P. 1
Hibah Insentif kabupaten/Kota (HIK) PAMSIMAS. Petunjuk Teknis

Hibah Insentif kabupaten/Kota (HIK) PAMSIMAS. Petunjuk Teknis

|Views: 214|Likes:
Published by Oswar Mungkasa
HIK
HIK

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2014

pdf

text

original

3(04-0(4 ’%&’

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

i

3(04-0(4 ’%&’

KATA SAMBUTAN

Program Pamsimas sebagai salah satu program prioritas nasional, pada dasarnya merupakan wujud kemitraan antara masyarakat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat. Melalui kemitraan ini, Pamsimas telah berhasil meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat. Pencapaian hasil Pamsimas ini telah membantu Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) khususnya dalam bidang air minum dan sanitasi. Program Pamsimas membuktikan bahwa melalui komitmen dan konsistensi Pemerintah Daerah dalam kebijakan peningkatan akses air minum dan sanitasi di perdesaan, Pemerintah Daerah mampu memberdayakan masyarakat miskin sehingga menjadi mitra strategis dalam menyediakan dan meningkatkan kualitas pelayanan air minum dan sanitasi. Untuk mendorong pencapaian kinerja yang baik di kabupaten/kota lokasi pelaksanaan, maka Program Pamsimas memberikan penghargaan yaitu Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK). HIK diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki kinerja yang baik, memiliki program perluasan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dan siap menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah pusat dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi khususnya di perdesaan. Tujuan pemberian HIK adalah untuk mendukung kemandirian kabupaten/kota dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Proses seleksi kabupaten/kota penerima HIK ini akan mulai dilaksanakan pada tahun 2012, dan diharapkan akan semakin memotivasi Pemerintah Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan kinerja dan prestasinya dalam penyediaan pelayanan air minum dan sanitasi, meningkatkan kemandirian dalam penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum berbasis masyarakat, sehingga diharapkan pada Tahun 2015 target MDGs dapat dicapai dan pada tahun 2025 Indonesia mampu mewujudkan 100% penduduk Indonesia menikmati air minum yang layak dan berkelanjutan.

Jakarta, Juni 2012 Direktur Jenderal Cipta Karya

Budi Yuwono P. NIP.110020173

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

ii

3(04-0(4 ’%&’

KATA PENGANTAR

Salah satu upaya Pemerintah untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi adalah melalui Program Pamsimas. Program Pamsimas adalah program andalan Pemerintah di dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat bagi masyarakat miskin di perdesaan untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat Indonesia. Sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 pelaksanaan Program Pamsimas telah mampu meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat miskin di 5000 desa yang tersebar di 110 kabupaten/kota dalam 15 provinsi. Sebagai program stimulan dengan pendekatan berbasis masyarakat, program Pamsimas menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota mampu bermitra dengan masyarakat untuk meningkatkan akses aman air minum dan sanitasi, Pamsimas memberikan dukungan yang semakin besar untuk mendorong terwujudnya kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs. Dukungan Pamsimas ini disusun dalam Paket Pamsimas Hibah Insentif Kabupaten/Kota (Paket Pamsimas HIK), yaitu hibah insentif bagi kabupaten/kota yang telah menunjukkan kinerja baik dalam pelaksanaan Pamsimas dan menunjukkan kesiapan dalam menyelenggarakan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dengan pola kemitraan. HIK sebagai salah satu komponen dalam Program Pamsimas menjadi salah satu tolok ukur kinerja pelaksanaan Pamsimas. Keberhasilan Program Pamsimas turut ditentukan oleh keberhasilan dalam penyelenggaraan HIK ini. Untuk membantu penyelenggaraan HIK mencapai sasaran dan sesuai aturan yang disepakati bersama, maka diperlukan petunjuk teknis pelaksanaan. Buku Petunjuk Teknis Paket Pamsimas - HIK ini merupakan salah satu buku petunjuk yang sangat penting dalam pelaksanaan Pamsimas secara keseluruhan, mencakup antara lain: · · · · · Penjelasan Paket Pamsimas - HIK yang akan dimulai sebagai penerapan HIK dimana kabupaten/kota dan desa-desa dipilih berdasarkan kinerjanya; Tata cara pemilihan kabupaten/kota yang akan mendapatkan insentif; Tata cara pemilihan desa yang akan mendapat insentif dari pemerintah kabupaten/kota; Mekanisme penyaluran dana HIK; Tata cara pemantauan, evaluasi, pelaporan, dan pertanggungjawaban.

Dengan demikian diharapkan seluruh kegiatan Paket Pamsimas - HIK dapat berjalan dengan baik. Masyarakat dapat menikmati air bersih dan sanitasi yang layak sepanjang masa dalam pengelolaan yang berkelanjutan. Jakarta, Juni 2012 Direktur Pengembangan Air Minum – DJCK Ir. Danny Sutjiono NIP.110021833
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

iii

3(04-0(4 ’%&’

DAFTAR ISI
Hal KATA SAMBUTAN................................................................................................................. i KATA PENGANTAR.............................................................................................................. ii DAFTAR ISI.......... ................................................................................................................ iii DAFTAR TABEL.......... ........................................................................................................ vi DAFTAR GAMBAR........... ................................................................................................... vi DAFTAR SINGKATAN ........................................................................................................ vii

BAB 1.

PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1 1.2 1.3 Latar Belakang ........................................................................................... 1 Substansi Utama Juknis Paket Pamsimas HIK ........................................... 2 Pengguna Petunjuk Teknis ......................................................................... 3

BAB 2.

PAKET PAMSIMAS HIK ............................................................................ 4
2.1 2.2 2.3 2.4 Konsep Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK ............................................... 4 Tujuan Penyediaan HIK .............................................................................. 5 Prinsip Penyelenggaraan HIK ..................................................................... 6 Ketentuan dalam Penyelenggaraan HIK ..................................................... 6 2.4.1 Ketentuan Umum ............................................................................ 6 2.4.2 Ketentuan Khusus ........................................................................... 7 Pemanfaatan Dana Paket Pamsimas HIK .................................................. 7 2.5.1 Kegiatan yang Dibiayai melalui Paket Pamsimas HIK ..................... 8 2.5.2 Kegiatan yang Tidak Dibiayai melalui Paket Pamsimas HIK (Negative List) ................................................................................. 9

2.5

BAB 3.

PENYELENGGARAAN PAKET PAMSIMAS HIK ................................... 10
3.1 Persyaratan Pemilihan Penerima HIK....................................................... 10 3.1.1 Persayaratan Pemilihan Kabupaten/Kota ...................................... 10 3.1.2 Persyaratan Pemilihan Desa/Kelurahan Penerima Paket Pamsimas HIK ................................................................................................ 12 Pelaku Utama Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK ............................ 14 3.2.1 Pelaku Tingkat Nasional................................................................ 14 3.2.2 Pelaku Tingkat Kabupaten ............................................................ 14 3.2.3 Pelaku Tingkat Desa/Kelurahan .................................................... 16 3.2.4 Pembagian Peran dalam HIK ........................................................ 16 3.2.5 Dukungan Bantuan Teknis Pamsimas dalam Penyelenggaraan HIK ...................................................................................................... 20
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

3.2

iv

3(04-0(4 ’%&’

3.3

Tata Cara Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK................................... 20

BAB 4.

PENGELOLAAN KEUANGAN PAKET PAMSIMAS - HIK ...................... 29
4.1 Komponen Pendanaan ............................................................................. 29 4.1.1 BLM Desa/Kelurahan .................................................................... 29 4.1.2 Biaya Operasional (BOP) Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota ....... 29 4.1.3 Biaya Operasional (BOP) untuk LKM ............................................ 30 4.1.4 Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK (TFM-HIK) ........ 30 Tata Cara Pencairan BLM Paket Pamsimas HIK ...................................... 30 Pelaporan dan Pertanggungjawaban ........................................................ 31 Pemantauan dan Pelaporan Tingkat Kabupaten/Kota .............................. 32 Pemantauan dan Pelaporan Desa/Kelurahan ........................................... 33

4.2 4.3

BAB 5.

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN ........................................................ 32
5.1 5.2

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1. Pembagian Peran dalam Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK ......................... 16 Tabel 2. Kerangka Waktu Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK............................................. 20

DAFTAR GAMBAR
Hal Bagan 1. Konsep Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK .................................................... 5 Bagan 2. Organisasi Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK ............................................. 19 Bagan 3. Siklus Kegiatan Paket Pamsimas HIK................................................................... 28

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

v

3(04-0(4 ’%&’

DAFTAR SINGKATAN
Air Minum AMPL APBD APBN BABS Bappeda BLM CPMU DIPA DitPAM DJCK DPMU Fasilitator IMAS Kem. PU Kemendagri Kemenkes KPPN LKM LSM MDGs NGO PA/KPA PMD PPK PPM PPMU Pokja RAD RKPD RKM RPJM Sanitasi SPAM : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Air yang siap diminum dengan melalui pengolahan (mengacu kepada peraturan yang berlaku) Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Buang Air Besar Sembarangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantuan Langsung Masyarakat Central Project Management Unit Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya District Project Management Unit Tenaga Pendamping Program Pamsimas di masyarakat Identifikasi Masalah dan Analisis Situasi Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Dalam Negri Kementerian Kesehatan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Lembaga Keswadayaan Masyarakat, merupakan nama generik yang dahulu dinamakan BKM Lembaga Swadaya Masyarakat Millennium Development Goals Non Governrment Organization Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran Pemberdayaan Masyarakat Desa Pejabat Pembuat Komitmen Penanganan Pengaduan Masyarakat Provincial Project Management Unit Kelompok Kerja Rencana Aksi Daerah Rencana Kerja Pembangunan Daerah Rencana Kerja Masyarakat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Usaha pencegahan penyakit dengan mengendalikan faktor lingkungan, terutama lingkungan fisik, biologis dan sosial. Sistem Penyediaan Air Minum

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

vi

3(04-0(4 ’%&’

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat. Ruang lingkup komponen program Pamsimas mencakup 5 (lima) komponen kegiatan, yaitu: 1. Pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lokal; 2. Peningkatan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi; 3. Penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum; 4. Insentif desa/kelurahan dan kabupaten/kota; 5. Dukungan pelaksanaan dan manajemen proyek. Dengan demikian salah satu komponen dalam program Pamsimas adalah insentif bagi kabupaten/kota (hibah insentif kabupaten/kota/HIK) yang turut menentukan keberhasilan Pamsimas secara keseluruhan. Sampai dengan Tahun 2011 Pamsimas telah mendukung penyediaan air minum dan sanitasi pada 110 kabupaten/kota di 5.354 desa/kelurahan. Selama pelaksanaan Pamsimas mulai dari tahun 2008—2011, kabupaten/kota telah menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini ditunjukkan antara lain dengan penyelesaian kegiatan di desa/kelurahan secara tepat waktu, pelaksanaan replikasi yang sesuai atau melebihi persyaratan, dan dimuatnya program penyediaan air minum dan sanitasi dengan pendekatan berbasis masyarakat dalam dokumen rencana daerah (RPJMD, RKPD, atau RAD AMPL). Kinerja yang baik tersebut menghasilkan pelayanan AMPL menuju kondisi yang diharapkan oleh Pamsimas, yaitu keberfungsian sarana air minum, pencapaian status SBS, dan target sanitasi lainnya, serta potensi keberlanjutan dari sarana air minum terbangun.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

1

3(04-0(4 ’%&’

Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap kabupaten/kota dengan kinerja baik, maka Pamsimas menyediakan program insentif penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yaitu Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK). Pembelajaran penting dari perjalanan pelaksanaan Pamsimas adalah bahwa adanya kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat akan menjamin keberlanjutan penyediaan dan pemeliharaan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Menyadari hal ini, Pamsimas memberikan dukungan yang semakin besar untuk mendorong terwujudnya kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs. Selanjutnya, Pamsimas mendorong kabupaten/kota untuk melaksanakan penyediaan air minum dan sanitasinya melalui kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat atau disebut dengan Paket Pamsimas. Paket Pamsimas merupakan promosi kegiatan kemitraan antara “Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Masyarakat” dalam penyelenggaraan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Kemitraan diwujudkan dengan adanya porsi pembiayaan dan pengambilan keputusan oleh pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat dalam Paket. Pamsimas mendukung penyelenggaraan HIK dengan Pola Kemitraan (Paket). Penyelenggaraan HIK melalui pola kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat disebut dengan Paket Pamsimas HIK. Paket Pamsimas HIK diharapkan dapat mempercepat upaya untuk peningkatan kapasitas pemerintah kabupaten/kota untuk menyelenggarakan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Pamsimas memberikan HIK sebagai dana pendamping kepada kabupaten/kota yang telah siap atau mampu menyelenggarakan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat secara mandiri dan dengan pola kemitraan. Paket Pamsimas HIK dalam petunjuk teknis ini selanjutnya disebut sebagai HIK.

1.2

SUBSTANSI UTAMA JUKNIS PAKET PAMSIMAS HIK
Petunjuk teknis ini menjelaskan mengenai konsep dan penyelenggaraan Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK) sebagai acuan bagi kabupaten/kota dalam penyelenggaraan HIK melalui pola kemitraan (Paket Pamsimas). Petunjuk teknis ini memuat substansi utama sebagai berikut: 1. Konsep Paket Pamsimas HIK serta prinsip dan ketentuan utama yang mendasari seluruh penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK di tingkat kabupaten/kota dan desa/kelurahan;
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

2

3(04-0(4 ’%&’

2. Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK, termasuk di dalamnya adalah: (a) persyaratan pemilihan calon penerima HIK baik untuk tingkat kabupaten/kota dan desa/kelurahan, (b) peran masing-masing pelaku dalam penyelenggaraan HIK, termasuk peran fasilitator dan konsultan, dan (c) tata cara atau langkah-langkah penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK; 3. Pengelolaan keuangan untuk Paket Pamsimas HIK; 4. Pemantauan serta pelaporan untuk keseluruhan penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK pada tingkat kabupaten/kota dan desa/kelurahan.

1.3

PENGGUNA PETUNJUK TEKNIS
Petunjuk teknis ini diperuntukkan bagi para pelaku Pamsimas terutama para pelaku pada: a. Tahap seleksi kabupaten/kota penerima Paket Pamsimas HIK—yaitu CPMU, TKP, PPMU, TKK, dan DPMU; b. Tahap seleksi desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas HIK—yaitu TKK, Panitia Kemitraan, dan Pemerintah Desa/kelurahan serta LKM. c. Tahap pelaksanaan—yaitu masyarakat, LKM, fasilitator, Panitia Kemitraan (Pakem), DPMU, dan Konsultan Pamsimas tingkat kabupaten/kota; d. Tahap pemantauan dan pelaporan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK—yaitu Panitia Kemitraan, Pokja AMPL kabupaten/kota (jika telah terbentuk), Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK), Pokja AMPL Provinsi (jika telah terbentuk), Tim Koordinasi Provinsi (TKP), dan Konsultan Pamsimas tingkat provinsi dan tingkat pusat.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

3

3(04-0(4 ’%&’

BAB 2. PAKET PAMSIMAS HIK
2.1 KONSEP PELAKSANAAN PAKET PAMSIMAS HIK
Hibah insentif kabupaten/kota adalah insentif bagi kabupaten/kota pelaksana Pamsimas yang telah menunjukkan kinerja baik selama pelaksanaan program Pamsimas 2008-2011. Insentif ini akan diberikan dalam bentuk dana dan bantuan teknis sebagai penghargaan dan dukungan kepada kabupaten/kota yang berkinerja baik, memiliki program perluasan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dan siap menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah pusat dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi khususnya di perdesaan. HIK yang diterima oleh kabupaten/kota yang terpilih sebagai penerima menjadi dana pendamping bagi porsi pendanaan APBD dan porsi kontribusi masyarakat dalam perluasan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Keseluruhan sumber daya ini—APBD, kontribusi masyarakat, dan HIK—dimanfaatkan melalui pola paket kemitraan sehingga dinamakan Paket Pamsimas HIK. Dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK ini, kabupaten/kota penerima HIK harus memiliki Panitia Kemitraan yang anggotanya berasal dari unsur Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK), asosiasi pengelola SPAM perdesaan, dan Pokja AMPL/kelompok masyarakat peduli AMPL. Kabupaten/kota dapat memerankan Pokja AMPL yang telah ada sebagai Panitia Kemitraan sepanjang memenuhi persyaratan kelengkapan unsur anggota suatu Panitia Kemitraan. Pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK di suatu kabupaten/kota dapat dikelompokkan kedalam tiga komponen (menu), yaitu perluasan, pengembangan, dan optimalisasi. Panitia Kemitraan berperan dalam mengelola pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK di tingkat kabupaten/kota. Pemilihan desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas HIK diputuskan di tingkat kabupaten/kota berdasarkan sejumlah kriteria. Proses pemilihan desa/kelurahan ini difasilitasi Panitia Kemitraan. Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di tingkat desa/kelurahan pada prinsipnya tetap mengacu pada tata cara pelaksanaan kegiatan Pamsimas di tingkat masyarakat dengan beberapa penyesuaian tertentu yang selengkapnya akan diuraikan dalam babbab selanjutnya.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

4

3(04-0(4 ’%&’

Bagan 1. Konsep Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK

2.2

TUJUAN PENYEDIAAN HIK
Tujuan penyediaan HIK adalah mendukung pemerintah kabupaten/kota dengan kinerja baik dalam Pamsimas untuk: 1. 2. 3. 4. 5. Meningkatkan kapasitas kabupaten/kota untuk penyediaan dan peningkatan kualitas pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat; Memperkuat kemitraan antara pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat dalam penyediaan air minum dan sanitasi; Mendorong kemandirian kabupaten/kota dalam penyelenggaraan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat; Mendukung percepatan pencapaian target MDGs kabupaten/kota dalam bidang air minum dan sanitasi; Melembagakan pendekatan berbasis masyarakat untuk penyediaan air minum dan sanitasi;

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

5

3(04-0(4 ’%&’

6. Membantu pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum sesuai Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2005 pasal 40.

