P. 1
tesis

tesis

|Views: 235|Likes:

More info:

Published by: Ayyu Khairunnisa Nadzyka on Aug 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2014

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang Menulis merupakan kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan. Menulis

juga dapat diartikan sebagai cara berkomunikasi dengan mengungkapkan pikiran, perasaan dan kehendak kepada orang lain secara tertulis. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang teratur (Tarigan 1986: 3-4). Menulis adalah kegiatan komunikasi berupa penyampaian pesan secara tertulis kepada pihak lain. Aktivitas menulis melibatkan unsur penulis sebagai penyampai pesan atau isi tulisan, saluran atau media tulisan dan pembaca adalah sebagai penerima (Suparno, 2006: 129). Kegiatan menulis juga merupakan suatu bentuk keterampilan yakni keterampilan berbahasa secara produktif yang dipergunakan secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain, sudah barang tentu dalam Proses Belajar Mengajar menulis dituntut pula kesempatan para siswa untuk berlatih menulis. Materi pelajaran menulis cerita sudah tercantum di dalam buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Model Silabus Tematik Kelas II. Kelas II Semester 2 tercantum uraian materi pelajaran menulis karangan sederhana dengan huruf tegak bersambung. Standar Kompetensi materi ini yaitu menulis dengan

mendeskripsikan benda di sekitar, dan Kompetensi Dasar mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. Kegiatan

1

2

pembelajarannya adalah menuliskan cerita berdasarkan gambar yang telah disusun dengan huruf tegak bersambung. Dengan indikator menulis menggunakan huruf tegak bersambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu (Depdiknas, 2008). Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan dasar yang amat diperlukan baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah, kemampuan menulis diperlukan untuk kegiatan mencatat, menyalin, dan membuat karya tulis pada semua mata pelajaran mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Di dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan menulis bermanfaat pada semua bidang kehidupan/pekerjaan. Dengan kemampuan menulis, siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas yang berkenaan dengan pelajarannya. Dengan demikian, pembelajaran menulis untuk siswa di sekolah dasar, dititikberatkan pada keterampilan mengungkapkan perasaan secara tertulis, menuliskan informasi sesuai dengan konteks dan situasi, meningkatkan kegemaran menulis, serta meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak cara untuk meningkatkan keterampilan menulis, antara lain guru memberi tugsa-tugas, misalnya menyusun gambar sehingga membentuk sebuah cerita, mendeskripsikan gambar benda, atau tugas lainnya yang sederhana yang sesuai dengan kurikulum. Ativitas menulis atau kadang disebut sebagai mengarang tidak banyak yang menyukai. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap guru bahasa Indonesia, umumnya responden mengatakan bahwa aspek pelajaran bahasa yang paling tidak disukai siswa dan gurunya adalah mengarang (Suparno, 2006: 1.4).

3

Peneliti menyadari bahwa pembelajaran menulis pada kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap, masih kurang. Berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa pada hari Kamis, tanggal 5 Januari 2011, tentang pembelajaran menulis di kelas didapatkan gambaran sebagai berikut; 1) pernyataan siswa tentang minat belajar terdapat 24 siswa tidak berminat atau 80%, 2) pernyataan tentang kesan siswa terhadap cara guru menyampaikan pembelajaran menulis terdapat 30 siswa menyatakan

membosankan, 3) pertanyaan apakah pelajaran menulis sering diberikan, 30 siswa memberi jawaban sering atau 100%. Berdasarkan hasil tes awal menulis yang dilaksanakan tanggal 13 Januari 2011, hasil nilai rata-rata kelas baru mencapai 59,80 dan ketuntasan belajar baru mencapai 26,66% atau 8 siswa tuntas. Sedangkan dari pengamatan proses

pembelajaran menulis di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06, yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2011, komunikasi terfokus pada guru. Ketika guru

menjelaskan pada materi menulis (menulis cerita), unsur intrinsiknya 30% atau 9 siswa dari jumlah 30 siswa dalam kelas tuntas, antusias mengikuti penjelasan guru 70% siswa tidak menyimak. Kemudian setelah selesai menjelaskan

pelajaran, guru langsung memberi tugas mengarang dengan judul “Liburan Sekolah”. Setelah satu jam pelajaran siswa diminta mengumpulkan pekerjaan,

dan dari hasil pekerjaan siswa tersebut guru menemukan siswa yang mendapat nilai 66,0 ke atas 26,66% atau 8 siswa dari jumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil wawancara mendalam pada tanggal 14 Januari 2011 terhadap guru kelas (Siti Saodah, S.Pd. SD), peneliti menemukan fenomena dampak lemahnya nilai menulis cerita siswa. Siti Saodah, S.Pd. SD lebih

4

lanjut menjelaskan dalam wawancara dengan peneliti bahwa siswa pada umumnya kurang berminat terhadap pembelajaran menulis sehingga

kompetensi menulis cerita para siswa di bawah KKM yang tidak diharapkan oleh sekolah Berdasarkan data-data di atas, peneliti berasumsi bahwa penyebab rendahnya hasil pembelajaran menulis adalah sebagai berikut : 1. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat. Pelaksanaan proses pembelajaran yang diamati peneliti di kelas II, model pembelajaran yang digunakan merupakan model pembelajaran yang tidak tepat. Dalam pembelajaran menulis metodenya hanya berupa tugas tanpa didukung dengan media pembelajaran apalagi dengan model-model

pembelajaran. Sehingga pembelajaran ini kurang menarik dan terkesan membosankan. Hal ini dapat dilihat adanya gejala pembelajaran yang belum dikemas untuk membangkitkan motivasi siswa dalam mengikuti dan melaksanakan proses pembelajaran. Pembelajaran juga belum dikaitkan

dengan kehidupan siswa untuk menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan pembelajaran. 2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih menggunakan model tradisional guru dominan dan siswa sebagai pendengar. Komunikasi pembelajaran cenderung menggunakan metode ceramah. Durasi ceramah lebih banyak dibandingkan dengan durasi dialog. Dari 2 jam pelajaran (70 menit), 35 menit (50%) diisi dengan kegiatan ceramah, sedangkan 10 menit (15%) berupa kegiatan dialog, 20 menit (28%) siswa mengerjakan tugas. Pembahasan hasil hanya durasi 5 menit ( 7 %).

5

3. Pembelajaran menulis cerita belum memuaskan karena pembelajaran belum mendapatkan perhatian serius. Interaksi antara kelompok siswa dalam pembelajaran tidak disetting oleh guru, sehingga siswa kadang bicara sendiri dengan temannya dan tidak memperhatikan ceramah guru. 4. Penilaian hanya pada hasil belajar siswa, penilaian proses pembelajaran belum mendapatkan perhatian serius. Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar siswa. Dalam model penilaian kelas, manfaat penilaian kelas yaitu: 1) untuk mengetahui tingkat pencapaian kompetensi selama dan setelah pembelajaran berlangsung, 2) untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatannya dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi, 3) untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis

kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial, 4) sebagai umpan balik bagi guru untuk memperbaiki metode, model pembelajaran dalam kegiatan dan sumber belajar yang digunakan, 5) untuk memberikan pilihan alternatif penilaian kepada guru, 6) untuk memberikan informasi kepada orangtua dan komite sekolah (Slamet, 2005: 27). Dengan mempertimbangankan keenam faktor kendala tersebut, maka untuk mengatasinya diperlukan adanya perubahan paradigma guru dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran menulis. Untuk mengetahui seberapa besar

kelas sosial. Jika guru masih bersikap mengajar semua konsep berbagai ilmu pengetahuan. 3. jelas target itu tidak akan terpenuhi. Dalam proses belajar mengajar pengembangan konsep tidak terlepas dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik. 2. Pendekatan keterampilan proses penting diterapkan dalam proses pembelajaran menulis karena: 1. 5) menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois. maka perlu diadakan penelitian tindakan. jenis kelamin. ketrampilan. 4) memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. etnis. 3) memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial. 6) meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Model pembelajaran kooperatif penting diterapkan dalam pembelajaran menulis karena: 1) meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial.6 keefektivitasan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Contoh-contoh konkrit sesuai dengan situasi dan kondisi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut perubahan terhadap cara mengajar. informasi. Model pembelajaran Kooperatif adalah salah satu strategi yang tepat dalam mewujudkan tercapainya kemampuan proses pembelajaran yang sesungguhnya. 2) memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. umumnya sependapat bahwa anak-anak lebih mudah memahami konsep jika disajikan dalam bentuk yang konkrit. Berdasarkan pengalaman ahli psikologi. agama dan orientasi tugas. perilaku sosial. dan pandangan-pandangan. .

pembelajaran dilandasi dengan perkembangan kognitif yang baru berupa gerakan dan perbuatan. sehingga peserta dididk mampu menerapkan dan menghubungkan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari. karena : 1) mendeskripsikan benda (hewan atau tumbuhan) merupakan inti kegiatan menulis. 6) pembelajaran dapat mendorong peserta didik memahami hakikat. 4) siswa aktif. dan menyenangkan. Adapun kelebihan model pembelajaran Kooperatif yaitu anak cenderung lebih mudah menyusun kalimat-kalimat dalam menulis melalui mendeskripsikan benda tumbuhan dan hewan. Model ini sangat baik bagi anak yang belajar . Peneliti tertarik mengambil materi menulis dengan mendeskripsikan dalam menulis cerita sebagai topik bahasan. 2) permasalahan mendeskripsikan dalam menulis cerita sangat penting bagi siswa karena dengan dikuasainya cara mendeskripsikan maka siswa pasti dapat menulis dengan baik. Peneliti tertarik memilih model pembelajaran Kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses sebagai kajian penelitian karena model dan pendekatan ini banyak mempunyai kelebihan. bahkan kecanduan belajar.7 Atas dasar alasan ini peneliti memilih cara pembelajaran menulis dengan model pembelajaran Kooperatif dengan pendekatan keterampilan proses. yaitu : 1) memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan kemampuannya. 2) pembelajaran disajikan dalam bentuk konkrit lebih mudah dipahami. kreatif. 3) pembelajaran bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. 5) pembelajaran mengaitkan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan anak didik secara nyata. makna dan manfaat belajar sesungguhnya sehingga memungkinkan mereka rajin dan termotivasi untuk senantiasa belajar.

sehingga mereka barangkali tergerak untuk mencobakan hasil penelitian ini atau paling tidak mencobakan hasilnya untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. guru mampu menunjukkan otonominya sebagai pekerja profesional yang dituntut untuk . siswa akan lebih antusias dan berpikir secara kongkrit. 2. Hasil PTK yang diperolehnya dapat disebarkan kepada teman sejawat. 4. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011). Dengan melakukan PTK guru dapat berkembang secara profesional. Sehubungan dengan hal di atas.PTK dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Kemamampuan Menulis Cerita dengan Mendeskripsikan Tumbuhan dan Hewan” (Penelitian Tindakan di Kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. Kecamatan Dayeuhluhur. Alasan Dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Berdasarkan uraian latar belakang di atas. Guru dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.8 menulis cerita melalui mendeskrisikan. Dengan perkataan lain. peneliti menggunakan bentuk penelitian tindakan kelas (PTK) karena hal-hal sebagai berikut. Perbaikan ini akan menimbulkan rasa puas bagi guru karena sudah melakukan sesuatu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang dikelolanya. 1.

1.Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. yang membangun sendiri pengetahuan (self-constructed knowledge) berupa personal theory atau theory-inuse (Raka Joni. sehingga ke depan mampu meningkatkan kemampuan siswa. Pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar materi menulis masih menggunakan model tradisional. Diharapkan selesainya penelitian ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangankan kemampuan siswa dalam menulis cerita. maka permasalahan yang dapat teridentifikasi sebagai berikut: 1. 1998). Alasan di atas cukup kuat bagi peneliti untuk menentukan pilihan dalam penyusunan tesis ini.Melalui PTK guru mendapat kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri. Peneliti beranggapan lemahnya kemampuan menulis cerita siswa disebabkan oleh adanya kekeliruan guru dalam proses pembelajaran. 4. Kardiwarman & Hadisubroto. B. Guru dalam pembelajaran perlu meninjau kembali apa yang telah dilaksanakan. Guru tidak hanya menerima hasil perbaikan yang ditemukan orang lain. namun ia sendiri adalah perancang dan pelaku perbaikan tersebut yang menghasilkan berbagai teori dalam memperbaiki pembelajaran. . Inilah yang diistilahkan sebagai theorizing by practitioners.9 mampu mengembangkan diri dari pemula (novice) sampai ahli (expert) atau menurut Riel (1998) dari entry ke mentor sampai master teacher. guru mendominasi pembelajaran sehimgga keterlibatan siswa masih sangat rendah.

Iklim belajar mengajar di sekolah dasar tersebut kurang memungkinkan siswa belajar lebih aktif dan kreatif sehingga siswa menjadi pasif. Tingkat partisipasi aktif siswa terhadap menulis rendah bisa terjadi karena proses pembelajaran. selama ini pendekatan yang digunakan masih menggunakan pendekatan tradisional. Kurangnya kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas-tugas di rumah dapat terjadi karena guru tidak pernah mengoreksi dan kurang tegas. 7. guru cenderung mendominasi proses belajar mengajar dan tidak pernah memberikan umpan balik pada siswa dalam pembelajaran menulis. guru yang jarang mengoreksi menanyakan tugasnya kembali dapat membuat siswa tidak terdorong untuk mengerjakan tugas. membaca. Hasil pembelajaran menulis (mengarang) di kelas II belum memuaskan karena pembelajaran hanya mementingkan aspek pengetahuan dan kurang memperhatikan model pembelajaran yang memotivasi siswa untuk menulis karangan. Sehingga fungsi bahasa . dan menulis seharusnya dengan porsi yang seimbang secara dan terpadu. berbicara. Guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis karangan. Dalam pelaksanaan pembelajaran menulis. Pembelajaran juga belum dikaitkan dengan kehidupan siswa untuk menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan pembelajaran. Pembelajaran empat keterampilan berbahasa. 6. yaitu menyimak.10 2. 4. 5. Rendahnya mutu keterampilan menulis siswa disebabkan oleh kenyataan bahwa pembelajaran menulis dianaktirikan. 3.

1. tidak semuanya akan diteliti. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011. 2. juga mementingkan tahapan yang dilakukan dalam proses menulis cerita. Kabupaten Cilacap. dan secara pemahaman maupun penggunaan tercapai.11 merupakan sebagai alat komunikasi. Model Pembelajaran dan Pendekatan keterampilan proses dalam menulis mengandung pengertian sebagai model dan pendekatan yang selain mementingkan kualitas hasil tulisan. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil identifikasi masalah dan pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Kecamatan Dayeuhluhur. Adapun permasalahan yang menjadi kajian peneliti adalah meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses pada kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur. Tahun Pelajaran 2010/2011 ?” . Pembatasan Masalah Permasalahan-permasalahan yang muncul dalam identifikasi masalah di atas. baik secara lisan maupun tertulis. sebab penelitian yang terlalu luas atau terlalu banyak permasalahan akan menghasilkan penelitian yang kurang valid. 5.

2. 3. Siswa lebih gemar menulis melalui mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif. 4. Meningkatkan semangat dalam melaksanakan proses pembelajaran menulis. Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011.12 3. Bagi Guru Meningkatkan profesionalisme khususnya dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif di sekolah dasar. penelitian ini diharapkan dapat mempunyai konstribusi terhadap: 1. penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. 1. Secara khusus. Bagi Siswa Siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan proses belajarnya. 3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan pada siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan Dayeuhluhur. 1. 2. . Memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru berkenaan dengan efektifitas pendekatan proses sebagai solusi meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan tumbuhan dan hewan. Manfaat Penelitian Secara umum.

2.13 4. Memberikan pengalaman dan menambah wawasan tentang penerapan model pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan di jejang pendidikan dasar. . Bagi Sekolah Dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Memberikan dorongan semangat untuk melakukan penelitian sejenis secara lebih intensif dengan jangkauan lebih luas. 1. Bagi Peneliti Memberikan sumbangan keilmuan dalam penerapan strategi pembelajaran menulis di tingkat dasar. dapat memberikan masukan kepada seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran serta menerapkan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. 5. 3.

melainkan suatu proses 14 . sedangkan mengajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan oleh guru sebagai pengajar. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak didik melakukan proses belajar (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. PENELITIAN YANG RELEVAN. Dalam konsep itu. bukanlah kegiatan menyampaikan pelajaran. Mengajar adalah proses mengatur. Selanjutnya. Learning is the process by which behavior (in the broader sense) is originated or changed throught practice or training (belajar adalah proses tingkah laku (dalam arti yang luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktik atau latihan). Belajar menunjuk pada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai subjek yang menerima pelajaran. Sudjana (2000: 29) merumuskan pengertian mengajar adalah proses memberikan bimbingan/bantuan siswa dalam melakukan proses belajar. Mengajar dan belajar merupakan dua konsep yang berbeda.14 BAB II LANDASAN TEORI. tersirat bahwa peran seorang guru adalah Mengajar pemimpin belajar (learning manager) dan fasilitator belajar. Menurut Kingsley (1957: 12). Landasan Teori 1. 1996: 45). DAN KERANGKA BERPIKIR 1. Hakikat Pembelajaran Menulis Konsep tentang mengajar merupakan satu rangkaian dengan konsep lain yang disebut belajar.

Tujuan Menulis Hartig (dalam Tarigan 1986: 24-25) mengungkapkan bahwa tujuan menulis adalah (1) assignment purpose (tujuan penugasan) yaitu penulis menulis sesuatu karena ditugaskan. Istilah pembelajaran dipakai untuk menunjukkan proses yang menekankan pada pola interaksi guru dan murid atau interaksi antara kegiatan mengajar dan kegiatan belajar. tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. (4) informational purpose (tujuan informasional. Pembelajaran memiliki pengertian yang didalamnya mencakup sekaligus proses mengajar yang berisi serangkaian perbuatan guru untuk menciptakan situasi kelas dan proses belajar yang terjadi pada diri siswa yang berisi perbuatan murid untuk menghasilkan perubahan pada diri siswa sebagai akibat kegiatan belajar mengajar. (3) persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan. ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. (2) altruistic purpose (tujuan altruistic) yaitu penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca. menghargai perasaan dan penalarannya. bukan karena kemauan sendiri. 2. menghindarkan kedukaan para pembaca. (5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau . Keefektifan belajar mengajar sangat ditentukan bagaimana terjadi interaksi yang dinamis antara mengajar dan belajar. ingin menolong para pembaca memahami.15 membelajarkan siswa.

3. Tujuan menulis juga dapat menceritakan kejadian. (6) creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilainilai artistic dan nilai-nilai kesenian. serta menguasai informasi .. tetapi harus menentukan siapa yang akan membaca tulisan tersebut. Tulisan mengandung nada yang serasi dengan maksud dan tujuannya. (7) problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencerminkan atau menjelajahi pikiran-pikiran agar dapat dimengerti oleh pengarang. memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu. menjelaskan sesuatu. memberikan arahan. mencari. Menurut Sujanto (1988: 68) tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu mengenai diri seseorang. Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah untuk mengekspresikan perasaan. Manfaat Menulis Akhadiah.16 menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca. dkk. (3) penulis dapat lebih banyak menyerap. memberi informasi. mempengaruhi pembaca. meyakinkan. 1997: 4-5) banyak manfaat yang didapat dari kegiatan menulis bagi penulis itu sendiri yang diantaranya adalah (1) penulis dapat mengenali kemampuan dan potensi dirinya. Menulis tidak mengharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi. dan memberi hiburan. (2) penulis dapat terlatih dalam mengembangkan berbagai gagasan. meringkas atau membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat. (1991 dalam Suriamiharja dkk.

(6) dengan menulis sesuatu di atas kertas. (5) penulis akan dapat meninjau serta menilai gagasannya sendiri secara objektif. (2) menulis mengembangkan daya inisiatif dan kreatif. Menulis Karangan Deskripsi Deskripsi adalah suatu bentuk tulisan yang hidup dan berpengaruh. penulis terdorong untuk terus belajar secara aktif. yaitu dengan menganalisisnya secara tersurat dalam konteks yang lebih konkrit. Deskripsi berasal dari kata latin “descibere” yang artinya “menulis tentang atau memberikan suatu hal”. mengembangkan daya imajinatif dan kreatif.17 sehubungan dengan topik yang ditulis. Akhadiah (1997: 14) mengemukakan bahwa manfaat menulis adalah (1) menulis menyumbang kecerdasan. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat menulis adalah dapat membantu untuk mengungkapkan kemampuan menulis. dan (4) menulis mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi. penulis akan lebih mudah memecahkan permasalahan. dan menulis sangat membantu penulis menjadi terbiasa berpikir sistematis serta berbahasa secara tertib dan teratur. 4. memperikan berarti melukiskan suatu . Kata deskripsi dapat diterjemahkan menjadi “pemerian” yang berasal dari kata peri. (4) penulis dapat terlatih dalam mengorganisasikan gagasan secara sistematis serta mengungkapkannya secara tersurat. (7) dengan menulis. dan (8) dengan kegiatan menulis yang terencanakan membiasakan penulis berpikir serta berbahasa secara tertib dan teratur. (3) menulis menumbuhkan keberanian.

namun demikian deskripsi juga bisa bersifat sangat objektif. Karangan deskripsi berhubungan dengan pengalaman pancaindera seperti penglihatan. atau yang serupa dengan itu. karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan . melukiskan. Sementara itu. Tarigan (1994: 63) mengemukakan bahwa deskripsi berarti menggambarkan. suatu tempat. suatu pemandangan. aspek tempat. suasana. perasaan serta perilaku jiwa. penciuman. 1993: 5). Menurut Vivian (dalam Ahmadi. tujuan utama deskripsi adalah untuk menggugah atau membangkitkan kesan yang dihasilkan oleh aspek tentang seseorang. atau merasakan objek yang dilukiskan tersebut (Gunawan. Rusyana (1994: 135) dalam Atikah 2008 menyatakan bahwa deskripsi adalah menggambarkan sesuatu yang digambarkannya adalah penginderaan. perabaan.. mendengar. 1997:13). Keraff (1981: 93) menyatakan bahwa deskripsi atau pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan. Tulisan deskripsi ialah tulisan yang berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang sedang dibicarakan (seperti orang. yang diwarnai oleh interpretasi penulis/pembicara terhadap realita. 1995: 27). dan perasaan (Parera. atau memeriksa sesuatu secara verbal. mencium. Sedangkan menurut Dawud. atau hal lain) dengan tujuan pembaca seolah-olah melihat. tempat. aspek pemandangan atau lainnya. dkk. (2004: 22). pendengaran. Ahmadi (1995: 25) mengungkapkan bahwa menulis deskripsi bertujuan membangkitkan impresi/kesan yang dihasilkan oleh aspek orang.18 hal. dkk.

yakni karangan deskripsi orang dan karangan deskripsi tempat (Suparno. Atas dasar itu.19 menggambarkan objek sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah melihat sendiri objek tersebut. karangan deskripsi dipilah atas dua kategori. Deskripsi ini banyak bersifat objektif. Berdasarkan pendapat beberapa ahli di atas. Deskripsi keadaan sekitar Deskripsi keadaan sekitar merupakan penggambaran keadaan yang mengelilingi sang tokoh.14). 5. maka kita dapat melakukan beberapa cara atau bimbingan sebagai berikut. yakni orang dan tempat. 1. 1. dapat disimpulkan bahwa karangan deskripsi adalah karangan yang bertujuan menggambarkan objek sedemikian rupa berdasarkan pengalaman pancaindera untuk menggugah atau membangkitkan kesan hidup dalam imajinasi pembaca sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan sendiri objek tersebut dengan pancainderanya. misalnya penggambaran tentang . Deskripsi keadaan fisik Tujuan deskripsi dalam bidang fisik adalah untuk memberi gambaran yang sejelas-jelasnya tentang keadaan tubuh seorang tokoh agar dapat dibayangkan kehadirannya oleh pembaca. 2. 2009: 4. Deskripsi Orang Agar dapat membuat deskripsi orang. ada dua objek yang diungkapkan dalam deskripsi. Macam-macam Deskripsi Berdasarkan kategori yang lazim.

Jalannya sebuah peristiwa akan lebih menarik jika dikaitkan dengan tempat terjadinya peristiwa (Akhadiah.20 aktivitas-aktivitas yang dilakukan. namun berdasarkan relasi antara unsur fisik dan perasaan. 1981: 153). Kedua. hal itu mungkin dapat dideskripsikan (Keraff. gerak bibir dan gerak tubuh merupakan petunjuk tentang keadaan perasaan seseorang pada waktu itu. dan kendaraan. 4. Pertama. pandangan mata. 3. yang dapat memperlihatkan karakter yang digambarkan. yang ikut menggambarkan watak seseorang. Sebuah kisah akan selalu mempunyai latar belakang tempat. Deskripsi gagasan-gagasan tokoh Perasaan atau pikiran seseorang memang tidak dapat diserap. Pancaran wajah. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu tempat. Harus mampu menafsirkan tabir yang terkandung di balik fisik manusia. 5. dapat dimulai dengan menyebutkan kesan umum yang diikuti oleh perincian yang paling . Deskripsi watak atau tingkah perbuatan Mendeskripsikan watak seseorang memerlukan kecermatan dan keahlian. Deskripsi Tempat Tempat memegang peranan yang sangat penting dalam setiap peristiwa. tempat kediaman. bergerak secara teratur menelusuri tempat itu dan menyebutkan apa saja yang dilihat. pakaian. Tidak ada peristiwa yang terlepas dari lingkungan dan tempat. mengidentifikasikan unsur-unsur dan kepribadian sang tokoh. 1997) dalam Suparno (2009). pekerjaan atau jabatan.

21 menarik perhatian. Baru menyusul perincian lain yang kurang penting yang terdapat di sekitarnya. Suasana hati Pengarang harus dapat menetapkan suasana hati manakah yang paling meninjol untuk dijadikan landasan. Sikap dan suasana hati itu dipertajam dengan pengalaman-pengalaman sehari-hari sehingga mempengaruhi pencerapan terhadap suatu objek deskripsi. 1. . perlu dipertimbangkan beberapa pokok persoalan untuk menyusun deskripsinya. 3. Kegagalan dalam memilih bagian yang relevan untuk dideskripsikan akan mengakibatkan pembaca tidak dapat menciptakan kembali suasana hati dalam pikiran dan hatinya (Keraff. Bagian yang relevan Pengarang deskripsi juga harus mampu memilih detail-detail yang relevan untuk dapat menggambarkan suasana hati itu. Sikap pengarang ketika membuat karangan deskripsi mengenai tempat menunjukkan sifat dan suasana hati yang menguasai pikiran pengarang pada waktu itu. 2. Dalam memilih cara yang paling baik untuk melukiskan tempat. Urutan penyajian Pengarang deskripsi dituntut mampu menetapkan urutan yang paling baik dalam menampilkan detail-detail yang dipilih (Keraff. 1981: 136). 1981).

Ide dan gagasan yang sudah terolah dalam diri dan pikiran penuh daya imajinasi yang diwujudkan dengan perantara bahasa karangan. Karangan lukisan hadir di hadapan kita sebagai pembaca. 4. Faktor tersebut adalah ketepatan dalam memilih kata diksi (pemilihan kata yang bermakna tepat dan selaras). yaitu: (1) menentukan tema dan judul. 3. (2) mengumpulkan bahan. (4) membuat kerangka. 1980: 512) dalam Atikah (2008) : 1. terinci dan sungguh-sungguh. Dengan diketahuinya faktor-faktor yang mendukung sebuah karangan deskripsi yaitu diksi. 2006: 2−11). Pengamatan secara cermat. 4. Mengumpulkan data. informasi dan lain-lain yang menunjang objek pengamatan. . 5. Karangan deskripsi dapat disusun dengan menempuh langkah-langkah sebagai berikut (Rusyana. (3) menyeleksi bahan. dan (5) mengembangkan kerangka karangan (Hasnun.22 Selain objek yang berupa orang dan tempat. Pengolahan dalam pikiran dan daya cipta. 2. terdapat faktor lain yang mendukung lahirnya sebuah karangan apabila dalam karangan deskripsi faktor ini dukup penting peranannya. 6. maka kita akan memperoleh kemudahan dalam menganalisis sebuah karangan deskripsi. Langkah-langkah Menulis Karangan Deskripsi Menulis karangan deskripsi memerlukan langkah-langkah yang merupakan satu rangkaian yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Menentukan objek yang akan dijadikan ide atau bahan.

hendaknya disesuaikan dengan karakteristik materi ajar dan tingkat kemampuan siswa.23 7. artinya dalam pelaksanaan pembelajaran menulis dapat dipadukan dengan pembelajaran membaca. seorang guru memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan belajar Pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk terampil menulis dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seperti berikut: (1) menjiplak. Menurut kurikulum 2006 (KTSP) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar didasarkan prinsip pembelajaran terpadu. Dalam Silabus Bahasa Indonesia latihan menulis permulaan dilaksanakan bersama-sama dengan membaca permulaan. Strategi Pembelajaran Menulis Pemilihan pendekatan pembelajaran. Sebagai fasilitator pembelajaran guru harus menciptakan iklim belajar yang mendorong siswa untuk belajar. Bagi siswa sekolah dasar kelas II perlu tersedianya media/alat peraga yang memadai sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan inisiatifnya sendiri. (5) dikte. (2) menyalin. Peran guru dalam proses pembelajaran terpadu sangat besar. (4) menulis halus/indah. (7) mengarang dengan bantuan gambar. (3) menatap. Guru harus terus menerus memperhatikan dan mendengarkan siswa. Seorang guru adalah pemimpin belajar (learning manager) dan fasilitator. dan menginterprestasi untuk memahami pemikiran siswa. (6) mengarang sederhana. Guru harus mampu menciptakan situasi belajar yang memungkinkan siswa belajar aktif. Oleh karena itu. (8) mengarang dengan .

serta belajar melalui tulisan. 1994). 1990) mengidentifikasikan ada tiga komponen yang dapat dideskripsikan sebagai peranan belajar menulis di SD. (9) mengarang dengan mengurutkan kalimat dalam bentuk wacana (Sudarmi. sosial. Belajar untuk menulis Melalui pengalaman-pengalaman yang diperolehnya. Pembelajaran menulis di sekolah dasar merupakan salah satu bidang garapan pembelajaran bahasa Indonesia yang memegang peranan penting. Belajar tentang bahasa Pada saat belajar menulis. dari praktek menulis para siswa sekaligus dapat belajar untuk menulis yang lebih baik. menyusun kerangka tulisan dan memperbaiki tulisannya akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk menulis selanjutnya. siswa akan menjumpai keunikankeunikan bahasa tulis dan atau teknik-teknik penulisan yang berbeda dari . 2. Dengan mempunyai keterampilan menulis siswa SD akan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan berkembangnya daya nalar. Maksudnya tanpa memiliki keterampilan menulis yang memadai siswa SD akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. Menurut Halliday (dalam Tompkins.24 menyelesaikan kalimat dalam bentuk wacana. yakni para siswa dapat belajar untuk menulis. 1. dan emosionalnya. tidak saja bagi pelajaran bahasa Indonesia. tetapi juga bagi pelajaran yang lain. Pengalaman dalam mengumpulkan dan mengorganisasi ide. belajar tentang bahasa tulis.

c) saling ketergantungan menyelesaikan tugas. dan cara menuliskan kata dengan tepat. 3. Saling ketergantungan positif Dalam pembelajaran kooperatif. huruf kapital. Belajar melalui tulisan Tulisan merupakan sarana belajar bagi siswa yang sangat berharga karena dapat meliputi berbagai materi pelajaran. . Mereka seringkali harus menggali dan memahami suatu hal untuk suatu tugas menulis. d) saling ketergantungan hadiah.25 bahasa lisan. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif 1. Hubungan saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungn positif. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui: a) saling ketergantungan mencapai tujuan. saling ketergantungan peran. 2. 4. Keefektifan Pembelajaran Menulis dengan Model Pembelajaran Kooperatif 1. Konsep Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan. huruf kecil. sebagai latihan hidup dimasyarakat. b) saling ketergantungan bahan dan sumber. guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Mereka dapat belajar menggunakan tanda-tanda baca.

3. dan pandangan-pandangan. Dialog tidak hanya dilakukan dengan guru. Meningkatkan kemampuan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. 5. informasi. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial. Akuntabilitas individual Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. jenis kelamin.26 2. 6. 4. Interaksi semacam ini penting karena siswa merasa lebih mudah belajar dari sesama. Hasil penilaian secara individual. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian. 3. Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif 1. ketrampilan. 2. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. perilaku sosial. kelas sosial. dan orientasi tugas. agama. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan. disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberi bantuan. Ini juga mencerminkan konsep pengajaran sebaya. . 4. Interaksi tatap muka Interaksi tatap muka siswa saling tatap muka dalam kelompok sehingga mereka dapat berdialog. normal atau cacat. etnis.

Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan Pembelajaran permusuhan. 2009: 40). Manusia memiliki derajat potensi. Dalam pembelajaran tradisional dikenal pula belajar kelompok. tetapi juga dari sesama teman (Sugiyanto.27 7. manusia dapat saling asah. (3) akuntabilitas individual. sebagai latihan hidup di masyarakat. asih. 2009: 37). Siswa tidak hanya belajar dari guru. ada sejumlah perbedaan esensial antara kelompok . latar belakang historis. dan asuh (saling mencerdaskan). dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (learning community). meskipun demikian. dan (4) keterampilan untuk menjalin hubungan antarpribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan. Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah. serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Beberapa Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugiyanto. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (2004) adalah (1) saling ketergantungan positif. kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Karena perbedaan itu. (2) interaksi tatap muka. asih.

masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok. jenis kelamin. Guru memperhatikan secara langsung Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar. baik dalam kemampuan akademik. . dan mengelola konflik secara langsung diajarkan.28 belajar kooperatif dengan kelompok belajar tradisional. Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masingmasing. guru terusmelakukan intervensi sering dilakukan oleh pemantauan melalui observasi dan guru pada saat belajar kelompok melakukan intervensi jika terjadi sedang berlangsung. kemauan berkomunikasi. ras. dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif. sedangkan anggota kelompok lainnya hanya ”enak-enak saja” di atas keberhasilan temannya yang dianggap ”pemborong”.etnik. Perhatikan tabel berikut: Tabel 1. mempercayai orang lain. Keterampilan sosial yang diperlukan Keterampilan sosial sering tidak dalam kerja gotong royong seperti diajarkan secara langsung. kepemimpinan. Kelompok belajar biasanya homogen. kelompok-kelompok belajar. Pemimpin kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok. Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok. Perbedaan antar kelompok belajar Kelompok Belajar Kooperatif Adanya saling ketergantungan positif. Kewlompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan. Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. Kelompok Belajar Tradisional Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungkan diri pada kelompok. Kelompok belajar heterogen. Pada saat belajar kooperatif sedang Pemantauan melalui observasi dan berlangsung.

perilaku sosial. 11. 9. hanya pada Ada banyak nilai pembelajaran kooperatif. 5. keterampilan. Model pembelajaran Kooperatif (cooperative learning) yang guru kembangkan pada proses pembelajaran yaitu model struktural: berkirim . Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois. 4. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. 2. informasi. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial. 6. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. etnis. kelas sosial. diantaranya adalah: 1. dan pandangan-pandangan. jenis kelamin. 10. normal atau cacat. tetapi juga penyelesaian tugas. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. 3. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. 7. hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai). agama dan orientasi tugas.29 Penekanan tidak hanya pada Penekanan sering penyelesaian tugas. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. 8. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa. Berbagi keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan.

Cara guru mengatur strategi tersebut langkah teknisnya adalah sebagai berikut: 1.30 salam dan soal. Kegiatan berkirim salam dan soal digunakan guru pada saat pendalaman materi pembelajaran. Guru membagi siswa dalam siswa kelompok berempat-berempat. Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain. dan kancing gemerincing. jawaban masing-masing kelompok dicocokkan dengan jawaban kelompok yang membuat soal. 5. 1. bertukar pasangan. mencari pasangan. Setelah selesai. Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. 2. Guru membantu mengawasi dan membantu memilih soal-soal yang cocok. bercerita berpasangan. 4. masing-masing kelompok mengirimkan satu orang utusan yang akan menyampaikan salam dan soal dari kelompoknya (salam kelompok yang disertai sorak kelompoknya). Model Pembelajaran Kooperatif dengan strategi “Mencari Pasangan” Teknik belajar mengajar mencari pasangan (make a match) dikembangkan oleh Larana Curran (1994). dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain. Kemudian. sebagai berikut: . 3. Guru mengatur langkah teknik pembelajaran ini. Model pembelajaran kooperatif strategi ”Berkirim Salam dan Soal” Teknik belajar mengajar berkirim salam dan soal memberi kesempatan siswa untuk melatih pengetahuan dan keterampilan mereka.

Setiap siswa mendapat satu buah kartu. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia. 2. sebagai berikut: 1. 4. 5. 2. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik.31 1. . setiap siswa dalam masingmasing kelompok mendapat dua atau tiga buah kancing tergantung pada sukar tidaknya tugas yang diberikan. SEKRETARIAT. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. Sebelum kelompok memulai tugasnya. Guru menyediakan kotak kecil yang berisi kancing-kancing. 6. Siswa mencari pasangan dengan pemegang kartu tersebut sehingga satu kelompok menjadi satu materi yang tepat. PBB. guru menuliskan kartu 3+9 pemegang kartu akan berkumpul dengan pemegang kartu 3x4. dan 6x2. dst. 3. Model strategi pembelajaran “Kancing Gemerincing” langkah strategi yang dilakukan guru. Guru membuat kartu yang bertuliskan: LIMA. Guru memberikan kesempatan setiap pasangan siswa untuk mendiskusikan menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Model Strategi pembelajaran “Kancing Gemerincing” Teknik belajar mengajar Kancing Gemerincing dikembangkan oleh Spancer Kagan (1992). Siswa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lan yang memegang kartu yang cocok. PERU. Misalnya. JENDERAL. KOPI ANNAN.

5. dan sudah tentu pengajaran lebih bermakna (meaningful). Secara umum fungsi media adalah sebagai penyalur pesan. Jika kancing yang dimiliki seseorang sudah habis. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai (Sudjana dan Rivai 2001: 2). serta dapat mempengaruhi psikologi siswa. media memiliki fungsi yang sangat penting. secara . 4. membangkitkan motivasi dan rangsangan dalam proses belajar mengajar. Setiap kali seorang siswa berbicara atau mengeluarkan pendapat. Bahan pelajaran yang dimanipulasikan dalam bentuk media pengajaran yang menjadikan siswa seolah-olah bermain. dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua rekannya juga menghabiskan kancing mereka. media dapat digunakan secara tepat. Peranan Media Gambar dalam Mendeskripsikan Pembelajaran Menulis Dalam proses belajar mengajar.32 3. dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkan di tengah-tengah. asyik dan bekerja dengan suatu media itu akan lebih menyenangkan mereka. media pembelajaran dapat menambah efektivitas komunikasi dan interaksi antara pengajar dan siswa. Selain itu. Oleh karena itu. Penggunaan media dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan minat.

Sejalan dengan pendapat diatas. dan perkembangan bahasa memerlukan simbol-simbol atau gambar. Dengan demikian. Gambar-gambar yang dipakai berhubungan dengan tema/subtema dan sesuai dengan Silabus Bahasa Indonesia tahun 2006. (g) membantu berkembangnya efisiensi dan pengalaman belajar yang lebih sempurna. ia belum mampu menyelesaikan dengan baik. Hal ini karena anak usia sekolah dasar memiliki kemampuan berpikir secara konkret. (d) menumbuhkan pemikiran yang teratur dan seimbang. (f) membantu tumbuhnya pemikiran dan membantu berkembangnya kemampuan berbahasa. Sudjana (2000: 100) mengatakan bahwa penggunaan media alam proses belajar mengajar (PBM) mempunyai nilai: (a) dapat meletakan dasar-dasar yang nyata untuk berpikir. (b) dapat memperbesar minat dan perhatian.33 nyata membantu dan mempermudah proses belajar mengajar. Pieget (dalam Tampubolon. 1991: 4) bahwa anak usia sekolah dasar kemampuan berpikir. bernalar. Lebih lanjut. . bila anak dihadapkan suatu masalah (misalnya masalah klasifikasi) secara verbal. Dengan kata lain. Seperti diutarakan oleh Pieget (dalam Anita. yaitu tanpa adanya bahan yang konkret. 1975) anak mampu melakukan aktivitas-aktivitas logis tertentu (opreasi). (c) dapat meletakan dasar untuk perkembangan belajar sehingga hasil belajar bertambah mantap. Media gambar yang baik yang ada dalam pembelajaran menulis dapat memperjelas konsep sehingga akan menarik perhatian anak. hasil pembelajaran dapat lebih optimal. hanya dalam situasi-situasi yang konkret.

sehingga bernilai terhadap semua pelajaran di sekolah. guru tidak perlu berganti dari satu peran ke peran lain. (4) gambar mudah didapat dan harganya murah. Sebaliknya. Bila guru membangun hubungan baik. Keefektifan Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses Pembelajaran yang efektif akan terjadi apabila hubungan antara guru dan siswa baik. (5) mudah digunakan. menguntungkan.34 Gambar sebagai rangsangan tugas menulis sangat baik diberikan pada siswa sekolah dasar tahap awal. baik untuk perorangan maupun kelompok. teknik yang mengajar bagaimanapun baiknya tidak akan ada gunanya (Gordon & Bruch. apabila hubungan guru dan siswa tidak baik. yang tidak mungkin dilihat karena letak candi Borobudur yang jauh. (3) dapat digunakan untuk menjelaskan suatu masalah. dengan demikian gambar itu merupakan penjelas dari benda-benda sebenarnya. Menurut Reigeluth & Merrill (dalam Nyoman Degeng. . melalui gambar siswa dapat melihat dengan jelas sesuatu yang dibicarakan atau didiskusikan di kelas. Untuk sekolah yang dananya terbatas apalagi yang sama sekali tidak mampu. 1989) keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian hasil belajar siswa. Ada beberapa alasan dasar penggunaan gambar dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: (1) gambar bersifat konkret. termasuk bahasa Indonesia. misalnya gambar candi Borobudur dapat dibawa dan dipelajari di Sumatera. (2) gambar mengatasi ruang dan waktu. gambar bernilai ekonomis. 1997: 23). 6.

Funk (dalam Dimyati & Mudjiono. Salah satu usaha untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran menulis adalah dengan menggunakan pendekatan proses.35 Menurut Uzer Usman (1996: 21-23) dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif. sedikitnya ada lima jenis variable yang menentukan keberhasilan siswa. siswa merasa bahagia sebab mereka aktif dan tidak menjadi pembelajar yang pasif. Mengingat sangat pentingnya pembelajaran menulis di sekolah dasar. bukan sembarang yang bisa merugikan anak didik. (3) membangkitkan motivasi siswa. Pendekatan proses memungkinkan siswa menyelidiki sendiri berbagai hal. Dalam deskripsi tersebut tergambar bahwa keefektifan pembelajaran bukan saja bertalian dengan produk pembelajaran tetapi juga menunjuk pada proses. yaitu: (1) melibatkan siswa aktif. karena keberhasilan belajar mengajar lebih banyak ditentukan oleh guru dalam mengelola kelas (Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain. tidak sekedar menceritakan atau mendengarkan cerita tentang ilmu pengetahuan. maka guru harus betul-betul memahami aspek-aspek menulis di sekolah dasar. 1999: 138) bahwa pendekatan proses adalah pendekatan yang memberi kesempatan kepada siswa bekerja dengan ilmu pengetahuan. guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. (4) prinsip individual. yang selanjutnya berguna bagi perkembangan intelektual dan mental mereka. Sehubungan dengan itu dalam mengajar. Hal ini. 1995: 62). Dari pendapat tersebut dimaksudkan . dan (5) peragaan dalam pembelajaran. Di sisi yang lain. (2) menarik minat. Menulis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa sekolah dasar.

bukan sebagai pemimpin kelas. Pendekatan tradisional dalam pembelajaran menulis ditekankan pada hasil berupa tulisan yang telah jadi. Kelima tahap penulisan tersebut menunjukan kegiatan yang berbeda. . Guru hendaknya dapat memberikan pertolongan untuk perkembangan keterampilan menulis siswa semaksimal mungkin. ke tahap pramenulis untuk melihat kesesuaian isi tulisan dengan tujuan menulis. (b) drafting (membuat draf). Menurut Tompkins (1990). oleh karena itu harus bisa mengakomodasi situasi kelas. (c) revising (merevisi). dalam pelaksanaannya. ada lima tahap kegiatan dalam menulis dengan menggunakan pendekatan proses.36 bahwa pendekatan yang dipilih oleh guru mempunyai arti yang sangat penting bagi pembelajaran. (d) editing (menyunting) dan (e) publishing/sharing (publikasi). ada yang sudah mandiri. Misalnya. Menurut Tompons & Hoskisson (1991). Selama ini pembelajaran menulis di sekolah dasar masih dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tradisional. Guru sebagai kolaborator. dan urutan tahap-tahap tersebut bukan merupakan urutan yang linier. yaitu: (a) prewriting (pra menulis). merupakan suatu putaran yang berulang. ada siswa yang cepat dan ada siswa yang lambat. pada dasarnya proses menulis bersifat non linier. setiap siswa mungkin akan berada pada tahap menulis yang tidak sama walaupun sebagian besar siswa mungkin ada pada tahap yang sama. ada yang sangat membutuhkan orang lain yaitu guru. Hal ini disebabkan karena perbedaan kecepatan berpikir. Disamping itu. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis adalah pendekatan proses.

hasil karangan/tulisan dikumpulkan. sehingga mengakibatkan siswa merasa jenuh dan kurang menyenangi pembelajaran menulis. guru menyediakan beberapa macam topik/judul dan meminta siswa untuk memilih salah satunya. 7. Setelah selesai. 1999: 7). Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat berharga dan berguna untuk perkembangan keterampilan menulis sehingga keterampilan akan lebih meningkat. Artinya. yaitu Kastam (1999) dalam penelitian yang berjudul “Peningkatan Keterampilan menulis dengan Menggunakan Pendekatan Proses Siswa Sekolah Dasar”.37 tidak pada yang dikerjakan murid ketika menulis (Zucdhi dalam Syamsi. Siswa langsung berpraktek menulis tanpa belajar bagaimana Pada umumnya. Penelitian yang Relevan Ada beberapa hasil penelitian yang mendukung penelitian ini. wajar jika keterampilan siswa dalam menulis rendah. tampak bahwa siswa terdapat banyak sekali kegiatan. Indikator keberhasilan ini terlihat dari meningkatnya skor . dan dinilai oleh guru. dikoreksi. Hasil penelitiannya dikatakan bahwa pendekatan proses dalam pembelajaran menulis terbukti meningkatkan keterampilan siswa sekolah dasar dalam menulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. siswa diminta secara langsung menulis. kalau ada peningkatan berarti pembelajaran menulis tersebut lebih efektif. menulis. Kegiatan ini terus-menerus terjadi. Kemudian. Jika dilihat tahap-tahap menulis seperti yang dilakukan dalam pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses. 1. Karena itu.

lebih efektif daripada pendekatan tradisional dengan menggunakan teknik koreksi guru. baik koreksi diri maupun koreksi antarteman.38 keterampilan menulis siswa dan skor sikap siswa terhadap pembelajaran menulis. ditemukan bahwa pendekatan proses dengan teknik koreksi antarteman terbukti dapat menghasilkan prestasi belajar menulis siwa kelas V sekolah dasar menjadi lebih tinggi. Relevansi penelitian Suryanti (2004) dengan penelitian ini terletak pada jenis penelitian dan . Suryanti (2004) mengadakan penelitian yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Melalui Teknik Reka Cerita Gambar Pada Siswa Kelas 11D SLTP Negeri 1 Gombong. 3. Kabupaten Pati Tahun Ajaran 2000/2001”. siswa sudah berperilaku positif. Hasilnya ditemukan bahwa pengajaran menulis dengan pendekatan proses. Artinya. teknik koreksi lebih efektif daripada koreksi guru. Perubahan perilaku siswa juga tampak pada setiap pembelajaran menulis. Selain itu. Sumarwati (1997) telah mengadakan penelitian eksperimen tentang “Perbedaan Menulis dengan Menggunakan Pendekatan Tradisional dengan Menggunakan Pendekatan Proses dan Menerapkan Teknik Koreksi Diri dan Koreksi Antarteman dalam Pembelajaran Menulis di Sekolah Dasar kelas V”. dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa sekolah dasar. 2. dan terbukti bahwa reka cerita gambar cerita dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi. Hasil penelitian dsimpulkan bahwa terjadi perbedaan Siklus I dan Siklus II sebesar 20%.

39

permasalahan yang diteliti, sedangkan perbedaannya terletak pada teknik atau pendekatan yang digunakan di dalam penyampaian pembelajaran. 4. Widyastuti (2004) dalam penelitian yang berjudul “Peningkatan

Kemampuan Siswa dalam Menulis Karangan Narasi Melalui Pembelajaran Mengarang dengan Teknik Berjenjang dengan Bantuan Gambar Berseri Pada Siswa Kelas IV SD PL. Santo Yusup Semarang Tahun Ajaran 2003/2004”. Memberikan kesimpulan bahwa: (1) teknik berjenjang

dengan bantuan gambar berseri memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami dan menerapkan keterampilan menulis narasi, (2)

pembelajaran menulis melalui model alat peraga gambar berseri dan teknik pelatihan berjenjang ternyata dapat meningkatkan kemampuan menulis narasi, (3) dari data angket dan hasil observasi dikemukakan bahwa penerapan teknik berjenjang dan ganbar berseri dapat

meningkatkan sikap positif siswa dalam meningkatkan menulis narasi. Relevansi penelitian Widyastuti (2004) dengan penelitian ini terletak pada jenis penelitian yang dilakukan dan penelitian yang teliti. 5. Sugiarto, dalam tesis yang berjudul “Upaya Meningkatkan Keterampilan Menulis Kelas V SD Negeri Jatilor Dengan Model CTL (Contextual Teaching Learning) Tahun 2007”, mengemukakan berdasarkan hasil analisis data dan rangkuman temuan empirik, serta implementasi tindakan dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas V SD Negeri Jatilor melalui penerapan strategi pembelajaran dengan model (CTL) dapat ditarik kesimpulan bahwa, pada kondisi awal sebelum tindakan, faktor yang menyebabkan siswa kelas V SD Negeri Jatilor kurang terampil dalam

40

menulis (mengarang) adalah sebagai berikut: (1) Guru kurang tepat dalam menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran di kelas. Dalam melaksanakan pembelajaran, guru mendominasi penggunaan metode ceramah dengan pendekatan konvensional, sehingga pembelajaran kurang dapat mengaktifkan siswa. Partisipasi siswa dalam pembelajaran tidak tampak karena peran guru sangat dominan, (2) Guru kurang memberikan latihan menulis (mengarang) sehingga pengetahuan dan pengalaman siswa tidak berkembang, (3) Guru belum sepenuhnya memberikan bimbingan teknik pembelajaran menulis secara hirarki yang meliputi tahap pramenulis, menulis dan pasca menulis, (4) guru belum memiliki pedoman penilaian menulis yang dapat digunakan untuk melakkan penilaian menulis secara obyektif, sehingga cara menilai yang dilakukan kurang profesional. Memperhatikan hasil-hasil penelitian yang secara umum mendukung kelebihan pembelajaran menulis dengan pendekatan proses dan dipihak lain memperhatikan kecenderungan sebagai besar guru sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih banyak menggunakan pendekatan tradisional. Oleh karena itu, penelitian tesis yang penulis lakukan adalah

berusaha meningkatkan kemampuan menulis cerita kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap melalui

mendeskripsikan tumbuhan dan hewan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penunjang pembelajaran menulis khususnya di SD Negeri Dayeuhluhur 06 Kecamatan

41

Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap dan sekolah lain pada tingkat berikutnya. Harapan peneliti selanjutnya adalah dengan meningkatnya kemampuan siswa mendeskripsikan maka kemampuan menulis cerita pun meningkat.

6.

Kerangka Pikir Berdasarkan permasalahan dan landasan teori di atas, maka guru harus

memahami kurikulum dan menguasai bahan ajar, tepat memilih model pembelajaran dan pendekatan, serta memahami tujuan pembelajaran dan mampu melaksanakan sesuai dengan program yang telah disusun. Penelitian ini dilaksanakan dengan siklus tindakan. Direncanakan tiga siklus dengan tahapan masing-masing siklus adalah perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam proses pelaksanaan

tindakan memperhatikan lima tahapan menulis yang terdiri dari prapenulisan, penulisan, revisi, pengeditan, dan publikasi. Model pembelajaran yang Dengan demikian,

dipergunakan adalah model pembelajaran kooperatif.

pelaksanaan tindakan berpedoman pada indikator kemampuan kooperatif dengan pendekatan proses yang hendak dicapai pada setiap siklus. Tahapan-tahapan

penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang-ulang yang disebut dengan siklus tindakan. Setiap siklus dilakukan pengkajian atau analisa dikandung maksud tindakan yang sesuai dipertahankan dan yang masih lemah diperbaiki sehingga menghasilkan beberapa tindakan yang sesuai dengan harapan. Tahap-tahap tersebut membentuk spiral. (2009:151) digambarkan sebagai berikut: Spiral tindakan kelas oleh Hopkins

42

Perencanaan

Refleksi Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Refleksi

Tindakan/ Observasi Perbaikan Rencana Refleksi

Tindakan/ Observasi Dan seterusnya

Bagan 2.1. Spiral penelitian tindakan kelas Hopkins (199:105) Lain halnya dengan pembelajaran menulis menggunakan model pembelajaran kooperatif, siswa akan didorong untuk belajar bagaimana menulis dan belajar bagaimana menggunakan bahasa untuk berkomunikasi secara tertulis. Dengan munculnya permasalahan tersebut, peneliti menggunakan penelitian tindakan berbasis kelas. Penelitian ini dilakukan melalui tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanan, tindakan, observasi, dan refleksi. Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif, disini siswa memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri judul tulisannya; berkesempatan mengoreksi isi;

43

maupun segi tata tulisannya dan memperbaiki tulisannya. Dibawah bimbingan guru, koreksi dapat dilakukan dengan teknik koreksi diri dan koreksi antar teman. Koreksi diri yaitu para siswa mengoreksi tulisan yang telah mereka kerjakan. Kegiatan mengoreksi dapat dilakukan pada tahap revisi dan tahap menyunting. Pada tahap ini, siswa dapat mengubah tulisan dengan Guru dapat

memperhatikan komentar atau masukan dari teman atau guru.

membantu siswa menemukan kesalahan-kesalahan mekanik tulisan. Kemudian, pada tahap selanjutnya publikasi. Siswa diberi kesempatan untuk menunjukan hasil tulisannya kepada orang lain (guru, kepala sekolah, teman dari kelas lain), dengan memajang pada tempat yang telah disediakan. Hal ini akan menumbuhkan kebanggaan siswa. Kebanggaan tersebut akan dapat meningkatkan motivasi,

perasaan senang, sikap positif terhadap pembelajaran, sehingga siswa memiliki keterampilan menulis secara optimal. Pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan dalam menulis cerita dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses bentuk pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan siswa SD dan kondisi lingkungan. Ada tujuh bentuk keterampilan dalam penerapan model Ketujuh keterampilan meliputi: (1) mengamati, (2)

pembelajaran kooperatif.

menggolongkan, (3) menafsirkan, (4) meramalkan, (5) menerapkan, (6) merencanakan, (7) mengkomunikasikan. Untuk siswa sekolah dasar khususnya dalam materi menulis kemampuan utama yang diharapkan adalah

mengkomunikasikan hasil baik secara lisan maupun tertulis. Penerapan tindakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan

permasalahan yang dihadapi. Rancangan siklus tindakan tersebut di bawah ini:

Hipotesis Tindakan Dari uraian di atas. hipotesis dalam penelitian tindakan berbasis kelas ini adalah sebagai berikut: . Koreksi Bersama Kelebihan Memperbaiki dipertahankan. Merevisi. kelemahan siklus I dan kelebihan siklus I dipertahankan. 5. 1. Analisis data yang akan dijadikan hasil penelitian Gambar 2. 3. 2. Membuat draf. Mengedit.1 Skema kerangka berpikir 7. 4.44 Tindakan Latihan Menulis. Menentukan topik. Pembelajaran Pendekatan Proses dengan Media Gambar Masalah : Kurang terampil menulis cerita. Melakukan publikasi. Siklus I Siklus II Hasil Siklus I Hasil Siklus II Terampil Menulis Cerita Refleksi : Kelemahan dicari dan dicarikan penyelesaiann untuk siklus II. Mengamati model gambar. 6.

Kecamatan Dayeuhluhurm Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat ditingkatkan”. . kemampuan menulis cerita siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06.45 “Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis dengan mendeskripsikan tumbuhan dan hewan.

d. Kecamatan Dayeuhluhur. Kabupaten Cilacap pada tanggal 5 Januari 2011. dan hasil ulangan harian didapatkan bahwa 35% siswa mendapatkan nilai 6. maka dipilih tempat penelitian di Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. Dalam proses belajar menulis. Waktu dan Subjek Penelitian Tempat Penelitian Berdasarkan observasi awal di Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06.46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. terlihat perhatian siswa yang terbagi-bagi sewaktu guru menjelaskan maupun mengerjakan tugas. 1. Keseriusan siswa dalam menulis kurang. Kabupaten Cilacap. ditemukan beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas dengan baik. Tempat. 2. Adapun kegiatan penelitian meliputi: 1) Tahap persiapan pada bulan November s. Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. terletak di daerah pedesaan. Sedikit sekali siswa yang berani menulis di depan. Desember 2010. itupun banyak kesalahan tulisan yang dibuatnya.5 keatas. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2011 sampai dengan bulan April 2011. yaitu untuk penjajagan dengan kepala sekolah dan guru kelas II. Sekolah tidak memiliki alat-alat peraga yang menunjang keberhasilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 2) Tahap observasi dilaksanakan 46 . dengan pola pikir yang mempunyai karakteristik yang berbeda dengan sekolah dasar di daerah perkotaan. Kecamatan Dayeuhluhur.

sehingga akan mempermudah komunikasi. diharapkan dapat memperlancar proses penelitian tindakan. April 2011. 2. Adapun alasan kelas ini dipilih. 5) Tahap penyusunan laporan bulan Mei s. ada satu (1) orang sebagai subjek yang memberikan tindakan.d. Adanya keinginan guru kelas II untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. Desember 2011. sebagaimana diidentifikasi dalam penelitian ini. Kelas tersebut memang mengalami masalah. Sudah ada jalinan yang akrab antara peneliti dengan guru kelas II Sekolah Dasar tersebut sebagai kolaborator sehingga diharapkan dapat terjadi kerjasama yang baik antara kedua belah pihak. hanya sekitar 35% siswa yang mendapatkan nilai 6.5 keatas. Dengan adanya keinginan dan kebutuhan guru mengatasi masalah dan kepedulian peneliti untuk membantu guru mengatasi masalah yang sedang dihadapi guru.d. Disamping itu. letak Sekolah Dasar tersebut tidak jauh dengan tempat tinggal peneliti. karena: 1. salah satu diantaranya yang menonjol adalah kemampuan menulis siswa kelas II sangat rendah. 3. Guru kelas II. 4) Tahap pelaksanaan penelitian tindakan kelas bulan Januari s.47 pada bulan Januari 2011. . Kabupaten Cilacap dengan jumlah 30 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 13 perempuan. Kecamatan Dayeuhluhur.

Kabupaten Cilacap. dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. yaitu perencanaan. metode. Penelitian tindakan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru atau peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil dengan mengubah cara.. Jika siklus I nilai rata-rata belum .48 1. tindakan. yang dilakukan melalui proses kerja kolaborasi antara guru kelas II dengan peneliti. Taggart (1990: 11). dan refleksi. 2007:11). dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan berbasis kelas. 2006:83). pendekatan. observasi. Siklus ini terdiri atas empat komponen. dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka. Wiriaatmadja (2006:13) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka. Bentuk dan Strategi Penelitian Berdasarkan data yang diperoleh melalui pengamatan awal dalam proses pembelajaran menulis dan wawancara dengan guru kelas. yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan pada siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri Dayeuhluhur 06. Keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus. Penelitian tindakan kelas adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif (Wiriaatmadja. Dalam penelitian tindakan berbasis kelas ini. dkk. atau teknik yang berbeda dari biasanya (Arikunto. peneliti menggunakan model penelitian tindakan yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. perlu dilakukan penelitian yang bermaksud untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kecamatan Dayeuhluhur.

2. Tahap perencanaan dimulai dari penemuan masalah dan kemudian merancang tindakan yang akan dilakukan. Perencanaan 1. akan dilakukan tindakan siklus II. Pengamatan 3. Tindakan adalah pembelajaran macam apa yang dilakukan peneliti sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis cerita. Perencanaan dalam siklus II dipersiapkan rencana pembelajaran yang telah diperbaiki dan disempurnakan. Perencanaan adalah rencana tindakan yang akan dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita. Tindakan ini dipandu oleh perencanaan yang telah dibuat. Refleksi Siklus II 2.1 Skema model tindak lanjut kelas Penelitian ini akan dilakukan dalam dua siklus. Perencanaan Siswa terampil menulis cerita 2. Pelaksanaan penelitian tindakan berbasis kelas dalam dua siklus ini dapat digambarkan dengan mengikuti alur sebagai berikut: Masalah Hasil Siswa kurang terampil menulis cerita 1. Tindakan 3. Tindakan 4.49 mencapai target yang telah ditentukan. dalam arti perencanaan tersebut . Refleksi Siklus I 4. Pengamatan Gambar 3. Tiap siklus terdiri atas empat langkah yaitu: 1.

3. Kegiatan observasi dilakukan oleh peneliti sendiri. catatan lapangan dan interview. Sumbar Data Data dalam penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dan kepala SD Negeri Dayeuhluhur 06 melalui observasi. Pada tahap ini guru menjelaskan kesalahan-kesalahan yang terdapat pada penulisan teks berita yang telah dibuat siswa. sedangkan kelebihan-kelebihannya dipertahankan dan ditingkatkan.50 dilihat sebagai rasional dari segala tindakan itu. dan untuk validasi data (Suyata dkk. Tindakan pada siklus II adalah penyempurnaan tindakan pada siklus I. Observasi atau pengamatan adalah upaya mengamati pelaksanaan tindakan.. untuk melihat peningkatan keterampilan menulis cerita dan mengetahui perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. 1. Pengamatan akan dilakukan pada siklus I dan II terhadap kinerja siswa selama proses pembelajaran dan pengamatan terhadap hasil kerja siswa. refleksi dilakukan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model dalam pembelajaran menulis cerita. Refleksi adalah kegiatan mengkaji dan mempertimbangkan hasil pengamatan sehingga dapat dilakukan revisi terhadap proses belajar mengajar selanjutnya. 4. 1995). Refleksi berfungsi sebagai sarana untuk menyamakan data. Masalah-masalah pada siklus I dicari pemecahannya. Dari hasil refleksi tersebut dapat disusun rencana untuk siklus II. koreksi data. Data . Pada silkus II. dan kepala sekolah selama guru kelas melaksanakan pembelajaran menulis.

pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data. Data berupa hasil tes awal menulis siswa. catatan lapangan. dan hati-hati terhadap fenomena dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. dan interview. seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln sebagai berikut. Situasi yang rumit mungkin terjadi jika peneliti ingin memperhatikan beberapa tingkah laku sekaligus. teknik observasi ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. 2000: 125-126)”. cermat. hasil monitoring tindak belajar atau perilaku belajar yang dihasilkan dari tindak mengajar. Ketiga. Teknik Observasi Teknik observasi dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung dengan teliti. Pengalaman secara langsung merupakan alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran.51 penelitian ini bersumber dari interaksi guru dan siswa. . teknik observasi memungkinkan melihat mengamati sendiri. serta hasil observasi aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan. kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. 1. Kedua. Teknik observasi memiliki beberapa kelebihan. “Pertama. Keempat. 2. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi. Jadi pengamat dapat menjadi alat yang ampuh untuk situasi-situasi yang rumit dan untuk perilaku yang komplek (Moleong. siswa dengan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.

catatan lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar. dialami. Dimaksudkan mengungkap tanggapan guru sekolah dasar kelas II secara tertulis mengenai motivasi. Interview Interview terhadap observasi yang dilakukan peneliti.52 2. dan keaktifan siswa yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. perhatian. Catatan Lapangan Catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. 1. 2. 1. 2000: 153). Model catatan lapangan dalam penelitian ini adalah catatan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan kepala sekolah. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian tindakan kolaboratif ini berupa: (1) panduan observasi untuk tindak belajar siswa dalam mengikuti . dilihat. Motivasi. dan keaktifan dalam pembelajaran bahasa Indonesia setelah penelitian ini selesai dilakukan. perhatian. dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif. Aspek yang ingin diungkap melalui tanggapan guru kelas II sebagai pengajar bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. Menurut Bog dan Biklen (dalam Moleong. 3. Kesimpulan tentang usaha peningkatan efektivitas pembelajaran bahasa Indonesia dan saran-saran untuk tindak lanjut.

peneliti beserta pengamat lainnya menggunakan pedoman observasi tindak belajar. dan (3) panduan penilaian tulisan siswa. dan (e) saat publikasi. Guru kelas sebagai kolaborator penelitian dalam memberikan skor untuk menilai keterampilan menulis karangan sederhana mengacu pada pedoman penilaian dari Tompkins yang sudah dimodifikasi (lihat . Sedangkan untuk menjaring data yang berhubungan keterampilan menulis menggunakan pedoman penilaian dari Tompkins (1990: 391) yang sudah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajaran menulis cerita melalui mendeskrisikan gambar tumbuhan dan hewan di kelas II Sekolah Dasar dan kurikulum terkait. dan (3) aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis. (d) mengedit. Untuk menjaring data yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. peneliti akan mendapatkan informasi atau data tentang: (1) motivasi belajar siswa. Untuk menjaring data yang berhubungan dengan tindak belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis karangan sederhana melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses. (c) merevisi. (2) perhatian siswa. Dengan menggunakan panduan observasi. Peneliti mendapatkan informasi atau data tentang bagaimana aktivitas siswa dalam: (a) menentukan: topik. (b) membuat draf tulisan. (2) panduan observasi pembelajaran menulis dengan menggunakan pendekatan proses.53 pembelajaran menulis. peneliti beserta pengamat lainnya menggunakan pedoman observasi pembelajaran menulis karangan sederhana dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.

Menurut Patton 1987 (dalam Moleong. . 2000: 178) pada dasarnya penggunaan suatu tim penelitian dapat direalisasikan. Teknik ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan yaitu reduksi data. perlu diperiksa kembali keabsahannya. 3. Denzin (Moleong. Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data. Triangulasi penyidik yaitu dengan jalan memanfaatkan pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. penyajian data. Untuk mendapatkan derajat kepercayaan yang tinggi. 1994: 178) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan sumber dan penyidik. Jadi jumlah rentangan skor nilai adalah antara 33 sampai dengan 100.54 lampiran 3). keabsahan data diperiksa dengan triangulasi. 2. Validasi Data Sebelum data dianalisis. Jumlah skor tertinggi untuk keterampilan menulis dari lima kemampuan yang dinilai sebesar 100 dan jumlah skor terendah 33. penarikan kesimpulan/verifikasi (Milles dan Huberman. 1992). Triangulasi sumber dalam penelitian ini dicapai dengan jalan membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara dan angket. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan untuk data prestasi belajar menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan siswa kelas II dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan data kualitatif dianalisis dengan model alur.

Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap. Hasil reduksi berupa uraian singkat yang telah digolongkan dalam suatu kegiatan tertentu. diringkas dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah dipahami makna yang terkandung di dalamnya. . Untuk memperjelas teknik analisis data dalam penelitian ini. yaitu dari kumpulan makna setiap kategori disimpulkan sementara. Penyajian data berupa sekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif yang disusun. kemudian diadakan verifikasi untuk memperoleh kesimpulan yang kokoh dengan cara berdiskusi terlebih dahulu dengan para informan. diatur. akan disajikan langkah-langkah analisis data dalam bentuk gambar sebagai berikut : Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan/Verifikasi Sumber : Miles dan Huberman (1992: 20) Gambar 3.2 Model analisis interaktif Miles dan Huberman.55 Reduksi data adalah kegiatan pemilihan data. penyederhanaan data serta transformasi data kasar dari catatan pengamatan.

56 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. dimulai dengan kegiatan pengenalan mendeskripsikan benda berupa gambar dengan model pembelajaran kooperatif kepada kolaborator. efektif. format evaluasi. 1. Hasil Tindakan Tindakan Siklus I Tahap Perencanaan Tindakan Pada siklus pertama. timbul semangat dan ada tantangan. Dengan situasi tersebut diharapkan diperoleh hasil yang optimal. 1. Di dalam RPP. memuat skenario. Rancangan kegiatan pada siklus ini sebagai berikut: 56 . model dan sratategi pembalajaran. gembira dan berbobot (PAKEM Gembrot) sehingga siswa aktif. alat peraga yang digunakan. Selanjutnya. Penerapan model pembelajaran kooperatif dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa di dalam kegiatan pembelajaran menulis. siswa terlatih berpikir kritis. kreatif. Penerapan model pembelajaran kooperatif selama kegiatan pembelajaran menulis mengandung mekna bahwa suasana pembelajaran aktif. partisipasi siswa dalam pembelajaran lebih besar. menyenangkan. peneliti bersama dengan kolabolator melakukan penyusunan langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif dalam bentuk RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Tematik. serta format observasi pembelajaran.

2.57 1. disusun sebagaimana tersebut di bawah ini: 1. 4. penulisan. 3. Membuat skenario pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif. Apersepsi dengan menyanyikan lagu kupu-kupu. mengklasifikasi dan mengkomunikasikan hasil dengan cara learning community. menerapkan. pengeditan. dll.kupu. dan publikasi. Membimbing kegiatan menulis mendeskripsikan tumbuhan dan hewan melalui gambar berdasarkan tahapan thompkins meliputi: prapenulisan. . kemampuan yang diharapkan. 1. Langkah-langkah pembelajaran dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural. 3. kelinci. Menguatkan model pembelajaran kooperatif meliputi kemampuan: mengamati. 2. Pendahuluan Mengenalkan model pembelajaran kooperatif meliputi pengenalan elemen model dan metode. Memberi motivasi untuk memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang akan diberikan dengan memperlihatkan gambar hewan (kupu. revisi.). dan kegiatan siswa selama pembelajaran. Menguatkan strategi pendukung pembelajaran dengan fokus tercapai kompetensi pembelajaran mendeskripsikan benda melalui gambar tumbuhan dan hewan dalam menulis cerita. yang didasarkan atas temuan permasalahan pada pembelajaran sebelum tindakan.

Pembelajaran dengan alat bantu gambar benda dan metode struktural (mencari pasangan). Bertanya. mengklasifikasi. menemukan. Penutup Memberi penguatan berupa reward bagi yang memperoleh prestasi bagus. Mengkomunikasikan 3 Mengkomunikasikan . Kemampuan yang diharapkan dari Tindakan Siklus I pada saat proses pembelajaran menulis mendeskripsikan dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini: Tabel 3. mempublikasikan hasil. menerapkan dan mengkomunikasikan hasil. Kemampuan yang diharapkan pada Tindakan Kelas Siklus I Elemen Pembelajaran Kooperatif Mengamati No Kemampuan Menyimak. sehingga tercipta situasi belajar aktif dan siswa senang memperoleh kemampuan seperti: mengamati. Kegiatan Inti Melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar sesuai dengan rencana program pembelajaran yang disusun berdasarkan pada model dan strategi pembelajaran kooperatif. mendengarkan penjelasan guru dan memperhatikan. gagasan gambar benda tersebut Kegiatan siswa Menyimak. dilanjutkan dengan tugas rumah merevisi hasil pekerjaan menulis pada siklus I. mendengarkan. mengamati. kehidupan.58 4. 5. Kegiatan inti berakhir dengan evaluasi pembelajaran. bentuk. Menemukan ide. Berlatih menemukan ide. gagasan mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan tersebut 1 2. dll. mengungkapkan dalam bentuk tulisan. Berlatih mendeskripsikan benda tersebut dari nama.

kartu kalimat. (3) aktivitas siwa lebih banyak dibanding sebelum dilaksanakan tindakan. 7. Pelaksanaan Tindakan Pertemuan Pertama (2x35 menit) 1. Kegiatan ini . Menulis cerita melalui mendeskripsi gambar tunhuhan dan hewan tersebut. (4) siswa mampu menemukan ide gagasan cerita dengan mendeskripsikan bambar tumbuhan dan hewan lebih dari 75%. solasi. mempersiapkan data pendukung lainnya seperti: paku jamur. 4 Mengkomunikasikan Berkelompok mencari pasangan 5 Mengkomunikasikan Menulis Untuk lebih jelasnya perencanaan tertuang dalam RPP (lampiran 3). 6. lembar observasi pembelajaran dan instrumen pembelajaran lainnya. LKS.59 No Elemen Pembelajaran Kooperatif Kemampuan Kegiatan siswa Berlatih menemukan cerita dari mendeskripsi gambar tumbuhan dan hewan tersebut melalui berkelompok mencari pasangan. Indikator Keberhasilan Tindakan Siklus I Indikator keberhasilan pada tindakan ini adalah: (1) siswa akitif dan senang. (2) motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat. Persiapan Peneliti bersama kolaborator mempersiapkan pembelajaran berupa aneka gambar benda (hewan).

memberi salam dan siswa menjawab dengan serempak. Di bawah ini beberapa contoh media pembelajaran gambar (hewan) pada tindakan siklus I tahap I: Kupu-kupu Kelinci Media Gambar Benda (Hewan) 2. kemudian menanyakan kehadiran siswa.60 dimaksudkan agar tidak terjadi kendala pada saat pelaksanaan tindakan kelas. Selanjutnya guru . Pada saat itu dari jumlah 30 anak hadir semua. Kegiatan Awal Guru memasuki ruang kelas II.

kemana engkau terbang. guru mengajak siswa bernyanyi tentang kupu-kupu. ia bercerita dari segi keindahan kupu-kupu. Siswa tersebut adalah Santi. petikan lagu tersebut adalah sebagai berikut: ”Kupu-kupu yang lucu. 3. kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dipanggil nama Melinda. Untuk membangkitkan minat siswa. bagus sekali cerita kalian. Kegiatan Inti Guru menunjuk siswa untuk menyanyikan lagu kupu-kupu. Kemudian guru mencoba untuk menanyakan senang tidaknya pada kupu-kupu. Guru bersama siswa bertepuk tangan atas keberanian siswa yang bernyanyi dan bercerita dari gambar hewan tersebut. materi menulis (mendeskripsikan). warna sayapnya indah berwarna-warni. kemudian menempel gambar kupu-kupu. bunga-bunga yang indah. Jika kalian menceritakan hewan tersebut dari segi bentuknya. Kalian ternyata penyayang hewan. Oh kupu-kupu. Guru mencoba menyuruh siswa bercerita tentang kupu-kupu. aku senang kepadamu”. yaitu: “ Aku senang sekali jenis hewan kupu-kupu. dan senang kepada hewan. ia terbang mencari makan dengan mengisap madu pada bunga-bunga yang indah dan harum. “Wah.61 memberikan informasi materi pembelajaran yakni pelajaran bahasa Indonesia. hilir mudik mencari. . tidakkah sayapmu merasa lelah”. Halaman rumahku menjadi terasa indah jika hadir kupu-kupu yang akan mengisap madu pada bunga-bunga kesayanganku. berayun-ayun pada tangkai yang lemah.

Baiklah anak-anak. Firdaus punya kelinci. Perhatian siswa sudah menampakan kesiapan. ya! Nah. kehidupannya. ternyata Firdaus). (Siswa yang lain tertawa). benar!” (Tiba-tiba ada anak yang nyeletuk ngomong. suaranya rame duit-duit. Simak baik-baik. bentuk. Beberapa siswa serempak memberi jawaban). Siswa menyimak penjelasan guru. pelajaran hari ini akan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar benda. ada lima. coba kita bersama-sama sebutkan!” . kandangnya di dapur. ya”. bahwa gambar tersebut harus diberi identitas. Siswa : “Gambar Kelinci” Guru : “Ya. tentu kalian akan mampu bercerita lebih panjang. makanan. Di bawah ini dialog guru dalam pembelajaran: Guru : “Anak-anak. begitu bu guru”. Dengan bimbingan guru. baguslah jadi sudah tahu bagaimana identitas kelinci tersebut. Guru : “Oh. dari nama. siswa menemukan identitas dari gambar tersebut. Guru menyampaikan penjelasan.62 makanannya. sekarang kita akan menyebutkan identitas dari kelinci tersebut. Firdaus: “Bu guru-bu guru. dll. perhatiakan ke depan. kehidupan. selanjutnya guru menempel gambar kelinci di papan tulis dan membagikan gambar kelinci tersebut kepada siswa. saya juga punya kelinci di rumah. lihat yang ditempel ibu di papan tulis! Gambar apakah itu?” (Sambil menunjuk gambar tersebut dengan penggaris panjang.

Ya. bagus! Apalagi yang belum disebutkan coba dari kelinci tersebut?”. cara berjalannya. makanannya wortel. jumlah kakinya. sehingga membentuk satu kelompok dengan satu nama hewan. benar. bentuk telinganya. telinganya panjang. dari namanya. kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih. nama gambar itu kelinci”. Warna bulunya. kita sebutkan semuanya ya!”. . mari kita coba!”. Guru : “Ya.63 Siswa : “Ya. berdasarkan data yang telah disebutkan. makanannya. Guru :”Ya. mari kita belajar untuk menemukan nama hewan tersebut”. jumlah kakinya empat. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. Guru : “Perhatikan anak-anak. Guru : “Baiklah anak-anak. warna bulunya. hidungnya berkumis. (Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan). benar. daun-daunan dan rumput”. ekornya pendek”. apa isi kalimatnya. (Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. cara berjalannya melompat-lompat. jumlah kakinya. Siswa : “Matanya dua. sampai ekornya pendek. Siswa : “Warna bulunya putih. bu. Nanti kalian buka kertas tersebut.

(Siswa asyik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut).64 Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya). Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. Guru : “Iya bagus. Guru :”Ya. ia suka memakan wortel dan rumput. coba baca jadikan satu cerita”. silakan!” Siswa : “Namanya Kelinci. ia sangat lucu”. Guru : “Anak-anak. dengan baik dan benar!”. Siswa : “Ini bu. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. Guru : “Iya bagus sekali. Setelah semua siswa bepasangan. ia hidup dipelihara di kandang. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing). bulunya putih halus. kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. suaranya cit-cit-cit. . sudah bu!”. silakan kalian duduk secara berkelompok. telinganya dua panjang dan runcing. (Kemudian guru membimbing siwa yang belum menemukan pasangan kelompok. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”. kemudian tulis cerita hewan tersebut pada buku tulismu.

guru memberikan ulasan atas hasil kerja siswa. diserahkan kepada guru untuk . Siswa diingatkan untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan cermat. Guru : ”Baiklah anak-anak. Kegiatan ini sebagai kegiatan revisi. Guru : ”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” (Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. penggunaan ejaan dan tanda baca. Guru meminta siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Siswa : ”Sudah. kalian boleh kembali duduk di bangku masing-masing!”. Guru memonitor. bu!”. Langkah selanjutnya guru meminta siswa untuk melakukan revisi dan menulis kembali pekerjaannya. Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan). dari mencari pasangan menjadi kegiatan mandiri.65 Guru : ”Sudah anak-anak?”. Apabila menemukan kekeliruan dianjurkan untuk memperbaiki. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. (Siswa serempak kembali ke posisi tempat duduk masing-masing). Tahap ini berarti guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif. Satu persatu kelompok pasangan membacakan hasil pekerjaannya. sesekali memberikan bimbingan kepada siswa yang menemukan kesulitan. Selanjutnya. Setelah selesai semua mendapat giliran.

siswa berdoa bersama. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa. pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih Garningsih) di dampingi kolaborator (Oyo Sunarya. Pada tahap selanjutnya guru meminta siswa untuk memajang hasil pekerjaanya pada papan pajangan kelas.66 mendapat nilai. 19 Januari 2011.Ma. selanjutnya berdiri di depan kelas. Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis. dan satu persatu anak-anak dipersilakan masuk ruangan dan langsung duduk dengan tertib di bangku masing-masing. alat bantu pelajaran. RPP. buku nilai. instrumen observasi. Guru meletakan perlengkapan mengajar di meja. Sedangkan kolaborator duduk di samping kanan ruang kelas . Setelah selesai semua mendapat nilai. Siswa kelas II bergegas berbaris. Ketua kelas menyiapkan untuk mulai berdoa.00 tanda waktu masuk untuk siswa kelas II. Pertemuan Kedua (2x35 menit) Lonceng berbunyi tepat pukul 10.) memasuki ruang kelas II. namun ada juga yang masih berjalan-jalan ke bangku temannya. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam yang dijawab oleh siswa dengan serempak. serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. ketua kelas menyiapkan barisan. A. memeriksa kuku. guru memberi informasi dan mengkaji siswa untuk merefleksi terhadap hasil pasangannya. Peneliti bersama kolaborator membawa perlengkapan mengajar seperti: daftar kelas. Meskipun demikian suasana cukup tenang.

Cara mendeskripsikan gambar tersebut dimulai dengan: 1) mengamati gambar.. 2) memberi judul. Ih. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam yang dijawab dengan serempak.67 sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. 4) menceritakan atau menulis cerita. pada hari ini ibu akan meneruskan pelajaran menulis cerita dengan menceritakan gambar atau mendeskripsiskan”. . perhatikan baik-baik gambar di papan tulis. Bu. dari 30 siswa ternyata masuk semua. kalian rajin semua. Bu!”. guru melanjutkan pembelajaran. guru mengadakan absensi. Semua siswa memperhatikan. Guru : ”Anak-anak. Dan memperlihatkan gambar hewan lewat CD. Guru memberikan pengertian deskripsi secara pengertian sederhana sesuai dengan daya simak anak kelas II. Anak-anak. takut. Guru memberikan pujian “Bagus.. 3) mengidentifikasi gambar. Setelah gambar di pasang. Guru memasang alat peraga berupa gambar binatang. Berikut ini kutipan dialog selanjutnya. dan perhatikan gambar yang akan diputar bu guru! Gambar apa ini?” Siswa : “Gambar Harimau. Langkah selanjutnya.

di Jogya dan banyak lagi di daerah lain” Guru : ”Coba perhatikan gambar Harimau ini. harimau mempunyai gigi yang tajam. Guru : ”Iya. kakinya. beri tepuk tangan!” . matanya. beri tepuk tangan!” (Siswa serempak bertepuk tangan). juga dipelihara di Kebun Binatang.68 Guru : ”Siapa yang sudah pernah melihat Harimau. ada yang sudah?” Siswa : ”Sudah Bu. giginya untuk menerkan mangsa”. semua dapat kalian ceritakan. waktu saya piknik TK”. Guru : ”Siapa yang berani menceritakan giginya?” Siswa : ”Saya bu!” (Siti mulai menceritaka gigi Harimau) Siti : “Harimau binatang buas. Guru :”Iya bagus. binatang buas. bulunya. seperti di Bandung. bagus. Harimau selain hidup di hutan belantara. Coba siapa yang bisa menceritakan bulunya?” Siswa : ”Saya bu! (Fajar mulai menceritakan bulu Harimau). di Kebun Binatang Bandung. Guru : ”Iya. (sebagian siswa serempak sudah melihat waktu piknik TK). giginya. Betul. kelihatannya bulunya sangat halus”. kukunya. Fajar : “Harimau. binatang ini mempunyai bulu yang indah yaitu loreng.

Guru : ”Anak-anak. bu!” Guru : ”Ya. bu!” Siswa mulai menulis cerita dengan memperhatikan gambar Harimau. kalian sekarang akan menulis cerita dengan memperhatikan gambar Harimau ini. paham?” Siswa : ”Iya. Jangan lupa tulisannya tegak bersambung. pada lembar kertas tersebut. namun masih ada sebagian yang terganggu pemahaman menulis ceritanya karena kesulitan menulis dengan huruf tegak bersambung. Siswa aktif menulis. Guru : ”Baiklah anak-anak. bu!” (Guru bersama kolaborator membagikan lembar gambar yang akan dikerjakan oleh siswa untuk menulis dan mendeskripsika gambar. Setelah selesai guru menjelaskan lembar gambar yang dibagikan tersebut). Guru bersama kolaborator berkeliling membimbing siswa yang masih merasa kesulitan. sudah menerima lembar gambar semuanya?” Siswa : ”Sudah. Guru terus membimbing sampai siswa semua selesai menulis cerita binatang (Harimau). dengan tulisannya tegak bersambung. Bu!” . kalian menceritakan gambar Harimau. ya!” Siswa : ”Iya.69 (Siswa serempak bertepuk tangan). Guru : ”Sudah anak-anak?” Siswa : ”Sudah.

Aku pernah melihat harimau di kebun Binatang Bandung waktu piknik TK. sudah mengarah pada gambar tersebut. . Kukunya runcing. Giginya tajam suka menerkam mangsa untuk dimakan. Coba siapa lagi yang berani membacakan ceritanya di depan?”.” Nadia : “Harimau. Dandi : “Harimau. Sekarang ibu minta siapa yang berani membacakan ceritanya di depan kelas? Ayo. Bu!” (Nadia mengacungkan tangan sambil berlari ke depan mendekati guru). (Dandi maju ke depan kelas dan mulai membacakan ceritanya). kalau sudah semua. Hewan yang mendengar sangat ketakutan”. Harimau adalah hewan buas yang hidup di hutan belantara. Siswa : ”Saya. mata harimau dua bersinar terang. bu!”. Guru : ”Iya. beri tepuk tangan! Sangat bagus ceritanya. Suaranya mengaum. Bulu Harimau loreng dan halus. giginya tajam buas suka menerkam hewan untuk dimakan. siapa?” Siswa : ”Saya. Kakinya empat dapat berlari dan melompat sangat kencang. perhatikan anak-anak. Kukunya sangat runcing untuk merobek-robek mangsa. Guru : ”Iya. Aku sangat takut mendengarnya”.70 Guru : ”Baiklah. Suaranya mengaum sangat keras. Nadia akan membaca ceritanya. Harimau bulunya belang.

bu! Saya. Guru memantau sambil memperhatikan keaktifan siswa tersebut. Paham?” Siswa : ”Paham. Kemudian menunjukan gambar yang sudah ada tanda panahnya. kalian akan bermain cerita. kalian berkelompok 5 orang. bagus juga ceritanya. satu orang menjadi harimau untuk kerkirim salam dengan suara Harimau menuju kelompok lain. termotivasi. mampu menceritakan gambar yang dibagikan oleh ibu”. Siswa : ”Asyik. Yang didatangi atau tuan rumah bercerita tentang deskripsi Harimau sesuai yang ditunjuk panah tersebut misalnya giginya. Guru :”Baiklah anak-anak. bu!” Guru : ”Ya. Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk memantapkan pembelajaran menulis agar lebih terampil. bu!” Guru : ”Iya nanti semua kebagian kirim salam atau terima soal. jadi salah seorang kelompok tersebut menceritakan giginya. yaitu dengan berkirim salam dan soal”.71 Guru : ”Iya. menambah . untuk memantapkan cerita tentang Harimau tadi. Beri tepuk tangan yang meriah! Iya kalian sudah hampir bagus semua. mari kita mulai!” Guru membagikan gambar tersebut kepada lima anak tiap kelompok. Begini caranya.

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh”.72 keterampilan bercerita melalui gambar. (Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya. kelompok Dian yang paling duluan selesai menceritakan setiap tamu yang datang. Guru menyusunnya dengan rapih untuk diberikan penilaian). Siswa : ”Hooooreeee!!!”. menampilkan keberanian siswa mengungkapkan imajinasinya. Siswa : “Waalaikumsalam Warohmatullohi Wabarokatuh”. (regu Dian). . bersorak hoooreee!”. ibu akhiri pertemuan ini. Guru : ”Nah. (Siswa menjawab dengan serempak). Jadi juaranya Kelompok Dian. beri tepuk tangan! Kita rayakan kemenangan kelompok Dian. Baca kembali tulisannya. tulisannya akan dipajang pada papan pajangan pada pertemuan berikut. anak-anak pelajaran menulis cerita dari gambar hewan yaitu Harimau telah selesai. Ayo. Guru : ”Iya. Guru : “Baiklah anak-anak kalian duduk kembali kebangku masingmasing! Sekarang lihat lagi tulisanmu tentang Harimau yang telah ditulis tadi. kalau sudah pas kumpulkan ke depan di meja bu guru”. Hasil pekerjaan kalian akan ibu nilai dan yang paling bagus ceritanya. Ya.

Siswa yang lain bertepuk tangan memberi semangat gembira pada temannya. Ketika guru memberi pujian. Selajutnya guru menanyakan kehadiran siswa. dan tujuan pembelajaran di awal pembelajaran. Guru memulai pembelajaran dengan mengucap salam. 19 Januri 2010 sebagai berikut: Kondisi kelas nampak tertib. Guru melakukan apersepsi dengan bernyanyi lagu kupu-kupu. kompetensi dasar. Hasil Implementasi Tindakan Siklus I Dari pengamatan dan observasi tindakan siklus I tergambar pada catatan lapangan dari proses pembelajaran menulis pada hari Selasa. bertujuan agar siswa mengetahui apa . “Bagus sekali suaramu. para siswa duduk di bangku masing-masing dengan tertib. Pembelajaran inti menulis (mendeskripsikan) gambar dimulai.73 4. rapih. Guru memberi contoh menyanyikan lagu kupu-kupu. semoga kalian menjadi anak yang pintar”. Perhatian siswa terpusat pada pembelajaran. pera siswa menjawab serempak. Tepuk tangan anakanak!”. guru mampu merubah perhatian siswa menjadi terpusat dan termotivasi. Guru menyebutkan materi pelajaran. Siswa mengikuti menyanyikan lagu kupu-kupu tersebut. Kegiatan ini merupakan pemanasan. ternyata dari 30 siswa hadir semua. Tanggapan guru terhadap keadaan ini adalah merasa bangga dan memberi sanjungan dengan mengatakan “Kalian bagus rajin-rajin. Salah seorang disuruh menyanyikan lagu tersebut di depan kelas. para siswa nampak bersemangat.

tujuan pembelajaran. guru mengambil media pembelajaran yaitu gambar hewan kupu-kupu dan memasang di papan tulis. Refleksi Siklus I Keseluruhan 1. 5. Temuan Data Tindakan guru memberikan apersepsi. dan memberikan stimulan berupa pujian merupakan upaya membangkitkan semangat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran menulis. meminta siswa menyanyikan lagu kupu-kupu sesuai dengan gambar yang akan dideskripsikan. (001/Ob//G) Pada tindakan di atas terdapat kendala komunikasi antara siswa dan guru. Siswa yang berani maju bernyanyi di depan kelas yaitu Melinda. Selanjutnya. dan siswa yang berani menceritakan gambar kupu-kupu tersebut adalah Santi.74 materi. . Nyanyian tersebut nantinya akan memdasari kalimatkalimat untuk mampu mendeskripsikan gambar kupu-kupu tersebut. Informasi ini merupakan implementasi dari pengembangan pembelajaran model kooperatif yakni kemampuan mengkomunikasikan. Siswa bercerita dengan bahasa dan kalimat yang terpatahpatah dan tidak lancar. Pembelajaran oleh guru 1. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menarik simpati siswa terhadap pembelajaran dan melatih keberanian bernyanyi di depan kelas. Guru membutuhkan waktu cukup lama berkisar 5 menit untuk meminta siswa menceritakan/mendeskripsikan gambar tersebut reaksi siswa lambat.

Siswa kreatif menyusun kalimat demi kalimat sesama anggota teman yang sudah membentuk pasangan. Guru menyuruh siswa mencari pasangan setelah siswa dibagi kertas yang bertuliskan kalimat (metode kooperatif strategi pasangan). makanan dengan metode tanya jawab dengan peraga gambar hewan yang dipasang di papan tulis. Pada fase ini belum berjalan secara maksimal. kehidupan dan makanan dengan model permainan mencari pasangan kemudian secara berkelompok menulis menyusun kalimat tersebut dan menulisnya pada lembar kerja yang telah disediakan oleh guruh hasilnya langsung diberi nilai pada lembar kerja tersebut. bertoleransi. memberi kesempatan tanya jawab. dari segi bentuk. dan menambah keceriaan tidak merasa jenuh dan membosankan.75 Guru melatih siswa mendeskripsikan gambar tersebut yang dimulai dari mengidentifikasi gambar tersebut. dan Fajar. (003/Ob/G).dan mengkomunikasikan. Dalam permainan ini masih terdapat kendala bagi siswa yang masih belum lancar membaca menjadi lambat mencari pasangan . Setelah semua kelompok melaporkan hasilnya. beberapa siswa menanyakan diantaranya Firdaus. guru . Selanjutnya. kehidupan. Hal ini melatih menyusun kalimat. berkumpul mencari Permainan ini melatih siswa bekerja sama. Guru memberi jawaban sesuai dengan pertanyaan siswa dengan jelas. Proses pembelajaran menulis mendeskripsikan yang dimulai dari mengidentifikasi gambar tersebut dari segi bentuk.(004/Ob/G).

tetapi masih ada beberapa kendala. Pada langkah memonitor ditindak lanjuti dengan bimbingan kepada siswa yang ditemui mendapat kekeliruan (006/Ob/G) 2. . maksimal adalah komunikasi yang dibangun belum mamasuki dunia siswa sehingga siswa tidak merespon kalimat-kalimat yang diproduksi guru. dan menyuruh siswa mengerjakan secara mandiri. Faktor penyebab komunikasi pembelajaran yang belum untuk membacakan deskripsi gambar tersebut. guru memonitor meanamkan pendekatan proses untuk meminimalkan kekeliruan siswa dalam mengerjakan tugas. gerak tubuh dan mimik yang mampu menolong siswa untuk melakukan tanggapan. Pada saat siswa mengerjakan. Analisis Data Proses kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai penutup sudah sesuai dengan rencana. Kendala yang dimulai sebagai mana uraian di atas adalah: 1. Guru perlu memaksimalkan volume suara. Motivasi dan reaksi siswa dalam melaksanakan perintah guru untuk bernyanyi dan bercerita tentang kupu-kupu belum dijawab dengan cepat. Hal ini dikarenakan komunikasi guru dalam pembelajaran yang belum maksimal.76 membimbing siswa menyimpulkan dengan menugaskan salah satu siswa bernama Nadia (004/Ob/G) Tindakan selanjutnya guru menyuruh siswa kembali keposisi semula dan Memberikan gambar bunga Mawar untuk dideskripsikan.

namun ada yang masih bejalan-jalan ke bangku temannya. 2) guru harus memberi petunjuk dengan jelas agar kegiatan yang diinginkan berjalan lancar. 4. ada yang bercanda dengan teman sebangkunya. Belum semua siswa memperhatikan sehingga ada yang berbicara sendiri. ada yang berkesan menirukan suara kelinci. Dalam hal ini guru perlu merefleksi kata-kata petunjuk yang lebih jelas.77 2. Temuan Data Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis. . Siswa dalam Pembelajaran 1. sehingga menarik perhatian siswa yang lain bereaksi tertawa serempak. Berdasarkan tiga hal di atas guru berupaya: 1) membangun jembatan komunikasi untuk memasuki dunia siswa agar lebih kontak. 3. Hal ini dikarenakan petunjuk guru belum lengkap dan jelas. Kejadian ini khususnya pada saat berlangsung berkelompok pasangan dalam menyususn kalimat. Siswa bernyanyi dan bercerita tentang kupu-kupu dan saat bercerita tentang kelinci. Meskipun demikian suasana cukup tenang ketika guru memasuki ruangan (002/Ob/S). dan perhatian terhadap siswa menyeluruh. Reaksi siswa dalam mencari pasangan dan membentuk satu kelompok masih ada yang kebingungan mencari pasangan. 3) perhatian guru terhadap siswa lebih ditingkatkan lagi. Hal ini karena guru belum memperhatikan secara menyeluruh.

Siswa yang pertama maju adalah Dandi dari kelompok pasangan kelinci. Ada siswa yang sudah lancar ada juga yang masih kebingungan apa yang harus dikerjakan. Siswa mencari pasangan berkumpul berkelompok.78 (003/Ob/S) (para siswa mendeskripsikan gambar tersebut belum lancar masih terpatah-patah). (005/Ob/S) Siswa membacakan susunan kalimat deskripsi hasil berpasangannya di depan kelas perwakilan kelompoknya. Peningkatan terjadi pada seluruh aspek menulis mendeskripsikan gambar hewan.66 %. Selanjutnya guru meminta siswa yang sudah mendapat pasangan berkumpul menyusun kalimat tersebut menjadi deskripsi gambar tersebut. Terjadi kendala bagi siswa yang masih belum lancar membaca untuk mencari pasangan berkelompok. (004/Ob/S). Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: . Kemudian menyusun kalimat deskripsi gambar tersebut ditulis dalam lembar tugas dengan tulisan tegak bersambung. Siswa berpasangan berkumpul membentuk kelompok. Siswa yang lain memperhatikan deskripsi dari kelompok tersebut (006/Ob/S) Prestasi siswa dalam tindakan siklus I mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil analisis evaluasi dari sejumlah 30 siswa ratarata hasil kerja pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan memcapai ketuntasan belajar 20 siswa atau 66.

3.7% atau 20 siswa tuntas.7% atau 14 siswa tuntas.0. 2. Guru harus memperbanyak latihan dan memberi motivasi agar keberanian siswa bisa tumbuh. Siswa bercerita dengan kalimat terpatah-patah. dengan nilai rata-rata 66. Adapun ketuntasan belajar baru mencapai 28 siswa atau 93.7% atau 26 siswa tuntas belajar.6 masih di bawah KKM. .3% atau dari 25 siswa tuntas. Kompetensi tulisan tegak bersambung rata-rata kelas mencapai 70.3%. Analisis Data Berdasarkan obsevasi terhadap pembelajaran tentang aktifitas siswa dalam pembelajaran tidakan pada siklus I: 1.0 % atau 24 siswa tuntas. 4. dikarenakan siswa belum terbiasa mengemukakan pendapat di depan kelas. 6. hasil rata-rata 69. rata-rata kelas mencapai 69.79 1. 2. Penentuan judul dengan isi hasil rata-rata 74.6 dengan ketuntasan belajar mencapai 80. Siswa siap menerima pembelajaran. Kompetensi kata dalam kalimat. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca.0 ketuntasan mencapai 83. 5. Kompetensi Ketetapan penggunaan pilihan kata (Diksi). Kompetensi isi deskripsi keseluruhan.3 dengan ketuntasan belajar mencapai 86.0 dengan ketuntasan 66. nilai rata-rata 69. dengan ketuntasan 46. 7.

butir (4) keruntutan kata dalam kalimat. makanannya dan kehidupannya. siswa menceritakan dalam bentuk mendeskripsikan gambar tersebut sehingga menjadi cerita yang padu.80 3. Gambar diamati dan diidentifikasi. Temuan Data Materi yang disampaikan guru dalam siklus ini adalah menulis dengan aspek mendeskripsikan berdasarkan pengamatan gambar. siswa diminta menentukan bentuk. 5. Guru disarankan memberi petunjuk lebih jelas lagi. sebagai awal langkah untuk mendeskripsikan. Berdasarkan analisis hasil evaluasi tes siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar. Materi Pelajaran 1. Setelah itu. Siswa saat mencari pasangan nampak kebingungan. dan keruntutan kalimat. Siswa selanjutnya menyebutkan anggota badan. sehingga aspek tersebut dapat ditingkatkan hasilnya. kehidupan. 4. dikarenakan petunjuk guru yang belum jelas. bentuknya. (001/Ob/MT). Adapun materi pembelajaran siklus I sebagai berikut: . Masih ada sebagian siswa kurang aktif hal ini terjadi karena perhatian guru belum menyeluruh kesemua kelompok. jenis makanan. pada aspek penilaian butir (2) penerapan ejaan dan tanda baca. hasil belum mencapai KKM yang disyaratkan sehingga perlu memperbanyak latihan-latihan terhadap siswa dan memberikan penjelasan tentang penggunaan ejaan dan tata tulis.

2) mendeskripsikan.81 1. 4) bercerita sesuai pengamatan. kemudian disusun menjadi cerita yang padu. 3) menganalisis objek. Identifikasi gambar hewan (Harimau) 1. Kehidupannya 7. Mendeskripsikan berdasarkan gambar . Gambaran tersebut disusun sehingga membentuk sebuah cerita yang runtut dan padu. Bahan Kajian Menulis Mendeskripsikan (a). Makanannya. Kemudian menyusun manjadi kalimat yang runtut. Kukunya 4. . Cara menceritakan gambar bisa dengan: 1) menjawab pertanyaan. Bulunya 5. Giginya 3. Langkah berikutnya. Suaranya 2. kalian mengembangkan kata hasil identifikasi dalam kalimat yang runtut. Mendeskripsikan adalah menceritakan hal-hal yang tampak pada gambar tersebut. jadi berdasarkan identifikasi di atas terdapat sedikitnya tujuh kalimat. Ketujuh hasil identifikasi tersebut di atas mewakili jumlah kalimat dalam cerita tersebut. Kakilnya 6. Langkah awal yaitu menidentifikasi dulu gambar tersebut.

Kegiatan ini dimaksudkan agar cerita yang ditulisnya tidak loncat- loncat. Hasil mendeskripsikan gambar secara tulis dengan kalimat yang baik. Kakinya kuat dapat berlari dan melompat cepat 6. Walaupaun judul merupakan tahapan akhir namun penulisan judul paling . Jika dirasa sudah runtut tulislah dengan tata tulis dan ejaan yang benar. Supaya cerita runtut dan padu. Kata-kata hasil identifikasi gambar dibuat kalimat secara runtut. Harimau hidup di hutan belantara 7. Suara harimau mengaung . Merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Kuku harimau sangat tajam 4. Jangan lupa menggunakan kata sambung. Kemudian berilah judul sesuai dengan gambar tersebut. Gigi harimau runcing 3. mendeskripsikan gambar dan menganalisis gambar. Tulisanya tegak besambung. perhatikan contoh di atas. (b). maka kalian menyusun kata-kata tersebut menjadi kalimat terlebih dahulu.82 5) memparafrasekan. 2. Makanannya memangsa hewan. Bulunya loreng dan halus 5. Dalam hal ini yang tepat adalah menggunakan cara. Contoh hasil deskripsi dari identifikasi gambar sampai menyusun kalimat dan membentuk sebuah cerita yang runtut dan padu. 1.

sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. 3. Guru telah menjelaskan disertai contoh-contoh cukup jelas. Metode Pembelajaran 1. ditulis di tengah dengan tata tulis yang benar. kelinci. Temuan Data Sesuai kemampuan dengan pembahasan yang dikembangkan bahwa menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan srtategi mencari pasangan dan berkirim salam dan soal. Materi disampaikan dengan urut sesuai rencana pembelajaran. Bahan ajar yang disampaikan sudah ada kesesuaian dengan dunia anak. yaitu mengenali hewan sepeti kupu-kupu. maka implementasi pembelajaran harus menerapkan permainan.83 atas. Materi sudah ada relevansi dengan dunia siswa. Dari paparan materi di atas didapatkan temuan bahwa: 1. 3. Judul ditulis dibagian atas (kepala karangan). 2. Berdasarkan rencana bahwa permainan yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siklus I meliputi permainan mengamati. Materi pokok membahas mendeskripsikan dengan media gambar hewan. Analisis Data Dari hasil observasi terhadap materi ajar didapat data: guru telah melaksanakan sesuai dengan rencana. Materi sudah sesuai dengan tingkat kemampuan siswa 2. dan . dan harimau.

2. kemampuan yang diharapkan muncul. 3) menemukan. Menganalisis gambar untuk dapat menuliskan kalimat-kalimat yang sesuai gambar. Adapun tindakan yang dilakukan meliputi: 1. Dari hasil Untuk mencapai tujuan pembelajaran guru sudah berupaya menggunakan melakukan tindakan sehingga siswa dapat memperoleh kemampuan yang cepat dalam menulis cerita gambar dengan model permainan. Setelah berpasangan membentuk kelompok siswa membacakan kalimat-kalimat tersebut dan yang sudah benar diberi oplos tepuk tangan. Selanjutnya siswa duduk pasangan satu kelompok untuk menuliskan . 2) mengkomunikasikan. 3.84 mengkomunikasikan hasil. Kegiatan ini dapat diwujudkan dengan cara belajar siswa aktif. Mengamati gambar mengidentifikasi dan mendeskripsikan. Mengkomunikasikan hasil siswa. menganalisis. 4) observasi harapan tersebut telah diwujudkan. Membentuk kelompok dari permainan dengan cara siswa yang sudah menerima kertas yang bertuliskan kalimat deskripsi mencari pasangan sehingga membentuk kelompok yang berisikan cerita deskripsi dari gambar yang diperolehnya. 1) mengamati. 4. lewat permainan mencari pasangan berkelompok secara lisan dan tertulis. unsurunsur sudah diimplementasikan melalui permainan berpasangan sehingga membentuk kelompok pasangan meliputi.

namun sudah ada peningkatan. motivasi siswa dalam belajar dan dapat mengubah sikap dari kurang senang menjadi senang.4 point. 5.85 cerita tersebut pada lembar kerja dengan tulisan tegak bersambung. yaitu: 1) beberapa siswa kebingungan dalam mencari pasangan dan saat berkirim soal. Dari penerapan model pembelajaran kooperatif strategi mencari pasangan. Kelompok siswa yang masih kebingungan measi gaduh. disarankan guru memberi petunjuk sebelum dimulai permainan. (Perhatikan lampiran transkrip pembelajaran dan lampiran wawancara halaman). 2) belum semua siswa memahami. Penerapan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keaktifan siswa. dapat disimpulkan bahwa kompetensi para siswa dalam hai ini banyak mengalami peningkatan. sebelum tindakan baru mencapai 57. metode ini mampu meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran sehingga kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan meningkat. . Namun masih ada kendala. Dengan demikian. Analisis Data Dalam proses pembelajaran dengan menerapka model pembelajaran kooperatif strategi permainan berkirim salam dan soal dan mencari pasangan memang sudah ditrapkan sesuai rencana. setelah mendapat petunjuk dari guru akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan tertib. Hasil kompetensi rata-rata kelas 68.9 Ada peningkatan 10.3.

Makna gramatikal kata yang muncul dalam kalimat secara umum baik.1 point. Dengan . baik kata secara umum.0. Dengan demikian.7 point.86 6. Hasil keruntutan dan kepaduan kalimat dalam cerita tersebut mengalami peningkatan. kompetensi pengembangan kata menjadi kalimat dalam cerita sudah cukup baik. Secara umum dari hasil yang tampak. Sebelum tindakan baru mencapai 58. Sedikit sekali kata yang makna gramatikalnya dalam kalimat mengacaukan maksud makna kalimatnya.9. Sebelumnya nilai rata-rata kompetensi ini 56. kata depan dan kata penghubung secara umum kualitas kompetensi meningkat 11. Kepaduan tulisan dalam cerita secara umum tampak baik. Penggunaan kata depan dan kata penghubung umumnya sudah benar pemakaiannya. Kompetensi Pengembangan Kata Menjadi Kalimat dalam Cerita Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian.3 sedangkan pada siklus ini mencapai 70. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Pilihan Kata (Diksi) Kompetensi ketepatan penggunaan kata dalam kalimat secara umum meningkat. meningkat 12. 7. hubungan makna antar kalimat semakin kohesif.0. tetapi pada siklus ini meningkat menjadi 69. kompetensi para siswa berkaitan petepatan penggunaan kata. pada kompetensi ini data deskripsi siswa menunjukkan bahwa kata-kata pokok yang terwujud dalam tiap kalimat tampak jelas sesuai dengan judul. Isi cerita dalam tiap kalimat sudah sesuai.

Data yang menunjukkan ketidak sempurnaan kalimat ada namun kualitasnya hanya sebagian kecil saja.9. Kompetensi StrukturKalimat dalam Deskripsi Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian. Dengan demikian.3. ada peningkatan 8. tetapi.4 point. sedangkan. .6.9 menjadi 69. Peningkatan berkisar 12. kompetensi para siswa dalam hal ini dapat dikatakan meningkat baik. Kompetensi Keruntutan dan Kepaduan Kalimat Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian. Para siswa kebanyakan tertib menggunakan subjek dan predikat yang menjadi syarat kesempurnaan kalimat.7 point. data deskripsi siswa menunjukkan bahwa kalimat yang digunakan oleh para siswa secara umum sudah meningkat baik kualitasnya. Setelah tindakan siklus I menjadi 66. 8. Hubungan penalaran dan makna antar kalimat dalam cerita secara umum tertata baik. di awal kalimat yang menjadi kalimat tidak efektif berkurang pemakaiannya. Kata penghubung dan. Data yang lain yang menunjukkan belum optimal sangat sedikit. Hasil sebelum tindakan 56. pada kompetensi ini data hasil deskripsi siswa menunjukkan bahwa katakata pokok yang terwujud dalam kalimat tampak jelas sesuai dengan judul.87 demikian pembelajaran pada siklus ini berhasil meningkatkan kemampuan siswa. 9. Hasil rata-rata kompetensi sebelum tindakan 57.

Peningkatan berkisar 10. Dengan demikian uraian tersebut. Ada peningkatan cukup lumayan berkisar 9. pada kompetensi ini data cerita deskripsi siswa menunjukkan bahwa dalam menulis sedikit demi sedikit coretan sudah mulai berkurang.4 point. Namun begitu masih ada peningkatan. Secara kualitatif dan kualitatif semua kompetensi tersebut dapat dikategorikan baik.9 sebelum tindakan baru mencapai rata-rata 68. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi para siswa pada siklus ini banyak mengalami peningkatan. Secara kualitatif nilai rata-rata yang cukup tinggi. Hasil pada kompetensi ini mencapai 61. Kompetensi Kerapihan Hasil Cerita Deskripsi Keseluruhan Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedoman penilaian.4 sebelum tindakan baru mencapai 71. Untuk memberi gambaran tentang kemajuan belajar siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar di bawah ini peneliti sampaikan diagram kemampuan para siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I. Diagram Perbandingan Kemampuan Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewann dalam Menulis Cerita . masih ada beberapa anak belum cermat dan teliti sehingga karangan belum rapih seluruhnya. yakni 57.3.0. pembelajaran menulis dengan model pembelajaran kooperatif pada siklus I ini secara kualitatif dapat dikatakan meningkat. Ruang kolom LKS rata-rata terisi rata pada jalur kanan.88 10.6.

89 Sebelum Tindakan Dan Tindakan Siklus I Keterangan Aspek Penilaian 1. Kesesuaian Judul dengan Isi Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca Pilihan Kata (Diksi) 5. Struktur Klimat 7. Kerapihan Tulisan Keruntutan dan Kepaduan (Koheren dan Koherensi) Penyimpulan Data Berdasarkan temuan data keseluruhan di atas guru perlu merefleksikan kembali pembelajaran dan melakukan langkah-langkah yang cermat sebagaimana saran-saran yang telah diuraikan. 2. 3. Data Utama Penerapan pembelajaran model kooperatif pada pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I jika dibandingkan . 5. Keruntutan Kata dalam kalimat 6. 4. 1.

3. 1. rata-rata kelas mencapai68. Pembelajaran masih menggunakan media gambar benda.3 dengan ketuntasan belajar mencapai 7. sehingga siswa yang kurang aktif dapat lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Meningkatkan latihan mengembangkan kata menjadi kalimat dan menggabungkan kalimat menjadi cerita hasil deskripsi. 2. 5. Memberikan latihan-latihan sehingga siswa terampil dalammengidentifikasi dan mengembangkan menjadi pakimat yang runtut. Tindakan dan Observasi Siklus II . Data Sampingan Perhatian pada siswa agar lebih menyeluruh. 2. Penerapan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan pada siklus I secara kualitatif lebih baik jika dibandingkan dengan hasil pratindakan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. model pembelajaran strategi permainan. Melakukan pencermatan mendatar terhadap aspek pembelajaran yang hasilnya masih kurang baik. Masih perlu ditingkatkan lagi. 4.40 (Periksa hasil nilai siklus I pada lampiran). Hal ini memang belum memuaskan.90 dengan hasil pra tindakan mampu meningkatkan kemampuan belajar siswa baik secara kualitatif maupun kuantitatif. dan merasa bergairah dalam belajar. Perhatian terhadap siswa lebih menyeluruh. 6. siswa lebih senang. Berdasarkan nilai tes siklus I.

3) Mengatasi kelemahan dalam penerapan ejaan dan tata tulis dengan meningkatkan kegiatan monitiring atau kunjungan ke kelompok belajara. surat undangan. 5) Bimbingan terhadap siswa diberikan tetapi tetap memperhatikan kemandirian dan pemusatan belajar pada siswa. b. dan dialog etrtulis. Skenario tindakan siklus kedua . Waktu tatap muka dijadwalkan pada hari Kamis.91 Sebelum siklus kedua disusun berdasarkan hasil refleksi dan analisis dan analisis silus pertama berupa temuan-temuan yang ada pada siklus I. Perencanaan selanjutnya tertuang dalam RPP. 4) Memanfaatkan waktu dengan baik. dengan cara: 1) Pembelajaran masih menggunakan media gambar. perasaan. 4 Pebruari 2010 dan hari Selasa 23 Pebruari 2010.Kompetensi Dasar .Standar Kompetensi Menulis Mengungkapkan pikiran. masing-masing pertemuan dengan alokasi waktu 2 kali 35 menit. ( Gambar tumbuhan). pembelajaran dilaksanakan melalui dua kali pertemuan. Skenario pembelajaran siklus kedua menguatkan elemen pembelajaran siklus I hasil refleksi. sehingga kegiatan merevisi dan mengedit kembali ceritanya dapat dilaksanakan. dan meningkatkan temuan yang masih dianggap lemah. informasi dan pengalaman secara tertulis dalam bentuk certia. di bawah ini: a. 2) Memperbanyak latihan membuat kalimat sesuai media gambar.

f. Materi Pembelajaran Mendeskripsikan gambar tumbuhan menjadi certia yang runtut dan padu. Media Pembelajaran Gambar Tumbuhan g. Tujuan Pembelajaran 1. Siswa menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dengan ejaan dan tulisan tegak bersambung. e. d. Siswa dapat mengembangkan kata-kata menjadi kalimat yang runtut 3. Siswa dapat mengidentifikasi dari gambar tumbuhan. 2) Tindakan dan Observasi Siklus II . c.92 Menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan memperhatikan pilihan kata dan ejaan. Instrumen Pembelajaran 1) Lembar Observasi 2) Lembar kerja siswa (LKS) 3) Lembar Penilaian. Mengkontruksi kalimat dalam cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan.Indikator Menemukan ide dalam mendeskripsikan gambar tumbuhan. 2.

tanya jawab berkaitan dengan kegiatan siklus I.93 Sebagaimana yang telah direncanakan. kemudian berdoa dan dilanjutkan absensi kehadiran siswa. tentang menulis cerita melaluai mendeskripsikan gambar tumbuhan. selanjutnya melatih kembali menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan tersebut. dan memberi bimbingan kepada siswa yang menemukan masalah. tindakan pada siklus II ini dilaksanakan secara spiral mengulang sebagian materi pada siklus sebelumnya. 2) Guru membagikan lembar gambar tumbuhan. materi pelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. . 4) Guru membimbing merevisi dan mengedit 5) Siswa membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Adapun tindakan Siklus II sebagai berikut: 3) Kegiatan Pendahuluan (5-7 menit) 1) Guru memasuki ruang kelas memberi salam. Kegiatan Inti I ( 35 menulis) 1) Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok melalui permainan mencari pasangan. 3) Guru memonitor siswa dalam menulis cerita tersebut. 2) Guru mulai pembelajaran dengan menyebutkan mata pelajaran yang akan dipelajarai. 3) Apersepsi dengan. Dengan tujuan agar siswa semakin terampil dan tidak melupakan tahapan menulis dasar.

1) Hasil Implementasi Tindakan Siklus II Adapun hasil implementasi tindakan pada siklus II. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas. 9) Guru meminta siswa yang sudah selesai merevisi tugas tersebut segera melakukan pengeditan ulang. menulis kalimat dan menyusun kalimat tersebut menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. diharapkan siswa memanfaatkan waktu ini. tergambar dalam potret pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar pada tanggal 4 Pebruari 2011 melalui rekaman vidio shooting berikut: Guru dan kolaborator memasuki ruang dan ruangan sudah tertata rapih. dan jika sudah seledai dikumpulkan. 3. bangku siswa berderet. Guru memberikan pesan bahwa pembelajaran diteruskan pada siklus yang akan datang.94 6) Guru memberi penjelasan temuan masalah yang masih dihadapi siswa dengan cara memberikan contoh di papan tulis dibantu media pembelajaran di sekitar kelas. 2). 3) Guru mengucapkan salam. 7) Guru mengadakan tanya jawab. siswa menjawab salam dengan serempak. membimbing siswa mengidentifikasi. Setelah guru meletakkan media dan peralatan pembelajaran di meja berdiri di depan kelas memulai membuka pelajaran sebagaimana disebutkan di bawah ini: . 8) Guru melatih. Kegiatan Akhir 1).

merevisi dan menulis kembali sebelum hasilnya dikumpulkan. Para siswa menjawab salam dari guru. guru meminta siswa untuk menulis cerita tersebut dalam tulisan tegak bersambung. Siswa kembali keposisi semula. (001/Ob/MT) Siswa diminta untuk meneliti.95 Guru mengucapkan salam sebagai pembuka proses pembelajaran. Sesekali guru memberikan arahan . Guru melatih menyusun kalimat menjadi cerita yang urut dan padu sesuai dengan gambar tersebut. Tahap selanjutnya guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab tentang pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan gambar dari materi yang pernah dipelajari pada siklus sebelumnya. Guru membagikan gambar tumbuhan dengan tema seperti pada pertemuan siklus I. Siswa membacakan hasil menulisnya di depan kelas secara bergilir perwakilan kelompok pasangan. Dengan bimbingan guru siswa merefleksi hasil pekerjaannya dan menulis kembali secara mandiri.. Guru memberi informasi materi pelajaran. Gambar tumbuhan tersebut ditugaskan untuk dideskripsikan sesuai langkah-lanhkah yang sudah diajarkan pada siklus I. Guru meminta siswa menuliskan kalimat-kalimat berdasarkan deskripsi gambar tersebut. (001/Ob/G) dan (001/Ob/S). kompetensi dan tujuan pembelajaran pada siklus II. Guru memberikan ulasan dan siswa diminta menanggapi atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan. (002/Ob/G) dan (002/ Ob/S). (002/Ob/S) dan (001/Ob/MT). Guru mengadakan tanya jawab untuk mengidentifikasi gambar tersebut. Guru menyiapkan media dan mengambil model gambar tumbuhan untuk dipasang di depan. Guru menanyakan kehadiran siswa.

halaman .. Kepada siswa yang telah selesai diperintahkan untuk memriksa kembali pekerjaannya dan merevisi sesuatu yang dianggap masih belum benar. hati-hati khususnya dalam menulis agar berpedoman pada ejaan dan tata tulis yang benar (003/Ob/S)....).. Selanjutnya guru menutup dengan salam. dan menulis kembali sambil menunggu selesai teman yang lain.. Peningkatan terlihat pada penajaman materi yang diberikan. Siswa memberi jawaban agar pembelajaran menulis dilanjutkan lagi... siswa menjawab dengan serempak.. Kolaborator membagikan instrumen wawancara kepada para siswa... (003/Ob/MD)... Dari data di atas dapat ditarik inferensi bahwa proses dan hasil pembelajaran siklus II lebih meningkat dibandingkan dengan tindakan siklus sebelumnya.. para siswa tetap bersemangat mengikuti pembalajran menulis dengan mendeskripsikan dengan model pembelajaran kooperatif dilanjutkan (Periksa lampiran . setelah semua terkumpul guru menutup pembelajaran yang didahuluidengan pertanyaan tentang kelanjtan pembelajaran menulis. Guru meminta siswa mengumpulkan tugas mandiri... (005/Ob/G) dan (004/Ob/S).... Guru meminta siswa untuk bekerja dengan cermat.. Dan (002/Ob/MD).96 kepada siswa yang ditemui masih menghadapi permasalahan. 2) Tahap Refleksi terhadap Tindakan Siklus II 1) Temuan Data Pembelajaran oleh Guru . Siswa diminta mengisi sejujur-jujurnya lembar observasi pembelajaran siklus II... Walaupun cukup padat kegiatan....

. siapa bisa?”.. bahkan ada peningkatan kualitas belajar siswa. melatih berpikir kritis. bekerja sama.. “Anak-anak.. mampu menarik perhatian siswa. Gambar apa yang tampak dalam gambar ini.97 Guru dapat menguasai kelas. Mari kita coba bersama-sama. perhatikan gambar yang di pasang di papan tulis.). mengidentifikasi dan mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut dengan cara mendeskripsikan gambar tumbuhan. Model pembelajaran ini mampu mengaktifkan siswa. siswa tertib dalam mengikuti pembelajaran. Berikut cuplikan ketika guru melatih siswa mendeskripsikan gambar tumbuhan. “Gambar apa ini? Bagaimana warnanya? Bagaimana bunganya? “. Coba kalian ceritakan.. serta aktif dalam menyelesaikan tugas. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut. kelemahan dan sekaligus dapat memperbaiki kekeliruan yang dihadapi siswa. dan memberi pancingan-pancingan berupa pertanyaan... Ayo. memupuk kerjasama.. dan memupuk rasa solidaritas.. Guru mengamati siswa. Latihan merevisi disertai penilaian autentik dihadapan siswa langsung berjalan efektif. coba kalian teliti.. Selanjutnya siswa menceritakan gambar tumbuhan melalui mendeskripsikan. menemukan... (Lihat lampiran wawancara halaman . marilah kita mulai menceritakan gambar ini.. Tindakan guru memberikan latihan. . Metode kooperatif mencari pasangan dan berkirim salam dan soal sebagai latihan bersama dapat mengembangkan sikap saling menghargai.

Guru memberi reward dengan tepuk tangan kepada anak tersebut. Berikut kutipan cerita: “Bunga mawar tumbuh di halaman rumah. Itulah tumbuhan bunga mawar”. Guru bersama kolaborator membagikan kertas yang sudah berisi kalimat deskripsi. Siswa yang sudah membentuk . Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. Guru mengoreksi dan memberi nilai di luar jam mengajar dan hasilnya diberikan pada pertemuan berikutnya. Ini terlihat dari raut muka para siswa yang menampakan kegembiraan.98 Guru menawarkan siapa yang berani membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. bu!”. Guru menerapkan model pembelajaran kooperatif untuk memantapkan materi mendeskripsikan tumbuhan melalui permainan mencari pasangan. karena bunga mawar baunya sangat harum. “Saya. Guru mempersilakan anak tersebut untuk maju dan membacakan hasil mendeskripsikan gambar tumbuhan. semangat belajar terbangun. Salah seorang siswa bernama Santi mengacungkan tangan. Para siswa merasa bangga. Guru menyarankan tulisannya sesuai ejaan dan tegak bersambung. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu. Siswa dengan semangat dan riang mencari pasangan berkumpul membentuk kelompok membentuk cerita yang runtut dan padu. Guru mengumpulkan hasil pekerjaan siswa. Pohon dan tangkai bunga mawar berduri. Bunga itu berwarna merah. Guru bersama kolaborator membagikan lembar tugas yang berisi gambar tumbuhan bunga mawar untuk lembar menulis cerita mendeskripsikan gambar tersebut.

Siswa berderet berjajar berurutan sesuai dengan urutan kalimat. Pembelajaran ditutup dengan salam. 2. “Bagus. Siswa mulai membacakan kalimat masing –masing sehingga terbentuk cerita yang runtut dan padu. “Pohon pisang merupakan jenis tumbuhan bertunas dan berpelepah. lontong dll”. Analisis Data .99 cerita bersorak gembira. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita”. lemper. Buah pisang yang sudah matang berwarna kuning. Ada juga gerumbul siswa yang masih belum berkumpul membentuk cerita sepertinya kebingungan. buras. Pembelajaran selesai. Rasa buah pisang manis. guru mempersilahkan siswa untuk duduk ketempat semula. bacang. waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus II. para siswa menjawab dengan serempak. Guru menyuruh siswa yang sudah membentuk pasangan berkumpul membentuk cerita untuk membacakan hasilnya. Guru memberi kesempatan pada pasangan cerita yang lainnya untuk membacakan hasilnya di depan. Dan pembungkus makanan yang dibuat untuk dikukus. Pohon pisang banyak manfaatnya seperti daunnya digunakan untuk membungkus nasi timbel. Setelah semua membacakan cerita sesuai pasangannya. Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. Pohon pisang berbuah namanya buah pisang. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal.

guru memberikan reward pada siswa reward berupa pujian dan nilai bagi siswa sangat bermanfaat untuk memberikan umpan balik mengenai kemajuan asosiasi emosi positif untuk meningkatkan motivasi belajar (periksa lampiran transkrip pembelajaran halaman ...100 Kegiatan pembelajaran dari pembukaan sampai penutup dilaksanakan guru sesuai rencana pembelajaran. (Siswa aktif menanggapi pembelajaran)... Pada kegiatan ini siswa diberi kebebasan mencari pasangan cerita hasil deskripsi yang disediakan. Juga pada permainan mencari pasangan enam siswa berpasangan membentuk cerita dan membacakannya di depan kelas.. sesekali memberi petunjuk kepada siswa yang mengalami kesulitan dan memberikan jawaban kepada yang bertanya.. (003/Ob/S).. Untuk menjaga kevakuman dalam pembelajaran. Siswa 1. Guru melanjutkan kegiatan dengan memonitor siswa..).. Terlihat siswa aktif mengerjakan tugas..... 2.....”.... ... Guru memberikan komentarkomentar dengan mengaitkan antara materi menulis mendeskripsikan gambar benda-benda....). (002/Ob/S). (Periksa lampiran wawancara halaman ... volume tempo dengan isyarat verbal dan nonverbal.Temuan Data Salah satu siswa bercerita ke depan mendeskripsikan gambar tumbuhan (Tio Nugroho)... mereka merayakan dengan bersorak “Horeeee.. Komunikasi pembelajaran yang sudah semakin baik pada siklus II dipertahankan guru dengan membangun jembatan kominikasi untuk memasuki dunia siswa agar lebih Full Contect dengan meningkatkan nada... Dengan tekun dan percaya diri para siswa mengerjakan tugas.

. Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: 1) Kesesuaian judul dengan isi. dengan rata-rata nilai 71.... 3) Kompetensi pilihan kata atau diksi.. % mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya ( Data pada lampiran hasil nilai halaman ....).. karena metode guru membangkitkan semangat siswa berhasil baik. Sesuai dengan permasalahan yang diteliti..30. Dari 30 siswa ratarata hasil kelas pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan mencapai ketuntasan belajar 23 siswa atau.3 %...70 %. (periksa transkrip pembelajaran lampiran halaman . secara umum mengalami peningkatan. hal ini lebih baik dari pada sebelum tidakan. Analisis Data. meningkat cukup tajam jika dibandingkan dengan sebelum tintakan. hasil rata-rata kelas mencapai 71.. 76.20..). hasil rata-rata 75.40... 2) Kompetensi penerapan ejaan dan tanda baca dalam menulis.. atau 83.. dengan hasil ratarata 70...... dan siswa tuntas belajar mencapai 25 siswa.101 Siswa bersemangat mengerjakan tugas-tugas.. dengan ketuntasan belajar 24 siswa atau 80 %. dengan ketuntasan belajar baru mencapai 22 siswa atau73.. 4) Kompetensi Keruntutan dan kepaduan kalimat. ...90 dengan ketuntasan 100 % dari 30 siswa tuntas..30.. 2. hasil observasi terhadap pembelajaran siklus I..

. Mendeskrpsikan berarti memaparkan atau menggambarkan . Ada peningkatan 13.. ).. nilai rata-rata 71. kemudian mengembangkannya dalam kalimat.30. 3) Materi Pembelajaran 1). Rata-rata kemampuan siswa dalam kelas mencapai 71. Adapun materi pembelajaran yang disampaikan sebagai berikut: 1) Mengembangkan kalimat melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan Guru mengawali penyampaian materi dengan tanya jawab tentang pengertian mendeskripsikan. 69. Temuan Data Berdasarkan hasil observasi terhadap pembelajaran siklus II. dengan ketuntasan 21 siswa atau 70 %.0. Setelah siswa mantap memberi jawaban.30 siklus I.40 point.30 dari sebelumnya 57. atau dilanjutkan berlayih membuat kalimat..90 sebelum tindakan dan 68.40. dengan nilai rata-rata 73.102 5) Kompetensi Struktur Kalimat dalam Cerita. 7) Kerapihan tulisan (tegak bersambung. 6) Kompetensi isi keseluruhan cerita. materi pembelajaran sudah sesuai dengan rencana pembelajaran. dengan ketuntasan belajar mencapai 30 siswa atau 100 %.. dengan ketuntasan belajar mencapai 24 siswa atau 80 %. dengan nilai rata.. Berikut kutipan materi yang disampaikan guru: Deskripsi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci.... guru mengulang kembali tentang cara menetukan ciri-ciri dari identitas gambar tersebut. (Untuk lebih jelasnya periksa lampiran 12 halaman .

... halaman . Pohon kelapa tumbuh di kebun dan di daerah pantai... (Kamus Besar Bahasa Indonesia).. Hasil deskripsi di bawah ini.... 2) mendeskripsikan gambar... dan 5) memparafrasekan puisi. bentuknya bulat. Buah kelapa yang masih muda berwarna hijau sangat digemari karena enak dimakan dibuat es kelapa muda. Caracara mengembangkan kalimat bisa dengan : 1) menjawab pertanyaan. buahnya untuk bahan minyak dan dibuat es kelapa muda.. mendeskripsikan gambar benda dan menganalisis gambar.... Bahan ajar pokok meliputi mengembengkan kalimat melalui mendeskripsikan diberikan melalui tahapan latihan yang disesuaikan .. Langkah selanjutnya.. Selanjutnya mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut. 2) Analisis Data Berdasarkan data-data di atas bahan ajar yang disampaikan sudah sesuai dengan rencana pembelajaran dan silabus...)......dan . Dalam hal ini yang tepat menggunakan cara.. Pertama mengidentipikasi gambar dari bentuk sampai kehidupannya.. suka dibuat kopra bahan minyak kelapa. Tumbuhan kelapa ini sangat berguna dari batang atau pohonya untuk kayu bahan bangunan.. 3) menganalisis objek.. “Pohon kelapa menjulang tinggi.. daun kelapa yang masih muda dapat dibuat ketupat. Kalimat tersebut menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu......... Itulah tentang pohon kelapa”.... (lihat lampiran . 4) bercerita pengalaman..103 dengan kata-kata secara jelas dan terperinci. lidinya dibuat sapu lidi. Pohon kelapa berbuah... Sedangkan buah kelapa yang sudah matang berwarna coklat tua.. kalian mengembangkan kalimat dalam cerita.

104 dengan model pembelajaran kooperatif strategi permainan. sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. 2) mengkomunikasikan. 3) menemukan.. unsur-unsur sudah diimplementasikan dengan cara memberikan tugas secara mencari pasangan berkumpul berkelompok maupaun secara individu.. 4. Dari hasil observasi harapan tersebut telah diwujudkan. mengkomunikasikan hasil. . Metode Pembelajaran 1) Temuan Data Sesuai dengan permasalahan yang dikembangkan bahwa meningkatkan kemampuan mendeskripsikan dalam menulis cerita dengan model pembelajaran kooperatif dengan metode berkirim salam dan soal dan mencari pasangan.. dan kehidupannya... meliputi: 1) mengamati. Berdasarkan rencana bahwa keterampilan yang diharapkan muncul dalam pembelajaran siklus II melalui mengamati gambar.. (Data terdapat pada lampiran wawancara dengan kolaborator halaman. Tujuan yang diharapkan agar siswa memiliki keterampilan mengamati......(.. dan 4) menganalisis. Adapun tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Mengamati gambar tumbuhan untuk diidentifikasi bentuk. menemukan. kemampuan yang diharapkan muncul. dan mengembangkan kalimat yang ditemukan melalui mendeskripsikan gambar sudah mengena. maka implementasi pembelajaran harus menerapkan model pembelajaran tersebut.. 2) Menganalisis gambar tumbuhan untuk mengembangkan dalam kalimat..

........... 5) Penyimpulan Data 1......... Data observasi pada siklus II menyatakan sebagai berikut: (1) Pembelajaran lebih hidup dengan bentuk masyarakat belajar. semangat siswa belajar dan dapat mengubah sikap siswa dari kurang senang menjadi senang.......... minat siswa terhadap pembelajaran meningkat (Lampiran 002/Ob/S....)... halaman ... Data Utama Dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural strategi permainan sudah diterapkan sesuai rencana...) Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode struktural dapat meningkatkan aktifitas siswa........ halaman ..... dan lampiran .... (Data terdapat pada lampiran transkrip pembelajaran halaman. (Data pada lampiran wawancara dengan kolaborator halaman .. mengakibatkan siswa senang.... terdapat peningkatan.. perhatian siswa meningkat...)..... guru lebih mudah ... (Data lampiran transkip pembelajaran siklus II.105 3) Mengkomunikasikan hasil siswa dilatih menyampaikan hasil kelompok dan bertanya serta menanggapi pekerjaan teman secara lisan dan tertulis...... wawancara halaman . (2) Formasi permainan mencari pasangan kemudian berkumpul berkelompok.....).... siswa lebih aktif. Hasil penerapan model pembelajaran kooperatif dengan memperhatikan temuan sampingan tindakan siklus I.

hasil rata-rata 57. c..40 dan siswa tuntas belajar mencapai 24 siswa atau 80 %. dengan hasil rata-rata 70. Adapun kemampuan tiap aspeknya sebagai berikut: a. hasil rata-rata kelas mencapai.90 Padahal siklus ini meningkat menjadi 71. Kompetennsi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca... berhasil menjadi siswa lebih aktif dari sebelumnya). Kompetensi penerapan ejaan dan tanda baca dalam cerita.20 dengan ketuntasan belajar 23 siswa atau tindakan. 71.20 dengan ketuntasan 80% atau 23 siswa tuntas..... meningkat cukup tajam jika dibandingkan dengan sebelum tindakan.30 dengan ketuntasan belajar baru mencapai 22 siswa atau 73.30% mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya.. Kesesuaian judul dengan isi.90 dengan ketuntasan 100% atau dari 30 siswa tuntas. hasil rata-rata 75.. b. (Data terdapat pada lampiran hasil nilai halaman.106 memonitor pekerjaan (Upaya perbaikan pertemuan I. Kompetensi pilihan kata/diksi..).30%.90 masih di bawah KKM.. 80% hal ini lebih baik dari pada sebelum . d. Kompetensi keruntutan dan kepaduan kalimat dengan rata-rata nilai 71. (3) Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar semakin meningkat sebelum tindakan baru mencapai rata-rata 57.. Kompetensi ketepatan Pilihan Kata / Diksi rata-rata kelas mencapai 71.

6 56. Ada peningkatan 14.dengan nilai rata-rata 6. Tabel 4.0dengan ketuntasan belajar mencapai 28 siswa atau 87 %. Kompetensi isi keseluruhan cerita dengan nilai rata-rata 71.0 6 17 20 80 3 58. Rata-rata kemampuan siswa dalam kelas mencapai 71.93 dengan ketuntasan belajar mencapai 26 siswa atau 86. Hasil Kemampuan Menulis Siklus II Nilai Rata Kelas ST 1 1 2 2 Kesesuaia Judul dan Isi Penerapan Ejaan dan Tanda Baca 3 Pilihan Kata/Diksi 56.0 S II 4 75.107 e.Ketuntasan Frekuansi Prosentase /% ST 7 26.7 %.7 16 S II 8 100 73. g.0 64.60 dengan ketuntasan belajar mencapai 24 siswa atau 86.3 No Aspek 4 Keruntutan dalam Kalimat Kata 55.0 71.4 5 24 16 80 5 Keseluruhan cerita 55.30 siklus I. f.30 point.3 .3 ST 5 9 5 S II 6 30 22 Rata.90 dan 68.4 6 25 20 83.9 70. Kompetensi Struktur kalimat dalam cerita nilai rata-rata 66. Untuk kompetensi ini semakin baik.0 71.7 %. Kerapihan tulisan (tegak bersambung) .30 dari sebelum tindakan 57.

...9 69....3 % atau 19 siswa tuntas perlu ditingkatkan lagi sehingga tercapai di atas 66 %... Perlu tantangan yang lebih besar lagi. kecuali temuan positif ada kelemahan-kelemahan...0 59. ditingkatkan melalui menulis melalui mendeskripsikan benda yang ada disekitar lingkungan sekolah ........108 6 7 Struktur Kalimat Kerapihan Tulisan RATA-RATA 56.0 dengan ketuntsan 63.).. supaya siswa tidak jenuh.. 5)Nilai kemampuan kerapihan tulisan atau tulisan tegak berangkai baru .. dan hasil belajar siswa ....0 dengan ketuntasan 56. ....5 70 100 83. ( Data terdapat pada lampirab hasil wawancara halaman.3 65.70 % atau 17 siswa tuntas perlu ditingkatkan lagi sehingga tercapai di atas 66 %.6 7 11 7 21 30 24 23 36 22. 3) Menulis melalui mendeskripsikan gambar.0 55...0 69......mencapai 65..8 Setelah melakukan observasi dan pengukuran terhadap implementasi tindakan dan hasil refleksi terhadap pembelajaran siklus II. 2) Pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif pelu dikembangkan dengan strategi yang baru.... Hal-hal yang masih lemah pada pelaksanaan siklus kedua sebagai berikut: 1) Siswa mulai jenuh dengan media gambar benda. 4) Nilai kemampuan untuk aspek pilihan kata/diksi baru mencapai 64.

maka peneliti bersama kolaborator menyususn rencana tindakan siklus III ssbagai berikut: 1) Menyusun RPP siklus III berikut dengan instrumen pembelajaran pendukung. kemudian mengambil salah satu benda untuk dideskripsikan melalui menulis cerita. 5) Metode yang digunakan adalah belajar kelompok dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa sisial dan sikap bekerja sama satu dengan yang lain. Tindakan Siklus III Berdasarkan temuan-temuan pada tindakan II khususnya temuan sampingan (halaman 121) di atas. 3) siswa senang tidak bosan mengikuti pembelajaran.109 3. Fokus pembelajaran pada siklus III ini mengamati benda di sekitar lingkungan sekolah. 2) Menyusun rancangan pembelajaran dengan pembelajaran di luar kelas 3) Pembelajaran di luar kelas dimaksudkan untuk menggairahkan siswa. 4) Materi pembelajaran menulis dengan bahan kajian mendeskripsikan benda berdasarkan pengamatan lingkungan sekolah. 2) ketuntasan belajar di atas 66 %.0 dan. Adapun skenario pembelajaran sebagai berikut: 1) Tahap Perencanaan Tindakan Siklus III . Indikator keberhasilan tindakan siklus III adalah: 1) meningkatkan aspek menulis tentang pilihan kata atau diksi dengan rata-rata di atas 66. (Upaya perbaikan siklus II).

menemukan sendiri. mengamati. Lebih lanjut skenario tindakan pada siklus ketiga sebagai berikut: 2) Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus III Pertemuan pertama siklus III difocuskan pada: mendeskripsikan benda dengan memilih yang disukai dalam menulis cerita melalui pengamatan benda di sekitar sekolah. Berdasarkan pengalaman di atas. Kalimat yang dihasilkan semakin banyak. maka tindakan pada siklus III sebagai berikut: 1) mengubah media pembelajaran dari mendeskripsikan gambar benda menjadi belajar mendeskripsikan dari benda nyata yang ada di lingkungan sekolah. Sedangkan tindakan yang perlu diperkuat lagi model belajar masyarakat. 2) siswa jenuh dengan media gambar (kurang mendapat tantangan). Tindakan yang diberikan memperbaiki kelemahan yang masih ada dan memperkuat elemen pembelajaran yang telah dilaksanakan. Diharapkan ide atau gagasan yang timbul dari pengamatan di luar kelas semakin meningkat.110 Berdasarkan atas refleksi Siklus II tahap kedua. Kelemahan pada pembelajaran Siklus II antara lain: 1) siswa mulai jenuh dengan situasi belajar di dalam kelas. Pembelajaran dilakukan di luar kelas dengan metode learning community menulis mendeskripsikan benda dengan media lingkungan sekolah dengan cara melakukan berobsevasi atau pengamatan. Langkah-langkah tindakan pada siklus III tahapan sebagai berikut: . Mengurangi kejenuhan pembelajaran dillaksanakan di luar kelas. Dengan demikian imajinasi siswa semakin berkembang dan karangan semakin berkualitas. sehingga paragraf yang disusun tidak terbatas. 2) penggalian ide atau gagasan yang akan dideskripsikan didasarkan atas kondisi lingkungan sekolah secara nyata. mengobservasi perlu diiteruskan.

Peneliti meletakan persiapan mengajar berikut dengan peralatan pembelajaran di atas meja guru sementara kolaborator (Oyo Sunarya. 6) menjawab pertanyaan. 2) menulis pengalaman. A. duduk dengan tertib dibangku masing-masing (001/Ob/S). Melalui permainan suara hewan. 5) menceritakan hasil pengamatan terhadap lingkungan. Satu persatu memasuki kelas. Guru mengadakan apersepsi pembelajaran dengan melakukan dialog untuk menggali persepsi siswa tentang pengetahuan unsur instrinsik menulis melalui mendeskripsikan benda. mengucapkan salam (001/Ob/G). tepatnya pukul 11.111 Pada hari Rabu 10 Maret 2010. Suasana sangat tentang pada raut muka siswa nampak kegembiraan. 3) memaparkan peristiwa alam.Ma) duduk mengambil tempat di sudut di belakang ruang kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. ditata dalam posisi deret. .00 bel berbunyi tanda waktu masuk setaelah istirahat kedua. dan lain-lain. Ketika guru masuk ruangan bersama kolaborator. Mereka berpakaian batik.Para siswa sangat senang dengan kehadiran peneliti bersama kolaborator (002/Ob/S).(002/Ob/G). Hal yang dibahas tentang cara-cara menulis cerita melalui objek di sekitar lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara : 1) mendeskripsikan benda yang disenangi di sekitar lingkungan. Anak lekas II. guru membentuk kelompok. tempat duduk sudah rapih. 4) memparafrasekan puisi. SD Negeri Panulisan Barat 01 bergegas memasuki ruangan. Guru Guru membuka pembelajaran dengan bersama kolaborator membagikan secarik kertas yang berisi tulisan suara hewan.

Hasil obsevasi dijadikan data untuk disusun dalam kalimat untuk dibentuk cerita yang runtut dan padu. Setelah terbentuk kelompok.112 selanjutnya siswa mencari pasangan untuk berkumpul membentuk kelompok. Ketika siswa melakukan observasi guru bersama kolaborator melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa. (001/Ob/MT). (003/Ob/S). Siswa diminta mulai menulis dan boleh mencari tempat yang di sukai. dan memonitoring pembalajaran. Berikut pernyataan guru: “Nah. Kalian tulis dengan rapih dengan tulisan tegak bersambung. Guru meminta siswa melakukan observasi terhadap benda yang menjadi objek untuk di buat cerita. mau di kelas atau di teras atau di halaman. “Bagaimana supah paham ? Apakah ada yang akan ditanyakan ?”.(002/Ob/MD). guru memberikan tugas. Satu persatu siwa keluar ruangan dan mencari benda yang mereka senangi untuk bahan dideskripsikan. langsung mencari tempat untuk mendiskusikan membentuk cerita dari benda tersebut. . Para siswa berkeliling sambil melakukan pengamatan dan mencatat atau mengidentifikasi segala sesuatu yang mereka anggap penting untuk bahan cerita tersebut (003/Ob/G). tugas yang akan kalian kerjakan adalah menilis cerita melalui mendeskripsikan benda dengan memilih salah satu benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Guru membagikan lembar kerja kepada setiap kelompok. Mereka yang sudah mendapat benda yang menjadi objek menulis. Semua siswa terbentuk 5 kelompok siswa berbaris di depan kelas.

masing- . Kalimat dalam cerita agar runtut sehingga membentuk cerita yang runtut dan padu (002/Ob/MT). Sambil menunggu selesainya siswa mengerjakan LKS guru melakukan pengamatan terhadap siswa. cermat. mereka tetap bekerja dengan tertib (003/Ob/S).113 Siswa mengerjakan dengan seksama. Siswa yang telah selesai menilis cerita melalui mendeskripsikan benda yang ada di lingkungan sekolah . sesekali mengingatkan bahwa kalimat harus tersusun dengan baik dan runtut. hati-hati dan percaya diri. Setelah Alisya membacakan hasil kerja kelompok menyusul kemudian Dimas Sesudah selesai seluruh kelompok menyampaikan hasil. tidak seperti ketika pemaparan waktu sebelumnya. setiap kelompok diminta menyampaikan hasil kerja. Hasil pengamatan sebagai masukan untuk mempertimbangkan apakah model pembelajaran kooperatif metode struktural yang didukung dengan berkelompok di luar kelas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan benda (004/Ob/MT). Sambil menunggu teman yang belum selesai menulis. Perwakilan kelompok yang maju pertama kali adalah. Tindakan guru selanjutnya memonitor. Para siswa masih kelihatan antusias mengoreksi ulang tugas tersebut.Alisya ia membacakan hasil dengan tenang. Maskipun saling berjauhan antara kelompok yang satu dengan yang lain. Begitu pula tentang penerapan ejaan dan tanda baca. dipersilakan memasuki ruang kelas. Setelah dipandang selesai dalam melaksanakan tugas. siswa yang lain diberi kesempatan untuk membaca ulang dan memperbaiki apabila terdapat kalimat yang dianggap masih kurang runtut.

Hal ini membuktikan bahwa telah ada peningkatan pada diri siswa sikap percaya diri. dan meminta siswa mengerjakan dengan seksama. Siswa bekerja dengan sungguh-sungguh. sikap pada menyampaikan sudah tidak canggung (004/Ob/S). Siswa diberi waktu untuk tanya jawab. selesai penyampaian hasil diskusi dilakukan penilaian langsung. guru meminta siswa kembali duduk dibangku masing-masing. setelah melakukan tanya jawab. Guru mengingatkan siswa agar memeriksa kembali pekerjaannya sebelum dikumpulkan. dan membimbing membuat kesimpulan. Sambil menunggu selesainya siswa mengerjakan LKS guru pengamatan sebagai melakukan pengamatan terhadap siswa. Rata-rata dapat menyampaikan dengan baik.114 masing telah menunjukkan peningkatan. Hasil untuk mempertimbangkan apakah model masukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif strategi struktural yang didukung oleh belajar di luar kelas dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan (004/Ob/MI). Selanjutnya guru membagi LKS Siklus III. hati-hati dan perlu percaya diri. Guru membimbing siswa merefleksi hasil kerja. Kesungguhan siswa dalam mengerjakan akan LKS tampak dari sikap tenang dan percaya diri. volume suara terdengar jelas. Seperti pada kegiatan sebelumnya. pernyataan ini dilakukan berapa kali (004/Ob/MD). cermat. . petunjuk-petunjuk guru dijalankan dengan penuh semangat. dan sikap tanggung jawab terhadap tugas (005/Ob/MI). Hasil kesimpulan dicatat oleh setiap anak ( 004/Ob/G).

Pada kegiatan inti pembelajaran. 10 Maret 2011 proses pembelajaran tindakan dilakukan jam pertama dan kedua. 4) Refleksi 1) Pembelajarn oleh Guru 1) Temuan Data Proses pembelajaran tindakan siklus III tahap pertama dilaksanakan pada hari Rabu. (001/Ob/G). Selanjutnya guru menutup pembelajaran dengan pesan-pesan dan mengakhirinya dengan salam (006/Ob/S dan (005/Ob/G). Guru mengakhiri pembelajaran dengan pesan-pesan dan menutup pembelajaran tugas serta diakhiri dengan salam. Ketika guru mamasuki ruangan kelas nampak siswa duduk rapih. Kegiatan merevisi dan mengedit kembali sudah dilakukan. Guru melakukan kegiatan pembelajaran dengan membuka pertemuan dengan salam yang ditunjukan memeriksa keswiapan siswa dengan mengabsen siswa. (002/Ob/G). Guru melanjutkan pembelajaran dengan melakukan kegiatan dialog untuk menggali persepsi siswa tentang pengetahuan menulis mendeskripsikan benda atau hewan. .115 Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi dan pengeditan ulang. guru berusaha untuk menguasai kelas dengan memantau siswa dalam proses pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbyhan dengan media benda yang ada di sekitar sekolah.

3) kepemimpinan. Kemudian siswa diharap disuruh membacakan hasil kerja kelompoknya. Stelah semua siswa mendapat pasangan dan membentuk satu kelompok . guru melanjutkan menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru membentuk permainan dengan strategi mencari pasangan untuk kelompok berpasangan. Proses pembelajaran selanjutnya. dan menjelaskan teknis kerja kelompok di luar kelas. 2) melatih hidup bermasyarakat. masing-masing kelompok diwakili oleh satu anak. guru membagikan lembar kerja per kelompok. Permainan kelompok pasangan ini dimaksudkan untuk 1) mengurangi kejenuhan. ( 004/Ob/G). Selanjutnya guru memberikan waktu tanya jawab. Guru memonitor kegiatan siswa melakukan pengamatan dan menentukan benda yang akan dijadikan sumber menulis mendeskripsikan. Setelah seluruh .116 Komunikasi antaraguru dengan siswa lebih baik dibandingkan dengan siklus II. dan menjelaskan apa yang ditanyakan siswa (005/Ob/ G dan 006/Ob/G). Hal ini terlihat tidak ada waktu yang vakum ketika terjadi diskusi kelas dan siswa tidak tegang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (003/Ob/G). selanjutnya guru meminta siswa keluar kelas mengambil tempat sesuai dengan keinginan dan mengadakan observasi lapangan (005/Ob/G). di dalam siswa diminta merevisi dan melakukan pengeditan ulang hasil kerja kelompoknya. Guru meneliti tulisan siswa tentang tentang tata tulis dan kerapihannya yang masih dianggap perlu ditingkatkan. 4) melatih kerja sama. siswa diminta menulis hasil pekerjaannya pada lember kerja dengan tulisan tegak berangkai. Setelah siswa selesai guru meminta siswa masuk ruangan kelas. Siswa diminta mempersiapkan alt tulis.

volume tempo dan isyarat verbal dan nonverbal. Pada hari Selasa. Pembejaran berlangsung hidup. sehingga apa yang dikhawatirkan tentang sulit memonitor tidak terjadi. tertib dan mengasikkan siswa ..... 22 Maret 2010.. Guru mengakhiri pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan benda di sekitar lingkungan sekolah... Pembelajaran ditutup dengan ucapan salam (008/Ob/G).. hal ini dikarenakan guru talah mempersiapkan dengan baik.. Langkah-langkah guru dalam pembelajaran (001/Ob/G sampai 008/Ob/G) dilakukan dengan baik. Komunikasi guru dengan siswa lancar.. Guru memberikan komentar-komentar dengan jawaban siswa dengan mengaitkan antara materi menulis mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah... (Hasil wawancara dengan kolaborator halaman . 2) Analisis Data Pembelajaran di luar kelas dalam wujud masyarakat belajar dengan berganti teman dalam kelompok dapat dilaksanakan pada tindakan siklus III.). (007/Ob/G). Kegiatan memonitor terhadap kegiatan pembelajaran di luar kelas dilakukan bersama kolaborator.... dilakukan dengan tahapan-tahapan sesuai dengan rencana pembelajaran. Guru memberikan reward pada siswa reward berupa ..117 kelompok selesai guru mengomentar kekurangan dan kelebihan tiap-tiap kelompok. hal ini diakibatkan guru telah mempersiapkannya dengan matang.. sampai.. Komunikasi pembelajaran yang sudah baik pada siklus II dipertahankan guru dengan membangun jembatan komunikasi untuk memasuki dunia siswa dengan meningkatkan nada....

00 bel berbunyi tanda waktu masuk. berbaris dengan tertib. Masing-masing kelompok mempunyai satu ketua kelompok. Kegiatan ini positif. tepatnya pukul 07. siswa sudah duduk dengan tertib.118 pujian tepuk tangan dan memberikan kenang-kenangan pada tiap kelompok sesuai tingkat keberhasilan. ia membawakan hasil dengan tenang. Satu persatu mereka memasuki kelas. Para siswa sangat senang dengan kehadiran peneliti bersama kolaborator (002/Ob/S). Rata-rata dapat mentampaikan dengan . (003/Ob/S). Setelah Alisya membacakan hasil kerja kelompok menyusul kemudian Dimas seluruh kelompok sudah menyampaikan hasil. Ketika guru masuk ruangan bersama kolaborator. duduk dengan tertib dibangku masing-masing. SD Negeri Panulisan Barat 01 bergagas memasuli ruangan. 3) Terhadap Siswa 1) Temuan Data Pada hari Kamis. memiliki lima kelompok .tenang pada raut muka siswa nampak kegembiraan. (Transkrip pembelajaran siklus III halaman ------------). 18 Maret 2010. Perwakilan kelompok yang maju pertama kali adalah Alisya. Anak kelas II. tidak seperti ketika pemaparan waktu sebelumnya. (001/Ob/S). Mereka berpakaian batik. Masing-masing kelompok telah menunjukan penungkatan. bagi siswa sangat bermanfaat untuk meningkatkan motivasi belajar. Kelompok yang terbentuk melalui strategi permainan mencari pasangan.

.... Hai ini membuktikan bahwa telah ada peningkatan pada diri siswa sikap percaya diri. Meskipun saling berpencaran kelompok satu dengan yang lain.119 baik. Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi dan pengeditan ulang... dan sikap tanggung jawab terhadap tugas (006/Ob/S). Transkrip pembelajaran siklus III pada lampiran halaman. petunjuk-petunjuk guru dijalankan dengan penuh semangat... Kesungguhan siswa dalam mengerjakan akan LKS tampak dari sikap tenang dan percaya diri. Para siswa terlihat antusias mengerjakan tugas. mereka tetap bekerja dengan tertib dan penuh disiplin (005/Ob/S). sikap pada menyampaikan sudah tidak canggung (004/Ob/S).. Selanjutnya guru menutup pembelajaran dengan pesan-pesan dan mengakhirinya dengan salam (007/Ob/S dan 005/Ob/G). senang.)... bergairah dalam mengikuti pembelajaran. dan merasa senang menghadapi tantangan pembelajaran di luar kelas.. volume suara terdengar jelas.. Kegiatan merevisi dan mengedit kembali sudah dilakukan. .. Siswa bekerja dengan sungguh-sungguh... maka terhadap data di atas sebagai berikut: a) Siswa terlihat aktif... 2) Analisis Data Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran melalui video shooting pada tindakan siklus III terhadap data di atas....

Langkah selanjutnya kalian menulis kalimat berdasarkan kata-kata tersebut.. pertama kalian pilih objek benda apa yang akan kalian deskripsikan. adapun materi tersebut sebagai berikut: 1Mengembangkan kalimat melalui mendeskripsikan benda di lingkungan sekolah. pembicaraan lancar. d) Siswa memilih objek benda yang ada disekitar lingkungan sekolah untuk dideskripsikan dalam menulis melalui bekerja kelompok.... ... c) Keberanian siswa menyampaikan pendapat hasil belajar kelompok meningkat. c.(. tidak membosankan dan memperoleh keterampilan. Kemudian rangkaikan kaimat-kalimat tersebut secara runtut dan padu. mereka senang karena dapat menambah pengetahuan.. Materi yang disampaikan oleh guru sebagai berikut: “Dalam menulis melalui mendeskripsikan benda di lingkungan sekolah... Jangan lupa kalian menulis judul sesuai benda tang kalian deskripsikan”. Kalian identifikasi benda tersebut dengan kata-kata. volume suara cukup keras dan terdengar oleh seluruh siswa. Materi Pembelajaran 1) Temuan Data Materi pembelajaran pada tindakan siklus III adalah menulis melalui mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan dengan memilih yang ada di lingkungan sekolah..120 b) Siswa bekerja penuh semangat. tertib dan disiplin sehingga pekerjaan cepat selesai..... (Transkrip pembelajaran dan lampiran wawancara halaman .

(2) Analisis Data . Kalian tulis dengan baik sesuai dengan benda yang kalian deskripsikan...berbulu halus berotok .mempunyai ekor dan siih . nasi dll.. Merangkai kata-kata menjadi kalimat. . dedak..suaranya kukuruyuk.. tulisan rapih tegak berangkai ”.... mata dua ..)..makanannya biji-bijian. Jangan lupa perhatikan tata tulis dan ejaan yang benar. jangan lupa diberi judul. Berikut ini penjelasan guru : “Bagian-bagian dari hasil deskripsi tersebut kalian kembangkan menjadi kalimat yang utuh..berkaki dua.. (Lampiran bahan ajar halaman . Silakan kalian mulai menulis mendeskripsikan dengan baik. Kalimat-kalimat yang telah kalian kembangkan rangkai menjadi cerita yang runtut dan padu dengan menggunakan kata sambung.121 Penjelsan guru selanjutnya: “Agar hasil deskripsi kalian utuh dan menyeluruh kalian dapat menganalisis bagian-bagian benda tersebut. Contoh bagian-bagian deskripsi dari ayam: ..bentuk ayam jago .

: “Bagus. Anak-anak. guru menggunakan model kooperatif strategi struktural mencari pasangan. semua rajin. Masih ingat kalian tentang cara mendeskripsikan?”. d. : “Ya. : “ Bisa dengan cara mendaftar pertanyaan”. Anak-anak. : “Dengan cara mendaftar ciri-ciri identitas bevda tersebut”. Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru : “Masih. Ada lagi dengan cara apa?”. ibu akan menyampaikan cara mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan. bu!”. Hebat. ternyata ingatan kalian sangat tajam. sehingga tidak mengalami kebingungan. : “Coba bagaimana langkah pertama dalam mendeskripsikan?. Pada saat mengawali pembelajaran implementasi dalam pembelajaran sebagai berikut: Guru : “Masuk semua. namun bukan mendeskripsikan melalui gambar hewan atau tumbuhan. materi yang disajikan sudah sesuai dengan rencana pembelajaran yang tertuang dalam silabus. pada pertemuan ini. melainkan kalian akan diajak mendeskripsikan langsung pada benda yang terdapat . benar.122 Berdasarkan analisis data di atas. Materi disampaikan dengan jelas disertai contoh. hari ini Bapak kutipan dialog akan melanjutkan pelajaran menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan. Metode Pembelajaran (1) Temuan Data Berdasarkan hasil observasi proses pembelajaran siklus III.

(002/Ob/MD). kemudian kalian pilih benda apa yang akan kalian deskripsikan. Metode yang diterapkan merupakan implementasi penerapan model pembelajaran kooperatif dengan tujuan membangun kreatifitas guru untuk mengupayakan pembelajaran berjalan dengan interaksi dua arah. diskusi dan observasi yang dikemas secara baik.123 di sekiltar lingkungan sekolah. Langkah selanjutnya kalian mengidentifikasi benda tersebut. guru telah melakukan pembelajaran dengan metode yang bervariasi meliputi: problem soving. Metode ini berkaitan langsung dengan metode observasi. Kalian bisa memilih objek langsung yang kalian senangi”. (2) Analisis Data Berdasarkan hasil observasi di atas. Kegiatan siswa berkelompok mengidentifikasi benda tumbuhan atau hewan secara langsung dan menulis hasil deskripsinya. Kemudian kembengkan menjadi kalimat yang runtut. Selanjutnya kalian rangkaikan kalimat-kalimat tersebut dengan menggunakan kata sambung menjadi cerita yang runtut dan padu. selanjutnya guru mengembangkan pembelajaran dengan diskusi kelompok sebagai wujud masyarakat belajar. Kutipan dialog guru pada saat menjelaskan teknik mengobservasi benda di lingkungan sekolah sebagai berikut: Amati hewan atau tumbuhan. dominasi guru dalam pembelajaran terkurangi bahkan pembelajaran sudah beralih pada diri siswa. (001/Ob/MI) Ketika siswa sudah jelas terhadap materi yang dipelajari. (003/Ob/MD). .

4) belajar penuh kegembiran. sebelum tindakan baru mencapai33. serta merangkai kalimat-kalimat tersebut menjaddi sebuah cerita yang runtut dan padu. Penyimpulan Data (1) Hasil Belajar Berdasarkan pengamatan terhadap lembar kerja siswa dan studi dokumen terhadap hasil belajar ditemukan data sebagai berikut: (1) Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan semakin meningkat. Untuk memberi gambaran periksa tabel di bawah ini: Tabel 5 Analisa Kemampuan Mendeskripsikan Benda Tumbuhan dan Hewan . 2) siswa merasa senang. pada siklus II. dan mengembangkan menjadi kalimat yang runtut. 68.7 % atau 23 siswa tuntas. e. 4) siswa dapat bertukar pikiran. Pada siklus I meningkat menjadi 76.6 % atau 26 siswa dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 100% atau 30 siswa tuntas belajar dari 30 siswa di kelas. Hasil rata-rata kelas sebelum tindakan 55.3 % atau 10 siswa tuntas dari 30 siswa. pada siklus II meningkat menjadi 86.3.3 meningkat menjadi dan pada siklus III meningkat lagi menjadi 75. 3) pembelajaran tidak membosankan.9 pada siklus I.124 Siswa melakukan pengamatan untuk menentukan sendiri benda yang akan dijadikan objek mendeskripsikan. mengidentifikasi benda. 71. Hasil penerapan metode ini adalah : 1) membangkitkan semangat siswa.0 (2) Ketuntasan belajar siswa dalam kelas.

6 62. 6.4 71. Aspek Kesesuaia Judul dengan Isi Ket Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat ST 58. begitu pula pada pilihan kata dan pengorganisasian kalimat .4 69.0 59.6 64. Kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan mengalami peningkatan cukup tajam. 3.0 69 69.9 Keterangan : ST= Sebelum Tindakan.0 71. begitu juga isi setiap kalimat sudah menunjukan keruntutan dan keterpaduan.0 55.5 73. 7. S I = Tindakan Siklus I. struktur kalimat semakin baik.8 75.5 75. Kesalahan dalam menerapkan ejaan dan tanda baca semakin kecil.3 S III 79.6 SI 74 69.3 S II 75.0 71.0 56. S II = Tindakan Siklus II.9 70.0 Pilihan Kata (Diksi) Keruntutan kata dalam kalimat Pengorganisasian Kalimat Struktur Kalimat Kerapiahan Tulisan (Berangkai) Rata-rata Akhir 56.3 64.3 66. 4.1 74. 2. Untuk memperjelas data tersebut di bawah ini kutipan hasil deskripsi siswa : Bunga Ekor Bia .3 65.0 55.125 Nilai Rata-Rata Kelas No 1.1 74.0 68.5 74. S III = Tindakan Siklus III.0 55.3 73.0 Penerapan Ejaan dan Tanda Baca 56. 5.

Pohon bunga ekor bia berduri. Kalaupun ada hanyalah kurang sempurna dalam penulisan. Berdasarkan temuan data siklus III peneliti sampaikan hasil pekerjaan siswa menulis mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan masing-masing aspek sebagai berikut: a. Ketuntasan belajar untuk kompetensi ini 100 % dari 30 siswa seluruh siswa berhasdil melampaui KKM.9 dan siklus III meningkat menjadi 79. Dulu waktu masih baru musim bunga ekor bia harganya mahal. bercabang dan daunnya berwarna hijau.6 Setelah tindakan siklus I meningkat menjadi 74. Hasil sebelum tindakan 58. dan oren. b.0 siklus II 75. Frekuensi siswa yang keliru tidak ada. Untuk kompetensi ini rata-rata kelas semakin meningkat. pada kompetensi kesesuaian judul dengan isi deskripsi siswa maka terdapat kesesuaian. ada yang merah.7 point. Semua hasil deskripsi yang ditulis siswa judul sudah mencerminkan isi secara keseluruhan.126 “Bunga yang indah tumbuh dalam pot yang berjajar di teras sekolah. Rata-rata judul yang dibuat sudah dapat mencerminkn isi secara keseliruhan. Banyak sekali yang menggemari bunga ekor bia ini. 20. Kompetensi Kesesuaian Judul dengan Isi Setelah dilakukan pengamatan terhadap pedoman penilaian.3 . Kompetensi Ketepatan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca .Dengan demikian terdapat kenaikan. Bunga itu sedap dipandang namun sayang tidak wangi. putih. Bunga itu berwarna-warni. sekarang sudah biasa tidak dianggap aneh lagi. Kesimpulan untuk kompetensi kesesuaian judul dengan isi deskripsi dapat meningkat. Itulah bunga ekor bia”.

6 sebelum tindakan baru mencapai 69. Kualitas kasalahannya juga semakin rendah. baik kata secara umum. kata depan dan kata penghubung secara umum kualitas kompetensi meningkat.6 siklus I. 70. namun begitu sudah ada peningkatan. Sedikit sekali kata yang makna gramatikalnya dalam kalimat mengacaukan maksud makna kalimatnya.point. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kompetensi siswa dalam menerapkan tanda baca dan tata tulis berhasil melampaui KKM (66.0). kompetensi para siswa berkaitan ketepatan penggunaan kata. Penulisan tanda baca pada setiap akhir kalimat kebanyakan sudah menunjukkan kompetensinya. Dengan demikian. Makna gramatikal kata yang muncul dalam kalimat secara umum cukup baik. Begitupun penggunaan huruf pada awal kalimat dan nama binatang.2. Penggunaan kata depan dan kata penghubung umumnya sudah benar pemakaiannya. Kompetensi Ketepatan Penggunaan Kata (Diksi). Kompetensi ketepatan penggunaan pilihan kata dalam kalimat secara umum semakin meningkat.3 siklus II. Kebanyakan para siswa dalam menuliskan judul sudah benar sesuai dengan aturan. Rata-rata sudah benar menggunakan huruf besar. pada kompetensi ini data hasil deskripsi para siswa menunjukan bahwa dalam menggunakan ejaan dan tanda baca secara umum dapat dikatakan meningkat baik.127 Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan pedomam penilaian. Terjadi peningkatan 17. Siswa yang masih mengalami kesalahan dalam hal tersebut hanya beberapa siswa saja. c.8. Memang belum semua siswa. Hasil untuk kompetensi ini rata-rata kelas 56. 73. Sebelum dilakukan . Kata-kata yang digunakan sesuai dengan kontek kalimat.

Hubungan makna antar kalimat dalam cerita tertata baik.0. dan Siklus III. dan menunjukkan bertautan.0 Terdapat peningkatan 19. siklus II 71. Hasil rata-rata kelas pada kopetensi ini Sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 55. Sebelum tindakan baru 20 % atau demikian kompetensi ini peningkatan cukup tajam. Dengan demikian. Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi terhadap data uji keompetensi pada aspek kohesi dan koherensi dalam kalimat siswa. dihasilkan data bahwa karangan siswa menunjukkan bahwa ide-ide identifikasi yang dibangun jelas. Kalimat yang tidak bertautan jumlahnya semakin berkurang. Kompetensi Keruntutan Kata dalam Kalimat. siklus I 69.128 tintadan nilai rata-rata 56.0. walaupun masih ada sedikit yang masih kurang. 74. e. kalimat satu dengan yang lain menunjukkan kaimat yang logis. Rata-rata kalimat enam sampai 6 siswa. Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi data uji kompetensi pada aspek pengorganisasian kalimat dalam deskripsi siswa tindakan siklus ketiga dihasilkan data bahwa kalimat dalam deskripsi siswa menunjukkan peningkatan tahap demi tahap semakin baik. Hubungan antara kalimat satu dengan kalimat lain saling bertautan.1. Dengan . Ketuntasan belajar siswa pada aspek ini mencapai 100 % atau 30 siswa tuntas. Kompetensi Keruntutan dan Kepaduan dalam Kalimat. Data yang lain yang menunjukkan kalimat satu dengan yang lain dalam deskripsi rata-rata terdiri dari enam sampai delapan kaliamt.5 piont. Hasil akhir siklus III mengalami peningkatan sebesar 19. Kompetensi siswa dalam aspek ini dapat meningkat.4.0 Setelah tindakan siklus III menjadi 75. d.1 point.

Hasil ketuntasan belajar kompetensi ini mengalami peningkatan. Pola kalimat semakin jelas dan bermakna.129 delapan kaliam. objek bahkan sudah ada yang lengkap . Data akhir deskripsi siswa menunjukkan bahwa kalimat yang digunakan oleh para siswa secara umum semakin baik dan berkualitas.5 point. Dengan demikian penerapan pembelajaran model kooperatif strategi struktural pada siklus ini dapat berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis melalui mendeskripsikan benda hewan atau tumbuhan. pada siklus II 71. pada siklus I 69. siklus I 66. predikat . sedangkan di awal kalimat yang mengakibatkan kalimat tidak sefektif semakin berkurang pemakaiannya. siklus II 69. kompetensi pengorganisasian kalimat sudah baik. Hasil rata-rata kompetensi sebelum tindakan 56.1. Secara umum dari hasil yang tampak. Peningkatan berkisar 17. Secara umum kalimat yang dibuat sudah berpola.3 dan setelah tindakan siklus III meningkat menjadi 73. hubungan makna antar kalimat semakin kohesif. f. hubungan antar kalimat satudengan yang lain semakin menunjukkan kohesi dan koherensi. ada subjek. tetapi. dihasilkan data bahwa deskripsi siswa semakin menunjukkan peningkatan.4. Kepaduan tulisan dalam keseluruhan kalimat secara umum tampak baik. dan pada siklus III meningkat menjadi 74.Penggunaan kata penghubung dan.0.1 point. . sebelumnya nilai rata-rata kompetensi ini 55. Kompetensi Struktur Kaliamat dalam Mendeskripsikan Setelah dilakukan pengamatan berdasarkan lembar observasi terhadap data uji kompetensi pada aspek struktur kalimat dalam mendeskripsikan.0.5 Dengan demikian tindakan padsa siklus ini sudah berhasil meningkatkan kemampuan siswa sebesar 19.6.3.

65. dihasikan data bahwa deskripsi siswa menunjukkan sedikit demi sedikit coretan sudah mulai berkurang. Kemampuan siswa sebelum tindakan baru mencapai 57. Untuk memperjelas periksa tabel 6 di bawah ini Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Tes Menulis Mendeskripsikan Gambar Hewan dan Tumbuhan.130 g. siklus II.5 point.0) pada materi menulis bahan kajian mendeskripsikan gambar hewan atau binatang telah dapat dicapai.9 Pada akhir tidakan silkus III rata-rata kelas mencapai 75.5 peningkatan cukup tajam berkisar 15. Dengan demikian.0 dan siklus III meningkat menjadi 74.6 %. Hasil rata-rata kompetensi ini . Cerita deskripsi siswa semakin rapih. pengungkapan isi semakin terbaca jelas. Berdasarkan uraian singkat analisis di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian target KKM (66. kata hasil identifikasi yang dikembangkan semakin lancar. dengan ketuntasan belajar mencapai 100 % sedangkan sebelum tindakan baru mencapai 36. .0 Siklus I. ruang pada kolom LKS rata-rata terisi penuh. dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif strategi struktural pada siklus III untuk kompetensi dalam aspek isi cerita deskripsi meningkat. Kompetensi Kerapihan Tulisan (Tegak Berangkai) Setelah dilakukan pengamatan lembar observasi terhadap data uji kompetensi pada aspek kerapihan tulisan cerita deskripsi keseluruhan. 64.0 Terdapat peningkatan berkisar 15.0. Sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 59.5 point.

9 198. diperoleh data bahwa hasil menulis siswa mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan dari siklus ke siklus semakin meningkat.86 71.0 71.5 19.1 7 59.4 128.00 62.0 74.00 64.3 217.0 66.3 206.0 64.5 19.1 5 55.9 57. Tabel 7 Analisis Ketuntasan Belajar Dalam Prosen No Kompetensi Ketuntasan Dalam (%) ST SI S II S III Ket .5 6 56.131 Kompetensi / Aspek Uraian ST Siklus I Siklus II Siklus III 1 58.4 74.6 75.2 3 56.7 2. ( Tabel 7 di bawah ini ).0 69.0 65.8 17. Peningkatan itu tidak hanya pada hasil rata-rata tetapi juga pada aspek kompetensi yang diharapkan dalam pembelajaran menulis.1 Peningkatan 20.1 19.6 69.4 74.5 Jml Ratarata 173.3 71.9 79.0 75.0 75.5 69.3 2 56.3 73.0 19.3 73.6 70.6 69.14 68.6 74.1 17.5 4 55. Ketuntasan Belajar (1) Temuan Data Berdasarkan hasil observasi terhadap dokumen hasil belajar siswa selama siklus I sampai siklus III.5 15.

7 100 96.3 56.3 46.2 33.3 76.0 23.7 80.7 100 93. (2) Analisis Data Berdasarkan data tabel 7 di atas.0 16.7 100 96.33 %. S I = Tindakan Siklus I.Kesatuan Kalimat Pengorganisasian Kalimat Struktur Kalimat Kerapihan Tulisan 30.7 83.132 1 2 3 4 5 6 7 Kesesuaian Judul dengan Isi Penerapan EjaanTanda Baca Pilihan Kata (Diksi) Keterpaduan.3%. S III = Tindakan Siklus III. ketuntasan siswa dalam belajar menulis mendeskripsikan gambar hewan atau binatang berdasarkan kompetensi menulis setiap aspek sebelum tindakan sampai tindakan siklus III dapat disimpulkan sebagai berikut: a. S II = Tindakan Siklus II. pada siklus I siswa belajar mencapai 22 siswa atau 73.0 73.0 16.0 80.3 39. b.7 66. pada siklus II .0 86.7 100 96.0 86. 25 siswa tuntas.3 100 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Rata-rata Ketuntasan Kelas Keterangan : ST = Sebelum Tindakan.3 70.3%.6 20. meningkat 28 siswa atau 93.3 83. sebelum tindakan 9 siswa atau 3. begitu pula pada siklus II dan III tuntas 100 % dari jumlah 30 siswa. siklus I.7 83.3 73. Aspek penerapan ejaan dan tanda baca.Kesesuaian isi dengan judul. siklus I .7 80.6 20.

133

meningkat mencapai 6 siswa dan siklus III meningkat lagi menjadi 29 siswa atau 96,7 %. c. Aspek pilihan kata (diksi) sebelum tindakan siswa tuntas baru mencapai 6 siswa dari jumlah 30 siswa atau 20.%. Pada siklus I meningkat menjadi 46,6 % atau 14 siswa, siklus II meningkat menjadi 56,7 atau 17 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 30 siswa atau 100 %. d. Aspek keterpaduan kata dalam kalimat, sebelum dilakukan tindakan ketuntasan baru mencapai 16,6% atau 5 siswa dari jumlah 30 siswa. Pada siklus I meningkat menjadi 66,7 % atau 20 .siswa, siklus II menungkat menjadi 80 % atau 24 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 29 siswa atau 96,7 %. e. Aspek Pengorganisasian kalimat dalam deskripsi, ketuntasan belajar sebelum tindakan baru mencapai 20 % atau 6 siswa, pada siklus I meningkat menjadi 83,3 % atau 25 siswa, pada sisklus II meningkat lagi menjadi 86,7% atau 27 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 100 % atau 30 siswa. f. Aspek Kerapihan Tulisan pada siklus I baru mencapai 73,3 % atau 23 siswa, pada siklus iI meningkat menjadi 80.% atau 24 siswa, pada siklus III meningkat lagi menjadi 83,3 % atau 25 siswa sedangkan pada siklus III meningkat lagi

menjadi 30 siswa atau 100 % tuntas. Indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa dalam kelas adalah dari jumlah siswa 23 atau 30 siswa lebih, maka diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menuliscerita mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan dapat meningkatan kemampuan siswa dari 76,7 % menjadi 100 %. Cerita deskripsi siswa semakin berkualitas secara isi maupun

134

unsur-unsur yang terkandung kompetensi menulis. (Lihat lampiran hasil kerja pada halaman ........, ......... dan ......). Dari data tabel di atas diperjelas dengan diagram di bawah ini Diagram Perbandingan Hasil Ketuntasan Kemampuan Menulis Sebelum sampai Siklus III

ST

SI

SII

SIII

(4) Penyimpulan Data a) Data Tes (1) Temuan Data Berdasarkan data tes awal, tes siklus I, II, dan III dalam lampiran hasil ditemukan data tentang hasil tes uji kemampuan siswa dalam menulis

135

mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan seperti tersebar di bawah ini: 1. Nilai tes awal rata-rata kelas adalah 57,90 2. Nilai tes siklus I rata-rata kelas 70,40 3. Nilai tes siklus II rata-rata kelas 72,79 4. Nilai tes siklus III rata-rata kelas 76,30 (Lampiran hasil tes tiap-tiap siklus halaman .............,.............,..........). (2). Analisis Data Berdasarkan pembobotan nilai menulis pada tabel I halaman ........... laporan ini dinyatakan bahwa taraf penguasaan kemampuan siswa dikualifikasi sebagai berikut: 1. Nilai 0-3 kualifikasi kurang, dinyatakan tidak berhasil 2. Nilai 3-5 kualifikasi baik, dinyatakan kurang berhasil 3. Nilai 3-9 kualifikasi sangat baik, dinyatakan berhasil. Dengan demikian tindakan yang dilakukan guru dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan siklus I, II, dan III memiliki kualifikasi baik dan dinyatakan berhasil. b. Data Daya Serap (1) Temuan Data

136

Berdasarkan data tes awal, tes siklus I, II, dan siklus III pada lampiran halaman .........,..........,dan ............. pada lampiran ini diperoleh data sebagai berikut: 1. tes awal rata-rata kelas adalah 59,90 tuntas belajar 10 siswa atau 33,3 %. 2. tes siklus I rata-rata kelas adalah 70,49 , tuntas belajar. 15 siswa atau 50 %. 3. tes siklus II rata-rata kelas adalah ,tuntas belajar 72,70 siswa atau. 27 % 4. tes siklus III rata-rata kelas adalah 76,30, tuntas belajar 30 siswa atau 100 % (Lampiran hasil tes tiap-tiap siklus halaman .........,..........,.........). (3) Analisis Data Berdasarkan pembobotan terhadap penguasaan kemampuan siswa dalam menyerap materi menulis dengan bahan kajian mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Pembelajaran sebelum tindakan dengan rata-rata nilai. 56,6 dan ketuntasan belajar 33,3,% atau 10 siswa dari jumlah 30 siswa dalam kelas dinyatakan bahwa siswa kurang mampu menulis ,mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran tidak berhasil meningkatkan kemampuan. Data lampiran halaman ........... 2. Pembelajaran pada siklus I dengan hasil rata-rata kelas. 70,40 dengan

ketuntasan belajar mencapai 16 siswa atau 53,33 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan. Model pembelajarandan metode yang dipergunakan guru dalam pembelajaran berhasil

137

meningkatkan

kemampuan.

(Data

lampiaran

halaman

.........).

Tindakan

dilanjutkan karena masih ada aspek yang belum tuntas. 3. Pembelajaran oada siklus II dengan hasil rata-rata kelas. 72,79 dengan ketuntasan belajar mencapai 23 siswa atau 76,7 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis melalui mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan. (Data lampiran halaman...................) Tindakan dilanjutkan karena guru belum merasa puas. 4. Pembelajaran pada siklus III dengan rata-rata kelas 76,30. dengan ketuntasan belajar mencapai 29 siswa atau 96,7 % dinyatakan bahwa siswa mampu menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan . Model pembelajaran dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berhasil meningkatkan kemampuan. (Data pada lampiaran halaman..........). Tindakan dihentikan karena guru merasa puas dengan hasil yang diperoleh para siswa. Untuk melengkapi data di atas di bawah ini peneliti sampaikan diagram perkembangan hasil belajar siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan siswa kelas II SD Panulisan Barat 01.

Keterangan Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian Judul dengan Isi 2. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca 5. Pengorganisasian Kalimat 6. Struktur Kalimat

.00 atau mencapai lebih dari 2) Siswa A. Skor tindakan siklus III skor 23 Digambarkan dalam tabel di bawah ini.. 66 2. Tuntas belajar jika jumlah siswa dalam kelas mendapatkan nilai.. Perkembangan Hasil Belajar Siswa Keterangan: 1.. KKM. Tabel 8 Respon Siswa Terhadap Pembelajaran %... Skor tindakan siklus I skor 17 3. Pilihan Kata (Diksi) 7. Skor tindakan siklus II skor 21 4. Isi seluruh deskripsi 4.138 3. pada tentang respon atau tanggapan siswa dalam pembelajaran diperoleh data sebagai berikut: 1. 66.. Temuan Data Berdasarkan data observasi pada lampiran halaman . Keruntutan dan kepaduan (kohesi dan koherensi) Diagram 4.. Skor sebelum dilakukan tindakan skor 11 2.

.0 Kategori kurang baik. Skor Sebelum Tindakan : 11 : 25 x 100 = 44.139 Skor Tiap Siklus No Indikator ST 1 Perhatian siswa terhadap Penjelasan guru 2 Intensitas 2 terhadap 2 3 3 4 4 5 4 SI S II S III Keterangan pertanyaan yang diberikan 3 Minat siswa terhadap 2 4 4 4 pertanyaan guru 4 Keaktifan mengerjakan LKS 5 Antusias pada tugas yang 2 diberikan guru Jumlah Skor Skor Maksimum 11 25 17 25 21 25 23 25 4 5 5 siswa 3 3 4 5 (2) Analisis Data Berdasarkan pembobotan terhadap perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis dengan kajian mendeskripsikan gambar benda hewan atau tumbuhan maka diperoleh hasil sebagai berikut: 1.

.. Skor Tindakan Siklus III: 23 : 25 x 100 = 92..) Siswa secara aktif mengikuti jalannya proses pembelajaran.data di atas menunjukkan bahwa penerapan model bembelajaran Kooperatif Strategi permainan pada proses pembelajaran menulis berpengaruh terhadap respon siswa.0 Kategori baik 4. Skor siswa rata-rata dalam tugas siklus adalah 96.. Respon siswa terhadap pembelajaran sewcara bertahap meningkat.90 menjadi 75.. data hasil observasi halaman .. berkelompok dengan mencari pasangan..0 Kategori Amat Baik Data...7 Temuan data di atas menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar benda atau hewan berpengaruh terhadap respon siswa.. Respon siswa terhadap pembelajaran secara bertahap meningkat.140 2. Dalam uraian terdahulu disebutkan bahwa peningkatan kemampuan siswa mendeskripsikan gambar binatang dan tumbuhan dalam menulis meningkat dari 57... berkirim salam dan soal.0 Peningkatan berkisar 17.0 Kategori cukup berhasil 3... Periksa lampiran . Mereka aktif bertanya jawab dengan guru.10 point dengan ketuntasan belajar 100 % dari jumlah 30 siswa. .. Skor Tindakan siklus I : 17 : 25 x 100 = 68.. Peningkatan ini memberi kontribusi terhadap kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar benda atau hewan . Peningkatan ini memberi kontribusi terhadap kemampuan siswa dalam menulis mendeskripsikan gambar hewan atau tumbuhan .. Skor Tindakan Siklus II: 21 : 25 x 100 = 84.

(9) meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif. terutama mendeskripsikan gambar benda hewan dan binatang. Sehingga setiap model pembelajaran akan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. maka model pembelajaran kooperatif metode struktural dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran menulis. (c) memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. (b) memungkinkan para siswa saling belajar mengenali sikap. (d) menghilangkan sifat memntingkan diri sendiri atau egois. Berdasarkan temuan yang telah dipaparkan di atas. informasi. akan peneliti sampaikan kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran kooperatif dengan teknik metode struktural pada pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan. (a) meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. Sehubungan dengan hal ini. (7) berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekan. perilaku sosial.141 5) Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Menulis Crita Mendeskripsikan Gambar Hewan dan Tumbuhan melalui model Pembelajaran Kooperatif. keterampilan. (8) meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. dan pandangan-pandangan. Walaupun demikian sebagai sebuah model pembelajaran tidak berarti dapat digunakan dalam seluruh situasi dan kondisi. . (6) membangun persahabatan yang dapat berlanjut sampai dewasa.

kreatif. menyenangkan. efektif. normal atau cacat. kelas sosial. (1) Model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran membutuhkan persiapan cukup rumit. jika tidak siswa dapat bermain sendiri sehingga pembelajaran berlangsung lama benyak waktu yang terbuang. inivatif. (11)meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Berdasrkan masukan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. karena guru harus mempersiapkan ala atau media belajar yang sesuai dengan perkembangan jiwa siswa. dan lembar tugas siswa yang bervariasi. (3) Model pembelajaran kooperatif menuntut guru mempersiapkan media pembelajaran. agama dan orientasi tugas. gembira dan berbobot. (4) Model pembelajaran kooperatif menyarankan pembelajaran menggunakan media pembelajaran langsung di luar kelas. jenis kelamin. aktif. Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif.142 (10) meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. melalui lingkungan dan menidentifikasi benda asli. Proses pembelajaran di luar kelas membutuhkan pengawasan yang lebih ketat. etnis. b. (2) Model pembelajaran kooperatif menyarankan belajar pembelajaran. Kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap terhadap pembelajaran mendeskripsikan gambae hewan atau tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan dan manfaat sebagai berikut: .

143 1. Siswa mendapat kesempatan mengkomunikasikan hasil baik secara tertulis maupun secara lesan. Siswa berani mengemukakan pendapat. Siswa mendapat latihan mengamati gambar.Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan dan tumbuhan dapat menambah keterampilan berbahasa. bertanya dan menanggapi sebagai bahan mengidentifikasi untuk mendeskripsikan benda permasalahan pembelajaran. benda dan benda yang ada dilingkungan tersebut. 4. 5. . Siswa bertambah pengetahuan dalam menulis khususnya cara mendeskripsikan bendan atau gambar. 6. Siswa dapat belajar dengan bebas tanpa tekanan. Siswa menjadi senang dan lebih bergairah dalam mengikuti pembelajaran. sehingga dapat mencurahkan gagasan dengan lancar. 7. 2. 3.

Kecamatan Dayeuhluhur.3. Kesimpulan Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak tiga siklus tentang meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06.0. Ketuntasan belajar baik secara perorangan maupun kelas mengalami peningkatan. Kabupaten Cilacap.144 BAB V PENUTUP 1. Peningkatan kemampuan menulis melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan ditunjukkan oleh data observasi sebagai berikut: 1. 2. disertai dengan hasil refleksi dan analisa data hasil observasi setiap hasil tindakan disimpulkan sebagai berikut: 1.3 dan pada tindakan siklus ketiga meningkat lagi menjadi 75. Sebelum dilakukan tindakan ketuntasan belajar baru mencapai 33. Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2009/2010. Penerapan model pembelajaran kooperatif melalui tiga siklus dapat meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. Kecamatan Dayeuhluhur.90 Pada tindakan siklus pertama meningkat menjadi 68. Kemampuan rata-rata kelas sebelum dilakukan tindakan baru mencapai 57.3% atau 10 siswa tuntas dengan nilai di atas atau sama 144 . 2. pada tindakan siklus kedua meningkat menjadi 71.

Motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran menulis melalui mendeskripsikan gambar benda. Sikap siswa terhadap pembelajaran menulis sebelum dilakukan tindakan tergolong rendah. setelah dilakukan tindakan berangsur-angsur menjadi tinggi. tahap demi tahap semakin meningkat. Kualitas pembelajaran pada setiap siklus dengan penerapan model pembelajaran kooperatif secara bertahap mengalami peningkatan.90 dari jumlah siswa seluruhnya 30 siswa. Pada siklus I siswa tuntas belajar mencapai jumlah 23 siswa atau 76. pada siklus II ketuntasan mencapai 26 siswa atau 86.145 dengan 57.0 atau tuntas 100%. sedangkan setelah dilaksanakan tindakan secara bertahap naik setiap siklusnya. Saran . 3. 4. Indikasi yang menunjukkan perubahan sikap terlihat pada saat pembelajaran menulis sebelum tindakan dilakukan siswa malas dan kurang perhatian. 5.6 % dan pada siklus III dari jumlah 29 siswa seluruhnya dapat mencapai nilai di atas KKM 66.7%. siswa bergairah dan merasa senang saat mengikuti pembelajaran. Setelah dilaksanakan tindakan siswa menjadi rajin dan memperhatikan penjelasan guru saat menyapaikan pelajaran. Peningkatan tersebut dapat terlihat pada proses siswa saat mengikuti proses pembelajaran baik dalam menjawab pertanyaan maupun dalam mengerjakan tugas dari guru.

5. maka peneliti mengajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. pasif dan takut dalam mengemukakan pendapat menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran. pasif dan takut dalam mengemukaan pendapat menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran. Guru mendorong setiap keingintahuan siswa lewat model-model pembelajaran yang inovatif diantaranya model pembelajaran kooperatif sehingga siswa yang tadinya diam. serta . 2. 1. Guru mengkondisikan siswa dalam proses pembelajaran ada kegiatan mengidentifikasi. 4. yang tadinya tidak berarti menjadi bermakna.146 Berdasarkan temuan data dan hasil penelitian tindakan kelas pada penerapan model pembelajaran kooperatif meningkatkan kemampuan menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06. 3. mengamati permasalahan yang sedang dihadapi sehingga berhasil menemukan jawaban. Guru membuat umpan balik dalam bentuk tanya jawab dengan siswa tentang kesulitan yang dihadapi dan pemecahannya. Kecamatan Dayeuhluhur. Kabupaten Cilacap. yang dirasakan sulit menjadi mudah. Saran Kepada Guru Kelas Guru diharapkan mampu menjadikan dan mengemas pelajaran yang tadinya tidak menarik menjadi menarik. berkelompok. berdiskusi sehingga siswa yang tadinya diam. Guru mendorong setiap keingintahuan siswa lewat pertanyaan dan dialog tentang topik yang dibahas melalui tanya jawab.

6. Kegiatan belajar yang bisa diamatai secara periodik perkembangan kompetensi siswa melalui kegiatan-keggiatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran (authentic assessment). kesan dan harapan siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran. khususnya pada saat saswa mempresentasikan hasil pekerjaannya. 7. Saran Kepada Kepala Sekolah Saran untuk kepala sekolah agar mendapatkan mendapatkan lebih maksimal terhadap mutu pembelajaran di SD Negeri Dayeuhluhur 06 adalah sebagai berikut: 1. . 3. 8. juga hendaknya mendukung upaya memediasi dan memfasilitasi para siswa dalam proses pembelajaran yang kondusif di kelas karene upaya tersebut dibutuhkan media dan fasilitas yang bervariasi serta memadai. Meningkatkan kompetensi guru kelas atau guru bahasa Indonesia dengan mengikut sertakan guru dalam pelatihan-pelatihan pembelajaran yang menggunakan model-model pembelajaran kooperatif. Guru diharapkan mampu berinovasi dalam pengelolaan kelas. 2. Meningkatkan sarana sumber pembelajaran dengan melengkapi buku-buku perpustakaan dan akses internet.147 merekomendasikan kegiatan yang telah dilakukan. Saran untuk Anggota KKG Kegiatan KKG hendaknya membahas pengembangan model pembelajaran yang inovatif dengan model-model pembelajaran yang lain.

148 4. . oleh karena itu alangkah baiknya penelitian ini ditindaklanjuti dengan penelitian tindakan kelas yang menguatkan kembali penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif kekurangan-kekurangan dalam penelitian ini dapat dilengkapi. Saran untuk Peneliti Penelitian ini belum sempurna.

Jakarta: Erlangga. E. Englewood Cliffc. Depdikbud. New Jersey: Rutgers University. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. H.W. 1957. & Zain. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Kingsley. Dimyati dan Mudjiono. Akhadiah. A Sourcebook of Method. Englewood Cliffc. 1994. Maleong. H.L. 1995. M. Belajar dan Pembelajaran.E. New Jersey: Prentice-Hall Inc. Jakarta : Rineka Cipta. 1999. Milles dan Huberman. Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia. 1997. S. .J. Englewood Cliffc. M. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. 1999. A. 1992. 1975. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Metodologi Penelitian Kualitatif. C. L. Jakarta: LP3S.D. New Jersey: Prentice Hall Regents. Depdiknas. Qualitative Data Analysis. Jakarta : Balai Pustaka. Strategi Belajar Mengajar. Educational Psychology for Teachers. Beverly Hills: Sage Publisher. Pendidikan di Indonesia. 2008. Beeby. Jakarta : Rineka Cipta. 2003. Brown. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Djamarah.B. Model Silabus Tematik Kelas II. 1994. The Nature and Conditions of Learning.149 DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Teaching by Principles an Interactive Approach to Language Pedagogy. Anita. 2000. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas. 1987.

Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca Efektif dan Efisien. Penuntun Mengarang. Suriamiharja. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Tampubolon. K. Syamsi. Sugiyanto.Hum. PPS Yogyakarta. 1997. D. Uzer. Jakarta: Dirjen Dikti.G. Tesis. Surabaya.U. Zuchdi.150 Nursito. Pranggawidagda. Yogyakarta: Adi Cita Karya Nusa. Sudjana. Yogyakarta : Adi Cita. Tarigan. Drs. 2002. 1984. 1991. Peningkatan Keterampilan Siswa SD dalam Menulis. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. dan A. Strategi Penguasaan Bahasa. H. Yogyakarta : IKIP. Petunjuk Praktis Menulis. 2001. Bandung: Angkasa. Model-model Pembelajaran Inovatif: Yuma Pustaka. Bandung : Angkasa. 1999. 2009. N. H. Media Pengajaran. Teknik Kreatifitas Pembelajaran. . M. Tarigan. dan Budiasih. Rivai. H.G. 1997. dkk. M. Lentera Cendikia. 1999. Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. S. 2010. Sudjana. 1996. Keefektifan Pengajaran Menulis dengan Pendekatan Proses pada Siswa Kelas V SD Negeri dan Swasta Kota Madya Surakarta. Jakarta: Depdikbud. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. M. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Angkasa Bandung. Jakarta : Sinar Baru Algensindo Sumarwati. Bandung: Sinar Baru. 1997. Laporan Penelitian. 2000. Sutejo. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Drs.Si. N. 1983.

Kalian identifikasi ciri hewan tersebut. Langkah pertama kalian identifikasi dulu gambar hewan tersebut! Agar lebih jelas perhatikan contoh-contoh berikut! Gambar tersebut diidentifikasi secara teliti. kaki dua. Mengidentifikasi gambar hewan Kalian akan menulis melalui mendeskripsikan gambar hewan. makanannya rumput.151 Lampiran 2. berbulu putih bersih. telinga nya panjang. selanjutnya kata-kata hasil identifikasi dikembangkan menjadi kalimat . B. Mengembangkan Kata Menjadi Kalimat Setelah gambar tersebut diidentifikasi atau disebutkan ciri-ciri gambar tersebut. Ciri-ciri hewan tersebut adalah : Bentuk badannya kecil. Materi Ajar Siklus I Menulis Mendeskripsikan Gambar Hewan A. hidup di kandang.

ditulis di tengah dengan tata tulis yang benar. Penulisan judul letaknya di paling atas. Hewan tersebut mempunyai kaki dua. Makanan hewan ini jenis rumput dan sayuran seperti kangkung dan wortel. Contoh mengembangkan kata-kata hasil identifikasi gambar menjadi kalimat yang runtut.152 yang runtut. Lampiran PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING . Judul ditulis dibagian atas (kepala karangan). Setelah kalian mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang runtut dan padu. jalannya melompat-lompat. langkah selanjutnya kalian memberi judul cerita tersebut. Hewan yang mempunyai bentuk badan kecil ternyata hidupnya di kandang. Telinga hewan ini berbeda dengan hewan yang lain. Hewan ini sangat disenangi karena lucu apalagi bulunya yang putih dan bersih. yaitu panjang dan runcing.

duduk dengan tertib dibangku masing-masing (001/Ob/S) .00 setelah waktu istirahat pertama. Tempat Pelaku Kegiatan : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses Waktu Tujuan : Kamis 13 Januari 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis ceria melalui mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan dengan model pembelajaran kooperatif. Anak kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. Satu persatu mereka memasuki kelas.153 TENTANG PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DALAM MENDESKRIPSIKAN TUMBUHAN DAN HEWAN. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS I Pada hari Kamis. 13 Januari 2011. tepatnya pukul 09.

Pd) memasuki ruang kelas II.154 Para siswa terlihat mengambil buku dan alat tulis. Meskipun demikian suasana cukup tenang ketika guru memasuki ruangan (002/Ob/S) Kode 001/ Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran Peneliti dan kolaborator memasuki ruangan membawa buku perlengkapan mengajar yang sudah dipersiapkan seperti : RPP. media pembelajaran dan instrumen obsevasi.Kegiatan Awal Di bawah ini kutipan dialog guru saat membuka pembelajaran. namun ada yang sedang bercanda dengan teman sebangku. S.S. . Luar Biasa! Pendidikan Maju Terus! Yes”. (001/Ob/G). sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya. Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam. Guru sebagai peneliti (Esih Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya. Guru Siswa Guru Siswa : ”Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. :”Waalaikumsalam Warrohmatullahi Wabarokatuh”. Kode 001/ Ob/G = Guru sebelum memulai pembelajaran A.Pd) duduk di bangku belakang sambil membawa alat tulis dan instrumen pengamatan. :”Apa kabar anak-anakku kelas II?” :”Allhamdulallah Ceria.

hilir mudik mencari. bunga-bunga yang indah. hari ini ibu akan menyampaikan pelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita”. bu!”. Anak-anak siapa yang tidak masuk hari ini?”. Guru Siswa Guru Siswa Guru Siswa Guru :”Hewan apakah itu?”. :”Kupu-kupu!”. ibu beri contoh dulu. berayunayun pada tangkai yang lemah. petikan lagu tersebut adalah sebagai berikut:” Kupu-kupu yang lucu. :”Ya allhamdulillah kelas II memang rajin-rajin. :”Siapa yang takut kupu-kupu?” :”Tidak bu!”. TV. kemana engkau terbang. luar biasa. juga guru menanyangkan kupu-kupu lewat CD. Kemudian guru mencoba untuk menanyakan senang tidaknya pada kupukupu. Dipanggil . Anak-anak serempak menjawab. Kode 002/Ob/G = Guru melakukan apersepsi pembelajaran Guru menunjuk siswa untuk menyanyikan lagu kupu-kupu. :”Baiklah nyanyi bersama ya. :”Siapa yang bisa menyanyikan lagu kupu-kupu?” :”Belum bisa bu!. Guru mencoba menyuruh siswa bercerita tentang kupu-kupu. Anak-anak.155 Guru :”Ya! Syukurlah semua ceria. “Aku bisa. Guru menempel gambar kupu-kupu. Siswa tersebut adalah Santi. Siswa Guru :”Masuk semua. tidaklah sayapmu merasa lelah”. bu1’.

bahwa gambar tersebut harus diberi identitas. dll. Guru bersama siswa memberi oplos atas keberanian siswa yang bernyanyi dan bercerita dari gambar hewan tersebut. . Siswa menyimak penjelasan guru. warna sayapnya indah berwarna-warni. “Wah. Oh kupu-kupu aku senang kepadamu”. Perhatian siswa sudah menampakan kesiapan. ia bercerita dari segi keindahan kupu-kupu: “ Aku senang sekali jenis hewan kupu-kupu. Beberapa siswa serempak memberi jawaban. perhatiakan kedepan. bentuk. makanan. dari nama. ia terbang mencari makan dengan mengisap madu pada bunga-bunga yang indah dan harum. selanjutnya guru menempel gambar kelincidi papan tulis dan membagikan gambar kelinci tersebut kepada siswa. (003/Ob/G ) dan (001/Ob/S) Kode 003/Ob/G = Guru memberi aparsepsi sesuai materi yang diajarkan Kode 002/Ob/S = Kegiatan siswa bernyanyi dan bercerita kupu-kupu dengan kalimat yang belum lancar. bagus sekali cerita kalian. Gambar apakah itu?” Sambil menunjuk gambar tersebut dengan penggaris panjang.156 nama Melinda. kehidupan. lihat yang ditempel ibu di papan tulis!. dengan bimbingan guru siswa menemukan identitas dari gambar tersebut. Di bawah ini dialog guru dalam pembelajaran: Guru : “Anak-anak. Guru menyampaikan penjelasan.Halaman rumahku menjadi terasa indah jika hadir kupu-kupu yang akan mengisap madu pada bunga-bunga kesayanganku.

ekornya pendek”. warna bulunya. Guru : “Baiklah anak-anak. sampai ekornya pendek. benar!” Tiba-tiba ada anak yang nyeletuk ngomong. dari data yang telah disebutkan dari namanya. bagus lah jadi sudah tahu bagaimana identitas kelinci tersebut. Nah. Siswa : “Matanya dua. suaranya rame duit-duit. telinganya panjang. hidungnya berkumis. Firdaus punya kelinci. benar. cara berjalannya melompatlompat. jumlah kakinya empat. bu. ada lima. kandangnya di dapur. Guru :“Ya. Mendengar itu anak-anak pada tertawa. jumlah kakinya. mari kita belajar untuk menemukan nama hewan tersebut”. Siswa :“Warna bulunya putih. coba kita bersama-sama sebutkan!” (002/Ob/MT) Siswa : “Ya. ternyata si Firdaus. sekarang kita akan menyebutkan identitas dari kelinci tersebut. “Bu gurubu guru saya juga punya kelinci di rumah. begitu bu guru”. Guru : “Oh. (003/Ob/MT) . bagus! Apalagi yang belum disebutkan coba dari kelinci tersebut?”. makanannya daun-daunnan dan wortel”. nama gambar itu kelinci”.157 Siswa : “Gambar Kelinci” (001/Ob/MT) Guru : “Ya. ya!.

coba baca jadikan satu cerita”. Guru :”Ya. Guru :“Perhatikan anak-anak. Nanti kalian buka kertas tersebut. Siswa : “Ini bu. Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya. kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. sehingga membentuk satu kelompok satu nama hewan. bulunya putih halus. silakan!” Siswa :“Namanya Kelinci. (005/Ob/MT) Kode 005/Ob/MT = Menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih.158 Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan. Guru : “Iya bagus. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. apa isi kalimatnya. Ya kita Coba!”. telinganya dua panjang dan runcing. ia suka . Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. sudah bu!”. kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut.

Siswa :”Sudah. Kode 001/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari mengidentifikasi’ Kode 002/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari memukan kata-kata”. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. Siswa asik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut. Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan. kemudian tulis cerita hewan tersebut pada buku tulismu.159 memakan rumput. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”. . Guru :“Iya bagus sekali.cit sangat lucu”. Kemudian guru membimbing siswa yang belum menemukan pasangan kelompok. Guru :”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. suaranya cit-cit. dengan baik dan benar!”. Setelah semua siswa bepasangan. penggunaan ejaan dan tanda baca. ia hidup dipelihara di kandang. Guru :“Anak-anak kalian silakan duduk secara berkelompok. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing. Guru :”Sudah anak-anak?”. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. bu!”.

Guru :”Ya. sehingga membentuk satu kelompok satu nama hewan. Guru membimbing siswa yang masih belum lancar membacanya. coba baca jadikan satu cerita”. Anak-anak bersemangat mencari pasangan sambil membaca kalimat yang tertulis di kertasnya. apa isi kalimatnya. Guru : “Kelompok mana yang sudah terbentuk?”. kalian akan dibagi kertas satu anak satu kertas yang masih digulung rapih. Guru : “Iya bagus. kemudian kalian mencari pasangan yang sesuai dengan kalimat tersebut. Kode 004/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari menemukan judul”. Siswa : “Saya bu yang bacanya!”. Siswa : “Ini bu. Guru memantapkan menemukan identitas hewan tersebut melalui suatu permainan yaitu model pembelajaran kooperatif metode struktural dengan strategi permainan mencari pasangan. Ya kita Coba!”. silakan!” .160 Kode 003/Ob/MT = Pokok bahasan yang dipelajari menyusun kata menjadi kalimat. Guru : “Perhatikan anak-anak. sudah bu!”. Guru bersama kolaborator membagikan kertas pada setiap siswa. Nanti kalian buka kertas tersebut.

bu!”. Kemudian guru membimbing siwa yang belum menemukan pasangan kelompok. dengan tulisan tegak bersambung yang baik dan benar!”. . bulunya putih halus. Guru :”Sudah anak-anak?”. suaranya cit-cit. Kode 001/Ob/S = Siswa masih ada yang bingung menemukan kelompoknya.cit sangat lucu”. kakinya empat jika berjalan meloncat-loncat. (003/Ob/S) Kode 003/Ob/S = Belum semua siswa aktif dalam proses pembelajaran. siswa disuruh duduk berkelompok kemudian menulis cerita tersebut pada buku tulis masing-masing. ia suka memakan rumput. ia hidup dipelihara di kandang. Guru : “Anak-anak kalian silakan duduk secara berkelompok. meskipun begitu belajar dengan model kooperatif memberi semangat. Siswa :”Sudah. benar kelompok kalian berpasangan yang tepat. Guru : “ Iya bagus sekali. mengidenifikasi. telinganya dua panjang dan runcing. Setelah semua siswa bepasangan.161 Siswa : “Namanya Kelinci. Siswa asik menulis certia tersebut sesuai urutan pada kertas yang sudah dipasangkan pada kelompok tersebut. menemukan ciri-ciri melalui mendeskripsikan. kemudian tulis cerita Kelinci tersebut pada buku tulismu. karena sudah membentuk sebuah cerita tentang Kelinci”.

Selanjutnya guru memberikan ulasan atas hasil kerja siswa. Guru meminta siswa untuk membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Langkah selanjutnya guru meminta siswa untuk melakukan revisi dan menulis kembali pekerjaannya.162 Guru :”Periksa terlebih dahulu pekerjaanmu!” Guru memberikan waktu pada kelompok pasangan untuk memeriksa kembali pekerjaannya. (003/Ob/G) Kode 003/Ob/G = Guru memberi bimbingan kepada siswa dalam pembelajaran Guru memonitor. Guru :”Baiklah anak-anak. sesekali memberikan bimbingan kepada siswa yang menemukan kesulitan. Satu persatu kelompok pasangan membacakan hasil pekerjaannya. Setelah selesai semua mendapat giliran. di bangku masing- . Siswa serempak kembali ke posisi tempat duduk masing-masing. Setelah selesai semua mendapat nilai. Kegiatan ini sebagai kegiatan revisi. diserahkan kepada guru untuk mendapat nilai. guru memberi informasi dan mengkaji siswa untuk merefleksi terhadap hasil pasangannya. Siswa diingatkan untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya dengan cermat. Apa bila menemukan kekeliruan dianjurkan untuk memperbaiki. khususnya berkaitan dengan tata cara penulisannya. penggunaan ejaan dan tanda baca. Tahap ini berarti guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif. (003/Ob/S). Kelompok berpasangan diminta salah seorang untuk membacakan cerita dari hasil mencari pasangan. kalian boleh kembali duduk masing!”. dari mencari pasangan menjadi kegiatan mandiri.

(004/Ob/G) Kode 004/Ob/G = Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi semangat. Guru menutup pembelajaran dengan mengucap salam.163 Kode 003/Ob/S = Siswa aktif melaksanakan tugas pembelajaran Pada tahap selanjutnya guru meminta siswa untuk memajang hasil pekerjaanya pada papan pajangan kelas. para siswa menjawab dengan serempak. .

....... dengan baik ! Gambar Kelinci: .........................164 Lampiran : ALAT TES Lembar Tes Nama :..... No Absen :... Perhatikan Gambar Hewan di bawah ini! Ceritakan gambar hewan ini..................

Petunjuk 1. Deskripsikan Gambar di bawah ini. Tulis dengan tulisan tegak bersambung. Soal : : Bahasa Indonesia : Menulis : II (dua) : 60 menit : Selasa. sehingga menjadi cerita yang baik! 3. Tulis namamu di sudut kanan atas! 2. 25 Januari 2011 . rapih dan benar! B.165 Lampiran : Nama :------------------------LEMBAR SOAL SIKLUS I Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu Hari/Tanggal A.

60 67.30 67.70 44.00 65.10 60.00 65.90 70.30 54.30 45.30 64.10 54.70 71.10 55.00 65.40 45.00 50.40 60.70 64.10 67.60 65.70 70.90 51.30 62.70 65.30 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .30 70.00 65.10 68.70 52.70 57.70 74.70 70.00 65.70 55.10 68.30 50.70 57.166 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS I Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI 67.00 57.40 51.70 54.10 55.30 3 67.00 65.70 74.10 70.00 64.

796.10 80.00 72.70 70.40 59.00 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR 1.50 67.70 72.00 70.80 2.00 60.00 50.167 24 25 26 27 28 29 30 SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRILASMINI FIRDAUS 65.112.40 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan : KKM : 66.70 50.90 63. .00 70.00 65.00 60.0 (enam puluh enam) Awal pembelajaran sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.00 55.

57 7.43 6.168 Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS I Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan hewan N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Nilai Aspek Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS 1 7 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 2 8 6 7 6 6 7 5 6 7 7 7 7 6 5 7 5 6 7 7 3 7 6 6 7 7 7 6 6 7 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 4 7 7 7 7 6 7 6 6 7 7 7 6 6 7 7 7 6 7 6 5 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 6 7 6 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 6 6 7 7 7 7 7 6 7 7 6 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 8 6 8 7 7 7 7 7 7 7 7 Juml Skor 51 47 47 48 46 50 42 46 52 47 51 46 45 44 49 45 45 49 46 Rata Rata 7.14 6.29 6.00 6.29 6.00 6.43 6.00 6.71 7.57 7.7 6.43 6.86 6.43 7.57 T B B T T KET T T T T T T T B T T T T T B B B .71 6.57 6.29 7.

169 MAJID 20 ROSIDIN SAIDAH NUR 21 AZIZAH 22 SALSA MUTIA 23 SELA LESTARI SINTIA 24 OKTAVIANI 25 SITI NUR AISAH 7 6 7 7 7 7 7 6 7 7 7 7 6 7 6 7 7 6 7 7 7 7 6 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 7 8 7 7 7 49 46 52 49 46 49 7. Penggunaan ejaan Pilihan kata mengidentifikasi Keruntutan kata dalam kalimat Stuktur kalimat Isi keseluruhan cerita Kerapihan tulisan Peneliti Dayeuhluhur.00 6.96 7.14 FIRDAUS 6 6 6 6 7 6 7 44 6.19830919 201001 1 019 .93 6.43 T TIO NUGROHO 8 8 6 8 8 8 8 56 8.10 47.14 Rata-rata nilai 7.57 7. 7. 5. Aspek penilaian 1.00 T SANTI TRI LASMI 6 6 6 6 6 6 7 43 6.9 6.83 6.00 T MELINDASARI 6 7 7 7 7 7 8 49 7.28 Jumlah Nilai 222 209 210 207 201 193 206 1387 198. 6. 4.43 7.4 6.0 6.57 7. 19620831 198305 2 003 OYO SUNARYA NIP.83 B B 3.66 7.00 T T T T T T No 26 27 28 29 30 Nama 1 2 Nilai Aspek 3 4 5 6 7 Juml Skor RataRata KET T B TIA FITRIANI 7 7 7 8 8 8 7 52 7. Kesesuaian judul 2. 27 Januari 2011 Kolaborator ESIH GARNINGSIH NIP.00 6.

19620831 198305 2 003 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 -------------------------------------- . Kepala Sekolah ESIH GARNINGSIH NIP.170 Mengetahui.

Adapun hal yang ditanyakan adalah: 1.171 Lampiran : PEDOMAN WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I Intrumen wawancara ini dimaksudkan untuk mengetahui cara mengelola dan respon siswa terhadap implementasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan dengan model pembelajaran kooperaif di kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06.Bagaimana hasil mengarang siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran menulis? Jawaban : -------------------------------------------------------------------------------------- . Kecamatan Dayeuhluhur. Kabupaten Cilacap.

Apakah siswa dilatih mengamati objek dalam pembelajaran menulis? Sebutkan objek apa saja ? Jawaban :------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.Untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya mohon masukan dan saransarannya! Jawaban : ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- .Bagaimana tanggapan dan antusias siswa terhadap implementasi model Pembelajaran kooperatif pada pembelajaran menulis cerita yang disampaikan guru? Jawaban : -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------4.172 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------2.

173 Dayeuhluhur. A.Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Ma.Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2. 25 Januari 2011 Kolaborator OYO SUNARYA.Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3.Pd Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.

Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3.Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2.174 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5.

Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Nama : --------------------------------INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS I 1.Apakah kalian berminat mengikuti pembejaran menulis mendeskripsikan? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------2.Kesulitan apa yang kalian alami dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------3.Apakah kalian senang mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui gambar? Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------4.Manfaat apa saja yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis cerita melalui gambar? .175 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5.

176 Jawab : ----------------------------------------------------------------------------------------5. Identifikasi gambar: 1. Lihat kembali pelajaran terdahulu tentang mendeskripsikan Harimau. Suaranya 2.Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan Mendeskripsikan adalah menggambarkan / melukiskan berupa cerita gambar tersebut secara tertulis. Giginya .Apa yang akan kalian lakukan jika mengalami kesulitan dalam menulis cerita melalui gambar? Jawab : --------------------------------------------------------------------------------------- Responden --------------------------------------Lampiran : Materi Ajar Siklus II Menulis Cerita A. merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Mendeskripsikan gambar tersebut diawali melalui langkah-langkah mengamati. mengidentifikasi. mengembangkan kata menjadi kalimat.

Makanannya memangsa hewan. Kehidupannya 7. Suaranya mengaum. Hewan yang mendengar sangat ketakutan”.Makananannya daging dengan memangsa hewan. Kakinya kuat dapat berlari dan melompat cepat 6. Makananya. . Giginya tajam suka menerkam mangsa untuk dimakan. Harimau hidup di hutan belantara 7. Kakilnya 6. Bulunya 5. Merangkai kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu: “Harimau. mata harimau dua bersinar terang. Kukunya 4. 2. Kukunya sangat runcing untuk merobek-robek mangsa. Kakinya empat dapat berlari dan melompat sangat kencang. Bulu Harimau loreng dan halus.177 3. Harimau adalah hewan buas yang hidup di hutan belantara. Gigi harimau runcing 3. Bulunya loreng dan halus 5. Suara harimau mengaung . Mengembangkan kata menjadi kalimat: 1. Kuku harimau sangat tajam 4.

Menulis cerita dengan tulisan tegak bersambung. 3. Penerapan diksi atau pilihan kata dapat meningkatkan kwalitas hasil tulisan.Mendeskripsikan Tumbuhan 1. . Siswa menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. temukan kata-kata deskripsi dari gambar tumbuhan tersebut. Dalam kegiatan ini guru meningkatkan keterampilan melalui model pembelajaran kooperatif. 5. Mengidentifikasi gambar Tumbuhan Amati dulu gambar tumbuhan ini. dengan menggunakan kata penghubung yang tepat.Menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu.178 B. Guru membimbing siswa dalam menulis tegak bersambung dengan tata tulis yang baik dan benar. 2. Guru membimbing dan meningkatkan keterampilan mengembangkan kata menjadi kalimat melalui model pembelajaran kooperatif.Mengembangkan kata-kata menjadi kalimat Siswa mengembangkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang baik. yaitu mencari teman untuk terbentuk menjadi kelompok dengan menghasilkan sebuah cerita yang runtut dan padu.

15 Pebruari 2011 dan Kamis.179 Lampiran : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II Sekolah Mata Pelajaran Materi Kelas/Semester Alokasi Waktu Pelaksanaan : SD Negeri Panulisan Barat 01 : Bahasa Indonesia : Menulis : II /II : 4 x 35 menit (2 kali tatap muka) : Selasa. 24 Pebruari 2011 Standar Kompetensi : .

.1.1 Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis.Siswa dapat menulis cerita berdasarkan gambar dengan huruf tegak bersambung dan membacakan tulisannya ke depan kelas.1 Menulis cerita yang telah disusun dengan menggunakan huruf tegak bersambung dengan rapi dan dengan kecepatan tertentu. Tujuan Pembelajaran yang diharapkan 1. 2.2. Kompetensi Dasar : 8. Siswa dapat menemukan ciri. Keterampilan yang diharapkan tertuang dalam tabel di bawah ini! NO Keteramlilan yang diharapkan Tujuan Pengajaran/Tujuan Instruksional Khusus Penilaian 1 Mengamati 1.Menulis permulaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar .180 8. 4. Siswa dapat menemukan ciri-ciri atau mengidentifikasi gambar.Siswa dapat mengamati gambar tumbuhan 1. 3. Indikator : 8.Siswa dapat mengamati gambar.Judul gambar tersebut adalah . Siswa dapat menyusun kata-kata menjadi kalimat yang runtut. Ciri-ciri gambar . 2. .

Siswa dapat menuysun 4 Menyusun kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu tersebut menjadi kalimat yang runtut! Susunlah kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut! Tahap yang bisa diamati : No Kegiatan Teliti Ceka tan Krea tif Disip lin Kerja sama Aktif Jujur Apresi asi 1 Mengamati V V V V V V V 2 Menyimak V V V 3 Menyusun V V V V V V . 4. . . Tulislah kata-kata 3 3. tersebut adalah . Siswa dapat menulis kaimat Mengkominikasikan berdasarkan kata-kata tersebut. .181 2 Mengidentifikasi ciri melalui mengidentifikasi gambar tersebut untuk dideskripsikan.

Model pembelajaran kooperatif Pendekatan KeterampilanProses Pemecahan Masalah Langkah-langkah Pembelajaran: No Kegiatan Guru Pertemuan Pertama (2x35 Menit) 1. Kegiatan Awal (10 menit) Guru memberi salam. menanyakan Menjawab salam Kegiatan Siswa kehadiran siswa Guru menyampaikan informasi tentang Menyimak informasi guru materi dan tujuan pembelajaran Bertanya hal yang Guru mengadakan apersepsi dengan tanya jawab pelajaran yang telah lalu. 2. Dijital. Bunga Epor Bia 2.182 4 Menulis V V V V V V 5 Membentuk V kelompok V V V V Media dan Metode Pembelajaran Media : 1. CD. 3. dianggap sulit . Gambar Tumbuhan : Pohon Kelapa.Media elektronik. Metode Pembelajaran : 1.

3. Kelompok yang lebih dahulu dapat menjawab salam dengan merangkai kata menjadi kalimat dinyatakan kelompok yang menang. Kegiatan Akhir (10 Menit) Guru bersama siswa merefleksi terhadap hasil kerja tiap kelompok. 2. Guru menutup dengan memberi tugas rumah merangkai kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu. tulisanya. Ekplorasi Guru menyuruh siswa berkirim salam pada tiap kelompok. Guru membagikan kertas yang berisi kata tentang ciri binatang tersebut. Kegiatan Inti ( 50 menit) 1. Guru memberi salam. . Kompirmasi Guru membimbing siswa untuk menulis kalimat hasil kirim salam tiap kelompok’ Guru membimbing siswa merevisi hasil 3. Ekflorasi Memperhatikan gambar Guru memperlihatkan gambar Harimau.183 2. Guru mengajak siswa untuk mengamati gambar harimau tersebut.

Kegiatan Inti (55 Menit) Guru menjelaskan cara mengidentifikasi gambar . untuk mencari teman sehingga membentuk satu kelompok cerita hewan yang runtut dan padu. Guru menjelaskan cara menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Guru menanyakan tugas rumah. Guru membahas tugas rumah dilanjutkan tanya jawab. Pendahuluan (10 Menit) Guru memberi salam. Menyimak. mencermati. Guru mengadakan tanya jawab. 2. menanyakan kehadiran siswa. Guru memantapkan keterampilan menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu melalui model pembelajaran kooperatif mencari pasangan membentuk cerita yang runtut dan padu. Menerima tugas membaca. Guru membimbing siswa yang masih mendapat kesulitan dalam menemukan teman untuk membentuk satu cerita. Guru menjelaskan cara mengembangkan kata-kata menjadi kalimat yang runtut. Merasa senang akan hasil yang diraih . memperhatikan pasangan.184 Pertemuan Kedua (2x35 Menit) 1. mencari Memeriksa tugas rumah dengan bimbingan guru Guru membagikan kertas pada siswa yang petunjuk berisi kalimat.

Guru menutup dengan salam. Menjawab salam serempak Alat dan Bahan Alat : Gambar Hewan (Harimau) Gambar Tumbuhan (Pohon Kelapa.Media Cetak Aneka gambar hewan dan tumbuhan . Guru membimbing siswa untuk menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak ceritanya sesuai urutan Membacakan hasil bersambung secara berkelompok. Proyektor) . Penerbit Erlangga . Guru menyuruh tiap kelompok untuk membacakan kalimat.Buku Paket Pandai Berbahasa Indonesia. 3. Menyerahkan hasil Guru memberi pesan-pesan dan saran agar siswa terus berlatih menulis cerita Mendengarkan pesan-pesan mendeskripsikan gambar.Lingkungan Sekitar (Benda sekitar tumbuhan atau hewan) . Kegiatan Penutup (5 menit) Menulis dengan tulisan Guru meminta siswa mengumpulkan tugas tegak bersambung tulisan tersebut.Media Elektronik (LCD.185 Guru memberikan reward pada kelompok yang sudah menemukan teman dan dapat membentuk satu cerita. Bunga eporbia ) Bahan Sumber Bahan : Aneka Gambar Hewan dan Tumbuhan : .

S.Tulislah cerita tersebut dalam tulisan tegak berangkai dengan rapih! Dayeuhluhur.S.Pd NIP. 15 Januari 2011 Mengetahui. Tempat Pelaku Kegiatan : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan melalui model pembelajaran kooperatif. Kepala SDN Dyeuhluhur 06 Peneliti ESIH GARNINGSIH. . Setelah menerima gambar hewan.19620831 198305 2 003 NIP. Amati gambar tersebut dan identifikasi dengan tepat! b.Pd ESIH GARNINGSIH. 19620831 198305 2 003 PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING TENTANG PEMBELAJARAN MENULIS MENDESKRIFSIKAN GAMBAR HEWAN DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF.Deskripsikan gambar tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu! c.186 Penilaian Kekompakan Berkelompok 1.

(002/Ob/S). Mereka berpakaian merah putih.187 Waktu Tujuan : Selasa. 15 Pebruari 2011 pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih .30 anak kelas II. Satu persatu memasuki ruangan kelas. Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS II Pada hari Selasa . duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S). 15 Pebruari 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. 15 Pebruari 2011 tepatnya pukul 09. Suasana cukup tenang. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP. SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa.

Ma. A.”. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria. sehat semua. . Suasana hening. masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan?”. Yes!”. kalian ceria. sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya. Itulah anak indonesia!” :”Anak-anak.188 Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya. Guru memperhatikan dan mengarahkan pandangannya keseluruh siswa. A. bagaimana langkah-langkah apabila kita akan menceritakan gambar?”. selanjutnya berdiri di depan kelas. .Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan. Guru meletakkan perlengkapan mengajar di atas meja. Tak lama kemudian ada yang .) memasuki ruang kelas II. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. Guru Siswa Guru Siswa Guru Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”.Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran. :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. Luar Biasa. . A. nampaknya siswa sedang berpikir. :”Coba. (001/Ob/G). Siswa Guru :”Masih . :”Alhamdulillah. Pendidikan Maju Terus. hari ini ibu akan melanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan.

Perhatian guru tertuju pada siswa yang menunjukkan jari sambil berucap. :”Pertama harus menyusun ciri-ciri gambar tersebut. gambar apa itu?” :” Gambar bunga mawar. . Setelah ditemukan ciri-ciri gambar tersebut terus bagaimana?” Siswa :” Dibuat kalimat bu . :”Ya. pohonnya berduri. pintar”. Selanjutnya guru menempel gambar bunga mawar di papan tulis serta membuka CD gamabar tumbuhan tersebut. cabangnya berduri” . tepuk tangan!. harum . :”Coba. bu!” :”Iya. Guru Tio Guru :”Ya. benar!. Coba siapa yang bisa menyebutkan ciri-ciri bunga mawar?” Siswa Guru Dina Puspita :”Saya bu. bagus.189 berani menunjukkan jari. . coba Tio!”. setelah tahu itu gambar bunga mawar. berduri . daun hijau. saya bu!” siswa bergantian ingin mendapat perhatian. berwarna merah. bu !” Siswa serentak menjawab. !” siswa serempak menjawab. ibu tunjuk Dina Puspita sebutkan ciri-cirinya”’ :”Bunga mawar. bagaimana cara menceritakan gambar bunga mawar tersebut?” Siswa Guru :”Meneliti untuk menemukan ciri-ciri bunga mawar tersebut bu!” :”Iya. Guru Siswa Guru :” Perhatikan gambar di papan tulis.

karena bunga mawar baunya sangat harum. Guru :”Bagus lancar sekali menceritakan bambar bunga mawar tersebut”. bu!”. Nila. Selanjutnya siswa menceritakan gambar tumbuhan melalui mendeskripsikan. silahkan maju “ Guru mempersilakan anak Nila Nuriklima. “Gambar apa ini? bunganya? “. Guru : “ Oh iya. mengacungkan tersebut untuk maju dan membacakan hasil mendeskripsikan gambar tumbuhan.190 Guru : Guru mengamati siswa. . dan memberi pancingan-pancingan Bagaimana warnanya? Bagaimana berupa pertanyaan. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu. Pohon dan tangkai bunga mawar berduri. Nila Nuriklima : “Saya. Bunga itu berwarna merah. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut. Guru menawarkan siapa yang berani membacakan hasil pekerjaannya di depan kelas. Berikut kutipan cerita: “Bunga mawar tumbuh di halaman rumah. Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. Kode 001 /Ob/MT = Materi pembelajaran adalah mendeskripsikan gambar tumbuhan. Salah seorang siswa bernama tangan. Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. Itulah tumbuhan bunga mawar”.

Disampaikan oleh guru bahwa pelajaran saat ini adalah mendeskripsikan gambar tumbuhan dan menulis hasil deskripsi tersebut dengan tulisan tegak berangkai. Guru Siswa Guru : “Jadi apa yang dimaksud mendeskripsikan?” :”Menceritakan keadaan gambar”. Kode 003/Ob/G = Guru belum benar bertanya. B. Setelah gambar terpasang guru melanjutkan pembelajaran. 2) mengidentifikasi gambar atau menentukan ciri-ciri gambar tersebut. Para siswa memperhatikan.1) menjawab pertanyaan. (002/Ob/MT). jawabanmu betul!.(003/Ob/S). Cara mendeskripsikan antara lain melalui. perhatikan baik-baik gambar di papan tulis. Guru memasang peraga berupa media gambar tumbuhan. Berikut ini kutioan dialog selanjutnya (001/Ob/MP). :” Anak-anak. anak-anak. Gambar .191 Langkah berikutnya guru memberikan informasi materi pembelajaran.Kegiatan Inti Guru apa ini?”. Sekarang perhatikan gambar berikut di papan tulis!” (003/Ob/G). :”Baik. hanya satu dua tiga anak yang tidak menunjukkan jari. 4) menyusun kalimat tersebut menjadi cerita yang runtut dan padu. 3) mengembangkan ciri-ciri ersebut menjadi kalimat. Siswa serentak menunjukkan jari.

Ternyata kalian pintar. Selanjutnya guru memberi pertanyaan. cerdas. Gambar pohon kelapa yang ditunjukkan guru tersebut di bawah ini: Suasana kembali hening. luar biasa. Deri Fazriana :”Pohon kelapa. “Anak-anak Coba amati gambar pohon kelapa ini dengan teliti! Identifikasi ciri-ciri pohon kelapa tersebut!”.192 Kode 001/Ob/MP = Media pembelajaran yang dipergunakan oleh guru adalah gambar pohon kelapa. Tepuk tangan. Kode 003/Ob/MT = Materi pembelajaran mengidentifikasi gambar tumbuhan. kelihatan siswa berpikir. tuk menguji benar-benar tidak tahu. Guru :”Coba siapa berani. Baik coba Deri Fazriana maju sebutkan ciriciri pohon kelapa tersebut!”. Kode 003/Ob/S = Siswa aktif mengikuti pembelajaran Guru :”Coba Irfan Maulana. Guru :”Bagus. mempunyai lidi. (003/Ob/MT). Guru :”Bagus. atau memng sedang lengah. anak-anak. daunnya hijau. buahnyahijau yang masih muda. pintar.(002/Ob/MT). Guru menunjuk siswa yang tidak mengangkat jari. Nah sekarang dari kata-kata yang telah disebutkan tadi . gambar apa ini?”. Irfan Maulana :”Gambar pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai:. jangan lengah lagi ya!”. coklat yang sudah matang. tumbuh di kebun”.

Daunnya yang masih muda untuk dibuat ketupat. maju berderet berbaris sesuai urutan kalimat sambil baca kalimat masing-masing sehingga menjadi urutan cerita yang runtut dan padu”. Daunnya berwarna hijau tertiup angin melambai-lambai. Ayo gimana. lidinya dibuat . Kutipan 1 “Pohon kelapa tumbuh di pantai. Siswa :”Ya bu. Kata Tio Nugroho.193 keiata buata kalimat. buahnya yang sudah matang untuk bahan minyak goreng dan santan. jadi tiap kelompok enam orang. Siswa Guru :”Siap bu! Asyik bu aku nanti yang menang!” :”Iya. Siap anak-anak?”. kita mulai ibu akan membagikan dulu kertas ini. masingmasing kelompok mendapat enam kertas. Siap!”. siap?”.. :”Ayo kelompok Tio. Kita buat dalam permainan berkirim salam dan soal. Guru membimbing siswa yang masih kebingungan belum menemukan kelompok cerita. yang masih muda untuk degan atau rujak degan. Siswa mulai beraksi mencari pasangan membentuk satu kelompok cerita yang runtut dan padu. Pohon kelapa banyak manfaatnya. pohonnya untuk bahan bangunan. pohonnya menjulang tinggi. Guru Siswa Guru :”Ayo kelompok siapa yang sudah mampu membetuk cerita?” :”Kelompok Pohon Kelapa bu”. Buahnya lebat ada yang masih muda berwarna hijau dan yang sudah matang berwarna coklat.

Daun bunga mawar berwarna hijau berduri. Pohon pisang berbuah namanya buah pisang. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita. Bunga mawar sangat disukai oleh manusia maupun oleh hewan kupu-kupu. Ayo kelompok membentuk cerita? Ayo maju!” Siswa Kutipan 3 “Pohon pisang merupakan jenis tumbuhan bertunas dan berpelepah. Buah pisang yang sudah matang berwarna kuning. Rasa buah pisang manis. Kelompok berikutnya yang sudah membentuk cerita maju!” Siswa Kutipan 2 “Bunga eporbia tumbuh di halaman rumah. Duri pada bunga mawar sebagai pelindung. buras. bacang. siapa lagi yang sudah :”Saya bu. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita.194 sapu lidi. Tempurung kelapa dapat dibuat peralatan rumah tangga dan dibuat areng dan briket. Itulah tumbuhan bunga mawar”. Pohon pisang banyak manfaatnya seperti daunnya digunakan untuk membungkus nasi timbel. Bunga itu berwarna merah. lontong dll”. Guru :“Bagus. Pihon dan tangkai bunga mawar berduri. Guru :“Bagus. . karena bunga mawar baunya sangat harum. (004/Ob/MT) :”Saya bu.”. kelompok Bunga Mawar”. Dan pembungkus makanan yang dibuat untuk dikukus. kelompok Pohon Pisang”. lemper.

“Kalian duduk berlingkar sesuai urutan kalimat dalam cerita tersebut. Pada saat siswa berkelompok. tepuk tangan untuk pasangan temanmu yang sudah membentuk carita”. guru mempersilahkan siswa untuk cerita sesuai ketempat duduk semula.(005/Ob/G). Bagaimana paham?”. Guru memberi kesempatan pada pasangan cerita yang lainnya untuk membacakan hasilnya di depan.(004/Ob/G) Kode 004/Ob/MT = Materi pembelajaran menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. kemudian tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung. pohon kelapa. pohon pisang dan bunga mawar. Guru :”Anak-anak sekarang kalian duduk sesuai kelompok cerita masing-masing.195 Guru :“Bagus. Tiap . Siswa menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung. Kemudian tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak bersambung!”’ Guru mengatur siswa duduk berkelompok sesuai kelompok cerita. guru mendekati siswa memberikan bimbingan dan menanyakan permasalahan yang dihadapi. Siswa berkelompok menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu. Salah satunya kelompok pisang menanyakan cara menulisnya. Setelah semua membacakan pasangannya. Kode 004/Ob/G = Kegiatan guru sesuai dengan rencana pembelajaran.

Berikut kutipan dialog setelah membacakan cerita bunga mawar: Guru :”Anaka-anak. . (003/Ob/S0. Siswa :”Iya bu!”. kemudian salah satu dari perwakilan kelompok bunga mawar ditugaskan membaca ulang hasil tulisannya di depan kelas. Setelah seluruh seluruh dapat menyelesaikan menulis cerita dengan tulisan tegak berangkai. atau kata lain sehingga tersusun menjadi cerita yang baik”.196 kelompok bekerja dengan baik tenang dan tekun. merangkai kalimat masih bingung?” “Bu guru. namun ada yang masih kurang. Siswa :”Bu guru. telaten. (004/Ob/S). menulis tulisan bersambung susah bu!” Guru :”Iya pertanyaan kalian bagus”. Tapi kalian telah mengerjakan tugas kelompok dengan penuh semangat. Ketika salah satu perwakilan kelompok mawar selesai membacakan hasil kerja kelompoknya (peneliti sendiri) memberikan penilaian berupa perkataan “Bagus. Menulis bersambung memerlukan kesabaran. Ada yang mau bertanya?”. Kode 003. sehingga nanti menghasilkan tulisan yang rapih dan bagus sesuai aturan”. Jawab anak-anak serentak. pekerjaan kalian sudah baik. Ada juga kelompok yang bekerja lambat.Ob/S = Kegiatan siswa menulis cerita secara berkelompok. namun akhirnya bisa selesai juga. Kode 004/Ob/S = Kegiatan siswa membacakan hasil kerja kelompok. Merangkai kalimat boleh memberi tambahan kata penghubung. rajin. tepuk tangan anak!”.

waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus II. :”Mari kita bareng-bareng mengisinya. Setelah selesai kolaborator mengumpulkan instrumen wawancara tersebut. Siswa :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. pak guru!”.197 Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. jangan lupa rajin menulis ya!. Kolaborator dengan membacakan satu persatu sampai lima pertanyaan. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal. Nah sekarang pa guru akan membagikan kertas untuk diisi sesuai pendapat kalian. Kolaborator Siswa Kolaborator :” Anak-anak sudah mendapat kertas sumua?”. kalian harus rajin berlatih menulis. Pembelajaran selesai. para siswa menjawab dengan serempak. Guru :”Nah anak-anak. Transkip Pertemuan 2 Siklus II . :”Sudah. Siswa mengisinya sesuai pendapat masing-masing. memandu pengisian instrumen wawancara siklus II. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”. Guru :” Baiklah anak-anak sampai ketemu dipertemuan berikut. Ya silakan pa Oyo!”. ya! Siapa tahu kalian nanti berbakat menjadi penyair yang handal. akan dipandu oleh bapak”. Pembelajaran ditutup dengan salam.

Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. 24 Pebruari 2011.Ma. . Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP. (001/Ob/G). (002/Ob/S). Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. 24 Pebruari 2011tepatnya pukul 09. SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. A. Guru meletakkan mengajar di atas meja. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. Suasana cukup tenang. A. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya.Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan. Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya.30 anak kelas II. duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S).198 Pada hari Kamis. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Kamis. A. Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing. selanjutnya berdiri di depan kelas. Mereka berpakaian merah batik. sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya. Satu persatu memasuki ruangan kelas.Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran.) memasuki ruang kelas II.

Itulah anak indonesia Pasti bisa”. Pendidikan Maju Terus. . Bu!”. Bu!. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria. kemudian ceritakan . Siap anak -anak untuk tes menulis cerita?. Luar Biasa. guru berdiri di depan kelas dan memberikan petunjuk. :”Iya bagus. . sehat semua. Siswa :”Siap . Guru membagikan lembar tes kepada para siswa dengan cara menuju ke bangku sisw masing-masing. Bu!. Kode 005/Ob/G = Guru memberi petunjuk cara pengerjaan tes Guru :”Anak-anak sudah mendapat lembar tes semuanya? Nah kalian perhatikan gambar yang ada pada lembar tes. . pertemuan hari ini ibu akan memberikan eveluasi tentang menulis cerita mendeskripsikan gambar hewan. Masuk semua bu!”. kalian ceria. :”Alhamdulillah. Lembar tes diyakinkan sudah terbagi semua. masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan? Belajar menulis cerita di rumah?”. Guru :”Anak-anak. memang kalian anak yang rajin dan pintar. Yes!”. Dibawah ini kutipan yang diberikan (005/Ob/G). Belajar . Masuk semua?”. . .199 Siswa Guru Siswa Guru :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. Siswa Guru :”Masih . .

”. Siswa mulai mengerjakan dengan tenang. jangan lupa menulisnya dengan tulisan tegak bersambung!”. Guru Siswa Guru :”Anak-anak. . Siswa kembali ketempat duduk semula. :”Sudah . Siswa yang sudah selesai menuju ke depan. dan memberitahukan agar siswa peneliti pekerjaan terlebih dahulu (007/Ob/G). Guru kelbali . Kode 006/Ob/G = Guru aktif mengingatkan siswa dalam mengerjakan tugas. Antusias siswa dalam mengerjakan tugas tampak dari ketenangan dan kesungguhannya. sudah selesai?”. Pada akhir pengerjaan tes guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas dengan cara meletakan pekerjaan di atas meja guru. Kelihatan guru berkeliling mendekati dan melihat pekerjaan siswa sambil memberikan petunjuk jika didapatkan siswa belum benar dalam mengerjakan (006/Ob/G). Taruh di atas meja Pak Guru. teliti.200 gambar tersebut dengan mendeskripsikan gambar tersebut. Siswa yang belum jelas diperbolehkan bertanya. . ”Anak-anak jangan lupa periksa kembali pekerjaanmu. Kegiatan ini berlangsung 50 menit. Guru selalu mengingatkan pada siswa agar mengoreksi lagi hasil pekerjaannya. Perhatikan tata tulis dan ejaan!”. :”Baiklah. (006/Ob/G). mengumpulkan lembar tes dan menyimpannya di atas meja. yang belum selesai jangan tergesa-gesa selesaikan dan periksa pekerjaanmu terlebih dahulu!”. dan tertib sampai selesai. yang sudah selesai silahkan mengumpulkan.

supaya pengetahuan kalian meningkat. Berikut kutipan kegiatan penutupan: Guru :”Anak-anak. kalian rajinlah membaca buku cerita di perpustakaan. :” Anak-anak. . Sebelum ibu tutup. terimakasih atas perhatian kalian sampai ketemu dipertemuan Wabarokatuh” Siswa :”Waalaikumssalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. kalian telah mengerjakan tes menulis cerita mendeskripsikan gambar hewan. Assalamualaikum Warohmatullahi Kode 008/Ob/ G = Kegiatan guru pada pembelajaran sesuai dengan RPP. (008/Ob/S). Hasil pekerjaanmu akan ibu sampaikan pada pertemuan mendatang. Siswa Guru :”Ya .(008/Ob/G).”. pesan untuk kalian semua. untuk menambah pengetahuan. . mendatang.201 berdiri di depan kelas dan menutup pembelajaran. Lampiran : LEMBAR TES LEMBAR SOAL SIKLUS II Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu : Bahasa Indonesia : Menulis : II (Dua) : 60 Menit . Bu!”. Kode 008/Ob/S = Siswa bersemangat menjawab salam dari guru.

Kerjakan soal pada lembar jawab! 4. Tulislah namamu pada lembar jawab! 2. Ceritakan atau deskripsikan gambar tersebut. Tulislah cerita gambar tersebut dengan tuisan tegak bersambung dengan baik! Selamat Bekerja LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 . Periksa kembali pekerjaanmu sebelum dikumpulkan!. B. 24 Pebruari 2011 A. jangan lupa berilah judul ! 3. Amati gambar hewan tersebut! 2. 3.Petunjuk Umum : 1. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan soal!. Petunjuk Khusus: 1.202 Hari / Tanggal : Kamis.

203 ------------------------------------------------------- Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS II .

70 3 77.60 70.60 81.10 80.40 51.60 67.00 74.70 65.30 54.90 71.30 68.10 67.70 57.00 65.90 72.70 70.30 45.90 65.30 50.60 67.70 67.70 72.60 71.40 45.70 65.00 72.10 60.10 55.60 67.43 68.10 7.00 50.70 68.00 65.10 68.40 65.90 78.70 44.90 51.70 54.10 78.40 60.00 55.00 57.70 52.10 55.204 Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI 67.70 57.10 54.40 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .10 72.70 55.30 65.

205

27 28 29 30

TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS

72,90 63,70 50,00 50,00

80,00 70,40 64,50 63,40

Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat

JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR

1,796,40 59,80

2.183,00 72,79

Meningkat Meningkat Meningkat

Keterangan : KKM : 66,0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan

Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS II

206

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan. Nilai Aspek N o 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH 1 8 8 8 7 8 8 7 8 8 7 8 7 7 7 8 7 7 7 7 9 7 2 7 7 8 6 7 7 7 8 7 8 7 6 6 6 7 6 6 6 7 8 6 3 6 7 8 7 7 6 6 8 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 6 7 7 4 7 8 8 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 7 6 7 6 8 7 5 7 8 8 7 7 6 6 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 6 7 7 8 7 7 6 6 8 7 7 7 6 6 6 7 6 6 7 7 8 7 7 7 7 8 7 7 7 7 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 Ju ml Sk or 49 52 56 48 50 46 45 56 51 51 50 45 45 45 49 46 45 48 47 55 47 Rata Rata 7,00 7,43 8,00 6,86 7,14 6,57 6,40 8,00 7,29 7,29 7,14 6,43 6,40 6,40 7,00 6,57 6,40 6,86 6,71 7,86 6,71 B T T T T T KET T T T T T T T B T T T T T B B B

207

22 SALSA MUTIA 23 SELA LESTARI SINTIA 24 OKTAVIANI 25 SITI NUR AISAH

8 8 7 7

7 7 7 7

7 7 7 6

7 7 7 7

7 7 7 6

7 7 7 6

8 8 8 7

51 51 51 46

7,43 7,29 7.29 6,57

T T T T

No 26 27 28 \29 30

Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI LASMINI FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai

1 8 9 9

2 7 8 8

Nilai Aspek 3 4 5 7 8 8 8 8 8 8 8 8

6 7 7 8

7 7 8 8

Juml Skor 51 55 57

RataRata 7,29 7,86 8,14

KET T B T T T T T

7 7 6 7 7 6 8 49 7,00 7 7 6 7 6 7 7 47 6,71 220 204 195 207 207 201 214 1448 206,86 7,59 7,03 6,72 7,14 7,14 6,93 7,38 49,93 7,13

Aspek penilaian 1. Kesesuaian judul 2. Penggunaan ejaan Pilihan kata / identifikasi Keruntutan kata dalam kalimat Struktur kalimat Isi keseluruhan kalimat Kerapihan Tulisan

3. 4. 5. 6. 7.

Peneliti

Dayeuhluhur,26 Pebruari 2011 Kolaborator

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

OYO SUNARYA NIP.19830919 201001 1 019

208

Mengetahui, Kepala Sekolah

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

Lampiran :

LEMBAR TES LEMBAR SOAL SIKLUS II

Mata Pelajaran Materi Kelas Waktu Hari / Tanggal

: Bahasa Indonesia : Menulis : II (Dua) : 60 Menit : Kamis, 24 Pebruari 2011

A.Petunjuk Umum : 1. Tulislah namamu pada lembar jawab! 2. Berdoalah sebelum mulai mengerjakan soal!. 3. Kerjakan soal pada lembar jawab! 4. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum dikumpulkan!.

209

B. Petunjuk Khusus: 1. Amati gambar hewan tersebut! 2. Ceritakan atau deskripsikan gambar tersebut, jangan lupa berilah judul ! 3. Tulislah cerita gambar tersebut dengan tuisan tegak bersambung dengan baik! Selamat Bekerja

LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011

-------------------------------------------------------

30 50.40 65.10 80.30 68.70 67.00 74.70 52.40 3 77.10 55.00 50.70 65.90 71.10 67.43 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .10 7.40 60.00 57.10 55.60 71.70 57.00 72.90 51.10 54.30 54.210 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS II Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH 67.

79 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan : KKM : 66.00 68.40 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR 1.90 63.40 45.70 65.00 65.0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses.70 68.70 55.40 64.60 67.211 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS 51.70 72.90 72.70 72.00 55.60 67.90 78.80 2.40 80.10 78.60 67.00 65.40 59.10 68.183.70 44.00 70.00 50.10 60.70 70.90 65.60 70.00 72.30 45.70 50. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan .50 63.70 57.10 72.30 65.796.70 54.60 81.

86 7.00 7.57 6.40 KET T T T T T T T B B .43 8.212 Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS II Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan.00 6.14 6. Nilai Aspek N o 1 2 3 4 5 6 7 Nama HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR 1 8 8 8 7 8 8 7 2 7 7 8 6 7 7 7 3 6 7 8 7 7 6 6 4 7 8 8 7 7 7 6 5 7 8 8 7 7 6 6 6 7 7 8 7 7 6 6 7 7 7 8 7 7 7 7 Ju ml Sk or 49 52 56 48 50 46 45 Rata Rata 7.

93 7.86 6.40 6.14 7.29 7.13 .40 7.00 7 7 6 7 6 7 7 47 6.93 7.213 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 No 26 27 28 \29 30 AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI LASMINI FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai 8 8 7 8 7 7 7 8 7 7 7 7 9 7 8 8 7 7 8 7 8 7 6 6 6 7 6 6 6 7 8 6 7 7 7 7 8 7 7 7 6 6 6 6 6 6 7 6 7 7 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 7 6 7 6 8 7 7 7 7 7 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 7 6 7 7 7 6 8 7 7 7 6 6 6 7 6 6 7 7 8 7 7 7 7 6 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 7 8 8 8 7 56 51 51 50 45 45 45 49 46 45 48 47 55 47 51 51 51 46 8.40 6.57 6.38 49.29 7.71 7.00 7.00 6.29 6.86 7.71 7.14 KET T B T T T T T 1 8 9 9 2 7 8 8 Nilai Aspek 3 4 5 7 8 8 8 8 8 8 8 8 6 7 7 8 7 7 8 8 7 7 6 7 7 6 8 49 7.43 6.72 7.43 7.29 7.03 6.59 7.86 6.14 6.71 220 204 195 207 207 201 214 1448 206.14 6.86 8.29 7.57 T T T T T B B T B T T T T T T T T Juml Skor 51 55 57 RataRata 7.

Kepala Sekolah OYO SUNARYA NIP.Isi keseluruhan cerita 7. 19620831 198305 2 003 Mengetahui.26 Pebruari 2011 Kolaborator ESIH GARNINGSIH NIP.Kerapihan tulisan Peneliti Dayeuhluhur.Struktur kalimat 6.Keruntutan kata dalam kalimat 5.Kesesuaian judul 2. 19620831 198305 2 003 Lampiran : PEDOMAM WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR SETELAH DILAKUKAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II Mengingat peneliti menghendaki mengetahui cara mengelola dan merespon siswa terhadap implementasi pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis cerita dalam mendeskripsikan gambar tumbuhan dan hewan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses di kelas II SD .Penggunaan ejaan 3.214 Aspek penilaian 1.19830919 201001 1 019 ESIH GARNINGSIH NIP.Pilihan kata dalam mengidentifikasi 4.

Apakah siswa dilatih mengamati objek dalam pembelajaran menulis? Jawaban:-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------3.Bagaimana hasil menulis cerita siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan keterampilan proses? Jawaban:------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------2.Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2.Bagaimana tanggapan dan aktifitas siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis? Jawaban:--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Dayeuhluhur. 26 Pebruari 2011 Kolaborator OYO SUNARYA NIP.215 Negeri Dayeuhluhur 06.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- .19830919 201001 1 019 Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1. Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Adapun Hal yang ingin peneliti ketahui adalah : 1.

Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2.Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ------------------------ Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1.216 3.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- .

217 3.Apakah kalian merasa mudah menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar? Jawab:--------------------------------------------------------------------------------------- .Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ------------------------ Lampiran : INSTRUMEN WAWANCARA SIKLUS II 1.Apakah kalian merasa senang belajar menulis dengan menggunakan gambar? Jawab:-------------------------------------------------------------------------------------2.

218 3.Manfaat apa yang kalian peroleh dalam pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar tumbuhan? Jawab:----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Responden ---------------------- Lampiran : Materi Ajar Siklus III Menulis Cerita dengan Mendeskripsikan Benda Hewan atau Tumbuhan yang ada di lingkungan sekolah A.Kesulitan apa yang kalian rasakan dalam menulis mendeskripsikan gambar? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------5.Mengembangkan kata menjadi kalimat.Apakah kalian berminat mengikuti pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan? Jawab:-----------------------------------------------------------------------------------------4. langkah-langkahnya sama dengan mendeskripsikan . Jika kalian akan menulis cerita mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

yaitu mengidentifikasi ciri-ciri benda tersebut nama. Menulis cerita tersebut menggunakan tulisan tegak bersambung. B.219 melalui gambar. Cara menyusunnya sama dengan pelajaran terdahulu. dengan ejaan yang benar.Menyusun Kalimat menjadi cerita. kalian menyusun kalimatkalimat tersebut dan menambahnya dengan kata penghubung. kalimat penjelas. bentuk. atau dengan keterangan. Kemudian ciri-ciri tersebut dibuat kalimat atau membuat kalimat yang runtut. dan jangan lupa diberi judul. keadaannya sampai cara berkembang biaknya. Lampiran : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS III Sekolah Mata Pelajaran Tema Materi : SD Negeri Dayeuhluhur 06 : Bahasa Indonesia : Kegiatan sehari-hari : Menulis . Langkah selanjutnya menyusun kalimat menjadi cerita dengan menambah kata penghubung supaya menjadi cerita yang runtut dan padu. jenis.

*Menulis cerita dalam tulisan tegak berangkai dan rapi. Indikator *Menulis cerita melalui mendeskripsikan benda yang ada di sekitar lingkungan dengan cerita yang runtut dan padu. II.Menulis permulaan dengan mendeskripsikan benda di sekitar dan menyalin puisi anak.Standar Kompetensi 8. III. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan tumbuhan dan binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis. VI. V Materi Ajar *Mendeskripsikan tumbuhan atupun binatang yang ada di sekitar lingkungan. Metode *Model pembelajaran kooperatif * Memberikan Tugas *Demontrasi .220 Kelas/Semester Alokasi Waktu Pelaksanaan : II/II : 4 x 35 menit (2 kali tatap muka) : Selasa 8 Maret 2011 dan Kamis 17 Maret 2011 I.Tujuan Pembelajaran *Siswa mampu menulis cerita melalui mendeskripsikan benda tumbuhan dan binatang yang ada di lingkungan sekitar dengan bahasa tulis yang runtut dan padu. IV.

* Bercerita atau bertanya jawab yang mengacu kepada materi yang akan disampaikan sebagai motivasi. Eksploratif *. menyusun kalimat menjadi cerita yang runtut dan padu dan menulis cerita dengan tulisan tegak bersambung. . b.Elaboratif * Guru mempersilakan siswa untuk dapat mengamati benda yang ada di sekitar lingkungan sekolah. mengabsen siswa. mengembangkan kata menjadi kalimat. * Siswa mengamati benda tersebut dan menggali melalui mengidentifikasi menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. berdoa. salam.221 Media *Benda Hewan yang ada di sekitar *Benda Tumbuhan yang ada di sekitar VII. mengamati gambar.Kegiatan Awal (5 Menit) * Merapikan siswa. * Menginformasikan atau menyampaikan materi yang akan diajarkan. Langkah-langkah A. B. Kegiatan Inti ( 60 Menit) Pertemuan Pertama a.Siswa mampu mendeskripsikan benda melalui tahapan. mengidentifikasi. siswa dipersilakan mengamati dan memilih sendiri benda apa yang paling disenangi untuk dapat diceritakan secara benar sesuai tahapan-tahapan yang telah dipelajari sebelumnya.

* Menginformasikan atau menyampaikan materi yang akan diajarkan. berdoa.Elaboratif * Guru mengajak siswa keluar ruangan untuk mengamati benda secara langsung dari media lingkungan sekolah.Eksploratif * Siswa mampu menulis cerita melalui media langsung dari benda yang ada di lingkungan sekolah dengan menghasilkan cerita yang runtut. B. * Siswa mampu menulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai. b. dan mengungkapkan cerita tersebut secara berkelompok sehingga menghasilkan cerita yang runtut dan padu. Pertemuan Kedua A. menyusun kata menjadi kalimat. Kompirmatif * Siswa mampu membacakan cerita tersebut di depan kelas dengan baik. . salam.222 c. Siswa mampu mengembangkan cerita melalui mencari pasangan cerita secara berkelompok. melalui mengamati benda yang dia sukai hewan atau tumbuhan. *Siswa mampu mendeskripsikan benda secara langsung dari media lingkungan sekolah.Kompirmatif *. Kegiatan Inti (60 Menit) a.Merapikan siswa. * Bercerita atau bertanya jawab yang mengacu kepada materi yang akan disampaikan sebagai motivasi. mengidentifikasi.Kegiatan Awal (5 Menit) *. mengabsen siswa. c. menyusun kalimat menjadi cerita yang baik runtut dan padu.

C.Penilaian : 1.Petunjuk 1.Buku Paket.Kegiatan Akhir (5 Menit) * Guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai penguatan sejauh mana materi dapat diserap dan dikuasai oleh siswa. VIII.Soal Setelah kalian memilih benda yang kalian senangi. identifikasi.20 .Keruntutan cerita : 10 .223 C. Tulis dengan tulisan tegak bersambung. kalian amati.Tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai! B.Alat Peraga Media Lingkungan . Perbuatan. runtut dan padu.Amati benda yang ada di halaman lingkungan sekolah ! 2. Penilaian * Bentuk test : Tugas Mandiri *Alat dan Sumber : .Media Elektro Alat Tes: A.Kesesuaian isi dengan judul 2. Buku Penunjang . Lisan.20 : 10 .Kalian amati benda yang kalian senangi hewan atau tumbuhan! 3. *Guru menutup pertemuan dengan salam. kemudian susun menjadi cerita yang baik.Buat cerita yang baik runtut dan padu ! 4.Media Cetak . serta ejaan yang benar. * Memberikan penilaian secara : Tertulis.

Tempat Pelaku Kegiatan : SDN.20 --------------------------------------------------------------------------------------------------Dayeuhluhur. Dayeuhluhur 06 ESIH GARNINGSIH.Kerapihan tulisan : 10 . S. 19620831 198305 2 003 Lampiran : PENGUMPULAN DATA DENGAN TEKNIK OBSERVASI MENGGUNAKAN REKAMAN VIDIO-SHOOTING TENTANG PEMBELAJARAN MENULIS MENDESKRIFSIKAN GAMBAR HEWAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF. .Pd NIP. Dayeuhluhur 06 : Peneliti : Pembelajaran menulis mendeskripsikan gambar hewan melalui model pembelajaran kooperatif.Koherensi antar kaliamat 4.Diksi / Pilihan kata 5. 19620831 198305 2 003 Kepala SDN. 15 Maret 2011 Kolaborator Peneliti OYO SUNARYA. S.Pd NIP.224 3.Pd NIP. S.20 : 10 . 19830919 201001 1 019 Mengetahui ESIH GARNINGSIH.20 : 10 .

(002/Ob/S). SD Negeri Dayeuhluhur 06 bergegas memasuki ruangan. 8 Maret 2011 tepatnya pukul 09. media pembelajaran dan instrumen observasi serta perlengkapan pendukung pembelajaran lainnya. Suasana cukup tenang. TRANSKRIP PEMBELAJARAN DAN TANGGAPAN PENELITI SIKLUS III Pada hari Selasa. Ketua kelas memberi aba-aba untuk memberi salam pada guru dan langsung berdoa. Peneliti berjalan didampingi kolaborator membawa buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas II dan perlengkapan mengajar lainnya seperti : RPP. Mereka berpakaian putih merah.30 anak kelas II.225 Waktu Tujuan : Selasa. duduk dengan tertib di bangku masing-masing (001/Ob/S). Satu persatu memasuki ruangan kelas. 8 Maret 2011 pertama-tama guru sekaligus sebagai peneliti (Esih . Kemudian siswa menyiapkan buku tulis masing-masing. 8 Maret 2011 : Memperoleh gambaran data-data tentang proses pembelajaran yang menyangkut kinerja guru dalam pembelajaran menulis cerita melalui mendeskripsikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Kode 001/Ob/S dan 002/Ob/S = Siswa sebelum pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada hari Selasa.

. hari ini ibu akan melanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia materi menulis cerita melalui mendeskripsikan gambar hewan. . selanjutnya berdiri di depan kelas. Kode 001/Ob/G = Guru sebelum pembelajaran dimulai. bagaimana langkah-langkah apabila kita akan menceritakan gambar?”. Siswa Guru :”Masih .) memasuki ruang kelas II. kalian ceria. sehat semua.226 Garningsih) didampingi kolaborator (Oyo Sunarya. sedangkan kolaborator (Oyo Sunarya.Kegiatan awal Di bawah ini kutipan guru saat membuka pembelajaran. :”Apa kabar Kelas II?” :”Alhamdulillah Ceria.Ma. Itulah anak indonesia Pasti bisa”. A. Luar Biasa. Guru Siswa Guru Siswa Guru : “Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh”. Guru meletakkan mengajar di atas meja. A. Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam. (001/Ob/G). Yes!”.”. Guru :”Ya. :”Coba. Pendidikan Maju Terus. Guru :”Anak-anak. coba Deni!”. A. :”Alhamdulillah. :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”. . masih ingatkah kalian tentang mendeskripsikan?”. .Ma) duduk di belakang ruangan kelas sambil membawa alat tulis dan instrumen pangamatan.

.227 Tio Guru :”Pertama harus menyusun ciri-ciri gambar tersebut. mau hewan atau tumbuhan. benar!. . Paham!” :”Iya. bu!” siswa secara tertib keluar ruangan kelas. tepuk tangan!. bagus”. :”Nah. Guru :”Anak-anak. kalian di halaman silakan mengamati benda yang kalian senangi. mulai kalian cari benda apa yang akan kalian buat sebuah cerita”’ Sintia :”Pohon pisang boleh bu?”. Setelah ditemukan ciri-ciri gambar tersebut terus bagaimana?” Siswa :” Kemudian dibuat kalimat bu . bu!” :”Iya. kalian akan menulis cerita di luar kelas yaitu di halaman lingkungan sekolah”. tulis menjadi sebuah cerita yang runtut dan padu. !” kata Irfan. . Selanjutnya guru mengajak siswa untuk belajar di halaman lingkungan sekolah. bu!. Kemudian kalian amati. Siswa Guru :”Horeee !” Siswa serentak bersorak. :”Ya. Silakan kalian keluar dengan tertib!. Paham?” (001 /Ob/ MT) Siswa Guru :”Ya. Jangan lupa tuisannya tegak berangkai. Bawa peralatan menulisnya!” Siswa Guru :”Siap.

boleh.228 Guru :”Boleh. “Benda apa? Bagaimana ciri-cirinya? Bagaimana kehidupannya? “. (002/Ob/MT) Kode 002/Ob/MT = Materi mendeskripsikan menulis cerita dari benda sekitar. Para siswa terlihat antusias mengerjakan tugas menulis cerita dari benda yang ada di sekitar dengan pilihan benda yang siswa sukai. silahkan“ (003/Ob/MT) Guru mempersilakan anak tersebut untuk menuliskan ceritanya di dalam kela. Guru : “Sudah mendapatkan benda yang akan diceritakan?” (002/Ob/G dan 003/Ob/S) Siswa :”Sudah. mau ditulis ciri-cirinya dulu. (004/Ob/S) . Selanjutnya siswa menceritakan benda tersebut melalui mendeskripsikan. boleh bu?”. Kode 003 /Ob/MT = Materi pembelajaran adalah menulis cerita dengan mendeskripsikan benda tumbuhan atau hewan yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Guru mengamati siswa. silakan bebas benda apa yang kalian senangi”. Dina Puspita : “Bu. bu!”. Tapi siswa yang lain malah senang di luar kelas. nanti di tulisnya di kelas. dan memberi pancingan-pancingan berupa pertanyaan. Guru :”Bagaimana ada yang sudah selesai?”. Guru : “ Oh ya. Guru memberikan bimbingan pada siswa yang masih merasa bingung mengembangkan kalimat supaya runtut.

Guru :”Baik. Rata-rata dapat menyampaikan dengan baik. siswa dipersilakan memasuki ruang kelas kembali. sikap pada menyampaikan tidak canggung (007/Ob/S).229 Kode 004/Ob/S = Siswa melaksanakan tugas pembelajaran dengan tertib Setelah dipandang selesai dalam melaksanakan tugas. Kode 007/Ob/S = Siswa menyampaikan hasil kerja mandiri dengan bahasa yang lebih lancar dari sebelumnya . hanya satu dua tiga anak yang tidak menunjukkan jari. Kode 004/Ob/G = Guru mempersiapkan tahap pengkoreksian Setelah para siswa duduk dengan tertib. setiap siswa diharapkan dapat memeriksa kembali hasil pekerjaannya diberi kesempatan (006/Ob Guru :” Anak-anak. Siswa serentak menunjukkan jari menyatakan sudah. Guru :”Bagaimana sudah.(007/Ob/S). periksa kembali hasil pekerjaanmu dan dipersilakan untuk diperbaiki!”. Masing-masing siswa yang telah maju sudah menunjukkan peningkatan. diperiksa kembali pekerjaanmu?”. Secara bergilir siswa diberi kesempatan untuk membaca hasil kerja. salah satu siswa dicoba membacakan hasil kerja. anak-anak. kalian silakan masuk ruang kelas dan duduk di bangku masing-masing!” (004/Ob/G). Kode 007/Ob/S = Siswa aktif mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas. Setelah semua pekerjaan siswa selesai.

Kolaborator dengan membacakan satu persatu sampai lima pertanyaan.230 Guru membimbing siswa merefleksi hasil kerja. Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh”. akan dipandu oleh bapak”. (004/Ob/G) Kode 004/ Ob/G = Kegiatan guru membimbing siswa sudah sesuai dengan tujuan. Kolaborator Siswa Kolaborator :” Anak-anak sudah mendapat kertas sumua?”. :”Mari kita bareng-bareng mengisinya. Nah sekarang pa guru akan membagikan kertas untuk diisi sesuai pendapat kalian. Pembelajaran selesai. Guru memberi motivasi dan pesan-pesan agar para siswa terus giat berlatih. :”Sudah. waktu selanjutnya dipersilakam kolaborator pedoman wawancara yang berisi tanggapan atas pembelajaran siklus III. ya! Siapa tahu kalian nanti berbakat menjadi penyair yang handal. . jangan lupa rajin menulis ya!. kalian harus rajin berlatih menulis. Guru :” Baiklah anak-anak sampai ketemu dipertemuan berikut. memandu pengisian instrumen wawancara siklus II. Siswa mengisinya sesuai pendapat masing-masing. Setelah selesai kolaborator mengumpulkan instrumen wawancara tersebut. Ya silakan pa Oyo!”. Siswa mengumpulkan tugas mandiri setelah melakukan revisi ulang. pak guru!”. Guru :”Nah anak-anak. siapa tahu ada yang berbakat menjadi penulis terkenal. para siswa menjawab dengan serempak. Pembelajaran ditutup dengan salam.

Peneliti dan kolaborator mengemasi hasil pekerjaan siswa dan peralatan lainnya. selanjutnya keluar dari ruangan kelas. 17 Maret 2011 .Buat cerita yang baik runtut dan padu ! : Bahasa Indonesia : II (dua) : Menulis : 60 Menit : Kamis.231 Siswa :”Waalaikumsalam Warohmatullahi Wabarokatuh”.Amati benda yang ada di halaman lingkungan sekolah ! 2.Petunjuk 1.Kalian amati benda yang kalian senangi hewan atau tumbuhan! 3. (008/Ob/S) Kode 008/Ob/S = Siswa bersemangat menjawab salam dari guru. Lampiran : Alat Tes LEMBAR SOAL SIKLUS III Mata Pelajaran Kelas Materi Waktu Hari/Tanggal A.

Keruntutan cerita 3.20 : 10 . runtut dan padu.20 : 50 : 100.20 : 10 .Koherensi antar kaliamat 4. kalian amati.232 4.20 : 10 . LEMBAR TES SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 17 Maret 2011 ------------------------------------------------------- . Tulis dengan tulisan tegak bersambung.Soal Setelah kalian memilih benda yang kalian senangi.Diksi / Pilihan kata 5. serta ejaan yang benar. identifikasi. kemudian susun menjadi cerita yang baik.Tulis cerita tersebut dengan tulisan tegak berangkai! B.20 : 10 . C.Kesesuaian isi dengan judul 2.Kerapihan tulisan Jumlah Skor minimal Jumlah Skor maksimal : 10 .Penilaian : 1.

40 74.10 55.10 3 81.70 57.00 Siklus I 4 5 Meningkat Meningkat Meningkat Keterangan .233 Lampiran : HASIL TES SISWA SIKLUS III Kemampuan Belajar No 1 1 2 3 Nama Awal 2 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA 67.30 70.

234 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH TIA FITRIANI TIO NUGROHO MELINDASARI SANTI TRI LASMINI FIRDAUS 54.10 68.70 81.30 45.70 72.40 68.00 75.00 65.30 74.30 65.70 70.70 50.40 45.70 44.60 71.90 63.30 71.40 77.70 65.30 50.40 75.70 52.90 77.10 60.10 55.40 70.00 77.289.40 51.90 81.30 54.90 51.00 50.10 72.40 68.796.40 2.00 50.00 70.60 81.00 Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat JUMLAH 1.00 Meningkat .30 81.30 65.10 74.70 57.30 71.70 74.10 81.70 54.70 55.40 82.00 72.00 55.60 67.40 74.40 70.00 57.00 74.

235

RATA-RATA KETUNTASAN BELAJAR

59,80

76,30

Meningkat Meningkat

Keterangan : KKM : 66,0 (enam puluh enam) Pembelajaran setelah pendekatan proses. menerapkan model pembelajaran kooperatif dan

Lampiran : DAFTAR NILAI TINDAKAN SIKLUS III Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas / Semester : II / II Materi : Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan.

N

Nama

Nilai Aspek

Jum

Rata

KET

236

o 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 No 26 27 HERMA NUR LAELA FARID JUNIANTO IRFAN MAULANA SULISTIOWATI SELI MARSELINA AA MUHAMMAD ADHITIA YANUAR AINI SOFIYYA DENI REPIATNA DERI FAZRIANA DEWI FATIMAH DILA NUR ZAQIYAH DINA PUSPITA FATHUR ROHMAN IMAS AYU HASANAH NILA NURIKLIMA MUHHAMAD ARIF NURAFIATUL NURKHOLIS MAJID ROSIDIN SAIDAH NUR AZIZAH SALSA MUTIA SELA LESTARI SINTIA OKTAVIANI SITI NUR AISAH Nama TIA FITRIANI TIO NUGROHO 2 3 4 5 6 7

l Sko r 57 52 53 57 52 50 48 50 57 51 51 52 46 52 57 52 52 50 48 57 49 53 52 50 54

Rata

T

B

9 8 8 9 8 8 7 8 8 7 7 7 8 8 8 7 9 7 8 8 7 7 9 9 9

8 7 7 8 8 7 7 8 9 8 7 6 7 8 7 7 7 7 8 7 7 8 7 8 8

8 8 8 7 8 8 7 7 8 7 8 7 7 7 8 8 8 7 7 8 7 8 8 7 8

8 8 7 7 8 8 8 8 7 7 7 7 7 7 7 7 8 8 8 8 7 7 7 6 8 8 8 7 7 7 7 7 7 8 7 7 8 7 8 8 7 7 7 7 8 7 7 7 7 7

8 8 8 8 7 7 7 6 8 7 7 8 7 6 7 8 7 7 7 9 7 7 8 7 7

8 7 7 8 7 7 7 7 8 7 8 8 7 8 8 8 8 8 7 8 7 7 7 7 7

8,14 7,43 7,57 8,14 7,43 7,14 6,86 7,14 7,71 7,29 7,71 7,43 6,57 7,43 8,14 7,43 7,43 7,14 6,86 8,14 7,00 7,57 7,43 7,00 7,71

T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T T

1 7 7

2 8 8

Nilai Aspek 3 4 5 8 8 8 8 8 8

6 7 8

7 7 8

Juml Skor 57 58

RataRata 8,14 8,29

KET T BT T T

237

28

MELINDASARI SANTI 29 LASMINI 30 FIRDAUS Jumlah Nilai Rata-rata nilai

7

8

8

8

8

8

9

57

8,14

T

7 7 7 8 8 8 8 53 7,57 T 7 7 7 7 7 7 7 49 7,00 T 230 214 219 215 216 212 216 1522 217,4 7,93 7,38 7,55 7,41 7,45 7,31 7,45 52,48 7,50

Aspek penilaian 1. Kesesuaian judul 2. Penggunaan ejaan 3. Pilihan kata 4. Keruntutan kata dalam kalimat 5. Struktur kalimat 6. Isi keseluruhan cerita 7. Kerapihan tulisan

Peneliti

Dayeuhluhur, 19 Maret 2011 Kolaborator

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003 Mengetahui, Kepala Sekolah

OYO SUNARYA NIP.19830919 201001 1 019

ESIH GARNINGSIH NIP. 19620831 198305 2 003

Lampiran : WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR

238

DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III Peneliti : “Bagaimana pendapat Bapak tentang pembelajaran di luar kelas?” Pak Oyo : “Baik, anak terlihat gembira dan aktif dan penuh semangat dalam mengerjakan tugas.” Peneliti : “Adakah aspek inkuiri dalam pembelajaran tersebut. Jika ada tolong ditunjukan ?” Pak Oyo : “Jelas ada, dalam pembelajaran tadi, aspek inkuiri jelas terlihat pada saat siswa nenemukan gagasan, melakukan mengamati, mengidentifikasi, dan menulis cerita dengan baik.” Peneliti : “Menurut Bapak, hal apa yang menarik dengan pembelajaran di luar kelas ?” Pak Oyo : “Yang menarik dalam pembelajaran di luar kelas tadi, antara lain : kesungguhan dan ketertiban anak dalam menjalankan tugas semangat, dan tekun, kreatif lebih menambah wawasan

kemandirian siswa” Peneliti : “Menurut Bapak, apa saja kelemahan dalam proses pembelajaran di luar kelas ?, tolong sebutkan kelemahannya!” Pak Oyo : “Memang ada kelemahan proses pembelajaran di luar kelas, tetapi tidak mengganggu proses pembelajaran. Menurut saya antara laian kelemahanya guru kesulitan mengawasi kemampuan anak secara individu”. Lampiran : WAWANCARA DENGAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III

239

Peneliti

: “Bagaimana pendapatmu dengan belajar menulis cerita di luar kelas ?”

Farid Peneliti Farid Peneliti Farid

: “Saya senang, belajar di luar kelas ?” : “Mengapa kamu senang belajar di luar kelas ?” : “Karena bebas dalam melakukan pengamatan.” : “Apa yang kamu lakukan saat kegiatan di luar kelas ?” : “Saya melakukan menentukan sendiri benda yang akan dibuat cerita yang ada lingkungan sekolah.”

Peneliti

: “Apakah ada kesulitan dalam menemukan ide atau gagasan pokok ?”

Farid Peneliti Farid Peneliti

: “Tidak ada kesulitan sama sekali.” : “Apakah ada kesulitan dalam merangkai kalimat?” : “Ada sedikit kesulitan awalnya, tetapi selanjutnya tidak.” :“Bagaimana pendapatmu tentang belajar menyusun cerita dengan mencari pasangan kelompok ?”

Farid

: “Saya senang, karena dapat menyusun sebuah cerita lebih cepat .”

PEDOMAN WAWANCARA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA DENGAN MENDESKRIPSIKAN GAMBAR TUMBUHAN DAN HEWAN MELALUI

.......... apakah kalian menyukai ?” Jawaban........................................... Senangkah kalian mengikuti pembelajaran menulis cerita ? Jawaban:......................... Pada saat pebelajaran................................................................................................................................................................... Sebutkan alasan kalian ? Jawaban.......................... adalah pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses....................................... Pembelajaran yang baru kalian ikuti... 4........... Jika guru menyampaikan pebelajaran menulis menggunakan pendekatan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses..............240 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF PENDEKATAN PROSES DAN ( Penelitian Tindakan Kelas di Kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 ) Jawablah pertanyaan di bawah ini! 1............ Sebutkan alasannya ! Jawaban.......................... 3..... 5.................................................................................... 2........ apakah kalian dilatih mengamati dan menemukan serta mengemukakan pendapat ?” Jawaban....... Responden ______________ Lampiran : KISI-KISI INSTRUMEN WAWANCARA DIGUNAKAN UNTUK PENGGALIAN DATA PADA .........

Minat Indikator Disajikan pertanyaan untuk mengetahui minat siswa terhadap pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan sebelum dan sesudah dilaksanakan tindakan kelas.241 PENELITIAN TINDAKAN KELAS Pariabel Penelitian Meningkatkan kemampuan mengembangkan Paragraf dalam mengarang pada siswa kelas II SD Negeri Dayeuhluhur 06 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif dan pendekatan proses.Manfaat 5 .Mengatasi kesulitan 4 5. Isi Wawancara 1. Disajikan pertanyaan untuk mengetahui ketertarikan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan Disajikan pertanyaan untuk mengetahui cara mengatasi kesulitan dalam mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan Ssisajikan prtanyaan untuk mengetahui manfaat mendiskripsikan Nomor Pertanyaan 1 2.Respon 3 4.Kesulitan 2 3. Disajikan pertanyaan untuk mengetahui kesulitan dalam pembelajaran mendiskripsikan gambar hewan dan tumbuhan.

S. 2011 Peneliti Kolaborator Maret ESIH GARNINGSIH.Pd NIP.19830919 1 019 . 19620831 198305 2 003 OYO SUNARYA NIP.242 Gambar hewan dan tumbuhan Dayeuhluhur.

Keruntutan Kata dalam .3 dan sebelum tindakan 57. Kesesuaian Judul dengan Isi kalimat 5.243 yakni 68. Diagram Perbandingan Kemampuan Menulis Cerita Melalui Mendeskripsikan Gambar Tumbuhan dan Hewan. Peningkatan berkisar 9.60. Sebelum Tindakan dan Tindakan Siklus I Keterangan Aspek Penilaian 1.9. Untuk memberi gambaran tentang kemajuan belajar siswa dalam menulis cerita di bawah ini peneliti sampaikan diagram kemampuan para siswa dalam menulis cerita melalui mendeskripsikan timbuhan dan hewan siklus I.

..... laporan ini .... 4.. Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca 6.... 3.... Struktur Klimat Pilihan Kata (Diksi) 7.244 2..... Kerapihan Keruntutan dan Kepaduan (Koheren dan Koherensi) Berdasarkan temuan data keseluruhan di atas guru perlu merefleksi ( 3)Penyimpilan Data kembali pembelajaran dan melakukan langkah-langkah cermat sebagaimana saran-saran yang tertera pada halaman ...

245 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 13 Januari 2011 -------------------------------------------------------------- .

246 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 13 Januari 2011 --------------------------------------------------------------- .

247 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 ------------------------------------------------------------------- .

248 __________________________________________________________________ LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS I PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 25 Januari 2011 ------------------------------------------------------------------- .

249 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 15 Pebruari 2011 ----------------------------------------------------------------------- .

250 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 15 Pebruari 2011 --------------------------------------------------------------- .

251 LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 ------------------------------------------------------- .

252 LEMBAR TES SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS II PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 24 Pebruari 2011 ----------------------------------------------------------------- _____________________________________________________________ .

253 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 8 Maret 2011 ------------------------------------------------------------------ .

254 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN I NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 8 Maret 2011 ---------------------------------------------------------------- .

255 LEMBAR KERJA SISWA LEMBAR KERJA SISWA PENELITIAN TINDAKAN KELAS SIKLUS III PERTEMUAN II NAMA : ----------------------------------No Absen : ----------------------------------Materi : Menulis Tanggal : 17 Maret 2011 ---------------------------------------------------------------- .

256 __________________________________________________________________ Lampiran : REKAP NILAI UJI KOMPETENSI MENDESKRIPSIKAN HEWAN DAN TUMBUHAN SIKLUS I – SIKLUS III .

257 Lampiran : WAWANCARA DENGAN KOLABORATOR DALAM PEMBELAJARAN SIKLUS III Peneliti :”Bagaimana pendepat pa Oyo tentang pembelajaran menulis cerita mendeskripsikan benda yang ada di luar kelas ? Pa Oyo :”Bagus. anak terlihat aktif dan ceria penuh semangat dalam menulis cerita mendeskripsikan benda yang anak pilih sendiri” Peneliti :” .

258 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->