P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VII SMP Ilmu Pengetahuan Sosial Waluyo-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Kelas VII SMP Ilmu Pengetahuan Sosial Waluyo-1

|Views: 1,419|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku sekolah elektronik untuk pelajar tingkat VII/ kelas 1 smp/mts
Download gratis buku sekolah elektronik untuk pelajar tingkat VII/ kelas 1 smp/mts

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

Sections

Ada beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri
kedatangan Islam di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, dari mana
Islam datang? Siapa yang membawa dan kapan kedatangannya? Mari kita
cari jawabannya bersama-sama.

1.Merunut Masuknya Islam ke Indonesia

Pernahkah kamu mendengar sebutan Serambi Mekah? Daerah manakah
yang mendapat sebutan itu? Mengapa daerah itu disebut Serambi Mekah?
Serambi Mekah adalah sebutan bagi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Dahulu kawasan Aceh menjadi salah satu pusat perdagangan dan per-
kembangan agama serta kebudayaan Islam yang berpengaruh di kawasan
Asia Tenggara. Kalau untuk dunia perdagangan, mungkin kamu tidak akan
heran karena Aceh letaknya sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia.
Namun, bagaimana mungkin Aceh bisa menjadi pusat penyebaran agama
dan kebudayaan Islam? Siapa yang membawa dan dari mana asal pengaruh
Islam itu?

a.Golongan Pembawa Islam di Indonesia

Adanya interaksi antarpedagang dari penjuru dunia dengan
intensitas yang tinggi, memunculkan beragam teori mengenai tokoh
yang sebenarnya memperkenalkan agama Islam kepada penduduk
Nusantara. Teori-teori yang muncul sehubungan dengan pembawa Islam
ke Nusantara antara lain sebagai berikut:

1)Islam Diperkenalkan oleh Bangsa Arab

Sir John Crawford, seorang sejarawan Inggris berpendapat
bahwa Islam sudah sampai ke Indonesia sejak abad VII. Teori ini
didasarkan atas berita Cina dari zaman Dinasti Tang yang
menceritakan adanya orang-orang Ta-shih (bangsa Cina menyebut
bangsa Arab dengan sebutan Ta-shih) yang mengurungkan niatnya
menyerang Kalingga.

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)
berpendapat bahwa sejak abad pertama Hijriah, orang-orang
Indonesia telah menggali ideologi Islam ke Mekah dan Mesir yang
berintikan mazhab Syafi’i. Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam
diperkenalkan oleh bangsa Arab sendiri. Apakah alasan yang beliau
ajukan? Pertama, dalam laporan perjalanan yang ditulis Ibnu Batutah
tertulis bahwa Raja Samudera Pasai bermazhab (aliran) Syafi’i. Saat
itu mazhab Syafi’i baru berkembang di Mesir. Kedua, gelar yang
dipakai oleh raja-raja Samudera Pasai dengan raja-raja Mesir ada
persamaan, yaitu al-Malik. Ketiga, sudah ada seorang ulama
Indonesia yang mengajarkan ilmu Tasawuf (ajaran atau cara untuk
mengenal dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga
memperoleh hubungan langsung secara sadar dengan-Nya di Arab,
yaitu Syekh Abu Masud Abdullah Ibn Masud al-Jawi.

2)Islam Datang dari Gujarat/India

Pendapat ini dikemukakan oleh Christian Snouck Hurgronje
dari Belanda. Ia berpendapat bahwa bangsa yang menyebarkan
agama Islam pertama-tama di Indonesia bukan dari Arab, melainkan
dari Gujarat, India. Hubungan langsung antara Indonesia dan Arab
baru terjadi pada masa kemudian. Pendapat tersebut didasarkan
pada adanya unsur-unsur Islam di Indonesia yang menunjukkan
persamaan dengan India. Pendapat Snouck diperkuat oleh hasil

Sumber: www.begraafplaatsgroenesteeg.nl

Gambar 5.16Snouck Hurgronje

159

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

penelitian kepurbakalaan J.P. Moquette mengenai nisan kubur dari
Samudera Pasai yang memuat nama Sultan Malik as-Saleh yang
berangka tahun 696 H (1297 M) dan diduga nisan tersebut
diproduksi di Cambay-Gujarat.

3)Islam Datang dari Persia

Sejarawan terkemuka Prof. Dr. P.A. Hoessein Djajadiningrat
berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Iran (Persia).
Beliau memberi bukti dari ejaan dan tulisan Arab. Baris atas disebut
Jabar, bawah disebut Ajer, dan depan disebut Pes. Dalam bahasa
Arab ejaan itu disebut Fathah, Kasrah, dan Dhammah. Di dalam
tulisan Arab, Sin bergigi sementara dalam tulisan Persia tidak bergigi.
Sementara itu, Oemar Amir Hoesin mengatakan bahwa di Persia
terdapat suku bangsa ”Leren”. Beliau berpendapat suku inilah yang
dahulu datang ke tanah Jawa, sebab di Giri terdapat Kampung
Leran. Apa yang dapat kamu simpulkan dari pendapat ketiga tokoh
dan peneliti Islam di depan?

b.Golongan Penerima Islam di Indonesia

Ketika Sriwijaya mengalami kemunduran akibat ekspansi Singasari
dan Majapahit, kehidupan politik dan ekonomi mulai guncang. Di pihak
lain, Majapahit mengalami kekacauan akibat pemberontakan di
berbagai daerah dan adanya perseteruan anggota keluarga karena
perebutan kekuasaan.
Akibat keguncangan politik dan ekonomi, kehidupan sosial budaya
pun goyah. Keperluan-keperluan upacara keagamaan, kreasi-kreasi
dalam kerajinan tangan, seni bangunan, seni patung dan ukir, serta
cabang-cabang seni lainnya terpengaruh situasi politik dan ekonomi
yang kacau. Pada saat kekacauan itu, banyak pedagang muslim yang
singgah di Nusantara. Mereka kemudian memberi pegangan kepada
masyarakat yang sedang mengalami kekacauan.
Golongan penerima Islam di Indonesia sebagai berikut:

1)Para Pedagang

Para pedagang Nusantara tertarik terhadap Islam karena para
pedagang muslim dapat menunjukkan sifat-sifat dan tingkah laku
yang baik. Selain itu, para pedagang itu rata-rata memiliki
pengetahuan agama yang tinggi. Para pedagang Nusantara belajar
tentang Islam dari para pedagang muslim, bahkan beberapa di
antaranya datang sendiri ke negeri asal agama tersebut, yaitu Arab.

2)Para Bangsawan

Di antara pedagang Nusantara yang berhubungan dengan para
pedagang muslim adalah penguasa daerah pantai, misalnya adipati
atau punggawa kerajaan. Mereka termasuk dalam golongan
bangsawan. Para bangsawan itu memegang peranan dalam
menentukan kebijaksanaan perdagangan dan pelayaran. Mereka
juga pemilik kapal dan saham dalam kegiatan perdagangan.
Seperti telah diuraikan di depan, pada saat itu pusat-pusat
kerajaan Hindu, seperti Sriwijaya dan Majapahit mengalami
kekacauan politik. Hal ini menimbulkan keinginan para adipati di
pesisir untuk melepaskan diri dan mengadakan hubungan dengan
pedagang muslim. Pada kesempatan itu pula, raja-raja dan
bangsawan Nusantara memeluk agama Islam.

3)Masyarakat

Rakyat umumnya memandang pemimpin dan bangsawan
sebagai contoh yang baik untuk diikuti. Dengan demikian, apabila

Sumber: www.nationaalherbarium.nl

Gambar 5.17Hoessein Djajadiningrat

160

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

seorang pemimpin atau bangsawan memeluk agama Islam maka
rakyat akan mengikutinya.
Selain itu, rakyat yang semula menganut agama Hindu,
memandang agama Islam lebih baik karena tidak mengenal kasta.
Islam tidak mengenal perbedaan golongan dalam masyarakat.
Agaknya, inilah daya tarik paling kuat bagi rakyat kecil untuk
memeluk Islam.

2.Cara dan Saluran Penyebaran Agama Islam

Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan melalui beberapa cara

seperti berikut.

a.Perdagangan

Dalam hal ini penyebaran ajaran agama Islam dilakukan oleh
pedagang Islam kepada pedagang-pedagang lain. Pada waktu berdagang
saudagar-saudagar dari Gujarat, Persia, dan Arab berhubungan atau
bergaul dengan penduduk setempat (Indonesia). Mereka berhasil
memengaruhi penduduk setempat hingga tertarik untuk menganut
agama Islam.

b.Perkawinan

Seorang penganut Islam menikah dengan seorang penganut agama
lain sehingga pasangannya masuk Islam. Contohnya pedagang Islam
dari Gujarat, Persia, dan Arab menetap di Indonesia dan menikahi
wanita Indonesia. Di antara wanita yang mereka nikahi adalah putri
raja dan bangsawan. Berkat perkawinan itu, agama Islam menjadi cepat
berkembang. Keturunan-keturunan mereka pasti memeluk agama Islam.
Sesudah raja-rajanya memeluk Islam, sudah barang tentu rakyatnya
dengan mudah dapat terpengaruh sehingga mereka memeluk agama
Islam.

c.Pendidikan

Pendidikan agama Islam dilakukan melalui lembaga pesantren
(pondok pesantren), perguruan khusus agama Islam. Penyebaran agama
Islam melalui pondok pesantren berarti penyebaran melalui perguruan
Islam. Perguruan ini mendidik para santri dari berbagai daerah. Setelah
tamat, mereka mendirikan lembaga atau pondok pesantren di daerah
asal mereka. Dengan demikian, agama Islam berkembang dan menyebar
ke seluruh Indonesia.

Sebelum menjadi lembaga pendidikan resmi pada tahun 1800-an,
pesantren berawal dari kegiatan guru agama di masjid atau istana, yang
mengajarkan tasawuf di pertapaan atau dekat makam keramat, pada
abad XVI dan XVII. Sebuah sumber sejarah tradisional, yaitu Serat
Centhini menyebutkan bahwa cikal bakal pesantren terdapat di Karang,
Banten. Pesantren Karang ini berdiri sekitar tahun 1520-an.

d.Dakwah

Penyebaran agama Islam juga banyak dilakukan oleh para wali dan
guru dakwah (mubalig). Contohnya penyebaran agama Islam di Pulau
Jawa dilakukan oleh para wali, yang kemudian terkenal dengan sebutan
Wali Sanga.
e.Akulturasi dan Asimilasi Kebudayaan

Untuk mempermudah dan mempercepat perkembangan agama
Islam, penyebaran agama Islam juga dilakukan melalui penggabungan
dengan unsur-unsur kebudayaan yang ada pada suatu daerah tertentu.
Misalnya penggunaan doa-doa Islam dalam upacara adat, seperti
kelahiran, selapanan (peringatan bayi berusia 35 hari), perkawinan, seni
wayang kulit, beberapa bangunan, ragam hias, dan kesusastraan.

161

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

3.Penyebaran Islam di Nusantara

Pengaruh Islam diduga pertama-tama masuk ke Pulau Sumatra melalui
pelabuhan Barus yang terletak di pesisir barat Sumatra. Coba kamu lihat
dalam peta, letak pelabuhan itu. Nah, dari pulau ini aktivitas bergerak ke
pelabuhan Lamuri, Perlak, dan Samudera Pasai. Kamu pasti telah mengetahui
mengapa daerah-daerah ini yang menjadi kawasan di Indonesia yang
pertama-tama terpengaruh agama dan kebudayaan Islam. Dari Pasai, Islam
kemudian berkembang ke Pariaman (Sumatra Barat), Malaka, Tapanuli, Riau,
Minangkabau, Kerinci, dan Sumatra Selatan.
Pengaruh agama dan kebudayaan Islam mulai menemukan bentuknya,
ketika pada tahun 840 Masehi Perlak berdiri sebagai kerajaan Islam pertama
di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Sultan yang pertama adalah Alauddin
Sayid Maulana Abdul Aziz Syah.
Setelah Perlak, menyusul Kerajaan Samudera Pasai yang didirikan pada
abad XIII oleh Marah Silu. Ia diangkat menjadi raja Islam oleh Syekh Ismail
(seorang ulama dari Dinasti Mamalik di Mesir) dengan gelar ”Malikus Saleh”.
Gelar ini diambil dari nama pendiri Dinasti Mamalik di Mesir yaitu
”Al Malikush Shaleh Ayub”. Dinasti Pasai memerintah sampai tahun 1406
Masehi. Tampak bahwa pengaruh Asia Barat dalam penyebaran agama dan
kebudayaan Islam di Indonesia masih kuat sampai abad XV.
Dari Samudera Pasai, agama Islam dibawa ke wilayah lain di Sumatra
oleh Syah Baharuddin. Raden Rahmat dan Minak Kumala (raja Kerajaan
Lampung) membawa Islam ke Sumatra Selatan.
Raden Samudera atau Sultan Suryanullah membawa Islam ke
Banjarmasin (Kalimantan Selatan), sementara yang ke Kalimantan Timur
dibawa oleh seorang Arab dari Malaka yang menikah dengan putri raja.
Syekh Samsuddin membawa Islam ke Kalimantan Barat. Pembawa Islam ke
wilayah Maluku, Ternate, dan Nusa Tenggara adalah Sunan Giri. Datuk ri
Bandang membawa Islam ke Sulawesi. Fenomena menarik terjadi di Pulau
Jawa. Penyebaran agama dan kebudayaan Islam di pulau ini dilakukan oleh
sekelompok yang kelak dikenal Wali Sanga. Akan tetapi, ulama pertama
yang datang dan menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa adalah Maulana
Malik Ibrahim.

Apa yang dapat kamu temukan dari fenomena tersebut? Setelah abad
XV penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia dilakukan oleh
ulama-ulama lokal. Pusat penyebaran pada awalnya Kerajaan Samudera
Pasai kemudian berpindah dan berkembang ke berbagai daerah di Indonesia
baik di daerah pesisir maupun di pedalaman.
Pedagang-pedagang Islam pada umumnya tinggal selama berbulan-
bulan, bertahun-tahun, bahkan akhirnya menetap di wilayah Nusantara.
Pedagang-pedagang tersebut kemudian mendirikan daerah tempat tinggal
tersendiri yang mayoritas dihuni oleh kelompok etnis mereka. Berikut ini
beberapa kelompok masyarakat Islam yang terbentuk pada masa
perkembangan Islam di Nusantara.

a.Kelompok Masyarakat Arab

Salah satu fenomena yang muncul sebagai akibat dari
interaksi bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa dari kawasan
Asia Barat adalah terbentuknya koloni Arab di Indonesia.
Mereka sebagian besar berasal dari Hadramaut yaitu kawasan
pantai Arab Selatan (sekarang daerah Yaman). Coba kamu cari
dalam peta letak Hadramaut itu. Daerah yang menjadi koloni
Arab Hadramaut antara lain Banten, Jakarta, Karawang,
Priangan, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Jepara,
Rembang, Surabaya, Madura, Makassar, Ternate, Aceh,
Palembang, dan Pontianak.

Sumber: Indonesian Heritage 3

Gambar 5.18Hikayat Raja Pasai.

Sumber: Negara dan Bangsa 3

Gambar 5.19Pelabuhan Aden di Hadramaut.

