Menyiapkan Obat dari Ampul dan Vial D I S U S U N Oleh Kelompok 12 Nama Kelompok :     Tissa.Lombogia Novianty.

Andries Junaity.Sambouw Arilla.Salindeho

GMP : Mam. Syull .

Dalam penyusunan tugas ini kami berusaha semaksimal mungkin namun kemampuan kami sangat terbatas. dan kami menyadari akan segala kekurangan dalam penyusunan tugas ini. Airmadidi. sehingga penyusunan tugas ini jauh dari sempurna.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan anugerahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas keperawatan Produktif 14 dengan judul “Menyiapkan obat dari Ampul dan Vial“ yang merupakan salah satu persyaratan dalam pelaksanaan pendidikan. Kami mengucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini.Semoga bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya. Kami mengharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan tugas makalah ini dan kesempatan penulis selanjutnya. 1 September 2012 .

.........III  Definisi  Jenis Obat  Efek samping  Cara kerja PENUTUP.............................................................II ISI……………………………………........................…………………………………………………...................DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL KATAPENGANTAR....................I DAFTAR ISI...............................................................................................................V .....................IV  Kesimpulan  Saran DaftarPustaka………………………………………………………………………................

Suatu kegiatan pelayanan keperawatan dalam menyiapkan injeksi untuk pengobatan / therapy bagi pasien yang sedang dirawat. PENGERTIAN Ampul adalah wadah gelas bening dengan bagian leher menyempit. Untuk mengunakan obat daari wadah ampul ini. Cap logam melindungi penutup steril sampai vial siap digunakan. Sehingga kita lebih berhati -hati terhadap obat yang akan kita berikan ke pasien.  Waspada Efek samping Sebagai perawat kita harus mengetahui efek samping dari obat yang akan kita berikan. . Wadah ini berisi obat dosis tunggal dalam bentuk cair. harus mematahkan leher ampul. Vial berisi medikasi dalam bentuk cair dan atau kering. Vial adalah wadah dosis tunggal atau multi dosis dengan penutup karet di atasnya. Vial merupakan sistem tertutup dan harus menyuntikkan udara ke dalam vial untuk memudahkan mengambil cairan di dalamnya.

Nama Obat Adidryl Alinamin Forte Atropin sulfat Bricasma Buscopan Chinin antipirin Cortison Diazepam Epinefrin Kalmetason Kanamicin Kemicetin Lasix Metergin Meylon Neurobion Oxitosin Pavaperin Pehacain Piralen Sesden Systabon Ulsikur Viccilin Vit K Sediaan vial ampul ampul ampul ampul ampul vial ampul ampul ampul vial vial ampul ampul vial ampul ampul tube ampul ampul ampul ampul ampul vial ampul Golongan antihistamin neurotropik antikolinergik bronkodilator spasmolitik antimalaria steroid antiansietas adrenergik steroid antibiotika kloramfenikol diuretik metil ergometrin elektrolit neurotropik oxitosin spasmolitik anastetik antiemetik spasmolitik spasmolitik simetidin ampisilin vit K .

Kartu. Periksa setiap kartu. atau huruf cetak nama obat. 3. Siapkan peralatan dan suplai yang dibutuhkan : a. 4. Bantalan kasa kecil atau swab alcohol d. Pegang ampul terbalik atau letakkan di atas pada permukaan datar. Jangan biarkan ujung atau batang jarum menyentuh tepi ampul. Pelarut (mis. i. e. format. Spuit dan jarum c. Isap obat dengan cepat. Ampul : Ampul berisi obat b. Aspirasi obat ke dalam spuit dengan secara perlahan menarik kembali alat penghisap. d. Masukkan jarum spuit ke dalam bagian tengah permukaan muara ampul. Siapkan injeksi dari ampul : a. Wadah tempat membuang bahan gelas e. c. Tempatkan bantalan kasa kecil atau swab alcohol kering di sekeliling leher ampul. Patahkan leher ampul dengan cepat dan dengan mantap jauhkan dari tangan. 2. Swab alcohol h. Cuci tangan. Normal saline atau air steril). 5. Kumpulkan suplai di area kerja di ruang obat. Spuit dan jarum g. Ketuk bagian atas ampul dengan perlahan dan cepat dengan jari sampai cairan meninggalkan leher ampul b. atau huruf cetak nama obat pada label di setiap ampul atau vial. Vial : Vial berisi obat f. . CARA KERJA  PERSIAPAN ALAT / BAHAN :        Ampul dan vial yang berisi obat Spuit Sarung tangan Jarum / needle Tempat sampah / bengkok Kassa Kapas Alkohol  PELAKSANAAN 1. format.

