P. 1
Fisika SMA XII Drajat

Fisika SMA XII Drajat

|Views: 3,956|Likes:
Published by adib_delpiero

More info:

Published by: adib_delpiero on Sep 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

Jika sebuah penghantar yang ditempatkan pada medan
magnet atau induksi magnetic maka akan mengalami gaya.
Gaya yang dialami oleh penghantar yang berarus listrik
disebut gaya Lorentz.

Gambar 3.19

Sebuah magnet dengan jari-jari a

152Fisika untuk SMA/MA kelas XII

Mengamati Medan Magntik di Sekitar Kawat Berarus Listrik

• Alat dan Bahan:
• Selembar pita aluminium (aluminium foil)
• Sebuah magnet U yang kuat
• Sebuah baterai
• Sebuah sakelar
• Dua buah penjepit (klip)

Eksperimen 3.2

1. Gaya Magnetik pada Sebuah Kawat
Berarus Listrik

Gaya magnet dapat dialami oleh sebuah kawat berarus lis-
trik dalam medan magnet. Untuk memahami gaya magnet
tersebut, coba Anda lakukan eksperimen berikut ini.

Gambar 3.20

Langkah-Langkah Kegiatan:

1. Coba Anda rentangkan pita aluminium di antara kutub
utara-selatan magnet.
2. Hubungkan ujung-ujung pita ke baterai melalui sake-
lar.
3. Tutuplah sakelar agar arus listrik mengalir melalui
pita.
4. Apa yang terjadi dengan pita aluminium?
5. Balikkan polaritas baterai, kemudian ulangi langkah
nomor 1 sampai dengan nomor 4.
6. Berikan kesimpulan dari eksperimen yang Anda laku-
kan.
Besaran-besaran yang mempengaruhi gaya magnet F
pada sebuah kawat berarus listrik i dalam medan magnet B
dengan cara mengamati besarnya penyimpangan pita alu-
minium. Semakin besar gaya magnet maka akan semakin
besar pula penyimpangan pita aluminium.

b

a

153

Kemagnetan

Apabila Anda memperbesar kuat arus listrik i dengan
cara menambah jumlah baterai, tanpa mengganti magnet
U, ternyata penyimpangan pita menjadi semakin besar.
Kita dapat simpulkan bahwa besarnya gaya magnet F
bergantung pada magnet U yang semula dengan magnet U
yang lebih kuat, tanpa menambah jumlah baterai, ternyata
penyimpangan pita menjadi semakin besar. Kita dapat
simpulkan pula bahwa besarnya gaya magnet F bergantung
pada induksi magnet B. Jika Anda mengganti pita alu-
minium yang semula dengan pita aluminium yang sedikit
lebih panjang, tanpa menambah jumlah baterai ataupun
mengganti magnet U, ternyata penyimpangan pita menjadi
semakin besar. Dapat disimpulkan bahwa besarnya gaya
magnet F bergantung pada panjang kawat l.
Kawat penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam
induksi magnetic akan melengkung karena pengaruh gaya
Lorentz.

Coba Anda perhatikan gambar berikut, tampak kawat
melengkung ke kanan sebab induksi magnetik yang arah-
nya keluar tegak lurus bidang gambar.

Gambar 3.21

Sebuah kawat penghantar
berarus listrik melengkung ke
bawah kaena pengaruh gya
lorenz

Besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh penghantar
dengan panjang l yang dialiri arus listrik I dalam medan
magnet homogen B, memenuhi persamaan

dengan dalah sudut yangdibentuk oleh arus I dan arah
medan magnet B. Jika = 90o

atau i dan B saling tegak

lurus, persamaannya menjadi

karena sin 90o

= 1

B

F

i

154Fisika untuk SMA/MA kelas XII

Jadi, besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh kawat
penghantar sebanding dengan induksi magnetik (B), arus
listrik (i), panjang kawat (l), serta bergantung pada sudut
yang dibentuk oleh B dan i.

Gambar 3.22

Penghanta dengan panjang
berarus listrik i dengan medan-
magnet homogen

2. Gaya Magnetik pada Muatan Berge-
rak

Coba Anda perhatikan gambar di bawah ini, untuk muatan
listrik yang bergerak dengan kecepatan v dalam medan
magnet homogen B, penjelasannya adalah sebagai beri-
kut

Hubungan antara muatan (q) dan kuat arus (i) adalah

. Lalu, ruas kiri dan ruas kanan dikalikan dengan

dl

sehingga

Coba Anda subtitusikan nilai idl

ke dalam persamaan

sin

F id

= l

sehingga diperoleh persamaan

Gambar 3.23

Muatan listrik q bergerak den-
gan kecepatan v dalam medan
magnet homogen B (searah
medanmagnet masuk bidang
kertas)

155

Kemagnetan

Persamaan di atas serupa dengan persamaan
jika = 90o

atau sin 90o

= 1 besarnya gaya Lorentz pada
sebuah partikel bermuatan listrik yang bergerak da-
lammedan magnet B menjadi

.
Untuk menentukan arah gaya Lorentz yang dialami
oleh penghantar berarus listrik maupun muatan listrik yang
bergerak dalam medan magnet yang homogen, digunakan
aturan sekrup. Jika arus listrik i diputar ke arah medan
magnet B, F adalah arah sekrup. Coba Anda perhatikan
gambar berikut.

Arah gaya Lorentz juga dapat ditentukan dengan
menggunakan aturan tangan kanan. Untuk menentukan
arah gaya Lorentz pada muatan positif dengan meng-
gunakan aturan tangan kanan, coba Anda amati gambar
berikut ini.

Gambar 3.24

Aturan sekrup untuk muatan
positif

Coba Anda perhatikan gambar berikut ini, tiga par-

tikel, yaitu ,

, dan

bergerak dalam medan magnet
homogen yang arahnyatt tegak lurus bidang kertas⊗. Jika
diketahui bahwa partikel bermuatan positif, partikel ber-
muatan negatif, dan partikel tidak bermuatan. Coba Anda
tentukan arah pembelokan arah ketiga pertikel tersebut
dengan menggunakan aturan tangan kanan.

Gambar 3.25

Aturan tangan kanan untuk
muatan positif

F

B

v

B

v

F

156Fisika untuk SMA/MA kelas XII

Jika sebuah partikel bermuatan listrik bergerak dengan
kecepatan v, tegak lurus dengan medan magnet homogen
yang mempengaruhinya. Lintasan partikel tersebut berupa
lingkaran. Gaya Lorentz berfungis sebagai gaya sentripetal
untuk bergerak melingkar ini. Selanjutnya, coba Anda
perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 3.26

Arah pembelokan dari partikel

, dan dalam medan
magnet.

Gambar 3.27

Gaya yang dialami muatan
bergerak dalam medan magnet

Dari persamaan

jika untuk = 90o
,

persamaannya menjadi

Partikel tersebut bergerak melingkar karena menda-
patkan gaya sentripetal yaitu nilainya sama dengan gaya
Lorentz. Menurut Hukum II Newton, pada gerak melingkar
beraturan berlaku persamaan:

, dengan

157

Kemagnetan

Maka,

dengan:

B = induksi magnetik homogen yang arahnya masuk
bidang kertas (Wbm-2)
v = kecepatan partikel (m/s)
q = muatan partikel ( C )
m = massa partikel (kg)
R = jari-jari lintasannya (m)
Jadi, jari-jari sebuah lintasan partikel yang bergerak dalam
medan magnet homogen sebandingdengan momentum
partikel (mv) serta berbanding terbalik dengan besarnya
muatan partikel (q) dan induksi magnetik (B) yang mem-
pengaruhinya.

Sebuah partikel bermuatan 0,6

C berada dalam medan magnet

homogen B = 10-2

Wbm-2

. Jika kecepatan partikel tegak lurus medan
magnetnya dan lintasan partikel berupa lingkaran dengan jari-jari
80 cm, tentukanlah besarnya momentum partikel.
Penyelesaian:
Diketahui:
q = 0,6 C = 6 10-7 C; B = 10-2

Wbm-2

; R = 80 cm = 0,8 m

Dengan menggunakan persamaan

sehingga momentum partikelnya adalah

Contoh Soal 3.4

3. Gaya Magnetik di Antara Dua Kawat
Sejajar

Coba Anda perhatikan gambar berikut ini, dua kawat
penghantar dipasang dan dialiri arus listrik.

158Fisika untuk SMA/MA kelas XII

Ternyata pada gambar (a) kedua kawat saling
mendekati atau tarik-menarik, sedangkan pada gambar
(b) kedua kawat saling menjauhi atau tolak-menolak.
Ini menunjukkan bahwa antara kedua kawat timbul gaya
Lorentz.
Coba Anda perhatikan gambar berikut, besarnya gaya
timbal balik antara satu kawat dan kawat yang lain dapat
diturunkan sebagai berikut.

Gambar 3.28

Dua prosespenghantar yang di-
pasang sejajar dialri arus listrik
denganarah
a. searah;
b. berlawanan

Kawat pertama (I) akan dipengaruhi oleh induksi
magnetik yang ditimbulkan oleh i2 sebesar B dengan arah
masuk bidang kertas sehingga arah gaya F12 ke kiri.

, dengan

sehingga

Besarnya gaya per satuan panjang kawat

adalah

Kawat kedua (II) akan dipengaruhi oleh induksi mag-
netik yang ditimbulkan oleh i1 sebesar B1, dengan arah
masuk bidang kertas sehingga arah gaya F21 ke kanan. Da-
lam contoh ini, i1 dan i2 berlawanan arah sehingga kawat

Gambar 3.29

Gaya timbal balik antara kawat
(I) dan kawat (II)

b

a

159

Kemagnetan

(I) dan kawat (II) mengalami gaya tolak-menolak, yaitu F12
pada kawat (I) ke kiri, sedangkan pada kawat (II) mendapat
gaya F21 ke kanan menjauhi kawat (II).

, dengan

sehingga
Besarnya gaya per satuan panjang kawat

adalah

Jadi,

, dan besarnya gaya per satuan panjang

kawat pada masing-masing kawat adalah

Jika kuat arus pada masing-masing kuat sama (i1 = i2) maka
persamaannya dapat ditulis sebagai berikut.

Satuan dari adalah N/m.

Dua kawat sejajar satu sama lain berjarak 20 cm, dialiri arus listrik
sama besar. Jika antara kedu akawat timbul gaya tarik-menarik per
satuan panjang kawat sebesar 2× 10-4

N/m, hitunglah besarnya kuat

arus pada masing-masing kawat.
Penyelesaian:
Dikatahui:

a

= 20 cm = 0,1 m; F = 2×10-4

N/m
Gaya per satuan panjang dialami kedua kawat memenuhi persa-
maan:

Contoh Soal 3.5

160Fisika untuk SMA/MA kelas XII

4. Penerapan Gaya Magnet

Gaya magnet dapat dimanfaatkan pada alat-alat yang
berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi
gerak, misalnya motor listrik dan alat ukur listrik.

1. Motor Listrik

Motor listrik sederhana arus searah terdiri dari kumparan
yang ditempelkan pada as roda sehingga dapat berputar di
antara kutub-kutub magnet berbentuk ladam. Ujung-ujung
kumparan (koil) dihubungkan dengan cincin belah yang
disebut komutator. Dua blok karbon yang disebut sikat
menekan komutator.

Arus listrik dialirkan masuk dan keluar dari kumparan/
kolil melalui sikat-sikat karbon. Komutator akan berpoutar
bersamaan dengan kumparan, tetapi sikat-sikat karbon
tidak ikut berputar sehingga kawat-kawat penghubung
baterai tidak melintir (berpilin).
Dua sikat pada komutator mengubah arah arus
sehingga mengubah-ubah gaya lorentz pada keempat
sisi kumparan. Akibatnya, kumparan berputar di antara
dua kutub magnet. Motor listrik mengubah energi listrik
menjadi energi gerak.

2. Alat Ukur Listrik

Salah satu jenis alat ukur listrik yang banyak digunakan
adalah alat ukur jenis kumparan berputar. Bagian utama
dari alat ukur jenis kumparan berputra adalah inti besi
lunak berbentuk silinder yang dililiti kawat membentuk
kumparan. Kumparan dengan inti besi lunak ini diletakkan
di antara kutub-kutub sebuah magnet permanen.
Ketika arus listrik mengalir dalam kumparan maka
di sisi kumparan yang dekat dengan kutub-kutub magnet
mengalami gaya magnet yang berlawanan arah sehingga

Gambar 3.30

Motor listrik

161

Kemagnetan

menyebabkan kumparan berputar. Karena putaran kump-
aran tersebut ditahan eoleh kedua pegas spiral maka
kumparan mengambil kedudukan pada suatu sudut putaran
tertentu. Makin besar arus listrik yang mengalir ke dalam
kumparan, makin besar pula sudut putarannya. Putaran
dari kumparan diteruskan pegas ke jarum untuk menun-
jukkan angka dengan skala tertentu. Angka tersebut me-
nyatakan besar kuat arus listrik atau besar tegangan listrik
yang diukur. Alat ukur listrik dengan kumparan berputar
banyak digunakan pada galvanometer, amperemeter, dan
voltmeter.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->