P. 1
Manual Pengoperasian Perangkat Lunak AHS

Manual Pengoperasian Perangkat Lunak AHS

|Views: 405|Likes:
Published by Farid Hasan R
Analisa Harga Satuan Jalan
Analisa Harga Satuan Jalan

More info:

Published by: Farid Hasan R on Aug 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1. Ruang lingkup
  • 2. Acuan Normatif
  • 3. Istilah dan definisi
  • 4. Rangkuman
  • 5. Persyaratan
  • 5.1 Umum
  • 5.2 Data yang Diperlukan
  • 5.3 Peralatan komputer
  • 5.4 Organisasi
  • 6. Instalasi program
  • 7. Membuka program AHS
  • 8. Membuka Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus
  • 9. Menu utama
  • 10. Masukan data
  • 9.1 Informasi umum
  • 9.2 Quarry dan Basic Price
  • 9.4 Analisa harga satuan dasar bahan
  • 11. Analisa Harga Satuan Pekerjaan
  • 10.1 Major item harga satuan dalam Spesifikasi Umum
  • 10.2 Tahap-tahap metode analisa harga satuan pekerjaan
  • 12. Mobilisasi
  • 13. Kuantitas dan harga atau Bill of Quantity
  • 14. Rekapitulasi
  • 15. Catatan khusus aplikasi AHS
  • Bibliografi

MANUAL PENGOPERASIAN PERANGKAT LUNAK ANALISA HARGA SATUAN (AHS

)

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

Manual Pengoperasian Daftar I s i Daftar I s i ......................................................................................................................... i Kata Pengantar ................................................................................................................ ii 1. 2. 3. 4. 5. Ruang lingkup......................................................................................................... 1 Acuan Normatif ....................................................................................................... 1 Istilah dan definisi .................................................................................................. 1 Rangkuman ............................................................................................................. 3 Persyaratan ............................................................................................................. 4

5.1 5.2 5.3 5.4
6. 7. 8. 9.

Umum ................................................................................................................. 4 Data yang Diperlukan ......................................................................................... 4 Peralatan komputer ............................................................................................. 5 Organisasi ........................................................................................................... 5

Instalasi program .................................................................................................... 6 Membuka program AHS ......................................................................................... 6 Membuka Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus .......................................... 8 Menu utama............................................................................................................. 8

10. Masukan data .......................................................................................................... 9

9.1 9.2 9.3 9.4

Informasi umum ................................................................................................ 10 Quarry dan Basic Price .................................................................................... 11 Analisa harga satuan dasar alat ......................................................................... 16 Analisa harga satuan dasar bahan ..................................................................... 20

11. Analisa Harga Satuan Pekerjaan ......................................................................... 24

10.1 Major item harga satuan dalam Spesifikasi Umum .......................................... 24 10.2 Tahap-tahap metode analisa harga satuan pekerjaan ........................................ 24
12. Mobilisasi .............................................................................................................. 33 13. Kuantitas dan harga atau Bill of Quantity ........................................................... 35 14. Rekapitulasi .......................................................................................................... 36 15. Catatan khusus aplikasi AHS............................................................................... 38 Bibliografi ..................................................................................................................... 43

i

Manual Pengoperasian

Kata Pengantar

Panduan Analisa Harga Satuan No 008-1/BM/2008 merupakan pengembangan dari Panduan Analisa Harga Satuan No. 008/BM/2008 yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum pada tahun 2008. Panduan Analisa Harga Satuan (PAHS), menjelaskan prinsip-prinsip yang menjadi dasar dalam menganalisa harga satuan sebagai dasar pembahasan penentuan harga perkiraan sendiri (HPS), dilengkapi dengan lampiran-lampiran. PAHS dilengkapi dengan perangkat lunak yang berfungsi sebagai alat bantu yang bertujuan memberikan contoh perhitungan yang mengacu pada Panduan Analisa Harga Satuan dan Spesifikasi 2010 dan dilengkapi dengan Manual Pengoperasian serta lampiran lainnya Dengan adanya panduan ini, maka Panduan Analisa harga Satuan No. 008/BM/2008 dinyatakan tidak berlaku lagi. Jakarta, Desember 2010 Direktur Jenderal Bina Marga

Djoko Murjanto

ii

Manual Pengoperasian

Pendahuluan
Perkembangan perangkat lunak AHS secara historis melalui tahap-tahap sebagai berikut: Tahun 1995, perhitungan harga satuan dengan spread sheet berupa perangkat lunak untuk perencanaan jalan, disusun oleh Road Betterment Office (RBO) Sumatera Barat kemudian dikembangkan oleh Dirjen Bina Marga dan dijadikan Panduan Analisa Harga Satuan No. 028/T/BM/1995 dengan mempergunakan program aplikasi Lotus. Tahun 2002, perangkat lunak AHS di kembangkan oleh (Sumatera Road Regional Project) SRRP dan program aplikasi menggunakan Microsoft Excel. Tahun 2007, perangkat lunak AHS dikembangkan berdasarkan spesifikasi teknik Desember 2006 oleh Sub Direktorat Penyiapan Standar dan Pedoman, Direktorat Bina Teknik, Dirjen Bina Marga. Tahun 2008, perangkat lunak AHS dikembangkan berdasarkan spesifikasi teknik Desember 2006 oleh Sub Direktorat Penyiapan Standar dan Pedoman, Direktorat Bina Teknik, Dirjen Bina Marga. Manual Pengoperasian Analisa Harga Satuan (PAHS) ini dimaksudkan sebagai buku panduan dalam pembuatan Engineering/Owner’s Estimate (EE/OE) atau HPS (Harga Perkiraan Sendiri) bagi unsur Pelaksana Pengadaan Jasa Konstruksi. Untuk maksud tersebut Direktorat Jenderal Bina Marga, menerbitkan Panduan Analisa Harga Satuan yang telah disesuaikan dengan Spesifikasi Teknik (Spesifikasi Umum 2010) dan perkembangan teknologi yang berhubungan erat dengan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan/ pembangunan di bidang jalan dan jembatan. Adapun jumllah divisi dalam Spesifikasi Umum 2010 dan perkiraan jumlah mata pembayaran, adalah sebagai berikut: Spesifikasi Umum 2010 No Divisi Umum Drainase Pekerjaan Tanah Pelebaran Perkerasan dan Bahu Jalan Perkerasan Berbutir Perkerasan Aspal Struktur Pengembalian Kondisi & Pekerjaan VIII Minor IX Pekerjaan Harian X Pekerjaan Pemeliharaan Rutin I II III IV V VI VII Jumlah Mata Pembayaran 10 19 18 7 11 47 105 51 20 5

Dalam buku panduan telah dimasukkan koefisien bahan yang dapat dipilih dalam suatu rentang, termasuk pemakaian bahan bakar untuk memanaskan aspal di Unit Pencampur Aspal (UPA). Sejumlah peralatan baru diakomodasikan dalam analisa ini sehingga jumlah peralatan menjadi 52 buah.alat

iii

diperoleh keseragaman dan persamaan metoda dalam proses penyusunan HPS maupun evaluasi harga satuan pekerjaan ( bila diperlukan) pada saat pelaksanaan pekerjaan fisik. iv .Manual Pengoperasian Diharapkan dengan tersedianya Manual ini.

Departemen Pekerjaan Umum. Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Peraturan Presiden Republik Indonesia No 54 tahun 2010.Manual Pengoperasian Bagian II: Manual Pengoperasian perangkat lunak Analisa Harga Satuan Ruang lingkup Manual ini menerangkan bagaimana cara menjalankan perangkat lunak (software) Analisa Harga Satuan menggunakan komputer dalam program spread sheet atau Microsoft Excell. Proses aplikasi dilakukan dalam satu file tetapi bila dibutuhkan dapat menggunakan file lain yang terhubung dengan file AHS (link formula).1 Alat Istilah dan definisi 3. bahan dan peralatan untuk mendapatkan harga satuan satu jenis pekerjaan tertentu 1 dari 37 .1. Peratuarn Menteri PU No. 1. sebagai alat bantu untuk mendapatkan perkiraan harga satuan pekerjaan penanganan jalan dan jembatan di lingkungan Dirjen Bina Marga.2 analisa harga satuan pekerjaan perhitungan kebutuhan biaya tenaga kerja. tentang Pengadaan Barang/Jasa PemerintahIstilah dan definisi 3.2 harga pokok alat harga pembelian peralatan yang bersangkutan sampai di gudang pembeli 3. Edisi Tahuin 2006 Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No.1. Buku 3: Spesifikasi Umum. 43/PRT/M/2007.3 nilai sisa alat (salvage value) nilai (harga) peralatan yang bersangkutan pada saat akhir masa umur ekonomisnya 3. Acuan Normatif Departemen PU (Des 2006). KEP-02/MEN/1996 mengenai Upah Minimum Regional (UMR) pada 25 wilayah di Indonesia.1.1 depresiasi alat adalah penyusutan nilai harga peralatan tiap tahunnya 3. 3. 2.

3 bahan jadi bahan yang merupakan barang jadi (contoh: tiang pancang beton pracetak. parapet beton dan lain-lain) yang diperhitungkan diterima di Base Camp/Gudang atau di pabrik setelah memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya serta biaya pemasangan (bila diperlukan) 3. jam.Manual Pengoperasian 3. harga satuan.3 bahan 3. upah tenaga kerja (jam. zak. atau bahan yang diterima di gudang atau base camp yang diperhitungkan dari sumber bahan.3. mata uang. setelah memperhitungkan ongkos bongkar-muat dan pengangkutannya 3. dsb) c.3. pasir dan lain-lain). bulan. dsb) b. kerb beton. hari. misalnya: a. hasil kali volume dengan harga satuan setiap jenis pekerjaan dan jumlah seluruh hasil pekerjaan sebagai total harga pekerjaan 3. bahan/material (m. agregat halus dan lain-lain) 3.2 bahan olahan bahan yang merupakan produksi suatu pabrik tertentu atau plant atau membeli dari produsen (contoh: agregat kasar. disertai keterangan mengenai volume dan satuan setiap jenis pekerjaan.3.1 bahan baku bahan di suatu lokasi tertentu atau sumber bahan (quarry) dan merupakan bahan dasar yang belum mengalami pengolahan (contoh: batu.6 Harga Satuan Dasar (HSD) harga komponen dari mata pembayaran dalam satuan tertentu. ton.5 Harga Perkiraan Sendiri (HPS) atau Owner’s Estimate (OE) perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang dihitung secara profesional oleh panitia dan disahkan oleh pejabat pembuat komitmen. hari. kg.4 Daftar Kuantitas dan Harga atau Bill of Quantity (BOQ) daftar rincian pekerjaan yang disusun secara sistimatis menurut kelompok/bagian pekerjaan. m2. m3. dsb) 2 dari 37 . yang digunakan sebagai salah satu acuan di dalam melakukan evaluasi harga penawaran 3. peralatan (unit.

10 metode kerja cara kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan/ bagian pekerjaan tertentu sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan dalam dokumen lelang 3.1 harga satuan dasar alat besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen biaya alat yang meliputi biaya pasti.6. gambar disain dan harga satuan dasar (HSD) komponen utama biaya langsung seperti 3 dari 37 .3 harga satuan dasar tenaga kerja jumlah biaya yang dikeluarkan pada komponen tenaga kerja untuk memproduksi satu satuan pengukuran pekerjaan tertentu 3. bahan dan peralatan) dan biaya operasional atau tidaklangsung (biaya umum atau over head. Rangkuman Manual pengoperasian analisa harga satuan menguraikan suatu tahap-tahap perhitungan harga satuan pekerjaan (HSP) yang secara teknis dirinci berdasarkan suatu metode kerja dan asumsi-asumsi yang sesuai dengan ketentuan dalam suatu spesifikasi teknik. termasuk pajak-pajak 3.2 harga satuan dasar bahan besarnya biaya yang dikeluarkan pada komponen bahan untuk memproduksi satu satuan pengukuran pekerjaan tertentu 3. dan lain sebagainya 4.7 harga satuan pekerjaan biaya yang dihitung dalam suatu analisa harga satuan suatu pekerjaan. akuntansi. biaya tidak pasti atau operasi. yang terdiri atas biaya langsung (tenaga kerja. pelatihan dan auditing. biaya perbaikan dan biaya operatornya 3. biaya bengkel dan biaya upah.Manual Pengoperasian 3.8 lokasi pekerjaan tempat suatu pekerjaan dilaksanakan 3.11 over head biaya yang diperhitungkan sebagai biaya operasional dan pengeluaran biaya kantor pusat yang bukan dari biaya pengadaan untuk setiap mata pembayaran. biaya iklan. perijinan. biaya manajemen.9 mata pembayaran jenis pekerjaan yang secara tegas dinyatakan dalam dokumen lelang sebagai bagian dari pekerjaan yang dilelang yang dapat dibayar oleh pemilik (owner) 3.6. humas dan promosi. dan keuntungan) sebagai mata pembayaran suatu jenis pekerjaan tertentu.6. registrasi.

Proses aplikasi dilakukan dalam satu file tetapi bila dibutuhkan dapat menggunakan file lain yang dapat terhubung (linked) dengan file AHS. serta melakukan pertimbangan teknis (Engineer’s judgement) terhadap situasi dan kondisi lapangan. baik untuk kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan. Perhitungan harga yang disusun dapat dipertanggung jawabkan secara teknis. diperlukan data antara lain : • Spesifikasi. Lokasi dan Spesifikasi Analisa Produktifitas (A + B) Harga Satuan Pekerjaan = (A+B) + PPn Gambar 1 Komponen Harga Satuan Pekerjaan 5. A: Biaya Langsung B: Biaya Tidak Langsung Bahan Alat Tenaga Kerja B1: Biaya Umum (Over Head) B2: Keuntungan Metode Kerja. maupun peningkatan dan pembangunan jalan dan jembatan. Persyaratan 5. Dalam penerapan perhitungan analisa harga satuan.1 Umum Dalam membuat analisa harga satuan tiap-tiap satuan pengukuran memerlukan asumsi metoda pelaksanaan pekerjaan atau cara kerja yang digunakan sehingga rumusan analisa harga satuan yang diperoleh mencerminkan harga aktual di lapangan. Peraturan-peraturan dan Ketentuan-ketentuan yang berlaku. Contoh perhitungan dalam manual ini tertuang dalam perangkat lunak tetapi perlu diperhatikan bahwa contoh ini tidak mewakili kondisi untuk seluruh daerah di Indonesia. Alat dan TK. Peraturan dan Ketentuan yang berlaku • Data Kegiatan pekerjaan 4 dari 37 . HSD Bahan.2 Data yang Diperlukan Untuk menganalisa perkiraan harga satuan dengan menggunakan AHS.Manual Pengoperasian tergambar dalam Gambar 1. harus menyesuaikan dengan Spesifikasi. • • 5. Beberapa prinsip utama AHS antara lain: • • Penyeragaman dalam metoda analisa perkiraan harga satuan di lingkungan Dirjen Bina Marga.

3 Data EE (Estimate Engineering) dan Gambar rencana Peta Quarry. Organisasi Program ini menggunakan spread sheet dalam program Microsoft Office Excel. dan Program Microsoft Office Excel. Data Sumber Material (bahan dll) Data Harga Satuan Dasar (bahan. File terdiri atas beberapa lembar (Sheet) yang masing-masing diberi nama sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) Informasi Major % Rekap Mobilisasi BOQ D2 D3 D4 D5 D6 D6 ASBT D7(1) D7(2) D7(3) D9 : berisi informasi umum mengenai Kegiatan Pekerjaan dll : berisi urutan item yang merupakan Pekerjaan Major : berisi persentase pekerjaan Major : berisi Rekapitulasi Biaya : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 1 : berisi Daftar Kuantitas dan Harga : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 2 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 3 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 4 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 5 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 6 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 6 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 7 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 9 Perhitungan Mobilisasi Alat : berisi uraian kebutuhan alat yang dimobilisasi D8(1) dan D8(2): berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan Divisi 8 D10 LS-Rutin dan D10-Analisa HSP: berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan 5 dari 37 . bahan olahan dan bahan jadi) Data Harga Alat Data Upah (tenaga kerja) Peralatan komputer Perangkat keras (Hardware) yang diperlukan untuk menjalankan program ini dianjurkan mempunyai komponen minimum sebagai berikut: • • • • 5.Manual Pengoperasian • • • • • • 5.4 CPU Intel Pentium 3 RAM dianjurkam 1 GB Perangkat Lunak (Software) yang diperlukan untuk menjalankan program adalah “Microsoft Window termasuk Office 2003” ke atas.

caranya dengan menyorot file AHS kemudian Klik kanan mouse. tanda pada Read Only dihilangkan kemudian klik Apply. Tampilan yang pertama kali terlihat adalah tampilan security warning (gambar 2). tombol yang dipilih tombol Enable macros . Apabila media yang akan dikopi dari CD.apabila menyetujui ketentuan yang tertuang pada lembar 6 dari 37 . cari file “AHS SPEK edisi 2010 “. pilih properties. tombol yang dipilih tombol Setuju . CATATAN 1: Selama mengoperasikan AHS dilarang memakai fasilitas DELETE / INSERT ROW dan COLUMN kecuali sudah yakin tidak mempengaruhi formula dan link formulanya. tekan enter atau click mouse dua kali. Membuka program AHS Untuk membuka program ini dapat dilakukan dengan 2 cara: Cara Pertama : Melalui fasilitas Windows. File open cari file “AHS SPEK edisi 2010. Cara kedua : Melalui fasilitas Windows Explorer. 7. cara mengkopi sama tetapi properties Read Only harus dirubah. kemudian tampilan Disclaimer (gambar 3).0 ke dalam computer. Instalasi program Perangkat lunak program Analisa Harga Satuan dikemas dalam compact disk (CD) dan dapat digandakan ke dalam flask disk. sehingga cara menginstalnya sangat sederhana yaitu cukup mengcopy Sub Direktory PAHS versi 2.Manual Pengoperasian Divisi 10 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) D10 Kuantitas : berisi Kuantitas Pekerjaan Divisi 10 4-Basic Price : berisi Harga Satuan Dasar Upah dan Bahan : berisi Analisa Pengadaan Bahan Baku 4-Analisa quarry 4-Formulir Harga Bahan : berisi uraian Analisa harga bahan 5-Alat(1) dan 5-Alat(2): berisi Analisa Biaya Sewa Alat Agg Halus & Kasar : berisi Analisa Harga Satuan Dasar Bahan Olahan Agregat Halus dan kasar Agg A Agg B Agg C Agg S : berisi Analisa Harga Satuan Agregat A : berisi Analisa Harga Satuan Agregat B : berisi Analisa Harga Satuan Agregat C : berisi Analisa Harga Satuan Agregat S 6.xls“ ( Enter ). buka Microsoft Excel.

Manual Pengoperasian Disclaimer. Khusus untuk komputer yang mempergunakan Microsoft office 2007 (Widows Vista). maka tidak perlu lagi “macro”. pindah ke ”Enable this Content”. klik tombol “OK”. apabila tidak berhasil cara yang lain dengan merubah Macro Security. Gambar 2 Peringatan 7 dari 37 . menjadi medium. sesudah memanggil perangkat lunak Analisa Harga Satuan. apabila sudah disimpan dengan nama lain. tahapan ini hanya untuk awal pembukaan. klik dulu “option”.

Manual Pengoperasian Gambar 3 Disclaimer Membuka Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus Sesudah membuka file “AHS SPEK edisi 2010 “ kemudian file Analisa Harga Satuan Spesifikasi Khusus di panggil (open). 8 dari 37 . 9. Menu utama Sebelum memulai mempelajari langkah pengoperasian. Berikut ini disajikan bagan alir proses pengoperasian AHS. 8. diharapkan terlebih dahulu mempelajari Buku Panduan Analisa Harga Satuan dan Buku Peralatan. file ini mempunyai link formula dengan file “AHS SPEK edisi 2010 “. Bagan alir pengoperasian AHS menjadi dasar pengoperasian analisa harga satuan dalam tahap berikutnya di buku ini.

HARGA PEKERJAAN DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA (BILL OF QUANTITIES) URAIAN ANALISA PEK. DEMOBILISASI 5. UPAH (U) 2. Masukan data Sesuai dengan bagan alir pada Gambar 4. HARGA SATUAN PEKERJAAN 3. LABORATORIUM 3. PERALATAN 2. UPA (E) ANALISA HARGA SATUAN 1. 1. AGR. KE LOKASI PEK. AGREGAT KELAS A 2. JUDUL PROYEK (E) 2. KOEF ALAT 4. tahapan berikutnya adalah masukan data ke dalam software AHS 9 dari 37 . AGREGAT KELAS B 2. BAHAN (U) ANALISA ALAT 1.Manual Pengoperasian BAGAN ALIR OPERASIONAL PAHS Mulai INFORMASI UMUM 1. INFROMASI LAINNYA QUARRY & BASIC PRICE 1. BUNGA PINJAMAN (U) 2. ASUMSI / FAKTOR (E) 2. JENIS (E) 2. JUMLAH HARGA PPN 3. MOB. BAHAN 4. BASE CAMP 4. TOTAL HARGA YA SELESAI Gambar 4. KSAR & HALUS 2. (E) 3. AGREGAT KELAS C YA URAIAN ANALISA PEK. 1. KOEF. KOEF. JUMLAH HARGA TIDAK PERIKSA REKAPITULASI 1. JARAK ANGKUT BC. PERKIRAAN KUANTITAS (E) 2. ALAT 5. BAHAN 3. METODE RELAKS. OVERHEAD + PROFIT 5. UMUR (E) 4. 3. UPAH 2. KAPASITAS (E) 3. DLL 1. HARGA POKOK (U) BIAYA SEWA / JAM ANALISA PRODUKSI TIDAK PERIKSA 1. Bagan Alir Pengoperasian AHS 10.

terutama terhadap sel-sel yang dalam Lembar D2. maka di layar monitor akan muncul sejumlah nama “Sheet” atau “Lembar”.4: Organisasi. Open.xls dan.Manual Pengoperasian 9.xls. Pada bagian bawah Gambar 5 terlihat nama lembar lainnya sebanyak 31 lembar. karena ada sel berhuruf warna hitam dan sel yang berhuruf warna biru. antara lain umumnya menampilkan INFORMASI UMUM. sesuai yang diuraikan dalam 5. seperti dalam Gambar 5. serta ringkasan metode pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi Teknik. dengan mengklik file AHS SPEK edisi 2010.1 Informasi umum Sesudah AHS di copy kedalam Harddisk kemudian buka file AHS SPEK edisi 2010. 10 dari 37 . Gambar 5 : Cuplikan Lembar: INFORMASI Tampilan pertama dalam lembar INFORMASI UMUM harus diisi sesuai dengan data kegiatan pekerjaan dan asumsi lokasi base camp. Data yang dimasukan ada yang berupa masukan atau keterangan. Lembar D3 dan seterusnya. Untuk mempermudah masukan data dalam software ini harus memperhatikan sel yang akan diubah datanya. Data yang dimasukan akan mempengaruhi perhitungan atau berinteraksi terhadap lembar lain.

Gambar 6b: Harga satuan dasar bahan. Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE 11 dari 37 .2 Quarry dan Basic Price Quarry dan Basic Price terdapat dalam Lembar 4-BASIC PRICE dan Lembar 4: ANALISA QUARRY.Manual Pengoperasian 9. dan Gambar 6c: Harga satuan dasar alat. Gambar 6a. Lembar 4: BASIC PRICE berisi data isian seperti terlihat pada Gambar 6a: Harga satuan dasar upah.

Manual Pengoperasian Gambar 6b : Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE 12 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 6c : Contoh cuplikan Lembar 4-BASIC PRICE Pada Gambar 6a. 13 dari 37 . Gambar 6b dan Gambar 6c menunjukkan data yang harus dimasukan ke dalam Lembar 4: BASIC PRICE.

Gambar 6a : Contoh cuplikan Lembar 4-ANALISA QUARRY 14 dari 37 . Lembar 4: ANALISA QUARRY berisi data isian seperti terlihat pada Gambar 6a. seperti ditunjukkan dalam Gambar 7a.Manual Pengoperasian Harga alat akan langsung dilink ke Lembar 5: ANALISA ALAT.

Manual Pengoperasian Gambar 6b : Contoh cuplikan Lembar 4-ANALISA QUARRY 15 dari 37 .

Manual Pengoperasian Data yang dimasukan ke dalam Analisa Quarry dalam Gambar 4a. sehingga akan mempengaruhi perhitungan Harga Satuan yang ada pada sel-sel dalam halaman lembar yang bersangkutan dan lembar lainnya. 13 . 39 . 6. 28 . 2. 33 . berisi asumsi-asumsi yang digunakan untuk perhitungan Analisa harga satuan pasir pasang Urutan kerja atau metode kerja untuk menghasilkan suatu jenis pekerjaan Pasir pasang yang sesuai dengan spesifikasi Asumsi Alat yang digunakan 9. 8. dengan jenis alat yang dapat dipilih adalah sebagai berikut: 1. Gambar 6a dan Gambar 6b adalah contoh HSD Pasir Pasang.3 Analisa harga satuan dasar alat Analisa alat terdapat dalam Lembar 5: Alat(1) dan Lembar 5: Alat(2) Lembar 5: Alat(1) dan Lembar: Alat (2) berisi: • Uraian Analisa Alat. 11 . 30 31 . 29 . 35 . 9. 38 .8 TON DUMP TRUCK 10 . 3. 12 . 32 . Pada lembar ini dimasukan data yang diperlukan dari setiap bahan dan harga. Perhitungan Analisa Harga Satuan membutuhkan masukan data antara laian : • • • Asumsi. 4. 5.12 TON EXCAVATOR 80-140 HP FLAT BED TRUCK 3-4 M3 GENERATOR SET MOTOR GRADER >100 HP TRACK LOADER 75-100 HP WHEEL LOADER 1.6 E01 E02 E03 E04 E05 E06 E07 E08 E09 E10 E11 E12 E13 E14 E15 26 . 14 . akan mempengaruhi rumus-rumus pada perhitungan yang ada di Lembar 4: ANALISA QUARRY dan lembar lainnya.6 M3 CRANE 10-15 TON DUMP TRUCK 6 . 7. 37 . 36 . 34 . 40 JACK HAMMER FULVI MIXER CONCRETE PUMP TRAILER 20 TON PILE DRIVER + HAMMER CRANE ON TRACK 35 TON WELDING SET BORE PILE MACHINE ASPHALT LIQUID MIXER TRONTON COLD MILLING MACHINE ROCK DRILL BREAKER COLD RECYCLER HOT RECYCLER AGGREGATE (CHIP) E26 E27 E28 E29 E30 E31 E32 E33 E34 E35 E37 E36 E38 E39 E40 16 dari 37 . 15 ASPHALT MIXING PLANT ASPHALT FINISHER ASPHALT SPRAYER BULLDOZER 100-150 HP COMPRESSOR 40006500 L\M CONCRETE MIXER 0. 10 .0-1. 27 .30.

SLIP FORM PAVER 43 CONCRETE PAN TIRE ROLLER 8-10 T. 16 . E19 . ASPAHLT TANKER 46 STONE CRUSHER E21 . MIXER VIBRATORY ROLLER 544 8 T.Manual Pengoperasian . CEMENT TANKER WATER PUMP 70-100 47 CONDRETE MIXER mm E22 . BORE PILE MACHINE 51 CRANE ON TRACK 75. SPREADER 41 ASPHALT E16 . 18 . VIBRATING RAMMER 49 TRUK MIXER PEDESTRIAN ROLLER E24 . DISTRIBUTOR 42 TANDEM ROLLER 6-8 T. 25 . 20 . M3 THREE WHEEL ROLLER 6-8 T E41 E42 E43 E44 E45 E46 E47 E48 E49 E50 E51 17 dari 37 . 17 . 100 TON Analisa biaya sewa peralatan per jam kerja (1) Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja. 19 . 23 . E23 . (350) WATER TANKER 300048 4500 L. E17 . 24 . CONCRETE BREAKER 45 CONCRETE VIBRATOR E20 . 22 . E18 . (AGITATOR) 50 TAMPER E25 . • • . 21 .

Manual Pengoperasian Gambar 7a Cuplikan Lembar: ANALISA ALAT untuk Asphalt Mixing Plant (AMP) Pada saat inputing data harus mengasumsi spesifikasi alat yang akan digunakan. Hasil dari Uraian Analisa Alat disusun secara otomatis (links formula) menjadi Tabel Analisa biaya sewa peralatan per jam kerja dan Tabel Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja (gambar 5b dan 5c). 18 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 7b Cuplikan Biaya Pasti alat pada analisa biaya sewa peralatan per jam kerja (1) Gambar 7c : Cuplikan Daftar biaya sewa peralatan perjam kerja 19 dari 37 .

4 Analisa harga satuan dasar bahan Analisa produksi terdiri dari lembar Agg Halus & Kasar. dan Agg C Gambar 8a : Cuplikan dari Lembar: AGG HALUS & KASAR 20 dari 37 . Agg A.Manual Pengoperasian 9. Agg B.

Manual Pengoperasian Gambar 8b : Cuplikan dari Lembar: Agg A 21 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 8c : Cuplikan dari Lembar Agg B 22 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 8d : Cuplikan dari Lembar Agg C Masukan data harus memperhatikan spesikasi yang berlaku dan metode konstruksinya. Setelah melakukan proses Analisa Produksi. maka dilakukan pemeriksaan terhadap semua lembar yang sudah diisi datanya. Bila sudah benar maka proses dilanjutkan ke tahap berikutnya 23 dari 37 . Bila terjadi kesalahan maka periksa lagi dari awal sesuai dengan Gambar 1.

Manual Pengoperasian 11. Spesifikasi. yang terdiri atas divisi-divisi. alat dan upah dapat dianalisa dan pada akhirnya harga satuan dapat ditentukan. Sesudah Asumsi dan Metode Kerja selesai maka komponen bahan. maka langkah berikutnya adalah memasukan data ke dalam lembar-lembar uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan. masing-masing dalam Lembar-lembar sebagai berikut : D2 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 2 D3 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 3 D4 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 4 D5 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 5 D6 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 6 D6 ASBT : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 6 D7(1) : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7 D7(2) : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7 D7(3) : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 7 D8 (1) : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 8 D8 (1) : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 8 D9 : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 9 D10 LS-Rutin : berisi Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam Divisi 10 D10 Kuanitas : berisi Kuantitas Pekerjaan dalam Divisi 10 D10 Analisa HSP: berisi uraian Analisa Harga Satuan Pekerjaan dlm Divisi 10 10.2 Tahap-tahap metode analisa harga satuan pekerjaan Pada prinsipnya Metode perhitungan Analisa Harga Satuan Divisi 2 sampai Divisi 8 dapat dirangkum seperti pada Gambar 9. Asumsi: • Jenis Pekerjaan • Lokasi • Material (Spesifikasi) • Informasi lain Metode Kerja: • Jenis Alat • Cara Pelaksanaan • Informasi lain Analisa Harga Satuan Dasar (HSD): • Komponen Bahan • Komponen Alat • Komponen Upah Analisa Harga Satuan Pekerjaan Overhead dan Profit Harga Satuan Pekerjaan (HSP) Gambar 9 Metode perhitungan Analisa Harga Satuan 24 dari 37 .1 Major item harga satuan dalam Spesifikasi Umum Sesudah melalui tahapan masukan data sesuai dengan Pasal 9. Ketentuan dan Peraturan yang berlaku serta pertimbangan teknis terhadap situasi dan kondisi lokasi pekerjaan disamping halhal lain yang berkaitan dengan Perhitungan Analisa Harga Satuan. Analisa Harga Satuan Pekerjaan 10. Pengisian Asumsi dan Metode Kerja harus memperhatikan Gambar Rencana.

untuk analisa galian drainase.Manual Pengoperasian Salah satu contoh proses uraian analisa harga satuan pekerjaan ditunjukkan pada Gambar 10 di bawah ini. Gambar 10a Cuplikan dari Lembar: D2. saluran dan saluran air 25 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 10b Cuplikan dari Lembar: D2. 26 dari 37 . Rekaman Analisa HSP Untuk pekerjaan galian drainase. saluran dan saluran air .

seperti ditunjukkan pada Gambar 10b. sesuai dengan ketentuan yang berlaku Contoh perhitungan analisa harga satuan Divisi 9: Pekerjaan Rutin disajikan dalam Gambar 11a untuk kendaraan Dump Truck. 27 dari 37 . − Seluruh data direkam secara otomatis dalam Formulir Standar Analisa Harga Satuan Pekerjaan (HSP). • Untuk mendapatkan Harga Satuan Pekerjaan harus dimasukan juga Overhead dan profit. Dalam proses masukan data harus memperhatikan metode konstruksi dan spesifikasi teknik yang berlaku. dan tenaga kerja yang masing-masing dihitung dari Harga Satuan Dasar (HSD) setiap komponen. dan Gambar 11b hasil rekaman harga satuan pekerjaan tanah. kecuali untuk Alat Bantu yang satuannya lumpsum. serta memperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Data di kolom Harga Satuan yang terhubung (link formula) dengan Lembar 4Basic Price dan lembar lain sesuai kebutuhan. Pada lembar ini semua data merupakan data yang terhubung dengan lembar lain.Manual Pengoperasian Perhitungan Analisa harga satuan Divisi 2 sampai dengan Divisi 8 mempunyai metode perhitungan yang sama yaitu mengikuti urutan dalam Gambar 7. yaitu − Asumsi − Urutan kerja/Metode kerja − Pemakaian bahan. alat.

analisa HSP harian menggunakan kendaraan Dump Truck.Manual Pengoperasian Gambar 11a Cuplikan Lembar: D9. Kap 3-4 m3. 28 dari 37 .

rekaman analisa HSP harian menggunakan Dump Truck Kap 3-4 m3 29 dari 37 .Manual Pengoperasian Gambar 11b Cuplikan Lembar: D9.

Lembar: D10 Kuantitas dan Lembar: D10 Analisa HSP. dan Gambar 12c. Gambar 12a : Cuplikan Lembar: D10 LS-Rutin. rekaman analisa HSP pemeliharaan rutin perkerasan 30 dari 37 . dan beberapa contoh analisa disajikan dalam Gambar 12a.Manual Pengoperasian Perhitungan analisa harga satuan Divisi 10 diuraikan pada Lembar: D10 LS-Rutin. Gambar 12b.

Manual Pengoperasian Gambar 12b : Cuplikan Lembar: D10 Kuantitas. hasil analisa HSP pemeliharaan rutin perkerasan dengan pembayaran Lumpsum 31 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 12c Cuplikan Lembar: D10 Analisa HSP pondasi Agregat Kelas B untuk pekerjaan rutin 32 dari 37 .

Hasil perhitungan disajikan dalam Gambar 13. Gambar 13a: Cuplikan Lembar: Mobilisasi 33 dari 37 .Manual Pengoperasian 12. Mobilisasi Uraian Analisa HSP Mobilisasi diuraikan dalam 2 lembar. yaitu Lembar: Mobilisasi dan Lembar Perhitungan Mobilisasi Alat.

Manual Pengoperasian Gambar 13b: Cuplikan Lembar Mobilisasi (lanjutan) 34 dari 37 .

Manual Pengoperasian Gambar 13c: Cuplikan Lembar: Perhitungan Mobilisasi. Kuantitas dan harga atau Bill of Quantity Daftar Kuantiítas dan Harga disusun dalam Lembar: BOQ dan ditunjukkan dalam Gambar 14. untuk beberapa alat 13. 35 dari 37 .

termasuk data kuantiítas pekerjaan yang dihitung dari Engineering’s Estimate. dan disajikan dalam Gambar 15. Rekapitulasi Rekapitulasi seluruh kuantitas dan harga yang diperoleh disusun dalam Lembar: Rekap. 36 dari 37 . yang seluruhnya secara otomatis terhubung dengan Lembar: Informasi dan Lembar: BOQ. 14. disajikan secara otomatis dari seluruh hasil perhitungan HSP.Manual Pengoperasian Gambar 14 Cuplikan Lembar: Daftar Cuantiítas dan Harga atau BOQ Daftar kuantitas dan harga (BOQ).

Manual Pengoperasian Gambar 15 Cuplikan Lembar: Rekap 37 dari 37 .

Seksi 1. 3. SE Menteri PU 1996 Radinal Mochtar. Ambil contoh EINRIP sebagai rincian dari kebutuhan ini. bahwa OHP untuk OE adalah maksimum 10%. Pengaku Horizontal danVertikal (termasuk aksesori) Rambu Peringatan Lain-lain Asumsi lokasi penutupan setengah lebar jalan adalah sepanjang 300 m. Uraian Lampu Berkedip Penghalang Lalu Lintas (Jenis Beton) Penghalang Lalu Lintas (Jenis Plastik) Detachable Pedestrian Barrier (Including Concrete Footing) Pemandu Lalu Lintas (Pengibar Bendera) Pengawas Keselamatan (KMLK) Papan Rambu Lalu Lintas (termasuk tiang dan pondasi telapak baton) Lampu Tali Marka Punggung (lebar 150 mm. 38 dari 37 M Buah Satuan jumlah Buah Buah Buah Buah Orang-Hari Orang-Hari Buah M M Buah . Jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah selama masa pelaksanaan (jika tidak ada data maka diambil 1 tahun). Untuk fasilitas Direksi Pekerjaan (PPK) seperti kantor. 2.4 Fasilitas dan Pelayanan Pengujian tidak dibayar terpisah maka kebutuhan ini harus ditampung dalam Mata Pembayaran 1. Contoh : 1 laboratorium butuh 2 teknisi dan 6 tenaga kerja kasar selama masa pelaksanaan. Dengan demikian. Menerus Berwarna Kuning) Pelat Baja (4 x 8 x ¾) Jala Keselamatan dengan diameter 50 mm. Dengan demikian dalam Breakdown masingmasing Mata Pembayaran akan ditambahkan Pemeliharaan sebesar x %. karena sudah termasuk dalam masing-masing Harga Satuan. terdapat (D) Fasilitas Laboratorium dan Layanan yang dirinci dari no. Dalam Seksi 1. maka dihitung berapa persen terhadap seluruh Kontrak (x %). diperoleh seperti contoh diatas). 4 Dukungan Layanan (Lump Sum. kebutuhan tenaga ini dimasukkan dalam (D) sebagai no.Manual Pengoperasian 15. 1 s/d 3. Terdapat 2 team yang bekerja secara simultan. tenaga kerja (terampil maupun tidak) harus disediakan dalam perhitungan. disebutkan bahwa fasilitas ini disediakan dalam Kontrak terpisah (maksudnya untuk Konsultan).2 Mobilisasi. Dalam Spesifikasi.8 Pemeliharaan Lalu Lintas tidak dibayar terpisah. Dalam Perhitungan Mobilisasi. Dalam perhitungan. tempat tinggal dan kendaran harus seijin Eselon I. setelah nilai kebutuhan diatas diperoleh. Catatan khusus aplikasi AHS 1.

Tidaklah mungkin setiap proyek mempunyai koefisien tenaga kerja dan peralatan yang sama. undersize percentage diambil 75%.58 Ton/jam 0 – 5 mm = 15% = 15%/87% * 90 Ton/jam = 15. 20 mm dan 40 mm Dari ukuran saringan yang terpasang serta dari setting bukaan Jaw Crusher.21 Ton/jam Jenis pemecah dipilih : Cone Crusher Kapasitas 40 ton/jam pada setting 20 mm.17 Ton/jam 39 dari 37 .13% = 65% = 65%/78% * 36. 5. akan diperoleh garis grafik ∂ (yang terdekat dengan tititk potong). Abstrak. Contoh Perhitungan Produksi Peralatan Pemecah Batu (Stone Crusher) Jenis Crusher : JAW CRUSHER Kapasitas 90 Ton per jam pada setting bukaan 80 mm (berdasarkan data dari pabrik).32% = 20% = 20%/87% * 90 Ton/jam = 20. koefisien bahan umumnya sudah fix (atau dalam rentang). Dalam hal ini. 40 – 80 mm = 87% . Perhitungan Produksi Agregat Primary Crusher Setting 80 mm. dari setting pemilihan undersize 75 % ditemukan garis grafik pada sieve analysis produk Cone Crusher garis C (yang terdekat dengan titik potongnya). Perlu diperiksa berapa lama masa pelaksanaan dan berapa panjang ruas dalam Kontrak (Dokumen Lelang termasuk Gambar Rencana) sehingga apakah wajar jika kita memutuskan untuk menambah team karena space untuk bekerja itu sangat terbatas. pada grafik Sieve Analysis Produk Jaw Crusher.. jenis batu lime stone dan under size percentage = 85% (dari tabel).52 Ton/jam Secondary Crusher Agregat yang dipecah adalah ukuran 40 – 80 mm. Jenis batu yang dipecah : LIME STONE Uhuran saringan terpasang : 5 mm. Misalnya seperti jalan tol yang hanya dapat dikerjakan pada malam hari. yaitu 0 – 5 mm. sejumlah 36. komponen utama dalam AHS adalah bahan. tentunya durasi kerja alat (tahunan) tidak boleh diambil terlalu tinggi. sedangkan koefisien tenaga kerja dan peralatan akan sangat bervariasi. yaitu crusher kedua (secondary) dan crusher ketiga (testierry).15% = 15% = 17%/87% * 90 Ton/jam = 17. Sedangkan agregat ukuran 20 – 40 mm dan ukuran 40 – 80 mm tidak diperlukan. Kebutuhan bahan tidak boleh menyimpang dari Spesifikasi.Manual Pengoperasian 4.69 Ton/jam 5 – 20 mm = 32% . Dari data diatas. Ukuran Agregat yang dihasilkan adalah ukuran 0 – 5 mm dan 5 – 20 mm Produksi agregat dari secondary : 5 – 20 mm = 78% .21 Ton/jam 20 – 40 mm = 52% . Produksi agregat : lihat garis ∂ pada grafik. sehingga harus dipecah lagi dengan menggunakan crusher lain.21 = 30. Crusher kedua (secondary) akan memecah kembali agregat ukuran 20 – 40 mm sedangkan crusher ketiga (testierry) akan memecah agregat ukuran 40 – 80 mm. Dalam hal ini. ukuran agregat yang dihasikan adalah : 0 – 5 mm 5 – 20 mm 20 – 40 mm 40 – 80 mm Ukuran agregat yang banyak diperlukan adalah dari ukuran halus. 6.52% = 35% = 35%/87% * 90 Ton/jam = 36. sedangkan tenaga kerja dan peralatan yang digunakan tergantung dari metode pelaksanaan yang akan digunakan dan kondisi masing-masing proyek/lokasi. tenaga kerja dan peralatan (termasuk bahan bakar dan operator).

Alternatif yang lebih baik adalah secondary dan tertiery crusher diganti dengan Impact Crusher dengan fungsi yang tetap sebagai secondary dan tertiery crusher. jenis pemecah yang dipilih Cone Crusher kapasitas 25 ton/jam pada seting 2 mm undersize persentage 75% Garis grafik adalah garis C Ukuran agregat yang dihasilkan adalah ukuran 0 – 5 mm .69 Ton/jam. Produksi agregat dari tertierry : 5 – 20 mm = 78% .04 Ton/jam Tertierry Crusher Agregat yang dipecah adalah ukuran 20 – 40 mm produksi dari Primary crusher sejumlah 20.52 + 6. Untuk memperoleh agregat yang lebih kecil bisa dicapai cara mempercepat putaran palunya.58 + 30.24 = 64.21 = 6.45 = 25.69 = 17.Manual Pengoperasian 0 – 5 mm = 13% = 13%/78% * 36.04 + 3.45 Ton/jam Total produksi agregat : Ukuran 5 – 20 mm = 17.17 + 17. 40 dari 37 .13% = 65% = 65%/78% * 20.01 Ton/jam Catatan : Untuk memperbesar produksi agregat halus ( 0 – 5 mm ) dapat diperoleh dengan pemecahan kembali agregat 5 – 20 mm memakai Impact Crusher kapasitas + 65 ton/jam. 5 -20 mm.99 Ton/jam Ukuran 0 – 5 mm = 15.69 = 3.24 Ton/jam 0 – 5 mm = 13% = 13%/78% * 20.

Manual Pengoperasian 41 dari 37 .

Manual Pengoperasian 42 dari 37 .

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 43/PRT/M/2007 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Pusat Litbang Jaan dan Jembatan (2006). tahun 2004 Specifications and Application Handbook Edition 15. Leaflets / Brochures Data Spesifikasi Peralatan AMP. Peurifoy and Garold D.Manual Pengoperasian Bibliografi Bahan Bacaan dan Refensi Analisa Harga Satuan SRRP. Stone Crusher dari PT. KOMATSU 1996 Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan Tahun 2005. Equipment. Bukaka untuk AMP. HAMM dan VOGELE Mc Graw-Hill tahun 2006. Oberlender. Rutraindo Leaflets / Brochures Data Spesifikasi Peralatan Produk dari WIRTGEN. October 2003 Data Spesifikasi Teknik dari Nissan (Astra International) Data Spesifikasi Teknik dari PT. Construction Planning. SAKAI Caterpillar Performance Handbook Edition 34. Graw Hill. Januari 2003 (Modul 1. No. Tata Cara Pemasangan CMP dari Bakrie 43 dari 37 . Pekerjaan Pengembangan Panduan Analisa Harga Satuan Paket D-8. Departemen PUTL. dan 4). Direktorat Jenderal Bina Marga. Robert L. Penerbit Mc. KOMATSU 1993 Specifications and Application Handbook Edition 17. No. Fifth edition. 028/T/BM/1995. Bina Marga. Bagian III. Estimating Construction Costs. Standarisasi Analisa Biaya Pembangunan Jalan dan Jembatan. Laporan Akhir Penelitian dan Pengembangan Metode Penetapan Harga Satuan Bidang Jalan Tahun 2006. Panduan Analisa Harga Satuan Brochures / Leaflets Produk KOMATSU. PeurefoyScheknayder-Shapira seventh Edition. Laporan Akhir. 02/ST/BM/73. 3. and Methods.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->