Tentang Komnas HAM Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya

yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia. Komnas HAM bertujuan : a. mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan Piagam PBB serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia; b meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. Komnas HAM mempunyai kelengkapan yang terdiri dari Sidang paripurna dan Subkomisi. Di samping itu, Komnas HAM mempunyai Sekretariat Jenderal sebagai unsur pelayanan. SIDANG PARIPURNA a. mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan Piagam PBB serta Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia; b meningkatkan perlindungan dan penegakan hak asasi manusia guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan kemampuannya berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan. SUBKOMISI Sejak berdirinya pada 1993 hingga awal Juni 2004 kegiatan Komnas HAM dilaksanakan oleh Subkomisi yang dibentuk berdasarkan fungsi Komnas HAM, yakni Subkomisi Pengkajian dan Penelitian, Subkomisi Penyuluhan, Subkomisi Pemantauan, dan Subkomisi Mediasi. Kemudian, Sidang Paripurna Komnas HAM dalam rapatnya 2-3 Juni 2004 memutuskan melakukan restrukturisasi Subkomisi Komnas HAM. Subkomisi yang direstrukturisasi tidak lagi didasarkan pada fungsi Komnas HAM melainkan pada kategori HAM dan kelompok dalam masyarakat yang perlindungan hak asasi manusianya perlu mendapat perhatian khusus. Subkomisi menurut struktur baru ini adalah sebagai berikut : 1. Subkomisi Hak 2. Subkomisi Hak Ekonomi, 3. Subkomisi Perlindungan Kelompok Khusus Sipil Sosial dan dan Politik; Budaya

Menurut struktur baru tersebut masing-masing subkomisi melaksanakan keempat fungsi Komnas HAM yakni pengkajian dan penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi. Untuk melaksanakan fungsi Komnas HAM Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan : dalam pengkajian dan penelitian,

a. Pengkajian dan penelitian berbagai instrumen internasional hak asasi manusia dengan tujuan memberikan saran-saran mengenai kemungkinan aksesi dan atau ratifikasi; b. Pengkajian dan penelitian berbagai peraturan perundang-undangan untuk memberikan rekomendasi mengenai pembentukan, perubahan, dan pencabutan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak asasi manusia; c. Penerbitan hasil pengkajian dan penelitian; d. Studi kepustakaan, studi lapangan, dan studi banding di negara lain mengenai hak asasi manusia; e. Pembahasan berbagai masalah yang berkaitan dengan perlindungan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia; dan f. Kerja sama pengkajian dan penelitian dengan organisasi, lembaga atau pihak lainnya, baik tingkat nasional, regional, maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia. Untuk melaksanakan fungsi Komnas Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan : HAM dalam penyuluhan,

a. Penyebarluasan wawasan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat Indonesia; b. Upaya peningkatan kesadaran masyarakat tentang hak asasi manusia melalui lembaga pendidikan formal dan nonformal serta berbagai kalangan lainnya; dan c. Kerja sama dengan organisasi, lembaga, atau pihak lainnya, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional dalam bidang hak asasi manusia.

d. a. Tap MPR No. UUD 1945 beserta amendemennya.Untuk melaksanakan fungsi Komnas Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan : HAM dalam bidang pemantauan. Instrumen Acuan Dalam melaksanakan fungsi. . Peraturan perundang-undangan nasional lain yang terkait. yakni Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 yang juga menetapkan keberadaan. serta tugas dan wewenang Komnas HAM. b. Instrumen internasional lain mengenai HAM yang telah disahkan dan diterima oleh Indonesia. Penyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti. e. Berdasarkan Undang-undang No. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan. tugas. Komnas HAM juga berwenang melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang berat dengan dikeluarkannya UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. c. Landasan Hukum Komnas HAM Pada awalnya. dan tempat-tempat lainnya yang diduduki atau dimiliki pihak tertentu dengan persetujuan Ketua Pengadilan. baik nasional maupun Internasional. konsiliasi. d. fungsi . Pemanggilan saksi untuk diminta dan didengar kesaksiannya. Penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia. Komnas HAM adalah lembaga yang berwenang menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Komnas HAM didirikan dengan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993 tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Sejak 1999 keberadaan Komnas HAM didasarkan pada undang-undang. mediasi. 1945. Pemanggilan kepada pihak pengadu atau korban maupun pihak yang diadukan untuk dimintai dan didengar keterangannya. Perdamaian kedua belah pihak.keanggotaan. Untuk melaksanakan fungsi Komnas Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan : HAM dalam mediasi. Ppenyampaian rekomendasi atas suatu kasus pelanggaran hak asasi manusia kepada Pemerintah untuk ditindaklanjuti penyelesaiannya. b. negosiasi. dan kepada saksi pengadu diminta menyerahkan bukti yang diperlukan. kelengkapan. Piagam PBB. Pemberian pendapat berdasarkan persetujuan Ketua Pengadilan terhadap perkara tertentu yang sedang dalam proses peradilan. f. Peninjauan di tempat kejadian dan tempat lainnya yang dianggap perlu. pengamatan pelaksanaan hak asasi manusia dan penyusunan laporan hasil pengamatan tersebut. Dalam melakukan penyelidikan ini Komnas HAM dapat membentuk tim ad hoc yang terdiri atas Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan unsur masyarakat. tujuan. Deklarasi Universal HAM 1948. pekarangan. g. d. b. Di samping kewenangan menurut UU No 39 Tahun 1999. Pemeriksaan setempat terhadap rumah. Pemanggilan terhadap pihak terkait untuk memberikan keterangan secara tertulis atau menyerahkan dokumen yang diperlukan sesuai dengan aslinya dengan persetujuan Ketua Pengadilan. bilamana dalam perkara tersebut terdapat pelanggaran hak asasi manusia dalam masalah publik dan acara pemeriksaan oleh pengadilan yang kemudian pendapat Komnas HAM tersebut wajib diberitahukan oleh hakim kepada para pihak. dan e. asas. Instrumen nasional: a. UU No 26 tahun 2000. b. XVII/MPR/1998. Instrumen Internasional: a. c. 26/2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Penyelesaian perkara melalui cara konsultasi. c. dan h. dan penilaian ahli. bangunan. UU No 39 Tahun 1999. c. dan wewenang guna mencapai tujuannya Komnas HAM menggunakan sebagai acuan instrumen-instrumen yang berkaitan dengan HAM. a. e.

N. Dr. S. Roekmini Koesoemo Astoeti 22.Awal Pembentukan (1993) Pada tanggal 7 Juni 1993 Presiden Republik Indonesia saat itu. S. Djoko Moelyono 10.A 25. H. S. Hasil pleno ini dikukuhkan dengan Keppres No.H. Asmara Nababan. terpilih Ali Said sebagai Ketua. 50 Tahun 1993. Baharudin Lopa. 5. untuk menyusun Komisi tersebut dan memilih para anggotanya. 4.A. 2. 6. Attamimi. S. Dr. S. 16. akhirnya diperoleh 25 (dua puluh lima) nama yang merupakan figur nasional dan ditunjuk sebagai anggota KOMNAS HAM. Clementino Dos Reis Amaral 9. K.H. S. 3. Prof. Dr. S.H. Dr. M. Bidang kerja: mencakup penyebarluasan hak asasi manusia.H. membentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan pada saat yang sama menunjuk pensiunan Ketua Mahkamah Agung RI. Ig. 19. Bambang W. 8. Dr. H. S. termasuk seri siaran lewat TV.H. Soetandyo Wignjosoebroto. 24. Baramuli. lembaga swasta.H. Pada tanggal 3 Januari 1994. Hamid S. Hasan Basri 14. Soeharto.H. Prof. S. Sub Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Masyarakat Dengan tugas pokok: memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas baik nasional maupun internasional. 18. Miriam Budiardjo. Ch. A. Munawir Sjadzali. Berdasarkan Keppres No.H. Aisyah Amini.H. M. Prof.P. Pada tanggal 10 Desember 1993 dalam rapat pleno pertama. Dr. S. Pada tanggal 7 Desember 1993. 11. . Saat itu penerbitan bahan-bahan yang berkaitan dengan hak asasi manusia masih dalam tahap persiapan .H.A. Soegiri.R. Prof. Hj. Gani Djemat.H. Ali Said. S. Miriam Budiardjo dan Marzuki Darusman sebagai Wakil Ketua. dan bagan organisasi KOMNAS HAM. Soeharto 7. S. Dr. Prof. Marzuki Darusman. Dra. pembagian kerja. Dr. Sri Soemantri Martosoewignjo. S. S. Prof.H.H. Dr.H. seminar dalam berbagai kesempatan.H. Marbun. 12. A. mengamati dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia. Prof. Satjipto Rahardjo. Ali Said. 17. Sekretaris Jenderal dijabat oleh Baharudin Lopa. S. Komnas HAM mengadakan sidang pleno kedua yang menghasilkan susunan kepemimpinan. Prof.R. S. Keputusan Presiden ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Lokakarya tentang Hak Asasi Manusia yang diprakarsai Departemen Luar Negeri RI dan PBB yang diadakan di Jakarta pada 22 Januari 1991. Kegiatan tersebut terutama dilakukan lewat ceramah. Himawan.H. Nurcholis Madjid 21. B. pihak akademisi dan non akademik. 15.H. S. lewat Keputusan Presiden No. H. 23. Albert Hasibuan. tentang konsep dasar hak asasi manusia lewat aparat pemerintah. Drs. 13. Pembagian Kerja KOMNAS HAM Pelaksanaan kegiatan Komnas HAM dilakukan masing-masing oleh: 1. setelah melalui proses panjang perekrutan. Djoko Soegianto. keduapuluh lima nama tersebut adalah: 1.476/M Tahun 1993.H. Dr. 455/M Tahun 1993. Muladi. 20.

perlindungan. Pencegahan. 2. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (CERD. yang selanjutnya diteruskan penanganannya kepada pihak yang berwenang. Saat itu Komnas HAM meneruskan temuannya terkait kasus Marsinah kepada instansi penyidik yang menangani kasus tersebut. 1984) 3. Pemberdayaan Diseminasi nilai-nilai HAM kepada masyarakat dan aparatur negara. 5. 3. dan dipercaya oleh masyarakat di tingkat lokal. Pemantauan pelaksanaan instrumen-instrumen HAM internasional yang telah disahkan pemerintah. dan penyelesaian kasus HAM. Mengembangkan jaringan kerja sama dengan pemegang kepentingan (stakeholders)bagi perlindungan dan penegakan HAM. 4. Peningkatan kinerja Peningkatan mutu kinerja Komnas HAM agar kepercayaan publik meningkat. Sub Komisi Pemantauan Pelaksanaan HAM Tugas pokok: memantau dan menyelidiki pelaksanaan HAM di Indonesia secara aktif dan segera mengambil langkah-langkah pemulihannya. .memberikan pendapat. berwibawa. Isu-isu strategis Komnas HAM 2004–2008 yang diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. yaitu: . dan internasional.mengadakan kerjasama dengan badan-badan regional dan internasional yang mengembangkan dan melindungi HAM. Tugas pokok lainnya merupakan titik simpul kegiatan Komnas HAM. Sub Komisi Pengkajian Instrumen HAM Tugas pokok: mengkaji berbagai perjanjian dan konvensi PBB dalam bidang HAM. Visi dan Misi Komnas HAM Visi Komnas HAM adalah: Terwujudnya Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia bagi Semua Misi Komnas HAM adalah sebagai berikut: 1. Perlindungan dan penegakan HAM Peningkatan mutu pelayanan Komnas HAM terhadap korban pelanggaran HAM. Penegakan hukum Rekomendasi kepada pemerintah untuk mengesahkan instrumen-instrumen HAM internasional. Pelembagaan Fasilitasi kepada pemerintah pusat dan daerah untuk menetapkan kebijakan-kebijakan pembangunan yang berbasis HAM (rights-based development). Konvensi Anti Penyiksaan (CAT. 1965) b). Rencana Strategis 2004-2008 Komnas HAM telah menyusun Rencana Strategis Komnas HAM 2004–2008. Saat itu kegiatan yang dilakukan: menanggapi kasus pencabutan SIUPP majalah berita (termasuk Tempo) pada 22 Juni 1994.2. Menciptakan kondisi yang kondusif bagi terwujudnya perlindungan dan penegakan HAM guna berkembangnya pribadi manusia Indonesia seutuhnya dalam masyarakat yang terintegrasi agar mampu berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan. nasional. dan saran kepada aparat pemerintah yang terkait atau kepada badan di mana terjadi pelanggaran HAM. 3. Meningkatkan kinerja Komnas HAM menjadi lembaga yang profesional. pertimbangan. 2. . Sampai saat itu Komnas HAM telah menyarankan kepada Pemerintah RI untuk menerima dan meratifikasi dua konvensi: a).

d. . dengan menggunakan indikator yang menyangkut mutu pelayanan. tercapainya rekonsiliasi dan perdamaian di daerah konflik. Optimalisasi pelaksanaan fungsi dan tugas Komnas HAM. manajemen komunikasi dan informasi. b. dan pengembangan jaringan pemegang kepentingan (stakeholders) lembaga dan pegiat HAM. pemeliharaan. Terciptanya sinergi antara Komnas HAM dan pemegang kepentingan (stakeholders) dengan menggunakan indikator yang menyangkut jaringan kerja sama. c. e. 2. sistem manajemen yang berbasis teknologi informasi. Tujuan Strategis Komnas HAM 2004–2008 adalah sebagai berikut: 1. 3. Jaringan Perluasan. dan pelatihan HAM secara berkelanjutan. terjadinya pemantapan peran dan fungsi perwakilan Komnas HAM di daerah. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi peningkatan perlindungan dan penegakan HAM di Indonesia dengan menggunakan indikator sebagai berikut: a. dan h.6. tertanganinya pelanggaran HAM yang berat (gross violations of human rights). serta keterlibatan aktif pemegang kepentingan (stakeholders) dalam penyelesaian permasalahan HAM. dan ketersediaan sumber daya organisasi yang memadai. terjadinya percepatan pengesahan instrumen HAM internasional. penyuluhan. f. g. terwujudnya perundang-undangan yang berorientasi pada perlindungan HAM. terselenggaranya sistem peradilan yang kredibel. terselenggaranya pendidikan. terdapatnya kriteria dan indikator pelanggaran HAM yang jelas bagi semua pemegang kepentingan (stakeholders).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful