MANAJAMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN BERBASIS SEKOLAH

I.

PERENCANAAAN SARANA DAN PRASARANA PERSEKOLAHAN

Hakikat Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), kata perencanaan berasal dari kata rencana yang mempunyai arti rancangan atau rangka dari sesuatu yang akan dilakukan atau dikerjakan pada masa yang akan datang. Menurut Terry (2005), perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang digariskan. Hal senada juga dikemukakan oleh Nana Sudjana (2002) bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Selanjutnya, oleh Dwiantara dan Sumarto (2004) dikemukakan bahwa perencanaan adalah merupakan kegiatan pemikiran, penelitian, perhitungan, dan perumusan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa yang akan datang, baik berkaitan dengan kegiatan-kegiatan operasional dalam pengadaan, pengelolaan, penggunaan, pengorganisasian, maupun pengendalian sarana dan prasarana. Berdasarkan pengertian di atas, pada dasarnya perencanaan merupakan suatu proses kegiatan menggambarkan sebelumnya hal-hal yang akan dikerjakan kemudian dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini perencanaan yang dimaksud adalah merinci rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian perencanaan sarana dan prasarana persekolahan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan pembelian, pengadaan, rehabilitasi, distribusi atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Tujuan Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Pada dasarnya tujuan diadakannya perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan adalah: (1) Untuk menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan, (2) Untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam pelaksanaannya. Salah rencana dan penentuan kebutuhan merupakan kekeliruan dalam menetapkan kebutuhan sarana dan prasarana yang kurang/tidak memandang kebutuhan ke depan, dan kurang cermat dalam menganalisis kebutuhan sesuai dengan dana yang tersedia dan tingkat kepentingan. Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Adapun manfaat yang dapat diperoleh dengan dilakukannya perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan, yaitu: (1) Dapat membantu dalam menentukan tujuan, (2) Meletakkan dasar-dasar dan menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan, (3) Menghilangkan ketidakpastian, dan (4) Dapat dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk melakukan pengawasan, pengendalian dan bahkan juga penilaian agar nantinya kegiatan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Unsur-Unsur yang Terlibat Dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Agar maksud pemenuhan tuntutan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan yang sesuai dengan kebutuhan maka dalam kegiatan perencanaan perlu mengikut sertakan berbagai PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR 1

unsur atau pihak yang terkait di dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Tujuannya adalah agar unsur atau pihak yang terkait dapat memberikan masukan sesuai dengan bidang keahliannya. Dalam hal ini maka unsur-unsur yang perlu dilibatkan adalah : Kepala sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Kepala Tata Usaha dan Bendahara, serta BP3 atau Komite Sekolah. Persyaratan yang Harus Diperhatikan dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan. Dalam perencanaan sarana dan prasaran pendidikan persekolahan, maka ada beberapa persyaratan-persyaratan yang harus diperhatikan sebagai berikut; Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan harus dipandang sebagai bagian integral dari usaha peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Perencanaan harus jelas. Untuk hal tersebut maka kejelasan suatu rencana dapat dilihat pada: a. Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai serta ada penyusunan perkiraan biaya/harga keperluan pengadaan. b. Jenis dan bentuk tindakan/kegiatan yang akan dilaksanakan. c. Petugas pelaksana, misalnya; guru. Karyawan, dan lain-lain. d. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan. e. Kapan dan di mana kegiatan dilaksanakan. f. Harus diingat bahwa suatu perencanaan yang baik adalah yang realistis, artinya rencana tersebut dapat dilaksanakan. Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan. Mengikuti pedoman (standar) jenis, kuantitas dan kualitas sesuai dengan skala prioritas. Perencanaan pengadaan sesuai dengan plafon anggaran yang disediakan. Mengikuti prosedur yang berlaku. Mengikutsertakan unsur orang tua murid, Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaan, perubahan situasi dan kondisi yang tidak disangka-sangka. Dapat didasarkan pada jangka pendek (1 tahun), jangka menengah (4-5 tahun), jangka panjang (10 – 15 tahun). Prosedur Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan. Untuk perencanaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Identifikasi dan Menganalisis Kebutuhan Sekolah Identifikasi adalah pencatatan dan pendaftaran secara tertib dan teratur terhadap seluruh kebutuhan sarana dan prasarana sekolah yang dapat menunjang kelancaran proses belajarar mengajar, baik untuk kebutuhan sekarang maupun yang akan datang. Hal-hal yang terkait dalam identifikas dan menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah, di antaranya adalah sebagai berikut: Adanya kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan sekolah. Adanya sarana dan prasarana yang rusak, dihapuskan, hilang atau sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan penggantian. Adanya kebutuhan sarana dan prasarana yang dirasakan pada jatah perorangan jika terjadi mutasi guru atau pegawai sehingga turut mempengaruhi kebutuhan sarana dan prasarana. Adanya persedian sarana dan prasarana untuk tahun anggaran mendatang.
PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

2

2.

Inventarisasi Sarana dan Prasarana Yang Ada Setelah identifikasi dan analisis kebutuhan dilakukan, selanjutnya diadakan pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar inventaris secara teratur menurut ketentuan yang berlaku. 3. Mengadakan Seleksi Dalam tahapan mengadakan seleksi, perencanaan sarana dan prasarana meliputi: a. Menyusun konsep program Prinsip dalam menyusun program: 1) Ada penanggung jawab yang memimpin pelaksanaan program 2) Ada kegiatan kongkrit yang dilakukan 3) Ada sasaran (target) terukur yang ingin dicapai 4) Ada batas waktu 5) Ada alokasi anggaran yang pasti untuk melaksanakan program. b. Pendataan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendataan barang: 1) Jenis barang 2) Jumlah barang 3) Kondisi (kualitas) barang. 4. Sumber Anggaran/Dana Pendanaan untuk pengadaan, pemeliharaan, penghapusan, dan lain-lain dibebankan dari APBN/APBD, dan bantuan dari BP3 atau Komite Sekolah. Adapun perencanaan anggaran dilaksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Fungsi perencanaan penganggaran adalah untuk memutuskan rincian menurut standar yang berlaku terhadap jumlah dana yang telah ditetapkan sehingga dapat menghindari pemborosan. Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak dan Barang Tidak Bergerak 1. Perencanaan Pengadaan Barang Bergerak. a. Barang habis pakai. 1) Menyusun daftar sarana sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana kegiatan sekolah tiap bulan. 2) Memperkirakan biaya untuk pengadaan barang tersebut setiap bulan. 3) Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan, tengah tahunan, dan kemudian menjadi rencana tahunan. b. Barang tidak habis dipakai. 1) Menganalisis dan menyusun keperluan sarana dan prasaran sesuai dengan rencana kegiatan sekolah serta memperhatikan fasilitas yang masih ada dan yang masih dapat dipakai. 2) Memperkirakan biaya sarana dan prasarana yang direncanakan dengan memperhatikan standar yang telah ditentukan. 3) Menetapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia, urgensi kebutuhan dan menyusun rencana pengadaan tahunan. 2. Perencanaan pengadaan barang tidak bergerak. a. Tanah 1) Menyusun rencana pengadaan tanah berdasarkan analisis kebutuhsn bangunan yang akan didirikan serta lokasi yang ditentukan berdasarkan pemetaan sekolah. 2) Mengadakan survei tentang adanya fasilitas sekolah seperti: jalan, listrik, air, telepon, transportasi dan sebagainya. 3

PIKIR, DZIKIR, IKHTIAR

2) Mengadakan survei terhadap tanah dimana bangunan akan didirikan. 3) Mengadakan survei harga tanah. Cara-cara Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Ada beberapa alternatif cara dalam pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. siswa. Fungsi ini pada hakikatnya merupakan serangkaian kegiatan untuk menyediakan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan sesuai dengan kebutuhan. atau pegawai. IKHTIAR 4 . Pemilihan cara ini harus mempertimbangkan tingkat PIKIR. Pengadaan sarana dan prasarana dengan cara pembelian ini merupakan salah satu cara yang dominan dilakukan sekolah dewasa ini. jumlah. hal luasnya. Pengadaan sarana dan prasarana merupakan fungsi operasional pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan. 2. perizinan dan sebagainya. kondisi. lemari. Beberapa alternatif cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan tersebut adalah sebagai berikut. dengan memperhatikan skala prioritas yang telah ditetapkan berdasarkan kebijakan Dinas Pendidikan. 5) Menyusun pentahapan rencana anggaran biaya (RAB) yang disesuaikan dengan rencana pentahapan pelaksanaan secara teknis. Pembelian dilakukan apabila anggarannya tersedia.b. Bangunan 1) Menyusun rencana bangunan yang akan didirikan berdasarkan analisis kebutuhan secara lengkap dan teliti. waktu maupun tempat. DZIKIR. serta memperkirakan anggaran yang akan disediakan setiap tahun. II. Pembuatan Sendiri Pembuatan sendiri merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan membuat sendiri yang biasanya dilakukan oleh guru. pengadaan merupakan segala kegiatan yang dilakukan dengan cara menyediakan semua keperluan barang atau jasa berdasarkan hasil perencanaan dengan maksud untuk menunjang kegiatan pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diinginkan. bangku. 4) Menyusun rencana anggaran biaya bangunan. dengan harga dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. dan sebagainya. 3) Menyusun rencana konstruksi dan arsitektur bangunan sesuai pesanan. Pembelian Pembelian adalah merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan sekolah membayar sejumlah uang tertentu kepada penjual atau supplier untuk mendapatkan sejumlah sarana dan prasarana sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. 1. papan tulis. kursi. PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN Hakikat Pengadaan Sarana dan Prasarana Persekolahan Pengadaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyediakan semua jenis sarana dan prasarana pendidikan persekolahan yang sesuai dengan kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 4) Menyusun rencana anggaran biaya sesuai harga standar yang berlaku di daerah yang bersangkutan. baik berkaitan dengan jenis dan spesifikasi. situasi. wireless. status. seperti pembelian meja. Dalam konteks persekolahan.

Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah umumnya melalui prosedur sebagai berikut: Menganalisis kebutuhan dan fungsi sarana dan prasarana. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer. Pinjaman Yaitu penggunaan barang secara cuma-cuma untuk sementara waktu dari pihak lain untuk kepentingan sekolah berdasarkan perjanjian pinjam meminjam. Penerimaan Hibah atau Bantuan Penerimaan hibah atau bantuan yaitu merupakan cara pemenuhan sarana dan prasaran pendidikan persekolahan dengan jalan pemberian secara cuma-cuma dari pihak lain. 80 tahun 2003 yang telah disempurnakan dengan Permen No. 6. dan pada akhirnya satu atau beberapa unit sarana dan prasarana tersebut dapat dioperasikan atau difungsikan. Pendaurulangan Yaitu pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang berguna untuk kepentingan sekolah. 3. 24 tahun 2007. Mengklasifikasikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Penerimaan hibah atau bantuan harus dilakukan dengan membuat berita acara. Pemilihan cara pengadaan sarana dan prasarana jenis ini harus mempertimbangkan adanya saling menguntungkan di antara kedua belah pihak. PIKIR. Prosedur Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Implementasinya Prosedur pengadaan barang dan jasa harus mengacu kepada Kepres No. misalnya alat-alat peraga yang dibuat oleh guru atau murid. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan cara ini hendaknya dilakukan apabila kebutuhan sarana dan prasarana bersifat sementara dan temporer dan harus mempertimbangkan citra baik sekolah yang bersangkutan. Perbaikan atau Rekondisi Perbaikan merupakan cara pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan memperbaiki sarana dan prasarana yang telah mengalami kerusakan. dan sarana/prasarana yang dipertukarkan harus merupakan sarana dan prasarana yang sifatnya berlebihan atau dipandang dan dinilai sudah tidak berdaya guna lagi. IKHTIAR 5 . 5.efektifitas dan efesiensinya apabila dibandingkan dengan cara pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang lain. 4. 7. Penyewaan Yang dimaksud dengan penyewaan adalah cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan persekolahan dengan jalan pemanfaatan sementara barang milik pihak lain untuk kepentingan sekolah dengan cara membayar berdasarkan perjanjian sewa-menyewa. baik dengan perbaikan satu unit sarana dan prasarana maupun dengan jalan penukaran instrumen yang baik di antara instrumen sarana dan prasarana yang rusak sehingga instrumeninstrumen yang baik tersebut dapat disatukan dalam satu unit atau beberapa unit. Penukaran Penukaran merupakan cara pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan jalan menukarkan sarana dan prasarana yang dimiliki dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan organisasi atau instansi lain. DZIKIR. 8. Pembuatan sendiri biasanya dilakukan terhadap sarana dan prasarana pendidikan yang sifatnya sederhana dan murah.

Untuk pengadaan buku dapat dilakukan dengan 4 cara. Biasanya Dinas Pendidikan Tk. buku perpustakaan dan buku-buku lainnya. dan bangku) dikirim langsung dari Pemerintah Pusat untuk beberapa tahun sekali. II mengirim barang tersebut sesuai dengan laporan bulanan/berkala yang dibuat oleh sekolah untuk KASI. Proses Pengadaan Berbagai Jenis Sarana dan Prasarana Sekolah Berikut dijelaskan pengadaan berbagai jenis sarana dan prasarana pendidikan persekolahan: 1.Membuat proposal pengadaan sarana dan prasarana yang ditujuakan kepada pemerintah bagi sekolah negeri dan pihak yayasan bagi sekolah swasta. II). Bila disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju. Selain bamtuan dari Pemerintah sekolahpun kadang-kadang mengadakan dana swadaya dari masyarakat atau komite sekolah atau ada lembaga yang menyerahkan bantuan berupa buku tulis atau seragam siswa. d. lemari. kursi. Sedangkan sarana dan prasarana seperti perabot (meja. Menerima bantuan/hadiah PIKIR. Buku bacaan non fiksi adalah buku bacaan yang ditulis berdasarkan fakta atau kenyataan. Buku teks pelengkap adalah buku yang sifatnya membantu atau merupakan tambahan buku teks utama yang digunakan oleh murid dan guru yang seluruh isinya menunjang kurikilum. Pengadaan daftar isian pengadaan barang yang dibutuhkan sekolah terutama barang atau sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar seperti buku pedoman. buku pelajaran. b. Contoh Implementasinya: Sekolah melakukan analisis kebutuhan. Buku teks utama adalah buku pokok yang menjadi pegangan guru dan murid yang subtansinya mengacu pada kurikulum yang berlaku. IKHTIAR 6 . Tentang jenis-jenis buku harus mengacu pada standar di atas yang antara lain meliputi: a. Isi buku bacaan fiksi biasanya berbentuk cerita yang tidak benar-benar terjadi. Buku Yang dimaksud dengan buku disini ialah buku pelajaran. buku sumber dan sebagainya. Bila disetujui maka akan ditinjau dan dinilai kelayakannya untuk mendapat persetujuan dari pihak yang dituju. Setelah itu blangko dikirim kembali ke Dinas Pendidikan Tk. Sistematika penyusunannya tidak seperti buku teks pelengkap tetapi disajikan secara populer. buku bacaan. Buku yang dapat dipakai oleh sekolah meliputi buku teks utama. Apabila sudah disetujui biasanya dinas mengirim barang tersebut dengan sendirinya (dikirim dari Dinas Pendidikan Tk. II melalui pelatihan atau lokakarya. Buku bacaan fiksi adalah buku bacaan yang ditulis tidak berdasarkan fakta atau kenyataan. c. Menerbitkan sendiri c. II kemudian jika barang ada maka dengan cepat dikirim ke sekolah begitu juga dengan alat peraga. DZIKIR. melainkan berdasarkan khayalan penulis. buku teks pelengkap. buku bacaan baik fiksi maupun non fiksi. kemudian mengklasifikasikan dan membuat proposal yang ditujukan ke Pemerintah melalui Dinas Tingkat II. Biasanya ada seorang guru yang ditunjuk khusus oleh Kepala Sekolah atau Dinas Tk. Membeli b. Pada umumnya buku bacaan non fiksi menunjang salah satu bidang studi. namun untuk saat ini kadang sekolah mendapat blangko daftar isian. Setelah dikunjungi dan disetujui maka sarana dan prasarana akan dikirim ke sekolah yang mengajukan permohonan pengadaan sarana dan prasarana tersebut. yaitu: a.

artinya pengadaan perabot dengan memperhitungkan tinggi badan atau ukuran penggal-penggal tubuh pemakai (misalnya siswa dan tenaga kependidikan lainnya). Pengadaan alat kantor dan alat pendidikan dapat dilaksanakan dengan cara: a. Ekonomis. DZIKIR. kursi. sedangkan jika menukar tidak semua materi akan sesuai dengan materi yang diajarkan atau dengan kurikulum. a. kesehatan. rak. alat praktik. Alat Alat yang dimaksud dalam hal ini terdiri atas alat-alat kantor dan alat-alat pendidikan. e) Penyediaan suku cadang. Adapun yang termasuk alat kantor ialah alat-alat yang biasa digunakan di kantor seperti: mesin tulis. c) Kapasitas. lemari. Membuat sendiri c. ergonomi. Contoh: meja. dan segi ekonomis. dan keamanan pemakai. Membeli Agar pembelian perabot dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan dapat dipertanggungjawabkan maka perlu adanya suatu pedoman sebagai berikut: 1) Rencana kebutuhan telah disetujui berdasarkan penelitian dan hitungan yang mendalam. 3. filling kabinet dan sebagainya. Dalam hal ini yang biasa dilakukan oleh sekolah adalah membeli dan menerima bantuan/hibah. Sebab jika menerbitkan sendiri akan sangat membutuhkan waktu yang lama. maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti segi antropometri. Sedangkan yang termasuk dalam alat pendidikan ialah alat-alat yang secara fungsional digunakan dalam proses belajar mengajar seperti alat peraga. Dalam pengadaan perabot sekolah. komputer. Menukar. Ergonomis. IKHTIAR 7 . Menerima bantuan/ hibah/hadiah. Adapun untuk pengadaan perabot dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: a. b) Merk dagang. maksudnya perabot bukan hanya berkaitan dengan harganya tetapi merupakn transformasi wujud efisiensi dan efektifitas dalam pengadaan dan pendayagunaannya. h) Model 2) Peraturan tentang pembelian. yaitu perabot tersebut hendaknya menyenangkan untuk dipakai karena bentuk dan warnanya menarik. a) Buatan pabrik/negara mana dan tahun pembuatannya. Membeli b. d) Bahan-bahan yang dipakai. baik pembelian langsung maupun melalui tim pembelian. g) Cara pembayaran dan harga. c. alat-alat pembersih dan sebagainya. alat kesenian. mesin stensil. b. Perabot Perabot ialah barang-barang yang berfungsi sebagai tempat untuk menulis. Estetis. Antropometri. mesin hitung. d.d. maksudnya perabot yang akan diadakan tersebut memperhatikan segi kenyamanan. alat laboratorium. 2. f) Jaminan yang diberikan oleh penjual. istirahat. Estetika. Penelitian atas barang (survei) pada umumnya meliputi spesifikasi. PIKIR. agen atau pabrik. tempat penyimpanan alat atau bahan. alat olah raga dan sebagainya.

tenaga ahli yang dimiliki. sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan. 2) Pembuatan pagar halaman. 3) Kegiatan pekerjaan tanah yang meliputi. 2) Setelah ada persetujuan dan dananya sudah tersedia. selanjutnya dilakukan penawaran harga dari pemiliknya melalui Panitia Pembebasan Tanah setempat yang dibentuk berdasarkan kepres 80 tahun 2003. pengurugan tanah. maka dapat langsung diselesaikan akte jual beli di 8 3) PIKIR. dan kegiatan pengawasan lapangan. memper-luas. c. Membangun bangunan baru Membangun bangunan baru meliputi: 1) Mendirikan. Menerima bantuan dilaksanakan atas perjanjian dan persetujuan dari kedua belah pihak (pemberi dan penerima) dan bantuan itu dapat berasal dari lembaga pemerintah. Membangun baru terdiri dari kegiatan perencanaan. pengerasan halaman. 5) Untuk pengadaan perabot yang belum jadi. Bangunan Pengadaan bangunan dapat dilaksanakan dengan cara: a. penunjukan langsung dan penawaran. terutama dalam hal biaya yang tersedia.4. Tetapi dalam hal-hal luar biasa. kegiatan pelaksanaan. pemasangan pompa/menara air. mengubah dengan cara membongkar seluruh atau sebagian bangunan gedung. peralatan yang dibutuhkan. DZIKIR. IKHTIAR . swasta. 4) Tentang pembelian perabot yang sudah jadi. pengadaan listrik. dapat diusulkan kepada Menteri Keuangan dan Ketua Bappenas dengan disertai alasan-alasan yang kuat melalui Menteri Pendidikan Nasional. Membeli bangunan 1) Pada prinsipnya membeli bangunan yang sudah jadi termasuk tanahnya tidak diperbolehkan. dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan. Perabot yang belum jadi perlu dibuat terlebih dahulu sesuai dengan kehendak pemohon. maupun perorangan. b. 3) Apabila antara harga penawaran dan harga penaksiran Panitia sudah ada kecocokan. 6) Pembelian perabot dapat dilakukan dengan lelang. pelaksanaan tugasyang dibebankan. Perabot yang akan dibeli dapat berbentuk sudah jadi atau yang belum jadi. maka Kepala Sekolah/proyek perlu: a) Menyusun kebutuhan b) Penunjukan konsultan perencanaan perabot c) Menyusun syarat-syarat teknis sesuai dengan spesifikasi dan menyediakan gambar-gambar perabot yang akan dibeli. d) Membuat kontrak e) Membuat berita acara serah terima perabot. memperbaharui (rehabilitasi/renovasi). jalan. b. Membuat sendiri Pengadaan perabot dengan membuat sendiri hanya berlaku bagi sekolah dalam rangka untuk praktek. perbaikan tanah dan penyelidikan tanah. Menerima bantuan/hadiah. Kepala sekolah/proyek perlu membuat rencana kebutuhan.

e. Menukar bangunan 1) Penukaran bangunan atau pemindahtanganan barang tidak bergerak milik negara pada umumnya diatur dalam Keputusan Presiden tentang pelaksanaan APBN. jika dianggap perlu dilakukan dengan akte notaris. maka perlu dibentuk Panitia Penaksir yang terdiri atas wakil-wakil dari Departemen Pendidikan Nasional. depan Notaris/Pejabat Pembuat akte Tanah dan selanjutnya diselesaikan balik nama sertifikat tanah. Alasan-alasan penukaran b. dengan syarat anggaran untuk membayar sewa itu harus sudah tersedia lebih dahulu. Gambar situasi/denah dari tanah/bangunan baru. Catatan: Pada prinsipnya usul penukaran itu menguntungkan Negara dalam arti Pemerintah mendapat penggantian tanah/bangunan baru yang lebih luas dan memenuhi persyaratan. apabila dipakai oleh sekolah negeri. BPN dan Pemerintah Daerah. lokasinya terlalu ramai atau tanahnya terlalu sempit untuk diadakan perluasan bangunan. Penaksiran sementara harga tanah/bangunan baru d. 2) Untuk menetapkan besarnya sewa. tetapi pemakai wajib memelihara bangunan tersebut sebagaimana mestinya. Surat-surat pemilikan tanah/bangunan lama e. yaitu segala sesuatu harus mendapat persetujuan Menteri Keuangan terlebih dahulu. 9 PIKIR. sebaiknya pelaksanaannya dilakukan dengan Akte Notaris Pejabat Pembuat Akte tanah setempat. Usul penukaran diajukan kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan dilampiri: a. Departemen Dalam Negeri. 3) Setelah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan. Menyewa bangunan 1) Apabila diperlukan untuk keperluan gedung sekolah. dibuat Surat Perjanjian (kontrak) antara pihak penjual dan pihak yang menyewakan. 2) Bangunan milik negara yang tidak memenuhi fungsinya lagi. Departemen Keuangan. dapat diusulkan untuk ditukarkan dengan bangunan milik pihak lain yang sudah jadi atau masih akan dibangun di lokasi lain. berdasarkan peraturan subsidi yang sekarang masih berlaku tidak perlu dibayar sewanya. Penaksiran sementara harga tanah/bangunan lama c. d. IKHTIAR . DZIKIR. maka suatu instansi diperkenankan untuk menyewa bangunan. pemilik bangunan perlu dimintakan pengesahan/penetapan lebih dahulu kepada Panitia Sewa Menyewa atau Kantor Urusan Perumahan setempat. untuk menetapkan penaksiran harga tanah/bangunan yang lama dan harga tanah/bangunan baru. Menerima hibah bangunan 1) Departemen Pendidikan Nasional dapat menerima hibah bangunan berikut tanah dari pihak lain (Pemerintah Daerah/ Swasta). Gambar situasi/denah dari tanah/bangunan lama f.c. gudang dan sebagainya. 4) Gedung sekolah milik swasta (bersubsidi) dahulu pernah mendapat subsidi dari Pemerintah Departemen Pendidikan Nasional. 2) Agar ada dasar hukumnya. 3) Setelah ditetapkan sewanya. Departeman Kimpraswil.

DZIKIR. Penyelesaian pembelian tanah yang terdiri dari beberapa kegiatan penting. dan alat pengangkutan. BPN. telepon. 3) Memperhatikan persyaratan bagi tanah yang akan dibeli: a) Daerah bebas banjir atau malapetaka lainnya b) Terletak pada daerah yang terjangkau c) Tidak akan tergusur d) Terjangkau fasilitas listrik. telepon. listrik. air e) Harga terjangkau.4) 5) Apabila kedua penaksiran itu sudah disepakati. Menyusun rencana pengadaan tanah yang lokasi dan luasnya sesuai dengan keperluan. Mengadakan survei terhadap adanya sarana jalan. dan lain-lain) b) Meneliti surat-surat tanah yang akan dibeli c) Memperoleh penawaran harga d) Memperhatikan perencanaan tata kota e) Mendapat surat bukti pembebasan tanah f) Menyaksikan pembayaran langsung kepada pembelinya. baru boleh dilakukan setelah tanah/bangunan baru selesai dibangun menurut Surat Perjanjian dan diteima baik oleh Departemen Pendidikan Nasional. dan Dinas PU. dengan observasi atau kunjungan langsung. c. 5. Tata cara pembelian tanah: Untuk membeli tanah bagi instansi pemerintah perlu mengikuti tata cara yang berlaku. Membeli b. Menerima bantuan/hadiah c. yaitu: a. Penyerahan tanah/bangunan lama. luas. Mengajukan rencana anggaran kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan melampirkan data yang telah disusun. air. 1) Menyusun panitia pembelian yang beranggotakan pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. e. d. Melakukan pembebasan tanah yang akan dibeli dengan cara: PIKIR. 4) Mencari tanah yang akan dibeli. b. IKHTIAR 10 . maka dapat diselesaikan Surat Perjanjian Penukaran di depan Notaris Pejabat Pembuat Akte Tanah. Mengadakan survei harga tanah di lokasi yang telah ditentukan untuk bahan pengajuan rencana anggaran dari hasil survei. b. Menukar Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengadaan tanah adalah: a. 2) Menetapkan tugas-tugas panitia antara lain: a) Menetapkan kriteria/syarat (lokasi. Mengadakan survei untuk menentukan lokasi tanah yang baik sesuai dengan maksud serta memperhatikan perencanaan tata bangunan. Selanjutnya diselasaikan balik nama sertifikat tanah/bangunan baru. Pemda. Tanah Pengadaan tanah dapat dilaksanakan dengan cara: a. dan diselasaikan pula penghapusan tanah/bangunan lama dari daftar inventaris dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional.

2) Adanya pemberian honorarium sesuai dengan ketentuan. bantuan/hadiah. DZIKIR. Tata cara penukaran tanah Penukaran tanah dapat terjadi antara satu pihak dan pihak lain yang memerlukan. 4) Mengurus sertifikat. Namun sebelum hal tersebut dilakukan maka harus terlebih dahulu ada izin dari Menteri Keuangan dan sesuai Keppres tentang pelaksanaan APBN Adapun langkah-langkah dan tata caranya sama dengan langkah-langkah dan tata cara dalam menukar bangunan seperti diuraiakan sebelumnya. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. serendah-rendahnya Camat. 3) Melakukan penandatanganan Akta Jual Beli Tanah di depan Notaris/PPAT dan pembayaran dilakukan lewat Kantor Perbendaharaan Negara (KPN). pihak swasta. Lembar berita acara ini juga dapat digunakan untuk menerima barang yang baru diterima dengan jalan pembelian. c. PIKIR. Ipeda. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pengecekan. atau perorangan melalui proses penyerahan berita acara penyerahan atau akta serah terima hibah yang dibuat oleh Notaris/PPAT atau Camat setempat. penukaran dan sebagainya. yaitu: 1) Status barang yang akan dihibahkan 2) Wewenang penghibahan 3) Spesifikasi barang dan cara menerima hibah tanah. masyarakat. e. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tuntutan-tuntutan dari pihak lain di masa datang. Ireda. baik yang dilakukan sendiri oleh sekolah maupun dari luar sekolah. serta melakukan pengontrolan terhadap keluar/masuknya barang atau sarana dan prasarana milik sekolah. atau menukar maka sebaiknya disertakan dengan “Berita Acara Pemeriksaan Barang” beserta lampirannya. Tata cara penerimaan hibah tanah Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan hibah. sebaiknya selalu menggunakan lembaran “Berita Acara Penerimaan/Pengeluaran Barang”. Tata cara menerima hak pakai Penerimaan tanah dari satu pihak atas dasar hak pakai harus disertai dokumen serah terima dari pihak yang memberi hak pakai. Pemda. Camat. Penerimaan hak pakai dari pemerintah harus disertai surat keputusan dari pemerintah yang bersangkutan serta berita acara serah terima dari pihak sekolah yang bersangkutan dan diketahui oleh pejabat setempat. Lembaran berita acara tersebut mewakili persetujuan kedua belah pihak terhadap kesepakatan yang dilakukan dalam proses transaksi. “Berita Acara Penyerahan Barang” atau “Berita Acara Serah Terima Barang”.Membentuk panitia pembebasan tanah yang terdiri dari 7 instansi (BPN. Untuk kelompok sarana dan prasarana yang diadakan dengan cara pembelian. d. IKHTIAR 1) 11 . apabila telah selesai pembuatannya maka dapat diproses lebih lanjut menjadi sertifikat. hendaknya dapat dicatat sesuai dengan keadaan dan kondisinya. yaitu: Tanah yang diterima secara hibah dapat berasal dari pemerintah. Catatan tersebut dituangkan dalam format pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang disajikan dalam bentuk tabel sebagai rujukan bagi sekolah dalam melakukan aktivitas pengadaan sarana dan prasarana untuk sekolah. Kepala Desa. Pengendalian Dalam Pengadaan Pengadaan barang. Dinas PU. hibah. Selanjutnya jika harus mengeluarkan barang dari tempat penyimpanannya.

jendela. Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik. berita acara penyerahan barang. Tujuan pemeliharaan a. Perawatan terus menerus (teratur. e. dan lain-lain d. Pembabatan rumput dan semak yang tidak teratur e. Pembersihan dan penyiraman kamar mandi/wc untuk menjaga kesehatan. Pemeliharaan dimulai dari pemakaian barang. d. Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pencekkan secara rutin dan teratur. karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut. c. berita acara pemeriksaan barang. meja. dari mulai dari berita acara penerimaan/pengeluaran barang. PEMELIHARAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN Hakikat Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dan Manfaat Pemeliharaan 1. maka enak dilihat dan dipandang. sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. III. Untuk menjamin keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut. Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang. rutin) a. Untuk mengoptimalkan usia pakai perlatan. Pembersihan ruangan-ruangan dan halaman dari sampah dan kotoran c. DZIKIR. c. Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal. kursi.Contoh format disajikan secara berurutan. Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus menerus untuk mengusahakan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan baik. b. lemari. Dengan adanya pemeliharaan yang baik. 2. berita acara serah terima barang. Hal ini sangat penting terutama jika dilihat dari aspek biaya. Dengan adanya pemeliharaan yang baik. maka akan lebih terkontrol sehingga menghindar kehilangan. b. Manfaat pemeliharaan a. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud. Jika peralatan terpelihara baik. yaitu dengan cara hati-hati dalam menggunakannya. Pembersihan saluran drainase dari sampah dan kotoran b. Pembersihan terhadap kaca. sampai dengan format buku penerimaan barang sebagai mana terdapat pada Lampiran 2. d. PIKIR. Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin. IKHTIAR 12 . umurnya akan awet yang berarti tidak perlu mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat. Macam-macam Pekerjaaan Pemeliharaan 1.

misalnya. Wakil Kepala Sekolah. menyetel. Pekerjaan yang tergolong perawatan preventif adalah melihat. memeriksa. Dilakukan terhadap kerusakan yang tidak terduga sebelumnya dan berbahaya/merugikan apabila tidak diantisipasi secepatnya b. harus memelihara kebersihan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil. Perbaikan genteng rusak/pecah yang menyebabkan kebocoran d. Adapun langkah-langkah dalam perwatan preventif adalah: a. Pada dasarnya perawatan preventif merupakan cara perawatan sarana dan prasarana yang dilakukan sebelum sarana dan prasarana tersebut mengalami kerusakan Tujuannya adalah untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan sarana dan prasarana tidak bekerja dengan normal dan membantu agar sarana dan prasarana dapat aktif sesuai dengan fungsinya. Perbaikan atau pengecatan kusen-kusen. 1) Kerusakan tidak bertambah parah 2) Proses pembelajarantidak terganggu c. Pembersihan dan pengeringan lantai. Memberi penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran dalam merawat sarana dan prasarana sekolah. BP3 atau Komite Sekolah c. Pelapisan plesteran pada tembok yang retak atau terkelupas e. halaman atau selasar yang terkena air hujan/air tergenang. Membentuk tim pelaksana perawatan preventif sekolah yang terdiri atas. pengemudi mobil. tembok dan komponen bangunan lainnya yang sudah terlihat kusam b. Dilaksanakan secara swakelola d. Kepala Tata Usaha. meja. 4. Perbaikan mebeler (lemari. mesin stensil dan sebagainya. Menyusun program perawatan preventif di sekolah b. Menyiapkan jadwal tahunan kegiatan perawatan untuk setiap peralatan dan fasilitas sekolah d. DZIKIR. Perbaikan yang sifatnya sementara dan harus cepat selesai supaya. Pemeliharaan ini dilakukan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut dan bertanggung jawab atas barang itu. Pemeliharaan sehari-hari Pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai). pintu. Berdasarkan kurun waktu Upaya pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan: a. Menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masing-masing bagian sekolah e. mengkalibrasi. PIKIR. kursi. pemegang mesin tik. 3. Kepala Sekolah. Bentuk-bentuk Upaya Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan 1. Perawatan berkala a.2. Perawatan preventif Perawatan preventif adalah perawatan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang ditentukan sebelumnya. penggantian suku cadang dan sebagainya. Harus segera dilakukan perbaikan permanen. Perawatan darurat a. meminyaki. IKHTIAR 13 . dan lain-lain) c.

Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan pabrik. misalnya 2 atau 3 bulan sekali dan sebagainya (seperti mesin tulis) atau setelah jarak tempuh tertentu (kendaraan bermotor) atau jam pakai tertentu (mesin statis). dan perbaikan terhadap kerusakan dengan cara: a) Membersihkan kendaraan b) Memeriksa air radiator c) Memeriksa minyak motor d) Membersihkan dan memeriksa air accu PIKIR. disikat pada bagian yang perlu disikat. menutup kembali setelah dipergunakan. Misalnya pemakaian barang yang berwujud seperti kendaraan dinas dengan jangka waktu selama 5 tahun. sebab kalau terjadi hal yang demikian jelas telah mengganggu kelancaran kegiatan dalam organisasi. IKHTIAR b. b. a. Pemeliharaan menurut keadaan barang Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barang dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai. Misalnya untuk mesin-mesin kantor selalu harus dibersihkan dari debu. 2. Pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh pegawai yang diserahi tugas dan tanggung jawab terhadap alat-alat tersebut. Usia barang secara administratif Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari jarang ditemui barang yang keadaannya secara fisik telah 0 %. Pemeliharaan terhadap barang tahan lama seperti: 1) Mesin-mesin Mesin-mesin memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. DZIKIR. Pemeliharaan dari segi penggunaan Barang yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat mengurangi kerusakan pada barang tersebut. Misalnya. Untuk peralatan dan mesin kondisi usang itu sangat relatif. Oleh karena itu biasanya barang dalam kondisi yang kapasitasnya lebih kurang 50 % sudah diusulkan untuk dihapus. bukan untuk yang lainnya. 3. maka pada kondisi usang kapasitas total adalah 0 %. 14 . Untuk mesin pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat pelumas dan alat pendingin. oleh karena itu perlu disepakati batas-batasnya. 4. Berdasarkan umur penggunaan barang Upaya pemeliharaan menurut umur penggunaan barang dapat dilihat dari dua aspek: a. Usia barang secara fisik Setiap barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas waktu tertentu dalam penggunaannya. 2) Kendaraan Untuk kendaraan bermotor diperlukan pemeliharaan sehari-hari. penggunaan komputer yang digunakan untuk keperluan kantor. berkala. karena hanya mempersempit ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih besar.Pemeliharaan berkala Pemeliharaan ini dapat dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). Pemeliharaan untuk barang yang habis pakai terutama ditujukan pada saat penyimpanan sebelum barang tersebut dipergunakan. b. Kalau sebuah mesin kapasitasnya dikatakan 100 % pada waktu baru. Upaya pemeliharaan ini biasanya dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggung jawabnya atau memanggil ahli untuk melakukannya.

pemeliharaan berkala dan perbaikan ringan dibebankan pada anggaran rutin. Untuk beberapa peralatan tertentu cara pemeliharaannya ditentukan oleh pabrik yang memproduksi. IKHTIAR e) 15 . Pemeliharaan setiap hari dilakukan dengan jalan membersihkan buku-buku tersebut secara berkala dengan melakukan penyemprotan obat anti hama untuk waktu-waktu tertentu. tidak membahayakan keselamatan siswa. Untuk perbaikan berkala misalnya setiap tahun dilakukan pengapuran dan perbaikan terhadap kerusakan. 4) Buku-buku Pemeliharaan terhadap buku-buku dilakukan setiap hari dan berkala. 9) Pemeliharaan tanah sekolah Pemeliharaan terhadap tanah sekolah berupa pemagaran/pemberian tanda batas dan pembersihan. Penjaga/pesuruh sekolah adalah orang yang bertugas sehari-hari dalam memelihara kebersihan. Perbaikan sehari-hari. bukan tempat memanjat dan tempat melompat siswa. Pemeliharaan gedung sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah. 5) Meubiler Pemeliharaan meubiler pada garis besarnya hanya memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan perbaikan jika terjadi kerusakan. DZIKIR. Pelaksanaan pemeliharaan tanah sekolah meliputi: a) Pagar sekolah Pagar sekolah diusahakan dengan tinggi minimal 185 cm dibuat dari tembok bata atau besi atau kombinasi keduanya. melaporkan ke unit yang mengurus kendaraan untuk mendapat perbaikan.Jika terdapat kerusakan. Sebagian besar dari kewajiban pemeliharaan alat laboratorium dilakukan oleh tenaga teknis bukan tenaga administratif. keamanan. 8) Pemeliharaan ruang kelas a) Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas b) Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas. sedang untuk rehabilitasi biayanya pada anggaran pembangunan. PIKIR. 7) Gedung-gedung Gedung-gedung memerlukan pemeliharaan sehari-hari. Khusus untuk alat-alat yang mudah pecah harus diperhatikan mengenai penempatan alat-alat tersebut dengan cara membuatkan kotakkotak khusus. Perlu disadari bahwa mencegah kerusakan lebih muda dari memperbaiki kerusakan. 6) Alat-alat laboratorium Pemeliharaan terhadap alat-alat laboratorium memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan untuk sebagian memerlukan pemeliharaan berkala. dan berada dibawah pengamatan kepala sekolah. Perbaikan terhadap kerusakan dapat berupa perbaikan ringan yaitu terhadap kerusakan kecil-kecil dan perbaikan berat misalnya rehabilitasi. Cara pemeliharaannya sama dengan pemeliharaan mesin-mesin kantor. 3) Alat-alat elektronika Alat-alat elektronika memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala.

Tiap sekolah wajib menyelenggarakan inventarisasi barang milik negara yang dikuasai/diurus oleh sekolah masing-masing secara teratur. Bahan. Tenaga gotong royong/swadaya masyarakat c. pasir. Pekerja harian tetap. peralatan kayu. bisa ditanami tanaman tahun atau buah-buahan. seng. antara lain penjaga sekolah 2. Alat. d) Lapangan olah raga Lapangan untuk senam. kuas cat. perlu diperhatikan pemeliharaan dan pengaturan pemakaiannya secara bergantian dan sebaiknya dibuatkan jadwal pemakainnya. bulu tangkis. PIKIR. Tenaga kerja/tenaga sukarela a. Barang inventaris sekolah adalah semua barang milik negara (yang dikuasai sekolah) baik yang diadakan/dibeli melalui dana dari pemerintah.b) Taman sekolah Taman sekolah direncanakan minimal sepertiga luas tanah sekolah. IV. DPP maupun diperoleh sebagai pertukaran. bola volli. b. Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan adalah pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik sekolah ke dalam suatu daftar inventaris barang secara tertib dan teratur menurut ketentuan dan tata cara yang berlaku. dan lain-lain. rumput sehingga dapat digunakan kawasan areal hijau sekolah. Hal-hal yang Perlu diperhatikan Sehubungan dengan Pemeliharaan/ Perawatan Persekolahan 1. hadiah atau hibah serta hasil usaha pembuatan sendiri di sekolah guna menunjang kelancaran proses belajar mengajar. c) Tempat upacara Lapangan tempat upacara sebaiknya dikeraskan dengan semen/aspal agar pada waktu musim hujan tidak becek dan pada musim panas tidak berdebu yang dapat mengganggu kesehatan. semen. paku. INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN Pengertian Inventarisasi Sarana dan Sarana Pendidikan Inventarisasi berasal dari kata “inventaris” (Latin = inventarium) yang berarti daftar barang-barang. air. dan lain-lain. ada yang perlu perawatan secara rutin ada juga yang hanya dilakukan secara berkala. DZIKIR. sapu lantai dan sapu lidi. genteng. basket. Pekerja harian lepas/musiman d. pelitur. ember. Kepala sekolah melakukan dan bertanggung jawab atas terlaksananya inventarisasi fisik dan pengisian daftar inventaris barang milik negara yang ada di sekolahnya. 3. amplas. tanaman bunga. peralatan tembok/batu. Jenis atau spesifikasi barang. Guru dan murid b. bahan dan sebagainya. seperti lap untuk pembersih. Alat dan bahan a. seperti batu bata. tertib dan lengkap. IKHTIAR 16 . cat.

Tujuan Inventarisasi Sarana dan Sarana Pendidikan Secara umum. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam penyaluran barang. Secara khusus. penghapus papan tulis. teratur dan berkelanjutan dapat memberikan manfaat. rusak. Daftar Laporan Triwulan. 4. 6. inventarisasi dilakukan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut: 1. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. 5. seperti. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam pengarahan pengadaan barang. kertas ketik. Buku Golongan Barang Inventaris. DZIKIR. 2. Memberikan data dan informasi dalam menentukan keadaan barang (tua. lebih) sebagai dasar untuk menetapkan penghapusannya. 1. tinta dan sejenisnya. Manfaat Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Daftar inventarisasi barang yang disusun dalam suatu organisasi yang lengkap. Daftar Laporan Triwulan Mutasi Barang Inventaris adalah daftar tempat mencatat jumlah bertambah dan atau berkurangnya barang inventaris sebagai akibat mutasi yang terjadi dalam triwulan yang bersangkutan. Membuat Daftar Isian Inventaris. yakni sebagai berikut: 1. kapur. Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pengadaan maupun untuk pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah. yaitu tempat-tempat mencatat semua barang inventaris menurut golongan barangnya. Buku Catatan Barang Non Inventaris. Mutasi Barang Inventaris. Menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan menyusun rencana kebutuhan barang. 3. inventarisasi dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. Buku Golongan Barang Inventaris adalah buku pembantu tempat mencatat barang inventaris menurut golongan barang yang telah ditentukan. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. 3. IKHTIAR 17 . Memberikan data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan pengendalian barang. 4. Pengadministrasian Barang Inventaris Pelaksanaan kegiatan pengadministrasian barang inventaris dilakukan dalam Buku Induk Barang Inventaris. 4. 5. Daftar ini tersusun menurut jenis barang pada masing-masing golongan inventaris. Membuat Daftar Rekapitulasi Barang Inventaris. 3. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang. pensil. 2. Daftar Rekap Barang Inventaris. Buku Induk Barang Inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang inventaris milik negara dalam lingkungan sekolah menurut urutan tanggal penerimaannya. 2. yaitu merupakan daftar yang menunjukkan jumlah barang inventaris menurut keadaan pada tanggal 1 April PIKIR. Buku Catatan Non Inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang habis pakai.

000 Sandi untuk Alat-alat besar PIKIR.tahun yang lalu.0600 Tanah Peternakan 110. nomor ini menyediakan pula wadah untuk spesifikasi jenis barang sebanyak 99 tempat. sandi atau kode yang dipergunakan sebagai pengganti nama atau uraian bagi tiap golongan. sekolah wajib membuat dan mengisinya dalam rangkap 2 (dua) untuk disampaikan 1 set (asli) kepada unit kerja yang membawahinya dan 1 set (tembusan) untuk arsip sendiri.000 Sandi untuk kelompok barang-barang bergerak 210. Untuk Daftar Isian Inventaris dan Daftar Rekapitulasinya. Klasifikasi dan Kode Barang Inventaris Pada dasarnya maksud dan tujuan mengadakan penggolongan barang ialah agar terdapat cara yang cukup mudah dan efisien untuk mencatat dan sekaligus untuk mencari dan menemukan kembali barang tertentu. DZIKIR.0900 ………………… 110. Untuk barang pada umumnya.0700 Tanah Perkebunan 110. Baik untuk barang tak bergerak maupun barang bergerak pada umumnya dipergunakan nomor kode yang terbentuk dari tujuh buah angka bilangan seperti itu.9900 Tanda untuk keperluan lain yang tersebut di atas.0400 Tanah untuk jalan dan tempat parkir 110. baik secara fisik maupun melalui daftar catatan ataupun di dalam ingatan orang. Angka pertama dari susunan tiga di depan adalah untuk menyatakan jenis formulir yang digunakan. agar mudah diingat dan dikenali. I ni berarti bahwa tiap kelompok dan sub kelompok menyediakan angka 1 sampai dengan 99 sehingga masing-masing dapat menyediakan 99 wadah untuk menampung spesifikasi yang dipergunakan oleh kelompok atau sub kelompok yang bersangkutan. penyusunan angka nomor kode ini diusahakan agar memungkinkan dilakukan pengembangan. Sebagaimana terlihat pada contoh-contoh sandi barang tak bergerak tersebut di atas. sandi atau kode barang inventaris Departemen Pendidikan Nasional seutuhnya terdiri dari angka bilangan 1 sampai 99 (numerik). terutama oleh mereka yang secara langsung menangani pencatatan barang. Sandi atau kode yang dipergunakan melambangkan nama atau uraian kelompok/jenis barang adalah berbentuk angka bilangan (numerik) yang tersusun menurut pola tertentu. nomor kode itu terdiri dari 7 (tujuh) buah angka yang tersusun menjadi tiga dan empat angka. Selanjutnya. kelompok dan atau jenis barang haruslah bersifat membantu/memudahkan penglihatan dan ingatan orang dalam mendapatkan kembali barang yang diinginkan.0500 Tanah Pertanian 110. Sesuai dengan tujuan tersebut maka bentuk lambang. Di samping itu pula. Sebagai contoh cara penggunaan angka-angka untuk nomor kode barang bergerak dapat dikemukakan sebagai berikut: 200. yang dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Sebagai contoh secara berturut-turut disebutkan sebagai berikut: 110. merupakan sandi pokok untuk kelompok barang menurut ketentuan di dalam masing-masing formulir. dan keadaan barang inventaris pada tanggal 1 April tahun anggaran berikutnya.0300 Tanah lapangan olah raga 110. mutasi barang yang terjadi selama setahun tersebut. contoh-contoh format dari buku atau daftar yang disebutkan pada butir 1 s/d 6 di atas dapat dilihat pada Permen 20 tahun 2007. IKHTIAR 18 .0800 Tanah Kehutanan 110. Dua angka berikutnya yakni yang berada sebelum tanda titik. Begitu pula halnya dengan kode barang. serta memberi petunjuk mengenai formulir nama yang harus dipergunakan untuk tempat mencatat jenis barang tertentu.

0300 Sandi untuk sub kelompok alat angkutan darat bermotor 250. dan seterusnya.0306 Bus.0404 Perahu layar 250.0500 Kendaraan angkutan udara PIKIR. pula untuk keperluan persiapan komputerisasi pengolahan data di kemudian hari. Pabrik. dan Instalasi Pembangkit Tenaga Listrik. helicak dan lain-lain yang beroda tiga 250.0305 Station Wagon 250.0302 Sandi untuk bemo. 224. DZIKIR.0300 Sandi untuk sub kelompok Mesin Cetak.0301 Sandi untuk sepeda motor/scoter 250. Dalam prakteknya barang yang dilaporkan tidaklah sampai serinci itu. alat pelipat kertas.000 19 . alat penyusun pola cetak. IBM. IKHTIAR 220.0300.000 Sandi untuk kelompok “besar”: Peralatan Laboratorium. mesin cetak. suburband 250.0200 Sandi untuk kelompok Alat acuan/mesin foto copy. Kompugrafik. intertype. 224.0309 Mobil Balap 250. Jadi nomor kodenya hanya 224.0312 Mobil unit percetakan 250. 224.0399 Kendaraan darat bermotor lainnya 250. Studio.0303 Jeep 250. 221.0499 Kendaraan angkutan airlainnya 250.0303 Sandi untuk mesin cetak Fotografi. Peralatan Bengkel/ Workshop.0100. 224.0400 Kendaraan angkutan air 250.0000 Sandi untuk kelompok alat pengangkutan 250.0313 Mobil pemadam kebakaran 250.0401 Perahu motor out board 250. Tambahan dua buah angka 0 di belakang disediakan.0200. 224. 224.Sandi untuk Peralatan Laboratorium.0304 Sedan 250.0310 Kendaraan keliling untuk pemeriksaan kesehatan/klinik 250.0308 Truck 250. 224. Ada baiknya diberikan pula di sini contoh suatu spesifikasi barang dari sub kelompok tertentu. Percetakan.0405 Perahu dayung 250.000 Sandi untuk kelompok “besar”: Peralatan Bengkel/Workshop. mini bus. tetapi mungkin hanya sampai pada penyebutan nama sub kelompok barangnya saja. Contoh-contoh tersebut di atas dikemukakan hanya untuk sekedar memberikan gambaran tentang azas dan tata kerja yang telah dipergunakan dalam penyusunan klasifikasi dan kode barang inventaris Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan jenis-jenis formulir inventarisasi yang telah ditentukan di dalam Buku Petunjuk Pelaksanaan Inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mutakhir. 222.0403 Speed boat 250. Misalnya sub kelompok Alat Pengangkutan: 250.0301 Sandi untuk jenis barang mesin cetak Letter Press.0402 Perahu bermotor in board 250.0307 Pick up 250.0100 Sandi untuk sub kelompok: Alat penyusun huruf/setting (PHT). alat pemotong kertas dan sebagainya.0302 Sandi untuk mesin cetak Offset. 224. seperti misalnya mengenai peralatan percetakan hanya disebutkan alat penyusun huruf. selain untuk spesifikasi lanjutan yang bersangkutan.0311 Mobil unit perpustakaan keliling 250.

Contoh: 230.0912 KORPRI 230.0919 Lambang lainnya. DZIKIR.0970 Barang-barang seni kerajinan 230. maka angka ketiga sesudah tanda titik ditetapkan menjadi nomor kode bagi subsub kelompok barang tersebut Dalam hal ini angka keempat sesudah tanda titik diperuntukkan bagi nomor kode spesifikasi masing-masing barang dari/di dalam sub-sub kelompok yang bersangkutan.0920 Bendera/Vandel 230.0980 ……………………………… 230.0599 Kendaraan angkutan udara lainnya.p Kepala Bagian Perlengkapan. Tiap sekolah dan unit pelaksana teknis wajib membuat daftar laporan triwulan mutasi barang inventaris rangkap 2 (dua).0914 Dharma Wanita 230.0990 Perhiasan ruangan lainnya 230.0900 Perhiasan ruangan 230.250. IKHTIAR 20 .0910 Lambang negara/Instansi/Organisasi 230.0911 Bhineka Tunggal Ika 230. b.0910 Lambang Negara/Instansi/Organisasi 230. Selanjutnya Kantor Depdik Kabupaten/Kota sendiri menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Propinsi setempat u.0913 Tut Wuri Handayani 230.0918 ………………………………… 230. PIKIR. Catatan: Bilamana jumlah jenis dari suatu sub kelompok barang dapat dikelompok-kelompok secara mudah dalam sub kelompok tertentu yang jumlahnya tidak lebih dari 9 (sembilan) sub-sub kelompok. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi laporan triwulan yang berasal dari sekolah/UPT/Dinas Pendidikan Kecamatan. Laporan tersebut harus sudah disampaikan paling lambat 7 hari setelah berakhirnya triwulan tahun anggaran berjalan.0930 Piala 230.0940 Piagam/Plakat 230.0950 Lukisan berbingkai 230.0960 Peta dinding/Globe 230. untuk disampaikan 1 (satu) set (asli) kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat dan 1 set untuk arsip sendiri.0915 Lambang Sekolah/Perguruan Tinggi 230.0917 ………………………………… 230. Pelaporan Inventarisasi 1.0916 ………………………………… 230. Laporan triwulan mutasi barang inventaris a. Adapun mekanisme laporan triwulan mutasi barang inventaris dapat dilihat pada bagan di bawah ini.

DEPARTEMEN KEUANGAN 60 hari SETJEN DEPDIKNAS Up. PIKIR. BAGIAN PERLENGKAPAN 30 hari DINAS PENDIDIKAN PROPINSI Up. BAGIAN PERLENGKAPAN 15 hari DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA 7 hari SEKOLAH Gambar 5. DZIKIR. IKHTIAR 21 . Tiap sekolah wajib mengisi Daftar Isian Inventaris dan Rekapitulasi Barang Inventaris rangkap 2 (dua). Adapun mekanisme laporan tahunan mutasi barang inventaris dapat dilihat pada bagan di bawah ini. Laporan Tahunan Inventaris (yang membuat Daftar Isian Inventaris dan Rekapitulasi Barang Inventaris) disampaikan 1 set (asli) kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat. Laporan Tahunan Inventaris a.p Kepala Bagian Perlengkapan. b. Laporan Tahunan Inventaris tersebut disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi u.1 Mekanisme Laporan Triwulan Mutasi Barang 2. Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota wajib mengisi Daftar Isian Inventaris dan Dafta Rekapitulasi Laporan Tahunan Inventaris yang berasal dari sekolah/UPT di lingkungannya.

Tujuan Penghapusan Sarana dan Prasarana Penghapusan sarana dan prasarana pada dasarnya bertujuan untuk: 1.DEPARTEMEN KEUANGAN 15 hari SETJEN DEPDIKNAS Up. PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN PERSEKOLAHAN Pengertian Penghapusan Sarana dan Prasarana Penghapusan sarana dan prasarana merupakan kegiatan pembebasan sarana dan prasarana dari pertanggungjawaban yang berlaku dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.2 Mekanisme Laporan Tahunan Mutasi Barang Inventaris V. 4. DZIKIR. kerena sarana dan prasarana tersebut sudah dianggap tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan terutama untuk kepentingan pelaksanaan pembelajaran di sekolah. PIKIR. BAGIAN PERLENGKAPAN 30 hari DINAS PENDIDIKAN KBUPATEN/KOTA 15 hari SEKOLAH Gambar 5. Oleh karena muara berbagai pertimbangan tersebut tidak lain adalah demi efektivitas dan efisiensi kegiatan persekolahan. Penghapusan sebagai salah satu fungsi manajemen sarana dan prasarana pendidikan persekolahan harus mempertimbangkan alasan-alasan normatif tertentu dalam pelaksanaannya. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang-barang yang tidak dipergunakan lagi. 2. Penghapusan sarana dan prasarana dilakukan berdasarkan peraturan perundanganundangan yang berlaku. berlebihan atau rusak dan sudah tidak dapat digunakan lagi. Mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian/pemborosan biaya pemeliharaan sarana dan prasarana yang kondisinya semakin buruk. 3. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventaris. BAGIAN PERLENGKAPAN 30 hari DITJEN DIKDASMEN DINAS PENDIDIKAN PROPINSI Up. Membebaskan barang dari tanggung jawab pengurusan kerja. Secara lebih operasional penghapusan sarana dan prasarana adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan/menghilangkan sarana dan prasarana dari daftar inventaris. IKHTIAR 22 .

Penghapusan barang inventaris dengan lelang Adalah menghapus dengan menjual barang-barang sekolah melalui Kantor Lelang Negara. Barang yang berlebih jika disimpang lebih lama akan bertambah rusak dan tak terpakai lagi. Dicuri. PIKIR. g. 2. d. 1. Biaya lelang dan lainnya dibebankan kepada pembeli. Pembentukan panitia penghapusan oleh Kepala Dinas Pendidikan. Oleh karena itu penghapusan dibuat dengan perencanaan yang matang dan dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan menyebutkan barang-barang apa yang hendak disingkirkan. Dalam keadaan sudah tua atau rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi. yaitu penghapusan melalui lelang dan penghapusan melalui pemusnahan.Syarat-syarat Sarana dan Prasarana yang Dapat Dihapuskan Ada beberapa alasan yang harus diperhatikan untuk dapat menyingkirkan atau menghapus sarana dan prasarana. keadaan barang yang dilelang. IKHTIAR 23 . b. f. 5. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. e. Panitia melakukan penelitian barang yang akan dihapus. Panitia membuat berita acara. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Kepala Dinas Pendidikan: b. d. terbakar. 4. c. Pembayaran uang lelang yang disetorkan ke Kas Negara selambatlambatnya 3 hari. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barang yang dilakukan tiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. dan sebagainya. Setelah mengadakan penelitian secukupnya barang-barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai Surat Keputusan dan disaksikan oleh pejabat pemerintah setempat dan kepolisian. Pembuatan “Risalah Lelang” oleh Kantor Lelang dengan menyebutkan banyaknya nama barang. Prosesnya adalah sebagai berikut: a. Penyusutan di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya barang kimia). e. 3. DZIKIR. Dengan perantaraan panitia lelang melaksanakan penjualan melalui kantor lelang negara dan menyetorkan hasilnya ke Kas Negara setempat. 1. Beberapa alasan tersebut yang dapat dipertimbangkan untuk menghapus sesuatu sarana dan prasarana harus memenuhi sekurang-kurangnya salah satu syarat di bawah ini. Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan Penghapusan jenis ini adalah penghapusan barang inventaris yang dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor pemusnahan ditinjau dari segi uang. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sehingga merupakan pemborosan. c. Cara-cara dan Proses Penghapusan Sarana dan Prasarana Dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis. 7. Menyampaikan berita acara ke atasan/Menteri sehingga dikeluarkan keputusan penghapusan. f. dikubur. Secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan besarnya biaya pemeliharaan. musnah sebagai akibat bencana alam. Prosesnya sebagai berikut: a. pemusnahannya dilakukan oleh unit kerja yang bersangkutan dengan cara dibakar. 2. 6. Mengikuti acara pelelangan.

1) Panitia pelelangan meminta bantuan Kantor Lelang Negara setempat untuk melelang barang yang dihapus. b. 2. g. DZIKIR. i. Panitia membuat Berita Acara Penelitian. h.q.q. nomor kode barang. f. f. Kepala Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pemusnahan. tahun pembuatan. nama barang. merk/tipe. Tata Cara Penghapusan Sarana dan prasarana 1. Barang yang telah dihapus. yang berisi nomor urut. a. Biro Perlengkapan. c. Kepala Sekolah selanjutnya menghapuskan barang tersebut dari buku induk dan buku golongan inventaris dengan menyebut No. IKHTIAR 24 . d. Pengurus barang menyusun daftar barang yang akan dihapus. Kepala Sekolah mengusulkan penghapusan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat yang dilampiri daftar barang. b. Bagian Perlengkapan.q. Kepala Dinas Pendidikan mengusulkan kepada Sekertaris Jenderal Depdiknas c.. Penghapusan gedung kantor/sekolah yang rusak berat. e. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi mengusulkan penghapusan gedung sekolah kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas c. c. dan tanggal SK penghapusannya. tua dan berlebih. Pembentukan panitia penghapusan oleh Kepala Dinas Pendidikan. d. Panitia meneliti barang-barang yang akan dihapus. Pembentukan Panitia Penghapusan pada Dinas Pendidikan setempat dengan menyertakan unsur pelaksana teknis dari Dinas PU setempat.g. j. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota meneruskan usul tersebut kepada ka. k. Sekretaris Jenderal Depdiknas mengajukan permohonan izin penghapusan kepada Menteri Keuangan. Penghapusan sarana dan prasarana yang rusak berat. prosesnya adalah sebagai berikut. g. 2) Penjualan melalui Kantor Lelang Negara dan hasilnya disetorkan ke Ksa Negara setempat. Kepala Sekolah mengusulkan penghapusan kepada Kepala Dinas Pendidikan melalui Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. harga satuan dan kondisi barang (rusak berat atau tua). Biro Perlengkapan. Dinas Pendidikan membentuk Panitia Pelelangan. Dinas Pendidikan c. Biro Perlengkapan mengadakan penelitian dan melaporkan hasil penelitiannya kepada Sekretaris Jenderal. 3) Pejabat Kantor Lelang Negara membuat risalah lelang berikut bukti setoran hasil lelang kepada Sesjen Depdiknas. dikeluarkan dari buku induk dan buku golongan barang inventaris sekolah. Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Keputusan Penghapusan dengan catatan dilelang atau dimusnahkan. a. e. Menteri Keuangan mengeluarkan izin tertulis penghapusan/ pembongkaran gedung sekolah. PIKIR. Kalau dilelang. Panitia meneliti gedung yang akan dihapuskan dan membuat Berita Acara Penelitian. Bila barang itu dimusnahkan.

Kemudian barang tersebut dihapuskan dari Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris. hilang terbakar a. g. Dinas Pendidikan Propinsi membentuk Panitia Pemusnahan bangunan gedung dan membuat Berita Acara Pemusnahan. 4. e. Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan laporan pemusnahan. dan Panitia Tuntutan Ganti Rugi (PTGR). Menteri pendidikan Nasional menerbitkan SK Penghapusan. Kepala Sekolah mengusulkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk penetapan status rumah dinas golongan III. Penghapusan barang yang dicuri. 3. k. i. Surat Keputusan Ganti Rugi dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Nasional setelah pembayaran cicilan lunas atas persetujuan Menteri Keuangan.h. Berdasarkan izin tertulis dari Menteri Keuangan. Biro Perlengkapan meneliti laporan dan meneruskan kepada BPK. Menteri Keuangan. dengan catatan agar bangunan gedung tersebut dilelang atau dimusnahkan.q. Dinas pendidikan Propinsi meneruskan usul tersebut kepada Menteri Pendiudikan Nasional. Apabila bangunan gedung tersebut dilelang. d. b. IKHTIAR 25 . Pengurus barang melaporkan kejadian-kejadian (kecurian. 3) Kepala Dinas Pendidikan Propinsi menyampaikan risalah lelang berikut bukti setoran hasil lelang kepada Sekretaris Jenderal Depdiknas. h. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi mengusulkan kepada Sekretaris Jenderal meminta pengalihan rumah dinas golongan II ke golongan III dengan dilampiri: PIKIR. Kepala Sekolah mengadakan penyidikan dan membuat Berita Acara. Kepala sekolah melaporkan kejadian kepada Dinas Pendidikan Propinsi melalui Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dilampiri Berita Acara dari pihak Kepolisian. maka setelah mendapat pertimbangan BPK. i. Panitia Tuntutan Ganti Rugi meneliti masalah tersebut. DZIKIR. Jika bangunan gedung tersebut dimusnahkan. petugas yang bersangkutan dikenakan tuntutan ganti rugi. Menteri Pendidikan Nasional menerbitkan SK Penetapan Status Golongan II. atau kebakaran) kepada Kepala Sekolah. b. Apabila rumah dinas tersebut sudah berumur 10 tahun. 1) Panitia Pelelangan meminta bantuan Kantor Lelang Negara setempat untuk melelang bangunan gedung yang akan dibongkar. 2) Kantor Lelang Negara melelang bangunan gedung dan hasilnya disetorkan ke Kas Negara serta membuat risalah lelang. kehilangan. d. kalau terbukti kecurian atau kehilangan disebabkan atas kelalaian petugas. f. j. Dinas Pendidikan Propinsi membentuk Panitia Pelelangan. c. Kepala Dinas Pendidikan Propinsi melaporkan kejadian kepada Sekretaris Jenderal c. Biro Perlengkapan dengan melampirkan Berita Acara Penyidikan dan Berita Acara/Laporan Kepolisian. c. Kepala Sekolah melaporkan kejadian kepada pihak Kepolisian setempat disertai pembuatan Berita Acara. Penghapusan rumah dinas golongan III a.

Setelah lunas pembayaran seluruhnya dikeluarkan SK Penjualan dan dibaliknamakan atas nama pembeli. i. g. 2) SK penetapan golongan II nya.1) Gambar legger dan situasi rumah. 5. yaitu serendahrendahnya Bupati yang menyatakan bahwa daerah tersebut telah terjadi bencana alam. Panitia penaksir harga menaksir harga rumah tersebut. 4) SK Otorisasi pembangunan rumah dinas. e. Diadakan kontrak jual beli antara penghuni rumah tersebut dengan Departemen PU dengan cara cicilan selama 5 tahun. f. Sekretaris Jenderal Depdiknas meneruskan usul tersebut ke Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk dikeluarkan penetapan golongan III. h. 5) Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). k. j. 3) Keterangan atas tanah pekarangan rumah. IKHTIAR 26 . Penghapusan rumah dinas dari Buku Induk dan Buku Golongan Barang Inventaris setelah diterbitkan SK Penghapusan oleh Menteri Pendidikan Nasional. DZIKIR. hanya yang perlu ditambahkan adalah SK dari Pemda. 6) Surat Izin Penghunian (SIP) rumah. Ditjen Cipta Karya menerbitkan Surat Penetapan golongan III. Penghuni mengajukan permohonan pembelian rumah dinas golongan III kepada Ditjen Cipta Karya Departemen PU. Penghapusan sarana dan prasarana karena bencana alam Tata caranya disamakan saja dengan penghapusan sarana dan prasarana yang rusak atau tua. PIKIR.

Pengelolaan Fasilitas. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 2007. 2002.. Ivan. Pedoman Praktis Bagi Sekretaris dan Staf Administrasi. Jakarta : CV. Sudjana. dkk. Abdullah. Dasar-dasar Proses Belajar mengajar. Anonim 5. S. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Menengah Kejuruan. Dwiantara. Hasan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Arum. Lukas dan Rumsari Hadi Sumarto. DZIKIR. 2004. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. IKHTIAR 27 . 2004. 2005. Manajemen Logistik. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. 2001. Pedoman Penghapusan Barang Inventaris. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas. dkk. 1996. Wahyu Sri Ambar. 1996. 2003. Pedoman Pemeliharaan Sarana dan Prasarana. Pedoman Administrasi Sekolah Dasar dan Menengah. Anonim 2. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Untuk Pelatihan Kepala Sekolah. Alwi. Anonim 3. Hanafi. 2006.. Nana. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Ivan. Hanafi. Buku 7. Jakarta:PT. Multi Karya Mulia. Edisi III. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. GramediaWidiasarana Indonesia. 2001. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama untuk Pelatihan Kepala Sekolah. PIKIR. dkk Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pedoman Pengelolaan Administrasi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.DAFTAR RUJUKAN Anonim 1. Direktorat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 1993. Jakarta: Balai Pustaka. Anonim 4. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

…Sekertaris merangkap anggota 3. ………… (……………. ………………………………………………… yang terdiri: 1.………………………………..………………………………………………………………. …………………………………………… Ketua merangkap anggota 2. Nama : ………………………………………………. ………………………………. 20 ……..) ***) untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.…… Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya rangkap ……… (………. IKHTIAR 28 .. ………… (……………. Yang dipesan oleh …………………………………….) 2.LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BERITA ACARA PEMERIKSAAN BARANG NO. ……………………………………... DZIKIR.anggata Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa setelah memeriksa dan meneliti barang-barang yang diserahkan oleh: 1..anggota 4. Pada hari ini …………………. ______________ PIKIR... yang ditunjuk berdasarkan Keputusan ……………………………tanggal ……………………………… No.. ………… (……………. …………………………………………… Menurut pendapat kami: ………………………………………………………………………………………… (Perincian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya rangkap ……………. 2. Tanggal ……………………kami Panitia Pemeriksa Barang/alat-alat ……………………. ………………………………………berupa 1.. ………… (……………. …………………………………………… 2.berdasarkan surat Pesanan tanggal ………………………… No. Alamat : ………………………………………………..) 3.) Mengetahui *) Kepala ………………. Jabatan : ……………………………………………….anggota 5.) 4. ………………………. ………………………………………………………………….. . Yang menyerahkan Panitia Pemeriksa 1. 3. …………………………………………… 3.

..(Anggota) Mengetahui : Kepala: …………….……………………….. IKHTIAR 29 .. (Ketua) b... NIP PIKIR....…………………... Panitia Pemeriksa Barang a……….. DZIKIR.(Anggota) e………………………..(Anggota) d………………………....………………….Contoh : LAMPIRAN ACARA PEMERIKSAAN BARANG No Nama Uraian Satuan Banyaknya Kondisi Keterangan Barang (Spesifikasi) Seharusnya Kenyataan Baik Rusak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Yang menyerahkan …………………………… 20 ……...(Sekretaris) c.

: …………………………………………. Saksi-saksi pihak ke-3 1. Setelah diperiksa yang diserahkan oleh pihak ke 3 ternyata terdapat/tidak terdapat ………………………………………………………………………………………… ………………………… 20… Yang menyerahkan.. Yang menerima. sebagai pihak yang menerima Barang-barang yang diserahterimakan ialah seperti daftar terlampir …………. …………………………………. ………………………………………………………………………………………. Telah terjadi penyerahan/pengeluaran barang antara: 1. ……………………. Nama 2. IKHTIAR 30 . 2. Nama 2. Jabatan 3. bertempat …………. : …………………………………………. : …………………………………………. tanggal ……………. DZIKIR..Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BERITA ACARA PENERIMAAN/PENGELUARAN BARANG No : Pada hari ini: hari …………………. Alamat 1. Alamat : …………………………………………. Sesuai dengan surat : Pemberian dari …………………………………… Permintaan Tanggal : …………………………………. : …………………………………………... sebagai pihak yang menyerahkan : …………………………………………. PIKIR.…. No. ……………………. Jabtan 3.

. Jabatan : ………………………………… 3. Jabatan : ………………………………… 3. Alamat : ………………………………… sebagai pihak yang menyerahkan 1. Yang menerima Yang menyerahkan NIP : NIP : *) Bila tidak dapat dimuat disini buatlah lampiran Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah PIKIR.Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BERITA ACARA PENYERAHAN BARANG No : Pada hari ini : hari : ……………………………. ……………………………. DZIKIR.. 2. …………………. No. Nama : ………………………………… 2. ………………………………… 3. …………………………………(lihat lampiran*) Barang tersebut disampaikan kepada : ……………………………………………. IKHTIAR 31 .. 20 ……......... Alamat : ………………………………… sebagai pihak yang menerima barang tersebut di bawah ini : 1. Sesuai dengan surat dari : Tanggal : ………………………………. Bertempat di ……………………………………………………………………. ……………………………………... Nama : ………………………………… 2. telah terjadi Penyerahan/Pengeluaran barang antara : 1. tanggal ……………………….

BERITA ACARA SERAH TERIMA BARANG Pada hari ini. Telah dilaksanakan serah terima barang seperti tersebut di bawah ini sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Barang tanggal …………………. ……………………………… No 1 Nama Uraian Satuan Banyaknya Kondisi Keterangan Barang (spesifikasi) Baik Rusak 2 3 4 5 6 7 8 …………………… 20 ……. …………………. IKHTIAR 32 . Yang menerima Ketua Panitia Pemeriksa Barang Yang menyerahkan Ketua Panitia Pemeriksa Barang __________________________ NIP ________________________ NIP PIKIR. DZIKIR. No. Tanggal ………………….

LAMPIRAN 2 Contoh Format . dsb.) NIP. Perolehan Barang 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 No. IKHTIAR 33 . DZIKIR. Tanggal nomor. PIKIR. Urut 1 ………………………… ………… Kepala ………………………… 20 Sekolah (……………………………. Penyerahan/ ukuran.Format Inventaris Barang Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BUKU INDUK BARANG INVENTARIS Tanggal Kode Nama Keterangan Kuantitas Nama Tahun Asal Kelengkapan Keadaan Harga Keterangan dan Barang Barang Barang Satuan Pembuatan Barang Dokumen dan Barang Pembukuan (merek.

) NIP. ukuran) Induk 1 2 3 4 5 Kuantitas Nama Tahun Keadaan Harga Lokasi Keterangan Satuan Pembuatan Barang 6 7 8 9 10 11 12 ………………………… 20 …………… Kepala Sekolah ………………………… (……………………………. DZIKIR.Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BUKU GOLONGAN BARANG INVENTARIS Golongan Barang …………………………….. Nomor Kode Nama Keterangan Urut Urut Barang Barang Barang (merk. Angka Sandi Jenis Barang ………………………. No. Buku nomor. PIKIR. IKHTIAR 34 .

Nama Kuantita Keteranga No. DZIKIR.) NIP. Stoc ukuran) k 1 2 3 4 5 6 7 Asal Baran g Kelengkapa n Dokumen dan Tanggal Penyerahan/ Perolehan 9 Keadaa n Barang Harga Satua n 11 Jumla h Harga 12 13 Keteranga n 8 10 ………………………… …………… Kepala ………………………… 20 Sekolah (…………………………….Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah BUKU CATATAN BARANG NON INVENTARIS No. Nama Tahun Urut Baran s n Barang Kart Satua Pembuata g (merk. u n n nomor. PIKIR. IKHTIAR 35 .

............ tanah pertanian No..... DZIKIR....... : TANAH/PERSIL Sandi Pokok : 110 Tanah untuk bangunan.. No..... Jenis Banyaknya Letak Luas Tahun Status Kelengkapan Kondisi Diperuntuk Harga Keterangan Urut Kode Tanah Persil Tanah (p x dibeli/ Barang (nama l) diperoleh jalan) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 ……………………….. Daftar A.... 20 …... ……………………… (………………………………) PIKIR..... ………………………………………… lapangan ………………………………………… dsb) Telepon No..Identitas Sekolah Nama dan Alamat Sekolah DAFTAR BARANG INVENTARIS MILIK NEGARA MENURUT KEADAAN PADA TANGGAL 1 JANUARI 20… Nama dan Alamat Unit Kerja/Proyek ........ Kepala....... olah raga. IKHTIAR 36 ..

DZIKIR. IKHTIAR 37 .PIKIR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful