PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam

usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia). Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Pendidikan adalah pembelajaran pemahaman, informasi, dan kemampuan selama hidup. Pengajar memberikan banyak pelajaran termasuk membaca, menulis, matematika, pengetahuan alam, dan sosial (sejarah). Pengajar adalah spesialisasi profesi seperti astronomi, hukum, ilmu hewan, hanya dapat mengajarkan bidang tersebut, biasanya seperti profesor di institusi belajar tingkat tinggi. Ada banyak petunjuk khusus untuk dapat memiliki kemampuan dalam spesialisasi seperti itu, misalnya persyaratan untuk menjadi pilot. Ada berbagai media dari kesempatan pendidikan pada level non formal juga termasuk pemahaman dan kemampuan belajar selama hidup, termasuk pendidikan yang berasal dari pengalaman. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang melalui upaya pengajaran dengan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. Dari definisi – definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik baginya.

Pakar-pakar instruksional lain menyebut concept mapping sebagai pattern noting diterjemahkan menjadi peta kognitif peta Peta kognitif juga dapat berfungsi menjadi peta visual yang menggambarkan berbagai cara untuk mengartrikan suatu konsep berdarakan proposisinya.pegawai/karyawan. Teknologi. Biaya pendidikan. Pendidikan sekolah merupakan merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan berdasarkan struktur hierarkis dan kronologis. Tujuan. Alatbantu belajar. masyarakat.dll) Consept Mapping adalah istilah yang digunakan oleh novak dan Gowin tentang cara yang dapat digunakan dosen untuk membantu mahawiswa mengorganisasikan materi perkuliahan yang telah dipelajari berdasarkan arti dan hubungan antar komponennya. perpustakaan umum. Murid/Mahasiswa. manusia Indonesia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hidup lahir batin. Stuktur dan jadwal wakru. dan pengetahuan bersadarkan pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada disuatu lingkungan (orang tua. melalaui pembinaan dan pngambangan siakap. dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Manajemen. dan mahluk Tuhan. dan meningkatkan perannya sebagai pribadi. Pendidikan Luar Sekolah merupakan proses pendidikan sepanjanghayat menuju suatu tujuan. warga negar.tetangga. . Pada hari pendidikan nasional ini.Tujuan sistem pendidikan nasional. Pastikan anda membaca gagasan cerdas yang tidak akan ditemukan di Perguruan Tinggi yang ada saat ini. Proses Pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemempuan nyata untuk meningkatkan taraf hidup nyata lahir dan batin. Materi. yang menawarkan berbagai macam program studi yang unun maupun program keterampilan khusus. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan/mengacu kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. museum. Pendidikan merupakan perkara penting dalam membangun sebuah negeri. Tenaga Pengajar dan pelaksana. Sistem.warga masyarakat. Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah. tidak persial atau fragmentaris. Fasilitas. Kendali mutu. keterampilan. Pendekatan sistem merupakan sutu cara yang memandang pendidikan secara menyeluruh dan sistemik. secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan dari berbagai elemen atau bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk mencapai hasil yang diharapkan. Menurut Coombs ada 12 subsistem dalam pendidikan yaitu. Rusaknya pendidikan hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula.teman. kami ingin menyajikan sebuah tulisan yang mengungkap problematika sistem pendidikan di negeri ini yang berbasis sekularisme dan juga solusi untuk menuntaskan persoalan tersebut. Penelitian. Solusi yang ditawarkan tiada lain adalah dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis syariah yang ditegakkan oleh Daulah Khilafah Rasyidah.

Saat ini kehidupan kaum muslimin di berbagai negeri tengah didera oleh ideologi kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. II. berilmu. berakhlak mulia. cakap. mafahim. Fakta Pendidikan di Indonesia Dalam UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa. mandiri. masyarakat hendak diarahkan agar memiliki landasan (qaidah) dan arahan/kepemimpinan (qiyadah) dalam berfikir. Mabda merupakan aqidah aqliyah (difahami melalui proses berfikir) yang melahirkan segenap peraturan untuk memecahkan berbagai problematika kehidupan manusia . cara berfikir). Dengan memahami bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki pemikiran dan perasaan yang sama serta diikat oleh peraturan kehidupan yang sama maka rekonstruksi suatu masyarakat dapat dilakukan dengan perubahan terhadap unsur 2MQ yaitu mengubah Mafahim (pemahaman. Dalam pendekatan sistemik. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang merupakan salah satu negeri muslim terbesar di dunia kini tengah mengalami berbagai macam keterpurukan akibat mengemban ideologi tersebut. diantara ushlub (strategi) dakwah yang dapat dilakukan adalah melalui perubahan sistem pendidikan nasional yang saat ini berkarakteristik sekuler agar menjadi sistem pendidikan yang berbasiskan syari’ah islam. Secara praktis. Adapun dengan mabda islam. dan qanaah yang dimiliki oleh masyarakatpun tidak sepenuhnya diberikan kepada Islam. keterikatan terhadap nilai-nilai). negara. Demikian halnya dengan mabda sosialisme-komunisme yang mengarahkan unsur 2MQ dalam masyarakat berjalan di atas rel ‘Dialektika Materialisme dan Atheisme’.I. Masyarakat yang memiliki maqayis. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban pula bagi kaum muslimin untuk mengembalikan unsur 2MQ tersebut kepada mabda Islam melalui aktifitas dakwah yang dilakukan secara berjamaah dalam berinteraksi dengan masyarakat hingga dapat menanamkan nilai-nilai baru ditengah-tengah masyarakat secara berkesinambungan. maqayis. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. bahkan peradaban umat manusia. dan qanaat yang bersumber dari mabda kapitalisme maka kehidupannya senantiasa berjalan di atas rel ‘Sekulerisme’ begitu pula dengan peradaban yang terbentuknya. berperasaan serta mengikatkan diri pada peraturan yang bersumber dari aqidah dan syariah islam dalam menjalani kehidupannya. melainkan kepada kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. mafahim. sehat. . Maqayis (perasaan-perasaan) serta Qanaat (ketaatan. kreatif. Bahkan dengan mabda islam tersebut umat manusia diarahkan untuk membangun sebuah peradaban yang mulia melalui tegaknya institusi negara yang menjamin terpeliharanya aqidah dan syariah tersebut dalam kehidupan. keberadaan mabda (ideologi) merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kebangkitan dan pembentukan peradaban tersebut. Latar Belakang Dalam upaya merekonstruksi kebangkitan suatu masyarakat.

untuk tingkat SD sebanyak 1. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Equatorial Guinea (109) dan Algeria (108). sehat. tujuan pendidikan nasional di atas memang tidak nampak sekuler. dan SMA pada tahun 2006 mencapai 15. Korea Selatan dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik. SMP. Dari data tersebut. Cina.662 anak. Myanmar (132) dan Laos (135). Tahun 2005 IPM Indonesia berada pada urutan ke 110 dari 177 negara. cakap. Dalam UU Sisdiknas tidak disebutkan bahwa yang menjadi landasan pembentukan kecakapan hidup dan karakter peserta didik adalah nilai-nilai dari aqidah islam. yaitu dari 12 negara yang disurvei. melainkan justru nilai-nilai dari demokrasi. dan peranan-Nya dalam pengaturan kehidupan manusia tidak boleh dominan. Jepang dan Taiwan. Rinciannya. setingkat di bawah Vietnam 2. Indonesia menduduki urutan ke-12. disusul Singapura. Indonesia menempati posisi di bawah negara-negara miskin seperti Kirgistan (110).543 anak. India. dan SMA sebanyak 10. Laporan United Nations Development Program (UNDP) tahun 2004 dan 2005. Keterpurukan yang diakibatkan dari penerapan sistem pendidikan nasional yang sekuler antara lain: 1.793 anak. Berdasarkan IPM 2004. dapat difahami bahwa pendidikan nasional berfungsi sebagai proses untuk membentuk kecakapan hidup dan karakter bagi warga negaranya dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat.326 anak. Berdasarkan hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong pada tahun 2001 saja menyebutkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia terburuk di kawasan Asia. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan jumlah pengguna narkoba di lingkungan pelajar SD. serta Malaysia. berilmu. Pemerintah dalam hal ini berupaya mengaburkan realitas (sekulerisme pendidikan) tersebut. Indonesia hanya satu tingkat di atas Vietnam (112) dan lebih baik dari Kamboja (130).” Sepintas. namun perlu difahami bahwa sekularisme bukanlah pandangan hidup yang sama sekali tidak mengakui adanya Tuhan. meskipun nampak ideal namun arah pendidikan yang sebenarnya adalah sekularisme yaitu pemisahan peranan agama dalam pengaturan urusanurusan kehidupan secara menyeluruh. Bahkan jika dibandingkan dengan IPM negara-negara di ASEAN seperti Singapura (25). Posisi tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. 3. Berdasarkan definisi ini. Melainkan. Sehingga manusia sendirilah yang dianggap lebih berhak untuk mendominasi berbagai pengaturan kehidupannya sekaligus memarjinalkan peranan Tuhan. sedangkan Filipina (83). “Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. meyakini adanya Tuhan sebatas sebagai pencipta saja. SMP sebanyak 3. berakhlak dan berbudi mulia. Tahun 2004 Indonesia menempati urutan ke-111 dari 175 negara. yang paling . Brunei Darussalam (33) Malaysia ( 58). menyatakan bahwa Indeks pembangunan manusia di Indonesia ternyata tetap buruk. sebagaimana terungkap dalam pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan. Thailand (76).dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

230). Surabaya. yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung. tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar. tingkat tawuran antar pelajar sudah mencapai ambang yang cukup memprihatinkan. Sampai sekarang masih terdapat 9 provinsi dengan jumlah buta aksara terbesar usia 10 tahun ke atas dan 15-44 tahun. dan Banten (114. 4. Dalam hal tawuran.921 orang). hingga tahun 2003 secara nasional ketercapaiannya ternyata masih rendah.7% dari total penduduk usia 7-15 tahun (Pusat Data dan Informasi Depdiknas.700 orang atau 1. Kalimantan Barat (117.35%-87. dan Medan. dalam satu hari di Jakarta terdapat sampai tiga kasus perkelahian di tiga tempat sekaligus. hal ini didasarkan pada indikator: (1) anak putus sekolah tidak dapat mengikuti pendidikan (usia 7-15) sekira 693.8% dari keperluan dana penyelenggaraan . Pencapaian APK (Angka Partisipasi Kasar) dan APM (Angka Partisipasi Murni) sebagai indikator keberhasilan program pemerataan pendidikan oleh pemerintah.288).6 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas yang buta huruf.65% dari biaya pendidikan total (Koran Tempo. Misalnya di kota Madiun-Jatim. Data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63. jumlah itu meningkat tajam menjadi 1. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat.086. kalangan pelajar juga rentan tertular penyebaran penyakit HIV/AIDS. (2) putus sekolah SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke jenjang pendidikan menengah mencapai 2. dari data terakhir yang dilansir Yayasan Bambu Nusantara Cabang Madiun. mahasiswa sebesar 12% dan SD/MI sebesar 11%. Nusa Tenggara Timur (117.7 juta orang atau 6. masih ada sekitar 9. beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya).895). Jawa Barat (383. Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1.793 anak. di kotakota besar seperti Jakarta.mencengangkan adalah peningkatan jumlah pelajar SD pengguna narkoba.5 Juta. Papua (264. 5. Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004.75% dari biaya pendidikan total. Nusa Tenggara Barat (254.7%. Jawa Tengah (640. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri.839). Bahkan. Selain itu. Pada tahun 2003. dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas.763 orang). Sulawesi Selatan (291. yakni: Jawa Timur (1. pelajar SMP sebesar 26%. organisasi yang konsen masalah HIV/AIDS. Rasio partisipasi pendidikan rata-rata hanya mencapai 68. tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. 07/03/2007). menyebutkan kasus Infeksi Seksual Menular (IMS) yang beresiko tertular HIV/AIDS menurut kategori pendidikan sampai akhir Oktober 2007 didominasi pelajar SMA/SMK sebanyak 51 %. Selain itu.22%-36.338). 2003).4 persen. namun tiga tahun kemudian atau tahun 2006. jumlahnya baru mencapai 949 anak. Indonesia hanya menyediakan 62.457).428). Bahkan sering tercatat.

pedagang mie rebus. 8. Koalisi Pendidikan menemukan beberapa kesenjangan.6 triliun. terang saja. Dengan pendapatan seperti itu. Revrisond Bashwir sebagai agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Berdasarkan survei FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional. Pemerintah berencana memprivatisasi sektor pendidikan. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. 9. Kelompok Kajian Studi Kultural (KKSK). pedagang pulsa ponsel. Realisasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD ternyata masih sangat sulit untuk dilakukan pemerintah. persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah. Perumusan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang sudah berlangsung sejak 2004 dinilai oleh pengamat ekonomi Tim Indonesia Bangkit (TIB). Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri. Semua satuan pendidikan (sekolah) kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. Dari jumlah . Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Jakarta). The Center for the Betterment Indonesia (CBE). National Education Watch (NEW). bahkan skenario yang diterapkan pun masih mengalokasikan dana pendidikan dari APBN/APBD dalam jumlah yang terbatas yaitu Total Belanja Pemerintah Pusat menurut APBN 2006 adalah sebesar Rp 427. For-Kom Guru Kota Tanggerang (FKGKT). pendapatan ratarata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). 7. dari SD hingga perguruan tinggi. Ketentuan anggaran pendidikan dalam UU No. Jakarta Teachers and Education Club (JTEC). Forum Aksi Guru Bandung (FAGI-Bandung). Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. berdasarkan kajian terhadap UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No. Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka. Realisasi anggaran pendidikan yang masih sedikit. Forum Guru Honorer Indonesia (FGHI). Rendahnya tingkat kesejahteraan guru yang berpengaruh terahadap rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. guru bantu Rp. dan Indonesia Corruption Watch (ICW).5 juta. dan sebagainya. Kebijakan UN yang banyak ditentang oleh masyarakat karena dinilai diskriminatif dan hanya menghamburkan anggaran pendidikan. antara lain ditentang oleh Koalisi Pendidikan yang terdiri dari Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP). 460 ribu. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP).20/2003 pasal dinyatakan bahwa Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (ayat 1).6. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah. memberi les pada sore hari. pedagang buku/LKS. Sekarang. menjadi tukang ojek. pendidikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%.

7 persen per tahun hingga 2009.1 % pada tahun 2005 dan 9. 9.Tahun 2007 hanya mencapai 11. pengelolaan dan efisiensi.5% dan PT sebesar 36.5 juta orang yang akan mencari kerja. Penyelesaian itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perombakan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma pendidikan Islam.6 triliun. setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Hal ini sangat penting dan utama.40 % (2008). Solusi masalah mendasar tersebut adalah dengan melakukan pendekatan sistemik yaitu secara bersamaan dan menyeluruh agar sistem pendidikan dapat berubah lebih baik maka harus pula dilakukan perubahan terhadap paradigma .8 persen.6%. Diploma/S0 sebesar 27. dengan rincian kenaikan 6.21%. 12. 17. III. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25. 427. maka masih terdapat defisit atau kekurangan kebutuhan dana pendidikan sebesar Rp 47. penguasaan IPTEK untuk peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat. Artinya.6 triliun atau sebesar Rp. Pada tahun 2009 diperkirakan ada 116. 10.01 % (2006). serta memecahkan berbagai problematika kehidupan lainnya. Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. yang pada akhirnya penyelenggaraan pendidikan tidak dapat memberikan penyelesaian terhadap permasalahan pembentukan karakter insan yang berakhlak mulia. Padahal diantara tujuan semula pendidikan adalah untuk itu semua.47%. 14.1 Solusi Masalah Mendasar Penyelesaian masalah mendasar tentu harus dilakukan secara fundamental.7 triliun. 14. hingga kualitas pendidikan). jumlah yang dianggarkan untuk pendidikan adalah sebesar Rp36. Pemecahan Masalah 3. setelah masalah mendasar diselesaikan. 85. Sedangkan asumsi kebutuhan budget anggaran pendidikan adalah 20% dari Rp.4%. Nilai ini setara dengan Rp 90.68 % (2007). pembentukan keterampilan hidup. Data di atas merupakan beberapa indikator yang menunjukan betapa sistem pendidikan nasional kita saat ini tengah didera oleh berbagai problematika.07%. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999.2006). dan 15. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masingmasing tingkat pendidikan yaitu 13.5 triliun. Bandingkan dengan anggaran yang ternyata hanya dialokasikan sebesar 8.tersebut. dan 20. relevansi pendidikan.10 triliun dari total nilai anggaran Rp 763.1 % pada tahun 2006 (Pan Mohamad Faiz. barulah berbagai macam masalah cabang pendidikan dapat diselesaikan (yang antara lain dikelompokan menjadi masalah aksesibilitas pendidikan.29 % (2005).9 triliun.10 % (2009).6 % (2004). Skenario progresif pemenuhan anggaran pendidikan yang disepakati bersama oleh DPR dan Pemerintah pada tanggal 4 Juli 2005 yang lalu hanya menetapkan kenaikan bertahap 2.

diantaranya juga tetap tidak bisa dilepaskan dari penyelesaian terhadap masalah mendasar. 10) Life skill yang dihasilkan belum optimal. yaitu dengan dibuatnya regulasi tentang pendidikan yang berbasiskan pada konsep syari’ah Islam. 4) Kinerja dan kesejahteraan guru yang belum optimal. bukan dibebankan kepada rakyat sebagaimana Rasulullah Saw pernah mencontohkan dengan menetapkan tebusan bagi orang-orang kafir yang menjadi tawanan dalam perang Badar dengan mengajari masing-masing sepuluh anak kaum muslimin. 2) Kerusakan sarana dan prasarana. Salah satu bentuk nyata dari solusi mendasar itu adalah mengubah total UU Sistem Pendidikan yang ada dan menggantinya dengan UU Sistem Pendidikan (Syari’ah) Islam. 5) Proses pembelajaran yang konvensional. tenaga pendidik dan kependidikan. ideologi. sistem sosial. 3. padahal harta tebusan tersebut statusnya merupakan ghanimah yang akan disimpan dalam Baitul Maal (kas negara) dan menjadi milik . 7) Otonomi Pendidikan. sehingga perubahan sistem pendidikan yang materialistik pun dapat diubah menjadi pendidikan yang dilandasi oleh aqidah dan syariah islam sesuai dengan karakteristiknya.. Upaya perbaikan secara tambal sulam dan parsial. Penerapan ekonomi syari’ah sebagai pengganti ekonomi kapitalis ataupun sosialis akan menyeleraskan paradigma pemerintah dan masyarakat tentang penyelenggaraan pendidikan. dimana pendidikan sebagai salah satu kewajiban negara yang harus diberikan kepada rakyatnya dengan tanpa adanya pembebanan biaya yang memberatkan ataupun diskriminasi terhadap masyarakat yang tidak memiliki sumber dana (capital) untuk mengenyam pendidikan. dan ideologi kapitalisme-sekuler menjadi mabda islam. 6) Jumlah dan kualitas buku yang belum memadai. seperti tujuan pendidikan dan struktur kurikulum. dan lainnya. 8) Keterbatasan anggaran. sistem politik.dalam penyelenggaraan sistem ekonomi yang kapitalistik menjadi islami. 3) Kekurangan tenaga guru. pendanaan dan sebagainya tidak akan dapat berjalan dengan optimal sepanjang permasalahan mendasarnya belum diperbaiki.2 Solusi Untuk Permasalahan Derivat (Turunan) Permasalahan cabang dalam sistem pendidikan nasional kita diantaranya dapat dikelompokan sebagai berikut: 1) Keterbatasan aksesibilitas dan daya tampung. solusi sistemik. karena pendanaan pendidikan harus dialokasikan dari kas negara. Yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Perbaikan semacam ini pun perlu dikokohkan dengan aspek formal. 9) Mutu SDM Pengelola pendidikan. semisal perbaikan hanya terhadap kurikulum. sarana-prasarana. antara lain: sistem ekonomi. Sebab asas sistem pendidikan itulah yang menentukan hal-hal paling prinsipil dalam sistem pendidikan. Untuk menyelasaikan masalah-masalah cabang di atas. tatanan politik yang oportunistik menjadi islami. Hal paling mendasar yang wajib diubah tentunya adalah asas sistem pendidikan. Sehingga dalam hal ini diantaranya secara garis besar terdapat dua solusi yaitu: Pertama. tatanan sosial yang permisif dan hedonis menjadi islami.

Muslim) Kedua. maka pemerintahpun dapat menyelesaikan permasalahan aksesibilitas pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis kepada seluruh masyarakat usia sekolah dan siapapun yang belum bersekolah baik untuk tingkat pendidikan dasar (SD-SMP) maupun menengah (SLTA). Rasulullah Saw bersabda: "Seorang Imam ialah (laksana) penggembala dan Ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya (rakyatnya)". dimana politik akan difahami sebagai aktifitas perjuangan untuk menjamin terlaksananya pengaturan berbagai kepentingan ummat oleh penguasa termasuk diantaranya dalam menetapkan kebijakan bidang pendidikan. Pembangunan sarana dan prasarana yang layak dan berkualitas untuk menunjang proses belajar-mengajar. sehingga bukan malah sebaliknya menyengsarakan ummat dengan memaksa mereka agar melayani penguasa. bahkan harus pula berlanjut pada jenjang perguruan tinggi. pemerintah harus mempunyai komitmen untuk mengalokasikan dana pendidikan nasional dalam jumlah yang memadai yang diperoleh dari hasil-hasil eksploitasi sumber daya alam yang melimpah yang merupakan milik ummat. aparat pemerintah mauapun para pelaku usaha.kaum muslimin (Struktur Negara Khilafah hal. secara tegas. serta menjamin terlaksananya pendidikan yang berkualitas dengan menghasilkan lulusan yang mampu menjalani kehidupan dunia dengan segala kemajuannya (setelah menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi serta seni baik yang berasal dari islam maupun dari non islam sepanjang bersifat umum) dan mempersiapkan mereka untuk mendapatkan bagiannya dalam . Atas dasar inilah jaminan pendidikan terhadap rakyat merupakan kewajiban negara.213: HTI Press). jaminan kesejahteraan dan penghargaan untuk mereka. menyita kembali harta milik rakyat yang telah dicuri oleh para koruptor baik dari kalangan penguasa. Merekrut jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sesuai kebutuhan di lapangan disertai dengan adanya peningkatan kualitas dan kompetensi yang tinggi. (HR. Penerapan sistem sosial yang islami sebagai pengganti sistem sosial yang hedonis dan permisif akan mampu mengkondisikan masyarakat agar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kewajiban terikat pada hukum-hukum syari’at sehingga masyarakat akan menyadari pula bahwa peran mereka dalam mensinergiskan pendidikan di sekolah adalah sebagai pihak yang dapat memberikan tauladan sekaligus mengontrol aplikasi nilai-nilai pendidikan yang diperoleh siswa di sekolah. Yakni solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan internal dalam penyelenggaraan sistem pendidikan. Penyusunan kurikulum yang berlandaskan pada nilai-nilai syari’ah (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Dengan adanya ketersediaan dana tersebut. solusi teknis. Penerapan sistem politik islam sebagai pengganti sistem politik sekuler akan memberikan paradigma dan frame politik yang dilakukan oleh penguasa dan masyarakat. Diantaranya. Melarang segala bentuk kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Secara keseluruhan perbaikan sistem ini akan dapat terlaksana jika pemerintah menyadari fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

dll. teknik. 2. yaitu: 1. ilmu dibagi dalam dua kategori. biasanya ilmuilmu yang mencakup sains dan teknologi serta ilmu terapan-keterampilan. Menguasai IPTEKS diperlukan agar umat Islam mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi dengan baik. sirah Nabi saw. terstruktur.1 Tujuan Pendidikan Islam Pendidikan Islam merupakan upaya sadar. Menanamkan sikap konsisten dan istiqâmah pada orang yang sudah memiliki akidah Islam agar cara berpikir dan berprilakunya tetap berada di atas pondasi akidah yang diyakininya. bahasa Arab. Kedua. bahwa sistem pendidikan Islam merupakan alternatif solusi mendasar untuk menggantikan sistem pendidikan sekuler saat ini. Ulumul Quran. Untuk mengembangkan kepribadian Islam. Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah terbentuk pada seseorang dengan senantiasa mengajaknya untuk bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan tsaqâfah islâmiyah dan mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT. IV. teknik. Ilmu yang dikategorikan fadhu kifayah (kewajiban kolektif). dll. yaitu jika ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan umat. ulumul hadis. seperti biologi. yaitu: 1. kedokteran. berkepribadian Islam (shaksiyah islamiyah). kimi. biologi. yaitu pola pikir (’aqliyyah) dan pola jiwa (nafsiyyah) yang berpijak pada akidah Islam. Begitu pula dengan . Sistem Pendidikan Berbasis Syari'ah Seperti diungkapkan di atas. paling tidak. industri penerbangan. seperti kedokteran. 2.. Ketiga. Berdasarkan takaran kewajibannya. fisika. Ilmu yang termasuk fardhu „ain (kewajiban individual). 4. Islam menetapkan penguasaan sains sebagai fardlu kifayah. dll.. Ini sebetulnya merupakan konsekuensi keimanan seorang Muslim. dan hukum-hukum Islam. Bagaimanakah gambaran sistem pendidikan Islam tersebut? Berikut uraiannya secara sekilas. artinya wajib dipelajari setiap Muslim. sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. dan Seni/IPTEKS). Teknologi. yaitu sebagai „aqîdah „aqliyyah (akidah yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam). ushul fikih. ide. Islam telah mewajibkan setiap Muslim untuk menuntut ilmu. menurut al-Ghazali. dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarakter (khas) Islami. menguasai ilmu kehidupan (Ilmu Pengetahuan. Tahfizh al-Quran. menguasai perangkat ilmu dan pengetahuan (tsaqâfah) Islam. Antara lain: Pertama. yaitu tsaqâfah Islam yang terdiri dari konsepsi. ada tiga langkah yang harus ditempuh. 3. Intinya. seorang Muslim harus memiliki dua aspek yang fundamental.kehidupan di akhirat kelak dengan adanya penguasaan terhadap tsaqofah islam dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Menanamkan akidah Islam kepada seseorang dengan cara yang sesuai dengan kategori akidah tersebut. fisika. terprogram. pertanian.

penguasaan terhadap seni. dan lainnya. dan merata bagi semua anak didik yang mengikutinya. ketiga unsur di atas menggambarkan kondisi faktual obyektif pendidikan. minimal ada 3 hal yang harus menjadi perhatian. yang harus dimiliki umat Islam dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah SWT. penerbangan. yaitu: Pertama. sinergi antara sekolah. Dalam hal ini. umum. dan ceritakan kepada mereka adab sopan-santun dan syairsyair yang baik. 4. Buruknya pendidikan anak di rumah memberi beban berat kepada sekolah/kampus dan menambah keruwetan persoalan di tengah-tengah masyarakat seperti terjadinya tawuran pelajar. masyarakat. Saat ini ketiga unsur tersebut belum berjalan secara sinergis. Keempat. dan keterampilan) diberikan secara bertingkat sesuai dengan daya serap dan tingkat kemampuan anak didik berdasarkan jenjang pendidikannya masing-masing. muatan tsaqâfah Islam dan Ilmu Kehidupan (IPTEK. seks bebas. dan sebagainya. terpadu.2 Pendidikan Islam Adalah Pendidikan Terpadu Agar keluaran pendidikan menghasilkan SDM yang sesuai harapan. pertukangan. Khalifah Umar bin alKhaththab. Islam juga menjadikan penguasaan keterampilan sebagai fardlu kifayah. Sistem pendidikan yang ada harus memadukan seluruh unsur pembentuk sistem pendidikan yang unggul. Penguasaan ilmu-ilmu teknik dan praktis serta latihan-latihan keterampilan dan keahlian merupakan salah satu tujuan pendidikan Islam. seperti rekayasa industri. harus dibuat sebuah sistem pendidikan yang terpadu. Pada saat yang sama. “Sesudah itu. keahlian. maka lengkaplah kehancuran dari tiga pilar pendidikan tersebut. dalam wasiat yang dikirimkan kepada gubernur-gubernurnya. menuliskan. kurikulum yang terstruktur dan terprogram mulai dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi.” . yaitu jika keterampilan tersebut sangat dibutuhkan umat. situasi masyarakat yang buruk jelas membuat nilai-nilai yang mungkin sudah berhasil ditanamkan di tengah keluarga dan sekolah/kampus menjadi kurang optimal. dan keluarga. memiliki keterampilan yang memadai. penyusunan struktur kurikulum sedapat mungkin bersifat mendasar. Pendidikan yang integral harus melibatkan tiga unsur di atas. ajarkanlah kepada anak-anakmu berenang dan menunggang kuda. Kurikulum sebagaimana tersebut di atas dapat menjadi jaminan bagi ketersambungan pendidikan setiap anak didik pada setiap jenjangnya. Selain muatan penunjang proses pembentukan kepribadian Islam yang secara terus-menerus diberikan mulai dari tingkat TK hingga PT. dimana seni merupakan sesuatu yang dibutuhkan pula baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menyelaraskan teknologi dengan fitrah manusia yang menyenangi keindahan (sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan syara’). di samping masing-masing unsur tersebut juga belum berfungsi secara benar. narkoba. pendidikan tidak hanya terkonsentrasi pada satu aspek saja. Sebab. Pada tingkat dasar atau menjelang usia baligh (TK dan SD). Apalagi jika pendidikan yang diterima di sekolah juga kurang bagus. Sebagaimana penguasaan IPTEKS. Artinya. Kedua.

misalnya. kita akan melihat begitu besarnya perhatian para khalifah terhadap pendidikan rakyatnya. Ketiga hal di atas merupakan target yang harus dicapai. dapat diperkenalkan kepada kaum Muslim setelah mereka memahami mabda Islam secara utuh. Pelajaran ideologi selain mabda Islam dan konsepsikonsepsi lainnya disampaikan bukan bertujuan untuk dilaksanakan. bahwa kepala negara bertanggung jawab penuh atas setiap kebutuhan rakyatnya. Kebijakan beliau ini dapat dimaknai. barang tebusan itu merupakan hak Baitul Mal (Kas Negara). Dengan kata lain. Khalifah Umar bin al-Khaththab . Al-Ihkâm. dan orang-orang yang digaji untuk mendidik masyarakat." (HR Al-Bukhari dan Muslim). Demikian pula perhatiannya terhadap nasib para pendidiknya. guru anaknya.Khalifah Hisyam bin Abdul Malik mewasiatkan kepada Sulaiman al-Kalb. kepribadian Islam. Imam Ibnu Hazm. terhadap dunia pendidikan tampak ketika beliau menetapkan para tawanan Perang Badar dapat bebas jika mereka mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang anak kaum muslimin Madinah. Dalam konteks pendidikan. Tebusan ini sama nilainya dengan pembebasan tawanan Perang Badar. “Sesungguhnya anakku ini adalah cahaya mataku. Rasulullah saw. dan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Artinya. Hal ini merupakan tebusan. Ideologi sosialisme-komunisme atau kapitalisme-sekularisme. berorientasi pada pembentukan tsaqâfah Islam.3 Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Negara Islam merupakan sebuah sistem yang memberikan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi manusia. telah menjadikan biaya pendidikan itu setara nilainya dengan barang tebusan yang seharusnya milik Baitul Mal. dalam kitabnya. Saya mempercayaimu untuk mengajarnya. Ketiga. Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan tunaikanlah amanah. bersabda: "Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya. termasuk pendidikan. Jika kita melihat sejarah Kekhalifahan Islam. ketiga hal di atas menjadi orientasi dan panduan bagi pelaksanaan pendidikan. kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh. Setiap solusi yang disajikan Islam secara pasti selaras dengan fitrah manusia. Imam ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari alWadliyah bin Atha’ yang menyatakan. saya mewasiatkan kepadamu agar engkau mengajarkan kepadanya al-Quran. Pertama. Islam telah menentukan bahwa negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan dan mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. Dalam implementasinya. agar menjadi pemahamaan untuk menguraikan kerusakan mabda selain islam tersebut. Perhatian Rasulullah saw. Dalam pandangan Islam. beliau memberikan upah kepada para pengajar (yang tawanan perang itu) dengan harta benda yang seharusnya menjadi milik Baitul Mal. melainkan untuk dijelaskan dan dipahami cacat-celanya serta ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia. 4. sistemnya. kemudian hafalkan kepadanya al-Quran…” Di tingkat Perguruan Tinggi (PT). menjelaskan bahwa kepala negara (khalifah) berkewajiban untuk memenuhi sarana pendidikan. bahwa di kota Madinah pernah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. Rasulullah saw.

tinta. 4. seperti pena. sosial-budaya. Perhatian para khalifah tidak hanya tertuju pada gaji pendidik dan sekolah. dll. dan idoelogi akan sangat menentukan keberhasilan penyelenggaran sistem pendidikan yang berbasiskan aqidah dan syari’ah islam. Pada masa Kekhilafahan Islam. dan pengusaha. maupun dari hasil penyitaan kembali asset rakyat yang dikorupsi oleh para pejabat. Sistem sosial-budaya yang islami akan mengarahkan masyarakat memiliki perspektif yang benar tentang wajibnya berpendidikan. Perpustakaan ini sering dikunjungi para ulama. 940 M). Seorang ulama Yaqut ar-Rumi memuji para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mereka mengizinkan peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun perorang. Bahkan para khalifah memberikan penghargaan yang sangat besar terhadap para penulis buku. dimana satu sama lain akan menyadari tentang .memberikan gaji kepada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar=4. yang sumber-sumbernya dapat diperoleh dari hasil pengelolaan kepemilikan umum yang saat ini di Indonesia misalnya. Bahkan para mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan itu diberi pinjaman buku secara teratur. sungguh merupakan angka yang fantastis.25 gram emas). dll.4 Sistem Pendidikan Islam bersifat Multidisipliner Sistem pendidikan Islam juga sekaligus merupakan sub sistem yang tak terlepas dari pengaruh sub sistem yang lain dalam penyelenggaraannya. Pengunjung perpustakaan ini mendapatkan segala alat yang diperlukan secara gratis.000.00 (subhanallah). Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa dengan sistem ekonomi yang islami maka penyediaan dana pendidikan akan menjadi perhatian penting negara agar dapat dialokasikan dari kas negara dalam jumlah yang memadai. di antara perpustakaan yang terkenal adalah perpustakaan Mosul didirikan oleh Ja‘far bin Muhammad (w. teknologi. maka gaji seorang pendidik yang diberikan oleh Daulah Khilafah sejak 13 abad yang lalu jumlahnya mencapai Rp 12. apalagi jika dibandingkan dengan saat ini dimana berlangsungnya sistem ekonomi kapitalisme telah nyata sangat tidak menghargai peran pendidik.000 untuk setiap jam pelajaran dengan perhitungan kerja riil satu bulan namun gajinya hanya dihitung satu minggu. mineral. jumlahnya masih melimpah seperti barang tambang. politik. auditorium. memiliki motivasi yang tinggi untuk menggali ilmu pengetahuan. pemerintah. keterampilan dan menciptakan berbagai kreasi yang bermanfaat untuk kemaslahatan hidup. semisal upah yang didapatkan seorang guru honorer hanya berkisar Rp 5.750.000-30. kertas. Jika harga 1 gram emas=Rp 200. observatorium.00. yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya. Ini terjadi pada masa Kekhalifahan Islam abad 10 M. kekayaan laut. baik untuk membaca atau menyalin. Selain itu sistem sosial-budaya yang islami juga akan mampu menjadi filter dan pengendali terhadap berbagai aktifitas yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat. Sistem politik yang islami akan mengarahkan penguasa untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyat sebagai konsekuensi dari aktifitas politiknya yaitu riayah syu‟unil ummah (mengatur urusan-urusan ummat) termasuk kebijakan dalam bidang pendidikan yang harus didasarkan pada aqidah dan syari’ah islam. tetapi juga sarana pendidikan seperti perpustakaan.000. Sistem ekonomi. hasil hutan.

"Desentralisasi Pendidikan di Indonesia Keterkaitannya dengan Sistem Pendidikan di Amerika".Com ini dihadiri sekitar 250 peserta. yang dengan aktifitas ini maka hasil pendidikan di sekolah dapat bersinergi dengan pengaplikasiannya di masyarakat. dengan kewenangan yangs sangat terbatas pada pemerintah federal. menyampaikan makalah dengan judul.kewajiban amar ma‟ruf nahyi munkar. Rabu (27/02) lalu. yakni pendidikan merupakan salah satu proses menginternalisasikan ideologi kepada semua warga negara dan ideologi merupakan asas bagi penyelenggaran sistem pendidikan tersebut. M.D. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut diantaranya.Ag. Adapun ideologi. Yogyakarta. USA juga sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada. Kustiwa Benoputra selaku Kabid PSMP Dinas Pendidikan Kota Bandung. Selanjutnya. "Masa Depan Pendidikan Dasar dan Menengah di Era Otonomi Daerah"." jelas Mirza. Ph. Pendidikan dalam Strategi Global disampaikan oleh Dwi Condro Triono. kepala sekolah dan juga mahasiwa. Kustiwa Benoputra dari Dinas Pendidikan Kota Bandung menyampaikan penjelasan seputar manajemen pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka otonomi daerah. Ph.D. baik dari para guru. Acara yang digelar oleh Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia ini mengangkat tema. Dengan demikian maka pengaruh berbagai sistem lainnya terhadap keberhasilan penyelenggaran sistem pendidikan islam memiliki keterkaitan yang erat. Sedangkan Mirza Satriawan. Desentralisasi pendidikan akibat semakin besarnya otonomi daerah semakin menunjukkan kemiripan sistem pendidikan di negeri ini dengan sistem pendidikan di Amerika. Sungguh sangat menyedihkan komersialisasi dan sekularisasi pendidikan yang digambarkan dalam film singkat tersebut. Mirza menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Amerika sangat desentralistis. Mirza Satriawan.Si. merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap pendidikan karena antara keduanya saling mempengaruhi. Dwi Condro Triono. pada masing-masing negara bagian. Oleh karenanya penjuangan terhadap terlaksananya sistem pendidikan yang berbasis syari’ah juga tidak terlepas dari perjuangan terhadap wajibnya menegakan kembali institusi Daulah Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang akan menjamin penerapan hukum-hukum islam dalam semua aspek secara kaffah. Wallahu a‟lam bi shawab. Drs. . Menurut Mirza Satriawan. Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang potret buram pendidikan di Indonesia.. Acara yang juga didukung oleh situs dunia Islam Syabab. Demikian salah satu yang terungkap dalam Seminar Peduli Pendidikan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia. alumnus University of Illinois di Chicago. yang ada adalah sistem pendidikan dalam artian terbatas. "Amerika tidak memiliki sistem pendidikan nasional. M. alumnus University of Illinois USA ini menyatakan desentralisasi pendidikan di Indonesia sangat terkait dengan sistem pendidikan di Amerika. Sedangkan Boundary (sistem yang menaungi semua sistem) terhadap berbagai sistem tersebut adalah sistem pemerintahan/ negara. serta Ir. Terakhir. kandidat Doktor Ekonomi Islam Universitas Kebangsaan Malaysia..

Sedangkan dalam hal pendanaan. terhadap terpenuhinya sarana-sarana tersebut. adanya kewenangan penetapan kurikulum pada distrik sekolah maupun pada guru seperti diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Menurut Mirza. karena itu pola desentralistik yang memberikan kewenangan besar pada pemerintah lokal atau distrik lebih disukai dibandingkan sentralistik. Secara gambalang Dwi Condro menjelaskan sistem pendidikan Islam sebagai solusi tuntas atas persoalan pendidikan yang menimpa negeri ini. Program sertifikasi guru juga mirip dengan sistem pendidikan di Amerika. baik yang fakir miskin maupun yang kaya." jelas Dwi Condro. "Konsep kebebasan individu membuat masyarakat Amerika enggan terhadap campur tangan yang dalam dari pemerintah federal terhadap pendidikan anakanak mereka.Hal ini diikuti oleh langkahnya pada beberapa aspek dalam sistem pendidikan di negeri ini. yakni ideologi kapitalisme. Adapun Dwi Condro mengungkapkan bahwa proses pendidikan yang berlangsung sesungguhnya baru mencapai tingkatan yang ketiga. Salah satu hal yang mirip dengan sistem pendidikan di Amerika diantaranya. Padahal menurutnya dalam sistem pendidikan Islam." lanjut Mirza. "Negara menyediakan pendidikan secara gratis bagi setiap warga negaranya. "Khalifahlah yang akan bertanggung jawab di hadapan Allah Swt. . Tingkatan ini adanya kemampuan untuk memecahkan segenap problem. proses pendidikan mampu menghantarkan setiap insan hingga tingkatan keenam. ada beberapa hal yang sangat mendasar dan bukan sekedar permasalahan manajemen melainkan permasalahan mengikuti ideologi suatu bangsa. sejalan dengan otonomi daerah sangat jelas tidak semua satuan pendidikan atau tidak semua pemerintah daerah dapat mendapatkan dana pendidikan sesuai dengan kebutuhan dari pemerintah pusat." imbuhnya lagi.