P. 1
Makalah Cara Menanggulangi Kerusakan Lingkungan

Makalah Cara Menanggulangi Kerusakan Lingkungan

|Views: 183|Likes:
Baca ya teman-teman, semoga ini bermanfaat. Namun sebelum membaca dan mendokumentasikan ulang, telitilah dahulu lembaran-lembaran ini dengan nalar sehat, logika yang jernih dan, di atas itu semua, dengan ayat-ayat Allah yang senantiasa terjaga dari kekeliruan.
Baca ya teman-teman, semoga ini bermanfaat. Namun sebelum membaca dan mendokumentasikan ulang, telitilah dahulu lembaran-lembaran ini dengan nalar sehat, logika yang jernih dan, di atas itu semua, dengan ayat-ayat Allah yang senantiasa terjaga dari kekeliruan.

More info:

Published by: Muhammad Mubarak Chadyka Putra on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2015

pdf

text

original

MAKALAH AGAMA

12

Bismillahirrahmanirrahiim Alhamdulillahirabbil alamin, Segala puji dan syukur bagi Allah SWT Rabb alam semesta. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Wa Ba’du.

Lembaran-lembaran berikut adalah sebuah makalah yang InsyaAllah akan membuka hati kita agar senantiasa istiqomah dalam mengemban amanat kita sebagai khalifah. Salah satunya adalah dalam menjaga lingkungan dan memelihara alam semesta ini. Semoga anda senang membacanya dan dapat mengambil manfaat darinya. Apakah yang anda rasakan bila lingkungan menjadi rusak? Ya, kita pasti akan mengalami bermacam-macam kesulitan dan bencana alam. Allah telah menciptakan alam agar dikelola oleh manusia untuk kesejahteraan umat manusia itu sendiri. Oleh karena itu, kita harus menjadikannya sebagai sahabat dan mengolahnya demi kepentingan bersama. Alam akan menjadi sahabat dan memberikan yang terbaik apabila kita pun memperlakukannya edngan baik. Setujukah Anda ? Seperti yang kita tahu, lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar atau sekitar mahluk hidup. Mendefinisikan hidup adalah hal yang sulit, karena hidup adalah sebuah proses. Jadi lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita yang berupa makhluk hidup. Baik itu manusia, binatang maupun tumbuhan. Seperti yang terkandung di QS. Ar-rum: 41-42 yang telah saya cantumkan di awal makalah ini, Surah lainnya adalah QS. Al-A’raf: 56-58, QS. Ash-Shad: 27 dan QS. Yunus : 101.

QS. Al-A’raf: 56-58

Artinya : “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Dan dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahma Nya (hujan) hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu kami turunkan hujan di daerah itu. Maka kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. Dan tanah yang baik, tanamtanamannya tumbuh dengan seizin Allah, dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami)bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS Al A’raf : 56-58) Isi kandungan Allah SWT menjelaskan bahwa dia menjadilakn langit, bumi dan makhluk apa saja yang berada diantaranya tidak sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan bentuknya yang berubahubah dari malam kemalam serta bumi temapt tinggal manusia, baik yang tampak dipermukaannya maupun yang tersimpan didalamnya, sangat besar artinya bgi kehidupan manusia. Kesemuanya itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendaknya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. Allah memberikan pertanyaan pada manusia. Apakha sama orang yang beriman dan beramal saleh dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi dan juga apakah sama antara orang yang bertakwa dengan orang yang berbuat maksiat? Allah SWT menjelaskan bahwa diantara kebijakan Allah ialah tidak akan menganggap sama para hambanya yang melakukan kebaikan dengan orang-orang yang terjerumus di lembah kenistaan. Allah SWT menjelaskan bahwatidak patutlah bagi zat Nya dengan segala keagungan Nya, menganggap sama antara

hamba-hambanya yang beriman dan melakukan kebaikan dengan orang-orang yang mengingkari keesaannya lagi memperturutkan hawa nafsu. Mereka ini tidak mau mengikuti keesaan Allah, kebenaran wahyu, terjadinya hari kebangkitan dan hari pembalasan. Oleh karena itu, mereka jauh dari rahmat Allah sebagai akibat dari melanggar larangan-larangannya. Mereka tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kembali dari dalam kuburnya dan akan dihimpun dipadang mahsyar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya sehingga mereka berani zalim terhadap lingkungannya. Allah menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya hanya untuk kepentingan manusia. Manusia diciptakan Nya untuk menjadi khalifah di muka bumi ini sehingga wajibuntuk menjaga apa yang telah dikaruniakan Allah SWT. QS.Ash-Shad: 27

Artinya : “Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.”. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat? (QS Sad : 27 -28) Isi Kandungan Dalam ayat ini Allah menjelaskan perintah Nya kepada rasul Nya agar dia menyuruh kaumnya untuk memperhatikan dengan mata kepala mereka dan edngan akal budi mereka segala yang ada di langit dan di bumi. Mereka diperintahkan agar merenungkan keajaiban langit yang penuh dengan bintang-bintang, matahari dan bulan, keindahan pergantian malam dan siang, air hujan yang turun ke bumi, menghidupkan bumi yang mati, menumbuhkan tanam-tanaman, dan pohon-pohonan dengan buah-buahan yang beraneka warna dan rasa. Hewan-hewan dengan bentuk dan warna yang bermacam-macam hidup diatas bumi, memberi manfaat yang tidak sedikit kepada manusia. Demikian pula keadaan bumi itu sendiri yang terdiri dari gurun pasir, lembah yang terjal, dataran yang luas, samudera yang penuh dengan berbagai ikan yang

semuanya itu terdapat tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah SWT bagi orang-orang yang berfikir dan yakin kepada penciptanya. Akan tetapi mereka yang tidak percaya adanya pencipta alam ini, membuat semua tandatanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam ini tidak akan bermanfaat baginya. QS. Yunus : 101

Artinya : “Katakanlah : Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS Yunus :101) Isi Kandungan Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk keperluan manusia. Sudah seharusnyalah manusia memperhatikan dan merenungkan rahmat Allah yang maha suci itu. Karena dengan begitu, akan bertambah yakinlah ia pada kekuasaan dan keesaan Nya, akan bertmabha luas pulalah ilmu pengetahuannya mengenai alam ciptaan Nya dan dapat pula dimanfaatkannya ilmu pengetahuan itu sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah yang maha mengetahui. Hendaklah selalu diperhatikan dan diselidiki apa yang tersebut dalam ayat ini, yaitu: 1. Bumi yang dihuni manusia dan apa yang tersimpan didalamnya tidak akan pernah habis baik didarat maupun dilaut 2. Langit dengan planet dan bintang-bintangnya semua berjalan dan bergerak menurut tata tertib dan aturan Ilahi. Tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan itu 3. Pertukaran malam dan siang dan perbedaan panjanng dan pendeknya pada beberapa negeri karena perbedaan letaknya, kesemuanya itu membawa faedah dan manfaat yang amat besar bagi manusia 4. Bahtera berlayar dilautan untuk membawa manusia dari satu negeri ke negeri yang lain dan untuk membawa barang-barang perniagaan untuk memajukan perekonomian 5. Allah SWT menurunkan hujan dari langit sehingga dengan air hujan itu bumi yang telah mati atau lekang dapat menjadi hidup dan subur, dan segala macam hewan dapat pula melangsungkan hidupnya 6. Pengendalian dan pengisaran angindari suatu tempat ke tempat yang lainadalah tanda dan bukti bagi kekuasaan Allah dan kebesaran rahmatnya bagi manusia 7. Demikian pula, harus dipikirkan dan diperhatikan kebesaran nikmat Allah kepada manusia dengan bertumpuk-tumpuknya awan antara langit dan bumi. Ringkasnya, semua rahmat yang diciptakan Allah termasuk apa yang tersebut dalam ayat 164 ini patut

dipikirkan dan direnungkan bahkan dibahas dan diteliti untuk meresapkan keimanan yang mendalam dalam kalbu, dan untuk memajukan ilmu pengetahuanyang juga membawa kepada pengakuan akan keesaan dan kebesaran Allah. Penyebab & Cara Menanggulangi Kerusakan Lingkungan Selain untuk beribadah kepada Allah, manusia juga diciptakan Allah sebagai khalifah dimuka bumi. Sebagai khalifah, manusia memiliki tugas dan kewajiban untuk memanfaatkan, mengelola, dan memelihara alam semesta yang telah diciptakan untuk kepentingan dan kesejahteraan seluruh makhluk-Nya, khusus manusia. Keserakahan dan perlakuan buruk sebagian mannusia terhadap alam dapat menyengsarakan manusia itu sendiri. Tanah longsor, banjir, kekeringan, tata ruang daerah yang tidak karuan dan udara serta air yang tercemar adalah buah kelakuan manusia yang justru merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya. Beberapa contoh lain mengenai penyalahgunaan sumber-sumber alam dapat disebutkan sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. Perusakan tanah pertanian dan lautan. Pencemaran udara dan sumber-sumber air. Pengurasan hasil-hasil tambang. Penggundulan dan pembakaran hutan-hutan. Tidak adanya perlindungan terhadap binatang-binatang. Pembangunan kota dan pemukiman yang tidak pada tempatnya.

Islam mengajarkan agar umat manusia senantiasa menjaga lingkungan. Hal ini seringkali tercermin dalam beberpa pelaksanaan ibadah, seperti ketika menunaikan ibadah haji. Dalam haji, umat Islam dilarang menebang pohon-pohon dan membunuh binatang. Apabila larangan itu dilanggar maka ia berdosa dan diharuskan membayar denda (dam). Lebih dari itu Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi Menurut saya, cara pelesatarian lingkungan hidup secara sederhana dan bisa kita terapkan, yaitu: menghentikan penebangan hutan secara liar, tidak membuang sampah sembarangan, kalau bisa kita menggunakan perabotan yang ramah lingkungan & dapat di daur ulang dan kurangi konsumsi bahan bakar bermotor untuk mengurangi polusi. Dan lebih baik di sarankan “Bike to Work” serta mengadakan reboisasi secara masal di setiap rukun tangga (RT). Tentang memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, banyak upaya lain yang juga bisa dilakukan, seperti yang terdapat pada amanat GBHN, rehabilitasi SDA berupa hutan, tanah dan air yang rusak perlu ditingkatkan lagi. Dalam lingkungan ini program penyelamatan hutan, tanah dan air perlu dilanjutkan dan disempurnakan. Pendayagunaan daerah pantai, wilayah laut

dan kawasan udara perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan tanpa merusak mutu dan kelestarian lingkungan hidup. Berikut perilaku manusia yang mencerminkan QS. Ar-Rum Ayat 41-42 : Bumi serta seluruh isinya disediakan dan diperuntukkan untuk manusia, maka manusia mempunyai tugas untuk menjaga keseimbangan serta melestarikannya. Sumber alam yang ada dibumi ada yang dapat diperbarui, dan ada pula yang tidak dapat diperbarui. Manusia diperbolehkan mengeksploitasinya dengan cara wajar untuk kepentingan manusia, artinya jangan sampai menimbulkan hal-hal yang dapat merusak alam dan lingkungannya, sehingga hanya berakibat bencana yang amat dahsyat. Manusia hendaknya peduli dan tetap menjaga kelestarian lingkungannya, minimal dimulai dari lingkungannya sendiri terlebih dahulu, kemudian pada skala yang lebih luas, misalnya RT, RW, kampung, desa, dan sebagainya. Secara moral, manusia harus tetap menjaga dan memelihara keimanan untuk selalu taat terhadap aturan dalam ajaran agamanya, sehingga akhirnya akan dapat menggapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

a. b.

c.

d.

Adapun tujuan pengelolaan lingkungan hidup ini adalah: 1) Tercapainya keselarasan hubungan manusia dengan lingkungannya sebagai tujuan pembangunan manusia seutuhnya; 2) Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana; 3) Terwujudnya manusia sebagai Pembina lingkungan; 4) Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan sgenerasi sekarang dan akan dating; 5) Terlindunginya lingkungan hidup atau sumber daya alam terhadap dampak yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->