AJARAN SOSIAL GEREJA Ajaran Sosial Gereja (biasa disingkat ASG), adalah kumpulan dokumen-dokumen resmi Gereja

Katolik, seputar perhatiannya kepada masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya. Gereja sedari dulu tidak ingin menjadi menara gading yang berdiri kokoh, namun lingkungan sekitarnya terabaikan dan tertindas. Baiklah kiranya jika kita lebih mengenal sedikit saja tentang ajaran-ajaran itu; sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata kita sekarang. Ada 13 dokumen yang dapat dikategorikan sebagai ASG : 1. Rerum Novarum, "Keadaan Buruh", 1891, Paus Leo XIII 2. Quadragesimo Anno, "Empat Puluh Tahun Kemudian", 1931, Paus Pius XI 3. Mater et Magistra, "Kekristenan dan Kemajuan Sosial", 1961, Paus Yohanes XXIII 4. Pacem in Terris, "Perdamaian Dunia", 1963, Paus Yohanes XXIII 5. Gaudium et Spes,"Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern",1965, Konsili Vatikan II 6. Dignitatis Humanae, "Deklarasi tentang Kebebasan Beragama", 1965, Konsili Vatikan II 7. Populorum Progressio, "Tentang Kemajuan Bangsa", 1967, Paus Paulus VI 8. Octogesima Adveniens, "Panggilan untuk bertindak, dalam rangka Memperingati ulang tahun ke-80 Rerum Novarum, 1971, Paus Paulus VI 9. Iustitia in Mundo, "Keadilan di Dunia", 1971, Sinode Uskup di Roma 10. Evangelii Nuntiandi, "Penginjilan dalam dunia modern", 1975, Paus Paulus VI 11. Laborem Excersens, "Tentang Kerja Manusia", 1981, Paus Yohanes Paulus II 12. Solicitudo rei socialis, "Tentang Keprihatinan Sosial", 1987, Paus Yohanes Paulus II 13. Centesimus Annus, "Pada peringatan Ulang Tahun ke-100 Rerum Novarum", 1991, Paus Yohanes Paulus II

Tetapi. tiadanya perlindungan pekerja oleh otoritas publik dan pemilik modal. persaudaraan antara yang kaya dan miskin untuk melawan kemiskinan (melawan gagasan dialektis Marxis). Dalam RN hak-hak buruh dibahas dan dibela. dan tugas Gereja dalam membangun keadilan sosial. kemiskinan yang hebat pada kaum pekerja/buruh. Ensiklik RN merupakan ensiklik pertama yang menaruh perhatian pada masalah-masalah sosial secara sistematis dan dalam jalan pikiran yang berangkat dari prinsip keadilan universal. konsep keadilan dalam konteks pengertian hukum kodrat. hak membentuk serikat kerja. hak milik pribadi (melawan gagasan Marxis-komunis). soal pemogokan. Jatuh dalam kemiskinan struktural yang luar biasa. hak-hak buruh. Tampilnya masyarakat terindustrialisasi mengubah pola lama hidup bersama. Tahun 1931 QUADRAGESIMO ANNO (SESUDAH 40 THN) Ensiklik Paus Pius XI QA (Quadragesimo Anno) memiliki judul maksud “Rekonstruksi Tatanan Sosial. Mereka diperas. Konteks Zaman: Revolusi industri.” Nama Ensiklik ini (40 tahun) dimaksudkan untuk memperingati Ensiklik Rerum Novarum. hak-hak negara untuk campur tangan (melawan gagasan komunisme). para buruh mendapat perlakuan buruk. kesejahteraan umum. Pokok-pokok pemikiran RN menampilkan tanggapan Gereja atas isu-isu keadilan dan pembelaan atas martabat manusia (kaum buruh). Tetapi pada zaman ini memang ada kebutuhan sangat hebat untuk menata kehidupan sosial bangsa manusia. jurang kaya miskin yang luar biasa. Tema-Tema Pokok: Promosi martabat manusia lewat keadilan upah pekerja. Menaruh fokus keprihatinan pada kondisi kerja pada waktu itu. pertanian. dan tentu saja juga nasib para buruhnya. Diperkenalkan dan ditekankan terminologi yang .Dokumen Ajaran Sosial Gereja Tahun 1891 RERUM NOVARUM (KONDISI KERJA) Ensiklik Paus Leo XIII RN (Rerum Novarum) merupakan Ensiklik pertama ajaran sosial Gereja. Dan tidak mendapat keadilan dalam upah dan perlakuan.

atau pemilik modal dan kaum buruh. and act. apa yang bisa dikerjakan oleh tingkat bawah. Disadari isu-isu baru dalam . Ada jurang sangat hebat antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin. Dalam banyak hal QA masih melanjutkan RN mengenai soal-soal “dialog”nya dengan perkembangan masyarakat. Untuk pertama kalinya isu “internasional” dalam hal keadilan menjadi tema ajaran sosial Gereja. Menolak solusi komunisme yang menghilangkan hak-hak pribadi. kebalikannya demokrasi merosot di mana-mana. persaingan eksplorasi ruang angkasa. melainkan sudah menyentuh masalah internasional. Afrika. Tahun 1961 MATER ET MAGISTRA (KRISTIANITAS DAN KEMAJUAN SOSIAL) Ensiklik Yohanes XXIII Masalah-masalah sosial yang diprihatini oleh Ensiklik ini khas pada zaman ini. persoalan menjadi makin rumit menyusul perlombaan senjata nuklir. Di Eropa bermunculan diktator. Dalam Ensiklik ini diajukan pula “jalan pikiran” Ajaran Sosial Gereja: see. bangkitnya ideologi-ideologi. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini masih berkaitan dengan peringatan RN. pembahasan sosialisme dan tentu saja kapitalisme. judge. Di lain pihak.sangat penting dalam Ajaran Sosial Gereja. Konteks Zaman: Depresi ekonomi sangat hebat terjadi tahun 1929 menggoyang dunia. soal hak-hak pribadi dan kepemilikan bersama. dan Latin Amerika adalah produk dari sistem tata dunia yang tidak adil. maka pada bagian awal Mater et Magistra diingat sekali lagi semangat RN dan QA. yaitu “subsidiaritas” (maksudnya. langkah-langkah Gereja dalam mengatasi kemiskinan struktural. otoritas di atasnya tidak perlu ikut campur). Tetapi juga sekaligus mengkritik persaingan kapitalisme sebagai yang akan menghancurkan dirinya sendiri Tema-Tema Pokok: QA bermaksud menggugat kebijakan-kebijakan ekonomi zaman itu. Kemiskinan di Asia. soal modal dan kerja. membeberkan akar-akar kekacau-annya sekaligus menawarkan solusi pembenahan tata sosial hidup bersama. sambil mengenang Ensklik RN. Gereja Katolik didesak untuk berpartisipasi secara aktif dalam memajukan tata dunia yang adil. Soal jurang kaya miskin tidak hanya disimak dari sekedar urusan pengusaha dan pekerja. prinsip-prinsip pemulihan ekonomi dan tatanan sosial. prinsip-prinsip bagi hasil yang adil. upah adil.

tata negara. hak-hak warganegara. bagaimana ekonomi ditata seimbang. soal pertambahan penduduk. yang menjadi isu sentral pada dekade enam puluhan. Penekanan pondasi uraian pada gagasan hukum kodrat. kerjasama antarnegara.perkembangan terakhir di bidang sosial. (4) antara masyarakat dan negara-negara dalam level komunitas dunia. relasi antarwarga masyarakat dan negara. soal krisis Misile Cuba (1962) Tahun 1965 GAUDIUM ET SPES (GEREJA DI DUNIA MODERN) Dokumen Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II Konsili Vatikan II merupakan tonggak pembaharuan hidup Gereja Katolik secara . maraknya problem sosial dalam skala luas dunia. bantuan internasional. Konteks Zaman: Perang dingin antara Barat dan Blok Timur. politik dan ekonomi. Bilamana terjadi perdamaian? Bila ada rincian tatanan yang adil dengan mengedepankan hak-hak manusiawi dan keluhuran martabatnya. hubungan internasional antarbangsa. Yang dimaksudkan dengan tatanan hidup ialah tatanan relasi (1) antarmasyarakat. soal “Cold War” (perang dingin) oleh produksi senjata nuklir. struktur negara (bagaimana diatur). kerjasama internasional. Konteks Zaman: Kemiskinan luar biasa di negara-negara selatan. Tahun 1963 PACEM IN TERRIS (DAMAI DI BUMI) Ensiklik Paus Yohanes XIII Pacem in Terris menggagas perdamaian. Tema-Tema Pokok: Tata dunia. peranan negara dalam kemajuan ekonomi. Ensiklik menyerukan dihentikannya perang dan perlombaan senjata serta pentingnya memperkokoh hubungan internasional lewat lembaga yang sudah dibentuk: PBB. pendirian Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Barat dan Timur simbol pemisahan bangsa manusia (Agustus 1961). Ensiklik ini memiliki muatan ajaran yang ditujukan tidak hanya bagi kalangan Gereja Katolik tetapi seluruh bangsa manusia pada umumnya. (2) antara masyarakat dan negara. komitmen Gereja terhadap perdamaian dunia. seruan agar dihentikannya perlombaan senjata. ajaran sosial Gereja dan kepentingannya. (3) antarnegara. partisipasi kaum buruh. soal kaum petani.

duka dan kecemasan manusia-manusia zaman ini. martabat pribadi manusia. Gereja memandang bahwa kemajuan bangsa manusia tidak hanya dalam kaitannya dengan perkara-perkara ekonomi atau teknologi. kehidupan sosial ekonomi dan perkembangan terakhirnya. GS (Gaudium et Spes) menaruh keprihatinan secara luas pada tema hubungan Gereja dan Dunia modern. aktivitas hidup manusia. tetapi juga budaya (kultur). kebudayaan dan iman. perdamaian dan persekutuan bangsa-bangsa.menyeluruh. Kemajuan bangsa manusia masih tetap dan bahkan memiliki imbas . kerjasama internasional. keluarga. seperti perkawinan. kesuburan perkawinan. pendidikan kristiani. duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Relasi antara Gereja dan sejarah perkembangan manusia di dunia modern dibahas dalam suatu cara yang lebih gamblang. keluarga. melainkan juga hidup Gereja di dunia modern secara kurang lebih menyeluruh. adalah kegembiraan dan harapan.perubahan dalam tata hidup masyarakat zaman ini. cinta kasih suami isteri. GS membuka cakrawala baru dengan mengajukan perlunya “membaca tanda-tanda zaman” (signs of the times). Kardinal Joseph Suenens (dari Belgia) berkata bahwa pembaharuan Konsili Vatikan II tidak hanya mencakup bidang liturgis saja. Di lain pihak. hubungan timbal balik antara Gereja dan dunia. ateisme sistematis dan ateisme praktis. negara-negara baru “bermunculan” (beroleh kemerdekaan) Tahun 1967 POPULORUM PROGRESSIO (KEMAJUAN BANGSA-BANGSA) Ensiklik Paus Paulus VI Perkembangan bangsa-bangsa merupakan tema pokok perhatian dari Ensiklik Ajaran Sosial. harta benda diperuntukkan bagi semua orang. Di lain pihak tetap diangkat ke permukaan soal jurang yang tetap lebar antara si kaya dan si miskin. Konteks Zaman: Perang dingin masih tetap berlangsung. dan tata hidup masyarakat pada umumnya. Soal-soal yang disentuh oleh GS dengan demikian berkisar tentang kemajuan manusia di dunia modern. terutama kaum miskin dan yang menderita. menyentuh nilai perkawinan. Judul dokumen ini mengatakan suatu “perubahan eksternal” dari kebijakan hidup Gereja: Kegembiraan dan harapan. Ada kesadaran kokoh dalam Gereja untuk berubah seiring dengan perubahan kehidupan manusia modern. Tema-Tema Pokok: Penjelasan tentang perubahan. beberapa masalah mendesak. pencegahan perang.

terjadi perang di Vietnam yang sangat brutal. kerjasama antarbangsa-bangsa. budaya. kelompok masyarakat yang tinggal di pinggiran kota. seperti orang tua. tetapi juga sekaligus perang ideologis dan antarkepentingan kelompok manusia luar biasa ramainya. kepada situasi yang sangat runyam. Revolusi di berbagai tempat di belahan dunia kerap kali tidak membawa bangsa manusia kepada kondisi yang lebih baik. asal usul. Soal-soal yang berkaitan dengan perdagangan (pasar) yang adil juga mendapat sorotan yang tajam. cacat. Tema-Tema Pokok: Perkembangan bangsa manusia zaman ini. malah kebalikannya. Konteks Zaman: Tahun enampuluhan memang tahun perkembangan bangsa-bangsa. kemajuan diperlukan bagi perdamaian. Soal-soal yang berkaitan dengan urbanisasi dipandang menjadi salah satu sebab lahirnya “kemiskinan baru”.pemiskinan pada sebagian besar bangsa-bangsa. seperti badanbadan dunia yang mengurus bantuan keuangan dan pangan. maksudnya: surat apostolik ini dimaksudkan untuk manandai usia Rerum Novarum yang ke-80 tahun. dukungan organisasi internasional. Diajukan ke permukaan pula masalahmasalah diskriminasi warna kulit. Kekayaan dari sebagian negaranegara maju harus dibagi untuk memajukan negara-negara yang miskin. Gereja mendorong umatnya untuk bertindak ambil bagian secara aktif dalam masalah-masalah politik . di Indonesia sendiri terjadi perang ideologis (Marxis-komunis dan militer). Isu marginalisasi kaum miskin mendapat tekanan dalam dokumen ini. banyak negara baru bermunculan di Afrika. kesulitan-kesulitan yang dihadapi. teristimewa negara-negara yang sedang berkembang. agama. Ensiklik ini menaruh perhatian secara khusus pada perkembangan masyarakat dunia. pada saat yang sama terjadi ancaman proses marginalisasi (pemiskinan). Tahun 1971 OCTOGESIMA ADVENIENS (PANGGILAN UNTUK BERTINDAK) Surat Apostolik Paus Paulus VI Arti “Octogesima” adalah yang ke-80. sex. Paulus VI menyerukan kepada segenap anggota Gereja dan bangsa manusia untuk bertindak memerangi kemiskinan. dst. Diajukan pula refleksi teologis perkembangan / kemajuan yang membebaskan dari ketidakadilan dan pemiskinan.

menyimak sekali lagi daya tarik sosialisme. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan perjuangan keadilan. soal diskriminasi. Secara khusus pengaruh pembahasan tema “Liberation” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia). soalsoal yang berhubungan dengan keadilan dan perdamaian: hak asasi manusia. panggilan kristiani untuk bertindak memberi kesaksian hidup dan partisipasi aktif dalam hidup politik. . Konteks Zaman: Dunia mengalami resesi ekonomi dengan korban mereka yang miskin. keadilan dan liturgi. dan Latin Amerika. Misi Kristus dalam mewartakan datangnya Kerajaan Allah mencakup pula datangnya keadilan. hak-hak manusiawi. tidaklah integral.dan mendesak untuk memperjuangkan nilai-nilai / semangat injili. Keadilan merupakan dimensi konstitutif pewartaan Injil. Tema-Tema Pokok: Soal kepastian dan ketidakpastian fenomen kemajuan bangsa manusia zaman ini berkaitan dengan keadilan. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari Gereja-Gereja di Afrika. kehadiran Gereja di tengah kaum miskin. soal kapitalisme. di Amerika aksi Martin Luther King untuk perjuangan hak-hak asasi marak dan menjadi perhatian dunia. Para uskup berhimpun dan bersidang serta menelorkan keprihatinan tentang keadilan dalam tata dunia. keadilan dalam Gereja. Tema-Tema Pokok: Misi Gereja dan keadilan merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan. Memperjuangkan keadilan sosial. Untuk pertama kalinya (boleh disebut demikian) sinode para uskup menaruh perhatian pada soal-soal yang berkaitan dengan keadilan. kehidupan politik. protes melawan perang Vietnam. Asia. ideologi. urbanisasi dan konsekuensi-konsekuensinya. Tahun 1971 CONVENIENTES EX UNIVERSO (BERHIMPUN DARI SELURUH DUNIA) atau lebih tepat dikenal: JUSTICIA IN MUNDO (JUSTICE IN THE WORLD) Sinode para Uskup di dunia Dunia sedang berhadapan dengan problem keadilan.

indi-ference. Konteks Zaman: EN dimaksudkan untuk memperingati Konsili Vatikan ke-10. menyentuh hati manusia. Gagasan dasarnya: manusia ditebus oleh Kristus dalam situasi hidupnya secara konkret. Tetapi. Dunia sangat haus akan keadilan dan perdamaian. Tema-Tema Pokok: EN (Evangelii Nuntiandi) mengajukan tema-tema problem kultural sekularisme ateistis. nafsu untuk mendo-minasi. Hal baru dalam dokumen ini ialah bahwa pewartaan Kabar Gembira sekaligus harus membebaskan pula. lukisan tentang penebusan umat manusia oleh Yesus Kristus sebagai penebusan yang menyeluruh memungkinkan beberapa gagasan ensiklik ini bersinggungan dengan tema-tema keadilan sosial. Pengaruh dari Pertemuan Medellin (di Kolumbia) tahun 1968 sangat besar. diskriminasi. Tahun 1979 REDEMPTOR HOMINIS (SANG PENEBUS MANUSIA) Ensiklik Yohanes Paulus II (Ensiklik-nya yang pertama) Sebenarnya Ensiklik ini tidak dikategorikan sebagai Ensiklik Ajaran Sosial Gereja. Gereja melanjutkannya. pengedepanan kenikmatan dalam gaya hidup. dalam hidup .Terminologi kunci yang dibicarakan adalah “oppression” dan “liberation”. konsumerisme. Yaitu. Konteks Zaman: Konteks peristiwa dunia masih berada pada dokumen di atasnya. tetapi mengapa Gereja dewasa ini menjumpai hidup manusia yang tidak disentuh oleh Sabda Tuhan (melalui pewartaan Gereja)? (2) Dalam arti apakah kekuatan evangelisasi sungguh-sungguh mampu mengubah manusia abad ke-20 ini? (3) Metode-metode apakah yang harus diterapkan agar kekuatan Sabda sungguh menemukan efeknya? Tuhan Yesus mewartakan keselamatan sekaligus pewartaan pembebasan. Ada tiga pertanyaan dasar: (1) Sabda Tuhan itu berdaya. Tahun 1975 EVANGELII NUNTIANDI (EVANGELISASI DI DUNIA MODERN) Anjuran apostolik Paus Paulus VI Arah dasarnya: agar Gereja dalam pewartaannya dapat menyentuh manusia pada abad ke duapuluh.

sekaligus berhak untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya. memang Ensiklik ini dimaksudkan untuk memperingati 90 tahun Rerum Novarum.situasi di dunia modern. semua orang berhak atas kerja. untuk membuat agar hidup keluarga bahagia dan berkecukupan. Hak-hak asasi manusia dengan sendirinya juga didiskusikan. Tahun 1979 LABOREM EXCERCENS (KERJA MANUSIA) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II “Kerja” merupakan tema sentral hidup manusia. kemajuan dan akibat-akibatnya. Tahun 1987 SOLLICITUDO REI SOCIALIS (KEPRIHATINAN SOSIAL) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II . Disinggung mengenai konsekuensi kemajuan dan segala macam akibat yang ditimbulkan. Para pekerja migrant (tenaga asing) sangat mudah diperas dan mendapat perlakuan tidak adil. Kerja dan manusia. perlunya jaminan keselamatan / kesehatan dalam kerja. Manusia cuma sebagai instrumen penghasil kemajuan dan perkembangan. Manusia berhak bekerja untuk kelangsungan hidupnya. Konteks Zaman: Merupakan Ensiklik pertama dari kepausan Bapa Suci Yohanes Paulus II. termasuk di dalamnya yang cacat. Tema-Tema Pokok: Misteri penebusan manusia di zaman modern. manusia berhak atas pencarian kerja yang lebih baik di mana pun. sekaligus berhak upah yang adil dan wajar. Tema-Tema Pokok: Sebagian besar isinya ialah tentang keadilan kerja. harkat dan martabat manusia menemukan pencetusan keluhurannya. Konteks Zaman: Dalam periode zaman ini dirasakan sangat besar jumlah pengangguran. Ensiklik ini mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme sekaligus sebagai yang memperlakukan manusia sebagai alat produktivitas. Hanya dengan kerja. misi Gereja untuk menjawab persoalan zaman ini. Manusia berhak kerja. Misi Gereja dan tujuan hidup manusia. juga di negeri orang. yang sudah dikatakan dalam Rerum Novarum.

Populorum Progressio. Dokumen ini memiliki jalan pikiran yang kurang lebih sama. Perkembangan baru berupa jatuhnya komunisme dan sosialisme marxisme di wilayah Timur (Eropa Timur) menandai suatu periode baru yang harus disimak secara lebih teliti. Martabat dan tanggung jawab pribadi manusia seakan-akan disepelekan. Jatuhnya sosialisme marxisme tidak berarti kapitalisme dan liberalisme menemukan pembenarannya. Jurang antara wilayah / negara-negara Selatan (miskin) dan Utara (kaya) luar biasa besarnya. antara kapitalisme dan komunisme. Soviet menginvasi Afganistan dan setahun kemudian menarik diri dari Afganistan. Perkembangan yang mengedepankan eksplorasi kebebasan akan memicu ketidakadilan yang sangat besar. Tema-Tema Pokok: . Tahun 1991 CENTESIMUS ANNUS (TAHUN KE SERATUS) Ensiklik Yohanes Paulus II Menandai ulang tahun Rerum Novarum yang ke-100. Centesimus Annus mengurus pula soal-soal lingkungan hidup yang menjadi permasalahan menyolok pada zaman ini. dan berbagai ketegangan yang dimunculkan oleh persaingan ideologis yang hebat. Negara-negara Barat semakin membabi buta dalam eksplorasi kemajuan. pemandangan secara teliti sumbangsih Ensiklik yang diperingati. Di lain pihak. Persoalannya semakin rumit manakala dirasakan semakin hebatnya pertentangan ideologis antara Barat dan Timur. Konteks Zaman: Perang berkecamuk seputar ideologi pada zaman ini. Persaingan ini semakin memblokir kerjasama dan solidaritas kepada yang miskin. digambarkan pula panorama zaman ini dengan segala kemajuannya. kapitalisme bukanlah pilihan yang tepat pula. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini mengajukan makna baru tentang pengertian “the structures of sin”. paradigma yang ditampilkan dalam Rerum Novarum untuk menyimak dunia saat ini. Perkembangan dan kemajuan sering kali sekaligus pemiskinan pada wilayah lain. Konsumerisme dan “dosa struktural” makin mendominasi hidup manusia. Kesalahan fundamental dari sosialisme ialah tiadanya dasar yang lebih manusiawi atas perkembangan. Sementara negara-negara miskin semakin terpuruk oleh kemiskinannya.Ensiklik ini merupakan ulang tahun ke-20 dari Ensiklik Populorum Progressio. tinjauan teologis masalah-masalah modern.

Memang ada sekian “hal-hal baru” yang pantas disimak 2002 The Participation of Catholics in Political life Dokumen yang dikeluarkan oleh Kongregasi Suci untuk Ajaran Iman. Politik bukanlah lapangan kotor. . melainkan lapangan kehidupan yang harus ditata dengan baik. Konteks Zaman: Jatuhnya komunisme di Eropa Timur yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin. Tantangan perkembangan dan kemajuan demikian besar. soal lingkungan hidup.Skema jalan pikiran Ensiklik ini serupa dengan dokumen-dokumen sebelumnya: pertama-tama dibicarakan dulu mengenai Rerum Novarum yang diperingati. Ensiklik Centesimus Annus membahas “hal-hal baru zaman sekarang”. manusia ialah jalan bagi Gereja. soal-soal yang menyangkut kebebasan beragama dan kebebasan berkembang dalam budayanya juga menjadi perkara yang dominan pada periode sekarang ini. berikutnya dengan menyimak pola Rerum Novarum. negara dan kebudayaan. diajukan pula catatan “tahun 1989” (adalah tahun jatuhnya tembok Berlin). prinsip harta benda dunia diperuntukkan bagi semua orang. Konteks Zaman: Zaman ini mengukir soal-soal yang sangat menyolok: hidup manusia ditentukan oleh realitas tata politik. Umat Katolik tidak boleh pasif. Nelson Mandela – sang figur penentang diskriminasi – bebas dari penjara (1990). umat Katolik diminta memiliki kesadaran-kesadaran tanggung jawab dan partisipasi untuk memajukan kehidupan bersama dalam soal-soal politik. aneka persoalan kemunduran sosial seringkali ditandai dengan kebangkrutan politik dalam hidup bersama. Dokumen ini merupakan garis bawah pentingnya partisipasi umat Katolik pada kehidupan politik. Tema-Tema Pokok: Seputar kehidupan politik dan pentingnya partisipasi umat beriman Katolik untuk peduli dengan soal-soal politik.

Manusia tidak dapat dilenyapkan dalam penderitaan. Tindakan ini juga merupakan tindakan tidak menghormati hidup. perbudakan. mabuk-mabukan. tanpa proses peradilan. penderitaan termasuk dalam hidup manusia yang mempunyai nilai dan maknanya sendiri. Pembunuhan dan pembantaian manusia. Tidak jarang hal ini terjadi karena tindakan-tindakan main hakim sendiri. d. b.Menghargai Hidup I. terror mental. walaupun mungkin banyak orang yang tidak menyadarinya. Tergeletak mati seperti seekor anjing kurapan. nyawa manusia sering dinilai tidak lebih dari beberapa ratus rupiah atau bahkan semangkuk bakso. ancaman. Euthanasia Yaitu tindakan membebaskan seseorang dari penderitaan yang terlalu berat dengan menyebabkan seseorang penderita mati secara pelan-pelan dan tidak terasa. Tindakan-tindakan menghilangkan nyawa Ada gejala-gejala dalam masyarakat kita yang menunjukkan bahwa hidup/nyawa manusia kurang dihargai. c. Sering terjadi bahwa pembunuhan dan pembantaian manusia karena alasan yang sepele. Seperti kesenangan. Dan tidak jarang kaum muda terlibat didalamnya. diskriminasi rasial. Bahaya yangterbesar untuk kehidupan manusia adalah PERANG!!! e. Pengguguran kandungan (abortus) Melenyapkan benih hidup yang mulai tumbuh dalam kandungan termasuk pembunuhan. Gejala-gejala tidak menghormati hidup manusia itu muncul dalam berbagai bentuk antara lain sebagai berikut. Semua tindakan tersebut di atas menunjukkan bahwa manusia kurang menghormati hidup sendiri dan hidup sesama manusia. Tindakan menekan kehidupan manusia Contoh: fitnah. Begitu saja orang dikeroyok atau ditembak mati secara misterius. narkotika. a. dsb. Tindakan yang membahayakan kehidupan manusia Contoh: Kebut-kebutan di jalan. . dsb.

yaitu tayangan media yang mempertontonkan kekerasan. "kejahatan yang dipelajari" adalah "dimana seseorang yang secara tidak sadar merekam kejadian-kejadian/tayangan didalam alam bawah sadar". penusukan. mutilasi. Seperti kita ketahui. Seorang ibu pernah menulis disurat pembaca dari Koran Kompas sbb: Dewasa ini beberapa stasiun televisi menyajikan tayangan kriminalitas dengan kemasan beranekaragam. Karena itu. dsb. percabulan. begitu ada pemicu/pendorong yang kuat atau pada saat seseorang kepepet dia akan melakukan hal itu tanpa harus berpikir rasional. Karena itu. Ironisnya. kekerasan seksual. Disini hanya akan dikemukakan satu alasan. Kenyataanya memang seolah berlomba mneyuguhkan kesadisan secara tidak sengaja.pengedaran dan pemakaian obat bius. . pembunuhan. Bangsa kita mempunyai animo besar terhadap suguhan-suguhan seperti itu. pembacokan. bunuh diri. Penonton dari usia balita sampai manula menjadi sangat terbiasa dengan kosa kata seperti jarah. Salah satu sebabnya mengapa dapat terjadi tindakan-tindakan tidak menghormati hidup? Tentu saja ada banyak alasannya.II.

Hak Asasi Manusia dalam Terang Ajaran Gereja Dari ajaran ini tampak pandangan Gereja tentang hak asasi.Hak-hak Ekonomi.Gereja dan Penegakan HAM A.Piagam PBB tentang HAM iii. Hak ini dimiliki seseorang sejak lahir karena diaseorang manusia.Pengertian Hak Asasi ManusiaHak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalamkandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan.Penggolongan HAM 1. C.Perjanjian Baru b. HAM berlaku secara universal. Contohnya. Sosial dan Budaya B.Kisah Martin Luther King Jr ii. konsep HAM mulai berkemband di tataraninternasional.Hak Asasi Manusia dalam Terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja: a.Perjanjian Lama ii. pangkat.Pada abad XIX dan dasawarsa awal abad XX.Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Tahun 1993mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan di Indonesia.Hak-hak sipil dan politik 2. b.HAM melekat dalam diri manusia. ciptaan Allah. hak hidup. hak mendapat perlindunganhukum.Gereja Berjuang menegakkan HAM di Dunia . Hak ini diberikan kepada seseorangkarena kedudukan. yaitu hak yang melekatpada diri manusia sebagai insane.Hak Asasi Manusia a.Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (declarationof Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. atau situasi.Piagam PBB tentang HAM dan Penggolongannya i. dan sebagainya.Hak Asasi dalam Terang Kitab Suc ii.Konsep HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia sebagai hak yang harusdihormati dan dilindungi.

Oscar Arnulfo Romero Tahun 1980.Tahun 1974 panitia kepausan Iustita et Pax menerbitkan kertas kerja “Gereja dan hak-hakasasi manusia”.Ensilik master et Magistra (1961) dan Pacem in Terris (1963) yang berbicaratentang hakasasi manusia.berulang kali berbicara tentang hak asasi manusia. sebagai Uskup di San Salvador berjuang membela orangtertindas dan ketidakadilan yang terjadi di San Salvador. yang secaraprinsipial harus ditekankan karena hak ini berdasarkan kodrat manusia sebagaimakhlukrasional dan bebas.Romo Gauthier melaporkan bahwa Gereja mengalami banyak tuduhan yang bermacam-macam: 1)Gereja dituduh campur tangan di bidang politik.Paus Yohanes Paulus II dalam sidang PBB berbicara tentang hak asasi manusia. 2)Gereja disusupi komunis yang mau ubah struktur. Paus Yohanes XXIII melihatnya sevagai langkah besar kedepan bagi dunia. b. Perjuangan Gerejan dalam menegakkan HAM di dunia dapat kita ketahui melalui kegiatannyayang nyata. OP dan Misionaris Jesuit berjuang membela hakkemanusiaan orang Indian terhadap kolonialis Spanyol. h. g. .Konsili Vatikan II (1962-1965) dalam onstitusi Gaudium et Spes dan Dignitatis Humanae. a.Komisi Teologi Internasional mengeluarkan sejumlah tesis mengenai martabak dan hak-hakpribadi manusia.Abad XVI Pastor Bartolome de Casas.Perjuangan Gereja di Malaysia dan Singapura tentang pelaksanaan ajaran sosial GerejaSollicitudo Rei Socialis. f.Gereja sebagai persekutuan umat Alaah menyambut baik Deklarasi PBB tentang HAM danmendukungnya dengan sepenuh hati. c. e. d. Bahkan Bruder Anthony Rogers mendekam dalamtahanan dan pemerintah Malaysia tetap percaya pada tuduhan tersebut. 3)Teologi pembebasan adalah alat para komunis untuk revolusi karena itu Gerejamenjdi unsure yang berbahaya. antara lain sebagai berikut.

c. Bentuk-bentuk ketidkadilan terhadap perempuan: 1)Kaum perempuan kurang mendapat tempat dan peran di lembaga-lembaganegara. Walaupunperkerjaanya sama. mungkin sejak sejarahawal umat manusia.D. 4)Perempuan sering dijadikan sumber devisa sebagai TKW. pangan. gaji atau upah bagiperempuansering lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. 2)Diskriminasi undang-undang atau peraturan terhadap perempuan. 3)Wanita karier sering harus berkerja rangkap.Pelanggaran Hak Asasi manusia di Indonesia dan Penyebabnya a. Berikut adalah usaha-usaha untuk menegakkan HAM di Indonesia 1. lebih-lebih di perusahaan-perusahaan. di tempat kerja dan di rumah.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Perempuan Perendahan martabat kaum perempuan sudah berlangsung lama. Kaum perempuan senantiasa diposisikan lebih rendah.Pelanggaran Hak Asasi di Indonesia Pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia sudah berlangsung lama. . karena posisi ini mengkondisikan ketidakberdayaan perempuan. b.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Miskin Kata “miskin” biasanya diartikan dalam pengertian ekonomis. Misalnya. yakni sejak zamanfeudal. Posisi lebih rendah (subordinat) inilah yang menjadi sumber perlakuam tidak adilterhadal perempuan. seperti lembaga eksekutif dan legilatif. dan papan. dan masuhdisambung dengan zaman demokrasi terpimpin dan Orde Baru.Gereja Berjuang Menegakkan HAM di Indonesia Jika HAM itu harus ditegakkan berarti ada pelanggaran tentang hak asasi tersebut. yaitu orang yang hiduptidak layak dalam hal sandang. kemudian zaman colonial Belanda dan pendudukan Jepang. tetapi sering tanpaperlindungan hukum.

Gereja. . c. 2. di antaranyapemerintah. entah yangbersifat sosial atau kebudayaan.5)Perempuan (dan anak-anak) sering diperdagangkan dan dijadikan wanitapenghibur/pelacur. Usaha Menegakkan HAM di Indonesia Berbagai pihak sudah berusaha untuk menegakkan HAM di Indonesia.Pemerintah. Komisi untukorang hilang dan korban tindah kekerasan (Kontras).misalnya: a)Komisi Keadilan dan Perdamaian. keadaan sosial. c)Komisi Hubungan Antara Agama. a. Gereja dengan berbagai cara telah memperjuangkan nasib orang-orang miskin. bahasa ataupun agama karena berlawanan dengan maksud dankehendak Allah KWI(Konferensi Waligereja Indonesia dan hampir semua keuskupan membentuklembaga yang antara lain memperjuangkan hak asasi manusia dari rakyat kecil itu.suku. Salah satu bentuk pelanggarang yang mengerikan adalah kekerasan terhadap kaumperempuan.Penyebab Utama terjadimya pelanggaran HAM Terjadinya ketidakadilan dan pelanggaran HAM sering disebabkan oleh strukturkemasyarakatan yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dan uang. dan lain-lin sering mandeg sebabmereka sering dihadang oleh system dan struktur politik.Banyak lembaga swasta lain seperti: Indonesia Corruption Watch (ICW). dan budaya yangada. Sepanjang sejarahnya. Komnas HAM. warna kulit. entah yang didasarkan pada jenis kelamin. b)Komisi Migran. Gereja.Komnas HAM Komnas HAM sudah dibentuk sejak rezim orde baru. walaupun tidak selalu tepat dalam cara dan waktunya. b. ekonomi. dan berbagai pihak lain. d.Gereja mendesak diatasinya dan dihapuskannya setiap bentuk diskriminasi.

Ada dua elemen penting yang diperlukan untuk memahami agama samawi. yaitu hubunganantarmanusia dan hubungan manusia dengan Allah . dan sebagainya 3.d)Jaringan Mitra Perempuan. e)Crisis Center. Panggilan Profetis Gereja untuk Menegakkan HAM Perjuangan untuk menegakkan HAM sangat dekat dengan perjuang Yesus Kristus.