162

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Di antara orang Arab Hadramaut yang menjadi ulama dan tokoh
masyarakat antara lain Sayid Husein Abu Bakar al-Aidrus (wafat tahun
1798 di Jakarta), Sayid Abdurahman bin Abu Bakar al-Habsyi (wafat
tahun 1853), Salim bin Abdullah bin Sunair (wafat tahun 1854), dan
Sayid Usman bin Akil bin Yahya al-Alawi (wafat tahun 1913). Dari
generasi ke generasi, keturunan Arab Hadramaut ternyata dapat
bersosialisasi dan bermasyarakat dengan penduduk Indonesia lainnya.
Mereka beraktivitas dalam berbagai bidang kehidupan. Namun,
sebagian besar dari mereka terjun di dunia perdagangan (kain, batik,
minyak wangi, dan lain-lain).

b.Kampung Pekojan

Pergaulan antara pedagang Gujarat dengan masyarakat Indonesia
memunculkan sebuah perkampungan yang disebut pekojan. Hingga
saat ini, beberapa kota di Indonesia di dalamnya terdapat Kampung
Pekojan. Pekojan berasal dari kata koja yang artinya pedagang Gujarat.
Sebagian dari pedagang tersebut menikah dengan wanita Indonesia,
terutama putri-putri raja atau bangsawan. Oleh karena pernikahan itu,
banyak keluarga raja atau bangsawan yang masuk Islam, yang kemudian
diikuti oleh rakyatnya.

c.Komunitas Muslim Cina di Nusantara

Awal kedatangan muslim Cina di Nusantara tidak dapat diketahui
secara tepat. Sebagai agama, Islam masuk dan berkembang di negeri
Cina melalui jalur perdagangan, dan masuk melalui ”jalan sutra” mulai
abad VII. Saat itu kekhalifahan Islam yang berada di bawah kepemimpinan
Usman bin Affan (557–656 M) telah mengirim utusannya yang pertama
ke Cina pada tahun 651 Masehi.
Muslim Cina di Nusantara berasal dari imigran muslim asal Cina
yang kemudian menetap atau imigran Cina yang memeluk Islam karena
interaksi antaretnis di Nusantara. Pada umumnya mereka datang ke
Nusantara untuk meningkatkan taraf hidupnya. Jadi, bukan untuk
menyampaikan Islam atau berdakwah. Mereka berasal dari Zhangzhou,
Quanzhou, dan Guandong. Meskipun kedatangan etnis Cina muslim
bukan untuk berdakwah, keberadaan mereka berdampak dalam
perkembangan dakwah. Salah satunya karena adanya proses asimilasi
dan perkawinan dengan penduduk setempat.
Demikian pula dengan muhibah pelayaran Laksamana Cheng Ho
ke Nusantara pada abad XV. Latar belakang pelayaran Cheng Ho adalah
perdagangan serta mempererat hubungan antara Cina dan negara-
negara Asia Afrika. Muslim Cina di Nusantara sudah berbaur dengan
penduduk setempat. Akan tetapi, pada masa kolonial Belanda, mereka
dimasukkan dalam golongan Timur Asing sehingga terpisah dengan
penduduk setempat. Pada masa pergerakan kemerdekaan, muslim Cina
ikut pula berjuang. Salah satu perannya adalah menjadi peserta dalam
peristiwa Sumpah Pemuda.

Pembahasan yang telah kamu pelajari dan analisis di depan, menunjuk-
kan bahwa agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang
dan ulama atau pedagang yang sekaligus seorang mubalig. Misalnya
pedagang-mubalig Syekh Abdullah Arif yang mengislamkan masyarakat Pasai.

4.Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia

Di depan kita sudah sedikit menyinggung beberapa kerajaan Islam yang
tumbuh pada masa awal perkembangan agama Islam di Indonesia. Dalam
subbab ini kamu akan lebih memperdalam mengenai kerajaan-kerajaan Islam
tersebut dan perannya dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia.

Sumber: www.upload.wikimedia.org

Gambar 5.20Laksamana Cheng Ho

163

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

a.Perlak

Menurut pendapat Prof. Ali Hasymy dalam sebuah makalahnya
yang berjudul Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh
diperoleh keterangan bahwa kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah
Kerajaan Perlak (Peureula) yang berdiri pada pertengahan abad IX
dengan raja pertamanya yang bernama Alauddin Syah. Hal ini
didasarkan pada naskah tua, Izhharul Haq yang ditulis oleh al-Fashi.
Perlak berkembang menjadi pusat perdagangan lada. Ada banyak
pedagang yang singgah di Perlak sehingga Kota Perlak berkembang dan
banyak mendatangkan kemakmuran. Hal ini justru menimbulkan ambisi
dari tokoh-tokoh setempat untuk saling berkuasa sehingga menimbulkan
ketidakstabilan di Perlak. Akibatnya, para pedagang yang mengalihkan
kegiatannya ke Samudera Pasai sehingga pada akhirnya Kerajaan Perlak
mengalami kemunduran pada akhir abad XIII.

b.Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai terletak di pantai timur Aceh (di sekitar
Lhokseumawe) dan berdiri pada abad XIII. Hal ini dibuktikan dengan
penemuan batu nisan Sultan Malik as-Saleh yang merupakan raja
pertama di Samudera Pasai yang berangka tahun 1297. Sultan Malik
as-Saleh memiliki nama asli Marah Silu. Beliau menikah dengan
Langgang Sari yang merupakan putri Raja Perlak. Akibat pernikahan
tersebut, kekuasaan Samudera Pasai semakin meluas hingga ke
pedalaman. Samudera Pasai menjalin hubungan dengan Delhi di India.
Hal ini dibuktikan dengan adanya utusan Sultan Delhi, yaitu Ibnu
Batutah yang berkunjung ke Samudera Pasai hingga dua kali.

c.Kerajaan Aceh

Raja pertama Kerajaan Aceh adalah Sultan Ibrahim atau
Ali Mughayat Syah yang memerintah pada tahun 1514–1528.
Akibat dikuasainya Malaka oleh Portugis pada tahun 1511,
banyak pedagang yang beralih ke Aceh. Hal ini menyebabkan
semakin majunya Kerajaan Aceh. Puncak kejayaan Kerajaan
Aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.
Pada masa itu wilayah Aceh mencapai Deli, Nias, Bintan, dan
beberapa daerah di Semenanjung Malaya.

d.Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di
Pulau Jawa yang berdiri pada tahun 1478. Pendiri Kerajaan
Demak adalah Raden Patah. Demak berhasil menjadi kerajaan
besar karena letaknya yang strategis dan memiliki hasil
pertanian yang melimpah dengan komoditas ekspornya berupa
beras. Kemajuan Demak juga tidak dapat dilepaskan dari
runtuhnya Kerajaan Majapahit sehingga Demak mendapat
dukungan dari kota-kota pantai utara Jawa yang lepas dari
kekuasaan Majapahit. Dalam mengendalikan pemerintahan,
Raden Patah didampingi oleh Sunan Kalijaga dan Ki Wanapala.
Masjid Agung Demak dibangun oleh Raden Patah, setelah
memerintah selama tiga tahun.
Kerajaan Demak mengalami masa kejayaan di bawah
pemerintahan Sultan Trenggono. Pada masa pemerintahan
Sultan Trenggono, Demak berusaha membendung masuknya
Portugis ke Jawa.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia

Gambar 5.21Nisan pada makam Malik

as-Saleh

Sumber: www.students.ukdw.ac

Gambar 5.22Makam Sultan Iskandar Muda

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 5.23Masjid Agung Demak

164

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

Persebaran Islam di Indonesia dipengaruhi oleh

keberadaan kerajaan-kerajaan Islam. Coba carilah

informasi sebanyak-banyaknya mengenai berbagai

kerajaan Islam di Indonesia sejak periode awal hingga

akhir. Lengkapilah tabel berikut ini dengan informasi

yang telah kamu dapat dari berbagai sumber.

Setelah selesai, coba koreksilah kembali data-

data mengenai kerajaan-kerajaan Islam itu agar urut

secara kronologi. Kamu tentu dapat mencatat nama-

nama kerajaan Islam yang lain agar kamu dapat

mengetahui persebaran Islam di Indonesia. Hasilnya

tempelkan pada majalah dinding.

No.

Kerajaan

Masa Memerintah

Nama Penguasa

Peninggalan

1.

. . . .

. . . .

Sayid Abdul Aziz

. . . .

2.

Samudera Pasai

1297–1339

. . . .

. . . .

3.

. . . .

. . . .

Sultan Iskandar Muda

. . . .

4.

Demak

. . . .

. . . .

. . . .

5.

. . . .

. . . .

. . . .

. . . .

6.

Mataram (Islam)

. . . .

. . . .

. . . .

7.

. . . .

. . . .

Fatahillah

. . . .

8.

. . . .

. . . .

. . . .

. . . .

9.

Makassar

. . . .

. . . .

. . . .

10.

. . . .

. . . .

Sultan Baabullah

. . . .

e.Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586. Raja-raja yang
memerintah Mataram Islam antara lain Sutawijaya, Mas Jolang, dan
Sultan Agung. Sutawijaya menjadi Raja Mataram dengan gelar Panembahan
Senopati Ing Aloga Sayidin Panatagama. Selama pemerintahan Sutawijaya,
Mataram selalu diliputi oleh api peperangan, tetapi pada akhirnya ber-
hasil dipadamkan.

Raja terbesar Kerajaan Mataram adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Dalam masa pemerintahannya, Sultan Agung tidak hanya berambisi
untuk memperluas wilayah, tetapi juga berusaha meningkatkan derajat
kesejahteraan rakyatnya melalui usaha-usaha di bawah ini.
1)Penduduk di Jawa yang tergolong padat dipindahkan ke Karawang
karena daerah ini mempunyai perladangan dan persawahan yang
luas.

2)Dibentuklah suatu susunan masyarakat yang bersifat feodal atas
dasar masyarakat yang agraris, yaitu terdiri atas pejabat yang diberi
tanah garapan.
3)Disusunlah buku-buku filsafat, antara lain Sastra Gending, Niti Sastra,
dan Astabrata.

f.Kerajaan Banten

Setelah Fatahillah atau Sunan Gunung Jati berhasil merebut Sunda
Kelapa pada tahun 1526, daerah Banten dikembangkan pula sebagai
pusat perdagangan dan penyiaran agama Islam. Kerajaan Banten berhasil
menjadi kerajaan merdeka setelah melepaskan diri dari Demak. Rajanya
yang pertama adalah Sultan Hasanuddin (1552–1570) yang merupakan
putra tertua dari Fatahillah. Banten mencapai masa kejayaan di bawah
pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1682). Selama masa
pemerintahannya, Sultan Ageng terlibat pertempuran melawan VOC
sebanyak tiga kali sehingga membuat repot VOC. Kegigihan Sultan
Ageng justru ditentang oleh putra mahkotanya sendiri yang bernama
Sultan Haji. Kesempatan ini dimanfaatkan VOC untuk menggunakan
politik adu domba sehingga tidak lama kemudian Sultan Ageng dapat
ditangkap dan diasingkan hingga beliau wafat.

Sumber: www.foto-foto.com

Gambar 5.24Sultan Agung

Sumber: www.indonesiamedia.com

Gambar 5.25Peninggalan keraton

Surosowan Banten.

165

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

5.Peninggalan Sejarah Peradaban Islam

Dari manakah kita dapat merunut peradaban Islam yang ada di
Indonesia? Ya, dari peninggalan sejarahnya. Ada beragam bentuk peninggalan
sejarah Islam yang ada di Indonesia. Berbagai bentuk peninggalan sejarah
itu, apabila dianalisis secara ilmiah akan dapat mengungkap tahun pembuatan
dan tokoh yang mendirikannya. Untuk meneliti keberadaan suatu kompleks
bangunan kuno, ilmu Arkeologi akan membantumu dalam menelusuri jejak-
jejak purbakala itu. Sementara itu, ilmu Sejarah akan membantu
mengungkap isi suatu dokumen sejarah (yaitu sumber-sumber yang tertulis).
Bagaimana dengan daerah sekitarmu, apakah terdapat peninggalan sejarah
Islam? Agar kamu lebih memahami tentang peninggalan sejarah Islam, kamu
dapat menyimak pemaparan berikut ini:

a.Seni Bangunan

Amati gambar di samping ini dengan saksama! Peninggalan sejarah
tersebut tentu bukan merupakan hal yang aneh bagimu. Itulah bukti
sejarah, bahwa masuknya Islam di Indonesia melalui proses yang damai.
Gambar tersebut adalah gapura masuk pada makam raja-raja di
Yogyakarta. Bangunan tersebut merupakan bukti adanya asimilasi dan
akulturasi dalam proses islamisasi di Indonesia. Coba carilah arti asimilasi
dan akulturasi.

Selain bentuk bangunan di samping, apa sajakah peninggalan
sejarah Islam yang termasuk klasifikasi seni bangunan? Carilah di
daerahmu sendiri atau dari berbagai sumber pustaka.

b.Seni Sastra

Pernahkah kamu mendengar Babad Tanah Jawi dan Hikayat Raja-
Raja Pasai? Itulah salah satu bentuk peninggalan sastra Islam. Karya sastra
itu ditulis oleh ulama, pemikir, dan cendekiawan muslim. Coba carilah
karya sastra yang berwujud babad, hikayat, syair, dan suluk dari sumber-
sumber pustaka.

Ada bentuk lain peninggalan sejarah di bidang agama, yaitu tasawuf.
Apakah tasawuf itu? Kamu dapat menemukan sendiri apa maknanya.
Salah satu artinya adalah cara untuk menyucikan diri, meningkatkan
akhlak, serta membangun kehidupan jasmani dan rohani untuk
mencapai kebahagiaan abadi. Nah, orang yang sudah mencapai taraf
itu disebut sufi. Pada masa awal perkembangan Islam dikenal Hamzah
Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Syekh Abdur
Rauf. Mereka selain sebagai sufi juga pemikir Islam. Coba kamu cari
bentuk hasil karya mereka.

c.Seni Rupa

Amati nisan Sultan Malik as-Saleh di samping! Apa yang tertera
pada nisan itu? Mengapa sebuah nisan dari peninggalan sejarah Islam
harus diberi ukiran semacam itu? Itulah salah satu contoh, betapa
peradaban Islam memang telah pernah mencapai puncak kejayaan-
nya. Seni yang tertera pada nisan itu adalah ekspresi kecintaan
pembuatnya pada agama Islam yang mereka anut. Selain pada nisan
tersebut, karya seni Islam juga dapat ditemukan pada makam Malik
Ibrahim dan berbagai kaligrafi dalam masjid-masjid peninggalan sejarah
Islam.

d.Seni Pertunjukan

Kamu tentu pernah mendengar atau bahkan melihat pertunjukan
wayang kulit. Dari manakah asal kebudayaan itu? Daerah-daerah mana
yang ada kebudayaan seperti itu? Pada mulanya wayang itu merupakan
hasil budaya Hindu. Oleh para wali, budaya itu digunakan untuk media
dakwah dalam menyebarkan ajaran agama Islam. Mengapa para wali

Foto: Doly Eny Khalifah

Gambar 5.26Peninggalan sejarah

berupa gapura makam.

Sumber: Indonesian Heritage 3

Gambar 5.27Nisan pada makam Maulana

Malik Ibrahim.

166

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

menggunakan media wayang yang telah akrab dengan rakyat itu untuk
menyebarluaskan agama Islam? Selain wayang, seni pertunjukan apakah
yang merupakan peninggalan sejarah Islam?
Nah, dari peninggalan-peninggalan sejarah yang bercorak Islam
itulah, kita bisa sedikit demi sedikit merunut peradaban Islam pada
masa lampau. Dari peninggalan sejarah yang tersebar di berbagai daerah
itu, menunjukkan bahwa Islam telah merata keberadaannya di
Indonesia.

e.Perkembangan Kebudayaan Masa Islam

Berkembangnya kebudayaan Islam di Nusantara menambah
khazanah budaya nasional Indonesia, serta ikut memberikan dan
menentukan corak budaya bangsa Indonesia. Oleh karena kebudayaan
yang berkembang di Nusantara sudah begitu kuat di lingkungan
masyarakat, perkembangan budaya Islam tidak menggantikan atau
memusnahkan kebudayaan yang sudah ada. Dengan demikian, terjadi
akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan Indonesia.

Di Indonesia Islam menghasilkan seni budaya bernapaskan
keagamaan. Berikut ini beberapa contoh seni budaya pada masa
perkembangan Islam di Indonesia:

1)Upacara Grebeg Maulud

Upacara Grebeg sangat terkenal di lingkungan masyarakat Jawa,
terutama Jawa Tengah dan Cirebon. Upacara Grebeg pertama kali
dilaksanakan di Kerajaan Demak kemudian berkembang sampai
Kerajaan Mataram. Upacara itu sekarang dilestarikan di Keraton
Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon. Di Cirebon upacara mirip
Grebeg dinamakan Panjang Jimat. Panjang jimat sendiri pada
dasarnya adalah piring dan baki untuk menempatkan makanan
yang dibagi-bagikan. Piring dan baki tersebut hanya digunakan sekali
dalam setahun. Pada malam menjelang tanggal 12 Maulud, panjang
jimat diarak dari keraton menuju masjid dengan diiringi oleh sultan
dan seluruh kerabat keraton.
Pada dasarnya maksud dari upacara Grebeg itu tidak lain
sebagai bentuk syukur dari sultan kepada Tuhan. Sultan
mengadakan syukuran karena telah dipercaya untuk memimpin
rakyat. Hal ini jelas sesuai dengan ajaran Islam. Akan tetapi, dalam
prosesi upacara dan perlengkapan serta saji-sajiannya, tidak terlepas
dari aspek budaya sebelumnya, sementara doa-doanya mengguna-
kan cara-cara Islam.

2)Sistem Kalender Islam

Menjelang tahun ketiga pemerintahan Khalifah Umar bin
Khattab, beliau berusaha membenahi kalender Islam. Perhitungan
yang dipakai berdasar pada peredaran bulan (kamariah). Umar
menetapkan tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal
14 September 622 Masehi. Sistem kalender ini berlaku di Indonesia
hingga saat ini.

Bukti perkembangan sistem penanggalan atau kalender yang
paling nyata adalah sistem kalender yang diciptakan Sultan Agung.
Jika sebelumnya digunakan kalender berdasarkan sistem matahari,
sebagai pengaruh dari sistem kalender Hijriah, diciptakan kalender
dengan sistem peredaran bulan (kamariah). Akan tetapi, tahunnya
tidak menggunakan angka tahun Saka (Jawa) seperti yang sudah
digunakan sebelumnya. Sultan Agung juga telah melakukan sedikit
perubahan mengenai nama-nama bulan. Misalnya bulan Muharam
diganti dengan Sura dan Ramadan diganti dengan Pasa. Kalender

Sumber: www.trulyjogja.com

Gambar 5.28Upacara Grebeg.

167

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

A.Pilihlah jawaban yang tepat!

1.Para pedagang Islam, selain melakukan kegiatan
ekonomi juga menyebarkan agama. Hal ini dapat
terjadi karena . . . .
a.para pedagang terdiri atas para ulama
b.dalam Islam, tidak ada pemisahan antara
profesi dan kewajiban menyebarkan agama

c.para pedagang muslim telah mampu
membentuk masyarakat Islam di sepanjang
pesisir
d.para pedagang muslim diberi kebebasan
oleh penguasa Nusantara untuk menyebar-
kan agamanya

tersebut dimulai pada tanggal 1 Muharam tahun 1043 H. Kalender
Sultan Agung dimulai tepat pada tanggal 1 Sura tahun 1555 Jawa
(8 Agustus 1633).

3)Filsafat

Pada masa penyebaran Islam di Indonesia, perkembangan
filsafat sangat dipengaruhi oleh ajaran tasawuf. Setiap orang
berusaha mencari kebenaran dan kesempurnaan hidup melalui
praktik-praktik keagamaan yang benar. Oleh karena kebenaran
mutlak hanya ada pada Tuhan, agar tercapai kesempurnaan dan
kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat, manusia harus
terus-menerus mendekatkan diri kepada Tuhan.

4)Kesenian

Islam menghasilkan berbagai kesenian yang bertujuan untuk
penyebarluasan ajarannya. Kesenian tersebut antara lain sebagai
berikut:
a.Permainan debus, yaitu permainan di mana pada puncak acara,
para penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya, tanpa
meninggalkan bekas luka. Tarian ini diawali dengan pembacaan
ayat-ayat dalam Alquran dan selawat nabi. Tarian ini
berkembang di Banten dan Minangkabau.
b.Seudati, adalah sebuah bentuk tarian dari Aceh. Seudati berasal
dari kata syaidati yang artinya permainan orang-orang besar.
Seudati sering disebut saman yang artinya delapan. Aslinya,
tarian ini dimainkan oleh delapan orang penari. Para penari
menyanyikan lagu yang isinya antara lain selawat nabi.
c.Pertunjukan wayang yang sebenarnya sudah berkembang sejak
zaman Hindu, dikembangkan lagi pada masa Islam.
Berdasarkan cerita Amir Hamzah, dikembangkanlah seni
pertunjukan wayang golek.

5)Aksara

Tersebarnya Islam ke Indonesia membawa pengaruh dalam
bidang aksara atau tulisan. Abjad atau huruf-huruf Arab mulai
digunakan di Indonesia. Bahkan huruf Arab digunakan sebagai
bahan ukiran. Berkaitan dengan ini berkembanglah seni kaligrafi.

Dari berbagai penelitian sejarah dan arkeologi terbukti bahwa Islam
masuk dan berkembang di Indonesia secara damai. Inilah yang
menyebabkan Islam mendapat sambutan yang luas di kalangan rakyat
Indonesia sejak awal kedatangannya.
Demikianlah akhir dari perjalanan kita untuk menemukan kembali
peradaban Islam di Indonesia. Kamu telah mengetahui sejarah lahirnya
Islam dan perkembangannya hingga ke Indonesia. Kamu juga telah
mampu melacak berbagai peninggalan sejarah Islam di berbagai daerah.

Sumber: www.acehutara.go.id

Gambar 5.29Tari Seudati dari Aceh.

168

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

2.Suatu masyarakat muslim dapat terbentuk
dengan mudah melalui saluran islamisasi
berupa perkawinan, alasannya adalah . . . .
a.perkawinan antarpedagang muslim dapat
mempererat persaudaraan
b.perkawinan antara pedagang muslim dan
penduduk pribumi sangat mudah dilakukan
c.perkawinan akan menghasilkan sebuah
keluarga muslim
d.pedagang muslim banyak yang menikah
dengan salah seorang keluarga bangsawan

3.Kerajaan Ternate dan Tidore sering disinggahi
para pedagang karena . . . .
a.merupakan pusat penyebaran Islam
b.lokasinya mudah dijangkau
c.merupakan penghasil rempah-rempah
d.berhubungan erat dengan Malaka

4.Hoessein Djajadiningrat mengemukakan pen-
dapat bahwa agama Islam yang masuk ke
Indonesia dibawa oleh orang Persia. Hal ini
didasarkan pada adanya bukti . . . .
a.kesamaan nisan di Sumatra Utara dan Gresik
b.tradisi perdagangan yang telah berlangsung
lama
c.adanya aliran Syi’ah di Indonesia
d.ajaran Islam yang berintikan mazhab Syafi’i

5.Bukti bahwa Islam telah sampai di Indonesia
pada abad VII Masehi didasarkan atas . . . .
a.ditemukannya nisan dari Desa Leran, Gresik
b.berita dari Dinasti Tang
c.kenyataannya bahwa di Perlak semua
penduduknya beragama Islam
d.batu nisan di Trologo pada zaman Majapahit

6.Penduduk di daerah pesisir Nusantara lebih
dahulu memeluk agama Islam daripada daerah
pedalaman karena . . . .
a.para penguasa di pesisir telah beragama
Islam
b.penduduk pedalaman tidak tertarik ajaran
Islam
c.agama Islam disebarkan lewat kegiatan
perdagangan
d.para mubalig Islam enggan menyebarkan
agama ke pedalaman

7.Orang yang berjasa dalam mengembangkan
Islam di Sulawesi adalah . . . .

a.Syekh Syamsuddin
b.Datuk ri Bandang
c.Sultan Suryanullah
d.Minak Kumala

8.

Hal ini ditunjukkan oleh . . . .
a.menaranya yang menyerupai candi
b.atapnya berbentuk seperti pura
c.mimbarnya menyerupai teratai
d.terdapat ukiran tumbuh-tumbuhan dan
hewan pada pintu masuk

9.Peran Wali Sanga bagi perkembangan Islam
adalah . . . .
a.mendirikan kerajaan Islam di Jawa
b.menyelenggarakan pesantren bagi masya-
rakat Jawa
c.menyebarluaskan ajaran Islam di Pulau Jawa
d.menjadi penghubung antara rakyat dan raja
di Pulau Jawa

10.

Apa fakta dari penemuan tersebut?
a.Pembawa Islam adalah seorang wanita.
b.Telah berdiri kerajaan Islam di Jawa.
c.Islam masuk ke Indonesia pada abad XI
Masehi.
d.Islam telah dianut oleh masyarakat Jawa.

B.Jawablah pertanyaan dengan tepat!

1.Bagaimana proses islamisasi yang terjadi di
Indonesia? Jelaskan pendapatmu!
2.Sebutkan dan jelaskan salah satu teori masuknya
Islam ke Indonesia!
3.Buktikan bahwa pedagang dan ulama berperan
dalam proses awal perkembangan Islam di
Indonesia!
4.Mengapa pada abad XV–XX mayoritas umat
Islam berada di kawasan Indonesia bagian barat?
Jelaskan asal usul sejarahnya!
5.Sebutkan peninggalan sejarah bercorak Islam
yang ada di Indonesia!

Di Leran, Jawa Timur, ditemukan nisan

dari Fatimah binti Maimun. Nisan ini

berangka tahun 475 H (1082 M).

Masjid Kudus merupakan salah satu

hasil asimilasi antara budaya Islam

dan Hindu.

169

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->