P. 1
Model Pembelajaran Bahasa

Model Pembelajaran Bahasa

|Views: 218|Likes:
Published by Widana Putra

More info:

Published by: Widana Putra on Aug 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Pendahuluan
  • B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi
  • E. Penilaian
  • F. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar
  • G. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa
  • H. Pengelolaan Waktu
  • J. Penilaian
  • K. Pendahuluan
  • L. Pengertian Media dan Sumber Belajar

ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. surat dinas. perasaan. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. atau respons. resensi. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . teks berita. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. membaca intensif. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. perasaan. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. Indikator pencapaian ialah karakteristik. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. tandatanda. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII.c. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII. perbuatan. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. Menulis 1) Untuk kelas VII. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. Membaca intensif. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. perasaan. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. ciri-ciri. Membaca 1) Untuk kelas VII. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. teks pidato.

umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. teknik penilaian. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. yaitu Bloom. dengan demikian. dan psikomotorik. 1994). afektif. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. Gagne. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Taksonomi tujuan pembelajaran. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. seperti mengingat. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. Pengertian lain menyebutkan. dimiliki. Namun demikian. a. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. sampai pada kemampuan yang tinggi. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. b. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. yaitu kognitif. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. Merril. menurut Suciati (2001). tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. strategi. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. Martin dan Briggs. Di antara ahli tersebut. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah.C. 1. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. metode. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. Tanpa tujuan yang jelas. aktual. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. Taksonomi tujuan pembelajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . dimiliki. Krathwohl. dan menjadi tidak efektif. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. tanpa fokus. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. ataupun Gerlach dan Sullivan. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran.

. kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3......... Misalnya: metode/prosedur.... Mengenali kesalahan Membedakan ........... (7) Misalnya: konsep...... (8) prinsip.. bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4..... Misalnya: tabel...... Misalnya: istilah....... Misalnya: metode... konsep...Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No........ kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan .. Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2. bagianbagian....... hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan ... Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis ... prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5.... grafik. Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan .. kata benda... Kemampuan Internal Mengatahui. Misalnya:struktur dasar. kaidah... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami ........... kaidah..

. 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori. dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. emosi. Krathwohl. seperti memperhatikan suatu fenemena... karangan........ Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan.... sistem nilai. mutu10) menguraikan ceramah. Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana.... 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun .. skema. dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan . 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. mutu 3) mengkritik karangan... mutu 9) memilih antara karangan..... Bloom. Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini. dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal... mutu 4) mengevaluasi ceramah. Evaluasi d.. sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani.. 5) mendesain Misalnya: rencana...Sintesis c.. 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya.. program 5) memberi argumentasi kerja. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . untung-15) menolak ruginya b.... 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni. program11) membedakan kerja. Menghasilkan . pro-14) menyokong kontranya.. dan Masia (Suciati... 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal ....

....... Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori. perhatian kemauan... perbedaan Pemberian b..Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a... kesepakatan aturan....... Misalnya: kesadaran.... Misalnya: sistem nilai. Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui ...... Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c. kesemapakatan Pengroganisad....... tuntutan. sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini.. c... Misalnya: terhadap suatu nilai. (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan .. Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot... perintah Ikut secara aktif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 .......... Pengamalan e..... respon (responding) Mematuhi .... Misalnya: peraturan. nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ... aturan.. kesepakatan aturan..... Misalnya: kepentingan........... (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan . Misalnya: sistem nilai.......... sian (organization) Memilah Menghimpun ......... Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh... atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot.

. Kompleks Menyesuaikan i. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g.. Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f. Misalnya: lancar.Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d. supel. gesit. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h. Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e.. luwes. pola gerakan Berketerampilan secara .. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj.

ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. menulis paragraf karangan. misalnya. menemukan ide utama untuk materi karangan. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. yaitu: a. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. Misalnya. c. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. c. siswa perlu belajar mengenai diksi. disebabkan karena perilaku tersebut: a. Tugas ini tampak cukup mudah. Analisis tugas. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. f. b. struktur kalimat. d. atau c.2. Dari susunan tersebut. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. tanda baca. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. Dalam merencanakan pembelajaran. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. dan sebagainya). atau sering pula disebut analisis instruksional. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. pemilihan kata-kata. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. b. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. Sebagai contoh. merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. mengetahui urutan abjad. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. maupun ejaan dan tanda baca. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. yaitu: a. g. b. atau secara kronologis terjadi lebih awal. Sebagai contoh. e.

dan pengelompokan.yang memadai. misalnya. dan kombinasi. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. Dalam keadaan seperti ini. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. yaitu hirarkis. Namun demikian. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. seperti pada bagan berikut ini. prosedural. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. Perilaku A Perilaku B b. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai. Perilaku B. seperti pada bagan berikut. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. a. Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. seperti pada bagan berikut. pengelompokan. menuasai tanda baca. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. prosedural. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan.

cakupan kegiatan belajar. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . seperti penguasaan diksi. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. sub-skill). ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. unsur-unsur kalimat. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. kebiasaan belajar. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. menurut Joyce & Weil (1986). minat. antara lain: dokumentasi. maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. Beberapa di antara karakterstik ini. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. antara Iain: dokumen yang tersedia. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. wawancara. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. bisa juga homogen rendah). harapan dan aspirasi siswa. kuesioner. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. kemampuan dan tingkat kecerdasan. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. observasi. misalnya: motivasi belajar. siswa itu sendiri. misalnya. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. 3.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. baik secara kelompok maupun secara individu. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini.

ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. pola interaksi. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . dan sistem pendukung tersendiri. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. lalu yang bersangkutan diberi sanksi. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. sistem sosial. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. prinsip rekasi. Setiap situasi. maka dalam merencanakan pembelajaran. strategi dan pengalaman belajar. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. seperti diukiskan pada bagan berikut. kondisi. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. misalnya. Sebagai contoh. Menurut Joyce dan Weil (1998). Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. di samping tujuan instruksional. dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru. setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). tanpa pengarahan langsung dari guru. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. Penerapan model pembelajaran inkuiri. Namun demikian.

pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. penggunaan media dan sumber. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. tata ruang.Dalam MPE. bahkan standar kompetensi mata pelajaran. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. c. kompetensi lulusan sekolah. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. Dengan demikian. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. antara lain: a. e. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. mengelola. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. pemilihan strategi. didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. Namun demikian. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. suasana dan iklim. Akibatnya. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. b. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. d. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.

prinsip rekreasi. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran. 4. sumber. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar. Oleh sebab itu. serta pemilihan strategi.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. kemandirian. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. dsb. dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. interaksi. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. dan media. kreativitas. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. problem-solving. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. seperti kerjasama. sistem sosial. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. Di samping itu. berfikir kritis.

TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. Misalnya. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. 1) Diberikan satu teks karangan. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. dalam batas waktu tertentu. kesalahan tanda baca dalam kalimat. karangan berdasarkan gambar seri. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. 3) Diberikan gambar seri. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. terlalu sulit. kelas berapa. misalnya dalam pelajaran olahraga. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. yaitu kata kerja dan objek. Tanpa perilaku yang jelas. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. dsb. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. 2) Diberikan satu teks karangan. Dalam pembelajaran berwawasan gender. pada ketinggian tertentu. dan sebagainya.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. seperti: menyebutkan. Perhatikan contoh berikut ini. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. yaitu siswa. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. Begitu pula. semester berapa. misalnya contoh kalimat pasif. Di bawah batas itu. siswa jenjang sekolah apa. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. menganalisis. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . menyusun.

Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. C = Condition. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. D = Degree. Dalam merencanakan pembelajaran. prestasi. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. letak pengembangan instruksional berada paling awal. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). tanpa fokus. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. 3) Diberikan gambar seri. Penilaian 1. metode. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. serta pekerjaan seseorang. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. E. strategi. Dengan demikian. Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. dimiliki. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. B = Behavior. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. dan menjadi tidak efektif. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. keterampilan. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. perbuatan. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. sikap. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. D. Tanpa tujuan yang jelas. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan.2) Diberikan satu teks karangan.

menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. d. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. f. Dalam sebuah kelas. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. c. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. dkk. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. e. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. diperlukan kemampuan mengelola kelas. b. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. g. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. aman. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . Oleh karena itu. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. peserta diklat diharapkan mampu: a. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Johelson dan Mary A. B. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. mempertahankan.. efektif. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. 1. 2. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. Menurut Sudirman. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. dan memelihara sistem/organisasi kelas. Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa.

alat pelajaran). Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. C. 4. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. D. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Karena itu. tindakan. Penekanan pada hal-hal yang positif. 5. 6. perabot. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. gaya mengajar. Jadi. yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. Bervariasi Penggunaan alat atau media. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. 2. Tatangan Penggunaan kata-kata. 3. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. Untuk itu.

E. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). dan karena itu. Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill).a. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. suka tersenyum. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. bersikap ramah. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). b. emosional. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. adil terhadap semua siswa. dalam hal ini. ltulah sebabnya. c. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. Untuk itu. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. d. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. berkomunikasi dengan santun dan patut. sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. e. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. Guru harus memilki jiwa pendidik. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. dan mental dalam proses belajar. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. dipindahkan. dan disusun secara fleksibel. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Jika anak senang dan asyik. Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). Lebih jauh lagi. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya.

meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. 3. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. 7. Model Lingkaran Dalam model ini. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . Jika mereka ingin menulis. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh.yang tinggi. Sediakan ruangan yang cukup. 1. melakukan kerja laboral. 5. atau mengobservasi aktivitas kelompok. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. Meja diatur sedemikian rupa. berdebat. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Dalam model ini. 2. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. mesin. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. namun jika mereka berdiskusi. dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. 4. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. 6. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. Model Corak Tim Pada model ini. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. Dalam menyusun meja-kursi model U.

Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. atau kelompok. Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. peralatan. misalnya sentra penerbitan. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. tema. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Suara musik yang lembut. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. sudut ruang. puisi. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. Akan lebih baik. pembuatan. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . dan sebagainya. motto. atau bahkan di kolong meja. berpasangan. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. Oleh karena itu. diagram. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. Pajangan dapat berupa gambar. puisi. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. peta. Di samping itu.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. keterampilan atau kegiatan tertentu. siswa perlu dilibatkan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. dan ditata dengan baik. atau petikan ayat. dan pesan tokoh tertentu. benda asli. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. karangan. dsb. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. perlengkapan. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. desain. hadis. sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. Siswa. atau unit tertentu yang dipelajari). F. model. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. baik dalam perencanaan. Di samping itu. rak buku. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. dapat diminta membuat gambar. Untuk masud tersebut. seperti saat belajar. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. jika dana memungkinkan. misalnya. sentra pembelajaran matematika. Di samping itu itu. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. Dengan demikian. menumbuhkan.

Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). kelas bahasa. kelas matematika. waktu belajar. peralatan. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. kursi. Media dan peralatan pembelajaran Sains. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. media. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. berpasangan. tidak perlu ada di semua kelas. fasilitas.sistem moving-class ini. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. pajangan. Untuk itu. sebagai berikut: 1. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. dan ketersediaan sarana/prasarana. tujuan kegiatan. 4. Antara lain jenis kegiatan. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. Setiap hari. Memungkinkan penggunaan sarana. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. keterlibatan siswa. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. Meja. 3. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. atau klasikal. kerjasama. kepedulian. Ada kelas sains. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. serta kegiatan yang dilakukan siswa. kelompok kecil. G. 2. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. misalnya. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. kelas kesenian. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. dan sebagainya. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu.

Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. dari dekat ke jauh. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. misalnya: dari yang mudah ke sulit. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . 2. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. H. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. Mulai pembelajaran pada waktunya. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. tenulis. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. 1. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. benda kreasi. Gunakan petunjuk tertulis. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. Dengan demikian. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. penundaan memulai awal pembelajaran. denah. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. dan sebagainya. 3. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui. 4. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran.

(5) hidup dan memberi kebebasan. (6) model breakout groupings. efektif. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. bersifat melibatkan. yaitu: (1) menyenangkan . yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif.kelas yang baik. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. kelompok kecil. penciptaan atmosfer belajar. (67) model Workstation. dan (6) penanaman disiplin diri. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. sebagaimana diuraikan sebelumnya. (2) tatangan . Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. Pertahankan momentum belajar. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. berpasangan. (2) mngasyikkan. (2) model corak tim. (4) model lingkaran. yaitu: (1) model huruf U. Biasanya. (3) bervariasi. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. keterlibatan siswa. atau klasikal. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. waktu belajar. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. (4) keluesan. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. I. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. menumbuhkan. (3) model meja konferensi. pengelolaan aktivitas belajar siswa. Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. 5. (3) mencerdaskan. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Antara lain jenis kegiatan. tujuan kegiatan. dan ketersediaan sarana/prasarana. kesempatan. (4) menguatkan. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. 6. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. J. dan sesuai dengan minat siswa. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. (5) model fishbowl. Momentum belajar adalah momen. ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. Time ontask siswa.

mengasyikkan. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c. mencerdaskan.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . hidup dan memberi kebebasan: b. menguatkan. a. Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .

d. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g. Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f. Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 . Penggunaan Musik e.

perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. 2. Untuk mencapai proses itu. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. kompleks. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. Selain itu. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan. c. Dengan KTSP itu. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. pikiran. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. Apalagi. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . Untuk menjadi guru yang baik. b. 1995. 1985. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. waktu. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. perasaan. menyenangkan. dan memberikan manfaat bagi siswa. peserta diklat diharapkan mampu: a. Sanjaya. Lebih-lebih saat ini. dan keasyikan tersendiri. Di situlah letak seni mengajar itu. Kemp. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. 2006).STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. B.

 Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . (ii) aktivitas. (i) berorientasi pada tujuan. seperti. Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Sedangkan. dan (iv) integritas. (iii) individualitas. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach).pendekatan tertentu. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). yakni. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran.

Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. mengarang. Di samping itu. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. perbandingan. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. kreativitas. 1. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. menantang. inspiratif. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. D. dan kemandirian sesuai dengan bakat. (b) penekanannya pada membaca. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. dan pengembangan fisik. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. pada tahun 1920-an. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. 2. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. dan penghafalan kaidah bahasa. minat.Selanjutnya. keterangan. serta psikologis peserta didik. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. Strategi Membaca Di Eropa. menyenangkan. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan.

Sebaliknya. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. dalam penyiapan bacaan. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. 2) Penyajian bacaan di kelas. gerakan. Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. serta mimik secara langsung. skema. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. aspek pemilihan bacaan. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat.antara strategi tata bahasa dan langsung. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. Oleh karena itu. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. 5. untuk kepentingan tertentu. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. Berikut langkah-langkah strategi membaca. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. Menurut strategi reseptif. Untuk mempercepat waktu. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. rangkuman. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. diagram. Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. Padahal. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . 3. frase. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. maupun kalimat. ikhtisar. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). kunjungan dan seterusnya. berkomat-kamit. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. 4. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. Pertengahan abad ke-19. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat. Begitu pula. tersirat. peragaan. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. maupun yang tersorot. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. pembaca dilarang bersuara. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan.

Namanama strategi itu adalah strategi baru. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. dan strategi lisan. dan gambargambar. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. 1) menangani siswa yang suka bicara. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. strategi alamiah. dan (6) komunikatif penuh. (3) fokus variabel. Dengan begitu. ada beberapa jenis desain pembelajaran. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. Pertengahan abad ke-19. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. mendalam. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. gerakan. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Di samping itu. peragaan. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. fungsional. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. strategi perbaikan. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. dramatisasi. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. serta mimik secara langsung. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. dramatisasi. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. 5) nasional penuh. Pada hakikatnya. (e) menyusun catatan secara logis. dan instrumental. (2) struktur dan fungsi. strategi perbaikan. 2) mengatur tempo pembelajaran. dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. Terutama dalam pembelajaran bahasa. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. dan membuat siswa lebih intensif. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. (d) membuat catatan. strategi langsung mendapatkan tempat. (4) fungsional.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. yakni struktural. strategi alamiah. dalam pelaksanaannya. Untuk itu. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. dan gambar-gambar. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. Contohnya. dan strategi lisan. Namanama strategi itu adalah strategi baru. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan.

Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. minat. sosial. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . Dalam pembelajaran Bahasa. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. Bahkan. dan religius mereka menjadi perhatian. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa. 7. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. Saat mengajarkan kalimat. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Misalnya. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. Perpindahannya diatur secara tipis. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. klise. 8. Guru tidak perlu monoton. Kemudian. pikiran. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Oleh karena itu. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Oleh karena itu. jenuh. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. presentasi. Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. kontemporer. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. keingintahuan. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. konkret dan konseptual. Sebaliknya. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Misalnya. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. penggunaan. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Begitu pula. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. Budaya. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. tindakan. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. dan pemahaman.6. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan.

(2) segalanya bertujuan.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. (4) akui setiap usaha. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. moving action. Kemudian. Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. Dalam QL. menulis. cara pikir mereka. Dalam strategi kuantum. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. keterampilan belajar untuk belajar. partisipatori. 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. pengalaman sebelum menemukan. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. QL mengutamakan konteks dan isi. (3) keterampilan belajar untuk belajar. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. Hasilnya. mewarnai lingkungan sekeliling. fasilitasi. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. multi pendekatan. fasilitas yang luwes. 1999-2001). lingkungan yang mendukung. Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. pengukuhan diri dan refleksi. dan membuat peta pikiran dengan cepat. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima. aktualisasi diri. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. merancang kurikulum. dan perasaan mereka. Kemudian. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. (2) landasan yang kukuh. memang sangat luar biasa. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. dan memudahkan proses belajar. pembelajar dapat mememori membaca. identifikasi diri. penguatan diri. akui setiap usaha pembelajar. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. layak pula dirayakan. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. segalanya bertujuan. Dengan begitu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. (3) lingkungan yang mendukung. strategi penemuan konsep dilakukan. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. (2) fasilitas yang luwes. tahapannya diatur melalui persepsi. dan keterlibatan aktif siswa dan guru. menyampaikan isi. dan rancangan belajar yang dinamis. landasan yang kukuh. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. cara efektif pembelajaran. Kemudian. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. dan keterampilan hidup. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. dan (4) keterampilan hidup. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. dan (5) jika layak dipelajari. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya.

Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. 2) zona perkembangan terdekat. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. memberikan penjelasan dengan baik. Untuk itu. Sebaliknya. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). simulasi. Tugas kompleks itu misalnya proyek. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. dan tanda bacanya. 3) pemagangan kognitif. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Akhirnya. Dalam kooperatif. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). tata bahasa. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. siswa tidak boleh saling membantu. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. pembelajaran generatif. dan realistis. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. jenis kelamin. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. saat mengerjakan kuis. Sebagai contoh. Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. pemahaman mereka. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Jadi. dan suku. Kemudian. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. sulit. 9.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. strategi bertanya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. Dalam konstruktivistik. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. Selain itu. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. mengeja. dalam pengajaran. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. penyelidikan di masyarakat.

saling membuatkan ikhtisar. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. serta perbendaharaan kata. diskusi kelompok. 3) dunia anak adalah dunia bermain. Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. Dalam Strategi partisipatori. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. Kemudian. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. Dalam jigsaw. 4) Jigsaw. kemunduran yang dialami. dan berlaku sebagai subjek. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. dan kreatif. menulis tanggapan terhadap cerita. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. pandai berperan sebagai mediator. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut. dan perencanaan. masing-masing mempelajari riwayat hidup. siswa dapat menemukan hasil belajar. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. bukan berarti guru harus pasif. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. Misalnya. 10. tulisan dinding. berlatih pengejaan. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. dinamis. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. Kemudian. 3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. siswa aktif. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. dan sebagainya. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. gambar. serta proyek kooperatif. Dengan berpartisipasi aktif. 5) Belajar Bersama (learning together). Menurut Freire (dalam Fakih. Dalam CIRC. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. Namun. mereka melaporkan tugas itu. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. prestasi awal. Oleh karena itu. dampak dan kiprahnya. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab.

Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai. proses yang akan dilakukan. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. materi yang akan disajikan. Oleh karena itu. memperluas. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. 11 . Kemudian. dan 3) dialogis. Berikutnya. 2) tidak menggurui. media atau sarana yang perlu disiapkan. dan peran fasilitator/pemandu. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman. bentuk pendidikannya.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. Kemudian. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya.

dalam menjalankan strategi ini. Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. mengecek informasi yang didapatnya. Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. menciptakan. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. bertanya. c. a. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. pemodelan (modeling). (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. membimbing. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. mendemonstrasikan. dan bergelut dengan ide-idenya. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. Biasakanlah siswa melakukan. dan refleksi (reflection). Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. Dari pengalaman menulis itu. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. Bagi siswa. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. seseorang membuka buku. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. Dengan begitu. membaca langsung. pertanyaan (questioning). berbicara. konstru ktivistik (constructivism). Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Dengan begitu. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. dan seterusnya. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. dan memastikan penemuan yang dilakukannya. Untuk itu. Untuk mengetahui Chairil Anwar. dan menilai kemampuan siswa. guru dituntut lebih kreatif pula. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. penilaian autentik (authentic assessment). Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. mengarahkan perhatian. Pertanyaan berguna untuk mendorong. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . Masyarakat Belajar (learning community).yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. yaitu: inkuiri (inquiry). Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. Sebagai guru. Tentunya. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. mengidentifikasi. Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. Dengan begitu.

pegawai bank. f. karya tulis. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. Bisa jadi. Dapat pula. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. Model dapat diambil dari mana saja. presentasi. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. Dengan begitu. model paragraf. di ruang lain. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. bebas berbicara. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. kuis. Dalam kontekstual. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. berbicara. demonstrasi. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. dan saling aktif. PR. antara yang tahu dengan yang belum tahu. e. misalnya untuk lafal tertentu. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. dan seterusnya. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. Yang pandai mengajari yang lemah. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. dan terus-menerus. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. Dalam kontekstual. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . atau yang lainnya. Dalam kelas yang kontekstual. Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. hasil tes tulis. dengan orang lain. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. guru bukanlah model satu-satunya. atau di mana pun.d. Dengan begitu. model didatangkan dari luar kelas. Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. petani. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. jurnal. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. misalnya. model kalimat. karya siswa. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. tokoh masyarakat. terbuka. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. laporan. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. berarti Anda telah melakukan pemodelan. terintegrasi. di pasar. Dari model itu. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. guru memberikan model karya tulis. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Kemudian. Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. di ruang kelas. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. Untuk itu. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). di halaman.

Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. Dengan begitu. (1) berorientasi pada tujuan. dan yang lain-lainnya. (2) strategi membaca. Jadi. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. refleksi sangat dibutuhkan. Dengan demikian. dan pengetahuan yang baru saja diterima. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. lagu. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif. Kreatif dan Menyenangkan). Dengan merefleksikan sesuatu. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. catatan di lembar kertas. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. (6) strategi integratif. waktu. yakni. (5) strategi langsung. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. (7) strategi tematik. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. singkat. (3) strategi audiolingual. atau membuat pengalaman. (10) strategi partisipatori. mengingat kembali. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. (2) aktivitas. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. (8) strategi kuantum. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. atau dalam kesempatan apapun. (9) strategi konstruktif. diskusi. kata kunci. memperbaiki. (4) strategi reseptif dan produktif. E. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Artinya. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. di akhir bab/tema. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. dan (4) integritas. aktivitas yang baru dijalani. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah.g. (3) individualitas. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. berarti Anda telah melakukan refleksi. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. puisi. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. di akhir jam pelajaran. cerita siswa. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. mengkonstruksi ulang. cerita guru. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. dan (11) strategi kontekstual.

Penilaian 1. strategi membaca h. Jakarta : Depdikbud. strategi komunikatif l. 14 April s. strategi tata bahasa g. strategi integratif b. strategi partisipatori f. Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. Jakarta. strategi langsung k. strategi kuantum d.F.d. strategi audiolingual i. Jelaskan pengertian strategi! 2. strategi reseptif dan produktif j. strategi tematik c. 2000. Purwo. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . strategi kontekstual 3. strategi konstruktivistik e. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. 1 997. Bambang Kaswanti. 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa.

evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif. prosedur pembelajaran serta monitoring.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .  Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini. Tahap 1: Pemilihan topik.1.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

2. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 . 2.3. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. 3. 4.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .4.

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 .5.

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

perhatian. Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. 1985). perantara’ (Azhar. Dengan demikian. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. minat. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. sulit mencari media yang tepat. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran.MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Secara harfiah. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. L. 1984: 81). 2000: 3). perhatian. perasaan. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. disesuaikan dengan kondisi waktu. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. 1. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. perasaan. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 .

2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan.C. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. gambar. Di samping kelebihannya. Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer. Video interaktif. media ini juga mempunyai kelemahan. dan suara yang dioperasikan dengan komputer. Digital video interactive. 1. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. besar. media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. C. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Hypermedia. CD-Rom. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. (3) audio. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. dan (d) mudah dibawa (portable). Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. dan berbahaya. dan Virtual reality. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). (2) diproyeksikan. grafis. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. Di samping kelebihannya. (c) ringkas. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Bentuknya antara lain. (d) langsung memberikan umpan balik. selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. media pembelajaran mengandung lima unsur. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. (b) relatif murah. Di samping kelebihannya. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. (5) media berbasis komputer. terdapat pula kelemahan media audio. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. (c) menampilkan unsur audiovisual. dan (7) multi media kit. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). (4) video. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. (6) multi media berbasis komputer. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. 1996. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. Selain di dalam kelas.

film. 3. dan jurnal. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. majalah. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. koran. 2. CD/DVD. globe. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. peta. Komputer. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. TV. Slide dan transparansi. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. OHP. model.

mengajukan hipotesis. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). yakni sebagai berikut. berpikir.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. bertanya. pengelolaan kelas. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. panti asuhan. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. bermain peran. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. mengumpulkan data. 5. strategi pembelajaran. c. dramatisasi. berkomentar. konsep mekanika pada sepeda. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. antara lain: gedung bersejarah. Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. dan karyawisata. d. 4. mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. a. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . Dengan demikian. lingkungan pertanian. mempertanyakan. simulasi. seperti kegiatan mengamati. situasi serta kondisi yang ada. maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. bangunan industri. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. dan kebun binatang. Dalam arti: tidak paten. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. konsep perubahan energi pada radio atau TV. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. menjelaskan. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. dan evaluasi). sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). b. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. pasar. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ).

3. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. ruang. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. fungsi eduktif. dan lingkungannya. media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. khususnya media visual. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. melalui karya wisata. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . 4. Fungsi konpensatori. yaitu: 1. D. E. analisis. 4. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. 2. 3. aplikasi. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. atau alat visual. 2. Fungsi antensi media visual. 5. Fungsi kognitif. 3. Fungsi afektif. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. atau ke kebun binatang. kunjungan ke mesium. 4. Artinya. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. atau alat audio-visual. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. misalnya. dan waktu. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. fungsi seni (budaya). media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. yaitu: 1. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. fungsi sosial. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. masyarakat.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Secara umum. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. 2. fungsi ekonomis. fungsi politis.

b. (2) materi dan bahan pembelajaran . memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. Media pembelajaran mengandung lima unsur. (3) audio. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. f. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. (4) video. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. perasaan. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. (5) media berbasis komputer. perhatian. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . d. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. Artinya. TIK. prinsip. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. (3) lingkungan. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. (4) alat dan perlengkapan. i. Artinya. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. g. Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. (2) diproyeksikan. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. system pengelolaan kelas. konsep. minat. Artinya. Keterampilan guru dalam menggunakannya. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. Artinya. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. c. Kemudahan memperoleh media. e. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. dan (7) multi media kit. (6) multi media berbasis komputer. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya.

....…………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1...... Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3.. Alokasi waktu dan jumlah siswa. Karakter dan kondisi siswa....Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G. 2. Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. 4. 3.…………… 2. 5. Karakteristik media. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 .. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1... Standar kompetensi yang ingin dicapai.…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4. Kompetensi dosen dalam menggunakan media.. Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? ……………………………. Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? …………………………………………………………………………………………...

Sumber Buatan. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan).…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …. …………………………………………………………………………………………. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. c. Menurut Anda.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Media Audio-Visual.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 .…………… b. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ………………………………………………………………………………………….a. Menurut Anda. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… d. Menurut Anda. Media Visualisasi – Verbal.

…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Anda. Media Audio-Verbal. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………… ……………………………………………………………………………………………………… f.e. apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 .