2.3

PRINSIP PENYELENGGARAAN HIK
Prinsip penyelenggaraan HIK adalah sebagai berikut: 1. Mendorong kemandirian kabupaten/kota dalam penyediaan air minum dan sanitasi; 2. Mengutamakan kemitraan yang setara antara pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat; 3. Memberikan prioritas kepada desa/kelurahan miskin yang sangat membutuhkan sarana air minum dan sanitasi; 4. Memastikan keberlanjutan pengelolaan dan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan SAM tingkat desa/kelurahan.

2.4
2.4.1

KETENTUAN DALAM PENYELENGGARAAN HIK
Ketentuan Umum 1. HIK adalah dana insentif untuk mendukung kemandirian kabupaten/kota dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat. Oleh karena itu, dana ini digunakan untuk pembiayaan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang mengadopsi pendekatan Pamsimas. 2. HIK diselenggarakan berlandaskan kemitraan antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat atau dengan mekanisme Paket Pamsimas. 3. Pendekatan penyediaan air minum dan sanitasi dalam HIK adalah berbasis masyarakat dan penguatan kemitraan dengan masyarakat. Dengan demikian, kontribusi masyarakat untuk pembangunan/pengembangan/optimalisasi SAM tingkat desa/kelurahan tetap diwajibkan ada dalam bentuk in-cash dan in-kind. 4. Pagu dana HIK dalam Paket Pamsimas adalah pagu tingkat kabupaten/kota. Selanjutnya, pagu dana Paket Pamsimas HIK untuk setiap desa/kelurahan ditentukan di tingkat kabupaten/kota berdasarkan kebutuhan setiap desa/kelurahan tersebut dan evaluasi teknis dan pembiayaan terhadap RKM. Dengan demikian, dana Paket Pamsimas HIK bagi pembiayaan SAM setiap desa/kelurahan bisa berbeda. 5. Maksimum jumlah dana APBN dalam Paket Pamsimas HIK untuk setiap kabupaten/kota adalah Rp 1 Milyar.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

6

3(04-0(4 ’%&’

6. Porsi APBN dalam Paket Pamsimas HIK yang diberikan kepada kabupaten/kota adalah setara dengan komitmen porsi APBD kabupaten/kota. 7. Porsi APBD dalam Paket Pamsimas HIK minimum 40% dari total nilai Paket Pamsimas (APBN, APBD, dan kontribusi masyarakat). 8. Pemanfaatan dana Paket Pamsimas meliputi perluasan, pengembangan, dan optimalisasi SPAM perdesaan. 9. Dana Paket Pamsimas hanya digunakan untuk kebutuhan BLM desa/kelurahan lokasi pelaksanaan. 10. HIK hanya diberikan kepada kabupaten/kota dengan kinerja baik dalam Pamsimas, memiliki rencana perluasan akses air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dalam rangka pencapaian target MDGs kabupaten/kota, serta memiliki kesenjangan tinggi terhadap target air minum dan sanitasinya. 11. Berdasarkan pertimbangan kebutuhan khusus dalam rangka keberlanjutan SPAM perdesaan, CPMU dan PIU dapat merekomendasikan kabupaten/kota penerima HIK. 12. Panitia Kemitraan (Pakem) adalah tim di tingkat kabupaten/kota beranggotakan berbagai unsur pemangku kepentingan yang berperan sebagai mitra Tim Koordinasi Kabupaten/Kota (TKK) dalam pengelolaan penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK, terutama berperan untuk menentukan daftar desa penerima dana Paket pamsimas HIK untuk direkomendasikan kepada Bupati/Walikota.

2.4.2

Ketentuan Khusus Berikut ini adalah ketentuan khusus pelaksanaan HIK: 1. Pada desa lokasi perluasan, desa pengembangan, desa optimalisasi SPAM, seluruh ketentuan dan tata cara (IMAS, pemilihan LKM, RKM, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan keuangan, pengamanan sosial dan lingkungan) adalah mengikuti tata cara dalam juknis Pamsimas yang berkenaan, yaitu: a. Petunjuk Teknis Perencanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat b. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat c. Petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa Tingkat Masyarakat d. Petunjuk Teknis Pengelolaan Keuangan e. Petunjuk Teknis Pengamanan Lingkungan dan Sosial 2. RKM untuk desa pengembangan dan optimalisasi SPAM disusun dengan mengacu pada format RKM HID. 3. Dukungan untuk pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di tingkat desa/kelurahan:

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

7

3(04-0(4 ’%&’

a.

Pembiayaan Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) untuk pendampingan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di tingkat desa/kelurahan disediakan oleh kabupaten/kota penerima Paket Pamsimas HIK diluar dana BLM Paket. Komposisi TFM Paket Pamsimas HIK menyesuaikan dengan kebutuhan pendampingan desa dengan tetap menjamin kualitas pendampingan dan hasil pelaksanaan yang tepat waktu dan tepat mutu. TOR TFM pada desa lokasi perluasan sekurang-kurangnya sebagaimana TOR TFM reguler dan TOR TFM pada desa pengembangan/optimalisasi sekurang-kurangnya sebagaimana TOR TFM HID. Penguatan kapasitas (seperti pelatihan dan coaching) bagi TFM Paket Pamsimas HIK disediakan oleh Pamsimas bersama dengan penguatan kapasitas TFM untuk Pamsimas reguler.

b.

c.

2.5
2.5.1

PEMANFAATAN DANA PAKET PAMSIMAS HIK
Kegiatan yang Dibiayai melalui Paket Pamsimas HIK Berikut ini adalah komponen pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK. 1. Perluasan Pamsimas a. Perluasan Pamsimas ditujukan bagi desa-desa baru diluar desa reguler dan desa replikasi pada tahun pelaksanaan Paket Pamsimas HIK. Perluasan ini ditujukan untuk menambah cakupan layanan SPAM perdesaan dan berkontribusi kepada penambahan jumlah penerima manfaat SPAM tingkat kabupaten/kota. b. Siklus pelaksanaan pada desa-desa perluasan adalah sama dengan siklus pada desa reguler. 2. Pengembangan SPAM pada desa-desa lokasi Pamsimas a. Pengembangan SPAM pada desa Pamsimas (regular atau replikasi pada tahun-tahun pelaksanaan sebelumnya) dapat diusulkan untuk dibiayai dalam rangka memaksimalkan pelayanan dengan menambah kapasitas SPAM untuk dapat menambah jumlah penerima manfaat pada desa/kelurahan tersebut. b. Pengembangan SPAM pada desa Pamsimas ditujukan untuk membantu meningkatkan kemampuan pelayanan SPAM tingkat desa/kelurahan dan berkontribusi kepada penambahan jumlah penerima manfaat SPAM tingkat kabupaten/kota. 3. Optimalisasi SPAM pada desa-desa lokasi Pamsimas a. Optimalisasi SPAM pada desa-desa lokasi Pamsimas (regular atau replikasi pada tahun-tahun pelaksanaan sebelumnya) dapat diusulkan untuk dibiayai

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

8

3(04-0(4 ’%&’

dalam rangka optimalisasi kinerja SPAM (memanfaatkan idle capacity) untuk menambah jumlah penerima manfaat pada desa/kelurahan tersebut. b. Optimalisasi SPAM pada desa Pamsimas (regular atau replikasi) ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan SPAM tingkat desa/kelurahan dan berkontribusi kepada penambahan jumlah penerima manfaat SPAM tingkat kabupaten/kota. 2.5.2 Kegiatan yang Tidak Dibiayai melalui Paket Pamsimas HIK (Negative List) Daftar kegiatan yang TIDAK BOLEH dibiayai Paket Pamsimas HIK adalah sebagai berikut: 1. Pada perluasan Pamsimas, pengembangan, dan optimalisasi; daftar kegiatan yang tidak dibiayai Paket Pamsimas HIK adalah sesuai dengan negative list yang tercantum dalam Juknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas Tingkat Masyarakat. 2. Khusus pada pengembangan dan optimalisasi; selain negative list yang tercantum dalam Juknis Pelaksanaan Kegiatan Pamsimas Tingkat Masyarakat, berikut adalah daftar kegiatan yang tidak boleh didanai dengan Paket PamsimasHIK, yaitu: a. Penyelesaian kegiatan (fisik dan non fisik) desa-desa Pamsimas (regular dan replikasi) tahun-tahun sebelumnya; b. Pembiayaan utusan desa/kelurahan dalam pelatihan asosiasi pengelola SPAM perdesaan serta pelatihan dan sosialisasi Paket Pamsimas HIK di tingkat kabupaten/kota. c. Pembangunan sarana sanitasi sekolah, individual, dan komunal di perdesaan dan peri urban

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

9

3(04-0(4 ’%&’

BAB 3. PENYELENGGARAAN PAKET PAMSIMAS HIK
3.1 PERSYARATAN PEMILIHAN PENERIMA HIK
Pemilihan penerima Paket Pamsimas HIK terdiri dari pemilihan kabupaten/kota dan pemilihan desa/kelurahan. Pemilihan kabupaten/kota terdiri dari dua tahap, yaitu tahap prakualifikasi dan tahap usulan (proposal). Setelah penetapan kabupaten/kota penerima, selanjutnya dilakukan pemilihan desa/kelurahan berikut penetapan pagu indikatif per desa/kelurahan oleh masing-masing kabupaten/kota penerima. Berikut ini adalah persyaratan pemilihan penerima Paket Pamsimas HIK untuk kabupaten/kota dan desa/kelurahan. 3.1.1 Persyaratan Pemilihan Kabupaten/Kota A. Persyaratan Prakualifikasi Persyaratan prakualifikasi kabupaten/kota adalah sebagai berikut: 1. Kabupaten/kota telah melaksanakan replikasi sesuai/melampaui jumlah kewajiban replikasi sampai dengan akhir tahun sebelum tahun penetapan penerima Paket Pamsimas HIK. 2. Kabupaten/kota telah menyelesaikan seluruh kasus penyalahgunaan dana (misused fund) yang didaftarkan sampai dengan 31 Desember sebelum tahun pelaksanaan tahap prakualifikasi. 3. Kabupaten/kota telah merealisasikan kewajiban penyediaan dana APBD untuk BLM dalam Pamsimas sampai dengan akhir tahun sebelum tahun penetapan penerima Paket Pamsimas HIK. Data seleksi prakualifikasi kabupaten/kota adalah Data SIM dan PPM Pamsimas. B. Penilaian Proposal Kabupaten/Kota Kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan prakualifikasi akan diundang untuk mengajukan proposal pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK. Penilaian proposal didasarkan pada kriteria sebagai berikut: 1. Komitmen penyediaan dana APBD untuk Paket Pamsimas HIK.
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

10

3(04-0(4 ’%&’

2. Rasio efisiensi pembiayaan SPAM terhadap target penerima manfaat. 3. Data kinerja kab/kota: a. Status dokumen rencana daerah yang digunakan sebagai acuan kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat dalam penyusunan proposal Paket Pamsimas HIK (Dokumen rencana daerah yang dimaksud dalam hal ini adalah salah satu dari dokumen berikut: RPJMD, RKPD, RAD AMPL, atau dokumen perencanaan lainnya yang sejenis); Persentase jumlah desa berdasarkan status keberfungsian SAM; Persentase jumlah desa berdasarkan status kinerja BPSPAMS; Persentase jumlah dusun SBS selama 2008-2011 (berdasarkan data SIM Pamsimas); Jumlah desa selisih realisasi terhadap kewajiban replikasi sampai dengan akhir tahun sebelum tahun penetapan (berdasarkan data SIM Pamsimas); % Target tambahan jumlah pemanfaat SAM melalui pembiayaan Paket Pamsimas HIK terhadap jumlah pemanfaat sebelumnya (jumlah pemanfaat sampai dengan tahun seleksi); % kesenjangan jumlah akses air minum saat ini dengan target kabupaten/kota pada tahun pelaksanaan Paket Pamsimas HIK. Upaya Pemda dalam menangani desa dengan SAM belum/tidak berfungsi

b. c. d. e.

f.

g. h.

Skor masing-masing kabupaten/kota yang mengajukan proposal akan diumumkan melalui website Pamsimas. Selanjutnya, kelompok kabupaten/kota dengan skor tertinggi menjadi penerima HIK. Kabupaten/kota penerima HIK tersebut akan menandatangani MOU Paket Pamsimas HIK bersama Executing Agency. Usulan atau proposal kabupaten/kota untuk mendapatkan HIK memuat: 1. Surat pernyataan Bupati/Walikota yang berisikan: a. Jumlah dana BLM APBD untuk Paket Pamsimas HIK sebagai komitmen kabupaten/kota yang besarnya minimum sama dengan usulan pembiayaan kegiatan Paket Pamsimas dengan APBN; b. Kesiapan menyediakan Tim Fasilitator Masyarakat (TFM-HIK) dan Biaya Operasional Panitia Kemitraan dengan dana APBD diluar dana Paket Pamsimas HIK; c. Kesediaan mengikuti petunjuk teknis Paket Pamsimas HIK; d. Kesediaan untuk menyampaikan salinan APBD yang menyatakan anggaran untuk Paket Pamsimas HIK, TFM HIK, dan Panitia Kemitraan
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

11

3(04-0(4 ’%&’

paling lambat pada akhir Februari tahun pelaksanaan Paket Pamsimas HIK. 2. Formulir Proposal Paket Pamsimas HIK sebagaimana format dalam lampiran Juknis ini. 3. Lampiran dokumen sumber data-data yang digunakan dalam proposal, sekurang-kurangnya lampiran dokumen data perihal: a. Jumlah desa berdasarkan status keberfungsian SAM dengan format 6 dalam lampiran juknis ini; b. Jumlah desa berdasarkan status kinerja BP-SPAMS dengan format 7 dalam lampiran juknis ini; c. Salinan matriks dokumen rencana daerah yang memuat kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat sebagai acuan dalam penyusunan proposal Paket Pamsimas HIK. Salinan dilengkapi dengan informasi status dokumen rencana daerah yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan proposal Paket Pamsimas HIK (status yang dimaksud adalah draft, atau draft akhir, atau draft akhir yang telah diekspose, atau perbup/perwali, atau perda (jika dokumen acuannya adalah RPJMD); d. Salinan matriks RKPD yang memuat upaya Pemda dalam menangani desa dengan SAM belum/tidak berfungsi.

3.1.2

Persyaratan Pemilihan Desa/Kelurahan Penerima Paket Pamsimas HIK Pemilihan desa/kelurahan dan pengambilan keputusan mengenai desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas HIK sepenuhnya dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. Sesuai dengan ketentuan pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK, dalam pemilihan desa/kelurahan, kabupaten/kota wajib mengikuti sekurang-kurangnya kriteria berikut. Kabupaten/kota dapat menambahkan kriteria lain berdasarkan kearifan lokal sepanjang tidak bertentangan dengan tujuan penyediaan dana Paket Pamsimas HIK atau dengan kriteria di bawah ini. A. Desa Perluasan Pamsimas Kriteria pemilihan desa lokasi perluasan Pamsimas adalah sebagai berikut: a. Masyarakat bersedia kontribusi minimal 20%, yaitu dalam bentuk in cash sebesar 4% dan in kind sebesar 16%, dari nilai total usulan pembiayaan pembangunan SPAM tingkat desa/kelurahan; b. Merupakan desa/kelurahan miskin yang membutuhkan sarana air minum dan sanitasi; c. Memiliki sumber air baku yang relatif mudah diolah;
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

12

3(04-0(4 ’%&’

d. Rasio pembiayaan pembangunan SPAM dengan jumlah jiwa penerima manfaat adalah yang paling efisien; e. Merupakan target wilayah rencana perluasan penyediaan air minum dan sanitasi kabupaten/kota; f. Desa/kelurahan bersedia untuk mengelola dan menjaga keberlanjutan SPAM terbangun dengan menerapkan tariff pemakaian SAM yang memenuhi biaya operasional, dan pemeliharaan dengan pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah; g. Jika desa belum memiliki Kader AMPL, desa/kelurahan bersedia untuk menyediakan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang fokus dalam bidang AMPL (Kader AMPL) dengan pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah. B. Desa Pengembangan dan desa optimalisasi Kriteria pemilihan desa pengembangan dan desa optimalisasi adalah: a. Telah menyelesaikan seluruh kegiatan Pamsimas. b. Merupakan desa Pamsimas (reguler atau replikasi) dengan SAM yang telah beroperasi minimal 1 (satu) tahun. c. Masyarakat bersedia kontribusi minimal 20% dari total usulan pembiayaan pengembangan/optimalisasi SPAM tingkat desa/kelurahan. Kontribusi ini dalam bentuk in cash 10% (baik dari dana yang dikumpulkan dari masyarakat maupun dana kas BPSPAMS) dan in kind sebesar 10%. d. Rasio pembiayaan pembangunan SPAM dengan jumlah jiwa penerima manfaat adalah yang paling efisien; e. Mempunyai potensi pengembangan untuk memaksimalkan jangkauan pelayanan atau memaksimalkan kapasitas sarana air minum terbangun atau dapat menambah jumlah pemanfaat SPAM minimal 30% dari jumlah pemanfaat semula. f. Diutamakan bagi desa yang belum pernah mendapatkan pengembangan/optimalisasi SPAM setelah Pamsimas. bantuan

g. Bersedia untuk meningkatkan kualitas pelayanan SAM secara berkelanjutan melalui penerapan tariff pemakaian yang dapat memenuhi biaya operasional, pemeliharaan, dan recovery dengan pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah, Ketua BPSPAMS, dan Ketua LKM; h. Jika desa belum memiliki Kader AMPL, desa/kelurahan bersedia untuk menyediakan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) yang fokus dalam bidang AMPL (Kader AMPL) dengan pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

13

3(04-0(4 ’%&’

3.2
3.2.1

PELAKU UTAMA PENYELENGGARAAN PAKET PAMSIMAS HIK
Pelaku Tingkat Nasional Sebagai bagian dari tugas utama CPMU dan PIU (Ditjen PMD dan Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, Ditjen PP& PL Kementerian Kesehatan, dan Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum), CPMU dan PIU juga bertanggungjawab dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK. Ketua CPMU dan Waka CPMU Ditjen Bina Bangda memimpin proses penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK. Tugas pelaku tingkat nasional dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK terutama meliputi: 1. Melaksanakan pemilihan prakualifikasi dan mengumumkan hasil prakualifikasi kepada kabupaten/kota; 2. Melakukan evaluasi atau penilaian usulan atau proposal kabupaten/kota; 3. Merekomendasikan daftar kabupaten/kota penerima HIK dan alokasi pembiayaan porsi APBN kepada Executing Agency Program Pamsimas. 4. Melaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan Paket Pamsimas HIK tingkat kabupaten/kota. 5. Melaporkan hasil pelaksanaan Paket Pamsimas HIK kepada Executing Agency Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dengan tembusan kepada provinsi dan kabupaten/kota pelaksana.

3.2.2

Pelaku Tingkat Kabupaten Kabupaten/Kota menyediakan Panitia Kemitraan yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK. A. Keanggotaan Panitia Kemitraan (Pakem) Kabupaten/Kota Panitia Kemitraan sekurang-kurangnya terdiri dari unsur sebagai berikut: 1. Perwakilan TKK dan SKPD yang relevan, sekurang-kurangnya terdiri dari: Bappeda, BPMD, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Kesehatan. Jumlah perwakilan pemerintah kabupaten/kota dalam keanggotaan Pakem maksimum 4 (empat) orang. 2. Perwakilan Asosiasi Pengelola SPAM Perdesaan. Jika belum terbentuk, dapat diwakilkan oleh BP-SPAMS atau LKM atau KPM dari desa yang mempunyai kinerja baik dalam pengelolaan SPAM desa/kelurahan. Jumlah perwakilan Asosiasi Pengelola SPAM Perdesaan atau BPSPAMS/LKM/KPM adalah maksimum 2 (dua) orang. 3. Perwakilan Pokja AMPL atau kelompok masyarakat atau perseorangan yang peduli terhadap pencapaian dan kualitas pelayanan air minum dan sanitasi
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

14

3(04-0(4 ’%&’

tingkat kabupaten/kota. Termasuk dalam kelompok masyarakat atau perseorangan ini adalah anggota LSM atau forum masyarakat yang bekerja di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan—terutama yang berhubungan dengan pendekatan berbasis masyarakat—pakar, akademisi, dunia usaha/swasta. Jumlah perwakilan Pokja AMPL atau kelompok masyarakat/perseorangan dalam Panitia Kemitraan adalah maksimum 3 (tiga) orang. Keanggotaan Panitia Kemitraan kabupaten/kota ini dilakukan dengan cara pemilihan dan tidak dengan penunjukan. Penetapan Panitia Kemitraan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota. Contoh SK Bupati/Walikota perihal Penetapan Panitia Kemitraan dapat dilihat pada lampiran. Ketentuan dalam keanggotaan Panitia Kemitraan: 1. Berjumlah ganjil atau maksimum 9 orang. 2. Bekerja bersama dan mengutamakan kemitraan dan kesetaraan diantara sesama anggotanya. 3. Bekerja secara sukarela berdasarkan kepedulian terhadap masyarakat miskin dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat untuk air minum dan sanitasi. 4. Minimum 30% anggota adalah perempuan. Panitia Kemitraan memiliki biaya operasional yang jumlahnya maksimum 3% dari nilai Paket Pamsimas HIK dari APBD dan APBN. Sebagai contoh, jika porsi APBD dan APBN dalam Paket Pamsimas HIK masing-masing adalah Rp 500 juta, maka biaya operasional Pakem maksimum sebesar Rp 30 juta. Kabupaten/Kota dapat memanfaatkan Pokja AMPL sebagai Panitia Kemitraan jika memenuhi persyaratan kelengkapan unsur keanggotaan. B. Tugas Pokok Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota Tugas Panitia Kemitraan sekurang-kurangnya adalah sebagai berikut: 1. Membantu TKK dalam mensosialisasikan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK kepada desa/kelurahan dan kecamatan; 2. Menilai proposal pemanfaatan Paket Pamsimas HIK dari desa/kelurahan berdasarkan lingkup pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK dan kriteria desa lokasi Paket Pamsimas HIK; 3. Menverifikasi proposal pemanfaatan dana Paket Pamsimas HIK dari desa/kelurahan melalui pengecekan data resmi atau kunjungan lapangan; 4. Merekomendasikan daftar desa/kelurahan lokasi Paket Pamsimas HIK kepada TKK untuk disahkan melalui SK Bupati/Walikota;

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

15

3(04-0(4 ’%&’

5. Mengumumkan daftar desa/kelurahan lokasi Paket Pamsimas HIK sesuai SK Bupati/Walikota; 6. Mengevaluasi RKM. Dalam rangka evaluasi RKM ini, Panitia Kemitraan berkonsultasi dengan DPMU; 7. Memantau kemajuan pelaksanaan kegiatan Paket Pamsimas HIK di tingkat desa/kelurahan. 8. Memastikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Paket Pamsimas HIK terlaksana secara partisipatif, transparan, dan akuntabel; 9. Menfasilitasi penyelesaian/penanganan pengaduan masyarakat sehubungan dengan kegiatan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Paket Pamsimas; 10. Menyusun laporan kemajuan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK untuk disampaikan kepada TKK.

3.2.3

Pelaku Tingkat Desa/Kelurahan Pelaku tingkat desa/kelurahan untuk desa perluasan, pengembangan, dan optimalisasi adalah mengikuti kelembagaan yang dikembangkan oleh Pamsimas, demikian juga dengan tugas-tugasnya, seperti LKM, Satlak, dan BPSPAMS. Untuk desa pengembangan dan optimalisasi yang LKMnya sudah tidak aktif atau sudah beralih fungsi menjadi BPSPAMS, maka perlu memilih anggota baru LKM sesuai dengan tata cara pemilihan dan persyaratan dalam Juknis Pelaksanaan Pamsimas di Tingkat Masyarakat.

3.2.4

Pembagian Peran dalam HIK Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK membutuhkan dukungan dari seluruh pelaku pengelolaan Pamsimas Reguler. Oleh karena itu, secara umum peran setiap pelaku Pamsimas dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK diuraikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Pembagian Peran dalam Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK
No 1. Pelaku CPMU 1. 2. 3. Tugas Menfasilitasi pertemuan rutin antar PIU dalam rangka penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK. Membantu memastikan ketersediaan dana APBN untuk Paket Pamsimas HIK berdasarkan hasil penetapan kabupaten/kota penerima HIK. Memastikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK terlaksana secara partisipatif, transparan, dan akuntabel. Memastikan ketersediaan dana APBN untuk HIK berdasarkan hasil penetapan kabupaten/kota penerima HIK;
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

2

Satker Pembinaan Pamsimas DJCK

1.

16

3(04-0(4 ’%&’

No

Pelaku 2. 3. 4.

Tugas Menyediakan kegiatan dan anggaran pelatihan bagi TFM Paket Pamsimas HIK; Melakukan pencairan dan pengelolaan dana BLM APBN sesuai dengan petunjuk pencairan dana Paket Pamsimas HIK; Berdasarkan laporan Satker PKPAM Provinsi, menghimpun laporan kabupaten/kota dalam penggunaan dana APBN pada Paket Pamsimas HIK dan melaporkannya kepada CPMU. Memastikan proposal kabupaten/kota memenuhi ketentuan dalam Juknis Paket Pamsimas HIK dan disampaikan tepat waktu kepada CPMU; Memantau kemajuan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK tingkat kabupaten/kota; Memberikan masukan/rekomendasi kepada TKK bagi perbaikan kualitas pelaksanaan Paket Pamsimas HIK; Melaporkan kemajuan triwulan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK tingkat kabupaten/kota kepada Gubernur dengan tembusan kepada CPMU. Menfasilitasi pelatihan bagi seluruh TFM termasuk TFM HIK; Jika diperlukan kabupaten/kota, memberikan masukan/rekomendasi dalam proses rekrutmen, pelatihan, dan pembinaan kualitas pendampingan TFM HIK; Membantu TKP dalam pemantauan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di tingkat kabupaten, serta memberikan masukan/rekomendasi untuk peningkatan kinerja; Memastikan laporan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK termasuk dalam laporan rutin kegiatan Pamsimas di kabupaten/kota. Melakukan verifikasi untuk pencairan porsi APBN dalam Paket Pamsimas HIK berdasarkan usulan desa/kelurahan yang telah disetujui Panitia Kemitraan, DPMU, dan TKK; Merekomendasikan pencairan porsi APBN dalam Paket Pamsimas HIK kepada Satker Pembinaan Pamsimas DJCK; Memantau kemajuan penggunaan dana APBN pada Paket Pamsimas HIK dan melaporkannya kepada Satker Pembinaan Pamsimas DJCK dengan tembusan kepada CPMU; Memastikan TFM HIK mendapat pelatihan sebagaimana TFM regular sesuai rencana kerja (work plan) Pamsimas.

3.

Tim Koordinasi Provinsi (TKP)

1. 2. 3. 4.

4.

PPMU

1. 2. 3. 4.

5.

Satker PKPAM Provinsi

1. 2. 3. 4.

6

TKK

1.

Menyusun proposal Paket Pamsimas HIK untuk disampaikan kepada CPMU dengan tembusan kepada TKP; 2. Memfasilitasi pembentukan Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota. 3. Memfasilitasi ketersediaan ruangan atau sekretariat bagi Panitia Kemitraan; 4. Memastikan ketersediaan dana APBD dalam Paket Pamsimas HIK sesuai dengan komitmen Kepala Daerah; 5. Memfasilitasi pertemuan rutin dengan Panitia Kemitraan dan DPMU untuk pembahasan kemajuan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK. 6. Memimpin sosialiasi Paket Pamsimas HIK kepada desa/kelurahan dan kecamatan; 7. Menfasilitasi ketersediaan data/informasi yang diperlukan Panitia Kemitraan untuk proses seleksi desa/kelurahan; 8. Menyampaikan daftar desa/kelurahan penerima Paket berdasarkan rekomendasi Panitia Kemitraan untuk disahkan oleh Bupati/Walikota; 9. Menyampaikan daftar desa/kelurahan yang telah disahkan oleh Bupati/Walikota kepada TKP dan CPMU; 10. Memantau kinerja Panitia Kemitraan; 11. Menyusun laporan atas kemajuan pelaksanaan Paket Pamsimas berdasarkan laporan Panitia Kemitraan dan Satker PIP Kab/Kota untuk disampaikan kepada

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

17

3(04-0(4 ’%&’

No 7

Pelaku DPMU 1.

Tugas Kepala Daerah dengan tembusan kepada TKP. Membantu Panitia Kemitraan dengan memberikan masukan dalam evaluasi usulan desa/kelurahan dan RKM dari sisi teknis, kegiatan pemberdayaan, dan pembiayaan (keuangan); 2. Membantu TKK untuk mereview laporan Panitia Kemitraan atas kemajuan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK dan memberikan masukan/rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan; 3. Melakukan rekrutmen TFM HIK untuk direkomendasikan kepada Satker PIP Kabupaten/Kota; 4. Memastikan TFM HIK mendapat pelatihan sebagaimana TFM regular sesuai jadwal pelatihan TFM regular; 5. Memantau kinerja pendampingan TFM HIK; 6. Memantau kemajuan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di desa/kelurahan; 7. Memastikan kualitas hasil pelaksanaan Paket Pamsimas HIK tepat waktu dan tepat mutu; 8. Melaporkan kemajuan hasil pelaksanaan Paket Pamsimas HIK kepada TKK dengan tembusan kepada PPMU; 9. Merekomendasikan pencairan porsi APBN kepada Satker PKPAM Provinsi; 10. Merekomendasikan pencairan porsi APBD kepada Satker PIP Kabupaten/Kota; 11. Memastikan laporan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK termasuk dalam laporan rutin kegiatan Pamsimas di kabupaten/kota. 1. Memobilisasi TFM HIK; 2. Melakukan kontrak kerja dengan LKM yang difasilitasi oleh DPMU; 3. Membuat SPP (Surat Perintah Pembayaran) sesuai dengan rekomendasi DPMU; 4. Secara rutin setiap bulan melaporkan daftar penerbitan SPM-LS kepada DPMU sebagai bahan penyusunan laporan keuangan Paket Pamsimas Kabupaten/Kota; 5. Memberikan data keuangan yang diperlukan DPMU dalam menyusun laporan kemajuan bulanan;

8

Satker PIP Kab/Kota

Dalam pelaksanaan Paket Pamsimas HIK, seluruh pelaku mendapatkan dukungan bantuan teknis yang disediakan oleh Pamsimas, DMAC, PMAC, CMAC. Bagan 2 menunjukkan peran antar pelaku dalam organisasi Pamsimas, termasuk bantuan teknis yang tersedia untuk setiap tahapan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

18

3(04-0(4 ’%&’

Bagan 2. Organisasi Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK
Satker Pembinaan Pamsimas DJCK
PELAPORAN

CPMU Advisory CMAC
SELEKSI KAB/KOTA & PENENTUAN PAGU

PELAPORAN

KOORDINASI

Satker PKPAM Provinsi PPMU
PELAPORAN

TKP
PELAPORAN

PMAC
PELAPORAN

PEMANTAUAN

KOORDINASI

Satker PIP Kab/Kota DPMU

TKK Panitia Kemitraan
SELEKSI DESA/KEL, PENENTUAN PAGU PELAPORAN PELAPORAN

FK

DMAC

PEMANTAUAN

PEMANTAUAN

PEMANTAUAN KINERJA DAN PERSETUJUAN PEMBAYARAN

PERSETUJUAN RKM, PENCAIRAN DANA

LKM TFM HIK

PEMANTAUAN

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

19

3(04-0(4 ’%&’

3.2.5

Dukungan Bantuan Teknis Pamsimas dalam Penyelenggaraan HIK Setiap bantuan teknis Pamsimas (fasilitator, konsultan, dan advisory) wajib memberikan dukungan kepada pelaku pengelola Pamsimas dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK. Dukungan bantuan teknis Pamsimas disediakan oleh DMAC, Fasilitator Keberlanjutan, PMAC, dan CMAC serta advisory. Oleh karena itu, selain dalam mendukung Pamsimas reguler, peran dan tanggungjawab pelaku bantuan teknis Pamsimas dalam penyelenggaraan HIK adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran petunjuk teknis ini.

3.3

TATA CARA PENYELENGGARAAN PAKET PAMSIMAS HIK

Tata cara penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK beserta pelaksana dan pendukung pelaksana-nya dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut ini. Tabel 2 Tata Cara Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK
Pendukung Pelaksana (*)

No A 1

Jadwal

Kegiatan

Keterangan

Pelaksana

Hasil

Pemilihan Kabupaten/Kota Calon Penerima HIK dan Penentuan Pagu HIK dalam Paket Pamsimas HIK Mei IVJuli II Penilaian prakualifikasi kabupaten/kota berdasarkan data SIM dan PPM Pamsimas. Memilih kab/kota berdasarkan kriteria pra kualifikasi dengan menggunakan Data SIM dan PPM Pamsimas (Status data kinerja berbasis SIM dan PPM yang digunakan dalam prakualifikasi kabupaten/kota adalah data per 26 Juni 2012) Melakukan verifikasi dan pemutakhiran long list berdasarkan umpan balik kabupaten/kota mengenai long list (Status data kinerja berbasis SIM dan PPM yang digunakan dalam verifikasi dan pemutakhiran long list adalah data per 10 Juli 2012) Menyusun serta menyampaikan surat undangan kepada Bupati/Walikota dari kabupaten/kota dalam long-list untuk menyampaikan proposal CPMU dan PIU Advisory dan CMAC Daftar kabupaten/kota yang lulus seleksi prakualifikasi (long list). Long list diumumkan dalam website Pamsimas.

2

Juli II-III

Penjaringan umpan balik dari kabupaten/kota berkenaan dengan long list.

CPMU

Advisory dan CMAC

Penetapan longlist kabupaten/kota yang sudah terverifikasi sesuai dengan umpan balik kabupaten/kota

3

Juli III

Penyampaian undangan pengajuan proposal Paket Pamsimas HIK kepada kabupaten/kota yang termasuk

CPMU

Advisory dan CMAC

Surat undangan penyampaian proposal kepada kabupaten/kota serta pengumuman

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

20

3(04-0(4 ’%&’

No

Jadwal

Kegiatan dalam long list.

Keterangan

Pelaksana

Pendukung Pelaksana (*)

Hasil dan dokumen terkait dalam website

4

Juli IVAgustus IV Agustus IV-Sept I

Penyusunan proposal

TKK mengkoordinir penyusunan proposal pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK Penyampaian proposal sesuai dengan format yang tersedia, disertai dengan dokumen pendukungnya Memastikan seluruh proposal diterima dengan tepat waktu oleh CPMU Penilaian proposal Paket Pamsimas HIK berdasarkan kesiapan pendanaan APBD, jumlah penerima manfaat, dan data kinerja kabupaten/kota Penyusunan ranking nasional kab/kota berdasarkan hasil penilaian proposal Paket Pamsimas HIK

TKK dan DPMU

Proposal pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK DMAC dan LGF (jika ada) Proposal sesuai dengan format yang disediakan dalam website serta dokumen pendukungnya

5

Penyerahan usulan (atau proposal) oleh TKK kepada CPMU dengan tembusan kepada TKP masingmasing Penilaian usulan (atau proposal) kabupaten/kota

TKK dan DPMU

TKP

Advisory dan PMAC Advisory dan CMAC

6

Sept II

CPMU dan PIU

Skor masingmasing proposal kabupaten/kota

7

Sept III

Penyusunan ranking kabupaten/kota calon penerima HIK Penyampaian rekomendasi daftar kabupaten/kota penerima HIK kepada DJCK Kementerian Pekerjaan Umum

CPMU dan PIU

Advisory dan CMAC

Daftar ranking kabupaten/kota sesuai dengan skor hasil penilaian proposal Daftar kabupaten/kota calon penerima HIK

8

Sept III

a. b.

Penyusunan berita acara hasil pemilihan kabupaten/kota Penyampaian daftar kabupaten/kota penerima HIK beserta nilai pagu HIK APBN kepada DJCK Rancangan pengumuman dalam website Rancangan MoU mengenai Paket Pamsimas HIK antara DJCK dengan Bupati/Walikota

CPMU

Advisory dan CMAC

c. d.

9

Sept IV

Penetapan dan pengumuman daftar kabupaten/kota penerima HIK beserta nilai pagu

Pengesahan daftar kabupaten/kota beserta pagu HIK

DJCK dan CPMU

Advisory dan CMAC

Pengumuman kabupaten/kota penerima HIK dalam website

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

21

3(04-0(4 ’%&’

No

Jadwal

Kegiatan HIK yang disetujui

Keterangan

Pelaksana

Pendukung Pelaksana (*)

Hasil

10

Sept IV/Oct I

Penandatangan MOU antara DJCK dengan Bupati/Walikota

Penandatangan MOU oleh Bupati/Walikota dan DJCK mengenai komitmen Penyelenggaraan HIK sesuai dengan Juknis Paket Pamsimas HIK

DJCK/CPMU dan Bupati/Waliko ta/TKK

Advisory, CMAC, PMAC

MOU yang sudah ditandatangani oleh DJCK dan Bupati/Walikota dimuat dalam SIM

B 1

Pemilihan Desa/Kelurahan Calon Penerima Paket Pamsimas HIK dan Penentuan Alokasi Pagu Desa/Kelurahan Sept IV/Oct II Pembentukan Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota a. Sosialisasi kepada berbagai pemangku kepentingan mengenai Paket Pamsimas HIK, dan perlunya pembentukan Panitia Kemitraan (Pakem) sebagai pelaksana utama penyelenggaraan Paket Penyusunan rancangan SK dan rencana kerja Pakem Penyediaan dana BOP Pakem Pengumpulan data dan informasi desadesa/kelurahan yang membutuhkan bantuan air bersih dan sanitasi berdasarkan kriteria tertentu Penelaahan atau pengkajian data desa/kelurahan Sosialiasi kepada kecamatan dan desa/kelurahan mengenai Paket Pamsimas HIK Kegiatan sosialisasi ini dapat diselenggarakan bersama dengan lokakarya keberlanjutan Pamsimas Penyampaian format usulan desa/kelurahan TKK DMAC, LGF dan FK SK Pakem disertai dengan rencana kerja dan rencana alokasi APBD untuk BOP Pakem

b.

c. 2 Oct II Penyusunan daftar desa/kelurahan calon penerima Paket Pamsimas HIK a.

Pakem, TKK dan DPMU

DMAC, LGF dan FK

Daftar panjang desa/kelurahan yang membutuhkan air minum dan sanitasi

b.

3

Oct II

Sosialisasi Paket Pamsimas dan pagu kabupaten/kota kepada desa/kelurahan dan kecamatan

a.

TKK

DMAC, LGF dan FK

Berita acara sosialisasi

b.

c.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

22

3(04-0(4 ’%&’

No 4

Jadwal Oct III-IV

Kegiatan Penyampaian proposal desa/kelurahan untuk pembangunan SPAM dengan biaya Paket a.

Keterangan Desa/kelurahan menyusun usulan awal/proposal Paket Pamsimas HIK dengan format yang disediakan dalam Juknis Paket Pamsimas-HIK Penyampaian usulan awal kepada Pakem Penilaian proposal desa/kelurahan sesuai dengan kriteria tertentu Pengelompokan desa berdasarkan kebutuhan: perluasan, pengembangan dan optimalisasi Penyusunan daftar desa berdasarkan pagu dan menu pemanfaatan Pelaksanaan verifikasi usulan melalui konsultasi dengan SKPD tekait dan kunjungan lapangan tertentu Penyusunan rancangan rekomendasi daftar desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas HIK Pengajuan pengesahan daftar desa/kelurahan penerima Paket kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada TKP dan Satker PKPAM Provinsi Kab/Kota dapat mengajukan usulan tambahan dana APBD untuk Paket Pamsimas jika dana yang diperlukan melebihi nilai Paket Pamsimas-HIK (jumlah APBD, APBN, kontribusi masyarakat) Pengajuan usulan

Pelaksana Kepala Desa dan LKM

Pendukung Pelaksana (*) FK dan Kasi PMD Kecamatan

Hasil Proposal awal desa/kelurahan

b. 5 Nov I Penilaian proposal Paket oleh Panitia Kemitraan dan penyusunan ranking desa/kelurahan calon penerima Paket Pamsimas HIK a.

Pakem

DMAC, LGF dan FK

b.

Daftar desa calon penerima paket beserta pagu dananya

c.

d.

e.

6

Nov II

Pengesahan daftar desa/kelurahan penerima Paket

a.

TKK dan Bupati/Waliko ta

DMAC dan LGF

b.

SK Bupati/Walikota mengenai daftar desa/kelurahan penerima Paket, serta pagu BLM Paket untuk setiap desa/kelurahan serta pembiayaan TFM-HIK

c.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

23

3(04-0(4 ’%&’

No

Jadwal

Kegiatan

Keterangan pembiayaan TFM HIK dari porsi APBD Penyampaian SK Bupati/Walikota perihal daftar desa/kelurahan lokasi Paket Pamsimas HIK oleh TKK kepada TKP, Satker PKPAM Provinsi dan CPMU Penyampaian pemberitahuan kepada desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas Pemuatan daftar desa dan pagu anggaran BLM Paket Pamsimas dalam website Pemilihan fasilitator sesuai dengan TOR dan kriteria kualifikasi minimum yang direkomendasikan dalam Pamsimas regular dan HID Penyampaian daftar TFM kepada Satker PKPAM Provinsi dan PMAC Penyediaan pelatihan untuk TFM bersama dengan TFM reguler

Pelaksana

Pendukung Pelaksana (*)

Hasil

7

Nov III

Pengumuman daftar desa/kelurahan Paket Pamsimas HIK

a.

TKK

DMAC, LGF dan FK

Surat pemberitahuan diterima oleh desa/kelurahan ybs.

b.

c.

CPMU

CMAC

Daftar desa/kelurahan dan pagu BLM dalam website TFM direkrut dan ikut serta dalam pelatihan pendampingan tingkat masyarakat

8

November IVFebruari IV

Mobilisasi dan Pelatihan TFM untuk desa/kelurahan penerima Paket Pamsimas HIK

a.

Satker PIP Kab/Kota, DPMU dan PPMU

DMAC dan PMAC

b.

c.

9

Feb IV/Mar I

Penyampaian dokumen Alokasi APBD (DPA untuk pelaksanaan Paket PamsimasHIK) kepada CPMU

Penyampaian DPA yang memuat ketersediaan alokasi APBD untuk BLM Paket, dan TFM sebagai bentuk pelaksanaan komitmen kabupaten/kota sesuai dengan MOU yang ditandatangani antara Bupati/Walikota dan DJCK

TKK

DMAC, LGF dan Advisory

DPA kabupaten/kota yang sudah disahkan

C. 1

Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK di Tingkat Desa/Kelurahan Maret IJuni IV Perencanaan tingkat masyarakat sesuai dengan siklus Pamsimas Pendampingan tingkat masyarakat sesuai dengan siklus Pamsimas pada desa perluasan, pengembangan dan optimalisasi TFM DMAC Kelembagaan tingkat desa/kelurahan berfungsi (LKM dan Satlak) dan Rancangan RKM diterima oleh Pakem

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

24

3(04-0(4 ’%&’

No 2

Jadwal Juli I-II

Kegiatan Penilaian RKM a.

Keterangan Presentasi RKM kepada Pakem Penilaian RKM dari sisi kemanfaatan, teknis dan biaya, terutama diverifikasi terhadap usulan awal desa/kelurahan Verifikasi proposal dengan konsultasi kepada SKPD terkait dan kunjungan lapangan tertentu Penyusunan rancangan SPPB Penandatangan SPPB

Pelaksana LKM

Pendukung Pelaksana (*) TFM

Hasil Rancangan RKM tersampaikan Rekomendasi Pakem kepada TKK mengenai RKM yang telah diverifikasi

b.

Pakem

DMAC dan FK

c.

3

Juli III

Penandatanganan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) Paket Pamsimas HIK Pencairan dana BLM Tahap I, pelaksanaan kegiatan tingkat desa/kelurahan dan pelaporan pertanggungjawab an penggunaan dana BLM

a. b.

Satker PIP Kab/Kota dan DPMU

TFM dan DMAC

SPPB ditandatangani

4

Juli IVAgustus II

a.

b.

c.

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan pelatihan masyarakat sesuai dengan RKM Penyusunan dokumen pencairan dana sesuai dengan RKM Penyusunan dokumen pertanggungjawaban pencairan dana

LKM dan Satlak

TFM dan DMAC/FMA

Dokumen pencairan dan pertanggungjawaban tersedia, serta informasi terkait termuat dalam SIM

Pemantauan atau uji petik terhadap pelaksanaan pekerjaan di tingkat masyarakat, terutama untuk melihat kemanfaatan dan kesesuaian pekerjaan dengan RKM 5 Agustus II-Sept IV Pencairan dana BLM Tahap II, pelaksanaan kegiatan tingkat desa/kelurahan dan pelaporan pertanggungjawab an penggunaan dana BLM a. Pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan pelatihan masyarakat sesuai dengan RKM Penyusunan dokumen pencairan dana sesuai dengan RKM Penyusunan dokumen pertanggungjawaban pencairan dana

Pakem

DMAC

Laporan hasil pemantauan

LKM dan Satlak

TFM dan DMAC/FMA

b.

Dokumen pencairan dan pertanggungjawaban tersedia, serta informasi terkait termuat dalam SIM

c.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

25

3(04-0(4 ’%&’

No

Jadwal

Kegiatan

Keterangan Pemantauan atau uji petik terhadap pelaksanaan pekerjaan di tingkat masyarakat, terutama untuk melihat kemanfaatan dan kesesuaian pekerjaan dengan RKM

Pelaksana Pakem

Pendukung Pelaksana (*) DMAC

Hasil Laporan hasil pemantauan

6

Okt I-IV

Penyusunan laporan akhir kegiatan tingkat desa/kelurahan

Penyusunan laporan akhir pelaksanaan pekerjaan tingkat desa/masyarakat a. Penelaahan laporan akhir LKM dan rekomendasi untuk perbaikan Jika ada sisa dana, maka merekomendasikan pemanfaatan sisa dana sesuai dengan kebutuhan eksisting Memastikan komitmen masyarakat untuk keberlanjutan pelayanan SPAM Memastikan komitmen kab/kota untuk mendukung keberlanjutan SPAM tingkat desa/kelurahan Penyusunan dokumen serah terima Penandatangan dokumen serah terima

LKM

TFM

Rancangan laporan akhir Laporan Akhir yang disahkan

Pakem dan TKK

DMAC, TFM dan FK

b.

c.

d.

7

November I-II

Serah-terima

a.

b.

LKM dan Satker PIP Kab/Kota

TFM dan DMAC

Dokumen serah terima yang ditandatangani

D. 1

Penyusunan Laporan Penyelesaian Paket Pamsimas Tingkat Kabupaten/Kota Desember Penyusunan laporan penyelenggaraan Paket Pamsimas di tingkat kabupaten/kota a. Penyusunan rancangan laporan pelaksanaan rencana kerja Penyusunan rancangan laporan penyelenggaraan Paket Pamsimas Penyusunan laporan keuangan terkonsolidasi (APBD, APBN dan masyarakat) untuk penyelenggaraan BLM Paket Pamsimas, dengan Pakem DMAC, LGF dan FK Rancangan final laporan penyelenggara an Paket Pamsimas

b.

c.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

26

3(04-0(4 ’%&’

No

Jadwal

Kegiatan

Keterangan dukungan Satker PIP Kabupaten/Kota Diskusi dan konsultasi rancangan laporan penyelenggaraan Paket Pamsimas dengan TKK dan SKPD terkait Penyampaian kepada publik dan berbagai pemangku kepentingan mengenai pertanggungjawaban penyelenggaraan Paket Pamsimas tingkat kabupaten/kota Penyelenggaraan lokakarya ini dapat dilakukan bersama dengan lokakarya keberlanjutan

Pelaksana

Pendukung Pelaksana (*)

Hasil

d.

2

Desember

Pelaksanaan lokakarya tingkat kabupaten/kota mengenai penyelenggaraan Paket Pamsimas

a.

TKK

DMAC, LGF dan FK

Berita acara penyelenggara an Paket Pamsimas

b.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

27

3(04-0(4 ’%&’

Bagan 3. Siklus Kegiatan Paket Pamsimas HIK
Kab/Kota Pelaksana PAMSIMAS

Seleksi Pra Kualifikasi: a) Memenuhi kewajiban replikasi sd tahun sebelumnya b) Tidak memiliki kasus misused fund yang belum diselesaikan sd tahap PraKualifikasi c) Telah merealisasikan kewajiban APBD untuk BLM Mengikuti Seleksi Proposal Paket Pamsimas HIK

Tidak Mengikuti Seleksi Paket Pamsimas

Ya

Tidak

CPMU mengundang Kab/Kota untuk menyusun Proposal Paket Pamsimas HIK TKP membantu memastikan penyusunan proposal sesuai Juknis dan tepat waktu

TKK menyusun Proposal

TKK menyampaikan proposal kepada CPMU dengan tembusan kepada TKP

CPMU menilai Proposal Paket Pamsimas HIK

Penetapan Ranking Kab/Kota

Tidak Melaksanakan Paket Pamsimas HIK

Bukan Penerima

Penetapan Penerima HIK

Penerima

Tahun Penetapan (n) Tahun Pelaksanaan (n+1)

Membentuk Panitia Kemitraan untuk Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK

Pelaksanaan Paket Pamsimas sesuai Pendekatan Pamsimas HIK Reguler

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Paket Pamsimas HIK

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

28

3(04-0(4 ’%&’

BAB 4. PENGELOLAAN KEUANGAN PAKET PAMSIMAS - HIK
4.1
4.1.1

KOMPONEN PENDANAAN
BLM Desa/Kelurahan BLM Desa/Kelurahan bersumber dari porsi APBD dan porsi APBN dalam dana Paket Pamsimas HIK. BLM untuk masing-masing desa bersumber dari APBD dan APBN dengan porsi pendanaan yang sama. Penetapan pagu BLM untuk setiap desa/kelurahan lokasi pemanfaatan Paket Pamsimas HIK diputuskan di tingkat kabupaten/kota.

4.1.2

Biaya Operasional (BOP) Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota Berikut adalah ketentuan mengenai besaran dan penggunaan dana BOP Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota: · BOP berasal dari APBD sebesar maksimum 3% dari nilai Paket Pamsimas HIK dari APBD dan APBN. BOP untuk Panitia Kemitraan berasal dari APBD di luar porsi APBD untuk Paket Pamsimas HIK. · Penggunaan dana BOP dilakukan berdasarkan rencana kerja Panitia Kemitraan dan rencana penggunaan dana yang disetujui oleh TKK dan diverifikasi oleh DMAC.

BOP untuk Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota digunakan untuk hal-hal yang mendukung kegiatan Paket Pamsimas – HIK, sekurang-kurangnya sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. Biaya monitoring – sesuai Rencana Kerja Panitia Kemitraan Biaya alat tulis Biaya penyusunan laporan Biaya komunikasi Biaya pertemuan terkait Paket Pamsimas HIK Kegiatan peningkatan kapasitas, misalnya lokakarya dan pelatihan, yang berkaitan dengan Paket Pamsimas HIK

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

29

3(04-0(4 ’%&’

4.1.3

Biaya Operasional (BOP) untuk LKM Ketentuan mengenai biaya operasional untuk LKM menggunakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Tingkat Masyarakat.

4.1.4

Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK (TFM-HIK) Tim fasilitator masyarakat Paket Pamsimas HIK didanai dengan APBD diluar porsi APBD untuk Paket Pamsimas HIK. Besaran pendanaan dari APBD untuk TFM-HIK ini sekurang-kurangnya sama dengan yang diterapkan Pamsimas bagi TFM reguler. Ketentuan dan tata cara pencairan BOP Panitia Kemitraan dan pembayaran TFM HIK ditetapkan oleh masing-masing kabupaten/kota pelaksana Paket Pamsimas HIK.

4.2

TATA CARA PENCAIRAN BLM PAKET PAMSIMAS HIK
Tata cara pencairan BLM Paket Pamsimas HIK pada prinsipnya mengikuti mekanisme penyaluran dana Pamsimas reguler. Perbedaan antara Pamsimas Reguler dengan HIK adalah pada HIK pencairan BLM dilakukan dalam dua tahap sementara pada Pamsimas Reguler dilakukan dalam tiga tahap. Pencairan dana BLM Paket Pamsimas HIK tahap I adalah pencairan dana BLM APBN, dan tahap II adalah pencairan dana BLM APBD, masing-masing 100% dari porsi anggaran dalam Paket Pamsimas HIK atau sebaliknya mana yang tersedia terlebih dahulu. Dana BLM APBN dapat dicairkan setelah dokumen berikut ini lengkap: 1. Adanya salinan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kabupaten/kota yang memuat anggaran APBD untuk Paket Pamsimas HIK sesuai komitmen yang disampaikan dalam pengajuan proposal Paket Pamsimas HIK; 2. Adanya SK Bupati/Walikota perihal penetapan desa/kelurahan lokasi pemanfaatan Paket Pamsimas HIK beserta alokasi pagu bagi setiap desa/kelurahan; 3. Adanya surat Satker PKPAM Provinsi perihal rekomendasi pencairan porsi APBN ke kabupaten/kota. Untuk setiap pendanaan yang telah dicairkan (APBN atau APBD), pemanfaatan dana untuk setiap porsi (APBN dan APBD) dilakukan dua kali, yaitu pemanfaatan tahap pertama sebesar 70%, dan sisa dana 30% dapat dicairkan jika LKM sudah melaporkan pertanggungjawaban penggunaan dananya. Laporan Pertanggungjawaban Dana (LPD) harus disusun saat pemanfaatan dana mencapai minimal 90%. LPD akan dilaporkan dan diverifikasi oleh DMAC CD dan FM.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

30

3(04-0(4 ’%&’

Untuk desa perluasan, diperlakukan seperti desa regular Pamsimas, sedangkan untuk desa pengembangan dan desa optimalisasi diperlakukan seperti desa HID. Untuk keterangan lebih lengkap harap merujuk pada SOP Pengelolaan Keuangan HIK.

4.3

PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN
Dana BLM Paket Pamsimas HIK akan diberikan per kabupaten, dimana pendanaan akan bersumber dari APBD dan APBN. Setiap desa yang mendapat BLM Paket Pamsimas – HIK akan didanai oleh APBD dan APBN dengan porsi yang sama. Tabel berikut ini menjelaskan jadwal pelaporan pertanggungjawaban keuangan Paket Pamsimas HIK di tingkat desa/kelurahan. Perihal
Akuntabilitas keuangan dan program Rekening atas nama LKM Tanda tangan rekening Penyusunan pembukuan Pemeriksaan pembukuan Pengukuran kinerja keuangan LKM LKM Tiga orang (LKM dan satlak) LKM/Satlak Fasilitator HIK bidang pemberdayaan dan FMA DMAC (District FMS) Fasilitator HIK bidang pemberdayaan dan FMA DMAC (District FMS)

Pelaksana
NA

Waktu

Awal/sebelum masuknya BLM NA Setiap akhir bulan Setiap akhir bulan Setiap akhir bulan

Pembukuan disusun sejak masuknya dana ke rekening LKM (termasuk dana in cash). Pengukuran kinerja dilakukan setiap bulan dari masuknya dana ke rekening LKM. Pengukuran kinerja akan berakhir pada saat Laporan Pertanggungjawaban Dana (LPD) terakhir sudah dapat diterima dan diverifikasi oleh FMA DMAC (District FMS). Akuntabilitas penggunaan dana ada di Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota. Sehingga Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota wajib melakukan rekonsiliasi bulanan dana yang diterima oleh kabupaten/kota dan juga pertanggungjawaban bulanan BOP. Hal ini diperlukan untuk memastikan akuntabilitas dana yang telah diserahkan ke kota/kabupaten dan untuk mengetahui aliran dana. Rekonsiliasi bulanan akan diperiksa dan dicek oleh DMAC CD dan District FMS. SOP pencairan BLM Paket Pamsimas HIK beserta format format yang akan digunakan dalam proses pencairan dana akan disampaikan terpisah, namun tetap merupakan satu kesatuan dengan Juknis Paket Pamsimas HIK ini.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

31

3(04-0(4 ’%&’

BAB 5. PEMANTAUAN DAN PELAPORAN
Pemantauan dan pelaporan terkait dengan penyelenggaraan HIK terbagi ke dalam dua tingkat, yaitu tingkat kabupaten/kota dan tingkat desa/kelurahan. Kegiatan dan hasil pemantauan ini akan berkaitan langsung dengan data SIM Pamsimas. Oleh karena itu setiap kemajuan penyelenggaraan HIK dapat dipantau langsung oleh berbagai pelaku Pamsimas, baik tingkat nasional, tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota.

5.1

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN TINGKAT KABUPATEN/KOTA
Pemantauan kinerja penyelenggaraan HIK tingkat kabupaten/kota diuraikan dalam tabel berikut ini. No.
1. 2. 3.

Indikator
Penandatangan MoU antara Pemerintah dengan Bupati/Walikota terkait dengan Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK SK DJCK mengenai daftar Kabupaten/Kota penerima HIK dan pagu indikatifnya SK Kabupaten/Kota mengenai Pembentukan Panitia Kemitraan Kabupaten/Kota SK Kabupaten/Kota mengenai daftar desa penerima Paket Pamsimas HIK, dan pagu indikatif terbagi atas desa perluasan, desa pengembangan dan desa optimalisasi Mobilisasi dan pelatihan fasilitator pendamping desa-desa penerima Paket Pamsimas HIK Penyampaian DPA untuk penyediaan dana APBD dalam Porsi Paket Pamsimas HIK Uji petik atau pemantauan pelaksanaan Paket Pamsimas HIK tingkat desa/kelurahan Pelaporan penggunaan dana BOP Panitia Kemitraan SK Kabupaten/Kota mengenai Laporan Akhir Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK

Penanggungjawab
CPMU CPMU TKK Panitia Kemitraan Satker Pamsimas/ DPMU TKK Panitia Kemitraan Panitia Kemitraan TKK

Periode Pelaporan
1 kali 1 kali 1 kali

Jadwal
September 2012 Oktober 2012 September 2012

4.

1 kali

November 2012

5. 6. 7. 8. 9.

1 kali 1 kali 3 Bulan 1 kali 3 bulan 1 kali 1 kali

Sesuai workplan 2013 Februari 2013 Sesuai workplan 2013 Sesuai Work Plan Panitia Kemitraan Desember’13

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

32

3(04-0(4 ’%&’

Pemantauan kinerja penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK ini akan berhubungan dengan data SIM Pamsimas melalui pengisian modul terkait. Modul penyelenggaraan HIK dan tata cara pengisiannya untuk tingkat kabupaten/kota akan disediakan secara terpisah dari petunjuk teknis ini. Pengisian modul dibantu oleh fasilitator dan konsultan.

5.2

PEMANTAUAN DAN PELAPORAN DESA/KELURAHAN
Pemantauan dan pelaporan tingkat desa/kelurahan adalah sesuai dengan pemantauan dan pelaporan pada Pamsimas reguler sebagai berikut: 1. 2. Pada desa perluasan menggunakan indikator yang sama dengan desa reguler Pamsimas Pada desa pengembangan dan optimalisasi menggunakan indikator yang sama dengan desa HID

Modul penyelenggaraan HIK dan tata cara pengisiannya untuk tingkat desa/kelurahan disediakan terpisah, dengan tetap mengacu pada modul terkait untuk desa reguler dan desa HID.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

33

Lampiran

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 1 FORMAT DATA PENILAIAN PROPOSAL
Nama Kab/Kota:____________________________ Provinsi:____________________________________________ (1) Jumlah penduduk pemanfaat SPAM dengan pendekatan Pamsimas sampai dengan Tahun 2012: ________________(jiwa) (2) Target tambahan penerima manfaat SPAM melalui pelaksanaan Paket Pamsimas-HIK Tahun 2013:________________(jiwa) (3) Kontribusi Paket Pamsimas-HIK 2013 terhadap kenaikan jumlah penduduk pemanfaat SPAM dengan pendekatan Pamsimas = (2)/(1)*100% = ________% (4) Jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 ________________(jiwa) atau ____% dari total penduduk kabupaten/kota (5) Target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 ________________(jiwa) atau ____% dari total penduduk kabupaten/kota. (6) Jumlah investasi dalam proposal: Rp____________________ (7) Rasio biaya investasi per tambahan penerima manfaat Rp ________/jiwa (8) Surat Pernyataan Bupati/Walikota perihal penyediaan APBD: (9) Pendanaan APBD dalam proposal tidak kurang dari 40%: (10) Pengajuan Jumlah BLM APBN: Rp____________________ ADA YA TIDAK ADA TIDAK Rp____________________

No 1

Kriteria Penilaian Kinerja Kab/Kota Jumlah desa selisih realisasi terhadap kewajiban replikasi sampai dengan akhir tahun sebelumnya (desa) Status dokumen rencana daerah yang digunakan sebagai acuan kegiatan penyediaan air minum

SKOR 0 0 1 1-4 2 5-8 3 9-12 4 13-16 5 > 17

Sumber Data SIM

Data

Skor

2

Belum menyusun

Proses

Draft

Draft Akhir

Telah Ekspose

Perbup/Perwali Perda RPJMD

Lampiran proposal

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

34

3(04-0(4 ’%&’

No

Kriteria Penilaian Kinerja Kab/Kota dan sanitasi berbasis masyarakat dalam proposal Persentase jumlah desa dengan SAM berfungsi baik Persentase jumlah desa dengan BPSPAMS berkinerja tinggi Persentase jumlah dusun SBS selama 2008-2011 % Target tambahan penerima manfaat SAM terhadap jumlah penerima manfaat s/d tahun 2012 % kesenjangan jumlah akses air minum tahun 2011 dengan target kabupaten/kota pada tahun 2013 Upaya Pemda dalam RKPD untuk menangani desa-desa belum/tidak berfungsi Skor maksimal

SKOR 0 1 2 3 4 5

Sumber Data

Data

Skor

3 4 5 6

< 75 < 50 < 20 0-5

76-80 51-55 21-25 6-11

81-85 56-60 26-30 12-17

86-90 61-65 31-35 18-23

91-95 66-70 36-40 24-29

>96 >71 >41 > 30

SIM*) Lampiran proposal SIM Data proposal, Format data penilaian proposal baris 3 Data proposal Data Lampiran proposal dan

7

< 10

11-15 < 20% desa belum/tidak berfungsi

16-20

21-25 41%-60% desa belum/tidak berfungsi

26-30

> 35 > 80% desa belum/tidak berfungsi

8

21%- 40% desa belum/tidak berfungsi

61%-80% desa belum/tidak berfungsi

40

Perolehan skor

*) Jika data belum tersedia pada SIM, maka sumber data yang digunakan adalah lampiran proposal.

Perhitungan Skor Akhir Proposal Kabupaten/Kota
No 1 2 3 Kriteria Alokasi APBD Rasio Efisiensi Skor Data Kinerja Skor maksimal 15 SKOR*) 1 2 3 4 5 Sumber Data Proposal Proposal Proposal Perolehan skor Data Skor

*) Data untuk masing-masing skor disusun berdasarkan proposal yang diterima
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

35

3(04-0(4 ’%&’

Petunjuk Pengisian Format 1: Baris (1) Baris (2) Diisi dengan data jumlah penduduk pemanfaat SPAM (dalam jiwa) dengan pendekatan Pamsimas sampai dengan Tahun 2012 sebagaimana data SIM Pamsimas. Diisi dengan data jumlah target tambahan penerima manfaat (dalam satuan jiwa) sebagaimana dimuat dalam proposal. Diisi dengan rasio (dalam persentase) antara target tambahan penerima manfaat pelaksanaan Paket Pamsimas-HIK terhadap jumlah penduduk pemanfaat SPAM dengan pendekatan Pamsimas sampai dengan Tahun 2012. Contoh: Jika data jumlah target tambahan penerima manfaat = 7000 jiwa, jumlah pemanfaat SPAM dengan pendekatan Pamsimas sampai dengan Tahun 2012 = 35000 jiwa, maka persentase diisi dengan 7000/35000 atau 20% Baris (4) Diisi dengan data jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 (dalam satuan jiwa) sebagaimana dimuat dalam proposal, dilengkapi dengan lampiran sumber data, misalnya Laporan Hasil Renja Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2011 atau Laporan Hasil RKPD 2011 atau Laporan Bupati/Walikota per Juli 2012 atau laporan lainnya yang digunakan kabupaten/kota. Salinan dokumen sumber data agar dilampirkan. Persentase diisi dengan rasio antara jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 terhadap jumlah penduduk kabupaten/kota tahun 2011. Baris (5) Diisi dengan data target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 (dalam satuan jiwa) sebagaimana dimuat dalam proposal. Persentase diisi dengan rasio antara target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 terhadap jumlah penduduk kabupaten/kota tahun 2013. Baris (6) Diisi dengan total biaya (dalam Rp) untuk melaksanakan kegiatan dalam proposal, sebagaimana dimuat dalam proposal.

Baris (3)

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

36

3(04-0(4 ’%&’

Baris (7) Baris (8) Baris (9)

Rasio biaya investasi per tambahan penerima manfaat = total biaya (dalam Rp) : target tambahan penerima manfaat (jiwa) Diisi dengan tanda X pada kotak yang sesuai Diisi dengan tanda X pada kotak yang sesuai dan menuliskan kembali jumlah pendanaan APBD sebagaimana dimuat dalam proposal Diisi dengan jumlah usulan pendanaan APBN sebagaimana dimuat dalam proposal

Baris (10)

Tabel Skor Penilaian diisi pada kolom Data dan kolom Skor. Kolom Data diisi berdasarkan sumber data. Kolom Skor diisi berdasarkan skor masing-masing data. Total Skor adalah hasil penjumlahan skor pada kriteria 1 s/d kriteria 8. Tabel Perhitungan Skor Akhir Proposal Kabupaten/Kota diisi berdasarkan seluruh proposal yang diterima. · · Kriteria Alokasi APBD menggunakan data jumlah APBD yang tertinggi dan yang terendah. Rentang data antara data tertinggi dan terendah kemudian dibagi menjadi 5 interval dan selanjutnya diberi skor 1 s/d 5 berdasarkan urutan nilai interval. Kriteria Rasio Efisiensi menggunakan data rasio efisiensi yang tertinggi dan yang terendah. Rentang data antara data tertinggi dan terendah kemudian dibagi menjadi 5 interval dan selanjutnya diberi skor 1 s/d 5 berdasarkan urutan nilai interval. Kriteria Skor Data Kinerja menggunakan data skor data kinerja yang tertinggi dan yang terendah. Rentang data antara data tertinggi dan terendah kemudian dibagi menjadi 5 interval dan selanjutnya diberi skor 1 s/d 5 berdasarkan urutan nilai interval. Kolom data diisi sesuai data pada Format Data Penilaian Proposal. Kolom skor diisi berdasarkan skor masing-masing data Total skor adalah hasil penjumlahan skor pada kriteria 1 s/d kriteria 3

·

· · ·

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

37

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 2

FORMAT PROPOSAL PAKET PAMSIMAS HIK
Nama Kabupaten/Kota:______________________ Nama Provinsi: ______________________ 1. Jumlah pemanfaat SPAM dengan Pendekatan Pamsimas s/d Tahun 2012: …………………jiwa 2. Jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 _________ (jiwa) atau ____% dari total penduduk tahun 2011 3. Target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 ____(jiwa) atau ____% dari total penduduk kab/kota 4. Jumlah desa Pamsimas (regular dan replikasi) sampai dengan 2011 dengan: a) Total jumlah desa 2008-2011 =…………..desa b) SAM berfungsi baik =…………..desa c) SAM berfungsi sebagian = …………..desa d) SAM tidak berfungsi = …………..desa e) SAM belum berfungsi = …………..desa f) RKPD 2013 telah memuat upaya Pemda untuk menangani SAM tidak berfungsi/belum berfungsi pada …………..desa (dilengkapi dengan salinan matriks RKPD yang memuat kegiatan tsb) 5. Jumlah desa Pamsimas (regular dan replikasi) sampai dengan 2011 dengan: a) BPSPAM berkinerja tinggi =…………..desa b) BPSPAM berkinerja sedang =…………..desa c) BPSPAM berkinerja rendah =…………..desa

Proposal Paket Pamsimas HIK Tahun Anggaran 2013
Kegiatan dalam Dokumen Rencana (2) Usulan Menu Pemanfaatan Paket (3) Target Tambahan Penerima Manfaat (Jiwa) (4) Rencana Jumlah Desa (5) Biaya per penerima manfaat (Rp/jiwa) (7) = (6)/(4)

No (1)

Biaya (Rp) (6)

Total Jumlah komitmen APBD RP.............................................atau…………………….% dari total kebutuhan investasi Perkiraan jumlah Fasilitator HIK yang akan dibiayai APBD adalah........orang untuk desa perluasan dan ........orang untuk desa pengembangan/optimalisasi Jumlah usulan pendanaan APBN RP..............................atau…………………….% dari total kebutuhan investasi Pemerintah Kab/Kota……… Menyetujui Bupati/Walikota Disusun oleh Ketua TKK (……..………………………..)
38

(.………………………...)

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

3(04-0(4 ’%&’

Petunjuk Pengisian Format 2: Format Proposal Paket Pamsimas HIK: Baris 1 Diisi dengan data jumlah pemanfaat SPAM dengan Pendekatan Pamsimas s/d Tahun 2012. Sumber data adalah SIM Pamsimas atau hasil pemantauan kab/kota sampai dengan Juni 2012. Diisi dengan data jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 (dalam jiwa). Persentase diisi dengan rasio antara jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2011 terhadap jumlah penduduk kabupaten/kota tahun 2011. Sumber data antara lain Laporan Hasil Renja Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2011 atau Laporan Hasil RKPD 2011 atau Laporan Bupati/Walikota per Juli 2012 atau laporan hasil pelaksanaan RAD AMPL Tahun 2011, data Susenas 2012, atau laporan lainnya yang digunakan kabupaten/kota. Data baris 2 dilengkapi dengan salinan sumber data. Baris 3 Diisi dengan data target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 (dalam satuan jiwa). Persentase diisi dengan rasio antara target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013 terhadap jumlah penduduk kabupaten/kota tahun 2013. Sumber data antara lain RPJMD, atau RKPD 2013, atau RAD 2011-2015, atau dokumen perencanaan lainnya yang digunakan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pembangunan air minum dan sanitasi daerah. Data baris 3 dilengkapi dengan salinan sumber data. Baris 4 Diisi berdasarkan data hasil pemantauan keberfungsian SAM dengan menggunakan Modul 7 SIM Pamsimas. Khusus untuk data SAM belum berfungsi didasarkan pada jumlah desa yang belum menyelesaikan kegiatan RKM yang tercantum dalam Quick Status SIM Pamsimas. Jika data pada Modul 7 SIM Pamsimas belum diupdate sampai dengan penyampaian proposal ini, proposal agar dilengkapi dengan laporan hasil pemantauan kabupaten/kota perihal keberfungsian SAM dengan menggunakan format 6 terlampir dan disahkan oleh Ketua TKK. Baris 5 Diisi berdasarkan data hasil pemantauan BPMD kabupaten/kota terhadap kinerja BPSPAMS. Proposal dilengkapi dengan laporan hasil pemantauan yang disahkan oleh Kepala BPMD Kab/Kota.

Baris 2

Proposal Paket Pamsimas HIK Kolom (1) Kolom (2) Diisi sesuai urutan pengisian Diisi dengan nama kegiatan yang tercantum dalam dokumen perencanaan daerah sebagai acuan penyusunan proposal, dilengkapi dengan lampiran salinan matriks dokumen perencanaan yang memuat kegiatan yang tercantum dalam proposal. Contoh 1: Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar bagi masyarakat
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

39

3(04-0(4 ’%&’

miskin Contoh 2: Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan berbasis masyarakat Kolom (3) Diisi dengan menu pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK untuk melaksanakan kegiatan pada kolom (2). Satu kegiatan dapat menjadi acuan bagi lebih dari satu menu pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK. Menu pemanfaatan terdiri dari perluasan atau pengembangan SPAM atau optimalisasi SPAM atau pengembangan dan optimalisasi SPAM. Diisi dengan target tambahan penerima manfaat dari setiap menu pemanfaatan pada kolom (3) Diisi dengan rencana jumlah desa untuk mencapai target tambahan penerima manfaat untuk setiap menu pemanfaatan pada kolom (3). Data rencana jumlah desa ini merupakan informasi awal dan tidak akan mempengaruhi penilaian proposal. Keputusan jumlah desa lokasi HIK dilakukan di tingkat kabupaten/kota penerima HIK dan ditetapkan dengan SK Bupati/Walikota. SK Bupati/Walikota perihal penetapan desa lokasi HIK disampaikan DJCK cq CPMU selambat-lambatnya pada November 2012. Diisi dengan kebutuhan biaya pada masing-masing menu pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK = biaya : target tambahan penerima manfaat Diisi dengan total jumlah pada kolom berkenaan, kecuali pada kolom 7. Baris Total pada kolom 7 adalah hasil bagi antara total biaya dengan total target tambahan penerima manfaat Diisi dengan jumlah BLM APBD yang dialokasikan Kab/Kota. Persentase diisi dengan rasio antara BLM APBD dengan total biaya

Kolom (4)

Kolom (5)

Kolom (6)

Kolom (7) Baris Total

Baris jumlah komitmen APBD

Baris Diisi dengan ancar-ancar jumlah fasilitator HIK yang dibiayai APBD jumlah berdasarkan menú pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK. Data ini digunakan fasilitator untuk penyiapan pelatihan TFM reguler dan TFM HID HIK yang akan dibiayai APBD Baris Diisi dengan jumlah BLM APBN yang diusulkan Kab/Kota. jumlah Persentase diisi dengan rasio antara BLM APBN dengan total biaya usulan pendanaan APBN

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

40

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 3

FORMAT PROPOSAL DESA/KELURAHAN UNTUK PAKET PAMSIMAS HIK
Nama Desa/Kelurahan:___________________ Nama Kecamatan: ______________________ Jumlah penduduk desa/kelurahan Tahun 2012 __________ jiwa Jumlah penduduk miskin Tahun 2012__________ jiwa Jumlah penduduk dengan akses air minum aman s/d Tahun 2012 __________ jiwa Target jumlah penduduk dengan akses air minum aman tahun 2013: __________ jiwa Sumber air baku: a. __________, kapasitas __________lt/dt, debit yang dapat dimanfaatkan __________lt/dt b. __________, kapasitas __________lt/dt, debit yang dapat dimanfaatkan __________lt/dt c. Dst 6) Kegiatan yang Diusulkan dalam Pemanfaatan Paket Pamsimas-HIK (beri tanda X pada salah satu kegiatan sesuai usulan desa): a. Perluasan b. Pengembangan c. Optimalisasi 7) Data Kondisi SPAM Saat ini:
No Lokasi Sistem (Perpipaan atau Bukan Jaringan Perpipaan) (3) Pengelola Kapasitas Pelayanan (jiwa) (5) Status Keberfungsian (%) (6) Potensi Tambahan Pemanfaat SAM (jiwa) (7)

1) 2) 3) 4) 5)

(1)

(2)

(4)

1 2 3
Total

8) Data Kondisi SPAM yang Direncanakan:

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

41

3(04-0(4 ’%&’

Proposal Paket Tahun Anggaran 2013
Sistem (Perpipaan atau Bukan Jaringan Perpipaan) (3) Biaya (Rp) Opsi Teknologi Kapasitas Sistem (lt/dt) Kapasitas Pelayanan (jiwa) Target Tambahan Pemanfaat SAM (jiwa) Usulan Dana Paket (10)

No

Lokasi

Total

Kontribusi Masyarakat

(1)

(2)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

1 2 3
Total

Menyetujui Kepala Desa/Lurah

Disusun Oleh Ketua Tim Penyusun Proposal/LKM

(………………………………)

(………………………………)

Petunjuk Pengisian Format 3: Format Proposal Desa/Kelurahan Untuk Paket Pamsimas HIK Baris 1 Baris 2 Diisi dengan jumlah penduduk desa/kelurahan tahun terakhir Diisi dengan jumlah penduduk miskin di desa/kelurahan berdasarkan data tahun terakhir Diisi dengan jumlah penduduk desa/kelurahan yang memiliki akses air minum aman berdasarkan data tahun terakhir Diisi dengan target jumlah penduduk desa/kelurahan dengan akses air minum aman tahun 2013 (jiwa) Diisi dengan jenis-jenis sumber air baku yang akan dimanfaatkan, lengkap dengan data kapasitas sumber air baku dan data debit yang saat ini dapat dimanfaatkan Diisi dengan memberi tanda X pada salah satu pilihan kegiatan yang diusulkan.

Baris 3 Baris 4

Baris 5

Baris 6

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

42

3(04-0(4 ’%&’

Baris 7

Data kondisi SPAM saat ini diisikan pada Tabel yang disediakan · · · · · · Kolom lokasi diisi dengan nama dusun yang telah dilayani SPAM Kolom Sistem diisi dengan salah satu: perpipaan atau bukan jaringan perpipaan Kolom Pengelola diisi dengan penyelenggara/pengelola SPAM tsb, apakah BPSPAMS, Badan Usaha Swasta, PDAM, dll Kolom Kapasitas Pelayanan diisi dengan jumlah jiwa yang dilayani pada setiap lokasi Kolom Status keberfungsian diisi dengan berapa % keberfungsian SPAM saat ini Kolom Potensi Tambahan Pemanfaat SAM diisi dengan potensi tambahan pemanfaat SAM jika dilakukan pengembangan/optimalisasi.

Proposal Paket Tahun Anggaran 2013 Kolom (1) Kolom (2) Kolom (3) Kolom (4) Diisi sesuai urutan pengisian Diisi dengan lokasi pelaksanaan Paket (nama dusun, dapat lebih dari satu dusun) Diisi dengan usulan sistem yang direncanakan: perpipaan atau bukan jaringan perpipaan Diiisi dengan pilihan teknologi Sarana Air Minum, contoh penangkap mata air gravitasi, penangkap amata air sistem pompa, sumur bor dalam dengan pompa, dll (selengkapnya dapat mengacu pada Buku Katalog Informasi Pilihan Sarana Air Minum). Data opsi teknologi dalam proposal ini sebagai informasi awal dan tidak mempengaruhi penilaian proposal. Ketetapan opsi teknologi dilakukan pada saat penyusunan PJM Proaksi atau RKM Diisi dengan kapasitas sistem yang direncanakan Diisi dengan kapasitas pelayanan yang direncanakan Diisi dengan target tambahan pemanfaat SAM. Target tambahan pemanfaat SAM maksimal sama dengan kapasitas pelayanan yang direncanakan Diisi dengan total biaya untuk setiap kegiatan Diisi dengan kesiapan kontribusi masyarakat (baik dalam in cash dan in kind) Diisi dengan jumlah usulan dana Paket Diisi dengan total jumlah pada kolom berkenaan.

Kolom (5) Kolom (6) Kolom (7)

Kolom (8) Kolom (9) Kolom (10) Baris Total

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

43

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 4

HASIL PELAKSANAAN PAKET PAMSIMAS HIK

Nama Kab/Kota:____________________________ Provinsi:____________________________________________

1) Target tambahan penerima manfaat Paket Pamsimas HIK: ……………………...jiwa 2) Jumlah desa/kelurahan lokasi penerima Paket Pamsimas HIK: …………………desa 3) Jumlah nilai Paket Pamsimas HIK (APBD dan APBN dan kontribusi masyarakat): Rp………………………………
Target Tambahan Jumlah Penduduk yang Mengakses Air Minum yang Layak (Jiwa) Realisasi Tambahan Jumlah Penduduk yang Mengakses Air Minum yang Layak (Jiwa) Total Alokasi Dana APBD dan APBN (Rp) Sumber Pendanaan (Rp) APBD Total Realisasi Total APBN Realisasi In Cash Total Realisasi Total In Kind Realisasi

No

Nama Desa

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa)

Kegiatan

Opsi Teknologi yang Digunakan

Total Biaya Pembangunan SAM (Rp)

1 2 3 Dst Total

Menyetujui Kepala Bappeda

Disusun oleh Ketua Panitia Kemitraan

(…………………………….)

(………………………………)

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

44

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 5

LAPORAN PELAKSANAAN PAKET PAMSIMAS HIK
TRIWULAN……..Tahun 2013

Nama Kab/Kota:____________________________ Provinsi:____________________________________________

1) Target tambahan penerima manfaat Paket Pamsimas HIK: ……………………...jiwa 2) Jumlah desa/kelurahan lokasi penerima Paket Pamsimas HIK: …………………desa 3) Jumlah nilai Paket Pamsimas HIK (APBD dan APBN dan kontribusi masyarakat): Rp………………………………
Total Dana Pembiayaan SAM (Rp) Penyerapan Dana (RP) s.d akhir triwulan**) APBD APBN In Cash In Kind

No

Nama Desa

Kegiatan

Target Tambahan Jumlah Penduduk yang Mengakses Air Minum yang Layak (Jiwa)

% Kemajuan Konstruksi s.d akhir triwulan*)

% Penyerapan Dana s.d akhir Triwulan

1 2 3 Dst Total

*) sumber data DPMU dan DMAC

**) sumber data Satker PIP Kab/Kota dan DMAC Menyetujui Kepala Bappeda Disusun oleh Ketua Panitia Kemitraan

(…………………………….)

(………………………………)
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

45

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 6

Pemantauan Kondisi SPAM Tahun 2008-2011
FORMAT PEMANTAUAN KONDISI SPAM TAHUN 2008 - 2011 KABUPATEN :……………………………………….. PROPINSI : ………………………………………….
Iuran bulanan No 1 1 2 Tahun 2008 Kecamatan Kecamatan dst Tahun 2009 Kecamatan Kecamatan dst Tahun 2010 Kecamatan Kecamatan dst Tahun 2011 Kecamatan Kecamatan dst Kabupaten/Kecamatan/Desa 2 Desa ….. Desa ….. Sistem SAM 3 Kapasitas (lt/dtk) 4 Berfungsi/Berfungsi tidak maksimal/ Tidak berfungsi 5 Tanpa Iuran 6 Diterapkan iuran bulanan ttp tdk mencukupi unt kebutuhan O& M 7 Diterapkan iuran bulanan dan mencukupi unt kebutuhan O& M 8 Diterapkan Iuran bulanan dan telah mencukupi untuk biaya O & M 9 Keterangan 10

1 2

Desa ….. Desa …..

1 2

Desa ….. Desa …..

1 2

Desa ….. Desa …..

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

46

3(04-0(4 ’%&’

Keterangan pengisian : 1) Kolom 2- diisi dengan nama kecamatan dan nama desa sesuai tahun pelaksanaan program Pamsimas 2) Kolom 3- Sistem SAM diisi dengan : · Perpipaan mata air gravitasi · Perpipaan mata air pompa · Perpipaan Sumur bor & pompa · Sumur Gali & pompa · Sumur gali & kerekan · Tapping PDAM · Penampungan Air Hujan · Perpipaan Pengolahan Air & pompa · Perrpipaan Pengolahan Air & gravitasi Dalam 1 desa dimungkinkan lebih dari 1 sistem yang dibangun 3) 4) Kolom 4- diisi dengan kapasitas sistem yang dibangun Kolom 5- diisi dengan kondisi sistem "saat ini" berfungsi : bila semua sistem berfungsi berfungsi tidak maksimal : ada sistem yang tidak berfungsi (contoh : dari 2 sistem yang dibangun , hanya 1 sistem yang berfungsi) tidak berfungsi : seluruh sistem tidak berfungsi Kolom 6, 7, 8 diisi sesuai kondisi yang ada saat ini : Ya dengan tanda V Tidak dengan tanda X 6) 7) Kolom 6, 7, 8, 9 - diberi tanda V sesuai dengan kondisi yang ada saat ini Kolom 10 - diisi dengan : permasalahannya apabila sistem tidak berfungsi maksimal atau sistem tidak berfungsi

5)

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

47

3(04-0(4 ’%&’

FORMAT 7

FORMAT PEMANTAUAN KINERJA BADAN PENGELOLA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI (BP-SPAMS) PROGRAM PAMSIMAS
BP-SPAMS KECAMATAN KABUPATEN OPSI SAM : : : : DESA CAKUPAN LAYANAN PROVINSI TAHUN BERDIRI KONDISI REAL BP-SPAMS RENDAH
3 TIDAK ADA

: : ......DUSUN : :

NO
1

INDIKATOR / SUB INDIKATOR
2

(1)
4 1

SEDANG
5

(2)
6

TINGGI
7 ADA

(3)
8 3

KET.
9

A

DOKUMEN PERENCANAAN
1. RENCANA KERJA (INVESTASI) BPSPAMS Jumlah

B

PENGELOLAAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN
1. PEMBUKUAN TIDAK ADA PEMBUKUAN 1 ADA, BUKU KAS, IURAN DAN HARIAN 2 LENGKAP, BUKU HARIAN, IURAN, KAS, DAN LAPORAN KEU.
ADA

3

2.

3. 4.

DAFTAR INVENTARIS / ASET YANG DIKELOLA IURAN PERBANDINGAN IURAN (I) & BIAYA OPERSIONAL DAN PEMELIHARAAN (OP) Jumlah Kondisi Sarana Air Minum yang berfungsi Jumlah Penduduk yang sudah akses pada air minum yang layak saat ini Jumlah Penduduk dengan akses pada air minum berdasarkan kapasitas system air minum yang

TDK ADA

1

3

TDK ADA

1 1 2 I >= OP

ADA I >= OP, dan pengembangan (cost recovery)

3 3

I < OP

C

KINERJA LAYANAN AIR MINUM DAN SANITASI
1. 2. < 40% (tidak berfungsi) < 40% 1 1 40-80% (sebagian) 40-80% 2 2 >80%-100% (berfungsi baik) >80%-100% 3 3

3.

< 40%

1

40-80%

2

>80%-100%

3

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

48

3(04-0(4 ’%&’

NO
1 4.

INDIKATOR / SUB INDIKATOR
2 terbangun. Jumlah Penduduk yang belum Akses air minum yang layak saat ini Jumlah penduduk dengan akses jamban sehat Jumlah Dusun telah mencapai SBS 100% Jumlah dusun yang menerapkan CTPS Jumlah Rencana Kemitraan Persentase realisasi kegiatan kemitraan terhadap rencana kemitraan/kerja sama Jumlah
TOTAL NILAI

KONDISI REAL BP-SPAMS RENDAH
3 >60%

(1)
4 1

SEDANG
5 20-60%

(2)
6 2

TINGGI
7 <20%

(3)
8 3

KET.
9

5. 6. 7.

< 40% < 40% < 40%

1 1 1

40-60% 40-60% 40-60%

2 2 2

>60% >60% >60%

3 3 3

D

KEMITRAAN
1. 2. BELUM ADA < 25 % 1 1 25-50% 2 ADA 50% 3 3

14

23 s/d 29

42

Analisis Hasil Pengukuran (Skala Kinerja): Total Nilai < 23 Total Nilai 23 - 32 Total Nilai > 32 : Kinerja RENDAH : Kinerja SEDANG : Kinerja TINGGI

KESIMPULAN: .......................................................................................... REKOMENDASI: · Aspek Teknis............................................................................... · Aspek Kesehatan dan Sanitasi ................................................... · Aspek Kelembagaan.................................................................... ……./tanggal…… Di nilai oleh: BPMD Kab/Kota……. Nama NIP.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

49

3(04-0(4 ’%&’

PETUNJUK PENGISIAN FORMAT 7:
LANGKAH I: Kolom 1 Kolom 2 Kolom 3, 5 dan 7 Kolom 4,6, dan 8 Nomor dari indikator yang dinilai, kolom ini tidak perlu diisi Indikator dan Sub Indikator yang akan dinilai, kolom ini tidak perlu diisi Berikan tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan kondisi real BPSPAMS, untuk setiap Sub Indikator yang dinilai. Kolom ini menunjukkan nilai yang akan diberikan pada kondisi real BPSPAMS untuk setiap Sub Indikator Jumlahkanlah nilai masing-masing Sub Indikator. Khusus untuk Kolom 6, nilai totalnya berkisar antara 23 s/d 29 karena untuk beberapa Sub Indikator (A-1; B-2 dan B-3) hanya ada 2 penilaian (rendah dan tinggi) Total Nilai adalah hasil penjumlahan dari Total Nilai dari kolom 4,6 dan 8. Diisikan jika perlu ada penjelasan spesifik terhadap kondisi BPSPAMS pada Sub Indikator yang dimaksud.

Kolom 9

LANGKAH II: Setelah mendapatkan Total Nilai, selanjutnya perhatikan analisis hasil pengukuran (Skala Kinerja). Sesuaikan Total Nilai tersebut dengan Skala Nilai yang sudah ditetapkan maka akan dapat disimpulkan Kriteria Kinerja BP-SPAMS yang bersangkutan (Rendah, Sedang atau Tinggi) LANGKAH III: Berikan rekomendasi hal-hal yang perlu dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan dan/atau kinerja BP-SPAMS pada aspek-aspek teknis, kesehatan dan sanitasi, serta kelembagaan. Catatan: Untuk saat ini, pemantauan/pengukuran kinerja BP-SPAMS dilakukan oleh BPMD Kab/Kota. Untuk keberlanjutan, kegiatan pemantauan/pengukuran kinerja BP-SPAMS dilakukan oleh Pemerintah Desa.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

50

3(04-0(4 ’%&’

Lampiran Peran dan Tanggung-jawab DMAC, FK, PMAC, CMAC dan Advisory dalam Penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK No
1.

Pelaku
DMAC

Tugas
DMAC-Teknik 1. Memberikan konsultasi dan pengawasan kepada TFM HIK-Teknik dalam perancangan teknis SPAM Desa 2. Menfasilitasi pembahasan rancangan teknis (desain) SPAM Desa antara DPMU dengan TFM HIK-Teknik 3. Memastikan pembangunan/pengembangan/optimalisasi SAM sesuai dengan rancangan teknis dan memenuhi standar teknis 4. Memastikan rancangan teknis dalam RKM memenuhi prinsip efisiensi biaya. 5. Bersama DMAC Kesehatan dan Pemberdayaan melakukan uji petik sebesar 50% dari total desa Paket Pamsimas 6. Membantu Panitia Kemitraan dalam mengevaluasi RKM 7. Membantu DPMU untuk memastikan ketepatan waktu pelaksanaan konstruksi 8. Membantu DPMU dalam menilai kinerja pendampingan TFM HIK-Teknik 9. Menfasilitasi pembahasan terkait perencanaan, pelaksanaan, dan potensi keberlanjutan SAM bersama TFM regular-Teknis, TFM HIK-Teknis, dan FK-Teknis 10. Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan konstruksi berdasarkan laporan TFM HIKTeknis 11. Memastikan TFM HIK mengisi logbook HIK dengan benar dan tepat waktu DMAC-Kesehatan dikhususkan untuk desa-desa perluasan 1. Memberikan konsultasi dan pengawasan kepada TFM HIK-Kesehatan dalam pelaksanaan siklus kegiatan Pamsimas di tingkat Masyarakat 2. Menfasilitasi pembahasan kegiatan sanitasi dalam RKM antara DPMU (Dinkes) dengan TFM HIK-Kesehatan 3. Bersama DMAC Kesehatan dan Pemberdayaan melakukan uji petik sebesar 50% dari total desa Paket Pamsimas 4. Memantau kinerja pendampingan TFM HIK-Kesehatan 5. Memberikan masukan kepada DPMU perihal kinerja TFM HIK-Kesehatan 6. Menyusun laporan kemajuan pendampingan di bidang kesehatan berdasarkan laporan TFM HIK-HH (Health and Hygiene) 7. Memastikan TFM HIK mengisi logbook HIK dengan benar dan tepat waktu

DMAC-Pemberdayaan Masyarakat 1. Membantu TKK dan Panitia Kemitraan dalam mengorganisasikan kegiatan sosialisasi Paket Pamsimas kepada desa/kelurahan dan kecamatan. 2. Memberikan konsultasi kepada TFM HIK-Pemberdayaan dalam bidang pemberdayaan masyarakat 3. Menfasilitasi pembahasan kegiatan pemberdayaan dalam RKM antara DPMU (BPMD) dengan TFM HIK-Pemberdayaan 4. Bersama DMAC Kesehatan dan Pemberdayaan melakukan uji petik sebesar 50% dari total desa Paket Pamsimas 5. Bersama FK bidang pemberdayaan, membantu TKK dalam pembentukan Panitia Kemitraan dalam rangka memastikan kelengkapan unsure anggota Panitia Kemitraan. 6. Membantu Panitia Kemitraan dalam mengevaluasi RKM 7. Membantu DPMU untuk memastikan ketepatan waktu dan mutu pelaksanaan kegiatan pemberdayaan 8. Membantu DPMU dalam menilai kinerja pendampingan TFM HIK-Pemberdayaan
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

51

3(04-0(4 ’%&’

No

Pelaku
9. 10. 11. 12. 13.

Tugas
Menfasilitasi pembahasan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan bersama TFM regular-Pemberdayaan, TFM HIK-Pemberdayaan, dan FK-Pemberdayaan Menyusun laporan kemajuan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan berdasarkan laporan TFM HIK-Pemberdayaan Memastikan TFM HIK mengisi logbook HIK dengan benar dan tepat waktu Memastikan semua fasilitator HIK hadir pada hari SIM (MIS Day) Membantu DPMU dalam memberikan rekomendasi pencairan dana Paket

Asisten FM 1. Memantau laporan kinerja keuangan Paket Pamsimas yang disusun oleh TFM HIK Pemberdayaan 2. Memastikan laporan kinerja keuangan Paket Pamsimas dimuat dalam SIM Pamsimas Operator: Memuat logbook SIM Modul HIK ke dalam Website Pamsimas 2 Fasilitator Keberlanjutan FK-Teknik 1. Memberikan konsultasi dalam penyusunan rencana kerja BP-SPAMS untuk peningkatan kinerja SAM 2. Memberikan konsultasi kepada TFM-HIK Teknis dalam memastikan keberlanjutan keberfungsian SAM 3. Memantau tingkat keberfungsian SAM pada desa-desa Paket Pamsimas FK-Kesehatan 1. Memberikan konsultasi dalam penyusunan rencana kerja BP-SPAMS untuk peningkatan cakupan akses sanitasi 2. Memberikan konsultasi kepada BP-SPAMS dalam memastikan keberlanjutan pendataan akses sanitasi FK-Pemberdayaan 1. Bersama FK bidang pemberdayaan, membantu TKK dalam pembentukan Panitia Kemitraan dalam rangka memastikan kelengkapan unsure anggota Panitia Kemitraan, khususnya dari unsure asosiasi pengelola SPAM perdesaan 2. Mendorong BP-SPAMS desa-desa Paket Pamsimas menjadi anggota asosiasi pengelola SPAM perdesaan. 3. Memastikan desa-desa Paket Pamsimas telah memiliki KPM yang focus pada AMPL desa/kelurahan. 4. Bersama Tim Fasilitator keberlanjutan bidang lain memberikan konsultasi bagi penyusunan rencana kerja BP-SPAMS 3. PMAC 1. 2. 3. 4. CMAC dan Advisory Memberikan pelatihan sebagaimana pelatihan kepada TFM Pamsimas regular Memastikan kualitas pendampingan TFM HIK minimal sama dengan standar TFM Pamsimas regular Memberikan masukan kepada PPMU perihal kualitas pendampingan TFM HIK

Memberikan bantuan teknis kepada CPMU dan PIU dalam penyelenggaraan Paket Pamsimas HIK

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

52

3(04-0(4 ’%&’

Term Of Reference (TOR)
Tim Fasilitator Masyarakat Hibah Insentif Kabupaten

I.

LATAR BELAKANG

Pamsimas merupakan salah satu program pemerintah (pusat dan daerah) untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Pamsimas bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga miskin perdesaan dan pinggiran kota yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

Sebagai salah satu bentuk kemandirian pelaksanaan program pamsimas Pemerintah Kabupaten/kota telah menyelenggarakan program perluasan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dan siap menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat melalui kegiatan replikasi program Pamsimas. Dengan keberhasilan tersebut pemerintah pusat memberikan penghargaan dan dukungan kepada Kabupaten kota yang telah menunjukkan kinerja yang baik dalam pelaksanaan program Paket Pamsimas Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK).

Paket Hibah insentif kabupaten/kota adalah insentif bagi kabupaten/kota pelaksana Pamsimas yang telah menunjukkan kinerja baik selama pelaksanaan program Pamsimas 2008-2011. Insentif ini akan diberikan dalam bentuk dana dan bantuan teknis sebagai penghargaan dan dukungan kepada kabupaten/kota yang berkinerja baik, memiliki program perluasan pelayanan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, dan siap menerapkan pola kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah pusat dalam rangka percepatan pencapaian target MDGs bidang air minum dan sanitasi khususnya di perdesaan

Pelaksanaan Paket Pamsimas Hibah insentif Kabupaten diperlukan pendampingan ditingkat desa yang bertujuan untuk memastikan proses pelaksanaan program Paket HIK mulai dari tahap perencanaa hingga penyelesaian fisik pembangunan sarana air minum dan sanitasi serta memberikan pembinaan kepada LKM maupun BP-SPAMS untuk mampu secara mandiri menjamin keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan sarana terbangun serta bekerjasama dengan pihak-pihak lain.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

53

3(04-0(4 ’%&’

II.

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan penugasan tim fasilitator Paket HIK ini adalah untuk melakukan pendampingan maupun fasilitasi kepada LKM, BP-SPAMS dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan sarana air minum dan sanitasi sesuai dengan usulan dalam RKM yang telah disusun.

Sasaran pendampingan Fasilitator PAKET HIK adalah pada desa-desa sasaran yang telah diseleksi dan ditetapkan berdasarkan hasil penilaian oleh pemerintah kabupaten/kota tahun anggaran 2013.

III. RUANG LINGKUP Fasilitator Paket Pamsimas HIK merupakan satu kesatuan tim fasilitator yang terdiri dari 3 bidang keahlian, yaitu FM bidang pemberdayaan, FM bidang kesehatan dan FM bidang teknik Tim Fasilitator yang terdiri dari 1 tim yang saling bekerjasama dalam menjamin pelaksanaan program Paket Pamsimas HIK di desa sasaran. Fasilitator pendamping masyarakat dalam program HIK disebut Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK [TFM Paket HIK],TFM bertugas pada lokasi Perluasan dan atau Pengembangan dan Optimalisasi. TFM Paket Pamsimas HIK akan mempunyai “Sekertariat” di desa dan akan bekerja berkeliling mengunjungi desa-desa secara periodik/teratur. TFM dapat diwajibkan tinggal di desa untuk beberapa hari. Adapun tugas pokok dari TFM HIK adalah sebagai berikut; · Tugas pokok TFM untuk kegiatan Perluasan adalah memfasilitasi kegiatan penilaian, analisa dan penyusunan rencana kegiatan kelompok masyarakat sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Air Minum dan Sanitasi (RPJM Des Air Minum dan Sanitasi) dengan MPA/PHAST (Methodology For Participatory Assessment/Partipatory Hygiene And Sanitation Trasformation ) dan Visioning. Memberikan bantuan teknis kepada masyarakat desa, terutama Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) dan BPSPAMS dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program dalam peningkatan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi masyarakat. RPJM Des Air Minum dan Sanitasi akan dijabarkan ke dalam Rencana Kegiatan Masyarakat (RKM) untuk Program PAMSIMAS. Selanjutnya untuk kegiatan pengembangan dan optimalisasi TFM akan memfasilitasi LKM dan BP-SPAMS untuk melakukan review PJM-ProAKSi , penyusunan rencana kerja masyarakat serta pendampingan pelaksanaan kegiatan konstruksi sarana air minum dan sanitasi.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

54

3(04-0(4 ’%&’

Terkait dengan tugas pokoknya, TFM wajib mengadakan : a) Penyiapan rencana keseluruhan dalam penyediaan layanan fasilitasi kepada desa sasaran baik rencana tim maupun rencana individu. Oleh karena itu, jadwal tentative fasilitator secara tim maupun individu harus disepakati bersama antara TFM, Koordinator Fasilitator dan Provincial Management Advisory Consultant (PMAC). b) Pengumpulan/updating data primer dan sekunder secara intensif untuk keperluan monitoring yang berhubungan dengan input data indikator kunci pelaksanaan program. c) Membantu penyiapan Laporan Pelaksanaan di Desa (proses, konstruksi, dan pasca konstruksi); d) Melakukan kajian kebutuhan pelatihan masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan masyarakat secara periodik bersama dengan DPMU dan PMAC. e) Khusus untuk lokasi sasaran perluasan dan optimalisasi adalah memfasilitasi LKM dan BPSPAMS dalam penyusunan rencana dan pelaksanakan kegiatan optimalisasi dan pengembangan . · Fokus terpenting dari pekerjaan TFM Paket HIK adalah membantu masyarakat untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen yang dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatannya. Setiap TFM akan memfasilitasi 3-5 desa/tahun di tiap-tiap kabupaten/kota. IV. TUGAS, TANGGUNGJAWAB DAN PERSARATAN FASILITATOR MASYARAKAT PAKET PAMSIMAS HIK Dalam menjalankan tugasnya Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK bertanggung jawab dalam ; 1. Fasilitator Masyarakat untuk kegiatan perluasan Untuk menunjang tugas pokok dan bidang tugas TFM Paket Pamsimas HIK bidang perluasan, akan disebutkan secara rinci tugas masing-masing bidang Fasilitator (FM/HH, FM/WSS, FM/CD) di bawah ini. a. Fasilitator bidang Kesehatan / Health and Hygiene Facilitator (CF/HH) Bidang Tugas Fasilitator bidang Kesehatan ini bertugas melalukan promosi, pengawasan dan mendukung kegiatan kesehatan dan sanitasi masyarakat, termasuk program kesehatan sekolah di tingkat desa. Fasilitator akan menjalin kerjasama yang erat dengan LKM, staf PUSKESMAS setempat dalam bekerja, terutama sanitarian dan bidan desa, guru di sekolah setempat dan Kegiatan khusus yang dilakukan Fasilitator bidang Kesehatan adalah :
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

55

3(04-0(4 ’%&’

a) Membantu/memfasilitasi masyarakat setempat, terutama Lembaga Keswadayaan Masyarakat [LKM] dalam tahap perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program untuk meningkatkan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi bagi masyarakat. b) Menyelenggarakan pembahasan PHAST, bersama kelompok pria dan wanita di masyarakat, bekerja sama dengan guru sekolah setempat, petugas kesehatan, sanitarian, bidan desa, dan orang-orang lain yang dipandang sebagai sumber tenaga kesehatan di masyarakat. c) Membantu proses kajian, analisis dan rencana pelaksanaan LKM melalui metode PHAST, terutama dalam penyiapan RKM. d) Memastikan keterlibatan pihak terkait, termasuk golongan miskin dan yang terpinggirkan agar terlibat dalam penyusunan, review dan penyelesaian RKM. e) Mendukung dan membimbing LKM dalam penyusunan RKM. f) Bekerjasama dengan program PUSKESMAS dan sekolah setempat untuk promosi peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan perilaku hygiene/sanitasi. g) Memastikan kegiatan yang diusulkan dan dilaksanakan sesuai RKM mendukung promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi memenuhi kriteria proyek yang menuju pada pengurangan timbulnya penyakit terkait air, dengan melakukan review terhadap semua kegiatan RKM yang berkaitan dengan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi. h) Memberikan dukungan dan bantuan kepada guru sekolah setempat mengenai pelaksanaan Program Kesehatan Sekolah, termasuk monitoring kualitas air, tes kontaminasi tinja, pencegahan penyebaran cacing dan aktifitas lainnya. i) Memberikan dukungan dan bantuan kepada tim kesehatan setempat, termasuk petugas kesehatan, bidan desa dan tenaga kesehatan setempat lainnya dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan dan sanitasi masyarakat. j) Memonitor efektifitas promosi kesehatan sekolah dan masyarakat, pencegahan penyakit dan kegiatan sanitasi melalui sistem monitoring rutin, survey singkat tentang penyakit terkait air, dan menyelenggarakan diskusi kelompok (focus discussions group) bersama anggota masyarakat seperti guru, sanitarian, bidan desa dan kader desa lainnya. k) Membantu TKM melaksanakan CLTS (Community-Led Total Sanitation), dengan mengambil peran utama dalam mengadakan upaya pemicuan (ignition process) kepada masyarakat untuk mencapai 100% bebas BAB di tempat terbuka, membantu masyarakat untuk memonitor progress dan mengadakan perbaikan ulang bila diperlukan. l) Melakukan kajian kebutuhan pelatihan secara periodik dan memberikan pelatihan
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

56

3(04-0(4 ’%&’

kesehatan yang sesuai melalui proses pemberdayaan dan dukungan yang diperlukan oleh TKM dan kelompok masyarakat lainnya maupun individu masyarakat dalam mengelola dan memonitor peningkatan hygiene dan sanitasi selama dan setelah masa pkegiatan Paket Pamsimas HIK. m) Bersama dengan Fasilitator yang lain, membantu monitoring keberlanjutan dan menyiapkan hasil laporan dalam Field Book untuk DPMU, untuk selanjutnya dimasukkan dalam data base seperti yang disebutkan dalam MIS Guideline.

Persyaratan Kualifikasi Fasilitator bidang Kesehatan (CF/HH) harus memenuhi kriteria di bawah ini : a) S1 di bidang Kesehatan Masyarakat dan kesehatan Lingkungan dan maksimum berusia 45 tahun; b) Memiliki pengetahuan dasar tentang pelayanan kesehatan melalui pendidikan formal dan/atau non formal; c) Diutamakan memiliki pengalaman dalam program pemberdayaan masyarakat; d) Dapat berasal dari luar kabupaten/kota tempat penugasan, namun harus memahami bahasa dan budaya setempat. e) Mempunyai inisiatif tinggi dan mampu bekerja secara mandiri. f) Dipersyaratkan adanya kesetaraan gender dalam seleksi CF/HH. g) PPMU tidak akan mengesahkan TFM yang tidak memperhatikan kesetaraan gender (keseimbangan antara laki-laki dan perempuan) tanpa alasan yang kuat secara tertulis. b. Fasilitator bidang Penyediaan Air Minum & Sanitasi / Water & Sanitation Facilitator (FM/WSS); Bidang Tugas Fokus utama dari Fasilitator bidang Air Minum & Sanitasi (CF/WSS) untuk kegiatan perluasan dan pengembangan dan optimalisasi adalah membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan keterampilan teknis dan manajemen masyarakat untuk melaksanakan tugasnya melalui promosi, pengawasan dan dukungan penyediaan air bagi masyarakat, serta kegiatan kesehatan dan sanitasi. CF/WSS akan bekerja sama dengan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM). Kegiatan spesifik dari CF/WSS adalah sebagai berikut : a) Bekerja bersama-sama dengan masyarakat setempat, khususnya LKM, untuk melaksanakan Rapid Technical Assessment (RTA) terhadap sumber air setempat yang layak dan dapat digunakan untuk pengembangan system penyediaan air minum dan penilaian fasilitasi WSS eksisting di masyarakat.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

57

3(04-0(4 ’%&’

b) Bersama dengan TFM yang lain, berpartisipasi dalam sesi MPA/PHAST dengan masyarakat desa (khususnya yang diidentifikasi sebagai SDM teknis dari masyarakat) untuk membantu masyarakat mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan air minum dan sanitasi, menggunakan teknik partisipasi untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hubungan penting antara pengembangan air minum, hygiene dan perilaku hidup sehat. c) Berdasarkan data temuan RTA, mengembangkan opsi-opsi teknologi penyediaan air minum yang layak, estimasi biaya, berpartisipasi dalam presentasi hasil RTA kepada masyarakat, dan membantu masyarakat untuk memilih opsi yang terbaik dan paling sesuai dengan keadaan setempat (kebutuhan air, tingkat skala pelayanan, dan tingkat kemampuan bayar untuk konstruksi dan biaya operasionalisasi dan maintenance selanjutnya). d) Membuat preliminary design penyediaan air minum masyarakat dan sanitasi public yang masih minim di sekolah, termasuk estimasi biaya konstruksi dan estimasi tarif, kemudian mendiskusikannya dengan masyarakat. e) Mempersiapkan di tahap awal, proposal evaluasi lingkungan. f) Setelah memadukan/menggabungkan rancangan sesuai keinginan masyarakat, membantu TKM dengan mempersiapkan Detailed Engineering Design (DED), bersama dengan estimasi biaya dan usulan tarif air minum sehingga masyarakat memahami kontribusi secara financial sebagai bagian dari komitmen mereka berpatisipasi dalam program PAMSIMAS. g) Memastikan keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk hak mengemukakan pendapat bagi kelompok yang terpinggirkan terwakili dalam proses penyusunan rencana kegiatan dan finalisasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Menyediakan dukungan dan bimbingan yang diperlukan LKM dalam proses penyusunan RKM. h) Memastikan kegiatan yang diusulkan dan dilaksanakan sebagai bagian dari RKM untuk mendukung promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi memenuhi kriteria proyek dan mengarah pada pengurangan terjadinya penyakit terkait air melalui review aktifitas yang termuat dalam RKM tentang promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan sanitasi. i) j) Membantu LKM dalam pengusulan RKM ke DPMU untuk mendapatkan review dan persetujuan, Menfasilitasi masyarakat menyediakan material dan peralatan yang tidak dapat disediakan dari lokasi setempat berdasarkan prosedur pengadaan yang berlaku untuk mencegah penyimpangan, sehingga KPPN dapat dengan cepat mencairkan dan Block

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

58

3(04-0(4 ’%&’

Grant yang diperlukan untuk melaksanakan aktifitas di masyarakat.
k) Menyediakan pelatihan teknis kepada anggota masyarakat dalam membaca gambar teknik sederhana, memahami batasan desain teknis, dll termasuk pelatihan teknis yang spesifik kepada pengurus LKM dan anggota masyarakat dengan interpretasi yang lebih luas tentang gambar teknik, dan pelatihan teknis lain yang dibutuhkan. l) Membantu LKM dan masyarakat untuk melaksanakan kegiatan, Khususnya membantu dan mendukung LKM dalam supervisi pelaksanaan konstruksi dan memeriksa kualitas dan kuantitas pekerjaan konstruksi. m) Bersama dengan LKM, mereview bila ada usulan perubahan desain yang mungkin berdampak cukup signifikan terhadap biaya dan pelaksanaannya, melakukan quality control pada seluruh tahap konstruksi melalui kunjungan rutin, dan membangun kapasitas dan kemampuan LKM untuk melakukan hal yang sama untuk melaksanakan seluruh RKM. n) Bekerja sama dengan tenaga terampil setempat dan menyelenggarakan pelatihan membangun jamban sekolah (dan fasilitas publik lainnya) dan fasilitas drainase yang tercantum dalam RKM yang sudah disetujui DPMU, serta memonitor seluruh pembangunan infrastruktur sanitasi serta menjamin seluruh rencana kegiatan tersebut terealisasi. o) Melakukan kajian kebutuhan pelatihan secara periodik dan menyediakan technical penguatan kapasitas yang dibutuhkan dan mendukung hal-hal yang disyaratkan bagi LKM dan kelompok masyarakat lainnya untuk mengelola dan memonitor keberlanjutan peningkatan penyediaan air minum selama pelaksanaan program Paket HIK. p) Bersama dengan Fasilitator lainnya, memfasilitasi monitoring keberlanjutan (Sustainability Monitoring) dan menyajikan hasilnya di Field Book untuk DPMU agar dimasukkan ke dalam data base, seperti yang tercantum dalam petunjuk SIM.

Bagi Fasilitator yang mendampingi lokasi Pengembangan dan optimalisasi tugas secara khusus sebagai berikut; a) Memfasilitasi LKM maupun BP-SPAM dalam melakukan persiapan rencana pelaksanaan kegiatan pengembangan dan Optimalisasi mulai dari penyusunan Rencana Kerja Masyakat hingga serah terima prasarana terbangun kepada BPSPAMS. Memberikan bimbingan kepada LKM maupun BPSPAMS selaku pelaksana kegiatan dalam penyusunan laporan pelaksanaan Pengembangan dan Optimalisasi kegiatan AMPL; Memfasilitasi LKM dalam finalisasi dan verifikasi RKM;
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

b)

c)

59

3(04-0(4 ’%&’

d) e) f) g)

Memberikan bantuan teknis kepada LKM maupun Satlak selaku pelaksana kegiatan dalam merealisasikan usulan rencana kegiatan dalam RKM; Membantu penyiapan laporan pelaksanaan kegiatan fisik dan keuangan pelaksanaan kegiatan pengembangan dan optimalisasi untuk desa dampingannya; Menyerahkan laporan bulanan – data MIS (modul Paket Pamsimas HIK) dengan data yang akurat dan laporan deskriptif kepada DMAC secara tepat waktu; Mengisi dan mengupdate data MIS secara tepat waktu dan menyerahkan laporan deskriptif kepada DPMU dan TKK.

Persyaratan Kualifikasi CF/WSS harus memenuhi kriteria berikut; 1. Lulusan Universitas Diploma 3/D3( diutamakan Sarjana/S1) jurusan Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, dan berusia maksimal 45 tahun. 2. Memiliki pengetahuan yang kuat tentang dasar-dasar penyediaan air minum. 3. Diutamakan yang berpengalaman dalam program pemberdayaan masyarakat. 4. CF/WSS boleh tidak berasal dari kabupaten/kota tempat mereka ditugaskan, namun harus menguasai bahasa dan budaya setempat. 5. Mempunyai inisiatif tinggi dan mampu bekerja secara mandiri. 6. Dipersyaratkan Kesetaraan gender dalam seleksi Fasilitator.

c. Fasilitator bidang Pemberdayaan Masyarakat / Community Development Facilitator (CF/CD); Bidang Tugas CF/CD akan melakukan promosi, pengawasan dan dukungan penyediaan air minum di tingkat masyarakat, kesehatan, dan aktifitas sanitasi. CF/CD akan bekerja sama dengan TKM dan fasilitator lain dalam tim-nya (CF/HH dan CF/WSS). Kegiatan spesifik dari CF/WSS adalah sebagai berikut : 1. Memfasilitasi RKM. 2. Berpartisipasi dalam PHAST session group baik grup laki-laki maupun perempuan dalam masyarakat, memberikan perhatian khusus untuk memastikan partipasi aktif dari golongan miskin, golongan kurang beruntung, dan kelompok yang tak tersuarakan di masyarakat. 3. Bersama dengan tim (dengan 2 fasilitator lainnya) membantu masyarakat dan membantu masyarakat setempat untuk membentuk LKM

berdasarkan pedoman proyek, sebagai alat untuk merencanakan dan melaksanakan

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

60

3(04-0(4 ’%&’

membangun

kerangka

kerja

institusi,

kapasitas

dan

kemampuannya

untuk

mensukseskan persiapan dan pelaksanaan RKM (termasuk perencanaan dan pelaksanaan sistem penyediaan air minum, baik program kesehatan masyarakat dan sekolah). 4. Memastikan keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk hak mengemukakan pendapat bagi kelompok yang terpinggirkan (fringe group) terwakili dalam proses pembangunan, public review dan finalisasi Rencana Kerja Masyarakat (RKM). Menyediakan dukungan dan bimbingan yang diperlukan TKM dalam proses penyusunan RKM. 5. Menggunakan teknik parcipatory untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pembangunan masyarakat, perlunya kontribusi untuk aktifitas proyek, dan pengerahan kontribusi masyarakat baik cash maupun material setempat. Secara rutin mengingatkan masyarakat, bahwa dana Block Grant belum dapat disalurkan dan konstruksi belum dapat dimulai sampai dengan termobilisasinya kontribusi masyarakat, dan hanya jika TKM melanjutkan pekerjaannya dengan memperhatikan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan serta kaum miskin dan kaya. 6. Pada awal masa kegiatan konstruksi, terlabih dahulu membantu masyarakat dalam mengorganisasikan dan memobilisasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan konstruksi dengan cara paling efektif dan tepat waktu. 7. Bekerja bersama CF/WSS untuk membantu masyarakat untuk mengorganisasikan tenaga dan material mereka selama proses konstruksi, dan menyelenggarakan pelatihan non teknis seperti operasional dan maintenance (O&M) dan menejemen keuangan (termasuk pengaturan dan pengumpulan tarif air, pembukuan, identifikasi kebutuhan pelatihan selanjutnya, keputusan dengan metode parcipatory terkait rencana ke depan dalam pengembangan fasilitas penyediaan air minum, dll dan pentingnya menegakkan kesetaraan gender dan keadilan dalam pengambilan keputusan dan manajemen penyediaan air minum serta layanan sanitasi). 8. Bersama dengan TKM membuat kebijakan dan prosedur pemilihan anggota baru, O&M, manajemen keuangan, rencana perluasan, penyelesaian perdebatan, dan meng-update rencana secara periodik dalam rangka penggunaan dana Block Grant berikutnya. 9. Membantu PMC untuk mendapatkan pembelajaran dari proses pembangunan masayarakat, dan membuat rekomendasi untuk pengembangan kebijakan proyek, prosedur dan regulasi terkait dengan pembentukan dan pemberdayaan institusi berbasis masyarakat berdasarkan asas keadilan dan kesetaraan gender, sehingga seluruh anggota masyarakat mempunyai hak suara dan hal memilih dalam
3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

61

3(04-0(4 ’%&’

penyediaan layanan, dan kesempatan yang sama terhadap akses penyediaan air bersih dan layanan sanitasi. 10. Membantu TKM melaksanakan CLTS, berpartisipasi dalam mengadakan “ignition

process” untuk memicu upaya masyarakat untuk mencapai 100% bebas BAB,
mambantu masyarakat memonitor proses mereka dan melakukan usaha perbaikan bila diperlukan. 11. Melakukan kajian kebutuhan pelatihan secara periodik dan menyediakan technical capacity bulding yang dibutuhkan dan mendukung hal-hal yang disyaratkan bagi TKM dan grup masyarakat lainnya serta individu untuk mengelola dan memonitor keberlanjutan peningkatan penyediaan air minum selama pelaksanaan dan setelah PAMSIMAS berakhir. 12. Bersama dengan Fasilitator lainnya, memfasilitasi monitoring keberlanjutan (Sustainability Monitoring) dan menyajikan hasilnya di Field Book untuk DPMU agar dimasukkan ke dalam data base, seperti yang tercantum dalam MIS Guideline.

Persyaratan Kualifikasi FM/CD harus memenuhi kriteria berikut; 1. Lulusan Universitas (Sarjana/S1) jurusan Ilmu Sosial, Pertanian, Ekonomi, Hukum, Teknik, dan diutamakan Antropologi serta berusia maksimal 45 tahun. 2. Diutamakan yang berasal dan pernah bekerja di propinsi yang bersangkutan. 3. Diutamakan berasal dari kabupaten/kota setempat, dan bersedia tinggal di kabupaten/kota daerah penugasan. 4. Mempunyai inisiatif tinggi dan mampu bekerja secara mandiri. 5. Kesetaraan gender dalam seleksi Fasilitator dipersyaratkan. (1 TFM harus terdapat minimal 1 laki-laki atau 1 perempuan). 6. Mempunyai pengalaman/praktek kerja training baik bidang akuntansi/keuangan, dan diutamakan bidang pemberdayaan masyarakat. V. JANGKA WAKTU PENUGASAN

Durasi penugasan dari Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK akan bertugas selama 1 tahun dan berakhir pada Desember 2012 Kontrak kerja Fasilitator Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK akan diperbarui setiap tahun sesuai dengan penilaian evaluasi kinerja tahunan dan kebutuhan program.

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

62

3(04-0(4 ’%&’

VI. OUTPUT/HASIL YANG DIHARAPKAN Output/hasil yang diharapkan dari Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK ini adalah sebagai berikut: 1. Fasilitator Masyarakat Untuk kegiatan Perluasan: · Adanya pelaporan rencana kerja pendampingan masyarakat · Adanya Laporan berkala pelaksanaan kegiatan sesuai dengan buku petunjuk teknis pelaksana HIK · Adanya Laporan hasil pemantauan kegiatan · Adanya laporan hasil pemutakhiran data SIM Paket Pamsimas HIK. 2. Fasilitator Masyarakat Bidang pengembangan dan Optimalisasi: · · Adanya pelaporan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan buku Petunjuk Umum Pelaksanaan buku petunjuk teknis pelaksana HIK; Adanya laporan bulanan (SIM Paket Pamsimas HIK dan laporan deskriptif) untuk pelaksanaan kegiatan Pengembangan dan optimalisasi program. PELAPORAN

3.

Laporan TFM Paket Pamsimas HIK disusun berdasarkan masing-masing kegiatan dan harus menyerahkan laporan bulanan yang harus diserahkan setiap akhir bulan pada bulan yang bersangkutan kepada DPMU yangsebelumnya diverifikasi oleh DMAC. Laporan ini berisi penjelasan progress kegiatan utama sesuai output yang telah ditetapkan untuk masingmasing kegiatan sesuai dengan ’field-book’ dan ’log-book’ SIM Paket Pamsimas HIK Jenis dan Waktu Pelaporan sebagai berikut: Bulan Keterangan No Jenis Laporan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Rencana Laporan pelaksanaan 1 X X Kegiatan X X X X X X X X X X kegiatan Bulanan Data SIM 2 Laporan bulanan X X X X X X X X X X X X Paket Pamsimas HIK 4. a. KETENTUAN – KETENTUAN LAINNYA Honorarium Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK

Besaran honorarium Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK meliputi Gaji Dasar dan biaya umum (operasional untuk bahan/ATK, sewa komputer dan printer, pembuatan laporan, dan transport antar desa ke Kabupaten dan ke provinsi setiap bulannya). Besaran gaji dasar dan biaya umum Tim Fasilitator Keberlanjutan setiap bulannya adalah

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

63

3(04-0(4 ’%&’

sesuai tabel pada halaman berikut ini: No. 1. 2. 3. 4. Posisi FM Paket Pamsimas HIK Bidang Pemberdayaan FM Paket Pamsimas HIK Bidang Kesehatan FM Paket Pamsimas HIK Bidang Teknik FM Paket Pamsimas HIK Bidang Pengembangan dan Optimalisasi Catatan: * sekurang-kurangnya sama dengan nilai Fasilitator reguler Pamsimas b. Evaluasi Kinerja tim FK dan FMHID Gaji Dasar* (RP.) Biaya Umum* (RP.) Total (Max) (RP.)

Kinerja Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas HIK akan dievaluasi oleh DMAC dan diteruskan ke DPMU, semasa dalam kontrak.Laporan evaluasi kinerja akan dilaporkan kepada TKK dan Satker sebagai dasar pertimbangan perpanjangan/pemberhentian penugasan fasilitator. c. Penilaian Fasilitator untuk Pembayaran Gaji

Disamping kewajiban pelaporan oleh Tim Fasilitator Masyarakat Paket Pamsimas yang harus diserahkan kepada Satker Kabupaten/kota, DPMU akan memberikan pernyataan evaluasi kinerja kepada Satker sebagai dasar pembayaran fasilitator Tempat ,……,…..2013 Ketua DPMU Kabupaten/Kota……

3*561.6/ 5*/1-4 3(/*5 3(04-0(4 # ,-)(, -14*15-+ /()63(5*1$/25( !,-/"

64

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->