P. 1
BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

BukuBse.belajarOnlineGratis.com-Smp-mts Kelas 7 Ips 1 Sutarto-1

|Views: 20,100|Likes:
Published by BelajarOnlineGratis
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS
Download gratis buku bse kemdiknas untuk pelajar kelas VII/ Kelas 1 SMP/MTS

More info:

Published by: BelajarOnlineGratis on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

D.

43

IPS SMP/MTs Kelas VII

Fosil manusia di Indonesia mungkin pernah ditemukan di masa dahulu bersama
dengan fosil-fosil hewan. Tetapi, penelitian ilmiah tentang fosil manusia barulah
dimulai pada akhir abad ke-19. Jika penemuan mencerminkan kegiatan penelitian,
maka penelitian paleoantropologi di Indonesia dapat dibagi dalam tiga tahapan, yaitu:

-

Tahap 11889 - 1909

-

Tahap 21931 - 1941

-

Tahap 31952 - sekarang

Penelitian paleoantropologi di sini boleh dikatakan dimulai oleh Eugene Dubois.
Ia menduga bahwa manusia purba itu hidupnya pastilah di daerah tropis, oleh karena
perubahan iklim sepanjang sejarah tidak banyak, dan di sini pula monyet serta kera
masih banyak hidup. Sesudah berhasil datang di Indonesia, ia mulai menyelidikinya
di gua-gua Sumatera Barat tetapi, hanya tulang-tulang hewan dan manusia sub-
resen yang ditemukan. Penemuan tengkorak manusia di Wajak, Tulungagung, Kediri,
pada tahun 1889 menyebabkan Dubois memindahkan kegiatannya ke pulau Jawa
yang berakhir dengan penemuan sisa manusia purba di Kedungbrubus dan Trinil.
Sejumlah besar fosil, terkenal sebagai koleksi Dubois, sampai sekarang tersimpan di
Leiden (Belanda).

2.Tempat Perlindungan di Bawah Karang (Abris Sous
Roches)

Tempat perlindungan di bawah karang berbentuk gua. Tempat semacam itu
merupakan perkampungan manusia purba yang hanya ditempati sementara waktu.
Gua karang tempat perlindungan manusia purba oleh pakar ilmu purbakala
dinamakan abris sous roches. Di situ ditemukan bekas alat-alat dari batu, tulang, tanduk,
dan kerang. Abris sous roches antara lain ditemukan di Teluk Triton (Papua), Pulau
Seram (Maluku), dan Sulawesi Selatan.

3.Dapur Sampah (Kjokkenmoddinger)

Makanan manusia purba terdiri atas buah-buahan dan hewan, antara lain
kerang. Kulit kerang dibuang di tempat-tempat tertentu. Tempat pembuangan kulit
kerang oleh para pakar ilmu purbakala dinamakan dapur sampah atau
kjokkenmoddinger. Di dapur sampah yang berujud bukit kerang kadang-kadang
ditemukan bekas alat-alat manusia purba yang ikut terbuang. Bukit kerang semacam
itu antara lain ditemukan di Medan (Sumatera Utara) dan Langsa (Aceh).

4.Alat-Alat yang Digunakan oleh Manusia Purba

Alat-alat yang digunakan oleh manusia purba tersebar di beberapa tempat di
Indonesia dan daratan Asia. Antara lain beliung persegi dan kapak lonjong.
Penyebaran alat-alat itu dapat digunakan untuk melacak perpindahan (mobilitas)
manusia purba. Alat-alat manusia praaksara (manusia purba) disebut Artefak.

44

IPS SMP/MTs Kelas VII

Dari sumber-sumber informasi tersebut, para pakar ilmu purbakala mengetahui
jenis-jenis manusia purba di Indonesia sebagai berikut.

1.Pithecantropus Mojokertensis

Pada tahun 1936 dua orang pakar purbakala bernama Duyfjes dan
Von Koeningswald mengadakan penyelidikan di Perning (Kabupaten Mojokerto).

Mereka dapat menemukan fosil-fosil tengkorak manusia purba. Fosil tersebut
berwujud tengkorak anak berusia sekitar 6 tahun. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata
bahwa tengkorak tersebut berusia sekitar 1,9 juta tahun. Manusia purba hasil
penemuan dua orang pakar tersebut kemudian dinamakan Pithecanthropus
Mojokertensis.

Penemuan itu sangat penting. Sebab, fosil-fosil tersebut merupakan bukti
tentang manusia purba tertua di Indonesia.

Pada tahun 1938 dua orang pakar bernama De Terra dan Movius mengadakan
penyelidikan ulang. Mereka memperkuat pendapat, bahwa Pithecantropus
Mojokertensis adalah manusia purba tertua di Indonesia.

2.Meganthropus Palaeojavanicus

Von Koenigswald juga mengadakan penggalian fosil-fosil manusia di tempat

lain. Pada tahun 1941 ia dapat menemukan fosil-fosil manusia di Sangiran, daerah
Surakarta. Setelah diteliti, ternyata bahwa manusia itu bertubuh besar, tetapi tidak
seberapa tinggi. Oleh karena itu, manusia itu dinamakan Meganthropus
Palaeojavanicus.
Megan artinya besar. Jadi, Meganthropus Palaeojavanicus artinya
manusia besar yang tertua dari Jawa.

Gambar 2.2 Peta daerah penemuan fosil manusia purba di Pulau Jawa

Sumber: ilustrasi penerbit

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->