P. 1
Manajemen PR Dalam Organisasi

Manajemen PR Dalam Organisasi

|Views: 181|Likes:
Published by Redi Jaddah Slank

More info:

Published by: Redi Jaddah Slank on Aug 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2015

pdf

text

original

A.

Manajemen PR dalam Organisasi
Manajemen berasal dari kata manage dan dalam bahasa latin manus, yang berarti: memimpin, menangani, mengatur, atau membimbing. Pengertian manajemen menurut Goerge R Terry (1972), adalah : “Manajemen merupakan suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggiatan, dan Pengawasan yang dilakukan untuk dilakukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya”. Fungsi Pokok atau tahapan-tahapan dalam manajemen menurut Basu Swasta (1996), yaitu suatu proses dari tindakan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Perencanaan (Planning) Yaitu fungsi perencanaan yang mencakupi, penetapan tujuan dan standar, penentuan aturan dan prosedur, pembuatan rencana serta ramalan (prediksi) apa yang diperkirakan akan terjadi. 2. Pengorganisasian (Organizing) Fungsi pengorganisasian disini meliputi: pemberian tugas yang terpisah kepada masingmasing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan, dan menetapkan jalur suatu wewenang atau tanggung jawab dan sistem komunikasi, serta mengkoordinir kerja setiap karyawan di dalam suatu tim kerja yang solid dan terorganisir. 3. Penyusunan (Staffing) Fungsi ini meliputi: penentuan dan persyaratan personel yang dipekerjakan, menarik dan memilih calaon karyawan, menentukan job descriptions dan persyaratan teknis suatu pekerjaan, penilaian, pelatihan, termasuk pengembangan kualitas dan kuantitas karyawan sebagai acuan untuk penyusunan setiap fungsi dalam manajemen organisasi. 4. Memimpin (Leading) Fungsi memimpin ini meliputi: membuat orang lain melakukan pekerjaan, mendorong dan memotivasi bawahan, serta menciptakan iklim atau suasana pekerjaan yang kondusif, khususnya dalam metode komunikasi dari atas ke bawah dan sebaliknya, diharapkan timbulnya saling pengertian dan kepercayaan yang baik. Menumbuhkembangkan disiplin

kerja dan sense of belonging pada setiap karyawannya. yaitu komunikasi manajemen (management communication atau disebut komunikasi organisasional). Komunikasi formal. antara lain: 1. memiliki wewenang dan tanggung jawab yaitu melalui intruksi-intruksi bentuk lisan dan tertulis sesuai dengan prosedur yang berlaku. Komunikasi non formal. Sebagai ilmu pengetahuan. Dari segi komunikasi ada dua yaitu komunikasi antar manajemen dan komunikasi antar karyawan. prinsip dan konsepsi. pada suatu manajemen terdapat lima macam komunikasi di dalam organisasi. dimana terjadi secara tiba-tiba atau spontan dari suatu kondisi yang tidak diharapkan melakukan komunikasi secara tidak formal (hubungan antar pribadi dengan orang lain) dalam hal menjelaskan. Komunikasi dalam manajemen Menurut Goerge R Terry (1972). kewajiban. manajemen adalah bersifat universal dan sistematis. Dalam sistem manajemen tersebut terdapat dua klasifikasi yaitu yang dipimpin dan yang memimpin. yaitu di luar komunikasi formal secara fungsional. yaitu mencakup kaidah-kaidah. baik berbentuk produk maupun jasa yang diberikan organisasi dalam upaya pencapaian tujuan kepuasan bersama. dari arus atasan ke bawahan atau sebaliknya. 5. manajemen adalah “bagaimana” cara untuk memimpin sekelompok orang atau tim kerja dalam sebuah organisasi. . Sebagai seni. Organisasi tersebut sebagai kerangka karya (frame of work) dari suatu proses manajemen yang menunjukkan adanya pembagian tugas (job description) dan memenuhi persyaratan (spesifikasi teknis) tertentu yang jelas bagi setiap personel dalam melakukan pekerjaannya masing-masing dalam suatu organisasi. Pengawasan (Controlling) Fungsi terakhir manajemen ini meliputi: persiapan suatu standar kualitas dan kuantitas hasil kerja. produktivitas dan terciptanya citra yang positif. dan komunikasi antar manusia (human relations communication). Jadi dalam organisasi tersebut terdapat dua unsur peranan komunikasi. 2. yaitu secara garis besar dapat terbentuk. atau sumbang saran tentang sesuatu yang berkaitan dengan tugas. yang biasanya komunikasi dalam jalur organisasi yang formal. serta jajaran manajemen (publik internal).

Komunikasi informal tersebut banyak dipergunakan oleh pihak bagian personel dalam upaya menggali atau mengetahui lebih mendalam mengenai aspek psikologis atas karyawan atau pekerja yang bermasalah dengan kehidupan sehari-hari diluar pekerjaannya. baik mengenai fungsi. instruksi tertulis. sebelumnya prestasi karyawan yang bersangkutan cukup rajin dan produktif.produksi dan lain sebagainya. Misalnya. wewenang. Misalnya. maupun tanggung jawab masing-masing personel/karyawan. Fungsi dasar manajemen tersebut merupakan suatu proses kegiatan atau pencapaian suatu tujuan pokok dari organisasi/lembaga. Misalnya. arsitek. kemudian sering mangkir atau sering membuat kesalahan yang cukup berat pada pekerjaannya. 5. komunikasi bidang pekerjaan teknik mesin industri. pedoman teknis pekerjaan (manual). lebih sensitif. Dasar-dasar Manajemen PR Peranan PR dalam sebuah organisasi adalah berkaitan dengan tujuan utama dan fungsifungsi manajemen perusahaan. Komunikasi informal. peraturan perusahaan atau kebijaksanaan pimpinan. hubungan komunikasi disini lebih bersifat teknis yang dapat dimengerti atau dipahami oleh para ahli atau tenaga kerja khusus yang berkaitan dengan pekerjaan tertentu. internet serta elektronik mail dan lain sebagainya. karena terjadinya kontak human relations lebih dominan yang berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan. cara bekerja permanen dan terus-menerus atau kontinu. 3. dan sentimentil. biasanya komunikasi disini lebih dekat dengan komunikasi formal. memo. 4. Komunikasi teknis. Hubungan pekerjaan antara pimpinan dan bawahan ditetapkan dalam bentuk peraturan mengenai suatu deskripsi jabatan (penjelasan) dan spesifikasi (persyaratan) teknis atau tertulis rinci. . dan biasanya dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber-sumber (sumber daya) yang dimiliki oleh organisasi/lembaga bersangkutan. Biasanya komunikasi non formal cukup efektif dilakukan pada perusahaan bersifat padat karya dengan jumlah pekerja yang cukup banyak serta tidak terlalu teknis. rancang bangun atau konstruksi dan program komputerisasi. mungkin lebih dekat dengan komunikasi non formal. Komunikasi prosedural. laporan berkala bulanan/tahunan. tata cara proses dan penyelesaian suatu pekerjaan.

dan perluasan atau pemasaran yang hendak dicapai/dituju (market). yang merupakan suatu gabungan seni (arts aspect) dengan memadukan sebagai seorang professional. mengatakan bahwa: “Manajemen ialah proses bekerja sama dengan dan melalui orang-orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yang mengalami perubahan. Jadi pejabat PR dituntut untuk mampu mengkoordinasikan seluruh sumber daya yang ada dalam 6-M melalui konsekuensi: a) kemampuannya sebagai manajemen teknis (technical management). dan b) kemampuan sebagai manajer professional yang ahli (manajerial skill). Berhasil atau tidaknya peranan PR dalam menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama itu tidak terlepas dari kemampuan untuk memanfaatkan unsur-unsur sumber daya (6-M sources).  Mediator : kemampuan untuk menguasai teknik komunikasi. yaitu:  Creator : memiliki kreatifitas dalam penciptaan suatu gagasan. kemampuan keuangan (money). Proses manajemen tersebut terpusat pada pemanfaatan atau penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien”. Menurut Robert Kreitener.Unsur-unsur sumber daya tersebut dinamakan dengan 6-M. alat atau perkakas mesin produksi dimiliki (machine). Pada dasarnya seorang praktisi PR harus mempunyai keterampilan khusus. baik secara lisan maupun tertulis dalam penyampaian pesan atau informasi dari lembaga/organisasi yang diwakilinya kepada publik. baik kemampuannya sebagai manajer manajemen teknis dapat menggiatkan pihak lain (motivator). (pakar manajemen dari Arizona State University). metode yang dipergunakan (method). dan hingga evaluasi program kerja. pelaksanaan. komunikator. ide-ide atau buah pemikiran yang cemerlang. sumber material/barang yang dikuasai (material). . yaitu : sumber daya manusia (men). Seorang manajer PR memiliki kemampuan yang cukup komplet. dan rencana program lainnya. perencanaan.  Conceptor : mempunyai kemampuan (skill) sebagai konseptor dalam hal penyusunan program kerja kehumasan.

Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam mengkoordinasikan . Bentuk kegiatan komunikasi bisa berupa kegiatan kecil sampai pada kegiatan yang sangat komplek seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit. pemimpinan. dan evaluasi) dalam kegiatankegiatan PR. memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Problem Solver : mampu mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya. keinginan-keinginan publik sebagai sasarannya. karena salah satu tugas PR adalah bertindak sebagai nara sumber informasi (source of informations) dan saluran informasi (channel of informations). communicating. harapan-harapan. penstaffan. Kegiatan utama PR dalam mewakili top manajemen suatu lembaga atau organisasi tersebut merupakan kegiatan two ways communication yang merupakan ciri khas dari peranan public relations. Sebagai publik. Manajemen PR berarti melakukan penelitian. Public Relations merupakan sebagai perantara antara pimpinan organisasi dengan publiknya. baik dalam upaya membina hubungan masyarakat internal maupun eksternal. mereka berhak mengetahui rencana-rencana usaha suatu organisasi/perusahaan berdasarkan keadaan. Untuk keperluan pembahasan manajemen PR. evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Manajemen PR bisa mencakup: manajemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang dilakukan oleh organisasi dan manajemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang lebih spesifik atau yang berupa satuan-satuan kegiatan kehumasan. baik secara proaktif. pengorganisasian. planning. inovatif. Pengertian Manajemen PR Dalam pelaksanaan pekerjaaannya seorang praktisi PR akan menggunakan konsepkonsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Bahwa proses PR (tahapan fact finding. Manajemen PR dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi manajemen (perencanaan. perencanaan. maka manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif. pelaksanaan. dinamis dan solutif. antisipatif.

. Grunig mengembangkan defenisi tersebut menjadi manajemen komunikasi antara organisasi dengan publiknya 3. Arti tersebut membuat jawaban atas pernyataan. Controlling). bukan pemasar/penjual dan bukan hanya melulu memiliki aktivitas berhubungan dengan media atau seperti yang disebut di atas. saling pengertian/saling memahami dengan didasari ide bahwa organisasi juga mau berubah (dalam proses berprilaku dan bersikap) tidak hanya sebagai sasaran khalayak saja. Mengacu pada definsi-definisi di atas. Organizing. Jika kita lihat di pemerintah tidak kurang PR atau humas hanyalah bagian dari seksi. Jawaban ini jelas bahwa Public Relations berperan sebagai pengelola reputasi organisasi. Actuating. Cutlip dan Center mendefenisikan Public Relations sebagai fungsi manajemen yaitu mengidentifikasi. Dari definisi tersebut tampak bahwa PR adalah fungsi manajemen bukan administratif. penggerakan. untuk apa fungsi manajemen atau manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Public Relations. Dapat dikatakan bahwa perusahaan dimungkinkan mengubah kebijakan sebagai hasil tindak lanjut dari dialog dengan lingkungannya Definisi tersebut hanyalah sebagian kecil dari definisi yang ada tentang PR. Fungsi Manajemen PR 1. Lawrence W Long dan Vincent Hezelton mengembangkan sebuah definisi baru yang lebih modern dan memadai bahwa Public Relations adalah fungsi komunikasi melalui adaptasi organisasi. Pendekatan ini menggambarkan bahwa Public Relations adalah lebih dari sekedar mempersuasi melainkan juga memgembangkan kondisi komunikasi terbuka. pengorganisasian. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan. 2. memiliki arti yang lebih dalam. memantapkan serta membina hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya baik keadaan sukses maupun gagal.kegiatan-kegiatan itu sendiri. pengawasan dalam melaksanakan fungsi manajemen (Planning. memaknai terminologi “fungsi manajemen” yang ada pada Public Relations.

manajemen juga telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penerapan konsepsi Public Relations dalam kehidupan manusia. seringkali manajer Public Relations melapor atau berhubungan langsung kepada top management (manajemen puncak). Fungsi dan tanggung jawab manajer PR hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar dan . dapatlah dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Di samping itu.Teori Management Public Relations Kebanyakan perusahaan atau organisasi kini mengakui peranan Public Relations cukup menonjol dalam pengambilan keputusan manajemen. Dengan kata lain. untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien dan agar pekerjaan terlaksana dengan baik. dimana mereka di tepi suatu perusahaan atau organisasi sebagai penghubung antara perusahaan atau organisasi dengan publik internal dan eksternalnya. Rhenald Kasali dalam bukunya Management Public Relations mengatakan manajemen dan Public Relations adalah dua bidang ilmu yang berkembang secara terpisah namun seperti yang telah kita saksikan sekarang bahwa manajemen berhasil meningkatkan peranannya pada hampir setiap bidang kehidupan. Ia menyebutkan bahwa Prof James Grunigg dan Todd Hunt telah mengembangkan lebih jauh mengenai kerangka teori Public Relations ini. Peranan Public Relations Dengan melihat proses peranan manajemen dan Public Relations dalam sebuah organisasi yang sudah dikemukakan. Fraser P Seitel dalam bukunya The Practice Public Relations mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Public Relations telah mengembangkan teorinya sebagai suatu sistem manajemen. Sebagai boundary managers orang-orang public relations mendukung kolega mereka dengan sokongan komunikasi mereka yang lintas organisasional yaitu kedalam dan keluar organisasi atau perusahaan. Grunigg dan Hunt menyarankan bahwa para manajer Public Relations bertindak berdasarkan apa yang disebut sebagai teoritis organisasional suatu boundary role (memainkan peran di perbatasan).

tiap staf PR harus mempelajari setiap langkah dan sasaran perusahaan. Tanggung jawab khusus manajer PR adalah mengelola stafnya agar setiap langkah selalu berlangsung efektif. Staf PR harus menerapkan ketiga prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan membantu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dalam pelaksanaan tugasnya seharihari. Pada saat itu muncul Ivy Lee yang mengajukan manajemen PR sebagai salah satu . apakah pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu. Manajer PR harus pula bisa membenahi dirinya. Dengan demikian ia dapat member masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu bersaing. alat kerja yang sesuai. dan informasi kerja yang tepat. Ivy Lee dianggap sebagai “The father of Public Relations” karena deklarasi asasnya itu. dan menganggap dirinya mampu bekerja secara efektif tanpa perintah. Pada tahun 1906 terjadi pemogokan total buruh di industri pertambangan batubara di Amerika Serikat akibatnya teramcamnya kelumpuhan total industri batubara terbesar di negara tersebut. 102). Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan. Sejarah Manajemen PR Pada perkembangannya konsep Public Relations di Amerika Serikat dimulai sekitar tahun 1900an yang dipelopori oleh Ivy Lee dengan “The Declarations of Principles”. karena manajer PR sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah. setiap anggota staf humas harus juga memiliki kemampuan sebagai juru analisis. mengawasi pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan dengan metode kerja yang benar. 2000. Kualitas yang khas pada manajer PR adalah kemampuan menganalisis. (Broom.efektif antara semua bagian dalam perusahaan dalam satu sisi dan antara perusahaan itu dengan publik internal dan eksternal. Memantau keadaan sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer PR antara lain mungkin perlu penataran baru. penyaringan baru untuk mendapatkan tenaga inti atau diperlukannya penambahan tenaga yang berkualitas tertentu. meskipun demikian sebetulnya konsep Public Relations di Amerika Serikat sudah ada sejak tahun 1850. melaksanakan koordinasi pekerjaan agar jangan ada pekerjaan yang tumpang-tindih.

Pentingnya memahami perkembangan Public Relations . maupun pihak pers. b. Berawal dari pemikiran tersebut maka kegiatan kehumasan mulai dilembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatan yang dilakukan lebih banyak untuk ke luar organisasi (Onong. pekerja. Ketiga: Manajemen PR yang notabene terkait dengan manajemen dengan perusahaan industri pertambangan tersebut harus bersifat informasi terbuka (open communication). 1991. Bekerjasama dengan pihak pers. Untuk memecahkan masalah tersebut Ivy Lee mengajukan beberapa usulan atau persyaratan yang bersifat revolusioner dan merupakan terobosan besar dalam peranan PR untuk mampu mengatasi masalah besar pada waktu itu melalui suatu konsepsi prinsip-prinsip dasar yaitu: Pertama: a. c. Duduk sebagai top pimpinan perusahaan dan langsung sebagai pengambil keputusan tertinggi (decision maker) dan (policy maker). baik kepada khalayak/public. perkembangan PR di Indonesia bergerak menyertai kondisi politik dan kenegaraan saat itu. 12). Pada waktu itu pemerintah Indonesia menyadari perlunya perlunya rakyat Indonesia untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh kerajaan Belanda. Public Relations di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun 1950. Kedua: Memiliki wewenang penuh dalam melaksanakan fungsi dan peranan sebagai pejabat PR untuk mengelola manajemen PR. dan mengacu pada The Declaration of Principles atau prinsip-prinsip dasar. Dalam hal ini Ivy Lee ditunjuk sebagai executive assistant to president director dalam struktur manajemen perusahaan.solusi atau sebagai jalan keluar untuk mengatasi krisis yang tengah terjadi di industri batubara di Amerika Serikat sebagai akibat pemogokan massal untuk meminta kenaikan upah. Membentuk manajemen PR untuk mengatur arus informasi/berita secara terbuka.

PR berkomunikasi secara intensif melalui media dan kelompok masyarakat. Dengan publisitas yang intensif dan terbuka terhadap public melalui pemberitaan media. Public Relations digunakan oleh pihak swasta di Indonesia pertama kali oleh PERTAMINA. komunikasi lisan. komunikasi tatap muka sebagai mediator maupun persuader. . Sebagai tuan rumah Korea Selatan ingin bangkit menunjukkan eksistensi dirinya yang memang salah satu keinginannya adalah membuka pasar di dunia untuk memasarkan produk-produknya. Olimpiade adalah suatu event international yang saat ini masih sangat greget dimana seluruh perhatian orang tertuju ke sana. Jika dilihat dari sejarahnya sebetulnya. sebuah perusahaan minyak. Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya Manajemen PR disebutkan bahwa Public Relations digunakan untuk kepentingan usaha dalam bentuk seperti Olimpiade Korea Selatan.adalah untuk mengawali pemahaman terhadap perkembangan PR di Indonesia. Berdasarkan pengamatan peneliti dan juga seperti yang diungkapkan oleh Elizabeth Goenawan Anantao dalam Public Relations In Asia an Anthology. Public Relations di Indonesia memang sudah banyak digunakan baik itu di pihak pemerintah maupun swasta di berbagai sektor. PR di Indonesia dimulai tahun 1950an dengan konsep yang berbeda yang di anut di negara lain. Dari hari ke hari PR di Indonesia mulai berkembang seiring perkembangan PR di dunia atau asia. 2004. dan lain-lain. Communicator Sebagai juru bicara organisasi. Glassnot Perestroika. Kasus Lemak Babi 1988. Konsep Manajemen PR ini terbukti berhasil. perusahaan itu akhirnya mendapat simpati publik internal dan eksternal serta terlepas dari keterpurukan. Ada 4 fungsi utama yang dituntut dari petugas PR yaitu sebagai: 1. Public Relations di Indonesia belum terlaku pesat perkembangannya (Anantao. Hampir semua teknik komunikasi antar persona (interpersonal communication) dipergunakan. 265). PR di Indonesia dimulai sangat jauh dari yang sudah dilakukan oleh pemikir-pemikir di Eropa atau Amerika bahkan Australia. Fungsi petugas PR atau PR Officer pun berkembang seiring kemajuan dunia usaha. Konsep Public Relations dipahami dan digunakan oleh pihak-pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan berbagai macam bentuk implementasinya. Olimpiade yang diselenggarakan oleh pihak tuan rumah Korea Selatan di tahun 1988 menggunakan salah satu jasa konsultan PR.

operasional. Contoh: penanganan kasus lumpur panas PT Lapindo terus-menerus menimbulkan protes ketidakpuasan dari penduduk yang kecewa karena proses penggantian kerugian untuk rumah terendam tidak segera terealisir. teknik. 3. 3. Praktisi PR dituntut kemampuannya untuk mengkoordinasikan atau mengelola pemanfaatan sumber daya organisasi untuk penyelenggaraan komunikasi dua arah antara organisasi dan publiknya. keuangan. adanya berbagai kemajuan tmengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup masyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus di bidang PR. 5. 2. Kaitan antara PR dengan konsep manajemen menghasilkan pemahaman akan pentingnya public relatios. semakin mempengaruhi fungsi tersebut. karyawan. dan mitra terkait untuk mencapai misi organisasi Keberadaan PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsifungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. publik mencermati nama-nama pejabat PR yang kerap muncul sebagai nara sumber perusahaan atau organisasi yang diwakilinya. 4. Scott Cutlip menyebutkan lima fungsi PR di organisasi non profif: 1. Manajemen backup Menunjang kegiatan departemen lain dalam perusahaan seperti bagian pemasaran. Dalam dua dekade terakhir.2. seperti yang dinyatakan oleh Mc Elreath: . Relationship Relationship yang tidak harmonis beresiko menimbulkan ketidakpuasan publik yang pada akhirnya kelangsungan bisnis perusahaan. personalia demi terciptanya tujuan bersama. sukarelawan. 4. Mengembangkan Awareness dan persepsi masyarakat terhadap misi organisasi Menciptakan saluran komunikasi yang tepat dengan publik yang dilayaninya Menciptakan dan mengembangkan iklim dan budaya untuk fundraising Memformulasikan kebijakan publik yang berkaitan dengan misi organisasi Memotivasi etos kerja publik internal baik manajemen. Good Image Maker Menciptakan citra perusahaan dan publisitas positif. dalam bukunya Effective Public Relations.

taktik. sikap. Mendefinisikan masalah atau peluang (Fact Finding) Langkah pertama ini mencakup penyelidikan dan pemantauan pengetahuan. pelaksanaan. Langkah kedua dari proses ini menjawab. “Apa yang sedang terjadi saat ini?” 2. cara yang digunakan untuk memperoleh informasi dari publik baik internal maupun eksternal dengan menggunakan penelitian. PR merupakan bagian dari pemecahan masalah dan proses perubahan organisasi. Sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanaan program antara lain: sifat. Dalam bentuknya yang paling maju. yang dikelola menurut ilmu pengetahuan. Intinya ini merupakan fungsi kecerdasan organisasi. perencanaan. Langkah ini memberikan landasan bagi semua langkah proses pemecahan masalah lainnya dengan menentukan. pertemuan-pertemuan kelompok kecil sampai pada kegiatan yang sangat komplek seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit”. dan tujuan komunikasi. untuk dapat memahami masalah yang dihadapi dengan akurat dan ilmiah. Perencanaan public relations merupakan suatu proses berkesinambungan dan selalu memerlukan peninjauan agar tindakan yang diambil sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. dan katakan?” .“Manajemen PR berarti melakukan penelitian. dan perilaku mereka yang peduli dan terpengaruh oleh tindakan dan kebijakan organisasi. opini. dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. tujuan. Untuk itu penemuan dari langkah pertama harus dijadikan faktor kebijakan dan program organisasi. waktu. tindakan. serta strategi. dan lingkungan. Perencanaan dan Pemrograman Informasi yang terkumpul pada langkah pertama digunakan untuk membuat keputusan tentang publik program. serta pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan tersebut. apa yang sebaiknya kita ubah. Praktisi PR jenis ini memakai teori dan bukti terbaik yang ada dalam empat langkah proses pemecahan masalah: 1. lakukan. Bentuk kegiatan komunikasi dapat berupa penerbitan brosur perusahaan. Pada dasarnya. Perencanaan juga harus memperhatikan situasi di dalam maupun di luar organisasi. “Berdasarkan situasi yang telah kita pelajari.

atau dulu?” Pengertian citra itu sendiri abstrak. Memberikan penerangan kepada masyarakat Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya. terdapat tiga fungsi utama PR yaitu: 1. dilaksanakan atau diimplementasikan ke dalam suatu bentuk program aksi sebagai langkah nyata pemecahan masalah PR yang dihadapi. 2. Langkah ketiga mencakup pelaksanaan program tindakan dan komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan spesifik bagi setiap publik demi mencapai tujuan program. Pelaksanaan Program (actuating and communication) Pelaksanaan Program merupakan tahap dimana rencana pogram telah ditetapkan. dan hasil program. “Siapa yang harus melakukan dan mengatakannya. dibuat penyesuaian berdasarkan evaluasi timbal balik tentang bagaimana program berjalan atau tidak berjalan. di mana. Saat program sedang dilaksanakan. Adapun ruang lingkup tugas PR dalam sebuah organisasi/lembaga antara lain meliputi aktivitas: 1. Membina hubungan ke dalam (publik internal) Yang dimaksud dengan publik internal adalah publik yang menjadi bagian dari unit/badan/perusahaan atau organisasi itu sendiri. . pelaksanaan. Program diteruskan atau dihentikan setelah mempelajari. dipercaya. 1994:66) Menurut Edward L. Evaluasi (evaluating program) Langkah terakhir dari proses ini mencakup penilaian persiapan. professional. dan bagaimana?” 4. 2. Rosady.3. “Bagaimana kita sekarang. serta kapan. Mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran publik yang positif terhadap lembaga yang diwakilinya. Bernay. tapi wujudnya dapat dirasakan dari penilaian baik semacam tanda respek dan hormat dari publik terhadap perusahaan dilihat sebagai sebuah badan usaha yang baik. Seorang PR harus mampu mengidentifikasi atau mengenali hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam masyarakat. Pertanyaan dalam langkah ini adalah. dan dapat diandalkan dalam pemberian pelayanan yang baik (Ruslan. Membina hubungan keluar (publik eksternal) Yang dimaksud publik eksternal adalah publik umum (masyarakat).

Semakin kuat kedekatan perusahaan dengan publik dengan sendirinya membutuhkan banyak konsentrasi untuk memerhatikan publik. Seberapa jauh PR harus menapakkan kakinya ke peran internal atau fungsi eksternal. kegiatan PR haruslah sistematis dan terencana tetapi kadangkadang juga perlu untuk berimprovisasi dan berinovasi. keuangan dan SDM. dirumuskan. Sebaliknya kalau perusahaan lebih banyak . bila PR diakui sebagai bagian jajaran kebijakan pimpinan. Sedangkan menurut Renald Kasali.Dengan demikian peran PR tersebut bersifat 2 arah. public relations merupakan fungsi manajemen yang sama pentingnya dengan pemasaran. PR harus mampu menyampaikan kebijaksanaan pimpinan. direncanakan dan evaluasi. Menurut John Tondowijojo (2004:9). Seberapa jauh titik keseimbangan harus dijalankan tentu tergantung pada bidang gerak perusahaan/organisasi yang bersangkutan. Menurut Henry Fayol beberapa kegiatan dan sasaran PR adalah:      Membangun identitas dan citra perusahaan (building corporate identity and image) Menciptakan citra dan identitas perusahaan yang positif Mendukung kegiatan komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak Menghadapi krisis (facing of crisis) Menangani keluhan (complaint) dalam menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis dan PR Recovery of Image yang bertugas memperbaiki lost of image and damage Kedudukan PR dalam struktur organisasi Kedudukan PR dalam organisasi dan kewenangan petugasnya tidak selalu dapat dinyatakan dengan tegas. tentu saja keseimbangan peran internal dan eksternal adalah perlu. produksi. yaitu berorientasi ke dalam (inward looking) dan ke luar (outward looking). Suatu kebijakan harus dipertimbangkan. maka PR harus berada langsung di bawah direksi. 2004:9). Hanya saja kalau kita menginjak pada tataran ideal fungsi PR. Menurut Tondowijojo. tentu saja sepenuhnya tergantung pada kebijakan manajemen. sehingga ia harus langsung berada di pihak yang berhubungan dengan pimpinan seluruh jajaran manajemen (Tondowijojo. Untuk ini diperlukan analisis data yang diperoleh tentang organisasi dan lingkungannya.

memiliki hubungan pelaporan dengan bagian pemasaran.bergerak pada komunitas yang tidak secara langsung menemui publik. 396) . beberapa menggunakan Public Relations dari internal perusahaan bahkan ada yang menggabungkan keduanya (Grunig. maka peran PR harus dioptimalkan secara internal. 1992. memiliki garis pelaporan langsung kepada pimpinan atau kepala administrator. Beberapa organisasi menggunakan konsultan dari luar organisasi/perusahaan. sementara itu ada beberapa organisasi yang menempatkan Public Relations pada beberapa unit dalam departemen di organisasi. Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada unit tersendiri. Beberapa organisasi menempatkan Public Relations pada hirarki tinggi di perusahaan. 3. Dalam hal penempatan PR ada beberapa klasifikasi penempatan dan pemanfaatan PR pada sebuah organisasi: 1. personalia legal atau pengambil keputusan lain di tingkat yang lebih tinggi. Beberapa menempatkan fungsi Public Relations pada posisi yang lebih rendah. 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->