Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam memajukan sekolah adalah

:
1. Faktor guru dan kepala sekolah Guru memperoleh prioritas pertama untuk ditingkatkan mutunya karena guru merupakan variabel utama yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik/siswa, dan disisi lain kualitas guru masih terbilang rendah. Fungsi guru memang sentral dalam proses pendidikan, utamanya di sekolah. Akan tetapi kenyataannya posisi guru masih diselimuti oleh banyak masalah, misalnya profesionalitas dan jaminan penghasilan. Oleh karena itu, peningkatan profesionalitas dan pemberdayaan guru merupakan kebutuhan mendesak. Lebih lanjut, masih ada sejumlah alasan lain yang mendasari ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, dalam konteks SD, sebelum diberlakukan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan Diploma II PGSD, guru SD dipersiapkan oleh Sekolah Pendidikan Guru (SPG) berdasarkan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan SPG, terdapat sekitar 9,7% guru SD yang belum memenuhi syarat. Bahkan guru-guru yang berpendidikan SPG pun masih dinilai tidak mempunyai kemampuan yang layak secara profesional. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Kedua, rasio guru-peserta didik SD pada tahun 1975 (1:35) dan pada tahun 1988 menjadi (1:24) ternyata belum menunjukkan perbaikan kualitas pendidikan di SD. Jika rasio gurupeserta didik tidak seimbang untuk pendidikan, kualitas guru diperkirakan masih menjadi masalah yang amat besar dalam usaha peningkatan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang persekolahan. Ketiga, kelayakan mengajar yang didasarkan pada pendidikan formal saja tidak cukup. Kemampuan mengajar di dalam kelas sangat diperlukan. Disamping itu, tingkat penguasaan materi bidang studi masih merupakan kriteria kualitas guru yang belum banyak terungkap. Padahal kualitas guru yang tampak paling berpengaruh adalah kemampuan menguasai bahan yang diajarkan. Penguasaan materi pengajaran memberikan efek positif dan berarti terhadap prestasi belajar murid. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Sementara itu, efek dari besarnya gaji guru terhadap prestasi belajar tidak dapat dibuktikan oleh sebagian besar studi yang ditelaah dalam berbagai penelitian. Itu berarti kenaikan gaji yang selama ini sering dituntut tidak secara otomatis akan menaikkan kinerja guru. Dengan perkataan lain, kenaikan gaji berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja guru yang nantinya berimbas pada prestasi belajar peserta didik. Ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama untuk ditingkatkan profesionalitasnya didasari oleh pertimbangan: guru mempunyai intensitas interaksi yang tinggi dengan peserta didik, guru dapat berinteraksi dengan komponen pembelajaran lainnya bahkan bersinergi, guru mempunyai potensi untuk berkreasi dan berkembang terus menerus, apa yang telah dikuasai dan dimiliki guru dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kepala sekolah juga merupakan kendala dalam meningkatkan sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan pimpinan yang ada di sekolah. Maju mundurnya sekolah

Fasilitas yang ada jadi terkesan tidak bermanfaat dan terabaikan. Kepribadian guru yang kurang matang i. Sedangkan. Begitu juga sebaliknya. Besar kecilnya dana yang ada juga mempengaruhi lengkap tidaknya sarana prasarana tersebut. Di lapangan sering ditemui kepala sekolah yang tidak sungguh-sungguh dalam mengorganisir sekolah.tergantung dari bagaimana kepala sekolah mengorganisir sekolah. Karakteristik siswa yang berbeda-beda. Aktifitas belajar kurang. Tergantung bagaimana pihak-pihak tertentu untuk mengolah dan mengorganisirnya. peningkatan mutu sekolah tidak terealisasikan. Penguasaan guru akan ilmu yang harus disampaikan kurang d. Tidak/kurang suka dengan mata pelajaran tertentu. Alat penunjang pelajaran kurang. – Motivasi belajar dari dalam diri kurang. Kurangnya pemahaman guru tentang psikologi anak f. Faktor siswa Faktor penyebab timbulnya masalah/kesulitan belajar pada diri siswa sehingga hasil belajarnya tidak optimal adalah: a. misalnya buku dan alat-alat tulis. e. 3. sehingga sulit untuk menerima pelajaran. – Tidak dapat mengatur waktu belajar dengan baik. Bimbingan dan penyuluhan dari guru kurang maksimal c. . Cara mengajar guru kurang disukai/bahkan tidak disukai b. Secara keseluruhan dan umum kinerja guru yang menjadi kendala adalah sebagai berikut: a. Minimnya kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi dalam lembaga. kurangnya sarana prasarana akan membuat prestasi belajar kurang maksimal karena potensi siswa tidak tergali secara utuh. Hal itu mungkin disebabkan kepala sekolah tidak mampu atau mungkin kepala sekolah mampu tetapi enggan melakukan pengaturan sekolah dengan baik. Cara penyampaian materi yang monoton dan kurang variatif e. h. b. Semakin lengkap akan semakin meningkatkan prestasi belajar siswa jika sarana dan prasarana tersebut dimanfaatkan secara maksimal. sehingga kurang maksimal dalam belajar. Sarana prasarana sudah lengkap. 2. namun pemanfaatannya kurang maksimal akan tetap membawa siswa kurang optimal dalam belajar. cara kepala sekolah mengorganisir sekolahnya tergantung dari pendidikan dan pengalaman kepala sekolah. Akibatnya. d. c. Kurang adanya konsep perencanaan yang baik dalam penyusunan program-program untuk memajukan lembaga yang ditanganinya. Daya ingatnya lemah dan pemahamannya kurang. Faktor sarana dan prasarana Lengkap tidaknya sarana prasarana akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Perhatian guru tentang latar belakang dan kebutuhan anak kurang g.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan e. (2) kurang adanya inisiatif dari kedua pihak. Wujud kendala yang dialami dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) kurang berfungsinya wadah organisasi orang tua untuk berpartisipasi dalam aktivitas di sekolah. Tidak ada bimbingan sewaktu belajar.4. dan (6) berkembangnya anggapan bahwa program itu dapat dilakukan lebih belakangan daripada program sekolah yang lain. perhatian dan motivasi belajar dari orang tua b. Kendala dari orang tua sendiri terlihat dari beberapa hal berikut ini: a. (3) kurang pro aktifnya sekolah dalam mengembangkan program hubungan sekolah-masyarakat. Suasana di rumah tidak mendukung untuk belajar d. Kurang komunikasi. Fasilitas belajar kurang (tidak ada tempat belajar khusus) f. Kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya prestasi yang harus diperoleh seoptimal mungkin oleh anak . sehingga orang tua tidak mengetahui kesulitan anaknya c. (5) relatif rendahnya kondisi sosial ekonomi orang tua. Faktor masyarakat dan orang tua Partisipasi masyarakat yang tergolong rendah menunjukkan bahwa masih ada kendala dalam melaksanakan program hubungan sekolah-masyarakat. terutama orang tua/masyarakat. (4) terbatasnya waktu kepala sekolah atau guru yang ditugasi melaksanakan program.

Misalnya Anda guru  . bukan karena untuk mengungkit apa yang sudah diberikan kepada para guru. Ada tiga variabel yang harus dievaluasi terkait dengan kinerja guru.NET (09/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional. rencana tentang syarat sertifikasi guru yang mengharuskan para guru untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sebagai sesuatu yang sangat logis.com mengatakan. Pertanyaan itu terkait sifat dari sertifikasi. akan tetapi Mendiknas menilai bahwa pemenuhan tuntutan masyarakat adalah hal yang utama. Hal ini juga terkait langsung dengan konsekuensi dari seseorang yang sudah mendapatkan kemaslahatan dari profesinya. Variabel kedua yaitu kinerja tentang prestasi dari siswanya karena ini merupakan ujung dari hasil mengajar guru tersebut. yakni apakah mengikat sepanjang hayat atau ada periodesasi untuk mengevaluasi tentang kompetensi profesionalitasnya. Kemdiknas saat ini sedang menyiapkan evaluasi bagi para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi atau kemaslahatan sebagai seorang profesional. maka kualitas guru bisa naik dan menurun kapan saja. Selain itu selalu ada pertanyaan mendasar setelah guru ditetapkan menjadi profesi dan tersertifikasi. Ini menjadi penting. sedangkan sifat dari profesionalitas itu sangat fluktuatif.  Variabel pertama adalah absentisme atau tingkat kehadiran.KINERJA GURU TERSERTIFIKASI AKAN TERUS DIEVALUASI SEKOLAHDASAR. Absentisme menjadi hal paling utama dalam evauasi kinerja para guru karena dapat diketahui berapa jam guru tersebut mengajar dan berapa jam waktu mengajar yang hilang. Setelah disertifikasi seorang guru harus benar-benar menunjukkan peningkatan kinerjanya. Memang sampai saat ini belum ada ketentuan berapa tahun harus direview dan dievaluasi tentang sertifikasi yang terkait dengan profesionalitas guru. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas. Permasalah lainnya terkait dengan kinerja guru. Karena sertifikasi itu bertujuan memastikan profesionalitas.

misalnya ia ikut menulis pengembangan keilmuan.5 jam dalam seminggu. Tetapi juga hendaknya dihitung berapa jam para guru menyiapkan hal-hal lain yang mendukung dan terkait dengan proses belajar-mengajar. seperti misalnya pada saat melakukan pendampingan kepada siswa. Persiapan-persiapan untuk mengajar juga harus dimasukkan sebagai bagian dari pekerjaan para guru. saat memberikan bimbingan belajar atau saat praktek di lapangan agar bisa dihitung sebagai bagian dari mengajar. yang ujungnya itu bisa membangun budaya di sekolah. Oleh karena itu.  Variabel ketiga dalam evaluasi kinerja guru lebih masuk ke wilayah kolektif. Seperti diberitakan sebelumnya. 2013 JAM MENGAJAR GURU AKAN DITAMBAH SEKOLAHDASAR. berapa tingkat kelulusan siswanya? Oleh karena itu harus dievaluasi dan dikaitkan dengan nilai yang dicapai oleh siswanya. jika standar minimal jam mengajar akan dinaikkan. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas.5 jam dalam seminggu. jika jam mengajar guru jangan hanya dihitung dari berapa jam ia mengajar di depan kelas. itu tidak harus diterjemahkan hanya mengajar di dalam kelas. Ini sama halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler guru. Mohammad Nuh mengimbau. yaitu sampai sejauh mana peran sang guru dalam membangun budaya belajar di sekolah. Kemenpan berancana akan menaikkan standar minimal mengajar bagi para Guru yang ingin disertifikasi dari 24 jam menjadi 27. Tetapi bisa juga diartikan lebih luas. Itulah hal-hal yang harus dilakukan di dalam konteks mengevaluasi kinerja guru yang sudah tersertifikasi. Mendiknas.com menghargai usulan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait dengan akan diberlakukannya aturan yang mengatur pengembangan dan pembinaan profesi.NET (10/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). memberikan pendampingan pada kegiatan Pramuka dan sebagainya. Memang lazimnya orang bekerja itu sekitar 34 jam dalam seminggu. Sampai dengan saat ini beban minimal mengajar guru adalah 24 jam per minggu.matematika. Usulan Kemenpan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013 mendatang. Semoga dengan kebijakan ini tidak akan ada lagi kecemburuan antara pegawai negeri non guru dengan guru. Sedangkan usulan dari Kemenpan akan menaikkan jam mengajar guru dari 24 jam menjadi 27. Selain itu akan juga seimbang dengan kesejahteraan .

8). UKA 2012 hanya menguji satu komponen. Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 dilaksanakan dengan tujuan melakukan pemetaan. Hasil rata-rata UKA 2012 yaitu 42.2). Karena menurutnya.884 peserta. posisi 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi disusul oleh DKI Jakarta (49.1) dan Banten (41.868 (1. yakni sekitar Mei-Juni 2012 mendatang. Memang. Dalam Uji Kompetensi Awal guru (UKA) 2012 terdaftar mencapai 285.Setelah DIY.2). "Pemerintah selama ini lalai dengan pembinaan untuk menaikkan kapasitas guru. Sumatera Barat (42.0).1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didaulat mendapat predikat sebagai provinsi dengan nilai rata-rata UKA tertinggi. Jawa Tengah (45. dalam proses pembinaan itu. Mengutip dari kompas. Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina. Jawa Barat (44. alasan pembinaan bagi guru yang tidak lolos UKA dilaksanakan pada waktu liburan adalah supaya saat masuk tahun ajaran baru.25 dengan nilai tertinggi 97." kata Abduhzen. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sendiri akan melakukan pembinaan para guru yang tidak lolos Uji Kompetensi Awal (UKA). Akan tetapi.yang diberikan bagi guru yang telah tersertifikasi profesional. Abduhzen menilai rendahnya hasil UKA merupakan cermin dari realitas guru yang tidak pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari pemerintah. Jawa Timur (47. para guru akan diberikan berbagai ilmu pendidikan keguruan. itu tidak berarti nilai yang baik prosesnya tidak jujur. Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan. Begitu bertugas menjadi guru tidak pernah dilatih. dan sebagai tiket seorang guru masuk ke proses selanjutnya sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak mendapatkan tunjangan profesi. Rencananya.1). Hasil UKA yang rendah jangan diartikan jika rata-rata guru di Indonesia bodoh. UKA tidak menguji kemampuan atau metodologi pengajaran yang dimiliki guru. Ditambahkan oleh Nuh. Naskah soal UKA sangat teoritis. Rendahnya rata-rata hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) ini dinilai berbeda dari berbagai pihak. para guru yang tidak lulus UKA ini bisa lebih semangat meningkatkan kualitas mengajarnya.1).70 persen) batal mengikuti UKA dengan berbagai alasan. "Saya memprediksi pelaksanaan ini jujur karena banyak yang nilainya jelek.016 (98 persen) peserta yang mengikuti UKA. Yang perlu ditekankan adalah jam mengajar itu tidak hanya dihitung dari mengajar di dalam kelas tapi bisa diartikan luas. Bali (48. yakni unsur Kognitif Guru. PENGUMUMAN HASIL UJI KOPETENSI AWAL (UKA) GURU YANG INGIN SERTIFIKASI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan hasil uji kompetensi awal (UKA) yang pelaksanaan ujiannya sendiri dilaksanakan bulan Februari kemarin. hal itu akan dilakukan di masa-masa waktu liburan sekolah." kata Nuh dikutip dari kompas. Bagi Mendikbud rendahnya nilai rata-rata UKA adalah tolak ukur pelaksanaan UKA berjalan dengan jujur. Karena untuk . hanya 281. seleksi kelayakan. Seperti metodologi pengajaran hingga materi lainnya. Papua (41. Kepulauan Riau (43.0 dan nilai terendah 1. Hasil rata-rata UKA itu mencakup seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai jenjang SMA. lama kelamaan lupa dengan ilmu. secara umum hasil nilai rata-rata Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 masih rendah.7).9). Dengan nilai rata-rata 50. sedangkan sisanya. 4. yang menyulitkan para guru dalam menjawab soal-soal tersebut. UKA tidak menunjukkan kompetensi guru secara utuh.0. tapi setidaknya gambaran ini cukup realistis.

madrasah yang dipimpin dengan gaya kepemimpinan seperti itu tidak banyak mengalami perubahan dan biasanya berjalan sekadar menjalankan pekerjaan rutinitas.go. (2) terlalu banyak peraturan sehingga ruang geraknya terasa terbatas. pengumuman hasil uji kompetensi awal akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2012. Demikian pula dalam konteks madrasah sebagai organisasi.id Memimpin Madrasah Agar Lebih Dinamis Prof. Madrasrah sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional tentu memerlukan perhatian dan pengelolaan secara serius. entah karena tidak berani menanggung risiko yang ditimbulkan oleh langkah-langkah yang diambil. Guru yang berhasil lolos seleksi akhir dinyatakan sebagai guru profesional dan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji (guru PNS). Berita di atas diolah dari kompas. Maju dan mundurnya organisasi sangat tergantung pada sejauh mana pimpinan mampu berimajinasi memajukan organisasinya. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).mendapatkan tunjangan profesi. maka posisi kepala madrasah juga sangat strategis dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya.5 juta (untuk guru non PNS). dan Uji Kompetensi Akhir.com. Karena itu. Hasil terperinci Pengumuman Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 diundur yang semula dijadwalkan 18 Maret menjadi 22 Maret 2012 di website resmi Kemendiknas http://sergur. lebih memilih sekadar menjalankan garis-garis besar yang dipandang menjadi kewajiban atau wewenangnya. Padahal. dan (4) hubungan primordial yang berlebihan dan seterusnya masih banyak lagi lainnya. 24 Juli 2010 01:51 Di setiap organisasi. Akan tetapi tampaknya orang yang memiliki keberanian seperti itu jumlahnya amat terbatas. sebagaimana teori organisasi modern berkutat dalam rutinitas sejatinya tanpa disadari merupakan gejala kematian organisasi secara perlahan-lahan. hingga mampu melakukan perubahan-perubahan untuk memajukan madrasahnya. Kebanyakan kepala madrasah. kepemimpinan madrasah ke depan dengan perubahan masyarakat yang semakin cepat dan terbuka menuntut kemampuan yang lebih kreatif. ternyata memiliki keberanian keluar dari kendala-kendala itu. H. (3) kurangnya keberanian menanggung risiko dan seterusnya. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang) Sabtu. (3) suasana birokratis yang mengurangi bahkan membatasi ruang gerak dalam upaya pengembangan. Saat mengecek website resmi Kemendikbud http://sergur. inovatif dan dinamis. Akan tetapi seringkali terlihat kepala madrasah kurang berdaya karena berbagai sebab dan kendala baik yang bersifat internal pribadi yang bersangkutan maupun eksternal. Seperti diberitakan sebelumnya. Yang bersifat internal misalnya (1) kurangnya keberanian untuk mengambil prakarsa dalam melakukan inovasi yang bersifat strategis. Sedangkan yang bersifat eksternal. (2) kurangnya pemahaman atas peran-peran yang seharusnya dimainkan. Kepala madrasah yang sekadar bergaya menunggu dan terlalu berpegang pada aturan-aturan birokratis dan berpikir secara struktural dan tidak berani melakukan inovasi untuk . atau Rp 1.Dr. Tahun ini. atau kurang tepat dalam memahami peran-peran yang seharusnya dimainkan.kemdiknas.go. masing-masing guru harus melewati UKA. posisi dan peran pimpinan selalu sangat sentral. misalnya: (1) kekurangan informasi yang seharusnya dikuasai. Akibatnya. Dalam banyak kasus kepala madrasah yang tergolong inovatif.id belum ada pengumuman resmi secara online dari Kemendiknas daftar hasil nilai peserta Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012. Kemdikbud berencana memberikan sertifikasi kepada 250 ribu guru di seluruh Indonesia.kemdiknas.

baik pribadi maupun masyarakat yang berhasil dibangun selama ini. membimbing. mestinya harus dilihat sebagai lembaga pendidikan yang khas. Pada masyarakat yang semakin berkembang demikian cepat dan di dalamnya terjadi kompetisi secara terbuka selalu dituntut kualitas pelayanan yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya. Proses batin seperti ini jika dilakukan secara terus menerus akan melahirkan kekuatan sebagaimana accu untuk menggerakkan mesin tersebut. mengarahkan dan memimpin. pada sebagian perannya adalah tak ubahnya sebuah accu yang bertugas menjadi sumber penggerak seluruh kekuatan mesin. sedangkan prestasi lainnya diabaikan. jujur dan adil. memperlancar. mensejahterakan dan mendukung. baik pada tataran proses maupun produknya. mengendalikan. selama ini hanya aspek-aspek tertentu diperbandingkan dengan sekolah umum. but the consumers) pilihan-pilihan sudah semakin banyak dan beragam. misalnya pengembangan ketenagaan. Persoalannya adalah bagaimana menjadikan kepala madrasah lebih berdaya agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memajukan madrasah sebagaimana yang digambarkan itu. akan tetapi kurang memperoleh dukungan finansial yang memadai. yang memiliki kharasteristik berbeda dengan pendidikan umum lainnya. memiliki kemampuan leadership dan manajerial yang tanggu. Prestasi madrasah di bidang pembinaan akhlak dan spiritual yang sesungguhnya menjadi fondasi kehidupan. yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah memperluas cakrawala pandang. menumbuh-kembangkan suara batin secara terus menerus. tempat berkonsultasi. Pemimpin menurut hemat saya. kurikulum. memotivasi. mengupayakan dukungan dan berusaha untuk mengetahui keterbatasan diri secara tepat. (2) memberikan kepercayaan yang lebih luas sehingga ada sikap saling percaya (mutual trust) . Karena itu. memperluas batas. pada satu sisi madrasah dituntut menghasilkan lulusan yang sama dengan sekolah umum. tugas-tugas kepala madrasah sebagai seorang pemimpin lembaga pendidikan masa depan tidak cukup hanya sekadar melakukan peran-peran yang berkenaan dengan perencanaan. sehingga ada akuntabilitas (accountability). Tuntutan semacam ini hanya dapat dipenuhi oleh kepala madrasah yang berdaya (empowered). terlihat bahwa hubungan pemimpin dan yang dipimpin. madrasah yang berstatus swasta. (5) memfasilitasi sehingga lembaga fasilitatif dan (6) mengevaluasi secara menyeluruh. Madrasah hanya dikenali sebagai lembaga . Anehnya. akan ditinggalkan oleh peminatnya. harus disempurnakan dengan kegiatan-kegiatan yang membuat orang yang dipimpin mampu. Lembaga pendidikan madrasah. patron dan kliennya. maka ada beberapa hal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah. di tambah lagi dengan tuntutan yang semakin komplek untuk menyesuaikan dengan tuntutan zamannya. mengkomunikasikan. (3) memperkaya sumber-sumber informasi yang mencukupi. mengkoordinasi. manajemen dan kepemimpinannya pada madrasah yang dipimpinnya sehingga tersedia ruang berkreativitas secara memadai. tidak pernah memperoleh perhatian yang cukup. Lebih dari itu. Dengan demikian. melainkan terjalin hubungan kolegial di antara orang-orang yang masingmasing memiliki tanggung-jawab atau integritas pengabdian yang tinggi. membangun dialog batin yang positif. termasuk pemimpin madrasah. Sebab.menyesuaikan tuntutan masyarakatnya. mereka menuntut kualitas dan pelayanan prima. Posisi madrasah selama ini diperlakukan kurang adil. tidak sebagaimana hubungan buruh dan majikannya. membangun kerjasama. Lebih-lebih lagi. Seorang pemimpin dikatakan berdaya manakala yang bersangkutan menyandang kekuatan untuk menggerakkan orang lain. (4) membantu menghilangkan rintangan atau halangan sehingga tidak banyak kendala (constraints). membagi cinta kasih. Memperhatikan tantangan dan tanggung jawab kepala madrasah ke depan. kreatif. wilayah tugas pemimpin masa depan. antara lain : (1) memberikan space yang luas agar dimungkin kan mereka melakukan kreativitas dan eksperimen pengembangan madrasah dalam berbagai aspeknya. sehingga suasana lembaga tidak kering (resourceful). tidak mengenal lelah dan tak kenal putus asa. (The stake holders are not the producers. Sebagai seorang pemimpin. Perlu disadari bahwa ciri khas masyarakat maju adalah pemegang kendali bukan lagi produsen melainkan konsumen.

dalam membimbing para siswanya mencari kebenaran mendasarkan kan kepada dua jenis sumber tersebut dan memandang perkembangan ilmu npengetahuan dengan berlandaskan al-Qur’an. . Terkait dengan upaya menghilangkan dikotomik terhadap cara pandang ilmu.. Lebih dari itu. Dalam mencari kebenaran. terlihat al Qur^an dan hadits diposisikan sebagai bagian rumpun ilmu pengetahuan. --agama dan umum. selanjutnya tidak sebatas fiqh. Bahasa Inggris dan lain-lain.. Kemajuan madrasah yang selalu diimpikan.. sehingga dihasilkan pengetahuan yang lebih pasti dan sempurna. agar madrasah menjadi selalu meningkat dan lebih baik. dan sekaligus kualitas madrasah ke depan. setidak-setidaknya dengan maksud agar menjadi bagian dari tantangan atau persoalan yang perlu segera memperoleh tanggapan untuk meningkatkan kinerja itu sendiri. Selama ini. pendidikan Islam dinilai melahirkan pribadi yang kurang utuh.. Ke depan dalam melihat kualitas pendidikan harus dilakukan secara utuh dan komprehensif. IPA.. Allahu a’lam. akhlak. --ayat-ayat qouliyah dan ayat-ayat kauniyah.. melainkan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan etika.. dalam melihat ilmu pengetahuan masih bersifat dikotomik... melainkan harus diciptakan upaya-upaya yang lebih kreatif dan inovatif oleh semua pihak. untuk meraih cita-cita bersama.. manusia dan berbagai perilakunya. Semestinya lembaga pendidikan Islam. penciptaan. khususnya menyangkut materi yang dikembangkan dipandang terlalu mengedepankan aspek kognitif dan kurang menyentuh aspek-aspek psikomotor dan afektif. Saya berpendapat bahwa al Qur^an dan hadits bukan menjadi bagian rumpun ilmu. Selain itu juga disoroti bahwa pendidikan Islam.. Pikiran-pikiran tersebut di atas sengaja dikemukakan dalam perbincangan pemberdayaan kepala madrasah untuk meningkatkan kinerja (performance). alam dan sifat-sifatnya serta tentang keselamatan manusia dan alam menurut pandangan kitab suci (al Qur^an dan hadits). tidak mungkin diraih sekadar melalui kerja monoton dan rutin.pendidikan yang kurang berhasil di bidang matematika. tasawwuf.. tafsir dan hadits melainkan menyangkut tentang kajian ketuhanan. Kajian-kajian Islam. umat Islam mengenal ayat-ayat Qur^aniyah (kawliyah) dan ayatayat kawniyah. termasuk madrasah. Kritik-kritik terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam yang muncul akhir-akhir ini. kiranya perlu dikembangkan pemikiran pendidikan Islam yang lebih komprehensif. yakni mengkategorisasikan ilmu menjadi ilmu umum dan ilmu agama. yang selanjutnya melahirkan cara pandang yang dikotomik itu.. Dalam konteks pengembangan madrasah ke depan. Perbincangan tentang pemberdayaan madrasah seperti itu menjadi sangat penting. menurut pandangan saya. mungkin perlu ada keberanian untuk melakukan pemikiran ulang tentang posisi sumber agama Islam dalam kontek rumpun keilmuan pada umumnya. tauhid. Dampak cara pandang seperti itu adalah ajaran Islam yang bersifat universal justru menjadi sempit dan bahkan hanya menyangkut aspek-aspek feriferi kehidupan manusia yang sesungguhnya amat luas.