P. 1
Alat Musik Nusantara

Alat Musik Nusantara

|Views: 188|Likes:
Published by Ir Cilveki Man Rup

More info:

Published by: Ir Cilveki Man Rup on Sep 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2015

pdf

text

original

ALAT MUSIK NUSANTARA

1. ANGKLUNG

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara. Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.[rujukan?] Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang

lalu ke Kalimantan dan Sumatera. bilah) dari ruasruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras (tangga nada) pentatonik (dami-na-ti-la).1965 calung lebih dimasyarakatkan lagi oleh kawan-kawan di UNPAD sebagai seni pertunjukan yang bersifat hiburan dan informasi (penyuluhan (Oman Suparman. Enip Sukanda. sejak 1966. Namun di Jawa Barat. Ada dua bentuk calung Sunda yang dikenal. Jenis bambu untuk pembuatan calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam). Adang Cengos. gerak dan lagu dipadukan. Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog. Eppi K. dan Glamor (1970) dan lain-lain. misalnya Layung Sari. Ia Ruchiyat. Edi. dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas. Kemudian pada tahun 1963 bentuk permainan dan tabuh calung lebih dikembangkan lagi oleh kawan-kawan dari Studiklub Teater Bandung (STB. Uko Hendarto. CALUNG Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe (purwarupa) dari angklung. yakni calung rantay dan calung jinjing. dan antara tahun 1964 . Koswara Sumaamijaya dkk). Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand. 2. Odo. Zahir. dan kawan-kawan). Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan.. dan Hendarso. Dalam perkembangannya. Bahkan. Calung jinjing adalah jenis alat musik yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Sunda. salendro. kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran. Jenis calung yang sekarang berkembang dan dikenal secara umum yaitu calung jinjing. bahwa pengkemasan calung jinjing dengan pertunjukannya diilhami oleh bentuk permainan pada pertunjukan reog yang memadukan unsur tabuh. dan grup calung SMAN 4 Bandung (Abdurohman dkk). Ria Buana. Menurut salah seorang perintisnya. Selanjutnya bermunculan grup-grup calung di masyarakat Bandung. lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. . namun ada pula yang dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih). Jawa tengah. Ekik Barkah. antara lain ditandai penyerahan angklung. angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa. bentuk kesenian ini dirintis popularitasnya ketika para mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Departemen Kesenian Dewan Mahasiswa (Lembaga kesenian UNPAD) mengembangkan bentuk calung ini melalui kreativitasnya pada tahun 1961. Pengertian calung selain sebagai alat musik juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. dan bisa jadi merupakan pengembangan dari bentuk calung rantay. cara menabuh calung adalah dengan memukul batang (wilahan. hingga dewasa ini bermunculan nama-nama idola pemain calung antara lain Tajudin Nirwan.berkaitan dengan upacara padi. bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya. misalnya pada masyarakat Sunda di daerah Sindang Heula Brebes.

seperti Adang Cengos. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum. Buddha. dan mampu membawa suasana alam Pasundan di tengah-tengah pendengar yang mulai terhanyut dengan buaian nada-nada yang indah dari Kacapi. KECAPI Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. hingga ada penambahan beberapa alat musik dalam calung. dan Barat.Filipina. Membutuhkan latihan khusus untuk dapat memainkan alat musik ini dengan penuh penghayatan. . lebih dari itu semua suara yang dihasilkan dari alat musik ini akan menenangkan jiwa para pendengarnya. Indonesia Timur. sehingga banyak bermunculan vokalis calung terkenal. Kulintang merupakan tradisi gong yang terus berkembang. yang telah dimainkan selama berabad-abad di Kepulauan Melayu Timur . Alat musik ini berkembang dari tradisi pemberian isyarat sederhana menjadi bentuk seperti sekarang. biasa digunakan sebagai pengiring suling sunda atau dalam musik lengkap. kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Unsur vokal menjadi sangat dominan. Brunei. tak jarang latihan dilakukan di alam terbuka agar dapat menyatukan rasa dan jiwa sang pemetik Kacapi. 4. Kolintang merupakan bagian dari budaya gong Asia Tenggara. misalnya kosrek. kacapi. Kegunaannya bergantung pada peradaban yang menggunakannya. Malaysia Timur.Perkembangan kesenian calung begitu pesat di Jawa Barat. KOLINTANG Kolintang atau kulintang adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. Kacapi merupakan alat musik petik yang berasal dari Jawa Barat. dan Hendarso. dan Timor. piul (biola) dan bahkan ada yang melengkapi dengan keyboard dan gitar. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah. 3. sampai saat ini masih terus dilestarikan dan dijadikan kekayaan seni Sunda yang sangat bernilai bagi masyarakat asli Jawa Barat. Dengan pengaruh dari Hindu. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar. Kristen. Islam.

kakinik kayu cempaka. dengan bentuk seperti palu. Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang. 6. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung. gendhing kethuk kalih. Bisa juga dimainkan cepat pada pembukaan lagu jenis lancaran . atau gendang adalah instrumen dalam gamelan Jawa Tengah yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. yang sudah lama menyelami budaya Jawa. Instrument ini dibunyikan dengan tangan. ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". kendhang. Untuk wayangan ada satu lagi kendhang yang khas yaitu kendhang kosek. Kendang kebanyakan di mainkan sesuai naluri pengendang.Alat musik ini dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur. Kendang kebanyakan dimainkan oleh para pemain gamelan profesional. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama kendang gedhe biasa disebut kendang kalih. yang menengah disebut kendang ciblon/kebar. ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). dan ladrang irama dadi. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu. .Jenis kendang yang kecil disebut ketipung. dengan ukuran fisik yang lebih kecil. dan kesemuanya memiliki versi pelog dan slendro. wenang. dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. tanpa alat bantu. Kendang kalih dimainkan pada lagu atau gendhing yang berkarakter halus seperti ketawang. sehingga bila dimainkan oleh satu orang denga orang lain maka akan berbeda nuansanya. Dalam satu set gamelan biasanya punya 4 saron. bandaran.ladrang irama tanggung. Kendang Kendang. Dalam bahasa daerah. 5. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah). SASANDO Saron (atau disebut juga ricik) adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan.

Alat musik ini dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti telur. Saat ini tidak banyak lagi perajin gong seperti ini. Kolintang merupakan bagian dari budaya gong Asia Tenggara. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah). ajakan "Mari kita lakukan TONG TING TANG" adalah: " Mangemo kumolintang". dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Dengan pengaruh dari Hindu. Nada gong baru terbentuk setelah dibilas dan dibersihkan. Brunei. dan Timor.[6] Alat musik ini berkembang dari tradisi pemberian isyarat sederhana menjadi bentuk seperti sekarang.7. Siter dan celempung . 9. gong dikerok sehingga lapisan perunggunya menjadi lebih tipis. Alat musik ini dimainkan dengan diiringi oleh gong tergantung yang lebih besar dan drum.Filipina. ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Malaysia Timur. Gong Gong merupakan sebuah alat musik pukul yang terkenal di Asia Tenggara dan Asia Timur. bandaran. kakinik kayu cempaka. karena satu jari (telunjuk) bisa digunakan untuk meredam getaran gong dan mengurangi volume suara denting yang dihasilkan. wenang. Kulintang merupakan tradisi gong yang terus berkembang. Kristen. Gong ini digunakan untuk alat musik tradisional. dan Barat. Buddha. Kolintang Kolintang atau kulintang adalah alat musik yang terdiri dari barisan gong kecil yang diletakkan mendatar. 8. Indonesia Timur. yang telah dimainkan selama berabad-abad di Kepulauan Melayu Timur . Dalam bahasa daerah. Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.[5] Kegunaannya bergantung pada peradaban yang menggunakannya. Gong yang telah ditempa belum dapat ditentukan nadanya. Islam. Apabila nadanya masih belum sesuai. Tetapi kkwaenggwari yang terbuat dari logam berwarna kuningan ini dimainkan dengan cara ditopang oleh kelima jari dan dimainkan dengan cara dipukul sebuah stik pendek. Cara memegang kkwaenggwari menggunakan lima jari ini ternyata memiliki kegunaan khusus. Di Korea Selatan disebut juga Kkwaenggwari.

ini biasanya merupakan ciri khas instrumen gamelan. 10. Siter dan celempung dimainkan sebagai salah satu dari alat musik yang dimainkan bersama (panerusan). Siter dan celempung dengan berbagai ukuran adalah instrumen khas Gamelan Siteran. Jari kedua tangan digunakan untuk menahan. yang juga berhubungan dengan Bahasa Inggris "zither". atau logam yang dilapisi perak. Senar siter dimainkan dengan ibu jari.Siter dan celempung adalah alat musik petik di dalam gamelan Jawa. direntang kedua sisinya di antara kotak resonator. sedangkan celempung panjangnya kira-kira 90 cm dan memiliki empat kaki. Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak. Nama "siter" berasal dari Bahasa Belanda "citer". dengan jari tangan kanan berada di bawah senar sedangkan jari tangan kiri berada di atas senar. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Siter dan celempung masing-masing memiliki 11 dan 13 pasang senar. Ada hubungannya juga dengan kecapi di gamelan Sunda. Umumnya sitar memiliki panjang sekitar 30 cm dan dimasukkan dalam sebuah kotak ketika dimainkan. serta disetel satu oktaf di bawah siter. sebagai instrumen yang memainkan cengkok (pola melodik berdasarkan balungan). Suling Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari bambu. meskipun juga dipakai dalam berbagai jenis gamelan lain. emas atau campuran keduanya. Ciri khasnya satu senar disetel nada pelog dan senar lainnya dengan nada slendro. sedangkan jari lain digunakan untuk menahan getaran ketika senar lain dipetik. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak. "Celempung" berkaitan dengan bentuk musikal Sunda celempungan. Baik siter maupun celempung dimainkan dengan kecepatan yang sama dengan gambang (temponya cepat). .

Suling konser pada sebelum Era Klasik (1750) memakai Suling Blok (seperti gambar atas). hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. . Serunai Serunai. pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. dan pada Era Keroncong Abadi (1920-1960) telah memakai suling Bohm. juga biasa disebut French Flute (di mana beberapa kunci memiliki lubang di tengahnya sehingga pemain harus menutupnya dengan jarinya) umum pada pemain tingkat konser. Para pelajar umumnya menggunakan penutup sementara untuk menutup lubang tersebut sampai mereka berhasil menguasai penempatan jari yang sangat tepat. sedangkan pada sebelum Era Romantis (Era Klasik 1750-1820) pakai Suling Albert (kayu hitam berlubang dan dilengkapi klep). Khusus musik keroncong di Indonesia pada Era Stambul (1880-1920) memakai suling Albert. berfungsi untuk memperbesar volume suara. 11. Akan tetapi. Suling konser modern memiliki banyak pilihan. sistem Carl Boehm). Suling open-holed. B foot joint. adalah pilihan ekstra untuk model menengah ke atas dan profesional. dan bahkan beberapa para ahli) memilih closed-hole plateau key. dan sejak Era Romantis (1820) memakai suling Boehm (kayu hitam atau metal dilengkapi klep semua yang disebut juga suling Boehm. Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi. Namun beberapa pemain suling (terutama para pelajar. Beberapa orang mempercayai bahwa kunci open-hole mampu menghasilkan suara yang lebih keras dan lebih jelas pada nada-nada rendah. Bagian unik dari serunai adalah ujungnya yang mengembang. akan tetapi. adalah nama alat musik aerofonik (tiup) yang dikenal di Indonesia sebagai alat musik tradisional di masyarakat Minang. Thumb key B-flat (diciptakan dan dirintis oleh Briccialdi) standar. atau suling saja. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes. atau juga disebut puput serunai.Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar.

berbeda dengan cara memainkan melodi gitar. dan juga di daerah pesisir pantai Sumatera Barat sepanjang pantai Samudera Hindia. agar suara bisa bergetar merata. Alat musik shehnai diduga juga merupakan perkembangan dari alat musik pungi yang dipakai dalam musik para pemikat ular tradisional India. hanya dengan perasaan saja. Setelah dikenal luas di Sumatera Barat. Bagian permukaannya diratakan. namun tidak tembus kepermukaan. terutama di bagian daratannya seperti di daerah Agam. Untuk mencari suara yang bagus maka tingkat tebal tipisnya tepi dan permukannya harus sama. Alat musik ini dikenal merata di Sumatera Barat.Asal mula serunai atau “puput serunai” diduga datang dari nama shehnai. Alat musik ini sejak lama telah dipopulerkan ke seluruh Indonesia oleh para imigran dari Minang dan juga telah dikenal sebagai alat musik tradisional di Malaysia dengan nama sama. karena jari-jari tangan hanya pada satu senar yang sama bergeser ke atas dan bawah. sementara bagian belakang di lobang secara memanjang. serunai menjadi populer dan dikenal sebagai alat musik tiup tradisional di Minang. Selain kayu Pelaik (kayu gabus) atau jenis kayu lempung lainnya. Cara memainkannya. Biasanya para pemusik ketika memainkan sebuah lagu. panjangnya sekitar satu meter. belian dan kayu keras lainnya. Kayu yang digunakan juga harus dipilih. Sape’ adalah musik petik. bertangkai kecil. Alat musik sape’ yang dimiliki oleh Dayak Kayaan bentuknya berbadan lebar. alat musik yang diduga berasal dari Lembah Kashmir di dataran Utara India. Sape jenis ini memiliki empat tangga nada. Semakin keras dan banyak urat daging kayunya. . maka suara yang dihasilkannya lebih bagus. memiliki dua senar/tali dari bahan plastik. juga bisa kayu keras seperti nangka. Suku ini memiliki alat musik yang dinamakan sampek atau masyarakat Kayaan menyebutnya sape’ kayaan. SAMPEK Suku Dayak Kayaan memiliki seni musik yang unik. Tanah Datar dan Limo Koto. 12. Cara pembuatan sape’ sesungguhnya cukup rumit. sehingga mengehasilkan suara yang cekup lama dan nyaring ketika dipetik.

Jenis lagu musik sape’ ini bermacam-macam. Dann bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki. Seorang pria separuh baya memegang sebuah alat musik tradisional khas masyarakat Dayak: sape atau sampe. pemain sape yang berasal dari Kabupaten Malino. Provinsi Kalimantan Timur. dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun). Karena sape tidak sama dengan gitar kebanyakan. Bermusik itu bermain mengolah rasa. seperti di lingkung Citamiang. Keberagaman suku bangsa. Di Limbangan dan Cililin karinding dibujat dari bambu. Petikan dawai menghadirkan dentingan yang memecah kesunyian. Bisa juga dua atau tiga orang. Ada beberapa tempat yang biasa membuat karinding. Ia menyebut Dayak Kayaan dan Kenyah yang memiliki kekhasan bermusik dengan tiga dawai itu. 13. Ia kemudian memainkan gitar tali tiga yang digenggamnya. Tak jauh dari tangga Betang. Bentuk karinding ada tiga ruas. biasanya sesuai dengan jenis tariannya. Pakaian khas Dayak menghiasi tubuhnya. dan Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dari pelepah kawung (enau). dan yang menggunakannya adalah para perempuan.” kata Stepanus. Karinding Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. (Garut). Pasirmukti. Karinding disimpan di bibir. bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Orang Dayak punya rasa bermusik yang tinggi.Sape’ Kayaan sangat populer karena irama dan bunyi yang dilantunkannya dapat membawa pendengar serasa di awang-awang. sape adalah sebuah mitologi dalam masyarakat Dayak. Tasikmalaya.Musik ini dimainkan oleh minimal satu orang. Misalnya musik Datun Julut. Sujarni Alloy. Alat musik sape’ ini biasa dimainkan ketika acara pesta rakyat atau gawai padai (ritual syukuran atas hasil panen padi). Lewo Malangbong. Tidak ada tangga nadanya. semakin menambah ciri khas seni dan budaya bermusik. peneliti Institut Dayakologi mengungkapkan. Tidak semua orang bisa memainkan alat musik ini. maka tariannya juga Datun Julut dan sebagainya. Di daerah Ciawi. “Kita bermain dengan rasa. terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta resonansi suara. Musik tradisional tiga dawai telah mengolah rasa. . Karindng biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut. Seroang diantaranya disebut pengatur nada anu pengatur ritem.

dengan bentuk seperti palu. Ketika mengiringi lagu ditabuh pelan.adalah salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. dengan ukuran fisik yang lebih kecil. dan semuanya memiliki versi pelog dan slendro. Tabuh saron biasanya terbuat dari kayu. Dalam memainkan saron. 15. Cara menggunakan Pereret ini adalah dengan meniup alat tersebut sehingga keluar suara yang sangat merdu dan menawan hati. Cara menabuhnya ada yang biasa sesuai nada.asih adalah guna guna ( pelet ) sedangkan jodoh adalah pasangan yang layak sebagai suami atau istri. Teknik ini disebut memathet (kata dasar: pathet = pencet) . atau menabuh bergantian antara saron 1 dan saron 2. Pengasih . Pada gendhing Gangsaran yang menggambarkan kondisi peperangan misalnya. nada yang imbal. tangan kanan memukul wilahan / lembaran logam dengan tabuh.14. Saron Saron atau yang biasanya disebut juga ricik . ricik ditabuh dengan keras dan cepat. Biasanya alat musik ini digunakan untuk mengiringi kesenian Sewo Gati. Bali. Saron menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi daripada demung. Pada gendhing Gati yang bernuansa militer. Alat musik ini banyak dibuat di daerah Jembrana. Pereret Pengasih-asih Pereret adalah alat musik kuno sejenis trompet yang terbuat dari bahan kayu yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi trompet. Cepat lambatnya dan keras lemahnya penabuhan tergantung pada komando dari kendang dan jenis gendhingnya. ricik ditabuh lambat namun keras. lalu tangan kiri memencet wilahan yang dipukul sebelumnya untuk menghilangkan dengungan yang tersisa dari pemukulan nada sebelumnya. Dalam satu set gamelan biasanya mempunyai 4 saron.

Gendrum Gendrum adalah sebuah alat musik hibrida antara gendang dan drum yang dirancang oleh Siswo Harsono pada tahun 1992. Semarang. dua buah ketipung (panepak). campursari. Gendrum terdiri dari sebuah kendang jaipong. splash. sebuah kendang batangan. dimainkannya pada hari-hari raya untuk mempertandingkan bunyi dan irama. crash. Brunei. Rebana Rebana (Bahasa Jawa: Terbang) adalah gendang berbentuk bundar dan pipih. dan seperangkat simbal yang terdiri atas sebuah ride. dan pelanduk-pelanduk. dua buah ketibung (ketipung besar).16. Indonesia dan Singapura yang sering memakai rebana adalah musik irama padang pasir. Tepukan rebana mengiringi lagu-lagu tradisional seperti indong-indong. drum. permainan rebana sangat populer. Gendrum merupakan seperangkat perkusi yang dimainkan oleh seorang pemain gendrum (gendrumer). Kombinasi perkusi yang terdapat dalam perangkat gendrum merupakan satu kesatuan harmoni yang sudah disetem sesuai keperluan. Tepak campursari ini diaplikasi oleh Siswo Harsono dalam pengembangan seni Gambang Semarang yang dilakukan oleh Fakultas Sastra Universitas Diponegoro. ataupun dangdut.terbuat Bingkai berbentuk lingkaran dari kayu yang dibubut. cowbells. 17. Di Malaysia. ini merupakan symbol kota bumiayu . . Permainan tepak campursari ala Siswo Harsono memiliki keragaman tepak yang mengombinasikan permainan kendang jaipong. Teknik permainan yang diaplikasi oleh Siswo Harsono dinamakan "tepak campursari". misalnya. drum bass. bongo. selain rebana berukuran biasa. terutamanya di kalangan penduduk di sekitar Sungai Pahang. Bagi masyarakat Melayu di negeri Pahang. Kesenian di Malaysia. terdapat juga rebana besar yang diberi nama Rebana Ubi. burung kenek-kenek. gambus. dan simbal. dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. kasidah dan hadroh. Alat musik tersebut biasanya diaplikasi dalam kesenian Gambang Semarang dan dapat juga diaplikasikan dalam kesenian lain seperti jaipongan. sepasang bongo. dan bukan oleh sekelompok pemain perkusi. dan china.

Ciri khas Singgalang dianggap cukup sulit dimainkan oleh pemula. Keutamaan para pemain saluang ini adalah dapat memainkan saluang dengan meniup dan menarik napas bersamaan. Pariaman. Yapen. kununlah anak sidang manusia. Contoh dari ciri khas itu adalah Singgalang. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm. takajuik bidodari di dalam sarugo mandanga bunyi saluang ambo. Koto Tuo. Awalnya. Isi dari mantera itu kira-kira : Aku malapehan pituang Nabi Daud. Adapun kegunaan lain dari talang adalah wadah untuk membuat lamang (lemang). alat ini hanya digunakan untuk sarana komunikasi atau sebagai alat panggil/ pemberi tanda. dengan diameter 3-4 cm. aia mailia tahanti-hanti.... Wondama. Teknik ini dinamakan juga sebagai teknik manyisiahan angok (menyisihkan napas). tapi lebih sederhana pembuatannya. Sedangkan. Waropen. Dahulu. Tiap nagari di Minangkabau mengembangkan cara meniup saluang. Selanjutnya. Sumatera Barat. cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang.. Mantera itu dinamakan Pitunang Nabi Daud. ciri khas yang paling sedih bunyinya adalah Ratok Solok dari daerah Solok. Saluang Saluang adalah alat musik tradisional khas Minangkabau. alat ini juga digunakan sebagai sarana hiburan dan alat musik tradisional. salah satu makanan tradisional Minangkabau.18. serta kepulauan Raja Amat. Orang Minangkabau percaya bahwa bahan yang paling bagus untuk dibuat saluang berasal dari talang untuk jemuran kain atau talang yang ditemukan hanyut di sungai[1]. Triton Triton adalah alat musik tradisional masyarakat Papua. Triton dimainkan dengan cara ditiup. buruang tabang tatagun-tagun. dan biasanya nada Singgalang ini dimainkan pada awal lagu. Nabire.. dan seterusnya 19. Yang mana alat musik tiup ini terbuat dari bambu tipis atau talang (Schizostachyum brachycladum Kurz). Cara pernapasan ini dikembangkan dengan latihan yang terus menerus. 4503 . Solok Salayo. sehingga peniup saluang dapat memainkan alat musik itu dari awal dari akhir lagu tanpa putus. terutama di daerah Biak. Alat musik ini terdapat di seluruh pantai. Suayan dan Pauah. sehingga masing-masing nagari memiliki ciri khas tersendiri. Alat ini termasuk dari golongan alat musik suling. kabarnya pemain saluang ini memiliki mantera tersendiri yang berguna untuk menghipnotis penontonnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->