STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI / APD 1.

TUJUAN : Menggunakan Alat Pelindung Diri (Lab Jas, Sarung Tangan, Masker, Sepatu ) untuk melindungi diri dari, kecelakaan kerja, kontaminasi, bahan patologi, hygiene dilaboratorium, demi tercapainya keselamatan dan kesehatan kerja 2. RUANG LINGKUP Jas Lab untuk melindungi badan dari kontak langsung bahan berbahaya dan patologis. Sarung tangan dipakai untuk melindungi tangan dari kontak langsung bahan patologis. Masker digunakan untuk melindungi hidung dari polusi udara, gas yang berbahaya maupun percikan zat kimia. Sepatu digunakan untuk melindungi kaki dari tumpahnya bahan patologis, zat kimia Dilakukan /dipakai alat pelindung diri tersebut saat memasuki ruang laboratorium untuk mulai kerja dan segera dilepas setelah pekerjaan dilaboratorium selesai. 3. ACUAN 1. Suma’mur, 1994, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Jakarta: CV Haji Masagung 2. Suma.mur, 1981, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan , Jakarta : CV Haji Masagung 4. DEFINISI Penggunaan Alat Pelindung Diri adalah menggunakan alat pelindung diri sebelum masuk pintu ruang laboratorium sebelum melakukan pekerjaan sampai selesai melakukan pekerjaan yakni pemakaian jas lab, sarung tangan, sepatu dan masker 5. PROSEDUR 5.1. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.1.1. Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.1.2. Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.1.3. Koordinator mata ajaran bertanggung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur. 5.2. PELAKSANAAN 5.2.1. Persiapan Alat Alat Pelindung Diri yang diperlukan ( Jas lab, sarung tangan, sepatu yang bertutup bagian depannya, masker) 5.2.2. Pelaksanaan 5.2.2.1.Sebelum masuk pintu ruang laboratorium jas lab segera dipakai dan kancing baju ditutup 5.2.2.2.Rambut jika panjang diikat 5.2.2.3.Sepatu yang bertutup bagian depannya segera dipakai 5.2.2.4.Gunakan sarung tangan sebelum mulai bekerja 5.2.2.5.Masker segera dipasang untuk menutupi bagian mulut dan hidung sehingga terlindung dari gas berbahaya, bahan patologi, percikan zat kimia 5.2.2.6.Setelah selesai bekerja diruang laboratorium masker yang tidak sekali pakai segera dilepas dan kembalikan ketempat semula sedang masker yang sekali pakai segera dibuang ketempat yang sesuai 5.2.2.7.Sarung tangan setelah digunakan segera dicuci dengan desinfektan, dilepas, yang sekali pakai segera dibuang ketempat sampah sedang yang bukan sekali pakai disimpan ketempat semula. 5.2.2.8.Cuci tangan sebelum melepas sepatu ( lihat SOP Mencuci tangan ) 5.2.2.9.Sepatu dilepas dan tempatkan kembali ditempat semula 5.2.2.10. Baju praktik/ lab jas segera dilepas dan tempatkan kembali ketempat semula. 5.2.2.11. Segera keluar dari ruang laboratorium

6. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6.1. Absensi peserta didik dan dosen 6.2. Dokumentasi laporan dan post tes

1. Laporan 8.3. Diperiksa oleh Unit Akademik Tanggal ………………….. Daftar Cheeklist 7.2. PENGESAHAN Disusun oleh Tim MA:…………………. Cheklist SOP 6.4.. DOKUMENTASI 7. Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Sutiyami.MSc Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MEMBERSIHKAN MEJA KERJA LAB KIMIA DAN MENDESINFEKSI MEJA KERJA .Si.Kes+ Tim Anik Nuryati.ST. Buku pedomen pencapaian kompetensi 7.M.6. Tanggal………………….S.

Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.2.S. 5.2.bahan kimia.MSc Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAKSANAAN MENCUCI TANGAN 1.7.M.Setelah masuk ruang laboratorium dengan APD segera mencuci tangan dan ambil desinfektan dari tempat semula 5. PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui dan disyahkan oleh Tim MA:………………….2. RUANG LINGKUP Meja kerja lab kimia . TUJUAN : Membersihkan meja kerja dan mendesinfeksi meja kerja untuk menjaga kebersihan.4. 1981. Absensi peserta didik dan dosen 6.Lap pel dicuci dengan detergen dan kembalikan ketempat semula 5.2.1.1. Pelaksanaan 5.1. 1994. 3.Kes+ Tim Anik Nuryati.Memersihkan kotoran kemuadian tuang sedikit desinfektan kemeja kerja dan ratakan dengan kain lap/pel keseluruh permukaan meja sambil digosok-gosok.2.4. Laporan 8.1.2.2.2. ACUAN Suma’mur. 5. Unit Akademik Ketua Jurusaan Tanggal………………….1. Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5. PROSEDUR 5.Selesai melaksanakan kerja meja dibersihkan dari kotoran 5.mur. 5.1.5.Cleaner) 5. Jakarta : CV Haji Masagung 4. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan . kesehatan diri.1. Dokumentasi laporan dan post tes 6.6. PELAKSANAAN 5.3.2.2. DOKUMENTASI 7.2.2.2. Cheklist SOP 6.patologi klinik.Si.2.2.bakteriologi .2.1. Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.2.2. Buku pedomen pencapaian kompetensi 7. Persiapan Alat 5. Tanggal …………………. Disinfektan (Alkohol.Dilakukan disinfeksi seperti diatas.parasitologi dilakukan sesaat sebelum mulai dan setelah selesai pekerjaan diruang laboratorium. TUJUAN : . Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5. orang lain dan lingkungan dari kotoran sampel. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6..1.2.2.2.2. DEFINISI Membersihkan dan mndesinfeksi meja kerja adalah tindakan membersihkan meja kerja dan desinfektan sebelum mulai dan setelah selesai bekerja diruang laboratorium. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.2. kontaminasi mikroorganisme. bahan patologi.1.Setelah selesai segera mencuci tangan (lihat SOP Mencuci tangan) 6.Setelah meja kering baru dipakai untuk bekerja 5.1.1. 5.3.2.8.3.1.ST. Kain Meja / Lap meja 5. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.demi tercapainya keselamatan dan kesehatan kerja 2..2.Cuci tangan sesuai SOP mencuci tangan 5.2. Tanggal…………… Sutiyami.2. Daftar Cheeklist 7.

2. 1994.1. 5.PATOLOGI KLINIK .3.3. Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.7. PELAKSANAAN 5. PROSEDUR 5. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6.1.1. Air 5.2.Ratakan diseluruh permukaan kulit tangan sampai pergelangan tangan berbusa 5. Pelaksanaan 5. mikroorganisme serta untuk mencegah kontaminasi dari bahan patologi.ST. 5.1. Tanggal ………………….2.Kes+ Tim Anik Nuryati.2.S.2.4.4.Si. RUANG LINGKUP Mencuci Tangan dilakukan sebelum dan setelah selesai melakukan pekerjaan diruang laboratorium. Daftar Cheeklist 7. Jakarta : CV Haji Masagung DEFINISI Mencuci Tangan adalah tindakan membersihkan tangan sampai pergelangan tangan dengan desinfektan sebelum dan setelah selesai bekerja diruang laboratorium.6.8.2.Jika perlu tangan disterilkan dengan alcohol 70%. Persiapan Alat 5.2. Laporan PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui dan disyahkan oleh Tim MA:…K3 Praktek… Unit Akademik Ketua Jurusaan Tanggal………………….2.2. Absensi peserta didik dan dosen 6.2.2.PARASITOLOGI DAN MIKROBIOLOGI ( MENCUCI.2.Basahi kedua tangan dengan air mengalir sampai diatas pergelangan tangan 5.2. Sabun 5.mur.1.2. 5. Mencuci Tangan untuk membersihkan tangan dari kotoran.Setelah selesai tangan dikeringkan dengan kain lap yang bersih dan kering.Basahi kembali sampai pergelangan tangan dengan air mengalir sambil digosok-gosok sehingga busa sabun hilang dan kulit tidak terasa licin 5.2.1. 4. 1981.4..1.1.2. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan . Setelah diruang laboratorium dengan APD kecuali sarung tangan dilakukan mencuci tangan 5.STERILISASI.2. Tanggal…………… Sutiyami.2.1. 8. 5. Buku pedomen pencapaian kompetensi DOKUMENTASI 7.2.M.2.3. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.2.1. Alkohol 70% 5.DEKONTAMINASIA) .1.Sambil meratakan sabun sambil digosok-gosok sela-sela jari tangan dan permukaan kulit tangan sampai 3 kali.1.5.Ambil sedikit sabun cair / sabun padat yang tersedia 5.2. 7.2.1.2. 6. Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur. Dokumentasi laporan dan post tes 6. ACUAN Suma’mur.2.3.KIMIA. Kain Lap 5. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5. Cheklist SOP 6.2.2. Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5..2. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.1. 3.2.2.MSc Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN ALAT GELAS UTK PEM.

