ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

c. ciri-ciri. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. resensi. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. surat dinas. membaca intensif. Indikator pencapaian ialah karakteristik. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. perasaan. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. atau respons. teks berita. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. Membaca intensif. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. Menulis 1) Untuk kelas VII. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII. tandatanda. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . perasaan. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. perasaan. Membaca 1) Untuk kelas VII. perbuatan. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. teks pidato. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran.

Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. strategi. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. tanpa fokus. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. Taksonomi tujuan pembelajaran.C. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . 1. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. Tanpa tujuan yang jelas. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. dimiliki. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. b. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. afektif. Merril. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. yaitu kognitif. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. dengan demikian. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. dimiliki. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. Taksonomi tujuan pembelajaran. a. Martin dan Briggs. Pengertian lain menyebutkan. ataupun Gerlach dan Sullivan. aktual. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. Namun demikian. Gagne. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. teknik penilaian. 1994). metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. sampai pada kemampuan yang tinggi. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. dan psikomotorik. menurut Suciati (2001). metode. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. Krathwohl. yaitu Bloom. dan menjadi tidak efektif. Di antara ahli tersebut. seperti mengingat. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.

prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5..... Misalnya: metode/prosedur......... hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar ... Misalnya: metode.... kata benda... Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ... konsep..... bagianbagian....... Misalnya:struktur dasar.... kaidah... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami .. Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2... kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan ... kaidah.............. Mengenali kesalahan Membedakan ... Misalnya: tabel. grafik...... Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan ..... Kemampuan Internal Mengatahui........ Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis ..Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No.. kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3.. bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4.... Misalnya: istilah...... (8) prinsip. (7) Misalnya: konsep..

.... mutu 3) mengkritik karangan. Krathwohl.. Bloom. karangan. seperti memperhatikan suatu fenemena. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 .. sistem nilai. 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. emosi. sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani...Sintesis c.. program11) membedakan kerja.... Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana.... dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. mutu10) menguraikan ceramah.. dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal.. Evaluasi d.. program 5) memberi argumentasi kerja. 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori..... untung-15) menolak ruginya b.. 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal . 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun .... Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan.... dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan . 5) mendesain Misalnya: rencana.... 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. pro-14) menyokong kontranya. dan Masia (Suciati. Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini.. 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. skema..... mutu 4) mengevaluasi ceramah.. mutu 9) memilih antara karangan.. Menghasilkan . 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya..

. (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan ............ Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c........... aturan. Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot....... nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen .... perbedaan Pemberian b. (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan ...... atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot.. Misalnya: sistem nilai..... perintah Ikut secara aktif.... Pengamalan e........ tuntutan...... Misalnya: kepentingan. Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori.. sian (organization) Memilah Menghimpun . c. kesepakatan aturan.. perhatian kemauan. Misalnya: kesadaran....... kesepakatan aturan.. Misalnya: sistem nilai. Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui . respon (responding) Mematuhi ..... sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini........Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a. Misalnya: peraturan.. Misalnya: terhadap suatu nilai...... kesemapakatan Pengroganisad. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 ... Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh.......

Kompleks Menyesuaikan i. Misalnya: lancar. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj. luwes...Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d.. pola gerakan Berketerampilan secara . terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g. gesit. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e. Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f.. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h. supel.

merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. Dalam merencanakan pembelajaran. atau sering pula disebut analisis instruksional. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. c. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. Sebagai contoh. atau secara kronologis terjadi lebih awal. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). maupun ejaan dan tanda baca. menulis paragraf karangan. disebabkan karena perilaku tersebut: a. siswa perlu belajar mengenai diksi. b. menemukan ide utama untuk materi karangan. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. Misalnya. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. pemilihan kata-kata. d.2. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. f. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. Tugas ini tampak cukup mudah. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. struktur kalimat. Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. c. e. b. b. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Analisis tugas. tanda baca. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. g. Dari susunan tersebut. yaitu: a. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. atau c. dan sebagainya). Sebagai contoh. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. misalnya. mengetahui urutan abjad. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. yaitu: a.

Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. seperti pada bagan berikut. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. Dalam keadaan seperti ini. Namun demikian. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain.yang memadai. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. prosedural. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. pengelompokan. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Perilaku B. dan pengelompokan. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. yaitu hirarkis. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. prosedural. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. Perilaku A Perilaku B b. seperti pada bagan berikut ini. seperti pada bagan berikut. misalnya. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. dan kombinasi. menuasai tanda baca. a.

Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. bisa juga homogen rendah). kemampuan dan tingkat kecerdasan. Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. unsur-unsur kalimat. cakupan kegiatan belajar. harapan dan aspirasi siswa. ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. menurut Joyce & Weil (1986). baik secara kelompok maupun secara individu. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. kebiasaan belajar. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. 3. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. wawancara. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). observasi. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. seperti penguasaan diksi. kuesioner. Beberapa di antara karakterstik ini. misalnya: motivasi belajar. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. misalnya. sub-skill). Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. siswa itu sendiri. antara Iain: dokumen yang tersedia. antara lain: dokumentasi. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. minat. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2.

maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. seperti diukiskan pada bagan berikut. Sebagai contoh. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Namun demikian. strategi dan pengalaman belajar. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. Penerapan model pembelajaran inkuiri. di samping tujuan instruksional. kondisi. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. Setiap situasi. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. pola interaksi. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. tanpa pengarahan langsung dari guru. maka dalam merencanakan pembelajaran. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. prinsip rekasi. Menurut Joyce dan Weil (1998). dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. misalnya. sistem sosial. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). lalu yang bersangkutan diberi sanksi. dan sistem pendukung tersendiri. sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas.

Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. e. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. b. Dengan demikian. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. penggunaan media dan sumber. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. mengelola. tata ruang. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. Namun demikian. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. Akibatnya. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. d. c. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. antara lain: a. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran.Dalam MPE. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. kompetensi lulusan sekolah. bahkan standar kompetensi mata pelajaran. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. pemilihan strategi. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. suasana dan iklim.

TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. 4. interaksi. sistem sosial. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. berfikir kritis. misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. dsb. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. seperti kerjasama. problem-solving. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. dan media. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. kreativitas. Di samping itu. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). Oleh sebab itu. sumber. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. serta pemilihan strategi. prinsip rekreasi.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. kemandirian.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. Dalam pembelajaran berwawasan gender. kesalahan tanda baca dalam kalimat. Di bawah batas itu. kelas berapa. Misalnya. misalnya contoh kalimat pasif.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. semester berapa. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. karangan berdasarkan gambar seri. seperti: menyebutkan. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. menganalisis. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. Perhatikan contoh berikut ini. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. dsb. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. 1) Diberikan satu teks karangan. siswa jenjang sekolah apa. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. yaitu kata kerja dan objek. yaitu siswa. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. Tanpa perilaku yang jelas. 2) Diberikan satu teks karangan. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. pada ketinggian tertentu. Begitu pula. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. dan sebagainya. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. misalnya dalam pelajaran olahraga. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. 3) Diberikan gambar seri. menyusun. dalam batas waktu tertentu. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. terlalu sulit. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu.

D = Degree. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. serta pekerjaan seseorang. tanpa fokus. C = Condition. prestasi. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. metode. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. strategi. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. B = Behavior. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. D. dan menjadi tidak efektif. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). E. dimiliki. keterampilan. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. Tanpa tujuan yang jelas. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. Dalam merencanakan pembelajaran. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. Dengan demikian. sikap. perbuatan. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang.2) Diberikan satu teks karangan. Penilaian 1. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. 3) Diberikan gambar seri. letak pengembangan instruksional berada paling awal. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD.

mempertahankan. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. dkk. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif.. f. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Johelson dan Mary A. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. e. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . peserta diklat diharapkan mampu: a. dan memelihara sistem/organisasi kelas. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. efektif. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Tujuan Instruksional Umum Secara umum.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. aman. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. 2. Menurut Sudirman. g. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. 1. B. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. c. diperlukan kemampuan mengelola kelas. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. b. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. Dalam sebuah kelas. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. d. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini.

D. tindakan. Bervariasi Penggunaan alat atau media. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. perabot. 5. Jadi. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. C. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. 4. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. Tatangan Penggunaan kata-kata. Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Penekanan pada hal-hal yang positif. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. 3. 6. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. Untuk itu. gaya mengajar. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. alat pelajaran). guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. 2. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Karena itu.

dan mental dalam proses belajar. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. E. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. suka tersenyum. Lebih jauh lagi. dalam hal ini. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Untuk itu. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Guru harus memilki jiwa pendidik. d. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. b. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. adil terhadap semua siswa. dipindahkan. bersikap ramah. berkomunikasi dengan santun dan patut. Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). Jika anak senang dan asyik. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). dan karena itu. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. dan disusun secara fleksibel. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. emosional.a. ltulah sebabnya. Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). e. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. c. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing.

namun jika mereka berdiskusi. 3. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. Sediakan ruangan yang cukup. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah.yang tinggi. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. 6. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. 4. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. melakukan kerja laboral. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. atau mengobservasi aktivitas kelompok. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. Dalam model ini. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. 5. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. 7. Dalam menyusun meja-kursi model U. 1. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. Model Corak Tim Pada model ini. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. 2. berdebat. Meja diatur sedemikian rupa. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. mesin. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Jika mereka ingin menulis. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. Model Lingkaran Dalam model ini.

Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. seperti saat belajar. Suara musik yang lembut. misalnya. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. atau bahkan di kolong meja. atau unit tertentu yang dipelajari). Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. Siswa. perlengkapan. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. rak buku. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. berpasangan. benda asli. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. Di samping itu. menumbuhkan. dan ditata dengan baik. Di samping itu. Akan lebih baik. peralatan. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. tema. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. sudut ruang. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. keterampilan atau kegiatan tertentu. dan pesan tokoh tertentu. puisi. Untuk masud tersebut. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Di samping itu itu. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. Pajangan dapat berupa gambar. peta. diagram. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. jika dana memungkinkan. sentra pembelajaran matematika. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. karangan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. Dengan demikian. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. siswa perlu dilibatkan. atau petikan ayat. pembuatan. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. motto. baik dalam perencanaan. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. atau kelompok. F.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. Oleh karena itu. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. misalnya sentra penerbitan. model. dan sebagainya. dapat diminta membuat gambar. dsb. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. hadis. puisi. desain.

dan ketersediaan sarana/prasarana. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. kepedulian. kelompok kecil. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. Meja. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. dan sebagainya. pajangan. 3. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. Ada kelas sains. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Untuk itu. Media dan peralatan pembelajaran Sains. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda.sistem moving-class ini. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). kelas matematika. Setiap hari. misalnya. kelas kesenian. peralatan. atau klasikal. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. kelas bahasa. kerjasama. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. 2. tujuan kegiatan. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. Memungkinkan penggunaan sarana. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. 4. kursi. keterlibatan siswa. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. berpasangan. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. media. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. sebagai berikut: 1. G. fasilitas. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. tidak perlu ada di semua kelas. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. Antara lain jenis kegiatan. waktu belajar.

Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. 4. penundaan memulai awal pembelajaran. Gunakan petunjuk tertulis. 3. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. dan sebagainya. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. 1. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. Dengan demikian. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. dari dekat ke jauh. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. 2. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. benda kreasi. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. tenulis. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. H. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. denah. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. Mulai pembelajaran pada waktunya.

dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. waktu belajar. penciptaan atmosfer belajar. bersifat melibatkan. (4) menguatkan. (2) model corak tim. (2) mngasyikkan. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. (4) keluesan. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. yaitu: (1) model huruf U. kelompok kecil. 5. menumbuhkan. (6) model breakout groupings. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. dan sesuai dengan minat siswa. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. (2) tatangan . (5) hidup dan memberi kebebasan. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. I. tujuan kegiatan. (4) model lingkaran. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Antara lain jenis kegiatan. Pertahankan momentum belajar. berpasangan. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. yaitu: (1) menyenangkan . efektif. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. atau klasikal. (5) model fishbowl. 6. keterlibatan siswa. dan ketersediaan sarana/prasarana. (3) bervariasi. (3) model meja konferensi. Biasanya. kesempatan. (3) mencerdaskan. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. sebagaimana diuraikan sebelumnya. pengelolaan aktivitas belajar siswa. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. J. (67) model Workstation. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. Time ontask siswa. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi.kelas yang baik. Momentum belajar adalah momen. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. dan (6) penanaman disiplin diri. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran.

Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. menguatkan.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . mencerdaskan. hidup dan memberi kebebasan: b. a. mengasyikkan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif. Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 .

Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g. Penggunaan Musik e.d.

2006). menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. Di situlah letak seni mengajar itu. 1985. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik.STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. Untuk menjadi guru yang baik. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. 2. Selain itu. peserta diklat diharapkan mampu: a. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. dan memberikan manfaat bagi siswa. B. 1995. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. menyenangkan. c. Kemp. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. Dengan KTSP itu. kompleks. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. Sanjaya. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. Untuk mencapai proses itu. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. perasaan. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. pikiran. dan keasyikan tersendiri. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. b. waktu. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. Apalagi. Lebih-lebih saat ini.

(iii) individualitas. dan (iv) integritas. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. seperti. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach).  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. yakni. Sedangkan. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . (ii) aktivitas. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances.pendekatan tertentu. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. (i) berorientasi pada tujuan. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1.

dan pengembangan fisik. Strategi Membaca Di Eropa. dan kemandirian sesuai dengan bakat. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 .Selanjutnya. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. Di samping itu. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. D. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. inspiratif. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. menyenangkan. minat. 1. 2. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. (b) penekanannya pada membaca. dan penghafalan kaidah bahasa. perbandingan. kreativitas. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. mengarang. pada tahun 1920-an. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. serta psikologis peserta didik. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. keterangan. menantang.

pembaca dilarang bersuara. Oleh karena itu. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. maupun kalimat. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. Menurut strategi reseptif. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. skema. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. dalam penyiapan bacaan. Pertengahan abad ke-19. Sebaliknya. tersirat. 2) Penyajian bacaan di kelas. rangkuman. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. aspek pemilihan bacaan. gerakan. 4. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. peragaan. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . 3. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. ikhtisar. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. serta mimik secara langsung. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. diagram. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. 5. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. Begitu pula. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. Untuk mempercepat waktu. untuk kepentingan tertentu. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. Padahal. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan.antara strategi tata bahasa dan langsung. maupun yang tersorot. berkomat-kamit. kunjungan dan seterusnya. Berikut langkah-langkah strategi membaca. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat. frase. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan.

strategi perbaikan. 1) menangani siswa yang suka bicara. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. Terutama dalam pembelajaran bahasa. Pertengahan abad ke-19.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. Namanama strategi itu adalah strategi baru. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. dan strategi lisan. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. (d) membuat catatan. peragaan. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. Pada hakikatnya. (2) struktur dan fungsi. (e) menyusun catatan secara logis. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . Namanama strategi itu adalah strategi baru. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. dramatisasi. Dengan begitu. (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. dan membuat siswa lebih intensif. yakni struktural. dan gambar-gambar. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. mendalam. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. strategi langsung mendapatkan tempat. dan gambargambar. 5) nasional penuh. gerakan. Contohnya. dan strategi lisan. dramatisasi. strategi alamiah. strategi perbaikan. fungsional. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. dan (6) komunikatif penuh. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. Di samping itu. (4) fungsional. ada beberapa jenis desain pembelajaran. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. 2) mengatur tempo pembelajaran. strategi alamiah. dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. serta mimik secara langsung. dan instrumental. (3) fokus variabel. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. dalam pelaksanaannya. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. Untuk itu. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa.

Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Misalnya. Saat mengajarkan kalimat. sosial. Oleh karena itu. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. 7. klise. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Guru tidak perlu monoton. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. tindakan. Dalam pembelajaran Bahasa. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. minat. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. konkret dan konseptual. Kemudian. penggunaan. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. dan religius mereka menjadi perhatian. Perpindahannya diatur secara tipis. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. keingintahuan. Misalnya. 8. presentasi. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. kontemporer. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. Budaya. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. pikiran. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Bahkan.6. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. Oleh karena itu. jenuh. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. dan pemahaman. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. Sebaliknya. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Begitu pula. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis.

dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. Hasilnya. menyampaikan isi. dan (5) jika layak dipelajari. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. (2) fasilitas yang luwes. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. dan (4) keterampilan hidup. fasilitasi. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. segalanya bertujuan. dan membuat peta pikiran dengan cepat. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. keterampilan belajar untuk belajar. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. layak pula dirayakan. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. penguatan diri. multi pendekatan. dan perasaan mereka. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. pengukuhan diri dan refleksi. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. dan keterlibatan aktif siswa dan guru.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. Kemudian. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya. cara pikir mereka. identifikasi diri. mewarnai lingkungan sekeliling. Kemudian. memang sangat luar biasa. Dalam strategi kuantum. cara efektif pembelajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . pembelajar dapat mememori membaca. strategi penemuan konsep dilakukan. (2) segalanya bertujuan. menulis. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. (3) lingkungan yang mendukung. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. (4) akui setiap usaha. fasilitas yang luwes. merancang kurikulum. lingkungan yang mendukung. pengalaman sebelum menemukan. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. Kemudian. akui setiap usaha pembelajar. (3) keterampilan belajar untuk belajar. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. dan memudahkan proses belajar. moving action. Dalam QL. landasan yang kukuh. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. QL mengutamakan konteks dan isi. partisipatori. Dengan begitu. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. tahapannya diatur melalui persepsi. (2) landasan yang kukuh. 1999-2001). Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. aktualisasi diri. dan rancangan belajar yang dinamis. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. dan keterampilan hidup.

Selain itu. simulasi. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. Dalam kooperatif. 3) pemagangan kognitif. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. dan suku.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. tata bahasa. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. Dalam konstruktivistik. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. siswa tidak boleh saling membantu. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. Sebaliknya. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Untuk itu. Jadi. jenis kelamin. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. memberikan penjelasan dengan baik. Sebagai contoh. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. dan tanda bacanya. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. sulit. pembelajaran generatif. Akhirnya. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Tugas kompleks itu misalnya proyek. strategi bertanya. dalam pengajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. 9. dan realistis. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. pemahaman mereka. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. saat mengerjakan kuis. 2) zona perkembangan terdekat. Kemudian. penyelidikan di masyarakat. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). mengeja. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif.

5) Belajar Bersama (learning together). Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. dampak dan kiprahnya. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. dan perencanaan. Dengan berpartisipasi aktif. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. kemunduran yang dialami. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. siswa dapat menemukan hasil belajar. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. 3) dunia anak adalah dunia bermain. berlatih pengejaan. dan berlaku sebagai subjek. serta proyek kooperatif. Oleh karena itu. Kemudian. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. siswa aktif. Menurut Freire (dalam Fakih. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . gambar. Dalam jigsaw. Dalam Strategi partisipatori. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. Misalnya. serta perbendaharaan kata. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). dinamis. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. 4) Jigsaw. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. Dalam CIRC. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Namun. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. menulis tanggapan terhadap cerita. tulisan dinding. dan kreatif. Kemudian. saling membuatkan ikhtisar. mereka melaporkan tugas itu. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. prestasi awal. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. 10. pandai berperan sebagai mediator. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. dan sebagainya. bukan berarti guru harus pasif. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. diskusi kelompok. masing-masing mempelajari riwayat hidup.

Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. proses yang akan dilakukan. Kemudian. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. dan 3) dialogis. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. Berikutnya. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. Kemudian. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. memperluas. 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. bentuk pendidikannya. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. dan peran fasilitator/pemandu.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. 11 . Oleh karena itu. materi yang akan disajikan. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. media atau sarana yang perlu disiapkan. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). 2) tidak menggurui.

mengarahkan perhatian. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. Sebagai guru. Masyarakat Belajar (learning community). membaca langsung. Untuk mengetahui Chairil Anwar. guru dituntut lebih kreatif pula. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. bertanya. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang. Tentunya. pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. Dari pengalaman menulis itu. Untuk itu. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu. dan seterusnya. dan menilai kemampuan siswa. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. Pertanyaan berguna untuk mendorong. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. mendemonstrasikan. Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. yaitu: inkuiri (inquiry). Dengan begitu. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . seseorang membuka buku. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. dalam menjalankan strategi ini. berbicara. Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. Bagi siswa. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. konstru ktivistik (constructivism). Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. dan bergelut dengan ide-idenya. membimbing. Dengan begitu. pemodelan (modeling). c. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. Dengan begitu. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. dan refleksi (reflection). siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. a. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. pertanyaan (questioning). mengidentifikasi. penilaian autentik (authentic assessment). Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. mengecek informasi yang didapatnya. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. menciptakan. Biasakanlah siswa melakukan.

Model dapat diambil dari mana saja. guru bukanlah model satu-satunya. Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. terintegrasi. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun.d. presentasi. misalnya. dan saling aktif. f. model paragraf. dan terus-menerus. Dalam kontekstual. Dengan begitu. guru memberikan model karya tulis. bebas berbicara. pegawai bank. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. di pasar. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. di ruang lain. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. atau yang lainnya. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). karya siswa. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. petani. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. dengan orang lain. Bisa jadi. terbuka. model kalimat. berbicara. e. tokoh masyarakat. Dari model itu. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Dapat pula. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . antara yang tahu dengan yang belum tahu. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. Dengan begitu. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. berarti Anda telah melakukan pemodelan. PR. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. model didatangkan dari luar kelas. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. Kemudian. misalnya untuk lafal tertentu. di halaman. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. hasil tes tulis. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. karya tulis. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. jurnal. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. laporan. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. Dalam kontekstual. Yang pandai mengajari yang lemah. dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. di ruang kelas. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. atau di mana pun. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. Untuk itu. dan seterusnya. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. Dalam kelas yang kontekstual. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. kuis. demonstrasi.

Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Dengan demikian. kata kunci. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. (1) berorientasi pada tujuan. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. puisi. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. (9) strategi konstruktif. Dengan merefleksikan sesuatu. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. cerita siswa. cerita guru. lagu. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. catatan di lembar kertas. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. (3) strategi audiolingual. mengkonstruksi ulang.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. waktu. atau membuat pengalaman. dan pengetahuan yang baru saja diterima. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. di akhir jam pelajaran. diskusi. (5) strategi langsung. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. refleksi sangat dibutuhkan. Artinya. yakni. di akhir bab/tema. (4) strategi reseptif dan produktif. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. (2) strategi membaca. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. dan (4) integritas. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. E. (7) strategi tematik. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. atau dalam kesempatan apapun. dan yang lain-lainnya. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. mengingat kembali. dan (11) strategi kontekstual. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. aktivitas yang baru dijalani. Kreatif dan Menyenangkan). refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . (8) strategi kuantum. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas.g. berarti Anda telah melakukan refleksi. (2) aktivitas. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. Jadi. memperbaiki. (10) strategi partisipatori. (3) individualitas. (6) strategi integratif. singkat. Dengan begitu.

strategi tata bahasa g. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. Purwo. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. strategi audiolingual i. strategi konstruktivistik e. Jakarta. strategi reseptif dan produktif j. strategi tematik c. Penilaian 1. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. strategi kontekstual 3. 1 997. strategi integratif b. Jakarta : Depdikbud. Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.d. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. strategi komunikatif l. Jelaskan pengertian strategi! 2. strategi partisipatori f. 14 April s. 2000. strategi membaca h. strategi langsung k. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. Bambang Kaswanti. strategi kuantum d.F.

prosedur pembelajaran serta monitoring.  Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif. evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .

Tahap 1: Pemilihan topik.1. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 .2. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

4.3. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 . 3. 2.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .4.

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

5. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 . STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar.

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. sulit mencari media yang tepat. 1984: 81). disesuaikan dengan kondisi waktu. perhatian. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. Dengan demikian. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. perasaan. minat. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. perantara’ (Azhar. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. 1985). keuangan maupun materi yang akan disampaikan. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. 1. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. L. perasaan. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. perhatian. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. Secara harfiah. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. 2000: 3). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 .

1996. Di samping kelebihannya. Di samping kelebihannya. C. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. terdapat pula kelemahan media audio. (2) diproyeksikan. (b) relatif murah. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. gambar. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. Selain di dalam kelas.C. dan (7) multi media kit. dan berbahaya. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. (4) video. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. Digital video interactive. Bentuknya antara lain. (c) ringkas. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. media ini juga mempunyai kelemahan. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. CD-Rom. (d) langsung memberikan umpan balik. (c) menampilkan unsur audiovisual. (5) media berbasis komputer. 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. grafis. (6) multi media berbasis komputer. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Di samping kelebihannya. Video interaktif. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. Hypermedia. (3) audio. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. 1. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. dan (d) mudah dibawa (portable). yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. dan suara yang dioperasikan dengan komputer. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. dan Virtual reality. media pembelajaran mengandung lima unsur. besar. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya.

TV. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak. film. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. globe. 3. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. OHP. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. peta. 2. CD/DVD. Komputer. koran. model. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. Slide dan transparansi. dan jurnal. majalah.

maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. situasi serta kondisi yang ada. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). b. mempertanyakan. lingkungan pertanian. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. 5. simulasi. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. berkomentar. sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. mengajukan hipotesis. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. Dengan demikian. tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. berpikir. panti asuhan. konsep mekanika pada sepeda. dan kebun binatang. dan karyawisata. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. a. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. menjelaskan. Dalam arti: tidak paten. d. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . c. 4. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. bangunan industri. bermain peran. antara lain: gedung bersejarah. pasar. mengumpulkan data. dan evaluasi). Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. dramatisasi. pengelolaan kelas.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. konsep perubahan energi pada radio atau TV. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. seperti kegiatan mengamati. yakni sebagai berikut. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. bertanya. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. strategi pembelajaran. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ).

media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . Secara umum. 5. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. dan waktu. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. 2. dan lingkungannya. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. E. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. khususnya media visual. aplikasi. D. fungsi seni (budaya). media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. fungsi sosial. kunjungan ke mesium. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. fungsi politis. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. yaitu: 1. Fungsi antensi media visual. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. 4. Fungsi kognitif. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. 2. Fungsi afektif. 3. 2. ruang. 3. atau alat audio-visual. fungsi ekonomis. Fungsi konpensatori. analisis. yaitu: 1. artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. 3. fungsi eduktif. atau alat visual. Artinya. melalui karya wisata. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. atau ke kebun binatang. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. 4. masyarakat. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. misalnya. 4.

bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. (4) alat dan perlengkapan. (4) video. Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. (5) media berbasis komputer. prinsip.b. i. (3) lingkungan. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. perasaan. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. (2) materi dan bahan pembelajaran . e. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. Artinya. dan (7) multi media kit. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. system pengelolaan kelas. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. Artinya. (2) diproyeksikan. perhatian. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. f. (3) audio. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. Artinya. (6) multi media berbasis komputer. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. Media pembelajaran mengandung lima unsur. Kemudahan memperoleh media. konsep. Artinya. Keterampilan guru dalam menggunakannya. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. c. TIK. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. g. d. minat.

.. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 . Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? …………………………….. 5.Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1. 4.. Karakteristik media... Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif..…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Standar kompetensi yang ingin dicapai. Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3.. Kompetensi dosen dalam menggunakan media. 2.. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1. 3..... Alokasi waktu dan jumlah siswa. Karakter dan kondisi siswa..…………… 2...…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? …………………………………………………………………………………………....Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G.

media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Sumber Buatan. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….a.…………… d. Media Visualisasi – Verbal. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan).…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 . Menurut Anda. c. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Media Audio-Visual. …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………… b. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.

Menurut Anda. Menurut Anda. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… f.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 .…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….e. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. Media Audio-Verbal.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

6.5 . 2.8. teliti.9 126 . Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). 6.9 Kurang (D) = 4.4 Sangat Kurang (E) = 0. dan sistematis. yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Dst. Format Pengamatan No 1. observasi. Menghargai pendapat orang lain 4.0 .0 . Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara. baik yang berwujud pengetahuan (kognitif). penilaian. (2) sebagai suatu proses pedagogik. Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8.5.5 . Sopan dalam bertutur kata 5. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Keaktifan berdiskusi 2. Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. maupun berwujud keterampilan (skill). Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa.10 Baik (B) = 7. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran.5. rubrik atau portofolio. angket. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. dan sebagainya. melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. Misalnya hasil tes awal (pre-test). dan respon pembelajar dalam pembelajaran. 3. tugas-tugas. Percaya diri 3.0 –-3. hasil tes akhir (post-test). piagam penghargaan. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Jadi. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”. nilai dan sikap (afektif). Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran. catatan anekdot. dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor. tugas terstruktur. partisipasi.4 Cukup (C) = 5. Keterangan 1.

Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. 1. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. E. Hasil ulangan harian dan ulangan umum. Dst. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. 2.(3) sebagai suatu ajektif. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. 1. 3. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. 3. 2. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. Catatan perilaku harian para siswa.

dan sebagainya. menyontek waktu ulangan. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. 2. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. Dst. dan segera melakukan refleksi. tidak senonoh. mengotori ruang kelas. 3. 2. tanggungjawab. saling menghormati. sopan santun. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . Tersusun dengan baik. disiplin. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. jujur. b. 3. Sedangkan perilaku negatif. bolos sekolah. Memadai c.Kejelasan a. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. misalnya. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. merokok di sekolah. saling menghormati. suka bertengkar atau berkelahi. Tertulis dengan baik. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. setia kawan. c. mencuri. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. tidak sopan. Misalnya perilaku positif. Penting 3. Akurat b. Mudah dipahami Informasi a. bersikap toleran.

b. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah. 1. Pemberian Remedial a. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. 1. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. depresif.4. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah. Karena itu. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. Oleh karena itu. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi.. Di sisi lain. JUMLAH F. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. terisolir. atau terancam tidak naik kelas. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. gagal dalam mata pelajaran tertentu. siswa yang belajar.. berkeinginan untuk sukses. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 .

seperti siswa. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. dkk. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. minat belajar. Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. Untuk maksud ini. Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas. melainkan tugas setiap orang. kebiasaan sehari-hari. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. d. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. Bramer (Lobby Loekmono. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. dsb). 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. c. seperti siswa. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. kemampuan belajar. sikap dan cara belajar. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. informasi tentang cara belajar efektif. ataupun tenaga ekternal sekolah. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. iklim belajar di kelas. pengaruh teman. entry-behavior. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. kurang lengkapnya peralatan belajar. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. pemberian bimbingan belajar khusus. melainkan juga sebagai seni dan kiat. Menurut Laurence M. perkembangan prestasi belajar. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. 1985). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . Orang awam dalam ilmu menolong.

2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.e. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). namun tidak mempengaruhi nilai rapor. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). berkeinginan untuk sukses. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . tutor sebaya. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. F. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. diskusi. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. 2. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. (2) bentuk. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. dan (3) teknik. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. (1) jenis. berupa program remedial. Di sisi lain. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. siswa yang belajar. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. catatan perilaku harian para siswa. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. meliputi. Karena itu. menganalisis.

Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3. Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2. Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1.G.

7. 5. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran. Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 .4. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8.

Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Kreatif 2.Memahami dinamika kelompok . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Adil .Mampu mengelola perasaan . misalnya: .Rela memaafkan .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Menghidupkan nilai-nilai .Memahami dan menerima perbedaan . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. misalnya: .Hormat terhadap sesama .Berakhlak mulia .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .Mampu dan bersedia bekerjasama .Memahami keberartian dan tujuan hidup .Empatik dan peduli pada orang lain .Mampu menyelesaian konflik .Tegas .Mampu mengambilan keputusan pribadi .Memiliki kesadaran diri .Memiliki rasa malu .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Bertanggung jawab .Rendah hati .Memiliki prinsip untuk hidup .Mampu menangani keadaan yang menekan .Terampil berkomunikasi .Jujur .Hidup selaras dan damai .Taat beribadah .

Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain. Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 .Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1.

Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5.4. Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain.

Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10.9. keinginan. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak. dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful