ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. perasaan.c. tandatanda. Menulis 1) Untuk kelas VII. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. Indikator pencapaian ialah karakteristik. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. surat dinas. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. perasaan. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. perbuatan. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. Membaca 1) Untuk kelas VII. Membaca intensif. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. membaca intensif. perasaan. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . ciri-ciri. resensi. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. atau respons. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. teks berita. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. teks pidato. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII.

merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. Taksonomi tujuan pembelajaran. 1994). Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. b. Taksonomi tujuan pembelajaran. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Pengertian lain menyebutkan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . dimiliki. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi.C. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. dan psikomotorik. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. sampai pada kemampuan yang tinggi. Tanpa tujuan yang jelas. Gagne. strategi. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. afektif. dengan demikian. teknik penilaian. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. Namun demikian. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. 1. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. Krathwohl. menurut Suciati (2001). dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. yaitu kognitif. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. metode. a. Di antara ahli tersebut. Merril. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. aktual. Martin dan Briggs. ataupun Gerlach dan Sullivan. tanpa fokus. dimiliki. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. seperti mengingat. yaitu Bloom. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. dan menjadi tidak efektif.

..... Mengenali kesalahan Membedakan .. kaidah....... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami .. kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan ..... Misalnya: metode.... konsep.... Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis . kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3.. Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ..Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No.... hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar .... Misalnya: metode/prosedur........ Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2.... prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5....... bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4. kata benda..... Kemampuan Internal Mengatahui....... Misalnya: tabel.......... (8) prinsip.. Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan .... kaidah.. bagianbagian.. Misalnya:struktur dasar. Misalnya: istilah....... grafik...... (7) Misalnya: konsep..

skema. 5) mendesain Misalnya: rencana.. 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. mutu 3) mengkritik karangan... 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun . sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani. pro-14) menyokong kontranya. 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. program11) membedakan kerja..... dan Masia (Suciati.. 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori.. Bloom. Evaluasi d. mutu 9) memilih antara karangan.. program 5) memberi argumentasi kerja.. mutu 4) mengevaluasi ceramah. mutu10) menguraikan ceramah..... Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana..... emosi.. 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal .. dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu.. 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni.... dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan ... Krathwohl. Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini.. seperti memperhatikan suatu fenemena. dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal.. sistem nilai..Sintesis c. karangan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya...... untung-15) menolak ruginya b..... Menghasilkan .. Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan.

.. atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot.... perintah Ikut secara aktif.... Misalnya: sistem nilai. Misalnya: peraturan... Misalnya: kesadaran....... sian (organization) Memilah Menghimpun ... Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui .. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 ..... respon (responding) Mematuhi ... Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot.... kesepakatan aturan... c. (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan ... aturan... Misalnya: kepentingan...... Misalnya: sistem nilai.. Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori. sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini.... kesemapakatan Pengroganisad. Pengamalan e. (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan .... Misalnya: terhadap suatu nilai.. tuntutan..... nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ............. perhatian kemauan................ kesepakatan aturan. perbedaan Pemberian b.Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a... Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh... Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c.........

. supel.... Kompleks Menyesuaikan i. pola gerakan Berketerampilan secara . gesit. Misalnya: lancar. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f. terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h.Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d. luwes. Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e.

b. f. c. e. pemilihan kata-kata. menulis paragraf karangan. yaitu: a. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. c. siswa perlu belajar mengenai diksi. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). Sebagai contoh. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. b. tanda baca. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. b. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Dari susunan tersebut. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. yaitu: a. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. Analisis tugas. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. misalnya. maupun ejaan dan tanda baca. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. Dalam merencanakan pembelajaran. menemukan ide utama untuk materi karangan. d. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran.2. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. Tugas ini tampak cukup mudah. dan sebagainya). Sebagai contoh. atau sering pula disebut analisis instruksional. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. Misalnya. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. atau secara kronologis terjadi lebih awal. atau c. mengetahui urutan abjad. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. g. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. disebabkan karena perilaku tersebut: a. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. struktur kalimat. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Namun demikian. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. dan pengelompokan. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. menuasai tanda baca. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. dan kombinasi. prosedural. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. seperti pada bagan berikut ini. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. a. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. misalnya. Dalam keadaan seperti ini. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. yaitu hirarkis. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. Perilaku B. pengelompokan. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. Perilaku A Perilaku B Perilaku C c.yang memadai. prosedural. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. seperti pada bagan berikut. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. seperti pada bagan berikut. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Perilaku A Perilaku B b.

Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. baik secara kelompok maupun secara individu. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. cakupan kegiatan belajar. 3. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. antara Iain: dokumen yang tersedia. kebiasaan belajar. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. wawancara. harapan dan aspirasi siswa. seperti penguasaan diksi. antara lain: dokumentasi. Beberapa di antara karakterstik ini. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. observasi. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. menurut Joyce & Weil (1986). yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini. siswa itu sendiri. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. sub-skill). maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. bisa juga homogen rendah). orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. kuesioner. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. misalnya: motivasi belajar. minat. unsur-unsur kalimat. misalnya. ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. kemampuan dan tingkat kecerdasan. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut.

prinsip rekasi. strategi dan pengalaman belajar. misalnya. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. Namun demikian. kondisi. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. Sebagai contoh. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. lalu yang bersangkutan diberi sanksi. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. seperti diukiskan pada bagan berikut. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. sistem sosial. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. maka dalam merencanakan pembelajaran. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. pola interaksi. Penerapan model pembelajaran inkuiri. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. Menurut Joyce dan Weil (1998). dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. dan sistem pendukung tersendiri. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. tanpa pengarahan langsung dari guru. Setiap situasi. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . di samping tujuan instruksional.

aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. c. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. suasana dan iklim. Dengan demikian. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. mengelola.Dalam MPE. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. antara lain: a. Akibatnya. pemilihan strategi. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. penggunaan media dan sumber. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. d. b. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. e. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. kompetensi lulusan sekolah. Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. tata ruang. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . bahkan standar kompetensi mata pelajaran. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. Namun demikian. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan.

kreativitas. Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. sistem sosial. misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. berfikir kritis. dan media. seperti kerjasama. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. problem-solving. serta pemilihan strategi. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. 4. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. interaksi. Oleh sebab itu. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. sumber. prinsip rekreasi. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. Di samping itu. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. dsb. kemandirian.

siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. Misalnya. 3) Diberikan gambar seri. kelas berapa. karangan berdasarkan gambar seri. Tanpa perilaku yang jelas. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. dsb. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. siswa jenjang sekolah apa. Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. 1) Diberikan satu teks karangan. Begitu pula. dalam batas waktu tertentu. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. dan sebagainya. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. misalnya contoh kalimat pasif. Dalam pembelajaran berwawasan gender. misalnya dalam pelajaran olahraga. semester berapa. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. yaitu kata kerja dan objek. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. pada ketinggian tertentu. menganalisis. terlalu sulit. kesalahan tanda baca dalam kalimat. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 .C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. menyusun. yaitu siswa. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. Perhatikan contoh berikut ini. 2) Diberikan satu teks karangan. Di bawah batas itu. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. seperti: menyebutkan. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya.

2) Diberikan satu teks karangan. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. Dengan demikian. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. Tanpa tujuan yang jelas. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. C = Condition. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. dan menjadi tidak efektif. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. 3) Diberikan gambar seri. B = Behavior. perbuatan. tanpa fokus. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. strategi. sikap. Penilaian 1. letak pengembangan instruksional berada paling awal. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). prestasi. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Dalam merencanakan pembelajaran. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. serta pekerjaan seseorang. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. keterampilan. D = Degree. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. E. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. D. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. dimiliki. metode.

dkk. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . Tujuan Instruksional Umum Secara umum. g. Menurut Sudirman. efektif. peserta diklat diharapkan mampu: a. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. dan memelihara sistem/organisasi kelas. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. aman. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. e. diperlukan kemampuan mengelola kelas. Oleh karena itu. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. 2. d. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. f. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. c. b. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. B. Johelson dan Mary A. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. 1. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. Dalam sebuah kelas. mempertahankan. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan.

3. guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. 6. tindakan. 4. perabot. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Penekanan pada hal-hal yang positif. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. gaya mengajar. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. 5. D. Untuk itu. 2. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. C. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. Jadi. alat pelajaran). yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . Karena itu. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. Tatangan Penggunaan kata-kata. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Bervariasi Penggunaan alat atau media.

sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. b. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. dan karena itu. d. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. c. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. Guru harus memilki jiwa pendidik. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. adil terhadap semua siswa. dan disusun secara fleksibel. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). Jika anak senang dan asyik. berkomunikasi dengan santun dan patut. dipindahkan. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. bersikap ramah. tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. suka tersenyum. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar.a. dan mental dalam proses belajar. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. ltulah sebabnya. dalam hal ini. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. e. Lebih jauh lagi. Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). E. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. emosional.

melakukan kerja laboral.yang tinggi. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Dalam model ini. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). 1. Jika mereka ingin menulis. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. mesin. 6. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. 2. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. 4. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. berdebat. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. Model Lingkaran Dalam model ini. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. Model Corak Tim Pada model ini. Sediakan ruangan yang cukup. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. Meja diatur sedemikian rupa. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. 5. atau mengobservasi aktivitas kelompok. namun jika mereka berdiskusi. 7. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. 3. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. Dalam menyusun meja-kursi model U. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang.

Di samping itu. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. siswa perlu dilibatkan. Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. Di samping itu. hadis. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. Suara musik yang lembut. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . model. karangan. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. misalnya. dan pesan tokoh tertentu. puisi. perlengkapan. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. Oleh karena itu. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. desain. F. pembuatan. sudut ruang. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. seperti saat belajar. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. menumbuhkan. Akan lebih baik. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. puisi. peralatan. motto. benda asli. dsb. jika dana memungkinkan. atau petikan ayat. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. atau kelompok. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. baik dalam perencanaan. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. berpasangan. dan ditata dengan baik. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. Di samping itu itu. Pajangan dapat berupa gambar. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. keterampilan atau kegiatan tertentu. tema. atau unit tertentu yang dipelajari). dan sebagainya. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. dapat diminta membuat gambar. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. sentra pembelajaran matematika. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. Siswa. atau bahkan di kolong meja. Dengan demikian. misalnya sentra penerbitan. Untuk masud tersebut. diagram. rak buku. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. peta. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa.

sebagai berikut: 1. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Meja. Antara lain jenis kegiatan. Memungkinkan penggunaan sarana. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. Setiap hari. tujuan kegiatan. media. dan sebagainya. dan ketersediaan sarana/prasarana. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. kursi. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. kelas bahasa. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. fasilitas. kelas matematika.sistem moving-class ini. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. 2. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). misalnya. berpasangan. tidak perlu ada di semua kelas. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. kelas kesenian. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Media dan peralatan pembelajaran Sains. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. 4. kelompok kecil. kerjasama. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu. atau klasikal. Untuk itu. waktu belajar. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. G. Ada kelas sains. pajangan. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. 3. kepedulian. keterlibatan siswa. peralatan.

benda kreasi. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. 3. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. dan sebagainya. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. penundaan memulai awal pembelajaran. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. 4. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. H. dari dekat ke jauh. Gunakan petunjuk tertulis. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. Dengan demikian. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. 2. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. denah. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. 1. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. Mulai pembelajaran pada waktunya. tenulis. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik.

pengelolaan aktivitas belajar siswa. kesempatan. 6. Biasanya. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. Pertahankan momentum belajar. waktu belajar. (2) tatangan . Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. Momentum belajar adalah momen. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. (5) hidup dan memberi kebebasan. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. penciptaan atmosfer belajar. (5) model fishbowl. dan sesuai dengan minat siswa. 5. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. (3) bervariasi. (4) model lingkaran. (3) model meja konferensi. (3) mencerdaskan. (6) model breakout groupings. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. atau klasikal. I. berpasangan. (67) model Workstation. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Time ontask siswa. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. (2) model corak tim. J. dan (6) penanaman disiplin diri. efektif. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. yaitu: (1) model huruf U. (2) mngasyikkan.kelas yang baik. (4) keluesan. tujuan kegiatan. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. kelompok kecil. ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. dan ketersediaan sarana/prasarana. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. (4) menguatkan. yaitu: (1) menyenangkan . Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. bersifat melibatkan. sebagaimana diuraikan sebelumnya. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. menumbuhkan. keterlibatan siswa. Antara lain jenis kegiatan. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 .

Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. hidup dan memberi kebebasan: b. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. menguatkan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif. mengasyikkan. a. mencerdaskan. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 .Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .

Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g. Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Penggunaan Musik e.d.

peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Dengan KTSP itu. Apalagi. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. 2006).STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. 1985. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. peserta diklat diharapkan mampu: a. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. B. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. menyenangkan. b. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. perasaan. Untuk menjadi guru yang baik. Selain itu. Sanjaya. 1995. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. dan memberikan manfaat bagi siswa. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. dan keasyikan tersendiri. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. kompleks. waktu. Untuk mencapai proses itu. Di situlah letak seni mengajar itu. pikiran. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . 2. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. c. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. Lebih-lebih saat ini. Kemp. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni.

Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. (iii) individualitas. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. yakni. Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach). seperti.  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Sedangkan. (i) berorientasi pada tujuan. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances.pendekatan tertentu. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. dan (iv) integritas. (ii) aktivitas.

dan penghafalan kaidah bahasa. mengarang. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah.Selanjutnya. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. minat. serta psikologis peserta didik. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. 2. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. kreativitas. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. menantang. pada tahun 1920-an. Strategi Membaca Di Eropa. dan pengembangan fisik. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. inspiratif. menyenangkan. 1. (b) penekanannya pada membaca. Di samping itu. dan kemandirian sesuai dengan bakat. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. perbandingan. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. keterangan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. D.

Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. diagram. rangkuman. Untuk mempercepat waktu. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya.antara strategi tata bahasa dan langsung. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. 3. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Berikut langkah-langkah strategi membaca. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. ikhtisar. peragaan. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. untuk kepentingan tertentu. Padahal. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. 2) Penyajian bacaan di kelas. kunjungan dan seterusnya. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. 4. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. gerakan. Begitu pula. tersirat. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. Pertengahan abad ke-19. 5. pembaca dilarang bersuara. maupun kalimat. serta mimik secara langsung. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. aspek pemilihan bacaan. dalam penyiapan bacaan. Oleh karena itu. maupun yang tersorot. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. skema. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. berkomat-kamit. Menurut strategi reseptif. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. Sebaliknya. frase. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas.

(c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. 1) menangani siswa yang suka bicara. (4) fungsional. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. strategi alamiah. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. ada beberapa jenis desain pembelajaran. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. dan membuat siswa lebih intensif. serta mimik secara langsung. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. dan (6) komunikatif penuh. dan gambar-gambar. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. Namanama strategi itu adalah strategi baru. Untuk itu. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. Pada hakikatnya. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. (2) struktur dan fungsi. fungsional. Namanama strategi itu adalah strategi baru. gerakan. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. Di samping itu. strategi alamiah. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. strategi perbaikan. (3) fokus variabel. yakni struktural. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. 2) mengatur tempo pembelajaran. Dengan begitu. (e) menyusun catatan secara logis. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. strategi perbaikan. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. Contohnya. dan instrumental. dan strategi lisan. (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. (d) membuat catatan. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. peragaan. dan gambargambar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. dramatisasi. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. dalam pelaksanaannya. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. Pertengahan abad ke-19. dan strategi lisan. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. strategi langsung mendapatkan tempat. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. 5) nasional penuh. mendalam. Terutama dalam pembelajaran bahasa. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. dramatisasi.

5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. pikiran. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. sosial. konkret dan konseptual. keingintahuan. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. jenuh. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Misalnya. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. Kemudian. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Bahkan. minat. tindakan. 8. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. Sebaliknya. Saat mengajarkan kalimat. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. Oleh karena itu. penggunaan. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. Dalam pembelajaran Bahasa. Oleh karena itu. Begitu pula. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. presentasi. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. dan pemahaman. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. kontemporer. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. Guru tidak perlu monoton. dan religius mereka menjadi perhatian. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . klise. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. Budaya. 7.6. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. Misalnya. Perpindahannya diatur secara tipis. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. 1999-2001). pengalaman sebelum menemukan. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. Dalam QL. strategi penemuan konsep dilakukan. cara efektif pembelajaran. mewarnai lingkungan sekeliling. aktualisasi diri. (2) landasan yang kukuh. dan keterlibatan aktif siswa dan guru. segalanya bertujuan. dan keterampilan hidup. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. lingkungan yang mendukung. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. dan perasaan mereka. (2) segalanya bertujuan. partisipatori. menulis. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. dan (4) keterampilan hidup. akui setiap usaha pembelajar. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. fasilitasi. dan rancangan belajar yang dinamis. dan (5) jika layak dipelajari. (3) lingkungan yang mendukung. menyampaikan isi. Kemudian. Kemudian. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. Kemudian. keterampilan belajar untuk belajar. Dengan begitu. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. moving action. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. Hasilnya. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya. landasan yang kukuh. identifikasi diri. Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. tahapannya diatur melalui persepsi. (4) akui setiap usaha.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. memang sangat luar biasa. penguatan diri. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . (2) fasilitas yang luwes. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. (3) keterampilan belajar untuk belajar. cara pikir mereka. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. multi pendekatan. QL mengutamakan konteks dan isi. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. fasilitas yang luwes. pengukuhan diri dan refleksi. pembelajar dapat mememori membaca. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. Dalam strategi kuantum. dan membuat peta pikiran dengan cepat. merancang kurikulum. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. dan memudahkan proses belajar. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. layak pula dirayakan.

Tugas kompleks itu misalnya proyek. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. Selain itu. pembelajaran generatif. tata bahasa. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. dan tanda bacanya. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. simulasi. saat mengerjakan kuis. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. siswa tidak boleh saling membantu. 2) zona perkembangan terdekat. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. Kemudian. Akhirnya. dalam pengajaran. 3) pemagangan kognitif. Dalam konstruktivistik. pemahaman mereka. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. Untuk itu. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. strategi bertanya. penyelidikan di masyarakat. Sebagai contoh. Dalam kooperatif. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. dan suku.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. Jadi. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. Sebaliknya. mengeja. memberikan penjelasan dengan baik. seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. sulit. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . 9. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. jenis kelamin. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. dan realistis. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya.

Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). Konteks siswa menjadi tumpuan utama. Misalnya. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. siswa dapat menemukan hasil belajar. serta proyek kooperatif. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. berlatih pengejaan. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. Dengan berpartisipasi aktif. dinamis. siswa aktif. dampak dan kiprahnya. serta perbendaharaan kata. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. pandai berperan sebagai mediator. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. tulisan dinding. 4) Jigsaw. Dalam CIRC. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. prestasi awal. bukan berarti guru harus pasif. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . 3) dunia anak adalah dunia bermain. Dalam Strategi partisipatori. Namun. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. gambar. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. menulis tanggapan terhadap cerita. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. Kemudian. Kemudian. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. dan sebagainya. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. Oleh karena itu.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. masing-masing mempelajari riwayat hidup. dan berlaku sebagai subjek. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. Dalam jigsaw. dan kreatif. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. diskusi kelompok. Menurut Freire (dalam Fakih. 10. kemunduran yang dialami. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. dan perencanaan. 5) Belajar Bersama (learning together). Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. saling membuatkan ikhtisar. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. mereka melaporkan tugas itu. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi.

4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. Oleh karena itu. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. dan 3) dialogis. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. Kemudian. proses yang akan dilakukan. Kemudian. Berikutnya. 2) tidak menggurui. materi yang akan disajikan. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. bentuk pendidikannya. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . dan peran fasilitator/pemandu. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. media atau sarana yang perlu disiapkan. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. 11 . menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. memperluas.

Sebagai guru. konstru ktivistik (constructivism). dan mendiskusikan Chairil Anwar. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. membimbing. yaitu: inkuiri (inquiry). Pertanyaan berguna untuk mendorong. pemodelan (modeling). Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. Untuk itu. Dengan begitu. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. berbicara. mengecek informasi yang didapatnya. Bagi siswa. Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. a. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. Biasakanlah siswa melakukan. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. guru dituntut lebih kreatif pula. Untuk mengetahui Chairil Anwar. Tentunya. Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. Dari pengalaman menulis itu. mendemonstrasikan. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. mengarahkan perhatian. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. pertanyaan (questioning). pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. dan seterusnya. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. bertanya. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. mengidentifikasi. dan refleksi (reflection). Masyarakat Belajar (learning community). membaca langsung. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . Dengan begitu. penilaian autentik (authentic assessment). melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. dan menilai kemampuan siswa. c. menciptakan. Dengan begitu. seseorang membuka buku. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. dan bergelut dengan ide-idenya. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu. dalam menjalankan strategi ini. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk.

dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. dan terus-menerus. f. berbicara. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. di ruang kelas. model paragraf. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. di ruang lain. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. terintegrasi.d. di pasar. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. tokoh masyarakat. atau di mana pun. karya tulis. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. Dengan begitu. Model dapat diambil dari mana saja. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. misalnya. guru bukanlah model satu-satunya. Dalam kontekstual. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. petani. jurnal. di halaman. berarti Anda telah melakukan pemodelan. Dari model itu. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. Dalam kontekstual. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. dan seterusnya. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. guru memberikan model karya tulis. e. Untuk itu. bebas berbicara. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. antara yang tahu dengan yang belum tahu. Bisa jadi. misalnya untuk lafal tertentu. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. laporan. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. hasil tes tulis. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. Dengan begitu. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. PR. pegawai bank. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. terbuka. Dalam kelas yang kontekstual. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. atau yang lainnya. Kemudian. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. dan saling aktif. dengan orang lain. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. karya siswa. demonstrasi. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. presentasi. kuis. model didatangkan dari luar kelas. model kalimat. Dapat pula. Yang pandai mengajari yang lemah.

Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan.g. (5) strategi langsung. dan (11) strategi kontekstual. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. berarti Anda telah melakukan refleksi. (8) strategi kuantum. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. singkat. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. dan yang lain-lainnya. lagu. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. (3) strategi audiolingual. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . dan pengetahuan yang baru saja diterima. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. di akhir jam pelajaran. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. (1) berorientasi pada tujuan. Kreatif dan Menyenangkan). memperbaiki. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. kata kunci. (10) strategi partisipatori. catatan di lembar kertas. yakni. mengingat kembali. waktu. dan (4) integritas. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. (2) aktivitas. (7) strategi tematik. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. Jadi. cerita siswa. aktivitas yang baru dijalani. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. atau dalam kesempatan apapun. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. mengkonstruksi ulang. Dengan merefleksikan sesuatu. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. (2) strategi membaca. puisi. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. E. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. (3) individualitas. (9) strategi konstruktif. (6) strategi integratif. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. diskusi. cerita guru. (4) strategi reseptif dan produktif. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. Artinya. Dengan begitu. di akhir bab/tema. Dengan demikian.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. refleksi sangat dibutuhkan. atau membuat pengalaman. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah.

Jelaskan pengertian strategi! 2.d. strategi tata bahasa g. strategi membaca h. Jakarta. Purwo.F. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. strategi kontekstual 3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdikbud. Bambang Kaswanti. 2000. 14 April s. strategi langsung k. strategi reseptif dan produktif j. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. strategi komunikatif l. strategi konstruktivistik e. strategi integratif b. Penilaian 1. 1 997. strategi audiolingual i. strategi partisipatori f. strategi tematik c. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. strategi kuantum d. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a.

prosedur pembelajaran serta monitoring. evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.  Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.

perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 .1. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini. Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

2. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 .

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. 4. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 .3. 2. 3.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

4. STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

5. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 . STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar.

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

L. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. 2000: 3). Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. perantara’ (Azhar. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. 1. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. Secara harfiah. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. minat. perasaan. perasaan. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. perhatian. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 .MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. 1985). perhatian. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. 1984: 81). Dengan demikian. disesuaikan dengan kondisi waktu. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. sulit mencari media yang tepat.

Di samping kelebihannya. dan berbahaya. Di samping kelebihannya. selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. grafis. 1996. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. Bentuknya antara lain. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. media ini juga mempunyai kelemahan. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. (c) menampilkan unsur audiovisual. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. media pembelajaran mengandung lima unsur. dan Virtual reality. dan suara yang dioperasikan dengan komputer. (4) video. (2) diproyeksikan. Selain di dalam kelas. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. (3) audio. (5) media berbasis komputer. (6) multi media berbasis komputer. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. dan (7) multi media kit. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. 1. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. Video interaktif. terdapat pula kelemahan media audio. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. Di samping kelebihannya. (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. (c) ringkas. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). (b) relatif murah. (d) langsung memberikan umpan balik. C. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. Hypermedia. CD-Rom. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. gambar. besar. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. dan (d) mudah dibawa (portable). Digital video interactive.C. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar.

globe. koran. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Komputer. dan jurnal. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. majalah. model. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. TV. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. OHP. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. CD/DVD. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. peta. 3. 2. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. film. Slide dan transparansi.

Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. b. 5. d. dan kebun binatang. Dengan demikian. bermain peran. c. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. simulasi. dan karyawisata. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). berpikir. mengajukan hipotesis. mempertanyakan. konsep mekanika pada sepeda. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . dan sejumlah kegiatan mental lainnya. sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. yakni sebagai berikut.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. antara lain: gedung bersejarah. panti asuhan. dramatisasi. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. situasi serta kondisi yang ada. strategi pembelajaran. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. a. konsep perubahan energi pada radio atau TV. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. mengumpulkan data. bertanya. bangunan industri. pasar. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. lingkungan pertanian. pengelolaan kelas. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). Dalam arti: tidak paten. Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. 4. seperti kegiatan mengamati. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. menjelaskan. berkomentar. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. dan evaluasi).

3. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. Secara umum. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 2. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. khususnya media visual. atau ke kebun binatang. fungsi sosial. fungsi politis. artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. Fungsi kognitif. fungsi ekonomis. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. dan lingkungannya. kunjungan ke mesium. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. ruang. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). yaitu: 1. atau alat audio-visual. 2. 2. E. 5. fungsi eduktif. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. Artinya. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. 3. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. dan waktu. 4. 4. aplikasi. 3. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Fungsi afektif. yaitu: 1. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. atau alat visual. melalui karya wisata. fungsi seni (budaya). denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. analisis.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. D. Fungsi konpensatori. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. masyarakat. 4. Fungsi antensi media visual. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. misalnya.

system pengelolaan kelas. memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Keterampilan guru dalam menggunakannya.b. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. perhatian. Artinya. g. dan (7) multi media kit. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. c. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. (3) audio. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. (6) multi media berbasis komputer. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. perasaan. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. d. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. konsep. i. Kemudahan memperoleh media. e. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. Media pembelajaran mengandung lima unsur. Artinya. Artinya. (4) video. TIK. (2) materi dan bahan pembelajaran . minat. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. Artinya. Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. prinsip. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. (5) media berbasis komputer. f. (4) alat dan perlengkapan. (3) lingkungan. (2) diproyeksikan.

..Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G... 5... Karakter dan kondisi siswa... Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif....…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………... Standar kompetensi yang ingin dicapai. 2.. Karakteristik media.…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4. Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? ……………………………...…………… 2. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? ………………………………………………………………………………………….. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 . 4..…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3. Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1..…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Kompetensi dosen dalam menggunakan media. 3. Alokasi waktu dan jumlah siswa.

media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Media Audio-Visual. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan …………………………………………………………………………………………. Media Visualisasi – Verbal. Menurut Anda. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan). Menurut Anda. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda. Sumber Buatan.…………… d. c. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….a.…………… b.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 .

apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. Media Audio-Verbal.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….e.…………… ……………………………………………………………………………………………………… f. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 . Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Anda. Menurut Anda.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

3. tugas terstruktur.10 Baik (B) = 7. melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. penilaian. Keaktifan berdiskusi 2.4 Sangat Kurang (E) = 0. Jadi.0 –-3. rubrik atau portofolio. Misalnya hasil tes awal (pre-test). 2.0 . Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain.4 Cukup (C) = 5. nilai dan sikap (afektif). teliti. Sopan dalam bertutur kata 5. dan sebagainya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. Percaya diri 3. tugas-tugas. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. maupun berwujud keterampilan (skill). Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa.9 Kurang (D) = 4. partisipasi. Format Pengamatan No 1. Menghargai pendapat orang lain 4. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). dan sistematis.5. catatan anekdot. Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. baik yang berwujud pengetahuan (kognitif).8. piagam penghargaan. observasi.9 126 . Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran.5 . Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. Dst. angket. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa.0 . Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. Keterangan 1. dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja.5. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat. hasil tes akhir (post-test). Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara. (2) sebagai suatu proses pedagogik. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya. 6.5 .6.

Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. 1. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester.(3) sebagai suatu ajektif. Hasil ulangan harian dan ulangan umum. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. Dst. 3. 2. 1. E. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Catatan perilaku harian para siswa. 3. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. 2.

saling menghormati. tanggungjawab. Mudah dipahami Informasi a. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . Memadai c. setia kawan. mengotori ruang kelas. misalnya. 3.Kejelasan a. menyontek waktu ulangan. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. sopan santun. Tertulis dengan baik. 3. Sedangkan perilaku negatif. merokok di sekolah. 2. Penting 3. Akurat b. 2. mencuri. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. bersikap toleran. Misalnya perilaku positif. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. Tersusun dengan baik. jujur. dan sebagainya. tidak sopan. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. dan segera melakukan refleksi. c. suka bertengkar atau berkelahi. b. Dst. bolos sekolah. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. saling menghormati. tidak senonoh. disiplin.

2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. 1. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. Oleh karena itu. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. gagal dalam mata pelajaran tertentu. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . siswa yang belajar. Pemberian Remedial a. berkeinginan untuk sukses. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya.. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. 1. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan.4. depresif.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst.. atau terancam tidak naik kelas. Karena itu. terisolir. Di sisi lain. b. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah. JUMLAH F. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah.

seperti siswa. 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). pengaruh teman. Menurut Laurence M. perkembangan prestasi belajar. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. iklim belajar di kelas. Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. c. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional. informasi tentang cara belajar efektif. kemampuan belajar. minat belajar. Orang awam dalam ilmu menolong. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. pemberian bimbingan belajar khusus. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. kebiasaan sehari-hari. Bramer (Lobby Loekmono. sikap dan cara belajar. entry-behavior. kurang lengkapnya peralatan belajar. Untuk maksud ini. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. 1985). Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . dkk. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. seperti siswa. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. melainkan juga sebagai seni dan kiat. Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. melainkan tugas setiap orang. dsb). guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. d. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. ataupun tenaga ekternal sekolah. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas.

4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. (1) jenis. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. diskusi. namun tidak mempengaruhi nilai rapor. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. (2) bentuk. 2. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. meliputi. siswa yang belajar. dan (3) teknik. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). tutor sebaya. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. F. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. berkeinginan untuk sukses. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. Di sisi lain. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. menganalisis. catatan perilaku harian para siswa.e. berupa program remedial. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. 2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. Karena itu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 .

G. Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2. Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . 5.4. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. 7. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8. Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran.

Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Hidup selaras dan damai .Memahami keberartian dan tujuan hidup .Menghidupkan nilai-nilai .Mampu menyelesaian konflik .Rendah hati .Mampu mengelola perasaan .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Kreatif 2. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.Mampu mengambilan keputusan pribadi .Taat beribadah .Jujur .Memiliki kesadaran diri .Hormat terhadap sesama .Terampil berkomunikasi .Memahami dan menerima perbedaan .Bertanggung jawab .Memiliki prinsip untuk hidup .Memahami dinamika kelompok . misalnya: .Rela memaafkan .Mampu menangani keadaan yang menekan .Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Berakhlak mulia .Tegas .Memiliki rasa malu . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Empatik dan peduli pada orang lain .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Adil . misalnya: .Mampu dan bersedia bekerjasama .

Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3. Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6.4. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain.

dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10.9. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. keinginan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful