ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

teks berita. ciri-ciri. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . tandatanda. teks pidato. surat dinas. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. perasaan. perasaan. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. perasaan. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. Menulis 1) Untuk kelas VII. Indikator pencapaian ialah karakteristik. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. membaca intensif. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif.c. atau respons. Membaca 1) Untuk kelas VII. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. Membaca intensif. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. perbuatan. resensi.

Martin dan Briggs. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. sampai pada kemampuan yang tinggi. dimiliki. menurut Suciati (2001). Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. ataupun Gerlach dan Sullivan. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. dan menjadi tidak efektif. dimiliki. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. afektif.C. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. Taksonomi tujuan pembelajaran. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. dan psikomotorik. metode. Gagne. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. b. Di antara ahli tersebut. 1994). Taksonomi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. 1. Merril. Namun demikian. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. tanpa fokus. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. aktual. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Pengertian lain menyebutkan. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. yaitu kognitif. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. teknik penilaian. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. seperti mengingat. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. Tanpa tujuan yang jelas. strategi. Krathwohl. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . dengan demikian. yaitu Bloom. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. a. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis.

. bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4.. Misalnya:struktur dasar........ Mengenali kesalahan Membedakan .. Misalnya: tabel..... Kemampuan Internal Mengatahui..... Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ... Misalnya: istilah... kata benda...... kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3...... Misalnya: metode.. grafik..........Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No. konsep................. hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .. bagianbagian. prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5... (7) Misalnya: konsep. kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan ... Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan ......... kaidah....... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami .... Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2. kaidah. (8) prinsip.... Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis .. Misalnya: metode/prosedur.

8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni.. 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun ... Krathwohl. 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. dan Masia (Suciati.... dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu.... mutu10) menguraikan ceramah. dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal. sistem nilai.. seperti memperhatikan suatu fenemena... program11) membedakan kerja. skema.. emosi... Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana... untung-15) menolak ruginya b.. 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya. 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori.. karangan... mutu 4) mengevaluasi ceramah. Bloom... Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal . program 5) memberi argumentasi kerja. dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan . sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani. Menghasilkan . Evaluasi d. mutu 3) mengkritik karangan..... 5) mendesain Misalnya: rencana.Sintesis c.. mutu 9) memilih antara karangan. pro-14) menyokong kontranya. Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan...... Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini.... 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi.....

...... Misalnya: sistem nilai. kesepakatan aturan........... sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini.. tuntutan.... c.. Misalnya: sistem nilai.... (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan ........ perintah Ikut secara aktif.. nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ...... Misalnya: kepentingan. Pengamalan e..... kesepakatan aturan... (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan .. Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui ..... aturan....... Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori.. Misalnya: peraturan... Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh... Misalnya: kesadaran........ atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. perhatian kemauan... respon (responding) Mematuhi .... Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 ... sian (organization) Memilah Menghimpun ........... kesemapakatan Pengroganisad... perbedaan Pemberian b..Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a... Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot.. Misalnya: terhadap suatu nilai. Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c..

. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj. supel.Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d. Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f. Kompleks Menyesuaikan i.. gesit. terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g. Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e.. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Misalnya: lancar. pola gerakan Berketerampilan secara . Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h.. luwes.

subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. atau c. yaitu: a. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. maupun ejaan dan tanda baca. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. Tugas ini tampak cukup mudah. Dalam merencanakan pembelajaran. mengetahui urutan abjad. atau secara kronologis terjadi lebih awal. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. b. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. g. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. c. atau sering pula disebut analisis instruksional. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. Analisis tugas. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. b. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. misalnya. yaitu: a. d. Sebagai contoh. tanda baca. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. siswa perlu belajar mengenai diksi. struktur kalimat. c. dan sebagainya). Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). menemukan ide utama untuk materi karangan. pemilihan kata-kata. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. Dari susunan tersebut. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. b. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik.2. e. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. Misalnya. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . disebabkan karena perilaku tersebut: a. f. Sebagai contoh. menulis paragraf karangan. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu.

sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. Perilaku A Perilaku B b. pengelompokan. Dalam keadaan seperti ini. seperti pada bagan berikut. yaitu hirarkis. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. menuasai tanda baca. seperti pada bagan berikut. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. dan pengelompokan. misalnya. prosedural. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. dan kombinasi.yang memadai. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. Perilaku B. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. seperti pada bagan berikut ini. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. prosedural. Namun demikian. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. a.

ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. kemampuan dan tingkat kecerdasan. Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. seperti penguasaan diksi. bisa juga homogen rendah). observasi. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. baik secara kelompok maupun secara individu. kuesioner. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. cakupan kegiatan belajar. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. harapan dan aspirasi siswa. wawancara. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. Beberapa di antara karakterstik ini. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. antara Iain: dokumen yang tersedia. unsur-unsur kalimat. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. siswa itu sendiri. kebiasaan belajar. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects).Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. misalnya. 3. misalnya: motivasi belajar. menurut Joyce & Weil (1986). minat. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. sub-skill). maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. antara lain: dokumentasi.

yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. prinsip rekasi. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. di samping tujuan instruksional. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. kondisi. dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. Sebagai contoh. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. strategi dan pengalaman belajar. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. sistem sosial. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. Penerapan model pembelajaran inkuiri. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. tanpa pengarahan langsung dari guru. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. pola interaksi. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. Namun demikian. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. Menurut Joyce dan Weil (1998). serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. seperti diukiskan pada bagan berikut. maka dalam merencanakan pembelajaran. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. dan sistem pendukung tersendiri. misalnya. Setiap situasi. lalu yang bersangkutan diberi sanksi.

mengelola. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. kompetensi lulusan sekolah. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. Dengan demikian. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. pemilihan strategi. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. penggunaan media dan sumber. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. d.Dalam MPE. bahkan standar kompetensi mata pelajaran. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. tata ruang. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. e. b. Namun demikian. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. Akibatnya. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. c. suasana dan iklim. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. antara lain: a.

Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. sistem sosial. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. dan media. Di samping itu. kreativitas. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. kemandirian. seperti kerjasama. Oleh sebab itu. sumber. dsb. interaksi. prinsip rekreasi. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . 4. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. serta pemilihan strategi. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. problem-solving. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. berfikir kritis. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut.

siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. Begitu pula. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. menganalisis. Tanpa perilaku yang jelas. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. Perhatikan contoh berikut ini. 3) Diberikan gambar seri. seperti: menyebutkan. dan sebagainya. karangan berdasarkan gambar seri. dalam batas waktu tertentu. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. menyusun. Di bawah batas itu. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. yaitu kata kerja dan objek. misalnya dalam pelajaran olahraga. pada ketinggian tertentu. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. misalnya contoh kalimat pasif. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. Dalam pembelajaran berwawasan gender. terlalu sulit. 1) Diberikan satu teks karangan. kesalahan tanda baca dalam kalimat. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. kelas berapa. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. semester berapa. Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. Misalnya. siswa jenjang sekolah apa. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. dsb. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. yaitu siswa. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. 2) Diberikan satu teks karangan.

strategi. Tanpa tujuan yang jelas. D. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). dimiliki.2) Diberikan satu teks karangan. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Penilaian 1. C = Condition. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. perbuatan. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. tanpa fokus. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Dalam merencanakan pembelajaran. serta pekerjaan seseorang. keterampilan. 3) Diberikan gambar seri. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. dan menjadi tidak efektif. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. B = Behavior. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. sikap. D = Degree. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. E. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. prestasi. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Dengan demikian. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. metode. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. letak pengembangan instruksional berada paling awal. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran.

mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. b. dan memelihara sistem/organisasi kelas. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. e. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. f. 2. d. dkk. g. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. Johelson dan Mary A. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. mempertahankan. c. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. 1. efektif.. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . Oleh karena itu. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. peserta diklat diharapkan mampu: a. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. B. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. Menurut Sudirman. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. Dalam sebuah kelas. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. diperlukan kemampuan mengelola kelas. aman.

Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Bervariasi Penggunaan alat atau media. alat pelajaran). yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. tindakan. 3. Jadi. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. Tatangan Penggunaan kata-kata. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. 5. D. perabot. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. gaya mengajar. Penekanan pada hal-hal yang positif.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. 4. Untuk itu. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. C. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. 2. 6. Karena itu.

Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). d. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. b. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. dipindahkan. Lebih jauh lagi. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. c. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). ltulah sebabnya. sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. Untuk itu. Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. dan karena itu. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). emosional. E. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. Guru harus memilki jiwa pendidik. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. berkomunikasi dengan santun dan patut. dalam hal ini. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. dan disusun secara fleksibel. suka tersenyum. e. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. adil terhadap semua siswa. Jika anak senang dan asyik. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. dan mental dalam proses belajar. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman).a. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . bersikap ramah. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan.

4. Model Lingkaran Dalam model ini. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. 3. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. Dalam menyusun meja-kursi model U. 2. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. 7. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah.yang tinggi. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. Meja diatur sedemikian rupa. namun jika mereka berdiskusi. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. Dalam model ini. melakukan kerja laboral. 6. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. Model Corak Tim Pada model ini. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. mesin. 5. Jika mereka ingin menulis. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. berdebat. 1. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. Sediakan ruangan yang cukup. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. atau mengobservasi aktivitas kelompok.

Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. dapat diminta membuat gambar. tema. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. keterampilan atau kegiatan tertentu. jika dana memungkinkan. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. atau petikan ayat. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. Di samping itu. peralatan. F. atau unit tertentu yang dipelajari). Akan lebih baik. berpasangan. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. dan pesan tokoh tertentu. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. hadis. Siswa. dan ditata dengan baik. motto. Di samping itu itu. desain. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. dsb. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. benda asli. Dengan demikian. puisi. peta. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. Untuk masud tersebut. Suara musik yang lembut. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. atau bahkan di kolong meja. baik dalam perencanaan. dan sebagainya. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. puisi. perlengkapan. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. atau kelompok. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. menumbuhkan. Oleh karena itu. sentra pembelajaran matematika. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. misalnya sentra penerbitan. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. karangan. model. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. pembuatan. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. sudut ruang. rak buku. Di samping itu. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. seperti saat belajar. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. diagram. misalnya. siswa perlu dilibatkan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Pajangan dapat berupa gambar.

Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. kelas matematika. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus.sistem moving-class ini. dan ketersediaan sarana/prasarana. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. media. misalnya. sebagai berikut: 1. pajangan. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. kelas bahasa. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. 4. keterlibatan siswa. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. kerjasama. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. Setiap hari. dan sebagainya. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. G. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. fasilitas. Untuk itu. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . berpasangan. kelas kesenian. peralatan. tidak perlu ada di semua kelas. Ada kelas sains. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. Antara lain jenis kegiatan. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. Media dan peralatan pembelajaran Sains. kelompok kecil. Meja. kepedulian. 3. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. tujuan kegiatan. waktu belajar. kursi. Memungkinkan penggunaan sarana. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. 2. atau klasikal.

2. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. H. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Mulai pembelajaran pada waktunya. 1. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. Dengan demikian. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. dan sebagainya. tenulis. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. 4. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. denah. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Gunakan petunjuk tertulis. 3. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. penundaan memulai awal pembelajaran. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. benda kreasi. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. dari dekat ke jauh.

ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. Momentum belajar adalah momen.kelas yang baik. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. yaitu: (1) model huruf U. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. (2) model corak tim. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. (3) bervariasi. Pertahankan momentum belajar. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. I. (5) model fishbowl. dan sesuai dengan minat siswa. (4) menguatkan. (4) keluesan. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. kelompok kecil. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. J. 5. bersifat melibatkan. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. penciptaan atmosfer belajar. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. (2) tatangan . dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. (67) model Workstation. berpasangan. (2) mngasyikkan. 6. tujuan kegiatan. keterlibatan siswa. (4) model lingkaran. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. (3) model meja konferensi. waktu belajar. Time ontask siswa. sebagaimana diuraikan sebelumnya. Antara lain jenis kegiatan. menumbuhkan. pengelolaan aktivitas belajar siswa. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. Biasanya. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. dan (6) penanaman disiplin diri. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. kesempatan. atau klasikal. yaitu: (1) menyenangkan . dan ketersediaan sarana/prasarana. (5) hidup dan memberi kebebasan. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. (6) model breakout groupings. (3) mencerdaskan. efektif. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif.

Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . hidup dan memberi kebebasan: b. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. a. mencerdaskan. mengasyikkan. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . menguatkan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif.

Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g.d. Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Penggunaan Musik e.

Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. Untuk mencapai proses itu. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. dan keasyikan tersendiri. Untuk menjadi guru yang baik. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. 1985. 1995. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. Sanjaya. Lebih-lebih saat ini. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. B. 2. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. Di situlah letak seni mengajar itu. kompleks. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Dengan KTSP itu. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. peserta diklat diharapkan mampu: a. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. Selain itu. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. 2006). strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. Apalagi. waktu. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran.STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. menyenangkan. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Kemp. b. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. pikiran. c. perasaan. dan memberikan manfaat bagi siswa.

Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach). (ii) aktivitas. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. (iii) individualitas. dan (iv) integritas. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Sedangkan. seperti. yakni. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction).  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C.pendekatan tertentu. (i) berorientasi pada tujuan.

Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. 2. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. (b) penekanannya pada membaca. perbandingan. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . keterangan. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa.Selanjutnya. minat. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. serta psikologis peserta didik. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. menyenangkan. menantang. kreativitas. Di samping itu. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. dan pengembangan fisik. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. D. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. 1. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. Strategi Membaca Di Eropa. dan penghafalan kaidah bahasa. mengarang. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. dan kemandirian sesuai dengan bakat. pada tahun 1920-an. inspiratif.

Berikut langkah-langkah strategi membaca. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. serta mimik secara langsung. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). kunjungan dan seterusnya. Untuk mempercepat waktu. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. 3. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. maupun kalimat. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. peragaan. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. frase. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Sebaliknya. tersirat. Begitu pula. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. Oleh karena itu. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan. maupun yang tersorot. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . untuk kepentingan tertentu. skema. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. pembaca dilarang bersuara. dalam penyiapan bacaan. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. 5. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. berkomat-kamit. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. 2) Penyajian bacaan di kelas. 4. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya.antara strategi tata bahasa dan langsung. Pertengahan abad ke-19. gerakan. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. Menurut strategi reseptif. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. rangkuman. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. diagram. ikhtisar. Padahal. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. aspek pemilihan bacaan.

gerakan. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. strategi perbaikan. dan gambar-gambar. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. Namanama strategi itu adalah strategi baru. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. (d) membuat catatan. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. 1) menangani siswa yang suka bicara.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. strategi perbaikan. (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. dramatisasi. dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. (e) menyusun catatan secara logis. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. (2) struktur dan fungsi. mendalam. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. strategi alamiah. Terutama dalam pembelajaran bahasa. Pada hakikatnya. Untuk itu. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. yakni struktural. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. Dengan begitu. ada beberapa jenis desain pembelajaran. serta mimik secara langsung. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. dalam pelaksanaannya. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. (4) fungsional. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. 5) nasional penuh. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. Contohnya. Di samping itu. strategi alamiah. strategi langsung mendapatkan tempat. fungsional. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . dan (6) komunikatif penuh. 2) mengatur tempo pembelajaran. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. dramatisasi. peragaan. Pertengahan abad ke-19. dan membuat siswa lebih intensif. dan strategi lisan. (3) fokus variabel. Namanama strategi itu adalah strategi baru. dan strategi lisan. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. dan instrumental. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. dan gambargambar.

Konsep-konsep dasar tidak terlepas. dan pemahaman. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Oleh karena itu. Dalam pembelajaran Bahasa. 8. Misalnya. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan religius mereka menjadi perhatian. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Saat mengajarkan kalimat. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. jenuh. kontemporer. konkret dan konseptual. tindakan. Misalnya. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. Kemudian. 7. keingintahuan. Perpindahannya diatur secara tipis. Oleh karena itu. Bahkan. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. minat. klise. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. Begitu pula. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. presentasi. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Guru tidak perlu monoton.6. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. Sebaliknya. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. penggunaan. Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. sosial. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Budaya. pikiran. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas.

(2) landasan yang kukuh. menulis. cara efektif pembelajaran. multi pendekatan. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. moving action. Kemudian. segalanya bertujuan. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. penguatan diri. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. Kemudian. Dengan begitu. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. pembelajar dapat mememori membaca. dan (5) jika layak dipelajari. cara pikir mereka. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. tahapannya diatur melalui persepsi. memang sangat luar biasa. Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. dan rancangan belajar yang dinamis. identifikasi diri. layak pula dirayakan. Kemudian. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. menyampaikan isi. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. akui setiap usaha pembelajar. pengalaman sebelum menemukan. dan perasaan mereka. aktualisasi diri. (3) keterampilan belajar untuk belajar. merancang kurikulum. fasilitasi. dan (4) keterampilan hidup. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. (2) segalanya bertujuan. dan memudahkan proses belajar. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. keterampilan belajar untuk belajar. strategi penemuan konsep dilakukan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. Dalam QL. fasilitas yang luwes. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya. Dalam strategi kuantum. (2) fasilitas yang luwes. (4) akui setiap usaha. Hasilnya. lingkungan yang mendukung. QL mengutamakan konteks dan isi. landasan yang kukuh. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. 1999-2001). mewarnai lingkungan sekeliling.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. dan membuat peta pikiran dengan cepat. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. dan keterlibatan aktif siswa dan guru. dan keterampilan hidup. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. partisipatori. (3) lingkungan yang mendukung. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. pengukuhan diri dan refleksi. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri.

jenis kelamin. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. siswa tidak boleh saling membantu. Dalam konstruktivistik. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). 9. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. Akhirnya. strategi bertanya. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. mengeja. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. sulit. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. Untuk itu. Tugas kompleks itu misalnya proyek. dalam pengajaran. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. 3) pemagangan kognitif. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. dan realistis. pembelajaran generatif. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Jadi. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. dan suku. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. Kemudian. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. Sebaliknya. dan tanda bacanya. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. pemahaman mereka.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. 2) zona perkembangan terdekat. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. Dalam kooperatif. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Selain itu. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. penyelidikan di masyarakat. Sebagai contoh. tata bahasa. saat mengerjakan kuis. simulasi. memberikan penjelasan dengan baik. 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata).

serta proyek kooperatif. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). gambar. saling membuatkan ikhtisar. pandai berperan sebagai mediator. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. Menurut Freire (dalam Fakih. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Misalnya. dan perencanaan. masing-masing mempelajari riwayat hidup. dan kreatif. dampak dan kiprahnya. dinamis. dan sebagainya. Dengan berpartisipasi aktif. dan berlaku sebagai subjek. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. berlatih pengejaan. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. siswa aktif. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. diskusi kelompok. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Namun. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. Dalam jigsaw. Kemudian. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. mereka melaporkan tugas itu. tulisan dinding. Oleh karena itu. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. kemunduran yang dialami. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. 4) Jigsaw. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. 10. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. menulis tanggapan terhadap cerita. siswa dapat menemukan hasil belajar. 5) Belajar Bersama (learning together). 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Dalam CIRC. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. 3) dunia anak adalah dunia bermain. serta perbendaharaan kata. prestasi awal. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. bukan berarti guru harus pasif. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. Dalam Strategi partisipatori. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. Kemudian.

Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. media atau sarana yang perlu disiapkan. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. 11 . 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. bentuk pendidikannya. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. Kemudian. 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. materi yang akan disajikan.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. memperluas. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. dan 3) dialogis. Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. 2) tidak menggurui. Berikutnya. dan peran fasilitator/pemandu. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. Kemudian. proses yang akan dilakukan. Oleh karena itu. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif.

pertanyaan berguna untuk menggali informasi. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. c. seseorang membuka buku. Tentunya. dan bergelut dengan ide-idenya. dan seterusnya. Dengan begitu. Untuk mengetahui Chairil Anwar. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. menciptakan. Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. pertanyaan (questioning). Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. pemodelan (modeling). dan menilai kemampuan siswa. mengidentifikasi. dan refleksi (reflection). mengarahkan perhatian. penilaian autentik (authentic assessment). Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. dalam menjalankan strategi ini. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. Untuk itu. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Dari pengalaman menulis itu. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. mengecek informasi yang didapatnya. Bagi siswa. Biasakanlah siswa melakukan. Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . membimbing. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. Pertanyaan berguna untuk mendorong. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. bertanya. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. yaitu: inkuiri (inquiry). siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. berbicara. Sebagai guru. membaca langsung. mendemonstrasikan. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. a. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. guru dituntut lebih kreatif pula. konstru ktivistik (constructivism). pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. Dengan begitu. Dengan begitu. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang. Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. Masyarakat Belajar (learning community).

misalnya untuk lafal tertentu. Dengan begitu. model paragraf. karya siswa. Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. dan saling aktif. dengan orang lain. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. presentasi. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. bebas berbicara. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. model didatangkan dari luar kelas. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. kuis. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. berbicara. di pasar. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. terbuka. jurnal. di halaman. Bisa jadi. antara yang tahu dengan yang belum tahu. demonstrasi. Dari model itu. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. Dalam kontekstual. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . Semua anggota kelompok upayakan terbuka. Dalam kontekstual. di ruang lain. di ruang kelas. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. model kalimat. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. guru memberikan model karya tulis. berarti Anda telah melakukan pemodelan. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. Yang pandai mengajari yang lemah. hasil tes tulis. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. atau di mana pun. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. PR. dan terus-menerus. Dengan begitu. e. Untuk itu. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. dan seterusnya. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. Dalam kelas yang kontekstual. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. pegawai bank. karya tulis. tokoh masyarakat. petani. atau yang lainnya. Dapat pula. misalnya. terintegrasi. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. Kemudian. f. guru bukanlah model satu-satunya. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. Model dapat diambil dari mana saja.d. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. laporan.

berarti Anda telah melakukan refleksi. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. diskusi. (10) strategi partisipatori.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. (4) strategi reseptif dan produktif. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. dan (11) strategi kontekstual. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. Jadi. mengkonstruksi ulang. (7) strategi tematik. catatan di lembar kertas. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. Kreatif dan Menyenangkan).g. refleksi sangat dibutuhkan. di akhir jam pelajaran. (1) berorientasi pada tujuan. (3) strategi audiolingual. atau membuat pengalaman. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. atau dalam kesempatan apapun. (2) aktivitas. dan pengetahuan yang baru saja diterima. Artinya. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. (3) individualitas. cerita guru. di akhir bab/tema. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. cerita siswa. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. singkat. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . (9) strategi konstruktif. aktivitas yang baru dijalani. (5) strategi langsung. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. Dengan merefleksikan sesuatu. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. E. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. (2) strategi membaca. mengingat kembali. (6) strategi integratif. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. Dengan begitu. memperbaiki. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. kata kunci. lagu. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. yakni. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. (8) strategi kuantum. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. waktu. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. dan yang lain-lainnya. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. dan (4) integritas. puisi. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. Dengan demikian.

strategi tematik c. strategi langsung k.F. strategi audiolingual i. Jakarta : Depdikbud. Penilaian 1. Jakarta. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. 1 997. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jelaskan pengertian strategi! 2. strategi kuantum d. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. strategi tata bahasa g.d. strategi kontekstual 3. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. strategi konstruktivistik e. strategi reseptif dan produktif j. Purwo. strategi membaca h. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. strategi partisipatori f. strategi integratif b. Bambang Kaswanti. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. 14 April s. 2000. strategi komunikatif l.

 Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru. prosedur pembelajaran serta monitoring.  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif.

1. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 .2. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

2. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 .3. 3. 4. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .4.

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

5. STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 .

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .6.

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. perasaan. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. disesuaikan dengan kondisi waktu. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. perhatian. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 . Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. 1984: 81). media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Dengan demikian. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran.MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. L. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. minat. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. 1. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. perhatian. perasaan. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. perantara’ (Azhar. 1985). sulit mencari media yang tepat. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. Secara harfiah. 2000: 3).

1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. media ini juga mempunyai kelemahan. (c) ringkas. (d) langsung memberikan umpan balik. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). terdapat pula kelemahan media audio. (b) relatif murah. (3) audio. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. CD-Rom. Video interaktif. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. (5) media berbasis komputer. media pembelajaran mengandung lima unsur. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. Digital video interactive. C. grafis. dan (d) mudah dibawa (portable). dan suara yang dioperasikan dengan komputer. selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. 1. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. (4) video. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. besar. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya.C. Selain di dalam kelas. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. Bentuknya antara lain. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. dan (7) multi media kit. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. (6) multi media berbasis komputer. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). (2) diproyeksikan. 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. Di samping kelebihannya. Di samping kelebihannya. Hypermedia. 1996. Di samping kelebihannya. dan Virtual reality. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). gambar. (c) menampilkan unsur audiovisual. dan berbahaya. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 .

majalah. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. koran. dan jurnal. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. film. Slide dan transparansi. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. model. TV. peta. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. OHP. 2.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. 3. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. CD/DVD. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. globe. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Komputer.

Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. konsep mekanika pada sepeda. pengelolaan kelas. berpikir. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. mengajukan hipotesis. dan karyawisata. bermain peran. konsep perubahan energi pada radio atau TV. mengumpulkan data. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. b. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). bertanya. Dalam arti: tidak paten. dan evaluasi). tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. yakni sebagai berikut. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. seperti kegiatan mengamati. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. mempertanyakan. a. 4.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. bangunan industri. pasar. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Dengan demikian. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. c. menjelaskan. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. d. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. lingkungan pertanian. strategi pembelajaran. situasi serta kondisi yang ada. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. simulasi. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. berkomentar. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. 5. panti asuhan. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. dramatisasi. dan kebun binatang. antara lain: gedung bersejarah. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu.

dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. dan lingkungannya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . kunjungan ke mesium. D.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. 5. 3. analisis. dan waktu. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Artinya. ruang. artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. melalui karya wisata. yaitu: 1. yaitu: 1. fungsi eduktif. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. aplikasi. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. 2. 2. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. fungsi sosial. misalnya. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. 4. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. atau ke kebun binatang. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. fungsi seni (budaya). khususnya media visual. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Fungsi antensi media visual. Fungsi konpensatori. atau alat audio-visual. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. masyarakat. E. fungsi politis. Secara umum. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). 3. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. atau alat visual. Fungsi afektif. Fungsi kognitif. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. 4. 3. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 2. 4. fungsi ekonomis. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran.

(5) media berbasis komputer. d. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. e. Artinya. (3) lingkungan. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. dan (7) multi media kit. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. system pengelolaan kelas. Artinya. memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. f. g. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. (2) materi dan bahan pembelajaran . Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. (6) multi media berbasis komputer. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. perasaan. c. (3) audio. Keterampilan guru dalam menggunakannya. TIK. Kemudahan memperoleh media. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. perhatian. i. (2) diproyeksikan. Artinya.b. Media pembelajaran mengandung lima unsur. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. (4) alat dan perlengkapan. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. prinsip. Artinya. (4) video. konsep. minat. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1.....…………… 2.. Standar kompetensi yang ingin dicapai.....Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G. Alokasi waktu dan jumlah siswa. Karakteristik media. Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………... Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? …………………………………………………………………………………………...…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4.…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3.. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………... Karakter dan kondisi siswa. Kompetensi dosen dalam menggunakan media. Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? ……………………………. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 . 3. Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. 4.…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. 5.Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1.. 2...

…………… d. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda. Menurut Anda. Menurut Anda.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Media Audio-Visual.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… b.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 . Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan). Media Visualisasi – Verbal.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………. Sumber Buatan.a. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan …………………………………………………………………………………………. c. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….

Media Audio-Verbal. Menurut Anda.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 .e.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… f. Menurut Anda. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. teliti. 2. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor.0 –-3.10 Baik (B) = 7. partisipasi.0 .8. hasil tes akhir (post-test). 6.0 . Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”. dan sebagainya. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif.5. Misalnya hasil tes awal (pre-test). dan sistematis. Keterangan 1. tugas-tugas. angket.6.5 .4 Cukup (C) = 5. Keaktifan berdiskusi 2. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. (2) sebagai suatu proses pedagogik. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. Percaya diri 3. nilai dan sikap (afektif). tugas terstruktur. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara. Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya. maupun berwujud keterampilan (skill). baik yang berwujud pengetahuan (kognitif).4 Sangat Kurang (E) = 0. Sopan dalam bertutur kata 5. observasi. yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Format Pengamatan No 1. 3. piagam penghargaan. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat.9 126 . melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. Jadi.5 . Menghargai pendapat orang lain 4. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain. rubrik atau portofolio. dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja. Dst. catatan anekdot. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya.5. Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa. Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. penilaian.9 Kurang (D) = 4.

Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Hasil ulangan harian dan ulangan umum. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. 3. 1. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. Dst. 3.(3) sebagai suatu ajektif. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. 2. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. 2. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. 1. Catatan perilaku harian para siswa. E. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan.

Akurat b. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. mencuri.Kejelasan a. menyontek waktu ulangan. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. suka bertengkar atau berkelahi. setia kawan. misalnya. dan sebagainya. tidak senonoh. jujur. merokok di sekolah. b. Tertulis dengan baik. Tersusun dengan baik. 3. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. saling menghormati. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. disiplin. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . sopan santun. 2. Misalnya perilaku positif. 3. tidak sopan. Dst. saling menghormati. Sedangkan perilaku negatif. 2. Penting 3. bolos sekolah. bersikap toleran. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. Memadai c. Mudah dipahami Informasi a. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. c. tanggungjawab. mengotori ruang kelas. dan segera melakukan refleksi.

antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. Di sisi lain. siswa yang belajar. depresif. 1. 1. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. b. atau terancam tidak naik kelas. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. JUMLAH F. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. Pemberian Remedial a. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Karena itu. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. terisolir.. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah. gagal dalam mata pelajaran tertentu.. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . berkeinginan untuk sukses. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar.4. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. Oleh karena itu. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO.

Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. dsb). pengaruh teman. d. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . Orang awam dalam ilmu menolong. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas. ataupun tenaga ekternal sekolah. kurang lengkapnya peralatan belajar. seperti siswa. melainkan juga sebagai seni dan kiat. c. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. iklim belajar di kelas. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. kemampuan belajar. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. pemberian bimbingan belajar khusus. melainkan tugas setiap orang. Menurut Laurence M. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. 1985). 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. sikap dan cara belajar. Untuk maksud ini. seperti siswa. informasi tentang cara belajar efektif. Bramer (Lobby Loekmono. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. kebiasaan sehari-hari. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. dkk. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. entry-behavior. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. minat belajar. perkembangan prestasi belajar.

siswa yang belajar. 2. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. F. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . dan (3) teknik. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan.e. tutor sebaya. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). (2) bentuk. diskusi. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. 2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. berkeinginan untuk sukses. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. Di sisi lain. meliputi. laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. menganalisis. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. namun tidak mempengaruhi nilai rapor. Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. (1) jenis. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. catatan perilaku harian para siswa. berupa program remedial. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. Karena itu. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat.

Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1. Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2.G. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. 7. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8.4. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. 5. Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik.

Berakhlak mulia .Rendah hati .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .Mampu dan bersedia bekerjasama . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.Menerima keadaan diri (self-acceptance) .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Memahami keberartian dan tujuan hidup .Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Keterbukaan diri (self-disclosure) . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Hidup selaras dan damai .Rela memaafkan .Terampil berkomunikasi .Memahami dinamika kelompok .Adil .Mampu menyelesaian konflik .Bertanggung jawab .Jujur .Kreatif 2. misalnya: .Memiliki rasa malu . misalnya: .Memiliki kesadaran diri .Mampu mengambilan keputusan pribadi .Hormat terhadap sesama .Menghidupkan nilai-nilai .Memahami dan menerima perbedaan .Mampu menangani keadaan yang menekan .Mampu mengelola perasaan .Empatik dan peduli pada orang lain .Tegas .Memiliki prinsip untuk hidup .Taat beribadah .

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1. Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain. Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 .

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5.4. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10. Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . keinginan. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak.9. dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.