Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam memajukan sekolah adalah

:
1. Faktor guru dan kepala sekolah Guru memperoleh prioritas pertama untuk ditingkatkan mutunya karena guru merupakan variabel utama yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik/siswa, dan disisi lain kualitas guru masih terbilang rendah. Fungsi guru memang sentral dalam proses pendidikan, utamanya di sekolah. Akan tetapi kenyataannya posisi guru masih diselimuti oleh banyak masalah, misalnya profesionalitas dan jaminan penghasilan. Oleh karena itu, peningkatan profesionalitas dan pemberdayaan guru merupakan kebutuhan mendesak. Lebih lanjut, masih ada sejumlah alasan lain yang mendasari ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, dalam konteks SD, sebelum diberlakukan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan Diploma II PGSD, guru SD dipersiapkan oleh Sekolah Pendidikan Guru (SPG) berdasarkan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan SPG, terdapat sekitar 9,7% guru SD yang belum memenuhi syarat. Bahkan guru-guru yang berpendidikan SPG pun masih dinilai tidak mempunyai kemampuan yang layak secara profesional. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Kedua, rasio guru-peserta didik SD pada tahun 1975 (1:35) dan pada tahun 1988 menjadi (1:24) ternyata belum menunjukkan perbaikan kualitas pendidikan di SD. Jika rasio gurupeserta didik tidak seimbang untuk pendidikan, kualitas guru diperkirakan masih menjadi masalah yang amat besar dalam usaha peningkatan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang persekolahan. Ketiga, kelayakan mengajar yang didasarkan pada pendidikan formal saja tidak cukup. Kemampuan mengajar di dalam kelas sangat diperlukan. Disamping itu, tingkat penguasaan materi bidang studi masih merupakan kriteria kualitas guru yang belum banyak terungkap. Padahal kualitas guru yang tampak paling berpengaruh adalah kemampuan menguasai bahan yang diajarkan. Penguasaan materi pengajaran memberikan efek positif dan berarti terhadap prestasi belajar murid. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Sementara itu, efek dari besarnya gaji guru terhadap prestasi belajar tidak dapat dibuktikan oleh sebagian besar studi yang ditelaah dalam berbagai penelitian. Itu berarti kenaikan gaji yang selama ini sering dituntut tidak secara otomatis akan menaikkan kinerja guru. Dengan perkataan lain, kenaikan gaji berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja guru yang nantinya berimbas pada prestasi belajar peserta didik. Ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama untuk ditingkatkan profesionalitasnya didasari oleh pertimbangan: guru mempunyai intensitas interaksi yang tinggi dengan peserta didik, guru dapat berinteraksi dengan komponen pembelajaran lainnya bahkan bersinergi, guru mempunyai potensi untuk berkreasi dan berkembang terus menerus, apa yang telah dikuasai dan dimiliki guru dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kepala sekolah juga merupakan kendala dalam meningkatkan sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan pimpinan yang ada di sekolah. Maju mundurnya sekolah

Minimnya kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi dalam lembaga. – Tidak dapat mengatur waktu belajar dengan baik. h. Akibatnya. Tergantung bagaimana pihak-pihak tertentu untuk mengolah dan mengorganisirnya. Cara penyampaian materi yang monoton dan kurang variatif e. Faktor siswa Faktor penyebab timbulnya masalah/kesulitan belajar pada diri siswa sehingga hasil belajarnya tidak optimal adalah: a. Fasilitas yang ada jadi terkesan tidak bermanfaat dan terabaikan. cara kepala sekolah mengorganisir sekolahnya tergantung dari pendidikan dan pengalaman kepala sekolah. kurangnya sarana prasarana akan membuat prestasi belajar kurang maksimal karena potensi siswa tidak tergali secara utuh. Bimbingan dan penyuluhan dari guru kurang maksimal c. Alat penunjang pelajaran kurang. . d. Cara mengajar guru kurang disukai/bahkan tidak disukai b. Begitu juga sebaliknya. – Motivasi belajar dari dalam diri kurang. e. Penguasaan guru akan ilmu yang harus disampaikan kurang d. Kurang adanya konsep perencanaan yang baik dalam penyusunan program-program untuk memajukan lembaga yang ditanganinya. Sarana prasarana sudah lengkap. Secara keseluruhan dan umum kinerja guru yang menjadi kendala adalah sebagai berikut: a. b. Perhatian guru tentang latar belakang dan kebutuhan anak kurang g. Hal itu mungkin disebabkan kepala sekolah tidak mampu atau mungkin kepala sekolah mampu tetapi enggan melakukan pengaturan sekolah dengan baik. Di lapangan sering ditemui kepala sekolah yang tidak sungguh-sungguh dalam mengorganisir sekolah. Semakin lengkap akan semakin meningkatkan prestasi belajar siswa jika sarana dan prasarana tersebut dimanfaatkan secara maksimal. 2. Aktifitas belajar kurang. sehingga kurang maksimal dalam belajar. namun pemanfaatannya kurang maksimal akan tetap membawa siswa kurang optimal dalam belajar. Faktor sarana dan prasarana Lengkap tidaknya sarana prasarana akan mempengaruhi hasil belajar siswa. peningkatan mutu sekolah tidak terealisasikan. Kurangnya pemahaman guru tentang psikologi anak f. Tidak/kurang suka dengan mata pelajaran tertentu. Daya ingatnya lemah dan pemahamannya kurang. c.tergantung dari bagaimana kepala sekolah mengorganisir sekolah. misalnya buku dan alat-alat tulis. sehingga sulit untuk menerima pelajaran. 3. Kepribadian guru yang kurang matang i. Sedangkan. Karakteristik siswa yang berbeda-beda. Besar kecilnya dana yang ada juga mempengaruhi lengkap tidaknya sarana prasarana tersebut.

Kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya prestasi yang harus diperoleh seoptimal mungkin oleh anak . (3) kurang pro aktifnya sekolah dalam mengembangkan program hubungan sekolah-masyarakat. dan (6) berkembangnya anggapan bahwa program itu dapat dilakukan lebih belakangan daripada program sekolah yang lain. Tidak ada bimbingan sewaktu belajar. Fasilitas belajar kurang (tidak ada tempat belajar khusus) f. Wujud kendala yang dialami dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) kurang berfungsinya wadah organisasi orang tua untuk berpartisipasi dalam aktivitas di sekolah. sehingga orang tua tidak mengetahui kesulitan anaknya c. Kendala dari orang tua sendiri terlihat dari beberapa hal berikut ini: a. (4) terbatasnya waktu kepala sekolah atau guru yang ditugasi melaksanakan program. perhatian dan motivasi belajar dari orang tua b. Faktor masyarakat dan orang tua Partisipasi masyarakat yang tergolong rendah menunjukkan bahwa masih ada kendala dalam melaksanakan program hubungan sekolah-masyarakat.4. (5) relatif rendahnya kondisi sosial ekonomi orang tua. Suasana di rumah tidak mendukung untuk belajar d. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan e. terutama orang tua/masyarakat. Kurang komunikasi. (2) kurang adanya inisiatif dari kedua pihak.

 Variabel pertama adalah absentisme atau tingkat kehadiran. Misalnya Anda guru  . Selain itu selalu ada pertanyaan mendasar setelah guru ditetapkan menjadi profesi dan tersertifikasi. Memang sampai saat ini belum ada ketentuan berapa tahun harus direview dan dievaluasi tentang sertifikasi yang terkait dengan profesionalitas guru. Absentisme menjadi hal paling utama dalam evauasi kinerja para guru karena dapat diketahui berapa jam guru tersebut mengajar dan berapa jam waktu mengajar yang hilang. Setelah disertifikasi seorang guru harus benar-benar menunjukkan peningkatan kinerjanya. Variabel kedua yaitu kinerja tentang prestasi dari siswanya karena ini merupakan ujung dari hasil mengajar guru tersebut. sedangkan sifat dari profesionalitas itu sangat fluktuatif. Karena sertifikasi itu bertujuan memastikan profesionalitas.NET (09/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional. Pertanyaan itu terkait sifat dari sertifikasi. maka kualitas guru bisa naik dan menurun kapan saja.com mengatakan. Hal ini juga terkait langsung dengan konsekuensi dari seseorang yang sudah mendapatkan kemaslahatan dari profesinya. rencana tentang syarat sertifikasi guru yang mengharuskan para guru untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sebagai sesuatu yang sangat logis. bukan karena untuk mengungkit apa yang sudah diberikan kepada para guru.KINERJA GURU TERSERTIFIKASI AKAN TERUS DIEVALUASI SEKOLAHDASAR. Kemdiknas saat ini sedang menyiapkan evaluasi bagi para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi atau kemaslahatan sebagai seorang profesional. Ini menjadi penting. akan tetapi Mendiknas menilai bahwa pemenuhan tuntutan masyarakat adalah hal yang utama. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas. Permasalah lainnya terkait dengan kinerja guru. Ada tiga variabel yang harus dievaluasi terkait dengan kinerja guru. yakni apakah mengikat sepanjang hayat atau ada periodesasi untuk mengevaluasi tentang kompetensi profesionalitasnya.

 Variabel ketiga dalam evaluasi kinerja guru lebih masuk ke wilayah kolektif. Selain itu akan juga seimbang dengan kesejahteraan . Tetapi bisa juga diartikan lebih luas. yaitu sampai sejauh mana peran sang guru dalam membangun budaya belajar di sekolah. itu tidak harus diterjemahkan hanya mengajar di dalam kelas. Sedangkan usulan dari Kemenpan akan menaikkan jam mengajar guru dari 24 jam menjadi 27. berapa tingkat kelulusan siswanya? Oleh karena itu harus dievaluasi dan dikaitkan dengan nilai yang dicapai oleh siswanya.5 jam dalam seminggu. Itulah hal-hal yang harus dilakukan di dalam konteks mengevaluasi kinerja guru yang sudah tersertifikasi. Mendiknas. 2013 JAM MENGAJAR GURU AKAN DITAMBAH SEKOLAHDASAR.NET (10/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Ini sama halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler guru.5 jam dalam seminggu. yang ujungnya itu bisa membangun budaya di sekolah. Memang lazimnya orang bekerja itu sekitar 34 jam dalam seminggu. saat memberikan bimbingan belajar atau saat praktek di lapangan agar bisa dihitung sebagai bagian dari mengajar. Kemenpan berancana akan menaikkan standar minimal mengajar bagi para Guru yang ingin disertifikasi dari 24 jam menjadi 27. Tetapi juga hendaknya dihitung berapa jam para guru menyiapkan hal-hal lain yang mendukung dan terkait dengan proses belajar-mengajar.matematika. memberikan pendampingan pada kegiatan Pramuka dan sebagainya. Semoga dengan kebijakan ini tidak akan ada lagi kecemburuan antara pegawai negeri non guru dengan guru. Usulan Kemenpan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013 mendatang. misalnya ia ikut menulis pengembangan keilmuan. Oleh karena itu. Seperti diberitakan sebelumnya. Mohammad Nuh mengimbau. jika standar minimal jam mengajar akan dinaikkan.com menghargai usulan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait dengan akan diberlakukannya aturan yang mengatur pengembangan dan pembinaan profesi. Sampai dengan saat ini beban minimal mengajar guru adalah 24 jam per minggu. jika jam mengajar guru jangan hanya dihitung dari berapa jam ia mengajar di depan kelas. Persiapan-persiapan untuk mengajar juga harus dimasukkan sebagai bagian dari pekerjaan para guru. seperti misalnya pada saat melakukan pendampingan kepada siswa. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sendiri akan melakukan pembinaan para guru yang tidak lolos Uji Kompetensi Awal (UKA). UKA tidak menunjukkan kompetensi guru secara utuh. hanya 281.7). lama kelamaan lupa dengan ilmu. alasan pembinaan bagi guru yang tidak lolos UKA dilaksanakan pada waktu liburan adalah supaya saat masuk tahun ajaran baru.884 peserta. Dengan nilai rata-rata 50. tapi setidaknya gambaran ini cukup realistis. PENGUMUMAN HASIL UJI KOPETENSI AWAL (UKA) GURU YANG INGIN SERTIFIKASI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan hasil uji kompetensi awal (UKA) yang pelaksanaan ujiannya sendiri dilaksanakan bulan Februari kemarin. itu tidak berarti nilai yang baik prosesnya tidak jujur. Sumatera Barat (42. Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina. Jawa Barat (44. Papua (41.0 dan nilai terendah 1.8)." kata Abduhzen. "Pemerintah selama ini lalai dengan pembinaan untuk menaikkan kapasitas guru. Mengutip dari kompas. Hasil rata-rata UKA itu mencakup seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai jenjang SMA. Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan. Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 dilaksanakan dengan tujuan melakukan pemetaan. Karena untuk . yang menyulitkan para guru dalam menjawab soal-soal tersebut. yakni sekitar Mei-Juni 2012 mendatang. Seperti metodologi pengajaran hingga materi lainnya. hal itu akan dilakukan di masa-masa waktu liburan sekolah. Hasil UKA yang rendah jangan diartikan jika rata-rata guru di Indonesia bodoh. Rencananya. Begitu bertugas menjadi guru tidak pernah dilatih. UKA tidak menguji kemampuan atau metodologi pengajaran yang dimiliki guru. Rendahnya rata-rata hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) ini dinilai berbeda dari berbagai pihak. yakni unsur Kognitif Guru. Ditambahkan oleh Nuh. Bagi Mendikbud rendahnya nilai rata-rata UKA adalah tolak ukur pelaksanaan UKA berjalan dengan jujur. dan sebagai tiket seorang guru masuk ke proses selanjutnya sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak mendapatkan tunjangan profesi. para guru yang tidak lulus UKA ini bisa lebih semangat meningkatkan kualitas mengajarnya. seleksi kelayakan. UKA 2012 hanya menguji satu komponen.yang diberikan bagi guru yang telah tersertifikasi profesional. Akan tetapi. posisi 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi disusul oleh DKI Jakarta (49. 4. Hasil rata-rata UKA 2012 yaitu 42. Jawa Timur (47. Karena menurutnya. Yang perlu ditekankan adalah jam mengajar itu tidak hanya dihitung dari mengajar di dalam kelas tapi bisa diartikan luas. Abduhzen menilai rendahnya hasil UKA merupakan cermin dari realitas guru yang tidak pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari pemerintah. Jawa Tengah (45. dalam proses pembinaan itu. secara umum hasil nilai rata-rata Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 masih rendah. Bali (48.2).2). sedangkan sisanya.9).0)." kata Nuh dikutip dari kompas.1).0. Memang.868 (1. Naskah soal UKA sangat teoritis. Kepulauan Riau (43.25 dengan nilai tertinggi 97. "Saya memprediksi pelaksanaan ini jujur karena banyak yang nilainya jelek. Dalam Uji Kompetensi Awal guru (UKA) 2012 terdaftar mencapai 285.1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didaulat mendapat predikat sebagai provinsi dengan nilai rata-rata UKA tertinggi.1) dan Banten (41.70 persen) batal mengikuti UKA dengan berbagai alasan.Setelah DIY.016 (98 persen) peserta yang mengikuti UKA. para guru akan diberikan berbagai ilmu pendidikan keguruan.1).

maka posisi kepala madrasah juga sangat strategis dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Seperti diberitakan sebelumnya. hingga mampu melakukan perubahan-perubahan untuk memajukan madrasahnya. madrasah yang dipimpin dengan gaya kepemimpinan seperti itu tidak banyak mengalami perubahan dan biasanya berjalan sekadar menjalankan pekerjaan rutinitas.go. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).id belum ada pengumuman resmi secara online dari Kemendiknas daftar hasil nilai peserta Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012. Dalam banyak kasus kepala madrasah yang tergolong inovatif. lebih memilih sekadar menjalankan garis-garis besar yang dipandang menjadi kewajiban atau wewenangnya. entah karena tidak berani menanggung risiko yang ditimbulkan oleh langkah-langkah yang diambil. (3) suasana birokratis yang mengurangi bahkan membatasi ruang gerak dalam upaya pengembangan. 24 Juli 2010 01:51 Di setiap organisasi. atau Rp 1. Padahal. Maju dan mundurnya organisasi sangat tergantung pada sejauh mana pimpinan mampu berimajinasi memajukan organisasinya. Tahun ini. kepemimpinan madrasah ke depan dengan perubahan masyarakat yang semakin cepat dan terbuka menuntut kemampuan yang lebih kreatif.id Memimpin Madrasah Agar Lebih Dinamis Prof. Guru yang berhasil lolos seleksi akhir dinyatakan sebagai guru profesional dan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji (guru PNS). Karena itu. Kemdikbud berencana memberikan sertifikasi kepada 250 ribu guru di seluruh Indonesia.mendapatkan tunjangan profesi. masing-masing guru harus melewati UKA. Madrasrah sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional tentu memerlukan perhatian dan pengelolaan secara serius. Hasil terperinci Pengumuman Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 diundur yang semula dijadwalkan 18 Maret menjadi 22 Maret 2012 di website resmi Kemendiknas http://sergur. misalnya: (1) kekurangan informasi yang seharusnya dikuasai. sebagaimana teori organisasi modern berkutat dalam rutinitas sejatinya tanpa disadari merupakan gejala kematian organisasi secara perlahan-lahan. Kebanyakan kepala madrasah.com.kemdiknas. Sedangkan yang bersifat eksternal. Kepala madrasah yang sekadar bergaya menunggu dan terlalu berpegang pada aturan-aturan birokratis dan berpikir secara struktural dan tidak berani melakukan inovasi untuk . Demikian pula dalam konteks madrasah sebagai organisasi. dan Uji Kompetensi Akhir. atau kurang tepat dalam memahami peran-peran yang seharusnya dimainkan.kemdiknas. (2) kurangnya pemahaman atas peran-peran yang seharusnya dimainkan.Dr. Saat mengecek website resmi Kemendikbud http://sergur. Yang bersifat internal misalnya (1) kurangnya keberanian untuk mengambil prakarsa dalam melakukan inovasi yang bersifat strategis. dan (4) hubungan primordial yang berlebihan dan seterusnya masih banyak lagi lainnya.5 juta (untuk guru non PNS). inovatif dan dinamis. Akan tetapi tampaknya orang yang memiliki keberanian seperti itu jumlahnya amat terbatas. Akan tetapi seringkali terlihat kepala madrasah kurang berdaya karena berbagai sebab dan kendala baik yang bersifat internal pribadi yang bersangkutan maupun eksternal. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang) Sabtu.go. pengumuman hasil uji kompetensi awal akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2012. posisi dan peran pimpinan selalu sangat sentral. (3) kurangnya keberanian menanggung risiko dan seterusnya. Akibatnya. ternyata memiliki keberanian keluar dari kendala-kendala itu. Berita di atas diolah dari kompas. (2) terlalu banyak peraturan sehingga ruang geraknya terasa terbatas. H.

madrasah yang berstatus swasta. mengendalikan. tempat berkonsultasi. (4) membantu menghilangkan rintangan atau halangan sehingga tidak banyak kendala (constraints). menumbuh-kembangkan suara batin secara terus menerus. mengarahkan dan memimpin. (3) memperkaya sumber-sumber informasi yang mencukupi. but the consumers) pilihan-pilihan sudah semakin banyak dan beragam. membimbing. memperluas batas. membangun dialog batin yang positif. Lebih dari itu. antara lain : (1) memberikan space yang luas agar dimungkin kan mereka melakukan kreativitas dan eksperimen pengembangan madrasah dalam berbagai aspeknya. Persoalannya adalah bagaimana menjadikan kepala madrasah lebih berdaya agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memajukan madrasah sebagaimana yang digambarkan itu. (The stake holders are not the producers. sehingga ada akuntabilitas (accountability). tidak pernah memperoleh perhatian yang cukup. mengkoordinasi. Anehnya. baik pribadi maupun masyarakat yang berhasil dibangun selama ini. tidak mengenal lelah dan tak kenal putus asa. Lembaga pendidikan madrasah. sehingga suasana lembaga tidak kering (resourceful). memperlancar. yang memiliki kharasteristik berbeda dengan pendidikan umum lainnya. Tuntutan semacam ini hanya dapat dipenuhi oleh kepala madrasah yang berdaya (empowered). sedangkan prestasi lainnya diabaikan. yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah memperluas cakrawala pandang. Proses batin seperti ini jika dilakukan secara terus menerus akan melahirkan kekuatan sebagaimana accu untuk menggerakkan mesin tersebut. wilayah tugas pemimpin masa depan. Pada masyarakat yang semakin berkembang demikian cepat dan di dalamnya terjadi kompetisi secara terbuka selalu dituntut kualitas pelayanan yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya. Sebagai seorang pemimpin. Pemimpin menurut hemat saya. Sebab. mestinya harus dilihat sebagai lembaga pendidikan yang khas. mensejahterakan dan mendukung. Seorang pemimpin dikatakan berdaya manakala yang bersangkutan menyandang kekuatan untuk menggerakkan orang lain. patron dan kliennya. mengkomunikasikan. maka ada beberapa hal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah. kreatif.menyesuaikan tuntutan masyarakatnya. harus disempurnakan dengan kegiatan-kegiatan yang membuat orang yang dipimpin mampu. manajemen dan kepemimpinannya pada madrasah yang dipimpinnya sehingga tersedia ruang berkreativitas secara memadai. Karena itu. di tambah lagi dengan tuntutan yang semakin komplek untuk menyesuaikan dengan tuntutan zamannya. selama ini hanya aspek-aspek tertentu diperbandingkan dengan sekolah umum. pada sebagian perannya adalah tak ubahnya sebuah accu yang bertugas menjadi sumber penggerak seluruh kekuatan mesin. kurikulum. tugas-tugas kepala madrasah sebagai seorang pemimpin lembaga pendidikan masa depan tidak cukup hanya sekadar melakukan peran-peran yang berkenaan dengan perencanaan. tidak sebagaimana hubungan buruh dan majikannya. mereka menuntut kualitas dan pelayanan prima. Prestasi madrasah di bidang pembinaan akhlak dan spiritual yang sesungguhnya menjadi fondasi kehidupan. membangun kerjasama. termasuk pemimpin madrasah. membagi cinta kasih. terlihat bahwa hubungan pemimpin dan yang dipimpin. Posisi madrasah selama ini diperlakukan kurang adil. Perlu disadari bahwa ciri khas masyarakat maju adalah pemegang kendali bukan lagi produsen melainkan konsumen. memotivasi. jujur dan adil. Madrasah hanya dikenali sebagai lembaga . Lebih-lebih lagi. Memperhatikan tantangan dan tanggung jawab kepala madrasah ke depan. memiliki kemampuan leadership dan manajerial yang tanggu. Dengan demikian. (5) memfasilitasi sehingga lembaga fasilitatif dan (6) mengevaluasi secara menyeluruh. misalnya pengembangan ketenagaan. akan tetapi kurang memperoleh dukungan finansial yang memadai. mengupayakan dukungan dan berusaha untuk mengetahui keterbatasan diri secara tepat. pada satu sisi madrasah dituntut menghasilkan lulusan yang sama dengan sekolah umum. akan ditinggalkan oleh peminatnya. baik pada tataran proses maupun produknya. melainkan terjalin hubungan kolegial di antara orang-orang yang masingmasing memiliki tanggung-jawab atau integritas pengabdian yang tinggi. (2) memberikan kepercayaan yang lebih luas sehingga ada sikap saling percaya (mutual trust) .

umat Islam mengenal ayat-ayat Qur^aniyah (kawliyah) dan ayatayat kawniyah. tauhid. Ke depan dalam melihat kualitas pendidikan harus dilakukan secara utuh dan komprehensif. Saya berpendapat bahwa al Qur^an dan hadits bukan menjadi bagian rumpun ilmu. Lebih dari itu.. terlihat al Qur^an dan hadits diposisikan sebagai bagian rumpun ilmu pengetahuan. dalam membimbing para siswanya mencari kebenaran mendasarkan kan kepada dua jenis sumber tersebut dan memandang perkembangan ilmu npengetahuan dengan berlandaskan al-Qur’an. Dalam konteks pengembangan madrasah ke depan... manusia dan berbagai perilakunya..pendidikan yang kurang berhasil di bidang matematika. . Bahasa Inggris dan lain-lain. untuk meraih cita-cita bersama. Perbincangan tentang pemberdayaan madrasah seperti itu menjadi sangat penting.. melainkan harus diciptakan upaya-upaya yang lebih kreatif dan inovatif oleh semua pihak. pendidikan Islam dinilai melahirkan pribadi yang kurang utuh. tasawwuf. akhlak. Kemajuan madrasah yang selalu diimpikan. tafsir dan hadits melainkan menyangkut tentang kajian ketuhanan. termasuk madrasah. tidak mungkin diraih sekadar melalui kerja monoton dan rutin. Selain itu juga disoroti bahwa pendidikan Islam. --ayat-ayat qouliyah dan ayat-ayat kauniyah. mungkin perlu ada keberanian untuk melakukan pemikiran ulang tentang posisi sumber agama Islam dalam kontek rumpun keilmuan pada umumnya... dalam melihat ilmu pengetahuan masih bersifat dikotomik.. Selama ini. yakni mengkategorisasikan ilmu menjadi ilmu umum dan ilmu agama. Dampak cara pandang seperti itu adalah ajaran Islam yang bersifat universal justru menjadi sempit dan bahkan hanya menyangkut aspek-aspek feriferi kehidupan manusia yang sesungguhnya amat luas. alam dan sifat-sifatnya serta tentang keselamatan manusia dan alam menurut pandangan kitab suci (al Qur^an dan hadits).. melainkan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan etika. Kritik-kritik terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam yang muncul akhir-akhir ini. Pikiran-pikiran tersebut di atas sengaja dikemukakan dalam perbincangan pemberdayaan kepala madrasah untuk meningkatkan kinerja (performance). Semestinya lembaga pendidikan Islam. agar madrasah menjadi selalu meningkat dan lebih baik.. Allahu a’lam. khususnya menyangkut materi yang dikembangkan dipandang terlalu mengedepankan aspek kognitif dan kurang menyentuh aspek-aspek psikomotor dan afektif. setidak-setidaknya dengan maksud agar menjadi bagian dari tantangan atau persoalan yang perlu segera memperoleh tanggapan untuk meningkatkan kinerja itu sendiri.. Terkait dengan upaya menghilangkan dikotomik terhadap cara pandang ilmu. Dalam mencari kebenaran. menurut pandangan saya. --agama dan umum. yang selanjutnya melahirkan cara pandang yang dikotomik itu. sehingga dihasilkan pengetahuan yang lebih pasti dan sempurna. IPA. dan sekaligus kualitas madrasah ke depan. kiranya perlu dikembangkan pemikiran pendidikan Islam yang lebih komprehensif.. Kajian-kajian Islam.. penciptaan. selanjutnya tidak sebatas fiqh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful