yang kukuh. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. dan membuat peta pikiran dengan cepat. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. dan (4) keterampilan hidup. Kemudian. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. dan (5) jika layak dipelajari. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. multi pendekatan. akui setiap usaha pembelajar. merancang kurikulum. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. identifikasi diri. (4) akui setiap usaha. memang sangat luar biasa. aktualisasi diri. (3) keterampilan belajar untuk belajar. mewarnai lingkungan sekeliling. pengalaman sebelum menemukan. Kemudian. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. dan memudahkan proses belajar. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. menulis. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. tahapannya diatur melalui persepsi. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. Dengan begitu. partisipatori. dan keterampilan hidup.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. cara efektif pembelajaran. Kemudian. fasilitasi. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. pengukuhan diri dan refleksi. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. keterampilan belajar untuk belajar. dan keterlibatan aktif siswa dan guru. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. strategi penemuan konsep dilakukan. QL mengutamakan konteks dan isi. pembelajar dapat mememori membaca. fasilitas yang luwes. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. segalanya bertujuan. Dalam strategi kuantum. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. dan perasaan mereka. lingkungan yang mendukung. cara pikir mereka. penguatan diri. (3) lingkungan yang mendukung. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. dan rancangan belajar yang dinamis. layak pula dirayakan. (2) segalanya bertujuan. Dalam QL.

Sebaliknya. Selain itu. Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Kemudian.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. Untuk itu. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. siswa tidak boleh saling membantu. jenis kelamin. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Tugas kompleks itu misalnya proyek. tata bahasa. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. dan suku. Dalam kooperatif. dan realistis. dalam pengajaran. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. pembelajaran generatif. 3) pemagangan kognitif. Akhirnya. mengeja. Jadi. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. simulasi. dan tanda bacanya. pemahaman mereka. seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. penyelidikan di masyarakat. sulit. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. 9. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. saat mengerjakan kuis. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). 2) zona perkembangan terdekat. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. memberikan penjelasan dengan baik. Dalam konstruktivistik. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. strategi bertanya. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). Sebagai contoh.

Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. saling membuatkan ikhtisar. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. siswa aktif. Kemudian. serta perbendaharaan kata. Menurut Freire (dalam Fakih. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Namun. masing-masing mempelajari riwayat hidup. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. dan perencanaan. Dalam CIRC. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. menulis tanggapan terhadap cerita. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. 4) Jigsaw. Oleh karena itu. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Dalam Strategi partisipatori. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. 10. kemunduran yang dialami. Misalnya. serta proyek kooperatif. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. dan sebagainya. bukan berarti guru harus pasif. dampak dan kiprahnya. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. diskusi kelompok. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. mereka melaporkan tugas itu. pandai berperan sebagai mediator. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. gambar. berlatih pengejaan. 3) dunia anak adalah dunia bermain. Konteks siswa menjadi tumpuan utama.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kemudian. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). tulisan dinding. dan kreatif. 5) Belajar Bersama (learning together). siswa dapat menemukan hasil belajar. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. dan berlaku sebagai subjek. Dengan berpartisipasi aktif. dinamis. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. prestasi awal. Dalam jigsaw. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya.

dan peran fasilitator/pemandu. bentuk pendidikannya. 11 . Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. Kemudian. media atau sarana yang perlu disiapkan. Oleh karena itu. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. proses yang akan dilakukan. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Berikutnya. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. Kemudian. dan 3) dialogis. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. memperluas.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. materi yang akan disajikan. 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. 2) tidak menggurui.

Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. yaitu: inkuiri (inquiry). membimbing. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. Untuk itu. dan refleksi (reflection). membaca langsung. menciptakan. Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. Dengan begitu. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. mengidentifikasi. Dengan begitu. Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. dalam menjalankan strategi ini. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. dan bergelut dengan ide-idenya. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. seseorang membuka buku. berbicara. Sebagai guru. Tentunya. pemodelan (modeling). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . bertanya. Dari pengalaman menulis itu. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. konstru ktivistik (constructivism). Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. Biasakanlah siswa melakukan. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. dan menilai kemampuan siswa. Masyarakat Belajar (learning community). Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. Bagi siswa. Dengan begitu. Untuk mengetahui Chairil Anwar. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. guru dituntut lebih kreatif pula. mengecek informasi yang didapatnya. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. pertanyaan (questioning). Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu. mengarahkan perhatian. mendemonstrasikan. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. dan seterusnya. penilaian autentik (authentic assessment). Pertanyaan berguna untuk mendorong. c. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. a. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis.

Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. Bisa jadi. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. hasil tes tulis. Dengan begitu. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. Dengan begitu. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. misalnya untuk lafal tertentu. Dalam kontekstual. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. berbicara. dan saling aktif. terintegrasi. di pasar. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut.d. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. misalnya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . guru bukanlah model satu-satunya. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. di ruang kelas. antara yang tahu dengan yang belum tahu. model kalimat. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. Yang pandai mengajari yang lemah. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. di ruang lain. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. karya tulis. jurnal. laporan. PR. bebas berbicara. Dari model itu. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. petani. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. atau di mana pun. terbuka. Dapat pula. demonstrasi. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). model paragraf. e. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. Model dapat diambil dari mana saja. Untuk itu. karya siswa. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. guru memberikan model karya tulis. dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. di halaman. dengan orang lain. berarti Anda telah melakukan pemodelan. Dalam kontekstual. atau yang lainnya. dan terus-menerus. pegawai bank. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. f. tokoh masyarakat. Dalam kelas yang kontekstual. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. Kemudian. kuis. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. dan seterusnya. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. presentasi. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. model didatangkan dari luar kelas.

guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. (8) strategi kuantum. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. di akhir jam pelajaran. refleksi sangat dibutuhkan. (5) strategi langsung. atau membuat pengalaman. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. (3) individualitas. Artinya. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. lagu. waktu. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. (4) strategi reseptif dan produktif. mengkonstruksi ulang. dan (11) strategi kontekstual. Kreatif dan Menyenangkan). (3) strategi audiolingual. catatan di lembar kertas. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. Jadi. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. (10) strategi partisipatori. berarti Anda telah melakukan refleksi. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. aktivitas yang baru dijalani. (1) berorientasi pada tujuan. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. kata kunci. (9) strategi konstruktif. cerita guru. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. Dengan demikian. cerita siswa. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. atau dalam kesempatan apapun. mengingat kembali. dan pengetahuan yang baru saja diterima. memperbaiki. puisi. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian.g. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. dan yang lain-lainnya. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. singkat. (6) strategi integratif. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . (2) aktivitas. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. di akhir bab/tema. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. (7) strategi tematik. Dengan begitu. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. diskusi. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. dan (4) integritas. Dengan merefleksikan sesuatu. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. yakni. (2) strategi membaca. E. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa.

Jakarta. Jakarta : Depdikbud. strategi reseptif dan produktif j.F. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. Purwo. strategi tematik c. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. Bambang Kaswanti. 2000. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . strategi integratif b. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jelaskan pengertian strategi! 2. Penilaian 1. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. 1 997. strategi kontekstual 3. strategi kuantum d. strategi audiolingual i. strategi komunikatif l. strategi partisipatori f. strategi membaca h.d. strategi tata bahasa g. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. strategi konstruktivistik e. 14 April s. strategi langsung k.

 Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru. evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai. prosedur pembelajaran serta monitoring.

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini.1. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

2. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 .

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

2. 3. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. 4. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 .3.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

4. STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

5. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 . STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar.

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

1985). Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. perantara’ (Azhar. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. disesuaikan dengan kondisi waktu. Dengan demikian. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Secara harfiah. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. L. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. 2000: 3). perhatian. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. perasaan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 .MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. 1. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. sulit mencari media yang tepat. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. 1984: 81). Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. perhatian. perasaan. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. minat.

jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. Di samping kelebihannya. (3) audio. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. media ini juga mempunyai kelemahan. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. Hypermedia. (c) ringkas. selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. (6) multi media berbasis komputer.C. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). CD-Rom. Di samping kelebihannya. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. (5) media berbasis komputer. 1. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. grafis. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Selain di dalam kelas. (b) relatif murah. dan (7) multi media kit. 1996. dan berbahaya. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. dan (d) mudah dibawa (portable). karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. (d) langsung memberikan umpan balik. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. Digital video interactive. C. Bentuknya antara lain. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . (2) diproyeksikan. besar. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. Video interaktif. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. dan Virtual reality. terdapat pula kelemahan media audio. Di samping kelebihannya. (4) video. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). media pembelajaran mengandung lima unsur. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). gambar. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. (c) menampilkan unsur audiovisual. dan suara yang dioperasikan dengan komputer. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya.

peta. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. majalah. TV. CD/DVD. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak. 3. koran. globe. film. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. 2. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . OHP. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. Slide dan transparansi. Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. model. dan jurnal. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Komputer.

berpikir. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. pengelolaan kelas. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. Dalam arti: tidak paten. seperti kegiatan mengamati. b. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. berkomentar. 5. sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). d. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. strategi pembelajaran. lingkungan pertanian. a. yakni sebagai berikut. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. dan karyawisata. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . 4. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. dramatisasi. dan kebun binatang. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. dan evaluasi). Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. bermain peran.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. bangunan industri. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. mempertanyakan. mengajukan hipotesis. konsep mekanika pada sepeda. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. pasar. mengumpulkan data. c. situasi serta kondisi yang ada. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. panti asuhan. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. menjelaskan. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. konsep perubahan energi pada radio atau TV. simulasi. Dengan demikian. antara lain: gedung bersejarah. bertanya.

Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. D. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. dan lingkungannya. atau alat visual. masyarakat. khususnya media visual. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. dan waktu. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. yaitu: 1. fungsi ekonomis. aplikasi. fungsi sosial. 3. 2. Fungsi kognitif. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. Fungsi konpensatori. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. misalnya. 5. atau ke kebun binatang. melalui karya wisata. atau alat audio-visual. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. Secara umum. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. 2. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. 3. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. fungsi politis. 2. analisis. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . kunjungan ke mesium.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. 4. E. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. 4. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. 4. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Fungsi antensi media visual. fungsi eduktif. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. 3. fungsi seni (budaya). Artinya. ruang. yaitu: 1. Fungsi afektif. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali.

(5) media berbasis komputer. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Kemudahan memperoleh media. Artinya. system pengelolaan kelas. (6) multi media berbasis komputer. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. e. (4) alat dan perlengkapan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. f. minat. Media pembelajaran mengandung lima unsur. perhatian. i. prinsip. (2) diproyeksikan. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi.b. dan (7) multi media kit. perasaan. (3) audio. (2) materi dan bahan pembelajaran . c. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. (4) video. Artinya. g. (3) lingkungan. d. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. Artinya. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. Keterampilan guru dalam menggunakannya. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. Artinya. TIK. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. konsep. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan.

. 5.. 2..Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1... Karakter dan kondisi siswa. Karakteristik media.…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Alokasi waktu dan jumlah siswa.. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 .. 3....…………… 2. 4..…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………... Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.. Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? ……………………………. Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? ………………………………………………………………………………………….. Kompetensi dosen dalam menggunakan media.. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1..Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………..…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3. Standar kompetensi yang ingin dicapai..…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4.

Menurut Anda. Menurut Anda. c. …………………………………………………………………………………………. Media Visualisasi – Verbal.a. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… b.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 . Menurut Anda.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………… d. Media Audio-Visual. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan). Sumber Buatan. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ………………………………………………………………………………………….…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….

e.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 . Media Audio-Verbal. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Anda. apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………… ……………………………………………………………………………………………………… f. Menurut Anda.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”. tugas terstruktur. Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif. Keterangan 1. Jadi. hasil tes akhir (post-test). Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. tugas-tugas. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Misalnya hasil tes awal (pre-test). mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. observasi. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Dst.9 126 . Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa. piagam penghargaan. maupun berwujud keterampilan (skill). (2) sebagai suatu proses pedagogik.5. 2. baik yang berwujud pengetahuan (kognitif). nilai dan sikap (afektif). dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja.0 . rubrik atau portofolio. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). Format Pengamatan No 1. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. penilaian.8. yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Menghargai pendapat orang lain 4. dan sistematis. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran.0 . 3.4 Cukup (C) = 5. Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara.10 Baik (B) = 7. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya. Percaya diri 3. teliti.9 Kurang (D) = 4. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor.5 . portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain.5. angket.4 Sangat Kurang (E) = 0. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat. catatan anekdot. 6. Sopan dalam bertutur kata 5. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. dan sebagainya. partisipasi. Keaktifan berdiskusi 2. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi.6.5 .0 –-3.

Hasil ulangan harian dan ulangan umum. 2. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. 2. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1.(3) sebagai suatu ajektif. Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. 1. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). Dst. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. 3. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. Catatan perilaku harian para siswa. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. 3. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. E.

mengotori ruang kelas. saling menghormati. misalnya. saling menghormati. dan segera melakukan refleksi. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. menyontek waktu ulangan. sopan santun. Sedangkan perilaku negatif. setia kawan. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. dan sebagainya. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. jujur. merokok di sekolah. Tersusun dengan baik. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . bersikap toleran. Dst.Kejelasan a. Mudah dipahami Informasi a. tidak sopan. Memadai c. 2. suka bertengkar atau berkelahi. 3. b. mencuri. 2. bolos sekolah. Penting 3. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. Tertulis dengan baik. tidak senonoh. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. tanggungjawab. c. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. disiplin. Misalnya perilaku positif. 3. Akurat b.

Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. Oleh karena itu. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah.. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. atau terancam tidak naik kelas. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran.. depresif. b. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan. Di sisi lain. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. Karena itu. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. 1. terisolir. siswa yang belajar. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. JUMLAH F. berkeinginan untuk sukses.4. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. Pemberian Remedial a. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. gagal dalam mata pelajaran tertentu.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. 1.

komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. Bramer (Lobby Loekmono. melainkan tugas setiap orang. dsb). Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. Menurut Laurence M. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. seperti siswa. informasi tentang cara belajar efektif. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. ataupun tenaga ekternal sekolah. kemampuan belajar. seperti siswa. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. pemberian bimbingan belajar khusus. d. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. kebiasaan sehari-hari. minat belajar. c. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. dkk. entry-behavior. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. melainkan juga sebagai seni dan kiat. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. perkembangan prestasi belajar. iklim belajar di kelas. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. Orang awam dalam ilmu menolong. pengaruh teman. 1985). sikap dan cara belajar. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. kurang lengkapnya peralatan belajar. Untuk maksud ini. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru.

tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. Karena itu. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. diskusi. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. (2) bentuk. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. berkeinginan untuk sukses. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. catatan perilaku harian para siswa. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.e. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. menganalisis. F. meliputi. Di sisi lain. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. siswa yang belajar. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. dan (3) teknik. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. tutor sebaya. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. berupa program remedial. 2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. 2. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. (1) jenis. namun tidak mempengaruhi nilai rapor.

G. Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2. Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1.

Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. 7. Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 .4. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran. 5.

Empatik dan peduli pada orang lain .Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Mampu mengelola perasaan .Rendah hati . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Memahami dan menerima perbedaan .Mampu menangani keadaan yang menekan .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Rela memaafkan .Memiliki rasa malu .Tegas .Memiliki prinsip untuk hidup .Hidup selaras dan damai .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .Adil .Hormat terhadap sesama .Bertanggung jawab . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. misalnya: .Kreatif 2.Mampu dan bersedia bekerjasama .Taat beribadah .Mampu mengambilan keputusan pribadi .Jujur . misalnya: .Berakhlak mulia .Menghidupkan nilai-nilai .Memiliki kesadaran diri .Memahami keberartian dan tujuan hidup .Terampil berkomunikasi .Memahami dinamika kelompok .Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Mampu menyelesaian konflik .

Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1. Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 . Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 .4. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain. Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain.

9. keinginan. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak. Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful