P. 1
Fisika SMA XII Drajat

Fisika SMA XII Drajat

|Views: 3,970|Likes:
Published by adib_delpiero

More info:

Published by: adib_delpiero on Sep 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

1. Rangkaian Arus Bolak-Balik untuk
Resistor Murni

Apabila sebuah resistor R dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik. Perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 4.9

Sebuah resistor R dihubung-
kan dengan sumber tegangan
bolak-balik

R

~

Vm sin t

199

Rangkaian Arus dan Tegangan Bolak-Balik

Beda tegangan listrik ab

V

akan memenuhi persamaan se-

bagai berikut.

Arus listrik yang melalui R akan memenuhi persamaan:

karena

. Maka,

Diagram fasor tegangan V dan arus i untuk rangkaian
resistor murni akan tampak seperti gambar berikut.

Persamaan

sin

ab m

V V t

=

dan

sin

m

i i t

=

memiliki
sudut fase sama atau sefase. Apabila bentuk tegangan
dan arusnya digambarkan pada sebuah grafik akan
diperoleh gambar sebagai berikut.

2. Rangkaian Arus Bolak-Balik untuk
Induktor Murni

Sebuah induktor murni (kumparan) dengan induktansi diri
L dilalui oleh arus

. Maka, tegangan antara
ujungnya sama dengan negatif GGL yang timbul dalam
induktor tersebut. Ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
Penurunan Hukum Kirchhoff bahwa
. Oleh sebab induktor ini dianggap murni, R = 0 maka
. Selanjutnya,

Gambar 4.10

Diagram fasor resistor murni

Gambar 4.11

Grafik sensoida untuk tegangan
(v) dan arus (i) sefage

i VR

t

0

t

Vmsin t

Vmsin t

200Fisika untuk SMA/MA kelas XII

dengan

berdimensi dengan hambatan R, juga satuan SI-nya

ohm. L

disebut reaktansi induktif dari induktor terse-

but dengan lambang , dimana

dan

.
Coba Anda perhatikan kembali persamaan

dan

. Maka, teramati adanya
keter-lambatan arus terhadap tegangan atau fasa tegan-
gan mendahului arus pada rangkaian yang mengandung

induktor.Sudut fasa arus listrik terlambat sebesar
dibandingkan dengan tegangan listrik.

dan

, fase tegangan

mendahului arus

atau jika

maka

Arus (i) terlambat

terhadap tegangan (V).

Dari persamaan

dan
juga dperoleh tegangan V dan arus mempunyai beda fase

. Artinya, tegangan mendahului arus dengan beda fase

201

Rangkaian Arus dan Tegangan Bolak-Balik

.

Jika dibuat diagram fasornya perhatikan gambar

berikut.

Digram fasor dapat digunakan untuk menyatakan
hubungan antara tegangan dan arus serta untuk menyata-

kan beda fase antara keduanya. Apabila pada rangkaian
hanya terdapat L saja, VL dengan iL akan memiliki beda

sudut fase 90o

atau

. Tegangan mendahului arus.

3. Rangkaian Arus Bolak-Balik untuk
Kapasitor Murni

Kapasitor dengan kapasitas C dipasang pada rangkaian
arus bolak-balik. Maka, beda potensial antara ujung-ujung
kapasitornya Vab adalah:

Muatan yang tersimpan pada kapasitor menjadi:

Apabila persamaan ini didefinisikan terhadap waktu akan
diperoleh:

karena

. Maka,

Gambar 4.11

Grafik senusoida untuk rangka-
ian yang memiliki L saja

202Fisika untuk SMA/MA kelas XII

atau

dengan

dan dinamakan dengan reaktansi kapa-
sitif dari suatu kapasitor yang memiliki kapasitansi C.

XC memiliki satuan sesuai dengan satuan hambatan,
sebab satuan ampere = volt/ohm.
XC disebut reaktnasi kapasitif ialah hambatan yang ditim-
bulkan kapasitor yang dihubungkan dengan sumber arus
bolak-balik.

Makin besar harga makin mudah suatu kapasitor
dilalui arus bolak-balik, sebab reaktansi kapasitif berband-
ing terbalik dengan kapasitansi.

Oleh karena

maka

Gambar 4.11

Sebuah kapasitor C dihubung-
kan dengan sumber tegangan
bolak balik

C

Vm sin t

a

b

~

203

Rangkaian Arus dan Tegangan Bolak-Balik

Rangkaian hanya mengandung C saja terjadi keterlam-
batan tegangan terhadap arus atau arus mendahului tegan-

gan dengan beda fase sebesar

. Apabila

maka

.
Beda fase antara tegangan terhadap arus adalah 90o

atau

.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->