P. 1
Materi Kuliah Matematika Ekonomi

Materi Kuliah Matematika Ekonomi

|Views: 517|Likes:
Published by Gary Widjaja

More info:

Published by: Gary Widjaja on Sep 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2014

pdf

text

original

BAGIAN 1 KONSEP DASAR TEORI BARIS DAN DERET SERTA PENGGUNAANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI

Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun secara teratur dengan perubahan-perubahannya yang tertentu. Selanjutnya memberikan tuntunan dalam menggunakan rumus-rumus yang telah diperoleh untuk menghitung nilai-nilai yang ingin diketahui dari baris dan deret yang ada, seperti menghitung kesamaan suatu nilai dari dua beris atau deret yang diketahui, mencari perubahan dari suatu baris atau suatu deret. Tutjuan Khusus Menerapkan pengetahuan tentang baris dan deret tersebut dalam menghitung perasalahan-perasalahan bisnis dan ekonomi di antaranya masalah perkembangan usaha sejauh mana pertumbuhannya yang konstan dari waktu ke waktu, masalah nilai uang dalam hal pinjam-meminjam, investasi jangkan panjang yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga yang diasumsikan tetap dari waktu ke waktu, dan menghitung pertumbuhan penduduk di suatu daerah serta jumlah penduduknya pada suatu waktu tertentu.

A. TEORI BARIS DAN DERET 1. Pengertian Baris Baris yang dimaksud adalah bilangan yang tersusun secara teratur dengan suatu pola perubahan tertentu dari satu suku ke suku berikutnya. Penggolongan baris dapat didasarkan pada : Jumlah suku yang membentuknya, dibedakan menjadi : 1. Baris berhingga 2. Baris tak berhingga Pola perubahannya, sehingga dibedakan menjadi 1. Baris Hitung 2. Baris Ukur 3. Baris Harmoni 2. Baris Hitung Baris hitung yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari selisih antara sutu suku ke suku sebelumnya. Contoh : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ......................Sn S1 (suku pertama) = 2 S1 = a = 2 S2 (suku kedua) = 4 S2 = a + b = 2 + 2 = 4 S3 (suku ketiga) = 6 S3 = a + 2b = 2 + (2)2 = 6 S4 (suku keempat) = 8 S4 = a + 3b = 2 + (3)2 = 8 Sn (suku ke n) Maka untuk suku ke n di peroleh rumus : Sn = a + ( n – 1 ) b. Dimana a = suku pertama, b = pembeda dan n = suku ke n

Contoh soal : Diberikan suku ke tiga dan suku ke tujuh masing-masing sebesar 150 dan 170. Carilah suku ke sepuluhnya dari baris hitung tersebut. 1

S3 = a + ( n – 1 ) b = 150 = a + 2b S7 = a + (n – 1 ) b = 170 = a + 6b - 20 = - 4b b = -20 / -4 = 5 150 = a + 2b  150 = a + 2.5  150 = a + 10 a = 150 – 10  a = 140 S10 = a + (n – 1) b = 140 + (10 -1) 5  140 + 45 = 185 3. Deret Hitung Deret hitung yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan dimana suku pertamannya sama dengan suku pertama baris hitungnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris hitungnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris hitungnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris hitung di atas) Baris hitung : 2, 4, 6, 8, 10, 12 ..... Maka Deret hitung : 2, 6, 12, 20, 30, 42, ... D1 = 2, D2 = 2 + 4 = 6, D3 = 2 + 4 + 6 = 12 D4 = 2 + 4 + 6 + 8 = 20 Dst dimana Dn = n/2 ( a + Sn ) atau Dn = n/2 { 2a + ( n – 1 ) b} Contoh Soal : Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama yang bernilai 140. Beda antar suku 5. Hitunglah suku ke-10nya ? Berapakah Jumlah lima suku pertamanya ?. a = 140, b = 5 S10 = 140 + ( 10 – 1 ) 5 = 140 + 45 = 185 D5 = 5/2 ( 2.140 + ( 5 – 1 ) 5 ) = 5/2 ( 280 + 20 ) = 5/2 ( 300 ) = 750 4. Baris Ukur Baris ukur yaitu baris bilangan di mana pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya besarnya tetap dan pola perubahan tersebut dapat diperoleh dari perbandingan antara satu suku sengan suku sebelumnya Contoh : 2, 6, 18, 54, 162, ...... Sn S1 (suku pertama) = 2 S2 (suku kedua) = 6 S3 (suku ketiga) = 18 S4 (suku keempat) = 54 S5 (suku kelima) = 162 Sn (suku ke n) = dst. Pola perubahan dari satu suku ke suku berikutnya dilambangkan dengan r (rasio) dan perbesarannya adalah perbandingan atara dua suku yang berurutan dengan suku berikutnya, sehingga r = 6/2 = 18/6 = 54/18 = 162/54. maka r = 3. S1 (suku pertama) = a = 2 S2 (suku kedua) = ar = 2.3 = 6 S3 (suku ketiga) = ar2 = 2.32 = 2.9 = 18 S4 (suku keempat) = ar3 = 2.33 = 2.27 = 54 S5 (suku kelima) = ar4 = 2.34 = 2.8 = 162 Sn (suku ke n) Untuk menentukan suku ke n diperoleh rumus Sn = ar n-1

2

5. Deret Ukur Deret Ukur yaitu deretan bilangan yang tersusun dengan aturan di mana suku pertamanya sama dengan suku pertama baris ukurnya, suku keduanya merupakan penjumlahan dua suku pertama baris ukurnya, suku ketiganya merupakan penjumlahan tiga suku pertama baris ukurnya, dan seterusnya. Contoh : (dari contoh baris ukur di atas) Baris Ukur : 2, 6, 18, 54, 162, ....... maka Deret Ukur : 2, 8, 26, 80, 242, ..... D1 = 2 D2 = 2 + 6 = 8 D3 = 2 + 6 + 18 = 26 Dst. Dn dapat dirumuskan :

Dn

a 1 rn ,r 1 1 r

atau

Dn

a rn 1 ,r 1 1 r

Contoh Soal : Sebuah baris ukur mempunyai suku pertama yang bernilai 20. Ratio antar sukunya 2. Hitunglah suku ke-6nya ! Berapa jumlah lima suku pertamanya. a = 20, r = 2 S6 = arn-1 = 20. 26-1 = 20. 25 = 20. 32 = 640 20 2 6 1 20.63 = = 1260 D6 2 1 1 B. PENERAPAN TEORI BARIS DAN DERET DALAM EKONOMI 1. Perkembangan Usaha Perkembangan usaha yang dimaksud adalah sejauh usaha-usaha yang pertubuhannya konstan dari waktu ke waktu mengikuti perubahan baris hitung. Contoh Soal 1. Perusahaan keramik menghasilkan 5.000 buah keramik pada bulan pertama produksinya. Dengan adanya penambahan tenaga kerja, maka jumlah produk yang dihasilkan juga ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan tersebut mampu menambah produksinya sebanyak 300 buah setiap bulannya. Jika perkembangan produksinya konstan setiap bulan, berapa jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12 ?. Berapa buah jumlah keramik yang dihasilkannya selama tahun pertama produksinya ? Jawab : Jumlah keramik yang dihasilkannya pada bulan ke 12. S12 = a + (n – 1) b = 5.000 + (12 – 1) 300 = 5.000 + (11) 300 = 5.000 + 3.300 = 8.300 Jadi pada bulan ke 2 perusahaan tersebut dapat menghasilkan 8.300 buah keramik. Jumlah keraik yang dihasilkan dalam satu tahun pertama. D12 = n/2 (a + s12) = 12/2 (5.000 + 8.300) = 6 (13.300) = 79.800 2. Teori Nilai Uang (bunga Majemuk) Perluasan deret ukur digunakan dalam masalah bunga berbunga, masalah pinjam meminjam serta masalah investasi yang dihubungkan dengan tingkat suku bunga dalam jangka waktu tertentu yang besarnya diasumsikan tetap dari waktu ke waktu. Misalkan suatu modal sebesar P 0‟ akan dibungakan per-satu tahun selama jangka waktu n tahun. Tingkat suku bunga yang berlaku yang berlaku adalah r % per-tahun, diasumsikan tetap dari tahun ke tahun selama n tahun. Sehingga menghitung modal awal tahun ke-n yang diperoleh melalui pembungaan setiap satu tahun dapat dirumuskan Pn = po ( 1 + r )n , atau Pn = po ( 1 + r /m)n.m Pn = Modal pada tahun ke-n (di masa yang akan datang) Po = Modal saat sekarang, saat t = 0 r = Tingkat suku bungan per-tahun 3

000 (1. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2005. berapa persen pertumbuhannya ? Berapa Jumlah penduduknya pada tahun 2015 ? Jawaban latihan soal.55 3.( 1 + i )n = 100. 5. Karena persaingan keras dari kecap-kecap merek lain.850.000. tingkat pertumbuhannya 4 persen per tahun.n i = persentase pertumbuhan penduduk per tahun & n = jumlah tahun Contoh soal : Penduduk suatu kota berjumlah 100. Pembungaan depositonya setahun sekali dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun. Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp. Beda antar suku 15.48024) = 148.11 )5 = 10. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.000 botol kecap pada tahun ke-6 operasinya.000. Pabrik rokok “Kurang Garam” menghasilkan sejuta bungkus rokok pada tahun pertama berdirinya. 3. diperkirakan menjadi 4. Pertumbuhan Penduduk Penerapan deret ukur yang paling konvensional di bidang ekonomi adalah dalam hal perhitungan pertumbuhan penduduk. 10 juta dalam jangka waktu 5 tahun.6 juta bungkus pada tahun ketujuh.000 ( 1 + 0. 5.04 )10 = 100. Bantulah nasabah itu untuk menghitung berapa jumlah uang yang akan diterima pada akhir tahun ke-5 ? Pn = P0 ( 1 + r )n = 10.000. Periode waktu : 2005 -1995 = 10 tahun Pn = P0. sebagaimana pernah dinyatakan oleh Malthus. Berapa suku pertama baris hitung tersebut ? Berapakah nilai suku kesepuluhnya ? Berapa jumlah sepuluh suku pertamanya.000 ( 1.024 Latihan Soal 1. produksinya terus menurus secara konstan sehingga pada tahun ke-10 hanya memproduksi 18.04 )10 = 100.685058155) = 16.11/2)5.5 juta bungkus rokok ? d) Berapa bungkus rokok yang telah ia hasilkan sampai dengan tahun ke – 16 ?. berapa tambahan produksinya per tahun ? b) Berapa produksinya pada tahun kesebelas ? c) Pada tahun ke berapa produksinya 2. dan 1.11 ) 5 = 10.m = 10. Sebuah baris hitung mempunyai suku pertama bernilai 210.000 (1 + 0. 4.25 juta jiwa pada tahun 2008.2 = 10. penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret ukur. Hitunglah suku ke 10 nya ! Berapakah jumlah lima suku pertammanya ? 2.000 ( 1. a) Andaikata perkembangan produksinya konstan.000 ( 1 + 0. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.055)10 = 10. Penduduk suatu kota metropolitan tercatat 3. Pabrik kecap “Nambewan” memproduksi 24. Jika diketahui suku kedua besarnya 275 dan suku keenam besarnya 375. Yang drumuskan : Pn = P0.000 botol.000 jiwa pada tahun 1995. Pembungaan depositonya dengan tingkat bunga yang diasumsikan konstan sebesar 11% per-tahun Berapa jumlah uang yang diterimanya pada akhir tahun kelima jika didepositokan dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali ? dan Berapa jumlah uang yang diterimanya jika didepositokan dengan pembungaan tiap tiga bulan.000.000 (1. Jika tahun 2008 dianggap tahun dasar.708144) 4 .5 jiwa pada tahun 2013.000 ( 1.000. 6.( 1 + i )n Di mana Pn = populasi penduduk pada tahun basis (tahun ke-1) P0 = populasi penduduk pada tahun ke. a) Berapa botol penurunan produksinya per tahun ? b) Pada tahun ke berapa pabrik kecap tersebut tidak berproduksi (tutup) c) Berapa botol kecap yang ia hasilkan selama operasinya ?.n = tahun ke m = periode per-tahun Contoh Soal : Seorang nasabah merencanakan mendepositokan uangnya di Bank sebanyak Rp.581.000.000 (1 + 0.

38461/5 .000 (1 + 0. P2015 = P2008 (1 + i)2015-2008 = 3.25 (1 + i)2013-2008 4.25 (1.000 (1 + 0. 17.31 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.3.000.000.5 = 3.13 Jadi jumlah penduduk kota metropolitan pada tahun 205 sebanyak 5.4 = 10.5 = 3.m = 10.3846 = (1 + i)5 1.= 17. Daftar Pustaka : 5 .204.58 Jadi dalam waktu lima tahun uang nasabah tersebut yang dibungakan setiap enam bulan sekali menjadi Rp.11/4)5.73 % Jumlah penduduk pada tahun 2015. Jawab jumlah uang dengan pembungaan tiap 6 bulan sekali Pn = P0 (1 + r/m)n.0673 i = 6.444.577632) = 5.73 % Jadi persentase pertumbuhan penduduknya 6.13 juta.720428431) = 17.1 i = 0.25 = (1 + i)5 1.444.081.25 (1 + 6.73%)7 = 3.5/3.58.284.284. Jawab persentase pertumbuhan penduduk : Pn = P0 (1 + i)n 4. 17.204. 6.25 (1 + i)5 4.38461/5 = 1 + i i = 1.0275)20 = 10.000.081.000 (1.

menutup totol biaya. Yang dimaksud dengan koefisien ialah bilangan atau angka yang diletakkan tepat di depan suatu variabel.1. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mmenghitung berapa produk yang sebaiknya diproduksi dan dijual oleh perusahaan agar perusahaan dapat menutup biaya-biaya tetapnya. Disebut Analisis Break-Even Analusis. Diskripsi Mata Kuliah Memperkenalkan unsur-unsur fungsi ialah variabel bebas dan variabel terikat. Unsur-unsur pembentukan fungsi yaitu variabel. 2. Menggambarkan bagaimana fungsi linier dapat membantu menghitung berapa pendapatan nasional yang harus diperoleh suatu negara agar tidak mengalami defisit akibat konsumsi yang lebih besar dari pada pendapatan. 3y = 4x – 8. Contoh : 1. Penggolongan variabel dibedakan menjadi variabel bebas dan variabel terikat dimana variabel bebas yaitu variabel yang menerangkan variabel lain. Perilaku konsumen dicerminkan melalui fungsi permintaan.2. sedangkan variabel terikat yaitu variabel yang diterangkan oleh variabel lain.1. Uraian Materi A. Untuk mencari perpotongan dua fungsi yang linier digunakan metode eliminasi. koefisien. Dalam suatu fungsi. Yang dimaksud dengan variabel ialah unsur yang sifatnya berubah-ubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. substitusi atau dengan cara determinan. Konstanta sifatnya tetap dan tidak terkait dengan suatu variabel apa pun.1 PENDAHUKUAN : 2.1. Menggabarkan bagaimana fungsi linier dapat dipergunakan untuk mencerminkan perilaku baik perilaku konsumen maupun perilaku produsen. sedangkan perilaku produsen dicerminkan dengan fungsi penawaran. 2. Koevisien dan konstanta. 4. TEORI FUNGSI LINIER DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI 2. Keseimbangan pasar ini dapat bergeser sejajar akibat adanya capur tangan pemerintah dalam bentuk pajak maupun subsidi 2. dan konstanta.2. 3. terkait dengan variabel yang bersangkutan. secara umum jika dikatakan bahwa y adalah fungsi dari x maka ditulis y = f(x).BAGIAN 2 KONSEP DASAR TEORI FUNGSI.2. yang saling berkaitan satu sama lain dala hubungan yang dapat dijelaskan secara ateatis yaitu hubungan yang linier. sejajar atau bahkan berpotongan.1. TEORI FUNGSI DAN TEORI FUNGSI LINIER 1. dimana x adalah variabel bebas dan y adalah variabel terikat. y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 3 adalah koefisien ( terletak didepan variabel y) 4 adalah koefisien ( terletak didepan variabel x) -8 adalah konstanta 2. y = x ½ y adalah variabel terikat x adalah variabel bebas 6 .Tujuan Khusus 1. Lebih jauh lagi berapa pendapatan minimum agar dapat menabung. Pengertian Fungsi Fungsi yaitu hubungan matematis antara suatu variabel dengan variabel lainnya. Menggambarkan pendapatan nasional dapat menghitung melalui pendekatan pengeluaran yang linier. Pertemuan antara keduanya merupakan titik keseimbangan pasar. bahkan agar perusahaan dapat memperoleh keuntungan. PENYAJIAN 2 . Fungsi-fungsi yang bersifat linier tersebut dapat saling berhimpit.

. a0 = .. a1 = +  a0 = ..+ anxn. a1 = . 8. negatif atau nol Untuk nilainya a0 dan a1 yang memungkinkan positif..4 + 2x Y=-4–2x Y = . Contoh : 1.. x variabel bebas a0 konstanta...bilangan bulat positif Contoh: Y = 1 + 2x1 . a1= 0  a0 = . a1= . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + a3x4 Contoh :Y = 1 + 2x1 + 3x2 + 4x3 + 5x4 Fungsi Pangkat :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat suatu bilangan riil positif Bentuk umum : Y = xn .. 6.. a0 = + . nilainya positif. Bentuk umum :Y = nx Contoh :Y = 2x Fungsi logaritma : Fungsi yang merupakan invers fungsi eksponen Bentuk umum Y = n log x Contoh :Y = 4 log x Fungsi Hiperbola :Fungsi yang variabel bebasnya berpangkat bilangan riil negatif Bentuk umum :Y = xn .+ 12x11)1/11 Fungsi Polinom : Fungsi yang memiliki banyak suku Bentuk umum : Y = a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... n = 11 Fungsi Linier : Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu. dimana y adalah variabel bebas dan x adalah variabel terikat.2x1 . a1 = 0  a0 = 0 ..x Y = 0 +a1x  Y = 0 – a1x Y = 4 + 2x Y = 4 – 2x Y = 4 + 0.4 + 0. Y = a0 + a1x  Y = a0 – a1x  Y = a0 + 0. 4.x = .. n bilangan bulat positif contoh :Y = (1+2x1 . n bilangan riil positif Contoh :Y = x2 Fungsi Eksponen : Fungsi yang variabel bebasnya merupakan pangkat suatu konstanta. 5..3x2 + 4x3 +.+ anxn.4 Y = 0 + 2x Y=0–2x 7 ... Bentuk umum Y = a0 + a1x1 Contoh: Y = 1 + 2x1 Fungsi Kuadrat :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah dua.3x2 + 4x3 +.x = 4 Y = . 2. n bilangan riil negatif Contoh :Y = x-2 .x  Y = -a0 +a1x  Y = -a0 – a1x Y = -a0 + 0.Jika x adalah fungsi dari y maka ditulis x = f(y). Pengertian Fungsi Linier Fungsi linier adalah fungsih polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah satu : Y = a0 + a1x1 .... Jenis-jenis Fungsi Fungsi Irrasional : Fungsi yang memiliki Bentuk umum Y = n√ a0 + a1x1 + a2x2 + a3x3 + . a0 = + . 3.. a1 = + a0 = 0 .. Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 + a2x2 Contoh : Y = 1 .... a1= +  a0 = + . Bentuk umum :Y = a0 + a1x1 +a2x2 + a3x3 Contoh : Y = 1 + 2x1 – 3x2 + 4x3 Fungsi Bikuadrat:Fungsi polinom yang fariabel bebasnya memiliki pangkat paling tinngi adalah empat.. negatif.. 7.-12x11. a1 = . n bilangan riil negatif 3. negatif. atau nol.....3x2 Fungsi Kubik :Fungsi polinom yang variabel bebasnya memiliki pangkat paling tinggi adalah tiga. x = -2 x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2... nilainya positif. maka alternatif yang mungkin untuk fungsi linier : Y= a0 + a1x1 yaitu : misal a0 = 4 dan a1 = 2 1..Y variabel terikat.. atau nol a1 Koefisien. x = y-2 y adalah variabel bebas x adalah variabel terikat -2 adalah konstanta 2.

Y = 4 – 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.0) Y = 4 – 2x 3. a0 = 0 .x  Y = 0 + 0. Penggambaran Fungsi Linier Penggambaran fungsi linier dari berbagai alternatif untuk a 0 = 4 dan a1 = 2 Y = 4 + 2x (0.9.0) 0 (0..4) 1.4 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0..-4) (2.0) 5.4 titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.4) dan (2.-4) Y = -4 – 2x 6.4) dan ( .4) dan (-2.2. Y = 4 + 2x dua buah titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) (Y = 4) 4.x = 0 4.0) (0. Y = .0) (-2.0) (-2.0) 0 (0.4) 0 (0.4) 0 (2.-4) Y = -4 8 . a1 = 0 Y = 0 + 0..0) 0 2.4 – 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. Y = . Y = 4 titik yang dibutuhkan untuk mengambarkannya (0.4) dan (2. Y = .4) 0 (0.

0) 2 (2.0) 5. Kedua Fungsi Linier tersebut berada dalam berbagai keadaan: 1.0) 8. intersep 8/2 = 4 . Hubungan Dua Fungsi Linier Ada dua fungsi linier dimana fungsi linier pertama yaitu : Y = a 0 + a1 x dan fungsi linier yang kedua yaitu : Y‟ = a0‟ + a1‟ x. maka dan a1 = a1‟ untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ 9 .0) dan (2.0) (0.4) 2 (0.4) (0.. Y = 0 –2x dua buah titik yang dibutuhk untuk menggambarkannya (0.4) Y = 0 + 2x (2. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 +4x . Y = 0 + 2 x dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0. gradien 4 3.0) (2. gradien 4/2 = 2 2. Berhimpit Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x karena berhimpit. gradien 2 Fungsi linier kedua : 2Y = 8 + 4x .0) dan (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ Contoh : Fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x . Sejajar Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x Karena sejajar. Y = 0 dua buah titik yang dibutuhkan untuk menggambarkannya (0.-4) Y = 0 – 2x -4 9.7. intersep 4. intersep 4. intersep 2.0) dan (2. maka a0 = a0‟ dan a1 = a1‟ contoh : Fungsi linier Pertama : Y = 4 + 2x . Berpotongan Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena Berpotongan.

. Titik Potong Linier Untuk fungsi linier yang saling berpotongan. intersep 2.** memasukkan ** pada* 2x+3y=4 2 (1 – 2 y) + 3 y = 4 maka x=1–2y 2 (1) – 2 (2 y) + 3 y = 4 x = 1 – 2 (-2) 2–4y+3y=4 x = 1 – ( . Contoh : fungsi linier pertama : Y = 4 + 4x. intersep 2. gradien – 4 dan perpotongan pada titik (0.. intersep 2 .4) 10 . Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟. maka a1 = a1‟ dan a1. Eliminasi 3... a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x. a0) Contoh : fungsi linier pertama : Y = 2 + 4x . maka dan a1 = a1‟ Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan perpotongan pada titik (0. a1‟ = -1 Untuk kondisi seperti pada gambar a0 = a0‟ dan berpotongan pada titik (0. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus.Contoh : Fungsi linier pertama Y = 4 + 4x . maka untuk mencari titik potongnya dapat dilakukan dengan cara : 1. intersep 2 .2) 5. Berpotongan tegak lurus Y = a0 + a1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan tegak lurus.. Substitusi 2.* x + 2 y = 1 . intersep 4. gradien – ¼ dan perpotongan pada titik (0. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x ...2) 6. gradien 4 Fungsi linier kedua : Y = 2 – 4x ..x = 1 – 2 y ...1. gradien – 4 4.. Determinan Contoh : Carilah titik potong dari garis yang berpotongan yaitu 2 x + 3 y = 4 dan x + 2 y = 1 Jawab : 1. Cara Substitus 2x+3y=4 .. gradien –1/4 6.. intersep 2. intersep 4. intersep 2. Berpotongan Y = a 0 + a 1x Y‟ = a‟0 +a‟1x 0 Karena berpotongan. gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x. maka a1 = a1‟ dan a1. = . gradien 4 fungsi linier kedua : Y = 2 – 1/ 4x..a1‟..

= ------. Penamaan Fungsi Linier 1.= ------.7) maka : Y–3 = x–3 7–3 = 5–3 Y–3 = x–3 4 2 Y – 3 = 4 / 2 ( x – 3) Y–3 = 2x–6 Y = 2x–6+3 Y = 2x–3 Jadi garis yang melalui titik (3. Jika diketahui dua buah titik yaitu A (x1.Y1) Untuk mengetahui garis yang tepat melalui kedua titik tesebut dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = X – X1 Y2 – Y1 = X2 – X1 Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.3) dan (5. pasti akan diperoleh nilai yang sama.= ----------------.y1) = (3.3) dan (5.7). Jawab : misalkan (x1.= ---. Gambar : B(X2. y1) dan B (x2. 7.= ----------------.4) x–4 x x 3. y2).3) dan (x2. Cara Determinan 2x +3y=4 x+2y=1 | 4 3 | | 1 2 | (4)(2) – (1)(3) 8–3 5 x = -----------.2–y=4 -y = 4 – 2 -y = 2 y=-2 2. Cara Eliminasi 2 x + 3 y = 4 (x 1) --- x + 2 y = 1 (x 2) --- maka x + 2 y x=1+4 x=5 2x+3y=4 2x+4y=2 _ -y=2 =1 =1 =1 =1+4 =5 y=-2 =1 x + 2 (.2) x + (.= ---.7) adalah Y = 2 x – 3 11 . substitusi.y2) = (5. ataupun determinasi.= 5 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | | 2 4 | | 1 1 | (2)(1) – (1)(4) 2–4 -2 y = -----------.Y2) A(X1.= -2 | 2 3 | (2)(2) – (1)(3) 4–3 1 | 1 2 | Baik dengan cara eliminasi.

4. Jika diketahui sebuah titik A (x1.)= (3.P2. Akan tetapi. Fungsi ini mencerminkan perilaku konsumen di pasar di mana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan.P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 12 . Penerapan fungsi linier dalam ekonomi mikro. maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut meningkat menjadi 6. jika dijual seharga Rp 5. Demikian sebaliknya. maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan. jika dijual dengan harga lebih murah yaitu Rp 4.y1) = (3.3) dan m = 5 Maka : Y – Y1 = m(x – x1) Y – 3 = 5 (x – 3) Y – 3 = 5x – 15 Y = 5x – 15 + 3 Y = 5x – 12 Jadi garis yang melalui titik (3. Pendahuluan Penerapan fungsi linier dalam bisnis dan teori ekonomi mikro.000. Bagaimana fungsi permintaanya ? Gambarkan fungsi permintaan tersebut pada Grafik Kartesius.y1) n 0 Untuk mengetahui garis yang tepat melalui titik tersebut dengan kecondongantertentu dapat diperoleh dengan menggunakan rumus di bawah ini : Y – Y1 = m (x – x1). y1) dan gradiennya / kemiringannya m Gambar : A(x1. dan ‘ break-even analsis ‘.5.000. Ditulis: P= f(Qd). yaitu : fungsi pendapatan yang terdistribusi menjadi fungsi konsumsi dan fungsi tabungan fungsi pendapatan nasional yang dihitung melalui pendekatan pengeluaran. m = ∆Y/∆x Contoh : Carilah garis yang melalui titik (3.000 per-buah akan.3) dengan kecondongan sebesar 5 Jawab : Misalkan (x1.000) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P . price) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang diminta (Qd .000) dan (Qd2. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI 1. Fungsi Permintaan Fungsi permintaan merupakan fungsi yang mencermintan hubungan antara variabel harga (P . Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang diminta (Qd) dan sumbu tegaknya harga barang yang bersangkutan (P).000 buah. PENERAPAN DALAM BISNIS DAN TEORI EKONOMI MIKRO 2.12 B. Pengaruh pajak dan subsidi terhadap keseimbangan pasar.3) dengan kemiringannya 5 adalah Y = 5x .2. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang diminta (fungsi linier). Qd = 15 – P Contoh Soal : 1. Fungsi penawaran.000 buah. Suatu barang. jika harga mengalami penurunan maka jumlah barang yang diminta akan mengalami peningkatan. quantity demand). Jawab : Diketahui (Qd1.) = (6. Keseimbangan pasar. Fungsi penerimaan. maka fungsi permintaan suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Sifat monoton turun : P‟ > P maka Qd‟ < Qd P” < P maka Qd” > Qd Contoh : 1.2 Qd 2.laku sebanyak 3.000 per-buah.P1. yaitu : Fungsi permintaan. Fungsi biaya. P = 30 .

000.000 = 4.000 = -5 Qd – ( 5 )( .500 Jadi fungsi prmintaanya : P = .P .250 .000 P P = = = = = = Qd . apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.3.250 ) = -5 Maka ( P – 40.000 Gambar Grafik Kartesiusnya ( P vs Qd ) : P 6000 P = . Qd = .3.000 Qd .000 P = -5 Qd + 42.000 = -5 Qd + 2.000 3. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta Menjadikan : 13 .5.5 Qd + 42.250 / (.000 .000) -1/3 Qd + 1.500 ) P – 40.250 akan menyebabkan jumlah permintaan mengalami penurunan sebanyak 250.500 + 40.000 -1/3 (Qd – 3.1.000) -1/3 Qd – 1/3 (.000 P . Permintaan suatu barang sebanyak 500 Buah pada saat harganya 40.000 P – 5. sebab : 1.3.000 – 5.000 0 Qd= 18.3.5 Qd + 42.Qd1 ) = ( 40. 500 ) dan p = 1.500 P = .000 P – 5.000 Contoh Soal : 2.000 -1/3 Qd + 6. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang diminta : Menjadikan : M = Δ P = negatif = negatif atau ΔQd positif 2.500 0 Catatan : Gradien fungsi permintaan yang dinyatakan dengan rumus m=Δ P / Δ Qd nilainya Senantiasa negatif.5. sebagaimana fungsi permintaannya dan gambarkan fungsi permintaanya dan gambarkan fungsi permintaan tersebut pada grafik kartesius Jawab : Diketahui ( P1 .500 Gambar Fungsi Penawaran tersebut pada grafik Kartesius : 42.000 .250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – P1 ) = m (Qd – Qd1 ) dengan m = P / Qd = 1.500 P = -5 Qd + 2.1.000 .1/3 Qd + 6.000 + 5.000.000 ) 3.000 ( Qd – 3.000 P – 5.000 6.000 ) = -5 ( Qd – 500 ) P – 40.

000 – 5. jika harga barang mengalami penurunan maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan.250.000 per-buah. Penawaran suatu barang sebanyak 500 buah pada saat harganya 40. Suatu barang. maka jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen akan bertambah menjadi 6.000 Jadi fungsi penawarannya adalah : P = 1/3 Qs + 4.Qs1) = (5.000 (Qs – 3. Ditulis : P = f ( Qs ). harga dipasarnya Rp 5. P = 120 + 4Qs 2.000 Gambar Grafik Kartesiusnya (P vs Qs) : Contoh Soal : 2. ∆Qs = 250 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : ( P – Pı ) = m (Qs – Qsı) dengan m = ∆P / ∆Qs = 1250 / 250 =5 maka (P – 40.500 + 40. Bagaimanakah fungsi penawarannya ? Gambarkan fungsi penawarannya tersebut pada Grafik Kartesius.Qsı) = (40.000 = 5Qs – 2. 3.000 = Qs – 3.000) Fungsi penawarannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qs – Qs1 P2 – P1 Qs2 – Qs1 P – 5. ¼ P = 8Qs + 125 Contoh Soal : 1.000 P – 5.000. Apabila setiap kenaikan harga sebanyak 1.000.500 14 .000 1.000 buah. jika harga lebih tinggi yaitu menjadi Rp 6. 6.000 3. Sifat demikian jika digambarkan pada Grafik Kartesius dengan sumbu datarnya jumlah barang yang ditawarkan (Qs) dan sumbu tegaknya harga barang bersangkutan (P).000 P – 5.000 buah.000) = 5(Qs – 500) P – 40.Qs2) = (6.000 P = 5Qs + 37.000 = 5Qs + (5)(-500) P – 40. Fungsi ini mencerminkan perilaku produsen dipasar dimana sifat yang berlaku yaitu bahwa jika harga barang mengalami peningkatan. Demikian sebaliknya. Akan tetapi. 500) dan ∆P = 1.M=Δ P = Δ Qd positif negatif = negatif 3. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran merupakan fungsi yang mencerminkan hubungan antara variabel harga ( P : price ) suatu barang dengan variabel jumlah barang yang ditawarkan ( Qd : Quantity Supply ).000 = 1/3 Qs + (1/3) (-3. Jawab : Diketahui (Pı.000 = 1/3 (Qs – 3.000 P = 1/3 Qs + 4.000 = Qs – 3.000 P – 5.000 + 5.000) P – 5. maka jumlah barang yang ditawarkan akan mengalami peningkatan.000.000 6.000) P = 1/3 Qs – 1. Jawab : Diketahui (P1.000 per buah maka produsen akan menawarkan sebanyak 3.000 – 3.000 = 1. maka fungsi penawaran suatu barang dicerminkan sebagai berikut : Contoh : 1.000 6.000) 3. Qs = -40 + ¼ P 3.000.250 akan menyebabkan jumlah penawaran mengalami peningkatan sebanyak 250.500 P = 5Qs – 2.000) dan (P2. bagaimana fungsi penawarannya dan gambarkan fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius. dimana perubahan harga „sebanding‟ dengan perubahan jumlah barang yang ditawarkan (fungsi linier).

digambarkan sebagai berikut : P P = f (Qs) Pe P = f(Qd) 0 Qe Qd Contoh Soal : 1. menjadikan : m = ∆ P = positif = positif] ∆Qd positif 4. Jika dinyatakan adanya penurunan harga akan menyebabkan penurunan jumlah barang yang ditawarkan. Untuk suatu barang. pada harga Rp 6.500 Gambar fungsi penawaran tersebut pada Grafik Kartesius : P P = 5Qs + 37.000 jumlah pemintaan barang tersebut sebanyak 20 buah dan untuk kenaikan harga menjadi Rp 10.500 0 Qs Catatan : Gradien fungsi penawaran yang dinyatakan dengan rumus: m = ∆ P nilainya senatiasa positif. Keseimbangan Pasar Keseimbangan pasar atau ‘Eqiullibrium’ adalah suatu kondisi dimana keseimbangan harga (Pe) tercapai Jumlah barang yang diminta = Jummlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs Atau Keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan Pe ›› P = P Fungsi permintaan dan fungsi penawaran pada sebuah grafik Kartesius dengan keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan Kuantitasnya (Qe).000.30) dan ∆P = 2000.000 pengusaha menawarkan barang tersebut sebanyak 30 buah.000 maka jumlah barang yang ditawarkan juga meningkat sebanyak 20.Jadi fungsi penawarannya : P = 5Qs + 37. menjadikan : m = ∆ P = negatif = positif atau ∆Qs positif 1.500 37. Pada harga Rp 5. dan setiap kenaikan harga sebanyak Rp 2. sebab : ΔQs 1. Jika dinyatakan adanya peningkatan harga akan menyebabkan peningkatan jumlah barang yang ditawarkan. ∆Qs = 20 Fungsi penawarannya diperoleh dengan rumus : (P – P1) = m (Qs – Qs1) 15 .000 jumlah permintaannya berkurang menjadi 10 buah. Jawab : Mencari fungsi penawaran : Diketahui (P1. Bagaimanakah fungsi permintaan dan fungsi penawaran barang tersebut ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah Grafik Kartesius.Qs1) = (6.

000 Jadi fungsi permintaannya adalah : P = -500 Qd + 15.000 = Qd – 20 5000 -10 P – 5.000.000 Pe = -10.000 atau Pe = 100Qe + 3.000 Grafiknya digambarkan sebagai berikut : P P = 100 Qs + 3.000 Pe = -500 (20) + 15.20) dan (P2.000 Pe = 5.000 P = -500Qd + 15.Qd1) = (5. Untuk Keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe = -500 Qe + 15. Qs 2.000 + 3.000 15.000 = 100Qs + (100)(-30) P – 6.000 3000 0 P = -500 Qd + 15.000 = 100Q + 500Q 12.000) = 100 (Qs – 30) P – 6.000 Jadi fungsi penawarannya : P = 100Qs + 3.000 = 100Q + 3.000 10 – 20 P – 5.dengan m = ∆P / ∆Qs = 2000 / 20 = 100 maka (P – 6.000 P = -500Qd + 10.000 = -500Qd + (-500) (-20) P – 5.10) Fungsi permintaannya dicari dengan rumus : P – P1 = Qd – Qd1 P2 – P1 Qd2 – Qd1 P – 5.000 – 5.000 Mencari fungsi permintaan : Diketahui (P1. 16 .000 P = 100Qs + 3.000 Pe = 5.000 = -500(Qd – 20) P – 5.000 = Qd – 20 10.000 600 Qe = 20 Jadi keseimbangan kuantitas tercapai pada 20 unit barang.000 Pe = 2.000 Pe = 5.000 Keseimbangan Kuantitas (Q) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan -500Q + 15.000 Qe = 20 Qd. Fungsi permintaan dan fungsi penawaran suatu barang diberikan sebagai berikut : Qd = 11P dan Qs = -4 +2P Dimanakah keseimbangan harga (Pe) dan keseimbangan kuantitas (Qe) tercapai ? Gambarkan kedua fungsi tersebut pada sebuah grafik kartesius.000 (Qd – 20) -10 P – 5.000 + 15.Qd2) = (10.000 P = 100Qs – 3.000.000 = 100Qs – 3.000 Pe =100(20) + 3.000 Jadi keseimbangan harga tercapai pada harga Rp 5.000 + 6.000 – 3.000 = 5.000 + 5.000 = -500Qd + 10.000 = 600Q Qe = 12.

Jawab : Keseimbangan harga (Pe) tercapai : Jumlah barang yang diminta = Jumlah barang yang ditawarkan Qe ›› Qd = Qs 11 – P = -4 + 2P 11 + 4 = 3P + P 15 = 3P Pe = 5 Jadi keseimbangan harga di pasar tercapai pada harga 5. Berapa total pajak yang ditanggung konsumen. 17 . (iii). pemerintah mengenakan pajak dengan terif pajak sebesar t = 3 / unit barang. Pajak penjualan tersebut dinyatakan dengan : tarif pajak (t) = satuan unit uang / satuan unit barang. (vi). yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut : Qd = 11 – P dan Qs = -4 + 2P. Gambarkan perubahan akibat pajak tersebut. Berapa total pajak yang ditanggung produsen.P P 5. (i). Carilah keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada pajak. Pengaruh Pajak terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah mengenakan pajak penjualan kepada para produsen. (iv). Kepada produsen tersebut. Qs Qs = -4 + 2P 11 Qe = 6 0 2 -4 Pe = 5 Qd = 11 .4 + 2P Qe = 11 – 5 Qe = -4 + 2(5) Qe = 6 Qe = -4 + 10 Qe = 6 Jadi keseimbangan kuantitas di pasar tercapai pada jumlah 6 Grafik digambarkan sebagai berikut : Qd. Pengaruh pajak terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = f(Qd) P = f(Qs) Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t) P = f(Qd) P = f(Qs) + t Contoh Soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. Berapa tarif pajak yang ditanggung produsen. (v). Sehingga keseimbangan kuantitasnya (Qe) dapat dicari : Qe = 11 – P atau Qe = . (viii). (ii). Arsirlah total pajak masing-masing pada gambar di atas. Berapa tarif pajak yang ditanggung konsumen. (vii). Berapa total pajak yang diterima pemerintah.

Untuk keseimbangan Harga (Pe) diperoleh dengan cara : Pe‟ = 11 – Qe‟ atau Pe‟ = 1/2Qe‟ + 5 Pe‟ = 11 – 4 Pe‟ = 1/2(4) + 5 Pe‟ = 7 Pe‟ = 2 + 5 Pe‟ = 7 Jadi keseimbangan harga setelah kena pajak tercapai pada harga 7 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya pajak) yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainya. tidak demikian dengan fungsi penawaran. Perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. maka Sebelum ada pajak Fungsi Penerimaan Fungsi Penawaran P = 11 . Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Akibat adanya pajak maka fungsi penawaran mengalami perubahan.Qd 0 Qe = 6 Qd. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2. Dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6.Qd P = ½ Qs + 2 + t P = ½ Qs + 2 + 3 P = ½ Qs + 5 Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah dikenakan pajak Keseimbangan kuantitas (Qe‟) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe‟ = ½ Qe‟ + 5 11 – 5 = ½ Qe‟ + Qe‟ 6 = 3/2 Qe‟  12 = 3 Qe‟  Qe‟ = 4 Jadi keseimbangan kuantitas setelah kena pajak tercapai pada 4 unit barang. Sedangkan fungsi penawaran sesudah kena pajak menjadi : P = ½ Qs + 5. Akan tetapi.Qd P = ½ Qs + 2 Sesudah ada pajak (Tarif Pajak (t)) P = 11 .Qs Akibat dikenakan pajak. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki 18 . Grafiknya digambarkan sebagai berikut : Jika hendak digambarkan dengan fungsi P sebagai fungsi tegak dan fungsi Qd.Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sebelum dikenakan pajak. Fungsi penawaran sebelum kena pajak adalah : P = ½ Qs + 2.Qs pada sumbu datar maka kita harus melakukan perubahan sebagai berikut : Fungsi permintaan : Qd = 11 – P atau P = 11 – Qd Fungsi penawaran : Qs = -4 + 2P atau Qs + 4 = 2P Maka P = ½ Qs + 4/2 P = ½ Qs + 2 Gambarnya menjadi : P P = ½ Qs +2 Pe = 5 2P = 11 . Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum dikenakan pajak maupun yang sesudah kena pajak ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½.

maka fungsi permintaan. serta keseimbangan harga dan kuantitas sebelum ada pajak digambarkan di bawah ini : P Pe = 7 Pe = 5 E“ E P = ½ Qs + 5 P = ½ Qs + 2 0 Qe‟ = 4 Qe = 6 Qd. vi) Berapa total subsidi yang dinikmati konsumen. iii) Berapa tarif subsidi yang diterima konsumen.Qs Keterangan gambar : E : keseimbangan sebelum ada pajak Qe : keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak Pe : keseimbangan harga sebelum ada pajak E‟ : keseimbangan setelah ada pajak Qe‟ : keseimbangan kuantitas setelah ada pajak Pe‟ : keseimbangan harga setelah ada pajak Adanya pengenaan pajak dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Beban tarif pajak yang dibebankan oleh produsen kepada konsumen terasakan oleh adanya kenaikan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe‟ = 7. fungsi penawaran sebelum ada pajak. iv) Berapa tarif subsidi yang di terima produsen. Pengaruh Subsidi terhadap Keseimbangan Pasar Pemerintah memberikan subsidi kepada para produsen. Maka : Pe‟ > Pe 2. Agar perubahannya terlihat jelas.4 + 2 P kepada produsen tersebut. yaitu diberikan fungsi permintaan dan fungsi penawaran sebagai berikut :Qd = 11 – P dan Qs = . Keseimbangan harga setelah ada pajak lebih tinggi dari pada keseimbangan harga sebelum ada pajak : Pe‟ = 7 sedangkan Pe = 5. fungsi penawaran sebelum kena pajak dan fungsi penawaran setelah kena pajak digambarkan bersama-sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Tarif pajak dan Total Pajak : 6. vii) Berapa total subsidi yang dinikmati produsen. sedangkan yang ditanggung produsen berarti tinggal sisanya. Akan tetapi. dan fungsi penawaran setelah ada pajak. Sebagian dari pajak tersebut dibebankannya kepada konsumen. Keseimbangan kuantitas setelah ada pajak lebih rendah dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada pajak : Qe‟ = 4 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe‟ < Qe Tarif pajak yang dikenakan oleh pemerintah kepda produsen t = 3/unit. 19 . viii) Arsirlah total subsidi masing-masing pada gambar di atas. Fungsi permintaan. v) Berapa total subsidi yang diberikan pemerintah.gradien yang sama tetapi intersepnya masing-masing berbeda satu sama lainnya. pemerintah memberikan subsidi dengan tarif subsidi dengan tarif subsidi sebesar s = 1 / unit barang. Subsidi tersebut dinyatakan dengan : tarif subsidi (s) = satuan unit uang / satuan unit barang. produsen tidak mau menaggungnya sendiri. i) Carilah keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sesudah ada subsidi. Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan harga dan kuantitas di pasar Contoh soal : Dari contoh soal yang sebelumnya. maka jika digambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. ii) Gambarkan perubahan akibat subsidi tersebut.

Akan tetapi.33 + 1 Pe’ = 4. Sedangkan intersepnya berbeda satu sama lainnya. maka fungsi permintaan. 33 Pe’ = 3. 67 Pe’ = 1 / 2 (6. 67 Jadi keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi tercapai pada 6. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.masing berbeda satu sama lainya. fungsi penawaran sebelum kena subsidi dan fungsi penawaran setelah kena subsidi digambarkan bersama sama dalam sebuah Grafik Kartesius. Akibat adanya subsidi maka fungsi penawaran mengalami perubahan. Dari tabel di atas terlihat bahwa fungsi permintaan tidak mengalami perubahan. P Pe = 5 Pe = 4.Qs 20 . Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. yang mengakibatkan perubahan keseimbangan di pasar pada grafiknya dicerminkan juga oleh pergeseran fungsi penawaran. Agar perubahannya terlihat dengan jelas. Terlihat bahwa fungsi penawaran baik yang sebelum ada subsidi maupun yang sudah ada subsidi ternyata memiliki gradien (kemiringan) yang sama sebesar yaitu + ½ . maka dari perhitungan sebelumnya telah diketahui bahwa keseimbangan harga tercapai pada Pe = 5 dan keseimbangan kuantitasnya pada Qe = 6. Fungsi penawaran sebelum ada subsidi adalah : P = ½ Qs + 2. Menurut teori fungsi linier dikatakan bahwa dua buah garis yang memiliki gradien yang sama tetapi intersepnya masing.33 Jadi keseimbangan harga setelah ada subsidi tercapai pada harga 4. perubaha tersebut mengakibatkan terjadinya pengeseran keseimbangan harga maupun keseimbangan kuantitas di pasar. tidak demikian dengan fungsi penawaran.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6.Keseimbangan harga dan kuantitas dipasar sebelum dikenakan subsidi.33 Perubahan fungsi penawaran (akibat adanya subsidi). Keseimbangan harga dan kuantitas di pasar sesudah ada subsidi Keseimbangan kuantitas (Qe’) tercapai : Harga barang yang diminta = Harga barang yang ditawarkan 11 – Qe’ = ½ Qe’ + 1 11 – 1 = ½ Qe’ + Qe’ 10 = 3/2 Qe’ 20 = 3 Qe’ Qe’ = 6. 67) + 1 Pe’ = 4. Sedangkan fungsi penawaran sesudah ada subsidi menjadi : P = ½ Qs + 1.67 Keterangan gambar E : Keseimbangan sebelum ada subsidi Qe : Keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi Pe : Keseimbangan harga sebelum ada subsidi E’ : Keseimbangan setelah ada subsidi Qe’: Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi Pe’ : Keseimbangan harga setelah ada subsidi Qd. maka jika di gambarkan akan terlihat bahwa kedua garis tersebut dalam keadaan sejajar. 67 unit barang Untuk keseimbangan harga (Pe’) diperoleh dengan cara : Pe’ = 11 – Qe’ atau Pe’ = 1 / 2 Qe’ + 1 Pe’ = 11 – 6. Akibat dikenakan subsidi.

Jawab : R=PxQ R = 5. S : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang diberikan pemerintah.67 sedangkan Qe = 6 Maka : Qe’ > Qe Tarif subsidi yang dikenakan oleh pemerintah kepada produsen s = 1 / unit. Bagaimanakah fungsi permintaannya? Gambarkan fungsi permintaan tersebut dengan Grafik. produsen tidak menikmatinya sendiri. Fungsi penerimaan merupakan fungsi dari Output : R = f (Q) dengan Q : jumlah produk yang laku terjual. Sk : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmatikonsumen. Dilambangkan dengan R (Revenue) atau TR (total revenue).67 Qd.33. Maka : Pe’ < Pe 2. sedangkan yang diterima produsen berarti tinggal sisanya. Tarif subsidi yang diberikan oleh produsen kepada konsumen tersakan oleh adanya penurunan keseimbangan harga dari Pe = 5 menjadi Pe’ = 4. Keseimbangan kuantitas setelah ada subsidi lebih tinggi dari pada keseimbangan kuantitas sebelum ada subsidi : Qe’ = 6. Fungsi Penerimaan Fungsi penerimaan disebut juga fungsi pendapatan atau fungsi hasil penjualan.Adanya pemberian subsidi dari pemerintah kepada produsen ternyata mengakibatkan : 1. Jika P adalah harga jaul per unit.000 Q 21 P : Harga jual per unit dan Q : jumlah produk yang dijual . Fungsi penerimaan merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi dan laku terjual. : merupakan penjumlahan antara luas area yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati produsen dengan luas aera yang menggambarkan ukuran total subsidi yang dinikmati konsumen S = Sk + Sp 7. Akan tetapi.000 per unit barang.Qs Gambar yang menunjukan total subsidi.33 sedangkan Pe = 5 . Keterangan gambar : Sp : Luas area yang menggambarkan ukuran total subsisi yang dinikmati produsen. Keseimbangan harga setelah ada subsidi lebih rendah dari pada keseimbangan harga selum ada subsidi : Pe’ = 4. Sebagian dari subsidi tersebut diberikannya kepada konsumen. P Pe = 5 Pe = 4.33 E E′ P = ½ Qs + 2 P = ½ Qs + 1 0 Qe‟ = 6 Qe = 6. maka : R = P x Q dengan Contoh : Misalkan suatu produk dijual dengan harga Rp 5.

000 Q digambarkan melalui titik (0. Bagaimanakah fungsi biaya tetapnya dan gambarkan fungsi tersebut pada Grafik Kartesius? Jawab : FC = 100.000. Variabel Cost atau Fungsi Biaya yang berubah-ubah (VC).0) dengan grdiennya positif. dimana biaya produksi per unit senantiasa lebih kecil dibandingkan harga jual per unit barang. Gambar Fungsi Biaya Tetap : FC = 100. maka VC = P x Q dengan P : biaya produksi per unit dan Q: Produk yang diproduksi Contoh: Suatu produk diproduksikan dengan biaya produksi Rp 3.000. Jadi : VC = f(Q).000 per unit. Jadi fungsi biaya biaya tetap adalah fungsi konstanta : FC = k dengan k adalah konstanta positif Contoh : Suatu perusahaan mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 100. Terdiri atas dua jenis fungsi biaya: 1.000. Jawab : VC = P x Q VC = 3.000.000. 22 .0) 0 8. Fungsi Biaya Dilambangkan dengan C (Cost) atau TC (Total Cost). Jika P adalah biaya produksi per unit.000 0 2.000 Q Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi biaya variabel digambarkan melalui titik (0. Fixed Cost atau fungsi biaya tetap (FC) merupakan fungsi yang tidak tergantung pada jumlah produk yang diproduksi. Bagaimanakah fungsi biaya variabelnya dan gambarkan fungsi tersebut dengan grafik.Gambar : Karena intersepnya tidak ada (nol) maka fungsi penerimaan dengan gradiennya positif : R = 5. Merupakan fungsi biaya yang besarnya tergantung dari jumlah produk yang diproduksi. Merupakan hasil kali antara harga jual per unit dengan jumlah barang yang diproduksi.

000 Q.000. TC = FC + VC Contoh : Untuk contoh diatas. maka TC = 100.000.000.000 + 3.000. Keadaan tersebut digambarkan sebagai berikut: ‘ Break-Even’ TR = TC Jika penerimaan sudah dapat melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan. Biaya Variabel.000 Q = 5. maka perusahaan dinyatakan dalam keadaan merugi.000 dan biaya variabelnya : 3. Hal ini mencerminkan bahwa penggambaran fungsi total biaya haruslah melalui titik (0.Gambar Fungsi Biaya Variabel : VC = 3.000 Q TC = 100. Ternyata intersep dari fungsi total biaya adalah sama dengan biaya tetapnya dan gradienya sama dengan gradien fungsi biaya tetap. baik biaya tetap maupun biaya variabelnya. Rugi Contoh Soal: Dari contoh sebelumnya diperoleh bahwa Fungsi Fixed Cost : Fungsi Variabel Cost: Fungsi Total Cost : Fungsi Revenue : R FC = 100.000 VC = 3. total Biaya : TC=100.FC) dan sejajar dengan grafik VC. maka barulah perusahaan tersebut dapat menikmati keuntungan: Untung : TR > TC Jika penerimaan masih belum dapat menutup biaya-biaya yang dikeluarkan baik biaya tetap maupun biaya variabelnya.000 Q 0 3.000.000 Q : TR < TC Untuk lebih menjelaskan hal tersebut dibawah ini diberikan contoh.000 9. Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup Biaya tetapnya? Berapakah penerimaan yang diperoleh? 23 .000 + 3. Hal ini disebabkan karena seluruh penerimaan perusahaan dibayarkan untuk menutup biaya tetap maupun biaya variabelnya. Gambar Fungsi Biaya Tetap.000. Analisis ‘Break-Even’ Yang dimaksud dengan ‘Break-Even’ yaitu suatu kondisi dimana perusahaan tidak untung maupun tidak rugi. Fungsi Total Cost (TC) merupakan penjumlahan antara biaya tetap dengan biaya variabel.000 + 3000 Q VC= 3000 Q FC =100. dimana biaya tetap yang dikeluarkan sebuah perusahaan sebesar Rp 100.000Q.

000.000 x 50.000.000 0 Keterangan gambar : Q* Q‟ : Pada titik ini.000.000.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya tetap yang dikeluarkannya.000 Q* = 50.000 5.000 Q = 100.000.000Q-3.000 dipergunakan untuk menutup biaya tetapnya sebesar Rp 100.000 = Rp 2.000.000 unit barang.000 Jadi agar perusahaan dapat menutup biaya produksinya. maka total penerimaan harus melebihi total biaya. maka Kontribusi margin= Harga jual per unit – Biaya produksi per unit Kontribusi margin= Rp 5.000 dipergunakan untuk menutup 24 Q‟ Q* Q” Q TC .Berapakah produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkannya? Berapakah penerimaan yang diperoleh?Berapa produk yang harus diproduksi dan dijual agar perusahaan tersebut mendapatkan keuntungan? Berapakah kontribusi marginnya? Jawab: Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup biaya tetap : TR = FC 5. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 50.000.000 + 3.000Q = 100.000Q 2000Q = TC = 100. yaitu‟ R = TC = 5. Q = 50.R TR” TC” VC TC‟ 250.000 = 250.000 – Rp 3.000 Output yang diproduksi agar penerimaan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan : TR 5.000.VC.000.000 Q’ = 20.TC. Untuk itu perusahaan harus memproduksi produk sebanyak lebih dari 50.000.000 unit dengan penerimaannya akan lebih dari Rp 250.000 TR‟ FC 100.000 : Pada titik ini.000 dipergunakan untuk menutup total biaya yang juga sebesarRp 250.000 Agar perusahaan dapat menikmati keuntungan.000Q = 100.000. Tingkat penerimaanya sama dengan total biaya.000 Kontribusi margin yaitu keuntungan per unit.000 seluruh penerimaan sebesar Rp 100.000. maka perusahaan tersebut harus dapat memproduksi sebanyak 20. Tingkat penerimaannya : R = FC = 100.000 unit barang. Q = 20.000 Keadaan ‘Break-Even Analysis’ tersebut digambarkan dalam grafik sebagai berikut : TR FC. seluruh penerimaan sebesar Rp 250.000.000.

perusahaan untung! Jika perusahaan berproduksi pada tingkat yang masih lebih rendah dari Q*. Pendapatan suatu negara terdistribusi karena digunakan untuk kebutuhan konsumsi dan sisanya. Fungsi Pendapat Nasional yang terdistribusi Menjadi fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan. perusahaan Rugi Q” : Untuk Q” terlihat bahwa TR” > TC”. = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. b : 1–b Kesimpulan yang diperoleh: Marginal propensity to consume : Marginal propensity to save Karena Maka : B + (1 – b) = 1 MPC + MPS = 1 25 . b = Konsumsi yang bergantung pada pendapatan. jika ada.Co + (1-b)Y – Co : Autonomous Saving.000. Sekaligus dapat terlihat pada gambar bahwa pada titik Q‟ terjadi TR‟ < TC‟. maka perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun tidak mengalami kerugian karena terjadi TR = TC Jika perusahaan sudah mampu berproduksi pada tingkat yang melebihi Q*.Co + (1 – b)Y = S atau S = .000. dinyatakan dengan fungsi : Y = C + S Y = Pendapatan Nasional (National Income) C = Konsumsi (Comsumption) S = Tabungan (Saving) Fungsi konsumsi dinyatakan dengan fungsi : C = Co + bY Co = Autonomous Consumption.biaya tetapnya sebesar Rp100. 0 < (1 – b) < 1 . PENERAPAN DALAM TEORI EKONOMI MAKRO 10. 0 < b < 1 Keterangan : Co = Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan. Fungsi tabungannya diperoleh dari : Y=C+S Y = (Co + By) + S Y – (Co + By) = S Y – Co – b S = S Y – Co – by = S Y(1 – b) – Co = S . maka perusahaan akan memperoleh keuntungan karena sudah terccapai TR > TC. ditabung. Co > 0 B = Marginal Propensity to Consume. Jika perusahaan berproduksi tepat pada Q*. maka perusahaan akan mengalami kerugian karena masih terjadi TR < TC.Co (1 – b) = Tabungan yang tidak tergantung pada besarnya pendapatan. Co > 0 (1 – b ) : Marginal Propensity to Save.

Contoh Soal : Suatu negara diketahui memiliki konsumsi otonominya sebesar Rp 300.000.000. Marginal propensity to save-nya sebesar 0,45. Bangunlah fungsi konsumsinya ! Bangunlah fungsi tabungannya ! Berapa yang dikonsumsi jika pendapatan nasional 1 miliar? Berapakah yang ditabung jika pendapatan nasional 1 miliar? Pada pendapatan nasional berapakah dimana tidak ada yang ditabung? Gambarkan fungsi konsumsi, fungsi tabungan, dan fungsi pendapatan nasional pada sebuah grafik! Jawab : Fungsi konsumsinya: C = Co + bY C = 300.000.000 + (1 – 0,45)1.000.000.000 C = 300.000.000 + 0,55 Y Fungsi tabungannya : S = - 300.000.000 + 0,45 Y Jika pendapatan nasionalnya 1 miliar: Fungsi konsumsi: C = 300.000.000 + 0,55 x 1.000.000.000 C = 300.000.000 + 550.000.000 C = 850.000.000 Fungsi tabungan: S = - 300.000.000 + 0,45 x 1.000.000.000 S = - 300.000.000 + 450.000.000 S = 150.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan nasional sebesar 1 miliar, maka Rp 850.000.000 dipergunakan untuk kebutuhan konsumsi dan Rp 150.000.000 ditabung. Tidak ada pendapatan yang dapat ditabung, artinya S = 0 Y=C+S Y=C+0 Y=C Tidak ada pendapatan yang ditabung maka berarti seluruh pendapatan habis dikonsumsi. Tingkat pendapatan yang akan seluruhnya habis dikonsumsi yaitu : Y Y – bY = Co + bY = Co

Y ( 1 – b ) = Co

Y
Y

1 (1 b)

x Co

1 x Co (1 0,55)

26

Y

1 x 300.000.000 (0,45)

Y = 2,22 x 300.000.000 Y = 666.000.000 Jadi pada tingkat pendapatan sebesar Rp 666.000.000 seluruh pendapatan dikonsumsi. Gambar Fungsi Konsumsi, Fungsi Tabungan, dan Fungsi Pendapatan Nasional diberikan bawah ini : C,S,Y Y=C Y=C+5 C = 300.000.000 + 0,55Y 300.000.000 S = - 300.000.000 + 0,45Y 0 S=0 Disaving - 300.000.000 11. Fungsi Pendapatan Nasional yang Dihitung Melalui Pendekatan Pengeluaran Untuk menghitung besarnya pendapatan nasional suatu negara, salah satu pendekatannya adalah dengan menghitung pengeluaran dari masing-masing sektor. Sektor-sektor yang mungkin terlibat dalam perhitungan tersebut ialah : 1. Sektor rumah tangga, di mana pengeluarannya dikenal sebagai konsumsi (C) 2. Sektor pengusaha, di mana pengeluarannya dikenal dengan investasi (I) 3. Sektor pemerintah, di mana pengeluarannya yaitu pengeluaran pemerintah (G) 4. Sektor perdagangan luar negeri, terdiri atas ekspor dan impor (X – M) Jika yang terlibat sektor rumah tangga dan pengusaha, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha dan pemerintah, maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G Jika yang terlibat sektor rumah tangga, pengusaha, pemerintah, dan perdagangan luar negeri maka model pendapatan nasionalnya ditulis : Y=C+I+G+(X–M) Pendapatan Disposibel ( Yd ) Yang dimaksud dengan pendapatan disposibel yaitu pendapatan yang dapat langsung dikonsumsi. Jika ada ‘transfer payment’ ( R ), maka pendapatan diposibel merupakan penjumlahan antara pendapatan dengan ‘trasfer payment’ : Yd = Y + R Jadi ‘trasfer payment’ menambah pendapatan disposibel. Jika ada pajak (T), maka pendapatan baru menjadi pendapatan disposibel setelah dikurangi dengan pajak : Yd = Y + T Jadi pajak mengurangi pendapatan disposibel. Jika ada pajak dan ‘transfer payment’, maka haru dipertimbangkan keduanya : Yd = Y + R – T Saving Y

27

Jika tidak ada pajak maupun ‘trasfer payment’ maka pendapatan disposibel adalah merupakan pendapatan : Yd = Y Trasfer Payment’ ( R ) Yang dimaksud dengan ‘trasfer payment’ yaitu pembayaran yang dialihkan, misalnya tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, dan lain-lain. Pajak (T) Pajak terdiri atas dua jenis : 1. Pajak yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : To ( Autonomous Tax ), To > 0 2. Pajak yang bergantung pada besarnya pendapatan : tY ; t ( income tax rate ), 0 < T < 1 maka alternatif fungsi pajaknya : Jika tidak ada pendapatan : T = To Jika ada pendapatan Fungsi Konsumsi ( C ) Konsumsi terdiri atas dua jenis : 1. Konsumsi yang tidak bergantung pada besarnya pendapatan : Co (Autonomous Consumtion), Co >0 2. Konsumsi yang bergantung pada besarnya pendapatan : bY ; b (marginnal propensity to consume), 0 < b < 1 maka alternatif fungsi konsumsinya : Jika tidak ada pendapatan : C = Co Jika ada pendapatan dan ada pajak : C = b Y d atau maka: C = b (Y – T) atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y – T C = Co + b (Y – T) : T = tY atau T = To + tY

Jika ada pendapatan dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, di mana Yd = Y + R Maka : C = b (Y – R) atau C = Co + b (Y + R) Jika ada pendapatan, pajak dan ‘trasfer payment’ : C = b Yd atau C = Co + bYd, dimana Yd = Y + R – T Maka : C = b (Y + R – T) atau C = Co + bYd atau Maka : C = Co + b Y atau Fungsi Investasi 1. Fungsi investasi merupakan variabel eksogen yang tidak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga, maka ditulis : I = Io 2. Jika dipengaruhi oleh tingkat suku bunga ditulis : I = Io – i r, r : tingkat suku bunga I : proporsi I terhadap i Fungsi Pengeluaran Pemerintah Pengeluaran pemerintah terdiri atas : 1. Pengeluaran pemerintah yang tidak bergantung pada pendapatan : G (Government Expenditure), Go > 0 C = Co + b (Y + R – T) C = b Y, C=bY dimana Yd = Y Jika ada pendapatan tetapi tidak ada pajak dan ‘trasfer payment’ :

28

Mo Variabel Endogen Variabel endogen adalah variabel yang nilainya diperoleh dari perhitungan model. Xo > 0 2. Io = 75.8) 1 0.2. Impor yang tidak bergantung pada pendapatan : M (Autonomous Import). Pengeluaran pemerintah yang bergantung pada pendapatan : gY . Parameter Diberi lambang dengan huruf kecil. Marginal Propensity to Consume (MPC) = 0. 0 < g < 1 maka alternatif fungsi pengeluaran pemerintah : Jika tidak ada pendapatan : G = Go Jika ada pendapatan : G = gY atau G = Go + gY Fungsi Ekspor Fungsi Investasi merupakan variabel eksogen.3 . 0 < m < 1 maka alternatif impor : Jika tidak ada pendapatan : M = Mo Jika ada pendapatan : M = mY atau Variabel Eksogen Variabel eksogen adalah variabel yang nilainya tidak diperoleh dari perhitungan model. g (proporsi pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan. Hitunglah pendapatan nasional suatu negara jika diketahui autonomous consumption : masyarakatnya sebesar 135. Ada berapa variabel eksogen. To. Biasanya dilambangkan dengan simbol yang diberi tambahan „0‟. yaitu : sektor rumah tangga. b = 0. Go = 30 Yang terlibat tiga sektor. variabel endogen dan parameternya ? Bagaimanakah model pendapatan nasionalnya serta angka penggandaannya ? Carilah semua nilai dari variabel endogenya ? Jawab : Diketahui Co = 135. Xo. Io. sektor pengusaha dan Pemerintah : Model Pendapatan Nasionalnya : Y=C+I+G di mana C = Co + b Y I = Io G = Go maka Y Y = (Co + b Y) + Io + Go = Co + b Y + Io + Go M = Mo + mY Y – b Y = Co + Io + Go Y(1 – b) = Co + Io + Go Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 (1 b) 1 (1 0. Impor yang bergantung pada pendapatan : mY.8 Investasinya = 75 Pengeluaran pemerintah = 30.2 5 29 Angka penggandaan untuk . Contoh Soal : 1. seperti : Co. maka ditulis : X = Xo Fungsi Impor Impor terdiri atas : 1. Go.m (marginal propensity to import).

4 = 0.8 (1200) C = 135 + 960 C = 1095 2. ataupun ‘government expenditure’ (Go) sebanyak satu.bY = Co – bTo + lo Y (1 – b) = Co – b To + lo 30 . Carilah model pendapatan nasional ? Hitunglah angka penggandaannya ? Carilah semua nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui : Co = 100 . Variabel eksogennya ada tiga. To = 50 = 1 – 0. Autonomous consumption suatu negara = 100. dengan MPS-nya = 0. 2. 2. lo = 40 . Model pendapatan nasionalnya : Y =C+I dimana C = Co + b Yd Yd = Y – To I = lo Sehingga Y = Co + b (Y – To) + lo Y = Co + bY – b To + lo Y . yaitu: 1.8) 1 x (240) (0. MPC = 1 – MPS .Model di atas Ini berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor – faktor ‘autonomous consumption’ (Co). ‘investment’ (lo). maka akan menyebabkanpeningkatan pendapatan nasional (Y) sebanyak lima kali. Autonomous Consumption (Co) Investment (lo) Government Expenditure (Go) Parameternnya ada satu. yaitu : ‘Marginal Propensity to Consume’ (b) Variabel endogennya ada dua. Pendapatan nasional (Y) Consumtion (C) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (y): Y Y Y 1 (1 b) x (Co Io Go) 1 x (135 75 30) (1 0.8 Y C = 135 + 0.2) Y = 5 (240) = 1200 Menghitung variabel endogen konsumsi(C): C = Co + bY C = 135 + 0. 3.4 dari pendapatan disposibel. yaitu : 1.6 Ada dua sektor yang terlibat yaitu : sektor rumah tangga dan sektor pengusaha. Investasi nasionalnya = 40 dan autonomous tax = 50.

m = 0. Transaksi ekspor terhitung = 80.19 Y sehingga Y = C + l + G + (X – M) Y = (Co + bY) + lo + Go + (Xo – Mo + mY) Y = Co + bY + lo + Go + Xo + Mo + mY 31 .4) Y = 2. Pengeluaran di sektor pengusaha = 90. Transaksi impor terhitung = 40 dengan marginal propensity to import = 0. Mo = 40.19. Y = C + I + G + (X – M) di mana C= Co + b Y C = 70 + 0.6 (Y – 50) C = 100 + 0.6) (225) C = 100 + 135 C = 235 3.5 (110) Y = 275 Jadi pendapatan nasionalnya sebesar 275 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + b Yd C = Co + b (Y – To) C = 100 + 0.9 Y I = lo = 90 G = Go = 65 X = Xo = 80 M = Mo + mY = 40 + 0.9 Semua sektor terlibat sehingga model pendapatan nasionalnya .6) Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (1 b) x (Co bTo Io) 1 x (100 (0. Konsumsi masyarakatnya terlihat dari fungsi sebagai berikut : C = Co + b Y di mana autonomous consumption = 70 dan MPC = 0.6 (275 – 50) C = 100 + (0. sedang pengeluaran di sektor pemerintah = 65.Y Angka penggandaan : 1 = = 1 1 (Co – b To + lo) = 1 0. Go = 65.5 (1 – b) (1 – b) (1 – 0.19. b = 0. Xo = 80.6)50 40) (1 0. Co = 70.4 = 2.9 Dinyatakan : Carilah model pendapatan nasional ? Hitung angka penggandaannya ? Carilah nilai variabel endogennya ? Jawab : Diketahui lo = 90.6) 1 x (100 30 40) (0.

448 ( 265 ) Y = 913.29) Y = 3.9 0.72 Menghitung variabel endogen konsumsi ( C ) : C = Co + bY C = 70 + 0.6068 32 .448 Menghitung variabel endogen pendapatan nasional (Y) : Y Y Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) 1 (70 90 65 80 40) (1 0.Y – bY + mY = Co + lo + Go + Xo – Mo Y (1 – b + m) = Co + lo + Go + Xo – Mo Y 1 (Co Io Go (1 b m) Xo Mo) Angka Penggandaannya 1 (1 b m) 1 (1 0.19 (913.19) 1 (265) (0.72) C = 892.91) 1 0.348 Jadi konsumsinya = 892.29 3.72 Jadi pendapatan nasionalnya = 913.9 (913.348 Menghitung variabel endogen impor ( M ) : M = Mo + mY M = 40 + 0.72) M = 213.9 0.6068 Jadi impornya = 213.

Q R = (3Q+27).BAGIAN 3 KONSEP DASAR TEORI DIFERENSIAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya. di mana perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali. artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27. Tutjuan Khusus 1. serta terangkan artinya. Diferensial Parsial. menghitung elastisitas dan enghitung optiasi. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Penerapan Teori Diferensial Biasa Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari : I. yang artinya jika x bertambah 1 unit. Secara umum jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x). dan Income Elasticity of Demand. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal) Fungsi Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang merupakan fungsi ekonomi. Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”. dan Diferensial berantai. PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI B. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum) III. 1.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10 output. Marginal Physical Product of Labor. Jika fungsi marginal hasilnya negatif.Q R = 3Q2+27Q Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) MR = dR/dQ = 6Q + 27 33 . 2. maka dikatakan perubahannya tidak searah. dikatakan perubahan searah. Mempelajari penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan. Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of Technical Substitusi. Cross Elasticity of Demand. 3. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis. fungsi arjinal. arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product of Labor. maka diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat perubahan x sebanyak 1 unit. maka y berkurang atau sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial yang terdiri atas Diferensial Biasa. seperti enghitung Price Elasticity of Deand. Mepelajari Penerapan Diferensial Parsial. Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue) R = P. Laju Pertumbuhan II. seperti maksimasi pendapatan atau miniasi biaya. di mana P: Price (harga) dan Q: Output. Lebih jauh lagi : Jika fungsi marginal itu hasilnya positif. Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue) 1. Mempelajari Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung Marginal Physical Product of Capital.

e Q/2)Q R=30Q. Q R = (80 – 4 Q) Q R = 80 Q – 4 Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : MR = dR/dQ = 80 . e Q/2 Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output.2/5. Jawab : Funsi total pendapatan (Total Revenue) : R=AR. serta terangkan artinya. serta terangkan artinya.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30.e Q/2 Maka MR= dR/dQ = U‟ V+U V‟ = 30. maka MR= dR/dQ = 6/5 . Jawab: Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) : R = AR .(1) = 6/5 .5P.1/2. Sehingga U‟=30 Dan V = e Q/2 Sehingga V‟=1/2. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87 2.5P. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24. sebaliknya untuk setiap penurunan 3.e Q/2 = 30.8 Q Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7. e Q/2 = e Q/2(30+15 Q) Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2 Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.Q R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue): MR = dR/dQ = 6/5 .2/5Q Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1.Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 . Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 . dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5.e Q/2 Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) : Dengan mengambil U = 30 Q.e Q/2+15 Q.Q R=(30. Jawab: Karena fungsi permintaanya Q = 6 .8(7) = 80 – 56 = 24 Artinya: untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24. 4.e Q/2+30 Q. maka MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87 Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87.serta terangkan artinya. dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P. maka MR = dR/dQ = 80 .2) = 60 e 34 .2/5 = 4/5 artinya :untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5. Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan .

2Q + 16 R = P.8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6 Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6. Berapakah y yang optimum tersebut? Untuk menjawab pertanyaan pertama.2(4)2 + 16(4) R = 32 35 . sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.2Q + 16. Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x).4Q + 16 = 0 4Q = 16 Q=4 Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan maksimum. Jawab: Fungsi total pendapatan: P = . Optimasi Satu Variabel (Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum) Dalam masalah optimasi. langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini: Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x) Maksimum Langkah I Langkah II Y‟ = 0 Y” < 0 Minimum Y‟ = 0 Y” > 0 Diperoleh titik X Menjamin Nilainya Optimum (Maksimum atau Minimum) Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue) 1. Total pendapatan maksimumnya: R = .Q = (. Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost) 5. Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab.4 Ternyata R” = . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum.2Q + 16) Q R = . maka MC = C‟= 3Q2 . permasalahannya: i.4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4. serta terangkan arti. maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan: R” = . Jawab: Fungsi total biaya (total biaya): C = Q3 .2Q2 + 16Q Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0 R‟ = .Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e.2Q2 + 16Q R = .4Q2 + 10Q + 75 Fungsi Marginal Biaya (marginal cost): C‟ = 3Q2 .8Q + 10 = 3(2)2 . ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan.4Q2 + 10Q + 75 Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut: C = Q3 .8Q + 10 Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2. sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6. maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu: ii. Harga jual barang P = .

Jadi ketika menjual produk sebanyak 4.2Q2 Turunan pertama: MR‟ = 16 .4 < 0 Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.2Q.1000Q + 85000 C‟= 10Q – 1000 = 0 10Q = 1000 Q = 100 C” = 10 > 0 Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.2(4)2 = 48 contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost) 3.180Q + 2800 Turunan pertama: MC‟= 6Q – 180 = 0 6Q = 180 Q = 30 Turunan kedua: MR” = 6 > 0 Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum? Berapakah marginal biaya minimum tersebut? Jawab: Fungsi total biaya: C = Q3 .2Q2 = 16(4) . Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q .Q = (16 . Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 .180(30) + 2800 = 100 Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100 2. 36 .1000Q + 85000 Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum? Berapakah total biaya minimum tersebut? Jawab: C = 5Q2 . maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 . Total biaya minimumnya sebesar: C = 5Q2 .2Q Fungsi total pendapatan: R = P.1000(100) + 85000 C = 35000 Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000 Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost) 4. Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue) Harga jual barang P = 16 .90Q2 + 2800Q + 56500 Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 .2Q) Q = 16Q – 2Q2 Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q . tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum.1000Q + 85000 C = 5(100)2 .180Q + 2800 = 3(30)2 . Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut? Jawab: Fungsi permintaan: P = 16 .4Q = 0 16 = 4Q Q=4 Turunan kedua: MR” = .

maka labanya akan maksimum. Untuk itu pemerintah harus menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan di peroleh pajak maksimum.2000 = 13925 Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925 Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak Salah satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak. misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit yang di produksi dan di jual oleh pengusaha.3) (Q .2Q Dan C = Q3 . Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut: P = 1000 .(Q3 . yang telah mempertimbangkan biaya pajak.6(3) + 114 = 96 > 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 3.2 Q2 Fungsi biaya: C = Q3 . Total pajak yang akan di terima perintah : T = t.6(35) + 114 = . maka labanya akan minimum.Q R = (1000 .Q3 + 57Q2 .Q R = 1000 Q .5.38Q + 105 = (Q .59Q2 + 1315Q + 2000 Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ? Jawab: Fungsi pendapatan: R = P.6Q + 114 Untuk Q1 = 3. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut : R = 15Q .315Q .59Q2 + 1315Q + 2000) Laba = . Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*= Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh laba maksimum.2000 = .(35)3 + 57(35)2 . Laba maksimum nya sebesar : Laba = . yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah. maka turunan ke dua = .4Q + 12 – t = 0 12 – t = 2Q 37 .59Q2 +1315Q + 2000 Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya Laba = (1000Q . maka turunan ke dua = .315(35) .35) = 0 Q1 = 3 Dan Q2 = 35 Turunan kedua: Laba” = .2000 Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q .315Q .2Q).96 < 0 Berarti jika di produksi output sebanyak 35. Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah: Laba = pendapatan – (biaya + pajak) = R – (C+T). Pemerintah berupaya untuk memaksimumkan penerimaan pajak tersebut.Q3 + 57Q2 .315 = Q2 . R: Pendapatan =R–C–T C: Biaya =R–C–tQ T: Pajak Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Untuk Q2 = 35. 6.2Q2 Dan C = 3Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak maksimum yang di peroleh ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q = -2 Q2 + 12Q – t Q Turunan pertama: Laba‟ = .2Q2) .

13 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t.5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q = 360 Q – 10.5 Maka total pajak maksimum: T = t . 38 .2/13 Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130 Karena Q2 = 20 – 1 t 13 = 20 – 1 (130) 13 = 20 – 10 = 10 7. pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q = 260 Q – 6. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T =t (3 – ¼ t) =3t – 1/4 t2 Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0 T=6 Turunan ke dua : T” = -½ Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6 Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1. Dari sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (20 – 1/13 t) = 20 t – 1/3 t 2 Turunan pertama : T‟ = 20 – 2/13 t = 0 20 = 2/13 t t = 130 Turunan ke dua : T‟‟ = .5 Q2 – t Q Turunan pertama: Laba‟ = 260 – 13 Q – t = 0 260 – t = 13 Q Q = 260 – t 13 Q*= 20 – 1 t 13 Turunan ke dua : Laba‟‟ = . Q* = 1.4 < 0 Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t. berapakah tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut? Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah? Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = R – C – t Q = 360 Q – 10.t 4 Q* = b – ¼ t Turunan ke dua: Laba = . pengusaha akan memperoleh laba maksimum.5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2 Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum tersebut? Jika pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum.5 = 1.2Q Q* = 12 .5 = 9 Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9 Contoh soal: Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut: R = 360 Q – 10.t = 12 .

yang berarti jumlah pemesanan barang. 2. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan. untuk kemudian akan sangat sulit jika berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya) Biaya.5Q2 – t Q = 260 (10) – 6. Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya: Laba = 260 Q – 6. Akan tetapi. 4. Demikian pula jika persediaan barang jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). biaya penyimpanan. sub-periode kedatangan panjangnya tetap. Model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa : 1. biaya pemesanan. 10 = 1300 Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.Maka Total pajak maksimum: T = t . Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini: Persediaan ( Q ) Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan Waktu D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu C: biaya total persediaan C: biaya pemesanan setiap kali memesan 39 . di antaranya: 1. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran.biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan. 2. hal itu berarti menimbulkan biaya penyimpanan. sebaliknya jika persediaan bahan mentah di perhitungkan sedikit saja. maka akan ada resiko yaitu menimbulkan hambatan dalam proses produksi. Jika kelangkaan barang tersebut terjadi berlarut-larut. Jumlah kebutuhan barang. maka pada akhirnya para konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik produk dari pesaing. dalam suatu periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode waktu. Perusahaan tersebut.5(10)2 – (130)(10) = 2600 – 65 – 1300 = 1235 Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235 Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan Dalam hal persediaan. 3. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang. kehilangan pangsa pasarnya. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan. manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan barang jadi di perhitungkan banyak. Q* = 130 . Model yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan dengan kedatangan berkala (batch arrival model). 3.

(-1) . Total biaya penyimpanan: Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2 Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan C = Q C1 + Q C2 D 2 Yang menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum? Untuk menjawab permasalahan tersebut.C1 Q2 –D. 2500 per-pemesanan.C1 + ½ C2 =0 Q2 ½ C2 Q2 Q = = –D.2500 200 .C1 ½ C2 = 2 D. Q3 Contoh soal: seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap bulan.C 1 C2 Turunan kedua: C” = 2D. 50 per-minggu. C1.100. 2 D. sedangkan biaya penyimpanannya Rp. Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? Berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg C1: Biaya pemesanan: Rp.Q-2 + ½ C2 =0 –D.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan.Q1 . Untuk menjawab pertanyaan tersebut. 2500 C2: Biaya penyimpanan: Rp.C1. C2 2 Turunan pertama: C′ = D. maka D = 100 dan Q = 25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1. perlu dicari: jumlah produk yang harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya persediaan yang minimum: Q Q Total biaya persediaan: C = C1 + C2 D 2 Q = D. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp.C2: biaya penyimpanan per-periode waktu Masalahnya adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q) agar biaya total persediaan (C) minimum. Jumlah yang harus dipesan: Q Q = Q = 50 40 = 8. maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya penyimpanan sebagai berikut: Total biaya pemesanan: Misalakan dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg.C 1 C2 2.

5 = -0. dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 . Total biaya persediaan: C = Q C1 + Q C2 D 2 50 100 C= 2500 + 200 2 50 C = 10. maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut „elastisitas y terhadap x‟.12 = -3 Qd/P3 2/12 2 Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3 3 E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah E Analisa Grafis: Elastisitas permintaan Contoh soal: 4.5(8) = 8 – 4 = 4 Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0.5.5 . Grafik fungsinya: 1 4 0 4 Qd EQDP1=4 = = = 3 16 4 12 8 8 0 EQDP2=8 = = =1 8 16 8 12 EQDP3=12 = 12 0 = =3 4 16 12 P 41 .0.0. Misal: y = f(x). jika diketahui fungsinya.5(12) = 8 – 6 = 2 Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0.000 Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis. Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.5.5 = -0. P2 = 8. Analisis fungsi Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 8 – 0. Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.5 P.8 = -1 Qd/P1 4/8 4 Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1 1 = 1 (UNITARY ELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah E Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 . digunakan Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x x/x y/x untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx y/x contoh soal: Elastisitas Permintaan 1. 4 = -1 Qd / P1 6/4 6 3 Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3 1 / 3 =1/3 <1 (INELASTIS) Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah E Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 .5 P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4.5 = -0.0.5(4) = 8 – 2 = 6 Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0.Jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. Di tulis Eyx.000 Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.0. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 .

4 = 8 = 4 Qs/P1 14/4 14 14 7 Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7 Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22 Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 .Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi. 12 = 24 = 4 Qs/P3 30/12 30 30 5 Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5 Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS) Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran Contoh soal : 6. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)* II. Dan P3 = 12 Jawab: Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14 Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . grafik fungsinya: QS Qd= 6 + 2P 14 6 8 4 EQDP1=4 = = = 30 14 0 14 7 22 16 22 6 8 EQDP2=8 = = = 22 22 0 11 14 24 4 6 EQDP3=12 = 30 6 = = 30 5 30 0 4 8 12 P Penerapan Teori Diferensial Berantai Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari: I. 8 = 16 = 8 Qs/P2 22/8 22 22 11 Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11 Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS) Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30 Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L. P2 = 8. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P.Contoh soal: Elastisitas penawaran 5. Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:  Berapakah „Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!  Berapakah „Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga dQ Marginal Physical product of labour (MRP L): =4 dL Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut: R = . Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)* Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL) 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit 42 .

8 (4L) + 560 = . dC dQ dC dR = (-6000Q + 410000) (3) dC dR = -18000Q + 1230000000 dC Jadi marginal revenue product of capital (MRP L) = -18000Q+1230000000 = -18000(3C)+1230000000 = -54000C+1230000000 Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL = -54000C+1230000000 = -54000(1000)+1230000000 43 . # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = . maka MRPL = -32(10) + 560 = -320 + 560 = 240 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang.32 L + 560 Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240 contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC) 2.Fungsi pendapatan: ´Marginal Revenue: R = . dL dQ dL dR = (-2Q + 140) (4) dL dR = -8Q + 560 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRP L) = .2Q + 140 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRP L): dR dR dQ = .3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi. sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. Jika kapital yang dimiliki 1000: Berapakah „Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya! Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya! Jawab: Fungsi produksi: Q = 3C sehingga Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit. Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka dR Marginal revenue: = -6000Q + 410000 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ = .Q2 + 140Q + 5 dR = .8Q + 560 =. sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.

Di samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. harga barang lain (P1).= -54000000+1230000000 = 1176000000 Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000.P2. maka # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000 Penerapan Teori Diferensial Parsial Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari: I.Y) Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P 1).P2. Price elastisity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1). fungsi permintaannya masing-masing dapat di tuliskan sebagai berikut: Qd1 = f (P1. dan pendapatan (Y). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2). 44 . akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2): Jadi E QdP1 = dQd 1 / dP1 dQd 2 / dp 2 dan E QdP2 = Qd 1 / p1 Qd 2 / p 2 Cross Elasticity of demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain. maka hubungan antar komoditi adalah komplementer. dan besarnya pendapatan (Y). juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. Akan tetapi. yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1): dQd 1 / dP 2 dQd 2 / dP1 Jadi E QdP1 = dan EQdp2 = Qd 1 / P 2 Qd 2 / P1 Income Elasticity of Demand Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan: Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y). dQd 1 / dY dQd 2 / dY Jadi E QdP1 = dan E QdP2 = Qd 1 / Y Qd 2 / Y Hubungan antar-komoditi: # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif. Optimasi 2 variabel: Maksimasi pendapatan Minimasi biaya Maksimasi laba/keuntungan III.Y) Dan Qd2 = f (P1. Misalnya ada dua barang yaitu barang 1 dan barang 2. harga barang lain (P2). maka hubungan antar komoditi adalah substitusi. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS) Elastisitas Persial Fungsi permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu sendiri. Elastisitas Parsial II. sedangkan # jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif.

Contoh soal: 1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000 Carilah: - Price Elasticity of Demand - Cross Elasticity of Demand - Income Elasticity of Demand Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r? Jawab: Price Elasticity of Demand: dQdr / d Pr 30 2 30 E QdPr = = = = Qdr / pr 4500 / 100 3 45 Cross Elasticity of Demand: dQdr / dPj 2 60 4 E QdPr = Qdr / pj 4500 / 3000 45 3 Income Elasticity of Demand: dQdr / dY 0,05 15 1 E QdPr = Qdr / Y 4500 / 30000 45 3 Hubungan antara komoditi r dan j: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi. Optimasi Dua Variabel. Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut: Y=f(x1,x2) Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan: 1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum) 2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum) Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut: Optialisasi dua variabel Y = f ( x1 ,x2 ) Maksium Langkah I Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Minimum Turunan pertama Y1 = 0 , Y2 = 0 Diperoleh X1 dan X2

Langkah II

Turunan kedua dan Matriks Hessian: H = Y11 Y12 Y21 Y22 D1 = Y11 < 0
Difinit negatif, Menjamin Y maksium

Langkah III

D1 = Y11 > 0
Difinit positif, Menjamin Y minimum

Diperoleh Titik ekstrim maksium atau titik ekstrim minimum

Langkah-langkah dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu: maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.

45

Contoh soal: Maksimasi pendapatan 1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan maksimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual : Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan: R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0 R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160 2 Q1 – 4 Q2 = - 120 Maka 160 2 120 4 (-160)(-4) - (-2)(-120) 640 - 240 400 Q1 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4

6 160 2 120 (-6)(-120) - (-2)(-160) 720 - 320 400 Q2 = = = = = 20 6 2 (-6) (-4) - (2) (-2) 20 24 4 2 4 Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya: R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4 R 11 R12 - 6 - 2 Matriks hessiannya: H = R21 R22 -2 -4
Matriks pertamanya : D1 = - 6 < 0
-6 -2 -2 -4 = (-6)(-4) – (-2)(-2) = 24 – 4 = 20 > 0 karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum. Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180 R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180 R = 2620

Matriks keduannya : D2 = H =

Contoh soal: Minimasi biaya 2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya? Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi: Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0 C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0 Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan: Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40 -2Q1 + 12Q2 = 42 Maka 40 - 2 Q1 =

42 12 16 - 2 - 2 12

=

(40)(12) ( 2)( 42) 480 84 564 = = =3 (16)(12) ( 2)( 2) 192 188

46

Q2 =

- 6 - 160 - 2 - 120 16 - 2 - 2 12

=

( 6)( 120) ( 2)( 160) 400 720 320 = = = 2,12 = 2 (16)(12) ( 2)( 2) 188 192

Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12 16 -2 R 11 R 12 16 -2 Matriks Hessiannya: H = 12 R 21 R 22 - 2 Matriks pertamanya : D1 = 16 > 0 Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2 - 2 12 =(16) (12) – (-2) (-2) =192 – 4 =188 > 0 Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum. Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180 C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180 C = 60 Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan 2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut: R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?

Jawab: Fungsi labanya: Laba = R – C = 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22) = 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2 Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4 Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0 Laba 21 Laba 22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = - 6 < 0 Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0 0 -4 = -(0)(0) (-6) (-4) = 24 – 0 = 24 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum. Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22 Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2 Laba = 24+16-12-8 Laba = 20 47

7 1 96(0.5 1 0 = = MRTS = 0. dQ / dK dL dK dL dQ dL Rumus: MRTS = Contoh soal: 1.70 MRTS = – 7 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue) 1.5 K 4 L 4 0.7 0. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0. 7 7 K 0.5) L0.3 (0.3.7 K 0.5 1 = 0.8(0.3 K 0.3 (0.3) K 0.5 160 40 MRTS = 4 4 MRTS = – 4 .2(0.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS) dK dL Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K.5 + 0. 2 MRTS = – 8 2. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q jawab: fungsi permintaan: P = 16 – Q fungsi pendapatan: R = P .L).7 7K MRTS = 3L 7.5.7.3 L 0. Q* R = 16 Q – Q2 Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q 48 . maka mencari MRTS-nya dengan dQ / dL dQ dQ dQ dK dK MRTS = : .4 L 0.8L 0.3 L0. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 0.5 0.7 K = 210 dan L = 70 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK = = = 96 K 0.3) K 0.2K 0. Di mana K = 160 dan L = 40 Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya! Jawab: dQ / dL MRTS = dQ / dK 0 0. Q R = (16 – Q) . 7 3L0. 7 L0.5) K ) 0.7) L0.1K 0.3 1 L0.210 MRTS = 3.3 L 0.

2)(Q . fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini: AR = 120 – 6 Q # Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum? # Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh? # Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik! Jawab: Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q Fungsi pendapatan: TR = AR . Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2 R maksimum = 120(10) – 6(10)2 = 1200 – 600 = 600 jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600 fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut: AR.4 < 0 Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 >0 Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0. Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4 # Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum? # Berapakah total biaya minimumnya? Jawab: Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 Turunan pertama fungsi total biaya: TC‟= 3Q2 – 8Q + 4 = 0 (3Q .6Q MR =120 – 12Q 10 20 Q Minimasi total biaya (Total Cost) 3. Q = 120 Q – 6 Q2 Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0 120 = 12Q Q = 10 Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum.2 = 0. Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4 TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4 49 . Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum. yaitu Q = 2.Maksimasi total pendapatan (Total Revenue) 2. Q = (120 – 6Q) .2) = 0 3Q . Q2 = 2 Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8 Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = .MR 120 AR = 120 . Q1 = 2/3 Q .2 = 0.

Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan. Total biaya persediaan: Q= 50 .5 Karna Q* = 2.5 – 1/10 t = 2.5 – 1/10 t) = 2.25 Maka total pajak maksimum: T = t .5 t – 1/10 t 2 turunan pertama: T′ = 2.625 Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15.5 – 1/10 t Turunan kedua: Laba″ = -10 < 0 Jadi dengan memproduksi Q* = 2.5 – 1/5 t = 0 2.C1 Q= C2 2. Jadi sudut pandang pemerintah: Pajak: T = t Q* = t (2.5 – 1/10 t. pengusaha memperoleh laba maksimum.5= 1/5 t t = 12. # berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan? # berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan? # berapakah total biaya persediaan minimumnya? Jawab: Jika diketahui bahwa: D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg C1: biaya pemesanan : Rp 6000 C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan Jumlah yang harus di pesan : 2 D. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut: P = .25 = 15.5) = 2. 1. Seorang penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap bulan.625 Minimasi total biaya persediaan 5. Q – C – t Q = -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ = -5Q2 + 25Q – Tq + 100 Turunan pertama: Laba′ = -10Q + 25 – t = 0 25 – t = 10Q Q* = 25 – t 10 Q* = 2. Q* = 12.1440.25 = 1.5 – 1.Maksimasi penerimaan total pajak 4.6000 1200 Q = 120 jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.5 .5 – 1/10(12.5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q Berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah? Jawab: Dari sudut pandang pengusaha: Laba = P .5 turunan kedua: T″= -1/5 < 0 Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12. sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan.

8 P2 + P3 + Y Qd1 = 16 – 0.8 1 E Qd1P2 = Qd 1 / Pr 2 80 / 10 10 dQd 1 / dP3 1 1 E Qd1P3 = Qd 1 Pr 3 80 / 40 2 Income elasticity of demand dQd 1 / dY 1 1 E Qd1Y = Qd 1 / Y 80 / 40 2 Hubungan antara komoditi 1 dan 2: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif. Hubungan antara komoditi 1 dan 3: Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif .4 4 E Qd1P1 = Qd 1 Pr 1 80 / 20 400 Cross elasticity of demand dQd 1 / dP 2 0. maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi. dan Y = 40 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan! Jawab: Qd1 = 16 – 0.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut: Qd = 16 – 0. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½. P2 = 10.4 P1 – 0. dengan K = 4. L = 16 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 2Q.8(10) + 40 + 40 Qd1 = 80 Price elasticity of demand: dQd 1 / dP1 0. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! jawab: fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½ Q = ½ 4 ½ 16 ½ Q=½.8 Q=4 Sehingga: Marginal Physical Product of Labour (MPRL): 1 1 1 dQ 1 2 L2 2 . maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi.4(20) – 0.1 / 2 K dL 51 . P3 = 40.4 P1 – 0.C= C= D C1 Q Q C2 2 1440 120 6000 1200 120 2 C = 144000 Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000 Elastisitas persial 6. Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital 7.8 P2 + P3 + Y Untuk P1 = 20.

dL dQ dL dR (2). Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC): dR dR dQ . 1/2L ½dC dQ = ¼ K 1/2 L -1/2 dC 1 dQ 1 4 K 2 1 dC L2 1 dQ 1 4 4 2 1 dC 16 2 dQ 1 = dC 8 Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4.(1/4) dC 52 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga dR ′ Marginal Revenue: 2 dQ Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL): dR dR dQ . K½.1 1 dQ 1 2 L2 4K dL 1 dQ 1 4 L 2 1 dL K 2 1 dQ 14 16 2 1 dL 42 dQ 1 dL 2 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit.(1/2) dL dR 1 dL Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1 Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang. dC dQ dC dR = (2). sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit Marginal Physical Product of Capital (MRPC): dQ = ½. # untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1. # untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit.

4Q12 . laba22= . maka definit positif.4 .4 Biaya11 Biaya12 .0 = 192 > 0 Karena D1> 0 dan D2> 0. # untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1.2Q22 + 32Q1+12Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba: Laba1 = .9 + 4.4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Laba11= . maka Q1=3 Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0.8(3) +16(2) Biaya = 12.2Q22 + 32Q1+12Q2 Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Labanya : .dR = 1/4 dC Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4 Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang. Biaya12= 0 . sebaliknya # untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1. Jadi perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum.4Q12 . Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut: Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 # Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum? # Berapakah biaya minimum yang diperoleh? Jawab: Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2 Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya: Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0.8 0 Matriks Hessiannya: H= Biaya21 Biaya22 0 -4 Matriks pertamanya: D1 = 8 0 53 .8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4 Laba2 = . Biaya22= 8 Biaya11 Biaya12 24 0 Matriks Hessiannya : H= Biaya21 Biaya22 0 8 Matriks pertamanya : D1 = 24 Matriks keduanya : D2 = H= 0 24 0 0 8 = (24) (8) . laba12= 0 .(0) (0) = 192 . Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22. Fungsi Laba diberikan Laba = . laba21= 0 . menjamin biaya minimum. maka Q2=2 Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya: Biaya11= 24 . Minimasi Biaya dari Dua Produk 8.8Q 1+ 16Q2 Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2.24-32 Biaya = 68 Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68.8 . Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk 9. Biaya21= 0 .

Q3) = (36.9) (P2. P3 = 500 dan Y = 5000 # carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya! # carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya! # bagaimana hubungan antara komoditi .total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut: R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100 # berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum? # berapakah jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah pejak? # berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ? # berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut? 3.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut: TC = 6Q12.3 Laba = 82 Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82. Laba maksimumnya: SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1.3) 0 48 P 54 .3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2 # Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum! # Berapakah total biaya minimum tersebut? 5.4. P2 = 100. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut : Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0. maka definit negatif.25 Y Untuk P1 = 200. menjamin laba maksimum.Q2) = (24. maka # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! 4.4 + 12.fungsi produksi: Q = 0.5 K2 + 2KL + L2.4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3) Laba = .2. dengan K = 20 L = 40 # hitunglah Marginal Physical Product of Labour! # hitunglah Marginal Physical Product of Capital! Jika fungsi pendapatan R = 3Q.16 .6) (P3.-8 0 0 -4 = (-8) (-4) – (0) (0) = 32 > 0 Karena D1 < 0 dan D2 > 0.komoditi tersebut? Jelaskan! 2. Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum. carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik! Q (P1.Q1) = (12.2Q22 + 32Q1 + 12Q2 Laba = . Matriks keduanya : D2 = H= Laba = .4Q12 .fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .9 + 32.

Ini merupakan peenerapan Integral Tidak Tentu. Integral juga digunakan dalam menghitung Surplus Konsumen dan Surplus Produsen dengan cara menghitung luas di bawah kurva. Ini merupakan penerapan integral tidak tentu. Integral digunakan dalam encari suatu fungsi asalnya jika diketahui fungsi turunannya. INTEGRAL TAK TENTU Integral tak tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan perincian fungsi asal atau fungsi totalnya dari fungsi turunannya yang diketahui secara umum penulisannya: F ( x) K f ( x)dx Dengan K : konstanta pengintegral yang tak tentu nilainya f (x ) : integral dx : diferensial F ( x) K : fungsi asal atau fungsi total Disebut sebagai integral tak tentu akibat hasil pengintegralannya berupa F(x)+ K dimana K adalah konstanta yang nilainnya tak tentu. Ini merupakan penerapan Integral tertentu. TEORI INTEGRAL BAGIAN 3 TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI Tujuan Umum Mempelajari Jenis Integral baik integral Tak Tentu maupun Integral Tertentu serta mempelajari kaidahkaidah dari masing-masing jenis integral. PENDAHULUAN Pada dasarnya integral terdiri atas dua jenis yang dikenal dengan integral tak tentu dan integral tentu. Ini merupakan penerapan integral tentu.TEORI INTEGRAL DAN PENERAPANNYA DALAM BISNIS DAN EKONOMI TUJUAN UMUM Mempelajari jenis integral baik integral tak tentu maupun integral tentu serta mempelajari kaidah-kaidah dari masing-masing jenis integral. Tutjuan Khusus 1. # Integral juga digunakan dalam menghitung surplus konsumen dan surplus produsen dengan cara menghitung luas dibawah kurva. TUJUAN KHUSUS # Integral digunakan dalam mencari suatu fungsi total atau fungsi asalnya jika di ketahui fungsi turunannya. 55 .

dx dx 1 / 2 1 u dx e 1 / 2du 1 / 2 e 4 du 1 / 2u K 1 / 2e 2 x 1 K 56 . f ( x)dx K . formula substitusi du f ( x)dx f (u ) dx F (u ) K dx contoh: misalkan u x 2 maka du dx dx du x 2 u Inu K In( x 2) K contoh : e 2 x 1dx misalkan : u e2x 2z 1 maka du 2.1 / 5 x 5 K x5 4 Kaidah 7.KAIDAH-KAIDAH INTEGRAL TAK TENTU Kaidah 1.InX x x Kaidah 3. formulasi pengurangan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx g ( x)dx contoh : x2 e x dx x 2 dx e x dx 1 / 3x 3 e x Kaidah 6.d x K contoh : 5 x 4 dx 5 x 4 dx 5. formula eksponensial e x dx e x K contoh : e 2 x dx Kaidah 4.n 1 Kaidah 2. formula perkalian K . 1 dx 4 contoh : X3 1 K 3 1 4 x = K 4 formula logaritma x 3 dx Inx 3 1 dx 3 dx 3. e2x K K formulasi penjumlahan f ( x) g ( x) dx f ( x)dx x2 e x dx x 2 dx g ( x)dx contoh : e x dx 1 / 3x 3 e x K Kaidah 5. formula pangkat xndx contoh : Xn 1 n 1 K. f ( x).

du Contoh : xe x dx Misalkan u x maka du dx dv e x . a b f(x) dx = F(x) a b =F(b)-F(a) .v v. Secara umum penulisannya: f ( x).4 2 x2 dx 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1. 2 2 57 .v x.e .e x e x K e x ( x 1) K Integral Tentu Integral tentu adalah integral dimana nilai dari variabel bebasnya memiliki batasan-batasan tertentu.4 2+1 2+1 2+1 2+1 =23 . Integral tentu merupakan konsep yang berhubungan dengan pencarian luas suatu daerah yang dibatasi oleh kurva-kurva serta batasan-batasan nilai yang membatasi dengan tepat area yang dimaksud.dx u. a<c<b Contoh: 2 4 x2 dx = x2+1 2 4 = 4 2+1 – 2 2+1 2+1 2+1 2+1 = 43–23 3 3 = 56 3 Kaidah 2. x3 2 4 3 = 6. formula sebagian-sebagian u. 4 2 – 6.dv u.2 4 x2 dx = 6.2 2+1 2+1 2+1 2+1 =43–23 3 3 x2+1 4 2 = 2 2+1. a b k f(x) dx = k a b f(x) dx contoh: 2 4 6x2 dx = 6.Kaidah 8. a b f(x) dx = .dx ex x.43 3 3 = 56 3 kaidah 4.dv u. a a f(x) dx = F(x) a a = F(a) – F(a) = 0 contoh: 2 2 x2 dx = 2 2 x2 dx = 2 3 – 2 3 = 0 3 3 kaidah 3.ex v.dx dan maka v x x.du e x .b a f(x) dx contoh: 2 4 x2 dx = .dx dengan: F ( x) b a F (b) F (a) f ( x)dx : integral f (x ) terhadap x wilayah untuk rentang a hingga b F (b) F (a) b a : hasil integral fungsi f (x) antara a dan b : batas atas integrasi : batas bawah integrasi Kaidah-Kaidah Integral Tentu Kaidah 1.

42–4.x2 dx – 2 4 4x dx = 6. a b [f(x) + c d f(x) dx = a d f(x) dx contoh: 2 3 4x dx + 3 3 4x dx = 2 4 4x dx 2 3 4x dx + 3 4 4x dx = 4x2 2 3 + 4x2 3 4 2 2 = 4.x2 dx+2 4 4x dx = 6. 4 = 32 – 8 = 24 PENYELESAIAN SOAL-SOAL Kaidah 1.64 – 2. In x + k 58 .x3 2 4 – 4x2 2 4 3 = [6.2 2 + 4. x3 2 [4 + 4x2 2]4 3 = 2.4] = 128 – 16 – 64 + 16 = 64 kaidah 7. formula logaritma Contoh: = 33 1 dx x = 33 . a b [f(x)+g(x)] dx = a b f(x) dx+a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2+4x] dx = 2 4 6.4 + 4 . 16 – 4/2 .8 =8 kaidah 5. 2 2 3 3 = 2 . 16 – 4 . 4 3 – 6. formula pangkat Contoh: x8 dx = x 8 + 1 8+1 = x9 9 = 1/9 x9 4 contoh: 2 x8 dx = x 8+1 2 4 8+1 =49–29 9 9 Kaidah 2.2 3] – [4.4 2 – 4.64 – 2.2 2] 3 3 = [2.48] – [4.4. 2 3 + 4. 4 = 125 – 16 + 64 – 16 = 160 kaidah 6.22 2 2 = 4 .4 3 – 6. 64 – 2. 4 + 4/2 . 16 – 4/2.4 2 – 4.9 = 18 – 8 + 32 – 18 = 24 2 4 4x dx = 4 . a b [f(x) – g(x)] dx = a b f(x) dx – a b g(x) dx contoh: 2 4 [6x2 – 4x] dx = 2 4 6.3 2 – 4.16 – 4. x2 4 2 =4.3 3 = 2.9 – 4/2 .3 2 2 2 2 2 = 4/2.4 2 .

sedangkan Integral tertentu diantaranya digunakan untuk mencari Surplus Konsumen dan Surplus Produsen FUNGSI TOTAL Jika yang diketahui adalah persamaan fungsi total.dQ revenuenya : TR 2. In x 2 4 = 33(In4 – In2) x 33 dx x x Kaidah 3. Fungsi Total Revenue (TR) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal MR.U 1 2 1 2 1 59 . formula eksponensial Contoh: ex dx = ex + k Contoh: 2 4 ex dx = ex 2 4 = e4 – e2 = -e4 –e2 Kaidah 4. jika yang diketahui adalah persamaan fungsi marginal.4 Contoh: 2 33 dx = 33 2 4 1 dx = 33 .dQ 3. formula penjumlahan Contoh: [x17 + e x+2] dx = x17 dx + e x+2 dx = 1/18 x18 2 4 + e x+2 + k contoh: 2 4[x17 + e x+2] dx = 2 4 x17 dx + 2 4 e x+2 2 4 = 1/18 x18 2 4 + ex+2 2 4 = 1/18 [4 18 – 2 18] + e4+2 – e2+2 = 1/18 [4 18 – 2 18 PENERAPAN INTEGRAL DALAM BISNIS DAN EKONOMI PENERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI Dalam bidang ekonomi. Sebaliknya. maka mencari persamaan fungsi totalnya dipergunakan hitungan Integral. U 2 . 1 2 dU 1 2 . Integral tak tentu dapat dipergunakan di antaranya untuk mencari persamaan fungsi total. Fungsi Total Utility (TU) dapat diperoleh dengan cara mengintergralkan fungsi marginal MU .Q.dQ utilitynya : TU Contoh Soal : Carilah Fungsi Total Revenue sebesar MR Jika berproduksi pada Q = 25 Jawab : TR MR. Fungsi Total Cost (TC) dapat diperoleh dengan cara mengintegralkan fungsi marginal Costnya : TC MC. Contoh : 1. maka untuk mengetahui persamaan fungsi marginal digunakan perhitungan diferensial.dQ Misalkan U = 14+2Q maka dU = 2dQ Dan dQ = ½ dU 14 2QdQ Sehingga: U .dQ 14 2Q 14 2. 12U .dU 1 1 1 2 4 .

Qe) = (2.(Kesanggupan bayar > harga). maka bagi setiap konsumen yang pada dasarnya memiliki keinginan untuk membeli barang tersebut dan memiliki kesanggupan untuk membeli barang tersebut walaupun harganya diatas Pe dinyatakan bahwa konsumen tersebut mengalami keuntungan.Pe 2.4 Qe = 75 – 12 Qe = 63 Jadi (Pe. SK pe f ( p). Bpk Alfreed Marshall menyebutnya surplus konsumen. SK 0 f (Q)dQ Atau p Qe.surplus konsumen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi permintaanya serta menghitung luas area di bawah kurva yang bersangkutantetapi diatas harga pasar Pe.63) Fungsi Qd = 75 – 3P 2 merupakan kurva parabola yang terbuka di bawah dengan titik puncaknya (P.1 4 1 2 U 1 14 2Q 14 2.Qd) = (0.2 2 Qe = 75 – 3.25 8 Jadi total revenue-nya pada Q = 25 diperoleh sebesar 1/32 TR 4 1 4 1 4 1 32 Surplus Konsumen Yaitu : Keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh konsumen karna konsumen tersebut dapat membeli barang dengan harga pasar yang lebih murah daripada harga yang sanggup dibayarnya.penggunaan grafiknya : 60 .dP Contoh soal: Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut : Qd = 75 – 3P 2 gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik Qd vs P ! carilah surplus konsumenya jika harga pasar Pe = 2 Jawab : Qd = 75 – 3P 2 Qe = 75 – 3.75).jika permintaan suatu barang dinyatakan dengan persamaan P= f (Qd)dan ternyata bahwa harga barang tersebutdipasar sebesar Pe. dihitung dengan rumus Qe 1. Penggambaran : P P' Surplus konsumen (SK) Pe 0 Qe Q' Q Surplus konsumen = Luas daerah yang diarsir .

dq f ( p) dP 2 5 (2.(kesanggupan menjual < harga pasar) Jika fungsi penawaran suatu barang dinyatakan dengan persamaan P = f(Qs) dan ternyata bahwa harga barang tersebut dipasar sebesar Pe.Qd 75 63 Surplus konsuemen 0 63 2 5 P SK 0 5 f (Q).surplus produsen tersebut dapat dihitung dengan menggambarkan fungsi penawaranya serta menghitung luas area diatas kurva yang bersangkutan tetapi di atas harga pasar Pe Penggambaran : P Pe E(Qe.75 150 = 125 – 125 + 8 =8 125 8 SURPLUS PRODUSEN Yaitu : keuntungan lebih (surplus)yang dinikmati oleh produsen karena produsen tersebut dapat menjual barang dengan harga lebih tinggi daripada harga yang sanggup dijualnya.Bapak Alfred Marshall menyebutnya surplus produsen.dP 2 2 p 2 75.2 52 22 2.63) SK (75 3P 2 )dP 2 5 5 2 5 5 3 2 75 dP 3 p .Pe) Surplus Produsen P1 0 Qe Q surplus produsen = Luas daerah yang diarsir . maka bagi setiap produsen yang pada dasarnya ingin menawarkan barang tersebut serta memiliki kesanggupan untuk menjual barang tersebut di atas harga pasar Pe dinyatakan bahwa produsen tersebut mengalami keuntungan.5 75. dihitung dengan rumus : 61 .

Qe 1.4) 20.Qe 0 f (Q)dQ atau Pe SP P f ( p)dP Contoh soal: Diberikan fungsi penawaran sebagai berikut : P = 20 + 5Qs gambarkan fungsi tersebut pada sebuah grafik P vs Q ! carilah surplus produsenya untuk harga pasar sebesar 40.40 – 4 Qe = 8 – 4 Qe = 4 Jadi (Pe.4 4 4 160 160 20 dQ (5 Q.4 2 5 2 0 2 40 atau 62 .4) Penggambaran grafiknya Pe = 20 – 5Qs Pe = 40 Surplus Produsen P11= 20 0 4 Qs Daerah yang diarsir menunjukkan surplus produsen yaitu keuntungan yang diperoleh akibat harga dipasar di atas (lebih tinggi)dari kesanggupan menjual. Surplus produsen : Qe SP Pe. SP Pe.Qe 0 4 f (Q)dQ (20 5Q)dQ 0 40. Jawab: Fungsi penawaranya P = 20 +5Qs P – 20 = 5Qs 5Qs = P – 20 Qs = 1/5 P – 20/5 Qs = 1/5 P – 4 Diketahui bahwa harga keseimbangan pasar adalah 40. Perhitungan mencari surplus produsen sebagai berikut. maka Untuk Pe = 40 Qe = 1/5P – 4 Qe = 1/5.dQ 0 0 (20.0) 5 2 .Qe) = (40.

carilah fungsi total revenue dari fungsi marginal revenue : MR = Q 2eQ .e Q e Q .dU Maka dengan rumus : U .dV U .dV U .e Q 2 Q.dQ q 2 e Q . Q.40 4. Jawab: TR MR.40 2 .V Diperoleh : TR Q 2 .Pe 40 SP Pu f ( P)dP 20 1 1 2 P 4 dP P 5 10 40 40 4P 20 20 1 1 .V Diperoleh : TR Q 2 .dQ 2 e Q .e Q 2 Q.2Q.e Q Q 2 . Fungsi permintaan dan penawaran suatu barang masing – masing ditunjukan dengan fungsi sebagai berikut : Qd = 30 – 2P dan Qs = – 6 + P Hitunglah surplus konsumenya! Jawab: Mencari harga dipasar dengan cara : Qd = Qs 30 – 2P = – 6 +P 30 + 6 = P + 2P 36 = 3P maka Pe=12 dan Qe = –6 + 12 Qe = 6 Fungsi perimintaan : Qd = 30 – 2P Fungsi penawaran : Qs = – 6 + P 2p = 30 – Qd Qs + 6 = P P = 15 – ½ Qd P = Qs + 6 63 .e Q TR TR Q 2 .e Q TR TR Q 2 .e Q 2Q.dQ Sehingga V = eQ V .2Q.20 10 10 160 40 160 80 40 PENYELESAIAN SOAL – SOAL Fungsi total 4.dQ Sehingga V = eQ V .dengan Q adalah julah output yang diproduksi dan di jual.dQ Dan dV = eQ.dU Maka dengan rumus : U .dQ eQ 2e Q Q 2 .e Q .e Q Q 2 .dQ 2.e Q e Q .e Q 2e Q Jadi fungsi Total Revenue : TR Surplus konsumen 5.dQ Misalkan U = Q Sehingga dU = dQ Q Dan dV = e .20 2 4.dQ Misalkan U = Q2 Sehingga dU = 2Q..e Q 2Q.

6 72 18 36 18 maka akan diperoleh surplus produsen sebesar 18.Penggambaranya : P Surplus Konsumen P = Qs + 6 atau Qs = – 6 + P P´=15 Pe=12 Surplus Produsen P11= 6 P = 15 – ½ Qd atau Qd = 30 – 2P 0 6 Qe = 6 6 30 PSurplus Konsumen : SK 0 f (Q)dQ Pe . 2.5 Qs +15.6 0 f (Q)dQ 72 0 (Q 6)dQ 72 1 2 Q 2 6 6 6Q 0 0 72 1 2 6 2 6.Qe 0 (15 1 / 2Q)dQ (12.Q ) 2 jika berproduksi dari range Q = 4 hingga Q = 8. berapakah surplus produsenya bila ternyata bahwa tingkat harga di pasar adalah 25? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 3. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 40 – 10P dan Qs = 12P – 4 Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! 5.6 72 90 9 72 9 4 atau 15 (30 2P)dP 30P 12 12 P 2 12 30. Fungsi permintaan suatu barang dinyatakan sebagai berikut: Q = 120 – 6P berapakah surplus konsumenya bila ternyata tingkat harga adalah 60? Gambarkanlah fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)dan lakukanlah perhitungannya dengan dua cara! 4. Seorang produsen mempunyai fungsi penawaran terhadap suatu barang P 1. Carilah fungsi total biaya dari fungsi marginal biaya sebesar : MC ( Q .us konsumenya sebesar 9.6) 6 15Q 0 1 2 Q 4 6 72 15.15 30.12 152 12 2 9 baik menghitung dengan menggunakan rumus ke-1 maupun dengan rumus ke-2 diperoleh surpl. Surplus Produsen 6.6 0 15 15 1 2 .Qe 0 f (Q)dQ 12. Fungsi penawaran dan permintaan suatu barang dipasar masing – masing dinyatakan sebagai berikut : Qd = 30 – 2 P dan Qs = – 66 + 10 64 . SELESAIKAN SOAL – SOAL LATIHAN DIBAWAH INI 1. SP pe . dari soal no 2 hitunglah surplus produsenya! Jawab Surplus produsen 6 6 6 1.

dan 2 jam untuk pengepakan. terbatas variabel. dan 1 jam untuk pengepakan (C).5x1 Dari B x2 = 10 – x1 Dari C x2 = 8 – 0. pertidaksamaan yang keempat merupakan suatu kendala ketidaknegatifan (nonnegativity constrain) yang ditentukan pada setiap soal untuk menghindarkan nilai negatif(karena itu tak dapat diterima)dari penyelesaian. 3 jam untuk pemolesan (B). Setiap bangku memerlukan 1 jam untuk perakitan. Jika kendala-kendalanya tersebut. betapapun banyaknya. Perusahaan tersebut tidak dapat menggunakan lebih dari 20 jam untuk perakitan. maka linier programming adalah lebih mudah.pendakatan ini diperagakan dalam empat langkah yang mudah. 1. Margin laba adalah Rp.Carilah keseimbangan harga dan kuantitasnya dipasar! Gambarkan kedua fungsi tersebut pada grafik (p vs Qs)! Carilah surplus konsumenya! Carilah surplus produsenya! Linier Programming Suatu Pendekatan Grafik 13. betapapun banyaknya. 4 per bangku. selesaikan masing – masing untuk x2 dalam kaitanya dengan x1 . Pendekatan grafik untuk maksimasi dan minimisasi diperagakan masing masing dalam contoh.fungsi obyektifnya.jadi Dari A x2 = 20 – 2.1 Penyelesaian dengan Grafik Tujuan linier programming adalah untuk menetapkan alokasi sumberdaya yang langka secara optimal di antara produk atau aktivitas yang saling bersaing. 2.5x1 (a) (b) 65 . dan 16 jam untuk pengepakan setiap minggu. kendala penyelesaian yang termudah adalah dengan pendekatan grafik. dan gambarkan grafiknya. 30 jam untuk pemolesan. 3 per meja dan Rp. Setiap meja memerlukan 2. Pendekatan grafik digunakan dibawah ini untuk mencari bauran (output mix) yang akan memaksimumkan laba mingguan perusahaan tersebut. 3 jam untuk pemolesan.x2 ≥ 0 Tiga pertidaksamaan pertama merupakan kendala – kendala teknis (echnical constrain) yang ditentukan oleh keadaan teknologi dan tersedianya input. Kendala dari A : 2.fungsi yang akan dioptiumkan.5x1 + x2 ≤ 20 Kendala dari B : 3x1 + 3x2 ≤ 30 Kendala dari C : x1 + 2x2 ≤ 16 Kendala ketidaknegatifan : x1.5 jam untuk perakitan (A). Perlakukan ketiga kendala pertidaksamaan tersebut sebagai persamaan. Nyatakan data tersebut dalam persamaan atau pertidaksamaan. menjadi Π = 3x1 + 4x2 Di bawah kendala. Contoh 1 Sebuah pabrik memproduksi meja (x1) dan bangku (x2). Apabila kendala pertidaksamaan yang dilibatkan lebih dari satu. Situasi perekonomian seringkali mengharuskan pengoptimuman suatu fungsi di bawah beberapa kendala pertidaksamaan.

x1 dan x2 disebut variabel keputusan atau struktural (decision or stuktural variables).(7.0) dalam gambar 13 – 1. kendala dari A : 2y1 + y2 ≥ 14 kendala dari B : y1 + y2 ≥ 12 kendala dari C : y1 + 3y2 ≥ 18 kendala ketidaknegatifan y1.(a) yang terakhir adallah perpotongan kendala – kendala ketidaknegatifan. gambarkan fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isoprofit.¾. nilai tersebut akan ditenukan pada salah satu titik ekstrim (atau sudut) dari batas tersebut.(6.(0. 12 untuk B. 4.3). Kebutuhan harianya adalah 14 untuk A. fungsi obyektif yang akan diminimumkan adalah c = 2y1 + 4y2 di bawah kendala . Lihat gambar 13 – 2 (a). Semuanya disebut penyelesaian dasar (basic solution) tetapi hanya lima terakhir yang merupakan penyelasaian dasar yang mungkin (basic feasible solution) karena penyelesaian – penyelesaian tersebut tidak melanggar kendala yang manapun. untuk memperoleh pemecahan yang optimal dalam daerah yang memungkinkan.garis isoprofit tersebut mempunyai kemiringan .dan satu unit masing – masing B dan C. Dengan menggambarkan suatu seri garis isoprofit (garis putus – putus) yng menunjukan laba(profit)yang semakin besar. 66 perpotongan kedua kendala tersebut.5). 3 x2 x1 4 4 Jadi. laba dimaksimumkan pada ekstrim(extreme point).y2 ≥ 0 dimana kendala teknisnya dibaca ≥ karena kebutuhan minimum harus dipenuhi tetapi ungkin dilampaui 2.0).2).dan 18 untuk C.0) dan (0. Daerah yang digelapkan disebut daerah yang memungkinkan (feasible region).yang disebut titik .dan harga y2 adalah Rp 4. masing – masing digambarkan oleh sumbuh tegak (vertikal) dan sumbu datar (horisontal).0). produk y2 mempunyai satu unit masing – masing A dan B dan tiga unit C.lihat gambar 13 – 1 (a).3) upamanya. = 3(4) + 4(6) = 36. Di (7.harga y1 adalah Rp 2. Dimana x1 4 dan x 2 6 lihat gambar 13 – 1 (b).B dan C.kita menemukan garis isoprofit yang menunjukan laba terbesar yang memungkinkan menyentuh daerah yang mungkin di E.kendala ketidaknegatifan x1. Dengan mensubstitusikan dalam (13. Produk y1 mempunyai dua unit A. Daerah yang digelapkan merupakan daerah yang mungkin memuat semua titik – titik yang memenuhi semua ketiga kendala kebutuhan ditambah kendala ketidaknegatifan. Dengan menggunakan prosedur yang digunakan dalam contoh 1.8).jika ada.(10. Perhatikan bahwa terdapat sepuluh titik ekstrim : (0.-. Daerah itu memuat semua titik – titik yang memenuhi ketiga kendala ditambah kendala ketidaknegatifan. 3.10).(0.(8. 1.1 Grafik dari pertidaksamaan asal “ lebih kecil atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kiri garis. Contoh 2. seorang petani ingin mengetahui bahwa ternak gembalanya memperoleh kebutuhan harian minimum dari tiga bahan pokok makanan pokok A. 13. Perlakukan pertidaksamaan selesaikan masing – masing untuk y2 dalam satuan y1 dan gambarkan grafiknya.6).2 DALIL TITIK EKSTRIM Dalil titik ekstrim menyatakan bahwa jika suatu nilai optimal yang memungkinkan (optimal feasible value) dari fungsi obyektif ada.1).. Π = 3 (7) + 4(3) = 31 yang lebih rendah dari Π = 36 diatas.x2 ≥ 0. Biasanya hanya salah satu dari penyelesaian dasar yang mungkin tersebut yang akan optimal. Grafik dari pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” akan mencakup semua titik – titik pada garis dan disebelah kanan garis.(4.(16.gambar 13 . Metode grafik digunakaqn dibawah ini untuk menentukan kombinasi biaya yang paling murah dari y1 dan y2 yang akan memenuhi semua kebutuhan minimum.

Untuk memperoleh penyelesaian optimal. gambarkan grafik fungsi obyektif sebagai suatu seri garis isocost (garis putus-putus) Dari (13. variabel slack s = 0.s1 = 14 y1 + y2 .jika 5x1 + 3x2 = 30.2 (b) 3.c = 2(2) + 4(10)[untuk soal meminimasi.5x1 + x2 + s1 = 20 3x1 + 3x2 + s2 = 30 x1 + 2x2 + s3 = 16 dinyatakan dalam bentuk matriks. 2y1 + y2 . Suatu pertidaksamaan “ lebih besar atau sama dengan ” seperti 4x 1 + 7x2 ≥ 0 sedemikian rupa sehingga 4x1 + 7x2 – s = 60. karena itu variabel surplus dikurangkan. sistem perttidaksamaan linear harus dirubah menjadi sistem persamaan linear. Suatu pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” seperti 5x 1 + 3x2 ≤ 30 dapat dirubah menjadi suatu persamaan dengan menambahkan suatu variabel slack s ≥ 0. sedemikian rupa sehingga 5x1 + 3x2 + s = 30. Umpamanya di (2.lihat contoh 3.s2 = 12 y1 + 3y2 . s adalah suatu nilai positif yang sama dengan selisih antara 5x 1 + 3x2 dan 30.s3 = 18 67 .3 VARIABEL SLACK DAN VARIABEL SURPLUS Soal yang melibatkan lebih dari dua variabel berada di luar lingkup pendekatan grafik dua dimensi yang disajikan dalam bab sebelumnya.2) y2 c 4 1 y1 2 Garis isocost terendah yang akan menyinggung dareah yang memungkinkan adalah garis singgung (tangen) di y1 9 dan y 2 3 dalam gambar 13 – 2 (b).(a) gambar 13 .ini dilakukan dengan memasukan suatu variabel slack atau surplus yang terpisah (si) kedalam masing – masing pertidaksamaan (kendala ke i) dalam sistem tersebut. x1 2.0) tidak dalam daerah yang memungkinkan] 13.10). s adalah suatu nilai positif yang sama dengn selisih antara 4x 1 + 7x2 dan 60 CONTOH 3 karena kendala – kendala teknis dala contoh 1 semua melibatkan pertidaksamaan “ lebih kecil atau sama dengan ” variabel slack ditambah sebagai berikut : 2. (0.karena perlunya persamaan.jadi c = 2(9) + 3(3) = 30 yang menunjukan suatu biaya yang lebih rendah ketimbang di titik ekstrim yang mungkin lainya.5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 01 x2 s1 s2 20 30 16 s3 sebaliknya dalam contoh 2 semua kendala adalah “ lebih besar atau sama dengan ”. jika 5x1 + 3x2 < 30.jika 4x1 + 7x2 = 60.variabel surplus s = 0 jika 4x1 + 7x2 = 60.

Maksimumkan Π = 24 g1 +8 g2 Dibawah 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala peleburan 68 .atau penyelesaian dasar dapat diperoleh.Dalil dasar menyatakan bahwa untuk suatu sistem m persamaan dan n variabel.s2 = -12 dan s3 = -18 merupakan penyelesaian dasar.s2.jadi s1 = 20.s3. karena terdapat 3 persamaan dan 5 variabel .4 DALIL DASAR Untuk suatu sistem persamaan m yang konsisten dan variabel n.untuk tipe 2 adalah 8.empat puluh jam tersedia untuk peleburan.perhatikan bahwa penyelesaian dasar tersngebut bukan suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan karena melanggar kendala ketidaknegatifan. Jadi dengan menetapkan n – m variabel sama dengan nol menyelesaikan m persamaan untuk m variabel yang tersisa.dua puluh jam untuk percetakan dan 60 jam untuk pemotongan. 14 12 18 SOAL DAN JAWABAN PERNYATAAN MATEMATIS ATAS MASALAH EKONOMI 1.s2. 2.suatu titik ekstrim.perhitungan untuk menentukan (1) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh suatu penyelesaian dasar dan (2) besarnya penyelesaian dasar yang ada.dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas untuk s1. Sebuah pabrik khusus baja memproduksi dua tipe baja (g1 dan g2) tipe satu memerlukan 2 jam untuk peleburan.dan n. dimana n > m akan terdapat sejumlah penyelesaian yang tak terhingga. Jadi 5(4) (3) (2) (1) 10 3(2) (1) (2) (1) CONTOH 5. Beberapa dasar dapat dibaca secara langsung dari matriks tanpa suatu manipulasi aljabar. dengan menggunakan rumus untuk besarnya penyelesaian dasar.akan tetapi.diperlihatkan dibawah ini. 1. 5! 3!(2)! dimana 5! = 5(4) (3) (2) (1).dengan menetapkan y1 = 0 dan y2 = 0 akan menghasilkan suatu matriks identitas yang negatif untuk s1.besarnya penyelesaian dasar dapat diberikan dengan rumus n! m!(n m)! dimana n! Dibaca n factorial lihat contoh 4 CONTOH 4 dengan mereduksi pertidaksamaan menjadi persamaan dalam contoh 3 menghasilkan tiga persamaan dan lima variabel.jadi s1 = -14.m variabel saa dengan nol merupakan titik ekstrim.m variabel harus sama dengan nol untuk penyelesaian dasar 5 – 3 atau 2 variabel harus sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar atau titik ekstrim. Akan tetapi.s3.dimana n > m suatu penyelesaian dimana sedikitnya n .marjin laba untuk tipe 1 adalah 24. Dalam matriks kedua. banyaknya titik ekstrim adalah terhingga.Dalam bentuk matriks.nyatakan data tersebut dalam persamaan – persamaan dan pertidaksamaan yang perlu untuk menetapkan bauran output yang akan memaksimumkan laba.4 jam untuk percetakan dan 10 jam untuk pemotongan.s2 = 30 dan s3 = 16 merupakan suatu penyelesaian dasar yang dapat dibaca secara langsung dari atriks tersebut. tipe dua memerlukan 5 jam untuk peleburan.1 jam untuk percetakan dan 5 jam untuk pemotongan.lihat contoh 3. y1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 1 y2 s1 s2 s3 13. Dalam atriks pertama. n!/[m!(n-m)] dan dengan mensubstitusikan parameter – parameter yang diketahui.

1) Gambarkan grafik kendala – kendala pertidaksamaan setelah menyelesaikan masing – masing untuk g2 dalam g1 2) Grafikan kembali dan hitamkan daerah yang memungkinkan(feasible region). Di perusahaan tersebut tersedia waktu 36 jam untuk penghancuran. Merk 2 harganya Rp 4. Seorang yang gandrung model hidup sehat ingin memperoleh minimum 36 unit vitamin A. Tepung tulang (x2) memberikan 4 unit zat besi dan 1 unit vitamin. Sebuah perusahaan gilingan batu untuk pekarangan rumah memproduksi dua macam batu. bagaimanakah kombinasi paling murah yang menjamin kebutuhan harian? Minimumkan Dibawah c = 3 y1 + 4 y2 2 y1 + 3 y2 ≥ 36 kendala vitamin A 2 y1 + 2 y2 ≥ 28 kendala vitamin C 8 y1 + 2 y2 ≥ 32 kendala vitamin D y1 + y2 ≥ 0 4. 2 unit vitamin C dan 2 unit vitamin D.4 g1 + g2 ≤ 20 kendala percetakan 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala pemotongan g1 + g2 ≥ 0 2.taruhlah penggaris diatas kemiringan ini gerakkan penggaris tersebut ke titik singgung dengan fungsi obyektif. Maksimumkan Dibawah Π = 40 x1 + 50 x2 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala penghancuran 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala pengayakan 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala pengeringan x1 + x2 ≥ 0 3.. dan evaluasilah fungsi obyektif pada nilai – nilai ini. Merk 1 harganya Rp 3. Dari soal 1. Pak samin memastikan bahwa ayam – ayamnya mendapatkan paling sedikit 24 unit zat besi dan 8 unit vitamin setiap hari.padi – padian (x3) memberikan 2 unit zat besi dan 1 unit vitamin.. Maksimumkan Dibawah Π = 24 g1 + 8 g2 2 g1 + 5 g2 ≤ 40 kendala 1 4 g1 + g2 ≤ 20 kendala 2 69 .Minimumkan c = 40 x1 + 20 x2 + 60 x3 Dibawah 2 x1 + 4 x2 + 2 x3 ≥ 24 kendala vitamin zat besi 5 x1 + x2 + x3 ≥ 24 kendala vitamin x1. x3 ≥ 0 GRAFIK UNTUK PENYELESAIAN 5. 4) Bacalah setiap nilai kritis untuk g1dan g2 pada titik singgung.Rp 20. 2 unit vitamin Cdan 8 unit vitamin D. 5 jam untuk pengayakan dan 8 jam untuk pengeringan. 28 unit vitamin C. batu halus memerlukan 6 jam untuk penghancuran. Jagung (x1) memberikan 2 unit zat besi dan 5 unit vitamin.dan tariklah suatu garis putus – putus.dan memberikan 3 unit vitamin A. untuk batu halus adalah 50. Marjin laba untuk batu kasar adlah 40.batu kerikil yang kasar memerlukan 2 jam untuk penghancuran. 3 jam untuk pengayakan dan 2 jam untuk pengeringan. dan 32 unit vitamin D setiap hari.dan Rp 60. Tentukan bauran output yang memaksimumkan laba dengan menyederhanakan data ini menjadi persamaan – persamaan dan pertidaksamaan. dengan menggunakan data dibawah.. 3) Hitunglah kemiringan fungsi obyektif. 30 jam untuk pengayakan dan 40 jam untuk pengeringan.dan memberikan 2 unit vitamin A.bagaimana makanan – makanan tersebut harus dicampur untuk memberikan pemmenuhan yang paling murah atas kebutuhan harian jika harga makanan tersebut masing – masing Rp 40.Dengan memakai persamaan persamaan dan pertidaksamaan. x2. kasar (x1) dan halus (x2)..

apabila g1 = 0. yang diperoleh dalam soal 2 Maksimumkan Π = 40 x1 + 50 x2 Dibawah 2 x1 + 6 x2 ≤ 36 kendala 1 5 x1 + 3 x2 ≤ 30 kendala 2 8 x1 + 2 x2 ≤ 40 kendala 3 x1 + x2 ≥ 0 lihat gambar 13.g1 = 20. dari g2 = 8 – 2/5 g1.apabila g2 = 0.3 (b). g1 = 4 dan g2 = 4.gkin dignh 10 g1 + 5 g2 ≤ 60 kendala 3 g1 + g2 ≥ 0 kendala – kendala pertidaksamaan tersebut harus digrafikan seperti terlihat dalam gambar 13.4 (a) untuk kendala yang digrafikan. dengan menggunakan data berikut. dalam gambar 13.jadi Π= 24(4) + 8(4) = 128 (a) gambar 13. kemiringan = .4 (b) PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 7.3 (b) 6. kerjakan kembali seperti soal 5. di titik singgung.3 (a). g2 = 8.untuk kendala 1. kemiringan = -3.4/5. Kerjakan kembali seperti soal diatas apabila diketahui data berikut : Minimumkan c = 4 x1 + 2 x2 Dibawah 4 x1 + x2 ≥ 20 kendala 1 2 x1 + x2 ≥ 14 kendala 2 x1 + 6 x2 ≥ 18 kendala 3 x1.g2=Π/8– 3 g1.4 (b) untuk daerah yang memungkinkan. Dari fungsi obyektif. x1 =3 dan x2 = 5. x2 = Π /50 – 4/5 x1. Dari fungsi obyektif. perhatikan bahwa kendala ketidaknegatifan hanya membatasi analisis pada kuadran pertama. gambar 13. jadi Π = 40(3) + 50 (5) = 370 (a) gambar 13. x2 ≥ 0 70 .4 (b). Daerah yang mungkin digrafikan dalam gambar 13.

s1 = 36 2 x1 + 2 x2 . x2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih besar atau sama dengan”. Dala kasus ini.jadi. maka tidak terdapat penyelesaian tunggal optimal yang memungkinkan. Maksimumkan Π = 24 y1 + 8 y2 Dibawah 2 y1 + 5 y2 ≤ 40 4 y1 + y2 ≤ 20 10 y1 + 5 y2 ≤ 60 y1 .(a) (b) gambar 13. 2 x1 + 3 x2 . yaitu c = 4(3) = 38 atau c = 4(6) + 2(2) = 28 VARIABEL SLACK DAN SURPLUS 8. Setiap titik antara garis (3.8) dan (6.5 dengan garis isocost menyinggung kendalan kedua. Perhatikan bahwa penyelesaian optimal berganda tidak menyangkal dalil titik ekstrim. Kerjakan seperti soal di atas untuk yang berikut : Minimumkan c = 60 x1 + 80 x2 Dibawah 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 x1.s3 = 32 71 . fungsi obyektif dan kendala 2 adalah secara linear tergantung (tak bebas) karena yang satu dapat dinyatakansebagai penggandaan dari yang lain. Tambahkan variabel slack. (a) ubahlah kendala – kendala pertidaksamaan dalam data berikut menjadi persamaan dengan menambahkan variabel slack atau mengurangkan variabel surplus dan (b) nyatakan persamaan tersebut dalam bentuk matriks. kurangkan variabel surplus.karena titik – titik ekstrim (3.penyelesaian optimal berganda (multiple optial solution) akan terjadi bilamana terdapat ketergantungan linear antara fungsi obyektif dan salah satu kendala.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 .5 Dalamgambar 13.2) akan meminimumkan fungsi obyektif dibawah kendala tersebut.8) dan (6.jadi.2) juga termasuk dalam penyelesaian optimal. 2 y1 + 5 y2 + s1 = 40 4 y1 + y2 + s2 = 20 10 y1 + 5 y2 + s3 = 60 y1 (b) 2 5 1 4 1 0 10 5 0 0 0 1 0 0 1 y2 s1 s2 s3 40 20 60 9. y2 ≥ 0 (a) untuk pertidaksamaan “lebih kecil atau sama dengan”.

variabel – variabel yang tidak ditetapkan saa dengan nol disebut dalam basis atau dalam penyelesaian. dan penyelesaian diperoleh dengan menyelesaikan m persamaan untuk m variabel sisanya. (d) tentukanlah penyelesaian dasar pertama dari matriks tersebut. maka sebanyak n – m = 5 – 2 = 3 variabel harus ditetapkan sama dengan nol untuk suatu penyelesaian dasar. karna paling sedikit n – m variabel harus sama dengan noluntuk suatu penyelesaian dasar. penyelesaian dasar pertamanya adalah s1 30 dan s2 20 . n – m variabel ditetapkan saa dengan nol dala setiap langkah dari prosedur tersebut. sembari selalu menyempurnakan penyelesaian sebelumnya. sampai penyelesaian optimal dicapai.karena keduanya negatif penyelesaian – penyelesaian ini tidak dapat menjadi suatu penyelesaian dasar yang memungkinkan LIN EAR PROGRAMMING ALGORITMA SIMPLEKS : 14. Contoh . Banyaknya penyelesaian adalah n! m!(n m) (d) 5! 2!(3!) 5(4)(3)(2)(1) 2(1)(3)(2)(1) 10 Dengan menetapkan g1 = g2 =g3 = 0. Algoritma simpleks digunakan sebagai berikut untuk memeksimumkan laba. 6x1 + 2x2 ≤ 36 2x1 + 4x2 ≤ 28 72 . Algoritma simpleks adalah suatu metode(atau prosedur perhitungan) untuk menentukan penyelesaian dasar yang memungkan atas asuatu sistem persamaan dan pengujian keoptimalan penyelesaian tersebut.g2. Metode simpleks diilustrasikan dalam contoh 1 untuk maksimisasi dan dalam contoh 3 untuk miniisasi.1. Tentukan (b) banyaknya variabel yang harus ditetapkan sama dengan nol untuk memperoleh penyelesaian dasar dan (c) banyaknya penyelesaian dasar yang ada.variabel – variabel yang disamakan dengan nol pada langkah tertentu disebut tidak dalam basis atau tidak dalam penyelesaian. (a) Reduksikan kendala – kendala pertidaksamaan dari data berikut ini menjadi persamaan dan nyatakan dalam bentuk matriks. Minimumkan c = 54 g1 + 48 g2 + 50g3 Di bawah 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 g1.g3 ≥ 0 g1 (a) 6 4 5 -1 0 6 g1 + 4 g2 + 5g3 ≥ 30 3 6 5 0 -1 g2 g3 s1 s2 30 20 3 g1 + 6 g2 + 5g3 ≥ 20 (b) (c) karena terdapat dua persamaan dan 5 variabel. Atau lebih sederhana variabel – variabel dasar. ALGORITMA SIMPLEKS : MAKSIMASI Algoritma adalah suatu kaidah aatau suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan penyelesaian suatu soal.x1 (b) 2 3 -1 0 0 2 2 0 -1 0 8 2 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 36 28 32 10. Algoritma bergerak dari satu penyelesaian dasar yang mungkin ke penyelesaian dasar yang lain. apabila ditentukan Π = 5x1 + 3x2 Di bawah kendala.

Tabel Sipleks Awal x1. suatu penyelesaian mendasar yang baru diperiksa. Elemen kolom konstanta dari baris terakhir adalah juga nol. s3 = 28 pada penyelesaian mendasar pertama yang mung kin tersebut. Karna -5 dalam kolom pertama (atau x1)merupakan indikator negatif dengan nilai absolut terbesar.x2 ≥ 0 i) Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan variabel – variabel slack 6x1 + 2x2 + s1 = 36 5x1 + 5x2 + s2 = 40 2x1 + 4x2 + s3 = 28 ii) Nyatakan persamaan – persamaan kendala dalam bentuk matriks. Karena vektor 6 6 5 2 satuan (unit vektor) dengan 1 dalm baris pertamanya berada dibawah kolo s 1. Elemen pivotnya adalah  elemen pada perpotongan kolom variabel 73 . Dengan menetapkan x1 = 0 dan x2 = 0.sesuai deng n nilai fungsi obyektif di titik asal (kalau x 1 = x2 = 0) Tabel simpleks awal : x1 x2 s1 s2 s3  2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 indikator konstanta 36 40 28 0 iv) Penyelesaian mendasar pertama yang mungkin dapat dibaca dari tabel s impleks awal. suatu variabel diasukan kedalam basis dan salah satu variabel sebelumnya berada dalam basis harus dikeluarkan. seperti dalam contoh 5 bab 3. 2.akan menentukan variabel yang meninggalkan baris.5x1 + 5x2 ≤ 40 1. s2 = 40. Proses pemilihan variabel yang dimasukan dan variabel yang dikeluarkan tersebut dinamakan perubahan basis (change of basis) i) Indikator negatif dengan nilai absolut terbesar akan menentukan variabel yang asuk ke dala basis. Baris dengan ratio pemindahan terkecil (yaitu baris pivot) dengan mengabaikan rasio – rasio lebih kecil atau sama dengan nol. baris1 merupakan baris pivot. Karena 36 memberikan rasio terkecil 36 40 28 . ii) Variabel yang dieliminasi ditentukan oleh rasio pemindahan (displacement ratio). Elemen Pivot dan Perubahan Dasar (basis) Untuk menaikan nilai fungsi obyektif. x1 6 2 1 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 -1 x2 s1 s2 36 40 28 s3 iii) Susunlah suatu tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien dari persamaan kendala dan vektor kolom dari konstanta letakan diatas satu baris dari indiktor yang merupakan negatif – negatif dari koefisien fungsi obyektif dan sebuah koefisien nol untuk masing – masing variabel slack. Rasio pemindahan diperoleh dengan membagi elemen kolom konstan dengan elemen kolom pivot. x1 di asukan ke dalam basis x1enjadi kolom pivot dan ditandai dengan anak panah. fungsi obyektif mempunyai nilai nol.s1 = 36. Untuk bergerak kesuatu penyelesaian mendasar baruyang mungkin. maka s1 akan meninggalkan basis.

Karena hanya satu variabel baru yang memasukibasis pada setiap langkah proses.swebagai berikut : i) Kalikan baris pivot dengan kebalikan (reciprocal) dari eleen pivot. Maka x2 3 dimasukan kedalam basis.12). sekarang tinggal suatu atriks identitas yang memberikan x1 = 6. maka s2 akan meninggalkan basis untuk mempivot. Dengan membagi kolom konstanta dengan kolom pivot memperlihatkan bahwa rasio terkecil adalah dalam baris kedua.2 kali baris1 dari baris3 dan tambahkan 5 kali baris1 ke baris4. Dengan mengubah basis dan melakukan pivoting kontinu menurut kaidah di atas sampai hal ini di capai. Jadi 10 3 menjadi elemen pivot yang baru. ini memberikan tabel kedua x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 10 16 0 30 1 6 5 6 1 3 5 6 0 1 0 0 10 3 10 3 4 3 0 1 0 Penyelesaian mendasar kedua yang mungkin dapat dilihat secara langsung dari tabel kedua. 3 i. kolom2 menjadi kolom pivotnya. s2 = 0.dan langkah sebelumnya selalu melibatkan suatu matriks identitas. Kalikan baris2 dengan 10 x1 x2 s1 s2 s3 1 0 0 0 1 3 konstanta 6 3 16 30 74 1 6 1 4 1 3 5 6 0 3 10 0 0 1 10 3 4 3 0 1 0 0 . 30) merupakan nilai fungsi obyektif pada penyelesaian mendasar kedua yang mungkin. Pivoting Pivoting adalh proses penyelesaian m persamaan dalam bentuk m varibel yang sekarang berada dala basis. Optimisasi Fungsi obyektif di maksimumkan kalau tidak terdapat indikator negative dalam baris terakhir. Karena vector satuan dengan 1 dalam baris keduanya adalah dibawah s2 . 4. eleen terakhir dala baris terakhir (dalam hal ini. 6 Tabel kedua: x1 x2 s1 s2 s3 1 1 3 konstanta 6 40 28 0 1 6 0 0 5 5 0 1 0 2 4 0 0 1 -5 -3 0 0 0 ii) Setelah mereduksi elemen pivot menjadi 1. Karena 4 dalam kolom kedua merupakan satu – satunya indikator negative.yang masuk ke basis dan baris yang berhubungan dengan variabel yang meninggalkan basis(yaitu elemen pada perpotongan baris pivot dan kolo pivot) 3.dan s3 = 16. Dalam hal ini. pivoting hanya meliputi pengubahan elemen pivot menjadi 1 dan semua eleen lainya dalam kolom pivot menjadi nol. Dengan menetapkan x2 = 0 dan s1 = 0 . kalikan baris1 dengan 1 . Di sini. kurangkan 5 kali baris1 dari baris2. seperti dala metode eliminasi Gauss ( lihat butir 10. rampungkan kolom pivotnya.

Kemudian kurangkan 1 kali baris2 dari baris1. fungsi obyektif tersebut mencapai suatu maksimum pada 34 . s1 0 .tidak akan menambah sesuatupun pada fungsi laba). jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala dalam (14. Nilai indicator dibawah setiap variabel slack dalam tabel terakhir menyatakan nilai marginal (marginal value) atau harga bayangan (Shadow price) dari input yang berhubungan dengan variabel tersebut. Π = 5x1 + 3x2 5x1 + 5x2 + s2 = 40 = 5(5) + 3(3) = 34 5(5) + 5(3) + 0 = 40 6x1 + 2x2 + s1 = 36 2x1 + 4x2 + s3 = 28 6(5) + 2(3) + 0= 36 2(5) + 4(3) + 6 = 28 2. dari (14. s 3 6 .2. Untuk gabar grafik lihat contoh 13. Nilai optimal dari fungsi dari fungsi obyektif akan selalu sama dengan penjumlahan dari nilai marginal setiap input dikalikan kuantitas yang tersedia dari masing – masing input. seringkali akan lebih mudah untuk menyelesaikan soal – soal minimasi dengan memakai dua. Akan tetapi. ini merupakan penyelesaian optimal.lihat contoh 3. Semua sarat harus dienuhi untuk suatu optimum.C melambangkan berbagai konstanta dalam kendala 1.3.B. yaitu berapa banyak fungsi obyektif akan berubah sebagai akibat dari kenaikan satu unit dalam input tersebut. alam contoh 1.ii. Elemen terakhir dalam baris terakhir menunjukan bahwa x1 5 . Jadi.1) dan (2) mengevaluasi jimlah nilai marginal dari sumberdaya (resources). erarti tidak sepenuhnya dimanfaatkan penyelesaian optimal dan nilai marginalnya adalah nol (yaitu penambahan satu lagi unit lain. dan sebesar 0 untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 3.11. laba akan naik sebesar ½ unit atau 2 50 sen untuk perubahan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 1. x 2 3 . Dengan s1 0 dan s 2 0 .1) tidak terdapat variabel slack dalam dua kendala yang pertama dan dua input yang pertama semuanya habis. ALGORITMA SIMPLEKS : MINIMISASI Apabila algoritma simpleks digunakan untuk mencari suatu nilai minimal. nilai negative yang dihasilkan oleh variabel surplus menghadirkan suatu soal istimewa. Π = MPA (A) + MPB (B) + MPC (C) = 1 2 (36) + 2 5 (40) + 0 (28) = 34 14. NILAI MARGINAL ATAU HARGA BAYANGAN.3. CONTOH 2. karena kendala 3 mempunyai variabel slack positif. para mahasiswa mungkin lebih baik membaca bab 15 terlebih dahulu. menghasilkan table ketiga Tabel ketiga x1 x2 1 0 0 0 0 1 0 0 s1 1 4 1 4 10 3 kali baris2 dari baris3. 75 . 3 kali baris2 ke baris4. oleh karena itu. Karena tidak terdapat indicator negative yang tertinggal dalam baris terakhir.2. 14. yang di bahas dalam bab 15. dan sebesar 5 atau 40 sen untuk kenaikan satu unit dalam nilai konstanta dari kendala 2. 1. 6 unit dari input yang ketiga tetap tidak terpadu.dan tambahkan 4 3 s2 1 10 3 10 s3 0 0 1 0 konstanta 5 3 6 34 1 2 1 2 -1 2 5 Penyelesaian mendasar ketiga yang memungkinkan dapat dibaca secara langsung dari tabel tersebut. Umpamakan A. dengan s 3 6 . s 2 0 .

2 x1+ x2 ≥ 14 x1+ x2 ≥ 12 x1+ 3 x2 ≥ 18 x1 .2) diatas baris indicator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif. dimana M adalah suatu bilangan besar yang tidak mungkin (impossibly large number) untuk meyakinkan bahwa A akan dikeluarkan dari penyelesaian optimal. s2 = -12. Fungsi obyektif mempunyai koefisien – koefisiennol untuk variabel surplus dan koefisien – koefisien M variabel – variabel buatan. Jadi. seperti dalam simpleks awal untuk maksimisasi. tabel simpleks awal (sedikit dimodifikasi) i. algoritma simpleks digunakan di bawah ini untuk meminimumkan biaya. s3 = -18 dan nilai negatif adalah tidak mungkin (nonfeasible). x1 14 12 18 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 14 12 18 2. Variabel buatan (Ai ≥ 0)adalah suatu variabel kosong (dummy variable) yang ditambahkan dengan maksud khusus untuk menghasilkan suatu penyelesaian dasar awal yang mungkin. Sutu variabel yang terpisah ditambahkan untuk masing – masing pertidaksamaan asal yang bersifat “lebih besar atau sama dengan”. i. iii. Variabel tersebut tidak mempunyai makna ekonomi. Nyatakan persamaan kendala dalam bentuk matriks. dengan y sekarang dig anti x. Tambahkan variabel – variabel buatan. dibawah kendala – kendala gizi. harus di msukan variabel – varaibel buatan (artificial variables). ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus 2 x1+ x2 – s1 = 14 x1+ x2 – s2 = 12 x1+ 3 x2 – s2 = 18 ii. x2 ≥ 0 1.CONTOH 3. x1 2 1 -1 0 0 1 1 0 -1 0 1 3 0 0 -1 x2 s1 s2 s3 Dari matriks tersebut jelas bahwa jika x1 = 0 dan x2 = 0. penyelesaian dasar tidak mungkin karena s 1 = -14. x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 -2 -4 0 0 0 -M -M indikator 0 0 1 -M 14 12 18 76 . Buatlah tabel simpleks awal dengan meletakan matriks koefisien dan vector kolom dari konstanta dalam (14. Untuk mengatasi masalah tersebut. Data tersebut berasal dari contoh 2 dalam bab13. Tabel Simpleks Awal yang Disesuaikan untuk Meminimisasi. dimana c = 2 x1+ 2 x2 .

Tabel awal x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 2 1 -1 1 1 0 1  0 4M-2 5M-4 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 14 12 18 44M Penyelesaian mendasar pertama yang unkindapat dilihat secara langsung dari tabel awal tersebut.4 3 7M . dan fungsi obyektifnya adalah 44M. Jadi x 2 menjadi kolom pivot.2 0 -M -M 0 -5M 4 3 5. maka baris3 menjadi baris pivot. Dengan mengandaikan x1 = x2 = s1 = s2 = s3 = 0. 4. Pengulangan (Reiterasi) 77 . Elemen Fivot i. elemen pivot pada perpotongan kolom pivot dan baris pivot adalah 3. Karena elemen terakhir dari baris paling bawah . penyelesaian mendasar pertama yang memungkinkan adalah A1 = 14. A3 = 18. karena 18 6 merupakan rasio terkecil yang dihasilkan. indicator positif terbesar akan menentukan kolom pivot dan variabel yang memasuki basis. carilah perubahan basis. Pivoting i. A3 3 akan meninggalkan basis karena vector satuan dengan 1 dalam baris ketiga adalah berhubungan dengan A3. 5M – 4 merupakan indicator positif terbesar. Baris pivot dan variabel yang meninggalkan basis ditentukan oleh rasio terkecil yang dihasilkan dari pembagian elemen – elemen kolom pivot. dan (5M-4) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 5 3 2 3 1 3 0 0 1 3 -1 0 0 0 -1 0 1 3 1 3 1 0 0 0 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 8 6 6 14M + 24 -1 3 2M . Rampungkan kolom pivot dengan engurangkan baris3 dari baris1 dan baris2. 3. persis untuk soal maksimisasi. suatu bilangan besar yang tidak mungkin. Untuk menimasi. 44M .ii.ini akan menghasilkan tabel awal. A2 = 12. bukan indicator . ii. Kemudian pindahkan M dari kolom variabel buatan dengan menambahkan M kali ( baris1 + baris2 + baris3). sebagaimana ditandai dengan anak panah. Untuk menurunkan biaya. Kurangi elemen pivot menjadi 1 dengan mengalikan baris 3 oleh 2 1 1 3 1 3 1 1 1 -1 0 0 0 0 -1 0 0 -1 3 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 3 14 12 6 44M 4M-2 5M-4 -M -M -M 0 0 ii.

`12 2 5 24 5 1 1 5 -1 -1 5 .6M 6 5 14M 136 5 3 ii. 3 -5 0 0 1 0 3 0 -1 0 1 5 1 3 3 5 0 1 0 -1 3 -1 3 1 3 24 5 0 0 0 0 0 6 6 14M + 24 -1 3 2M . menghasilkan tabel ketiga.4 3 7M . dan kurangkan 1 baris2 dari baris3 dan [2M – 2)/5] baris2 dari 5 baris4. baris pivot yang baru adalah baris1.7M 5 22 5 14M 136 5 2M .`12 . 3 i.`12 2 5 konstanta 9 7 3 30 78 0 -1 0 0 -1 -M+1 -M+1 . Kolo pivot yang baru menjadi kolom1.7M 5 2 14 5 0 -M 0 0 22 5 2M .2 -M -M 0 -5M 4 3 ii.elemen pivotnya adalah 5 . x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 3 -5 2 5 1 5 1 3 baris1 dari baris3.Selama masih ada suatu indikator positif. 3 – 2)/3] baris1 dari baris4. jadi x1 masuk ke basis dan A1 meninggalkan basis. Rampungkan kolom1 dengan mengurangkan 2 baris1 dari baris2.2 5 M-6 5 0 -6M 6 5 . dan (7M s2 0 -1 0 -M s3 1 5 1 5 2 5 A1 3 5 2 5 A2 0 1 0 2 A3 -1 5 -1 5 2 5 konstanta 24 5 14 5 -1 5 . proses tersebut berjalan terus. Tabel keempat x1 1 0 0 0 x2 0 0 1 0 s1 0 1 1 5 s2 -3 2 5 2 s3 1 2 1 2 2 5 A1 0 -1 -1 5 -M A2 3 2 5 2 A3 . Tambahkan 5 baris2 ke baris1. 6. Kalikan baris2 dengan 5 2 1 0 0 0 0 0 1 0 3 -5 0 5 2 1 5 1 2 2 5 3 5 0 5 2 -1 5 . Pivot Keempat i. Kalikan baris1 dengan 1 2 3 1 3 3 5 .2 5 M-6 5 .

2. x 2 3 . c = MCA(A) + MCB(B) + MCC(C) = 0(14) + 1(12) + 1(18) = 30 79 .C melambangkan konstan . c = 2x1 + 4x2 x1 + x2 – s2 = 12 = 2(9) + 4(3) = 30 9 + 3 – 0 =12 2x1 + x2 – s1 = 14 x1 + 3x2 – s3 = 18 2(9) + 3 – 7 = 14 9 + 3(3) – 0 = 18 2.s3) selalu sama dengan negatif dari elemen – elemen koefisien untuk variabel – variabel buatanya yang berkaitan (A1. tidak terdapat surplus. Dengan s1 7 kebutuhan pertama dipenuhi secara berlebih sebesar 7 unit. karena nilai absolut indikator untuk s2 dan s3 adalah 1. biaya total akan sama dengan jumlah dari berbagai kebutuhan dikalikan harga bayangan masing – masing. nilai fungsi obyektif ditunjkan oleh elemen terakhir dari baris terakhir. penyelesaian dasar optimal yang memungkinkan tersebut dapat dibaca secara langsung dari tabel keempat x1 9 .3. sebagaimana halnya nilai marginal. 3.dengan memishkan matriks identitas.B.konstan dalam kendala 1. s1 7 . indikator darivariabel – variabel buatan semuanya negatif dalam tabel terakhir. kebutuhan kedua dn ketiga dipenuhi secara tepat . Ini harus cocok dalam setiap yang berurutan dapat membantu dalam menemukan kesalahnmatematis. dan s 3 0 . Nilai absolut dari indicator untuk variabel – variabel surplus memberikan nilai marginal atau harga bayangan dari kendala. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi kedua dan ketiga akan mengurangi biaya sebesar Rp 1. Untuk penyelesaian dual soal pada soal yang sama. dan (2) mengevaluasi jumlah biaya marginal sumberdaya. 2. A3). Jawaban pada contoh 1 dapat dicek dengan (1) substitusi nilai – nilai kritis baik dalam persamaan fungsi obyektif maupun persamaan kendala. dan memperhatikan bahwa vector satuan untuk x 2 dan s1 berbalikan. 5.-. CONTOH 4. Dengan indicator untuk s1 sama dengan nol. 4. A2. 1. elemen – elemen koefisien dari dari variabel surplus(s1. Akan tetapi. s 2 0 .Dengan semua indikator negatif. pengurangan satu unit dalam kebutuhan gizi pertama tidak akan mengurangi biaya.s2. suatu penyelesaian optimal yang mungkin telah dicapai. Dengan s 2 s 3 0 . lihat contoh 4 dan 5 dalam bab 15. Ini harus selalu cocok untuk suatu penyelesaian optimal.misalkan A. suatu variabel buatan tidak akan pernah tampak dalam basis tabel terakhir jika suatu penyelesaian dasar optimal yang mungkin telah dicapai. dimana c 30 Beberapa hal penting untuk diperhatikan : 1.

Pivot. Jadi. 3 kali baris3 dari baris2 . Tambahkan variabel slack pada kendala untuk membuatnya jada persamaan . 2.5y1 + y2 + s1= 20 3y1 + 3y2 + s2 = 30 y1 + 2y2 + s3= 16 ii. Rasio pemindahan terkecil yang diperoleh dari pembagian elemen kolom konstanta dengan elemen kolom pivot menentukan baris pivot.5y1 + y2 ≤ 20 3y1 + 3y2 ≤ 30 y1 + 2y2 ≤ 16 y1. 1 1 0 0 3 0 1 0 1 0 0 1 2 -4 0 0 0 20 30 8 0 Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan baris3 dari baris1 .5 1 1 0 0 3 3 0 1 0 1 2 0 0 1 iii. s2 = 30. Π = 0. pada penyelesaian mendasar pertama yang mungkin tersebut. y2 s1 s2 20 30 16 s3 Bentuklah tabel simpleks awal yang terdiri dari matriks koefisien persamaan kendala dan vector kolom konstan yang diletakan diatas baris indikator yang negatif dari koefisien – koefisien fungsi obyektif dengan koefisien nol untuk variabel awal : Tabel awal : y1 5 2 y2 s1 s2 s3 1 3  -4  1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 konstanta 20 30 16 0 3 1 -3 Dengan menetapkan y1 = y2 = 0. Indikator negatif dengan nilai absolute terbesar (anak panah) menentukan kolom pivot. dan s3 = 16. Nyatakan persamaan – persamaan tersebut dalam nentuk matriks y1 2.  menjadi elemen pivot. penyelesaian mendasar pertama yang mungkin adalah s1 = 20. Merubah basis. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan berikut. Buatkan tabel simpleks awal i. i. Ubahlah elemen pivot menjdin1 dengan mengalikan baris3 dengan ½ . dan tambahkan 4 kali baris3 ke baris4 80 . elemen pada perpotongan baris pivot dan kolom pivot. 5 2 3 1 2 -3 ii.SOAL DAN JAWABAN MAKSIMISASI 1. 3.y2 ≥ 0 1. Tentukan harga bayangan dari input (atau kebutuhan) untuk kendalanya. Maksimumkan Π = 3y1 + 4y2 Yang terikat pada 2. 2.

Ubahlah basis pada pivotnya sekali lagi. s 2 0 . 2 i. dan Π = 36. Harga bayangan dari input berturut – turut adalah 0. Dengan mengoreksi fakta bahwa vektor – vektor satuan dari matriks identitas tidak beraturan (out of order). ½ kali baris2 dari baris3. Ubahlah pertidaksamaan menjadi persamaan dengan mengurangkan variabel – variabel surplus.s1= 36 2 x1 + 2 x2 . lihat contoh 1 dalam bab 13 dimana x digunakan sebagai pengganti y. 2 x1 + 3 x2 . 2 dan 1.s2 = 28 8 x1 + 2 x2 . Rampungkan kolom pivot dengan mengurangkan 2 kali baris 2 dari baris1 . Tentukan harga bayangan dari masing – masing persyaratan kendalanya. Miniumkan Yang terikat pada c = 60 x1 + 80 x2 2 x1 + 3 x2 ≥ 36 8 x1 + 2 x2 ≥ 32 2 x1 + 2 x2 ≥ 28 x1. Kolom 1 adalah kolom pivot.Tabel kedua : y1 2 3 2 1 2 y2 s1 s2 s3 0 0 1 0 0 1 -1 2 -3 2 1 2 konstanta 12 6 1 0 0 8 -1 0 0 0 2 32  4. 3 MINIMISASI 2. baris2 baris pivot. Tabel final : y1 0 1 0 0 y2 s1 0 0 1 0 s2 s3 3 2 konstanta 4 4 6 36 1 -4 3 0 2 3 -1 1 2 0 -1 3 0 2 3 1 Karena tidak terdapat indikator negatif yang tertinggal. y 1 4 .s3= 32 81 . y 2 6 . Kalikan baris2 dengan 2 1 1 2 3 2 0 0 1 0 0 2 3 -1 2 -1 1 2 12 4 8 32 -1 1 0 0 0 0 0 2 ii. s1 4 . tbel fina dapat diperoleh. dan nyatakan dalam bentuk matriks. s 3 0 . Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesaikan system persamaan dan pertidaksamaan yang diberikan di bawah ini. dan 3 adalah elemen pivot. dan tambahkan barsi2 ke baris4.x2 ≥ 0 1.

Pilihlah elemen pivotnya dan pivotkan. Karena 12M -60 merupakan indikator positif terbesar dan 32 adalah rasio pemindahan terkecil. 8 i. x1 2 2 8 -60 x2 3 2 2 -80 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 14 12 18 Rampungkan kolom – kolom variabel buatan M dengan menambahkan M dikalikan (baris1 + baris2 + baris3) ke baris4 untuk mendapatkan tabel awal. Kalikan baris3 dengan 2 2 1 3 2 1 4 1 8 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 0 0 -1 8 -M 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 8 36 28 4 96M 12M-60 7M-80 0 82 .x1 2 2 8 3 2 2 -1 0 0 0 -1 0 0 0 -1 x2 s1 s2 20 30 16 s3 Karena penyelesaian dasar pertamanya tidak akan mungkin. Tabel awal x1 x2 s1 -1 0 0 0 s2 0 -1 0 0 s3 0 0 -1 0 A1 1 0 0 -M A2 0 1 0 -M A3 0 0 1 -M konstanta 36 28 32 30 2 3 2 2  2 12M-60 7M-80 3. tambahkan variabel – variabel buatan x1 x2 2 1 -1 0 0 1 0 1 1 0 -1 0 0 1 1 3 0 0 -1 0 0 0 0 1 s1 s2 s3 A1 A2 A3 2. 8 adalah elemen pivotnya. Buatlah tabel awal dengan melengtakan matriks koefisien dan vektor kolom dari konstanta di atas negatif darikoefisien – koefisien fungsi obyektif yang mempunyai koefisien nol untuk variabel – variabel surplus. dan koefisien yang secara semu (M) untuk variabel – variabel buatan.

5 merupakan eleen pivot yang baru.20 3 20 4 1 3M 5 26 -M  M 1 8M 26 0 5 10 11M 10 48M + 240 5.10 56 5 konstanta 2 -5 3 5 1 10 3 -5 1 . s1 s2 0 -1 0 s3 1 10 1 10 1 4 baris1 dari baris3. dan (4M – 65) baris1 dari baris4 A1 2 3 A2 0 1 0 A3 1 . Dengan engingat bahwa eleen negatif tidak dapat digunakan 3 dalam penyebut dari rasio pemindahan.10 56 5 -1 4 1 8 3M 15 2 20 4 48M+ 240 - 0 0 4M–65 -M -M =+ + + ii. Pivotkan lagi i.10 16 5 3 . Kalikan baris2 dengan 5 3 0 1 10 2 3 0 0 1 0 1 0 0 0 2 -5 0 5 3 1 .10 56 5 16 3 6 3 1 1 10 -5 3 0 26 -M M 10 1 6 3 . i. dan (12M-60) kali baris3 dari baris4 Tabel kedua : x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 0 0 1 0 5 2 3 2 1 4 -1 0 0 0 -1 0 M 1 4 1 4 1 8 1 0 0 15 0 1 0 0 0 0 1 3M 2 15 28 20 4 48M + 240 4M-65 -M -M 0 2 4. 2 kali baris3 dari baris2.26]kali baris2 dari baris4 iii. Tambahkan 10 kali baris2 ke baris1 dan kurangkan + [(3M/5). Kurangkan 2 kali baris3 dari baris1.10 1 . Pivotkan untuk ketiga kali. 2 5 kali baris2 dari baris3 dan 83 .ii. Kurangkan x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 3 2 baris1 dari baris2.20 -1 1 . Kalikan baris1 dengan 2 5 0 -1 0 1 10 1 4 1 8 M 15 2 2 3 0 0 1 0 1 3 2 1 4 -2 3 0 0 0 0 1 0 0 1 .10 -1 6 3 20 0 26 0 3M 5 1 8M 5 11M 10 1 16M 5 968 =+ + 1 ii.

Harga bayangan dari persyaratan yang erupakan kendala masing – masing adalah 20. x1 6 . dan c 1000 . Pivotkan keempat kali i. Kalikan baris2 dengan 6. dan kurangkan kali baris2 dsari baris4 Tabel final : x1 x2 s1 s2 s3 0 0 1 0 1 0 0 0 -1 1 6 -10 1 -3 2 -20 -10 A1 A2 A3 -0 -1 0 -M konstanta 8 32 6 1000 0 1 -1 1 -6 10 3 0 -1 2 0 -M+20 -M +10 Dengan memperhatikan urutan dari vektor – vektor unit. dan 0.Tabel keempat : x1 0 0 1 0 x2 1 0 0 0 s1 0 1 0 0 s2 -2 3 5 3 s3 1 6 1 6 A1 0 -1 0 -M A2 2 3 A3 -1 6 -1 6 1 6 konstanta 40 3 16 3 2 3 5 3 1 6 -1 6 -1 6 M 130 3 130 3 10 3  M 10 3 3320 3 6. 1 6 0 0 1 0 1 0 0 0 0 6 0 0 1 6 -2 3 10 1 6 0 -6 0 -M 2 3 -1 6 -1 1 6 40 3 1 1 6 10 -1 6 32 2 3 130 3 10 3 M 130 3 M 1 6 10 3 3320 3 ii. Gunakan algoritma simpleks untuk menyelesikan persamaan dan pertidaksamaan – pertidaksamaan berikut Minimukan c = 4x1 + 2x2 Yang terikat pada 4x1 + x2 ≥ 20 x1 + 6x2 ≥ 18 2x1 + x2 ≥ 14 x1. s1 s2 0. Kurangkan 10 3 kali baris2 dari baris1. Buatlah tabel awal Tabel awal . dan s 3 32 .10. PENYELESAIAN OPTIMAL BERGANDA 3. x1 x2 s1 -1 0 0 -M s2 0 -1 0 -M s3 0 0 -1 -M A1 1 0 0 0 A2 0 1 0 0 A3 0 0 1 0 konstanta 20 14 18 52M 4 1 2 1 1  7M-4 8M-2 84 .x2 ≥ 0 1. x2 8 . tambahkan kali baris2 ke baris3.

dan (3) memberikan 85 . dan [(11M – 22/23)] kali baris2 dari baris4 s3 1 11 2 11 2 11 A1 0 -1 0 -M A2 6 11 23 11 1 11 A3 1 .23 2 1 . 6 kurangkan baris3 dari baris1 dan dan dari baris2 dan (8M – 2) kali baris3 dari baris4 menghasilkan tabel kedua Tabel kedua .11 1 11 1 23 23 11 .23 2M 4 23 A1 6 23 A2 A3 1 0 .23 1 23 0 22 4 23 25M 4 23 11M 23 -M 34M 23 0 66M 23 512 4. dan [(17 – 11)3] kali baris1 dari baris4 Tabel ketiga .1 PERANAN ALJABAR MATRIKS Alajabar matriks (1) memungkinkan untuk menyatakan suatu system persamaan yang rumit dalam suatu cara yang ringkas dan sederhana. 11 6 kali baris1 dari x1 x2 1 0 0 0 0 0 1 0 s1 6 . Dasar – Dasar Aljabar Matriks atau Linear 1. Kalikan baris2 dengan baris1. Pivotkan. Dan c 28 .11 2 11 konstanta 6 6 2 28 - - -2 0 -M+2 -M Dari tabel final x1 6 . x1 x2 s1 s2 s3 A1 A2 A3 konstanta 23 6 11 6 0 0 1 11 -1 0 0 -M 0 -1 0 -M 1 6 1 6 1 0 0 0 0 1 0 0 1 6 1 6 1 6 4 1 3 17 11 3 28M + 6 1 6 -1 6 M 1 3 17M 3 0  6 3. kurangkan Tabel final . (2) memberikan cara yang cepat untuk menentukan apakah suatu pemakaian terdapat pemecahan sebelum di coba.2.11 23 1 . Bilamana suatu variabel yang tidak berada dalam basis mempunyai indikator nol. Karena fungsi obyektif telah berada pada optimum. Kalikan baris1 dengan 23 .23 11 23 s2 0 -1 0 22 s3 1 23 2 23 4 . x 2 2 . s 2 0 . Kalikan baris3 dengan 1 setelah menurunkan elemen pivot menjadi 1. Kemudian tambahkan 6 23 kali baris2 ke kali baris2 dari baris3. Akan tetapi.23 konstanta 102 23 66 23 52 23 . Pivot ketiga kali. x1 1 0 0 0 x2 s1 0 0 1 0 0 1 0 0 s2 6 . Pivot sekali lagi. mempunyai indikator nol. s 3 . Ini berarti bahwa variabel s3 dapat dimasukan ke basis tanpa mempengaruhi nilai fungsi obyektif. s1 6 .11 23 . s 3 0 . yang tidak terdapat basis terakhir. maka pasti terdapat lebih dari satu penyelesaian optimal. fungsi obyektif pasti mempunyai penyelesaian optimal berganda. Kemudian kurangkan +6 baris3.11 2 .

Contoh 2. yang di susun dalam 3 baris dan 3 kolom. mungkin untuk membantu mengingat subscript tersebut dengan istilah BK atau beberapa cara yang lain untuk nmembantu mengingat. perusahaan deapat menentukan tingkat persediaan dalam setiap saluran distribusinya. maka matriks tersebut adlah vector baris. suatu fungsi non linear.sebagai berikut : Log Q = log A + α log K +β log L Dengan cara serupa. Perhatikan bahwa tidak ada tanda baca yang memisahkan elemen – elemen suatu matrik. Elemen – elemen tersebut semuanya mempunyai subscript ganda. Jadi α23 adalah elemen yang berada pada baris kedua. untuk sebuah perusahaan dengan beberapa saluran distribusi yang menjual beberapa produk yang berbeda. 1. Akan tetapi. Dalam matriks bujur sangkar square matrix). kolom ketiga. matriks memberikan cara yang ringkas untuk mengendalikan persediaan. 86 .temali 120 180 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 pakaian ski 150 110 80 140 Dengan membaca menyusun baris matriks. Banyaknya baris (m) dan kolom (n) menentukan dimensi matriks ( m x n ). fungsi eksponensial dan fungsi pangkat yang lain dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear. α32 adalah elemen yan berada pada baris ketiga. perusahaan dapat menentukan persediaan setiap jenis produksinya. bilangan baris selalu mendahului bilangan kolom. Contoh 3. saluran 1 2 3 4 papan luncur tongkat tali . parameter atau variabel yang disusun segi empat. aljabar matriks hanya dapat diterapkan pada system persamaan linear. Dengan mambaca menurun suatu kolom matriks. diketahui a 11 a 12 a 13 a 23 a 33 (3x3) A a 21 a 22 a 31 a 32 B 3 9 8 4 2 7 C (2x3) 7 4 5 D (3x1) 3 0 1 (1x3) A adalah matriks umum terdiri dari 3 x 3 = 9 elemen. Contoh 1. Jika matriks terdiri dari satu kolom tunggal sedemikian rupa sehingga dimensinya m x 1. dan kemudian di selesaikan dengan aljabar matriks. yang pertama menunjukan baris dimana elemen tersebut berada dan yang kedua menunjukan kolomnya. jumlah baris sama dengan jumlah kolom ( yaitu m = n ). Bilangan – bilangan ( parameter atau variabel) disebut sebagai elemen matriks. Matriks yang mengkonversikan baris A menjadi kolm dan kolom A menjadi baris disebut transpose A dan diberi tanda A' (atau AT). Penempatanya adalah tepat dalam matriks. kolom kedua. matiks tersebut adalah vekor kolom. Karena baris selalu mendahului kolom dalam notasi matriks.2. seperti fungsi produksi Cobb-Douglas yang umum Q=AKα Lβ Dapat dengan mudah dikonversikan menjadi fungsi linear dangan mencari logaritma masing – masing ruas.sarana penyelesain system persamaan. yang di baca m kali n. Jadi matriks tersebut adlah matriks bujur sangkar. Jika matriks terdiri dari stu baris. Karena banyak hubungan ekonomi dapat di dekati dengan persamaan linear dan yang lain dapat dikonversikan menjadi hubungan linear. Bilangan pada deretan vertkal disebut kolom. pembatasan ini umumnya tidak memberikan persoalan yang serius. DEVINISI DAN ISTILAH Matriks adalah deretan bilangan. dengan dimensi 1 x n. yang masing – masing mempunyai tempat yang ditata secara cermat dalam matriks.

diperoleh sebagai berikut . D 40 20 50 10 25 30 10 60 15 0 40 70 60 40 10 50 Untuk mendapatkan tingkat persediaan yang baru. apabila diketahui k = 8 dan 87 .3. Transpose A adalah a 11 a 21 a 31 A' a 12 a 13 a 22 a 23 a 32 a 33 5 Dan transpose C adalah C' 7 4 1. Setiap elemen matriks yang satu kemudian ditambahkan ke (dikurangkan dari) b11 dalam B. C 4 9 2 6 D (2x2) 1 7 5 4 C (2x2) D 4 -1 9 . Contoh 4. PERKALIAN SKALAR Dalam aljabar matriks. S D 120 200 175 140 40 25 15 60 110 20 180 30 190 0 170 40 90 210 160 180 50 10 40 10 150 110 80 140 10 60 70 50 160 225 190 200 130 210 190 210 140 220 200 190 160 170 150 190 1.α12 ke b12.-2. apabila diketahui matiks – matriks C dan D.4. elemen b21 -nya adlah 4. penjumlahan A + B di hitung dibawah ini. elemen b12 -nya adlah 9. C adalah vector kolom dengan dimensi (3 x 1). Prosesnya disebut perkalian skalar (scalar multiplication)karena menaikan atau menurunkan matriks tersebut menurut besarnya skalar.7 2-5 6-4 (2x2) 3 2 -3 2 (2x2) Contoh 5. dengan menjumlahkan elemen – elemen yang bersesuaian dari masing – masing matriks tersebut. 8 9 7 1 3 6 A 3 6 2 4 5 10 B (3x3) 5 2 4 7 9 2 (3x3) A B 8 1 9 3 7 6 3 5 6 2 2 4 4 7 5 9 10 2 (3x3) 9 12 13 8 8 6 11 14 12 ( 3 x 3) Selisih C – D. PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS Penjumlahan (dan pengurangan) dua matriks A + B (atau A – B) mengharuskan matriks – matriks tersebut berdimensi sama.berapa tingkat persediaan yang baru?. misalkan matriks mula – mula S dan selesaikan S + D. Contoh 6. dengan mengetahui matriks A dan matriks B. hasil perkalian skalar k A. Perkalian matriks dengan bilangan atau scalar meliputi perkalian setiap elemen dari matriks tersebut dengan bilangan itu. bilangan sederhana seperti 12.07 disebut skalar. misalkan pengiriman D dilakukan ke saluran – saluran distribusi perusahaan dalam contoh 1. D adalah vector baris dengan dimensi (1 x 3). dan seterusnya.B adalah matriks 2 x 3.0.

hasilkalinya didapatkan dengan mengalikan elemen – elemen individual dari vektor baris dengan elemen – elemen yang beresesuaian dengan vektor kolom. Hasilkali baris – kolom tersebut disebut hasilkali dalam (inner product). Kemudian. Jadi hasil perkalian baris – kolom akan merupakan suatu bilangan tunggal atau scalar. Diketahui 88 . PERKALIAN VEKTOR Perkalian vektor baris (A) dengan vektor kolom (B) mensyaratkan masing – masing vektor mempunyai jumlah elemen yang persis sama. Contoh 8. sehinga setiap elemen cij dari atriks hasilkali C adlah suatu skalar yang berasal dari perkalian baris ke i dari matriks awal dan kolom ke j dari matriks akhir. 8(6) 8(9) 6 9 2 7 8 4 (3x2) kA 8(2) 8(7) 8(8) 8(4) (3x2) 48 72 16 56 64 32 (3x2) 1.6. hasilkali AB dari vektor baris A dan vektor kolom B.A Diperlihatkan dibawah ini. atau jumlah kolom pada 1. Setiap vektor baris pada matriks awal kemudian dikalikan dengan setiap vektor kolom dari matriks akhir. dan menjumlahkan hasilnya : AB = (a11 x b11) + (a12 x b21) + (a13 x b31) dan seterusnya.5. hasilkali baris – kolom kemudian di pakai sebagai elemen dalam formasi dari matriks hasilkali sedemikian rupa. AB = 4(12) + 7(1) + 2(5) + 9(6) = 48 + 7 + 10 + 54 = 119 Hasilkali vektor – vektor berikut : A adalah 3 6 8 (1x3) A 2 4 5 (3x1) CD = (3 x 2) + (6 x 4) + (8 x 5) = 6 + 24 + 40 = 70 Perhatikan bahwa karena masing – masing pasangan vektor diatas mempunyai jumlah elemen yang sama. matriks awal (lead matriks) saa dengan jumlah di bahbaris pada 2.5. Pembalikan susunan perkalian dalam salah satu vektor di atas dan dengan diperolehnya perkalian vektor kolom – baris (BA atau DC) akan menghasilkan jawaban yang sama sekali berbeda. apabila diketahui 12 1 A A 4 7 2 9 (1x4) 5 6 (4x1) di hitung sebagai berikut. perkalian adalah mungkin. Perkalian vektor baris kolom adlah penting sekali. 1. menurut kaidah untuk perkalian vektor baris dan vektor kolom yang di bahas dalam butir 1. matriks akhir (lag matriks). Contoh 7. PERKALIAN MATRIKS Perkalian dua matriks berdimensi (m x n)1 dan (m x n)2. Ini dipakai sebagai dasar untuk semua perkalian matriks. mensyaratkan bahwa kedua matriks tersebut bersesuaian yaitu bahwa n1 = m2.

karena tidak ada lagi kolom yang tersisa dalam matriks akhir. 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB D 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) Hasil kali BC dihitung dibawah ini. Untuk mencari nilai persediaan (V) pada berbagai saluran distribusi. Dengan mengacu ke contoh 1. Jadi untuk AB. akhirnya. kemudian dalam hati lingkarilah bilangan terakhir dari pasang pertama dan dan bilangan pertama dari pasang kedua. Contoh 9. tongkat Rp 50. Pertama. tali Rp 100. Jadi AC tidak di tetapkan. dimensi dari matriks hasil kali. yang akan di terapkan sebelum melakukan setiap perkalian mmatriks.. dengan menggunakan metode yang sama : 6(1) 12(2) 6(7) 12(4) 6(8) 12(3) 30 90 84 BC E 5(1) 10(2) 5(7) 10(4) 5(8) 10(3) 25 75 70 13(2) 2(2) 13(7) 2(4) 13(8) 2(3) (3x3) 17 99 110 (3x3) Contoh 10. dalam susunan yang benar. dan bilangan – bilangan di luar lingkaran akan menunjukan. (3 x 2) = (2 x 3) (3 x 3) matriks – matriks tersebut adalah bersesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali BC merupakan (3 x 3). nyatakan harga tersebut sebagai sebuah vector kolom (P). kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mecari elemen pertama d11 matriks hasil kali D.karena (4 x 4) = (4 x 1) 89 . dua matriks tersebut akan sesuai untuk perkalian dalam susunan yang diberikan. adlah dengan menata dua pasang dimensi tersebut dalam mana matriks – matriks tersebut akan dikalikan. setelah menentukan persesuaian AB dalam contoh 8. bergeraklah ke baris kedua matriks awal. (2 x 3) = (3 x 2) (2x 2) matriks – matriks tersebut memenuhi syarat persesuaian dan dimensi dari matriks hasil kali AB adalah (2 x 2).-. misalkan bahwa harga papan luncur adlah Rp 200..A 3 6 12 9 7 11 B (2x3) 6 12 5 10 13 2 A (3x2) 1 7 2 4 8 3 (2x3) Suatu pengujian ringkas (cepat) untuk melihat adanya persesuaian (conformability). kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom kedua matriks akhir untuk mendapatkan d22.-. kemudian kalikan baris pertama matriks awal dengan kolom kedua matriks akhiruntuk mendapatkan d12.dan pakaian ski Rp 150. Apabila dua matriks seperti AB adalah bersesuaian. Jika mereka sama. Kalikan baris kedua matriks awal dengan kolom pertama matriks akhir untuk mendapatkan d12. jadi. hasil kali dari dua matriks itu dapat di cari. Untuk BC (2 x 3) ≠ (2 x 3) A dan C tidak bersesuaian untuk perkalian.. dan kalikan S dengan P : V SP 120 200 175 140 110 180 190 170 90 210 160 180 150 110 80 140 ( 4 x 4) 200 50 100 150 ( 4 x1) Matriks – matriks tersebut bersesuaian dan matriks hasil kalinya merupakan 4 x 1. AB dikatakan telah di tetapkan (defined) untuk BC.

adalah tidak komutatif (yaitu AB ≠ BA).2 6 1 4 11 4 Contoh 12.500 72. 90 . Diketahui.(4 x 1) Jadi. hukum asosiatif akan berlaku selama matriks – matriks tersebut dikalikan dalam urutan persesuaian (conformability). hal yang sama berlaku untuk pengurangan matriks. karena penjumlahan matriks hanya melibatkan penjumlahan elemen – elemen yang bersesuaian dari dua matriks. Untuk alas an yang sama. 4 11 3 7 A B 17 6 6 2 Untuk membuktikan bahwa penjumlahan dan pengurangan matriks adalah komutatif. Perkalian matriksm. ASOSIATIF DAN DISTRIBUTIF DALAM ALJABAR MATRIKS Penjumlahan matriks adalah komutatif (yaitu A + B = B + A). sebagai berikut : AB adalah sesuai.3 4 . A 3 6 7 12 9 11 B ( 2 x 3) 6 12 5 10 13 2 (3 x 2) Dapat di buktikan bahwa perkalian atriks tidak komutatif dengan membuktikan AB ≠ BA. Akan tetapi.000 86. dengan beberapa perkecualian.penjumlahan matriks juga asosiatif. maka pengurangan matriks juga komutatif dan asosiatif. perkalian scalar adalah komutatif (yaitu kA = Ak). buktikan bahwa (1) A + B = B + A dan (2) A – B = –B + A.500 75. A B 4 3 11 7 17 6 6 2 1 4 11 4 B A .500 ( 4 x1) 1. AB 6(3) 12(12) 5(3) 10(12) 13(3) 2 (12) 6(6) 12(9) 5(6) 10(9) 13(6) 2(9) BA akan menjadi 3 x 2 6(7) 12(11) 162 5(7) 10(11) 135 13(7) 2(11) (3x3) 63 144 120 96 174 145 113 (3x3) karena itu AB ≠ BA. V 120(200) 200(200) 175(200) 140(200) 110(50) 90(100) 150(150) 180(50) 210(100) 110(150) 190(50) 160(100) 80(150) 170(50) 180(100) 140(150) ( 4 x1) 61. dan susunan penjumlahan tidak dipentingkan. Diketahui. Diketahui. perkalian matriks juga distributive A(B + C) = AB + AC. Y(c x d). Contoh 13. (A + B) + C = A + (B + C). 17 6 6 2 23 8 6 17 2 6 23 8 (2).Z(e x f) dimana b = c dan d = e. Perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 4 3 11 7 7 18 3 4 7 11 7 18 A B B A (1).7 11 .6 17 . AB akan menjadi 2 x 2 3(6) 6(5) 7 (13) 3(12) 6(10) 7 (2) 139 110 AB 12(6) 9(5) 11(13) 12(12) 9(10) 11(2) (2x2) 260 256 (2x2) BA adalah bersesuaian (3 x 2) = (2 x 3). Jika terdapat tiga atau lebih matriks yang bersesuaian. HUKUM KOMUTATIF. yaitu X(a x b).7. Tunduk pada sarat yang sama ini. Karena pengurangan matriksA – B dapat dirubah mebjadi penjumlahan matriks A + (-B). (2 x 3) = (3 x 2). Jadi. (XY)Z = X(YZ).seringkali matriks – matriks tidak bersesuaian dalam dua arah. Contoh 11.

Matriks identitas adalah simetri dan idempotent.adalah matriks idempotent (idempotent matrix). yaitu BN = N dan (3) penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak mengakibatkan matriks asalnya berubah.A 7 1 8 5 3 6 B (3 x 2) 4 9 2 6 10 5 B ( 2 x 3) 2 6 7 ( 3 x1) Untuk membuktikan bahwa perkalian matriks adalah asosiatif. tidak perlu bujur sangkar. Lihat contoh 14. 5(0) 12(0) 5(0) 12(0) 20(0) 4(0) 20(0) 4(0) 5 0 12 0 20 0 4 0 5 12 20 4 terbukti terbukti PERNYATAAN MATRIKS DARI SERANGKAIAN PERSAMAAN LINEAR 91 . perhitungan – perhitungan tersebut diperlihatkan di bawah ini 7 10 14 1 2 3 6 7 0 0 0 1 0 0 0 1 7(1) 9(1) 1(1) 10(0) 2(0) 3(0) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(1) 2(1) 3(1) 14(0) 6 (0) 7 (0) 7(0) 9(0) 1(0) 10(0) 2(0) 3(0) 14(1) 6 (1) 7 (1) (1).n menunjukan dimensi matriks (m x n). perkalian dengan matriks null menghasilkan matriks null. AI 9 1 AI 7 9 1 BN B N 10 14 2 6 3 7 terbukti 0 0 0 0 (2). 1. Penjumlahan atau pengurangan matriks null tidak membawa perubahan terhadap matriks asalnya. seperti pada In. perhitunganya adalah sebagai berikut : A 7(4) 5(2) 1(4) 3 (2) 8(4) 6(2) 38 10 44 93 27 108 7(9) 5(6) 1(9) 3 (6) 8(9) 6(6) 95 25 110 2 6 7 7(10) 5(5) 1(10) 3 (5) 8(10) 6(5) ( 3 x 3) 38 10 44 93 27 108 95 25 110 ( 3 x 3) ( AB)C ( 3 x 3) ( 3 x1) 38(2) 93(6) 95(7) 10(2) 27 (6) 25(7) 44(2) 108(6) 110(7) ( 3 x1) 1299 357 1506 ( 3 x1) BC 4(2) 9(6) 10(7) 2(2) 6(6) 5(7) ( 2 x1) 132 75 ( 2 x1) A( BC ) 7 1 8 5 3 6 132 75 (3 x 2) (2 x) 7(132) 5(75) 1(132) 3(75) 8(132) 6(75) ( 3 x1) 1299 357 1506 terbukti ( 3 x1) 1. yaitu (AB)C = A(BC). perkalian suatu matriks identitas dengan dirinya sendiri meninggalkan matriks identitas tidak berubah : I x I = I2= I. (2) perkalian dengan suatu matriks null menghasilkan matriks null. A 7 9 1 10 14 2 6 3 7 B 5 12 20 4 N 0 0 0 0 I 1 0 0 0 1 0 0 0 1 Dapat dibuktikan bahwa : (1) perkalian dengan suatu matriks identitas tidak menimbulkan tambahan terhadap matriks asalnya. apabila subscript digunakan. apabila diketahui. Contoh 14. (3). Matriks null terdiridari semuanya nol dan dapat berdimensi sembarang .8. Matriks simetris untuk mana A x A = A. yaitu AI = A. yaitu B + N = B. matriks identitas serupa dengan bilangan 1 dalam aljabar karea perkalian suatu matriks dengan matriks identitas tidak membawa perubahan terhadap matriks asal (yaitu AI = IA = A).9. MATRIKS IDENTITAS DAN MATRIKS NULL Matriks identitas I adalah suatu matriks bujur sangkar yang mempunyai 1 untuk setiap elemen pada diagonal utama dari kiri ke kanan dan nol di setiap tempat yang lain. setiap matriks utuk mana A = A' adalah matriks simetris (symmetric matrix).

sistem persamaan yang diketahui tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matriks A(2x4)W(4x1) =B(2x1) 1. dan B = vektor kolom konstanta. Contoh 17. W = vektor kolom variabel. operasi baris.X adalah vektor penyelesaian (solution vector). Sebagai ilustrasai sederhana. tiga operasi barisdasar memungkinkan (1) setiap dua baris suatu matriks saling tukar. Mengalikan suatu baris dengan suatu konstanta. diilustrasikan di bawah ini. dengan mengandaikan A = matriks koefisien.9. X dan B akan selalu berupa vektor kolom. dan (3) setiap kelipatan suatu baris ditambahkan ke atau dikurangkan dari baris yang lain. dan B adalah vektor unsur konstanta (vector of constan terms). dan matriks hasil kali menjadi 2 x 1 (2 x 2) = (2 x 1) (2 x 1) 7x 1 3x 2 jadi. untuk membuktikan bahwa AX = B dengan tepat menggambarkan sistem persamaanyang diberikan dalam seksi 1. dan AX AX 7 3 x1 4 5 x2 B: 7x 1 3x 2 4x 1 5x 2 ( 2 x1) 45 terbukti 4x 1 5x 2 29 dari sini. perhatikan bahwa sistem persamaan linear 7x1 + 3x2 = 45 4x1 + 5x2 = 29 dapat dinyatakan dalam bentuk matriks AX = B x1 45 7 3 B A X Dimana dan 29 x2 4 5 A adalah matriks koefisien (coefisien matrix). di sini 8x + 4y = 28 dengan 1/4. Saling menukar dua baris tersebut : 8x + 4y = 28 5x + 2y = 16 2. AX adalah vektor kolom (2 x 1) karena setiap baris terdiri dari suatu elemen tunggal yang tidak dapat disederhanakan lebih lanjut melalui penjumlahan.10. (2) setiap baris atau baris – baris dakalikan dengan suatu konstanta. yang menghasilkan 92 .13 4 9 ( 2 x 4) y 242 ( 2 x1) z ( 4 x1) kemudian. Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear. Contoh 16. dapatkan hasil kali AX. OPERASI BARIS Operasi baris (row operation) berarti penerapan operasi aljabar yang sederhana pada baris. yang tentunya sudah tidak asing lagi dari aljabar.dalam hati balikan susunan perkalian matriks: w 8 12 .7 2 x 139 3 . Contoh 15.baris suatu matriks. diketahui 8w +12x – 7y +2z = 139 3w +13x + 4y +9z = 242 untuk menyatakan sistem persamaan ini dalam notasi matrik. Perkalian adalah mungkin karena AX adalah bersesuaian.Aljabar matriks memungkinkan pengungkapan secara ringkas suatu sistem persamaan linear. asalkan konstanta tersebut tidak sama dengan nol.dengan mengetahui 5x + 2y = 16 8x + 4y = 2n8 Tanpa suatu perubahan dalam hubungan linear.kita dapat 1. meskipun penampilanya seperti itu.

Penyelesaian atas system persamaan kemudian dapat di baca dari elemen – elemen yang tinggal dalam vektor kolom B (lihat contoh 19). kemudian gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom pertama.a dapatkan 1 pada posisi a11 dari matriks koefisien.12. metode eliminasi gauss di gunakan dibawah ini untuk mencari x 1 dan x2 dalam sistem persamaan 2x1 + 12x2 = 40 8x1 + 4x2 = 28 pertama nyatakan persamaan tersebut dalam suatu matriks perbesaran AB 2 12 40 8 4 28 kemudian. Mengurangkan kelipatan satu baris dari yang lain. yang menghasilkan 5x + 2y = 16 -4x – 2y = -14 x =2 1. 1 untuk endapatkan 1 pada posisi a11 2 1 6 20 8 4 28 1b.2x + y = 7 5x + 2y = 16 3. Kalikan baris pertaa dengan 2a. yang dipisahkan dengan suatu garis atau kisi. MATRIKS PERBESARAN (AUGMENTED) Diketahui suatu system persamaan dalam bentuk matriks AX = B matriks perbesaran A/B adalah matriks koefisien A dengan vector kolom konstanta B. Kalikan baris kedua dengan 1 untuk mendapatkan1 pada a22 44 1 6 20 0 1 3 93 . Kurangkan 8 kali baris kedua untuk merampungkan kolom pertama 1 6 20 0 . Teruskan memperoleh 1 sepanjang diagonal utama dan kemudian rampungkan kolomnyasampai matriks identitas tersebut sempurna. Berikutnya dapatkan 1 pada 0posisi a22 dan gunakan operasi baris untuk mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom mendapatkan nol disetiap tempat yang lain pada kolom tersebut. untuk sistem persamaan dalam butir1. Jadi.11. METODE GAUSS UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINEAR Penggunaan metode eliminasi gauss dalam menyelesaikan persamaan linear semata – mata dengan menyatakan system persamaan tersebut sebagai suatu matriks perbesaran dan menerapkan operasi baris berulang – ulang pada matriks perbesaran sampai matriks koefisien A di sederhanakan menjadi suatu matriks identitas.9. AB 7 3 45 4 5 29 Matriks perbesaran digunakan sebagai sarana penyelesaian system persamaan linear. Contoh 18. Contoh 19. Untuk mengubsh matriks koefisien kedalam uatu matriks identitas. Pertam. matriks perbesaran A/B untuk 4x1 + 5x2 + 7x3 = 42 2x1 + 3x2 + 8x3 = 40 6x1 + 4x2 + x3 = 18 Adalah AB 4 5 2 3 6 4 7 42 8 40 1 18 1.44 132 1a. bergeraklah sepanjang sumbu utama. di sini 2(2x + y = 7) dari 5x + 2y = 16. diletakan disampingnya.

2b. Kurangkan 6 kali baris kedua dari baris pertama untuk merampungkan kolom kedua 1 0 2 0 1 3 hasilnya adalah x1 = 2. x2 = 3 karena x1 1 0 2 0 1 x2 3 x1 + 0 = 2 0 + x2 = 3 94 .

95 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->