P. 1
Laporan Kasus DM II

Laporan Kasus DM II

|Views: 197|Likes:

More info:

Published by: Friskilla Elvita Handayani on Sep 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2015

pdf

text

original

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama Klien (Inisial) Diagnosa Medis Ruang/Kamar

Faculty of Nursing and Allied Heath Sciences
UNIVERSITAS PELITA HARAPAN

: Ny. Mr : Diabetes Mellitus Tipe II, Hipertensi : 2D [04] K3 – Umum : RSUS.0000497554 : 25 Agustus 2012 : 27 – 29 Agustus 2012

No. MR Tanggal Masuk Tanggal Pengkajian

I. Biodata A. Identitas Klien
1. Nama (Inisial) 2. Jenis kelamin 3. Umur/tgl. lahir 4. Status Perkawinan 5. Agama 6. Suku/ bangsa 7. Pendidikan 8. Pekerjaan 9. Alamat : Ny. Mr : Perempuan : 54 Tahun / 17 Agustus 1958 : Sudah menikah : Islam : Banten (Tangerang) : Kelas 6 SD : Ibu Rumah Tangga : Darussalam Utara II RT 01 / RW 06, Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batu Ceper, Kabupaten Tangerang (15121)

B. Identitas penanggung 1. Nama lengkap (Inisial) 2. Jenis kelamin 3. Pekerjaan 4. Hub. dengan klien 5. Alamat : Ny. Ls : Perempuan : Ibu Rumah Tangga : Anak : Darussalam Utara II RT 01 / RW 06, Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batu Ceper, Kabupaten Tangerang (15121)

II. Riwayat Kesehatan
1. Keluhan utama 2. Riwayat keluhan utama a) Mulai timbulnya keluhan : Pasien merasakan kebas : Sejak 2 bulan yang lalu

b) Sifat keluhan : Menetap c) Lokasi : Kaki kanan dan tangan kanan d) Keluhan lain yang menyertai : Pasien mengatakan badan terasa lemas, sering merasa haus, dan sering buang air kecil (>10x/hari = 1700 - 1850 cc/hari) e) Faktor pencetus yang menimbulkan serangan : Pasien mengatakan bahwa serangan muncul mendadak pada saat pasien bangun tidur kira – kira 2 bulan yang lalu f) Apakah keluhan bertambah/berkurang pada saat-saat tertentu (saat-saat mana) : Pada saat diurut atau dipijat g) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan mengurut atau memijat kaki dan tangan yang kebas 3. Alergi : ya/tidak Alergi 4. Kebiasaan : - Merokok (berapa batang /bungkus sehari) : Pasien tidak merokok - Minum alkohol : Pasien tidak minum alkohol - Minum kopi : Pasien jarang minum kopi - Minum obat-obatan : Pasien pernah minum darah tinggi captopril dan lupa dosisnya serta obat – obatan diabetes namun lupa namanya, lamanya kurang lebih 2 tahun

Kepala dan leher . Pemeriksaan Fisik 1. Riwayat Keluarga Keterangan : : Laki .9° C 37.Laki : Perempuan : Meninggal : Pasien : Hubungan keluarga : Tinggal serumah IV.1° C Pernapasan (RR) 26x/menit 28x/menit 28x/menit 2.Kepala: Bentuk simetris.III. Tanda-tanda vital Tanggal 27/8/12 28/8/12 29/8/12 Tekanan Darah (TD) 170/90 mmHg 160/100 mmHg 160/100 mmHg Nadi (N) 86x/menit 92x/menit 88x/menit Suhu (S) 37° C 36. tidak ada nyeri kepala . rambut tampak kotor dan berminyak.

lidah tampak kotor. tidak ada inflamasi. tidak ada nyeri . tidak ada epitaksis . tidak ada tonsilitis. Pernapasan I : Bentuk hidung simetris. perabaan lunak (normal). frontalis. ada caries. tidak tampak Cullen’s dan Grey Turner’s signs A: Peristaltik dan bising usus terdengar normal dengan frekuensi 16x/menit P : Tidak ada nyeri tekan abdomen. frekuensi napas normal. mukosa kering.Hidung: Bentuk hidung simetris. tidak tampak scar dan striae. tidak ada krepitasi.5. reflex cahaya ada. tidak ada pengeluaran cairan. tidak tampak adanya luka trauma dan scar. vena jugularis teraba normal. ethmoid. bentuk dada simetris. tidak ada nyeri tekan pada sinus maksilaris. tidak ada riwayat sinusitis. taktil fremitus teraba normal P : Bunyi perkusi terdengar resonan (normal) A: Suara napas vesikuler.Penglihatan: Sklera ikterik. tidak ada ronchi. pasien tidak menggunakan gigi Palsu. ritme napas eupnea. tidak ada rales 4. ginjal tidak teraba (normal) P : Suara perkusi abdomen terdengar timpani (normal) . hepar tidak teraba (normal). tidak ada polip. tidak ada rhinitis.Kelenjar leher: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan limfe. tidak tampa deviasi trakea.Pendengaran: Ada kesulitan mendengar pada telinga kanan dan kiri sejak 2 tahun yang lalu.Tenggorokan dan mulut: Jumlah gigi tidak lengkap. tidak ada kaku kuduk 3.. pasien mengatakan penglihatan agak kabur. bentuk pupil isokor (3mm/3mm). konjungtiva ananemis. Pencernaan I : Abdomen simetris. . faring merah muda . pola napas teratur. tidak ada edema. maksilaris. tidak ada wheezing. refleks menelan baik. pengembangan paru normal P : Tidak teraba adanya massa atau benjolan. cuping hidung dan otot bantu pernapasan dalam batas normal. menggunakan kacamata minus 1. gigi tampak hitam.

tidak ada jaringan parut.Vestibulokoklear (VIII) : Ada gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri (tuli) sejak 2 tahun yang lalu .Olfaktorius (I) : Fungsi pembauan normal . tidak ada nisgasmus dan strabismus tidak ada deviasi conjugate . Kulit/Integumen I : Tidak ada lesi. turgor kulit baik. tidak ada mual dan muntah Pemeriksaan nervus cranialis: . dan gigi ada. 6.Okulomotor (III) : Tidak ada ptosis.Toklear (IV) : Pergerakan bola mata baik (normal) . tidak ada sianosis P : Ictus cordis teraba.Abdusen (VI) : Pergerakan bola mata lateral baik . lemak subkutan tebal. tidak ada Fraktur 5 5 P : Tidak ada nyeri.Optikus (II) : Minus 1. P : Bunyi perkusi jantung terdengar redup A: Suara S1 dan S2 normal. sensasi pita suara ada .Fasialis (VII) : Fungsi motorik baik (pasien dapat mengerutkan dahi mengangkat alis. CRT < 3 detik (normal). kulit tampak Kering. Muskuloskeletal I : Otot sisi kanan dan kiri simetris. kepekaan sensasi wajah. tidak ada edema. tidak ada deformitas.Aksesoris (XI) : Tahanan otot ada. gerak lidah normal . tidak ada pendarahan. Persyarafan Anamnesa: Kesadaran ComposMentis (sadar). visus 4/4 (normal 6/6). tidak ada murmur. tidak ada polineuropati .Glosopharingeal (IX) : Fungsi kecap baik. GCS: E4M6V5 = 15. pupil isokor dengan diameter 3mm/3mm (normal 2 – 5 mm). persebaran warna kulit merata. uji ketahanan otot 5 5 (normal) 8.5 mata kanan dan kiri.Vagus (X) : Gag refleks ada. lidah. tidak ada gallop. 7. tidak ada nyeri tekan . struktur kulit berkerut (faktor penuaan) P : Tekstur kulit agak kasar. tidak ada aritmia. Cardiovaskuler I : Tidak ada clubbing finger. tidak ada massa pada sternokleido mastoid. tidak ada distensi vena jugular. tonus otot buruk. lapang pandang normal. menutup mata.5. memperlihatkan gigi) . pergerakan rahang dan gigi baik .Trigeminus (V) : Refleks mengedip ada (+/+). tidak ada diplopia.

Istirahat dan tidur Pasien mengatakan sedikit sulit tidur selama dirumah sakit karena suasana yang berbeda dengan dirumah. Eliminasi 1. karbohidrat 57%) . tidak ada nyeri pada organ genitalia. Pola kegiatan Sehari-hari (ADL) A. tidak ada pendarahan (melena) C. VI. urine berwarna putih kekuningan jernih.9. tidak ada pembengkakan. Olah raga dan Aktivitas Pasien jarang berolah raga. aktivitas sehari – hari adalah mengerjakan pekerjaan rumah (Ibu rumah tangga) D. persalinan normal dibantu oleh bidan desa dan tidak mengalami kelainan atau masalah.Pasien mendapatkan diet Diabetes Mellitus 1382 kalori (protein 18%. arah pembicaraan jelas walau kadang perlu beberapa kali . konsistensi fekal lembek warna kuning kecoklatan. Pola Interaksi Sosial Pasien tampak cepat bersosialisasi (interaktif) dan terbuka (open-minded). pasien mengatakan tidak ada keputihan.Berat badan pasien sebelum sakit 75 kg setelah sakit 62 kg - Porsi makanan pasien habis 1 porsi. Sebelum masuk rumah sakit pola tidur normal yaitu tidur sekitar jam 9 – 10 malam dan bangun pukul 5 pagi. riwayat siklus menstruasi baik dan tidak mengalami masalah. cenderung spontan dalam berkomunikasi. tidak nampak scar dan striae P : Tidak teraba adanya benjolan atau massa. namun nafsu serta porsi makan sudah berkurang semenjak sakit Pasien mengatakan bahwa sebelum sakit sering memakan makanan manis seperti kue – kue B. Nutrisi Anamnesa: . Buang air kecil (BAK) 2. I : Bentuk payudara simetris. tidak ada nyeri tekan pada kedua payudara V. Reproduksi Wanita Anamnesa: Pasien mengalami menopause pada saat berumur 45 tahun. lemak 25%. tidak ada pendarahan : BAB 1x/hari. Buang air besar (BAB) : Buang air kecil sering (> 10x/hari).

20 gr/dl Haematokrit : 37 gr/dl Platelet : 157 //µL Kimia Darah Ureum Kreatinin Total Kolesterol HDL LDL Trigliserid Gula Darah Puasa ( 3.3 gr/dl) (35. Kegiatan Sosial Pasien sudah tidak mengikuti kegiatan sosial dan hanya tinggal dirumah mengurusi pekerjaan rumah tangga karena merasa sudah cukup tua dan sudah waktunya pensiun.0 – 50 gr/dl) (150 – 440 gr/µL) : 18 mg/dl : 0. Orang yang paling dipercaya dan dekat dengan pasien adalah anak perempuan keduanya yang selama ini menjaganya dirumah sakit. Emosi pasien cenderung stabil dan tidak nampak stress maupun cemas yang berlebihan. X.57 mg/dl : 185 mg/dl : 66 mg/dl : 121 mg/dl : 75 mg/dl : 159 mg/dl (< 50 mg/dl) (0. Data Laboratorium & Diagnostik a.perawat mengulang pertanyaan karena pasien mengatakan agak pelupa semenjak tua dan adanya gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri sejak 2 tahun yang lalu. VIII. Kegiatan Keagamaan Pasien sering pergi ke masjid untuk mengikuti pengajian maupun beribadah serta melakukan kegiatan agama dengan baik seperti sholat 5 waktu dan mengaji. VII. Keadaan Psikologis Selama Sakit Pasien mengatakan merasa pasrah dengan penyakitnya dan berkomitmen untuk menjaga kesehatan dan pola makannya setelah keluar dari rumah sakit untuk kesembuhannya.0 – 16.000 /µL) (11. Laboratorium Darah Lengkap: Leukosit : 9. IX.63/µL Haemoglobin : 12.6 – 1.500 – 10.1 mg/dl) (<200 mg/dl) (40 – 60 mg/dl) (< 100 mg/dl) (50 – 150 mg/dl) (<140 mg/dl) .

Elektrolit Sodium (Na) Potassium (K) Klorida (Cl) b. Diagnostik : 132 mmol/L : 4.00 .00 12.06.5 mg) 1x1 (75 mg) 3x1 (30 ml) 1x1 (200 mg) 1x1 (500 mg) 2x1 (50 mg) 3x1 (30 mg) Rute Per-oral Per-oral Per-oral Per-oral Per-oral Per-oral Per-oral Intravena Intravena . Lain – lain Balance cairan Rentang waktu 12.00 . obat-obatan.12.00 18.18.6 – 5 mmol/L) (98 – 107 mmol/L) Kesan Thorax AP / PA: Kardiomegali ringan.00 06. dan lain-lain) Nama Obat Metformin Forres Captopril Clopidogrel OBH Syrup Diazepam Amlodipine Ranitidine Ketorolac Dosis 2x1 (500 mg) 3x1 (50 mg) 2x1 (12.00 . gambaran bronkhitis c.8 mmol/L : 96 mmol/L (137 – 145 mmol/L) (3.00 Total cairan 27/8/12 In 200 cc 250 cc 850 cc 350 cc 1650 cc Out 250 cc 250 cc 800 cc 400 cc 1700 cc Jumlah (-50 cc) (0 cc) (+50 cc) (-50 cc) (-50 cc) In 150 cc 200 cc 750 cc 400 cc 1500 cc 28/8/12 Out 200 cc 200 cc 800 cc 600 cc 1800 cc Jumlah (-50 cc) (0 cc) (-50 cc) (-200 cc) (-300 cc) In 200 cc 600 cc 400 cc 300 cc 1450 cc 29/8/12 Out 300 cc 600 cc 500 cc 450 cc 1850 cc Jumlah (-100 cc) (0 cc) (-100 cc) (-150 cc) (+-350 cc) XI.00 . Penatalaksanaan/pengobatan (pembedahan.24.

pemeriksaan fisik.5 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Perubahan perseptual – sensori . MR : Ny. diagnostik) Masalah Keperawatan (Kesimpulan DS dan DO) Defisit volume cairan Tgl Data Subjektif (DS) (Keluhan Klien + Laporan Keluarga) 27/08/12 .Perawat kadang Pasien mengatakan mengulang pertanyaan sekarang agak pelupa ketika bertanya kepada semenjak tua pasien Pasien mengeluh agak . Kamar/Bed No.Kulit tampak kering .Pasien menggunakan kacamata minus 1.Buang air kecil > 10x/perhari. laboratorium.Berat badan turun 13 kg Pasien mengeluh porsi (sebelum sakit 75 kg dan dan nafsu makan sesudah sakit 62 kg berkurang semenjak sakit . Mr (54 tahun) : 2D [04] K3 – Umum : RSUS.Pasien mengeluh badan terasa lemas . 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L) .Nilai elektrolit dibawah normal: Na :132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). 1700 – 1850 cc/hari (poliuri > 1700 ml) .Tonus otot buruk Pasien mengeluh badan terasa lemas .0000497554 Data Objektif (DO) (Hasil observasi.Analisa Data Nama Klien/Umur Ruang/No.Pasien mengatakan sering buang air kecil 27/08/12 - 27/08/12 - - .Pasien mengalami kabur dalam melihat gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri .

96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). pasien mengeluh badan terasa lemas. Perubahan perseptual – sensori berhubungan dengan ketidak seimbangan glukosa atau insulin. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak cukupan insulin dari penurunan masukan oral dan hipermetabolik ditandai dengan DS: Pasien mengeluh porsi dan nafsu makan berkurang semenjak sakit.Diagnosa Keperawatan/ DK (Sesuai prioritas dan kondisi klien ): minimal 3 1. tonus otot buruk. pasien mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri. 1700 – 1850 cc/hari (poliuri > 1700 ml). kulit tampak kering. pasien mengatakan sering buang air kecil DO: Buang air kecil > 10x/perhari. 3. pasien menggunakan kacamata minus 1. nilai elektrolit dibawah normal: Na :132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). pasien mengeluh agak kabur dalam melihat DO: Perawat kadang mengulang pertanyaan ketika bertanya kepada pasien. efek penuaan ditandai dengan DS: Pasien mengatakan sekarang agak pelupa semenjak tua.5. . Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik (dari hiperglikemia) ditandai dengan DS: Pasien mengeluh badan terasa lemas. 2. DO: Berat badan turun 13 kg (sebelum sakit 75 kg dan sesudah sakit 62 kg.

Mr : 2D [04] K3 – Umum : RSUS.RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama Klien (Inisial) Ruang/Kamar No. MR Tanggal Masuk Tanggal Pengkajian Diagnosa Medis : Ny. Hipertensi Faculty of Nursing and Allied Heath Sciences UNIVERSITAS PELITA HARAPAN .0000497554 : 25 Agustus 2012 : 27 – 29 Agustus 2012 : Diabetes Mellitus tipe II.

13. 7.No DK Tujuan 1 Agar terjadi keseimbangan cairan Kriteria Hasil 1. Memberikan perkiraan kebutuhan akan cairan pengganti. peningkatan berat badan. dan kelembabannya. Pengisi an kapiler baik e. Perubahan mental dapat berhubungan dengan glukosa yang tinggi atau yang rendah. otot bantu napas. Mempertahankan hidrasi atau volume sirkulasi. 4. yang sering kali akan menimbulkan muntah 12. Turgor kulit elastis d. Merupakan indikator dari tingkat dehidrasi atau volume sirkulasi yang adekuat. Menghindari pemanasan yang berlebihan terhadap pasien lebih lanjut akan dapat menimbulkan kehilangan cairan. dan kefektifan dari terapi yang diberikan. Tanda . Pantau adanya pola napas seperti kussmaul atau adanya bau keton. Meskipun demam.dan adanya periode apnea. nadi tidak teratur. Pengel uaran urine tepat secara individu f. seperti selimuti pasien dengan selimut tipis. Hipovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardia. Tingkatkan lingkungan yang dapat menimbulkan rasa nyaman. pengisian kapiler. 3. catat adanya perubahan TD ortostatik. 7. Kekurangan cairan dan elektrolit mengubah motilitas lambung. serta munculnya sianosis.tanda vital stabil b. Pantau frekuensi. 6. Pantau tanda-tanda vital. kualitas pernapasan. kering mungkin sebagai cerminan dari dehidrasi. 1. 11. 10. turgor kulit. 11. Rasional Membantu dalam memperkirakan kekurangan volume total. menggigil. dan membran mukosa. fungsi ginjal.. 12. warna kulit. demam dengan kulit yang kemerahan. 5. muntah distensi lambung. Pemberian cairan unruk perbaikan yang cepat mungkin sangat berpotensi menimbulkan kelebihan beban cairan dan gagal jantung kronik. Tanda dan gejala mungkin sudah ada pada beberapa waktu sebelumnya (beberapa jam sampai beberapa hari). Berikan cairan dalam batas yang dapat ditoleransi jantung (kira – kira 2000 ml/hari) . nyeri abdomen. 8. 2. 3. Pantau masukan dan pengeluaran. Kadar elektrolit dalam batas normal Rencana Asuhan Keperawatan Intervensi 1. Kaji nadi perifer. 10. 5. 2. Pantau suhu. Nadi perifer dapat diraba c. Dapatkan riwayat pasien sehubungan dengan urine yang sangat berlebihan. edema. Tipe dan jumlah dari cairan tergantung pada . Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. Observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat. Paru-paru mengeluarkan asam karbonat melalui pernapasan yang menghasilkan kompensasi alkalosis respiratoris terhadap keadaan ketoasidosis Koreksi hiperglikemia dan asidosis akan menyebabkan pola frekwensi pernapasan mendekati normal. 9. 6. Kaji adanya perubahan mental atau sensori 8. dan adanya distensi pada 9. 4. catat berat jenis urine. dan diaforesis merupakan hal umum terjadi pada proses infeksi. Mendemonstrasikan hidrasi adekuat dibuktikan oleh: a.

Hipertensi Faculty of Nursing and Allied Heath Sciences UNIVERSITAS PELITA HARAPAN Tanggal 27/08/12 No DK 1 Catatan Perkembangan S: Pasien mengeluh badan terasa lemas.RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama Klien (Inisial) Ruang/Kamar No. pasien mengatakan sering buang air kecil Nama dan tanda tangan .0000497554 : 25 Agustus 2012 : 27 – 29 Agustus 2012 : Diabetes Mellitus tipe II. MR Tanggal Masuk Tanggal Pengkajian Diagnosa Medis : Ny. Mr : 2D [04] K3 – Umum : RSUS.

peningkatan berat badan. serta munculnya sianosis. Pantau masukan dan pengeluaran. dan Kalium 15.O: Buang air kecil > 10x/perhari. kulit tampak kering. dan ketorolac 30 mg 09.dan adanya periode apnea. BUN atau Kreatinin. 7. Pantau adanya pola napas seperti kussmaul atau adanya bau keton. turgor kulit. dan kelembabannya. forres 50 mg. dan adanya distensi pada vaskuler. catat adanya perubahan TD ortostatik. nyeri abdomen. edema. 5. Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. 13. Berikan terapi cairan sesuai dengan indikasi 14. 12. Berikan kalium atau elektrolit yang lain melalui IV dan atau melalui oral sesuai indikasi. 8. catat berat jenis urine. Osmolalitas darah. pengisian kapiler. S:37° C 09. RR: 26x/menit. dan membran mukosa. seperti selimuti pasien dengan selimut tipis. I: 07. 2. N: 86x/menit. Dapatkan riwayat pasien sehubungan dengan urine yang sangat berlebihan. 10. A: Masalah ditemukan P: 1. Tingkatkan lingkungan yang dapat menimbulkan rasa nyaman. 3. ranitidine 50 mg. Observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat. Pantau suhu. kualitas pernapasan. 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). Pantau pemeriksaan laboratorium seperti: Hematokrit (Ht).50: Membaca status pasien dan mencatat balance cairan pasien 08. Berikan cairan dalam batas yang dapat ditoleransi jantung (kira – kira 2000 ml/hari) 9.10: Memberikan obat metformin 500 mg. Pantau tanda-tanda vital. nilai elektrolit dibawah normal: Na :132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). nadi tidak teratur. 1700 – 1850 cc/hari (poliuri > 1700 ml).30: Mengajak pasien untuk berkolaborasi mengitung jumlah air yang diminum dengan urine yang dikeluarkan (1 gelas aqua = 200 ml) . otot bantu napas.20: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 170/90 mmHg. muntah distensi lambung. 6. Kaji adanya perubahan mental atau sensori 11.25: Menganjurkan pasien untuk minum air putih 8 gelas (2000 ml)/perhari atau sesuai anjuran 09. warna kulit. Natrium. Kaji nadi perifer. 4. Pantau frekuensi.

40: Memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/permenit) 12. pasien mengatakan akan menggunakan selimut dan pakaian tipis O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (>10x dari pukul 07.45: Melakukan pengkajian fisik (pencernaan dan nutrisi) seperti menginspeksi bentuk dan kulit abdomen. bagaimana warna urine. mulut serta membran mukosa. balance cairan tidak seimbang A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 2 – 15 dilanjutkan S: Pasien mengeluh porsi dan nafsu makan berkurang semenjak sakit.15: Melakukan pemeriksaan fisik paru seperti inspeksi bentuk hidung.27/08/12 2 09.00: Membaca status pasien dan mencatat hasil lab dan diagnostik pasien 14. dan kembung mengauskultasi suara abdomen di 4 kuadran. bau urine. mempalpasi dan memperkusi abdomen 14.30: Melakukan pengkajian fisik (neuro). tenggorokan.35: Menganjurkan pasien menggunakan pakaian tipis dan selimut yang tipis untuk meningkatkan rasa nyaman 11. A: Masalah ditemukan P: 1. pasien akan banyak minum air putih dan menghitung intake outputnya. berapa intake – output pasien 14. tonus otot buruk. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). O: Berat badan turun 13 kg (sebelum sakit 75 kg dan sesudah sakit 62 kg.50: Menanyakan berat badan pasien sebelum dan sesudah sakit.00). menanyakan pada pasien apakah ada mual. kuku pasien (untuk melihat ada tidaknya sianosis) 14. Mempalpasi dada vena jugular leher. kondisi kulit pasien. Timbang berat badan setiap hari.00 – 15. nyeri abdomen.25: Menanyakan pasien sudah berapa banyak minum dan pipis 14. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L).10: Menanyakan pasien apakah ada sesak. kulit masih tampak kering. dada. menganjurkan pasien untuk beristirahat ketika merasa lelah namun tetap mempertahankan aktivitas fisik sesuai dengan toleransi E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. pasien mengeluh badan terasa lemas. muntah. . menanyakan pasien apakan menggunakan kacamata 14.

sakit kepala. Pantau pemeriksaan laboratorium.50: Menanyakan makanan kesukaan pasien. Berikan diet kira – kira 60% karbohidrat.00: Membaca status pasien dan mencatat hasil lab dan diagnostik pasien 14. Berikan pengobatan insulin secara teratur dengan metode IV secara intermitten atau secara berkelanjutan. aseton. seperti perubahan tingkat kesadaran. mual. 13. 4. Lakukan kolaborasi pemeriksaan gula darah dengan menggunakan “finger stick”. Libatkan keluarga pasien pada perencanaan makan ini sesuai dengan indikasi.50: Membaca status pasien mencatat balance cairan pasien dan membaca status gizi dan diet Pasien 08. forres 50 mg. menganjurkan diet yang baik bagi penderita Diabetes Mellitus tipe II seperti rendah gula dan lemah serta mengkonsumsi banyak sayuran serta buah. 8. nyeri abdomen. mempalpasi dan memperkusi abdomen (bising .45: Melakukan pengkajian fisik (pencernaan dan nutrisi) seperti menginspeksi bentuk dan kulit abdomen. ranitidine 50 mg.45: Menganjutkan pasien untuk menimbang badan setiap hari 09. 10. muntahan Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera. I: 07. 11.40: Memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/permenit) 12. kulit lembab atau dingin. pusing. Tentukan program diet dan pola makan pasien Auskultasi bising usus. dan kembung mengauskultasi suara abdomen di 4 kuadran.20: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 170/90 mmHg. denyut nadi cepat. 9. Berikan obat metaklopramid (reglan): tetrasikin. 5. RR: 26x/menit. dan HCO3. dan ketorolac 30 mg 09. menanyakan pada pasien apakah ada mual. S:37° C 09. 6. 20% protein dan 20%lemak dalam penataan makan / pemberian makanan tambahan. pH. Berikan larutan glukosa.2.10: Memberikan obat metformin 500 mg. Observasi tanda – tanda hipoglikemia.25: Menganjurkan pasien untuk minum air putih 8 gelas (2000 ml)/perhari atau sesuai anjuran 09. 7. 12. Lakukan konsultasi dengan ahli diet. Identifikasi makanan yang disukai atau dikehendaki termasuk kebutuhan etnik atau kultural. catat adanya nyeri abdomen atau perut kembung. cemas. sempoyongan. lapar. misalnya dektrosa dan setengah salin normal. seperti glukosa darah. muntah. menganjurkan pasien dan keluarga pasien selalu memperhatikan pola makan pasien. 3. 14. peka rangsang. N: 86x/menit. 11.

Pelihara aktivitas rutin pasien sekonsisten mungkin.14 dilanjutkan S: Pasien mengatakan sekarang agak pelupa semenjak tua. Lindungi pasien dari cedera 6. pasien menggunakan kacamata minus 1. pasien mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri. orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya 3. 7. pasien mengatakan akan banyak makan sayur dan buah serta megurangi konsumsi makanan yang mengandung kolesterol. 9.27/08/12 3 usus 16x/menit) 14. A: Masalah ditemukan P: 1. Evaluasi lapang pandang penglihatan sesuai dengan indikasi. Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi.50: Menanyakan berat badan pasien sebelum dan sesudah sakit.5. 11 .00). 5. Panggil pasien dengan nama. menganjurkan pasien untuk beristirahat ketika merasa lelah namun tetap mempertahankan aktivitas fisik sesuai dengan toleransi E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. 2. atau kehilangan sensori pada paha atau kaki. 4. dorong untuk melakukan kegiatan seharihari sesuai kemampuannya. Lakukan kolaborasi untuk pemberian pengobatan sesuai dengan obat yang ditentukan untuk . kulit masih tampak kering. A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 3. pasien mengeluh agak kabur dalam Melihat O: Perawat kadang mengulang pertanyaan ketika bertanya kepada pasien. 8. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). Pantau tanda – tanda vital dan status mental. pasien menolak untuk menimbang berat badan setiap hari O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (< 10x dari pukul 07. pasien akan banyak minum air putih dan menghitung intake outputnya. pasien makan 1 porsi sesuai diet. Jadwalkan intervensi keperawatan agar tidak mengganggu waktu istirahat pasien.00 – 15. 4. 9. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). nyeri. 7. balance cairan tidak seimbang. Selidiki adanya keluhan parestesia. 10.

7 – 10 dilanjutkan S : Pasien mengeluh badan terasa lemas. Hb/Ht.50: Menganjurkan pasien untuk beristirahat ketika merasa lelah namun tetap mempertahankan aktivitas fisik sesuai dengan toleransi E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. 2.10: Memberikan obat metformin 500 mg. pasien mengatakan memakai kacamata dengan minus 1.5. osmolalitas darah . memeriksa mata pasien menggunakan penlight dan kemampuan mendengar pasien menggunakan garputala. ranitidine 50 mg. menanyakan keluhan pasien seperti nyeri 08. N: 86x/menit. menetapkan waktu untuk melakukan pemeriksaan fisik dan mengobservasi TTV pasien 08. A: Masalah teratasi sebagian P: 28/08/12 1 . nilai elektrolit dibawah normal: Na :132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). 1700 – 1850 cc/hari (poliuri > 1700 ml). forres 50 mg.20: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 170/90 mmHg. S:37° C 12. 5. menawarkan pasien bantuan apabila ingin merubah posisi tidur ataupun pindah tempat. memasang bedrail 14. dll. 14.50: Membaca status pasien memperiksa status kesadaran pasien. Pantau nilai laboratoriun.05: Menanyakan pasien apakah posisinya nyaman dan menyarankan pendamping pasien untuk menemani pasien dalam aktivitasnya sebisa mungkin.30: Melakukan pengkajian fisik (persepsi dan sensori pasien) seperti melakukan pemeriksaan lapang pandang menggunakan jari.00: Visit ke pasien untuk membagikan obat sekaligus menanyakan nama dan tanggal lahir pasien. dan ketorolac 30 mg 09. kulit tampak kering. RR: 26x/menit.mengatasai DKA sesuai indikasi 10. 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). ureum kretinin. seperti glukosa darah. I: 07.00: Membaca status pasien dan mencatat hasil lab dan diagnostik pasien 14. pasien mengatakan agak pelupa dan ada gangguan pendengaran sehingga meminta perawat mengulang pertanyaannya O: Pasien tidak dapat mendengar gelombang suara garputala pada telinga kanan dan kirinya A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 1. pasien mengatakan masih sering buang air kecil O: Buang air kecil > 10x/perhari.

peningkatan berat badan. I: 07. 2.25: Membantu pasien mengganti pakaian yang sudah berkeringat dengan pakaian yang tipis 13.00: Menganjurkan pasien mempertahankan istirahat yang optimal dan aktivitas yang sesusai dengan kondisi pasien 14. S: 36. edema. melihat CRT pasien. Pantau suhu. 4. catat adanya perubahan TD ortostatik. 12. muntah distensi lambung. turgor kulit. nadi tidak teratur. 7. Kaji nadi perifer. dan membran mukosa. seperti selimuti pasien dengan selimut tipis. ranitidine 50 mg. dan muntah pasien 10. mengkaji nyeri. Pantau pemeriksaan laboratorium seperti: Hematokrit (Ht). Pantau frekuensi. mengauskultasi paru. E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. Pantau tanda-tanda vital. N: 92x/menit. forres 50 mg. warna kulit. 11. Berikan terapi cairan sesuai dengan indikasi 13. dan adanya distensi pada vaskuler. Observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat. 6. otot bantu napas.20: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien 10. dan kelembabannya.9°C. BUN atau Kreatinin. Berikan kalium atau elektrolit yang lain melalui IV dan atau melalui oral sesuai indikasi.10: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. Osmolalitas darah. serta munculnya sianosis. pasien mengatakan akan mempertahankan minum air . 3. Kaji adanya perubahan mental atau sensori 10. 9. kualitas pernapasan. Pantau adanya pola napas seperti kussmaul atau adanya bau keton. 5. nyeri abdomen. dan Kalium 14.10: Membantu mobilisasi pasien untuk berjalan – jalan berkeliling ruangan.25: Membaca status pasien dan mencatat balance cairan pasien selama 24 jam 08. Natrium. Berikan cairan dalam batas yang dapat ditoleransi jantung (kira – kira 2000 ml/hari) 8. dan ketorolac 30 mg 10. pengisian kapiler. mual.dan adanya periode apnea.15: Memberikan obat metformin 500 mg.40: Mengganti IV line pasien dan memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/menit kepada pasien) 14. Tingkatkan lingkungan yang dapat menimbulkan rasa nyaman. Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. RR: 28x/menit. Pantau masukan dan pengeluaran. catat berat jenis urine.1.

7. Berikan pengobatan insulin secara teratur dengan metode IV secara intermitten atau secara berkelanjutan. forres 50 mg. Pantau pemeriksaan laboratorium. N: 92x/menit. mual. Berikan larutan glukosa. I: 07. 20% protein dan 20%lemak dalam penataan makan / pemberian makanan tambahan. mengkaji nyeri. Berikan obat metaklopramid (reglan): tetrasikin. 8. pusing. Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera. pasien mengeluh badan terasa lemas. O: Berat badan turun 13 kg (sebelum sakit 75 kg dan sesudah sakit 62 kg. kulit masih tampak kering. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). S: 36. kulit lembab atau dingin. balance cairan tidak seimbang A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 2 – 15 dilanjutkan S: Pasien mengeluh kurang menyukai makanan rumah sakit. RR: 28x/menit. mengauskultasi dan mempalpasi abdomen (bising usus 12x/menit). seperti glukosa darah. 4. sempoyongan.28/08/12 2 putih dan menghitung intake outputnya setiap hari O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (<10x dari pukul 07. 3. A: Masalah teratasi sebagian P: 1. Auskultasi bising usus. sakit kepala. dan muntah pasien 10. ranitidine 50 mg. muntahan 2.20: Menanyakan diet pasien kepada ahli gizi dan hasilnya pasien mendapatkan diet bagi pasien . Berikan diet kira – kira 60% karbohidrat. lapar. 5. 6. aseton. dan ketorolac 30 mg 10.9°C. 9.25: Membaca status pasien dan mencatat balance cairan pasien selama 24 jam 08.00 – 15. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). pH.10: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. tonus otot buruk. peka rangsang. misalnya dektrosa dan setengah salin normal.15: Memberikan obat metformin 500 mg. seperti perubahan tingkat kesadaran. denyut nadi cepat. catat adanya nyeri abdomen atau perut kembung. mual. dan HCO3. Observasi tanda – tanda hipoglikemia. cemas. Lakukan konsultasi dengan ahli diet.20: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien 11.00).

ranitidine 50 mg.9°C. nyeri.15: Menanyakan nama dan tanggal lahir pasien sebelum memberikan obat metformin 500 mg. Hb/Ht. pasien mengeluh agak kabur dalam Melihat O: Perawat kadang mengulang pertanyaan ketika bertanya kepada pasien. 10. pasien akan mempertahankan minum air putih dan menghitung intake outputnya setiap hari O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (>10x dari pukul 07. osmolalitas darah .00 – 15. dan muntah pasien . melihat CRT pasien. Pantau nilai laboratoriun. RR: 28x/menit. 9. 4. Lindungi pasien dari cedera 4. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). lemak 25%. 11 . 6. Lakukan kolaborasi untuk pemberian pengobatan sesuai dengan obat yang ditentukan untuk mengatasai DKA sesuai indikasi 7. 7. Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi. pasien mengalami gangguan pendengaran pada telinga kanan dan kiri. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). kulit masih tampak kering. pasien menggunakan kacamata minus 1. forres 50 mg. mempertahankan bedrail pasien dan menganjurkan pasien untuk selalu bersama pendamping pada waktu menjalankan aktfvitas. 2. mengauskultasi paru.14 dilanjutkan S: Pasien mengatakan sekarang agak pelupa semenjak tua. I: 08.00). A: Masalah teratasi sebagian P: 1. mengkaji nyeri. balance cairan tidak seimbang. mual. 10. seperti glukosa darah. pasien makan 1 porsi sesuai diet.5. 5. Pantau tanda – tanda vital dan status mental.28/08/12 3 Diabetes Melitus dengan 1382 kalori (protein 18%. orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya 3. A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 3.40: Mengganti IV line pasien dan memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/menit kepada pasien) E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. atau kehilangan sensori pada paha atau kaki. S: 36. Panggil pasien dengan nama. ureum kretinin. dan ketorolac 30 mg. Selidiki adanya keluhan parestesia.10: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. karbohidrat 57%) 13. N: 92x/menit.

catat adanya perubahan TD ortostatik. 11. 7 – 10 dilanjutkan S : Pasien mengeluh badan terasa lemas. A: Masalah teratasi sebagian P: 1.40: Mengganti IV line pasien dan memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/menit kepada pasien) 14. dan membran mukosa. pasien masih meminta perawat mengulang pertanyaannya O: Pasien mengatakan kurang jelas mendengar apa yang perawat katakan sehingga meminta untuk mengulang pertanyaan lagi A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 1. 6. pasien mengatakan masih sering buang air kecil O: Buang air kecil > 10x/perhari. 2. 3. peningkatan berat badan.dan adanya periode apnea. Pantau suhu. serta munculnya sianosis. Tingkatkan lingkungan yang dapat menimbulkan rasa nyaman. warna kulit. 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). 7. E: S: Pasien mengatakan lemas berkurang. nadi . Berikan cairan dalam batas yang dapat ditoleransi jantung (kira – kira 2000 ml/hari) 8. Pantau tanda-tanda vital.29/08/12 1 10. kulit tampak kering. 9. Kaji adanya perubahan mental atau sensori 10. Kaji nadi perifer. Pantau masukan dan pengeluaran. 5. otot bantu napas. Pantau adanya pola napas seperti kussmaul atau adanya bau keton. nyeri abdomen.00: Menganjurkan pasien mempertahankan istirahat yang optimal dan aktivitas yang sesusai dengan kondisi pasien 14. seperti selimuti pasien dengan selimut tipis. 5. nilai elektrolit dibawah normal: Na :132 mmol/L (137 – 145 mmol/L). edema. catat berat jenis urine. pengisian kapiler.25: Membantu pasien mengganti pakaian yang sudah berkeringat dengan pakaian yang tipis 13. Pantau frekuensi. Observasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat. 2. 4. dan kelembabannya.10: Membantu mobilisasi pasien untuk berjalan – jalan berkeliling ruangan. kualitas pernapasan. Catat hal-hal yang dilaporkan seperti mual. turgor kulit.20: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien 10. 1700 – 1850 cc/hari (poliuri > 1700 ml). muntah distensi lambung.

Observasi tanda – tanda hipoglikemia. melihat CRT pasien. pusing. cemas. mengauskultasi paru.tidak teratur.30: Membaca status pasien dan mencatat balance cairan pasien 15.15: Memberikan obat forres 50 mg dan ketorolac 30 mg 14. mual. pasien mengatakan makan dan minum optimal (makan 1 porsi dan minum air putih antara 1500 – 2000 ml) O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (<10x dari pukul 07. lapar. BUN atau Kreatinin. denyut nadi cepat. RR: 28x/menit.30: Memberikan infusan RL 500 ml (20 tetes/menit) 14. peka rangsang. S: 37. sakit kepala. Osmolalitas darah. mual.10: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien 16. I: 13. dan adanya distensi pada vaskuler. sempoyongan. Auskultasi bising usus. A: Masalah teratasi sebagian P: 1. 3. mengkaji nyeri. Pantau pemeriksaan laboratorium seperti: Hematokrit (Ht). Natrium. Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). Berikan terapi cairan sesuai dengan indikasi 13.1° C. muntahan 2. balance cairan tidak seimbang A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 2 – 15 dilanjutkan S: Pasien mengatakan dapat menghabiskan makanannya hari ini. kulit tampak lebih lembab. Berikan kalium atau elektrolit yang lain melalui IV dan atau melalui oral sesuai indikasi. kulit lembab atau dingin. dan Kalium 14. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L).00: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. pasien mengatakan tubuh lebih segar O: Berat badan turun 13 kg (sebelum sakit 75 kg dan sesudah sakit 62 kg. catat adanya nyeri abdomen atau perut kembung. dan muntah pasien 15. seperti perubahan tingkat kesadaran. N: 88x/menit.00 – 15.00). 12. 29/08/12 2 . tonus otot buruk.45: Menganjurkan pasien menggunakan lotion agar kulit lebih lembab E: S: Pasien mengatakan badan lebih segar.

kulit tampak lebih lembab. RR: 28x/menit. 2. 9. aseton.4. Panggil pasien dengan nama. 7. Lakukan konsultasi dengan ahli diet. Berikan larutan glukosa. dan HCO3. balance cairan tidak seimbang A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 2 – 15 dilanjutkan S: Pasien mengatakan sekarang agak pelupa semenjak tua. pasien mengatakan makan dan minum optimal (makan 1 porsi dan minum air putih antara 1500 – 2000 ml) O: Pasien mengatakan masih banyak buang air kecil (<10x dari pukul 07. N: 88x/menit. melihat CRT pasien. Berikan obat metaklopramid (reglan): tetrasikin.00).30: Membaca status pasien dan melihat intake pasien selama 24 jam 15. mengkaji nyeri.00: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. mengauskultasi paru. 8. S: 37. 6. I: 13. orientasikan kembali sesuai dengan kebutuhannya 28/08/12 3 . pH. hasil elektrolit dibawah normal: Sodium (Na): 132 mmol/L (137 – 145 mmol/L).05: Mengunjungi pasien dan menanyakan makan habis berapa porsi 13. 20% protein dan 20%lemak dalam penataan makan / pemberian makanan tambahan. mual. pasien kadang terlihat bingung A: Masalah teratasi sebagian P: 1. Berikan pengobatan insulin secara teratur dengan metode IV secara intermitten atau secara berkelanjutan. Berikan diet kira – kira 60% karbohidrat. 5. misalnya dektrosa dan setengah salin normal.00 – 15. seperti glukosa darah. Klorida (Cl): 96 mmol/L (98 – 107 mmol/L). pasien mengeluh agak kabur dalam Melihat O: Perawat masih mengulang pertanyaan ketika bertanya kepada pasien. Pantau pemeriksaan laboratorium. Pantau tanda – tanda vital dan status mental. dan muntah pasien 15.1° C.15: Memberikan obat forres 50 mg dan ketorolac 30 mg 14.10: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien E: S: Pasien mengatakan badan lebih segar.

atau kehilangan sensori pada paha atau kaki. 4.00: Mengobservasi TTV dengan hasil TD: 160/100 mmHg. mengauskultasi paru. 5.3. Lakukan kolaborasi untuk pemberian pengobatan sesuai dengan obat yang ditentukan untuk mengatasai DKA sesuai indikasi 7.05: Mengunjungi pasien dan menanyakan makan habis berapa porsi (1 porsi) 13. dan muntah pasien 15. melihat CRT pasien. osmolalitas darah . seperti glukosa darah. I: 13.10: Menanyakan dan memeriksa balance cairan pasien E: S: Pasien masih meminta perawat mengulang pertanyaannya O: Pasien mengatakan kurang jelas mendengar apa yang perawat katakan sehingga meminta untuk mengulang pertanyaan lagi A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi 1. ureum kretinin.15: Menanyakan nama dan tanggal lahir pasien sebelum memberikan obat forres 50 mg dan ketorolac 30 mg 14. RR: 28x/menit. 7 – 10 dilanjutkan .30: Membaca status pasien dan melihat intake pasien selama 24 jam 15. nyeri. 5. 6. N: 88x/menit.1° C. mual. mengkaji nyeri. Pantau nilai laboratoriun. 2. Lindungi pasien dari cedera Selidiki adanya keluhan parestesia. Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi. S: 37. Hb/Ht.

5 .Nama NIM Tanggal : Friskilla Elvita Handayani : 50120080016 : 1 September 2012 Pertanyaan Nilai Potensial 0. jelaskan dengan spesifik bagaimana obat tersebut berkaitan dengan diagnosis 1.2005). Nama obat (generik) 2.5 1. Mengapa pasien diresepkan obat ini? Identifikasi apakah obat tersebut berkaitan dengan perawatan pasien saat ini atau dengan riwayat pasien dimasa lalu. Merk dagang obat (jika diresepkan atau disuplai dibawah suatu merk dagang) 3. Bagaimana perbandingan antara dosis yang diresepkan bagi pasien dan dosis yang direkomendasikan? 4. 2010). Dapat dipakai sebagai obat tunggal atau diberikan sebagai obat kombinasi dengan sulfonilurea. Untuk terapi pada pasien diabetes yang tidak tergantung insulin dan kelebihan berat badan dimana kadar gula tidak bisa dikontrol dengan diet saja. Untuk terapi tambahan pada penderita diabetes dengan ketergantungan terhadap insulin yang simptomnya sulit dikontrol. Dengan demikian antara dosis yang diresepkan dan direkomendasikan sesuai (MIMS.5 0.5 Nilai Aktual Metformin HCl Diafac (Phapros) Dosis yang direkomendasikan untuk pemberian oral (tablet 500 mg) 2-3x/hari yang diberikan sesudah makan. Dosis yang diresepkan adalah pemberian oral (tablet 500 mg) 2x/hari dan diberikan sesudah makan. (Phapros. Komentar 1.

dan sedang dilakukan. reaksi hipoglikemia. guna mencegah dan meminimalkan reaksi merugikan dan efek samping obat tersebut? Identifikasi apakah tindakan – tindakan ini merupakan intervensi keperawatan dan/atau intervensi medis.5 1. trombositopenia. demam. anemia hemolitik (MIMS. Bagaimana anda akan mengkaji dan mengevaluasi apakah obat tersebut efektif dan mencapai sasaran yang telah anda identifikasi diatas? Bisa digunakan dengan insulin untuk meningkatkan kontrol gula darah dan atau mengurangi kebutuhan dosis yang diperlukan dari insulin yang berhubungan dengan NIDDM atau diabetes mellitus tipe II (Drugs.5 Pada penggunaan oral dosis tunggal dari metformin HCl. 5. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan lab per tanggal 26/08/12 kadar gula darah puasa adalah 159 mmol/ L (<140 mmol/L) walaupun kadar gula darah pasien masih agak tinggi namun terkontrol.medis/psikiatrik kronis pasien. sakit kepala. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh perawat. 6. dapat dilihat pada status glikemik pasien. dan evaluasi anda tentang hal ini pada diri pasien.com. agranulositosis. Karena tidak didapatinya efek samping yang ditimbulkan oleh obat. Identifikasi efek samping dan reaksi merugikan yang dapat ditimbulkan obat. 1. tidak ditemukan adanya efek samping yang ditimbulkan oleh obat. leucopenia. nyeri lambung. 8. Skala 1. namun karena tidak adanya pemeriksaan berulang pada kadar gula pasien sehingga tidak terkaji apakah efek obat maksimal pada pasien. Tindakan apa yang dapat. muntah. 7. maka tidak ada intervensi medis maupun keperawatan yang dilakukan guna menghilangkan atau meminimalisi efek samping yang ditimbulkan oleh obat.5 1. Apa manfaat dari kerja obat yang diberikan bagi pasien? Anda harus menghubungkannya dengan kondisi medis/psikiatrik yang mendasari pemberian obat resep tersebut. onset masimaal dicapai pada nilai rata-rata 7 jam dan pada kisaran 4-8 jam. identifikasi. Efek samping dari Metformin HCl adalah mual. 2010). dan bahas hasil pengkajian. 2012). Untuk melihat apakah obat ini mencapai sasaran.5 . alergi kulit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->