P. 1
Arus & Tegangan AC

Arus & Tegangan AC

|Views: 292|Likes:
Published by Ratna Tri Mharani

More info:

Published by: Ratna Tri Mharani on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2015

pdf

text

original

Standar Kompetensi : Manerapkan konsep kelistrikan (baik

statis maupun dinamis) dan
kemagnetan dalam berbagai
penelesaian masalah dan berbagai
produk teknologi.

Kompetensi Dasar :
Memformulasikan konsep induksi faraday dan arus
bolak-balik, keterkaitan serta aplikasinya.
Indikator:
1. Memformulasikan arus dan tegangan bolak-balik serta
parameternya.
2. Memecahkan persoalan rangkaian arus AC sederhana
yang terdiri atas R, L, dan C menggunakan diagram
fasor.
3. Menjelaskan peristiwa resonansi pada rangkaian RLC
dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.
( )
t N t NBA
dt
t BA d
N
dt
d
N
maks
e e e e
e
sin sin
cos
u = = ÷ =
u
÷ e=
t
maks
e sin e=e
t BA BA e u cos cos = = u
e e NBA N
maks maks
= u = e
N =banyaknya kumparan (lilitan)
Φ
maks
=fluks maksimum yang menembus kumparan dalam weber
ω =frekuensi sudut putaran dalam rad/s
B =medan magnet yang diberikan dalam wb/m
2
atau Tesla

A =luas bidang kawat dalam m
2
=GGL induksi (volt)
ARUS BOLAK-BALIK
Arti Arus dan Tegangan Bolak-Balik
Arus bolak-balik ialah arus yang besarnya selalu berubah-ubah
secara periodik. Sedangkan tegangan bolak-balik ialah
tegangan yang besarnya berubah-ubah secara periodik.
Simbol sumber tegangan bolak-balik :
Besar arus dan tegangan bolak-balik dapat diamati dengan
Amperemeter AC dan Voltmeter AC. Biasanya kedua alat ini
disatukan. Arus dan tegangan yang ditunjukkan alat-alat ini
merupakan harga efektifnya, bukan harga maksimumnya.
Tegangan bolak-balik dapat diamati dengan osiloskop.
Arus dan Tegangan Sinusoidal
Jika suatu kumparan kawat 4 persegipanjang diputar dalam medan magnet
homogen. GGL induksi yang timbul merupakan suatu sinusoidal
(berbentuk grafik sinus).
( )
t N t NBA
dt
t BA d
N
dt
d
N
maks
e e e e
e
sin sin
cos
u = = ÷ =
u
÷ e=
t
maks
e sin e=e
t BA BA e u cos cos = = u
e e NBA N
maks maks
= u = e
N =banyaknya kumparan (lilitan)
Φ
maks
=fluks maksimum yang menembus kumparan dalam weber
ω =frekuensi sudut putaran dalam rad/s
B =medan magnet yang diberikan dalam wb/m
2
atau Tesla

A =luas bidang kawat dalam m
2
=GGL induksi (volt)
c
Salah satu alat yang menggunakan prinsip di atas adalah
generator arus bolak-balik (generator AC).
Jika generator AC dihubungkan dengan suatu hambatan maka
tegangan/kuat arus yang timbul pada hambatan itu akan
mempunyai sifat seperti tegangan/kuat arus AC (merupakan
suatu sinusoidal juga).
t i i
t R i iR
V V
maks
maks
maks
e
e
e
sin
sin
t sin
=
=
=
Nilai Efektif
Nilai efektif kuat arus/tegangan AC ialah kuat arus/tegangan AC
yang dianggap setara dengan kuat arus/tegangan DC (Direct
Current = arus searah) yang menghasilkan jumlah kalor yang
sama ketika melalui suatu penghantar dalam waktu yang sama.
Kuat arus efektif:
2
maks
ef
i
i =
Tegangan efektif:
2
maks
ef
V
V =
Kuat arus rata-rata:
t
maks
r
i
i 2 =
Fasor Sebagai Alat Untuk Menyatakan Tegangan dan Arus
Fasor adalah suatu metode penggambaran tegangan dan arus pada
suatu rangkaian AC (arus bolak-balik) secara vektor.
i dan V
R
mempunyai beda fase nol sehingga
vektornya digambarkan berimpit.
i dan V
L
berbeda fase 90
o
sehingga
vektor-vektornya digambarkan tegak
lurus (letak V
L
dan i tidak boleh
dipertukarkan). (ELI)
V merupakan penjumlahan vektor V
R
dan V
L
.
θ disebut beda fase rangkaian
R
L
V
V
tg = u
V merupakan penjumlahan vektor (ICE)
V merupakan penjumlahan Vektor
C R
DanV V
R
X
V
V
tg
L
R
C
= = u
R C L
danV V V ) ( ÷
R
X X
V
V V
tg
C L
R
C L
÷
=
÷
= u
Rangkaian Resistif
Rangkaian resistif adalah rangkaian arus bolak-balik yang
dihubungkan dengan resistor.
t i i
V V
maks
maks
e
e
sin
t sin
=
=
Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian Resistif:
t e
Disebut sudut fase tegangan
dan arus pada resistor
Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Resistif !
Rangkaian induktif adalah rangkaian arus bolak-balik yang
dihubungkan dengan induktor. Sdg reaktansi induktif adalah
hambatan yang timbul pada suatu induktor pada rangkaian induktif.
Rangkaian Induktif
X
L
= ωL=2πf L
f =frekuensi arus bolak-balik dalam Hz
L =induktansi diri dalam henry (H)
X
L
=reaktansi induktif dalam ohm (Ω)
ω =frekuensi sudut arus bolak-balik dalam rad/s
Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian induktif:
t e disebutsudut fase tegangan pada induktor.
( ) ° ÷90 t e
disebut sudut fase arus yang melalui induktor.
Selanjutnya sudut fase ini sering disebut fase (sebenarnya sudut fase=2π x
fase)
Selisih fase antara arus dan tegangan pada rangkaian disebut beda fase.
Dalam rangkaian induktif beda fasenya 90
0
(arus ketinggalan 90
0
dengan
tegangan).
( ) t i t i i
t V V
maks maks
maks
e e
e
cos 90 sin
sin
÷ = ° ÷ =
=
Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Induktif !
Rangkaian Kapasitif
Rangkaian kapasitif ialah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan
dengan kapasitor. Sdg reaktansi kapasitif adalah hambatan yang terdapat
pada suatu kapasitor pada rangkaian kapasitif.
C f
X
C
. 2
1
t
=
f =frekuensi arus bolak-balik dalam Hz
C =kapasitas kapasitor dalam farad (F)
X
C
=reaktansi kapasitif dalam ohm (Ω)

Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian kapasitif:
t e
( ) ° +90 t e
Disebut sudut fase tegangan pada kapasitor.
disebut sudut fase arus yang melalui kapasitor.
( ) t i t i i
t V V
maks maks
maks
e e
e
cos 90 sin
sin
= ° + =
=
Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian kapasitif !
RANGKAIAN SERI R&L
Sifat-sifat rangkaian R-L :
1. i ketinggalan 90
0
dari V
L
2. i sefase dengan V
R
3. Beda fase rangkaian R-L:
R
X
V
V
tg
L
R
L
= = u
Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada
rangkaian arus bolak-balik. Besar impedansi pada
rangkaian R-L:
2
2
L
X R Z + =
Z =impedansi dalam ohm
R =hambatan murni dalam ohm
X
L
=reaktansi induktif (Ω)
Besarnya tegangan rangkaian R-L:
2 2
L R
V V V + =
V=tegangan rangkaian R-L (volt)
V
R
=tegangan hambatan (volt)
V
L
=tegangan induktif (volt)
V
R
=iR
V
L
=iX
L
RANGKAIAN SERI R & C
Sifat-sifat rangkaian R-C :
1. V
C
ketinggalan 90
0
dari i

2. i sefase dengan V
R
3. Beda fase rangkaian R-C:
R
X
V
V
tg
C
R
C
= = u
Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada
rangkaian arus bolak-balik. Besar impedansi pada
rangkaian R-C:
2
2
C
X R Z + =
Z =impedansi dalam ohm
R =hambatan murni dalam ohm
X
C
=reaktansi kapasitif (Ω)
Besarnya tegangan rangkaian R-C:
2 2
C R
V V V + =
V =tegangan rangkaian R-C (volt)
V
R
=tegangan hambatan (volt)
V
L
=tegangan kapasitif (volt)
V
R
=iR
V
C
=iX
C
Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Seri R-C !
RANGKAIAN SERI R-L-C
Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada
rangkaian arus bolak-balik. Besar impedansi pada
rangkaian R-L-C:
( )
2
2
C L
X X R Z ÷ + =
Z =impedansi dalam ohm
R =hambatan murni dalam ohm
X
C
=reaktansi kapasitif (Ω)
X
L
=reaktansi induktif (Ω)

Besar tegangan rangkaian L-R-C merupakan
penjumlahan Vektor dari V
L
, V
C
dan V
R
:

( )
2 2
C L R
V V V V ÷ + =
V =tegangan rangkaian R-C (volt)
V
R
=tegangan hambatan (volt)
V
C
=tegangan kapasitif (volt)
V
L
=tegangan induktif (volt)

Beda fase rangkaian R-L-C:
R
X X
V
V V
tg
C L
R
C L
÷
=
÷
= u
V
R
=iR
V
C
=iX
c
V
L
=iX
L
Resonansi pada Rangkaian R-L-C
Seperti dituliskan di atas beda fase rangkaian L-R-C adalah
R
X X
V
V V
tg
C L
R
C L
÷
=
÷
= u
Jika
X
L
>X
C
maka tg θ (+) berarti tegangan mendahului arus
(rangkaian bersifat induktif)
X
L
<X
C
maka tg θ (-) berarti tegangan mengikuti arus (rangkaian
bersifat kapasitif)
X
L
=X
C
maka tg θ menjadi nol; Z=R, jadi dalam rangkaian ini hanya
ada hambatan ohm dan dapat dikatakan pada rangkaian terjadi
resonansi seri.

Besar frekuensi resonansi:
LC
f
1
2
1
t
=
LC
f
f C
f
C
L
X X
C L
2
2
4
1
2
1
2
1
t
t
t
e
e
=
=
=
=
Manfaat Resonansi dalam Kehidupan sehari-hari:
1. Pembangkit getaran listrik memerlukan rangkaian resonansi yang frekuensinya
dapat diubah-ubah untuk menghasilkan keluaran yang frekuensinya dpat diubah-
ubah pula.
2. Osiloskop sinar katoda memerlukan rangkaian resonansi untuk menimbulkan
tegangan bolak-balik yang frekuensinya dapat diatur-atur.
3. Kegunaan rangkaian resonansi pada radar, radio, dan televisi untuk menimbulkan
tegangan bolak-balik yang diperlukan pada frekuensi tertentu.
Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Resonansi R-L-C !
KESIMPULAN
DAYA
Daya sesungguhnya dan rata-rata pada arus bolak-balik dalam suatu
rangkaian dinyatakan dengan:
u
u
cos
2
1
cos
m m r
e e r
i V P
i V P
=
=
θ =sudut fase
V
e
=tegangan efektif (Volt)
V
m
=tegangan maksimum (Volt)
i
e
=kuat arus efektif (Ampere)
i
m
=kuat arus maksimum
(Ampere)
u cos Vi P =
CONTOH SOAL :

1. Sebuah hambatan 200√3Ω kumparan 0,4 H dan kapasitor 0,5 µF
dihubungkan dengan sumber tegangan AC 200 volt, yang
mempunyai frekuensi sudut 2500 rad/s :
Hitunglah kuat arus yang mengalirpada rangkaian!
2. Hitung Daya pada Soal diatas!
2. V = 200 Volt
i = 0,5A
3
3
1
3 200
800 1000
=
÷
=
÷
=
R
x x
tg
C L
u
0
30 = u
P = V.i cosθ =200. 0,5. cos 30
0
= 50√3
1. R = 200√3Ω
L= 0,4 H
V= 200 volt
ω= 2500 rad/s
X
L
= ω.L = 2500. 0,4 = 1000 Ω
X
C
= 1/ ω.c = 1/2500.0,5.10-6 = 800 Ω
2 2
l c
R ) x x ( z + ÷ =
O = =
+ ÷ =
400 000 . 160
) 3 200 ( ) 800 1000 (
2 2
A
z
v
i 5 , 0
400
200
= = =
JAWAB :
1. Hambatan R = 100Ω,induktor L= 0,6 H, dan kapasitor C= 12 µF
disusun seri kemudian ujung-ujungnya dihubungkan dengan
tegangan bolak-balik 220 volt. Ketika terjadi resonansi, arus
yang mengalir pada rangkaian adalah.....
2. Suatu rectifier (penyearah) yang dipasang pada tegangan 250
V, 120 Hz : terdiri dari induktansi 25mH, hambatan 40Ω dan
kapasitor 25 µF yang dihubungkan secara seri. Hitung
reaktansi induktif, reaktansi kapasitif, impendansi rangkaian,
dan kuat arus pada rangkaian!
3. Hitung frekuensi resonansi dari suatu rangkaian yang terdiri
dari hambatan 10Ω , kapasitor 10 µF , dan induktor 0,1 H!
4. Suatu arus dari 8A ketinggalan 300 terhadap tegangan 250
Volt pada suatu rangkaian. Berapa daya sesungguhnya
rangkaian (p)?
5. Rangkaian R-L-C dihubungkan dengan teganagn bolak-balik
220 Volt. Frekuensi sudut = 100rad/s. Jika L =0,4 H, C = 20
µF , dan R = 120Ω . Hitunglah besar arus pada rangkaian !
LATIHAN SOAL
Jawaban
1. R = 100Ω
L = 0,6 H
C = 12 µF = 12.10
-6
F
V = 220 Volt
terjadi resonansi
Z = R = 100 Ω



2. V = 250 volt
f = 120 Hz
L = 25mH = 25.10
-3
h
R = 40Ω
C = 25 = 25.10
-6
F
ω = 2 f = 2.3,14.120 = 753,6 rad/s
X
l
= .L = 753,6.25.10
-3
= 18,84Ω

A
z
v
i 2 , 2
100
220
= = =
2 2
) ( R x x z
c l
+ ÷ =
O =
+ ÷ =
65 , 52
40 ) 08 , 53 84 , 18 (
2 2
A
z
v
i 75 , 4
65 , 52
250
= = =
3. R = 10Ω
C = 10 µF = 10
-7
F
l = 0,1 H




4. I = 8 A
θ= 30
0

v = 250 volt
P=V.i.cos θ= 250.8.cos 30
0
=1000√3 watt
5. V = 220 Volt
L = 0,4 H
C = 20 µF = 20.10
-6
F
ω= 100rad/s
R= 120 Ω



Hz
C L
f
5
7
10 . 6 , 1
10 . 1 , 0
1
14 , 3 . 2
1
.
1
2
1
÷
÷
= = =
t
2 2
) ( R x x z
c l
+ ÷ =
O =
+ ÷ =
4 , 475
120 ) 500 40 (
2 2
A
z
v
i 46 , 0
4 , 475
220
= = =

Standar Kompetensi : Manerapkan konsep kelistrikan (baik statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.

Kompetensi Dasar : Memformulasikan konsep induksi faraday dan arus bolak-balik, keterkaitan serta aplikasinya. Indikator: 1. Memformulasikan arus dan tegangan bolak-balik serta parameternya. 2. Memecahkan persoalan rangkaian arus AC sederhana yang terdiri atas R, L, dan C menggunakan diagram fasor. 3. Menjelaskan peristiwa resonansi pada rangkaian RLC dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

.

.

  BAcos  BAcost d d BAcost    N  N  NBA sin t  N maks sin t dt dt maks sin t maks  N maks  NBA N =banyaknya kumparan (lilitan) Φmaks=fluks maksimum yang menembus kumparan dalam weber ω =frekuensi sudut putaran dalam rad/s B =medan magnet yang diberikan dalam wb/m2 atau Tesla A =luas bidang kawat dalam m2 =GGL induksi (volt) .

ARUS BOLAK-BALIK Arti Arus dan Tegangan Bolak-Balik Arus bolak-balik ialah arus yang besarnya selalu berubah-ubah secara periodik. Sedangkan tegangan bolak-balik ialah tegangan yang besarnya berubah-ubah secara periodik. Arus dan tegangan yang ditunjukkan alat-alat ini merupakan harga efektifnya. Simbol sumber tegangan bolak-balik : Besar arus dan tegangan bolak-balik dapat diamati dengan Amperemeter AC dan Voltmeter AC. bukan harga maksimumnya. Biasanya kedua alat ini disatukan. .

Tegangan bolak-balik dapat diamati dengan osiloskop. .

.

.

GGL induksi yang timbul merupakan suatu sinusoidal (berbentuk grafik sinus).Arus dan Tegangan Sinusoidal Jika suatu kumparan kawat 4 persegipanjang diputar dalam medan magnet homogen.   BAcos  BAcost d d BAcost    N  N  NBA sin t  N maks sin t dt dt maks sin t maks  N maks  NBA N =banyaknya kumparan (lilitan) Φmaks=fluks maksimum yang menembus kumparan dalam weber ω =frekuensi sudut putaran dalam rad/s B =medan magnet yang diberikan dalam wb/m2 atau Tesla A =luas bidang kawat dalam m2  =GGL induksi (volt) .

Jika generator AC dihubungkan dengan suatu hambatan maka tegangan/kuat arus yang timbul pada hambatan itu akan mempunyai sifat seperti tegangan/kuat arus AC (merupakan suatu sinusoidal juga).Salah satu alat yang menggunakan prinsip di atas adalah generator arus bolak-balik (generator AC). V  Vmaks sin t iR  imaks R sin t i  imaks sin t .

Kuat arus efektif: Tegangan efektif: ief imaks  2 ir  2 Vef  imak s Vmaks 2 Kuat arus rata-rata:  .Nilai Efektif Nilai efektif kuat arus/tegangan AC ialah kuat arus/tegangan AC yang dianggap setara dengan kuat arus/tegangan DC (Direct Current = arus searah) yang menghasilkan jumlah kalor yang sama ketika melalui suatu penghantar dalam waktu yang sama.

Fasor Sebagai Alat Untuk Menyatakan Tegangan dan Arus Fasor adalah suatu metode penggambaran tegangan dan arus pada suatu rangkaian AC (arus bolak-balik) secara vektor. (ELI) . i dan VR mempunyai beda fase nol sehingga vektornya digambarkan berimpit. i dan VL berbeda fase 90o sehingga vektor-vektornya digambarkan tegak lurus (letak VL dan i tidak boleh dipertukarkan).

V merupakan penjumlahan vektor VR dan VL. θ disebut beda fase rangkaian tg  VL VR V merupakan penjumlahan vektor VR DanVC (ICE) V merupakan penjumlahan Vektor (VL  VC )danVR VC X L tg   VR R tg  VL  VC X L  X C  VR R .

Rangkaian Resistif Rangkaian resistif adalah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan dengan resistor. Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian Resistif: V  Vmaks sin t i  imaks sin t t Disebut sudut fase tegangan dan arus pada resistor .

Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Resistif ! .

Rangkaian Induktif Rangkaian induktif adalah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan dengan induktor. XL = ωL=2πf L f L XL ω =frekuensi arus bolak-balik dalam Hz =induktansi diri dalam henry (H) =reaktansi induktif dalam ohm (Ω) =frekuensi sudut arus bolak-balik dalam rad/s Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian induktif: V  Vmaks sin t t  90 t i  imaks sin t  90  imaks cost disebutsudut fase tegangan pada induktor. Selanjutnya sudut fase ini sering disebut fase (sebenarnya sudut fase=2π x fase) Selisih fase antara arus dan tegangan pada rangkaian disebut beda fase. Sdg reaktansi induktif adalah hambatan yang timbul pada suatu induktor pada rangkaian induktif. disebut sudut fase arus yang melalui induktor. Dalam rangkaian induktif beda fasenya 900 (arus ketinggalan 900 dengan tegangan). .

Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Induktif ! .

1 XC  2f . t  90  t .Rangkaian Kapasitif Rangkaian kapasitif ialah rangkaian arus bolak-balik yang dihubungkan dengan kapasitor.C f =frekuensi arus bolak-balik dalam Hz C =kapasitas kapasitor dalam farad (F) XC =reaktansi kapasitif dalam ohm (Ω) Besarnya tegangan dan arus pada rangkaian kapasitif: V  Vmaks sin t i  imaks sin t  90  imaks cost Disebut sudut fase tegangan pada kapasitor. Sdg reaktansi kapasitif adalah hambatan yang terdapat pada suatu kapasitor pada rangkaian kapasitif. disebut sudut fase arus yang melalui kapasitor.

Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian kapasitif ! .

RANGKAIAN SERI R&L Sifat-sifat rangkaian R-L : 1. Beda fase rangkaian R-L: tg  VL X L  VR R Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada rangkaian arus bolak-balik. Besar impedansi pada rangkaian R-L: Z =impedansi dalam ohm Z  R2  X L 2 R =hambatan murni dalam ohm XL =reaktansi induktif (Ω) Besarnya tegangan rangkaian R-L: V  VR  VL 2 2 V=tegangan rangkaian R-L (volt) VR=tegangan hambatan (volt) VL=tegangan induktif (volt) VR=iR VL=iXL . i sefase dengan VR 3. i ketinggalan 900 dari VL 2.

i sefase dengan VR 3.RANGKAIAN SERI R & C Sifat-sifat rangkaian R-C : 1. VC ketinggalan 900 dari i 2. Besar impedansi pada rangkaian R-C: Z =impedansi dalam ohm Z  R2  X C 2 R =hambatan murni dalam ohm XC =reaktansi kapasitif (Ω) Besarnya tegangan rangkaian R-C: V  VR  VC 2 2 V =tegangan rangkaian R-C (volt) VR =tegangan hambatan (volt) VL =tegangan kapasitif (volt) VR=iR VC=iXC . Beda fase rangkaian R-C: tg  VC X C  VR R Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada rangkaian arus bolak-balik.

Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Seri R-C ! .

RANGKAIAN SERI R-L-C Impedansi ialah resultan hambatan-hambatan pada rangkaian arus bolak-balik. VC dan VR: V VR VC VL Beda fase rangkaian R-L-C: 2 2 V  VR  VL  VC  =tegangan rangkaian R-C (volt) =tegangan hambatan (volt) =tegangan kapasitif (volt) =tegangan induktif (volt) VR=iR VC=iXc VL=iXL tg  VL  VC X L  X C  VR R . Besar impedansi pada rangkaian R-L-C: Z =impedansi dalam ohm Z  R  X L  X C  2 2 R =hambatan murni dalam ohm XC =reaktansi kapasitif (Ω) XL =reaktansi induktif (Ω) Besar tegangan rangkaian L-R-C merupakan penjumlahan Vektor dari VL.

Z=R. jadi dalam rangkaian ini hanya ada hambatan ohm dan dapat dikatakan pada rangkaian terjadi resonansi seri.Resonansi pada Rangkaian R-L-C Seperti dituliskan di atas beda fase rangkaian L-R-C adalah V V X  XC tg  L C  L VR R Jika XL>XC maka tg θ (+) berarti (rangkaian bersifat induktif) tegangan mendahului arus XL<XC maka tg θ (-) berarti tegangan mengikuti arus (rangkaian bersifat kapasitif) XL=XC maka tg θ menjadi nol. Besar frekuensi resonansi: XL  XC 1 f  2 1 LC L  1 C 1 2f  2fC 1 f2 4 2 LC .

Osiloskop sinar katoda memerlukan rangkaian resonansi untuk menimbulkan tegangan bolak-balik yang frekuensinya dapat diatur-atur. radio. dan televisi untuk menimbulkan tegangan bolak-balik yang diperlukan pada frekuensi tertentu. .Perhatikan diagram fasor dan grafik sinus Rangkaian Resonansi R-L-C ! Manfaat Resonansi dalam Kehidupan sehari-hari: 1. Kegunaan rangkaian resonansi pada radar. 2. Pembangkit getaran listrik memerlukan rangkaian resonansi yang frekuensinya dapat diubah-ubah untuk menghasilkan keluaran yang frekuensinya dpat diubahubah pula. 3.

KESIMPULAN .

DAYA Daya sesungguhnya dan rata-rata pada arus bolak-balik dalam suatu rangkaian dinyatakan dengan: P  Vi cos Pr  Veie cos 1 Pr  Vmim cos 2 CONTOH SOAL : θ =sudut fase Ve =tegangan efektif (Volt) Vm =tegangan maksimum (Volt) ie =kuat arus efektif (Ampere) im =kuat arus maksimum (Ampere) 1. Hitung Daya pada Soal diatas! .5 µF dihubungkan dengan sumber tegangan AC 200 volt. Sebuah hambatan 200√3Ω kumparan 0.4 H dan kapasitor 0. yang mempunyai frekuensi sudut 2500 rad/s : Hitunglah kuat arus yang mengalirpada rangkaian! 2.

0.4 = 1000 Ω XC= 1/ ω.JAWAB : 1. R = 200√3Ω L= 0.5.5.i cosθ =200.5 A z 400 2. 0.0. V = 200 Volt i = 0.4 H V= 200 volt ω= 2500 rad/s XL= ω.5A xL  xC 1000  800 1 tg    3 R 3 200 3   300 P = V.c = 1/2500.000  400  i v 200   0. cos 300 = 50√3 .10-6 = 800 Ω z  (x c  x l )2  R 2  (1000  800 ) 2  (200 3 ) 2  160 .L = 2500.

kapasitor 10 µF . dan kapasitor C= 12 µF disusun seri kemudian ujung-ujungnya dihubungkan dengan tegangan bolak-balik 220 volt.. dan R = 120Ω . reaktansi kapasitif.1 H! 4.4 H. Frekuensi sudut = 100rad/s..6 H. hambatan 40Ω dan kapasitor 25 µF yang dihubungkan secara seri. Suatu rectifier (penyearah) yang dipasang pada tegangan 250 V. Hitung frekuensi resonansi dari suatu rangkaian yang terdiri dari hambatan 10Ω . Jika L =0. Berapa daya sesungguhnya rangkaian (p)? 5. Hitung reaktansi induktif. C = 20 µF . Ketika terjadi resonansi.. impendansi rangkaian. arus yang mengalir pada rangkaian adalah. Suatu arus dari 8A ketinggalan 300 terhadap tegangan 250 Volt pada suatu rangkaian. Hitunglah besar arus pada rangkaian ! .. dan induktor 0. Hambatan R = 100Ω. 120 Hz : terdiri dari induktansi 25mH. dan kuat arus pada rangkaian! 3. Rangkaian R-L-C dihubungkan dengan teganagn bolak-balik 220 Volt.induktor L= 0.LATIHAN SOAL 1. 2.

6.08) 2  402  52.120 = 753.2 A z 100 2.10-3h R = 40Ω C = 25 = 25.3.25.65 . V = 250 volt f = 120 Hz L = 25mH = 25.6 H C = 12 µF = 12.84Ω z  ( xl  xc ) 2  R 2 v 250 i   4. R = 100Ω L = 0.Jawaban 1.10-6F ω = 2 f = 2.10-6F V = 220 Volt terjadi resonansi Z = R = 100 Ω v 220 i   2.10-3= 18.6 rad/s Xl = .65  (18.75 A z 52 .L = 753.84  53.14.

4 v 220 i   0.6.4 .C 2. I = 8 A θ= 300 v = 250 volt P=V.105 Hz L.14 0.3.i.1 H 1 f  2 1 1 1   1.1.cos θ= 250.cos 300 =1000√3 watt 5.4 H C = 20 µF = 20. R = 10Ω C = 10 µF = 10-7F l = 0.107 4.3.8. V = 220 Volt L = 0.10-6F ω= 100rad/s R= 120 Ω z  ( xl  xc ) 2  R 2  (40  500) 2  1202  475.46 A z 475 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->