Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP

)

Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu

: FISIKA : X / Ganjil : 6 jp

Standar Kompetensi : 1. Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Kompetensi Dasar : 1.2 Melakukan penjumlahan vektor

Indikator : - Menuliskan besaran fisika dalam bentuk vektor secara mandiri - Memahami cara menggambar suatu vector secara mandiri - Diskusi informasi untuk menentukan besar dan arah vector resultan yang segaris ataupun yang membentuk sudut - Bekerja kelompok untuk melakukan penjumlahan dua buah vektor yang segaris atau membentuk sudut secara grafik dan menggunakan rumus cosinus - Eksperimen membuktikan rumus cosinus untuk mencari besarnya vektor resultan dua vektor yang arahnya sembarang - Menjelaskan kepada temannya cara menguraikan sebuah vektor menjadi dua komponen yang saling tegak lurus dan menentukan besar dan arah vektor tersebut

A. TUJUAN PEMBELAJARAN Memahami perbedaan besaran scalar dan besaran vector secara mandiri Memahami cara menggambar vektor secara mandiri Berpikirlogis memahami cara melukis penjumlahan atau selisih dua vektor Berpikirlogis menentukan besardan arah vector resultan yang segaris, dua vektor yang saling tegak lurus, ataupun dua vektor yang arahnya sembarang Berkelompok melakukan percobaan untuk mengamati resultan dua vektor yang arahnya sembarang Berpikirlogis menguraikan sebuah vektor menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus dan menentukan besar serta arah vektor tersebut.

B. MATERI PEMBELAJARAN Perbedaan besaran vektor dan besaran skalar Contoh besaran vektor dan besaran skalar Penjumlahan dua vektor dengan metode poligon dan jajar genjang Penjumlahan vektor dalam satu garis dan vektor yang membentuk sudut Pengertian selisih vektor Besar dan arah vektor dengan grafik dan rumus cosinus Komponen vektor

C. METODE PEMBELAJARAN Diskusi informasi Diskusi kelompok Eksperimen

D. LANGKAH – LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke I Langkah Pendahuluan Nama Kegiatan Apersepsi Kegiatan Pembelajaran Siswa diminta untuk menganalisis kata – kata berikut ini: Apa perbedaan dari kalimat berikut: “Dia berjalan 5 langkah ke kiri dan dia berjalan 5 langkah?” Apakah orang yang bergerak tersebut mempunyai arah? Memahami perbedaan besaranskalar dan besaran vector secara mandiri Memahami cara menggambar vektor secara mandiri Berpikirlogis memahami cara melukis penjumlahan atau selisih dua vektor Mandiri Karakter Berpikir logis dan kritis KET. Proses T TM 5’

Motivasi

TM

5’ 5’

Penyampaian tujuan pembelajaran

KT

Berpikir logis

Kegiatan Inti

Eksplorasi

Diskusi informasi untuk memahami perbedaan besaran skalar dan vektor sekaligus contoh besaran vektor dan besaran skalar, sertacara menggambar vektor Menggambar sebuah vektor serta melukis penjumlahan dan selisih dua vektor dengan teliti Membahas soal latihan tentang

Menghargai keberagaman

KT

15’

Elaborasi

Ketelitian

KT

10’

Konfirmasi

TM, KT

10’

menggambar sebuah vektor Penutup Kesimpulan Besaran vektor adalah besaran yang tidak hanya mempunyai nilai tetapi juga mempunyai arah Untuk menggambar. KT 20’ Elaborasi TM. Membahas soal latihan tentang vektor resultan Menilai pekerjaan siswa TM Penutup Kesimpulan Menentukan besar resultan vektor 1. Menghargai pendapat orang lain I Berpikir logis dan kritis TM 10’ II Pendahuluan Apersepsi Motivasi TM 5’ Kegiatan Inti Penyampaian tujuan pembelajaran TM 5’ 20’ TM 20’ Eksplorasi Menghitung besar dan menentukan arah vektor resultan dari dua vektor yang searah dan berlawanan arah. menjumlahkan serta mencari selisih vektor harus memperhatikan besar dan arah Diberi latihan soal menggambarkan vektor untuk TM 5’ Refleksi TM. dua vektor yang saling tegak lurus ataupun dua vektor yangarahnya sembarang Diskusi informasi untuk menentukan vektor resultan yang searah. KT 5’ Konfirmasi . KT 5’ Tindak lanjut Mengoreksi pekerjaan siswa di luar jam pelajaran Siswa diminta untuk berjalan ke kanan 5 langkah kemudian melanjutkan lagi berjalan ke arah kanan 4 langkah II Siswa diminta untuk berjalan ke kanan 5 langkah kemudian maju ke depan sejauh 4 langkah Berapa perpindahan total dan arah pada peragaan I dan II dihitung dari posisi awal? Apakah ada perbedaan pada besar dan arah dari kedua peragaan tersebut? Berpikirlogis menentukan besar dan arah vector resultan yang segaris. Menggunakan rumus sinus untuk menentukan arah vektor resultan. Menggunakan rumus cosinus untuk menghitung vektor resultan jika kedua vektor berarah sembarang. Metode Grafis yaitu dengan cara melukiskan resultan vektor dengan metode jajargenjang. tidak searah ataupun yang membentuk sudut. metode Ketelitian dan ketepatan TM.

Panjang sisi miring yang merupakan panjang vektor resultan dapat dihitung dengan rumus phytagoras. a. vektor resultannya dapat dicari dengan perumusan segitia siku – siku. barat (-) Untuk vektor yang saling tegak lurus.2. b. digunakan rumus cosinus 5’ F2 R α -β β F1 α Vektor penyusun F1 dan F2 dan sudut diantara keduanya α maka besar resultan R adalah : √ Untuk menentukan arah resultan Vektor digunakan persamaan sinus : KMTT Refleksi Tindak lanjut Latihan Soal (terlampir) Mengoreksi pekerjaan siswa di luar jam pelajaran Siswa diminta untuk mengamati alat percobaan tentang pembuktian rumus cosinus untuk mencari vektor resultan Apakah besar vektor resultan pada karet yang ditarik oleh satu neraca pegas sama dengan besar vektor Berpikir logis dan kritis TM. segitiga. c. vektor resultan dapat dintukan dengan perhitungan matematika biasa vektor yang berlawanan arah harus memperhatikan tanda (+) dan (-) berdasarkan perjanjian. ataupun metode poligon kemudian mengukur panjang resultan vektor dengan menggunakan mistar Metode analisis Dua vektor segaris baik searah maupun berlawanan arah. Untuk dua buah vektor yang arahnya sembarang. Misal : timur (+). KT 2’ III Pendahuluan Apersepsi Motivasi TM 3’ .

Diskusi informasi untuk menguraikan sebuah vektor menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus serta mencari besarnya vektor resultan dengan metode vektor komponen Berpikir logis Menghargai pendapat orang lain 30’ . Siswa menggambar uraian dua neraca pegas untuk mengukur sudut yang dibentuk oleh kedua pegas tersebut. Guru membimbing siswa merangkum kesimpulan untuk Rasa Ingin Tahu TM. TT 2’ 5’ Eksplorasi 20’ Berpikir logis dan kritis Elaborasi 5’ Konfirmasi 5’ 3’ Penutup Kesimpulan Refleksi Guru bertanya kepada siswa: “Apa yang kamu dapat dari kegiatan kali ini? Bagaimana hasil dari vektor resultan yang kalian peroleh dari kedua percobaan tersebut?” Guru memeriksa laporan percobaan siswa Salah satu siswa diminta untuk menekan meja dengan kemiringan tertentu terhadap meja Berapakah temanmu? besarnya gaya tekan Percaya Diri 3’ Tindak lanjut IV Pendahuluan Apersepsi Motivasi 2’ 2’ Kegiatan Inti Penyampaian tujuan pembelajaran Eksplorasi Berpikir logis menguraikan sebuah vektor menjadi dua vektor komponen yang saling tegak lurus.resultan pada karet yang ditarik oleh dua neraca pegas? Kegiatan Inti Penyampaian tujuan pembelajaran Berkelompok melakukan percobaan untuk mengamati resultan dua vektor yang arahnya sembarang Guru membimbing siswa untuk melakukan percobaan pembuktian rumus cosinus untuk mencari vektor resultan Siswa mengamati besarnya gaya yang tertera pada neraca pegas. Siswa menghitung besarnya vektor resultan yang dibentuk oleh dua neraca pegas serta membandingkannya dengan besarnya vektor resultan pada satu neraca pegas yang sebelumnya Guru membimbing diskusi hasil vektor resultan yang didapat pada dua percobaan tersebut.

Elaborasi Siswa diminta untuk menggambar uraian sebuah vektor menjadi dua komponen yang saling tegak lurus Siswa diminta untuk menghitung besarnya vektor resultan dari uraian vektor komponen Membahas latihan soal tentang menhitung besarnya vektor resultan dengan metode vektor komponen Setiap vektor dapat diuraikan menjadi dua vektor yang saling tegak lurus. Vektor pertama terletak pada sumbu-X dan vektor kedua terletak pada sumbuY 20’ Konfirmasi Penutup Kesimpulan B Fy F Ѳ Fx A Untuk menentukan besar F : √ F selalu positif Untuk menentukan arah vektor F terhadap sumbu-X positif : Tanda Fy dan Fx harus diperhatikan Latihan Soal (terlampir) Siswa diberi tugas rumah untuk mengerjakan soal latihan menentukan vektor resultan dengan metode vektor komponen Refleksi Tindak lanjut .

2007.E. Cimahi : Erlangga Handout (terlampir) Petunjuk Praktikum (terlampir) Slide – Slide Power Point (terlampir ) F. Teknik Penilaian : a. Uraian b. Tes tertulis b. SUMBER BELAJAR Buku : Marthen Kanginan. Bentuk Instrumen : a. Instrumen dan pedoman penilaian (terlampir) . Laporan Praktik 3. Fisika untuk SMA Kelas X. Non Tes 2. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1.

Absen : 1.Lampiran 1 HANDOUT FISIKA VEKTOR Nama : Kelas / No. Bagaimana Menggambar dan Menulis Notasi Vektor? .

Panjang anak panah pada Gambar 2(b) adalah 5 kali panjang anak panah pada Gambar 2(a). arah perpindahan vektor AB digambarkan sebagai arah dari ujung A ke ujung B. Atau juga dapat dituliskan satu huruf. besarnya vektor dinyatakan dengan huruf tanpa tanda panah diatasnya . Misalnya sebuah vektor perpindahan memiliki arah ke kiri dan panjangnya 1 cm dapat dilukiskan dengan diagram vektor pada Gambar 2(a). Gambar 2 Perhatikan Gambar 2. notasi tersebut berupa huruf yang diberi tanda panah diatasnya. misalnya ⃗⃗⃗⃗⃗ . dan arah perpindahan vektor CD digambarkan sebagai arah perpindahan dari ujung C ke ujung D. Notasi vektor dapat ditulis huruf besar (kapital) ataupun huruf kecil. walaupun panjang kedua vektor sama. Perhatikan bahwa vektor dapat dituliskan dua huruf. Gambar 1 menunjukkan sebuah vektor dengan titik tangkap di O. misalnya F atau | | saja. 1 cm B (a) C 5 cm (b) D A Besaran vektor diwakili oleh panjang vektor. Vektor perpindahan yang memiliki arah ke kanan dan panjangnya 5 cm dapat dilukiskan dengan diagram vektor pada Gambar 2(b). Pada Gambar 3 ditunjukkan penggambaran beberapa vektor. misalnya ⃗ . Penjumlahan dan Pengurangan Vektor . A B 450 D 120 0 450 C V 900 2. Vektor A dan vektor B dapat disebut sama karena kedua vektor tersebut memiliki besar dan arah yang sama. Untuk tulisan tangan. Untuk tulisan cetak. sedangakan vektor C dan D berbeda karena kedua vektor tersebut memiliki arah yang berbeda. ujung vektor di A dan arahnya dari O ke A.Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah : Pangkal sebagai titik tangkap Ujung sebagai arah O Gambar 1 A Panjang anak panah menggambarkan nilai vektor dan arah anak panah (dari pangkal ke ujung) menyatakan arah vektor . misalnya ⃗ . Besarnya vektor untuk tulisan cetak dinyatakan dengan huruf tipis dan miring. Titik tangkap anak panah adalah titik tempat vektor tersebut bekerja. notasi tersebut biasanya dicetak tebal. Untuk tulisan tangan. misalnya F atau ditulis dengan harga mutlak misalnya |⃗ | |⃗ | Dua buah vektor dapat disebut sama apabila besar dan arahnya sama. misalnya F.

Lukislah perpindahan mobil dengan a. Metode jajargenjang a) Lukislah vektor F1 dan vektor F2 dengan titik tangkap berhimpit di titik O. Metode segitiga Jawab : a. Metode Jajargenjang b. Metode Segitiga Arah Utara B R 600 Arah Utara R Arah Timur A B 600 Arah Timur A . Metode jajargenjang b. Metode segitiga a) Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di titik O b) Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1 c) Hubungkan titik tangkap O dengan ujung vektor F2. Hasil penjumlahan ataupun hasil pengurangan dari vektor – vektor disebut resultan vektor.Dua buah vektor atau lebih dapat dijumlahkan ataupun dicari selisihnya. kemudian membelok ke Utara dan membentuk sudut 600 terhadap jalan yang arahnya ke Timur dengan vektor perpindahan B = 50 cm. Metode segitiga dan Metode Poligon a. Penjumlahan Vektor 1). Untuk mencari resultan beberapa vektor yang bekerja pada suatu bidang dapat digunakan 3 metode : Metode jajargenjang . Lukisan garis penghubung ini merupakan resultan vektor F1 dan F2 atau R = F1 + F2 d) Sudut α menunjukkan arah resultan vektor R terhadap arah vektor F1 F2 R α F1 R = F1 + F2 R α F1 R = F1 + F2 F2 Metode Jajargenjang Contoh Soal 1 : Metode Segitiga Mobil Pak Andi bergerak ke Timur dengan besar vektor perpindahan A = 50 cm. b) Buatlah sebuah jajargenjang dengan sisi – sisi vektor F1 dan vektor F2 c) Diagonal jajargenjang merupakan resultan F1 dan vektor F2 atau R = F1 + F2 d) Sudut α menunjukkan arah resultan vektor R terhadap arah vektor F1 2).

Apabila diperhatikan kembali. Pengurangan Vektor Bagaimanakah cara mencari selisih (pengurangan) antara dua vektor? Misalnya : Selisih antara dua vektor V1 dan V2 ( ditulis R = V1 – V2 ) sama saja dengan menentukan jumlah antara vektor V1 dan vektor -V2 atau R = V1 + (– V2) sehingga ketiga metode (metode jajargenjang. Kemudian. Anda tidak mungkin menjumlahkan vektor – vektor tersebut dengan metode jajargenjang atau metode segitiga. Metode Poligon Apabila ada tiga vektor atau lebih.Dari Contoh Soal 1 tidak berarti bahwa panjang resultan vektor R = ( 50 + 50 ) m = 100 m. F2. Untuk menentukan panjang resultan. 3). Lukislah lintasan gerak burung tersebut dan lukislah pula panjang vektor perpindahannya. dan akhirnya burung tersebut ke Tenggara sejauh 20 m. a) Lukislah vektor F1 dengan titik tangkap di titik O b) Lukislah vektor F2 dengan titik tangkap di ujung vektor F1 c) Lukislah vektor F3 dengan titik tangkap di ujung vektor F2 d) Hubungkan titik tangkap di titik O dengan ujung vektor F3. Untuk itu Anda harus menggunakan metode segibanyak (poligon). X F2 O F1 Jawab: O F1 Ke arah Timur vektor A = 100 m Ke arah Utara vektor B = 50 m Ke arah Tenggara (antara timur dan selatan) vektor C = 20 m Utara Barat Laut Timur Laut F3 B = 50 m Barat Timur C = 20 m R=A+B+C Barat daya Selatan Tenggara A = 100 m Arah Mata Angin b. Lukisan garis penghubung ini merupakan vektor resultan F1. Resultan vektor tidak dapat dijumlahkan secara penjumlahan besaran skalar. akan dibahas kemudian. tentunya akan lebih kecil dari 100 m. metode segitiga dan metode poligon) berlaku untuk melukis selisih vektor. dan F3 atau R = F1 + F2 + F3 Y F3 Contoh Soal 2 F2 Seekor burung pada awalnya bergerak ke Timur sejauh 100 m. membelok R tegak lurus ke Utara sejauh 50 m. panjang resultan vektor R. .

untuk vektor gaya yang nilainya 10 N dilukis dengan panjang 1 cm sehingga untuk vektor gaya 20 N harus dilukis dengan panjang 2 cm. Menentukan Besar Resultan Vektor 1).Langkah – langkahnya : . Sudut vektor bernilai positif diukur berlawanan arah putaran jarum jam dan bernilai negatif diukur searah putaran jam b) Panjang vektor dilukis dengan menggunakan skala panjang yang sesuai. yang didapat dengan cara membalikkan arah V2 sehingga – V2 berlawanan arah dengan vektor V2 V1 R V2 . dan C=400m dilukiskan sepanjang 4cm. Tentukanlah panjang vektor resultan dan arahnya terhadap sumbu-x positif . Sudut arah vektor diukur dengan busur derajat.V2 V2 V1 R = V1 + (– V2) c. Misalnya.segitiga atau poligon d) Panjang vektor resultan diukur dengan mistar dan arah vektor resultan terhadap sumbu-x positif diukur dengan busur derajat. lukislah dulu vektor V1 .Kemudian lukislah vektor – V2. dan C=400m. B=300m. B=300 m dilukiskan sepanjang 3cm. Contoh Soal 3 Tiga vektor perpindahan A=200 m. Metode Grafis Aturan menentukan besar dan arah vektor resultan dengan metode grafis : a) Arah acuan vektor ditentukan berdasarkan arah sumbu-x positif. c) Vektor resultan dapat dilukis dengan metode jajargenjang. seperti pada gambar berikut : Y X 200 Y X 3 cm B C V Y 1500 4 cm X 2 cm A Dengan skala A= 200 m dilukiskan sepanjang 2cm.Untuk melukis R = V1 – V2.

c) Untuk dua buah vektor yang arahnya sembarang. Untuk menghindari kesalahan – kesalahan tersebu. untuk mendapatkan besarnya resultan dua vektor secara akurat dapat diturunkan persamaannya sebagai berikut. dan cara pembuatan garis yang menimbulkan kesalahan sistematis. yaitu: cara pembuatan panjang garis dengan mistar. Secara matematis. Dalam menghitung jumlah dua vektor dengan metode grafis terdapat kelemahan. yaitu = 470 2). yaitu dengan menggunakan rumus cosinus. artinya tidak segaris kerja dan tidak saling tegak lurus. Metode Analisis a) Dua vektor segaris baik searah maupun berlawanan arah. vektor resultan dapat ditentukan dengan perhitungan matematika biasa ( vektor yang berlawanan arah harus memperhatikan tanda (+) dan (-) berdasarkan perjanjian.Jawab : Dengan menggunakan metode poligon diperoleh : Y R C 1500 -200 X B A Setelah diukur menggunakan mistar dan busur derajat. diperoleh : B C OC2 = OA2 + AC2 – 2OA AC cos (1800 – α ) = OA2 + AC2 – 2OA AC cos (– α ) = OA2 + AC2 + 2OA AC cos α O v2 α v1 R = v1 + v2 R 180-α A α . dapat ditentukan resultannya dengan metode grafis. Misal : timur (+). digunakan dengan metode analisis. vektor resultannya dapat dicari dengan perumusan segitia siku – siku. Panjang sisi miring yang merupakan panjang vektor resultan dapat dihitung dengan rumus phytagoras. Dengan menggunakan rumus cosinus dalam segitiga OAC. cara pengukuran sudut dengan busur derajat. panjang vektor resultan R = 2 cm atau R = 200 m dan sudut arah vektor resultan terhadap sumbu-x positif. barat (-) b) Untuk vektor yang saling tegak lurus.

Menentukan Arah Resultan Vektor Vektor merupakan suatu besaran yang memiliki besar dan arah. B F2 α-β O α β F1 R = F1 + F2 A R C . dan AC = V2 maka persamaan tersebut menjadi : √ Dengan 00 ≤ α ≤ 1800 disebut sudut apit. Jawab : Diketahui : Besar vektor F1 = F2 = F =R √ Vektor penyusun F1 dan F2 dan sudut diantara keduanya α maka besar resultan R adalah : Jadi sudut apit kedua gaya tersebut adalah 1200 Dari persamaan √ dapat dirangkum persamaan – persamaan berikut: Jika α = 00 maka R = V1 + V2 Jika α = 900 maka R = √ Jika α = 1800 maka R = V1 . Jika resultan kedua vektor gaya tersebut sama dengan F. OA = V1. Untuk menentukan arah resultan vektor terhadap salah satu vektor penyusunnya digunakan persamaan sinus. yaitu sudut terkecil yang dibentuk oleh kedua vektor Contoh Soal 4 Dua vektor gaya F1 dan F2 masing – masing besarnya F memiliki titik pangkal yang berhimpit.Oleh karena OC = R.V2 d. tentukanlah sudut apit kedua vektor tersebut.

yaitu pada sumbu-x dan sumbu-y a. r2 Jawab : Diketahui r1 = 3 cm dan r2 = 4 cm Resultan kedua vektor dapat dicari dengan persamaan : √ √ Arah vektor resultan R terhadap r1 adalah : r1 r2 R Arah vektor resultan R terhadap r2 adalah : (α – β ) = 900 . Penguraian Vektor Sebuah vektor dapat diuraikan menjadi 2 buah vektor. tentukanlah arah resultan vektor tersebut terhadap vektor: a. yaitu Vx dan komponennya pada sumbu-y.Untuk menentukan arah resultan Vektor digunakan persamaan sinus : Contoh Soal 5 Dua vektor perpindahan r1 dan r2 masing – masing panjangnya 3 cm dan 4 cm. besar Vx dan Vy dapat dihitung dengan persamaan : Y Vy V α X Vx . Menentukan Komponen – komponen sebuah vektor Apabila Besar dan Arahnya Diketahui Sebuah vektor V dapat diuraikan menjadi komponen pada sumbu-x. Jika kedua vektor saling tegak lurus.530 = 370 3. yaitu Vy. Apabila sudut yang dibentuk oleh vektor V terhadap sumbu-x adalah α. r1 b. Kedua vektor tersebut memiliki titik tangkap yang berhimpit.

persamaan di atas menjadi : Arah vektor dapat dicari dengan membagi persamaan awal (sebelum dikuadratkan ) yaitu: Sehingga diperoleh .5√ N √ )N )N b.Contoh Soal 6 Tentukanlah besar komponen Fx dan Fy dari sebuah vektor gaya F yang besarnya 10 N pada arah 2400 terhadap sumbu-x positif Jawab: Diketahui : F = 10 N dan α = 2400 ( Kuadran III ) Fx = F cos 2400 = (10) (( =-5N Fy = F sin 2400 = (10) ( = . Menentukan Besar dan Arahnya Apabila Komponen – komponen sebuah vektor Diketahui Jika persamaan sebelumnya dikuadratkan maka persamaannya menjadi Kedua persamaan diatas dijumlahkan menjadi : Karena .

2. . ukurlah panjang karet mula – mula ( L ) dan cacat pada tabel data. Tarik kembali pegas tetapi kali ini dengan menggunakan 2 buah neraca pegas yang membentuk sudut tertentu hingga pegas mencapai panjang yang sama pada saat ditarik dengan 1 buah neraca pegas sebelumnya ( L1 ). Letakkan kertas HVS diatas papan kayu (dibawah pegas). 5. Gambarkan besar sudut yang dibentuk kedua neraca pegas kemudian ukur besar sudutnya dengan menggunakan busur derajat. Besar gaya ( F ) dapat ditunjukkan langsung ketika pegas ditarik. Alat dan Bahan : o Neraca Pegas (3 buah) o Pegas (1 buah) o Busur Derajat o Penggaris o Kertas HVS o Papan Kayu o Paku o Tabel Logaritma Langkah Kerja : 1. baca angka yang tertera pada neraca kemudian cacat pada tabel data. kemudian tarik pegas tersebut hingga mencapai panjang tertentu (L1) dengan menggunakan 1 buah neraca pegas. Siapkan alat dan bahan. Paku Pegas L L1 Papan Kayu 4. Susun alat seperti gambar di bawah ini : Paku Pegas Papan Kayu 3.Lampiran 2 Percobaan Resultan Vektor Tujuan : Membuktikan rumus cosinus untuk menghitung besarnya resultan vektor. Tandai panjang L1 pada kertas HVS dan ukurlah panjang L1 dengan penggaris kemudian catat pada tabel data.

. cm L1 = . bacalah angka yang tertera pada keduanya dan catat sebagai F1 dan F2 7.. cm No F F1 F2 α Analisis Data : No F Fperhitungan . catat pada tabel Fperhitungan kemudian bandingkan dengan besarnya F pada percobaan awal (saat pegas ditarik dengan 1 buah neraca pegas ) Tabel Data : L = ... Hitung besarnya resultan F1 dan F2 dengan rumus cosinus. Besar gaya pada kedua neraca pegas tertera langsung pada masing – masing neraca pegas ketika pegas ditarik...Paku Pegas α L L1 Papan Kayu 6.

Arah resultan terhadap F1 (dengan menggunakan busur ) Menentukan nilai dan arah resultan vektor secara analisis 9. Kemudian orang tersebut berjalan 3 km ke Barat. Seseorang berjalan 4 km ke arah Timur. Tentukan besar resultan (menggunakan rumus cosinus) dan arah resultan terhadap F1 (menggunakan rumus sinus) secara analisis pada soal nomor 8 ! . Tentukan besar resultan (menggunakan rumus cosinus) dan arah resultan terhadap F1 (menggunakan rumus sinus) secara analisis pada soal nomor 7 ! 10. Gambar vektor perpindahannya! 2. Besar vektor gaya resultan ( dengan menggunakan mistar ) b. Vektor B besarnya 7 satuan dan arahnya membentuk sudut 1400 terhadap sumbu x positif. Tentukan besar dan arah resultan vektor terhadap sumbu x! 5.Soal – Soal Vektor Menentukan nilai dan arah resultan vektor secara grafis 1.5 satuan dan arahnya membentuk sudut 300 terhadap sumbu x positif. Arah resultan terhadap F1 (dengan menggunakan busur ) 8. masing – masing besarnya 6 satuan dan 8 satuan. Kemudian orang tersebut berjalan lagi ke Timur 3 km. Mula – mula ke kanan sejauh 4 m kemudian ke atas 3 m. Tentukan : a. Gambar vektor perpindahannya! 3. Seseorang berjalan 4 km ke arah Timur. Dua buah vektor gaya besarnya |⃗⃗⃗ | = 3 N dan |⃗⃗⃗ | = 4 N keduanya membentuk sudut 300. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 masing – masing besarnya 15 N dan 9 N bertitik tangkap sama dan saling mengapit sudut 600. Besar vektor perpindahan | | = 15 m dengan sudut -200 terhadap sumbu x positif dan besar vektor perpindahan | ⃗ | = 20 m dengan membentuk sudut 600 terhadap sumbu x positif. Seekor siput berjalan – jalan pada dinding. Tentukan : a. Vektor A besarnya 4. Gambar perjalanan siput dan berapa besar resultan perpindahannya? 6. Tentukan besar resultan kedua vektor tersebut! 7. Dua vektor | | dan | ⃗ | saling tegak lurus. Besar vektor gaya resultan ( dengan menggunakan mistar ) b. Tentukan vektor resultan A + B dengan! 4.

25 m 4.25 m 270 -200 B 600 20 m A 15 m 15 m digambar 3 cm berarti skala panjang 3 cm = 15 m atau 1 cm= 5 cm 20 m digambar 4 cm. R 27.9 satuan 1030 A 300 4. 7 satuan R 6.Kunci Jawaban F1 = 4 cm F2 = 3 cm 1.5 satuan B 1400 . Diperoleh hasil panjang resultan = 5. R = 7 cm F1 = 4 cm 2. R = 1 cm F2 = 3 cm 3.45 cm dan sudut 270 Besar resultan = panjang resultan x skala panjang = 5.45 x 5 cm = 27.

R 5 cm F2 3 cm F1 4 cm 6. F2 9N α β F1 15 N 8.77N 170 30 0 F1 3 N . F2 4N R 6. R 10 cm b 8 cm a 6 cm R 21 N 7.5.

Besar vektor : √ √ √ √ √ = 6.77 N Arah vektor terhadap F1 . Besar vektor : √ √ √ √ = 21 N Arah vektor terhadap F1 √ 10.9.

Tabel Logaritma Dasar Teori : Besarnya resultan dua buah vektor yang membentuk sebuah sudt sembarang dapat dicari dengan menggunakan rumus cosinus. Papan Kayu. kemudian tarik pegas tersebut hingga mencapai panjang tertentu (L1) dengan menggunakan 1 buah neraca pegas. Pegas (1 buah). Tandai panjang L1 pada kertas HVS dan ukurlah panjang L1 dengan penggaris kemudian catat pada tabel data. Paku. baca angka yang tertera pada neraca kemudian cacat pada tabel data. Paku Pegas L L1 Papan Kayu 3. Busur Derajat. Penggaris Kertas HVS . Tarik kembali pegas tetapi kali ini dengan menggunakan 2 buah neraca pegas yang membentuk sudut tertentu hingga pegas mencapai panjang yang sama pada saat ditarik . Susun alat seperti gambar di bawah ini : Paku Pegas Papan Kayu 2. Kertas HVS diatas papan kayu (dibawah pegas). yaitu : √ Langkah kerja : 1. panjang karet mula – mula ( L ) diukur dan dicacat pada tabel data. Besar gaya ( F ) dapat ditunjukkan langsung ketika pegas ditarik. 4.Laporan Praktikum Fisika Judul Percobaan : Resultan Dua Buah Vektor Tujuan : Membuktikan rumus cosinus dalam menentukan besar resultan dua buah vektor Alat dan Bahan : Neraca Pegas (3 buah).

cm No L1 F F1 F2 α Analisis Data : No F Fperhitungan Kesimpulan : . catat pada tabel Fperhitungan kemudian bandingkan dengan besarnya F pada percobaan awal (saat pegas ditarik dengan 1 buah neraca pegas ) Data : L = . Gambarkan besar sudut yang dibentuk kedua neraca pegas kemudian ukur besar sudutnya dengan menggunakan busur derajat. bacalah angka yang tertera pada keduanya dan catat sebagai F1 dan F2 6.. Hitung besarnya resultan F1 dan F2 dengan rumus cosinus.dengan 1 buah neraca pegas sebelumnya ( L1 ). Besar gaya pada kedua neraca pegas tertera langsung pada masing – masing neraca pegas ketika pegas ditarik. Paku Pegas α L L1 Papan Kayu 5...