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. Menghargai pendapat orang lain 4. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif.4 Cukup (C) = 5.4 Sangat Kurang (E) = 0. Keterangan 1. angket. penilaian.0 –-3. observasi. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). catatan anekdot. Keaktifan berdiskusi 2.5.6. baik yang berwujud pengetahuan (kognitif). Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya.5 . nilai dan sikap (afektif). yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa. partisipasi. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat. Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. piagam penghargaan.0 . Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain. rubrik atau portofolio. 6.10 Baik (B) = 7. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”.9 Kurang (D) = 4. Misalnya hasil tes awal (pre-test).0 .9 126 . dan sistematis.8. 2. Format Pengamatan No 1. Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara. 3. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel.5 . Sopan dalam bertutur kata 5. (2) sebagai suatu proses pedagogik. tugas-tugas. dan sebagainya. teliti. maupun berwujud keterampilan (skill). Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. hasil tes akhir (post-test). melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan.5. tugas terstruktur. Jadi. Dst. dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja. Percaya diri 3.

Catatan perilaku harian para siswa. Dst. Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. E. biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. 3. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. 2. 1. 2.(3) sebagai suatu ajektif. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. 3. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). Hasil ulangan harian dan ulangan umum. 1. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara.

Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. bolos sekolah. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. Tertulis dengan baik. misalnya. Misalnya perilaku positif. mengotori ruang kelas. sopan santun. 3. Tersusun dengan baik. setia kawan. disiplin. b. tidak sopan. Memadai c. Dst. 3. Penting 3. dan segera melakukan refleksi. c. tanggungjawab. jujur. bersikap toleran. saling menghormati. 2. suka bertengkar atau berkelahi. mencuri.Kejelasan a. saling menghormati. Akurat b. Sedangkan perilaku negatif. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. merokok di sekolah. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . Mudah dipahami Informasi a. tidak senonoh. menyontek waktu ulangan. dan sebagainya. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. 2.

Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. terisolir. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah. Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. 1. atau terancam tidak naik kelas. 1. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. Pemberian Remedial a. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. Di sisi lain.4. gagal dalam mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. siswa yang belajar. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst.. b.. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . JUMLAH F. depresif. berkeinginan untuk sukses. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar. Karena itu.

ataupun tenaga ekternal sekolah. seperti siswa. Menurut Laurence M. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. pengaruh teman. informasi tentang cara belajar efektif. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. Untuk maksud ini. minat belajar. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). dsb). sikap dan cara belajar. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. perkembangan prestasi belajar. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. kemampuan belajar. Orang awam dalam ilmu menolong. c. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. seperti siswa. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. Bramer (Lobby Loekmono. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional. melainkan tugas setiap orang. kebiasaan sehari-hari. melainkan juga sebagai seni dan kiat. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. pemberian bimbingan belajar khusus. entry-behavior. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. d. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. iklim belajar di kelas. kurang lengkapnya peralatan belajar. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. 1985). Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. dkk.

2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. diskusi. tutor sebaya. Karena itu. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. berkeinginan untuk sukses. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. dan (3) teknik. berupa program remedial. (1) jenis.e. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. 2. menganalisis. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot). mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca. meliputi. laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. (2) bentuk. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. F. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. namun tidak mempengaruhi nilai rapor. siswa yang belajar. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. catatan perilaku harian para siswa. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Di sisi lain. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal.

G. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1. Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3. Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2.

apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran.4. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. 5. 7. Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik.

Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Memiliki prinsip untuk hidup .Memiliki kesadaran diri .Kreatif 2.Berakhlak mulia .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Rendah hati . misalnya: .Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Tegas .Memiliki rasa malu .Menghidupkan nilai-nilai .Mampu dan bersedia bekerjasama .Rela memaafkan .Mampu mengelola perasaan .Mampu mengambilan keputusan pribadi .Bertanggung jawab .Empatik dan peduli pada orang lain .Hidup selaras dan damai .Memahami dinamika kelompok .Terampil berkomunikasi .Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Memahami dan menerima perbedaan . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.Mampu menyelesaian konflik .Hormat terhadap sesama . misalnya: .Memahami keberartian dan tujuan hidup .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Mampu menangani keadaan yang menekan .Taat beribadah .Adil .Jujur .

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 . Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1. Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3.

Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa.4. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat.9. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10. keinginan. dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->