P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

|Views: 20,078|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

J.

Gambar 2.16 Gerabah

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia 1

61

IPS SMP/MTs Kelas VII

Pada masa perundagian, manusia tidak hanya mengenal peralatan kerja seperti

kapak dan beliung, tetapi sudah membuat peralatan-peralatan lain yang dapat

melengkapi kehidupan manusia. Mereka sudah mengenal bahan perunggu dan besi.

Peralatan atau hasil teknologi pada masa perundagian itu antara lain sebagai berikut.

1.Jenis-jenis peralatan dari besi, misalnya beliung atau semacam cangkul, mata

pisau, mata tombak, sabit.

2.Gerabah

Gerabah dibuat dari tanah dan masih sederhana cara pembuatannya.

3.Pakaian

Di Kalimantan, Sulawesi, dan di beberapa tempat lainnya pernah ditemukan

alat pemukul kulit kayu. Kulit kayu biasa dipergunakan sebagai bahan pakaian.

Ditemukannya alat pemukul kulit kayu menunjukkan bahwa manusia pada

masa itu sudah mengenal pakaian. Bahkan bukan saja pakaian dari bahan kulit

kayu, melainkan juga telah mengenal kain tekstil yang ditenun.

4.Perhiasan

Barang perhiasan di zaman purba banyak yang berupa gelang dan kalung yang

terbuat dari batu indah dan kerang. Perhiasan kalung biasanya dibuat dari batu

akik atau batu yang dicat. Bahkan dalam perkembangan zaman perunggu,

dikenal barang-barang perhiasan, misalnya gelang, cincin, kalung, dan anting-

anting yang terbuat dari perunggu, di bawah barang-barang perhiasan dari batu.

Peninggalan-Peninggalan Kebudayaan pada
Masa Perundagian (Pertukangan)

K.

Gambar 2.17 Perhiasan

Sumber: Indonesian Heritage

62

IPS SMP/MTs Kelas VII

5.Nekara

Nekara adalah semacam tambur yang berbentuk seperti dandang terbalik.

Dalam kehidupan manusia purba, nekara dijadikan benda pusaka. Benda ini
dianggap suci dan dipuja-puja. Fungsinya untuk mengiringi kegiatan upacara.
Jenis nekara banyak ditemukan di berbagai daerah, misalnya di Pulau Sumatera,
Jawa, Bali, Sumbawa, Roti, Selayar.

Di Pulau Alor ditemukan nekara yang berukuran kecil dan dikenal dengan
nama Moko. Kemudian di Bali terdapat nekara yang berukuran sangat besar
dan masih utuh. Tingginya mencapai 1,98 meter dan bergaris tengah 1,60 meter.
Nekara ini dianggap suci. Menurut kepercayaan penduduk, nekara ini adalah
bagian bulan yang jatuh dari langit. Nekara ini sekarang disimpan di sebuah
pura di daerah Pejang, Kabupaten Gianyar. Pura untuk menyimpan nekara itu
dinamakan Pura Panataran Sasih.

6.Kapak Perunggu

Kapak perunggu biasa disebut juga kapak sepatu, karena bagian atasnya
berbentuk corong dengan bibir terbelah dua. Pada corong itu dimasukkan
tangkai kapak. Karena itulah kapak ini terkenal pula dengan sebutan kapak
corong.

Gambar 2.18 Nekara dan Moko

Sumber: Manusia Purba

Gambar 1.19 Kapak perunggu

Sumber: www.traveladventures.org

63

IPS SMP/MTs Kelas VII

Di Indonesia banyak diketemukan jenis-jenis manusia purba dengan ciri-ciri

tubuh yang berbeda dengan manusia Indonesia sekarang. Dalam perkembangan

zaman, jenis-jenis manusia purba tersebut dimungkinkan telah punah.

Sedangkan yang jenis Homo Sapiens, lambat laut mengalami proses evolusi

atau perubahan secara lambat. Anak-anak pasti akan bertanya-tanya, siapa sebenarnya

nenek moyang bangsa Indonesia?

Para ahli sejarah berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal

dari rumpun bangsa Austronesia yang masuk ke Indonesia secara bergelombang

dan bertahap. Mereka berasal dari daerah Yunan di Cina Selatan.

Kemudian dari Yunan mereka pindah ke Vietnam, karena perubahan iklim

atau bencana alam mereka meninggalkan Vietnam dan menuju pulau-pulau di

sebelah selatan Benua Asia. Bangsa Austronesia yang masuk ke Indonesia disebut

bangsa Melayu. Mereka adalah nenek moyang langsung dari bangsa Indonesia.

Berdasarkan masa kedatangannya, bangsa Melayu dapat dibedakan atas dua

macam, yaitu bangsa Proto Melayu dan Deutero Melayu.

1.Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua)

Bangsa ini masuk ke Indonesia melalui dua jalan, yaitu:

a.Jalan Barat: lewat Malaka - Sumatera - Jawa - Kalimantan

Hasil budaya yang mereka bawa berupa kapak persegi.

b.Jalan Timur: lewat Filipina - Sulawesi Utara - Irian Jaya.

Hasil budaya yang mereka bawa berupa kapak lonjong. Hal ini dapat
dibuktikan dengan diketemukannya kapak lonjong di Seram, di Minahasa
dan Kalimantan Utara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->