Pegang spuit dalam posisi vertical dengan ujung jarum di atas dan miringkan dengan tenang ke bak cuci. Masukkan ujung jarum. Ambil spuit. Siapkan injeksi dari vial : a. i. Lepas penutup logam yang menutup bagian atas vial yang sudah tidak dipakai. 6. jika vial sebelumnya telah di buka. Apabila cairan dalam spuit berlebihan. b. Buang bahan yang kotor. Pastikan jarum terpasang aman pada spuit. melalui bagian tengah pengikat karet. Balik vial sementara spuit dan penghisap dipegang dengan kuat. Setelah volume obat yang benar di peroleh pindahkan jarum dari vial dengan menarik badan spuit. Pegang vial dengan tangan yang tidak dominan. Miringkan ampul supaya semua cairan di dalam ampul terjangkau oleh jarum. Biarkan tekanan udara membuat spuit terisi obat secara bertahap. k. h.f. Untuk mengeluarkan kelebihan gelembung udara pindahkan jarum. Pertahankan ujung jarum di bawah permukaan larutan. Ketuk sisi spuit untuk membuat gelembung udara naik menuju jarum. Ganti jarum spuit. sehingga pengikat karet terlihat. Pertahankan ujung jarum tetap di bawah permukaan cairan. jika diperlukan. h. Lepas tutup jarum. Jangan mengeluarkan cairan. Tarik penghisap untuk mengalirkan sejumlah udara ke dalam spuit untuk dimasukkan ke dalam vial obat yang eqivalen dengan volume obat yang akan diaspirasi dari vial. Tarik penghisap sedikit. f. Tarik kembali penghisap sedikit dan dorong penghidap kea rah atas untuk mengeluarkan udara. dengan bevel mengarah ke atas. Pegang spuit dengan jarum mengarah ke atas. i. buang ke dalam bak cuci. Usap permukaan penyekat karet dengan swab alcohol. Periksa kembali penunjukkan cairan pada spuit dengan memegang spuit secara vertical. Letakkan ampul yang pecah di wadah khusus untuk bahan gelas. e. Pegang bagian ujung spuit dan penghisap dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan yang dominan. j. Keluarkan kelebihan cairan ke bak cuci secara perlahan-lahan. Beri tekanan pada ujung jarum selama insersi. diantara ibu jari dan jari tengah. d. Ketuk sisi badan spuit dengan hati-hati supaya gelembung udara lepas. Apabila gelembung udara teraspirasi. . Masukkan udara ke dalam vial dengan memegang penghisap. Pasang tutup jarum. pastikan jarum terpasang kuat pada spuit. g. g. c. Keluarkan udara sisa sdi bagian atas spuit ke dalam vial. j. jangan keluarkan udara ke dalam ampul.

Ester.  Saran Dengan di susunnya makalah ini mengharapkan kepada semua pembaca agar dapat menelaah dan memahami apa yang telah tertulis dalam makalah ini sehingga sedikit banyak bisa menambah pengetahuan pembaca. Untuk vial multi dosis. Di sampin itu ami juga mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca sehingga kami bisa berorientasi lebih baik pada makalah kami selanjutnya. Hirlan.  DAFTAR PUSTAKA  Internet Google : Standar Operasional Prosedur Poltekkes Depkes Pontianak Jurusan Keperawatan Tahun 2009 Baughman dan Haskley. Keperawatan Medikal Bedah.k. Jangan mengeluarkan cairan. 2001. Jakarta : EGC. Sineltzer dan Bare G. konsentrasi obat permililiter berinisial anda. Jakarta : EGC. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. Buang udara sisa dari spuit dengan memegang spuit dan jarum tetap tegak. Keperawatan Medikal Bedah. Periksa jumlah cairan dalam spuit dan bandingkan dengan dosis yang diinginkan  Kesimpulan Suatu kegiatan pelayanan keperawatan dalam menyiapkan injeksi untuk pengobatan / therapy bagi pasien yang sedang dirawat.info   . 2001. Cuci tangan. Ganti jarum dan tutup m. 7. 2001. buat label yang memuat tanggal pencampuran. Jakarta : EGC. Buang bahan yang kotor di tempat yang benar. Keperawatan Medikal Bedah. Ketuk badan spuit untuk menanggalkan gelembung udara. utakatik. l. n. 8. 2000. Monica. Bersihkan area kerja. Jakarta : FKUI. Tarik penghisap sedikit kemudian dorong penghisap ke atas untuk mengeluarkan udara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful