Laporan Fisika Dasar

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR 1

A4 NERACA MOHR

DISUSUN OLEH NAMA NRP GROUP PARTNER :

:

SYARIFA KAMELIA : : : 11.G40083 TPB 12 MELINDA ARTHAULI S MIPAH PUTRI S MUSTIKA HANDAYANI NIGUSTI AGUNG SRN

DOSEN ASISTEN

: :

WIAH W., S ST., M. TECH AJI KRESNO M., ST DEWI N. S SI. T.

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL 2011
I. MAKSUD DAN TUJUAN

dikerjakan gaya F1 dan F2. dengan θ merupakan sudut terkecil antara vektor posisi dan vektor gaya. Mengenal dan menera neraca mohr. Besar dan arah gerak rotasi suatu benda yang diakibatkan oleh momen gaya. tergantung pada gaya yang bekerja padanya dan letak garis kerja gaya itu. τ=r×F…(1) τ=F r sinθ=F l…(2) Gambar 1 r sinθ=l disebut lengan gaya.1. TEORI DASAR Benda mengalami gerak rotasi bila padanya bekerja momen gaya. 2. Menentukan massa jenis zat cair. Gambar 2 . Hasil kali vektor posisi dari gaya dan vektor gaya itu disebut momen gaya terhadap sumbu (τ). Misalkan suatu benda digantung pada titik O. II.

. Prinsip kerjanya berdasarkan teori kesetimbangan benda tegar dan hukum Archimedes Gambar 3 Benda bervolume V digantungkan pada neraca Mohr. Agar posisi lengan horizontal maka padanya diberi beban w1.Diperjanjikan : Momen gaya yang mengakibatkan benda berputar searah jarum jam adalah negatif. . Gaya FA tersebut mengakibatkan lengan neraca Mohr tidak horizontal. . Gambar 4 Jika benda dicelupkan ke dalam zat cair maka benda tersebut akan mengalami gaya ke atas (FA) sebesar berat zat cair yang dipindahkan (hukum Archimedes). dan yang berlawanan dengan arah jarum jam adalah positif. w3. w2. τ1=-F1 l1 τ2=F2 l2 Besar momen gaya resultan yang berkerja pada benda : τR=-F1 l1+F2 l2 τR l=-F1 l1+F2 l2 Neraca Mohr adalah alat yang digunakan untuk menentukan massa jenis zat cair. Dalam keadaan setimabng (posisi lengan horizontal) . dst. dengan mengatur sekrup penyetimbang sehingga lengan neraca dalam posisi horizontal/setimbang atau ujung sekrup penyetimbang tepat menunjuk skala 0 (lihat gambar 3). Lihat gambar 4.

sehingga diperoleh: ρzc=(m1+x1+m2+x2+m3+x3) : xV…. m2.maka jumlah momen gaya terhadap tumpuan neraca Mohr sama dengan nol. Neraca Mohr terdiri dari : i. ii. m3. v. 3. LANGKAH KERJA Menentukan rapat masa zat cair 1. Pinggan dari gelas dengan tali penggantungnya iv. Beban-beban/kawat penunggang G. Sekrup pengatur kesetimbangn S. Mengatur sekrup S agar neraca menjadi setimbang. m1. x2. Statip dengan sekrup pengatur K. …terhadap tumpuan neraca Mohr (satuan panjang). Batu-batu timbangan. x3. Garis-garis / lubang pembagian skala neraca (10 bagian skala) Tumpuan B. Skala pembacaan kedudukan neraca C b. Mengusahakan agar neraca berdiri tegak (vertikal) dengan mengatur K. f. Tali penggantung. d. V : volume benda yang tercelup dalam zat cair (m3). x : kedudukan benda terhadap tumpuan neraca Mohr (satuan panjang). . Meminta kepada asisten beberapa zat cair yang salah satu diantaranya adalah air. … : massa beban penyetimbang (kg). Menggantungkan termometer D pada skal ke-10. Bejana-bejana zat cair dengan isinya. iii.ALAT a. m2. IV. … : kedudukan beban m1. e. Termometer kecil D (yang dapat pula dipakai sebagai benda celupan/yang ditimbang). c. g.(3) ρzc : massa jenis zat cair (kgm3). 4. 2. m3. x1. III.

5. …. Mengganti celupan D dengan pinggan gelas. Membuat neraca setimbang lagi dengan meletakkan/menggantungkan beban-beban penunggang pada garis-garis/lubang-lubang bagian skala. Penunggang terbesar (g1) digantungkan pada garis 1. mengamati P2. 5. Celupan D diganti dengan pinggan. yaitu P3. neraca akan tidak setimbang lagi. 6. Memindahkan G1 ke garis 2. Membuat neraca setimbang lagi dengan meletakkan batu timbangan pada pinggan. 7. Menggantungkan penunggang yang akan ditimbang pada garis ke-10 atau meletakkan pada pinggan. Menyelidiki syarat IV-d 1. …. Mengusahakan neraca setimbang dengan mengatur sekrup S. 4. 3. . 5. pada pinggan harus ada batu timbangan sebanyak P1. dan 7 untuk tiap zat cair Menyelidiki syarat IV-a dan c 1. Mencatat : kedudukan Gy pada an yang terpakai. P4. 3. 4. 9. 5. Dengan cara yang sama untuk garis-garis ke-3. 8. 6. Maka berat penunggang sama dengan berat batu timbangan yang ada diatas pinggan. 5. P10. 2. 10. 2. diatas pinggan diletakkan batu timbangan (P0) hingga terjadi kesetimbangan. Untuk membuat setimbang lagi. Mencelupkan termometer D dalam zat cair. Membuat pengamatan seperti pada 4. Mencatat temperatur zat cair sebelum dan sesudah percobaan. 6. 4. Jika telah mencapai kesetimbangan mengambil penunggang itu.

5 ℃ Suhu Sesudah 26.70 g B.5± 0.5 29.7±0.5 ℃ 26. DATA PERCOBAAN No 1 2 3 Kondisi Ruang Awal Percobaan Akhir Percobaan 28.5 ℃ 27±0.01 Rapat massa zat cair.70 g p4=4000 mg=4. Syarat IV.50 g p6=2800 mg=2.5±0.a dan c Massa penanggung = 5700 mg=5.01 Satuan derajat celcius (°C) persen (%) CmHg Temperatur 28 ± 0.5 ℃ G1 G2 a9 a9 a3 a3 A. Syarat IV.5 Kelembaban 67±0.V.30 g .70 g p9=1300 mg=1.5 67 ± 0. No 1 2 Zat Cair Sebelum Air Alkohol 26.40 g p8=1700 mg=1.80 g p7=2400 mg=2.5±0.5 ± 0.5± 0.d p3=4700 mg=4.00 g p5=3500 mg=3.5 Tekanan Udara 29.

JAWABAN PERTANYAAN a.32750 ρair=9. Hitunglah harga ρ zat cair yang diberikan oleh asisten (dengan menganggap syarat-syarat IV sudah dipenuhi). ( P0 – P1 ) Karena : G1 = a0 . P3 G5 = a4 .= .6+11.72750 ρair=25. P0 G2 = a1 . P5 .30)10×10×27. P2 G4 = a3 .70+(9×1. P1 G3 = a2 .5 ρair=13.2×10-3kgm3 b. Buktikan untuk IV-c berlaku : a1=a10 (P0-P1)G1=a (P0-P1)G1 atau an=a (P0-Pn)G1 Jawab : = G1. P4 G6 = a5 .VI. Jawab : ρair=G1a8+G1a9a g V ρair=8×1.

253 m3 .70+(9×1.6+11. Hitunglah volume D dengan memakai ρ air yang dapat diketahui dari tabel! Jawab : ρair=1000 kg1 m3 ρair=106 g106 mm3 1=8×1.72750 ρair=25. P8 G10 = a9 .30)10×10×V 1=13. 1 masukan harggga-harga koreksi harga an dan G1.70+(9×1. Berilah koreksi pada perhitungan no. P7 G9 = a8 .6+11.7100 V 100 V=13. P9 c.5 ρair=13.2×10-3kgm3 d.71 100 V=25.30)10×10×27.32750 ρair=9.3 V=0. Jawab : ρair=G1a8+G1a9a g V ρair=8×1.6+11. P6 G8 = a7 .G7 = a6 .

VII. Membuat neraca setimbang juga dirasakan sebagai salah satu sumber kesalahan karena berbagai faktor diantaranya sudah lamanya alat yang digunakan.e. seperti kurang telitinya praktikan dalam menggunakan neraca sehingga terjadi ketidaksetimbangan saat mengukur hal tersebut yang mempengaruhi hasil percobaan. VIII.2×10-3kgm3 sedangkan untuk V=0. DISKUSI Setelah melakukan praktikum ini didapatkan hasil pengukuran yang ditanyakan ρ zat cair dan volume D didapat hasil untuk ρair=9.253 m3. KESIMPULAN Dari percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa berat jenis zat cair dapat dihitung dengan membandingkan massa benda yang dicelupkan kedalam zat cair dengan berat batu timbangan yang dilakukan pada neraca Mohr. f. Faktor yang menjadi sumber kesalahan dalam percobaan ini. Apakah angka numerik volume D= angka numerik G1? Berilah penjelasan! Jawab : Angka numerik volume D= angka numerik G1 karena masssa penanggung terbesar dinyatakan dalam millimeter. . Jawab : Terdapat sumber kesalahan yang terdapat dalam percobaan Neraca Mohr diantaranya • • Didapat ketidaktelitian pada saat menggunakan neraca. Berilah sekedar pembicaraan pada hasil-hasil yang saudara dapat! ( sumber kesalahan dan sebagainya). tidak kuatnya pengaturan K dan lain sebagainya.

IX.ac.php/akademik/25-program-pendidikan/298-kmpm .wima.com/doc/38577404/Laporan-Praktikum-Fisika-Dasar-I-Neraca-Mohr http://fisika.id/index. DAFTAR PUSTAKA http:/www.scribd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful