Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam memajukan sekolah adalah

:
1. Faktor guru dan kepala sekolah Guru memperoleh prioritas pertama untuk ditingkatkan mutunya karena guru merupakan variabel utama yang paling berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik/siswa, dan disisi lain kualitas guru masih terbilang rendah. Fungsi guru memang sentral dalam proses pendidikan, utamanya di sekolah. Akan tetapi kenyataannya posisi guru masih diselimuti oleh banyak masalah, misalnya profesionalitas dan jaminan penghasilan. Oleh karena itu, peningkatan profesionalitas dan pemberdayaan guru merupakan kebutuhan mendesak. Lebih lanjut, masih ada sejumlah alasan lain yang mendasari ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Pertama, dalam konteks SD, sebelum diberlakukan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan Diploma II PGSD, guru SD dipersiapkan oleh Sekolah Pendidikan Guru (SPG) berdasarkan ketentuan bahwa guru SD adalah lulusan SPG, terdapat sekitar 9,7% guru SD yang belum memenuhi syarat. Bahkan guru-guru yang berpendidikan SPG pun masih dinilai tidak mempunyai kemampuan yang layak secara profesional. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Kedua, rasio guru-peserta didik SD pada tahun 1975 (1:35) dan pada tahun 1988 menjadi (1:24) ternyata belum menunjukkan perbaikan kualitas pendidikan di SD. Jika rasio gurupeserta didik tidak seimbang untuk pendidikan, kualitas guru diperkirakan masih menjadi masalah yang amat besar dalam usaha peningkatan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang persekolahan. Ketiga, kelayakan mengajar yang didasarkan pada pendidikan formal saja tidak cukup. Kemampuan mengajar di dalam kelas sangat diperlukan. Disamping itu, tingkat penguasaan materi bidang studi masih merupakan kriteria kualitas guru yang belum banyak terungkap. Padahal kualitas guru yang tampak paling berpengaruh adalah kemampuan menguasai bahan yang diajarkan. Penguasaan materi pengajaran memberikan efek positif dan berarti terhadap prestasi belajar murid. (Suryadi dan Tilaar, 1993) Sementara itu, efek dari besarnya gaji guru terhadap prestasi belajar tidak dapat dibuktikan oleh sebagian besar studi yang ditelaah dalam berbagai penelitian. Itu berarti kenaikan gaji yang selama ini sering dituntut tidak secara otomatis akan menaikkan kinerja guru. Dengan perkataan lain, kenaikan gaji berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja guru yang nantinya berimbas pada prestasi belajar peserta didik. Ditetapkannya guru sebagai prioritas pertama untuk ditingkatkan profesionalitasnya didasari oleh pertimbangan: guru mempunyai intensitas interaksi yang tinggi dengan peserta didik, guru dapat berinteraksi dengan komponen pembelajaran lainnya bahkan bersinergi, guru mempunyai potensi untuk berkreasi dan berkembang terus menerus, apa yang telah dikuasai dan dimiliki guru dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kepala sekolah juga merupakan kendala dalam meningkatkan sekolah. Hal ini dikarenakan kepala sekolah merupakan pimpinan yang ada di sekolah. Maju mundurnya sekolah

Hal itu mungkin disebabkan kepala sekolah tidak mampu atau mungkin kepala sekolah mampu tetapi enggan melakukan pengaturan sekolah dengan baik. c. Fasilitas yang ada jadi terkesan tidak bermanfaat dan terabaikan. Bimbingan dan penyuluhan dari guru kurang maksimal c. kurangnya sarana prasarana akan membuat prestasi belajar kurang maksimal karena potensi siswa tidak tergali secara utuh. Daya ingatnya lemah dan pemahamannya kurang. misalnya buku dan alat-alat tulis. 2. Semakin lengkap akan semakin meningkatkan prestasi belajar siswa jika sarana dan prasarana tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Besar kecilnya dana yang ada juga mempengaruhi lengkap tidaknya sarana prasarana tersebut. Cara mengajar guru kurang disukai/bahkan tidak disukai b. cara kepala sekolah mengorganisir sekolahnya tergantung dari pendidikan dan pengalaman kepala sekolah. Minimnya kreatifitas dan inovasi untuk mengatasi berbagai hambatan yang terjadi dalam lembaga. Tidak/kurang suka dengan mata pelajaran tertentu. namun pemanfaatannya kurang maksimal akan tetap membawa siswa kurang optimal dalam belajar. sehingga kurang maksimal dalam belajar. Karakteristik siswa yang berbeda-beda. Sedangkan. Perhatian guru tentang latar belakang dan kebutuhan anak kurang g. e. Faktor siswa Faktor penyebab timbulnya masalah/kesulitan belajar pada diri siswa sehingga hasil belajarnya tidak optimal adalah: a. Akibatnya. Alat penunjang pelajaran kurang. Secara keseluruhan dan umum kinerja guru yang menjadi kendala adalah sebagai berikut: a. Kurangnya pemahaman guru tentang psikologi anak f. peningkatan mutu sekolah tidak terealisasikan. Kepribadian guru yang kurang matang i. Faktor sarana dan prasarana Lengkap tidaknya sarana prasarana akan mempengaruhi hasil belajar siswa. h. d.tergantung dari bagaimana kepala sekolah mengorganisir sekolah. b. . 3. – Tidak dapat mengatur waktu belajar dengan baik. Sarana prasarana sudah lengkap. Di lapangan sering ditemui kepala sekolah yang tidak sungguh-sungguh dalam mengorganisir sekolah. Penguasaan guru akan ilmu yang harus disampaikan kurang d. Tergantung bagaimana pihak-pihak tertentu untuk mengolah dan mengorganisirnya. – Motivasi belajar dari dalam diri kurang. Aktifitas belajar kurang. Kurang adanya konsep perencanaan yang baik dalam penyusunan program-program untuk memajukan lembaga yang ditanganinya. Cara penyampaian materi yang monoton dan kurang variatif e. Begitu juga sebaliknya. sehingga sulit untuk menerima pelajaran.

sehingga orang tua tidak mengetahui kesulitan anaknya c. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan e. Tidak ada bimbingan sewaktu belajar. terutama orang tua/masyarakat.4. Wujud kendala yang dialami dapat diidentifikasi sebagai berikut: (1) kurang berfungsinya wadah organisasi orang tua untuk berpartisipasi dalam aktivitas di sekolah. Fasilitas belajar kurang (tidak ada tempat belajar khusus) f. perhatian dan motivasi belajar dari orang tua b. Kendala dari orang tua sendiri terlihat dari beberapa hal berikut ini: a. (2) kurang adanya inisiatif dari kedua pihak. Kurang komunikasi. (4) terbatasnya waktu kepala sekolah atau guru yang ditugasi melaksanakan program. dan (6) berkembangnya anggapan bahwa program itu dapat dilakukan lebih belakangan daripada program sekolah yang lain. Suasana di rumah tidak mendukung untuk belajar d. Kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya prestasi yang harus diperoleh seoptimal mungkin oleh anak . (5) relatif rendahnya kondisi sosial ekonomi orang tua. (3) kurang pro aktifnya sekolah dalam mengembangkan program hubungan sekolah-masyarakat. Faktor masyarakat dan orang tua Partisipasi masyarakat yang tergolong rendah menunjukkan bahwa masih ada kendala dalam melaksanakan program hubungan sekolah-masyarakat.

Ada tiga variabel yang harus dievaluasi terkait dengan kinerja guru. akan tetapi Mendiknas menilai bahwa pemenuhan tuntutan masyarakat adalah hal yang utama.com mengatakan. sedangkan sifat dari profesionalitas itu sangat fluktuatif. Memang sampai saat ini belum ada ketentuan berapa tahun harus direview dan dievaluasi tentang sertifikasi yang terkait dengan profesionalitas guru. Karena sertifikasi itu bertujuan memastikan profesionalitas. Pertanyaan itu terkait sifat dari sertifikasi. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas. Selain itu selalu ada pertanyaan mendasar setelah guru ditetapkan menjadi profesi dan tersertifikasi. Ini menjadi penting. Hal ini juga terkait langsung dengan konsekuensi dari seseorang yang sudah mendapatkan kemaslahatan dari profesinya.KINERJA GURU TERSERTIFIKASI AKAN TERUS DIEVALUASI SEKOLAHDASAR. bukan karena untuk mengungkit apa yang sudah diberikan kepada para guru. Permasalah lainnya terkait dengan kinerja guru. Variabel kedua yaitu kinerja tentang prestasi dari siswanya karena ini merupakan ujung dari hasil mengajar guru tersebut. Misalnya Anda guru  . Absentisme menjadi hal paling utama dalam evauasi kinerja para guru karena dapat diketahui berapa jam guru tersebut mengajar dan berapa jam waktu mengajar yang hilang. rencana tentang syarat sertifikasi guru yang mengharuskan para guru untuk mempublikasikan karya ilmiahnya sebagai sesuatu yang sangat logis. yakni apakah mengikat sepanjang hayat atau ada periodesasi untuk mengevaluasi tentang kompetensi profesionalitasnya. Kemdiknas saat ini sedang menyiapkan evaluasi bagi para guru yang sudah mendapatkan sertifikasi atau kemaslahatan sebagai seorang profesional.  Variabel pertama adalah absentisme atau tingkat kehadiran.NET (09/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional. maka kualitas guru bisa naik dan menurun kapan saja. Setelah disertifikasi seorang guru harus benar-benar menunjukkan peningkatan kinerjanya.

berapa tingkat kelulusan siswanya? Oleh karena itu harus dievaluasi dan dikaitkan dengan nilai yang dicapai oleh siswanya.  Variabel ketiga dalam evaluasi kinerja guru lebih masuk ke wilayah kolektif.com menghargai usulan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait dengan akan diberlakukannya aturan yang mengatur pengembangan dan pembinaan profesi. Tetapi juga hendaknya dihitung berapa jam para guru menyiapkan hal-hal lain yang mendukung dan terkait dengan proses belajar-mengajar. Memang lazimnya orang bekerja itu sekitar 34 jam dalam seminggu. Sampai dengan saat ini beban minimal mengajar guru adalah 24 jam per minggu. Tetapi bisa juga diartikan lebih luas. Mohammad Nuh mengimbau. Selain itu akan juga seimbang dengan kesejahteraan . Persiapan-persiapan untuk mengajar juga harus dimasukkan sebagai bagian dari pekerjaan para guru. Kemenpan berancana akan menaikkan standar minimal mengajar bagi para Guru yang ingin disertifikasi dari 24 jam menjadi 27. Semoga dengan kebijakan ini tidak akan ada lagi kecemburuan antara pegawai negeri non guru dengan guru. 2013 JAM MENGAJAR GURU AKAN DITAMBAH SEKOLAHDASAR. yang ujungnya itu bisa membangun budaya di sekolah.NET (10/09/2011) Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Usulan Kemenpan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013 mendatang. memberikan pendampingan pada kegiatan Pramuka dan sebagainya. Oleh karena itu. Mohammad Nuh seperti dikutip dari kompas. yaitu sampai sejauh mana peran sang guru dalam membangun budaya belajar di sekolah.5 jam dalam seminggu. Itulah hal-hal yang harus dilakukan di dalam konteks mengevaluasi kinerja guru yang sudah tersertifikasi. Ini sama halnya dengan kegiatan ekstrakurikuler guru. Mendiknas. jika jam mengajar guru jangan hanya dihitung dari berapa jam ia mengajar di depan kelas. Sedangkan usulan dari Kemenpan akan menaikkan jam mengajar guru dari 24 jam menjadi 27. saat memberikan bimbingan belajar atau saat praktek di lapangan agar bisa dihitung sebagai bagian dari mengajar.5 jam dalam seminggu. misalnya ia ikut menulis pengembangan keilmuan. seperti misalnya pada saat melakukan pendampingan kepada siswa. jika standar minimal jam mengajar akan dinaikkan. Seperti diberitakan sebelumnya. itu tidak harus diterjemahkan hanya mengajar di dalam kelas.matematika.

Karena untuk . hal itu akan dilakukan di masa-masa waktu liburan sekolah. "Pemerintah selama ini lalai dengan pembinaan untuk menaikkan kapasitas guru. Dalam Uji Kompetensi Awal guru (UKA) 2012 terdaftar mencapai 285. Bagi Mendikbud rendahnya nilai rata-rata UKA adalah tolak ukur pelaksanaan UKA berjalan dengan jujur.016 (98 persen) peserta yang mengikuti UKA." kata Nuh dikutip dari kompas. alasan pembinaan bagi guru yang tidak lolos UKA dilaksanakan pada waktu liburan adalah supaya saat masuk tahun ajaran baru. lama kelamaan lupa dengan ilmu. yakni unsur Kognitif Guru. UKA 2012 hanya menguji satu komponen. yang menyulitkan para guru dalam menjawab soal-soal tersebut. Bali (48. Dengan nilai rata-rata 50. seleksi kelayakan. "Saya memprediksi pelaksanaan ini jujur karena banyak yang nilainya jelek. UKA tidak menguji kemampuan atau metodologi pengajaran yang dimiliki guru. Akan tetapi. yakni sekitar Mei-Juni 2012 mendatang. para guru yang tidak lulus UKA ini bisa lebih semangat meningkatkan kualitas mengajarnya. Yang perlu ditekankan adalah jam mengajar itu tidak hanya dihitung dari mengajar di dalam kelas tapi bisa diartikan luas.70 persen) batal mengikuti UKA dengan berbagai alasan. Karena menurutnya. Naskah soal UKA sangat teoritis.2). Jawa Tengah (45. hanya 281. Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina.0 dan nilai terendah 1. Rencananya. posisi 10 besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi disusul oleh DKI Jakarta (49. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sendiri akan melakukan pembinaan para guru yang tidak lolos Uji Kompetensi Awal (UKA).0. Hasil rata-rata UKA itu mencakup seluruh peserta (guru) dari jenjang TK sampai jenjang SMA. Hasil rata-rata UKA 2012 yaitu 42. Rendahnya rata-rata hasil Uji Kompetensi Awal (UKA) ini dinilai berbeda dari berbagai pihak.9).1). 4." kata Abduhzen. Sumatera Barat (42.8). Jawa Timur (47. Abduhzen menilai rendahnya hasil UKA merupakan cermin dari realitas guru yang tidak pernah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari pemerintah. PENGUMUMAN HASIL UJI KOPETENSI AWAL (UKA) GURU YANG INGIN SERTIFIKASI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan hasil uji kompetensi awal (UKA) yang pelaksanaan ujiannya sendiri dilaksanakan bulan Februari kemarin.7). Mendikbud Mohammad Nuh menjelaskan. Memang. secara umum hasil nilai rata-rata Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 masih rendah. Papua (41. UKA tidak menunjukkan kompetensi guru secara utuh.868 (1. Begitu bertugas menjadi guru tidak pernah dilatih. Kepulauan Riau (43. dalam proses pembinaan itu. itu tidak berarti nilai yang baik prosesnya tidak jujur.1). tapi setidaknya gambaran ini cukup realistis.25 dengan nilai tertinggi 97. para guru akan diberikan berbagai ilmu pendidikan keguruan. Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 dilaksanakan dengan tujuan melakukan pemetaan.884 peserta.0). Seperti metodologi pengajaran hingga materi lainnya. Ditambahkan oleh Nuh.2). Hasil UKA yang rendah jangan diartikan jika rata-rata guru di Indonesia bodoh.yang diberikan bagi guru yang telah tersertifikasi profesional. Mengutip dari kompas. dan sebagai tiket seorang guru masuk ke proses selanjutnya sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak mendapatkan tunjangan profesi.1 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didaulat mendapat predikat sebagai provinsi dengan nilai rata-rata UKA tertinggi. Jawa Barat (44.1) dan Banten (41. sedangkan sisanya.Setelah DIY.

dan Uji Kompetensi Akhir. 24 Juli 2010 01:51 Di setiap organisasi. Kepala madrasah yang sekadar bergaya menunggu dan terlalu berpegang pada aturan-aturan birokratis dan berpikir secara struktural dan tidak berani melakukan inovasi untuk . Dalam banyak kasus kepala madrasah yang tergolong inovatif. H. masing-masing guru harus melewati UKA. (3) kurangnya keberanian menanggung risiko dan seterusnya.Dr. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang) Sabtu. dan (4) hubungan primordial yang berlebihan dan seterusnya masih banyak lagi lainnya. Karena itu. Seperti diberitakan sebelumnya. Akibatnya. pengumuman hasil uji kompetensi awal akan dilaksanakan pada tanggal 18 Maret 2012. Maju dan mundurnya organisasi sangat tergantung pada sejauh mana pimpinan mampu berimajinasi memajukan organisasinya.kemdiknas.go. hingga mampu melakukan perubahan-perubahan untuk memajukan madrasahnya. misalnya: (1) kekurangan informasi yang seharusnya dikuasai. sebagaimana teori organisasi modern berkutat dalam rutinitas sejatinya tanpa disadari merupakan gejala kematian organisasi secara perlahan-lahan. atau kurang tepat dalam memahami peran-peran yang seharusnya dimainkan. lebih memilih sekadar menjalankan garis-garis besar yang dipandang menjadi kewajiban atau wewenangnya. Akan tetapi seringkali terlihat kepala madrasah kurang berdaya karena berbagai sebab dan kendala baik yang bersifat internal pribadi yang bersangkutan maupun eksternal. ternyata memiliki keberanian keluar dari kendala-kendala itu.kemdiknas. madrasah yang dipimpin dengan gaya kepemimpinan seperti itu tidak banyak mengalami perubahan dan biasanya berjalan sekadar menjalankan pekerjaan rutinitas. Madrasrah sebagai salah satu bagian sistem pendidikan nasional tentu memerlukan perhatian dan pengelolaan secara serius. inovatif dan dinamis. Padahal.id belum ada pengumuman resmi secara online dari Kemendiknas daftar hasil nilai peserta Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012. Kemdikbud berencana memberikan sertifikasi kepada 250 ribu guru di seluruh Indonesia. atau Rp 1. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). (2) kurangnya pemahaman atas peran-peran yang seharusnya dimainkan. entah karena tidak berani menanggung risiko yang ditimbulkan oleh langkah-langkah yang diambil.com. Yang bersifat internal misalnya (1) kurangnya keberanian untuk mengambil prakarsa dalam melakukan inovasi yang bersifat strategis. (2) terlalu banyak peraturan sehingga ruang geraknya terasa terbatas. (3) suasana birokratis yang mengurangi bahkan membatasi ruang gerak dalam upaya pengembangan. Berita di atas diolah dari kompas. Demikian pula dalam konteks madrasah sebagai organisasi. Tahun ini. Sedangkan yang bersifat eksternal.id Memimpin Madrasah Agar Lebih Dinamis Prof.mendapatkan tunjangan profesi.5 juta (untuk guru non PNS). Guru yang berhasil lolos seleksi akhir dinyatakan sebagai guru profesional dan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji (guru PNS). maka posisi kepala madrasah juga sangat strategis dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Kebanyakan kepala madrasah. Akan tetapi tampaknya orang yang memiliki keberanian seperti itu jumlahnya amat terbatas. Saat mengecek website resmi Kemendikbud http://sergur. posisi dan peran pimpinan selalu sangat sentral. kepemimpinan madrasah ke depan dengan perubahan masyarakat yang semakin cepat dan terbuka menuntut kemampuan yang lebih kreatif. Hasil terperinci Pengumuman Uji Kompetensi Awal (UKA) 2012 diundur yang semula dijadwalkan 18 Maret menjadi 22 Maret 2012 di website resmi Kemendiknas http://sergur.go.

pada sebagian perannya adalah tak ubahnya sebuah accu yang bertugas menjadi sumber penggerak seluruh kekuatan mesin. selama ini hanya aspek-aspek tertentu diperbandingkan dengan sekolah umum. jujur dan adil. wilayah tugas pemimpin masa depan. memotivasi. mengkoordinasi. harus disempurnakan dengan kegiatan-kegiatan yang membuat orang yang dipimpin mampu. maka ada beberapa hal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kinerja kepala madrasah. Lebih dari itu. mestinya harus dilihat sebagai lembaga pendidikan yang khas. kreatif. termasuk pemimpin madrasah. sedangkan prestasi lainnya diabaikan. Madrasah hanya dikenali sebagai lembaga . Sebab. baik pada tataran proses maupun produknya. memperlancar. tidak sebagaimana hubungan buruh dan majikannya. (5) memfasilitasi sehingga lembaga fasilitatif dan (6) mengevaluasi secara menyeluruh. mengarahkan dan memimpin. terlihat bahwa hubungan pemimpin dan yang dipimpin. (3) memperkaya sumber-sumber informasi yang mencukupi. membangun dialog batin yang positif. Prestasi madrasah di bidang pembinaan akhlak dan spiritual yang sesungguhnya menjadi fondasi kehidupan. mereka menuntut kualitas dan pelayanan prima.menyesuaikan tuntutan masyarakatnya. sehingga ada akuntabilitas (accountability). mengupayakan dukungan dan berusaha untuk mengetahui keterbatasan diri secara tepat. kurikulum. Tuntutan semacam ini hanya dapat dipenuhi oleh kepala madrasah yang berdaya (empowered). memperluas batas. tidak mengenal lelah dan tak kenal putus asa. Pemimpin menurut hemat saya. mengkomunikasikan. membagi cinta kasih. yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah memperluas cakrawala pandang. akan ditinggalkan oleh peminatnya. membimbing. Proses batin seperti ini jika dilakukan secara terus menerus akan melahirkan kekuatan sebagaimana accu untuk menggerakkan mesin tersebut. yang memiliki kharasteristik berbeda dengan pendidikan umum lainnya. Anehnya. antara lain : (1) memberikan space yang luas agar dimungkin kan mereka melakukan kreativitas dan eksperimen pengembangan madrasah dalam berbagai aspeknya. Pada masyarakat yang semakin berkembang demikian cepat dan di dalamnya terjadi kompetisi secara terbuka selalu dituntut kualitas pelayanan yang berbeda dengan masyarakat sebelumnya. akan tetapi kurang memperoleh dukungan finansial yang memadai. membangun kerjasama. melainkan terjalin hubungan kolegial di antara orang-orang yang masingmasing memiliki tanggung-jawab atau integritas pengabdian yang tinggi. (2) memberikan kepercayaan yang lebih luas sehingga ada sikap saling percaya (mutual trust) . madrasah yang berstatus swasta. Seorang pemimpin dikatakan berdaya manakala yang bersangkutan menyandang kekuatan untuk menggerakkan orang lain. tempat berkonsultasi. manajemen dan kepemimpinannya pada madrasah yang dipimpinnya sehingga tersedia ruang berkreativitas secara memadai. baik pribadi maupun masyarakat yang berhasil dibangun selama ini. (The stake holders are not the producers. Sebagai seorang pemimpin. Karena itu. pada satu sisi madrasah dituntut menghasilkan lulusan yang sama dengan sekolah umum. Posisi madrasah selama ini diperlakukan kurang adil. mensejahterakan dan mendukung. tidak pernah memperoleh perhatian yang cukup. menumbuh-kembangkan suara batin secara terus menerus. mengendalikan. Perlu disadari bahwa ciri khas masyarakat maju adalah pemegang kendali bukan lagi produsen melainkan konsumen. but the consumers) pilihan-pilihan sudah semakin banyak dan beragam. Lebih-lebih lagi. (4) membantu menghilangkan rintangan atau halangan sehingga tidak banyak kendala (constraints). patron dan kliennya. misalnya pengembangan ketenagaan. Persoalannya adalah bagaimana menjadikan kepala madrasah lebih berdaya agar memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk memajukan madrasah sebagaimana yang digambarkan itu. sehingga suasana lembaga tidak kering (resourceful). Lembaga pendidikan madrasah. Memperhatikan tantangan dan tanggung jawab kepala madrasah ke depan. di tambah lagi dengan tuntutan yang semakin komplek untuk menyesuaikan dengan tuntutan zamannya. tugas-tugas kepala madrasah sebagai seorang pemimpin lembaga pendidikan masa depan tidak cukup hanya sekadar melakukan peran-peran yang berkenaan dengan perencanaan. memiliki kemampuan leadership dan manajerial yang tanggu. Dengan demikian.

--agama dan umum. menurut pandangan saya. melainkan harus diciptakan upaya-upaya yang lebih kreatif dan inovatif oleh semua pihak.pendidikan yang kurang berhasil di bidang matematika. Terkait dengan upaya menghilangkan dikotomik terhadap cara pandang ilmu.. Saya berpendapat bahwa al Qur^an dan hadits bukan menjadi bagian rumpun ilmu. umat Islam mengenal ayat-ayat Qur^aniyah (kawliyah) dan ayatayat kawniyah. selanjutnya tidak sebatas fiqh. dalam membimbing para siswanya mencari kebenaran mendasarkan kan kepada dua jenis sumber tersebut dan memandang perkembangan ilmu npengetahuan dengan berlandaskan al-Qur’an. sehingga dihasilkan pengetahuan yang lebih pasti dan sempurna.. Kemajuan madrasah yang selalu diimpikan. Semestinya lembaga pendidikan Islam.. Dalam konteks pengembangan madrasah ke depan. terlihat al Qur^an dan hadits diposisikan sebagai bagian rumpun ilmu pengetahuan. tidak mungkin diraih sekadar melalui kerja monoton dan rutin. Selain itu juga disoroti bahwa pendidikan Islam. pendidikan Islam dinilai melahirkan pribadi yang kurang utuh.. untuk meraih cita-cita bersama. Perbincangan tentang pemberdayaan madrasah seperti itu menjadi sangat penting. agar madrasah menjadi selalu meningkat dan lebih baik. Allahu a’lam.. Lebih dari itu.. .. Bahasa Inggris dan lain-lain. Dalam mencari kebenaran. dan sekaligus kualitas madrasah ke depan.. akhlak. setidak-setidaknya dengan maksud agar menjadi bagian dari tantangan atau persoalan yang perlu segera memperoleh tanggapan untuk meningkatkan kinerja itu sendiri. Kajian-kajian Islam. melainkan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan etika. manusia dan berbagai perilakunya. mungkin perlu ada keberanian untuk melakukan pemikiran ulang tentang posisi sumber agama Islam dalam kontek rumpun keilmuan pada umumnya. penciptaan. tasawwuf. Kritik-kritik terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam yang muncul akhir-akhir ini. Selama ini. Dampak cara pandang seperti itu adalah ajaran Islam yang bersifat universal justru menjadi sempit dan bahkan hanya menyangkut aspek-aspek feriferi kehidupan manusia yang sesungguhnya amat luas.. tauhid. yang selanjutnya melahirkan cara pandang yang dikotomik itu. --ayat-ayat qouliyah dan ayat-ayat kauniyah. kiranya perlu dikembangkan pemikiran pendidikan Islam yang lebih komprehensif. tafsir dan hadits melainkan menyangkut tentang kajian ketuhanan. Pikiran-pikiran tersebut di atas sengaja dikemukakan dalam perbincangan pemberdayaan kepala madrasah untuk meningkatkan kinerja (performance). yakni mengkategorisasikan ilmu menjadi ilmu umum dan ilmu agama. Ke depan dalam melihat kualitas pendidikan harus dilakukan secara utuh dan komprehensif. khususnya menyangkut materi yang dikembangkan dipandang terlalu mengedepankan aspek kognitif dan kurang menyentuh aspek-aspek psikomotor dan afektif.. dalam melihat ilmu pengetahuan masih bersifat dikotomik... termasuk madrasah. alam dan sifat-sifatnya serta tentang keselamatan manusia dan alam menurut pandangan kitab suci (al Qur^an dan hadits). IPA..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful