6241535 Perkawinan Muda Jumlah Anak Dan Fertilitas

www.umamnoer.co.

cc – spread your wings and soar

PERKAWINAN USIA MUDA: JUMLAH ANAK DAN FERTILITAS
Di ajukan Sebagai Laporan Akhir Kuliah Lapangan Antropologi Kependudukan di Kawasan Nelayan Kalisari, Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya

Di susun oleh: Ani pamungkas Devinta Friyandina Khaerul Umam Noer Uswatun Hasanah Indraini Puji L 070316962 070316972 070317043 070317044 070317086

JURUSAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2006

 1 

www.umamnoer.co.cc – spread your wings and soar

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Masalah Bukan hal baru lagi bahwa dunia kita sedang menghadapi krisis kependudukan Saat kita membicarakan mengenai pembangunan maka tidak terlepas dari masalah kependudukan. Namun yang paling merisaukan pada negara-negara berkembang terutama adalah tingginya tingkat fertilitas. Tidak dapat dipungkiri, dalam setiap masyarakat yang sedang berkembang, ferilitas merupakan masalah pelik yang harus dihadapi. Pertambahan jumlah penduduk pada gilirannya akan memaksa masyarakat untuk berubah dan berusaha untuk menghadapinya dengan pilihan-pilihan yang ada. Tidak diragukan lagi, bahwa tingkat fertilitas bergantung dengan dengan banyak faktor dan variabel. Perkembangan penduduk yang pesat antara lain disebabkan oleh pengendalian kematian yang semakin berhasil, yang tidak diimbangi dengan pengendalian kelahiran. Fertilitas suatu populasi dapat dilihat sebagai akibat dari berbagai tindakan dan keputusan individu, yang dibuat dalam kerangka untuk mengatasi tekanan biologis dan tekanan lingkungan yang dihadapi oleh individu. Dengan demikian, fertilitas merupakan pilihan yang diambil secara sadar oleh individu yang disesuaikan dengan kebutuhan dirinya dan lingkungannya. Promosi Keluarga Berencana merupakan tanggapan praktis utama dalam menghadapi masalah kependudukan. Terdapat minat dan usaha yang luar biasa dalam program Keluarga Berencana ini, walaupun seperti yang kita ketahui bahwa masalah ini seharusnya adalah sebuah privacy kini cepat sekali berubah menjadi masalah umum. Dan tentu saja hal ini tak terlepas dari masalah perkawinan, dimana fertilitas menunjukkan jumlah anak lahir hidup, sebuah ikatan hubungan yang mengawali. Baik

 2 

yaitu kemungkinan untuk mempunyai anak.3. karena bukan “kelahiran” yang hendak dikendalikan melainkan fertilitas. Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana perkawinan usia dini terjadi pada masyarakat Kalisari yang dikaitkan dengan jumlah anak dan dihubungkan dengan fertilitas. Kerangka Teori Menurut klasifikasi Moser kebijakan kependudukan menjadi bagian dari pendekatan kesejahteraan karena fokusnya ialah perempuan sebagai ibu atau calon ibu. Istilah pengendalian kelahiran. terutama disini adalah perkawinan usia muda. Perumusan Masalah Ikatan perkawinan berpengaruh terhadap fertilitas.co.2.cc – spread your wings and soar ikatan perkawinan atau ikatan seksual. Yang dimaksud dengan pengendalian fertilitas1 ialah hak perempuan atau lelaki untuk mengambil keputusan 1 Kami menggunakan istilah pengendalian fertilitas. Fokus penelitian dibuat agar penelitian tidak hanya mencari data di lapangan sebanyak-banyaknya tanpa adanya suatu kerangka masalah. I. Usia pada waktu kawin umumnya relatif rendah di negara-negara yang sedang berkembang. meskipun  3  . Salah satu variabel perkawinan adalah usia kawin. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkawinan usia dini mempengaruhi pada jumlah anak yang dihubungkan dengan fertilitas dan tanggapan masyarakat yang bersangkutan terhadap perkawinan usia dini. I. Kebijakan kependudukan meliputi dua hal yang mendasar yaitu pengendalian fertilitas (fertility control) dan pengendalian penduduk (population control).umamnoer. Ikatan perkawinan ini dianggap penting terutama karena awal mula dan berlanjutnya ikatan seksual yang stabil merupakan sebagian variabel hubungan seks dalam analisis fertilitas.4. dan bukan pengendalian kelahiran (birth control). yang berarti proporsi yang besar dari atau seluruh usia subur (usia reproduksi) dilewatkan dalam perkawinan. I.www.

dan (3) variabelvariabel gestasi. apa yang mungkin menjadi keinginan seorang perempuan untuk mempunyai atau tidak mempunyai anak bisa menjadi berlawanan dengan kebijakan pemerintah. Terdapat dua pandangan yang berbeda tentang hubungan pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Yang terpenting dalam mempengaruhi digunakan secara luas. Setiap variabel-antara dapat mempunyai pengaruh negatif atau positif terhadap fertilitas. hanya dapat berpengaruh secara tidak langsung. Pengendalian fertilitas dan penduduk seringkali berlawanan. 1990:56). atau lembaga-lembaga agama untuk mengendalikan hak keluarga dalam mengambil keputusan tentang jumlah anak yang diinginkan.umamnoer. jumlah penduduk yang meningkat terus akan menghambat pertumbuhan ekonomi karena terlalu banyak dana yang harus di investasikan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok dan untuk ditanamkan pada infrastruktur sehingga akan menurunkan peluang penanaman modal dalam bidang lain yang lebih produktif. sebenarnya kurang tepat. 1990:56) menguranginya menjadi 8 variabel. yaitu: (1) variabelvariabel hubungan seks. Variabel ini terdiri dari sebelas variabel-antara yang digolongkan menjadi 3 kategori.www. bio-sosial dan lain-lain.cc – spread your wings and soar tentang kapasitas reproduksi mereka. badan-badan internasional. (2) variabel-variabel konsepsi. perkembangan ekonomi membutuhkan jumlah penduduk yang meningkat yang bisa menjadi angkatan kerja dan berfungsi sebagai konsumen produk-produk ekonomi. yaitu: 1. Untuk memudahkan perhitungan mengukur hubungan antara variabel antara dan fertilitas Bongaarts ([1978] dalam Lucas. sedangkan yang dimaksud dengan pengendalian penduduk ialah usaha pihak luar-pemerintah nasional. Fertilitas disini dipengaruhi langsung oleh variabel antara hasil klasifikasi Davis dan Blake ([1956] dalam Lucas.co.  4  . 2. sementara faktor seperti sosial ekonomi.

Ikatan perkawinan menggambarkan setiap ikatan seksual yang stabil. Dalam masyarakat orang yang menikah memperoleh status baru. 5 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode partisipasi observasi yang bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang gejala yang ada di suatu komunitas. I. dan mengamati tingkah laku warga dari kelompok masyarakat yang bersangkutan.umamnoer. dimana status ini merupakan status sosial yang dianggap paling penting.co. padahal secara biologis berfungsi untuk menurunkan fekunditas dan fertilitas. dan (4) pengguguran. 1997:3).www. 1990:79). Metode partisipasi observasi berarti berpartisipasi dalam banyak aspek kehidupan masyarakat. Usia kawin yang dimaksud di sini adalah umur pada waktu memasuki ikatan seksual.cc – spread your wings and soar perubahan tingkat fertilitas pada berbagai masyarakat adalah: (1) perkawinan. Dalam kerangka Davis dan Blake tidak termasuk laktasi atau menyusui bayi untuk waktu yang agak lama. atau dengan istilah perkawinan. (3) laktasi. usia konsumsi perkawinan (hubungan kelamin yang pertama kali dilakukan setelah menikah). 11 variabel antara dan faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi fertilitas tersebut salah satunya adalah usia kawin atau usia melalui hubungan seks. Terdapat tiga sistem hukum perkawinan yang sah. Menurut Grebenik dan Hill perkawinan hanya meliputi ikatan yang sah.  5  . hukum sipil dan hukum adat ([1974:41-53] dalam McDonald. (2) kontrasepsi. dan memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk (Spradley. Seperti yang kita ketahui bahwa pada saat seseorang menikah pada usia yang relatif lebih muda maka masa subur atau reproduksi akan lebih panjang dilewatkan dalam ikatan perkawinan sehingga mempengaruhi peningkatan fertilitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas ini sangat rumit dan peranan program Keluarga Berencana tidaklah sederhana. yaitu hukum agama. terutama usia kawin muda.

sehingga si peneliti sedikit-banyak akan mengerti mengenai dunia orang-orang tersebut.cc – spread your wings and soar Dalam program perubahan kebudayaan terencana. 1997:5). Kecamatan Mulyorejo. selama ini kawasan nelayan seringkali di identikkan dengan kemiskinan dan populasi penduduk yang besar. maka kami memilih kawasan nelayan di Kalisari. penelitian partisipasi observasi melibatkan belajar mengenai dunia orang yang telah belajar melihat. Provinsi Jawa Timur.2. di mana faktor-faktor sosial. adalah kewajiban bagi kami untuk melaksanakan kuliah lapangan di kawasan yang dipilih secara mufakat. mendengar. Teknik Penentuan Informan Informan adalah orang-orang yang diharapkan mengetahui tentang hal-hal yang menjadi fokus penelitian (Dyson.umamnoer. yaitu: Pertama. dan  6  . psikologi dan budaya hampir tak terbatas dan tak di ketahui dengan jelas. I. orang-orang yang dijadikan informan adalah mereka yang telah lama menetap dan mengalami enkulturasi penuh (proses pembudidayaan alami pada lingkungan tertentu). I. terutama antropologi kependudukan. Kedua. Kota Surabaya. pendekatan yang eksploratif dengan tujuan terbuka menghasilkan hal-hal yang sering kali penting. dan Kawasan Nelayan Kalisari dapat dikatakan merupakan daerah yang jarang dijadikan tujuan penelitian antropologi. Oleh karena itu. Kelurahan Mulyosari.5. Untuk membuktikan hal tersebut. berpikir dan bertindak dengan cara yang berbeda-beda.1 Pemilihan Lokasi Penelitian Lokasi penelitian terketak di Kawasan Nelayan Kalisari. pemilik warung.5. Oleh karena itu. Penelitian ini mengambil berbagai informan dengan berbagai latar ekonomi. seperti pedagang.www. juga kawasan tersebut kami anggap representatif dalam mencari permasalahan yang akan kami bahas. selain bahwa lokasi tersebut cukup dekat dari Kampus. Lokasi ini dipilih karena beberapa alasan.co. berbicara.

3. 1994:109-110). kegiatan.cc – spread your wings and soar juga para penduduk dengan berbagai latar usia. yaitu: I. Hal ini menyebabkan para peneliti sedikit-banyak mengetahui apa yang dirasakan oleh subyek yang secara langsung merupakan sumber data bagi peneliti.5. Pengambilan informan bertujuan untuk mengetahui jawaban dari berbagai masalah yang kami jadikan sebagai topik penelitian. mengenai orang. tuntutan. kegiatan manusia dalam hubungan mereka satu sama lain. Wawancara Teknik wawancara menurut Lincoln dan Gulba. I. Data dikumpulkan melalui beberapa teknik tahapan pengumpulan data. Peneliti melakukan wawancara dengan para penduduk. dimaksudkan untuk mengkonstruksi perasaan. Observasi Observasi atau pengamatan bertujuan melihat perilaku nyata atau faktual dan keadaan lingkungan serta benda-benda fisik (Dyson.b. 1997:4).3. motivasi.umamnoer. (Moleong. dalam mempelajari hubungan antar manusia. 1994:119). Observasi atau pengamatan secara langsung. meskipun tidak mendalam dan tidak terlalu menggunakan pedoman wawancara. Teknik Pengumpulan Data Data diperoleh dengan cara studi lapangan yang hasilnya dipergunakan sebagai data utama dan studi pustaka sebagai data pelengkap. kepedulian dan 1993:135). I.www.3.a. harus di amati ditempat mereka dijumpai (Bachtiar. Hal ini dikarenakan karena peneliti lebih menggunakan  7  . Biasanya. dan masuk dalam kehidupan penduduk meskipun tidak terlalu lama. Pengamatan merupakan metode yang pertama-tama digunakan dalam melakukan penelitian ilmiah. dilakukan peneliti sejak awal datang. yang pada mulanya diarahkan kepada usaha untuk memperoleh sebanyak mungkin pengetahuan mengenai lingkungan alam manusia (Bachtiar. kejadian.co.5.5. lain-lain organisasi.

5. 1994:112).3 Teknik Analisa Data Teknik data tidak dimaksudkan untuk membuat atau membuktikan hipotesis yang telah dirumuskan sebelum penelitian diadakan atau hipotesis yang ada sebelumnya.www. Kemudian data-data itu diberi kode sesuai dengan kategori yang dibuat berdasarkan kepentingan penelitian dan konsep yang di ilustrasikan oleh informan. disusun menjadi suatu struktur agar mudah melihat hubungan-hubungan yang terjadi antara kategori-kategori tersebut dan mempermudah interpretasi. gambar dan lain sebagainya. rumusan atau istilah dalam rangka pemikiran tertentu yang dapat dibuktikan ada atau tidak ada dalam kenyataan (Bachtiar. I.  8  . Kemudian dari kategori konseptual yang telah dibuat.umamnoer. pengamatan yang telah dituliskan dalam catatan lapangan. Data dan/fakta adalah suatu pernyataan.cc – spread your wings and soar wawancara spontan untuk mengetahui berbagai hal mengenai masalah yang kami jadikan topik. 1993:5-6).co. yaitu dari wawancara. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. analisis ini merupakan pembentukan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan. kemudian dikelompok-kelompokkan (Moleong.

Wanita yang berasal dari Lamongan dan berbadan subur ini kebetulan sudah hamil 8 bulan. wanita tersebut merasa memang sudah waktunya karena sudah ada panggilan jodoh. Merupakan pendatang karena suaminya juga berasal dari Lamongan yang sekarang berprofesi sebagai karyawan di perusahaan swasta. 1. Saat kami tanya mengapa menikah pada usia sekian.co. jadi dia menikah atas kehendak sendiri.cc – spread your wings and soar BAB II PROFIL INFORMAN Bab ini akan melaporkan mengenai profil informan yang telah kami wawancarai. Saat ditanya masalah jumlah anak yang diinginkan. wanita ini tersenyum sambil menjawab dia inginnya bikin satu lagi tetapi dia juga agak khawatir dengan biayanya nanti. 2. Semua informan kami adalah wanita-wanita yang menikah pada usia yang relatif muda antara umur 15 tahun sampai dengan 21 tahun.www. sekarang buat makan saja susah. menurut dia. nama umur menikah anak : Faridah : 20 tahun : usia 19 tahun : akan lahir anak pertama Faridah baru saja menikah pada bulan Januari setahun yang lalu. Hal ini dikarenakan kami ingin mengetahui mengenai usia perkawinan dan jumlah anak. nama umur menikah : Nuriyatun : 35 tahun : 16 tahun  9  .umamnoer.

Mengenai motivasi menikah.umamnoer. Anak keduanya menikah pada usia muda juga. Suaminya bekerja sebagai petugas keamanan (hansip) di sebuah pabrik yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah yang mereka tempati. Di rumah beliau membantu suaminya bekerja dengan membuka warung kecil-kecilan di rumah dan juga menjual air PDAM. Anak ketiga kelas 3 SMP dan anak terakhirnya berumur 5. paling tua anak perempuan. ya bisa dibilang suka sama suka”. suaminya.www. Dua anak tertuanya sudah menikah dan yang tertua memberi beliau cucu. sisanya lakilaki. Alasannya karena keadaan ekonomi keluarga yang kurang. Ibu ini berasal dari Tulungagung dan suaminya (Pak Toyip) asli orang Kalisari.  10  . Ibu setengah baya ini berasal dari Lamongan. Ibu Suyatmi menikah karena di jodohkan orangtuanya. ibu ini tersenyum sambil bercerita kalau dulu “bapaknya anak-anak temen sekolah dan suka main ke rumah. nama umur menikah anak : Suyatmi : 43 tahun : 19 tahun : 4 orang.co. ibu ini menjawab beliau sudah cukup bahagia dikaruniai 2 anak yang lengkap laki-laki dan perempuan dengan kondisi mereka yang cukup. Ditanya mengenai masalah anak.5 tahun. 3. jadi mereka adalah begitu juga pendatang. anak pertama laki-laki berumur 10 tahun dan yang kedua perempuan.cc – spread your wings and soar anak : 2 orang. Selama menikah beliau ikut KB dan menurut beliau anak 4 itu sudah terlalu banyak dan sudah cukup membebani ekonomi keluarga. pada usia 18 tahun.

biayanya sudah cukup membengkak dengan memiliki anak tiga. Beliau tidak ikut program KB. beliau juga tidak tahu mengapa dan tidak ambil pusing. Beliau asli Kalisari dan mengikuti program KB dan memilih KB suntik. Beliau tidak berniat menambah anak lagi karena menurut beliau sudah cukup.umamnoer. Ibu Supini asli orang Surabaya. nama umur menikah anak : Muawanah : 33 tahun : 20 tahun : 3 orang. 6. karena dianggap sudah cukup umur apalagi anak pertama dan punya saudara banyak. nama menikah anak : Atun : 15 tahun : 13 orang. Pada saat mendapat haid pertamanya pada usia 17 tahun. saat ini beliau sudahmengalami menopause semenjak usia 45 tahun.co. meninggal seorang. secara langsung karena saat itu Kami tidak sempat mengobrol beliau sedang mengobrol santai bersama para pria yang sedang membenahi jaring tidak jauh dari kami yang saat itu bersama ibu  11  . anak paling kecil berumur 3 tahun.www. oleh orangtuanya beliau langsung dinikahkan. Sementara suaminya bekerja sebagai nelayan. nama umur menikah anak : Supini : 52 tahun : 17 tahun : 8 orang dan cucu 3 orang. 5. sedangkan suaminya asli Madura. ibu Supini membantu dengan membuat klompen untuk dijual dan juga jual layang-layang.cc – spread your wings and soar 4.

dan karena orang tuanya sudah tidak mampu membiayai sekolah akhirnya disuruh menikah saja. Menurut beliau anak banyak itu ramai selain itu harapannya apabila meninggal anak-anaknya bisa saling membantu. sedangkan suaminya seorang tukang bangunan. baru berumur 3. 8. Ibu Atun adalah anak terakhir dari tujuh bersaudara. walaupun terkadang uang buat makan dia sehari-hari kurang dia selalu berusaha agar uang itu untuk membelikan bubur buat anaknya. walaupun anaknya sudah banyak dan besar-besar tapi wanita ini tampak masih muda. laki-laki berumur 10 tahun. Beliau ikut KB dan memilih KB suntik. Ibu muda ini asli dari Kalisari sementara suaminya berasal dari Tuban. Sebelum menikah bekerja sebagai buruh pabrik dan sekarang masih cuti. 7.cc – spread your wings and soar Supini dan Muawanah.www.co. Alasan menikah karena sudah merasa cukup umur. cukup dua atau tiga saja.umamnoer. Ibu muda ini menikah muda karena disuruh oleh orang tua karena keadaan ekonomi keluarga yang kurang. nama umur menikah anak : Khotama : 21 tahun : 20 tahun : 1. ibu Khotama tidak berencana punya anak banyak.5 bulan. Beliau asli Lamongan  12  . dia benar-benar merawat anaknya dengan selalu memberi gizi makanan yang baik buat anaknya. nama umur menikah anak : Mariatun : 26 tahun : 16 tahun : 1 orang. Tapi kami sempat bertegur sapa. beliau mengomentari soal anaknya yang cukup banyak.

laki-laki semua. sementara ibu Mariatun membantu ekonomi keluarga dengan berjualan martabak telor. 9.co.  13  . Ibu Nur aslinya berasal dari Nganjuk. nama menikah anak Beliau : Sumiati : 18 tahun : 2 orang. nama umur menikah anak : Nur : 42 tahun : 18 tahun : 4 orang. Ibu yang satu ini walaupun mempunyai dua anak namun masih tampak muda seperti anak yang baru lulus SMA.cc – spread your wings and soar sementara suami asli Kalisari. Setelah menikah langsung dikaruniai anak. Alasan menikah karena keinginan sendiri dan merasa sudah cukup umur.umamnoer. anaknya sudah menikah kecuali si bungsu yang berumur 18 tahun. dan saat kami tanya kenapa menikah muda jawabnya karena keinginan sendiri. sementara suami berasal dari Bangkalan. berumur 7 dan 5 tahun. 11.www. berasal dari Sampang. berumur 8 tahu dan 5 tahun. Suami bekerja sebagai guru ngaji. 10. nama umur menikah anak : Sulianih : 27 tahun : 18 tahun : 2 orang. Aslinya dari Kediri sementara sang suami asli Kalisari.

umamnoer.cc – spread your wings and soar BAB III PERNIKAHAN DINI DAN FERTILITAS III. Fertilitas adalah jumlah anak lahir hidup (Lucas.1.t a). (fertility is the ability of people or animals to produce healthy offspring in abundance. seseorang harus mengerti apa yang dimaksud dengan fertilitas. the ability to become pregnant through normal sexual activity [medterm. Kebalikan dari fertilitas adalah infertilitas atau ketidakmampuan dari seorang wanita untuk memiliki anak atau keturunan. dan rata-rata kelahiran dari populasi (answers. kemampuan untuk hamil melalui aktifitas seksual yang normal (the ability to conceive and have children.t b]). fertilitas juga di definisikan sebagai kondisi. kualitas atau derajat menjadi fertil (subur). namun penggunaannya juga meningkat pada pria.com]).com. but increasingly is applied to males as well). Fertilitas: Masalah di Indonesia Untuk memahami fertilitas. Beberapa mendefinisikan fertilitas sebagai kemampuan dari manusia atau binatang untuk menghasilkan keturunan yang sehat dan melimpah. t.com. 1990:54) istilah ini juga sering kali dirancukan dengan istilah Fekunditas yang dapat diartikan sebagai kemampuan biologis untuk melahirkan seorang anak hidup. t. Selain itu. Istilah ini umumnya digunakan bagi wanita.www. juga di definisikan sebagai kegagalan untuk mengandung setelah hubungan seksual selama satu tahun tanpa kontrasepsi (the diminished ability or the inability to conceive and have offspring. The term was usually applied to females. Fertilitas juga di definisikan sebagai kemampuan untuk hamil dan memiliki anak. Infertility is also defined in specific terms as the failure to conceive after a year of regular intercourse without contraception [answers.  14  .co.

para ibu juga mendapat waktu lebih banyak untuk bekerja di luar rumah. Berkurangnya jumlah anak memang baik dampaknya. dana yang ada bisa dimanfaatkan untuk peningkatan sarana kesehatan untuk anak dan ibu sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu. Keberhasilan dalam bidang kesehatan ini saling menunjang dengan keberhasilan dalam program keluarga berencana yang menghambat pertumbuhan penduduk dan menurunkan tingkat kesuburan/fertilitas (rata-rata jumlah anak per wanita). Indonesia telah berhasil memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat luas. Pada tahun 2000 lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan Sensus Penduduk dan telah mengumumkan angka-angka sementaranya. Dengan berkurangnya jumlah anak.co. serta bertambah panjangnya rata-rata usia harapan hidup.www.cc – spread your wings and soar Fertilitas memiliki hubungan dengan aspek sosial dan budaya di suatu masyarakat. terbukti dari berkurangnya angka kesakitan dan kematian. serta mendukung kegiatan-kegiatan perbaikan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Akan tetapi seperti negara-negara berkembang lainnya. Pada tingkat keluarga. Dalam hal ini.  15  . penurunan jumlah anak ini berarti pengurangan jumlah penduduk yang harus diberi makan. Dalam tiga dasawarsa terakhir ini. anak-anak (laki-laki dan perempuan) akan mendapat peluang lebih besar untuk bisa menikmati pendidikan yang akan meningkatkan kualitas hidup di masa depannya. Kebudayaan sebagai blue print dari masyarakat akan mendorong masyarakat untuk bertindak sesuai dengan pengetahuan serta lingkungan alam mereka. Bagi pemerintah. Indonesia saat ini menghadapi paradoks penuruan jumlah anak dan penuaan penduduk (Sarwono dan Koesoebjono 2004). mengembangkan diri selain untuk menambah penghasilan keluarga. fertilitas jelas tidak dapat dilepaskan dari faktor sosial dan budaya.umamnoer. Dengan demikian. Pengurangan jumlah penduduk juga membantu penghematan penggunaan sumber-sumber alam dan melindungi lingkungan.

diperkirakan jumlah penduduk Indonesia tahun 2001 telah menjadi sekitar 207 juta jiwa. dan (3) perubahan pola perkawinan (Singarimbun. Dengan adanya data yang lebih lengkap dan hasil-hasil Program KB yang makin meyakinkan.co. Perkawinan memiliki berbagai variabel. yaitu: (1) jenis  16  . Pada tahun 1995 dibuat proyeksi baru dan diperkirakan jumlah penduduk Indonesia adalah sekitar 213 juta jiwa.umamnoer. Pada tahun 2002 jumlah penduduk Indonesia akan tetap bertambah jumlahnya dan diperkirakan menjadi sekitar 211 sampai 212 juta jiwa. terdapat tiga faktor yang harus mendapat perhatian. dan terutama adalah kebudayaan yang dimiliki. tidak hanya perilaku masyarakat yang menjadi persoalan. yaitu : (1) penggunaan kontrasepsi modern.www. (2) praktek pembatasan kelahiran secara tradisional. 1986:2). Tidak diragukan lagi. Dengan adanya data baru pada tahun 2000 itu. Dalam fertilitas. fertilitas telah menjadi permasalahan yang pelik yang harus dihadapi oleh pemerintah. terutama di Indonesia. Kemudian disempurnakan dengan hasil Sensus dan Survey yang makin banyak menjadi sekitar 220 juta jiwa. dan meliputi semua tipe ikatan perkawinan dan ikatan konsensual. namun juga kondisi sosial. Lingkungan fisik.46 juta jiwa. Pada akhir tahun 1960-an para ahli memperkirakan proyeksi jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 sekitar 280 juta jiwa. pada tahun 1997 angka itu disempurnakan lagi menjadi sekitar 208 juta jiwa. Pernikahan: Alasan dan Keputusan Variabel lain yang harus diperhitungkan dalam meneliti masalah fertilitas adalah perkawinan. III. Seluruh penduduk inilah yang menjadi sasaran pembangunan untuk seluruh tahun 2002 (Suyono 2002). Ikatan perkawinan menggambarkan setiap ikatan seksual yang stabil. Fertilitas telah mengalami perubahan yang cukup berarti disetiap masyarakat.cc – spread your wings and soar Jumlah penduduk Indonesia pada bulan Juni 2000 adalah 203. Angka itu disempurnakan pada tahun 1980-an menjadi 240 juta jiwa. Banyak faktor yang terkait dengan fertilitas.2.

baik langsung maupun tidak.umamnoer. Langkah-langkah pertama kali memasuki masa perkawinan di dasari oleh perasaan berikut: 1. Suatu perkawinan merupakan perpaduan antara dua minat pribadi yang harus selalu dalam keadaan setimbang.www. Cinta disini di artikan sebagai suatu ikatan perasaan yang kuat antara dua orang yang merasa dekat. 2. Alasan neurotik:  17  . saling memelihara (meliputi rasa saling membagi dan membutuhkan). Kemudian saat itulah menemukan apa yang dikatakan orang sebagai cinta. untuk minta bantuan atau tiba-tiba merubah haluan sendiri untuk menyelidiki dunia luar. untuk bergabung dengan sekelompok teman. saling merindukan. kerukunan. untuk lari meninggalkan orangtua kita. rasa tertarik. Dengan penuh harapan kita kemudian keluar dari sarang. cinta (Shelton dan Thrrick 1992). dan (5) perceraian dan perpisahan (McDonald. (3) hidup selibat. Masa remaja ke jenjang dewasa merupakan umur yang menarik dalam pergaulan kita. terhadap fertilitas.cc – spread your wings and soar perkawinan. Setiap varibel perkawinan memiliki pengaruh. (4) hidup menjanda. 1990:79-91). (2) usia kawin. 3. perkawinan yang bahagia terjadi bila kedua pihak berbagi kebahagian yang setara.co. pada waktu itu kebanyakan dari kita sedikitsedikitnya mempunyai pengetahuan dasar. 4. Namun ada alasan tersendiri di balik berlangsungnya suatu perkawinan menurut Hauck (1995): 1. dan 5. rasa ingin bersama. dan hanya menginginkan yang terbaik untuk orang yang dicintainya.

takut menjadi perawan tua dan jejaka tua. e. dan g. Penundaan Hubungan Seks Tidak ditunda <15 (n=140) 26. takut untuk tidak tergantung. untuk menjadi terapis pasangan (biasanya karena ada pihak yang lemah. untuk menjengkelkan orang tua (terutama oleh para remaja). Dimana pada beberapa agama menganggap usia haid berarti sudah pantas untuk dinikahkan. takut melukai perasaan orang lain.umamnoer.8 18-20 (n=222) 84. b. keberhasilan.0 21= 85. karena anda telah jatuh cinta.6 (n=115) (n=772)  18  .6 Umur kawin pertama 15-17 (n=295) 67. c. Kawin usia muda juga tak terlepas dari ajaran agama. sakit. c. untuk mengatasi rendah diri.cc – spread your wings and soar a. b.www. kehidupan seks yang aman dan menyenangkan. Penundaan Hubungan Seks Setelah Menikah dan Usia Kawin. kekanak-kanakan).2 Jumlah 67. Dari beberapa alasan berdasarkan neurotik ternyata juga bisa sangat mendukung untuk terjadinya kawin usia muda. untuk mencapai gaya hidup yang unik. Alasan bijaksana dengan kedewasaan dan rasional a.co. perkawinan masih merupakan institusi terbaik untuk membesarkan anak. 2. Seperti yang terlihat dalam tabel berikut: Tabel 1. d. f. dan d. bahkan ada yang belum pada masa haid namun sudah dinikahkan. Akan tetapi konsumsi perkawinan ditunda sampai sang gadis mengalami haid.

 19  . seperti penguasaan seksualitas.2 100 Sumber: Singarimbun.6 22. Proporsi wanita yang tidak kawin seumur hidup adalah sangat rendah. diolah Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa semakin tinggi usia kawin semakin kecil kemungkinan hubungan seks ditunda. Terlepas dari anjuran agama. menikah merupakan suatu alasan logis dan 'diwajibkan' untuk memperolah keturunan yang sah dan diakui oleh masyarakat. pernikahan. atau lebih tepatnya fertilitas.www.6 100 5. 2000:356).5 10. III. Secara tradisional.3.3 37. Perkawinan merupakan cara yang dianggap ideal dalam berbagai hal. 2000: 611-2). apalagi adanya anggapan “perawan tua” bagi perempuan yang belum menikah pada umur 20-an.5 100 9.co. dan terpenting adalah pembagian hal da kewajiban antara suami dan istri (Allan.7 6.umamnoer.5 100 0 0 14. Perkawinan mempunyai nilai yang tinggi dan orang tua merasa malu kalau anak gadisnya yang dewasa tidak kawin karena khawatir dikatakan perawan tua walaupun sang anak belum cukup umur baik secara fisik maupun mental. bahkan saat seorang kakek atau nenek memaksa cucunya untuk menikah walaupun nanti cerai katanya tidak masalah.8 5. legitimasi dan legalitas atas anak-anak. Sebanyak 85. Pernikahan Usia Dini: Akumulasi Berbagai Faktor Terutama pada masyarakat pada negara berkembang dimana dikenal kebiasaan kawin anak-anak dan perkawinan yang diatur oleh orangtua. usia kawin adalah rendah. Seks 13.4 18. dianjurkan karena hal-hal tertentu dan jug adapat memenuhi tujuan-tujuan sosial tertentu (Caldwell.2 % dari wanita berumur 21 tahun ke atas pada waktu menikah tidak mengalami penundaan hubungan seks.8 16.0 0. tetapi hampir tiga perempat wanita yang kawin usia kurang dari 15 tahun mengalami penundaan.cc – spread your wings and soar Tertunda 0-2 tahun Tertunda >2th Tak pernah hub.8 100 7.

Status wanita ini meliputi banyak hal. peranannya dalam rumah tangga dan masyarakat. karena jika pernikahan itu akan langgeng untuk selamanya sampai ajal menjemput dan wanitanya fekund dan melahirkan banyak anak. pendidikan atau penghasilan. seperti hak atas warisan. 1990:69). Yang jelas. partisipasi dalam organisasi dan lain-lain.cc – spread your wings and soar Sebagian besar perkawinan pada perempuan adalah karena keinginan orang tua. Penilaian yang tinggi kepada keluarga besar mencerminkan kenyataan  20  . Menurut Hawthorn ([1970:42] dalam Lucas. pendidikan mempengaruhi usia kawin karena pelajar dan mahasiswa pada umumnya berstatus bujangan. Perbaikan status ini selanjutnya diharapkan melalui pendidikan dan pekerjaan di luar rumah. tetapi hubungan antara kedua variabel ini belum benar-benar terbukti.co. karena mereka yang berpendidikan diharapkan mempunyai kesadaran yang lebih besar terhadap Keluarga Berencana dan perlunya keluarga kecil. maka dapat kita bayangkan bagaimana angka fertilitas akan meningkat. Lagipula jika pendidikan meningkat maka pemakaian alat-alat kontrasepsi juga meningkat. Tentu saja ini cukup mempengaruhi tingkat fertilitas.www. Sementara menurut Hull dan Hull ([1977] dalam Lucas.umamnoer. Menurut Holsinger dan Kasarda ([1976:154] dalam Lucas. Perbaikan status wanita juga diharapkan turut menyumbang dalam penurunan tingkat fertilitas. 1990:69) bahwa wanita yang tidak berpendidikan dan berpendidikan tingkat menengah mempunyai rata-rata anak lebih sedikit daripada yang berpendidikan sekolah dasar. 1990:69) bahwa dalam semua masyarakat kesadaran akan pembatasan kelahiran memang tergantung pada latar belakang daerah kota atau tempat tinggal. dalam perkawinan. meskipun kenaikan tingkat pendidikan menghasilkan tingkat kelahiran yang lebih rendah. Pendidikan yang kuat pengaruhnya terhadap variabel-variabel pengaruh lainnya seperti sikap terhadap besarnya keluarga ideal dan nilai anak. Masalahnya ide tentang keluarga besar nampaknya masih kuat.

tetapi juga banyak juga orang kaya dan juga orang miskin yang mempunyai anak sedikit. 1977:81] dalam Lucas. kebutuhan sosial untuk pakaian yang sesuai.umamnoer. 1990:68). Pada beberapa keluarga anak merupakan sumber tenaga dan sumber pendapatan bagi orangtuanya di samping menjadi “pembantu” bagi orang tua pada usia senja. III. Pada keluarga lain anak justru di anggap sebagai beban finansial. namun ada beberapa negara yang berpenduduk besar namun kaya (misal Belanda) dan berpenduduk jarang namun miskin (misalnya Chad). Tidak mengherankan memang. ketidakmampuan seorang wanita untuk mengandung dan meneruskan keturunan adalah petaka dan cela. Norma yang menunjukkan bahwa dari golongan status ekonomi yang lebih rendah mempunyai fertilitas yang relatif lebih tinggi. suku dan golongan.4. Pernikahan dan Jumlah Anak Dibanyak kebudayaan. selain bahwa anak merupakan penerus  21  .cc – spread your wings and soar berlakunya loyalitas primordial kepada keluarga. karena selama proses modernisasi membesarkan anak pada semua tingkat sosial menjadi semakin mahal karena adanya pengeluaran untuk keperluan sekolah.co. Keluarga besar seringkali dipandang sebagai penyebab kemiskinan. namun yang tak kalah penting dalam jumlah anak adalah nilai anak bagi orang tua. Hal ini memang bergantung pada pribadi masing-masing.www. Pada tingkat rumah tangga kaitan antara jumlah anak yang banyak dengan kemiskinan atau kekayaan bervariasi. hampir dapat dikatakan sebagai suatu hukum sosial ekonomi ([Wrong. serta keinginan konsumtif yang meningkat baik pada anak-anak atau orang dewasa. banyak orang miskin dan juga banyak orang kaya yang mempunyai anak banyak.

2 2.8 3.0 4. Para pejabat. melalui penanganan yang cukup bijaksana dibuat menjadi terbuka dan persoalannya di perbincangkan dan di komunikasikan secara terbuka. seniman dan tokoh-tokoh lainnya.2 5.5 3. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa di berbagai negara sedang berkembang persoalan keluarga berencana masih sensitif dan tidak dapat dimasukkan kedalam program pemerintah. begitu juga alim ulama.7 4.4 4. juga terkait dengan nilai anak pada tiap-tiap masyarakat.7 5.3 5.9 2. Pada tahun 1970-an sampai awal 1990-an.umamnoer.5 Diinginkan isteri Suami .5 4. Sementara jarak antara kehamilan yang dianggap ideal adalah 2-3 tahun.0 4. mortalitas dan jumlah anak yang diinginkan diSriharjo. Seperti misalnya penelitian yang dilakukan oleh Masri Singarimbun di daerah Sriharjo. namun tidak ada prefensi yang kuat terhadap anak laki-laki. Persoalan keluarga menyangkut sesuatu yang sensitif.8 2. diolah  22  Jumlah anak rata-rata Lahir hidup 1.3 2. edukasi dan informasi mendapat tempat yang penting. Yogyakarta pada tahun 1986 berikut: Tabel 2.co. yakni sekitar aktivitas seks dan cara-cara yang dipakai untuk menghindari kehamilan. Umur Istri 15-24 25-34 35-44 45+ Semua Wanita Sumber: Singarimbun (1986:11).0 3.0 1. jumlah anak yang mereka (penduduk Jakarta) anggap ideal adalah 4-5 anak.1 0. Keterlibatan pemerintah dan masyarakat sangat besar dan komunikasi. lalu pelan-pelan.7 4.15 Masih hidup 0. Fertilitas.cc – spread your wings and soar generasi.85 Telah meninggal 0.www. dari presiden sampai kepala dusun menunjukkan keterlibatannya dengan caranya sendiri-sendiri.5 1. Masalahnya adalah sesuatu yang bersifat sangat pribadi.

Beberapa orang menikah atas keinginan sendiri karena merasa sudah cukup umur dan sudah waktunya untuk menikah walaupun umur mereka masih belasan dan belum memasuki dua puluhan. antara 4.cc – spread your wings and soar Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah anak yang diinginkan relatif besar. walaupun masih ada beberapa.umamnoer.www. beberapa responden juga setuju dengan anjuran dua anak cukup. Bagi mereka biaya untuk makan saja sudah begitu berat apalagi biaya pendidikan yang sekarang yang semakin mahal. sehingga mereka menyuruh anaknya menikah saja untuk mengurangi beban rumah tangga dan mandiri.co. Mengenai masalah alasan mengapa kawin muda juga cukup variatif. Atun dan Nur. Namun anak yang didapatkan lebih kecil dari yang diinginkan hal ini juga karena besarnya tingkat kematian sekitar 29." Dengan demikian berarti jarak kehamilan yang di idealkan adalah 5-6 tahun. karena proses modernisasi sangat menuntut banyak biaya untuk membesarkan dan memelihara anak. Namun untuk saat ini hal itu memang tidak begitu menjadi patokan. Supini.9% dari bayi yang lahir. sering kali orang bilang "kalau mau nambah momongan sebaiknya nunggu kakanya sudah masuk SD dulu. namun ternyata masih ada beberapa orang yang alasan menikah karena disuruh orang tua. Dari hasil penelitian di Kalisari.9. Kemudian pada tahun 1991 rata-rata jumlah anak yang diinginkan menurun menjadi 2.4 pada ibu-ibu berusia 15-24 tahun sampai 5. Bahkan dari selama ini kami di masyarakat.3 pada golongan umur 45 tahun keatas. namun pasangan lainnya yang sudah memiliki anak dua juga sama-sama mengeluh masalah pemenuhan kehidupan yang cukup sulit apalagi biaya memelihara anak yang sangat tinggi.  23  . memang beberapa pasangan kawin usia muda memiliki jumlah anak yang banyak (lebih dari dua seperti anjuran Keluarga Berencana) seperti ibu Suyatmi. Biasanya juga didukung oleh keadaan ekonomi yang rendah.

www. Dengan demikian dapat memotivasi seseorang dalam ikut serta dalam penurunan fertilitas. Tetapi hal ini juga tidak luput dari keberhasilan program KB diperkenalkan pada mereka. seperti yang kita ketahui masa reproduksi semakin panjang. Katanya jaman sekarang serba mahal dan cukup sulit untuk mencari uang. Kemudian mereka memilih melakukan KB untuk mencegah kehamilan. Dengan demikian. Walaupun pendidikan tinggi cukup berpengaruh dalam penurunan fertilitas. Bisa dikatakan hal ini sebagian sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang rendah.co. tetapi hal mendasar seperti pembelajaran dari apa yang ada dan terjadi dapat memotivasi mereka untuk menekan laju peningkatan fertilitas. Selain tergantung pada keinginan pasangan juga dipengaruhi oleh proses modernisasi yang menyadarkan mereka bahwa biaya hidup yang begitu mahal maka akan kasihan anaknya nanti karena kebutuhannya akan tidak tercukupi.umamnoer. karena rata-rata dari mereka melakukan KB.cc – spread your wings and soar Walaupun dengan jumlah anak yang cuma satu. salah satu informan kami merasa masih berat dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dengan adanya pemikiran tersebut mereka mulai berpikir panjang untuk menambah jumlah anak.  24  . usia kawin muda walaupun berpengaruh dalam banyaknya jumlah anak. tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa dengan kawin muda jumlah anak juga tidak banyak.

Pertumbuhan penduduk merupakan akibat fertilitas yang masalah hidup serius bagi manusia negara-negara tinggi dan mortalitas yang rendah. baik karena keinginan sendiri ataupun karena perintah orang tua. Surabaya. Salah satu diantaranya adalah variabel usia kawin.www. yang cukup rumit. Proses modernisasi menyadarkan bahwa kebutuhan anak bukan hanya makan dan rumah. beberapa pasangan menikah pada usia muda dan telah dikaruniai anak. apalagi dengan adanya kenyataan bahwa sebagian besar perjodohan dan atas perintah  25  .umamnoer. dimana aspek kualitas terancam bahaya tekanan-tekanan kependudukan. Fertilitas ini dipengaruhi oleh 11 faktor. Mereka telah sadar bahwa anak memberikan manfaat yang lebih ke arah positif dan untuk pemenuhan kebutuhan sangat sulit. dimana kami mengambil usia kawin muda. telah sadar bahwa sekarang sudah bukan jaman “banyak anak banyak rejeki” seperti dulu lagi. yang dirumuskan oleh Davis dan Blake. dimana biasanya memiliki tingkat fertilitas yang tinggi. Dengan demikian jelas bahwa usia kawin hanyalah merupakan salah satu dari serentetan variabel antara tersebut. bukan dengan maksud bahwa anak adalah beban finansial. akan tetapi juga pemenuhan kebutuhan sosial.cc – spread your wings and soar BAB IV KESIMPULAN Masalah kependudukan begitu merisaukan negara-negara terutama negara berkembang. Selain itu orang semakin sadar bahwa pertumbuhan penduduk juga industri. Tanpa dapat dipungkiri bahwa biaya membesarkan dan pemeliharaan anak sangat mahal. adalah hasil di Jawa rata-rata rendah.co. namun demikian mereka yang memilih kawin usia muda. Pada masyarakat nelayan Kalisari. Usia kawin perkawinan perempuan orang tua.

co.cc – spread your wings and soar Apalagi dengan biaya sekolah dan kesehatan yang selangit mahalnya karena ditunjang dengan fasilitas dan teknologi maju.  26  .www. Dengan demikian para orang tua akan merasa bersalah jika anaknya tidak dapat menikmati dan kebutuhannya terpenuhi.umamnoer.

L. Membina Perkawinan Bahagia. Hlm. Koentjaraningrat (ed).answers. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada dan Gadjah Mada University Press.). Surabaya: Fisip dan LPKM Universitas Airlangga Psikologi Populer.  27  . 79-93. H.t b Infertility. G 2000 "Marriage (perkawinan)" dalam Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial.C 2000 "Fertility (fertilitas)" dalam Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. P 1995 Lucas. P 1990 "Perkawinan dan Nupsialitas" dalam Pengantar Kependudukan. al]. J. Adam Kuper dan Jessica Kuper (ed.www. 53-78. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gadjah Mada dan Gadjah Mada University Press. Jakarta: RajaGrafindo Persada Answers.co. D 1990 McDonald.cc – spread your wings and soar DAFTAR PUSTAKA Allan. Jakarta: RajaGrafindo Persada Dyson. 1994 "Pengamatan Sebagai Suatu Metode Penelitian” dalam Metode Penelitian Masyarakat. Adam Kuper dan Jessica Kuper (ed.answers. dalam http://www.t a Fertility. David Lucas [et. al]. Hlm. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Caldwell.umamnoer.com t. David Lucas [et.com/fertility t. Hauck. d a l a m http://www.com/main/ntquery? method=4&dsid=1822&dekey=3977&gwp=8&curtab=1822_ 1&linktext=Infertility Bachtiar.W. 1997 Metodelogi Penelitian Etnografi & Penelitian Antropologi bagi Guru-guru seGerbangkertosusilo.). Jakarta: Arcan "Fertilitas" dalam Pengantar Kependudukan.

medterms. Cetakan kedua. Haryono 2002 Membangun 212 Penduduk 2002.planet.or. Bandung: Remaja Rosdakarya a m Sarwono. d a l http://www. Semarang: Pahara Prize Singarimbun.P. Suara Pembaruan 12 November. 1986 Perubahan Perilaku Fertilitas di Sriharjo.asp? articlekey=3412&page=2.co. Yogyakarta: Pusat Penelitian dan Studi Kependudukan Universitas Gajah Mada.umamnoer. lansia bertambah (Family planning paradox: fewer children.gemari. 1997 Metode Etnografi. J.htm Shelton.php?id=1559  28  . Yogyakarta: Tiara Wacana Suyono.J 1993 Metodelogi Penelitian Kualitatif.cc – spread your wings and soar Medterm. Jumlah anak turun. Thrrick 1992 Melestarikan Perkawinan.t Definition of Fertility. d a l a m http://www. L. more elderly). M 1980 Faktor-Faktor Sosial dan Kebudayaan yang Mempengaruhi Fertilitas dan Mortalitas.com t.nl/~koeso002/articles/Paradoks %20KB. 17. d a l a m http://home.id/beritadetail. Moeleong.www. Seri Kertas Kerja No. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gadjah Mada.kbi. M dan L.com/script/main/art. Spradley. Solita dan Santo Koesoebjono 2004 Paradoks Program KB.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful