PENDIDIKAN SEBAGAI SISTEM Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang dalam

usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. (Kamus Lengkap Bahasa Indonesia). Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pendidikan dapat dipandang sebagai proses membantu peserta didik untuk mencapai tingkat perkembangan yang optimal dalam seluruh aspek kepribadiannya sesuai dengan potensi yang dimiliki dan sistem nilai yang berlaku di lingkungan sosial-budaya dimana dia hidup. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban umat manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa, akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut. Pendidikan adalah pembelajaran pemahaman, informasi, dan kemampuan selama hidup. Pengajar memberikan banyak pelajaran termasuk membaca, menulis, matematika, pengetahuan alam, dan sosial (sejarah). Pengajar adalah spesialisasi profesi seperti astronomi, hukum, ilmu hewan, hanya dapat mengajarkan bidang tersebut, biasanya seperti profesor di institusi belajar tingkat tinggi. Ada banyak petunjuk khusus untuk dapat memiliki kemampuan dalam spesialisasi seperti itu, misalnya persyaratan untuk menjadi pilot. Ada berbagai media dari kesempatan pendidikan pada level non formal juga termasuk pemahaman dan kemampuan belajar selama hidup, termasuk pendidikan yang berasal dari pengalaman. Pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan perilaku seseorang atau kelompok orang melalui upaya pengajaran dengan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. Dari definisi – definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan merupakan proses mengubah keadaan anak didik agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dengan berbagai cara untuk mempersiapkan masa depan yang baik baginya.

Tenaga Pengajar dan pelaksana. Pendidikan merupakan perkara penting dalam membangun sebuah negeri. Solusi yang ditawarkan tiada lain adalah dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis syariah yang ditegakkan oleh Daulah Khilafah Rasyidah. Tujuan. Pakar-pakar instruksional lain menyebut concept mapping sebagai pattern noting diterjemahkan menjadi peta kognitif peta Peta kognitif juga dapat berfungsi menjadi peta visual yang menggambarkan berbagai cara untuk mengartrikan suatu konsep berdarakan proposisinya. kami ingin menyajikan sebuah tulisan yang mengungkap problematika sistem pendidikan di negeri ini yang berbasis sekularisme dan juga solusi untuk menuntaskan persoalan tersebut.Tujuan sistem pendidikan nasional. perpustakaan umum. Pendidikan Luar Sekolah merupakan proses pendidikan sepanjanghayat menuju suatu tujuan. Pendekatan sistem merupakan sutu cara yang memandang pendidikan secara menyeluruh dan sistemik. dan pengetahuan bersadarkan pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada disuatu lingkungan (orang tua. dan mahluk Tuhan.tetangga. Materi. Kendali mutu. secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan dari berbagai elemen atau bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dan berinteraksi secara dinamis untuk mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian. warga negar. Sistem. Teknologi. Hasil pendidikan adalah lulusan yang sudah terdidik berdasarkan/mengacu kepada tujuan pendidikan yang telah ditentukan. dan meningkatkan perannya sebagai pribadi.teman. Pendidikan sekolah merupakan merupakan proses pendidikan yang diorganisasikan berdasarkan struktur hierarkis dan kronologis. . tidak persial atau fragmentaris. Pendidikan Sekolah dan Pendidikan Luar Sekolah. yang menawarkan berbagai macam program studi yang unun maupun program keterampilan khusus. Biaya pendidikan.pegawai/karyawan.dll) Consept Mapping adalah istilah yang digunakan oleh novak dan Gowin tentang cara yang dapat digunakan dosen untuk membantu mahawiswa mengorganisasikan materi perkuliahan yang telah dipelajari berdasarkan arti dan hubungan antar komponennya. Manajemen. Fasilitas. museum. Murid/Mahasiswa. keterampilan. Pastikan anda membaca gagasan cerdas yang tidak akan ditemukan di Perguruan Tinggi yang ada saat ini. Menurut Coombs ada 12 subsistem dalam pendidikan yaitu. masyarakat. dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Alatbantu belajar. Proses Pendidikan adalah proses transformasi atau perubahan kemempuan nyata untuk meningkatkan taraf hidup nyata lahir dan batin. Stuktur dan jadwal wakru. Rusaknya pendidikan hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula. Pada hari pendidikan nasional ini.warga masyarakat. manusia Indonesia diharapkan menjadi individu yang mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk secara mandiri meningkatkan taraf hidup lahir batin. melalaui pembinaan dan pngambangan siakap.

cakap. Tidak terkecuali dengan Indonesia yang merupakan salah satu negeri muslim terbesar di dunia kini tengah mengalami berbagai macam keterpurukan akibat mengemban ideologi tersebut. mandiri. Bahkan dengan mabda islam tersebut umat manusia diarahkan untuk membangun sebuah peradaban yang mulia melalui tegaknya institusi negara yang menjamin terpeliharanya aqidah dan syariah tersebut dalam kehidupan. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban pula bagi kaum muslimin untuk mengembalikan unsur 2MQ tersebut kepada mabda Islam melalui aktifitas dakwah yang dilakukan secara berjamaah dalam berinteraksi dengan masyarakat hingga dapat menanamkan nilai-nilai baru ditengah-tengah masyarakat secara berkesinambungan. dan qanaah yang dimiliki oleh masyarakatpun tidak sepenuhnya diberikan kepada Islam. bahkan peradaban umat manusia. kreatif.I. mafahim. cara berfikir). Demikian halnya dengan mabda sosialisme-komunisme yang mengarahkan unsur 2MQ dalam masyarakat berjalan di atas rel ‘Dialektika Materialisme dan Atheisme’. Mabda merupakan aqidah aqliyah (difahami melalui proses berfikir) yang melahirkan segenap peraturan untuk memecahkan berbagai problematika kehidupan manusia . berilmu. Dengan memahami bahwa masyarakat adalah sekumpulan individu yang memiliki pemikiran dan perasaan yang sama serta diikat oleh peraturan kehidupan yang sama maka rekonstruksi suatu masyarakat dapat dilakukan dengan perubahan terhadap unsur 2MQ yaitu mengubah Mafahim (pemahaman. diantara ushlub (strategi) dakwah yang dapat dilakukan adalah melalui perubahan sistem pendidikan nasional yang saat ini berkarakteristik sekuler agar menjadi sistem pendidikan yang berbasiskan syari’ah islam. Dalam pendekatan sistemik.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 disebutkan bahwa. dan qanaat yang bersumber dari mabda kapitalisme maka kehidupannya senantiasa berjalan di atas rel ‘Sekulerisme’ begitu pula dengan peradaban yang terbentuknya. Saat ini kehidupan kaum muslimin di berbagai negeri tengah didera oleh ideologi kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. berakhlak mulia. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. sehat. . Masyarakat yang memiliki maqayis. Maqayis (perasaan-perasaan) serta Qanaat (ketaatan. masyarakat hendak diarahkan agar memiliki landasan (qaidah) dan arahan/kepemimpinan (qiyadah) dalam berfikir. melainkan kepada kapitalisme maupun sosialisme-komunisme. Fakta Pendidikan di Indonesia Dalam UU No. berperasaan serta mengikatkan diri pada peraturan yang bersumber dari aqidah dan syariah islam dalam menjalani kehidupannya. mafahim. negara. Latar Belakang Dalam upaya merekonstruksi kebangkitan suatu masyarakat. keterikatan terhadap nilai-nilai). II. Secara praktis. keberadaan mabda (ideologi) merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kebangkitan dan pembentukan peradaban tersebut. Adapun dengan mabda islam. maqayis.

disusul Singapura.793 anak. melainkan justru nilai-nilai dari demokrasi. Myanmar (132) dan Laos (135). sehat. 3.326 anak. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan jumlah pengguna narkoba di lingkungan pelajar SD. Keterpurukan yang diakibatkan dari penerapan sistem pendidikan nasional yang sekuler antara lain: 1. Posisi tersebut tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.662 anak. menyatakan bahwa Indeks pembangunan manusia di Indonesia ternyata tetap buruk. India. meskipun nampak ideal namun arah pendidikan yang sebenarnya adalah sekularisme yaitu pemisahan peranan agama dalam pengaturan urusanurusan kehidupan secara menyeluruh. Indonesia menempati posisi di bawah negara-negara miskin seperti Kirgistan (110). SMP sebanyak 3. namun perlu difahami bahwa sekularisme bukanlah pandangan hidup yang sama sekali tidak mengakui adanya Tuhan. Brunei Darussalam (33) Malaysia ( 58). sebagaimana terungkap dalam pasal 4 ayat 1 yang menyebutkan. Korea Selatan dinilai memiliki sistem pendidikan terbaik. Jepang dan Taiwan. dan peranan-Nya dalam pengaturan kehidupan manusia tidak boleh dominan. Berdasarkan definisi ini.543 anak. Dari data tersebut. Tahun 2005 IPM Indonesia berada pada urutan ke 110 dari 177 negara.” Sepintas. Pemerintah dalam hal ini berupaya mengaburkan realitas (sekulerisme pendidikan) tersebut. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air. serta Malaysia. Rinciannya. berakhlak dan berbudi mulia.dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. yaitu dari 12 negara yang disurvei. SMP. Melainkan. cakap. Indonesia menduduki urutan ke-12. Thailand (76). dan SMA pada tahun 2006 mencapai 15. Dalam UU Sisdiknas tidak disebutkan bahwa yang menjadi landasan pembentukan kecakapan hidup dan karakter peserta didik adalah nilai-nilai dari aqidah islam. tujuan pendidikan nasional di atas memang tidak nampak sekuler. sedangkan Filipina (83). meyakini adanya Tuhan sebatas sebagai pencipta saja. Tahun 2004 Indonesia menempati urutan ke-111 dari 175 negara. dapat difahami bahwa pendidikan nasional berfungsi sebagai proses untuk membentuk kecakapan hidup dan karakter bagi warga negaranya dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat. untuk tingkat SD sebanyak 1. setingkat di bawah Vietnam 2. “Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang paling . Berdasarkan hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berpusat di Hongkong pada tahun 2001 saja menyebutkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia terburuk di kawasan Asia. Indonesia hanya satu tingkat di atas Vietnam (112) dan lebih baik dari Kamboja (130). Cina. Laporan United Nations Development Program (UNDP) tahun 2004 dan 2005. Equatorial Guinea (109) dan Algeria (108). berilmu. Sehingga manusia sendirilah yang dianggap lebih berhak untuk mendominasi berbagai pengaturan kehidupannya sekaligus memarjinalkan peranan Tuhan. Berdasarkan IPM 2004. Bahkan jika dibandingkan dengan IPM negara-negara di ASEAN seperti Singapura (25). dan SMA sebanyak 10.

Menurut laporan dari bank dunia tahun 2004.230). dalam satu hari di Jakarta terdapat sampai tiga kasus perkelahian di tiga tempat sekaligus. (2) putus sekolah SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke jenjang pendidikan menengah mencapai 2.mencengangkan adalah peningkatan jumlah pelajar SD pengguna narkoba.700 orang atau 1.428). hal ini didasarkan pada indikator: (1) anak putus sekolah tidak dapat mengikuti pendidikan (usia 7-15) sekira 693. Sedangkan menurut riset Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2006 di 10 Kabupaten/Kota se-Indonesia ternyata orang tua/siswa pada level SD masih menanggung beban biaya pendidikan Rp 1. Bahkan sering tercatat. Misalnya di kota Madiun-Jatim. dan Medan. Papua (264. Kalimantan Barat (117.5 Juta.895). 4. Pada tahun 2003.7% dari total penduduk usia 7-15 tahun (Pusat Data dan Informasi Depdiknas. 07/03/2007). Selain itu.8% dari keperluan dana penyelenggaraan . hingga tahun 2003 secara nasional ketercapaiannya ternyata masih rendah.086.75% dari biaya pendidikan total.338). organisasi yang konsen masalah HIV/AIDS. 5.921 orang). Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya). Indonesia hanya menyediakan 62. Surabaya. yang terdiri atas biaya langsung dan tak langsung. mahasiswa sebesar 12% dan SD/MI sebesar 11%.7%. dan Banten (114.4 persen. Nusa Tenggara Barat (254. jumlahnya baru mencapai 949 anak.288). beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh pemerintah dan masyarakat (selain orang tua/ siswa) hanya berkisar antara 12. tingkat tawuran antar pelajar sudah mencapai ambang yang cukup memprihatinkan. Nusa Tenggara Timur (117. kalangan pelajar juga rentan tertular penyebaran penyakit HIV/AIDS. Bahkan. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri.6 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas yang buta huruf. 2003). Selain itu.7 juta orang atau 6. tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Sulawesi Selatan (291. Rasio partisipasi pendidikan rata-rata hanya mencapai 68.22%-36. yakni: Jawa Timur (1. Data dari Balitbang Depdiknas 2003 yang menyebutkan bahwa porsi biaya pendidikan yang ditanggung orang tua/siswa berkisar antara 63. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. pelajar SMP sebesar 26%.65% dari biaya pendidikan total (Koran Tempo.763 orang). di kotakota besar seperti Jakarta. dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas.793 anak. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar. masih ada sekitar 9. Jawa Tengah (640.839). menyebutkan kasus Infeksi Seksual Menular (IMS) yang beresiko tertular HIV/AIDS menurut kategori pendidikan sampai akhir Oktober 2007 didominasi pelajar SMA/SMK sebanyak 51 %. jumlah itu meningkat tajam menjadi 1. Sampai sekarang masih terdapat 9 provinsi dengan jumlah buta aksara terbesar usia 10 tahun ke atas dan 15-44 tahun. Jawa Barat (383. Pencapaian APK (Angka Partisipasi Kasar) dan APM (Angka Partisipasi Murni) sebagai indikator keberhasilan program pemerataan pendidikan oleh pemerintah.457). dari data terakhir yang dilansir Yayasan Bambu Nusantara Cabang Madiun. tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain.35%-87. namun tiga tahun kemudian atau tahun 2006. Dalam hal tawuran.

antara lain ditentang oleh Koalisi Pendidikan yang terdiri dari Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP). 8. dan Indonesia Corruption Watch (ICW). berdasarkan kajian terhadap UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No. pedagang mie rebus. guru bantu Rp. For-Kom Guru Kota Tanggerang (FKGKT). dari SD hingga perguruan tinggi. Kelompok Kajian Studi Kultural (KKSK). 460 ribu. Hal ini berlaku untuk seluruh sekolah negeri. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional. Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Jakarta). persentase anggaran yang disediakan oleh pemerintah Indonesia masih merupakan yang terendah. idealnya seorang guru menerima gaji bulanan serbesar Rp 3 juta rupiah.5 juta. Ada yang mengajar lagi di sekolah lain. 7.6 triliun. Perumusan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) yang sudah berlangsung sejak 2004 dinilai oleh pengamat ekonomi Tim Indonesia Bangkit (TIB). Dengan pendapatan seperti itu. Jakarta Teachers and Education Club (JTEC). Ketentuan anggaran pendidikan dalam UU No. Realisasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN/APBD ternyata masih sangat sulit untuk dilakukan pemerintah. Kebijakan UN yang banyak ditentang oleh masyarakat karena dinilai diskriminatif dan hanya menghamburkan anggaran pendidikan. Rendahnya tingkat kesejahteraan guru yang berpengaruh terahadap rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). 9. pendidikan nasionalnya padahal pada saat yang sama pemerintah India telah dapat menanggung pembiayaan pendidikan 89%. bahkan skenario yang diterapkan pun masih mengalokasikan dana pendidikan dari APBN/APBD dalam jumlah yang terbatas yaitu Total Belanja Pemerintah Pusat menurut APBN 2006 adalah sebesar Rp 427. Realisasi anggaran pendidikan yang masih sedikit. Forum Aksi Guru Bandung (FAGI-Bandung). Forum Guru Honorer Indonesia (FGHI). Bahkan jika dibandingkan dengan negara yang lebih terbelakang seperti Srilanka. Koalisi Pendidikan menemukan beberapa kesenjangan.20/2003 pasal dinyatakan bahwa Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) (ayat 1). Federasi Guru Independen Indonesia (FGII). Revrisond Bashwir sebagai agenda kapitalisme global yang telah dirancang sejak lama oleh negara-negara donor lewat Bank Dunia. Sekarang. terang saja. banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Dari jumlah . pendapatan ratarata guru PNS per bulan sebesar Rp 1. Semua satuan pendidikan (sekolah) kelak akan menjadi badan hukum pendidikan (BHP) yang wajib mencari sumber dananya sendiri. dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10 ribu per jam. National Education Watch (NEW). Berdasarkan survei FGII (Federasi Guru Independen Indonesia) pada pertengahan tahun 2005. pedagang pulsa ponsel. menjadi tukang ojek. Pemerintah berencana memprivatisasi sektor pendidikan. pedagang buku/LKS. memberi les pada sore hari. The Center for the Betterment Indonesia (CBE). dan sebagainya. Melalui Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP).6.

21%. Solusi masalah mendasar tersebut adalah dengan melakukan pendekatan sistemik yaitu secara bersamaan dan menyeluruh agar sistem pendidikan dapat berubah lebih baik maka harus pula dilakukan perubahan terhadap paradigma . 14. Diploma/S0 sebesar 27. dan 20. setelah masalah mendasar diselesaikan.5 juta orang yang akan mencari kerja. Bandingkan dengan anggaran yang ternyata hanya dialokasikan sebesar 8. sedangkan pada periode yang sama pertumbuhan kesempatan kerja cukup tinggi untuk masingmasing tingkat pendidikan yaitu 13.9 triliun.tersebut. 14. Nilai ini setara dengan Rp 90.1 % pada tahun 2006 (Pan Mohamad Faiz. setiap tahunnya sekitar 3 juta anak putus sekolah dan tidak memiliki keterampilan hidup sehingga menimbulkan masalah ketenagakerjaan tersendiri. Artinya. Menurut data Balitbang Depdiknas 1999.10 % (2009). Padahal diantara tujuan semula pendidikan adalah untuk itu semua. pengelolaan dan efisiensi. barulah berbagai macam masalah cabang pendidikan dapat diselesaikan (yang antara lain dikelompokan menjadi masalah aksesibilitas pendidikan. Hal ini sangat penting dan utama.40 % (2008). Skenario progresif pemenuhan anggaran pendidikan yang disepakati bersama oleh DPR dan Pemerintah pada tanggal 4 Juli 2005 yang lalu hanya menetapkan kenaikan bertahap 2.47%.7 persen per tahun hingga 2009. Data di atas merupakan beberapa indikator yang menunjukan betapa sistem pendidikan nasional kita saat ini tengah didera oleh berbagai problematika. dan 15. Pada tahun 2009 diperkirakan ada 116.01 % (2006).Tahun 2007 hanya mencapai 11. 12.5% dan PT sebesar 36.68 % (2007). Adanya ketidakserasian antara hasil pendidikan dan kebutuhan dunia kerja ini disebabkan kurikulum yang materinya kurang fungsional terhadap keterampilan yang dibutuhkan ketika peserta didik memasuki dunia kerja. Data BAPPENAS (1996) yang dikumpulkan sejak tahun 1990 menunjukan angka pengangguran terbuka yang dihadapi oleh lulusan SMU sebesar 25. 427. Sedangkan asumsi kebutuhan budget anggaran pendidikan adalah 20% dari Rp. III. 85.6 triliun atau sebesar Rp.8 persen. 10. dengan rincian kenaikan 6.07%. 9. maka masih terdapat defisit atau kekurangan kebutuhan dana pendidikan sebesar Rp 47. penguasaan IPTEK untuk peningkatan kualitas dan taraf hidup masyarakat.2006).29 % (2005).6 triliun. Penyelesaian itu hanya dapat diwujudkan dengan melakukan perombakan secara menyeluruh yang diawali dari perubahan paradigma pendidikan sekular menjadi paradigma pendidikan Islam. yang pada akhirnya penyelenggaraan pendidikan tidak dapat memberikan penyelesaian terhadap permasalahan pembentukan karakter insan yang berakhlak mulia. jumlah yang dianggarkan untuk pendidikan adalah sebesar Rp36.6%.1 Solusi Masalah Mendasar Penyelesaian masalah mendasar tentu harus dilakukan secara fundamental.4%. hingga kualitas pendidikan).7 triliun. pembentukan keterampilan hidup. serta memecahkan berbagai problematika kehidupan lainnya.6 % (2004). relevansi pendidikan. 17.10 triliun dari total nilai anggaran Rp 763.1 % pada tahun 2005 dan 9. Pemecahan Masalah 3.5 triliun.

8) Keterbatasan anggaran. yaitu dengan dibuatnya regulasi tentang pendidikan yang berbasiskan pada konsep syari’ah Islam. karena pendanaan pendidikan harus dialokasikan dari kas negara. dan lainnya. Sehingga dalam hal ini diantaranya secara garis besar terdapat dua solusi yaitu: Pertama. padahal harta tebusan tersebut statusnya merupakan ghanimah yang akan disimpan dalam Baitul Maal (kas negara) dan menjadi milik . 3. 6) Jumlah dan kualitas buku yang belum memadai. seperti tujuan pendidikan dan struktur kurikulum. sehingga perubahan sistem pendidikan yang materialistik pun dapat diubah menjadi pendidikan yang dilandasi oleh aqidah dan syariah islam sesuai dengan karakteristiknya. solusi sistemik. pendanaan dan sebagainya tidak akan dapat berjalan dengan optimal sepanjang permasalahan mendasarnya belum diperbaiki. Salah satu bentuk nyata dari solusi mendasar itu adalah mengubah total UU Sistem Pendidikan yang ada dan menggantinya dengan UU Sistem Pendidikan (Syari’ah) Islam. Penerapan ekonomi syari’ah sebagai pengganti ekonomi kapitalis ataupun sosialis akan menyeleraskan paradigma pemerintah dan masyarakat tentang penyelenggaraan pendidikan.. Upaya perbaikan secara tambal sulam dan parsial. Perbaikan semacam ini pun perlu dikokohkan dengan aspek formal. ideologi. Yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. antara lain: sistem ekonomi. dimana pendidikan sebagai salah satu kewajiban negara yang harus diberikan kepada rakyatnya dengan tanpa adanya pembebanan biaya yang memberatkan ataupun diskriminasi terhadap masyarakat yang tidak memiliki sumber dana (capital) untuk mengenyam pendidikan. Hal paling mendasar yang wajib diubah tentunya adalah asas sistem pendidikan. 10) Life skill yang dihasilkan belum optimal. 9) Mutu SDM Pengelola pendidikan. Untuk menyelasaikan masalah-masalah cabang di atas. 2) Kerusakan sarana dan prasarana. tatanan sosial yang permisif dan hedonis menjadi islami. tenaga pendidik dan kependidikan.dalam penyelenggaraan sistem ekonomi yang kapitalistik menjadi islami. sistem sosial. 3) Kekurangan tenaga guru. 5) Proses pembelajaran yang konvensional. bukan dibebankan kepada rakyat sebagaimana Rasulullah Saw pernah mencontohkan dengan menetapkan tebusan bagi orang-orang kafir yang menjadi tawanan dalam perang Badar dengan mengajari masing-masing sepuluh anak kaum muslimin. semisal perbaikan hanya terhadap kurikulum. dan ideologi kapitalisme-sekuler menjadi mabda islam. 4) Kinerja dan kesejahteraan guru yang belum optimal. sistem politik.2 Solusi Untuk Permasalahan Derivat (Turunan) Permasalahan cabang dalam sistem pendidikan nasional kita diantaranya dapat dikelompokan sebagai berikut: 1) Keterbatasan aksesibilitas dan daya tampung. Sebab asas sistem pendidikan itulah yang menentukan hal-hal paling prinsipil dalam sistem pendidikan. 7) Otonomi Pendidikan. sarana-prasarana. diantaranya juga tetap tidak bisa dilepaskan dari penyelesaian terhadap masalah mendasar. tatanan politik yang oportunistik menjadi islami.

Rasulullah Saw bersabda: "Seorang Imam ialah (laksana) penggembala dan Ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya (rakyatnya)". (HR. Merekrut jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sesuai kebutuhan di lapangan disertai dengan adanya peningkatan kualitas dan kompetensi yang tinggi. Secara keseluruhan perbaikan sistem ini akan dapat terlaksana jika pemerintah menyadari fungsi dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Atas dasar inilah jaminan pendidikan terhadap rakyat merupakan kewajiban negara. Pembangunan sarana dan prasarana yang layak dan berkualitas untuk menunjang proses belajar-mengajar. Yakni solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan internal dalam penyelenggaraan sistem pendidikan. Diantaranya. Penerapan sistem politik islam sebagai pengganti sistem politik sekuler akan memberikan paradigma dan frame politik yang dilakukan oleh penguasa dan masyarakat. solusi teknis. Muslim) Kedua. serta menjamin terlaksananya pendidikan yang berkualitas dengan menghasilkan lulusan yang mampu menjalani kehidupan dunia dengan segala kemajuannya (setelah menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan teknologi serta seni baik yang berasal dari islam maupun dari non islam sepanjang bersifat umum) dan mempersiapkan mereka untuk mendapatkan bagiannya dalam .213: HTI Press). dimana politik akan difahami sebagai aktifitas perjuangan untuk menjamin terlaksananya pengaturan berbagai kepentingan ummat oleh penguasa termasuk diantaranya dalam menetapkan kebijakan bidang pendidikan. Penerapan sistem sosial yang islami sebagai pengganti sistem sosial yang hedonis dan permisif akan mampu mengkondisikan masyarakat agar memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kewajiban terikat pada hukum-hukum syari’at sehingga masyarakat akan menyadari pula bahwa peran mereka dalam mensinergiskan pendidikan di sekolah adalah sebagai pihak yang dapat memberikan tauladan sekaligus mengontrol aplikasi nilai-nilai pendidikan yang diperoleh siswa di sekolah. sehingga bukan malah sebaliknya menyengsarakan ummat dengan memaksa mereka agar melayani penguasa. secara tegas. jaminan kesejahteraan dan penghargaan untuk mereka. bahkan harus pula berlanjut pada jenjang perguruan tinggi. Melarang segala bentuk kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. menyita kembali harta milik rakyat yang telah dicuri oleh para koruptor baik dari kalangan penguasa. pemerintah harus mempunyai komitmen untuk mengalokasikan dana pendidikan nasional dalam jumlah yang memadai yang diperoleh dari hasil-hasil eksploitasi sumber daya alam yang melimpah yang merupakan milik ummat.kaum muslimin (Struktur Negara Khilafah hal. Dengan adanya ketersediaan dana tersebut. aparat pemerintah mauapun para pelaku usaha. Penyusunan kurikulum yang berlandaskan pada nilai-nilai syari’ah (Al-Qur’an dan As-Sunnah). maka pemerintahpun dapat menyelesaikan permasalahan aksesibilitas pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis kepada seluruh masyarakat usia sekolah dan siapapun yang belum bersekolah baik untuk tingkat pendidikan dasar (SD-SMP) maupun menengah (SLTA).

yaitu: 1. yaitu pola pikir (’aqliyyah) dan pola jiwa (nafsiyyah) yang berpijak pada akidah Islam. biologi. Tahfizh al-Quran.. sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. IV. sirah Nabi saw. Islam menetapkan penguasaan sains sebagai fardlu kifayah. yaitu jika ilmu-ilmu tersebut sangat diperlukan umat. kimi. Ketiga. ushul fikih. Mengembangkan kepribadian Islam yang sudah terbentuk pada seseorang dengan senantiasa mengajaknya untuk bersungguh-sungguh mengisi pemikirannya dengan tsaqâfah islâmiyah dan mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT. dll. Bagaimanakah gambaran sistem pendidikan Islam tersebut? Berikut uraiannya secara sekilas. dan hukum-hukum Islam. Intinya. dll. Menguasai IPTEKS diperlukan agar umat Islam mampu mencapai kemajuan material sehingga dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi dengan baik. dan sistematis yang bertujuan untuk membentuk manusia yang berkarakter (khas) Islami. Begitu pula dengan . teknik. seorang Muslim harus memiliki dua aspek yang fundamental. bahasa Arab. artinya wajib dipelajari setiap Muslim. 2. fisika. Menanamkan akidah Islam kepada seseorang dengan cara yang sesuai dengan kategori akidah tersebut. dll. kedokteran. berkepribadian Islam (shaksiyah islamiyah). 4. menguasai ilmu kehidupan (Ilmu Pengetahuan. dan Seni/IPTEKS). Sistem Pendidikan Berbasis Syari'ah Seperti diungkapkan di atas. industri penerbangan. fisika.1 Tujuan Pendidikan Islam Pendidikan Islam merupakan upaya sadar. Kedua. Ilmu yang termasuk fardhu „ain (kewajiban individual). menguasai perangkat ilmu dan pengetahuan (tsaqâfah) Islam. bahwa sistem pendidikan Islam merupakan alternatif solusi mendasar untuk menggantikan sistem pendidikan sekuler saat ini. yaitu sebagai „aqîdah „aqliyyah (akidah yang muncul dari proses pemikiran yang mendalam). yaitu tsaqâfah Islam yang terdiri dari konsepsi. ilmu dibagi dalam dua kategori. ada tiga langkah yang harus ditempuh. Teknologi. pertanian. 2. ide.kehidupan di akhirat kelak dengan adanya penguasaan terhadap tsaqofah islam dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. ulumul hadis. menurut al-Ghazali. biasanya ilmuilmu yang mencakup sains dan teknologi serta ilmu terapan-keterampilan.. yaitu: 1. terstruktur. paling tidak. teknik. seperti kedokteran. seperti biologi. Ilmu yang dikategorikan fadhu kifayah (kewajiban kolektif). Antara lain: Pertama. Berdasarkan takaran kewajibannya. Untuk mengembangkan kepribadian Islam. Ini sebetulnya merupakan konsekuensi keimanan seorang Muslim. terprogram. Ulumul Quran. Menanamkan sikap konsisten dan istiqâmah pada orang yang sudah memiliki akidah Islam agar cara berpikir dan berprilakunya tetap berada di atas pondasi akidah yang diyakininya. 3. Islam telah mewajibkan setiap Muslim untuk menuntut ilmu.

narkoba. sinergi antara sekolah. pendidikan tidak hanya terkonsentrasi pada satu aspek saja. Buruknya pendidikan anak di rumah memberi beban berat kepada sekolah/kampus dan menambah keruwetan persoalan di tengah-tengah masyarakat seperti terjadinya tawuran pelajar. Kedua. yang harus dimiliki umat Islam dalam rangka melaksanakan tugasnya sebagai khalifah Allah SWT. seperti rekayasa industri. Keempat.” . minimal ada 3 hal yang harus menjadi perhatian. situasi masyarakat yang buruk jelas membuat nilai-nilai yang mungkin sudah berhasil ditanamkan di tengah keluarga dan sekolah/kampus menjadi kurang optimal. ketiga unsur di atas menggambarkan kondisi faktual obyektif pendidikan. yaitu jika keterampilan tersebut sangat dibutuhkan umat. Sebab. dan merata bagi semua anak didik yang mengikutinya. penerbangan. muatan tsaqâfah Islam dan Ilmu Kehidupan (IPTEK. Dalam hal ini. masyarakat. keahlian. menuliskan. yaitu: Pertama. dalam wasiat yang dikirimkan kepada gubernur-gubernurnya. 4.penguasaan terhadap seni. Khalifah Umar bin alKhaththab. dan lainnya. “Sesudah itu. harus dibuat sebuah sistem pendidikan yang terpadu. maka lengkaplah kehancuran dari tiga pilar pendidikan tersebut. Sistem pendidikan yang ada harus memadukan seluruh unsur pembentuk sistem pendidikan yang unggul. dan sebagainya. dan keterampilan) diberikan secara bertingkat sesuai dengan daya serap dan tingkat kemampuan anak didik berdasarkan jenjang pendidikannya masing-masing. dimana seni merupakan sesuatu yang dibutuhkan pula baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menyelaraskan teknologi dengan fitrah manusia yang menyenangi keindahan (sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan syara’). Selain muatan penunjang proses pembentukan kepribadian Islam yang secara terus-menerus diberikan mulai dari tingkat TK hingga PT. kurikulum yang terstruktur dan terprogram mulai dari tingkat TK hingga Perguruan Tinggi. Pada saat yang sama. Kurikulum sebagaimana tersebut di atas dapat menjadi jaminan bagi ketersambungan pendidikan setiap anak didik pada setiap jenjangnya. Sebagaimana penguasaan IPTEKS. memiliki keterampilan yang memadai. Artinya. Saat ini ketiga unsur tersebut belum berjalan secara sinergis. seks bebas. dan ceritakan kepada mereka adab sopan-santun dan syairsyair yang baik. penyusunan struktur kurikulum sedapat mungkin bersifat mendasar.2 Pendidikan Islam Adalah Pendidikan Terpadu Agar keluaran pendidikan menghasilkan SDM yang sesuai harapan. di samping masing-masing unsur tersebut juga belum berfungsi secara benar. Pada tingkat dasar atau menjelang usia baligh (TK dan SD). ajarkanlah kepada anak-anakmu berenang dan menunggang kuda. Pendidikan yang integral harus melibatkan tiga unsur di atas. umum. pertukangan. Apalagi jika pendidikan yang diterima di sekolah juga kurang bagus. terpadu. Islam juga menjadikan penguasaan keterampilan sebagai fardlu kifayah. Penguasaan ilmu-ilmu teknik dan praktis serta latihan-latihan keterampilan dan keahlian merupakan salah satu tujuan pendidikan Islam. dan keluarga.

4. kemudian hafalkan kepadanya al-Quran…” Di tingkat Perguruan Tinggi (PT). Kebijakan beliau ini dapat dimaknai. Demikian pula perhatiannya terhadap nasib para pendidiknya. Ketiga. Pelajaran ideologi selain mabda Islam dan konsepsikonsepsi lainnya disampaikan bukan bertujuan untuk dilaksanakan. Imam Ibnu Hazm. Jika kita melihat sejarah Kekhalifahan Islam. Pertama. Perhatian Rasulullah saw. ketiga hal di atas menjadi orientasi dan panduan bagi pelaksanaan pendidikan. berorientasi pada pembentukan tsaqâfah Islam. agar menjadi pemahamaan untuk menguraikan kerusakan mabda selain islam tersebut. Tebusan ini sama nilainya dengan pembebasan tawanan Perang Badar. Islam telah menentukan bahwa negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan dan mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah. kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh.Khalifah Hisyam bin Abdul Malik mewasiatkan kepada Sulaiman al-Kalb. Ketiga hal di atas merupakan target yang harus dicapai. terhadap dunia pendidikan tampak ketika beliau menetapkan para tawanan Perang Badar dapat bebas jika mereka mengajarkan baca-tulis kepada sepuluh orang anak kaum muslimin Madinah. telah menjadikan biaya pendidikan itu setara nilainya dengan barang tebusan yang seharusnya milik Baitul Mal. Setiap solusi yang disajikan Islam secara pasti selaras dengan fitrah manusia. sistemnya. Artinya. Dalam pandangan Islam.3 Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Negara Islam merupakan sebuah sistem yang memberikan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi manusia. Dalam implementasinya. Rasulullah saw. Imam ad-Damsyiqi telah menceritakan sebuah riwayat dari alWadliyah bin Atha’ yang menyatakan. menjelaskan bahwa kepala negara (khalifah) berkewajiban untuk memenuhi sarana pendidikan. bersabda: "Imam (Khalifah) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya. melainkan untuk dijelaskan dan dipahami cacat-celanya serta ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia. kita akan melihat begitu besarnya perhatian para khalifah terhadap pendidikan rakyatnya. termasuk pendidikan. Ideologi sosialisme-komunisme atau kapitalisme-sekularisme. Khalifah Umar bin al-Khaththab . beliau memberikan upah kepada para pengajar (yang tawanan perang itu) dengan harta benda yang seharusnya menjadi milik Baitul Mal. Dengan kata lain. Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan tunaikanlah amanah. dan orang-orang yang digaji untuk mendidik masyarakat. dapat diperkenalkan kepada kaum Muslim setelah mereka memahami mabda Islam secara utuh. Dalam konteks pendidikan. Rasulullah saw. dalam kitabnya. dan penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. guru anaknya. bahwa di kota Madinah pernah ada tiga orang guru yang mengajar anak-anak. saya mewasiatkan kepadamu agar engkau mengajarkan kepadanya al-Quran. bahwa kepala negara bertanggung jawab penuh atas setiap kebutuhan rakyatnya. kepribadian Islam. Hal ini merupakan tebusan. misalnya. Al-Ihkâm. “Sesungguhnya anakku ini adalah cahaya mataku." (HR Al-Bukhari dan Muslim). barang tebusan itu merupakan hak Baitul Mal (Kas Negara). Saya mempercayaimu untuk mengajarnya.

25 gram emas). dan idoelogi akan sangat menentukan keberhasilan penyelenggaran sistem pendidikan yang berbasiskan aqidah dan syari’ah islam. yang sumber-sumbernya dapat diperoleh dari hasil pengelolaan kepemilikan umum yang saat ini di Indonesia misalnya. tinta. Ini terjadi pada masa Kekhalifahan Islam abad 10 M.4 Sistem Pendidikan Islam bersifat Multidisipliner Sistem pendidikan Islam juga sekaligus merupakan sub sistem yang tak terlepas dari pengaruh sub sistem yang lain dalam penyelenggaraannya. Pengunjung perpustakaan ini mendapatkan segala alat yang diperlukan secara gratis.00. mineral. kertas.750. Sistem politik yang islami akan mengarahkan penguasa untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyat sebagai konsekuensi dari aktifitas politiknya yaitu riayah syu‟unil ummah (mengatur urusan-urusan ummat) termasuk kebijakan dalam bidang pendidikan yang harus didasarkan pada aqidah dan syari’ah islam. Pada masa Kekhilafahan Islam.memberikan gaji kepada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar=4. Seorang ulama Yaqut ar-Rumi memuji para pengawas perpustakaan di kota Mer Khurasa karena mereka mengizinkan peminjaman sebanyak 200 buku tanpa jaminan apapun perorang. auditorium. Jika harga 1 gram emas=Rp 200. politik.000. maupun dari hasil penyitaan kembali asset rakyat yang dikorupsi oleh para pejabat. 940 M). dll.00 (subhanallah).000-30. teknologi. pemerintah. seperti pena. Perpustakaan ini sering dikunjungi para ulama. hasil hutan. Perhatian para khalifah tidak hanya tertuju pada gaji pendidik dan sekolah. 4. Sistem sosial-budaya yang islami akan mengarahkan masyarakat memiliki perspektif yang benar tentang wajibnya berpendidikan. Selain itu sistem sosial-budaya yang islami juga akan mampu menjadi filter dan pengendali terhadap berbagai aktifitas yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat. apalagi jika dibandingkan dengan saat ini dimana berlangsungnya sistem ekonomi kapitalisme telah nyata sangat tidak menghargai peran pendidik. Bahkan para khalifah memberikan penghargaan yang sangat besar terhadap para penulis buku. Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa dengan sistem ekonomi yang islami maka penyediaan dana pendidikan akan menjadi perhatian penting negara agar dapat dialokasikan dari kas negara dalam jumlah yang memadai.000 untuk setiap jam pelajaran dengan perhitungan kerja riil satu bulan namun gajinya hanya dihitung satu minggu.000. keterampilan dan menciptakan berbagai kreasi yang bermanfaat untuk kemaslahatan hidup. yaitu memberikan imbalan emas seberat buku yang ditulisnya. dimana satu sama lain akan menyadari tentang . tetapi juga sarana pendidikan seperti perpustakaan. maka gaji seorang pendidik yang diberikan oleh Daulah Khilafah sejak 13 abad yang lalu jumlahnya mencapai Rp 12. Bahkan para mahasiswa yang secara rutin belajar di perpustakaan itu diberi pinjaman buku secara teratur. Sistem ekonomi. observatorium. kekayaan laut. di antara perpustakaan yang terkenal adalah perpustakaan Mosul didirikan oleh Ja‘far bin Muhammad (w. dan pengusaha. dll. sosial-budaya. semisal upah yang didapatkan seorang guru honorer hanya berkisar Rp 5. jumlahnya masih melimpah seperti barang tambang. sungguh merupakan angka yang fantastis. memiliki motivasi yang tinggi untuk menggali ilmu pengetahuan. baik untuk membaca atau menyalin.

Drs. Menurut Mirza Satriawan. Mirza menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di Amerika sangat desentralistis. alumnus University of Illinois USA ini menyatakan desentralisasi pendidikan di Indonesia sangat terkait dengan sistem pendidikan di Amerika. pada masing-masing negara bagian." jelas Mirza. Desentralisasi pendidikan akibat semakin besarnya otonomi daerah semakin menunjukkan kemiripan sistem pendidikan di negeri ini dengan sistem pendidikan di Amerika.Ag. "Masa Depan Pendidikan Dasar dan Menengah di Era Otonomi Daerah".D. Acara yang digelar oleh Kajian Islam Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia ini mengangkat tema. Adapun ideologi. USA juga sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada. yang ada adalah sistem pendidikan dalam artian terbatas.kewajiban amar ma‟ruf nahyi munkar. kandidat Doktor Ekonomi Islam Universitas Kebangsaan Malaysia. alumnus University of Illinois di Chicago. yang dengan aktifitas ini maka hasil pendidikan di sekolah dapat bersinergi dengan pengaplikasiannya di masyarakat. M. Sungguh sangat menyedihkan komersialisasi dan sekularisasi pendidikan yang digambarkan dalam film singkat tersebut. Sedangkan Mirza Satriawan. Kustiwa Benoputra dari Dinas Pendidikan Kota Bandung menyampaikan penjelasan seputar manajemen pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka otonomi daerah.. "Desentralisasi Pendidikan di Indonesia Keterkaitannya dengan Sistem Pendidikan di Amerika". Dwi Condro Triono. "Amerika tidak memiliki sistem pendidikan nasional. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut diantaranya. Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang potret buram pendidikan di Indonesia. Ph. Terakhir.. kepala sekolah dan juga mahasiwa.Si. menyampaikan makalah dengan judul. Demikian salah satu yang terungkap dalam Seminar Peduli Pendidikan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Rabu (27/02) lalu. Mirza Satriawan. . Pendidikan dalam Strategi Global disampaikan oleh Dwi Condro Triono. Kustiwa Benoputra selaku Kabid PSMP Dinas Pendidikan Kota Bandung. Ph. serta Ir. Selanjutnya. Acara yang juga didukung oleh situs dunia Islam Syabab. M. Dengan demikian maka pengaruh berbagai sistem lainnya terhadap keberhasilan penyelenggaran sistem pendidikan islam memiliki keterkaitan yang erat. merupakan aspek yang sangat berpengaruh terhadap pendidikan karena antara keduanya saling mempengaruhi. baik dari para guru.Com ini dihadiri sekitar 250 peserta. dengan kewenangan yangs sangat terbatas pada pemerintah federal. Oleh karenanya penjuangan terhadap terlaksananya sistem pendidikan yang berbasis syari’ah juga tidak terlepas dari perjuangan terhadap wajibnya menegakan kembali institusi Daulah Khilafah Islamiyah sebagai institusi yang akan menjamin penerapan hukum-hukum islam dalam semua aspek secara kaffah. Wallahu a‟lam bi shawab. Yogyakarta. yakni pendidikan merupakan salah satu proses menginternalisasikan ideologi kepada semua warga negara dan ideologi merupakan asas bagi penyelenggaran sistem pendidikan tersebut. Sedangkan Boundary (sistem yang menaungi semua sistem) terhadap berbagai sistem tersebut adalah sistem pemerintahan/ negara.D.

Padahal menurutnya dalam sistem pendidikan Islam. "Negara menyediakan pendidikan secara gratis bagi setiap warga negaranya. proses pendidikan mampu menghantarkan setiap insan hingga tingkatan keenam. ada beberapa hal yang sangat mendasar dan bukan sekedar permasalahan manajemen melainkan permasalahan mengikuti ideologi suatu bangsa. Salah satu hal yang mirip dengan sistem pendidikan di Amerika diantaranya. karena itu pola desentralistik yang memberikan kewenangan besar pada pemerintah lokal atau distrik lebih disukai dibandingkan sentralistik.Hal ini diikuti oleh langkahnya pada beberapa aspek dalam sistem pendidikan di negeri ini. Menurut Mirza." jelas Dwi Condro. "Konsep kebebasan individu membuat masyarakat Amerika enggan terhadap campur tangan yang dalam dari pemerintah federal terhadap pendidikan anakanak mereka. Secara gambalang Dwi Condro menjelaskan sistem pendidikan Islam sebagai solusi tuntas atas persoalan pendidikan yang menimpa negeri ini. "Khalifahlah yang akan bertanggung jawab di hadapan Allah Swt. adanya kewenangan penetapan kurikulum pada distrik sekolah maupun pada guru seperti diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). yakni ideologi kapitalisme. Sedangkan dalam hal pendanaan. Program sertifikasi guru juga mirip dengan sistem pendidikan di Amerika. ." imbuhnya lagi. Tingkatan ini adanya kemampuan untuk memecahkan segenap problem. Adapun Dwi Condro mengungkapkan bahwa proses pendidikan yang berlangsung sesungguhnya baru mencapai tingkatan yang ketiga." lanjut Mirza. baik yang fakir miskin maupun yang kaya. terhadap terpenuhinya sarana-sarana tersebut. sejalan dengan otonomi daerah sangat jelas tidak semua satuan pendidikan atau tidak semua pemerintah daerah dapat mendapatkan dana pendidikan sesuai dengan kebutuhan dari pemerintah pusat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful