P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

|Views: 20,138|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

L.

Kemandirian Belajar

Buatlah kliping tentang gambar-gambar yang berisi alat-alat yang dibuat pada masa

perundagian. Berilah hiasan kliping tersebut agar lebih menarik. Kumpulkan pada gurumu

dan mintalah komentarnya. Hasil karya terbaik, tempelkan pada mading.

64

IPS SMP/MTs Kelas VII

2.Bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda)

Bangsa ini masuk ke Indonesia hanya melalui satu jalan, yaitu jalan darat (Malaka

Sumatera - Jawa).

Bangsa Deutero Melayu ke Indonesia dengan membawa kebudayaan Dongson

(Kebudayaan Perunggu). Peninggalan hasil kebudayaannya berupa kapak corong,

nekara, dan perhiasan dari logam perunggu.

Gambar 2.20 Peta persebaran nenek moyang Indonesia

Sumber: www.traveladventures.org

3.Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Sebelum bangsa Melayu Austronesia masuk ke Indonesia, di wilayah Indonesia

sudah ada suku Wedoid dan Negrito. Kedua suku tersebut menurut penyelidikan

Mme Madeline Colani berasal dari daerah Tonkin. Pendapat ini diperkuat dengan

penemuan tulang belulang jenis Papua Melanesoid (termasuk suku Negrito) dan

Europacide (termasuk suku Wedoid). Dari Tonkin kemudian menyebar ke Hindia

Belakang ke Indonesia hingga pulau-pulau di Samudra Pasifik.

Dengan kedatangan bangsa Melayu Austronesia ke Indonesia, kedua suku

tersebut terdesak dan melarikan diri. Mereka mendiami tempat-tempat terasing dan

menutup diri. Sisa-sisa suku bangsa tersebut yang sekarang masih bertahan hidup

seperti berikut.

1.Sisa-sisa suku Wedoid adalah suku Sakai di Siak, suku Kubu di Jambi dan suku

Lubu di Palembang.

2.Sisa-sisa suku Negrito boleh dikatakan sudah lenyap di Indonesia.

65

IPS SMP/MTs Kelas VII

Menurut pendapat Kem dan Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia

berasal dari daratan Asia, terutama dari daerah Yunan (Hindia Belakang). Mereka

berangkat dari Yunan menyebar ke selatan. Kemudian mereka berpindah lagi dan

menyebar, antara lain ke Indonesia.

Persebaran nenek moyang bangsa Indonesia melalui dua periode, yaitu pada

tahun 1500 SM dan tahun 500 SM.

a.Periode Persebaran Tahun 1500 SM

Pada sekitar tahun 1500 SM terjadi persebaran periode pertama ke Indonesia

yang disebut Proto Melayu. Persebaran itu terjadi melalui dua jalur, yaitu jalur barat/

selatan dan jalur timur/utara.

a.Persebaran jalur barat/selatan, berasal dari Yunan melalui Malaya - Sumatera

dan Jawa - Kalimantan.

b.Persebaran jalur timur/utara, berawal dari Yunan melalui Vietnam - Filipina -

Sulawesi dan Irian.

Persebaran periode Proto Melayu ini membawa kebudayaan batu bara/

neolithicum. Kebudayaan batu baru ini berpusat di Bascon Hoabinh di Indo Cina.

Kebudayaan batu baru ini menyebar menuju ke Indonesia. Hal ini tampak dengan

ditemukannya hasil-hasil kebudayaannya, seperti kapak persegi dan kapak lonjong.

b.Periode Persebaran Tahun 500 SM

Persebaran bangsa Melayu Austronesia pada periode 500 SM disebut Deutro

Melayu. Jalur persebarannya melalui daratan Asia - Semenanjung Malaya, lalu sampai

di Sumatera dan Jawa. Periode Deutro Melayu (Melayu Muda) ini membawa juga

kebudayaan logam. Kebudayaan ini berpusat di Dongson.

Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan periode Proto Melayu adalah suku

Toraja dan suku Dayak. Adapun keturunan periode Deutro Melayu adalah suku

Jawa dan Bugis.

4.Corak Kehidupan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia pada akhir prasejarah

meliputi:

a.Kehidupan Agraris

Nenek moyang bangsa Indonesia hidup dari bertani. Hal ini dibuktikan
dengan ditemukannya alat khas pertanian yang berupa beliung persegi dan kapak
lonjong.

66

IPS SMP/MTs Kelas VII

b.Kehidupan Bahari

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu mengarungi laut luas. Karena
mereka telah mempunyai pengetahuan tentang laut, angin, musim, dan astronomi.
Mereka juga telah mampu membuat perahu bercadik. Perahu bercadik adalah perahu
yang kanan-kirinya dipasang alat dari bambu dan kayu agar perahunya tidak mudah
oleng.

c.Kehidupan Sosial

Nenek moyang bangsa Indonesia telah hidup dalam masyarakat yang teratur.
dalam kesehariannya mereka hidup secara gotong royong.

d.Kehidupan Seni Budaya

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal barang-barang perhiasan dari
batu, perunggu, manik-manik, dan kaca. Mereka pun sudah pandai melukis, hal ini
dibuktikan dengan ditemukannya lukisan berwarna berupa gambar babi hutan
sedang berlari di Goa Leang-Leang

e.Kehidupan Religius (Kepercayaan)

Nenek moyang bangsa Indonesia telah mengenal bentuk-bentuk kepercayaan,

seperti:

a.pemujaan terhadap arwah nenek moyang,

b.animisme: kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai roh atau jiwa,

c.dinamisme: kepercayaan bahwa setiap benda mempunyai kekuatan gaib,

d.monotheisme: suatu kepercayaan bahwa di luar dirinya ada satu kekuatan yang
melebihi dirinya, ialah kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Pada dasarnya manusia purba di Indonesia sejak dulu sudah memiliki
kepercayaan, yakni mengakui adanya kekuatan luar biasa yang berada di luar diri
manusia.

Kepercayaan itu adalah:

1)Animisme

Pohon yang tinggi, besar, dan rimbun, binatang yang menakutkan, mata air,
gunung, batu besar dipandang keramat dan selalu dipuja karena ditempati oleh roh
halus atau jin. Roh halus atau jin dianggap sebagai penguasa di tempatnya berada.
Sehubungan dengan itu maka manusia percaya bahwa benda-benda tertentu
memiliki jiwa atau roh. Mereka meyakini bahwa kejadian-kejadian alam seperti hujan,
petir, banjir, gunung meletus, gempa, gerhana, dan lain-lain termasuk orang sakti
dianggap sebagai akibat perbuatan roh halus atau jin. Untuk menghindari adanya
malapetaka itulah, roh halus atau jin harus selalu dipuja. Pemujaan terhadap roh
inilah yang disebut animisme.

67

IPS SMP/MTs Kelas VII

Sebagai rangkaian kepercayaan tersebut, manusia juga mengadakan pemujaan
terhadap roh nenek moyang. Mereka percaya bahwa roh orang yang telah meninggal
akan tetap hidup. Roh nenek moyang itu dianggap keramat, terlebih-lebih roh
orang tua atau roh para pemimpin. Mereka percaya bahwa roh nenek moyang
bersemayam di tempat yang tinggi, misalnya di langit, di puncak pohon tinggi, di
puncak gunung. Manusia pada zaman purba itu percaya bahwa roh nenek moyang
dapat memberikan keselamatan dan kadang-kadang turun ke bumi. Untuk
keperluan roh yang turun itulah perlu disediakan tempat. Kepercayaan ini
berkembang pada zaman Megalitik, sebab terbukti hampir semua bangunan
megalitik ditujukan untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang.

2)Dinamisme

Di samping percaya kepada roh halus, manusia purba juga percaya kepada
takhayul. Mereka percaya bahwa manusia, binatang, pohon, dan terutama benda
ajaib, memiliki kekuatan gaib. Karena kekuatan gaib yang terkandung di dalam
benda tertentu, maka benda itu harus dikeramatkan dan dipuja. Sebagai imbalan
pemujaan manusia atas benda berkekuatan gaib itu maka kekuatan gaib benda itu
akan memberikan pertolongan sewaktu-waktu manusia ditimpa bahaya.
Kepercayaan terhadap kekuatan gaib inilah yang disebut dinamisme.

3)Nilai Kebudayaan Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Menurut ahli sejarah bangsa Belanda, J.L. Brandes, bahwa bangsa Indonesia
sebelum datangnya pengaruh kebudayaan asing telah memiliki 10 unsur pokok
kebudayaan asli Indonesia, sebagai berikut.

1.Bercocok tanam padi (bersawah).

2.Prinsip dasar pertunjukan wayang.

3.Seni gamelan.

4.Pandai membatik (lukisan halus).

5.Membuat barang-barang dari logam.

6.Pola susunan masyarakat “Macapat”.

7.Mengenal alat ukur dalam perdagangan.

8.Kemampuan yang tinggi dalam pelayaran (pelaut ulung).

9.Mengenal pengetahuan astronomi.

10.Susunan masyarakat yang teratur.

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa kehidupan manusia dalam zaman
prasejarah di Indoensia sudah maju. Mereka sudah hidup menetap dan pandai
membuat rumah. Cara hidup mereka sudah teratur dan berencana yakni bercocok
tanam, beternak, dan berdagang. Peralatan mereka cukup banyak, misalnya cangkul,
sabit, gerabah, barang perhiasan dan benda upacara. Bahkan jika kita pelajari secara
saksama kehidupan masyarakat pada zaman prasejarah itu sudah memiliki nilai
yang sangat berharga, walaupun baru merupakan tahap permulaan.

68

IPS SMP/MTs Kelas VII

Kecakapan Sosial

Nilai itu ialah:

1.cinta terhadap desa tanah tumpah darah,

2.semangat gotong-royong dan musyawarah,

3.rasa persamaan, tidak ada si kaya dan si miskin,

4.praktek kehidupan beragama/kepercayaan, dan

5.semangat tolong-menolong antarsesama.

Dengan memiliki kebudayaan dan nilai tersebut di atas berarti nenek moyang
kita telah memiliki modal yang sangat berharga. Oleh karena itu, mereka mampu
mengadakan hubungan dan menerima pengaruh kebudayaan baru yang datang
dari luar tanpa mengorbankan kebudayaan sendiri.

Paparan yang telah disajikan di muka menunjukkan bahwa zaman praaksara
memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan suri tauladan dalam hidup bermasyarakat
atau bernegara. Secara umum nilai-nilai yang dimaksud sesuai dengan nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila.

Pitono (1996) pernah memaparkan bahwa zaman praaksara sekurang-

kurangnya mempunyai nilai-nilai sebagai berikut.

1.Nasionalnya, yaitu bahwa kajian mengenai praaksara menunjukkan rasa cinta
terhadap desa atau tanah tumpah darahnya. Di samping itu juga rasa persatuan
dan kesatuan yang kuat di antara sesama keluarga dan ini semua merupakan
dasar yang kuat bagi tumbuh suburnya nasionalisme.

2.Demokrasi, yaitu adanya unsur-unsur semangat gotong royong dan musyawarah
dalam menangani berbagai masalah kehidupan.

3.Religiusitas, yaitu kesadaran bahwa di luar kekuatan dirinya ada kekuatan
supranatural yakni Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kehidupan sehari-hari mereka
banyak ditemukan praktik-praktik keagamaan yang sekaligus merupakan
pengakuan adanya kekuatan Tuhan.

4.Kemanusiaan, yaitu pengakuan dan tindakan-tindakan tolong menolong di
antara mereka. Sekaligus tersirat dan atau tersurat semangat gotong royong di
antara sesama anggota keluarga.

Dengan demikian jelas bahwa pada zaman prasejarah nilai-nlai Pancasila dapat
diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari

Diskusikan dengan kelompok diskusimu, jelaskan nilai-nilai yang sangat berharga yang dimiliki

oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Sebutkan contoh-contoh nilai kebudayaan yang sangat

tinggi tersebut!

Presentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas!

69

IPS SMP/MTs Kelas VII

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->