P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

|Views: 20,113|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

B.

Interaksi sosial dilandasi oleh sifat manusia yang selalu ingin bergaul dengan
kelompok manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya atau disebut
gregariousness. Oleh karena itu, proses berlangsungnya interaksi sosial didasari oleh
beberapa faktor pendorong, antara lain faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati,
motivasi, dan empati.

1.Faktor Imitasi

Imitasi adalah proses meniru perilaku pihak lain. Dalam proses interaksi sosial,
faktor imitasi memegang peranan penting. Sebab faktor imitasi dapat mendorong
seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku dalam
kelompok masyarakat. Namun, faktor imitasi juga bisa digunakan untuk hal-hal
yang bersifat negatif. Cepatnya arus komunikasi, majunya media informatika
mendorong proses imitasi dalam kehidupan masyarakat. Misalnya: pengaruh radio,
televisi, dan media cetak lebih cepat mendorong perubahan pola dan budaya hidup
manusia.

77

IPS SMP/MTs Kelas VII

membantu memecahkan masalah yang dialami oleh seseorang, oleh pihak kedua
maupun ketiga, yakni untuk mencari solusi terbaik penyelesaian masalah yang
dihadapinya.

3.Faktor Identifikasi

Faktor identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Identifikasi lebih dalam
memengaruhi seseorang daripada imitasi, sebab kepribadian seseorang terbentuk
atas dasar proses ini. Suatu usaha untuk meniru tersebut mempunyai tujuan agar
sama (identik) dengan pihak yang ditiru. Oleh karena itu, tujuan identifikasi adalah
seseorang berkeinginan menyamakan dirinya dengan tipe idealnya sehingga baik
sikap, tindakan, dan perilaku yang diharapkan benar-benar menjadi bagian darinya.
Misalnya, si Anik adalah pengagum berat Agnes Monica. Ia memotong rambutnya
mirip Agnes Monica, memakai baju seperti yang dipakai Agnes, gaya bicaranya juga
ia buat seperti Agnes. Segala gerak-gerik dan tingkah lakunya juga ia buat seperti
Agnes.

Kita mengenal beberapa maksud/batasan tentang identifikasi antara lain sebagai

berikut:

a.orientasi terhadap nilai, norma, dan pola perilaku pihak lain,

b.menempatkan diri sendiri dalam keadaan orang lain, dan

c.menerima kepercayaan dan nilai orang lain atau kelompok lain sebagai
kepercayaan dan nilai sendiri.

Gambar 3.3 Pemberian karangan bunga kepada

warga yang berduka mencerminkan bentuk simpati.

Sumber: blogspot.wordpress.com

4.Faktor Simpati

Simpati adalah suatu proses sosial
ketika seseorang merasa tertarik kepada
orang atau pihak lain. Jika seseorang masih
sebagai manusia normal, tentu perasaan
simpati akan melekat pada dirinya. Oleh
karena itu, perasaan simpati sering
disampaikan oleh individu maupun
kelompok kepada seseorang, kelompok,
maupun lembaga-lembaga formal.

Pada umumnya seseorang menyata-
kan rasa simpati terhadap pihak lain karena
hasrat/minat untuk melakukan kerja sama.
Apabila rasa simpati itu telah terjadi di

antara kedua pihak, maka kerja sama akan berlangsung lebih lanjut. Proses ini dapat
berkembang terus jika keduanya dapat saling pengertian secara mantap. Misalnya,
Dinar memberi hadiah ulang tahun kepada Boy, pemberian hadiah pada saat wisuda
sarjana, perasaaan simpati yang diberikan kepada teman, saudara pada waktu duka
dan sebagainya.

78

IPS SMP/MTs Kelas VII

Wawasan Produktivitas

5.Faktor Motivasi

Faktor sugesti cenderung bersifat negatif karena seseorang tanpa berpikir panjang
dapat memenuhi kehendak apa yang disugestikan, tanpa berpikir secara kritis dan
rasional. Sedangkan motivasi merupakan dorongan atau rangsangan yang sifatnya
merangsang sesuatu yang diberikan oleh orang lain, sehingga seseorang yang diberi
motivasi dapat berpikir kritis dan rasional, serta penuh rasa tanggung jawab.

Motivasi dapat berupa sikap, tindakan, pendapat, saran, cara-cara pemecahan
masalah, solusi terbaik untuk suatu kasus, dan sebagainya. Motivasi dapat berasal
dari seseorang yang memiliki status/kedudukan sosial lebih tinggi peranannya.
Contoh motivasi antara lain sebagai berikut.

a.Seorang guru memberi motivasi kepada siswanya untuk giat belajar.

b.Kepala desa/lurah, dalam ceramahnya mengajak masyarakat untuk membangun

desa secara gotong-royong.

c.Dalam penyuluhannya, dokter memotivasi warga masyarakat agar membiasakan

hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.

6.Faktor Empati

Sikap empati tidak berbeda jauh dengan simpati yang mengutamakan perasaan
kejiwaan saja. Akan tetapi, sikap dan tindakan berempati lebih menekankan perasaan
yang jauh mendalam tentang apa yang sedang dialami oleh orang lain. Misalnya,
ketika kita melihat atau mendengar orang yang sedang mengalami kecelakaan, kita
merasa bahwa peristiwa itu seolah-olah menimpa pada diri kita juga dan seolah-olah
kita ikut merasakan penderitaan yang dialami orang tersebut.

Lakukan penelitian bersama kelompokmu. Amati faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi

sosial seperti uraian di atas. Benarkah imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat sedangkan

identifikasi dan simpati terjadi relatif lambat? Diskusikan bersama kelompokmu!

Dalam interaksi sosial, seseorang terkadang ingin mengetahui tentang identitas
sosial, status sosial, dan peranan sosial. Setelah hal-hal tersebut diketahui melalui
proses sosial lebih lanjut maka kerja sama interaksi sosial dapat menghasilkan hal-
hal sebagai berikut.

79

IPS SMP/MTs Kelas VII

a.Identitas Sosial

Identitas sosial adalah ciri maupun sifat tertentu
yang dimiliki seseorang dan telah memperoleh
legitimasi dari masyarakat sekitar. Agar seseorang dapat
diterima dalam kelompoknya (masyarakat), maka ia
harus memiliki dan menunjukkan identitas dirinya
tersebut dengan jelas. Melalui identitas seseorang yang
jelas dapat diketahui seberapa besar peran dan status
sosial yang memengaruhi kelompok lain pada
umumnya. Contoh identitas sosial Mawar adalah pelajar
SMA berprestasi, Bob Marley seorang penyanyi yang
terkenal, Pak Rahmat petani sukses di Desa Sukamaju,
dan sebagainya.

Suatu identitas sosial erat kaitannya dengan sikap
dan perilaku seseorang yang bersangkutan, misalnya:
seseorang yang mengaku sebagai mahasiswa, maka
masyarakat tentu dapat menilai apakah benar dan
pantas seseorang tersebut sebagai mahasiswa jika dilihat

Gambar 3.4 Seseorang beraliran

rasta memiliki identitas sosial yang

meniru penyanyi Bob Marley

Sumber: musikpribumi.files.co.id

dari sikap, gaya bicara, etika, dan tingkah lakunya. Oleh karena itu identitas orang
sehari-hari dapat menunjukkan adanya perbedaan status sosial seseorang di
masyarakat.

b.Status (Kedudukan Sosial)

Menurut Soerjono Soekanto, kedudukan sosial adalah tempat atau posisi umum
dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lainnya dalam kelompok
tersebut atau kelompok yang lebih besar lagi. Apabila kita perhatikan secara saksama
semua aktivitas hidup manusia sehari-hari, sebenarnya kita sudah dapat melihat
bagaimana status/kedudukan sosial seseorang itu di antara orang-orang di sekitarnya.
Misalnya dokter yang sedang berbincang-bincang dengan pasien dalam rangka
mendiagnosis penyakit, guru dengan siswa, orang tua yang bercakap-cakap dengan
anaknya, hakim yang sedang menginterogasi terdakwa, dan sebagainya. Apabila
kita memerhatikan cara-cara mereka berkomunikasi, kita akan melihat bahwa
mereka mempunyai status sosial yang berbeda.

Apabila identitas sosial dapat menunjukkan status sosial seseorang maka
seseorang dapat memperoleh status/kedudukan sosial. Kedudukan sosial atau
status sosial dapat diperoleh seseorang melalui beberapa cara sebagai berikut.

1)Ascribed Status

Ascribed status adalah status sosial yang diperoleh karena sesuatu yang bersifat
pembawaan sejak lahir, adat istiadat, atau secara otomatis tanpa melakukan usaha.
Contoh anak lahir laki-laki, golongan bangsawan, marga, dan kasta.

80

IPS SMP/MTs Kelas VII

2)Achieved Status

Achieved status adalah status seseorang yang diperoleh melalui usaha nyata atau
melalui perjuangan, apabila usaha itu berhasil, maka status sosial melekat pada
orang tersebut. Sebagai makhluk sosial dan hamba Tuhan, apabila manusia di dalam
hidupnya mau berusaha tentu permintaan akan dikabulkan. Sebaliknya, apabila
seseorang hanya menunggu nasib, pasrah pada takdir maka akan terjadi sebaliknya.
Menjadi pengusaha sukses tidak semudah membalik telapak tangan, harus ulet,
terencana, dan tidak mudah putus asa. Hal itu dapat diraih dengan perjuangan,
bukan karena warisan dari keluarganya.

3)Assigned Status

Assigned status adalah status yang diperoleh seseorang karena seseorang tersebut
telah banyak berjasa bagi masyarakat, bangsa dan negara, atau karena seseorang
telah berjasa memperjuangkan kepentingan umum.

Pada umumnya, hasil karya seseorang itu sangat berharga apabila bersifat positif.
Misalnya: petani menanam padi, sayuran, dan buah-buahan yang sangat diperlukan
masyarakat. Atlet olahraga yang dikirim dalam rangka mengikuti kejuaraan dunia
sebagai duta bangsa dan ia diberi suatu penghargaan, piagam, hadiah, dan tropi.
Para pahlawan bangsa karena perjuangannya melawan kolonialis memperoleh
penghargaan sebagai pahlawan Proklamasi. Ada pula sebutan bagi para pahlawan
karena jasanya disebut sebagai pahlawan Revolusi, dan pahlawan Reformasi.

c.Peranan Sosial

Peranan sosial adalah tingkah laku individu yang mementaskan suatu
kedudukan tertentu. Apabila kita perhatikan, sebenarnya antara peranan sosial
dengan status/kedudukan sosial itu tidak dapat dipisahkan, ibarat keping uang logam

Gambar 3.5 Seorang guru sedang menjalankan

peranannya sesuai dengan status sosialnya

Sumber: Tempo

81

IPS SMP/MTs Kelas VII

karena peranan menggambarkan suatu pola perilaku yang diharapkan dari seseorang

yang mempunyai status/kedudukan tertentu. Peranan merupakan aspek yang

dinamis dan fungsional dari kedudukan.

Menurut kenyataannya, pada waktu yang bersamaan dapat pula seseorang

memiliki lebih dari satu status dan peranan di dalam masyarakat yang menuntut

harus dikerjakan pada waktu yang bersamaan pula. Hal ini terkadang memunculkan

konflik peranan atau konflik status.

Terdapat beberapa macam konflik status sebagai berikut.

1)Konflik dalam satu peran atau konflik intern individual

Misalnya dalam operasi ketertiban, polisi menangkap beberapa pelajar yang

pada jam efektif sedang nongkrong sambil merokok dan pesta minuman keras. Setelah

diamati satu persatu ternyata ada seorang pelajar kebetulan anak dari polisi

tersebut.Terjadilah kontradiksi perasaan, karena pada saat itu polisi sedang bertugas

menegakkan citra hukum, di lain pihak anaknya sendiri harus diadili secara hukum.

2)Konflik antarindividu

Konflik antarindividu sering terjadi dalam keluarga. Misalnya dalam suatu

keluarga yang terdiri atas suami dan istri, terkadang antara keduanya terjadi

perselisihan tentang keluarganya di mana masing-masing mempunyai peranan yang

sama meskipun berbeda cara menjalankannya.

Dasar-dasar untuk menentukan tinggi rendahnya status secara subjektif

dikemukakan oleh sosiolog Talcott Parsons, antara lain sebagai berikut.

-

Faktor kelahiran

Seseorang dapat memiliki status sosial tertentu melalui proses kelahiran dari

status keluarga tertentu. Misal, seseorang lahir dari keturunan keluarga bangsawan

maka ia memiliki status sosial lebih tinggi, juga anak dari golongan kasta, marga, ras

atau kelas sosial lain.

-

Faktor sifat-sifat pribadi/kehormatan

Terkadang seseorang memiliki status sosial yang dinilai baik karena bijaksana,

suka menolong, pandai bergaul, penderma dan sebagainya. Antara status yang

dimiliki seseorang sangat erat hubungannya dengan statusnya/mutu pribadinya.

-

Faktor prestasi

Prestasi menunjukkan adanya suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang,

ditujukan dalam keberhasilan yang dicapainya. Orang-orang karier dan sukses

berusaha berarti orang tersebut mampu berprestasi, sehingga memiliki kedudukan

yang lebih tinggi di masyarakat. Misal hakim, dokter, ekonomi, dan sebagainya.

82

IPS SMP/MTs Kelas VII

Wawasan Produktivitas

-

Faktor kekayaan

Ada berbagai macam sudut pandang untuk melihat tinggi rendahnya status

sosial seseorang di dalam masyarakat, kalangan masyarakat tradisional, sudut

pandang terhadap status sosial umumnya dilihat dari segi kebendaan (material) atau

kekayaan. Warga masyarakat yang kaya akan menempati posisi paling atas, demikian

juga kedudukannya.

-

Faktor otoritas/kekuasaan

Otoritas merupakan kekuasaaan yang sah. Apabila se-seorang mempunyai

kekuasaaan (berkuasa), maka dikatakan mempunyai otoritas yang besar, sehingga

menempati lapisan sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat.

Setiap manusia ingin menduduki status sosial yang tinggi. Lakukan wawancara dengan orang

yang kamu anggap memiliki status sosial yang tinggi. Tanyakan kepadanya caranya mencapai

status sosial tersebut.

Buatlah laporan tentang hasil wawancaramu dan bacakan di depan kelas!

Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto, S.H, M.A, dalam bukunya Sosiologi
Suatu Pengantar
dijelaskan bahwa suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi
apabila tidak memenuhi dua syarat, sebagai berikut.

1.Kontak Sosial (Social Contact)

Di era teknologi canggih sekarang, manusia tidak mengalami kesulitan
melakukan kontak sosial atau berhubungan dengan orang lain baik yang jaraknya
berdekatan maupun berjauhan. Kontak sosial bukan berarti seseorang secara langsung
bertemu secara fisik/badaniah. Orang dapat melakukan kontak tanpa harus bertemu,
saling menyentuh, jabat tangan, tetapi dengan menggunakan alat-alat yang lebih
canggih, misalnya menggunakan PDA (personal digital assistant), faksimil, radio,
televisi, dan lain sebagainya. Internet memungkinkan seseorang berkenalan dengan
orang lain di benua yang berbeda dengan bantuan situs-situs web (web sites) populer,
seperti Yahoo Messenger atau Friendster.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->