ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

c. perasaan. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. Menulis 1) Untuk kelas VII. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. resensi. Membaca intensif. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. teks pidato. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. perbuatan. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. perasaan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . ciri-ciri. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. Membaca 1) Untuk kelas VII. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. tandatanda. membaca intensif. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. atau respons. teks berita. perasaan. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. surat dinas. Indikator pencapaian ialah karakteristik. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII.

metode. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. dan menjadi tidak efektif. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. ataupun Gerlach dan Sullivan. sampai pada kemampuan yang tinggi. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Di antara ahli tersebut. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. menurut Suciati (2001). diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. yaitu Bloom. Tanpa tujuan yang jelas. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Taksonomi tujuan pembelajaran. 1. seperti mengingat. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. Taksonomi tujuan pembelajaran. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. a. aktual. tanpa fokus. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. dengan demikian. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. Namun demikian. dimiliki. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. b. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. strategi. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Gagne. Martin dan Briggs. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. Merril. afektif. Pengertian lain menyebutkan. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. 1994). teknik penilaian. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. dan psikomotorik. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori.C. Krathwohl. dimiliki. yaitu kognitif.

. kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3.. bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4....Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No......... kaidah...... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami ... (7) Misalnya: konsep... Misalnya: istilah.. Misalnya: metode...... Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ... prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5......... Mengenali kesalahan Membedakan ... hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .. bagianbagian....... kaidah. grafik....... Misalnya: metode/prosedur.. (8) prinsip....... Misalnya:struktur dasar. kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan ........ Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis ... Kemampuan Internal Mengatahui.... Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan . Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2... kata benda......... konsep... Misalnya: tabel.

sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani.. 5) mendesain Misalnya: rencana. untung-15) menolak ruginya b.... 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. dan Masia (Suciati... dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. karangan.. mutu 4) mengevaluasi ceramah..... 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya... Krathwohl. emosi. seperti memperhatikan suatu fenemena. Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan. Menghasilkan .. dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan . 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori.... dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal. pro-14) menyokong kontranya....... mutu 9) memilih antara karangan.. Evaluasi d.. Bloom.. 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni... Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini.. sistem nilai. 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal . 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun .. mutu 3) mengkritik karangan.Sintesis c. Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana... program11) membedakan kerja.. mutu10) menguraikan ceramah... Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 ... 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. program 5) memberi argumentasi kerja. skema....

. sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini. Misalnya: sistem nilai........ Misalnya: kesadaran.. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 .... kesemapakatan Pengroganisad....... Pengamalan e......... respon (responding) Mematuhi . kesepakatan aturan... Misalnya: terhadap suatu nilai... Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui .......... kesepakatan aturan.. nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ....Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a... Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot... Misalnya: kepentingan. Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori.. Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh... perhatian kemauan........... perbedaan Pemberian b. tuntutan............ (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan ..... (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan ... aturan. Misalnya: peraturan. perintah Ikut secara aktif. c.... atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot... Misalnya: sistem nilai.. sian (organization) Memilah Menghimpun ..... Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c....

terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj.. pola gerakan Berketerampilan secara . Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e. Misalnya: lancar. Kompleks Menyesuaikan i. Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f.. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h.Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d.. supel. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . gesit. luwes..

misalnya. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. Misalnya. yaitu: a. Sebagai contoh. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. mengetahui urutan abjad. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. g. tanda baca. menulis paragraf karangan. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. siswa perlu belajar mengenai diksi. b. d. c. atau sering pula disebut analisis instruksional. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. e. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. pemilihan kata-kata.2. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. Dalam merencanakan pembelajaran. Dari susunan tersebut. Analisis tugas. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. disebabkan karena perilaku tersebut: a. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. maupun ejaan dan tanda baca. atau c. dan sebagainya). merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. b. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. yaitu: a. menemukan ide utama untuk materi karangan. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. b. Sebagai contoh. Tugas ini tampak cukup mudah. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. f. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. atau secara kronologis terjadi lebih awal. struktur kalimat. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. c. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 .

Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. misalnya. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. Namun demikian. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku.yang memadai. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. seperti pada bagan berikut. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. dan kombinasi. Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. Dalam keadaan seperti ini. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. Perilaku A Perilaku B b. seperti pada bagan berikut. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. yaitu hirarkis. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. dan pengelompokan. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. menuasai tanda baca. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. prosedural. seperti pada bagan berikut ini. a. pengelompokan. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. Perilaku B. prosedural.

baik secara kelompok maupun secara individu. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. sub-skill). bisa juga homogen rendah). antara Iain: dokumen yang tersedia. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. cakupan kegiatan belajar. kebiasaan belajar. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. siswa itu sendiri. misalnya. observasi. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. harapan dan aspirasi siswa. Beberapa di antara karakterstik ini. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. wawancara. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. misalnya: motivasi belajar. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. seperti penguasaan diksi. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. unsur-unsur kalimat. antara lain: dokumentasi. menurut Joyce & Weil (1986). Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. 3.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. kuesioner. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). kemampuan dan tingkat kecerdasan. minat.

Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. kondisi. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. seperti diukiskan pada bagan berikut. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. di samping tujuan instruksional. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. Setiap situasi. dan sistem pendukung tersendiri. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. lalu yang bersangkutan diberi sanksi. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. maka dalam merencanakan pembelajaran. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. pola interaksi. Namun demikian. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. misalnya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . sistem sosial. Sebagai contoh. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. tanpa pengarahan langsung dari guru. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. prinsip rekasi. strategi dan pengalaman belajar. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. Penerapan model pembelajaran inkuiri. Menurut Joyce dan Weil (1998). dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring.

suasana dan iklim. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. bahkan standar kompetensi mata pelajaran. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. Namun demikian. e. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. pemilihan strategi. tata ruang. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. Akibatnya. b. penggunaan media dan sumber. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. Dengan demikian. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. antara lain: a. c. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. d. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual.Dalam MPE. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. mengelola. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. kompetensi lulusan sekolah. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual.

guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. dsb. kreativitas. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. seperti kerjasama. berfikir kritis. interaksi. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. sumber. prinsip rekreasi. Di samping itu. 4. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. dan media. kemandirian. serta pemilihan strategi. Oleh sebab itu. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. problem-solving. misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. sistem sosial. Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD.

Di bawah batas itu. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. Tanpa perilaku yang jelas. karangan berdasarkan gambar seri.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. terlalu sulit. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. 2) Diberikan satu teks karangan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. Misalnya. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. yaitu siswa. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. siswa jenjang sekolah apa. kesalahan tanda baca dalam kalimat. yaitu kata kerja dan objek. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. pada ketinggian tertentu. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. seperti: menyebutkan. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. misalnya contoh kalimat pasif. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. semester berapa. dsb. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. Begitu pula. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. dalam batas waktu tertentu. menyusun. misalnya dalam pelajaran olahraga. 3) Diberikan gambar seri. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. 1) Diberikan satu teks karangan. dan sebagainya. menganalisis. kelas berapa. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. Dalam pembelajaran berwawasan gender. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. Perhatikan contoh berikut ini.

Tanpa tujuan yang jelas. keterampilan. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. D = Degree. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. dimiliki. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. prestasi. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. Dengan demikian. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. serta pekerjaan seseorang. sikap. B = Behavior. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. E. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. D. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . strategi. dan menjadi tidak efektif. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. Dalam merencanakan pembelajaran. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. letak pengembangan instruksional berada paling awal. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. perbuatan. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. C = Condition. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Penilaian 1. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. metode. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. tanpa fokus. 3) Diberikan gambar seri. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut.2) Diberikan satu teks karangan. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi.

pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. Oleh karena itu. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. g. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. peserta diklat diharapkan mampu: a. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. b. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. e. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V.. diperlukan kemampuan mengelola kelas. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Johelson dan Mary A. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. d. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. dkk. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. dan memelihara sistem/organisasi kelas. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. B. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. aman.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. 2. mempertahankan. Menurut Sudirman. efektif. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. c. 1. f. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Dalam sebuah kelas. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas.

2. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. 6. Tatangan Penggunaan kata-kata. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. 4. 5. Jadi. C. perabot. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Penekanan pada hal-hal yang positif. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. Untuk itu. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. D. yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. alat pelajaran). Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Karena itu. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. 3. Bervariasi Penggunaan alat atau media. Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. tindakan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . gaya mengajar. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar.

E. Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). berkomunikasi dengan santun dan patut.a. emosional. e. Lebih jauh lagi. Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. Jika anak senang dan asyik. Untuk itu. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. dan karena itu. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. ltulah sebabnya. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. dipindahkan. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . b. dalam hal ini. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. dan disusun secara fleksibel. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. adil terhadap semua siswa. sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. d. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Guru harus memilki jiwa pendidik. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. bersikap ramah. suka tersenyum. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. dan mental dalam proses belajar. c.

Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. Meja diatur sedemikian rupa. mesin. Model Corak Tim Pada model ini. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. Jika mereka ingin menulis. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. Dalam menyusun meja-kursi model U. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. 6. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. melakukan kerja laboral. 3. 4. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. 1. 5. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. 2. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu.yang tinggi. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. namun jika mereka berdiskusi. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. Sediakan ruangan yang cukup. Dalam model ini. Model Lingkaran Dalam model ini. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. berdebat. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. atau mengobservasi aktivitas kelompok. 7.

atau bahkan di kolong meja. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. hadis. puisi. Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. benda asli. Untuk masud tersebut. peta. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. motto. keterampilan atau kegiatan tertentu. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. rak buku. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. pembuatan. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. dan ditata dengan baik. diagram. misalnya sentra penerbitan. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. berpasangan. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. menumbuhkan. perlengkapan. misalnya. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . peralatan. atau petikan ayat. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. puisi. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Akan lebih baik. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. sudut ruang. seperti saat belajar. dapat diminta membuat gambar. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. atau unit tertentu yang dipelajari). Suara musik yang lembut. F. tema. karangan. model. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. sentra pembelajaran matematika. Di samping itu. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. dsb. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. dan sebagainya. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. Oleh karena itu. jika dana memungkinkan. dan pesan tokoh tertentu. Dengan demikian. siswa perlu dilibatkan. desain. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. baik dalam perencanaan. atau kelompok. Pajangan dapat berupa gambar. Di samping itu. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Siswa. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. Di samping itu itu.

Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. kursi. Untuk itu. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. kepedulian. misalnya. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. dan sebagainya. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. keterlibatan siswa. kerjasama. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. waktu belajar. media. kelas matematika. Media dan peralatan pembelajaran Sains. dan ketersediaan sarana/prasarana. Antara lain jenis kegiatan. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. berpasangan. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. G. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. Ada kelas sains. fasilitas. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. kelas kesenian.sistem moving-class ini. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. Setiap hari. kelas bahasa. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. Memungkinkan penggunaan sarana. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. 2. tidak perlu ada di semua kelas. Meja. peralatan. atau klasikal. 4. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. pajangan. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). kelompok kecil. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. tujuan kegiatan. sebagai berikut: 1. 3. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .

Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. penundaan memulai awal pembelajaran. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. Mulai pembelajaran pada waktunya. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. denah. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. tenulis. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. dari dekat ke jauh. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. Dengan demikian. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. Gunakan petunjuk tertulis. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. benda kreasi. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. H. 2. 1. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. 3. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. dan sebagainya. 4.

J. dan (6) penanaman disiplin diri. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. Time ontask siswa. (4) keluesan. Biasanya. (6) model breakout groupings. waktu belajar. (2) mngasyikkan. (4) menguatkan. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. (4) model lingkaran. (67) model Workstation. sebagaimana diuraikan sebelumnya. kesempatan. tujuan kegiatan. yaitu: (1) model huruf U. kelompok kecil. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. atau klasikal. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. berpasangan. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. (2) tatangan . atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. Momentum belajar adalah momen. dan ketersediaan sarana/prasarana. bersifat melibatkan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. 6. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. (5) hidup dan memberi kebebasan. pengelolaan aktivitas belajar siswa. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. (5) model fishbowl. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Pertahankan momentum belajar. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. (3) model meja konferensi. dan sesuai dengan minat siswa. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. (3) mencerdaskan. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. Antara lain jenis kegiatan. menumbuhkan.kelas yang baik. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. (2) model corak tim. 5. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. keterlibatan siswa. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. yaitu: (1) menyenangkan . Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. (3) bervariasi. I. efektif. penciptaan atmosfer belajar. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi.

Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . a. mengasyikkan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif. mencerdaskan. hidup dan memberi kebebasan: b. menguatkan.

Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Penggunaan Musik e.d. Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g.

Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. waktu. Lebih-lebih saat ini. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. 1995. Selain itu. c.STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Sanjaya. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. kompleks. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Apalagi. Di situlah letak seni mengajar itu. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. dan memberikan manfaat bagi siswa. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. b. Untuk mencapai proses itu. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. 1985. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. B. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. 2. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. perasaan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Dengan KTSP itu. menyenangkan. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. 2006). menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Kemp. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. peserta diklat diharapkan mampu: a. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. pikiran. dan keasyikan tersendiri. Untuk menjadi guru yang baik. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya.

Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran.pendekatan tertentu. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). (ii) aktivitas. yakni. dan (iv) integritas.  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. (i) berorientasi pada tujuan. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. seperti. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. Sedangkan. (iii) individualitas. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry.

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. (b) penekanannya pada membaca. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. dan pengembangan fisik. dan penghafalan kaidah bahasa. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. mengarang. 2. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. perbandingan. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. dan kemandirian sesuai dengan bakat. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. serta psikologis peserta didik. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. menantang. pada tahun 1920-an. Strategi Membaca Di Eropa. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. Di samping itu. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 .Selanjutnya. menyenangkan. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. 1. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. inspiratif. kreativitas. minat. D. keterangan.

Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. Menurut strategi reseptif. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. Begitu pula. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. 2) Penyajian bacaan di kelas. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. berkomat-kamit.antara strategi tata bahasa dan langsung. serta mimik secara langsung. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. gerakan. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. untuk kepentingan tertentu. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. frase. dalam penyiapan bacaan. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. maupun kalimat. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. 4. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. 3. aspek pemilihan bacaan. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. Pertengahan abad ke-19. Padahal. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. diagram. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. maupun yang tersorot. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. tersirat. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. peragaan. 5. rangkuman. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. Berikut langkah-langkah strategi membaca. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. pembaca dilarang bersuara. ikhtisar. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. Oleh karena itu. kunjungan dan seterusnya. Sebaliknya. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. Untuk mempercepat waktu. skema. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat.

prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. serta mimik secara langsung. 5) nasional penuh. dan gambar-gambar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . strategi perbaikan. fungsional. (3) fokus variabel. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. dalam pelaksanaannya.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. Contohnya. strategi alamiah. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. dramatisasi. 1) menangani siswa yang suka bicara. (4) fungsional. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. Pertengahan abad ke-19. gerakan. mendalam. dan gambargambar. dramatisasi. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. dan instrumental. Pada hakikatnya. dan strategi lisan. Terutama dalam pembelajaran bahasa. dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. dan (6) komunikatif penuh. dan strategi lisan. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. peragaan. dan membuat siswa lebih intensif. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. Namanama strategi itu adalah strategi baru. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. (e) menyusun catatan secara logis. Dengan begitu. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. strategi alamiah. strategi langsung mendapatkan tempat. (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. ada beberapa jenis desain pembelajaran. yakni struktural. strategi perbaikan. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. (2) struktur dan fungsi. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. Di samping itu. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. Untuk itu. (d) membuat catatan. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. 2) mengatur tempo pembelajaran. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. Namanama strategi itu adalah strategi baru. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik.

integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. tindakan. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Guru tidak perlu monoton. minat. dan religius mereka menjadi perhatian. Sebaliknya. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. konkret dan konseptual. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. 8. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Saat mengajarkan kalimat. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. Begitu pula. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. 7. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. sosial. Kemudian. Perpindahannya diatur secara tipis. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. dan pemahaman. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. Oleh karena itu. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian.6. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Bahkan. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. klise. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. Budaya. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. Misalnya. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. Dalam pembelajaran Bahasa. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. penggunaan. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. kontemporer. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. pikiran. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Misalnya. keingintahuan. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. presentasi. Oleh karena itu. jenuh.

strategi penemuan konsep dilakukan. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. fasilitasi. (4) akui setiap usaha. menyampaikan isi. Hasilnya. dan keterampilan hidup. dan (4) keterampilan hidup. (3) keterampilan belajar untuk belajar. 1999-2001). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. identifikasi diri. cara efektif pembelajaran. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. segalanya bertujuan. partisipatori. QL mengutamakan konteks dan isi. pengalaman sebelum menemukan. multi pendekatan. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. (2) fasilitas yang luwes. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. dan rancangan belajar yang dinamis. dan keterlibatan aktif siswa dan guru. aktualisasi diri. layak pula dirayakan. dan perasaan mereka. memang sangat luar biasa. fasilitas yang luwes. Kemudian. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. Dalam strategi kuantum. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. menulis. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. Kemudian. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. Dalam QL. mewarnai lingkungan sekeliling. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. moving action. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. dan (5) jika layak dipelajari. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. (2) segalanya bertujuan. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. akui setiap usaha pembelajar. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. dan membuat peta pikiran dengan cepat. tahapannya diatur melalui persepsi. Kemudian. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Dengan begitu. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. keterampilan belajar untuk belajar. dan memudahkan proses belajar. (2) landasan yang kukuh. lingkungan yang mendukung. pembelajar dapat mememori membaca. penguatan diri. landasan yang kukuh. pengukuhan diri dan refleksi. merancang kurikulum. (3) lingkungan yang mendukung. cara pikir mereka.

2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. pembelajaran generatif. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. Akhirnya. Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. 3) pemagangan kognitif. dan suku. dan tanda bacanya. Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Sebagai contoh. memberikan penjelasan dengan baik. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. tata bahasa. penyelidikan di masyarakat. seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. Selain itu. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Sebaliknya. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. Jadi. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). Tugas kompleks itu misalnya proyek. dalam pengajaran. sulit. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. pemahaman mereka. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). siswa tidak boleh saling membantu. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. mengeja. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. Kemudian. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. simulasi. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. jenis kelamin. dan realistis. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. Untuk itu. Dalam kooperatif. Dalam konstruktivistik. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. saat mengerjakan kuis. 9. 2) zona perkembangan terdekat. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. strategi bertanya. dan mengajukan pertanyaan dengan baik.

Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. siswa dapat menemukan hasil belajar. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. Oleh karena itu. bukan berarti guru harus pasif. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. dan sebagainya. gambar. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. serta perbendaharaan kata. Misalnya. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. berlatih pengejaan. saling membuatkan ikhtisar. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. Dalam jigsaw. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. 3) dunia anak adalah dunia bermain. dan berlaku sebagai subjek. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Dengan berpartisipasi aktif. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . Menurut Freire (dalam Fakih. siswa aktif. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. Dalam Strategi partisipatori. dan kreatif. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. dampak dan kiprahnya. Kemudian. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. tulisan dinding. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. Namun. 10. Konteks siswa menjadi tumpuan utama.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. Dalam CIRC. dan perencanaan. 5) Belajar Bersama (learning together). siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. pandai berperan sebagai mediator. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. menulis tanggapan terhadap cerita. dinamis. masing-masing mempelajari riwayat hidup. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. mereka melaporkan tugas itu. serta proyek kooperatif. Kemudian. kemunduran yang dialami. diskusi kelompok. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). prestasi awal. 4) Jigsaw. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak.

5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. memperluas.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. 11 . Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. Kemudian. dan 3) dialogis. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. Kemudian. proses yang akan dilakukan. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. Oleh karena itu. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. 2) tidak menggurui. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. dan peran fasilitator/pemandu. bentuk pendidikannya. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. materi yang akan disajikan. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. media atau sarana yang perlu disiapkan. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Berikutnya.

Pertanyaan (Questioning) Biasanya. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. pertanyaan (questioning). dan refleksi (reflection). dan seterusnya. membimbing. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. guru dituntut lebih kreatif pula. menciptakan. Dengan begitu. Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. c. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu. pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. dan bergelut dengan ide-idenya. membaca langsung. Sebagai guru. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. Bagi siswa. Pertanyaan berguna untuk mendorong. dalam menjalankan strategi ini. bertanya. mengecek informasi yang didapatnya. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. Masyarakat Belajar (learning community). Dengan begitu. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Tentunya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . a. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Dari pengalaman menulis itu. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. pemodelan (modeling). Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Untuk mengetahui Chairil Anwar. mendemonstrasikan. konstru ktivistik (constructivism). yaitu: inkuiri (inquiry). pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang. Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. seseorang membuka buku. berbicara. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. Biasakanlah siswa melakukan. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Untuk itu. mengidentifikasi. mengarahkan perhatian. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. dan menilai kemampuan siswa. Dengan begitu. penilaian autentik (authentic assessment). Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri.

kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. model didatangkan dari luar kelas. dan terus-menerus. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. Untuk itu. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. bebas berbicara. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. laporan. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. model paragraf. misalnya. atau yang lainnya. atau di mana pun. di ruang kelas. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. e. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. Bisa jadi. di halaman. f. terintegrasi. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. tokoh masyarakat. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. petani. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. Yang pandai mengajari yang lemah. karya tulis. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. dan seterusnya. pegawai bank. Dapat pula. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. demonstrasi. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . kuis. misalnya untuk lafal tertentu. Dengan begitu. dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. model kalimat. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. di pasar. Dengan begitu. Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. PR.d. guru memberikan model karya tulis. hasil tes tulis. dan saling aktif. terbuka. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. Kemudian. berarti Anda telah melakukan pemodelan. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. antara yang tahu dengan yang belum tahu. Dalam kontekstual. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). dengan orang lain. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. Dalam kelas yang kontekstual. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. presentasi. berbicara. Dari model itu. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. Dalam kontekstual. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. Model dapat diambil dari mana saja. di ruang lain. jurnal. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. karya siswa. guru bukanlah model satu-satunya.

media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. (4) strategi reseptif dan produktif. lagu. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. cerita guru. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. memperbaiki. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. (9) strategi konstruktif. dan (4) integritas. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. mengkonstruksi ulang. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. (3) individualitas. Dengan merefleksikan sesuatu. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. (2) aktivitas. diskusi. atau dalam kesempatan apapun. refleksi sangat dibutuhkan. cerita siswa. aktivitas yang baru dijalani. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. di akhir jam pelajaran. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. singkat. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. (8) strategi kuantum. berarti Anda telah melakukan refleksi. dan yang lain-lainnya. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. E. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. dan pengetahuan yang baru saja diterima. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. (6) strategi integratif. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. waktu. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. (1) berorientasi pada tujuan. puisi. mengingat kembali. (3) strategi audiolingual. yakni. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya.g. (10) strategi partisipatori. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. kata kunci. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. atau membuat pengalaman. Jadi. Dengan demikian. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. (2) strategi membaca. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. (7) strategi tematik. (5) strategi langsung. Kreatif dan Menyenangkan). Dengan begitu. Artinya. dan (11) strategi kontekstual. di akhir bab/tema. catatan di lembar kertas.

strategi integratif b. strategi komunikatif l. strategi kuantum d. Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Penilaian 1. Purwo. Jakarta : Depdikbud.F. Jelaskan pengertian strategi! 2. strategi audiolingual i. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. 14 April s. strategi konstruktivistik e. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. strategi membaca h. Jakarta. strategi partisipatori f.d. strategi langsung k. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. strategi tematik c. 2000. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. 1 997. strategi kontekstual 3. Bambang Kaswanti. strategi reseptif dan produktif j. strategi tata bahasa g.

 Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif.  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru. prosedur pembelajaran serta monitoring. evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .

1. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

2. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

4. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. 3.3. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 . 2.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .4.

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 . STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar.5.

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. 1. disesuaikan dengan kondisi waktu. L. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 .MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. minat. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. perhatian. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. 1984: 81). perhatian. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. Dengan demikian. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. perasaan. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. Secara harfiah. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. perasaan. sulit mencari media yang tepat. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. perantara’ (Azhar. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. 1985). 2000: 3).

C. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). (d) langsung memberikan umpan balik. Bentuknya antara lain. (4) video. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. gambar. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. (3) audio. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. dan Virtual reality. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. Di samping kelebihannya. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. media pembelajaran mengandung lima unsur. dan berbahaya. 1996. besar. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. (6) multi media berbasis komputer. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. Di samping kelebihannya. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. (c) menampilkan unsur audiovisual. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. CD-Rom. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. Digital video interactive. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. 1. media ini juga mempunyai kelemahan. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. terdapat pula kelemahan media audio. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. C. dan (7) multi media kit. (5) media berbasis komputer. Hypermedia. Selain di dalam kelas. grafis. (b) relatif murah. dan suara yang dioperasikan dengan komputer. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. (c) ringkas. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. dan (d) mudah dibawa (portable). 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. Di samping kelebihannya. selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. (2) diproyeksikan. Video interaktif. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa.

model. dan jurnal. CD/DVD. peta. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. OHP. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Slide dan transparansi. koran. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. globe. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. TV. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. film. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. 3. majalah. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. Komputer. 2. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium.

bermain peran. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . simulasi. lingkungan pertanian. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. dan evaluasi). konsep mekanika pada sepeda. sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. konsep perubahan energi pada radio atau TV. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. situasi serta kondisi yang ada. strategi pembelajaran. 4. dan kebun binatang. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). panti asuhan. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. d. Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. pasar. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). mengajukan hipotesis. bangunan industri. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. berkomentar. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. dan karyawisata. Dengan demikian. dramatisasi. mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. berpikir. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. seperti kegiatan mengamati. a. Dalam arti: tidak paten. antara lain: gedung bersejarah. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. 5. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. yakni sebagai berikut. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. pengelolaan kelas. c. b. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. mempertanyakan. mengumpulkan data. bertanya. menjelaskan.

melalui karya wisata. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). fungsi eduktif. khususnya media visual. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. yaitu: 1. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. misalnya. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. 4. Fungsi kognitif. Fungsi konpensatori. 3. Fungsi antensi media visual. yaitu: 1. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. fungsi sosial. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. 4. atau ke kebun binatang. ruang. fungsi ekonomis. E. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. 5. artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. analisis. 2. masyarakat. Secara umum. Artinya. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. aplikasi. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. fungsi politis. 2. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. fungsi seni (budaya).alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. atau alat audio-visual. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. atau alat visual. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. 2. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. dan lingkungannya. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. 4. dan waktu. Fungsi afektif. D. 3. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. kunjungan ke mesium. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. 3.

(4) video. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. Artinya. perasaan. f.b. Artinya. (6) multi media berbasis komputer. Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. d. (3) audio. i. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. konsep. Artinya. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. c. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. (2) materi dan bahan pembelajaran . (2) diproyeksikan. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. (3) lingkungan. (4) alat dan perlengkapan. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. minat. system pengelolaan kelas. perhatian. memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. Keterampilan guru dalam menggunakannya. Kemudahan memperoleh media. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. Media pembelajaran mengandung lima unsur. g. TIK. prinsip. e. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. Artinya. (5) media berbasis komputer. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. dan (7) multi media kit.

Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? ……………………………. 3. Standar kompetensi yang ingin dicapai... Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1..…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3...…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….... 4. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………...…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 .…………… 2... 5. Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………..Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1.…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4. Karakter dan kondisi siswa...... Karakteristik media. 2. Kompetensi dosen dalam menggunakan media. Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Alokasi waktu dan jumlah siswa.Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G... Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? ………………………………………………………………………………………….

…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda. c. Menurut Anda. …………………………………………………………………………………………. Media Visualisasi – Verbal. Menurut Anda.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 .…………… d. Menurut Anda. Media Audio-Visual. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… b. Sumber Buatan.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan). sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….a.

Menurut Anda.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….e. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Anda. Media Audio-Verbal.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 . apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………… ……………………………………………………………………………………………………… f. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

2. hasil tes akhir (post-test).5.0 . observasi. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. dan sistematis. angket. penilaian. nilai dan sikap (afektif). baik yang berwujud pengetahuan (kognitif). dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja.5 . Dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor.5 . Format Pengamatan No 1.9 126 . Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat.4 Sangat Kurang (E) = 0. tugas-tugas. Keaktifan berdiskusi 2. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Percaya diri 3. Misalnya hasil tes awal (pre-test).8. dan sebagainya.6. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. 6. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector).4 Cukup (C) = 5.9 Kurang (D) = 4. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. partisipasi. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. Jadi. Keterangan 1. teliti. 3. Sopan dalam bertutur kata 5. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. catatan anekdot. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain. tugas terstruktur. Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara. (2) sebagai suatu proses pedagogik.10 Baik (B) = 7. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. rubrik atau portofolio. Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif. yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa.0 –-3. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”.0 . Dst. Menghargai pendapat orang lain 4. melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. maupun berwujud keterampilan (skill). portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa. piagam penghargaan. Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar.5. Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya.

Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. 2. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. Catatan perilaku harian para siswa. 3. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. 1. Hasil ulangan harian dan ulangan umum. Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Dst. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. 3. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2.(3) sebagai suatu ajektif. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). 1. E. 2. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa.

dan segera melakukan refleksi. Mudah dipahami Informasi a. dan sebagainya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . c. bersikap toleran. menyontek waktu ulangan. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. Sedangkan perilaku negatif. misalnya. sopan santun. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. merokok di sekolah. jujur. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. 2. tanggungjawab. Akurat b. mengotori ruang kelas.Kejelasan a. 3. saling menghormati. disiplin. b. Penting 3. Tertulis dengan baik. tidak senonoh. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. Dst. suka bertengkar atau berkelahi. tidak sopan. 3. saling menghormati. mencuri. 2. bolos sekolah. setia kawan. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. Memadai c. Tersusun dengan baik. Misalnya perilaku positif. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa.

guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. 1. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan. siswa yang belajar. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. atau terancam tidak naik kelas. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. Oleh karena itu. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. b. gagal dalam mata pelajaran tertentu. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . 1. Karena itu. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. JUMLAH F. Pemberian Remedial a. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah.4. depresif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan.. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa..? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. terisolir. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. Di sisi lain. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. berkeinginan untuk sukses. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah.

c. pengaruh teman. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. sikap dan cara belajar. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. melainkan tugas setiap orang. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). iklim belajar di kelas. dsb). 1985). Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas. dkk. Untuk maksud ini. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. entry-behavior. perkembangan prestasi belajar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . seperti siswa. Bramer (Lobby Loekmono. kurang lengkapnya peralatan belajar. kemampuan belajar. pemberian bimbingan belajar khusus. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. kebiasaan sehari-hari. melainkan juga sebagai seni dan kiat. Menurut Laurence M. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. informasi tentang cara belajar efektif. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. ataupun tenaga ekternal sekolah. seperti siswa. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. minat belajar. Orang awam dalam ilmu menolong. d.

hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. 2. Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). dan (3) teknik. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. siswa yang belajar. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. Di sisi lain. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. (2) bentuk. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. 2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . namun tidak mempengaruhi nilai rapor. F. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. berkeinginan untuk sukses. tutor sebaya. berupa program remedial. laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. meliputi. (1) jenis.e. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. diskusi. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. Karena itu. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. catatan perilaku harian para siswa. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. menganalisis. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.

Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 .G. Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2. Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3.

Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . 7. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. 5.4. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6.

Mampu mengambilan keputusan pribadi .Rela memaafkan .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Berakhlak mulia .Memiliki rasa malu .Empatik dan peduli pada orang lain . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.Hidup selaras dan damai .Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Mampu mengelola perasaan .Memahami dinamika kelompok .Memiliki kesadaran diri .Kreatif 2.Mampu menangani keadaan yang menekan .Rendah hati .Memiliki prinsip untuk hidup . misalnya: .Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 . misalnya: .Mampu dan bersedia bekerjasama .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .Mampu menyelesaian konflik .Bertanggung jawab .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Jujur .Menghidupkan nilai-nilai .Taat beribadah .Terampil berkomunikasi .Tegas .Adil .Hormat terhadap sesama .Memahami keberartian dan tujuan hidup . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Memahami dan menerima perbedaan .

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 . Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain. Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain.4. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain. Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8.

9. Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. keinginan. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.