ANALISIS KOMPETENSI DAN PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A.

Pendahuluan Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumberdaya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas, antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya sangat penting untuk dilakukan sebab melalui pelatihan, guru dapat mengembangkan kompetensinya. Pemilikian kompetensi menjadi suatu keharusan bagi seseorang guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Atas dasar itulah, maka dianggap perlu memaknai istilah kompetensi secara jelas. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat melakukan analisis kompetensi dan merumuskan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP diSekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang analisis kompetensi dan perumusan tujuan pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: a. Menjelaskan pengertian dan lima tipe kompetensi; b. Menerapkan cara menyusun kompetensi siswa dalam pembelajaran Bahasa; c. Menulis tujuan instruksional umum; d. Melakukan analisis instruksional; e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa; f. Merumuskan tujuan instruksional khusus. B. Analisis Kompetensi 1. Pengertian Kompetensi Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer (1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan. Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut adalah sebagai berikut. a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

59

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang manajer yang berhasil. c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang berbeda. d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan. e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental. Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra. Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran. 2. Cara Penyusunan Kompetensi Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun kompetensi. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini. a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson. Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut: 1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?) 2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?) 3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?) 4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?) b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil keputusan. c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai? d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih terarah dan lebih fokus. e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan kompetensi secara terpisah. f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam urutan yang utuh. g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan) dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

60

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan permulaan. Lakukan secara bertahap. Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan memperhatikan hal-hal berikut: (1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi; (2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; (3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa untuk SMP Standar Kompetensi yang tercantum dalam Standar Isi KTSP untuk SMP sesuai ruang lingkup mata pelajaran Bahasa, yaitu: a. Mendengarkan 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) memahami wacana lisan melalui kegiatan mendengarkan berita b) mengapresiasi dongeng yang didengarkan c) memahami wacana lisan melalui kegiatan wawancara d) memahami pembacaan puisi 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) memahami wacana lisan berbentuk laporan b) mengapresiasi pementasan drama c) memahami isi berita dari radio/televisi d) memahami unsur intrinsik novel remaja (asli atau terjemahan) yang dibacakan 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) memahami dialog interaktif pada tayangan televisi/siaran radio b) memahami wacana sastra jenis syair melalui kegiatan mendengar syair c) memahami isis pidato/khotbah/ceramah d) memahami wacana sastra melalui kegiatan mendengarkan pembacaan kutipan/sinopsis novel b. Berbicara 1) Untuk kelas VII, yaitu: a) mengungkapkan pengalaman dan informasi melalui kegiatan bercerita dan menyampaikan pengumuman b) mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan bercerita c) mengungkapkan pikiran dan perasaan informasi dan pengalaman melalui kegiatan menanggapi cerita dan bertelepon d) mengungkapkan tanggapan terhadap pembicaraan cerpen 2) Untuk kelas VIII, yaitu: a) mengungkap berbagai informasi melalui wawancara dan presentase laporan b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan bermain peran c) mengemukakan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan diskusi dan protokoler d) mengapresiasi kutipan novel remaja (asli atau terjemahan) melalui kegiatan diskusi 3) Untuk kelas IX, yaitu: a) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk komentar dan laporan b) mengungkapkan kembali cerpen dan puisi dalam bentuk yang lain c) mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam pidato/diskusi d) mengungkapkan tanggapan terhadap pementasan drama
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

61

surat dinas. perasaan. slogan/poster d) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam puisi bebas 3) Untuk kelas IX. perasaan. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk iklan baris. yaitu: a) memahami ragam teks nonsastra dengan berbagai cara membaca b) memahami isi berbagai teks bacaan sastra dengan membaca c) memahami wacana tulis melalui kegiatan membaca intensif dan membaca memindai d) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan buku cerita anak 2) Untuk kelas VIII. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 62 . teks pidato. Indikator pencapaian ialah karakteristik. dan petunjuk b) mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam menulis kreatif naskah drama c) mengungkapkan informasi dalam bentuk rangkuman. resensi. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca memindai. atau respons. membaca cepat b) memahami teks drama dan novel remaja c) memahami ragam wacana tulis dengan membaca ekstensif. teks berita. dan membaca nyaring d) memahami buku novel remaja (asli atau terjemahan) dan antologi puisi 3) Untuk kelas IX. perasaan. Menulis 1) Untuk kelas VII. guru dharapkan dapat mengembangkan sejumlah indikator pencapaian untuk setiap kompetensi dasar. yaitu: a) mengungkapkan informasi dalam bentuk laporan. yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh siswa untuk menunjukkan bahwa siswa itu telah memiliki kompetensi dasar tertentu. surat pembaca d) menulis naskah drama Selanjutnya. Membaca 1) Untuk kelas VII. Membaca intensif. dan pengalaman dalam bentuk cerita pendek c) mengungkapkan pikiran. yaitu: a) memahami ragam wacana tulis dengan membaca intensif dan membaca memindai b) memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen) c) memahami ragam acana tulis dengan membaca ekstensif. yaitu: a) mengungkapkan pikiran dan pengalaman dalam buku harian dan surat pribadi b) mengekspresikan pikiran. dan karangan b) mengungkapkan kembali pikiran. perbuatan. dan informasi dalam bentuk karya ilmiah sederhana. dan membaca cepat d) memahami novel dari berbagai angkatan d. membaca intensif. dan pengalaman melalui pantun dan dongeng c) mengungkapkan berbagai informasi dalam bentuk narasi dan pesan singkat d) mengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi 2) Untuk kelas VIII. tandatanda.c. ciri-ciri.

teknik penilaian. Taksonomi Tujuan Pembelajaran Taksonomi adalah usaha pengelompokan yang disusun dan diurut berdasarkan ciriciri tertentu. Perumusan tujuan pembelajaran yang baik perlu memperhatikan beberapa ketentuan. Sebagai alat yang akan membantu guru dalam mendeskripsikan dan menyusun tes. menurut Suciati (2001). afektif. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang hendak dituju dari rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran. sampai pada kemampuan yang tinggi. umumnya ahli tersebut sepakat bahwa taksonomi tujuan pembelajaran terbagi atas tiga kawasan utama. Perlu adanya kejelasan terminologi tujuan yang digunakan dalam tujuan pembelajaran Bahasa sebab tujuan pembelajaran tersebut berfungsi untuk memberikan arah kepada proses belajar dan untuk menentukan perilaku yang diangap sebagai bukti hasil belajar Bahasa pada setiap tingkatan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah. 1. Taksonomi tujuan pembelajaran. Gagne. Namun demikian. Merril. Taksnomi perilaku keenam tujuan kognitif tersebut dikemukakan pada Tabel 1 berikut ini. metode atau prosedur yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. a. seperti mengingat. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. dan psikomotorik. merupakan usaha mengelompokkan tujuan pembelajaran dalam susunan dalam urutan berdasarkan ciri yang dikandungnya. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 63 . Krathwohl. yaitu kognitif. Pengertian lain menyebutkan. aktual. Martin dan Briggs. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk perilaku kompetensi spesifik. 1994). Berikut dikemukakan beberapa ketentuan dan pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam rangka perumusan tujuan pembelajaran tersebut. strategi. atau dikuasai siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. Di antara ahli tersebut. Bloom mengelompokkan tujuan kognitif ke dalam enam kategori. ataupun Gerlach dan Sullivan. tujuan pembelajaran adalah pernyataan mengenai keterampilan atau konsep yang diharapkan dapat dikuasai oleh siswa pada akhir priode pembelajaran (Slavin. dengan demikian. Keenam kategori ini diasumsikan bersifat hirarkis. yang berarti tujuan pada level tinggi dapat dicapai hanya apabila tujuan pada level lebih rendah telah dikuasai. Perumusan Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. dimiliki. dimiliki.C. dan menjadi tidak efektif. diperlukan dengan pertimbangan sebagai berikut: a. Ini mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana. Tujuan Kognitif Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berpikir. Taksonomi tujuan pembelajaran. b. Sejumlah ahli telah menyusun taksonomi untuk tujuan pembelajaran. yaitu Bloom. Masing-masing ahli mempunyai kriteria pengelompokkan sendiri. dan terukur sesuai yang diharapkan terjadi. Dari tahap inilah ditentukan apa dan bagaimana harus melakukan tahap lainnya. dan pelaksanaan evaluasi hasil belajar Bahasa di Sekolah Menengah. Tanpa tujuan yang jelas. tanpa fokus. metode. seperti kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa menghubungkan dan menggabungkan gagasan. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran.

. bagan (12) (13) (14) (15) (16) Penerapan 4... kaitan antara (9) fakta dan isi pokok (10) (11) Mengartikan Menginterpretasikan . Memecahkan masalah Membuat bagan dan grafik Menggunakan ..... (7) Misalnya: konsep.. grafik. kata kerja Kata-kata Kerja Operasional (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) Pemahaman 3. Kemampuan Internal Mengatahui.Tabel 1 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Kognitif No............ Misalnya: fakta dari interpretas data dan kesimpulan Menganalisis . kata benda.... Misalnya: metode... Menerjemahkan Menafsirkan Memperkirakan Menentukan ....... Misalnya: tabel........ bagianbagian..... prinsip (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Analisis 5.......... Misalnya:struktur dasar... Misalnya: metode/prosedur. kaidah......... prosedur (1) (2) (3) (4) (5) (6) Memahami .. Taksonomi Perilaku Pengetahuan 2.. (8) prinsip...... konsep........ kaidah. Mengenali kesalahan Membedakan ...... Misalnya: istilah... hubungan (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (5) (6) mengidentifikasikan menyebutkan menunjukkan memberi nama menyusun daftar mengarisbawahi menjodohkan memilih memberikan defenisi menyatakan menjelaskan menguraikan merumuskan merangkumkan mengubah memberikan contoh tentang menyadur meramalkan menyimpulkan memperkirakan menerangkan menggantikan menarik kesimpulan meringkas mengembangkan membuktikan mendemonstrasikan menghitung memperhitungkan membuktikan menunjukkan melengkapi menyediakan menyesuaikan menemukan memisahkan menerima menyisihkan menghubungkan Memilih Membandingkan Mempertentangkan Membagi membuat digram/skema menunjukan hubungan 64 Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar ....

. 2) mengkombinasikan kerangka teoritis 3) mengarang 4) menciptakan Menyusun .... Tujuan afektif mencakup kemampuan dari level paling sederhana. dan sikap yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. 8) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni.. mutu 4) mengevaluasi ceramah. 6) mengatur program kerja 7) menyusun kembali 8) merangkaikan 9) menghubungkan 10) menyimpulkan 11) merancangkan 12) membuat pola 13) menyajikan Menilai berdasarkan normal 1) memperbandingkan internal . 2) menyimpulkan Misalnya: hasil karya seni.... program 5) memberi argumentasi kerja....... mutu 9) memilih antara karangan. 1) mengategorikan Misalnya: klasifikasi. Deskripsi taksonomi kelima kategori tujuan afektif ini diurikan seperti tertera pada Tabel 2 berikut ini. sampai level paling kompleks seperti menentukan sikap berdasar hati nurani. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 65 . Krathwohl. emosi. 2001) mengelompokkan tujuan afektif ke dalam lima kategori. skema. karangan...Sintesis c... seperti memperhatikan suatu fenemena... dan Masia (Suciati. 13) mendukung Misalnya: baik-butuknya. mutu 3) mengkritik karangan.... mutu10) menguraikan ceramah. Tujuan Afektif Tujuan afektif berhubungan dengan perasaan.... Evaluasi d.... program11) membedakan kerja.. pro-14) menyokong kontranya. 5) mendesain Misalnya: rencana. dsb 12) melukiskan Mempertimbangkan ... Bloom.. Menghasilkan ... sistem nilai.... dsb 6) menafsirkan Menilai berdasarkan normal 7) membahas eksternal... untung-15) menolak ruginya b.

.. aturan. c. (receiving) Kemampuan Internal Menunjukkan .. sian (organization) Memilah Menghimpun ..... Misalnya: peraturan........ perhatian kemauan.. Misalnya: kepentingan...... Misalnya: di labaroratorium Penghargaan/pe c... kesepakatan aturan.... tuntutan... Pengamalan e..... nilauan (valuing) Menerima Memilih Memberi komitmen ........... perintah Ikut secara aktif.. Kata-kata Kerja Operasional (1) mmenanyakan (2) mengikuti (3) menjawab (4) melanjutkan (5) memberi (6) menyatakan (7) menempatkan (1) membantu (2) menawarkan diri (3) menolong (4) menyetujui (5) menyepakati (6) menghargai (7) menghormati (8) membantu (1) memilih di antara (2) meyakini (3) menghargai (4) menunjukkan komitmen (5) membenarkan (6) mengusulkan (1) memilih untuk (2) memutuskan (3) membandingkan (4) membuat sistematisasi (5) mengorganisasi (6) menyiapkan (7) menghubungkan (1) menunjukkan sikap bertindak berdasarkan (2) menghindari (3) menolak untuk (4) memainkan (5) mempengaruhi (6) mendengarkan (7) memodifikasi (8) melaksanakan (9) mempraktik Mengakui ....... Perilaku psikomotor menekankan pada keterampilan neuromascular yaitu keterampilan yang bersangkutan dengan gerakan otot.... respon (responding) Mematuhi . Misalnya: sistem nilai... perbedaan Pemberian b......... sebagaimana tertera pada Tabel 3 berikut ini... kesemapakatan Pengroganisad. Tujuan Psikomotorik Tujuan psikomotor berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh.....Tabel 2 Taksonomi Perilaku dan Contoh Kata Kerja Operasional Tujuan Afektif No Taksonomi Perilaku Pengenalan a.. kesepakatan aturan....... Misalnya: kesadaran... atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Misalnya: terhadap suatu nilai. Misalnya: sistem nilai.... (characterization) Mengorganisasi Mengintegrasikan Menerapkan Mengamalkan ......... Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 66 . Taksonomi perilaku untuk tujuan kawasan psikomotor dikelompokkan dalam enam kategori....

..Tabel 3 Taksnomi Perilaku dan Kata Kerja Operasional Tujuan Psikomotor No Taksonomi Perilaku Persepsi d. lincah Menyesuaikan diri Mevariasikan Memulai (2) Mengawali (3) Bereaksi (4) Mempersiapkan (5) Memprakarsai (6) Menanggapi (7) Mempertunjukkan (1) Mempraktikkan (2) Memainkan (3) Mengikuti (4) Mengerjakan (5) Membuat (6) Mencobakan (7) Memasang (8) Membongkar (1) Mengoperasionalkan (2) Membangun (3) Membongkar (4) Memperbaiki (5) Mengerjakan (6) Menyusun (7) Menggunakan (8) Mengatur (9) Memainkan Sama dengan di atas (1) (1) (2) (3) (4) Kreativitasj. terbimbing Meniru contoh Gerakan terbiasa g. pola gerakan Berketerampilan secara . supel. Misalnya: lancar.. gesit. Kemampuan Internal Menafsirkan ransangan Peka terhadap ransangan Mendiskriminasikan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Kata-kata Kerja Operasional memilih Membedakan Mempersiapkan Menyisihkan Menujukkan Mengidentifikasikan Menghubungkan Kesiapan e. Kompleks Menyesuaikan i. luwes. Berketerampilan Berpegang pada pola Gerakan h.. Menciptakan yang baru Berinisiatif (1) (2) (3) (4) (5) Mengubah Mengadaptasi Mengatur kembali Membuat variasi Merancang Menyusun Menciptakan Mendesain Mengkombinasikan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 67 . Berkonsentrasi Menyiapkan diri (fisik dan mental) Gerakan f.

Pikirkan semua tahapan terpisah yang terlibat dalam suatu keterampilan baru tersebut. Tahap akhir dalam analisis tugas adalah menata kembali sub-sub keterampilan menjadi keterampilan utuh yang akan diajarkan. siswa perlu belajar mengenai diksi. e. Guru harus menyadari sub-sub keterampilan yang terlibat dalam suatu tugas pembelajaran untuk menjamin bahwa siswa mengetahui apa yang diperlukan untuk berhasil. menulis paragraf karangan. dan sebagainya). merupakan perilaku yang menurut urutan gerakan fisik berlangusung lebih dahulu. struktur kalimat. d. penting bagi guru untuk mempertimbangkan semua subketerampilan yang terkait dengannya. Misalnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi perilaku-perlaku khusus yang dapat menggambarkan perilaku umum secara rinci. adalah proses penjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematis. menemukan ide utama untuk materi karangan. ada tiga tahap dalam proses analisis tugas yang perlu dilakukan. Dalam merencanakan pembelajaran. misalnya. siswa mungkin mempunyai diksi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 68 . Sebagai contoh. b. c. untuk pelajaran mengenai penyusunan kalimat sederhana. siswa harus lebih dahulu menguasai kata serta konsep subjek dan predikat. yaitu: a. f. b. Dalam mengajarkan suatu keterampilan baru. dapat diketahui perlunya menempatkan perilaku khusus tertentu untuk dikuasai lebih dahulu dari perilaku lainnya. penting untuk mengetahui keterampilan atau kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam tugas-tugas yang akan diajarkan atau diberikan. Keterampilan-keterampilan tersebut sendiri masing-masing dapat dijabarkan ke dalam sub-sub keterampilan yang lebih spesifik. atau secara kronologis terjadi lebih awal. kedudukannya sebagai perilaku prasyarat. Merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. tanda baca. mengetahui keterampilan teknis kebahasaan (seperti kapitalisasi. yaitu: a. tapi perhatikan sejumlah keterampilan terpisah yang terlibat di dalamnya. atau sering pula disebut analisis instruksional. b. guru dapat meminta siswa menggunakan perpustakaan untuk menulis suatu laporan singkat mengenai suatu topik yang menarik minat.2. c. maupun ejaan dan tanda baca. subketerampilan apa yang harus diajarkan kepada siswa sebelum mereka dapat belajar untuk mencapai tujuan yang lebih umum? Dalam contoh keterampilan menulis kalimat yang baku. Analisis Instruksional atau Analisis Tugas (Task Analysis) Dalam membuat perencanaan pembelajaran. mengetahui urutan abjad. Dari susunan tersebut. Sebagai contoh. Mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills) Apa yang seharus siswa sudah ketahui sebelum guru mengajarkan suatu materi tertentu. disebabkan karena perilaku tersebut: a. pemilihan kata-kata. Setiap tahapan ini harus direncanakan untuk diajarkan dan dinilai selama pembelajaran. menggunakan katalog kartu untuk menemukan judul buku tertentu. atau c. Mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills) Dalam mengajarkan pelajaran tertentu. Proses menjabarkan tugas atau tujuan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana ini disebut dengan analisis tugas (task analysis). Analisis tugas. merencanakan atau membuat skema laporan ringkas. menggunakan indeks buku untuk menemukan informasi tentang suatu topik. merupakan perilaku yang menurut proses psikologis muncul lebih dahulu. g. Tugas ini tampak cukup mudah.

Perilaku A Perilaku B b. namun tidak mempunyai mempunyai keterafantungan satu sama lain. namun setiap perilaku itu dapat dipelajari secara terpisah. Perilaku-perilaku yang tersusun secara prosedural dilukiskan dalam kotak-kotak yang berderet ke samping dan dihubungkan dengan garis horisontal. dan kombinasi. misalnya. garis penghubung antar perilaku khusus tidak diperlukan. Walaupun kedua perilaku khusus itu harus dilakukan berurutan untuk dapat melakukan suatu perilaku umum. saling hubungan antar perilaku dapat digambarkan dalam bentuk pengelompokkan kotak-kotak yang dihubungkan dengan garis satu sama lain. Struktur \Prosedural Struktur perilaku prosedural adalah kedudukan beberapa perilaku yang menunjukkan satu seri urutan penampilan perilaku. sebagian lainnya merupakan urutan penampilan perilaku umum dan khusus. Perilaku A Perilaku B Perilaku C c. Bila perilaku atau keterampilan umum diuraikan menjadi perilaku khusus atau subsub keterampilan akan terdapat empat macam susunan. yaitu hirarkis. seperti pada bagan berikut. Perilaku B. prosedural. dan pengelompokan. Struktur Kombinasi Bila perilaku diuraikan menjadi perilaku-perilaku khusus. Namun demikian. Ini berarti perilaku atau keterampilan A merupakan prasyarat bagi perilaku atau keterampilan B. sebagian tersebar dalam bentuk struktur kombinasi antara hirarkikal. Sebagian dari perilaku khusus yang terdapat dalam ruang lingkup perilaku umum itu mempersyaratkan perilaku khusus lain. tetapi tidak ada yang menjadi perilaku prasyarat untuk yang lainnya. Struktur Pengelompokan Terdapat bentuk perilaku-perilaku khusus yang saling berhubungan. seperti pada bagan berikut. seperti pada bagan berikut ini. prosedural. Sub-sub keterampilan harus diintegrasikan ke dalam proses yang utuh agar siswa dapat mengerti dan mempraktikkannya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 69 . Skema hubungan antar perilaku dalam struktur kombinasi dapat digambarkan seperti pada bagan berikut. menuasai tanda baca. Struktur perilaku hirarkikal dapat digambarkan dalam bentuk susunan kotak atas-bawah yang dihubungkan dengan garis vertikal. tapi ini tidak selalu berarti mereka dapat menyusun kalimat yang baku. Struktur Hirarki Struktur prilaku yang hirarkil adalah kedudukan dua perilaku yang menunjukkan bahwa salah satu perilaku hanya dapat dilakukan bila telah dikuasai perilaku yang lain. Perilaku A Perilaku B Perilaku C Perilaku D d. a. Dalam keadaan seperti ini. pengelompokan.yang memadai. hanya dapat dipelajari bila perilaku A telah dikuasai.

akan menghasilkan dua macam dampak pembelajaran. Informasi-informasi seperti ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan jenis perilaku sebagai target belajar. Dalam menghadapi tugas belajar penyusunan kalimat.Perilaku A Perilaku A2 Perilaku B Perilaku B2 Perilaku C Perilaku C2 Perilaku A1 Perilaku B1 Perilaku C1 2. minat. adalah level perilaku keterampilan yang telah dimiliki oleh setiap siswa terkait dengan perilaku keterampilan umum yang akan dipelajari. Dalam praktik penyusunan rancangan pembelajaran di sekolah. antara lain: dokumentasi. antara Iain: dokumen yang tersedia. Tujuan pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 70 . Teknik yang dapat digunakan dalam mengasesmen kemampuan awal tersebut. sub-skill). ejaan dan tanda bca? Level pemahaman siswa terhadap berbagai keterampilan prasyarat tersebut perlu dikenali dengan baik. unsur-unsur kalimat. Beberapa di antara karakterstik ini. Dampak instruksional merupakan perilaku khusus atau kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa yang terkait langsung dengan suatu topik atau pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran. orang-orang yang mengetahui kemampuan kemampuan siswa tesebut. umumnya guru hanya mencantumkan rumusan tujuan pembelajaran kategori ini. 3. ataupun melakukan tes diagostik secara khusus. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. Di samping mengidentifikasi perilaku keterampilan awal siswa. wawancara. kemampuan dan tingkat kecerdasan. mungkin pula level penguasaan mereka sangat bervariasi. Analisis Perilaku dan Karakteristik Awal Siswa Perilaku keterampilan awal atau yang biasa disebut perilaku masukan (entry behavior. kuesioner. yaitu dampak instruksional (instructional effects) dampak pengiring (nurturant effects). guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya. misalnya: motivasi belajar. observasi. Sumber informasi yang dapat digunakan dalam rangka asesmen perilaku keterampilan awal siswa. siswa itu sendiri. guru juga perlu mengenali karakteristik siswa lainnya yang berhubungan dengan perilaku belajar mereka. Hasil asesmen tersebut juga dapat memandu guru dalam merancang urutan dan mengelola aktivitas pembelajaran untuk membantu siswa menguasai keterampilan atau kompetensi umum yang menjadi target pembelajaran. Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran. harapan dan aspirasi siswa. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. menurut Joyce & Weil (1986). baik secara kelompok maupun secara individu. Dampak instruksional ialah hasil belajar yang dicapai langsung dengan mengarahkan siswa pada tujuan pembelajaran yang diharapkan. seperti penguasaan diksi. kebiasaan belajar. Pemahaman di antara siswa mungkin bersifat homogen (bisa homogen memadai. maupun daya dukung lingkungan masing-masing siswa. bisa juga homogen rendah). cakupan kegiatan belajar. misalnya. maupun bentuk-bentuk pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa. khususnya hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. sampai di manakah pemahaman siswa terhadap keterampilan-keterampilan bawahan (sub-skills) yang menjadi prasyarat bagi tugas tersebut.

Pembelajaran yan efektif harus mengoptimalkan pencapaian dampak pengiring positif dan meminimalkan dampak pengiring negatif. Namun demikian. Keterampilan proses ilmiah Strategi penyelidikan secara kreatif Proses Pembelajaran Semangat daya cipta dan kreativitas Kebebasan dan otonomi bekerja = Dampak instruksional = Dampak pengiring Kemampuan dan semangat kerjasama Bagan Dampak Instruksional dan Dampak Pengiring Situasi dan kondisi yang dialami oleh siswa dalam suatu proses pembelajaran dapat memberi dampak pengiring yang bersifat positif. tapi sebaliknya pula sebaliknya bersifat negatif. setiap pilihan model pembelajaran memiliki sintakmatik (pentahapan). sistem sosial. ketika guru meminta setiap siswa mengemukakan pemikirannya tentang suatu topik di depan kelas. atau pengalaman belajar yang dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dan sikap tertentu pada diri siswa. kondisi. Sebagai contoh. Setiap situasi. Perilaku positif tertentu yang dikehendaki terjadi pada siswa dapat menjadi target belajar tersendiri dan ditetapkan sebagai sasaran dampak pengiring dalam pembelajaran. lalu yang bersangkutan diberi sanksi. prinsip rekasi. Pengendalian dampak pengiring ini dapat dilakukan dengan sejak awal menjadikannya sebagai target belajar yang diformuasikan dalam bentuk perumusan tujuan tersendiri. jika seorang siswa mengemukakan gagasannya yang berbeda dan tidak sesuai harapan guru.khusus (TPK) ataupun indikator perilaku khusus sebagai target pencapaian hasil belajar yang dibuat guru umumnya hanya didominasi dengan rumusan yang diarahkan untuk mencapai dampak instruksional semacam ini. berupa berkembangnya perilaku yang dikehendaki. maka dampak pengiring perlu dikelola dan dikendalikan. strategi dan pengalaman belajar. dan sistem pendukung tersendiri. sehingga dapat memberi dampak pencapaian dampak instruksional dan dampak pengiring yang berbeda pula. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 71 . maka dalam merencanakan pembelajaran. misalnya. Menurut Joyce dan Weil (1998). Penerapan model pembelajaran inkuiri. guru akan berkomitmen untuk mencapainya. dapat menstimulasi berkembangnya perilaku dampak instruksional dan dampak pengiring. misalnya berdiri di depan kelas atau ditertawai. maka siswa ini akan belajar bahwa mengemukakan gagasan berbeda itu tidak boleh dan akan mendapat konsekuensi negatif. Pengelaman seperti ini akan memberi dampak pengiring negatif bagi pengembangan kreativitas anak. maka proses ini dapat menstimulasi berkembangnya perilaku berani dan percaya diri pada siswa. serta media dan sumber pembelajaran yang dianggap tepat untuk menstimulasi berkembangnya perilaku khusus tersebut. yaitu berkembangnya perilaku yang tidak diharapkan. Dampak pengiring ialah perilaku hasil belajar yang diperoleh siswa di luar dampak instruksional. Guru akan berupaya memilih model pengelolaan kelas. Perilaku dampak pengiring ini terutama dihasilkan sebagai akibat terciptanya suasana atau kondisi tertentu yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menetapkan perilaku seperti itu sebagai target belajar. Mengingat potensi yang terkandung dalam dampak pengiring bagi perubahan perilaku siswa. tanpa pengarahan langsung dari guru. pola interaksi. di samping tujuan instruksional. seperti diukiskan pada bagan berikut.

Jika perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak instruksional dirumuskan dari kompentesi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. e. kompetensi lulusan sekolah. Guru ditekankan untuk merumuskan perilaku-perilaku tambahan tertentu yang perlu dikembangkan pada diri siswa ke dalam butir-butir tujuan pembelajarannya. d. mengelola. merupakan atribut perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan sipiritual. Beberapa contoh perilaku yang dapat ditetapkan sebagai target dampak pengiring. Proses pembelajaran di sekolah selalu melibatkan interaksi sosial. dan pengelolaan pengalaman belajar) agar dapat menstimulasi berkembanganya perilaku dan kompetensi non-instruksional yang ditetapkan sebagai target dampak pengiring tersebut. Semua kondisi dan situasi seperti ini akan merupakan stimulus bagi berkembanganya banyak pengalaman belajar pada diri siswa. c. b. Akibatnya. maka perilaku atau kompetensi target belajar pada dampak pengiring terutama identifikasi dan ditetapkan berdasarkan pada hasil asesmen lapangan. Guru hanya dituntut untuk secara sengaja memilih. Dengan demikian. maka guru akan memiliki kesadaran dan komitmen untuk mengarahkan proses pembelajarannya pada dua arah. Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional. pembelajaran juga akan cenderung diarahkan pada dihasilkannya dampak instruksional yang juga hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan dan perilaku kecerdasan intelektual. Penekanan perlunya perumusan khusus target belajar untuk dampak pengiring. Namun demikian.Dalam MPE. aspek-aspek kecerdasan seperti ini sangat sedikit terjabarkan dalam bentuk kompetensi dasar pada hampir semua mata pelajaran. penggunaan media dan sumber. Stimulasi dampak pengiring tidak memerlukan biaya mahal. perumusan tujuan dampak pengiring seperti ini merupakan bagian penting tujuan pembelajaran yang perlu diidentifikasi dan dirumuskan tersendiri oleh guru. misalnya: 1) Memiliki kesadaran diri 2) Mampu mengambilan keputusan pribadi 3) Mampu mengelola perasaan 4) Mampu menangani keadaan yang menekan 5) Terampil berkomunikasi 6) Keterbukaan diri (self-disclosure) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 72 . didasari oleh beberapa pertimbangan sebagai berikut: a. tata ruang. Berdasarkan hasil pengamatan sehari-hari. orientasi pembelajaran di sekolah kurang memperhatikan atau jarang secara sadar diarahkan kepada pengembangan kedua kelompok kecerdasan ini. yaitu menghasilkan dampak instruksional dan menstimulasi dampak pengiring. Dengan menetapkan perilaku dari rumpun kecerdasan emosional dan atau kecerdasan sebagai target dampak pengiring yang secara sengaja dirumuskan sejak awal. termasuk perilaku-perilaku kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual. dan menata khusus berbagai aspek yang terkait dengan pembelajarannya (seperti penataan setting kelas. antara lain: a. guru dapat mengenali jenis perilaku siswa yang memerlukan perhatian khusus untuk dikembangkan. Ketika merumuskan tujuan pembelajaran. Banyak perilaku dan kompetensi yang merupakan target dalam tujuan pendidikan nasional. aktivitas dan pengalaman-pengalaman tertentu. bahkan standar kompetensi mata pelajaran. suasana dan iklim. Rumusan-rumusan kompotensi dasar yang menjadi dasar perumusan tujuan pembelajaran pada hampir semua mata pelajaran di sekolah terlalu berorientasi kognitif dan cenderung hanya mengarah kepada pengembangan kecerdasan intelektual. guru perlu memasukkan perilaku yang diharapkan itu sebagai sasaran pencapaian dampak pengiring dalam proses pembelajaran. pemilihan strategi.

dan sistem pendukung yang berpotensi untuk dapat menciptakan iklim. Setiap strategi yang dipilih menjadi strategi dasar MPE memiliki sintagmatik. 4. Perilaku yang ditetapkan sebagai perlu diajarkan ini kemudian dirumuskan dalam tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau tujuan instruksional khusus (TIK). prinsip rekreasi. kreativitas. yang merupakan terjemahan dari specific instructional objective. dan media. dsb. berfikir kritis. untuk mewujudkan perilaku-perilaku tersebut. TPK juga menjadi landasan dalam penyusunan indikator dalam rangka mengembangkan butir-butir pertanyaan-pertanyan untuk penilaian hasil belajar.7) Empatik dan peduli pada orang lain 8) Menerima keadaan diri (self-acceptance) 9) Tegas 10) Mampu menyelesaian konflik 11) Hormat terhadap sesame 12) Mampu dan bersedia bekerja sama 13) Bertanggung jawab 14) Memahami dan menerima perbedaan 15) Kreatif b. interaksi. Perumusan Tujuan Pembelajaran Khusus Hasil akhir kegiatan analisis kompetensi dan analisis tugas sebagaimana telah diuraikan sebelumnya adalah menentukan garis batas antara perilaku (kompetensi) yang tidak perlu diajarkan dan perilaku yang harus diajarkan kepada siswa. dan kondisi tertentu bagi terjadinya pembelajaran prilaku tertentu. sumber. seperti kerjasama. misalnya: 1) Taat beribadah 2) Memahami keberartian dan tujuan hidup 3) Hidup selaras dan damai 4) Memiliki prinsip untuk hidup 5) Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri 6) Jujur 7) Adil 8) Berakhlak mulia 9) Rela memaafkan 10) Memiliki rasa malu 11) Rendah hati 12) Sopan santun Selanjutnya. Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. Aplikasi secara konsisten strategi-strategi MPE dalam proses pembelajaran memungkinkan pencapaian berbagai perilaku-perilaku noninstruksional oleh siswa. sistem sosial. guru dapat memilih strategi dan menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mendorong dan mengkondisikan siswa mengembangkan perilaku-perilaku tersebut. TPK harus mengandung unsusr-unsur yang dapat memberikan petunjuk kepada penyusun alat evaluasi aga dapat mengembakan butir-butir tes yang betul-betul dapat mengukur perilaku yang terdapat di dalammnya. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience B = Behavior Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 73 . kemandirian. Oleh sebab itu. Di samping itu. problem-solving. serta pemilihan strategi. Tujuan pembelajaran khusus (TPK) menjadi dasar bagi guru untuk menentukan urutan pembelajaran.

kelas berapa. siswa jenjang sekolah apa. siswa dapat menyebutkan minimal lima contoh kalimat pasif. Batasan yang spesifik ini penting artinya agar sejak awal mereka yang tidak termasuk dalam batasan tersebut sadar bahwa bahan pembelajaran yang dirumuskan atas dasar TPK itu belum tentu sesuai bagi mereka. Kata kerja menunjukkan bagaimana siswa mempertunjukkan sesuatu. Tingkat keberhasilan ditunjukkan dengan batas minimal dari penampilan suatu perilaku yang dianggap dapat diterima. Tanpa perilaku yang jelas. menganalisis. misalnya contoh kalimat pasif. pada ketinggian tertentu.C = Condition D = Degree A = Audence adalah pelaku yang menjadi kelompok sasaran pembelajaran. atau ukuran tingkatan keberhasilan lainnya. Berikut diberikan beberapa contoh kondisi yang dimaksud: 1) Diberikan satu teks karangan. TPK yang baik di samping memuat unsur penyebutan audens (siswa sebagai sasaran belajar) dan perilaku. dalam pembelajaran terhadap kelas yang dibagi atas beberapa kelompok yang bahan pembelajarannya diklasifikasi atas dasar kemampuan individu siswa. Di bawah batas itu. Dalam pembelajaran berwawasan gender. Misalnya. maka penyebutan klasifikasi siswa tersebut juga perlu tercantum pada TPK masing-masing. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 74 . yaitu kata kerja dan objek. yaitu siswa. Keterangan mengenai kelompok siswa yang akan manjadi kelompok sasaran pembelajaran diusahakan sespesifik mungkin. 2) Diberikan satu teks karangan. penyebutan siswa perempuan dan siswa laki-laki alam TPK kadangkadang ditekankan. menyusun. 1) Diberikan satu teks karangan. dsb. dalam batas waktu tertentu. Perilaku ini terdiri atas dua bagian penting. Objek menunjukkan pada apa yang akan dipertunjukkan itu. siswa dapat mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat. siswa dapat menyebutkan contoh kalimat pasif. Target perilaku yang diharapkan dapat berupa: melakukan tanpa salah. seperti: menyebutkan. dan sebagainya. Dalam TPK harus dijelaskan siapa siswa yang mengikuti pelajaran itu. B = Behavior adalah perilaku spesifik khusus yang diharapkan dilakukan siswa setelah selesai mengikuti proses pembelajaran. Komponen perilaku dalam TPK adalah tulung punggung TPK secara keselutuhan. siswa dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan. karangan berdasarkan gambar seri. terlalu sulit. siswa dapat menyusun karangan berdasarkan gambar seri tersebut D = Degree adalah derajat atau tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. kesalahan tanda baca dalam kalimat. terutama jika jenis perilaku yang menjadi target belajar bagi kedua jenis kelamin dibedakan levelnya. Mungkin bahan pembelajarannya terlalu mudah. Perhatikan contoh berikut ini. Bila contoh kata kerja dan objek dalam contoh di atas disatukan dalam bentuk perilaku. dan bahkan klasifikasi pengelompokan siswa tertentu. hendaknya pula mengandung unsur yang memberi petunjuk kepada penyusun tes mengenai kondisi atau dalam keadaan bagaimana siswa diharapkan mempertunjukkan perilaku yang dikehendaki pada saat diuji. misalnya dalam pelajaran olahraga. semester berapa. akan tersusun sebagai berikut: 1) Menyebutkan contoh kalimat pasif 2) Mengenalisis kesalahan tanda baca dalam kalimat 3) Menyusun karangan berdasarkan gambar seri C = Condition adalah kondisi yang dijadikan syarat atau alat yang digunakan pada saat siswa diuji kinerja belajarnya. komponen yang lain menjadi tidak bermakna. Begitu pula. Atau tidak sesuai dengan kebutuhannya. 3) Diberikan gambar seri.

Sebagai suatu siklus dan sistem instruksional keseluruhan. prestasi. letak pengembangan instruksional berada paling awal.2) Diberikan satu teks karangan. B = Behavior. Penyusunan tujuan pembelajaran merupakan tahapan penting dalam rangkaian pengembangan desain pembelajaran. yaitu: (1) mengidenifikasi keterampilan prasyarat (prerequisite skills). Pengembangan instruksional sebagai suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan suatu sistem instruksional yang siap digunakan merupakan proses yang panjang. Lakukanlah identifikasi perilaku awal yang biasa Anda temukan pada siswa yang berkaitan dengan TIU yang telah Anda rumuskan! 4. serta pekerjaan seseorang. Buatlah TIK dari TIU yang telah Anda rumuskan! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 75 . Diperlukan perbaikan dan pemantapan secara terusmenerus dan berkelanjutan. Penilaian 1. Tanpa tujuan yang jelas. Pemahaman terhadap perilaku keterampilan awal siswa terkait dengan suatu tugas belajar akan menjadi basis bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kemampuan kelompok sasaran (siswa) pembelajaran tersebut. (2) mengidentifikasi keterampilan komponen (component skills). C = Condition. E. Berdasarkan hasil asesmen terhadap perilaku awal tersebut. metode. Penyusunan TPK yang baik perlu melibatkan unsur-unsur yang dikenal dengan ABCD. dimiliki. kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. siswa dapat mengenalisis minimal 20 kesalahan tanda baca. Dengan menggunakan TIU yang telah Anda rumuskan. yang berasal dari empat kata sebagai berikut: A = Audience. Proses tersebut disusul dengan implementasi dan diakhiri dengan evaluasi. Apa yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran menjadi acuan untuk menentukan jenis materi. dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran. atau dikuasai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu. strategi. perbuatan. (3) merencanakan bagaimana keterampilan komponen akan diatur dan diurut menuju keterampilan akhir. dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. sikap. tanpa fokus. keterampilan. D. pembelajaran akan menjadi kegiatan tanpa arah. Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Buatlah tujuan instruksional umum untuk bidang studi Bahasa yang Anda ajarkan di Sekolah Menengah! 2. Tujuan pembelajaran (instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi. 3) Diberikan gambar seri. Dengan demikian. ada tiga tahap dalam proses analisis instruksional/tugas yang perlu dilakukan. Rangkuman Kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan. D = Degree. dan menjadi tidak efektif. siswa dapat menyusun karangan sepanjang 150 kata berdasarkan gambar seri tersebut. lakukanlah analisis instruksional dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan! 3. Dalam merencanakan pembelajaran. guru dapat mengidentifikasi perilaku-perilaku spesifik yang masih perlu dikembangkan dan merumuskannya sebagai tujuan pembelajaran khusus sebagai target belajar bagi siswanya.

Pendahuluan Sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. pengelolaan kelas adalah upaya mendayagunakan potensi kelas. d. B. b.. aman. Johelson dan Mary A. menguraikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Strategi belajar apapun yang ditempuh guru akan menjadi tidak efektif jika tidak didukung dengan iklim dan kondisi kelas yang kondusif. diperlukan kemampuan mengelola kelas. Bani bahwa pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problema dan situasi kelas. sedangkan pengertian pengelolaan kelas secara progresif adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. mendesaian pengelolaan aktivitas belajar siswa. 1. c. Pengertian pengelolaan kelas menurut para ahli dapat diuraikan berikut ini. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Untuk dapat melayani dan memenuhi kebutuhan siswa menurut karakter yang mereka miliki. peserta diklat diharapkan dapat memahami sistem pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah yang dapat mengoptimalkan proses dan hasil belajar. dan menstimulasi setiap anak untuk terlibat dalam proses pembelajaran. menerapkan proses penciptaan atmosfer belajar. peserta diklat diharapkan mampu: a. menjelaskan cara penataan lingkungan kelas yang kondusif. mempertahankan. guru perlu menata dan mengelola lingkungan belajar di kelas sedemikian rupa sehingga menyenangkan. Sebagian tugas guru di kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Dalam sebuah kelas. dan memelihara sistem/organisasi kelas. menjelaskan pengertian pengelolaan kelas. Dalam hal ini guru bertugas menciptakan. menjelaskan model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. Pengertian Pengelolaan Kelas Pengertian pengelolaan kelas secara tradisional adalah tindakan yang dilakukan oleh guru untuk menegakkan ketertiban kelas. guru berhadapan dengan sejumlah siswa yang memiliki karakter dan latar belakang pengalaman yang berbeda-beda. e.PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Menurut Sudirman. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. 2. g. setelah mempelajari uraian materi tentang pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai guru dalaam kerangka keberhasilan proses belajar mengajar. mendesaian pengelolaan waktu belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Hadari menjelaskan bahwa pengelolaan kelas sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluasPendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 76 . efektif. Menurut Made Fidarte dengan mengutip pendapat Lois V. f. Pembelajaran yang efektif membutuhkan kondisi kelas yang kondusif. Kelas yang kondusif adalah lingkungan belajar yang mendorong terjadinya proses belajar yang intensif dan efektif. Oleh karena itu. dkk. Tujuan Instruksional Umum Secara umum.

dari uraian di atas dapat dipahami bahwa pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dengan segaja dilakukan guna mencapai tujuan pengajaran atau pengaturan kelas untuk kepentingan pengajaran. yaitu pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan. Bervariasi Penggunaan alat atau media. yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku anak didik yang positif dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. 2. Karena itu. tindakan.luasnya pada setiap person dalam kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien serta untuk melakukan kegiatankegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. prinsip-prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan adalah: 1. Jadi. atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. guru perlu menciptakan iklim komunikasi dan interaksi dalam kelas yang kondusif bagi proses pembelajaran. Penekananan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik. Penanaman disiplin diri Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. alat pelajaran). Keluesan Keluesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif. guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 77 . dan interaksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif yang sekaligus dapat menghindari kejenuhan. C. Tatangan Penggunaan kata-kata. Untuk itu. Berikut dikemukakan beberapa kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Kehangatan dan keantusiasan Kehangatan dan keantusiasan guru dapat mempermudah terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar mengajar yang optimal. 4. 5. guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. Penciptaan Atmosfir Belajar Atmosfir atau iklim yang tercipta dalam interaksi belajar mengajar di kelas memegang peranan penting dalam menstimulasi dan mempertahankan keterlibatan siswa dalam belajar. 3. gaya mengajar. Penekanan pada hal-hal yang positif. perabot. D. Pengelolaan kelas meliputi dua hal. 6. Prinsip-prinsip dalam Pengelolaan Kelas Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar.

ltulah sebabnya. Jika anak senang dan asyik. Beri keleluasaan siswa mengatur sendiri atau memilih mejakursinya masing-masing. sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. Menyenangkan Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). adil terhadap semua siswa. Hidup dan Memberi Kebebasan Pengaturan lingkungan belajar sangat diperlukan agar anak mampu melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Pemberdayaan otak kiri dan otak kanan harus dicermati dalam proses pembelajaran. walaupun mungkin akan tampak acak-acakan dan tidak beraturan. guru harus menciptakan kegiatan belajar yang kreatif melalui tema-tema yang menarik yang dekat dengan kehidupan siswa. Lebih jauh lagi. Anak-anak yang memiliki pribadi yang kuatlah yang diharapkan bangsa kita untuk mengatasi dan keluar dari berbagai kemelut multidimensi dan dapat menyongsong era globalisasi. Lingkungan belajar yang memberi kebebasan kepada anak untuk melakukan pilihan-pilihan akan mendorong anak untuk terlibat secara fisik. dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya. Guru hendaknya dapat mengundang dan mencelupkan siswa pada suatu kondisi pembelajaran yang disukai dan menantang siswa untuk berkreasi secara aktif. Menguatkan Menguatkan terkait dengan proses 3 M sebelumnya. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana guru dapat mengalirkan pendidikan normatif ke dalam mata pelajaran sehingga menjadi adaptif dalam keseharian anak. mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya. b. bersikap ramah. dan disusun secara fleksibel. dipindahkan. Prakarsa anak untuk belajar (the will to learn) akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar. e. Untuk itu. emosional. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. dan mental dalam proses belajar. Rancangan pembelajaran terpadu dengan materi pembelajaran yang kontekstual harus dikembangkan secara terus menerus dengan baik oleh guru. E. suka tersenyum. bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman). tentu saja bukan hanya kecerdasan yang diperoleh. Mencerdaskan Mencerdaskan bukan hanya terkait dengan aspek kognitif. Prinsip pokok yang perlu diperhatikan dalam pengaturan meja-kursi adalah tatanan mana yang dapat menstimulasi dan mempertahakan tingkat keterlibatan belajar Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 78 . Inilah yang merupakan tujuan utama dari fundamen pendidikan kecakapan hidup (life skill). dan karena itu. Mengasyikkan Mengasyikkan terkait dengan perilaku (learning to do). berkomunikasi dengan santun dan patut. akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. Pilihlah tema yang dapat mengajak anak bukan hanya sekedar berpikir. c. melainkan juga dapat merasa dan bertindak untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. dalam hal ini.a. Pengaturan Meja-Kursi Susunan meja-kursi hendaknya memungkinkan siswa-siswa dapat saling berinteraksi dan memberi keluasaan untuk terjadinya mobilitas pergerakan untuk melakukan aktivitas belajar. Guru harus memilki jiwa pendidik. anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri. melainkan juga dengan kecerdasan majemuk (multiple intelegency). melainkan juga mekarnya “kepribadian anak” yang menguatkan mereka sebagai pembelajar. Meja-kursi juga hendaknya dapat digerakkan. Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. d.

Guru juga dapat meletakkan meja pertemuan di tengah-tengah. Jika mereka ingin menulis. dan memungkinkan mereka bisa saling berhadapan langsung. 6.yang tinggi. 4. melakukan kerja laboral. Berikut dikemukakan beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. tempat duduk siswa disusun dalam bentuk lingkaran sehingga mereka dapat berinteraksi berhadap-hadapan secara langsung. Tetapi hindarkan penempatan ruangan kelompok-kelompok kecil terlalu jauh dari ruang kelas utama sehingga hubungan di antara mereka dapat tetap terjaga. mereka dapat menghadap ke meja masing-masing. Model huruf U odel susunan meja-kursi model U dapat dipilih untuk berbagai tujuan. Model Corak Tim Pada model ini. Susunan model ini juga memudahkan untuk membagi bahan pelajaran kepada siswa secara cepat. Dalam model ini. berdebat. Model lingkaran seperti ini cocok untuk diskusi kelompok penuh. Model Breakout groupings Jika kelas cukup besar atau jika ruangan memungkinkan. Model Workstation Susunan ini tepat untuk lingkungan tipe laboratorium. Siswa juga dapat memutar kursi melingkar menghadap ke depan ruang kelas untuk melihat guru atau papan tulis. 2. di mana setiap siswa duduk secara berpasangan pada meja tertentu untuk mengerjakan suatu tugas (seperti mengoperasikan komputer. sehingga siswa Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 79 . dikelilingi oleh kursi-kursi pada sisi luar. Tempatkan susunan pecahanpecahan kelompok saling berjauhan sehingga tim-tim itu tidak saling mengganggu. 1. Meja diatur sedemikian rupa. 7. Model Lingkaran Dalam model ini. sediakan ruangan yang cukup antara satu tempat duduk dengan yang lainnya sehingga kelompok kecil siswa yang terdiri atas tiga orang atau lebih dapat keluar-masuk dari tempatnya dengan mudah. sehingga guru dapat menyuruh siswa menyusun kursi-kursi mereka secara cepat dalam berbagai susunan kelompok kecil. Guru dapat meletakkan kursi-kursi mengelilingi meja-meja guna menciptakan suasana yang akrab. di mana guru dapat masuk ke dalam huruf U dan berjalan ke berbagai arah. para siswa memiliki alas untuk menulis dan membaca. mesin. meja-meja dikelompokkan setengah lingkaran atau oblong di ruang tengah kelas agar memungkinkan guru melakukan interaksi dengan setiap tim (kelompok siswa). Susunan ini mengurangi dominasi pengajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Dalam menyusun meja-kursi model U. 3. namun jika mereka berdiskusi. Sediakan ruangan yang cukup. mereka dapat memutar kursi untuk berhadap-hadapan satu sama lain. letakkan meja-meja dan kursi di mana kelompok-kelompok kecil siswa dapat melakukan aktivitas belajar yang didasarkan pada tugas tim. Model Fishbowl Susunan ini memungkinkan guru melakukan kegiatan diskusi untuk menyusun permainan peran. atau mengobservasi aktivitas kelompok. Model Meja Konferensi Model ini cocok jika meja relatif persegi panjang. dapat melihat guru atau media visual dengan mudah. Susunan yang paling khusus terdiri atas dua konsentrasi lingkaran kursi. dsb) sesaat setelah dimenostrasikan. Susunan meja kursi pada model ini dapat dilihat pada foto sebagai berikut ini. 5.

dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Pajangan dapat berupa gambar. Sentra belajar bisa bersifat permanen atau hanya terkait dengan kegiatan atau bidang pembelajaran tertentu. berpasangan. atau kelompok. Dalam Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 80 . sehingga dapat menjaga daya tahan otak untuk aktif dan bekerja. motto. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Untuk masud tersebut. Pelibatan siswa dalam merancang ruang kelas dapat membangun rasa kebanggaan dan kebersamaan di kalangan siswa. memiliki nada-nada yang seirama dengan panjang gelombang otak manusia. khususnya saat siswa mengerjakan tugas-tugas yang menuntut konsentrasi dan dan daya pikir yang tinggi. Di samping itu. Guna mengoptimalkan lingkungan kelas sebagai sentra belajar. F. karangan. puisi. semacam orkestra karya Bethoven atau musik klasik lainnya. jika dana memungkinkan. puisi. pembuatan. Penggunaan sistem moving-class (kelas berpindah) merupakan alternatif yang dapat ditempuh untuk mengefektifkan penataan ruangan kelas sebagai sentra belajar. Di samping itu. desain. setiap hari siswa berinteraksi dengan lingkungan fisik kelas yang spritualistik. belajar sambil mendengar musik dapat menciptakan suasana menyenangkan dan rasa betah tinggal di kelas. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. seperti saat belajar. Akan lebih baik. dan sebagainya. dapat membantu guru dalam proses pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. atau petikan ayat. menumbuhkan.dapat bekerja secara berpasangan sebagai partner belajar. Di samping itu itu. guru perlu secara priodik mengganti gambar-gambar atau pesan-pesan tersebut. dapat diminta membuat gambar. perlengkapan. maka hasil-hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Guru bersama siswa dapat memilih gambar-gambar atau pesan-pesan tertulis yang memuat pesan spritual untuk dipajang di dalam kelas. keterampilan atau kegiatan tertentu. di setiap kelas dapat disediakan radio tape untuk memutar dan memperdengarkan musikmusik lembut. sudut ruang. atau bahkan di kolong meja. misalnya sentra penerbitan. rak buku. Siswa dapat dan perlu dilibatkan dalam pengadaan dan penataan pajangan-pajangan yang dibutuhkan dalam kelas. Kehadiran suara musik lembut di kelas juga diyakini dapat memperkuat daya tahan dan konsentrasi belajar siswa. pelibatan siswa tersebut juga membantu membangun keterampilan “perawatan rumah” yang dipelukan untuk mempertahankan suasana kelas yang aktif dan berorientasi pada siswa. sentra pembelajaran matematika. Sentra belajar bisa berlokasi di atas meja. dan ditata dengan baik. misalnya. ataupun pengadaan sumber-sumber tertentu yang diperlukan. peta. dan pesan tokoh tertentu. baik dalam perencanaan. Dengan demikian. Oleh karena itu. dan karya siswa yang terkait dengan pokok bahasan. untuk dipilih dan dipajang dalam kelas. model. siswa perlu dilibatkan. dsb. Suara musik yang lembut. atau unit tertentu yang dipelajari). Susunan seperti ini tepat digunakan bila pokok bahasan melibatkan tugas mandiri (seat work) sekaligus tugas kelompok kecil. Dalam menata kelas menjadi sentra belajar. jika di kelas telah dipersiapkan dengan sound-system yang baik. diagram. Guna menghindari kejenuhan terhadap gambar dan pesan verbal yang sama. guru dapat mendorong siswa untuk memiliki dan mengemukakan beberapa pilihan dalam menyusun aturan dasar bagi kegiatan berbasis-sentra mereka. Sentra belajar juga bisa bersifat fleksibel dan sementara (ditata untuk keperluan. hadis. peralatan. Siswa. Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar merupakan area khusus di ruang kelas untuk menata materi. karya-karya terpilih siswa yang dipajang dapat berfungsi sebagai reward dan praise yang dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. benda asli. tema.

pajangan. dan sebagainya. Semua elemen dalam kelas menjadi semacam reinforcer (penguat) dan stimulator untuk membangkitkan gairah dan aktivitas belajar terhadap mata pelajaran tertentu. Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. Setiap hari. perlu dirancang kegiatan belajar mengajar dengan suasana yang memungkinkan setiap siswa memperoleh peluang sama untuk menunjukkan dan mengembangkan potensinya. atau klasikal. Demikian pula kebutuhan media dan alat bantu belajar pada mata-mata pelajaran lainnya ditata khusus pada kelas-kelas tersendiri. serta kegiatan yang dilakukan siswa. Berikut ini beberapa contoh perbedaan karakteristik masing-masing siswa (lihat Tabel 1). Ada kelas sains. berpasangan. kerjasama. Memungkinkan penggunaan sarana. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. keterlibatan siswa. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. dan berbagai sikap prososial siswa lainnya. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. Atmosfir dan tatanan kelas dapat memperlancar aktivitas dan proses pembelajaran. 81 Faktor Keberagaman Isi (by content) Minat dan motivasi siswa (by interest) Kecepatan tahapan belajar (by piece) Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . fasilitas. dan ketersediaan sarana/prasarana. 2. dan berbagai aspek yang ada di kelas diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan karaketeristik pembelajaran mata pelajaran tertentu. G. kelas matematika.sistem moving-class ini. 3. ruang-ruang kelas tertentu dapat ditata khusus untuk mendukung pembelajaran mata pelajaran tertentu. Mobilitas gerak seperi Ini dapat menghindarkan siswa dari kejenuhan akibat tata ruang kelas yang monoton. serta berbagai media dan peralatan belajar secara lebih efisien. tidak perlu ada di semua kelas. Tabel 1 Faktor Keberagaman Karekteristik Siswa dan Implikasi bagi Pengelolaan Siswa Pengelolaan Siswa Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda. kepedulian. Ini dapat menstimulasi dan mengembangkan sikap-sikap empati. Hal yang sangat penting perIu diperhitungkan adalah keberagaman karakteristik siswa. Kelas-kelas ini ditata menjadi semacam home-room atau sentra belajar khusus. siswa dapat menikmati dan mengalami proses belajar pada tempat dan lingkungan belajar yang bervariasi. media. Meja. 4. kelas bahasa. Penggunaan sistem moving-class seperti ini memiliki beberapa keuntungan. Untuk itu. tujuan kegiatan. waktu belajar. peralatan. kelas kesenian. Pergerakan-pergerakan yang dialami siswa saat perpindahan kelas memungkinkan terjadinya interkasi yang lebih aktif dan hidup di kalangan siswa. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Biasanya. kursi. sebagai berikut: 1. misalnya. Antara lain jenis kegiatan. Media dan peralatan pembelajaran Sains. kelompok kecil. semua kebutuhan pembelajaran mata pelajaran tersebut cukup ditempatkan dan ditata khusus pada kelas tertentu.

Penggunaan komputer merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh. Tata peralatan dan bahan yang diperlukan sedemikian rupa di lokasi yang mudah dijangkau dan digunakan oleh semua siswa saat dibutuhkan. Gunakan petunjuk tertulis. Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/penyajian hasil karyanya secara lisan. Struktur pengetahuan (by structure) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai. Hindari terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu selama proses pembelajaran. Guru perlu menemukan cara-cara kerja yang efisien dalam menyelesaikan tugas-tugas administratif yang memang perlu dilakukan untuk menunjung program pembelajarannya. Hindari waktu terbuang akibat keterlambatan penyiapan sumber atau media. Penataan ruang Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 82 . tenulis.Tingkat kemampuan (by level) Reaksi yang diberikan siswa (by respond) Siklus cara berpikir (by circular sequence) Waktu (by time) Pendekatan pembelajaran (by teaching style) Memberikan peluang kepada setiap siswa untuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. dari dekat ke jauh. atau gambar untuk membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan. atau terlalu banyak menggunakan waktu untuk menyelesaikan tugas administratif. 4. Memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. H. Jika skenario pembelajaran disiapkan dengan baik. Pengelolaan Waktu Pembelajaran berlangsung selama priode waktu tertentu. Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. Dengan demikian. Mulai pembelajaran pada waktunya. atau dilimpahkan ke konselor sekolah. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. bagaimana dan di mana suatu tugas harus dilakukan. 3. dan sebagainya. Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa. Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar. guru perlu memperhatikan beberapa petunjuk berikut ini. 1. Guna mengoptimalkan pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran. denah. misalnya: dari yang mudah ke sulit. penundaan memulai awal pembelajaran. Kondisikan agar prosedur dan kegiatan rutin siswa di kelas dapat dilakukan dengan lancar dan cepat. sumber-sumber waktu yang disediakan untuk setiap jam pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan efisien. Hindari menghabiskan terlalu banyak waktu menghadapi siswa terlambat atau problem siswa lain. Guru terkadang terlalu banyak menghabiskan waktu mengurusi siswa-siswa terlambat atau menampilkan perilaku salah-suai lainnya. guru dapat mememperkirakan macam dan kuantitas kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan. Siswa-siswa semacam itu sebaiknya ditangani setelah waktu pembelajaran. Hindari menghentikan PBM sebelum waktunya. 2. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/ atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa. benda kreasi. dari yang diketahui ke yang tidak diketahui.

Tingkatkan time on-task setiap siswa untuk mengikuti setiap sesi pembelajartan. Biasanya. Antara lain jenis kegiatan. berpasangan. keterlibatan siswa. 6. (5) hidup dan memberi kebebasan. (2) tatangan . Pertahankan momentum belajar. efektif. dan sesuai dengan minat siswa. dan efisien dalam penyelesaian problema kelas agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif. Mempertahan momentum belajar selama proses pembelajaran merupakan salah satu kunci untuk menjaga tingkat keterlibatan belajar yang tinggi. sebagaimana diuraikan sebelumnya. 5. penciptaan atmosfer belajar. ada enam prinsip pengelolaan kelas yang dapat dipergunakan. (3) mencerdaskan. bersifat melibatkan. dan ketersediaan sarana/prasarana. waktu belajar. dan pengelolaan waktu belajar! Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 83 . buatlah rancangan atau desain pengelolaan kelas yang kondusif dalam pencapaian tujuan tersebut dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dalam pengelolaan kelas. Ini dapat dilakukan dengan mengaitkan pelajaran dengan hal-hal yang menarik. Momentum belajar adalah momen. Kondisi dan iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif. Penataan ruang kelas perlu pula diarahkan untuk menanamkan. kesempatan.kelas yang baik. atau saat khusus tertentu di mana kelas sedang berada pada kondisi sangat kondusif dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran. (3) bervariasi. Dalam kelas yang menjaga momentum dengan baik. I. kelompok kecil. dapat membantu memperlancar aktivitas pembelajaran di kelas. (3) model meja konferensi. Time ontask siswa. Rangkuman Pengelolaan kelas adalah semua upaya dan tindakan guru dalam memanfaatkan sumber daya kelas secara selektif. menumbuhkan. dan memperkuat rasa keberagamaan dan perilaku-perilaku spritual siswa. Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam proses belajar mengajar. (4) keluesan. yaitu: (1) menyenangkan . Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran setiap mata pelajaran telah dialokasikan dalam satuan jam tertentu. dan (6) penanaman disiplin diri. Beberapa bentuk penataan meja-kursi yang dapat dipilih oleh guru guna meningkatkan keterlibatan dan interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran. Penilaian Berdasarkan TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan. (6) model breakout groupings. Waktu merupakan sumber terbatas yang perlu dialokasi dan dimanfaatkan secara efesien dan efektif. (5) penekananan pada hal-hal yang positif. (2) mngasyikkan. pengelolaan aktivitas belajar siswa dilakukan dalam beragam bentuk seperti individual. siswa selalu memiliki sesuatu untuk dilakukan dan begitu pekerjaan dimulai tidak ada lagi gangguan yang merusak konsentrasi belajar. (5) model fishbowl. Setiap siswa bergiat untuk saling belajar. yaitu curah waktu dimana siswa secara aktif terlibat secara mental pada proses belajar. yaitu: (1) model huruf U. yaitu (1) kehangatan dan keantusiasan. tujuan kegiatan. J. Alokasi jam pembelajaran tersebut harus dapat digunakan secara optimal untuk menghasilkan perubahan belajar pada diri siswa. (4) model lingkaran. atau klasikal. (67) model Workstation. (2) model corak tim. pengelolaan aktivitas belajar siswa. model-model pengaturan meja-kursi dalam kelas. (4) menguatkan. Beberapa pertimbangan perIu diperhitungkan sewaktu melakukan pengelolaan siswa.

mengasyikkan. Pengaturan Meja-kursi Model-model yang akan digunakan: c.Bahasa Lembar Kerja Guru Pengelolaan Kelas Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP PETUNJUK Lengkapi rancangan pengelolaan kelas berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar terbentuk kondisi dan lingkungan kelas yang kondusif. Penciptaan Atmosfir Belajar Kegiatan untuk menciptakan iklim kelas berikut ini yang menyenangkan. mencerdaskan.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G . Penataan Ruang Kelas sebagai Sentra Belajar Sentra belajar: Kelengkapan/Peralatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 84 . hidup dan memberi kebebasan: b. a. menguatkan.

Penggunaan Musik e. Pengelolaan Aktivitas Belajar Siswa Variari kegiatan pembelajaran: g. Pengelolaan Waktu Tentukan waktu yang dibutuhkan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 85 .d. Penerapan Sistem Moving-Class (Kelas Berpindah) Sentra belajar khusus: f.

Di situlah letak seni mengajar itu. menguraikan prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran. dan memberikan manfaat bagi siswa. menjelaskan 11 jenis strategi pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey. Dari pengertian ini nampak bahwa strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Pendahuluan Guru merupakan sosok yang bergelut di dunia seni. seni yang digelutinya adalah seni mengajar. Perhatian terhadap pembelajaran sangat dibutuhkan bagi keberhasilan guru. dan keasyikan tersendiri. Hal itu berarti bahwa aspek strategi pembelajaran diolah di dalam kelas dengan pengalaman guru yang telah dipetik selama ini. Strategi pembelajaran berbeda dengan pendekatan (approach) dalam pembelajaran. nilai dan sikap yang secara terintegrasi membangun dan mendorong perubahan siswa. strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan dengan baik oleh guru dapat mendorong siswa untuk aktif mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas. Strategi pembelajaran yang digunakan dapat bersumber dari Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 86 . B. c. 1985. perasaan. pikiran. Kemp. Sanjaya. Untuk mencapai proses itu. peserta diklat diharapkan dapat memahami berbagai macam strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP yang dapat diterapkan di Sekolah Menengah. Untuk menjadi guru yang baik. Lebih-lebih saat ini. Tentunya banyak hal baru yang perlu dipahami berkenaan dengan perkembangan strategi pembelajaran itu. Mengajar dikatakan sebagai seni sebab mengajar merupakan proses aktivitas pembelajaran yang melibatkan semua unsur inderawi. b. Kurikulum 2006 (KTSP) yang berbasis kompetensi itu mengisyaratkan perubahan ke arah kompetensi dasar Bahasa. menjelaskan pengertian strategi pembelajaran. guru dituntut dapat lebih fleksibel dalam menjabarkan materi pokok pembelajaran 1. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. guru membutuhkan gaya tersendiri dalam mengelola pembelajaran agar menarik. peserta diklat diharapkan mampu: a. guru membutuhkan perjalanan yang panjang. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. 2006). Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. waktu. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Perhatian itu terfokus ke dalam penggunaan strategi pembelajaran dengan tepat. perkembangan strategi pembelajaran saat ini sangat cepat. menyenangkan. Selain itu. sebagaimana telah dinyatakan oleh Oxford (1990:1) bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran secara baik dapat berdampak pada meningkatnya keterampilan mengajar guru dan rasa percaya dirinya. Apalagi. Pengertian Strategi Pembelajaran Dalam dunia pendidikan.STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. kompleks. Dengan KTSP itu. 2. 1995. yang pada akhirnya memunculkan kesan tersendiri bagi guru. Tujuan Instruksional Umum Secara umum.

(ii) aktivitas. yakni. pendekatan yang berpusat pada siswa antara lain menurunkan strategi discovery dan inquiry. and make rational decisions about when each of teaching strategies is likely to most effective”. Killen (1998) mengemukakan bahwa” No teaching strategy is better than others in all circumstances. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 87 . dan (iv) integritas. Tabel 1 Empat kategori strategi pembelajaran dari Joyce & Weil (1996) Kategori Sistem behavioristik Fokus Kecakapan dan perilaku peserta didik Contoh Strategi Pembelajaran  Pembelajaran langsung (direct instruction)  Pembelajaran tuntas (mastery learning)  Pencapaian konsep (concept attainment)  Pelatihan inkuiri (inquiry training)  Pengembangan kemampuan berpikir  Facilitative teaching  Increasing personal awarenes  Synectics Pemrosesan informasi Pengembangan konsep dan prinsip di dalam psikologi kognitif Pengembangan diri Interaksi Sosial Hasil belajar yang diharapkan dari pendidik yang beraliran humanistik.pendekatan tertentu. (iii) individualitas.  Konsep-diri dan rasa percaya diri yang tinggi  Kemandirian  Kreativitas dan rasa ingin tahu  Pengembangan sikap dan emosi Pengembangan konsep dan kecakapan yang diperlukan untuk bekerja di dalam kelompok  Kooperatif  Bermain peran (roleplaying) C. Joyce and Weil (1996) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran dapat dikategorikan dalam empat kelompok seperti ditunjukkan pada tabel 1. Roy Killen (1998) mengemukakan dua pendekatan pembelajaran. seperti. (i) berorientasi pada tujuan. Sedangkan. so you have to be able to use a variety of teaching strategies. Pemilihan dan Penggunaan Strategi Pembelajaran Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Menurut Sanjaya (2006) ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru misalnya menurunkan strategi pembelajaran ekspositori atau pembelajaran langsung (direct instruction). yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered approach) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approach).

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Strategi pembelajaran tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori yang dikemukakan pada tabel 1. Strategi Membaca Di Eropa. dan penghafalan kaidah bahasa.Selanjutnya. masing-masing strategi mengandung elemen-elemen strategi interaksi pembelajaran yang diharapkan dapat menunjang penguatan aspek kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual siswa yang diharapkan dapat menjadi dampak pengiring (nurturant effects) pembelajaran di Sekolah Menengah. Hal itu tidak berarti strategi tata bahasa merupakan strategi yang sangat tua. dan kemandirian sesuai dengan bakat. menyenangkan. dan (d) bahasa daerah digunakan sebagai pengantar dalam terjemahan. mengarang. inspiratif. Tabel 2 Strategi Pembelajaran Bahasa Kategori Sistem Behavioristik Pemrosesan Informasi dan Konstruktivisme Pengembangan Diri/Humanistik Interaksi Sosial Strategi pembelajaran pokok Pembelajaran Langsung Inquiry & Discovery Pencapaian Konsep Pembelajaran Berbasis Masalah Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran konstekstual (CTL) Pengembangan Kreativitas (Synectics) Kooperatif Partisipatori Scaffolding Strategi adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. (c) seleksi kosakata berdasarkan teks bacaan yang dipakai. dan pengembangan fisik. Di samping itu. minat. (b) penekanannya pada membaca. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. Terdapat banyak strategi pembelajaran yang dapat dipilih oleh guru dalam merancang dan melaksanakan program pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. Strategi tata bahasa sangat kuat berpegang pada disiplin mental dan pengembangan intelektual. Berikut ini disajikan strategi pembelajaran Bahasa yang umum digunakan. 1. Semua strategi pembelajaran tersebut didesain untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran dan untuk membantu siswa secara kreatif merekonstruksi sendiri pemahamannya terhadap topik-topik pembelajaran. keterangan. perbandingan. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Bahasa di SMP Strategi pembelajaran pokok yang bersesuaian dengan mata pelajaran Bahasa di Sekolah Menengah ditabulasikan pada tabel 2 berikut ini. dan terjemahan sedangkan berbicara dan menyimak diabaikan. Bab IV Pasal 19 Peraturan Pemerintah Tahun 2005 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. 2. menantang. strategi langsung mulai mengalami kejenuhan dan semakin banyak revisinya. kreativitas. Ciri-ciri strategi tata bahasa adalah (a) penghafalan kaidah-kaidah dan fakta-fakta tentang tata bahasa agar dapat dipahami dan diterapkan pada morfologi dan kalimat yang digunakan siswa. pada tahun 1920-an. Strategi Tata Bahasa/Terjemahan Strategi tata bahasa/terjemahan sering juga disebut dengan strategi tradisional. D. Revisi yang dilakukan itu menghasilkan versi yang menyatakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 88 . serta psikologis peserta didik.

bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. rangkuman. 5. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. Hal itu diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat.antara strategi tata bahasa dan langsung. pembaca dilarang bersuara. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. strategi produktif diarahkan pada berbicara atau menuangkan gagasannya. Penggunaannya di kelas harus seperti penutur asli. Strategi tersebut sangat cocok diterapkan kepada siswa yang dianggap telah banyak menguasai kosakata. kunjungan dan seterusnya. gerakan. Oleh karena itu. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. 3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan. Sebaliknya. dan bergerakgerak dalam membaca dan menyimak. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. aspek pemilihan bacaan. Berikut langkah-langkah strategi membaca. Menurut strategi reseptif. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan. Benarkah? Perhatikan ulasan berikut. 5) Pembicaraan kosakata yang relevan 6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. ikhtisar. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru. Padahal. Strategi Audiolingual Strategi audilingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). Begitu pula. Strategi reseptif membutuhkan konsentrasi tinggi dalam menerima makna bacaan dan ajaran. serta mimik secara langsung. berkomat-kamit. untuk kepentingan tertentu. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. Strategi Reseptif dan Produktif Strategi reseptif adalah strategi yang proses penerimaan isi bacaan baik yang tersurat. 4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 89 . Pertengahan abad ke-19. 2) Penyajian bacaan di kelas. maupun kalimat. peragaan. Untuk mempercepat waktu. 3. dalam penyiapan bacaan. maupun yang tersorot. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. frase. perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang. aspek kondisi siswa jangan sampai dilupakan. Yang dipentingkan bagi siswa dalam suasana reseptif adalah bagaimana isi bacaan diserap dengan bagus. skema. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. tersirat. 1) Pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Strategi tradisional di atas ditolak oleh strategi langsung. Strategi itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. diagram. Strategi Langsung Mungkin Anda adalah orang yang setia terhadap strategi langsung ini. 4. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Strategi membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar mereka. dan pelatihan berkali-kali secara intensif polapola kalimat.

dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang menyimpang. (d) tata bahasa diajarkan secara induktif. Pada hakikatnya. gerakan. 3) menangani penyimpangan tingkah laku. strategi langsung juga bergantung pada motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. 2) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. (c) tanya jawab berdasarkan bahasa yang dipelajari dengan memberikan contoh yang merangsang siswa.interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. guru perlu melakukan hal-hal berikut ini. dan strategi lisan. dan (6) komunikatif penuh. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. Langkah-langkahnya adalah (a) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. strategi perbaikan. dalam pelaksanaannya. strategi khusus untuk mengatur giliran keterlibatan siswa. 2) mengatur tempo pembelajaran. menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. strategi alamiah. dan instrumental. yakni struktural. Namanama strategi itu adalah strategi baru. dan (g) budaya yang relevan diajarkan secara induktif. strategi tradisional ditolak oleh strategi langsung. mendalam. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. (2) struktur dan fungsi. Tujuan strategi tersebut adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan Bahasa di masyarakat. Terutama dalam pembelajaran bahasa. dramatisasi. strategi alamiah. strategi langsung mendapatkan tempat. pengajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur bagaimana siswa berbicara. (4) fungsional. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. (3) fokus variabel. Langkah-langkahnya yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran dimulai dengan dialog atau humor yang pendek dalam Bahasa dengan gaya bahasa santai dan nonformal. (e) kata-kata digunakan dalam percakapan-percakapan. Siswa diberi latihan-latihan untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui demonstrasi. strategi perbaikan. Dalam desain pembelajaran yang bernuansa komunikatif. Desain itu adalah (1) struktural fungsional. (d) membuat catatan. fungsional. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Pertengahan abad ke-19. Strategi langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa dan secara intensif dalam komunikasi. Di samping itu. (f) siswa yang sudah maju diberi bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan tetapi bahasa dalam bacaan tidak dianalisis secara struktural atau sistematis. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. Namanama strategi itu adalah strategi baru. peragaan. dan membuat siswa lebih intensif. Gerakan yang kuat dari para ahli menekankan pembelajaran bahasa dengan cara interaksi langsung bahasa yang dipelajari dalam situasi yang bermakna memunculkan beberapa nama strategi pembelajaran yang termasuk kategori strategi langsung. Semua desain itu bersumber pada tiga tingkatan kompetensi komunikatif. dan strategi lisan. dramatisasi. dan gambargambar. Contohnya. dan gambar-gambar. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 90 . (b) materi mula-mula disajikan secara lisan dengan gerakan atau isyarat tertentu. Untuk itu. 5) nasional penuh. (e) menyusun catatan secara logis. 1) menangani siswa yang suka bicara. serta mimik secara langsung. Penggunaannya di kelas harus seperti penurut asli. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. Dengan begitu. prosedur untuk menjamin tempo pembelajaran yang baik. ada beberapa jenis desain pembelajaran.

Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 91 . Strategi Tematik Dalam Strategi tematik. Strategi Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan strategi pendekatan belajar yang bertumpu dari strategi Freire dan Lozanov. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. Konsep-konsep dasar tidak terlepas. penggunaan. menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Dalam pembelajaran Bahasa. Kemudian. Saat mengajarkan kalimat. Guru tidak perlu monoton. 4) Ada banyak Strategi dan teknik yang cocok yang dapat digunakan. presentasi. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. dan pemahaman. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. 5) Guru harus lebih dahulu memperhatikan apa yang diucapkan siswa sebelum memperhatikan bagaimana siswa mengungkapkan. klise. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya. QL mengutamakan percepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Peran guru amat menentukan dalam mendesain kesuksesan pembelajaran Bahasa di SMP. dan gairah siswa perlu mendapatkan perhatian. Segala sesuatunya dapat berarti setiap kata. antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. Budaya. 2) Kreativitas siswa perlu diperhatikan oleh guru terutama dalam kreativitas berbahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa. dan religius mereka menjadi perhatian. pikiran. keingintahuan. Gaya belajar dengan mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. Strategi lntegratif Bagaimana menurut Anda strategi integratif itu? Integratif berarti menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. sosial. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru/pelatih menggubah lingkungan. jenuh. guru Bahasa diharapkan sebagai berikut: 1) Guru perlu menekankan bahwa bahasa merupakan sarana berpikir. Perpindahannya diatur secara tipis. Oleh karena itu. 7. Bahkan. 3) Pembelajaran Bahasa harus menyenangkan siswa. tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Misalnya. Begitu pula. 8. Oleh karena itu. minat. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. kontemporer. dan kehabisan teknik pembelajaran Bahasa.6. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. tindakan. Sebaliknya. antara Bahasa dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Keterampilan berbahasa siswa menjadi tolak ukur kemampuan berpikir siswa. konkret dan konseptual.

Ada lima prinsip yang mempengaruhi seluruh aspek strategi kuantum. aktualisasi diri. pembelajar dapat mememori membaca. segalanya bertujuan. dan keterampilan hidup. (3) pengalaman sebelum pemberian nama. 3) Materi yang berangkat dari diri peserta lebih baik dibanding materi yang ditentukan oleh pelatih. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 92 . Strategi kuantum mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. fasilitasi. memang sangat luar biasa. yang dipentingkan adalah pemercepatan belajar. pengalaman sebelum menemukan. Kemudian. Asas yang digunakan adalah Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. 4) Bawah sadar akan memunculkan kesadaran baru yang lebih diyakini dapat berfungsi bagi diri peserta pelatihan. Hasilnya. dan memudahkan proses belajar. pengukuhan diri dan refleksi. identifikasi diri. dan (5) jika layak dipelajari. Konteks adalah latar untuk pengalaman pembelajaran. layak pula dirayakan. partisipatori. Prinsip tersebut adalah (1) segalanya berbicara. QL mengutamakan konteks dan isi. strategi penemuan konsep dilakukan. dan jika layak dipelajari berarti layak untuk dirayakan. dan (4) keterampilan hidup. cara pikir mereka. Konteks dianggap sebagai suasana yang mampu memberdayakan. fasilitas yang luwes. moving action. Dalam strategi kuantum. (2) landasan yang kukuh. Saransaran yang dikemukakan untuk membangun hubungan siswa dengan siswa adalah sebagai berikut: 1) perlakuan siswa sebagai manusia sederajat. Alam digunakan sebagai sarana dasar dalam mengenal diri sendiri. cara efektif pembelajaran. (3) lingkungan yang mendukung. mewarnai lingkungan sekeliling. 2) Strategi pelatihan dianggap baru bagi dirinya. Strategi pendidikan dirancang dengan sistem induktif. keterampilan belajar untuk belajar. landasan yang kukuh. 2) ketahuilah apa yang disukai siswa. dan konteks dengan prinsip segalanya berbicara. (3) keterampilan belajar untuk belajar. menyampaikan isi. Sedangkan isi berkaitan dengan penyajian yang prima. multi pendekatan. 4) ketauilah apa yang menghambat mereka untuk memperoleh hal yang benar-benar mereka inginkan jika guru tidak tahu tanyakanlah ke siswa. dan perasaan mereka. penguatan diri. Strategi kuantum adalah pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar dengan menyingkirkan hambatan yang menghalangi proses belajar alamiah dengan secara sengaja menggunakan musik. merancang kurikulum. Kemudian. tahapannya diatur melalui persepsi. Konteks dan isi sangat mendominasi dalam pelaksanaan pembelajaran kuantum. akui setiap usaha pembelajar. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Peserta sebenarnya merindukan sistem pelatihan yang melibatkan mereka sebagai subjek pelatihan. Dalam QL. (4) akui setiap usaha. siswa dianggap sebagai pusat keberhasilan belajar. lingkungan yang mendukung. dan pelibatan diri secara sadar dan tidak sadar. (2) fasilitas yang luwes. Kemudian. dan keterlibatan aktif siswa dan guru.landasan dan kerangka untuk belajar (DePorter. sistem dan struktur pelatihan yang bertumpu pada keinginan peserta lebih direspon secara positif dibandingkan sistem dan struktur yang dianggap baku. menulis. dan membuat peta pikiran dengan cepat. (2) segalanya bertujuan. dan (4) rancangan belajar yang dinamis. 1999-2001). 3) bayangkan apa yang mereka katakan kepada diri sendiri dan mengenai diri sendiri. dan rancangan belajar yang dinamis. menyusun bahan pengajaran yang sesuai. Rata-rata mereka ingin kembali mengikuti kegiatan seperti itu karena keinginan secara total mengetahui kemampuan diri dalam menghadapi informasi yang datang. Dengan begitu. Konteks berisi tentang (1) suasana yang memberdayakan. isi terdiri atas (1) penyajian yang prima.

Untuk itu. simulasi. Strategi konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif. memberikan penjelasan dengan baik. Mereka dilatih keterampilan khusus untuk membantu mereka dapat bekerja sama dengan baik. Strategi Konstruktif Asumsi sentral Strategi konstruktivistik adalah bahwa belajar itu menemukan. Keempat aspek itu adalah sebagai berikut: 1) pembelajaran sosial. bottom up lebih menekankan keterampilan dasar untuk mewujudkan keterampilan yang lebih kompleks. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa. Sebaliknya. mereka diberikan bantuan secukupnya untuk menyelesaikan tugas. dalam konstruktivistik terdapat empat aspek yang penting dalam pengembangan perubahan kognitif yang bertumpu dari aspek sosial dalam belajar. menulis untuk dipresentasikan ke pendengar sesungguhnya. Jadi. seluruh siswa dikenai problem (kuis) berkaitan dengan materi dan sesama anggota tim. dan tanda bacanya. jenis kelamin. dan 4) dukungan tahap demi tahap dan pemecahan masalah. hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif. Sebagai contoh. konstruktivistik lebih menekankan pada pengajaran top-down dari pada bottom up. mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam. dan tugas4ugas autentik lainnya (diambil dari kehidupan nyata). Siswa ditempatkan ke dalam kelompok kooperatif dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa hari. 2) zona perkembangan terdekat. Tugas kompleks itu misalnya proyek. Dalam konstruktivistik. 3) pemagangan kognitif. siswa seharusnya diberikan tugas-tugas kompleks. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 93 . Konstruktivistik dimulai dari masalah (sering muncul dari siswa sendiri) dan selanjutnya membantu siswa menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut. penyelidikan di masyarakat. dan mengajukan pertanyaan dengan baik. strategi bertanya. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. terdapat berbagai strategi sebagai berikut. Kooperatif dilakukan dengan empat siswa yang berbeda-beda dari segi kemampuan atau ukuran kelompok. 9. dalam pengajaran. inkuiri atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). Kemudian. Dalam kooperatif. Akhirnya.5) berbicaralah dengan jujur kepada mereka dengan cara yang membuat mereka mendengarnya dengan jelas dan halus. siswa diberikan konsep dasar paragraf baru kemudian menganalisis kalimat. Piaget dan Vigotsky (dalam Nur dan Wikandari. sulit. siswa tidak boleh saling membantu. tata bahasa. Top-down yang dimaksud di sini adalah masalah-masalah kompleks dipecahkan siswa terlebih dahulu kemudian menemukan keterampilan dasar yang diperlukan. dan 6) bersenang-senanglah bersama mereka. pembelajaran generatif. 1) Student Teams-Achievement Divisions (STAD). dan realistis. mengeja. dan suku. pemahaman mereka. yang menggunakan satu langkah pengajaran di kelas dengan menempatkan siswa ke dalam tim campuran berdasarkan prestasi. 2001:3) menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui proses ketidakseimbangan dalam upaya memperoleh informasi baru. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok (4 orang dalam satu kelompok) untuk saling membantu memecahakan masalah-masalah yang kompleks. Pembelajaran yang bernaung dalam strategi konstruktivistik adalah kooperatif. saat mengerjakan kuis. Selain itu.

3) Gooperative Integrated Reading and Composition (GIRC) adalah bagian strategi kooperatif yang komprehensif atau luas dan lengkap untuk pembelajaran membaca dan menulis kelas tinggi. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi dengan suara. Dalam jigsaw. 1) Kepribadian yang menyenangkan dengan kemampuannya menunjukkan persetujuan dan apa yang dipahami partisipan. berlatih pengejaan. dari enam orang anggota kelompok saat mempelajari tema tokoh besar. prestasi awal. dan kreatif. mereka melaporkan tugas itu. Siswa dianggap sebagai penentu keberhasilan belajar. saling membuatkan ikhtisar. Dalam CIRC. Jalan pikir anak tidak selalu sama dengan jalan pikir orang dewasa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 94 . tulisan dinding. para siswa kembali ke timnya dan bergantian menceritakan hasilnya. siswa dikelompokkan berdasarkan perbedaan masingmasing sebanyak empat orang. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. partisipatori beranggapan bahwa: 1) setiap siswa adalah unik. pandai berperan sebagai mediator. 5) Belajar Bersama (learning together). Strategi belajar bersama lebih mengarah pada pembinaan kerjasama dan keberhasilannya. dan sebagainya. Misalnya. 2) Kemampuan sosial dengan kecakapan menciptakan dinamika kelompok secara bersama-sama dan mengontrolnya tanpa merugikan partisipan. termasuk saling membacakan satu dengan yang lainnya. serta perbendaharaan kata. Mereka terlibat ke dalam rangkaian kegiatan bersama. kemunduran yang dialami. strategi ini melibatkan siswa yang bekerja dalam kelompok beranggotakan empat atau lima siswa heterogen untuk menangani tugas tertentu. 6) Penelitian Kelompok (Group Investigation) merupakan rencana organisasi kelas umum. 4) Jigsaw. dampak dan kiprahnya. Siswa bekerja dalam kelompok kecil dengan menggunakan inkuiri kooperatif (pembelajaran kooperatif yang bercirikan penemuan). 2) anak bukan orang dewasa dalam bentuk kecil. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. siswa aktif. menulis tanggapan terhadap cerita.2) Team-Assisted Individualization (TAI) yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif. Namun. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. masing-masing mempelajari riwayat hidup. Dalam Strategi partisipatori. dan perencanaan. Siswa mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. siswa dikelompokkan ke dalam tim beranggotakan enam orang yang mempelajari materi akademik yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa subbab. Dengan berpartisipasi aktif. Kemudian. Oleh karena itu. Orang dewasa harus dapat menyelami cara merasa dan berpikir anak-anak. Keunikan harus diberi tempat dan dicarikan peluang agar dapat lebih berkembang. gambar. Berkaitan dengan penyikapan guru kepada siswa. Strategi Partisipatori Pernahkah Anda menyerahkan kepada siswa tentang topik yang harus ditulis hari itu berkaitan dengan pembelajaran menulis? Jika pernah. Menurut Freire (dalam Fakih. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. bukan berarti guru harus pasif. dinamis. Anda dapat dikatakan telah melakukan pembelajaran dengan strategi partisipatori. 3) dunia anak adalah dunia bermain. diskusi kelompok. siswa dapat menemukan hasil belajar. dan berlaku sebagai subjek. Kemudian. 4) usia anak merupakan usia yang paling kreatif dalam hidup manusia. 2001:58) Pemandu diharapkan memiliki watak seperti berikut ini. 10. serta proyek kooperatif. Strategi pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. proses penyeragaman dan penyamarataan akan membunuh keunikan tersebut.

Strategi berikutnya adalah siswa sebagai subjek. 7) Fleksibel dalam merespon perubahan kebutuhan belajar partisipan. Berikut rincian proses tersebut: 1) Rangkai-Ulang 2) Ungkapan 3) Kaji-Urai 4) Kesimpulan 5) Tindakan Hal di atas sebagai strategi pertama. 11 . menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam berbagai macam tatanan dalam sekolah dan di luar sekolah agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah yang disimulasikan. media atau sarana yang perlu disiapkan. memperluas. Strategi Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat. panduan prosesnya disusun dengan sistem daur belajar dari pengalaman yang distrukturkan saat itu (structural experiences Iearning cycle). Kemudian. Berikutnya. Oleh karena itu. dan 3) dialogis. proses yang akan dilakukan. bentuk pendidikannya. Strategi kontekstual muncul sebagai reaksi terhadap teori behavioristik yang telah mendominasi pendidikan selama puluhan tahun. Kemudian. materi yang akan disajikan. 4) Kemampuan mengorganisasi proses dari awal hingga akhir. dan peran fasilitator/pemandu. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning atau CTL) menawarkan strategi pembelajaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 95 . Menurut Nur (2001) pengajaran kontekstual memungkinkan siswa menguatkan. Proses tersebut sudah teruji sebagai suatu proses yang memenuhi tuntutan pendidikan partisipatori. 6) Memiliki ketertarikan kepada subjek belajar. 2) tidak menggurui. Perlu diingat bahwa strategi kontekstual merupakan konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian terakhir dalam bidang kognitif. Strategi kontekstual dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Strategi kontekstual mengakui bahwa pembelajaran merupakan proses kompleks dan banyak fase yang berlangsung jauh melampaui drill oriented dan Strategi Stimulus and Response. 5) Cermat dalam melihat persoalan pribadi partisipan dan berusaha memberikan jalan agar partisipan menemukan jalannya. strategi pendidikan partisipatori mempunyai ciri-ciri pokok: 1) belajar dari realitas atau pengalaman.3) Mampu mendesain cara memfasilitasi yang dapat membangkitkan partisipan selama proses berlangsung. 8) Pemahaman yang cukup atas strategi pokok kursus. pendekatan prosesnya menerapkan pola induktif kemudian tahapannya sebagai berikut : 1) Persepsi 2) Identifikasi diri 3) Aplikasi diri 4) Penguatan diri 5) Pengukuhan diri 6) Refleksi diri Semua strategi tersebut tentunya memperhatikan tujuan yang akan dicapai.

penilaian autentik (authentic assessment). bertanya. Masyarakat Belajar (learning community). dan menilai kemampuan siswa. seseorang membuka buku. Guru harus selalu merancang pembelajaran yang bersumber dari penemuan. Sebagai guru. Tentunya. pemodelan (modeling). berbicara. pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Manusia harus mengkonstruksikan pengetahuan dan memberi makna melalui pengalaman tidak melalui ingatan dan hafalan saja. membimbing. siswa dapat mengkonstruksikan gejala-gejala dengan pemikirannya sendiri. pertanyaan berguna untuk menggali informasi. (2) memberikan kesempatan siswa menemukan dan menerapkan ide sendiri. Siswa tidak menerima pengetahuan dan keterampilan hanya dari mengingat seperangkat fakta-fakta saja. siswa akan tahu tentang apa dan bagaimana menulis itu. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 96 . Konstruktivistik (Constructivism) Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah. Misalkan saja untuk mengajarkan kalimat majemuk. melainkan siswa menjodoh-jodohkan kalimat tunggal sampai mereka menemukan ciri kalimat majemuk. mengidentifikasi. Bagi siswa. c. Dalam strategi ini ada tujuh elemen penting. biasanya muncul pertanyaan Siapa Chairil Anwar itu? Barulah. Berikut ini siklus penemuan: 1) Observasi 2) Bertanya 3) Mengajukan dugaan 4) Pengumpulan data 5) Penyimpulan b. konstru ktivistik (constructivism). Siswa dapat menemukan sendiri tanpa harus dari buku. dan mendiskusikan Chairil Anwar. Dengan begitu. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. mendemonstrasikan. dalam menjalankan strategi ini. Biasakanlah siswa melakukan. dan refleksi (reflection). guru dituntut lebih kreatif pula. Konstruktivistik merupakan landasan berpikir (filosofis) Strategi kontekstual. pembelajaran dirancang dengan menarik dan menantang. Dari pengalaman menulis itu. dan bergelut dengan ide-idenya. mengarahkan perhatian.yang memungkinkan siswa dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Pertanyaan (Questioning) Biasanya. pertanyaan (questioning). dan memastikan penemuan yang dilakukannya. Dengan begitu. membaca langsung. yaitu: inkuiri (inquiry). mengecek informasi yang didapatnya. Dalam belajar berbahasa Anda tentunya tidak berceramah tentang cara menulis tetapi menyuruh siswa langsung menulis. Penemuan (Inquiry) Penemuan (inquiry) merupakan bagian inti kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. Untuk mengetahui Chairil Anwar. a. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. Untuk itu. Strategi yang ditawarkan dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. Diharapkan ke tujuh unsur ini dapat diaplikasikan dalam keseluruhan proses pembelajaran. Dengan begitu. Anda perlu (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. dan seterusnya. guru tidak menyampaikan fakta saja melalui ceramah. yaitu bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak ketika. tetapi berasal dari pengalaman menemukan sendiri. Pertanyaan berguna untuk mendorong. pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang berawal dari sebuah pertanyaan. menciptakan. siswa dapat mengkonstruksikan konsep dasar menulis itu.

Hasil belajar diperoleh dari bertukar pendapat dengan temannya. Pemodelan adalah pemberian model agar siswa dapat belajar dari model tersebut. Anda disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok belajar. Dengan begitu. Pemodelan (Modeling) Pernahkah Anda menunjukkan rekaman membaca puisi kepada siswa agar siswa tahu bahwa membaca puisi yang indah dan bagus itu seperti suara dari rekaman? Jika pernah. misalnya untuk lafal tertentu. penilaian autentik benar-benar menggambarkan proses siswa dalam belajar dari awal sampai akhir. di ruang lain. bebas berbicara. Dari model itu. dan seterusnya didatangkan ke kelas untuk bercerita tentang tugasnya kemudian siswa menulis tugas tersebut. Kelompok siswa diupayakan dapat selalu bervariasi dari segi apapun. jurnal. tidak akan ada komentar dari siswa bahwa siswa X meskipun tidak banyak berbicara di kelas ternyata nilainya bagus. dan saling aktif. dan seterusnya. Dengan begitu. model didatangkan dari luar kelas. Model dapat diambil dari mana saja. model kalimat. atau yang lainnya. Yang tahu berada di kelompok yang belum tahu. Yang pandai mengajari yang lemah. Semua anggota kelompok upayakan terbuka. kegiatan belajar akan berjalan dengan baik apabila kelompok tidak didominasi anggotanya. laporan. Data yang diperoleh dari siswa haruslah dari situasi nyata. Fungsi guru sebagai fasilitator dibutuhkan dalam konteks Masyarakat Belajar tersebut. Masyarakat belajar dapat terjadi jika terjadi komunikasi dua arah atau lebih. kuis. Siswa belajar di kelompok yang anggota-anggotanya diharapkan heterogen. guru memberikan model karya tulis. guru bukanlah model satu-satunya. misalnya. Penilaian autentik dapat diperoleh melalui projek. Penilaian Autentik (Authentic Assessment) Perkembangan belajar siswa tentunya perlu Anda ketahui. terintegrasi. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. terbuka. di halaman. Anda perlu mengupayakan nilai siswa berasal dari sesuatu yang autentik. Untuk itu. Dapat pula. Masyarakat Belajar (Learning Community) Kerjasama dengan orang lain dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa. model paragraf. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 97 . Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan. perkembangan belajar siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data dari aktivitas belajar siswa secara langsung di kelas. pegawai bank. Dalam kelas yang kontekstual. Masyarakat belajar menyarankan bahwa hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. antara yang tahu dengan yang belum tahu. Dalam kontekstual. tokoh masyarakat. Dalam kontekstual. berbicara.d. e. Kemudian. demonstrasi. Siswa dapat mengembangkan pengalaman belajarnya setelah berdiskusi dengan temannya. berarti Anda telah melakukan pemodelan. karya siswa. Anda harus dapat memberikan penilaian autentik jika menginginkan menjadi guru yang ekselen. Penilaian tidak dilakukan di belakang meja atau di rumah saja tetapi juga di saat siswa aktif belajar di kelas. Bisa jadi. atau di mana pun. Guru tidak boleh ngaji (ngarang biji-angka nilai). dan bercerita mendapatkan nilai rendah karena dalam ujian tulis bernilai rendah. siswa mengidentifikasi selanjutnya membuat seperti model yang ditunjukkan. PR. Seorang siswa ditunjuk Untuk menjadi model di hadapan teman lainnya. Guru berdialog dengan siswa bukan berarti Masyarakat Belajar. karya tulis. petani. Sedangkan siswa yang banyak mendebat. Yang cepat menangkap berada satu kelompok dengan yang lambat. Nilai yang diperoleh siswa memang mencerminkan keadaan siswa yang sebenarnya. dengan orang lain. Dapatkah Anda berlaku seperti itu? Jawabnya. presentasi. dan terus-menerus. f. di pasar. di ruang kelas. hasil tes tulis.

(2) aktivitas. (8) strategi kuantum. berarti Anda telah melakukan refleksi. aktivitas yang baru dijalani. Guru yang senantiasa siap menyesuaikan diri dengan keadaan dan kebutuhan siswa di kelas. yakni. Ungkapan kembali itu tentunya dengan kalimat sendiri. catatan di lembar kertas. atau dalam kesempatan apapun. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan keberanian menguji. akan tampil sebagai seorang guru yang membuat pelajaran Bahasa menjadi pelajaran yang menarik bagi siswa. (5) strategi langsung. guru juga harus selalu siap memperbaiki persiapan mengajarnya kalau ia berdiri di depan kelas. bahkan mengubah sistem dengan menyesuaikan realitas yang ada dan berkembang selama ini di masyarakat. Keanekaragaman strategi pembelajaran Bahasa menuntut kecermatan guru menggunakannya sesuai dengan kompetensi dasar dan materi pokok yang akan diajarkan kepada siswa. media dan sumber belajar lainnya) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. (2) strategi membaca. (7) strategi tematik. Prinsip umum pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. (10) strategi partisipatori. Untuk dapat mengajarkan Bahasa sesuai dengan tuntutan kurikulum 2004. mengingat kembali. siswa berarti telah mengalami pengendapan pengetahuan atau keterampilan yang telah dilakukannya. Strategi pembelajaran Bahasa yang dapat digunakan di Sekolah Menengah. dan pengetahuan yang baru saja diterima. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 98 . diskusi. Refleksi (Reflection) Yang terakhir dalam strategi kontekstual. dan (4) integritas. (4) strategi reseptif dan produktif. Dengan demikian. Dengan begitu.yaitu: (1) strategi tata bahasa/terjemahan. Hal itu perlu dilakukan agar pembelajaran Bahasa tidak monoton. mengkonstruksi ulang. atau membuat pengalaman. dan (11) strategi kontekstual. di akhir jam pelajaran. waktu. Kreatif dan Menyenangkan). kata kunci. E. Siswa akan merasa tertarik dengan mata pelajaran Bahasa karena bahan ajar dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan siswa. memperbaiki. cerita siswa. Pekerjaan seperti ini sungguh memberikan tantangan yang besar kepada guru Bahasa. (9) strategi konstruktif. (3) strategi audiolingual. Pernakah Anda mengungkapkan kembali apa-apa yang pernah dialami sebelumnya? Jika pernah. (3) individualitas.g. tetapi ia harus mampu mengajarkan Bahasa dengan strategi yang bervariasi. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajari. tidak asal mengikuti saja setiap langkah yang sudah disiapkan sebelumnya. Jadi. puisi. dan yang lain-lainnya. (6) strategi integratif. guru tidak cukup hanya menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa silabus dan sistem pengujian. refleksi sangat dibutuhkan. Realisasi refleksi dapat berupa pernyataan spontan siswa tentang apa yang diperolehnya hari itu. Refleksi tersebut dapat dilakukan per bagian. cerita guru. lagu. di akhir bab/tema. (1) berorientasi pada tujuan. refleksi adalah kegiatan merenungkan kembali. Rangkuman Strategi pembelajaran merupakan kegiatan terencana dengan mempertimbangkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya (termasuk kondisi siswa. Artinya. Refleksi merupakan respon terhadap pengalaman yang telah dilakukan. atau bahkan dalam bentuk nyanyian. Ada empat prinsip utama penggunaan strategi pembelajaran. guru Bahasa tidak asal orang yang dapat berbicara dalam Bahasa. singkat. Dengan merefleksikan sesuatu. kalau refIeksi diterapkan kepada siswa di kelas. pembelajaran Bahasa yang selama ini dilakukan secara tradisional dan membosankan harus diubah menjadi pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif.

2000. Jakarta : Depdikbud. strategi kuantum d.d. strategi tata bahasa g. strategi partisipatori f.F. Bagaimanakah cara Anda memilih dan menentukan strategi yang tepat dalam kegiatan belajar-mengajar Bahasa? DAFTAR PUSTAKA Mudini. 14 April s. Pokok-pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 : Bahasa. strategi reseptif dan produktif j. strategi integratif b. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 99 . 4 Mei 2004 di PPPG Bahasa. strategi membaca h. strategi audiolingual i. strategi kontekstual 3. Jelaskan pengertian strategi! 2. 1 997. Bambang Kaswanti. strategi komunikatif l. strategi tematik c. strategi langsung k. Bagaimanakah pendapat Anda mengenai strategi di bawah ini: a. Strategi Pembelajaran Bahasa dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta. Purwo. Makalah Diklat Instruktur Guru Bahasa SMP. Penilaian 1. strategi konstruktivistik e.

prosedur pembelajaran serta monitoring.Bahasa Lembar Kerja Guru Strategi Pembelajaran Nama Mata Kuliah Dosen : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ PETUNJUK UMUM  Lembaran kerja ini berisi sejumlah strategi pembelajaran yang ditawarkan dalam pembelajaran untuk dipilih dan digunakan oleh guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif. evaluasi dan rewarding Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 100 .  Setiap strategi pembelajaran di dalam lembaran kerja ini dilengkapi dengan tahapan pelaksanaan (bersifat teoretis) dan rekan guru diharapkan mengidentifikasi serta merumuskan langkah-langkah praktis setiap tahapan tersebut yang meliputi: peran guru.  Strategi pembelajaran yang dimaksud bersifat terbuka terhadap berbagai inovasi dan good practice yang telah atau akan dilakukan oleh guru.  Landasan teoretis setiap strategi pembelajaran hendaknya telah dikenal dan dipahami oleh guru.Workshop Model Pembelajaran Bahasa P3G .  Strategi pembelajaran yang dipilih untuk digunakan hendaknya taat azas dengan materi dan kompetensi dasar yang ingin dicapai.

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Pembelajaran berbasis masalah dapat dilaksanakan melalui tahapan berikut ini. Tahap 1: Pemilihan topik. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi masalah Rumusan tema atau situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengorganisasian sumber dan rencana logistik Sumber belajar yang tersedia : Prosedur penggunaan sumber : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 101 .1.

Tahap 4: Pengorganisasian siswa Mekanisme pengelompokan siswa : Prosedur kerja kolaboratif : Tahap 5: Pengembangan dan penyajian karya/hasil kerja siswa Prosedur pengembangan : Prosedur penyajian hasil kerja : Tahap 6: Analisis dan evaluasi hasil kerja Metode analisis Refleksi dan kriteria evaluasi : : Kesimpulan/Diseminasi hasil : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 102 .

2. perumusan tujuan dan hasil belajar Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi situasi dan masalah Rumusan situasi : Perumusan masalah : Tahap 3: Pengumpulan data dan informasi Penetapan prosedur pengumpulan data : Tahap 4: Analisis Data dan Informasi Teknik analisis data : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 103 . STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRY Strategi pembelajaran berbasis inquiry ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Pemilihan topik.

Tahap 5: Presentasi hasil dan temuan siswa Teknik presentasi hasil/temuan dan diskusi: Tahap 6: Setting lingkungan penerimaan hasil atau temuan siswa Prosedur penerimaan hasil/temuan siswa : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 104 .

3. 4. 2. STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJEK/TUGAS Strategi pembelajaran berbasis projek/Tugas ditempuh melalui tahapan berikut: Tahap 1: Penetapan projek/tugas yang bervariasi dan bermakna Topik Projek/Tugas : 1. Tujuan : Kompetensi Dasar : Indikator : Tahap 2: Orientasi minat mahasiswa (variasi projek/tugas cukup besar) Deskripsi umum setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 105 .3.

Tahap 3: Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Tahap 4 : Menetapkan tingkat kesulitan setiap projek/tugas Deskripsi tingkat kesulitan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 106 .

Tahap 5 : Monitoring kemajuan siswa Mekanisme monitoring kemajuan setiap projek/tugas:  Projek 1:  Projek 2:  Projek 3: Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 107 .

4. STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERTAIF DENGAN METODE STAD Strategi pembelajaran kooperatif dengan metode STAD dilakukan melalui tahapan: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Organisasi siswa Mekanisme pengorganisasian siswa dalam bentuk tim (4 atau 5 anggota) : Tahap 3: Disain dan penyediaan lembar kerja Format/disain lembar kerja siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 108 .

Tahap 4: Pengaturan alur tanya jawab/diskusi kelompok Model tanya jawab/diskusi kelompok (konsensus tercapai) : Tahap 5: Evaluasi priodik Mekanisme dan metode/kriteria evaluasi yang digunakan : Tahap 6: Scoring dan Rewarding Prosedur penetapan skor : Bentuk reward : Catatan : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 109 .

STRATEGI PEMBELAJARAN PARSIPATORI Strategi pembelajaran parsipatori ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Pelibatan siswa Metode penyusunan perencanaan secara bersama : Metode pemilihan sumber belajar.5. prosedur kerja dan tugas kelompok : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 110 .

Tahap 3: Pemilihan teknik proses pembelajaran Deskripsi berbagai teknik proses pembelajaran : Tahap 4: Evaluasi Penetapan kriteria evaluasi proses pembelajaran : Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran : Tahap 5: Refleksi dan Revisi Metode Refleksi dan Revisi : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 111 .

6. STRATEGI PEMBELAJARAN SCAFFOLDING Strategi pembelajaran scaffolding ditempuh melalui tahapan berikut ini: Tahap 1: Penetapan materi pembelajaran yang sesuai Topik Tujuan : : Kompetensi Dasar Indikator : : Tahap 2: Assesmen karakteristik individu Prosedur assesmen kemampuan dan taraf perkembangan siswa (Zone of Proximal Development) : Pemetaan karakateristik siswa : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 112 .

Tahap 3: Rincian prosedur Teknik pemilahan prosedur (procedure breakdown) : Tahap 4: Pertimbangan tingkat intelektual mahasiswa Prosedur penjenjangan berdasarkan tingkat intelektual siswa : Tahap 5: Dorongan Teknik/strategi dorongan untuk belajar mandiri: Tahap 6: Dukungan Bentuk dukungan guru : Catatan: Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 113 .

Bagian ini kerapkali terabaikan dengan berbagai alasan seperti. Alasan-alasan tersebut sebenarnya tidak perlu muncul. karena ada banyak jenis media dan sumber yang dapat digunakan. Tujuan Instruksional Umum Secara umum. dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. perasaan. 2) membuat klasifikasi jenis media dalam pembelajaran. peserta diklat diharapkan mampu: 1) menjelaskan pengertian media pembelajaran. Penggunaan media harus mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan tujuan agar media dapat membantu pembelajaran dan terjadinya perubahan tingkah laku sesuai yang diharapkan. media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. kata media berarti perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.MEDIA DAN SUMBER BELAJAR BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH K. disesuaikan dengan kondisi waktu. L. perantara’ (Azhar. 4) menguraikan karakteristik masing-masing jenis media. Arsyad (1996) berpendapat bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan tersebut. Pendahuluan Pembelajaran yang efektif perlu didukung berbagai media dan sumber pembelajaran. Pendapat yang sama dikemukakan Suparno (1988: 1) bahwa media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi dari suatu sumber kepada penerimanya. keuangan maupun materi yang akan disampaikan. 1984: 81). perhatian. Setiap jenis media dan sumber memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi (Kemp. perasaan. terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar. 1. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran. minat. Secara harfiah. Hal tersebut selaras dengan pendapat Sadirman (1996: 101) yang mengemukakan bahwa media adalah pembawa pesan atau informasi yang harus dirancang secara sistematis sesuai dengan yang tujuan dan kebutuhan siswa. dan kemauan siswa yang dapat mendorong terjadinya interaksi komunikasi antara siswa dengan sumber pesan yang ada dalam media sehingga terjadi perubahan tingkah laku pada siswa (Marso. biaya tidak tersedia dan sejumlah alasan lain. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 114 . Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran. setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. Pengertian Media dan Sumber Belajar Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang berarti’ tengah. 3) memaparkan unsur-unsur media pembelajaran. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang strategi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah. 2000: 3). peserta diklat diharapkan dapat memahami adanya beragam media yang dapat dipilih sebagai media pembelajaran 2. perhatian. 1985). Dengan demikian. sulit mencari media yang tepat.

media ini juga mempunyai kelemahan yakni memerlukan peralatan dan kemampuan khusus untuk memanfaatkannya. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah sebagai berikut. 1) Yang tergolong media yang tidak diproyeksikan antara lain: a) Realia: benda nyata yang digunakan sebagai bahan belajar. (5) media berbasis komputer. terdapat pula kelemahan media audio. Kelebihan jenis media ini adalah (a) memungkinkan terjadinya interaksi siswa dan materi pelajaran. dan diperlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya. (c) cocok untuk mempelajari keterampilan motorik. Hypermedia. (c) menampilkan unsur audiovisual. dan berbahaya. Unsur-Unsur Media Pembelajaran Menurut Rohani dan Ahmadi (1990). dan suara yang dioperasikan dengan komputer. Manusia Manusia merupakan unsur yang menentukan keberhasilan penggunakan media dan sumber belajar. dan (d) mudah dibawa (portable). selain guru sebagai penyampai informasi kepada siswa. yakni (a) memerlukan peralatan khusus. (2) diproyeksikan. (c) ringkas. Video interaktif. 6) Multimedia berbasis komputer adalah media yang mengintegrasikan berbagai bentuk materi seperti: teks. Di samping kelebihannya. (b) menampilkan objek yang terlalu kecil. (3) audio. yang biasa dikenal sebagai perangkat lunak (software). c) Bahan Grafis: gambar atau visual yang penampilannya tidak diproyeksikan. 5) Media berbasis komputer media yang dioperasikan melalui komputer.C. 2) Yang tergolong media yang diproyeksikan antara lain: a) Over Head Projector (OHP): alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada transparansi film. 1996. 3) Media audio adalah berbagai cara untuk merekam dan menyampaikan suara untuk tujuan pembelajaran (media dengar). (b) proses belajar secara individual sesuai kemampuan siswa. CD-Rom. media pembelajaran mengandung lima unsur. Digital video interactive. Bentuknya antara lain. dan Virtual reality. Kelebihan jenid media ini adalah (a) memanipulasi waktu dan ruang. dan (7) multi media kit. 7) Multimedia Kit adalah paket bahan ajar yang terdiri dari beberapa jenis media digunakan untuk menjelaskan materi tertentu. besar. d) Display: bahan pameran/display yang penggunaannya dipasang di tempat tertentu. yang biasanya dilengkapi dengan buku panduan. Pada proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. jenis media terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. (d) langsung memberikan umpan balik. siswa dapat diberikan tugas Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 115 . Kelebihan media audio adalah (a) fleksibel. gambar. b) Slide projector: alat untuk memproyeksikan gambar atau tulisan pada film positif. grafis. 4) Media video adalah format media yang memanfaatkan tabung katoda/LCD untuk menayangkan pesan dalam bentuk animasi dan film. 1. b) Model: benda tiga dimensi yang merupakan representasi dari benda sesungguhnya. yakni peralatan untuk memanfaatkannya masih mahal. juga dapat dihadirkan orang lain yang berkompeten untuk menyampaikan informasi kepada siswa berkenaan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. karena secara langsung menyampaikan informasi atau materi pembelajaran kepada siswa. Jenis Media Pembelajaran Menurut Heinich dkk. Selain di dalam kelas. (b) relatif murah. (4) video. dan (b) memerlukan kemampuan khusus untuk pemanfaatannya. dan (e) menciptakan proses belajar yang berkesinambungan. Di samping kelebihannya. (6) multi media berbasis komputer. media ini juga mempunyai kelemahan. Di samping kelebihannya. C. dan (d) menyajikan gambar dengan lambat.

Proyektor Film/Slide) dan ada yang tidak. Materi dan Bahan Pembelajaran Yang dimaksudkan materi atau bahan pembelajaran dalam media pembelajaran adalah segala sesuatu yang memuat informasi untuk disampaikan kepada siswa dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. 2. Sedangkan tempat Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 116 . Slide dan transparansi.mendatangi orang-orang tertentu di rumahnya atau di tempat kerjanya untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan. Bahan yang memerlukan alat penampil informasi seperti: Casete. yakni bahan cetak dan bahan non-cetak. film. OHP. BAHAN CETAK Buku Teks Bahan Ajar Mandiri = Modul Panduan = Petunjuk = Pedoman Atlas/Peta Atlas/Peta Diagram/Poster • Brosur / Leaflet / Manual Th-6786 BAHAN NON-CETAK Audio / Radio OHP – KOMPUTER + LCD Video / VCD / TV Slide PBK = Pembelajaran Berbantuan Komputer Internet = Web-Based Courses Pemanfaatan bahan sebagai media dan sumber belajar bagi siswa ada yang memerlukan alat penampil informasi (Radio. TV. model. globe. koran. Kedua bahan tersebut dapat dilihat beragam jenisnya seperti pada gambar berikut ini. Bahan yang tidak memerlukan alat penampil antara lain: buku paket. peta. majalah. Secara garis besar bahan media pembelajaran dibagi atas dua bagian. dan jurnal. Ada Tempat atau ruangan yang khusus dirancang untuk keperluan pembelajaran. 3. Lingkungan Lingkungan sebagai media dan sumber belajar adalah tempat atau ruangan yang dapat digunakan oleh siswa untuk memperoleh informasi dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran. seperti: ruangan perpustakaan dan ruangan laboratorium. CD/DVD. Komputer.

berpikir. bermain peran. pengelolaan kelas. 4. maka penggunaan media dan sumber pembelajaran hendaknya mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berbuat. berinteraksi sendiri secara lancar dan termotivasi tanpa hambatan guru. mempertanyakan. seperti kegiatan mengamati. maka terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Kalau sulit menyediakan sumber otentik. Media dan sumber pembelajaran yang disediakan guru hendaknya dapat mendorong dan membantu siswa untuk melibatkan mental secara aktif melalui beragam kegiatan. mengajukan hipotesis. Media dan sumber belajar hendaknya praktis dan sederhana. dan karyawisata. dan sejumlah kegiatan mental lainnya. dalam proses pembelajaran siswa dapat digiring untuk mengenali berlakunya suatu konsep pada alat dan peralatan tertentu. tetapi dapat dimanfaatkan oleh siswa sebagai media dan sumber belajar. Dengan demikian. Alat dan Perlengkapan Alat dan perlengkapan sebagai media dan sumber belajar adalah alat dan perlengkapan yang pembuatannya didasarkan pada konsep tertentu. antara lain: gedung bersejarah.atau ruangan yang tidak dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. seperti: konsep optik pada kamera atau teropong. d. 5. dan konsep termodinamika pada mesin kendaraan bermotor. Pengetahuan dan pengalaman tersebut akan membantu guru dalam memilih dan menentukan media yang sesuai dengan materi pembelajaran. dramatisasi. Aktivitas Aktivitas yang dikategorikan sebagai media dan sumber belajar adalah kegiatan siswa yang dirancang khusus dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat memperoleh informasi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. pasar. b. panti asuhan. dan kebun binatang. Dalam arti: tidak paten. simulasi. bangunan industri. Pemilihan media dan sumber belajar perlu memprioritaskan penggunaan sumber otentik (authentic resources). menjelaskan. mengumpulkan data. bertanya. Kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan antara lain: demonstrasi. Untuk memaksimalkan pemanfaatan media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Biaya yang diperlukan untuk dapat mengadakan/memanfaatkan suatu media dan sumber belajar hendaknya seminimal mungkin. barulah menyediakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 117 . strategi pembelajaran. konsep perubahan energi pada radio atau TV. mudah dikembangkan atau dimodifikasi. Mengingat belajar merupakan proses siswa membangun gagasan pemahaman sendiri. yakni sebagai berikut. a. Media dan sumber belajar hendaknya fleksibel. situasi serta kondisi yang ada. Dalam arti: mudah didapatkan dan mudah dilaksanakan. Ketepatan memilih media dan sumber dalam pembelajaran sangat bergantung pada pengetahuan dan pengalaman guru tentang ragam media. lingkungan pertanian. Media dan sumber belajar hendaknya sesuai dengan komponen-komponen pembelajaran yang lain (tujuan pembelajaran. c. konsep mekanika pada sepeda. berkomentar. kecerdasar emosional (EQ) dan kecerdasan spritual (SQ). sehingga dapat mengembangkan kecerdasan intektual (IQ). mulai dari yang sederhana sampai pada yang canggih. dan evaluasi).

artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pembelajaran yang lain yang berasal dari pusat akan sampai ke daerah bahkan sama di setiap sekolah. 2. E. media visual terlihat dari temuan-temuan pembelajaran yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Secara umum. Fungsi afektif. 3. aplikasi. 3. sintesis yan lebih mungkin tercapai denan digunakannya mediap pembelajaran. media pembelajaran dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai–nilai pembelajaran. satu macam media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran Sudjana dan Rifai (1992: 23) mengemukakan rumusan kriteria pemilihan media pembelajaran sebagai berikut: a. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 118 . media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru. yaitu: 1. masyarakat.alternatif di bawahnya sepeni situasi buatan. dan lingkungannya. Fungsi antensi media visual. media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. dengan media hubungan antarpribadi anak dapat lebih baik lagi sebab mereka secara gotong royong dapat bersama-samaa menggunakan media itu. fungsi politis. dan waktu. 2. analisis. Fungsi konpensatori. kunjungan ke mesium. interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. 5. dan kemungkinan siswa untuk belajar mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Artinya. fungsi eduktif. fungsi seni (budaya). melalui karya wisata. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran. fungsi sosial. Fungsi Media Pembelajaran Lifie dan Leentz (Arsyad. 4. 3. 4. yaitu: 1. Fungsi kognitif. dan pembelajaran dengan pola audio (ceramah baru dipilih setelah keempat cara ini tidak mungkin disediakan). media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. misalnya. 1996: 16) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran. D. fungsi ekonomis. media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. khususnya media visual. Roestiyah (1982: 63) mengaplikasikan fungsi media pembelajaran sebagai berikut: 1. 4. atau alat audio-visual. 2. atau ke kebun binatang. media vidual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (membaca) teks yang bergambar. atau alat visual. denbgan adanya media pembelajaran ini berarti bisa dikenali bermacam-macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak mengenai nilainilai budaya manusia makin lama makin bertambah. media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang berisikan unsur-unsur pemahaman. media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dan teks dan mengingatnya kembali. ruang. yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

dan (7) multi media kit. Tersedia waktu untuk menggunakannya sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. Artinya. bahan pembelajaran yang sifatnya fakta. e. media yang diperlukan mudah diperoleh setidak-tifdaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. dan strategi pembelajaran yang telah Anda rumuskan! ii. (2) diproyeksikan. dan kegiatan siswa sedemikian rupa dengan tujuan memperlancar pembelajaran Jenis media pembelajaran terbagi atas (1) media yang tidak diproyeksikan. (2) materi dan bahan pembelajaran . Rangkuman Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Artinya. (3) audio. (5) aktivitas Penilaian Buatlah satu set media pembelajaran yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran Bahasa sesuai dengan TIU. Keterampilan guru dalam menggunakannya. Mungkin lebih tepat dalam bentuk gambar atau poster. perhatian. (4) alat dan perlengkapan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 119 . perasaan. d. (4) video. Media pembelajaran mengandung lima unsur. dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran. prinsip. Kemudahan memperoleh media. f. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya. system pengelolaan kelas.b. (6) multi media berbasis komputer. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proposisi dalam bentuk pesan bagi SMP kelas-kelas rendah tidak ada manfaatnya. Kelima unsur media pembelajaran tersebut adalah (1) manusia. c. (5) media berbasis komputer. Demikian juga diangram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip yang biasa dilakukan oleh siswa yang telah memiliki taraf berpikir yang tinggi. g. melainkan dampak penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. memilih media untuk pendikan dan pembelajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa sehingga makna yang terkanding di dalamnya dapat dipahami oleh siswa. Media grafis umumnya mudah dibuat guru tanpa biaya yang mahal di samping kesederhanaannya dan praktis penggunaannya. i. (3) lingkungan. Artinya. minat. apa pun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. konsep. Sesuai dengan taraf berpikir siswa. TIK. Artinya.

Bagaimana pengaruh media dan sumber belajar yang Anda gunakan selama ini terhadap proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Standar kompetensi yang ingin dicapai.…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Lengkapi rancangan penggunaan media dan sumber pembelajaran berikut ini sesuai dengan pilihan pokok bahasan di atas agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. 2.........…………… ……………………………………………………………………………………………………… 4.…………… ……………………………………………………………………………………………………… 3.Workshop Mode Pembelajaran Bahasa P3G..…………… 2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media: 1. 4.. Bagaimana Anda menentukan media dan sumber belajar yang akan Anda gunakan dalam proses pembelajaran? ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….. Karakteristik media.. Karakter dan kondisi siswa.Bahasa Lembar Kerja Guru Media dan Sumber Belajar Nama Bidang Studi Bobot : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________ 1.. Kompetensi dosen dalam menggunakan media.... Jika YA sebutkan media dan sumber belajar yang Anda gunakan? …………………………………………………………………………………………..…………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. 5. Apakah Anda menggunakan media dan sumber belajar lain selain buku dan papan tulis untuk mengajarkan pokok bahasan ini? …………………………….. 3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 120 .. Alokasi waktu dan jumlah siswa.

c. Sumber Buatan. sumber situasi buatan apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan …………………………………………………………………………………………. Media Visualisasi – Verbal. sumber situasi nyata apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Sumber Situasi Nyata (Sumber Berbasis Lingkungan). Menurut Anda. ………………………………………………………………………………………….…………… b.…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… d. Media Audio-Visual. Menurut Anda. Menurut Anda.a. media Audio – Visual apa apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. Menurut Anda.…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 121 .…………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. media Visualisasi – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….

apakah penggunaan komputer sebagai sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi diperlukan untuk pokok bahasan di atas? Kemukakan argumentasi Anda! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ….…………………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 122 .e.…………… ……………………………………………………………………………………………………… Alasan ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………. media Audio – Verbal apa yang dapat digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan di atas? Tuliskan! ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………….…………… ……………………………………………………………………………………………………… f. Sumber berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Menurut Anda. Media Audio-Verbal. Menurut Anda.

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN BAHASA BERDASARKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH A. Pendahuluan Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. Beberapa prinsip yang dijadikan patokan di dalam melaksanakan evaluasi antara lain; (1) evaluasi dilakukan dengan tujuan menyeimbangkan pencapaian antara IQ, EQ, dan SQ melalui penggunaan berbagai model evaluasi, baik formal maupun nonformal secara berkesinambungan, (2) evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik, (3) evaluasi merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa, dan (4) evaluasi berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi. Untuk mewujudkan pelaksanaan evaaluasi dengan baik, maka sistem evaluasi seharusnya disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara maupun produk/hasil dengan melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. 1. Tujuan Instruksional Umum Secara umum, setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran Bahasa berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan dapat menyusun rancangan evaluasi pembelajaran yang hasilnya akan dipergunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah. 2. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari uraian materi tentang evaluasi pembelajaran berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah, peserta diklat diharapkan mampu: 1) Menjelaskan pentingnya evaluasi pembelajaran 2) Menyebutkan objek evaluasi pembelajaran 3) Menjelaskan proses evaluasi pembelajaran 4) Membuat desain evaluasi pembelajaran Bahasa

B. Pengertian dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Penilaian (evaluasi) adalah tingkat kemampuan yang dituntut dari peserta didik setelah ia mempelajari kompetensi dasar tertentu yang ditunjukkan dengan berbagai perilaku hasil belajar. Evaluasi dari hasil belajar peserta didik dapat diperoleh melalui berbagai cara atau jenis. Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

123

Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa, melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). Prinsip evaluasi yang diterapkan di dalam pembelajaran Bahasa di Sekolah Menengah adalah menekankan pada proses pembelajaran, bukan semata-mata dari hasil belajar. Oleh karena itu, evaluasi yang dilakukan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran, di samping hasil belajarnya. Dengan mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa, maka akan memudahkan memberikan upaya tindak lanjutnya. Tindak lanjut yang dapat dilakukan antara lain, (1) penempatan siswa secara tepat, (2) pemberian umpan balik, (3) diagnosis kesulitan belajar, dan (4) menentukan kelulusan (keberhasilan) siswa.tujuan Penilai bukan hanya guru, namun dapat juga teman atau orang lain. Untuk mencapai tujuan evaluasi pembelajaran tersebut, maka ada beberapa prinsip evaluasi yang dikembangkan di dalam pembelajaran Bahasa. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut. 1. Harus mengukur semua aspek pembelajaran, yaitu proses, kinerja, dan produk. 2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. 3. Menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber. 4. Menstimulasi muncul dan digunakannya cara berpikir divergen (berpikir lateral, horisontal, sebagai lawan cara berpikir konvergen dan vertikal) oleh siswa. 5. Evaluasi harus menekankan pada kedalaman pengetahuan (kualitas) dan keahlian siswa, bukan keluasannya (kuantitas). 6. Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa haruslah mencerminkan bagian kehidupan siswa yang nyata setiap hari. Mereka harus dapat menceritakan pengalaman atau kegiatan yang mereka lakukan setiap hari. C. Syarat Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dalam melaksanakan evaluasi berdasarkan prinsip-prinsip MPE, maka perlu diperhatikan beberapa syarat berikut ini. 1. Perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. Dalam sistem evaluasi berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi evaluasi dan rancangan evaluasi secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik evaluasi yang tepat. 2. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran. 3. Pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya sehingga memudahkan dalam penyusunan soal. Evaluasi menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 4. Hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedial. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, maka diberikan tugas pengayaan. 5. Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

124

D. Alat Evaluasi Pembelajaran Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, meliputi; (1) jenis, (2) bentuk, dan (3) teknik. Gambaran mengenai alat evaluasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini. Jenis Tes Bentuk Teknik  Tertulis (paper and pencil test  Kuis  Lisan  Pertanyan lisan  Unjuk kerja (performance)  Ulangan harian  Tugas individu  Tugas kelompok  Responsi/Ujian praktik  Panduan observasi  Pengamatan  Kuesioner  Wawancara  Rubrik  Angket  Portofolio

Non-Tes

Jenis tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan, perintah, dan petunjuk yang diajukan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai petunjuk yang diajukan. Ada dua macam tes yang selama ini digunakan dalam pendidikan, yakni tes kepribadian (personality test) dan tes hasil belajar (achievement test). Namun dalam tulisan ini, kedua macam tes tersebut tidak diuraikan secara tuntas. Bentuk tes tertulis umumnya digunakan untuk mengukur kompetensii kognitif siswa dan disajikan dalam bentuk tes objektif (benar-salah, isian singkat, pilihan ganda, atau menjodohkan) dan non-objektif (esai berstruktur dan bebas). Bentuk tes lisan selain dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif dan afektif, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi psikomotorik. Bentuk tes ini umumnya disajikan dalam bentuk wawancara dan kuis. Bentuk tes unjuk kerja umumnya digunakan untuk mengukur kompetensi afektif dan psikomotorik yang meminta kepada siswa untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka ke dalam berbagai macam konteks sesuai kriteria yang ditetapkan. Pedoman evaluasi yang biasa digunakan untuk menerapkan tes unjuk kerja adalah rubrik. Teknik tes yang selama ini digunakan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut. 1. Kuis digunakan untuk menanyakan hal-hal yang prinsip dari pelajaran yang lalu secara singkat. Bentuknya biasanya berupa isian singkat diberikan di awal pembelajaran untuk mengetahui entry behavior terhadap mata pembelajaran atau di akhir pembelajaran untuk mengetahui pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar yang baru dipelajari. 2. Pertanyaan lisan digunakan untuk mengungkapkan pemahaman pembelajar terhadap konsep, prinsip, atau teorema. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal dan atau di akhir pembelajaran. 3. Ulangan harian dilakukan secara periodik pada akhir pengembangan kompetensi. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman, aplikasi, dan analisis. 4. Tugas individu dilakukan secara periodik untuk diselesaikan oleh setiap pembelajar dan dapat berupa tugas rumah. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi, analisis, bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi.
Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar

125

6.4 Cukup (C) = 5. rubrik atau portofolio. teliti. Dst. nilai dan sikap (afektif). tugas-tugas. Dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Keaktifan berdiskusi 2. Misalnya hasil tes awal (pre-test). yakni kumpulan atau dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar Nama Siswa 1 2 Aspek 3 Jumlah 4 5 Keterangan Rentang Nilai Sangat baik (A) = 8. Jenis nontes adalah salah satu jenis alat evaluasi yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bukan merupakan jawaban benar-salah. Observasi atau pengamatan dilakukan untuk melihat. Percaya diri 3. Portofolio bukan keranjang sampah (garbage collector). melainkan jawaban berupa respon siswa terhadap tugas yang diberikan. Rubrik berisi daftar standar yang spesifik untuk menentukan tingkatan pencapaian kompetensi pembelajar. Format Pengamatan No 1.5. 6. Karya-karya siswa tersebut haruslah merupakan “karya terpilih” siswa. mengamati dan menilai suatu hal secara langsung. Rubrik merupakan alat untuk melakukan penyekoran. 3. Responsi atau ujian praktik digunakan untuk mengetahui penguasaan akhir kompetensi dasar tertentu dari ranah kognitif maupun psikomotor.0 .10 Baik (B) = 7. portofolio dapat diartikan sebagai: (1) suatu wujud benda fisik berupa “bundle”. tugas terstruktur. penilaian. piagam penghargaan. partisipasi.5 . baik yang berwujud pengetahuan (kognitif).0 . dan sistematis.5. portofolio bukan merupakan kumpulan bahan lepas yang tidak valid dan tidak ada relevansinya antara tugas yang satu dengan yang lain. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi.0 –-3. Keterangan 1. Ujian ini bisa dilakukan di awal praktik untuk mengetahui kesiapan mahasiswa melakukan praktik atau setelah melakukan praktik untuk mengetahui kompetensi dasar yang telah dicapai. maupun berwujud keterampilan (skill). Pengamatan biasanya difokuskan pada aspek afektif.9 Kurang (D) = 4. dan respon pembelajar dalam pembelajaran. 2. Menghargai pendapat orang lain 4. hasil tes akhir (post-test). dan menentukan “grade” dari sebuah unjuk kerja. Karya-karya terpilih siswa tersebut memberikan gambaran dari usaha-usaha terbaik yang dilakukan oleh siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya. observasi. catatan anekdot. angket. dan sebagainya.8. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok dalam upaya pemecahan masalah. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran siswa. Sopan dalam bertutur kata 5.9 126 . Jadi. baik secara individu maupun secara kelompok yang disimpan dalam suatu bundel. Non-tes biasanya dapat dilakukan melalui wawancara.4 Sangat Kurang (E) = 0. (2) sebagai suatu proses pedagogik.5 . Tidak memaksakan kehendak Jumlah Rubrik adalah sebuah daftar yang memuat indikator-indikator dari sebuah kompetensi dan pemaknaannya.

Tugas-Tugas Terstruktur Tugas-tugas terstruktur adalah tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa untuk mendalami atau memperluas penguasaan materi pelajaran. 1. Format evaluasi formatif dan sumatif TES NO 1. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot) 4. Keempat cara tersebut adalah sebagai berikut. Tes Formatif dan Sumatif Tes formatif dilaksanakan setelah selesai satu satuan pelajaran. sedangkan tes sumatif dilaksanakan pada akhir semester. Laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. 2. JENIS TUGAS ASPEK EVALUASI Pemahaman Seberapa baik tingkat pemahaman siswa terhadap tugas yang dikerjakan? Argumentasi Seberapa baik alasan yang diberikan siswa dalam menjelaskan persoalan tentang tugas yang dikerjakan? 127 NILAI PARAF GURU KET. Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi Secara garis besar pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. 3. 1. biasanya dikumpulkan oleh guru dan didokumentasikan. Biasanya dicatat dalam buku rapor siswa. portofolio sering disandingkan dengan pembelajaran (portfolio based learning) dan penilaian (portfolio based assessment). Tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. Hasil ulangan harian dan ulangan umum. 3. E. Jumlah Rata-rata Jumlah A dan B Rata-Rata A dan B TGL KOMPETENSI NILAI PARAF GURU KET Formatif (A) Sumatif (B) 2. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar . Format Evaluasi Tugas-tugas Terstruktur NO 1. 2. Catatan perilaku harian para siswa.(3) sebagai suatu ajektif. Dst.

2. Tersusun dengan baik. saling menghormati. Penting 3. tanggungjawab. disiplin. Dst Catatan perilaku harian tersebut ditindaklanjuti dengan catatan setiap minggu atau bulan. setia kawan. baik perilaku positif maupun perilaku negatif yang muncul pada saat tertentu. dan segera melakukan refleksi. tujuannya adalah agar mereka menyadari akan kelebihan atau kesalahan-kesalahan yang dilakukan setiap hari. Memadai c. b. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian (Minggu/Bulan) NO PERILAKU YANG MUNCUL EVALUASI POSITIF NEGATIF PARAF GURU TEMPAT DAN WAKTU NAMA SISWA PERILAKU YANG MUNCUL TEMPAT DAN WAKTU 1. bolos sekolah. menyontek waktu ulangan. tidak senonoh. Dst. Akurat b. Mudah dipahami Informasi a.Kejelasan a. Catatan tersebut diusahakan agar disampaikan kepada siswa yang bersangkutan. sopan santun. merokok di sekolah. 3. 3. Format Evaluasi Catatan Perilaku Harian NO 1. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 128 . 2. Catatan Perilaku Harian Catatan perilaku harian memuat perilaku harian siswa. suka bertengkar atau berkelahi. c. jujur. bersikap toleran. tidak sopan. mencuri. Misalnya perilaku positif. saling menghormati. mengotori ruang kelas. misalnya. dan sebagainya. Sedangkan perilaku negatif. Tertulis dengan baik.

Berikut dikemukakan beberapa yang dapat ditempuh guru untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut. Upaya yang dilakukan guru untuk mengenali kasus ini. guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. Pemberian Remedial a. terisolir. antara lain: 1) Memeriksa catatan dokumentasi kemajuan akademik siswa. Di sisi lain.4. siswa yang belajar. Lokalisasi dan Analisis Masalah Setelah menentukan siswa yang diduga mengalami kesulitan.. Kesulitan belajar dapat mancakup keseluruhan materi (keseluruhan aspek Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 129 . gagal dalam mata pelajaran tertentu. Temukan siapa siswa yang tampak menarik diri dari pergaulan. depresif. Karena itu. misalnya kegiatan parents day yang melibatkan orangtua siswa. seperti catatan prestasi belajar tiap siswa. atau terancam tidak naik kelas. Beberapa langkah yang dapat dilakukan. antara lain: 1) Memeriksa hasil-hasil ujian siswa yang mengalami kesulitan belajar untuk melihat aspek-aspek kompetensi di mana siswa menunjukkan kinerja rendah. b. atau menunjukkan perilaku salah-suai lainnya. 1. JUMLAH F. Di luar kelas dan sekolah pun para siswa tetap dapat belajar. maka langkah berikut adalah melokalisasi wilayah kesulitan belajar serta menganalisis kemungkinan sumber dan faktor kesulitan belajar yang dialami. Pembelajaran Bahasa Berdasarkan KTSP di Sekolah Menengah Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. berkeinginan untuk sukses.? Intensitas Seberapa intesif aktivitas itu dilakukan? Frekuensi Seberapa kali aktivitas tersebut dilakukan? NILAI PARAF GURU KET Dst. Oleh karena itu. 2) Mengamati perilaku sehari-hari siswa di kelas. masyarakat dan lingungan sekitar sebaiknya menjadi laboratorim untuk belajar. JENIS AKTIVITAS ASPEK EVALUASI Signifikansi Seberapa besar tingkat kebermaknaan aktivitas tersebut bagi mata pelajaran. Identifikasi kasus Identifikasi kasus adalah upaya mengenali siswa yang diduga mengalami kesulitan belajar.. Laporan Aktivitas Siswa di luar Sekolah MPE berasumsi bahwa belajar itu tidak dibatasi oleh dinding kelas. Format Evaluasi Aktivitas Siswa Di luar Sekolah NO. 1. Tentukan siapa siswa yang menunjukkan prestasi belajar rendah.

ataupun tenaga ekternal sekolah. pengaruh teman. perkembangan prestasi belajar. 4) Terkadang terlalu banyak siswa yang membutuhkan pertolongan dan terlalu sedikit tenaga yang ahli atau waktu yang tersedia bagi guru untuk bisa menolong semua siswa. dsb). entry-behavior. guna mengetahui faktor-faktor penyebab timbulnya problem kesulitan belajar siswa yang bersangkutan. informasi tentang cara belajar efektif. penggunaan tutor sebaya didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut: 1) Siswa cenderung lebih suka mengemukakan problem yang dihadapinya kepada teman-teman dekatnya. ataupun kemungkinan adanya problem pribadi yang dialami) atau dari faktor eksternal (seperti cara mengajar guru. melainkan tugas setiap orang. maka guru melaksanakan alternatif bantuan yang telah dipilih itu. sehingga diperlukan adanya bantuan paraprofesional. Menurut Laurence M. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 130 . 3) Menolong bukan hanya suatu ilmu. 3) Mengidentifikasi sumber bantuan lain yang mungkin dibutuhkan untuk menanganani problem yang dialami oleh siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pembelajaran remedial juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan siswa yang lebih unggul sebagai tutor sebaya. Orang awam dalam ilmu menolong. Untuk maksud ini. seringkali memiliki seni dan bakat menolong yang membantunya dalam menolong teman siswa lainnya. Melaksanakan Bantuan dan Pembelajaran Remedial Setelah memutuskan apa yang dapat dan perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Siswa yang bersangkutan mungkin membutuhkan jenis bantuan di luar kapasitas guru sendiri. Pelaksanaan bantuan dapat bersifat individual ataupun kelompok. seperti siswa. dkk. Sumber bantuan bisa merupakan tenaga internal sekolah. melainkan juga sebagai seni dan kiat. kurang lengkapnya peralatan belajar. termasuk dapat dilakukan oleh siswa. iklim belajar di kelas. hasil pengukuran kemampuan siswa yang mengalami kesulitan belajar. d. Penentuan Alternatif Bantuan Langkah berikut adalah menentukan apa yang perlu dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. seperti siswa. Apakah yang dibutuhkan adalah pengajaran remedial. Bramer (Lobby Loekmono. kebiasaan sehari-hari. 2) Menggali informasi dari berbagai sumber mengenai latar kehidupan. 1985). Kesulitan belajar siswa dapat bersumber dari faktor internal siswa (seperti motivasi belajar. c. minat belajar. pemberian bimbingan belajar khusus. kemampuan belajar. atau upaya yang berkaitan dengan penempatan ulang dalam kelompok atau posisi duduk di kelas. sikap dan cara belajar. seperti guru pembimbing atau guru mata pelajaran lainnya. guru dapat melakukan kegiatan berikut: 1) Menaksir tingkat kesulitan problem dan menentukan apa yang dapat dilakukan dan siapa yang tepat membantu siswa tersebut.komptensi dasar) atau sebagian dari materi mata pelajaran (hanya pada komponen kompetensi dasar tertentu). Bantuan juga dapat bersifat integratif dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait dengan munculnya problem siswa yang bersangkutan. 2) Menentukan apa yang dapat dilakukan oleh guru sendiri untuk membantu kesulitan siswa. 2) Menolong bukan hanya tugas dan fungsi orang-orang profesional.

guru perlu melakukan upaya-upaya tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. menganalisis. namun tidak mempengaruhi nilai rapor. (1) jenis. berupa program remedial. tutor sebaya. berkeinginan untuk sukses. tugas-tugas terstruktur biasanya dikumpulkan oleh guru dan disimpan dalam map atau loker khusus. dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk menentukan pengambilan keputusan terhadap tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan. 2. F. Penilaian dan Tindak Lanjut Guna menilai keberhasilan akan layanan bantuan yang telah diberikan. baik berupa remedial bagi siswa yang bermasalah maupun pengayaan bagi siswa yang telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Karena itu. siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberikan tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya. Rangkuman Evaluasi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. laporan kegiatan siswa di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar. termasuk kemungkinan melimpahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar ke sumber bantuan yang lebih tepat. dan (3) teknik. (2) bentuk. guru dapat melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1) Mengamati perilaku sehari-hari siswa untuk mengecek ada tidaknya perubahan positif yang ditunjukkan setelah mendapatkan layanan konseling sebaya. 2) Mewawancarai atau mengedarkan angket kepada mereka guna mengetahui kemajuan yang mereka alami. yaitu: hasil ulangan harian dan ulangan umum. mengerjakan soal yang hasilnya dinilai dan direkam. Di sisi lain. biasanya tersimpan pada buku khusus (catatan anekdot).e. melainkan juga untuk membantu siswa agar mampu mempelajari sesuatu dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan itu (learning how to lern). catatan perilaku harian para siswa. Pelaksanaan evaluasi pembelajaran diharapkan dapat dilaksanakan melalui empat cara. siswa yang belajar. baik oleh guru sendiri ataupun oleh sumber bantuan lainnya. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dalah: perencanaan evaluasi harus berkelanjutan. diskusi. 3) Memeriksa kinerja belajar yang dihasilkan berdasarkan hasil-hasil ujian/tes yang diberikan pasca pemberian bantuan. Yang dimaksudkan alat di dalam tulisan ini adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. meliputi. Nilai tersebut tetap diungkapkan dalam keterangan profil hasil belajar peserta didik. pemilihan teknik evaluasi harus disertai dengan indikator-indikator dan yang akan dinilai serta kriteria penilaiannya. Secara sederhana yang dimaksudkan alat evaluasi adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengukur dan menilai sesuatu hal. Tujuan utama pelaksanaan evaluasi di dalam pembelajaran bukanlah semata-mata untuk mencari informasi tentang hasil belajar siswa. 4) Membuat rencana bantuan lebih lanjut jika itu memang dibutuhkan. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 131 . Tidak semua siswa belajar dengan kecepatan yang sama dan tidak semua siswa dapat menguasai setiap materi. hasil evaluasi dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan. Pemberian Penguatan atau Pengayaan Penguatan pada kompetensi dasar tertentu dilakukan dengan memberi tugas membaca.

Karakteristik dan prinsip-prinsip penilaian apa saja dalam pembelajaran? 3. Komponen proses dan hasil belajar apa saja yang penting dinilai dalam pembelajaran? Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 132 . Penilaian Buatlah desain evaluasi pembelajaran yang berpatokan pada TIU dan TIK yang telah Anda rumuskan dengan terlebih dahulu melakukan analisis butir soal yang mengukur ketiga ranah tujuan pendidikan! Workshop Model Pembelajaran Bahasa – P3G Bahasa Lembar Kerja Guru Evaluasi Pembelajaran Nama : ______________________________________________ Mata Kuliah : ______________________________________________ Bobot : __________________________________________ Pemahaman 1. Apa yang dimaksud Assessmen (Penilaian) otentik? 2.G.

Kemukakan saran-saran anda mengenai komponen lain yang perlu mendapat penilaian dalam pembelajaran. 5. Jika pelaksanaan sistem penilaian dalam pembelajaran berjalan dengan baik. apa estimasi Bapak/Ibu/SMPr(i) terhadap mahasiswa? 8.4. Apa yang dimaksud penilaian portopolio dan pembelajaran portopolio? 6. 7. Tentukan satu kompetensi dasar beserta indikatornya yang akan diukur kemudian buatlah Instrumen penilaiannya dan rubrik skornya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 133 . Jelaskan dengan singkat letak kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam melakukan Assesmen Otentik dalam pembelajaran.

Menghidupkan nilai-nilai .Hidup selaras dan damai . misalnya: .Memahami dinamika kelompok .Memahami keberartian dan tujuan hidup .Rela memaafkan .Rendah hati .Empatik dan peduli pada orang lain .Tegas .INDIKATOR KOMPETENSI PENGIRING (KP) 1.Mampu mengelola perasaan .Memiliki kesadaran diri .Kreatif 2.Adil . Kelompok Perilaku Kecerdasan Spiritual.Berakhlak mulia .Sopan santun Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 134 .Terampil berkomunikasi .Mampu menyelesaian konflik .Taat beribadah .Hormat terhadap sesama . Kelompok Perilaku Kecerdasan Emosional.Mendahulukan kepentingan orang lain ketimbang dirinya sendiri .Memiliki prinsip untuk hidup .Mampu dan bersedia bekerjasama .Keterbukaan diri (self-disclosure) .Bertanggung jawab .Mampu mengambilan keputusan pribadi .Memahami dan menerima perbedaan . misalnya: .Mampu menangani keadaan yang menekan .Menerima keadaan diri (self-acceptance) .Memiliki rasa malu .Jujur .

Apa yang anda maksudkan dengan tindak lanjut _____ Remedial Teaching _____ Pemberian bantuan kepada siswa yang bermasalah saja _____ Pemberian bantuan kepada semua siswa (bermsalah dan berprestasi) _____ Tutor Sebaya _____ Cara Lain sebutkan ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… 2. Dalam melakukan tindak lanjut kepada siswa biasanya anda bersikap bagaiamana ? _____ Menunjukkan _____ Melihat _____ Membantu _____ Mendengarkan _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 135 . sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3. Bagaimana proses pelaksanaan tindak lanjut _____ Identifikasi kasus _____ Lokalisasi dan analisis masalah _____ Penentuan alternatif bantuan _____ Melaksanakan bantuan _____ Penilaian dan tindak lanjut _____ Penyempurnaan program pembelajaran via PTK _____ Cara lain.Pelatihan dan Backstopping MPE UNM Makassar Lembar Kerja Guru Pelaksanaan Tindak Lanjut Nama Mata Pelajaran Kabupaten/Kota  SMP : ______________________________________________ : ______________________________________________ : ______________________________________________  SMA  SMK  SMP Petunjuk: 1.

sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 7. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. Tindak lanjut yang diberikan kepada siswa merupakan _____ Feedback langsung terhadap pribadi _____ Tes obyektif _____ Tes Subjektif _____ Evaluasi pribadi _____ Cara lain. Bentuk tindak lanjut yang anda berikan kepada siswa _____ Simbol _____ Kegiatan _____ Tugas _____ Instruksi _____ Cara lain. Metode yang anda terapkan dalam tindak lanjut _____ Diskusi kelompok kecil _____ Kebebasan mengemukakan pendapat _____ Partisipasi kecil/sedikit dari siswa _____ Partisipasi besar/ fokus pada siswa _____ Cara lain.4. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 136 . Upaya yang biasanya anda lakukan untuk mengenali kasus yang dihadapi siswa. Pendekatan yang biasa anda lakukan dalam proses tindak lanjut _____ Pribadi _____ Sosial _____ Kelompok _____ Kasus _____ Cara lain. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. _____ Prestasi belajar siswa _____ Perilaku siswa dalam pergaulan _____ Pola belajar siswa _____ Cara lain.

9. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Penyelenggara Sertifikasi Guru Rayon 24 Universitas Negeri Makassar 137 . keinginan. dan model pembelajaran yang diinginkan siswa _____ Cara lain. untuk mengetahui minatnya _____ Rintangan apa yang dialami anak dalam pembelajaran _____ Pola belajar yang di inginkan anak _____ Kenali sumber kesulitan anak _____ Susun rencana pembelajaran baru untuk menanggulangi kesulitan anak _____ Cara lain. Langkah-langkah yang anda lakukan dalam lokalisasi dan analisis masalah dalam melaksanakan tindak lanjut adalah : _____ Memeriksa hasil ujian siswa _____ Menanyakan kesulitan siswa dalam belajar _____ Membahas kesulitan siswa(kelompok / individu) _____ Menyimpulkan sasaran dari siswa _____ Alternatif pemecahan dari siswa _____ Temukan minat. Langkah-langkah apa yang anda lakukan dalam penentuan alternatif pemberian bantuan kepada siswa ? _____ Tanyakan kesulitan anak _____ Tanyakan keinginan anak. sebutkan ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful