Tindakan Kriminal dan Kejahatan

Tindakan kriminal adalah segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang pencuri, pembunuh, perampok, atau teroris. Walaupun begitu kategori terakhir, teroris, agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham. Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim, maka orang ini disebut seorang terdakwa. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum: seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana. Dalam mendefinisikan kejahatan, ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis. Secara yuridis, kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal, reaksi informal, dan reaksi non-formal.

Penggolongan
1. Penjahat dari kecenderungan (bukan karena bakat). 2. Penjahat karena kelemahan (karena kelemahan jiwa sehingga sulit menghindarkan diri untuk tidak berbuat). 3. Penjahat karena hawa nafsu yang berlebihan dan putus asa.

Sebab
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pertentangan dan persaingan kebudayaan Perbedaan ideologi politik Kepadatan dan komposisi penduduk Perbedaan distribusi kebudayaan Perbedaan kekayaan dan pendapatan Mentalitas yang labil faktor dasar seperti faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional

Akibat
1. 2. 3. 4. Merugikan pihak lain baik material maupun non material Merugikan masyarakat secara keseluruhan Merugikan negara Menggangu stabilitas keamanan masyarakat

Solusi
1. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat. 2. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. 3. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai busaya bangsa sendiri.

atau dengan kata lain tindakan kriminal ini bagaikan hantu yang bergentayangan bagi masyarakat banyak yang tidak tahu kapan tindakan kriminal ini datang menghampiri masyrakat tersebut. Sehingga itu semakin banyak orang-orang yang mengambil jalan cepat untuk mendapatkan suatu uang. seperti sekolah. yaitu dengan cara melakukan tindakan kriminal.4. menimbulkan berbagai macam pertanyaan dan ketakutan tersendiri bagi masyarakat. Uang merupakan suatu alat tukar yang sangat susah untuk didapat saat ini. Sehingga. dimana kebayakan pelakunya berasal dari masyrakat kecil atau kurang mampu. banyak mungkin dari masyrakat yang ada bertanya-tanya. hal ini juga menimbulkan suatu pertanyaan lagi. inilah sebagai bukti bahwa uang itu sangatlah penting bagi kehidupan saat ini. dan salah satu perkerjaan yang mudah untuk mendaptkan uang itu adalah dengan melakukan tindakan kriminal. Semakin hari semakin banyak saja tingkat kriminal yang terjadi di Negara ini. apa yang menyebabkan tingkat kriminal ini semakin hari semakin bertambah dei Negara ini. lihat saja hampir setiap hari di media-media baik media cetak maupun eletronik selalu memberitakan tentang kasus-kasus kriminal yang terjadi. Mungkin ada beberapa jawaban yang dapat menjawab pertanyaan tentang apa penyebab dari semakin meningkatnya tindakan kriminal semakin bertambah. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural. Namun. dimana yang menjadi factor utamanya adalah bertambahnya tingkat pengangguran di Negara ini yang disebabkan kurangnya lapngan perkerjaan di Negara ini. baik dari tindak kriminal kecil seperti mencuri sampai tindak kriminal besar seperti pembunuhan. pengajian. tidak hanya yang terjadi di kota-kota besar tetapi di kota-kota kecil pun tingkat kriminal ini setiap harinya selalu bertambah. seakan-akan uang itu bagaikan suatu benda yang sangat penting harganya. kenapa kriminal itu menjadi suatu jalan untuk mencari dan mendapatkan uang dengan cepat. Bagaimana tidak. uang sekarang itu sangat perlu bagi masyrakat di Negara ini. apalagi di zaman yang penuh dan serba modern seperti saat ini. namun sangat mudah untuk dihabiskan. Hal ini. dan kebayakan pelakunya berasal dari masyrakat yang kurang mampu. Dari semakin meningkatnya tindakan kriminal yang terjadi ini. ketika uang sangat diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan. pada saat ini orang mau buang air kecil saja harus bayar. Dari maka itulah kenapa orang harus mencari suatu perkerjaan yang mudah dan cepat untuk mendaptkan uang pada saat ini. dan organisasi masyarakat. disebabkan karena di Negara ini belum banyaknya lapangan kerja yang dapat menampung semua masyarakat yang ada di Negara ini. jika pun ada lapangan perkerjaan itu juga mempunyai banyak prasyaratan suapaya seseorang dapat .

karena dengan adanya pelatihan-pelatihan ini dapat membuat kualitas seseorang itu dapat menjadi lebih baik sehingga lapangan perkerjaan yang tadinya telah ada dan diciptakan tidak dengan sia-sia diciptakan. yang dimana beberapa cara tersebut antara lain adalah pemerintah dan pihak swasta berkerja sama untuk membuat dan menciptakan suatu lapangan perkerjaan yang melimpah. . Tindakan ini biasanya didahului dengan keadaan masyarakat yang tidak ada penyesuaian (konformisme) yang sempurna ditandai dengan adanya berbagai perilaku menyimpang dan berbagai konflik. White collar crime Merupakan kejahatan terselubung yang dilakukan para eksekutif baik kalangan penguasa maupun pengusaha dalam menjalankan peran sosialnya. sebagai jalan untuk mengurangi tindakan kriminal yang ada di Negara ini. khususnya yang menyangkut pidana dan perdata yang pada dasarnya merupakan tindakan yang merugikan orang lain. sehingga dengan adanya lapangan perkerjaan tersebut orang-orang yang tak memiliki perkerjaan dapat berkerja. sehingga orang-orang yang tak mempunyai syarat seperti yang dibutuhkan dalam suatu lapangan perkerjaa. A. Selain dengan cara menciptakan lapangan perkerjaan yang lebih banyak. yang salah satunya adalah melakukan tindakan kriminal tersebut. Tindak kriminalitas dibagi menjadi : 1. ada cara lain juga yang dapat mengurangi tindakan kriminal yang ada di Negara ini. Ada beberapa cara yang dapat membuat tindakan kriminal di Negara ini semakin berkurang. Kriminalitas Kriminalitas adalah suatu bentuk pelanggaran terhadap norma hukum. tetapi bisa jadi orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tersebut tidak mempunyai kualitas yang baek untuk mendapatkan suatu perkerjaan atau lapangan perkerjaan. Juga karena adanya perubahan masyarakat dan kebudayaan yang cepat tetapi tidak dapat diikuti oleh seluruh anggota masyarakat. membuat orang-orang yang tak dapat masuk kedalam suatu lapangan perkerjaan tersebut memilih jalan lain untuk mendapatkan uang dan bertahan hidup. lapangan perkerjaan yang ada atau yang diciptakan oleh pihak pemerintah tersebut dapat membuat pra syarat yang dapat memudahi masyrakat kecil dapat masuk ke dalam lapangan perkerjaan. Karena orang-orang yang melakukan tindakan kriminal tersebut mungkin bisa jadi bukanlah orang-orang yang tidak bisa berkerja dengan baek. Namun. Kejahatan ini merupakan dampak dari pengembangan masyarakat yang pesat namun hanya menekankan pada aspek finansial material. Beberapa hal yang menyebabkan tindak kriminalitas. sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. tekanan mental. dan kebencian. yaitu dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis kepada masyrakat yang kurang mampu. yaitu : adanya kepincangan sosial.berkerja.

Korupsi nepotetik dan kroniisme Yakni perlakuan istimewa pada saudara atau kerabat yang dilakukan oleh para penguasa dalam rekruitmen. Namun. Berikut beberapa macam tindakan korupsi : a. Tindakan kriminalitas mengakibatkan hal-hal sebagai berikut : 1. pencuri sepeda. dan Calhoun (1989) memberikan klasifikasi tentang kejahatan yang muncul karena lemahnya pengendalian sosial sebagai berikut : a. para ahli sosiologi membuat klasifikasi yang berbeda dengan klasifikasi yang dianut penegak hukum. dan kurang terampil. pemberian “upeti” kepada penguasa. Light. “pembunuhan karakter” politik terhadap lawan polotik dan sebagainya. misal penjahat kelas teri seperti : pencopet. Korupsi subversif Yakni pencurian kekayaan negara oleh para penguasa atau pengusaha yang merusak kehidupan ekonomi bangsa. keputusan agar dapat mendatangkan keuntungan ekonomi bagi dirinya sendiri. Dapat mengganggu stabilitas negara 2. pencuri pakaian yang sedang dijemur. 2. Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain 3. Mereka sulit menghindar dari jerat hukum dan alat pengendalian sosial lain. dan sebagainya. Kejahatan Kejahatan biasanya dibayangkan sebagai kejahatan yang tercantum dalam kitab UU hukum pidana dan perdata serta dipantau aparat penegak hukum. c. aturan. memiliki keuangan yang kuat. Kejahatan tanpa korban ( Crimes without victims) . Korupsi manipulatif Yakni kejahatan pengusaha untuk mendapat lebijaksanaan. atau pembagian aktivitas yang mendatangkan keuntungan sosial ekonomi maupun politik. kurang pandai.Para pelakunya mempunyai kekuasaan. Dapat menimbulkan trauma B. Keller. penyuapan pengaliran dana ilegal. Korupsi ekstarsif Yakni suap pengusaha pada penguasa agar memperoleh kemudahan bisnis. d. Blue collar crime Adalah kejahatan yang dilakukan oleh keluarga ekonomi lemah. b. sehingga meskipun mereka berbuat kejahatan sulit dikenai sanksi hukum Contoh dari white collar crime : tindakan korupsi. pencuri ayam.

namun dalm pandangan sosiologi perbuatan itu bisa merugikan orang lain. Contohnya kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawannya yang tidak memberikan alat pelindung yang memadai sehingga karyawan celaka yang menyebabkan cacat permanen ataupun sementara dan perusahaan tidak mau mengganti rugi. Kejahatan terorganisasi transnasional ( transnational organized crime ) Yaitu kejahatan terencana yang melampaui batas negara dan dilakukan oleh organisasiorganisasi dengan jaringan global. definisi kejahatan terhadap kemanusiaan ialah Perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terdapat penduduk sipil. bermabuk-mabukkan. seks bebas secara suka sama suka antara orang dewasa. Kejahatan terorganisasi ( organized crime ) Yaitu komplotan berkesinambungan untuk memperoleh uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum melalui rasa takut atau korupsi. pada suatu skala yang sangat besar. Contohnya melakukan monopoli secara tidak sah atas dasr tertentu. Menurut UU tersebut dan juga sebagaimana diatur dalam pasal 7 Statuta Roma. Contohnya penghindaran pajak dan penggelapan uang perusahaan. dan kejahatan Agresi. Kejahatan perang. b. seperti yang terjadi di Jerman oleh pemerintahan Hitler serta yang terjadi di Rwanda dan Yugoslavia Diatur dalam Statuta Roma dan diadopsi dalam Undang-Undang no. Walaupun perbuatan tersebut dianggap tidak merugikan orang lain. e. Contohnya : berjudi. yang dilaksanakan untuk mengurangi ras manusia secara keseluruhan. Contohnya sindikat obat terlarang dan bahan nuklir. Pengadilan kriminal internasional . pemutaran uang hasil kejahatan dalam bentuk saham. penyalah gunaan obat bius. sebagai suatu kejahatan penyerangan terhadap yang lain. Kejahatan kemanusiaan Kejahatan terhadap umat manusia adalah istilah di dalam hukum internasional yang mengacu pada tindakan pembunuhan massal dengan penyiksaan terhadap tubuh dari orang-orang. d. penyelundupan pekerja asing kedalam suatu negara. c. Kejahatan atas nama organisasi formal ( corporate crime ) Yaitu kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi formal dengan tujuan menaikkan keuntungan dan menekan kerugian. Biasanya kejahatan terhadap kemanusian dilakukan atas dasar kepentingan politis. Pelanggaran HAM berat lainnya ialah Genosida.Yaitu suatu perbuatan yang dilakukan dan dianggap sebagai perbuatan tercela oleh masyarakat. Kejahatan terhadap kemanusiaan ialah salah satu dari empat Pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court. 26 tahun 2000 tentang pengadilan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Kejahatan kerah putih ( white colar crime ) Yaitu konsep yang dilakukan orang terpandang atau berstatus tinggi dalam rangka pekerjaanya. Contohnya orang mabuk yang menyakiti orang lain. Para sarjana Hubungan internasional telah secara luas menggambarkan "kejahatan terhadap umat manusia" sebagai tindakan yang sangat keji.

teroris. (d) Pengusiran atau pemindahan penduduk (e) Perampasan kemerdekaan / perampasan kebebasan fisik lain (f) Menganiaya. Kriminalitas atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. agak berbeda dari kriminal karena melakukan tindak kejahatannya berdasarkan motif politik atau paham. kebudayaan. (b) Pemusnahan (c) Perbudakan. (k) Perbuatan lainnya yang tak berperikemanusiaan yang dilakukan secara sengaja sehingga mengakibatkan penderitaan. . Kejahatan-kejahatan terhadap perikemanusiaan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 7 Statuta Roma tersebut adalah serangan yang meluas atau sistematik yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil dengan tujuan :: (a) Pembunuhan. Biasanya yang dianggap kriminal adalah seorang preman.Pada tahun 2002 di kota Hague di Belanda dibentuklah suatu pengadilan kriminal internasional yang dalam bahasa Inggris disebut International Criminal Court (ICC) dan Statuta Roma memberikan kewenangan kepada ICC untuk mengadili kejahatan genosida. jenis kelamin (gender) sebagaimana diatur dalam artikel 3 ICC ataupun adengan alasan-alasan lainnya yang secara umum diketahui sebagai suatu alasan yang dilarang oleh hukum internasional (i) Penghilangan seseorang secara paksa. menghamili secara paksa. agama. pencuri. (j) Kejahatan apartheid. Walaupun begitu kategori terakhir. memaksa seorang menjadi pelacur. kejahatan terhadap perikemanusiaan dan kejahatan perang. Sebab ini merupakan asas dasar sebuah negara hukum: seseorang tetap tidak bersalah sebelum kesalahannya terbukti. atau teroris. maka orang ini disebut seorang terdakwa. ensiklopedia bebas. melakukan sterilisasi secara paksa. perbudakan seksual. ataupun bentuk kejahatan seksual lainnya . kebangsaan. (h) Penyiksaan terhadap kelompok berdasarkan alasan politik. ras. luka parah baik tubuh maupun mental ataupun kesehatan fisiknya.Dan Bagaimana Cara Mengatasinya Pengertian Kriminalitas : Menurut Wikipedia bahasa Indonesia. pembunuh. perampok. etnis. Pelaku tindak kriminal yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman disebut sebagai terpidana atau narapidana. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Kerusuhan dan Tindakan Kriminal di Indonesia pada saat ini. Selama kesalahan seorang kriminal belum ditetapkan oleh seorang hakim. (g) Memperkosa. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.

Pengertian Kekerasan Menurut Wikipedia bahasa Indonesia. dan aparatnya. Aparat yang harusnya menjaga keamanan. juga terjadi demoralisasi pihak petugas yang mestinya menjaga keamanan.com. tibatiba memberontak. Dr Imam B. Ketika negara yang mewakili masyarakat sudah tidak dipercaya lagi. Pada saat yang sama masyarakat belum atau tidak melihat adanya upaya yang berarti dari aparat keamanan sendiri untuk mengembalikan citra yang telah jatuh tersebut. Masyarakat pun kemudian melihat bahwa hukum telah jatuh. Mereka yang selama ini diam. dan reaksi non-formal. maka masyarakatlah yang akan mengambil alih kendali hukum. Kekerasan yang dilakukan perorangan .Dalam mendefinisikan kejahatan. Melihat maraknya kekerasan akhir-akhir ini dipengaruhi oleh banyaknya orang yang mengalami ketertindasan akibat krisis berkepanjangan. Tentunya dengan cara mereka sendiri Keragaman Jenis dan Definisi Kekerasan a. Kesan tersebut seolah message (tanda) yang diterjemahkan bahwa hal yang terjadi akhir-akhir ini. ada beberapa pandangan mengenai perbuatan apakah yang dapat dikatakan sebagai kejahatan. sistem. http://bpsntbandung. Sementara itu pada saat kontrol sosial melemah. Sardjono Djatiman dalam. justru melakukan tindak pelanggaran. Secara yuridis. Sementara menurut Sosiolog. kejahatan dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal. karena ketidakadilan telah menjadi tontonan masyarakat sehari-hari. Reaksi sosial tersebut dapat berupa reaksi formal. Prasodjo dalam. ensiklopedia bebas. kata Imam. Ketidakpercayaan itu sudah terakumulasi sedemikian lama. Ini. Secara kriminologi yang berbasis sosiologis kejahatan merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat (dengan kata lain terdapat korban) dan suatu pola tingkah laku yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat .com memperkirakan masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada hukum. http://bpsntbandung. Definisi kejahatan dalam pengertian yuridis tidak sama dengan pengertian kejahatan dalam kriminologi yang dipandang secara sosiologis. Kekerasan (Violence berasal dari bahasa Latin violentus yang berasal dari kata vī atau vīs berarti kekuasaan atau berkuasa) adalah dalam prinsip dasar dalam hukum publik dan privat Romawi yang merupakan sebuah ekspresi baik yang dilakukan secara fisik ataupun secara verbal yang mencerminkan pada tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan atau martabat seseorang yang dapat dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang umumnya berkaitan dengan kewenangannya yakni bila diterjemahkan secara bebas dapat diartinya bahwa semua kewenangan tanpa mengindahkan keabsahan penggunaan atau tindakan kesewenang-wenangan itu dapat pula dimasukan dalam rumusan kekerasan ini. Sosiolog lain. lebih membolehkan untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut. reaksi informal. Aksi itu juga dipicu oleh lemahnya kontrol sosial yang tidak diikuti dengan langkah penegakkan hukum. ditanggapi secara keliru oleh para pelaku tindak kejahatan.

Theory of symbolic power) merupakan tindakan kekerasan yang tak terlihat atau kekerasan secara struktural dan kultural (Johan Galtung. psikologis (pelecehan). telah berperan dalam membuat kekerasan yang dulunya dianggap merupakan urusan militer menjadi masalah moral dan menjadi urusan masyarakat pada umumnya. genosida. dan kekerasan yang terkoordinir. Tindakan kekerasan yang tercantum dalam hukum publik Yakni tindakan kekerasan yang diancam oleh hukum pidana (sosial.kepada binatang dan harta-benda. Istilah "kekerasan" juga berkonotasi kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak. pemukulan. hak untuk memberontak atau alasan pembunuhan terhadap raja lalim walaupun tindakan kekerasan dapat dibenarkan dalam teori hukum untuk pembelaan diri atau oleh doktrin hukum dalam kasus perlawanan terhadap penindasan di bawah tirani dalam doktrin hak asasi manusia. Kekerasan pada dasarnya tergolong ke dalam dua bentuk kekerasan sembarang. dll. yang mencakup kekerasan dalam skala kecil atau yang tidak terencanakan. kedahsyatan peperangan modern telah kian meningkat hingga mencapai tingkat yang membahayakan secara universal. oleh seseorang dalam lingkup lingkungannya. legitimasi untuk melakukan kekerasan secara sah" yakni dengan alasan untuk melaksanakan putusan pengadilan. dll. dan hingga batas tertentu . Kekerasan simbolik (Bourdieu. dll. Sejak Revolusi Industri. e. ekonomi atau psikologis (skizofrenia. Kekerasan dalam politik Umumnya pada setiap tindakan kekerasan tersebut dengan suatu klaim legitimasi bahwa mereka dapat melakukannya dengan mengatas namakan suatu tujuan politik (revolusi. masyarakat. Dari segi praktis. Secara khusus dalam hubungannya dengan peperangan. b. c. .)).) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. peperangan dalam skala besar-besaran dianggap sebagai ancaman langsung terhadap harta benda dan manusia. Kekerasan yang dilakukan oleh negara atau kelompok Menurut Max Weber didefinisikan sebagai "monopoli. karena kemampuannya yang kian meningkat. d. verbal (termasuk menghina). pemerkosaan. dan makhluk hidup lainnya di muka bumi. perlawanan terhadap penindasan. Kekerasan antara lain dapat pula berupa pelanggaran (penyiksaan. budaya. menjaga ketertiban umum atau dalam keadaan perang yang dapat berubah menjadi semacam perbuatanan terorisme yang dilakukan oleh negara atau kelompok yang dapat menjadi salah satu bentuk kekerasan ekstrem (antara lain. Cultural Violence) dalam beberapa kasus dapat pula merupakan fenomena dalam penciptaan stigmatisasi.).Perlakuan kekerasan dengan menggunakan fisik (kekerasan seksual). jurnalisme. yang dilakukan oleh kelompok-kelompok baik yang diberi hak maupun tidak seperti yang terjadi dalam perang (yakni kekerasan antar-masyarakat) dan terorisme.

Maka tindak kriminal dan kekerasan dapat dilakukan oleh siapa. 4. Tingkat penganguran yang tinggi Dikarenakan tingkat penganguran yang tinggi maka pendapatan pada suatu daerah sangat rendah dan tidak merata. 5. Pertentangan dan persaingan kebudayaan Hal ini dapat memicu suatu tindakan kriminal yang mengacu pada kekerasan bermotif SARA (Suku. Pada saat ini kebutuhan masyarakat akan menjadi sangat tinggi baik primer maupun skunder dan sebagian orang lain mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutahannya dengan melakukan tindakan kriminal dan bahkan disertai dengan tindakan kekerasan. Sebagai contoh budaya orang barat yang menggunakan busana yang mini para kaum wanita. Layaknya seorang preman jika ingin memenuhi kebutahannnya mungkin dia hanya akan menggunakan cara yang mudah. dan dalam konteks yang umum ini. telah berperan dalam mengurangi relativisme moral yang biasanya berkaitan dengan nasionalisme. bahkan dapat dilakukan oleh orang yang paling dekat bahkan orang yang paling dipercaya. Kepadatan dan komposisi penduduk Seperti yang terjadi di kota Jakarta. 3. gerakan "antikekerasan" internasional telah semakin dikenal dan diakui peranannya. Mentalitas yang labil Seseorang yang memiliki mentalitas yang labil pasti akan mempunyai jalan pikiran yang singkat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi.Transkulturasi. . Perbedaan distribusi kebudayaan Distribusi kebudayaan dari luar tidak selalu berdampak positif bila diterapkan pada suatu daerah atau negara. tingkat strees. Aliran) seperti yang terjadi pada kerusuhan di Sampit antara orang Madura dan orang Kalimantan 2. Ras. pemerasan dan lain sebagainya. Namun selain faktor-faktor di atas tindakan kriminal dan kekerasan dapat terjadi jika ada niat dan kesempatan. Faktor ekonomi mungkin yang paling berpengaruh dalam terjadi tindakan kriminal dan keadaan ini akan semakin parah pada saat tertentu seperti misalnya pada Bulan Puasa (Ramadhan) yang akan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Hal ini sangat memicu seseorang atau kelompok untuk melakukan jalan pintas dalam memenuhi kebutahannya dan mungkin dengan cara melakukan tindak kriminal dan kekerasan. Agama. karena teknologi moderen. seperti meminta pungutan liar. Dan ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi terjadinya tindakan kriminal dan kekerasan antara lain sebagai berikut : 1. Faktor-faktor Pemicu Tindakan Kriminal dan Kekerasan Ada beberapa hal yang mempengaruhi para pelaku dalam melakukan tindakan kriminali dan kekerasan. tidak hanya oleh preman atau perampok. dan lain sebagianya yang berpotensi mengakibatkan seseorang atau kelompok untuk berbuat tindakan kriminal dan kekerasan. hal ini akan menggundang untuk melakukan tindakan kriminal dan kekerasan seperti pemerkosaan dan perampokan. karena kepadatan dan komposisi penduk yang sangat padat dan sangat padat di suatu tempat mengakibatkan meningkatnya daya saing.

Merugikan Negara 4. begitu pula yang terjadi di dalam gerbong kereta api. Diantara ratusan penumpang kereta api pasti terselip beberapa preman yang beraksi di stasiun maupun di dalam gerbong kereta api. Mangakibatkan trauma kepada para korban Dengan kata lain dampak dari fenomena tindakan kriminal dan kekerasan ini adalah mengakibatkan kersahaan dimasyarakat dan peran penegak hukum seperti polisi akan sangat diandalkan untuk menangulanginya. Ataupun melakukan pungutan liar kepada lapak-lapak pedagang. 3. Merugikan masyarakat secara keseluruhan 3. namun peran masyarakat juga akan sangat membantu para polisi dalam menangulangi seperti memberikan informasi dan pengamanan lingkungan sekitarnya dengan melakukan siskamling (sistem keamanan lingkungan) yang terintregasi dengan tokoh masyarakat dan polisi. Termasuk juga dalam tindakan kriminal dan kekerasan yang pasti akan berdampak negatif seperti : 1. . Preman memandang ini sebagai lahan untuk melakukan tindakan kriminalitas karena banyak orang membawa barang berharga. Pasar Tradisional Pasar tradisional merupakan salah satu tempat perekonomian berjalan. Tempat-tempat yang biasanya terdapat preman antara lain sebagai berikut : 1. Ruang Lingkup Tindakan Kriminal Dalam melakukan tindakan kriminal biasanya dilakukan di tempat keramaian di mana banyak orang. karena di dalam pasar terdapat penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli. Merugikan pihak lain baik material maupun non material 2. Stasiun Kereta Api dan Gerbong Kereta Stasiun kereta api merupakan tempat yang sangat rampai pada jam berangkat dan jam pulang kerja. 2.Dampak Dari Tindakan Kriminal dan Kekerasan Setiap perbuatan pasti memiliki dampak dari perbuatannya. Karena semakin banyak kesempatan untuk melakukan tindakan kriminal. Menggangu stabilitas keamanan masyarakat 5. Terminal Bus Merupakan tempat yang banyak orang berdatangan ke terminal bus untuk menuju tempat tujuan. hal ini digunakan untuk melakukan tindak kriminal pada para penumpang bus maupun para supir bus. Setiap gerbong kereta api pasti akan selalu padat bahkan hingga atap kereta api. Hal ini biasanya terdapat di kereta api ekonomi.

dan lain sebagainya. dan truk yang akan menyeberang. Khusus tindakan pungutan liar setiap wilayah wajib menyetorkan hasilnya kepada pimpinannya yang kemudian disetorkan kepada oknum. biasanya melakukan tindak krimanal dengan cara pembiusan atau hipnotis kepada penumpang kapal. Hal ini dilakukan agar para pelaku tindak kriminal dapat perlindungan dan wewenang dalam satu wilayah. . Biasanya hal ini dilakukan pada malam hari. Hal ini dilirik untuk melakukan tindakan kriminal. Setiap wilayah terdapat seorang pemimpin yang mengkoordinasikan para anak buahnya dalam melakukan tindakan kriminal. 5. Pada saat ini banyak para pelaku melakukan tindakan kriminal secara berkelompok. biasanya pelaku melakukan tindak krimanal pada persimpangan jalan yang tidak ada pengamanan dari polisi. dan melakukan pungutan liat kepada bus dan truk yang akan memasuki pelabuhan. misalnya berbusana mini. Dikarenakan hal ini merupakan dari pencegahan sejak dini untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal dan mencegah menjadi pelaku tindakan kriminal. Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak. 5. Disini terdapat manusia. Hal ini akan sangat ampuh untuk memberikan efek jera kepada para pelaku agar tidak mengulangi kembali tindakannya 2. seperti sekolah . namun ada juga yang masih melakukan tindakan kriminal secara individu. Pelabuhan Pelabuhan merupakan tempat penyeberangan antar pulau. dimana mobil terhenti pada lampu lalu lintas.4. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural . Hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan tindakan kriminal dan para pelaku terbagi atas wilayah kekuasaan yang telah terbagi dan terorganisasi. Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat. bus. 3. Karena setiap budaya luar belum tentu baik untuk budaya kita. berprilaku seperti anak punk. pengajian dan organisasi masyarakat. diantaranya sebagai berikut : 1. Melakukan pelatihan atau kursus keahlian bagi para pelaku tindak kriminal atau penganguran agar memiliki keterampilan yang dapat dilakukan untuk mencari lapangan pekerjaan atau melakukan wirausaha yang dapat membuka lapangan kerja baru. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai budaya bangsa sendiri. Jalan Raya Merupakan tempat umum yang hampir tidak pernah sepi. Solusi Penyelesaian Masalah Setiap permasalahan pasti ada cara untuk mengatasinya dan ada beberapa cara untuk mengatasi tindak kriminal dan kekerasan. 4.

Tidak berpenampilan terlalu mencolok 4. Legitimasi Untuk Melakukan Kekerasan Secara Sah 2010 Sardjono Djatiman. Mencegah Tindakan Kriminal dan Kekerasan Ada baiknya mencegah dari pada mengalami tindakan kriminal dan kekerasan.com Maret 2001 Wikipedia bahasa Indonesia. Kondisi sekarang sangat memprihatinkan.com. Artinya.Solusi ini akan berjalan baik bila peran serta pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan ini. dalam masyarakat modern telah ada semacam share of responsibility. 18 Juli 2010 Wikipedia bahasa Indonesia. Tugas keamanan telah diambil alih oleh agen-agen formal.org/wiki/Kriminal. http://bpsntbandung. ensiklopedia bebas http://id. Monopoli. 20 Oktober 2010 faktor penyebab kerusuhan dan tindakan kriminal di Indonesia Latar Belakang Kejahatan: 1. Selain itu.wikipedia. Maret 2001 Max Weber .wikipedia.org/wiki/Kekerasan. Pengadilan Brutal. Berikut beberapa cara untuk mencegah atau menghindari tindakan kriminal dan kekerasan : 1. Prasodjo. ensiklopedia bebas http://id.org/wiki/Fenomena. Bila berpergian ada baiknya tidak sendirian 5. perlu juga mempolisikan masyarakat. sikap tak acuh masyarakat itu dalam kerangka psikologi sosial dapat dipahami. Pengadilan Brutal. yakni polisi itu sendiri. bahkan di depan matanya. ensiklopedia bebas http://id. http://bpsntbandung. ada fungsi pengamanan dan pencegahan kejahatan yang dijalankan oleh masyarakat.wikipedia. masyarakat seolah tidak peduli apabila terjadi kejahatan di sekelilingnya. Menguasai ilmu bela diri Daftar pustaka Imam B. 22 September 2010 Wikipedia bahasa Indonesia. Biologik . Dan semua pihak harus melakukan rekonsiliasi untuk memulihkan ekonomi terutama dengan masyarakat kelas bawah dan harus diingat bahwa kemerosotan ekonomi mengakibatkan tingkat kejahatan meningkat. Jangan mudah percaya kepada orang baru dikenal 3. Tidak memakai perhiasan yang berlebih 2. Dalam kerangka itu juga dapat difahami jika kita tidak lagi bisa berharap pada lembaga informal seperti tokoh masyarakat untuk mengendalikan keamanan karena peran-peran institusi informal telah diruntuhkan oleh pemerintah.

Oleh karena: 1) Lingkungan seseorang ini dalam batas-batas tertentu ditentukan oleh pikirannya sendiri. Apa yang diteruskan seseorang sebagai pewarisan kepada generasi yang berikutnya semata-mat tergantung dari genotype. Apa yang tampaknya keluar olehnya. Dalam batas-batas tertentu kebalikannya juga benar. 2) Lingkungan seseoprang dan pengaruh lingkungan ini terhadapnya dalam sesuatu batas tertentu. harus diingat bahwa kita menghadapi pengertin yang relatif. tapi hasil dari pembawaan dan fktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi dan membentuk pembawaan sepanjang masa. 1986:39) menyebutkan 2 doktrin. . 2) Orangnya dapat banyak mempengaruhi dan mengubah factor-faktor lingkungan ini. karena pengaruhnya yang terus menerus terhadap pembawaan. Di samping itu. Bila kita maksudkan lingkungan sesuatu individu. Perbedaan antara genotype dan phenotype bukanlah hanya disebabkan karena hukum biologi mengenai keturunan saja. Genothype dan Phenotype Stephen Hurwitz (1986:36) menyatakan perbedaan antara kedua tipe tersebut bahwa Genotype ialah warisan sesungguhnya. Lingkungn merupakan factor yang potensial yaitu mengandung suatu kemungkinan untuk member pengaruh dan terujudnya kemungkinan tindak criminal tergantung dari susunan (kombinasi) pembawaan dan lingkungan baik lingkungan stationnair (tetap) maupun lingkungan temporair (sementara). yaitu lingkungan dalam hubungannya dengan individu tersebut dan karena itu berbeda dengan lingkungan yang berhubung dengan individu lain. adalah phenotype yaitu hasil dari pembawaan yang diwaris dari orang tuanya dengan pengaruh-pengaruh dari luar.a. Phenotype ialah pembawaan yang berkembang. mengakibatkanterwujudnya sesuatu kepribadian dan sebaliknya factor lingkungan tergantung dari factor-faktor pembawaan. tergantung pula dari pengaruh-pengaruh luar terhadap organism yang telahatau belum lahir. teristimewanya bagi sifat-sifat mental. Lingkungan Mahzab lingkungan pada mulanya hanya memperhatikan komponen-komponen di bidang ekonomi. Lingkungan yang terdahulu. karena adanya kepekaan yang berbeda terhadap kean-kesan dari luar. dan kepribadian berarti propensity/bakat-bakat yang dikembangkan. Faktor-faktor dinamik yang bekerja dan saling mempengaruhi adalah baik factor pembawaan maupun lingkungan. antara lain: 1) Bagaimana perkembangan pembawaan dalam batas-batas tertentu tergantung dari lingkungan. namun masih mungkin adanya gene tersebut tidak dirasakan. tergantung dari pembawaannya. Pembawaan dan Kepribadian Berdasarkan peristilahan teori keturunan. b. 1986:36) menyatakan: Individuality – factor I – bukan fenomena /gejala endogeneuous yang datang dari dalam semata-mata. Faktor-faktor pembawaan dan lingkungan selalu saling mempengaruhi timbal balik. yaitu lingkungan yang telah mengelilingi seseorang untuk sesuatu waktu tertentu mengandung pengaruh pribadinya. 1986:38) menyatakan bahwa pengaruh lingkungan yang dahulu sedikit banyak ada dalam kepribadian seseorang sekarang. Menurut Kinberg (dalam Stephen Hurwitz. tak dapat dipisahkan satu sama lain. c. Sedangkan Exner (dalam Stephen Hurwitz. akan tetapi konsepsi itu meliputi seluruh komponen baik yang materiil maupun yang spiritual. Perkembangan suatu gene tunggal adakalanya tergantung dari lain-lain gene. Sekalipun sutu gene tunggal diwariskan dengan cara demikian hingga Nampak keluar. nampaknya keluar sesuatu gene. pembawaan berarti potensi yang diwariskan saja. Kinberg (dalam Stephen Hurwitz.

cara penjualan modern dan lain-lain. Juga banyak penelitian telah diadakan berdasarkan indeks-indeks kombinasi. perubahan Harga Pasar. bila harga tanah turun dan penjualannya sukar.d. crisis) Ada anggapan umum. Dalam penelitian tentang harga-harga (prices) maka hasilnya menunjukkan bahwa kenaikan harga rata-rata diikuti dengan kenaikan pencurian yang seimbang. harus ada keseimbangan antara pembawaan dan kejahatan. terutama mengenai kejahatan terhadap hak milik dan pencurian (larceny). Maka dari itu perubahan-perubahan harga pasar (market fluctuations) harus diperhatikan. Setiap orang yang melakukan kejahatab mempunyai sifat jahat pembawaan. yaitu bahwa jumlah kebakaran yang ditimbulkan yang bersifat menipu mengenai hak milik tanah menjadi tinggi. Faktor-faktor ekonomi 1) Sistem ekonomi Sistem ekonomi baru dengan produksi besar-besaran. kecuali bila tampak sebagai kemampuan untuk melakukan susuatu kejahatan tanpa adanya kondisi-kondisi luar yang istimewa dan luar biasa. Banyak buku telah menulis tentang artinya goncangan harga-harga dan upah. termasuk pengangguran dan lain-lain. persaingan bebas. 3) Gaji atau Upah bukan merupakan indeks yang jitu Dalam keadaan krisis dengan banyak pengangguran dan lain-lain gangguan ekonomi nasional . 2) Harga-harga. menghidupkan konsumsi dengan jalan periklanan. Dengan kata lain. 2. bahwaada suatu hubungan langsung antara keadaan-keadaan ekonomi dan kriminalitas. Suatu interaksi yang khas antara harga-harga barang (contoh: gandum. krisis (Prices. (premises = rumah dan pekarangan). dan sebagainya) dari kriminalitas ternyata dan terbukti dari fakta-fakta. upah para pekerja bukan lagi merupakan indeks keadaan ekonomi pada umumny. Akan tetapi hendaknya jangan member cap sifat jahat pembawaan itu. yaitu menimbulkan keinginan untuk memiliki barang dan sekaligus mempersiapkan suatu dasar untuk kesempatan melakukan penipuan-penipuan. Stephen Hurwitz (1986:86-102) menyatakan tinjauan yang lebih mendalam tentang interaksi ini. Sosiologik Ada hubungan timbale-balik antara factor-faktor umum social politik-ekonomi dan bangunan kebudayaan dengan jumlah kejahatan dalam lingkungan itu baik dalam lingkungan kecil maupun besar. Jumlah kejahatan kejahatan tiap lingkungan merupakan lawan negatifnya dari norma-norma kelakuan yang berlaku dalam lingkungan tersebut yang tergantung dari organisasi dan kebudayaan lingkungan itu. market fluctuations. karena selalu adainteraksi antara pembawaan dan lingkungan. Pembawaan criminal Stephen Hurwitz (1986:39) menyatakan bahwa tidaklah masuk akal untuk menghubungkan pembawaan yang ditentukan secara biologic dengan suatu konsepsi yuridik yang berdeda menurut waktu dan tempat. sehingga masalah . dapat dibuat dari berbagai sudut sebagaimana akan diterangkan sebagai berikut: a. Alasannya ialah karena keadaan-keadaan ekonomi menimbulkan suatu kepentingan khusus untuk memperoleh julah asuransi kebakaran untuk rumah dan pekarangan serta tanaman.

kepada goncangan harga pasar yang sangat. mulai dengan roman-roman dari abad ke-18. pertunjukkan film mungkin sekali jelas terkenang kembali dalam sanubari kita dan dapat mengguyah khayalan. 4) Pengangguran Di antara factor-faktor baik secara langsung atau tidak. Film Sering orang beranggapan bahwa bacaan jelek merupakan factor krimogenik yang kuat. b.beralih dari pengaruh turun naiknya harga. pengangguran biasa dan kekhawatiran dalam hal itu. bukubuku picisan lain dan akhirnya cerita-cerita detektif dengan penjahat sebagai pahlawannya. lalu dengan cerita-cerita dan gambar-gambar erotis dan pornografik. Kita harus hati-hati dalam memberikan penilaian yang mungkin berat sebelah mengenai hubungan antara harian dan kejahatan. Para peneliti belakangan pada umumnya mengakui kekeliruan dari anggapan tersebut. c. berpindahnya pekerjaan dari satu tempat ke tempat yang lain. membangunkan secara khusus dorongan-dorongan yang kuat untuk melawan kecenderungan-kecenderungan kriminil. hawa panas/dingin. sehubungan dengan kejahatan. sehingga dapat disimpulkan bahwa pengangguran adalah factor yang paling penting. pengangguran berkala yang tetap. krisis dan lain-lain terhadap kejahatan. penuh dengan kejadian berdarah. bekerja terlalu muda. terutama dalam waktu-waktu krisis. 18 macam factor ekonomi yang berbeda dapat dilihat dari statistic-statistik tersebut. perubahan gaji sehingga tidak mungkin membuat anggaran belanja. sinar bumi dan perubahan-perubahan berkala dari organism manusia yang dianggap sebagai penyebab langsung dari kelakuan manusia yang menyimpang dan khususnya dari kriminalitas. memang merupakan fakta bahwa norma-norma etis yang secara teratur diajarkan oleh bimbingan agama dan khususnya berambung pada keyakinan keagamaan yang sungguh. Dari penelitian yang belakangan dan paling menarik perhatian ialah mengenai pengaruh dari waktuwaktu makmur (prosperity) diselingi dengan waktu-waktu kekurangan 9depression) dengan kegoncangan harga-harga pasar. Dan film ini oleh kebanyakan orang dianggap yang paling berbahaya. Di samping bacaan-bacaan tersebut di atas. . Dan kepercayaan tidak boleh berubah dari sikap hidup moral keagamaan. Harian-harian yang mengenai bacaan dan kejahatan pada umumnya juga dapat dikatakan tentang koran-koran. Harian-harian. Meskipun adanya factor-faktor negative demikia. kurangnya libur. merosot menjadi hanya suatu tata cara dan bentuk-bentuk lahiriah oleh orang dengan tasbeh di satu tangan. karena hanya semacam korelasi jauh dapat diketemukan antara kriminalitas sebagai suatu fenomena umum dan factor-faktor pisik. pengangguran dianggap paling penting. sedang tangan lainnya menusuk dengan pisau. film (termasuk TV) dianggap menyebabkan pertumbuhan kriminalitas tertutama kenakalan remaja akhir-akhir ini. Faktor-faktor mental 1) Agama Kepercayaan hanya dapat berlaku sebagai suatu anti krimogemis bila dihubungkan dengan pengertian dan perasaan moral yang telah meresap secara menyeluruh. keadaan terang atau gelap. 2) Bacaan. Tentu saja ada keuntungan dan kerugian yang dapat dilihat disamping kegunaan pokok koran-koran tersebut. Press modern rupanya tidak banyak berpengaruh sebagai factor langsung dalam menimbulkan kejahatan. tak ada pengharapan maju. Pengaruh crimogenis yang lebih langsung rari bacaan demikian ialah gambaran sesuatu kejahatan tertentu dapat berpengaruh langsung dan suatu cara teknis tertentu kemudian dapat dipraktekkan oleh si pembaca. mempengaruhi terjadinya kriminalita. Memangt disebabkan kesan-keasan yang mendalam dari apa yang dilhat dan didengar dan cara penyajiannya yang negative. Faktor-faktor Pisik: Keadaan Iklim dan lain-lain Pada permulaan peneliti mengadakan statistic tentang keadaan iklim.

Usaha pencegahan tidak selalu memerlukan suatu organisasi yang rumit dan birokratis yang dapat menjurus kearah birokratisme yang . pengemisan. Tindakan pencegahan adalah lebih baik daripada tindakan represif dan koreksi. Kecenderungan untuk berbuat antisocial bertambah selama masih sekolah dan memuncak antara umur 20 dan 25. membuka kesempatan untuk berbagai keraguan. Dipandang dari sudut perlindungan terhadap masyarakat. Faktor-faktor Pribadi 1) Umur Meskipun umur penting sebagai factor penyebab kejahatan. dan penimbulan pembakaran. Kurve/garisnya tidak berbeda pada garis aktivitas lain yang tergantung dari irama kehidupan manusia. melakukan kriminalitas. tapi seperti factor-faktor tersebut akhir merupakan pengertian-pengertian netral bagi kriminologi. agresif. kejahatan seks. walaupun alcohol merupakan factor yang kuat. Di samping kemungkinan orang jadi kasar karena perang. sampai berapa jauh pengaruhnya. 3) Alkohol Dianggap factor penting dalam mengakibatkan kriminalitas. dari suatu hobi menjadi suatu pekerjaan. lalu meluncur dengan cepat untuk berhenti sama sekali pada hari tua. Waskita (1987:154-155) menyatakan alasan mengapa mencurahkan perhatian yang lebih besar pada pencegahan sebelum kriminalitas dan penyimpangan lain dilakukan. misalkan setahun sampai seumur hidup dan yang diatur oleh komite yang tergolong ahlidalam system kepenjaraan (tahanan) akan memungkinkan penguasa-penguasa yang membawahi lembaga-lembaga untuk menangkap pelanggar-pelanggar yang berbahaya. sebagai berikut: 1. hukum yang bersifat ideal mengenai hukuman yang tidak ditentukan yang dapat diteruskan kepada semua pelanggar-pelanggar. dari kejahatan yang dilakukan kelompok yang kyrang terorganisir menjadi kelompok yang lebih terorganisir. seringkali terjadi bahwa orang yang tadinya patuh terhadap hukum. Widiyanti dan Y. menurun perlahan-lahan sampai umur 40. Upaya mencegah Kejahatan Sejarah kehidupan seseorang yangs emasa mudanya menjadi pencuri dan perampok.d. 4) Perang Memang sebagai akibat perang dan karena keadaan lingkungan. Untuk pengawasan kejahatan secara efektif kita memerlukan hukum yang berwibawa. kepemilikan senjata api menambahbahaya akan terjadinya perbuatanperbuatan criminal. merupakan rintangan untuk mengadakan penelitian yang jitu. masih juga merupakan tanda Tanya. Kesimpulannya yaitu sesudah perang. N. baik secara juridik maupun criminal dan sampai sesuatu batas tertentu berhubungan dengan factor-faktor seks / kelamin dan bangsa. kejahatan dilakukan dengan kekerasan. 2) Ras dan Nasionalitas Konsepsi ras adalah samar-samar dan kesamaran pengertian itu. Artinya: hanya dalam kerjasamanya dengan factor-faktor lingkungan mereka baru memperoleh arti bagi kriminologi. menunjukkan bahwa proses kejahatan terjadi dalam dirinya dimulai dari yang ringan hingga berat. tidak dapat diperbaiki selama jangka waktu lebih lama daripada sekarang dengan hukuman yang ditetapkan atau yang ditetapkan dengan maksimum. terjadi inflasi dan lain-lain rvolusi ekonomi. ada krisis-krisis. perpindahan rakyat ke lain lingkungan. seperti pelanggaran lalu lintas. dari yang jarang menjadi sering. Pembatasan ras berdasarkan sifat-sifat keturunan yang umum dari bangsabangsa atau golongan-golongan orang yang memiliki kebudayaan tertentu dan bukan berdasarkan sifat-sifat biologic.

Usaha pencegahan tidak perlu menimbulkan akibat yang negative seperti antara lain: stigmatisasi (pemberian cap pada yang dihukum/dibina). Mengenakan sanksi hukum yang tegas dan adil kepada para pelaku kriminalitas tanpa pandang bulu atau derajat 2. Selektif terhadap budaya asing yang masuk agar tidak merusak nilai busaya bangsa sendiri 4. Solusi mengatasi kriminalitas: 1. pengajian dan organisasi masyarakat . pengasingan.menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan/wewenang. Menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dalam masyarakat dimulai sejak dini melalui pendidikan multi kultural . Mengaktifkan peran serta orang tua dan lembaga pendidikan dalam mendidik anak 3. seperti sekolah . Usaha pencegahan juga dapat dilakukan secara perorangan dan tidak selalu memerlukan keahlian seperti pada usaha represif dan rehabilitasi. menjaga diri jangan sampai menjadi korban kriminalitas. Usaha pencegahan adalah lebih ekonomis bila dibandingkan dengan usaha represif dan rehabilitasi. tidak lalai menguci rumah/kendaraan. memasang lampu di tempat gelap dan lain-lain.. penderitaan tiap masyarakat yang bercirikan heterogenitas dan perkembangan social dank arena itu tidak mungkin dapat dimusnahkan sampai habis. Untuk melayani jumlah orang yang lebih besar jumlahnya tidak diperlukan banyak tenaga seperti pada usaha represif dan rehabilitasi menurut perbandingan. Misalnya. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful