AJARAN SOSIAL GEREJA Ajaran Sosial Gereja (biasa disingkat ASG), adalah kumpulan dokumen-dokumen resmi Gereja

Katolik, seputar perhatiannya kepada masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya. Gereja sedari dulu tidak ingin menjadi menara gading yang berdiri kokoh, namun lingkungan sekitarnya terabaikan dan tertindas. Baiklah kiranya jika kita lebih mengenal sedikit saja tentang ajaran-ajaran itu; sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata kita sekarang. Ada 13 dokumen yang dapat dikategorikan sebagai ASG : 1. Rerum Novarum, "Keadaan Buruh", 1891, Paus Leo XIII 2. Quadragesimo Anno, "Empat Puluh Tahun Kemudian", 1931, Paus Pius XI 3. Mater et Magistra, "Kekristenan dan Kemajuan Sosial", 1961, Paus Yohanes XXIII 4. Pacem in Terris, "Perdamaian Dunia", 1963, Paus Yohanes XXIII 5. Gaudium et Spes,"Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern",1965, Konsili Vatikan II 6. Dignitatis Humanae, "Deklarasi tentang Kebebasan Beragama", 1965, Konsili Vatikan II 7. Populorum Progressio, "Tentang Kemajuan Bangsa", 1967, Paus Paulus VI 8. Octogesima Adveniens, "Panggilan untuk bertindak, dalam rangka Memperingati ulang tahun ke-80 Rerum Novarum, 1971, Paus Paulus VI 9. Iustitia in Mundo, "Keadilan di Dunia", 1971, Sinode Uskup di Roma 10. Evangelii Nuntiandi, "Penginjilan dalam dunia modern", 1975, Paus Paulus VI 11. Laborem Excersens, "Tentang Kerja Manusia", 1981, Paus Yohanes Paulus II 12. Solicitudo rei socialis, "Tentang Keprihatinan Sosial", 1987, Paus Yohanes Paulus II 13. Centesimus Annus, "Pada peringatan Ulang Tahun ke-100 Rerum Novarum", 1991, Paus Yohanes Paulus II

konsep keadilan dalam konteks pengertian hukum kodrat. dan tentu saja juga nasib para buruhnya. Pokok-pokok pemikiran RN menampilkan tanggapan Gereja atas isu-isu keadilan dan pembelaan atas martabat manusia (kaum buruh).” Nama Ensiklik ini (40 tahun) dimaksudkan untuk memperingati Ensiklik Rerum Novarum. Menaruh fokus keprihatinan pada kondisi kerja pada waktu itu. tiadanya perlindungan pekerja oleh otoritas publik dan pemilik modal. Tema-Tema Pokok: Promosi martabat manusia lewat keadilan upah pekerja. hak-hak buruh. soal pemogokan.Dokumen Ajaran Sosial Gereja Tahun 1891 RERUM NOVARUM (KONDISI KERJA) Ensiklik Paus Leo XIII RN (Rerum Novarum) merupakan Ensiklik pertama ajaran sosial Gereja. jurang kaya miskin yang luar biasa. para buruh mendapat perlakuan buruk. persaudaraan antara yang kaya dan miskin untuk melawan kemiskinan (melawan gagasan dialektis Marxis). dan tugas Gereja dalam membangun keadilan sosial. pertanian. hak-hak negara untuk campur tangan (melawan gagasan komunisme). Dan tidak mendapat keadilan dalam upah dan perlakuan. Ensiklik RN merupakan ensiklik pertama yang menaruh perhatian pada masalah-masalah sosial secara sistematis dan dalam jalan pikiran yang berangkat dari prinsip keadilan universal. Dalam RN hak-hak buruh dibahas dan dibela. Jatuh dalam kemiskinan struktural yang luar biasa. kesejahteraan umum. Konteks Zaman: Revolusi industri. Tetapi. Diperkenalkan dan ditekankan terminologi yang . Tetapi pada zaman ini memang ada kebutuhan sangat hebat untuk menata kehidupan sosial bangsa manusia. hak milik pribadi (melawan gagasan Marxis-komunis). Tampilnya masyarakat terindustrialisasi mengubah pola lama hidup bersama. kemiskinan yang hebat pada kaum pekerja/buruh. Tahun 1931 QUADRAGESIMO ANNO (SESUDAH 40 THN) Ensiklik Paus Pius XI QA (Quadragesimo Anno) memiliki judul maksud “Rekonstruksi Tatanan Sosial. hak membentuk serikat kerja. Mereka diperas.

Dalam banyak hal QA masih melanjutkan RN mengenai soal-soal “dialog”nya dengan perkembangan masyarakat. langkah-langkah Gereja dalam mengatasi kemiskinan struktural. Dalam Ensiklik ini diajukan pula “jalan pikiran” Ajaran Sosial Gereja: see. Menolak solusi komunisme yang menghilangkan hak-hak pribadi. kebalikannya demokrasi merosot di mana-mana.sangat penting dalam Ajaran Sosial Gereja. Untuk pertama kalinya isu “internasional” dalam hal keadilan menjadi tema ajaran sosial Gereja. Di lain pihak. dan Latin Amerika adalah produk dari sistem tata dunia yang tidak adil. Di Eropa bermunculan diktator. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini masih berkaitan dengan peringatan RN. prinsip-prinsip pemulihan ekonomi dan tatanan sosial. persaingan eksplorasi ruang angkasa. Kemiskinan di Asia. Disadari isu-isu baru dalam . judge. yaitu “subsidiaritas” (maksudnya. and act. Konteks Zaman: Depresi ekonomi sangat hebat terjadi tahun 1929 menggoyang dunia. Tetapi juga sekaligus mengkritik persaingan kapitalisme sebagai yang akan menghancurkan dirinya sendiri Tema-Tema Pokok: QA bermaksud menggugat kebijakan-kebijakan ekonomi zaman itu. Soal jurang kaya miskin tidak hanya disimak dari sekedar urusan pengusaha dan pekerja. maka pada bagian awal Mater et Magistra diingat sekali lagi semangat RN dan QA. atau pemilik modal dan kaum buruh. soal hak-hak pribadi dan kepemilikan bersama. sambil mengenang Ensklik RN. prinsip-prinsip bagi hasil yang adil. melainkan sudah menyentuh masalah internasional. soal modal dan kerja. bangkitnya ideologi-ideologi. membeberkan akar-akar kekacau-annya sekaligus menawarkan solusi pembenahan tata sosial hidup bersama. Ada jurang sangat hebat antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin. upah adil. otoritas di atasnya tidak perlu ikut campur). Tahun 1961 MATER ET MAGISTRA (KRISTIANITAS DAN KEMAJUAN SOSIAL) Ensiklik Yohanes XXIII Masalah-masalah sosial yang diprihatini oleh Ensiklik ini khas pada zaman ini. Afrika. Gereja Katolik didesak untuk berpartisipasi secara aktif dalam memajukan tata dunia yang adil. pembahasan sosialisme dan tentu saja kapitalisme. apa yang bisa dikerjakan oleh tingkat bawah. persoalan menjadi makin rumit menyusul perlombaan senjata nuklir.

komitmen Gereja terhadap perdamaian dunia. Yang dimaksudkan dengan tatanan hidup ialah tatanan relasi (1) antarmasyarakat. soal pertambahan penduduk.perkembangan terakhir di bidang sosial. kerjasama internasional. partisipasi kaum buruh. soal krisis Misile Cuba (1962) Tahun 1965 GAUDIUM ET SPES (GEREJA DI DUNIA MODERN) Dokumen Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II Konsili Vatikan II merupakan tonggak pembaharuan hidup Gereja Katolik secara . peranan negara dalam kemajuan ekonomi. pendirian Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Barat dan Timur simbol pemisahan bangsa manusia (Agustus 1961). struktur negara (bagaimana diatur). Tahun 1963 PACEM IN TERRIS (DAMAI DI BUMI) Ensiklik Paus Yohanes XIII Pacem in Terris menggagas perdamaian. Bilamana terjadi perdamaian? Bila ada rincian tatanan yang adil dengan mengedepankan hak-hak manusiawi dan keluhuran martabatnya. kerjasama antarnegara. hak-hak warganegara. Konteks Zaman: Perang dingin antara Barat dan Blok Timur. Ensiklik menyerukan dihentikannya perang dan perlombaan senjata serta pentingnya memperkokoh hubungan internasional lewat lembaga yang sudah dibentuk: PBB. relasi antarwarga masyarakat dan negara. (2) antara masyarakat dan negara. seruan agar dihentikannya perlombaan senjata. Ensiklik ini memiliki muatan ajaran yang ditujukan tidak hanya bagi kalangan Gereja Katolik tetapi seluruh bangsa manusia pada umumnya. hubungan internasional antarbangsa. (4) antara masyarakat dan negara-negara dalam level komunitas dunia. Tema-Tema Pokok: Tata dunia. Penekanan pondasi uraian pada gagasan hukum kodrat. yang menjadi isu sentral pada dekade enam puluhan. bagaimana ekonomi ditata seimbang. tata negara. (3) antarnegara. soal “Cold War” (perang dingin) oleh produksi senjata nuklir. Konteks Zaman: Kemiskinan luar biasa di negara-negara selatan. maraknya problem sosial dalam skala luas dunia. bantuan internasional. politik dan ekonomi. soal kaum petani. ajaran sosial Gereja dan kepentingannya.

kerjasama internasional. negara-negara baru “bermunculan” (beroleh kemerdekaan) Tahun 1967 POPULORUM PROGRESSIO (KEMAJUAN BANGSA-BANGSA) Ensiklik Paus Paulus VI Perkembangan bangsa-bangsa merupakan tema pokok perhatian dari Ensiklik Ajaran Sosial. Judul dokumen ini mengatakan suatu “perubahan eksternal” dari kebijakan hidup Gereja: Kegembiraan dan harapan. keluarga. Kemajuan bangsa manusia masih tetap dan bahkan memiliki imbas . beberapa masalah mendesak. GS (Gaudium et Spes) menaruh keprihatinan secara luas pada tema hubungan Gereja dan Dunia modern. adalah kegembiraan dan harapan. pendidikan kristiani.menyeluruh. pencegahan perang. Kardinal Joseph Suenens (dari Belgia) berkata bahwa pembaharuan Konsili Vatikan II tidak hanya mencakup bidang liturgis saja. martabat pribadi manusia. Relasi antara Gereja dan sejarah perkembangan manusia di dunia modern dibahas dalam suatu cara yang lebih gamblang. ateisme sistematis dan ateisme praktis. Gereja memandang bahwa kemajuan bangsa manusia tidak hanya dalam kaitannya dengan perkara-perkara ekonomi atau teknologi. harta benda diperuntukkan bagi semua orang. Konteks Zaman: Perang dingin masih tetap berlangsung. duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Di lain pihak.perubahan dalam tata hidup masyarakat zaman ini. GS membuka cakrawala baru dengan mengajukan perlunya “membaca tanda-tanda zaman” (signs of the times). Di lain pihak tetap diangkat ke permukaan soal jurang yang tetap lebar antara si kaya dan si miskin. cinta kasih suami isteri. Soal-soal yang disentuh oleh GS dengan demikian berkisar tentang kemajuan manusia di dunia modern. aktivitas hidup manusia. seperti perkawinan. tetapi juga budaya (kultur). kehidupan sosial ekonomi dan perkembangan terakhirnya. kesuburan perkawinan. melainkan juga hidup Gereja di dunia modern secara kurang lebih menyeluruh. perdamaian dan persekutuan bangsa-bangsa. hubungan timbal balik antara Gereja dan dunia. keluarga. duka dan kecemasan manusia-manusia zaman ini. Ada kesadaran kokoh dalam Gereja untuk berubah seiring dengan perubahan kehidupan manusia modern. dan tata hidup masyarakat pada umumnya. kebudayaan dan iman. terutama kaum miskin dan yang menderita. Tema-Tema Pokok: Penjelasan tentang perubahan. menyentuh nilai perkawinan.

pemiskinan pada sebagian besar bangsa-bangsa. Revolusi di berbagai tempat di belahan dunia kerap kali tidak membawa bangsa manusia kepada kondisi yang lebih baik. Soal-soal yang berkaitan dengan perdagangan (pasar) yang adil juga mendapat sorotan yang tajam. kelompok masyarakat yang tinggal di pinggiran kota. kepada situasi yang sangat runyam. pada saat yang sama terjadi ancaman proses marginalisasi (pemiskinan). cacat. Konteks Zaman: Tahun enampuluhan memang tahun perkembangan bangsa-bangsa. dst. Tahun 1971 OCTOGESIMA ADVENIENS (PANGGILAN UNTUK BERTINDAK) Surat Apostolik Paus Paulus VI Arti “Octogesima” adalah yang ke-80. Isu marginalisasi kaum miskin mendapat tekanan dalam dokumen ini. sex. Ensiklik ini menaruh perhatian secara khusus pada perkembangan masyarakat dunia. Soal-soal yang berkaitan dengan urbanisasi dipandang menjadi salah satu sebab lahirnya “kemiskinan baru”. tetapi juga sekaligus perang ideologis dan antarkepentingan kelompok manusia luar biasa ramainya. Diajukan pula refleksi teologis perkembangan / kemajuan yang membebaskan dari ketidakadilan dan pemiskinan. Gereja mendorong umatnya untuk bertindak ambil bagian secara aktif dalam masalah-masalah politik . seperti orang tua. dukungan organisasi internasional. kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Kekayaan dari sebagian negaranegara maju harus dibagi untuk memajukan negara-negara yang miskin. kerjasama antarbangsa-bangsa. terjadi perang di Vietnam yang sangat brutal. budaya. di Indonesia sendiri terjadi perang ideologis (Marxis-komunis dan militer). teristimewa negara-negara yang sedang berkembang. Diajukan ke permukaan pula masalahmasalah diskriminasi warna kulit. kemajuan diperlukan bagi perdamaian. malah kebalikannya. Paulus VI menyerukan kepada segenap anggota Gereja dan bangsa manusia untuk bertindak memerangi kemiskinan. Tema-Tema Pokok: Perkembangan bangsa manusia zaman ini. maksudnya: surat apostolik ini dimaksudkan untuk manandai usia Rerum Novarum yang ke-80 tahun. asal usul. agama. banyak negara baru bermunculan di Afrika. seperti badanbadan dunia yang mengurus bantuan keuangan dan pangan.

kehadiran Gereja di tengah kaum miskin.dan mendesak untuk memperjuangkan nilai-nilai / semangat injili. protes melawan perang Vietnam. Memperjuangkan keadilan sosial. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari Gereja-Gereja di Afrika. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan perjuangan keadilan. Tema-Tema Pokok: Misi Gereja dan keadilan merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan. Tahun 1971 CONVENIENTES EX UNIVERSO (BERHIMPUN DARI SELURUH DUNIA) atau lebih tepat dikenal: JUSTICIA IN MUNDO (JUSTICE IN THE WORLD) Sinode para Uskup di dunia Dunia sedang berhadapan dengan problem keadilan. dan Latin Amerika. menyimak sekali lagi daya tarik sosialisme. urbanisasi dan konsekuensi-konsekuensinya. hak-hak manusiawi. Para uskup berhimpun dan bersidang serta menelorkan keprihatinan tentang keadilan dalam tata dunia. soal diskriminasi. ideologi. panggilan kristiani untuk bertindak memberi kesaksian hidup dan partisipasi aktif dalam hidup politik. Untuk pertama kalinya (boleh disebut demikian) sinode para uskup menaruh perhatian pada soal-soal yang berkaitan dengan keadilan. soalsoal yang berhubungan dengan keadilan dan perdamaian: hak asasi manusia. Konteks Zaman: Dunia mengalami resesi ekonomi dengan korban mereka yang miskin. Asia. . keadilan dalam Gereja. Tema-Tema Pokok: Soal kepastian dan ketidakpastian fenomen kemajuan bangsa manusia zaman ini berkaitan dengan keadilan. Misi Kristus dalam mewartakan datangnya Kerajaan Allah mencakup pula datangnya keadilan. di Amerika aksi Martin Luther King untuk perjuangan hak-hak asasi marak dan menjadi perhatian dunia. keadilan dan liturgi. kehidupan politik. soal kapitalisme. tidaklah integral. Keadilan merupakan dimensi konstitutif pewartaan Injil. Secara khusus pengaruh pembahasan tema “Liberation” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia).

Tema-Tema Pokok: EN (Evangelii Nuntiandi) mengajukan tema-tema problem kultural sekularisme ateistis. Pengaruh dari Pertemuan Medellin (di Kolumbia) tahun 1968 sangat besar. lukisan tentang penebusan umat manusia oleh Yesus Kristus sebagai penebusan yang menyeluruh memungkinkan beberapa gagasan ensiklik ini bersinggungan dengan tema-tema keadilan sosial. Tahun 1975 EVANGELII NUNTIANDI (EVANGELISASI DI DUNIA MODERN) Anjuran apostolik Paus Paulus VI Arah dasarnya: agar Gereja dalam pewartaannya dapat menyentuh manusia pada abad ke duapuluh. indi-ference. Dunia sangat haus akan keadilan dan perdamaian. pengedepanan kenikmatan dalam gaya hidup. dalam hidup . Konteks Zaman: Konteks peristiwa dunia masih berada pada dokumen di atasnya. Yaitu. Konteks Zaman: EN dimaksudkan untuk memperingati Konsili Vatikan ke-10. Ada tiga pertanyaan dasar: (1) Sabda Tuhan itu berdaya. tetapi mengapa Gereja dewasa ini menjumpai hidup manusia yang tidak disentuh oleh Sabda Tuhan (melalui pewartaan Gereja)? (2) Dalam arti apakah kekuatan evangelisasi sungguh-sungguh mampu mengubah manusia abad ke-20 ini? (3) Metode-metode apakah yang harus diterapkan agar kekuatan Sabda sungguh menemukan efeknya? Tuhan Yesus mewartakan keselamatan sekaligus pewartaan pembebasan. Gereja melanjutkannya. Hal baru dalam dokumen ini ialah bahwa pewartaan Kabar Gembira sekaligus harus membebaskan pula. menyentuh hati manusia. Gagasan dasarnya: manusia ditebus oleh Kristus dalam situasi hidupnya secara konkret. diskriminasi. Tahun 1979 REDEMPTOR HOMINIS (SANG PENEBUS MANUSIA) Ensiklik Yohanes Paulus II (Ensiklik-nya yang pertama) Sebenarnya Ensiklik ini tidak dikategorikan sebagai Ensiklik Ajaran Sosial Gereja. Tetapi. nafsu untuk mendo-minasi. konsumerisme.Terminologi kunci yang dibicarakan adalah “oppression” dan “liberation”.

harkat dan martabat manusia menemukan pencetusan keluhurannya. Tahun 1979 LABOREM EXCERCENS (KERJA MANUSIA) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II “Kerja” merupakan tema sentral hidup manusia. Konteks Zaman: Merupakan Ensiklik pertama dari kepausan Bapa Suci Yohanes Paulus II. untuk membuat agar hidup keluarga bahagia dan berkecukupan. Hanya dengan kerja. kemajuan dan akibat-akibatnya. Misi Gereja dan tujuan hidup manusia. Disinggung mengenai konsekuensi kemajuan dan segala macam akibat yang ditimbulkan. termasuk di dalamnya yang cacat. Manusia cuma sebagai instrumen penghasil kemajuan dan perkembangan. Kerja dan manusia. Tema-Tema Pokok: Misteri penebusan manusia di zaman modern. sekaligus berhak untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya. Tema-Tema Pokok: Sebagian besar isinya ialah tentang keadilan kerja. Para pekerja migrant (tenaga asing) sangat mudah diperas dan mendapat perlakuan tidak adil. memang Ensiklik ini dimaksudkan untuk memperingati 90 tahun Rerum Novarum. sekaligus berhak upah yang adil dan wajar. Hak-hak asasi manusia dengan sendirinya juga didiskusikan. manusia berhak atas pencarian kerja yang lebih baik di mana pun. misi Gereja untuk menjawab persoalan zaman ini. perlunya jaminan keselamatan / kesehatan dalam kerja. Ensiklik ini mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme sekaligus sebagai yang memperlakukan manusia sebagai alat produktivitas. Konteks Zaman: Dalam periode zaman ini dirasakan sangat besar jumlah pengangguran. Manusia berhak kerja. yang sudah dikatakan dalam Rerum Novarum. semua orang berhak atas kerja. juga di negeri orang. Tahun 1987 SOLLICITUDO REI SOCIALIS (KEPRIHATINAN SOSIAL) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II . Manusia berhak bekerja untuk kelangsungan hidupnya.situasi di dunia modern.

digambarkan pula panorama zaman ini dengan segala kemajuannya. Tema-Tema Pokok: . antara kapitalisme dan komunisme. Perkembangan yang mengedepankan eksplorasi kebebasan akan memicu ketidakadilan yang sangat besar. dan berbagai ketegangan yang dimunculkan oleh persaingan ideologis yang hebat. Persoalannya semakin rumit manakala dirasakan semakin hebatnya pertentangan ideologis antara Barat dan Timur. Konteks Zaman: Perang berkecamuk seputar ideologi pada zaman ini. Dokumen ini memiliki jalan pikiran yang kurang lebih sama. Jurang antara wilayah / negara-negara Selatan (miskin) dan Utara (kaya) luar biasa besarnya. tinjauan teologis masalah-masalah modern. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini mengajukan makna baru tentang pengertian “the structures of sin”. Negara-negara Barat semakin membabi buta dalam eksplorasi kemajuan. paradigma yang ditampilkan dalam Rerum Novarum untuk menyimak dunia saat ini. Kesalahan fundamental dari sosialisme ialah tiadanya dasar yang lebih manusiawi atas perkembangan.Ensiklik ini merupakan ulang tahun ke-20 dari Ensiklik Populorum Progressio. Centesimus Annus mengurus pula soal-soal lingkungan hidup yang menjadi permasalahan menyolok pada zaman ini. Konsumerisme dan “dosa struktural” makin mendominasi hidup manusia. Persaingan ini semakin memblokir kerjasama dan solidaritas kepada yang miskin. Perkembangan baru berupa jatuhnya komunisme dan sosialisme marxisme di wilayah Timur (Eropa Timur) menandai suatu periode baru yang harus disimak secara lebih teliti. Sementara negara-negara miskin semakin terpuruk oleh kemiskinannya. kapitalisme bukanlah pilihan yang tepat pula. Martabat dan tanggung jawab pribadi manusia seakan-akan disepelekan. pemandangan secara teliti sumbangsih Ensiklik yang diperingati. Populorum Progressio. Tahun 1991 CENTESIMUS ANNUS (TAHUN KE SERATUS) Ensiklik Yohanes Paulus II Menandai ulang tahun Rerum Novarum yang ke-100. Jatuhnya sosialisme marxisme tidak berarti kapitalisme dan liberalisme menemukan pembenarannya. Soviet menginvasi Afganistan dan setahun kemudian menarik diri dari Afganistan. Perkembangan dan kemajuan sering kali sekaligus pemiskinan pada wilayah lain. Di lain pihak.

Tantangan perkembangan dan kemajuan demikian besar. berikutnya dengan menyimak pola Rerum Novarum. manusia ialah jalan bagi Gereja. Ensiklik Centesimus Annus membahas “hal-hal baru zaman sekarang”. Dokumen ini merupakan garis bawah pentingnya partisipasi umat Katolik pada kehidupan politik.Skema jalan pikiran Ensiklik ini serupa dengan dokumen-dokumen sebelumnya: pertama-tama dibicarakan dulu mengenai Rerum Novarum yang diperingati. aneka persoalan kemunduran sosial seringkali ditandai dengan kebangkrutan politik dalam hidup bersama. soal lingkungan hidup. Tema-Tema Pokok: Seputar kehidupan politik dan pentingnya partisipasi umat beriman Katolik untuk peduli dengan soal-soal politik. Konteks Zaman: Jatuhnya komunisme di Eropa Timur yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin. melainkan lapangan kehidupan yang harus ditata dengan baik. Memang ada sekian “hal-hal baru” yang pantas disimak 2002 The Participation of Catholics in Political life Dokumen yang dikeluarkan oleh Kongregasi Suci untuk Ajaran Iman. soal-soal yang menyangkut kebebasan beragama dan kebebasan berkembang dalam budayanya juga menjadi perkara yang dominan pada periode sekarang ini. prinsip harta benda dunia diperuntukkan bagi semua orang. negara dan kebudayaan. . Umat Katolik tidak boleh pasif. Politik bukanlah lapangan kotor. umat Katolik diminta memiliki kesadaran-kesadaran tanggung jawab dan partisipasi untuk memajukan kehidupan bersama dalam soal-soal politik. Konteks Zaman: Zaman ini mengukir soal-soal yang sangat menyolok: hidup manusia ditentukan oleh realitas tata politik. Nelson Mandela – sang figur penentang diskriminasi – bebas dari penjara (1990). diajukan pula catatan “tahun 1989” (adalah tahun jatuhnya tembok Berlin).

walaupun mungkin banyak orang yang tidak menyadarinya. dsb. Pengguguran kandungan (abortus) Melenyapkan benih hidup yang mulai tumbuh dalam kandungan termasuk pembunuhan. dsb. penderitaan termasuk dalam hidup manusia yang mempunyai nilai dan maknanya sendiri. Euthanasia Yaitu tindakan membebaskan seseorang dari penderitaan yang terlalu berat dengan menyebabkan seseorang penderita mati secara pelan-pelan dan tidak terasa. Gejala-gejala tidak menghormati hidup manusia itu muncul dalam berbagai bentuk antara lain sebagai berikut. d. mabuk-mabukan. Pembunuhan dan pembantaian manusia. Begitu saja orang dikeroyok atau ditembak mati secara misterius. . Seperti kesenangan. Tindakan menekan kehidupan manusia Contoh: fitnah. Dan tidak jarang kaum muda terlibat didalamnya. Semua tindakan tersebut di atas menunjukkan bahwa manusia kurang menghormati hidup sendiri dan hidup sesama manusia.Menghargai Hidup I. terror mental. tanpa proses peradilan. nyawa manusia sering dinilai tidak lebih dari beberapa ratus rupiah atau bahkan semangkuk bakso. Tindakan yang membahayakan kehidupan manusia Contoh: Kebut-kebutan di jalan. Tindakan-tindakan menghilangkan nyawa Ada gejala-gejala dalam masyarakat kita yang menunjukkan bahwa hidup/nyawa manusia kurang dihargai. ancaman. Tidak jarang hal ini terjadi karena tindakan-tindakan main hakim sendiri. Bahaya yangterbesar untuk kehidupan manusia adalah PERANG!!! e. Sering terjadi bahwa pembunuhan dan pembantaian manusia karena alasan yang sepele. c. Manusia tidak dapat dilenyapkan dalam penderitaan. perbudakan. Tindakan ini juga merupakan tindakan tidak menghormati hidup. b. Tergeletak mati seperti seekor anjing kurapan. diskriminasi rasial. a. narkotika.

penusukan. yaitu tayangan media yang mempertontonkan kekerasan. percabulan. Ironisnya. mutilasi. "kejahatan yang dipelajari" adalah "dimana seseorang yang secara tidak sadar merekam kejadian-kejadian/tayangan didalam alam bawah sadar". begitu ada pemicu/pendorong yang kuat atau pada saat seseorang kepepet dia akan melakukan hal itu tanpa harus berpikir rasional. pembacokan. Penonton dari usia balita sampai manula menjadi sangat terbiasa dengan kosa kata seperti jarah. Karena itu. Disini hanya akan dikemukakan satu alasan. kekerasan seksual.pengedaran dan pemakaian obat bius. pembunuhan. Seperti kita ketahui. dsb. Kenyataanya memang seolah berlomba mneyuguhkan kesadisan secara tidak sengaja. bunuh diri. Salah satu sebabnya mengapa dapat terjadi tindakan-tindakan tidak menghormati hidup? Tentu saja ada banyak alasannya. Karena itu. Bangsa kita mempunyai animo besar terhadap suguhan-suguhan seperti itu.II. Seorang ibu pernah menulis disurat pembaca dari Koran Kompas sbb: Dewasa ini beberapa stasiun televisi menyajikan tayangan kriminalitas dengan kemasan beranekaragam. .

Hak ini diberikan kepada seseorangkarena kedudukan.Piagam PBB tentang HAM iii.Gereja Berjuang menegakkan HAM di Dunia .Hak Asasi Manusia a. b.Hak-hak Ekonomi.Kisah Martin Luther King Jr ii. dan sebagainya. atau situasi. yaitu hak yang melekatpada diri manusia sebagai insane. hak hidup. pangkat.Pengertian Hak Asasi ManusiaHak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalamkandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.Gereja dan Penegakan HAM A.Pada abad XIX dan dasawarsa awal abad XX.Piagam PBB tentang HAM dan Penggolongannya i.Konsep HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia sebagai hak yang harusdihormati dan dilindungi.Hak Asasi Manusia dalam Terang Ajaran Gereja Dari ajaran ini tampak pandangan Gereja tentang hak asasi.HAM melekat dalam diri manusia. Sosial dan Budaya B. konsep HAM mulai berkemband di tataraninternasional.Hak-hak sipil dan politik 2. HAM berlaku secara universal.Hak Asasi dalam Terang Kitab Suc ii. Contohnya. Hak ini dimiliki seseorang sejak lahir karena diaseorang manusia.Perjanjian Baru b. C. hak mendapat perlindunganhukum.Perjanjian Lama ii.Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (declarationof Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia.Penggolongan HAM 1.Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Tahun 1993mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan di Indonesia. ciptaan Allah.Hak Asasi Manusia dalam Terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja: a.

Abad XVI Pastor Bartolome de Casas. 2)Gereja disusupi komunis yang mau ubah struktur.Perjuangan Gereja di Malaysia dan Singapura tentang pelaksanaan ajaran sosial GerejaSollicitudo Rei Socialis. Perjuangan Gerejan dalam menegakkan HAM di dunia dapat kita ketahui melalui kegiatannyayang nyata. h.Gereja sebagai persekutuan umat Alaah menyambut baik Deklarasi PBB tentang HAM danmendukungnya dengan sepenuh hati. b.berulang kali berbicara tentang hak asasi manusia.Romo Gauthier melaporkan bahwa Gereja mengalami banyak tuduhan yang bermacam-macam: 1)Gereja dituduh campur tangan di bidang politik. e. . Paus Yohanes XXIII melihatnya sevagai langkah besar kedepan bagi dunia. yang secaraprinsipial harus ditekankan karena hak ini berdasarkan kodrat manusia sebagaimakhlukrasional dan bebas. c. a. Bahkan Bruder Anthony Rogers mendekam dalamtahanan dan pemerintah Malaysia tetap percaya pada tuduhan tersebut. 3)Teologi pembebasan adalah alat para komunis untuk revolusi karena itu Gerejamenjdi unsure yang berbahaya.Tahun 1974 panitia kepausan Iustita et Pax menerbitkan kertas kerja “Gereja dan hak-hakasasi manusia”.Paus Yohanes Paulus II dalam sidang PBB berbicara tentang hak asasi manusia. sebagai Uskup di San Salvador berjuang membela orangtertindas dan ketidakadilan yang terjadi di San Salvador.Oscar Arnulfo Romero Tahun 1980.Konsili Vatikan II (1962-1965) dalam onstitusi Gaudium et Spes dan Dignitatis Humanae. f. OP dan Misionaris Jesuit berjuang membela hakkemanusiaan orang Indian terhadap kolonialis Spanyol. d. g. antara lain sebagai berikut.Komisi Teologi Internasional mengeluarkan sejumlah tesis mengenai martabak dan hak-hakpribadi manusia.Ensilik master et Magistra (1961) dan Pacem in Terris (1963) yang berbicaratentang hakasasi manusia.

Posisi lebih rendah (subordinat) inilah yang menjadi sumber perlakuam tidak adilterhadal perempuan.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Miskin Kata “miskin” biasanya diartikan dalam pengertian ekonomis. b. 4)Perempuan sering dijadikan sumber devisa sebagai TKW. seperti lembaga eksekutif dan legilatif. . mungkin sejak sejarahawal umat manusia. pangan. dan papan. di tempat kerja dan di rumah.Pelanggaran Hak Asasi manusia di Indonesia dan Penyebabnya a. tetapi sering tanpaperlindungan hukum. c. kemudian zaman colonial Belanda dan pendudukan Jepang. Bentuk-bentuk ketidkadilan terhadap perempuan: 1)Kaum perempuan kurang mendapat tempat dan peran di lembaga-lembaganegara. Berikut adalah usaha-usaha untuk menegakkan HAM di Indonesia 1. Kaum perempuan senantiasa diposisikan lebih rendah.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Perempuan Perendahan martabat kaum perempuan sudah berlangsung lama.Pelanggaran Hak Asasi di Indonesia Pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia sudah berlangsung lama. yakni sejak zamanfeudal. 2)Diskriminasi undang-undang atau peraturan terhadap perempuan. dan masuhdisambung dengan zaman demokrasi terpimpin dan Orde Baru.D. yaitu orang yang hiduptidak layak dalam hal sandang. gaji atau upah bagiperempuansering lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. 3)Wanita karier sering harus berkerja rangkap. Walaupunperkerjaanya sama. Misalnya.Gereja Berjuang Menegakkan HAM di Indonesia Jika HAM itu harus ditegakkan berarti ada pelanggaran tentang hak asasi tersebut. karena posisi ini mengkondisikan ketidakberdayaan perempuan. lebih-lebih di perusahaan-perusahaan.

di antaranyapemerintah. Komnas HAM.Gereja. Komisi untukorang hilang dan korban tindah kekerasan (Kontras). c)Komisi Hubungan Antara Agama.suku. dan budaya yangada. bahasa ataupun agama karena berlawanan dengan maksud dankehendak Allah KWI(Konferensi Waligereja Indonesia dan hampir semua keuskupan membentuklembaga yang antara lain memperjuangkan hak asasi manusia dari rakyat kecil itu. a.Gereja mendesak diatasinya dan dihapuskannya setiap bentuk diskriminasi.Penyebab Utama terjadimya pelanggaran HAM Terjadinya ketidakadilan dan pelanggaran HAM sering disebabkan oleh strukturkemasyarakatan yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dan uang.Pemerintah. dan lain-lin sering mandeg sebabmereka sering dihadang oleh system dan struktur politik.5)Perempuan (dan anak-anak) sering diperdagangkan dan dijadikan wanitapenghibur/pelacur. Usaha Menegakkan HAM di Indonesia Berbagai pihak sudah berusaha untuk menegakkan HAM di Indonesia. . walaupun tidak selalu tepat dalam cara dan waktunya. c. keadaan sosial. Sepanjang sejarahnya. Salah satu bentuk pelanggarang yang mengerikan adalah kekerasan terhadap kaumperempuan. ekonomi. Gereja. dan berbagai pihak lain. warna kulit.misalnya: a)Komisi Keadilan dan Perdamaian. d. b)Komisi Migran.Komnas HAM Komnas HAM sudah dibentuk sejak rezim orde baru. b.Banyak lembaga swasta lain seperti: Indonesia Corruption Watch (ICW). Gereja dengan berbagai cara telah memperjuangkan nasib orang-orang miskin. entah yangbersifat sosial atau kebudayaan. 2. entah yang didasarkan pada jenis kelamin.

yaitu hubunganantarmanusia dan hubungan manusia dengan Allah . e)Crisis Center. Panggilan Profetis Gereja untuk Menegakkan HAM Perjuangan untuk menegakkan HAM sangat dekat dengan perjuang Yesus Kristus. dan sebagainya 3.Ada dua elemen penting yang diperlukan untuk memahami agama samawi.d)Jaringan Mitra Perempuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful