P. 1
Ajaran Sosial Gereja

Ajaran Sosial Gereja

|Views: 545|Likes:
Published by Leo Anan

More info:

Published by: Leo Anan on Aug 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

AJARAN SOSIAL GEREJA Ajaran Sosial Gereja (biasa disingkat ASG), adalah kumpulan dokumen-dokumen resmi Gereja

Katolik, seputar perhatiannya kepada masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya. Gereja sedari dulu tidak ingin menjadi menara gading yang berdiri kokoh, namun lingkungan sekitarnya terabaikan dan tertindas. Baiklah kiranya jika kita lebih mengenal sedikit saja tentang ajaran-ajaran itu; sehingga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata kita sekarang. Ada 13 dokumen yang dapat dikategorikan sebagai ASG : 1. Rerum Novarum, "Keadaan Buruh", 1891, Paus Leo XIII 2. Quadragesimo Anno, "Empat Puluh Tahun Kemudian", 1931, Paus Pius XI 3. Mater et Magistra, "Kekristenan dan Kemajuan Sosial", 1961, Paus Yohanes XXIII 4. Pacem in Terris, "Perdamaian Dunia", 1963, Paus Yohanes XXIII 5. Gaudium et Spes,"Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern",1965, Konsili Vatikan II 6. Dignitatis Humanae, "Deklarasi tentang Kebebasan Beragama", 1965, Konsili Vatikan II 7. Populorum Progressio, "Tentang Kemajuan Bangsa", 1967, Paus Paulus VI 8. Octogesima Adveniens, "Panggilan untuk bertindak, dalam rangka Memperingati ulang tahun ke-80 Rerum Novarum, 1971, Paus Paulus VI 9. Iustitia in Mundo, "Keadilan di Dunia", 1971, Sinode Uskup di Roma 10. Evangelii Nuntiandi, "Penginjilan dalam dunia modern", 1975, Paus Paulus VI 11. Laborem Excersens, "Tentang Kerja Manusia", 1981, Paus Yohanes Paulus II 12. Solicitudo rei socialis, "Tentang Keprihatinan Sosial", 1987, Paus Yohanes Paulus II 13. Centesimus Annus, "Pada peringatan Ulang Tahun ke-100 Rerum Novarum", 1991, Paus Yohanes Paulus II

Diperkenalkan dan ditekankan terminologi yang . Menaruh fokus keprihatinan pada kondisi kerja pada waktu itu. Jatuh dalam kemiskinan struktural yang luar biasa. hak-hak buruh. kesejahteraan umum. persaudaraan antara yang kaya dan miskin untuk melawan kemiskinan (melawan gagasan dialektis Marxis). Dalam RN hak-hak buruh dibahas dan dibela. Tetapi. Konteks Zaman: Revolusi industri. Mereka diperas. soal pemogokan. jurang kaya miskin yang luar biasa. pertanian. Tema-Tema Pokok: Promosi martabat manusia lewat keadilan upah pekerja.” Nama Ensiklik ini (40 tahun) dimaksudkan untuk memperingati Ensiklik Rerum Novarum. hak-hak negara untuk campur tangan (melawan gagasan komunisme). kemiskinan yang hebat pada kaum pekerja/buruh. Tampilnya masyarakat terindustrialisasi mengubah pola lama hidup bersama. Ensiklik RN merupakan ensiklik pertama yang menaruh perhatian pada masalah-masalah sosial secara sistematis dan dalam jalan pikiran yang berangkat dari prinsip keadilan universal. Tetapi pada zaman ini memang ada kebutuhan sangat hebat untuk menata kehidupan sosial bangsa manusia. Dan tidak mendapat keadilan dalam upah dan perlakuan. Pokok-pokok pemikiran RN menampilkan tanggapan Gereja atas isu-isu keadilan dan pembelaan atas martabat manusia (kaum buruh). konsep keadilan dalam konteks pengertian hukum kodrat. hak milik pribadi (melawan gagasan Marxis-komunis). dan tugas Gereja dalam membangun keadilan sosial. hak membentuk serikat kerja. para buruh mendapat perlakuan buruk. dan tentu saja juga nasib para buruhnya. Tahun 1931 QUADRAGESIMO ANNO (SESUDAH 40 THN) Ensiklik Paus Pius XI QA (Quadragesimo Anno) memiliki judul maksud “Rekonstruksi Tatanan Sosial. tiadanya perlindungan pekerja oleh otoritas publik dan pemilik modal.Dokumen Ajaran Sosial Gereja Tahun 1891 RERUM NOVARUM (KONDISI KERJA) Ensiklik Paus Leo XIII RN (Rerum Novarum) merupakan Ensiklik pertama ajaran sosial Gereja.

Ada jurang sangat hebat antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin. Konteks Zaman: Depresi ekonomi sangat hebat terjadi tahun 1929 menggoyang dunia. maka pada bagian awal Mater et Magistra diingat sekali lagi semangat RN dan QA. membeberkan akar-akar kekacau-annya sekaligus menawarkan solusi pembenahan tata sosial hidup bersama. apa yang bisa dikerjakan oleh tingkat bawah. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini masih berkaitan dengan peringatan RN. persoalan menjadi makin rumit menyusul perlombaan senjata nuklir. atau pemilik modal dan kaum buruh. sambil mengenang Ensklik RN. langkah-langkah Gereja dalam mengatasi kemiskinan struktural. bangkitnya ideologi-ideologi. Di lain pihak. Gereja Katolik didesak untuk berpartisipasi secara aktif dalam memajukan tata dunia yang adil. Di Eropa bermunculan diktator. pembahasan sosialisme dan tentu saja kapitalisme. Dalam Ensiklik ini diajukan pula “jalan pikiran” Ajaran Sosial Gereja: see. Afrika. otoritas di atasnya tidak perlu ikut campur). Disadari isu-isu baru dalam . melainkan sudah menyentuh masalah internasional. persaingan eksplorasi ruang angkasa. Kemiskinan di Asia. soal modal dan kerja. soal hak-hak pribadi dan kepemilikan bersama. kebalikannya demokrasi merosot di mana-mana. Untuk pertama kalinya isu “internasional” dalam hal keadilan menjadi tema ajaran sosial Gereja. Dalam banyak hal QA masih melanjutkan RN mengenai soal-soal “dialog”nya dengan perkembangan masyarakat. prinsip-prinsip pemulihan ekonomi dan tatanan sosial. Menolak solusi komunisme yang menghilangkan hak-hak pribadi. yaitu “subsidiaritas” (maksudnya. prinsip-prinsip bagi hasil yang adil. upah adil. Tahun 1961 MATER ET MAGISTRA (KRISTIANITAS DAN KEMAJUAN SOSIAL) Ensiklik Yohanes XXIII Masalah-masalah sosial yang diprihatini oleh Ensiklik ini khas pada zaman ini. Tetapi juga sekaligus mengkritik persaingan kapitalisme sebagai yang akan menghancurkan dirinya sendiri Tema-Tema Pokok: QA bermaksud menggugat kebijakan-kebijakan ekonomi zaman itu. Soal jurang kaya miskin tidak hanya disimak dari sekedar urusan pengusaha dan pekerja. judge. dan Latin Amerika adalah produk dari sistem tata dunia yang tidak adil. and act.sangat penting dalam Ajaran Sosial Gereja.

komitmen Gereja terhadap perdamaian dunia. politik dan ekonomi. maraknya problem sosial dalam skala luas dunia. soal kaum petani. peranan negara dalam kemajuan ekonomi. Tema-Tema Pokok: Tata dunia. soal pertambahan penduduk. bantuan internasional. hubungan internasional antarbangsa. partisipasi kaum buruh. struktur negara (bagaimana diatur). bagaimana ekonomi ditata seimbang. Konteks Zaman: Perang dingin antara Barat dan Blok Timur. (2) antara masyarakat dan negara. Bilamana terjadi perdamaian? Bila ada rincian tatanan yang adil dengan mengedepankan hak-hak manusiawi dan keluhuran martabatnya. (3) antarnegara. Yang dimaksudkan dengan tatanan hidup ialah tatanan relasi (1) antarmasyarakat. yang menjadi isu sentral pada dekade enam puluhan. Ensiklik menyerukan dihentikannya perang dan perlombaan senjata serta pentingnya memperkokoh hubungan internasional lewat lembaga yang sudah dibentuk: PBB. Konteks Zaman: Kemiskinan luar biasa di negara-negara selatan.perkembangan terakhir di bidang sosial. tata negara. kerjasama internasional. Tahun 1963 PACEM IN TERRIS (DAMAI DI BUMI) Ensiklik Paus Yohanes XIII Pacem in Terris menggagas perdamaian. pendirian Tembok Berlin yang memisahkan antara Jerman Barat dan Timur simbol pemisahan bangsa manusia (Agustus 1961). soal krisis Misile Cuba (1962) Tahun 1965 GAUDIUM ET SPES (GEREJA DI DUNIA MODERN) Dokumen Konstitusi Pastoral Konsili Vatikan II Konsili Vatikan II merupakan tonggak pembaharuan hidup Gereja Katolik secara . Ensiklik ini memiliki muatan ajaran yang ditujukan tidak hanya bagi kalangan Gereja Katolik tetapi seluruh bangsa manusia pada umumnya. hak-hak warganegara. seruan agar dihentikannya perlombaan senjata. soal “Cold War” (perang dingin) oleh produksi senjata nuklir. ajaran sosial Gereja dan kepentingannya. (4) antara masyarakat dan negara-negara dalam level komunitas dunia. relasi antarwarga masyarakat dan negara. kerjasama antarnegara. Penekanan pondasi uraian pada gagasan hukum kodrat.

kehidupan sosial ekonomi dan perkembangan terakhirnya. keluarga. Gereja memandang bahwa kemajuan bangsa manusia tidak hanya dalam kaitannya dengan perkara-perkara ekonomi atau teknologi. aktivitas hidup manusia.menyeluruh. martabat pribadi manusia. Ada kesadaran kokoh dalam Gereja untuk berubah seiring dengan perubahan kehidupan manusia modern. seperti perkawinan. adalah kegembiraan dan harapan. ateisme sistematis dan ateisme praktis. Judul dokumen ini mengatakan suatu “perubahan eksternal” dari kebijakan hidup Gereja: Kegembiraan dan harapan. harta benda diperuntukkan bagi semua orang. beberapa masalah mendesak. pencegahan perang. negara-negara baru “bermunculan” (beroleh kemerdekaan) Tahun 1967 POPULORUM PROGRESSIO (KEMAJUAN BANGSA-BANGSA) Ensiklik Paus Paulus VI Perkembangan bangsa-bangsa merupakan tema pokok perhatian dari Ensiklik Ajaran Sosial. tetapi juga budaya (kultur). Soal-soal yang disentuh oleh GS dengan demikian berkisar tentang kemajuan manusia di dunia modern. hubungan timbal balik antara Gereja dan dunia. Tema-Tema Pokok: Penjelasan tentang perubahan. Kardinal Joseph Suenens (dari Belgia) berkata bahwa pembaharuan Konsili Vatikan II tidak hanya mencakup bidang liturgis saja. terutama kaum miskin dan yang menderita. kerjasama internasional. cinta kasih suami isteri. GS (Gaudium et Spes) menaruh keprihatinan secara luas pada tema hubungan Gereja dan Dunia modern. Relasi antara Gereja dan sejarah perkembangan manusia di dunia modern dibahas dalam suatu cara yang lebih gamblang. GS membuka cakrawala baru dengan mengajukan perlunya “membaca tanda-tanda zaman” (signs of the times). perdamaian dan persekutuan bangsa-bangsa. keluarga. Konteks Zaman: Perang dingin masih tetap berlangsung. Di lain pihak tetap diangkat ke permukaan soal jurang yang tetap lebar antara si kaya dan si miskin. pendidikan kristiani. Kemajuan bangsa manusia masih tetap dan bahkan memiliki imbas . melainkan juga hidup Gereja di dunia modern secara kurang lebih menyeluruh. kesuburan perkawinan. duka dan kecemasan manusia-manusia zaman ini. kebudayaan dan iman. Di lain pihak. menyentuh nilai perkawinan.perubahan dalam tata hidup masyarakat zaman ini. dan tata hidup masyarakat pada umumnya. duka dan kecemasan para murid Kristus juga.

kepada situasi yang sangat runyam. Paulus VI menyerukan kepada segenap anggota Gereja dan bangsa manusia untuk bertindak memerangi kemiskinan. kelompok masyarakat yang tinggal di pinggiran kota. Tema-Tema Pokok: Perkembangan bangsa manusia zaman ini. malah kebalikannya. Soal-soal yang berkaitan dengan urbanisasi dipandang menjadi salah satu sebab lahirnya “kemiskinan baru”. dst. pada saat yang sama terjadi ancaman proses marginalisasi (pemiskinan).pemiskinan pada sebagian besar bangsa-bangsa. sex. dukungan organisasi internasional. Isu marginalisasi kaum miskin mendapat tekanan dalam dokumen ini. banyak negara baru bermunculan di Afrika. seperti orang tua. Soal-soal yang berkaitan dengan perdagangan (pasar) yang adil juga mendapat sorotan yang tajam. maksudnya: surat apostolik ini dimaksudkan untuk manandai usia Rerum Novarum yang ke-80 tahun. teristimewa negara-negara yang sedang berkembang. kemajuan diperlukan bagi perdamaian. asal usul. Diajukan ke permukaan pula masalahmasalah diskriminasi warna kulit. kerjasama antarbangsa-bangsa. Konteks Zaman: Tahun enampuluhan memang tahun perkembangan bangsa-bangsa. Revolusi di berbagai tempat di belahan dunia kerap kali tidak membawa bangsa manusia kepada kondisi yang lebih baik. Kekayaan dari sebagian negaranegara maju harus dibagi untuk memajukan negara-negara yang miskin. Ensiklik ini menaruh perhatian secara khusus pada perkembangan masyarakat dunia. terjadi perang di Vietnam yang sangat brutal. Tahun 1971 OCTOGESIMA ADVENIENS (PANGGILAN UNTUK BERTINDAK) Surat Apostolik Paus Paulus VI Arti “Octogesima” adalah yang ke-80. kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Gereja mendorong umatnya untuk bertindak ambil bagian secara aktif dalam masalah-masalah politik . cacat. tetapi juga sekaligus perang ideologis dan antarkepentingan kelompok manusia luar biasa ramainya. seperti badanbadan dunia yang mengurus bantuan keuangan dan pangan. budaya. agama. di Indonesia sendiri terjadi perang ideologis (Marxis-komunis dan militer). Diajukan pula refleksi teologis perkembangan / kemajuan yang membebaskan dari ketidakadilan dan pemiskinan.

Para uskup berhimpun dan bersidang serta menelorkan keprihatinan tentang keadilan dalam tata dunia. hak-hak manusiawi. soalsoal yang berhubungan dengan keadilan dan perdamaian: hak asasi manusia. di Amerika aksi Martin Luther King untuk perjuangan hak-hak asasi marak dan menjadi perhatian dunia. urbanisasi dan konsekuensi-konsekuensinya. soal diskriminasi. Asia. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari Gereja-Gereja di Afrika. menyimak sekali lagi daya tarik sosialisme. Tahun 1971 CONVENIENTES EX UNIVERSO (BERHIMPUN DARI SELURUH DUNIA) atau lebih tepat dikenal: JUSTICIA IN MUNDO (JUSTICE IN THE WORLD) Sinode para Uskup di dunia Dunia sedang berhadapan dengan problem keadilan. dan Latin Amerika. Tema-Tema Pokok: Soal kepastian dan ketidakpastian fenomen kemajuan bangsa manusia zaman ini berkaitan dengan keadilan. kehadiran Gereja di tengah kaum miskin. ideologi. soal kapitalisme. panggilan kristiani untuk bertindak memberi kesaksian hidup dan partisipasi aktif dalam hidup politik.dan mendesak untuk memperjuangkan nilai-nilai / semangat injili. protes melawan perang Vietnam. Misi Kristus dalam mewartakan datangnya Kerajaan Allah mencakup pula datangnya keadilan. tidaklah integral. Tema-Tema Pokok: Misi Gereja dan keadilan merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan. keadilan dan liturgi. Konteks Zaman: Dunia mengalami resesi ekonomi dengan korban mereka yang miskin. Memperjuangkan keadilan sosial. Keadilan merupakan dimensi konstitutif pewartaan Injil. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan perjuangan keadilan. . Untuk pertama kalinya (boleh disebut demikian) sinode para uskup menaruh perhatian pada soal-soal yang berkaitan dengan keadilan. keadilan dalam Gereja. Secara khusus pengaruh pembahasan tema “Liberation” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia). kehidupan politik.

Tahun 1979 REDEMPTOR HOMINIS (SANG PENEBUS MANUSIA) Ensiklik Yohanes Paulus II (Ensiklik-nya yang pertama) Sebenarnya Ensiklik ini tidak dikategorikan sebagai Ensiklik Ajaran Sosial Gereja. konsumerisme. tetapi mengapa Gereja dewasa ini menjumpai hidup manusia yang tidak disentuh oleh Sabda Tuhan (melalui pewartaan Gereja)? (2) Dalam arti apakah kekuatan evangelisasi sungguh-sungguh mampu mengubah manusia abad ke-20 ini? (3) Metode-metode apakah yang harus diterapkan agar kekuatan Sabda sungguh menemukan efeknya? Tuhan Yesus mewartakan keselamatan sekaligus pewartaan pembebasan. pengedepanan kenikmatan dalam gaya hidup. Konteks Zaman: EN dimaksudkan untuk memperingati Konsili Vatikan ke-10. Gagasan dasarnya: manusia ditebus oleh Kristus dalam situasi hidupnya secara konkret. menyentuh hati manusia. diskriminasi. dalam hidup .Terminologi kunci yang dibicarakan adalah “oppression” dan “liberation”. lukisan tentang penebusan umat manusia oleh Yesus Kristus sebagai penebusan yang menyeluruh memungkinkan beberapa gagasan ensiklik ini bersinggungan dengan tema-tema keadilan sosial. Tema-Tema Pokok: EN (Evangelii Nuntiandi) mengajukan tema-tema problem kultural sekularisme ateistis. Tetapi. Yaitu. Pengaruh dari Pertemuan Medellin (di Kolumbia) tahun 1968 sangat besar. Gereja melanjutkannya. Hal baru dalam dokumen ini ialah bahwa pewartaan Kabar Gembira sekaligus harus membebaskan pula. Dunia sangat haus akan keadilan dan perdamaian. Tahun 1975 EVANGELII NUNTIANDI (EVANGELISASI DI DUNIA MODERN) Anjuran apostolik Paus Paulus VI Arah dasarnya: agar Gereja dalam pewartaannya dapat menyentuh manusia pada abad ke duapuluh. indi-ference. nafsu untuk mendo-minasi. Konteks Zaman: Konteks peristiwa dunia masih berada pada dokumen di atasnya. Ada tiga pertanyaan dasar: (1) Sabda Tuhan itu berdaya.

Manusia berhak kerja. semua orang berhak atas kerja. perlunya jaminan keselamatan / kesehatan dalam kerja. juga di negeri orang. Tahun 1979 LABOREM EXCERCENS (KERJA MANUSIA) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II “Kerja” merupakan tema sentral hidup manusia. Tema-Tema Pokok: Sebagian besar isinya ialah tentang keadilan kerja. Tahun 1987 SOLLICITUDO REI SOCIALIS (KEPRIHATINAN SOSIAL) Ensiklik Paus Yohanes Paulus II . yang sudah dikatakan dalam Rerum Novarum. Para pekerja migrant (tenaga asing) sangat mudah diperas dan mendapat perlakuan tidak adil. Hak-hak asasi manusia dengan sendirinya juga didiskusikan. Disinggung mengenai konsekuensi kemajuan dan segala macam akibat yang ditimbulkan. Kerja dan manusia. Konteks Zaman: Dalam periode zaman ini dirasakan sangat besar jumlah pengangguran. termasuk di dalamnya yang cacat. sekaligus berhak untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya. kemajuan dan akibat-akibatnya. Manusia cuma sebagai instrumen penghasil kemajuan dan perkembangan.situasi di dunia modern. Manusia berhak bekerja untuk kelangsungan hidupnya. sekaligus berhak upah yang adil dan wajar. Misi Gereja dan tujuan hidup manusia. untuk membuat agar hidup keluarga bahagia dan berkecukupan. Konteks Zaman: Merupakan Ensiklik pertama dari kepausan Bapa Suci Yohanes Paulus II. harkat dan martabat manusia menemukan pencetusan keluhurannya. misi Gereja untuk menjawab persoalan zaman ini. Ensiklik ini mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme sekaligus sebagai yang memperlakukan manusia sebagai alat produktivitas. Hanya dengan kerja. manusia berhak atas pencarian kerja yang lebih baik di mana pun. memang Ensiklik ini dimaksudkan untuk memperingati 90 tahun Rerum Novarum. Tema-Tema Pokok: Misteri penebusan manusia di zaman modern.

Dokumen ini memiliki jalan pikiran yang kurang lebih sama. Perkembangan dan kemajuan sering kali sekaligus pemiskinan pada wilayah lain. Kesalahan fundamental dari sosialisme ialah tiadanya dasar yang lebih manusiawi atas perkembangan. kapitalisme bukanlah pilihan yang tepat pula.Ensiklik ini merupakan ulang tahun ke-20 dari Ensiklik Populorum Progressio. Tema-Tema Pokok: . Konteks Zaman: Perang berkecamuk seputar ideologi pada zaman ini. antara kapitalisme dan komunisme. Konsumerisme dan “dosa struktural” makin mendominasi hidup manusia. Persoalannya semakin rumit manakala dirasakan semakin hebatnya pertentangan ideologis antara Barat dan Timur. paradigma yang ditampilkan dalam Rerum Novarum untuk menyimak dunia saat ini. Tema-Tema Pokok: Ensiklik ini mengajukan makna baru tentang pengertian “the structures of sin”. Sementara negara-negara miskin semakin terpuruk oleh kemiskinannya. Jatuhnya sosialisme marxisme tidak berarti kapitalisme dan liberalisme menemukan pembenarannya. pemandangan secara teliti sumbangsih Ensiklik yang diperingati. Di lain pihak. digambarkan pula panorama zaman ini dengan segala kemajuannya. Perkembangan yang mengedepankan eksplorasi kebebasan akan memicu ketidakadilan yang sangat besar. dan berbagai ketegangan yang dimunculkan oleh persaingan ideologis yang hebat. Perkembangan baru berupa jatuhnya komunisme dan sosialisme marxisme di wilayah Timur (Eropa Timur) menandai suatu periode baru yang harus disimak secara lebih teliti. Martabat dan tanggung jawab pribadi manusia seakan-akan disepelekan. Tahun 1991 CENTESIMUS ANNUS (TAHUN KE SERATUS) Ensiklik Yohanes Paulus II Menandai ulang tahun Rerum Novarum yang ke-100. Jurang antara wilayah / negara-negara Selatan (miskin) dan Utara (kaya) luar biasa besarnya. Centesimus Annus mengurus pula soal-soal lingkungan hidup yang menjadi permasalahan menyolok pada zaman ini. Negara-negara Barat semakin membabi buta dalam eksplorasi kemajuan. Soviet menginvasi Afganistan dan setahun kemudian menarik diri dari Afganistan. Populorum Progressio. tinjauan teologis masalah-masalah modern. Persaingan ini semakin memblokir kerjasama dan solidaritas kepada yang miskin.

negara dan kebudayaan.Skema jalan pikiran Ensiklik ini serupa dengan dokumen-dokumen sebelumnya: pertama-tama dibicarakan dulu mengenai Rerum Novarum yang diperingati. Tema-Tema Pokok: Seputar kehidupan politik dan pentingnya partisipasi umat beriman Katolik untuk peduli dengan soal-soal politik. Nelson Mandela – sang figur penentang diskriminasi – bebas dari penjara (1990). manusia ialah jalan bagi Gereja. soal lingkungan hidup. diajukan pula catatan “tahun 1989” (adalah tahun jatuhnya tembok Berlin). prinsip harta benda dunia diperuntukkan bagi semua orang. umat Katolik diminta memiliki kesadaran-kesadaran tanggung jawab dan partisipasi untuk memajukan kehidupan bersama dalam soal-soal politik. Umat Katolik tidak boleh pasif. berikutnya dengan menyimak pola Rerum Novarum. Konteks Zaman: Jatuhnya komunisme di Eropa Timur yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin. Konteks Zaman: Zaman ini mengukir soal-soal yang sangat menyolok: hidup manusia ditentukan oleh realitas tata politik. Tantangan perkembangan dan kemajuan demikian besar. Memang ada sekian “hal-hal baru” yang pantas disimak 2002 The Participation of Catholics in Political life Dokumen yang dikeluarkan oleh Kongregasi Suci untuk Ajaran Iman. soal-soal yang menyangkut kebebasan beragama dan kebebasan berkembang dalam budayanya juga menjadi perkara yang dominan pada periode sekarang ini. Dokumen ini merupakan garis bawah pentingnya partisipasi umat Katolik pada kehidupan politik. aneka persoalan kemunduran sosial seringkali ditandai dengan kebangkrutan politik dalam hidup bersama. Ensiklik Centesimus Annus membahas “hal-hal baru zaman sekarang”. . melainkan lapangan kehidupan yang harus ditata dengan baik. Politik bukanlah lapangan kotor.

Tidak jarang hal ini terjadi karena tindakan-tindakan main hakim sendiri. mabuk-mabukan. b. Pembunuhan dan pembantaian manusia. dsb. ancaman.Menghargai Hidup I. d. a. Sering terjadi bahwa pembunuhan dan pembantaian manusia karena alasan yang sepele. Tergeletak mati seperti seekor anjing kurapan. Pengguguran kandungan (abortus) Melenyapkan benih hidup yang mulai tumbuh dalam kandungan termasuk pembunuhan. Manusia tidak dapat dilenyapkan dalam penderitaan. Dan tidak jarang kaum muda terlibat didalamnya. Tindakan-tindakan menghilangkan nyawa Ada gejala-gejala dalam masyarakat kita yang menunjukkan bahwa hidup/nyawa manusia kurang dihargai. walaupun mungkin banyak orang yang tidak menyadarinya. perbudakan. Begitu saja orang dikeroyok atau ditembak mati secara misterius. c. . Tindakan ini juga merupakan tindakan tidak menghormati hidup. terror mental. tanpa proses peradilan. nyawa manusia sering dinilai tidak lebih dari beberapa ratus rupiah atau bahkan semangkuk bakso. Bahaya yangterbesar untuk kehidupan manusia adalah PERANG!!! e. Euthanasia Yaitu tindakan membebaskan seseorang dari penderitaan yang terlalu berat dengan menyebabkan seseorang penderita mati secara pelan-pelan dan tidak terasa. penderitaan termasuk dalam hidup manusia yang mempunyai nilai dan maknanya sendiri. diskriminasi rasial. Seperti kesenangan. dsb. Tindakan yang membahayakan kehidupan manusia Contoh: Kebut-kebutan di jalan. Semua tindakan tersebut di atas menunjukkan bahwa manusia kurang menghormati hidup sendiri dan hidup sesama manusia. Tindakan menekan kehidupan manusia Contoh: fitnah. Gejala-gejala tidak menghormati hidup manusia itu muncul dalam berbagai bentuk antara lain sebagai berikut. narkotika.

Seperti kita ketahui. Salah satu sebabnya mengapa dapat terjadi tindakan-tindakan tidak menghormati hidup? Tentu saja ada banyak alasannya. Penonton dari usia balita sampai manula menjadi sangat terbiasa dengan kosa kata seperti jarah. bunuh diri. Disini hanya akan dikemukakan satu alasan. Bangsa kita mempunyai animo besar terhadap suguhan-suguhan seperti itu. Seorang ibu pernah menulis disurat pembaca dari Koran Kompas sbb: Dewasa ini beberapa stasiun televisi menyajikan tayangan kriminalitas dengan kemasan beranekaragam.pengedaran dan pemakaian obat bius. Ironisnya. yaitu tayangan media yang mempertontonkan kekerasan. pembunuhan. penusukan. begitu ada pemicu/pendorong yang kuat atau pada saat seseorang kepepet dia akan melakukan hal itu tanpa harus berpikir rasional. percabulan. Karena itu. Karena itu. Kenyataanya memang seolah berlomba mneyuguhkan kesadisan secara tidak sengaja. pembacokan. dsb. "kejahatan yang dipelajari" adalah "dimana seseorang yang secara tidak sadar merekam kejadian-kejadian/tayangan didalam alam bawah sadar".II. kekerasan seksual. . mutilasi.

Gereja Berjuang menegakkan HAM di Dunia .Hak-hak Ekonomi. HAM berlaku secara universal. pangkat. Contohnya. C. yaitu hak yang melekatpada diri manusia sebagai insane. ciptaan Allah.Hak Asasi dalam Terang Kitab Suc ii. Hak ini diberikan kepada seseorangkarena kedudukan. Hak ini dimiliki seseorang sejak lahir karena diaseorang manusia.Perjanjian Baru b.Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (declarationof Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia. Sosial dan Budaya B.Hak-hak sipil dan politik 2.Hak Asasi Manusia dalam Terang Kitab Suci dan Ajaran Gereja: a.Penggolongan HAM 1.Pada abad XIX dan dasawarsa awal abad XX.Perjanjian Lama ii. hak mendapat perlindunganhukum. b.Hak Asasi Manusia a.Piagam PBB tentang HAM dan Penggolongannya i.HAM melekat dalam diri manusia.Kisah Martin Luther King Jr ii.Gereja dan Penegakan HAM A.Pengertian Hak Asasi ManusiaHak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalamkandungan dan merupakan pemberian dari Tuhan. hak hidup.Hak Asasi Manusia dalam Terang Ajaran Gereja Dari ajaran ini tampak pandangan Gereja tentang hak asasi.Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Tahun 1993mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan di Indonesia. dan sebagainya. konsep HAM mulai berkemband di tataraninternasional.Piagam PBB tentang HAM iii.Konsep HAM sebagai hak yang melekat pada diri manusia sebagai hak yang harusdihormati dan dilindungi. atau situasi.

h. 2)Gereja disusupi komunis yang mau ubah struktur. c.Gereja sebagai persekutuan umat Alaah menyambut baik Deklarasi PBB tentang HAM danmendukungnya dengan sepenuh hati. .Abad XVI Pastor Bartolome de Casas.Tahun 1974 panitia kepausan Iustita et Pax menerbitkan kertas kerja “Gereja dan hak-hakasasi manusia”.Romo Gauthier melaporkan bahwa Gereja mengalami banyak tuduhan yang bermacam-macam: 1)Gereja dituduh campur tangan di bidang politik. Perjuangan Gerejan dalam menegakkan HAM di dunia dapat kita ketahui melalui kegiatannyayang nyata. a. d.Komisi Teologi Internasional mengeluarkan sejumlah tesis mengenai martabak dan hak-hakpribadi manusia. f. Bahkan Bruder Anthony Rogers mendekam dalamtahanan dan pemerintah Malaysia tetap percaya pada tuduhan tersebut. b. e. sebagai Uskup di San Salvador berjuang membela orangtertindas dan ketidakadilan yang terjadi di San Salvador. OP dan Misionaris Jesuit berjuang membela hakkemanusiaan orang Indian terhadap kolonialis Spanyol.Oscar Arnulfo Romero Tahun 1980. 3)Teologi pembebasan adalah alat para komunis untuk revolusi karena itu Gerejamenjdi unsure yang berbahaya. g.Ensilik master et Magistra (1961) dan Pacem in Terris (1963) yang berbicaratentang hakasasi manusia.Konsili Vatikan II (1962-1965) dalam onstitusi Gaudium et Spes dan Dignitatis Humanae. Paus Yohanes XXIII melihatnya sevagai langkah besar kedepan bagi dunia.berulang kali berbicara tentang hak asasi manusia.Perjuangan Gereja di Malaysia dan Singapura tentang pelaksanaan ajaran sosial GerejaSollicitudo Rei Socialis.Paus Yohanes Paulus II dalam sidang PBB berbicara tentang hak asasi manusia. yang secaraprinsipial harus ditekankan karena hak ini berdasarkan kodrat manusia sebagaimakhlukrasional dan bebas. antara lain sebagai berikut.

Pelanggaran Hak Asasi di Indonesia Pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia sudah berlangsung lama.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Miskin Kata “miskin” biasanya diartikan dalam pengertian ekonomis. c. Misalnya. dan masuhdisambung dengan zaman demokrasi terpimpin dan Orde Baru. gaji atau upah bagiperempuansering lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki. seperti lembaga eksekutif dan legilatif. yaitu orang yang hiduptidak layak dalam hal sandang. 2)Diskriminasi undang-undang atau peraturan terhadap perempuan. lebih-lebih di perusahaan-perusahaan.Pelanggaran Hak Asasi manusia di Indonesia dan Penyebabnya a.D. di tempat kerja dan di rumah. pangan. Bentuk-bentuk ketidkadilan terhadap perempuan: 1)Kaum perempuan kurang mendapat tempat dan peran di lembaga-lembaganegara.Pelanggaran Hak Asasi terhadap Kaum Perempuan Perendahan martabat kaum perempuan sudah berlangsung lama. Berikut adalah usaha-usaha untuk menegakkan HAM di Indonesia 1. tetapi sering tanpaperlindungan hukum. kemudian zaman colonial Belanda dan pendudukan Jepang. b. dan papan. yakni sejak zamanfeudal. Posisi lebih rendah (subordinat) inilah yang menjadi sumber perlakuam tidak adilterhadal perempuan. Kaum perempuan senantiasa diposisikan lebih rendah. 3)Wanita karier sering harus berkerja rangkap. Walaupunperkerjaanya sama.Gereja Berjuang Menegakkan HAM di Indonesia Jika HAM itu harus ditegakkan berarti ada pelanggaran tentang hak asasi tersebut. mungkin sejak sejarahawal umat manusia. karena posisi ini mengkondisikan ketidakberdayaan perempuan. . 4)Perempuan sering dijadikan sumber devisa sebagai TKW.

walaupun tidak selalu tepat dalam cara dan waktunya.Penyebab Utama terjadimya pelanggaran HAM Terjadinya ketidakadilan dan pelanggaran HAM sering disebabkan oleh strukturkemasyarakatan yang diciptakan oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan dan uang.Gereja. Usaha Menegakkan HAM di Indonesia Berbagai pihak sudah berusaha untuk menegakkan HAM di Indonesia. c. bahasa ataupun agama karena berlawanan dengan maksud dankehendak Allah KWI(Konferensi Waligereja Indonesia dan hampir semua keuskupan membentuklembaga yang antara lain memperjuangkan hak asasi manusia dari rakyat kecil itu. entah yang didasarkan pada jenis kelamin.Pemerintah. di antaranyapemerintah. dan budaya yangada. keadaan sosial. . dan lain-lin sering mandeg sebabmereka sering dihadang oleh system dan struktur politik.misalnya: a)Komisi Keadilan dan Perdamaian.Gereja mendesak diatasinya dan dihapuskannya setiap bentuk diskriminasi. b. a. dan berbagai pihak lain. Komisi untukorang hilang dan korban tindah kekerasan (Kontras).Banyak lembaga swasta lain seperti: Indonesia Corruption Watch (ICW). Gereja. 2. ekonomi.suku. c)Komisi Hubungan Antara Agama. Gereja dengan berbagai cara telah memperjuangkan nasib orang-orang miskin. Salah satu bentuk pelanggarang yang mengerikan adalah kekerasan terhadap kaumperempuan. d.Komnas HAM Komnas HAM sudah dibentuk sejak rezim orde baru. entah yangbersifat sosial atau kebudayaan. warna kulit. Sepanjang sejarahnya. Komnas HAM. b)Komisi Migran.5)Perempuan (dan anak-anak) sering diperdagangkan dan dijadikan wanitapenghibur/pelacur.

Ada dua elemen penting yang diperlukan untuk memahami agama samawi. yaitu hubunganantarmanusia dan hubungan manusia dengan Allah . Panggilan Profetis Gereja untuk Menegakkan HAM Perjuangan untuk menegakkan HAM sangat dekat dengan perjuang Yesus Kristus. dan sebagainya 3. e)Crisis Center.d)Jaringan Mitra Perempuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->