P. 1
Manajemen Sapi Perah

Manajemen Sapi Perah

|Views: 264|Likes:
Published by Dwi Susanti

More info:

Published by: Dwi Susanti on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/06/2015

pdf

text

original

FARM MANIA

II.

MANAJEMEN PEMELIHARAAN

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pola pemeliharaan sapi perah harus memperhatikan halhal sebagai berikut : 1. Penyiapan sarana dan peralatan terutama perkandangan 2. Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit 3. Kesehatan dan sanitasi 4. Manajemen pemberian makan 5. administrasi serta perhitungan ekonomi

II.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjaga agar ternak nyaman sehingga dapat mencapai produksi yang optimal, yaitu : - Persyaratan secara umum : a. Ada sumber air atau sumur b. Ada gudang makanan atau rumput atau hijauan c. Jauh dari daerah hunian masyarakat d. Terdapat lahan untuk bangunan dengan luas yang memadai dan berventilasi - Persyaratan secara khusus : a. Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m atau 2,5 x 2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 x 1 m per ekor, dengan tinggi atas ± 2-2,5 m dari tanah. b. Ukuran bak pakan : panjang x lebar = bersih 60 x 50 cm c. Ukuran bak minum : panjang x lebar = bersih 40 x 50 cm

Selokan bagian dalam kandang untuk pembuangan kotoran. Tinggi tiang kandang sekurang-kurangnya 200 cm dari lantai kandang j. II. (Hasanudin. sempit. Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih guna mencegah timbulnya berbagai penyakit. air kencing dan air bekas mandi sapi : Lebar (L) x Dalam selokan (D) = 35 x 15 cm h. Leher panjang dan lebarnya sedang. halus. Kepala panjang . Friesian Holstein (dari Belanda) dan Yersey (dari selat Channel antara Inggris dan Perancis). Selokan bagian luar kandang untuk pembuangan bekas air cucian bak pakan dan minum : L x D = 10 x 15 cm i. dan bahan-bahan lainnya. Agar dapat memperoleh bibit sapi perah yang baik diperlukan adanya seleksi baik berdasarkan silsilah. besarnya gelambir sedadang dan lipatan-lipatan kulit leher halus 3. g. Letak kandang diusahakan lebih rendah dari sumber air dan lebih tinggi dari lokasi tanaman rumput. Atap kandang dibuat dari genteng k. Lokasi pemeliharaan dapat dilakukan pada dataran rendah (100-500 m) hingga dataran tinggi (> 500 m). Tinggi bak pakan dan minum bagian dalam 40 cm (tidak melebihi tinggi persendian siku sapi) dan bagian luar 80 cm e. lysol. 1988). Seluruh bagian kandang dan peralatan yang pernah dipakai harus disuci hamakan terlebih dahulu dengan desinfektan. Temperatur di sekitar kandang 25-40 derajat C (rata-rata 33 derajat C) dan kelembaban 75%. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen.d. bentuk luar atau antomis maupun berdasarkan jumlah produksi. Pinggang pendek dan lebar . dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Lantai jangan terlalu licin dan terlalu kasar serta dibuat miring (bedakan ± 3 cm). Lantai tanah dialasi dengan jerami kering sebagai alas kandang yang hangat.2 Pembibitan dan pemeliharaan bakalan/bibit Sapi perah yang cocok dipelihara di Indonesia adalah sapi Shorthorn (dari Inggris). Tinggi penghalang kepala sapi 100 cm dari lantai kandang f. Ciri-ciri sapi perah betina yang baik: 1. sedikit kurus dan tidak banyak berotot 2. seperti creolin.

retensi plasenta. Badan berbentuk segitiga. Gangguan reproduksi dapat berupa hipofungsi. punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang 5.kawin berulang. ketosis dan panaritium.5 (skala 1-5). Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk pemeliharaan sapi dengan melihat body condition scoring. tidak pincang dan jarak antara paha lebar 6. Produksi susu tinggi. elastis dan diantara keempat kuartir terdapat jeda yang cukup lebar. II. Manjememen kesehatan yang baik sangat mempengaruhi kesehatan sapi perah. Dada lebar dan tulang -tulang rusuk panjang serta luas 8. enteritis. 3 Kesehatan Gangguan dan penyakit dapat mengenai ternak sehingga untuk membatasi kerugian ekonomi diperlukan control untuk menjaga kesehatan sapi menjadi sangat penting. Tiap tahun beranak.4. retensi plasenta. luas. 12.5-4. distokia. Dan saat sehabis diperah ambing akan terlimpat dan kempis. tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol (BCS umumnya 2) 7. 10. Gangguan kesahatan pada sapi perah terutama berupa gangguan klinis dan reproduksi. Selain itu faktor-faktor yang perlu diperhatikan . sedangkam sebelum diperah gembung dan besar. Culling pada suatu peternakan tidak boleh lebih dari 25. Jika BCS lebih dari 4 dapat menyebabkan gangguan setelah melahirkan seperti mastitis. panaritium. 3%. Adanya gangguan penyakit pada sapi perah yang disertai dengan penurunan produksi dapat menyebabkan sapi dikeluarkan dari kandang atau culling. bloot. milk fever dan hipocalcemia). nilai BCS yang ideal adalah 3. dan 13. Sedangkan gangguan klinis yang sering terjadi adalah gangguan metabolisme (ketosis. memanjang kedepan kearah perut dan melebar sampai diantara paha. 11. Kondisi ambing lunak.5 tahun dan sudah pernah beranak. endometritis dan mastitis baik kilnis dan subklinis. Berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi. Sedangkan kondisi tubuh yang kurus menyebabkan produksi susumenurun dengan kadar lemak yang rendah. Umur 3. 9. Gumba. Tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular. Kaki kuat. displasia abomasum dan pneumonia. Ambing besar.

4 Manajemen pemberian makan Pakan sapi terdiri dari hijauan sebanyak 60% (Hijauan yang berupa jerami padi. ampas tahu. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang-kacangan (legum). periode bunting. rumput benggala atau rumput raja.Pemeliharaan utama adalah pemberian pakan yang cukup dan berkualitas. setiap hari sapi digembalakan. Pemberian jumlah pakan berdasarkan periode sapi seperti anak sapi sampai sapi dara. yaitu system penggembalaan. Pemberian pakan pada sapi perah dapat dilakukan dengan tiga cara. Di musim hujan sapi dikandangkan dan pakan diberikan menurut jatah. periode kering kandang dan laktasi.didalam kesehatan sapi perah adalah lingkungan yang baik. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg/ekor/hari. Pemberian pakan secara intensif dikombinasikan dengan penggembalaan Di awal musim kemarau. dll. Selain makanan. dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur. system perkandangan atau intensif dan system kombinasi keduanya. pemerahan yang rutin dan peralatan pemerahan yang baik II. Konsentrat diberikan sebelum pemerahan sedangkan rumput diberikan setelah pemerahan. Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul. 5 Administrasi serta perhitungan ekonomi Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih konvensional dan belum mencapai usaha yang . daun ubi dan daun kacang-kacangan) dan konsentrat (40%). Pada anak sapi pemberian konsentrat lebih tinggi daripada rumput. Umumnya pakan diberikan dua kali perhari pada pagi dan sore hari. serta menjaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak yang dipelihara. rumput gajah. lamtoro. Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. kapur. Pakan berupa rumput bagi sapi dewasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan sebanyak 1-2% dari BB. . Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pada pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg/ekor/hari. Penggembalaan bertujuan pula untuk memberi kesempatan bergerak pada sapi guna memperkuat kakinya. II. daun jagung. sapi harus diberi air minum sebanyak 10% dari berat badan perhari. gaplek. pucuk daun tebu.

berorientasi ekonomi. . sanitasi dan pencegahan penyakit. serta pengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi. pemerahan. pencatatan asal usul sapi (pedigree). terakhir melahirkan dan sapi yang terlambat kawin Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niaga harus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding dengan pemeliharaannya. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal. Sistem recording meliputi tanggal kelahiran. pencatatan reproduksi sapi seperti sapi kapan terakhir dikawinkan. pemberian pakan. penerapan sistem recording. pengelolaan hasil pascapanen.

Tempat minum dibuat dengan meyekat tempat pakan dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 40 cm. Jalan untuk pemberian pakan 1 m.KANDANG LOKASI TOPOGRAFI DRAINASE PERSEDIAAN AIR SINAR MATAHARI KANDANG SAPI LAKTASI Sistem perkandangan untuk sapi laktasi. 2. pada umumnya ada 2 yaitu : 1. minum serta beristirahat. Pada sistem ini sapi dipelihara bersama sama dalam suatu tempat untuk berdiri dan berbaring . Jalan samping minimal 1 meter Ukuran tempat pakan tinggi 50 cm.panjang 1. kandang 1 baris. Selokan pembuangan kotoran lebar 40 cm.6 m dan lebar 1. Biasana sistem perkandangan ini banyak dipakai oleh para peternak di negara negara maju dan penanganan pemeliharaan sapi sudah menggunakan sistem computer. Sistem perkandangan ini sapi dipelihara secara berkelompok dan bebas berjalan jalan mencari makan. kandang 2 baris (head to head atau tail to tail) untuk kandang tipe 2 baris ukuran2 nya meliputi :    Temapat ternak Selokan pembuangan kotoran Tempat pakan dan tempat minum . kedalaman 20 cm dan kemiringan 0. Kandang bebas (Free stall). kandang sistem stall. Bagian kandang dan rata ratanya sebagai berikut:       Uk. b. Berdasarkan konstruksi kandang ini dibagi menjadi: a. lebar 60 cm dan panjang 100 cm.05 %. biasanya leher sapi diikat dengan tali atau rantai.35 m/ekor sapi. kecuali pada saat akan dilakukan pemerahan.

  Jalan untuk pemberian pakan dengan lebar minimal 2 m. konsentrat dan tempat minum. . ATAU jika menggunakan head to head: Maka jalan tengah dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan hiajauan pakan ternak .

Penetapan kelompok terpilih melalui keputusan kepala dinas peternakan (prov. pembahsan dan pengesahan rencana usaha kegiatan (RUK) di kelompok sapi perah. dan supervise pelaksanaan kegatan pengembangan budidaya sapi perah Monitoring. evaluasi dan pengawasan kegiatan pengembangan budidaya sapi perah./kab. penandatanganan surat perjanjian kerjasama dan dokumen administrasi pencairan dana antara kelompok sapi perah dengan kuasa pengguna anggaran (KPA) dan / pejabat pembuat komitment (PPK). 2. Penyusunan./kota) yang membidangi fungsi peternakan. Pelaksanaan kegiatan : Seleksi calon kelompok sapi perah melalui : identifikasi. Pelaporan kegiatan pengembangan budidaya sapi perah. Pembianaan. verifikasi dan dan validasi. baik di tingkat pusat maupun daerah. koordinasi. Penyaluran dana penguatan modal usaha pengembangan budidaya sapi perah ke rekening kelompok di bank pemerintah. Perencanaan. .Komponen Kegiatan Dalam Peternakan Sapi Perah Komponen kegiatan pengembangan usaha budidaya sapi perah : 1. koordinasi kepada stake holder terkait .

3) Pinggang pendek dan lebar. memanjang kedepan kearah perut dan melebar sampai diantara paha. 2) Leher panjang dan lebarnya sedang. 8) Ambing besar. 7) Dada lebar dan tulang -tulang rusuk panjang serta luas. 12) Jenis ternak sapi perah adalah sapi FH. drainase dan saluran pembuangan limbah baik. punggung dan pinggang merupakan garis lurus yang panjang. luas. Kondisi ambing lunak. 6) Badan berbentuk segitiga. B. 10) Berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi. harus sesuai dengan kriteria sebagai berikut: 1) Kepala panjang .KEGIATAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA SAPI PERAH A. 5) Kaki kuat. besarnya gelambir sedada dan lipatan-lipatan kulit leher halus. Dan saat sehabis diperah ambing akan terlimpat dan kempis. sirkulasi udara dan sinar matahari cukup. Kandang dan Peralatan Untuk usaha budidaya sapi perah diperlukan bangunan kandang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1) Konstruksi kandang harus kuat. 9) Produksi susu tinggi. sempit. tidak terlalu gemuk dan tulang-tulang agak menonjol (BCS umumnya 2). 11) Tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit hewan menular. sedikit kurus dan tidak banyak berotot. 4) Gumba. oleh karena itu dalam menyeleksi induk sapi perah. elastis dan diantara keempat kuartir terdapat jeda yang cukup lebar. tidak pincang dan jarak antara paha lebar. Induk Sapi Perah Pemilihan Induk Sapi Perah merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan budidaya ternak sapi perah. sedangkan sebelum diperah gembung dan besar. 13) Induk sapi perah berumur 2 – 3 tahun dengan kondisi bunting 4 – 5 bulan. halus. serta . terbuat dari bahan yang ekonomis dan mudah diperoleh.

Pakan 1) Setiap usaha peternakan sapi perah harus menyediakan pakan yang cukup bagi ternaknya. lokasi kandang bukan daerah genangan air atau banjir. tidak licin. leguminosa. peralatan pemerahan dan pengolahan susu. 4) Pemberian imbuhan pakan (feed additive) dan pelengkap pakan (feed supplement) harus memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku. palatabilitas dan ada tidaknya zat toksik (beracun) dan anti nutrisi 3) Pakan konsentrat diberikan sesuai standar kebutuhan untuk pedet. lantai dengan kemiringan 1% . . tidak menggangu lingkungan hidup serta memenuhi persyaratan hygiene dan sanitasi pengolahan susu. peralatan sanitasi kebersihan dan peralatan pengolahan limbah.mudah dibersihkan. Obat-obatan. sapi bunting. baik yang berasal dari pakan hijauan maupun pakan konsentrat. dengan mengupayakan pemanfaatan bahan baku lokal. alat pembersih kandang dan pembuatan kompos. dekat sumber air. mastitis. peralatan kesehatan hewan. tidak kasar. Pengadaan obat-obatan harus sesuai dengan kebutuhan penyakit sapi perah yang ada di lokasi. kandang isolasi terpisah dari kandang utama. antara lain obat untuk menangani penyakit reproduksi. Pakan konsentrat dapat berupa ransum komersil atau campuran sendiri. dan penyakit hewan lainnya. 2) Letak kandang harus memenuhi persyaratan yaitu: mudah diakses terhadap transportasi baik roda dua maupun roda empat. alat pemotong dan pengangkut rumput. luas kandang memenuhi persyaratan daya tampung ternak. sapi dara.2%. limbah pertanian dan dedaunan yang mempunyai kadar serat yang relative tinggi dan kadar energi rendah. D. 2) Pakan hijauan dapat berasal dari rumput. metabolik. atau mudah dicapai aliran air. Kualitas pakan hijauan tergantung umur pemotongan. sapi laktasi dan sapi kering kandang. C. 3) Peralatan meliputi tempat pakan dan tempat minum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->