Bak pencuci 6. Dokumentasi laporan dan post tes 9.Sterilisasi kering dengan menggunakan outoklaf dengan pemanasan 100-110 0C selama 1 jam.1. Air 6.1.6.1.PROSEDUR 5.3.Alat untuk pemeriksaan kation dan anion cukup dibilas dengan aquadest 8.Mencuci tangan lihat SOP mencuci tangan 9.6.Oven 6.alat untuk bakteriologi.1.kimia klinik dll 8.1.Alat disimpan pada almari siap dipergunakan.1Pelaksanaan 7.1.1.Alat-alat dibasahi dengan air 8.4.Sterilisasi kering dengan menggunakan oven dengan pemanasan 100-110 0C selama 1 jam.1.1. Jakarta : CV Haji Masagung 4. Cheklist SOP .5.8.1.PELAKSANAAN 6.TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.dekontaminasi dan alat difungsikan kembali serta mencuci Tangan adalah tindakan membersihkan tangan sampai pergelangan tangan dengan desinfektan sebelum dan setelah selesai bekerja diruang laboratorium.1.1.1..1.1. Absensi peserta didik dan dosen 9. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.mensterilisasi.1.4.Alat gelas dibilas dengan air mengalir sampai bersih 8.1.1.5.cawan petri dibungkus dengan kertas sampul coklat.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.3.RUANG LINGKUP Peralatan gelas.7.2.pipet.Alat gelas diletakkan pada rak sampai kering 8.1.1.3.1. 5.1.Alat dibersihkan dengan alat pembersih yang sesuai dengan menggunakan air sabun 8. 3. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan .1.Rak tempat menaruh alat gelas 6.Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.1.1. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 9.1.1.1. 6.1.1. 1981.1.kimia klinik dll 8.1.1.2.1. 8.alat utk bakteriologi.1.1.ACUAN Suma’mur.3. Sabun 6. 1994.TUJUAN : Mencuci alat-alat gelas dari sisa-sisa sampel pemeriksaan baik infeksium maupun non infeksius 2.2.1.1Persiapan Alat 6.1.2.1.mencuci Tangan dilakukan sebelum dan setelah selesai melakukan pekerjaan diruang laboratorium.1 Setelah diruang laboratorium dengan APD kecuali sarung tangan dilakuka mencuci tangan 7.1. Sikat /alat untuk membersihkan alat gelas 6.1.Auto klaf 7.2.mur.1.1.1.Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.7.cawan petri dibungkus dengan kertas sampul coklat.1.1.DEFINISI Mencuci alat gelas .pipet.

MSc Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MEMBERSIHKAN LANTAI LABORATORIUM KIMIA.. PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Tim MA:…K3 Praktek… Unit Akademik Tanggal………………….Si. Laporan 11.PARASITOLOGI DAN MIKROBIOLOGI . Buku pedomen pencapaian kompetensi 10.9..1.2.ST.S.Kes+ Tim Anik Nuryati.4. Sutiyami.PATOLOGI KLINIK. Tanggal …………………. Daftar Cheeklist 10. DOKUMENTASI 10.M.

2.2.2. Lisol.Lantai dibiarkan sampai benar – benar kering 5.2.Lantai dipel dengan kain pel yang dibasahi dengan pembersih lantai 5.2.Dilakukan sampai seluruh lantai benar-benar bersih dan merata 5.Absensi peserta didik dan dosen 6.2.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.3.Kain pel dicuci dengan air sampai bersih dan dijemur sampai kering dan disimpan 5.Buku pedomen pencapaian kompetensi 7.2.2.1Daftar Cheeklist 7. Sapu 5.2. mematikan mikroorganisme serta untuk mencegah kontaminasi dari bahan bersifat pathogen /non pathogen . Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.2.2.1. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.1 Setelah diruang laboratorium dengan dilakukan mencuci tangan dan menggunakan APD sarung tangan 5.2. 5.7.Persiapan Alat 5. 1981.2.2.Anti septik 5.9.1.1.Petugas melepas APD sarung tangan kemudian mencuci tangan sesuai SOP mencuci tangan 5.8.2.1.1.1.6.2.2.parasitologi.PROSEDUR 5.supaya bersih dari kotoran bahan kimia dan kontaminasibakteri pathogen/non pathogen dan bahan infeksius sebelum dan setelah selesai bekerja diruang laboratorium. 3.TUJUAN : Membersihkan Lantai dari kotoran bahan kimia .Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.2PELAKSANAAN 5.3.2.Lantai disapu terlebih dahulu sampai bersih sebelum dipel 5.PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6.2.Kain pel dicuci dengan deterjen 5.2.2. sebelum dan setelah selesai melakukan pekerjaan diruang laboratorium.Cheklist SOP 6.4. parasitologi.1.2. Kain Pel 5. 5.1.1.2.mur.1.4.3.2.2.2.Ruang laboratorium siap dipergunakan setelah kering 6. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan .RUANG LINGKUP Membersihkan lantai laboratorium kimia dan patologi klinik . 2.DEFINISI Membersihkan lantai laboratorium kimia.2. Air 5.Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.Dokumentasi laporan dan post tes 6.patologi klinik.Pelaksanaan 5.ACUAN Suma’mur.infeksius sehingga memberi rasa aman bagi petugas laboratorium.2. 1994.1.5. Jakarta : CV Haji Masagung 4.1TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.2Laporan .2.3.4.DOKUMENTASI 7.2.

Si.S.Kes+ Tim Diperiksa oleh Unit Akademik Tanggal …………………. Sutiyami.8.M.TUJUAN : .PENGESAHAN Disusun oleh Tim MA:…K3 Praktek… Tanggal…………………. Anik Nuryati..MSc Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH GAS DILABORATORIUM 1.ST..

Benturan Turbulen :Pembenturan turben pada dasarnya penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola yang berisi pejal.2.1.2.Absensi peserta didik dan dosen 6.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.1.Pemisahan Venturi :Kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan kedaerah yang sempit tsb 5.Tumbukan orifice plate : alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas dilewatkan orifice ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. Ex housvan 5. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.4.1.RUANG LINGKUP Laboratorium kimia yang dalam proses kerja mengeluarkan gas 3.1.Efisiensi penyerapan gas tergantung pada jumlah tahap yang digunakan 6.1.1. 5.com/2008/01teknologi-pengolahan-limbah-gas 4.PROSEDUR 5.Menangani limbah gas yang berada dilaboratorium yang disebabkan oleh proses kerja laboratorium kimia 2.com www.4.Ex housvan: dengan penyedotan gas kemudian diarahkan keluar laboratorium 5.2. 5.PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6. 5.1.1.1Persiapan Alat 5.2.2.DEFINISI Meminimalisasi gas yang dikeluarkan oleh proses kerja diruang laboratorium kimia. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.5.1Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.2.3.1.3.2.mur.1.Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.Benturan Turbulen 5.6.2.Menara packing 5.1. Tumbukan orifice plate 5.Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara co-current.2.1.countercurrent maupun cross current. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan .TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.1 Kipas angin 5.Dokumentasi laporan dan post tes .2.5.2.1.3. 1981.Menara packing:Penyerapan gas dilakuakn dengan cara mengkontakan cairan dengan gas diantara packing.1.1.Pelaksanaan 5.2.6.2. Jakarta : CV Haji Masagung www.1 Kipas angin: diarahkan pada sumber gas dekat dengan ventilasi agar ruangan termonimalisasi gas 5. 5.2.PELAKSANAAN 5.2.Percikan ini akan membentur/bertumbukan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu.1.1. 1994.google. Pemisahan venturi 5.partikel dapat dipisahkan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tsb.1.2.1.2.ACUAN Suma’mur.majarikanayakan.2.

Tanggal …………………..1.MSc Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH PADAT NON INFEKSIUS DI KAMPUS DAN RUMAH SAKIT ..Kes+ Tim Anik Nuryati.2.DOKUMENTASI 7.6.Laporan 8.M.4.Buku pedomen pencapaian kompetensi 7.Cheklist SOP 6.ST.3.PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Tim MA:…K3 Praktek… Unit Akademik Tanggal…………………. Sutiyami.Daftar Cheeklist 7.Si.S.

PELAKSANAAN 6.1.1.PROSEDUR 5.TUJUAN : Menangani limbah padat non infeksius bertujuan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi nosokomial 2.1.ACUAN Suma’mur.HK.5.Petugas sampah/clening servise 5.1.1.dosen.Tempat-tempat sampah yang telah dikosongkan dikembalikan pada tempat semula dan kembali diberi kontong plastic bersih 6.PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Disetujui dan disyahkan oleh .petugas sampah/clening servise. 1994.2Pelaksanaan 6.taman dan halaman .RUANG LINGKUP 1.2.Cheklist SOP 7.pasien. Bagian IPSRS(Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah sakit) 5.2.3.Masing-masing unit kampus/rumah sakit 6.2. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.2.mahasiswa.Absensi peserta didik dan dosen 7.1.1Persiapan Alat 6.1.1.1.karyawan/wati.Limbah padat non medis diambil dan dikumpulkan oleh petugas clening servise maksimal 1 x 24 jam dengan menggunakan gerobak sampah.Buku pedomen pencapaian kompetensi 8.keluarga pasien.1.3.1.1204/MENKES/SK/X/2004 Keputusan Dirjen P2M PlP No.1.1.1. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan . 6.1TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.4.Th 1993 4.rumah sakit diluar medis yang berasal dari dapur.Seluruh unit kampus.perkantoran.Limbah non infeksius dibawa ke TPS/Tempat pengumpulan sementara untuk Dimusnahkan. Jakarta : CV Haji Masagung KepMenKes.4.4.1.1.1..tamu 2.seluruh karyawan. Alat pengankut/gerobak sampah 6.1Daftar Cheeklist 8.5.1.Dokumentasi laporan dan post tes 7.3.3.DOKUMENTASI 8.Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.Setiap unit pelayanan disediakan tempat sampah tertutup kusus sampah non medis yang bertuliskan sampah non medis dilengkapi kontong plastic warna hitam 6.1.No.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.1.1.6.Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaiannya 5. Jakarta: CV Haji Masagung Suma. 7.06.2.mur.1.00.Semua dosen.pasien/keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit 3.tamu kampus diharuskan membuang sampah non medis pada tempat tsb 6.PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 7. 5.2.2.Semua keryawan/wati. Kantong plastic hitam 6.$4.6.2.mahasiswa. 1981.Seluruh unit Rumah Sakit.2.1.petugas sampah/clening servise.DEFINISI Penanganan limbah padat non infeksiustindakan membersihkan kotoran limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan kampus.2.1.2.2Laporan 9.karyawan.2.pengunjung rumah sakit diharuskan membuang sampah non medis pada tempat tsb 6.Tempat sampah non medis 6.

Anik Nuryati.S...Si.Tim MA:…K3 Praktek… Tanggal………………….Kes+ Tim Unit Akademik Tanggal …………………. TUJUAN : .ST.MSc Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada STANDAR PERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN LIMBAH PADAT INFEKSIUS DIKAMPUS DAN RUMAH SAKIT 1.M. Sutiyami.

2.1.2.Kes+ Tim Anik Nuryati. PENGESAHAN Disusun oleh Diperiksa oleh Tim MA:…K3 Praktek… Unit Akademik Tanggal…………………. warna dengan cara membungkus limbah dengan plastik kemudian dibuang ketempat tertentu untuk selanjutnya dibakar dan meja kerja didesinfektan .6. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.3.1.3.2.2.2.Desinfektan 5. Daftar Cheeklist 7.1.ST.2. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 6.Limbah yang infeksius dimasukkan dalam kantong plastik/ tempat semula dan tutup 5.Dibuang ketempat yang telah ditentukan 5. 1981.2. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan ..2.S..1.1. Sutiyami.1.2. Pelaksanaan 5.Tempat kerja limbah infeksius didesinfektan (lihat SOP Desinfektan Meja Kerja) 5.2. Laporan 8. Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.Limbah non infeksius dibuang dikeranjang sampah 5.2.4.1.2.1.1.2. DEFINISI Penanganan Limbah Infeksius adalah tindakan membersihkan kotoran / limbah yang bersifat infeksius dari ruang laboratorium sampai lingkungan laboratorium bebas dari limbah baik ujud.Kantong Plastik 5.3. 5.2.4.2. Persiapan Alat 5.2.7.5.1.2.Insenerator 5. DOKUMENTASI 7.Si.1. Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5. PELAKSANAAN 5. ACUAN Suma’mur. 3. RUANG LINGKUP Penanganan Limbah Infeksius dilakukan setelah selesai melakukan pekerjaan diruang laboratorium. Dokumentasi laporan dan post tes 6.Setelah pekerjaan selesai limbah infeksius disendirikan dengan yang tidak infeksius 5.1. 5.2.4. 1994.Sebelum keluar ruang lab cuci tangan dulu (lihat SOP Mencuci Tangan) 6.2.Selanjutnya dibakar pada insenerator 5. Tanggal …………………. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.2. PROSEDUR 5.3.2. Cheklist SOP 6. Absensi peserta didik dan dosen 6.2.M. Buku pedomen pencapaian kompetensi 7.Penanganan Limbah Infeksius untuk membersihkan lingkungan dari kotoran limbah infeksius untuk mencegah kontaminasi dari bahan patologi.2.2. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5. Jakarta : CV Haji Masagung 4. bau.1.1.mur. Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.2.2.MSc Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada STANDAR PERASIONAL PROSEDUR .Kemocing(Sulak) 5. 2..2.

1.Limbah cair bahan beracun berbahaya . 5.2.2.2.Gelas ukur 5.diukur pHnya.2.Penanganan Limbah bahan beracun berbahaya agar mencegah racun memasukki tubuh baik menelan atau kontak dengan kulit .Kertas pH 5. 1981.RUANG LINGKUP a.PELAKSANAAN 5. b.2.Na2S 5.Koordinator mata ajaran bertangung jawab dalam pengelolaan ketercapaian prosedur.4.Limbah B3 ditambahkan beberapa tetes larutan Na2S/Natrium sulfide sampai mengendap . Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Absensi peserta didik dan dosen 9.Beker gelas 5.2.Kaporit 5.2.1. Daftar Cheeklist .2.kimia bersifat asam dan basa yang dihasilkan diolah dan yang hasilnya dapat dipakai kembali serta menjaga jangan mencemari lingkungan.4. DOKUMENTASI 10.Masing – masing Limbah didiamkan 60 menit atau 24 jam .3.6. Cheklist SOP 9.1.2.2.LIMBAH CAIR KIMIA BERSIFAT ASAM DAN BASA 1.1.1. 1994.1.2.2.2.2.Persiapan Alat dan bahan 5.Pengaduk 5.Masing – masing limbah bagian jernih diambil dikaporisasi(ditambah kaporit sampai kadar klor = 4 mg/Cl2) 5.4.TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5.limbah cair kimia bersifat asam dan basa dimasukkan ke masing – masing dalam beker gelas 5.2.PENANGANAN LIMBAH CAIR B3(BAHAN BERACUN BERBAHAYA). Jakarta : CV Haji Masagung 4.1. b.Penanganan Limbah kimia bersifat asam dan basa didalam laboratorium agar limbah tersebut dapat diolah dan dapat dipergunakan kembali dilaboratorium 3.3. Jakarta: CV Haji Masagung Suma.3.2.7.Masing – masing limbah diaduk dengan batang pengaduk cepat selama 15 menit 5.1.2. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan .2. 5.Sebelum keluar ruang lab cuci tangan dulu (lihat SOP Mencuci Tangan) 9.Pelaksanaan 5.DEFINISI Penanganan Limbah cair bahan beracun berbahaya .1.2.Penanganan Limbah kimia bersifat asam dan basa agar tidak mengkorosifkan alat dan mencemari lingkungan 2.limbah cair kimia yang bersifat basa ditambah tawas 5.Bagian akademik sebagai penanggung jawab pembelajaran 5.6.ACUAN Suma’mur.2. Buku pedomen pencapaian kompetensi 10.mur.Masing – masing limbah diaduk dengan batang pengaduk lambat selama 5 menit 5.TUJUAN : a.2.1.2.1.2.Penanganan Limbah B3 /bahan beracun berbahaya didalam laboratorium agar limbah tersebut dapat diolah dan dapat dipergunakan kembali di laboratorium.2.5.5. Dokumentasi laporan dan post tes 9.2.1.PROSEDUR 5.1.1.diharapkan pH 5.3.2.Pembimbing praktek pendidikan dan lahan yang bertanggung jawab dalam membimbing dan menilai ketercapaian pelaksanaan S O P 5.limbah cair kimia yang bersifat asam ditambah kapur tohor.2. PENGENDALIAN/PEMANTAUAN 9.2.1.1.

Anik Nuryati.Kes+ Tim . Sutiyami.M. PENGESAHAN Disusun oleh Tim MA:…K3 Praktek… Tanggal…………………..MSc Disetujui dan disyahkan oleh Ketua Jurusaan Tanggal…………… Subrata Tri Widada 11. Laporan Diperiksa oleh Unit Akademik Tanggal …………………..ST.10.2.Si.S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful