BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

000 ( 1. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk.m = 10.000 (1 + 0.04 )10 = 100.2 = 10. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.5 jiwa pada tahun 2013. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210.000 ( 1 + 0.685058155) = 16. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375.850. Beda antar suku 15.11/2)5. 3.000 jiwa pada tahun 1995.000. 5.000. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun.000 ( 1 + 0.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.11 ) 5 = 10. 5.000 ( 1.000 (1.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. 6.708144) 4 . Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.000 (1 + 0. Yang drumuskan : Pn = P0. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?. diperkirakan menjadi 4. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. 4. dan 1.04 )10 = 100. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.25 juta jiwa pada tahun 2008.000.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya.11 )5 = 10.581. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.000.000 botol.024 Latihan Soal 1.000 (1.48024) = 148.55 3.000 ( 1. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal.055)10 = 10.( 1 + i )n = 100.000.000.

Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.444.000 (1 + 0. 6.081.25 (1 + i)5 4.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.3. Daftar Pustaka : 5 .25 (1.= 17.11/4)5.000 (1. 17.000.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015.3846 = (1 + i)5 1.000.1 i = 0.720428431) = 17.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.m = 10.000.204. 17.5 = 3.25 (1 + 6.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.284.000 (1 + 0.38461/5 .204.13 juta.0673 i = 6.5 = 3.4 = 10.284.38461/5 = 1 + i i = 1.25 = (1 + i)5 1.5/3.25 (1 + i)2013-2008 4.081.58.444.73%)7 = 3.577632) = 5.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.0275)20 = 10.

PENYAJIAN 2 .BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI. substitusi atau dengan cara determinan. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. 2.1 PENDAHUKUAN : 2. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. Uraian Materi A. Contoh : 1. 3y = 4x – 8. Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit.1.2. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. 3. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Koevisien dan konstanta.1. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen.2. Dalam suatu fungsi. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan.1. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain. 2. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. 4.Tujuan Khusus 1. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x). Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. koefisien. menutup totol biaya.1.2. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 . sejajar atau bahkan berpotongan. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. terkait dengan variabel yang bersangkutan. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. dan konstanta. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2.

. n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta.. 8. 6. a0 = + . a1= 0  a0 = ..2x1 .. a1 = 0  a0 = 0 . Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn .Y variabel terikat..x = 4 Y = . a1= +  a0 = + .. Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.3x2 + 4x3 +. 5. 7... negatif. a1 = +  a0 = .. a1 = . atau nol a1 Koefisien.4 + 2x Y=-4–2x Y = ..3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga.+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + .x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0.4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 .4 + 0.-12x11... x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2. dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.+ anxn.... Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 . n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1. 3... Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 .... nilainya positif..x = .. a0 = + ....x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0.Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y). n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 . n bilangan riil negatif 3.bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 .. a0 = . 4. Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . Contoh : 1. negatif. x variabel bebas a0 konstanta. x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.... Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat.3x2 + 4x3 +. atau nol.. a1= ...+ anxn. a1 = + a0 = 0 . 2. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0.. nilainya positif. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn . a1 = .. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif. n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .

Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.2.4) dan (-2.0) Y = 4 – 2x 3. Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) 0 (2.-4) Y = -4 – 2x 6.4) dan ( . Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0..4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) (Y = 4) 4. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.-4) Y = -4 8 .4) 0 (0.0) 0 (0. Y = .4) 1.4) 0 (0.9.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Y = .. a1 = 0 Y = 0 + 0..0) 0 (0.x = 0 4.4) dan (2.-4) (2. a0 = 0 . Y = .x  Y = 0 + 0.0) 5.0) (-2.0) (-2.4) dan (2.0) 0 2.0) (0.

maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 . intersep 4. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x .-4) Y = 0 – 2x -4 9. Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x. Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar.0) 2 (2.4) 2 (0. gradien 4 3.0) (0.. intersep 8/2 = 4 .0) 8. intersep 4. gradien 4/2 = 2 2. Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.4) Y = 0 + 2x (2. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit.0) dan (2.0) 5.0) dan (2.0) (2.4) (0. Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x . Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. intersep 2. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x . maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x .7.0) dan (2.

a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0. intersep 4. Eliminasi 3. intersep 2 .. maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1. intersep 2. gradien –1/4 6. Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x. maka a1 = a1‟ dan a1.2) 6.. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan...a1‟.4) 10 . = . Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus.. intersep 2 . intersep 2. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus.... gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0. maka a1 = a1‟ dan a1.. Substitusi 2. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan... Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. Cara Substitus 2x+3y=4 . Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1. intersep 2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x . intersep 4. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x .. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x .. maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( . gradien – 4 4.* x + 2 y = 1 ..x = 1 – 2 y .. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. intersep 2.1.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x . gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0.2) 5.

7) adalah Y = 2 x – 3 11 .2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2. pasti akan diperoleh nilai yang sama.2) x + (.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3. 7. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1. ataupun determinasi.7). Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.= ---. Gambar : B(X2. Jawab : misalkan (x1. y1) dan B (x2.= ----------------.y2) = (5.= ----------------.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------. y2). Penamaan Fungsi Linier 1. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------. substitusi.3) dan (5.= ------.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.= ---.3) dan (5.y1) = (3.4) x–4 x x 3.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.3) dan (x2.Y2) A(X1.= ------.

dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier).3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3.y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). yaitu : Fungsi permintaan.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 . maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1. Akan tetapi. Jika diketahui sebuah titik A (x1. 4.laku sebanyak 3. Fungsi penerimaan.000. y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1.000 per-buah.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . Ditulis: P= f(Qd).000.2 Qd 2.y1) = (3. Keseimbangan pasar.000 buah.12 B.)= (3. jika dijual seharga Rp 5. Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro.5. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan.P1. P = 30 . Suatu barang. Fungsi biaya.P2. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar. price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd . PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x . Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P). Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P .2. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3. yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1. Jawab : Diketahui (Qd1. Fungsi penawaran. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4. quantity demand). Demikian sebaliknya.000 buah.000) dan (Qd2. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2. dan ‘ break-even analsis ‘. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6. maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius.) = (6.000 per-buah akan.

000 .000) -1/3 Qd + 1.000 0 Qd= 18.3. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .250 .000 P – 5.000 P .500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.5.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.500 P = -5 Qd + 2.000.5 Qd + 42.000 – 5. 500 ) dan p = 1.000 6.500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .5.3.P .000 -1/3 (Qd – 3.500 P = . Qd = .000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = .000 .000 ) 3.000 ( Qd – 3. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .250 / (.000 .000 P = -5 Qd + 42.1.500 ) P – 40.000.000 = -5 Qd – ( 5 )( . sebab : 1.3.000 P – 5.000 = 4.Qd1 ) = ( 40.000) -1/3 Qd – 1/3 (.250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.1/3 Qd + 6.000 -1/3 Qd + 6.000 Qd .000 = -5 Qd + 2.250 ) = -5 Maka ( P – 40.000 P P = = = = = = Qd .000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.3.000 P – 5.1.5 Qd + 42.000 3.000 + 5. apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.500 + 40.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.000 Contoh Soal : 2. Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.

000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40.000 P – 5.000 = Qs – 3.000.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 = 1/3 (Qs – 3.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1. Qs = -40 + ¼ P 3.000 6.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ). Suatu barang.000 P – 5.000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3.000.000 P – 5.Qsı) = (40.000 = 1.000 P = 1/3 Qs + 4.Qs2) = (6.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250. Demikian sebaliknya.000) P = 1/3 Qs – 1. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.000) dan (P2.Qs1) = (5.000 P = 5Qs + 37. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.250. P = 120 + 4Qs 2. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.500 14 . ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6.000 = Qs – 3.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan.000 – 3.000 buah.000) P – 5. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).000 + 5.000 (Qs – 3.000.000 per-buah.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5. Jawab : Diketahui (P1.000 = 5Qs – 2.000.000 1.000 buah. 500) dan ∆P = 1.000) = 5(Qs – 500) P – 40. Jawab : Diketahui (Pı. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1. 3.000 3.000 – 5. harga dipasarnya Rp 5.500 + 40. 6.000) 3. Ditulis : P = f ( Qs ). Akan tetapi. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.500 P = 5Qs – 2.000 6. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).

Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe).500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif.000. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1. pada harga Rp 6.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah.30) dan ∆P = 2000.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 . Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. Untuk suatu barang. digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20.500 37.000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4.Qs1) = (6. sebab : ΔQs 1. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2. Pada harga Rp 5.

000 = 600Q Qe = 12.000 P = 100Qs – 3.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1.000 Pe = 2.000 P = -500Qd + 15.000 Qe = 20 Qd.000 = 100Q + 3.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.000 + 3.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 Pe = 5.000 + 15.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 Pe = -500 (20) + 15.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 = 100Q + 500Q 12.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000 – 3.20) dan (P2.000 Pe = -10.000 P = 100Qs + 3. 16 .000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 10 – 20 P – 5.000 Pe = 5.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 – 5.000 + 6.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15.000 = 5.000 = 100Qs – 3.000 Pe =100(20) + 3.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.000 Pe = 5. Qs 2. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 15.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000.Qd2) = (10.000 = Qd – 20 10.Qd1) = (5.000 P = -500Qd + 10.000 = -500Qd + 10.000 + 5.000.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.

17 . Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. (iv). (v). (viii). Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. Berapa total pajak yang diterima pemerintah. (ii).Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. (i). Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. (vi). Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = .4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. (vii). Kepada produsen tersebut.P P 5. (iii). Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 . Berapa total pajak yang ditanggung produsen. Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut.

Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan.Qd 0 Qe = 6 Qd. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. Akan tetapi. tidak demikian dengan fungsi penawaran.Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 . Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 . Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½.Qs Akibat dikenakan pajak. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 .Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan.Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 . Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.

19 . Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. Agar perubahannya terlihat jelas. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. fungsi penawaran sebelum ada pajak. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. Tarif pajak dan Total Pajak : 6. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. Maka : Pe‟ > Pe 2. maka fungsi permintaan. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. Akan tetapi. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. Fungsi permintaan. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya.4 + 2 P kepada produsen tersebut. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen.

Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing.33 + 1 Pe’ = 4. P Pe = 5 Pe = 4. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. 67) + 1 Pe’ = 4. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. Akan tetapi.Qs 20 . Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar.masing berbeda satu sama lainya. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . 33 Pe’ = 3. 67 Pe’ = 1 / 2 (6.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Akibat dikenakan subsidi. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi. maka fungsi permintaan. Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6.

Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen.33 sedangkan Pe = 5 . S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue). produsen tidak menikmatinya sendiri. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya.33. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6. Maka : Pe’ < Pe 2.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Jawab : R=PxQ R = 5.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit.67 Qd. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5. Akan tetapi. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual.000 per unit barang. Jika P adalah harga jaul per unit. P Pe = 5 Pe = 4.

Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi. Jadi : VC = f(Q).Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC). Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100.0) dengan grdiennya positif.000. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100.000.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang. 22 . Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Jika P adalah biaya produksi per unit.000 Q digambarkan melalui titik (0.000 0 2. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik. Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi.0) 0 8.000.000 per unit.000. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3.

FC) dan sejajar dengan grafik VC. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0. total Biaya : TC=100.000Q. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap.000 + 3.000 dan biaya variabelnya : 3.000 9.000. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000.000 Q TC = 100.000.000. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000 VC = 3. Biaya Variabel.000.000 Q.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. maka TC = 100. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 .000 Q = 5.000. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas. Gambar Fungsi Biaya Tetap.000 + 3. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000 Q 0 3.

000 : Pada titik ini.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250.000 + 3.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .000 5. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC. seluruh penerimaan sebesar Rp 250. Q = 50.000Q 2000Q = TC = 100.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya.VC.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya. maka total penerimaan harus melebihi total biaya. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 TR‟ FC 100. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20.000.000 x 50.000.000.Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5.000 Q = 100.000.000 Q* = 50.000 unit barang.000.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000. yaitu‟ R = TC = 5.000Q-3.000.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5. Q = 20.000 – Rp 3.000.000.R TR” TC” VC TC‟ 250.000Q = 100.000.TC.000 = 250. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100.000 unit barang.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 = Rp 2.000 Q’ = 20.000.000Q = 100.000.

Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan. 0 < (1 – b) < 1 . perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*.000. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. jika ada. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S . PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10.biaya tetapnya sebesar Rp100. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . ditabung. maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC. b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan.000.Co + (1 – b)Y = S atau S = .Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. Xo > 0 2.8) 1 0. g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. yaitu : sektor rumah tangga. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135.2. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY. Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30. Contoh Soal : 1. Xo. To. Ada berapa variabel eksogen. Go. variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen. b = 0.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Io = 75. 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. seperti : Co. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Io.m (marginal propensity to import).3 .

To = 50 = 1 – 0. MPC = 1 – MPS .4 dari pendapatan disposibel.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu. 2. Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0.4 = 0.8 Y C = 135 + 0.8) 1 x (240) (0. yaitu : 1. 3. 2. Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu.2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. ‘investment’ (lo).bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . yaitu: 1.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50. maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali. lo = 40 . Autonomous consumption suatu negara = 100.Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). Variabel eksogennya ada tiga. Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. dengan MPS-nya = 0.

Pengeluaran di sektor pengusaha = 90.6 (Y – 50) C = 100 + 0.4) Y = 2. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.6) 1 x (100 30 40) (0. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0. Transaksi ekspor terhitung = 80.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0. Co = 70.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 .9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya .19. Xo = 80. Go = 65.4 = 2.6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0. b = 0. Mo = 40. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.6 (275 – 50) C = 100 + (0.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.19.6)50 40) (1 0. m = 0.

72) M = 213.6068 32 .29) Y = 3.29 3.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.19) 1 (265) (0.448 ( 265 ) Y = 913.91) 1 0.9 0.19 (913.448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.348 Jadi konsumsinya = 892.9 0.9 (913.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.72) C = 892.6068 Jadi impornya = 213.

Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. dan Diferensial berantai. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). Tutjuan Khusus 1. dikatakan perubahan searah. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . Cross Elasticity of Demand. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. serta terangkan artinya.BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. yang artinya jika x bertambah 1 unit. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. fungsi arjinal. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. 2. 1. Marginal Physical Product of Labor. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. Jika fungsi marginal hasilnya negatif. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Diferensial Parsial. di mana P: Price (harga) dan Q: Output. Laju Pertumbuhan II. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. dan Income Elasticity of Demand. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. 3. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III.Q R = (3Q+27). maka dikatakan perubahannya tidak searah. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B.

8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . maka MR= dR/dQ = 6/5 .e Q/2 = 30. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.e Q/2+30 Q.(1) = 6/5 . maka MR = dR/dQ = 80 .e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.Q R=(30. Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR .8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 . sebaliknya untuk setiap penurunan 3. serta terangkan artinya.e Q/2+15 Q. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output. serta terangkan artinya. e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 .5P. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q.5P. dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan .e Q/2)Q R=30Q.2/5.2) = 60 e 34 . maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.1/2.serta terangkan artinya. Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 .Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 . 4. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2.2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2.2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5.

4 Ternyata R” = . Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab.2Q + 16) Q R = .4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. maka MC = C‟= 3Q2 .4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 .2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6.2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = . Total pendapatan maksimumnya: R = .Q = (.4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.2Q + 16 R = P.8Q + 10 = 3(2)2 . maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii. Jawab: Fungsi total pendapatan: P = .Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e. Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x). ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan.8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = .2Q + 16. permasalahannya: i.2Q2 + 16Q R = . Harga jual barang P = . langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1.4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 . Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama. tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum. serta terangkan arti. Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 .

Jadi ketika menjual produk sebanyak 4. Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 . Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2.Q = (16 .2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 .2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q .1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = . Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .1000Q + 85000 C = 5(100)2 .180Q + 2800 = 3(30)2 .2Q2 = 16(4) .2Q Fungsi total pendapatan: R = P.2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4. maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.2Q. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 . Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 . 36 .1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 .1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4. Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .

2Q). Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .Q3 + 57Q2 .2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 . Laba maksimum nya sebesar : Laba = .315 = Q2 . maka labanya akan minimum.4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 .2000 = . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.Q R = 1000 Q .6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .6(35) + 114 = . maka turunan ke dua = .5.2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q . Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak. Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut.2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.38Q + 105 = (Q . maka labanya akan maksimum.59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = . Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum.2Q Dan C = Q3 .6Q + 114 Untuk Q1 = 3.(Q3 . 6.315Q .3) (Q . Untuk Q2 = 35.Q R = (1000 . maka turunan ke dua = .96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35. yang telah mempertimbangkan biaya pajak. misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.2Q2) .315Q .(35)3 + 57(35)2 .315(35) . Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T).Q3 + 57Q2 .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q .

2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7.t = 12 .5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t.5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = . pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10. berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10. 38 . pengusaha akan memperoleh laba maksimum. Q* = 1.5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.5 Maka total pajak maksimum: T = t .t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = .2Q Q* = 12 .13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = . Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1.5 = 1.

5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. 3. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. 2. di antaranya: 1. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. Q* = 130 . sub-periode kedatangan panjangnya tetap. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. Jumlah kebutuhan barang.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. yang berarti jumlah pemesanan barang.Maka Total pajak maksimum: T = t . biaya pemesanan. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran. 3. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. 4. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. biaya penyimpanan. kehilangan pangsa pasarnya. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). Perusahaan tersebut. 2. Akan tetapi. Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.

Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan. 2 D. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8.C1 Q2 –D.C1. sedangkan biaya penyimpanannya Rp. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg. Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut. 2500 per-pemesanan. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp. C2 2 Turunan pertama: C′ = D.C 1 C2 2. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp.Q1 .C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum.(-1) . Untuk menjawab pertanyaan tersebut. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D.C1 ½ C2 = 2 D.100.2500 200 . 50 per-minggu. C1.Q-2 + ½ C2 =0 –D. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum.

5 = -0.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 . P2 = 8.0. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 . dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 .000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.0.5. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0. jika diketahui fungsinya. Di tulis Eyx.5 = -0. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0.0.0.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟. Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10.5 P. Misal: y = f(x). Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .5 .5. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0.5 = -0.

Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P. grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. P2 = 8. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. 4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 . Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = .

Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = . dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = . # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. sedangkan fungsi produksinya Q = 3C.Q2 + 140Q + 5 dR = .Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240.2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 .8 (4L) + 560 = .8Q + 560 =. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000.3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = . maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang.

yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). harga barang lain (P2). fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. 44 . juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1). harga barang lain (P1). dan besarnya pendapatan (Y).= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. dan pendapatan (Y). Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri.Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1).Y) Dan Qd2 = f (P1. Akan tetapi. Elastisitas Parsial II. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III. Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif. maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2.P2. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri.P2. maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I. Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). maka hubungan antar komoditi adalah komplementer. akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.3 1 L0.3) K 0.7 K 0.3) K 0.7) L0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 . maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .4 L 0.3 L0. 7 L0.7 0.1K 0.7.L).2(0.7 7K MRTS = 3L 7.8L 0.3 L 0.3 L 0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.2K 0. 7 7 K 0.5 1 = 0.5) L0. 7 3L0.7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.3. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .5 0.5. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 . 2 MRTS = – 8 2.3 (0.7 1 96(0.5 + 0. Q R = (16 – Q) .8(0.3 K 0. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0.5 K 4 L 4 0.5 1 0 = = MRTS = 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.5) K ) 0.210 MRTS = 3.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0.3 (0.

2 = 0. Q = (120 – 6Q) . Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 . Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR . Q1 = 2/3 Q . Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.2 = 0.4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0.2) = 0 3Q .Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2.2)(Q . Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR. Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = . Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3.MR 120 AR = 120 . yaitu Q = 2.

Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2.5 – 1.5 – 1/5 t = 0 2. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .5 Karna Q* = 2.5 – 1/10 t = 2.5 – 1/10 t) = 2. 1. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12.5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2.25 Maka total pajak maksimum: T = t .1440. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D.C1 Q= C2 2.5) = 2.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P .625 Minimasi total biaya persediaan 5.5= 1/5 t t = 12.25 = 1.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.5 – 1/10(12.5 – 1/10 t. pengusaha memperoleh laba maksimum.5 .25 = 15.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.Maksimasi penerimaan total pajak 4. Q* = 12.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.

4(20) – 0. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7. maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0. P2 = 10.8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi.C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 .4 P1 – 0.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q.4 P1 – 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. P3 = 40. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif . dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0.4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0. dengan K = 4.1 / 2 K dL 51 .

(1/4) dC 52 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. dC dQ dC dR = (2). # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . dL dQ dL dR (2).(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. K½.

0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9. Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum. menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. Biaya12= 0 .2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : . Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) .2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = .4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= .4 Biaya11 Biaya12 .9 + 4. Fungsi Laba diberikan Laba = . maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0. Minimasi Biaya dari Dua Produk 8.8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 .4 .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.4Q12 . laba21= 0 .(0) (0) = 192 .8 .8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2. # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. maka definit positif. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . Biaya21= 0 .24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68.8(3) +16(2) Biaya = 12. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0.4Q12 . laba22= . laba12= 0 .

diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.9) (P2. Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .9 + 32.5 K2 + 2KL + L2. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.25 Y Untuk P1 = 200.Q2) = (24. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1. P2 = 100.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .Q1) = (12.4.16 .3) 0 48 P 54 .3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5. maka definit negatif.komoditi tersebut? Jelaskan! 2.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = .4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = .4 + 12. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi . dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.fungsi produksi: Q = 0.total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0.2.Q3) = (36. menjamin laba maksimum.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.6) (P3.4Q12 .

Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. Ini merupakan penerapan integral tentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral. 55 . Tutjuan Khusus 1. Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu.

1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5.dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 . formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2.InX x x Kaidah 3. f ( x).KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1.n 1 Kaidah 2. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4. f ( x)dx K .1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7. formula perkalian K . e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5.

dx dan maka v x x.43 3 3 = 56 3 kaidah 4.du e x . a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.2 4 x2 dx = 6.dv u.4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1. a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) . formula sebagian-sebagian u. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2.dx ex x.ex v. 4 2 – 6.b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .e .v x.e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. x3 2 4 3 = 6. Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud. a b f(x) dx = .dv u.v v. Secara umum penulisannya: f ( x).Kaidah 8.dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 .dx u. a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x . 2 2 57 .

x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.4 2 – 4. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6.64 – 2.3 2 – 4.16 – 4.22 2 2 = 4 . x2 4 2 =4.x2 dx+2 4 4x dx = 6. a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6.4.4 2 – 4.4 + 4 .3 3 = 2. In x + k 58 .3 2 2 2 2 2 = 4/2.x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7. 2 2 3 3 = 2 . 16 – 4/2 . 2 3 + 4.9 – 4/2 .4 3 – 6.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 . 4 3 – 6.8 =8 kaidah 5.4 2 .x2 dx – 2 4 4x dx = 6.42–4.2 2] 3 3 = [2.48] – [4.2 2 + 4.64 – 2. a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4. 4 + 4/2 .2 3] – [4. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1. 64 – 2. 16 – 4 . 16 – 4/2.

sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total. U 2 .dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU .dQ 14 2Q 14 2. 1 2 dU 1 2 .dU 1 1 1 2 4 . 12U . In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3.Q.dQ revenuenya : TR 2. formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 . formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi. Contoh : 1. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR. maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC. Sebaliknya.U 1 2 1 2 1 59 .dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U .dQ 3. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial.

penggunaan grafiknya : 60 . Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. dihitung dengan rumus Qe 1.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P.surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe. SK pe f ( p).Pe 2.jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe.dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .(Kesanggupan bayar > harga).25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.75).2 2 Qe = 75 – 3. maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.Qd) = (0.Qe) = (2.

dP 2 2 p 2 75.dq f ( p) dP 2 5 (2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p . maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan. dihitung dengan rumus : 61 .5 75.(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.2 52 22 2.Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir .surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.

Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut.4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual.0) 5 2 . Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40.4) 20. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.Qe 1. SP Pe.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40.dQ 0 0 (20.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 . Surplus produsen : Qe SP Pe.Qe) = (40.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.

20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.dQ eQ 2e Q Q 2 .e Q Q 2 .dV U .40 4.e Q TR TR Q 2 ..dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .e Q Q 2 .20 2 4.40 2 .e Q 2 Q.e Q 2Q.Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 . carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .dQ 2.V Diperoleh : TR Q 2 .e Q .e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.dQ Dan dV = eQ.dQ Sehingga V = eQ V .e Q e Q .e Q e Q .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.dQ Sehingga V = eQ V .dU Maka dengan rumus : U . Jawab: TR MR. Q.dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q.V Diperoleh : TR Q 2 .e Q TR TR Q 2 .dQ 2 e Q .2Q.dV U . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .dQ q 2 e Q .e Q 2Q.dU Maka dengan rumus : U .e Q 2 Q.2Q.

Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12.Qe 0 f (Q)dQ 12.6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl.6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6.6 0 15 15 1 2 .5 Qs +15. dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1.Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5. SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1. SP pe .6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q . 2.15 30. Surplus Produsen 6.us konsumenya sebesar 9.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe . Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 .

5 jam untuk perakitan (A).1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1. dan gambarkan grafiknya. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. maka linier programming adalah lebih mudah. Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 . Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu.jadi Dari A x2 = 20 – 2. 3 jam untuk pemolesan. Jika kendala-kendalanya tersebut.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13. 3 jam untuk pemolesan (B). Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. dan 2 jam untuk pengepakan. dan 1 jam untuk pengepakan (C). Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2). betapapun banyaknya. Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. 4 per bangku.fungsi obyektifnya. terbatas variabel.fungsi yang akan dioptiumkan. betapapun banyaknya. 1. 30 jam untuk pemolesan. Setiap meja memerlukan 2. Margin laba adalah Rp.5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu. 2. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut. 3 per meja dan Rp.5x1 (a) (b) 65 . kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah. Kendala dari A : 2.

1. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1.dan satu unit masing – masing B dan C. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A. Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun. Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis.harga y1 adalah Rp 2. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.dan 18 untuk C.5).(0.8).garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan .(4. Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. Di (7.kendala ketidaknegatifan x1.3).(8. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala .0).0).(0.(16.1).gambar 13 .¾.(6. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan. Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum. Contoh 2.dan harga y2 adalah Rp 4.(10. 4. Lihat gambar 13 – 2 (a). Dengan mensubstitusikan dalam (13.-. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis. 12 untuk B. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit. = 3(4) + 4(6) = 36. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal.jika ada.2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.10). nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut. Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).2).x2 ≥ 0. produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b). Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables).kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E.6).B dan C.(7. 13. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya.yang disebut titik .3) upamanya. 3.. 66 perpotongan kedua kendala tersebut.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan. Produk y1 mempunyai dua unit A.0) dan (0. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar.0) dalam gambar 13 – 1. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas.lihat gambar 13 – 1 (a). 3 x2 x1 4 4 Jadi.

s2 = 12 y1 + 3y2 . Umpamanya di (2. x1 2.jika 5x1 + 3x2 = 30.2 (b) 3. variabel slack s = 0.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b). Untuk memperoleh penyelesaian optimal.10).3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.karena perlunya persamaan.s1 = 14 y1 + y2 . karena itu variabel surplus dikurangkan. sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. (0.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60. s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0.s3 = 18 67 . jika 5x1 + 3x2 < 30. gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13. s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30.jika 4x1 + 7x2 = 60. 2y1 + y2 . Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60.c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi.(a) gambar 13 .lihat contoh 3.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks.

dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.diperlihatkan dibawah ini. 2.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan.marjin laba untuk tipe 1 adalah 24.jadi s1 = -14.jadi s1 = 20. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.s3.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.lihat contoh 3.s2.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n . 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1.dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13. Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 . Dalam atriks pertama. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.untuk tipe 2 adalah 8. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.s2.Dalam bentuk matriks.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut.suatu titik ekstrim. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1.4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan.atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.akan tetapi.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada. Akan tetapi. 1. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim. n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel . 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1). Dalam matriks kedua. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga.s3.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel.dan n.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan.

Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan.dan tariklah suatu garis putus – putus..padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin.. untuk batu halus adalah 50. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3. Dari soal 1.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. kasar (x1) dan halus (x2). Merk 2 harganya Rp 4.Rp 20.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung. x2. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. Merk 1 harganya Rp 3. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. 1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region). Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari. 28 unit vitamin C. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D. dan 32 unit vitamin D setiap hari.dan memberikan 2 unit vitamin A. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan.. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5.Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini.dan memberikan 3 unit vitamin A. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 .dan Rp 60.. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40. dengan menggunakan data dibawah. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2.

3 (a).jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13.3 (b).4 (b) untuk daerah yang memungkinkan.3 (b) 6.apabila g2 = 0. gambar 13.4/5. g1 = 4 dan g2 = 4.4 (b). perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama. Dari fungsi obyektif. x2 = Π /50 – 4/5 x1. Dari fungsi obyektif. kerjakan kembali seperti soal 5.untuk kendala 1. x1 =3 dan x2 = 5. g2 = 8.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13.4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7.4 (a) untuk kendala yang digrafikan. di titik singgung. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13. kemiringan = . dengan menggunakan data berikut. apabila g1 = 0. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1. dalam gambar 13.g1 = 20. dari g2 = 8 – 2/5 g1. x2 ≥ 0 70 . kemiringan = -3.g2=Π/8– 3 g1. Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13.

8) dan (6.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 .jadi. Setiap titik antara garis (3. Dala kasus ini.(a) (b) gambar 13.jadi.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan.5 Dalamgambar 13.8) dan (6. x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”.s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . 2 x1 + 3 x2 . 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala. fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain. kurangkan variabel surplus. Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 . y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”.karena titik – titik ekstrim (3.s3 = 32 71 . Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1. Tambahkan variabel slack.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut. yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim.

karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya.1. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1. n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . sampai penyelesaian optimal dicapai.g2. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10. Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. Contoh . (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi. 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal.

akan menentukan variabel yang meninggalkan baris. seperti dalam contoh 5 bab 3. fungsi obyektif mempunyai nilai nol. 2.s1 = 36. baris1 merupakan baris pivot. s2 = 40. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. Tabel Sipleks Awal x1. Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio). suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . maka s1 akan meninggalkan basis.

2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. kalikan baris1 dengan 1 . Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . rampungkan kolom pivotnya. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . Dalam hal ini. 3 i. eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini.yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3. s2 = 0. Di sini. sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6.12). Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. kolom2 menjadi kolom pivotnya. 4. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2.dan s3 = 16.

karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif.2. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. yang di bahas dalam bab 15. 75 . erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2.tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3. Dengan s1 0 dan s 2 0 . Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. Untuk gabar grafik lihat contoh 13. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1. s 3 6 . Umpamakan A. oleh karena itu. Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. 1.2.B. 14.3. dengan s 3 6 . 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2.3.11. ini merupakan penyelesaian optimal. Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu.ii. 3 kali baris2 ke baris4. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. x 2 3 . yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut.lihat contoh 3. dari (14.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. s1 0 . Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . alam contoh 1. Jadi.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. s 2 0 . nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. CONTOH 2. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum. jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. Akan tetapi.

Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin.CONTOH 3. s2 = -12.2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. 2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 . dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. x2 ≥ 0 1. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. i. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. dibawah kendala – kendala gizi. dimana c = 2 x1+ 2 x2 . penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. Untuk mengatasi masalah tersebut. Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. iii. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. Jadi. Tambahkan variabel – variabel buatan. dengan y sekarang dig anti x. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”.

Elemen Fivot i. 44M . 3. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. carilah perubahan basis. ii. A2 = 12. Untuk menimasi. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. sebagaimana ditandai dengan anak panah. Pivoting i.4 3 7M . Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. persis untuk soal maksimisasi.ini akan menghasilkan tabel awal. maka baris3 menjadi baris pivot.ii. 4. Jadi x 2 menjadi kolom pivot. Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. bukan indicator . dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . Untuk menurunkan biaya. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. A3 = 18. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. Pengulangan (Reiterasi) 77 . Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut.2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. dan fungsi obyektifnya adalah 44M.

menghasilkan tabel ketiga.2 -M -M 0 -5M 4 3 ii. x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3. dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 .7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M . 3 i. Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . Tambahkan 5 baris2 ke baris1. proses tersebut berjalan terus. Pivot Keempat i.4 3 7M .elemen pivotnya adalah 5 . 6. baris pivot yang baru adalah baris1. Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M . Kolo pivot yang baru menjadi kolom1.7M 5 22 5 14M 136 5 2M .`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 .Selama masih ada suatu indikator positif. dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4.`12 . Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 . 3 – 2)/3] baris1 dari baris4.6M 6 5 14M 136 5 3 ii. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2.`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 .2 5 M-6 5 .2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 .

A3). elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. 4. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. tidak terdapat surplus.s2. A2. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. s1 7 .2. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.Dengan semua indikator negatif. sebagaimana halnya nilai marginal. c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 . Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. x 2 3 . Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala.-. dan s 3 0 . s 2 0 .3. Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. Akan tetapi. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1. lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15.konstan dalam kendala 1.B.misalkan A. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat .dengan memishkan matriks identitas. c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2.C melambangkan konstan . CONTOH 4. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. 5. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. Dengan s 2 s 3 0 . 3. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya. indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. 1. 2. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 . pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1.

Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 . penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. i. Buatkan tabel simpleks awal i.  menjadi elemen pivot. 2.y2 ≥ 0 1. elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. Π = 0.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. 3.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . 3 kali baris3 dari baris2 . Jadi.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. s2 = 30. Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . dan s3 = 16. 2. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2.SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. Pivot. Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot. 5 2 3 1 2 -3 ii. Merubah basis. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ .

s1 4 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . 2 dan 1. dan nyatakan dalam bentuk matriks. lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. Kolom 1 adalah kolom pivot.s3= 32 81 . 2 i. Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii.x2 ≥ 0 1. s 3 0 . Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. dan Π = 36. dan 3 adalah elemen pivot. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. y 1 4 .s1= 36 2 x1 + 2 x2 . 2 x1 + 3 x2 . s 2 0 .Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. baris2 baris pivot. ½ kali baris2 dari baris3. tbel fina dapat diperoleh. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. 3 MINIMISASI 2. dan tambahkan barsi2 ke baris4. Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. y 2 6 .

Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 . Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. 8 i. dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan. Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan.x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. 8 adalah elemen pivotnya. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus.

Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 .10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii.26]kali baris2 dari baris4 iii.10 1 . Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1. dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. Pivotkan untuk ketiga kali. i.ii.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5. Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 . Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5).10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan. 2 kali baris3 dari baris2.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2. s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3.10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii. 5 merupakan eleen pivot yang baru. dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 . 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 . Pivotkan lagi i.10 16 5 3 .20 -1 1 .

tambahkan kali baris2 ke baris3. x2 8 . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1.Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. Kalikan baris2 dengan 6. x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 . 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii.x2 ≥ 0 1. s1 s2 0. Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3.10. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. dan 0. Pivotkan keempat kali i. Buatlah tabel awal Tabel awal . dan s 3 32 . x1 6 . dan c 1000 . dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit.

x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . kurangkan Tabel final . Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. Dan c 28 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua .2.1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. dan (3) memberikan 85 . s 3 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1.23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1. dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 . mempunyai indikator nol. Pivot ketiga kali. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3.23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . x 2 2 .11 1 11 1 23 23 11 . 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif.11 23 .11 23 1 . Pivot sekali lagi.23 2 1 . Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda. dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga . maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. Kalikan baris2 dengan baris1. s 2 0 . s 3 0 . Kemudian kurangkan +6 baris3. Pivotkan.11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 .23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 . (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.11 2 . yang tidak terdapat basis terakhir. s1 6 . Akan tetapi. Kalikan baris1 dengan 23 .

Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas. fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. dengan dimensi 1 x n. parameter atau variabel yang disusun segi empat. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. Penempatanya adalah tepat dalam matriks. 86 . Jika matriks terdiri dari stu baris. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. kolom kedua.sarana penyelesain system persamaan.temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. Contoh 3. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. yang di baca m kali n. DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. Contoh 1. maka matriks tersebut adlah vector baris. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks. matiks tersebut adalah vekor kolom. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. 1. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). kolom ketiga. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. Contoh 2. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan.2. suatu fungsi non linear. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Akan tetapi. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ).

Contoh 4.3. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1.0. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. elemen b12 -nya adlah 9.4. Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama. PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks.α12 ke b12. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini. apabila diketahui k = 8 dan 87 . D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru.-2. Contoh 6. apabila diketahui matiks – matriks C dan D. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . bilangan sederhana seperti 12. dan seterusnya. elemen b21 -nya adlah 4.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5.B adalah matriks 2 x 3. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). hasil perkalian skalar k A.07 disebut skalar.berapa tingkat persediaan yang baru?. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut.diperoleh sebagai berikut .

apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2. perkalian adalah mungkin. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa.5. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2.A Diperlihatkan dibawah ini. Contoh 7. atau jumlah kolom pada 1. Kemudian. Diketahui 88 .6. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. Contoh 8. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product).5. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2. PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. 1. matriks akhir (lag matriks). Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1. hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom.

hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . dimensi dari matriks hasil kali. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. Jadi untuk AB. karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir. Jadi AC tidak di tetapkan.. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. Dengan mengacu ke contoh 1.. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. Contoh 9. akhirnya. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200. kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian. tali Rp 100..-.A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC. Jika mereka sama. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12. nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P).-. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks. Pertama.dan pakaian ski Rp 150. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). dalam susunan yang benar. tongkat Rp 50. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2). kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. jadi.

maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif.7 11 . Y(c x d). sebagai berikut : AB adalah sesuai. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. (A + B) + C = A + (B + C). 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2). Contoh 11. A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. yaitu X(a x b).500 72. perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC.500 75. Perkalian matriksm. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. (2 x 3) = (3 x 2). Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1). Diketahui. Tunduk pada sarat yang sama ini. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61.Z(e x f) dimana b = c dan d = e.7.500 ( 4 x1) 1. AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). Diketahui. 90 .(4 x 1) Jadi. buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A. Untuk alas an yang sama.2 6 1 4 11 4 Contoh 12. dengan beberapa perkecualian. Akan tetapi. hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). HUKUM KOMUTATIF. Diketahui.penjumlahan matriks juga asosiatif. (XY)Z = X(YZ). adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA).000 86. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). Contoh 13.6 17 .seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. Jadi.3 4 . A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A .

tidak perlu bujur sangkar.adalah matriks idempotent (idempotent matrix).n menunjukan dimensi matriks (m x n). perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . Lihat contoh 14. apabila subscript digunakan. Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang . (3). seperti pada In. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A).8. Contoh 14.9. 1. Matriks identitas adalah simetri dan idempotent. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2).A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1). yaitu (AB)C = A(BC). MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. yaitu B + N = B. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah. A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. apabila diketahui. setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix). perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. yaitu AI = A. perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. Matriks simetris untuk mana A x A = A.

dapatkan hasil kali AX. Contoh 15.baris suatu matriks. dan B = vektor kolom konstanta. Contoh 17. sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian. W = vektor kolom variabel.10. meskipun penampilanya seperti itu. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar.7 2 x 139 3 . yang menghasilkan 92 . diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta.13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris.X adalah vektor penyelesaian (solution vector). X dan B akan selalu berupa vektor kolom. diilustrasikan di bawah ini. operasi baris. Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. dengan mengandaikan A = matriks koefisien. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix).dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 . AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). Contoh 16. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta. tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. Sebagai ilustrasai sederhana.kita dapat 1. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1.9.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4.

diletakan disampingnya. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama. Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . Jadi. Pertam. Kalikan baris pertaa dengan 2a. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. bergeraklah sepanjang sumbu utama. Contoh 18.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien.11. Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3.12. Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b.44 132 1a. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi. untuk sistem persamaan dalam butir1.9. MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B. Contoh 19.

Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2.2b. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .

95 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.