MODEL KONSEP INTERAKSI IMOGENE M. KING A. Kerangka Konsep Imogene M.

King King mengemukakan dalam kerangka konsepnya, hampir setiap konsep yang dimiliki oleh perawat dapat digunakan dalam asuhan keperawatan. 1. Sistem Personal Menurut king setiap individu adalh system personal (system terbuka). Untuk system personal konsep yang relevan adalah persepsi, diri, peretumbuhan dan perkembangan, citra tubuh, dan waktu. a. Persepsi Persepsi adalah gambaran seseorang tentang objek, orang dan kejadiankejadian. Persepsi berbeda dari satu orang dan orang lain dan hal ini tergantung dengan pengalaman masa lalu, latar belakang, pengetauhan dan status emosi. Karakteristik persepsi adalah universal atau dialami oleh semua, selekltif untuk semua orang, subjektif atau personal. b. Diri Diri adalah bagian dalam diri seseorang yang berisi benda-benda dan orang lain. Diri adalah individu atau bila seseorang berkata “AKU”. Karakteristik diri adalah individu yang dinamis, system terbuka dan orientasi pada tujuan. c. Pertumbuhan dan perkembangan Tumbuh kembang meliputi perubahan sel, molekul dan perilaku manusia. Perubah ini biasnya terjadi dengan cara yang tertib, dan dapat diprediksiakan walaupun individu itu berfariasi, dan sumbangan fungsi genetic, pengalam yang berarti dan memuaskan. Tumbuh kembang dapat didefinisikan sebagai proses diseluruh kehidupan seseorang dimana dia bergerak dari potensial untuk mencapai aktualisasi diri. d. Citra tubuh King mendefinisikan citra diri yaitu bagaimana orang merasakan tubuhnya dan reaksi-reaksi lain untuk penampilanya. e. Ruang Ruang adalah universal sebab semua orang punya konsep ruang, personal atau subjektif, individual, situasional, dan tergantung dengan hubunganya dengan situasi, jarak dan waktu, transaksional, atau berdasarkan pada persepsi individu terhadap situasi. Definisi secara operasioanal, ruang meliputi ruang yang ada untuk semua arah, didefinisikan sebagai area fisik yang disebut territory dan perilaku oran yang menempatinya. f. Waktu King mendefisikan waktu sebagai lama antra satu kejadian dengan kejadian yang lain merupakan pengalaman unik setiap orang dan hubungan antara satu kejadian dengan kejadian yang lain 2. Sistem Interpersonal King mengemukakan system interpersonal terbentuk oleh interkasi antra manusia. Interaksi antar dua orang disebut DYAD, tiga orang disebut TRIAD, dan empat

1995).ide satu orang keorang lain. Interaksi Interaksi didefinisak sebagai tingkah laku yang dapat diobserfasi oleh dua orang atau lebih didalam hubungan timbal balik. e. perceptual. perkembangan dan perbuatan yang melibatkan pertukaran energi dan informsi antara seseorang dengan lingkungannya untuk mengatur stressor. dan dinamis. bergerak maju dalam waktu. dan subjektif. c. peran dan stress. a. perilaku. set prosedur atau aturan yang ditentukan oleh hak dan kewajiban yang berhubungan dengan prosedur atau organisasi. transaksional. individual. Aspek lain dari perilaku adalah jarak. Aspek perilaku nonverbal yang sangat penting adalah sentuhan. personal. Dimensi temporal-spatial. Organisasi . ciri-ciri komunikasi adalah verbal. penampilan fisik dan gerakan tubuh. dan praktik yang dikembangkan untuk memelihara nilai-nilai dan mekanisme pengaturan antara praktk-praktek dan aturan (George. kekuasaan. personal. Stress Definisi stress menurut King adalah suatu keadaan yang dinamis dimanapun manusia berinteraksi dengan lingkungannya untuk memelihara keseimbangan pertumbuhan. Sistem Sosial King mendefinisikan system social sebagai system pembatas peran organisasi sosisal. Peran Peran melibatkan sesuatu yang timbal balik dimana seseorang pada suatu saat sebagai pemberi dan disat yang lain sebagai penerima ada 3 elemen utama peran yaitu. intensitasnya berfariasi. 3. Stress adalah suatu yang dinamis sehubungan dengan system terbuka yang terus-menerus terjadi pertukaran dengan lingkunagn. komunikasi. televisi atau tulisan kata. tidak dapat diubah. status dan pengambilan keputusan. b. a. ekspresi wajah. misalnya melalui telpon. Komunikasi dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis dalam menyampaikan ide. Konsep yang relevan dengan system social adalah organisasi. transaksi. peran berisi set perilaku yang di harapkan pada orang yang menduduki posisi di social system. Konsep yang relefan dengan system interpersonal adalah interkasi.orang disebut GROUP. mereka mempunyai pengalaman atau rangkaian-rangkaian kejadian dalam waktu. Transaksi Ciri-ciri transaksi adalah unik.non verbal. Komunikasi King mendefinisikan komunikasi sebagai proses diman informasi yang diberikan dari satu orang keorang lain baik langsung maupun tidak langsung. ada diemnsi yang temporal-spatial yang dipengaruhi oleh pengalaman lalu. d. dan hubungan antara 2 orang atau lebih berinteraksi untuk tujuan pada situasi khusus. postur. otoritas. karena setiap individu mempunyai realitas personal berdasarkan persepsi mereka. situasional.

dan berorientasi pada tujuan. King mengemukakan pendekatan teori yang terdiri dari komponen yang dapat digambarkan dibawah ini : Perawat Feedback Aksi Reaksi Interaksi Transaksi . b. d. tugas-tugas. orang. Otoritas King mendefinisikan otoritas atau wewenang. kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. B. universal. Manusia memiliki 3 kebutuhan dasar yaitu kebutuhan terhadap informasi. dan kewajiban. dapat diubah. Status Status bercirikan situasional. kebutuhan terhadap pencegahan penyakit dan kebutuhan terhadap perawatan ketika sakit. Kekuasaan Kekuasaan adalah universal. situasional. nilai-nilai dari pemegang mempengaruhi definisi. dibatasi oleh sumber-sumber dalam suatu situasi. subjektif. Dalam mencapai hubungan interaksi. King mengemukakan konsep kerjanya yang meliputi adanya system personal. posisi ketergantungan. situasional. dinamis dan orientasi pada tujuan. c. Pembuatan keputusan Pembuatan atau pengambilan keputusan bercirikan untuk mengatur setiap kehidupan dan pekerjaan. esensial dalam organisasi. sehingga King mengemukakan dalm model konsep interaksi. bahwa wewenang itu aktif. e. individual. proses transaksi yang timbal balik dimana latar belakang. system interpersonal dan system social yang saling berhuabungan satu dengan yang lain. persepsi. King mendefinisikan status sebagai posisi seseorang didalam kelompok atau kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain di dalam organisasi dan mengenali bahwa status berhubungan dengan hak-hak istimewa. validasi dan penerimaan posisi di dalam organisasi berhubungan dengan wewenang. proses yang terus menerus. Model konsep keperawatan king King memahami model konsep dan teori keperawatan denag menggunakan pendekatan system terbuka dalam hubunagn interaksi yang konstan dengan lingkunagan.Organisasi bercirikan struktur posisi yang berurutan dan aktifitas yang berhubungan dengan pengaturan formal dan informal seseorang dan kelompok untuk mencapai tujuan personal atau organisasi. atau bukan sumbangan personal. personal.

proses interaksi dipengaruhi oleh persepsi. 2. berpartisipasi dalam membuat keputusan yng mempengaruhi kehidupanya. dengan tujuan untuk kesehatan manusia 2. D. dan nilai klien serta perawat. individu adalah social. Manusia sebagai pasien mempunyai hak untuk mendapatkan informasi. aktif. mengirim. 5. reaksi. Konsep Manusia King memandang manusia sebagai suatu system terbuka yang berinteraksi dengan lingkungan yang memungkinkan benda. Asumsi eksplisit meliputi : 1. Interaksi merupakan suatu bentuk kerjasama yang saling mempengaruhi antara perawat dan klien yang terwujud dalam komunikasi 4. berorientasi pada kegiatan waktu. 4. dan informasi dengan leluasa . 3. C. kebutuhan. tujuan. 4. control. 3.Klien Feedback Gb. 6. tanggung jawab dari anggota tim keehtan adalah memberikan informasi kepada individu tentang semua aspek kesehatan untuk membantu mereka membuat atau mengambil keputusan. kesehatan. 2. focus sentral dari keperawan adalah interaksi dari manusia dan lingkunganya. Aksi merupakan proses awal hubungan 2 individu dalam berprilaku. dadn secara kognitif mampu berpartisipasi dalam pembuatan atau pengambilan keputusan. dan pelayanan komunitas dan menerima atau menolak keperawatan. 3. individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. Pandangan King terhadap keperawatan 1. dalam memahami atau mengenali kindisi yang ada dalam keperawatan dengan digambarkan hubungan keperawatan dan klien melakukan kontrak atau tujuan yang diharapkan. Sedangakan asumsi implisit meliputi 1. Model Konsep Menurut King Berdasarkan gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa konsep hubungan manusia menurut King terdiri dari : 1. energi. tujuan dari memberi pelayanan kesehatan dan menerima pelayanan mungkin tidak sama. rasional. individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. penerimaan. pasien sadar. pasien ingin berpartisipasi secara aktif dalam proses keperawatan. Asumsi King King mengangsumsikan model konsep dan teori keperawatan secara eksplisit maupun imlisit. Reaksi adalah suatu bentuk tindakan yang terjadi akibat dari adanya aksi dan merupakan respon dari individu. Transaksi merupakan kondisi dimana antara perawat dank lien terjadi suatu persetujuan dalam rencana tindakan keperawatan yang akan dilakukan.

dan interaksi perawat dank lien yang secara bersa. energi.sumber yang dimiliki oleh seseorang atau individu untuk mencapai kehidupan sehari.sama memberikan informasi tentang persepsi mereka dalam suatu situasikeperawatan dan sebagai proses interaksi humanis antara perawat dan klien yang masing. Jakara: Salemba Medika Potter. King) March 11. mengeksplorasi maksud.masing merasakan situasi dan kondisi yang berlainan. E. Lingkungan merupakan suatu system terbuka yang menunjukkan penukaran masalah. dan praktik Edisi 4. dengan menggunakan sumber. 2004. Buku ajar fundamental keperawatan : Konsep. ketika individu ini bersatu dalam kelompok disebut system interpersonal. Analisa teori. 2.mempengaruhinya. Dalam kerangka konsepnya meliputi tiga system interksi yang dinamis sebagai individu disebut sebagai system personal. Konsep Keperawatan King menyampaikan pola intervensi keperawatanya adalh proses interaksi klien dan perawat meliputi komunikasi dan persepsi yang menimbulkan aksi. dan menyetujui maksud untuk mencapai tujuan. informasi dengan keberadaan manusia. Pengantar konsep Dasar keperawatan. Patricia A. Konsep Sehat King mendefinisikan sehat sebagai pengalaman hidup manusia yang dinamis. System social tercipta ketika kelompok mempunyai ketertarikan dan tujuan yang sama dalam satu komunitas atau masyarakat. 4.sehari yamg maksimal. Proses. Berdasarkan model konsep dan teori keperawatan king dapat disimpulkan bahwa konsep keperawatan menurut king adalAh sebai proses aksi. dan melalui komunikasi mereka menentukan tujuan. Konsep Lingkungan Menurut king lingkingan adalah system social yang ada dalam masyarakat yang saling berinteraksi dengan system lainya secara terbuka. DAFTAR PUSTAKA Hidayat. Manusia tersebut akan berinteraksi dengan lingkungan internal dengan penukaran energi yang diatur secara terus menerus terhadap perubahan lingkungan eksternal. menetapkan tujuan dengan maksud tercapinya suatu persetujuan dan membuat transaksi. reaksi. Aziz Alimul. THEORY OF GOAL ATTAINMENT(Imogene M. 2005. 2009 by mirzal tawi . Jakarta : EGC. reaksi. dan jika ada gangguan. yang secara berkelanjutan melakukan penyesuain terhadap stressor internal dan eksternal melewati rentang sehat sakit. 3.

Pada masa lalu keperawatan dilakukan lebih berdasarkan intuisi dan tradisi sehingga keperawatan dianggap hanya sebagai kiat tanpa komponen ilmiah dan landasan keilmuan yang kokoh. waktu dan ruang (Marriner. Pada dasarnya Theory Analysis mempunyai prosedur antara lain origins. dengan sembilan konsep utama yang meliputi interaksi. Masalah yang muncul adalah apabila peneliti kurang tepat dalam menyusun kerangka kerja teori/konsep sesuai dengan variabel yang akan diteliti. dan teori ini sebagai suatu pencapaian tujuan. stress. Dari informasi yang terkumpul tersebut. keterbatasan dan manfaat dari teori tersebut sehingga dapat dipertimbangkan untuk tambahan pengujian atau validasi. karena riset keperawatan sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah keperawatan dan mengembangkan atau menvalidasi teori yang sangat dibutuhkan sebagai landasan dalam praktek keperawatan serta pengembangan tubuh ilmu pengetahuan keperawatan (Body of Knowledge). sehingga hasil penelitian akan kurang bermakna dalam perkembangan tubuh ilmu pengetahuan keperawatan (Body of Knowledge) dan akan mempengaruhi penerapannya dalam praktek keperawatan. komunikasi. ilmu-ilmu perilaku terapan. Salah satu komponen penting pengembangan disiplin keperawatan adalah riset keperawatan. sangat perlu terlebih dahulu dilakukan Theory Analysis. usefulness. baik dibidang pendidikan maupun di tatanan praktek keperawatan. King pada tahun 1971. logical adequacy. Dengan jelas dapat diamati bahwa secara berkelanjutan keperawatan di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. 1986). King mempunyai asumsi dasar terhadap . peran. generalizability. persepsi. meaning. tumbuh kembang. THEORY OF GOAL ATTAINMENT (1971) King mengawali teori ini melalui studi literatur dalam keperawatan. sebelum suatu teori diterapkan pada praktek keperawatan tertentu dan dipergunakan peneliti sebagai kerangka kerja teori/konsep dari suatu riset keperawatan. Teori pencapaian tujuan merupakan teori yang bersifat terbuka dan dinamis. A. parsimony dan testability yang bertujuan untuk mengetahui kelebihan. Dalam tulisan ini mencoba untuk menyajikan hasil analisa Theory of Goal Attainment yang diperkenalkan oleh Imogene M. King mengidentifikasi kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) sebagai sebuah kerangka kerja sistem terbuka. diskusi dengan beberapa teman sejawat dan menghadiri beberapa konferensi serta alasan-alasan induktif dan deduktif dari beberapa pemikiranpemikiran kritis. transaksi. kemudian King memformulasikan kedalam suatu kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) pada tahun 1971.PENDAHULUAN Perkembangan keperawatan di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perkembangan keperawatan secara global. Untuk menghindari hal tersebut.

orientasi kegiatan dan orientasi pada waktu. bahwa manusia seutuhnya (Human Being) sebagai sistem terbuka yang secara konsisten berinteraksi dengan lingkungannya. Asumsi dasar King tentang manusia seutuhnya (Human Being) meliputi sosial. meliputi: Personal systems (individuals).Tujuan dari profesional kesehatan dan tujuan dari penerima pelayanan kesehatan dapat berbeda.kerangka kerja konseptualnya. kontrol. Berdasarkan kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) dan asumsi dasar tentang human being. sistem pelayanan kesehatan. 7. apa yang mereka pikirkan. organisasi sosial. Kebutuhan terhadap palayanan kesehatan bertujuan untuk pencegahan penyakit. 2. industri. 3.Tujuan. Kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) terdiri dari tiga sistem interaksi yang dikenal dengan Dynamic Interacting Systems.Individu mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan hal tersebut mempengaruhi kehidupan dan kesehatan mereka serta pelayanan masyarakat 5. Dari keyakinannya tentang human being ini. Asumsi yang lain bahwa keperawatan berfokus pada interaksi manusia dengan lingkungannya dan tujuan keperawatan adalah untuk membantu individu dan kelompok dalam memelihara kesehatannya. Kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkan ketika individu tidak mampu untuk membantu dirinya sendiri. reaksi. 2. sekolah. kebutuhan-kebutuhan dan nilai dari perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi. dll). Elemen utama dari teori pencapaian tujuan adalah interpersonal systems. dimana dua orang (perawat-klien) yang tidak saling mengenal berada bersama-sama di organisasi pelayanan kesehatan untuk membantu dan dibantu dalam mempertahankan status kesehatan sesuai dengan fungsi dan perannya. perasaan. bagaimana mereka merasakan dan bagaimana mereka melakukan kegiatan untuk memelihara kesehatannya. 3. Dalam interpersonal systems perawat-klien berinteraksi . 4. tujuan. Human being mempunyai tiga dasar kebutuhan kesehatan yang fundamental : 1. King telah menderivat asumsi tersebut lebih spesifik terhadap interaksi perawat – klien: 1. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga.Individu mempunyai hak untuk mengetahui tentang dirinya sendiri. King menderivatnya menjadi teori Pencapaian Tujuan (Theory of Goal Attainment). rasional. 6. Kebutuhan terhadap informasi kesehatan dan dapat dipergunakan pada saat dibutuhkan.Persepsi dari perawat dan klien mempengaruhi proses interaksi.Individu mempunyai hak untuk menerima atau menolak pelayanan kesehatan. Perawat dalam posisinya. membantu: apa yang mereka ketahui.Profesional kesehatan mempunyai tanggung jawab terhadap pertukaran informasi sehingga membantu individu dalam membuat keputusan tentang pelayanan kesehatannya.

Transaksi diartikan sebagai interaksi yang mempunyai maksud tertentu dalam pencapaian tujuan. Stress diartikan sebagai suatu keadaan dinamis yang terjadi akibat interaksi manusia dengan lingkungannya. Komunikasi diartikan sebagai suatu proses penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. Persepsi diartikan sebagai gambaran seseorang tentang realita.Sumber Teori (Origins). King secara bertahap mengeluarkan pernyataanpernyataan yang dimulai pada periode 1961-1966. Yang termasuk dalam transaksi adalah pengamatan perilaku dari interaksi manusia dengan lingkungannya. 5. individu dengan lingkungan yang dimanifestasikan sebagai perilaku verbal dan non verbal dalam mencapai tujuan. Ruang adalah area dimana terjadi interaksi antara perawat dengan klien. Dalam interaksi tersebut terjadi aktivitas-aktivitas yang dijelaskan sebagai sembilan konsep utama. Dalam menemukan teori.dalam suatu area (space). persepsi berhubungan dengan pengalaman yang lalu. Waktu diartikan sebagai urutan dari kejadian/peristiwa kemasa yang akan datang. Tumbuh kembang mencakup sel. konsep diri. Tahapan prosedur analisa teori: 1. 6. Jika terjadi konflik dan kebingungan peran maka akan mengurangi efektifitas pelayanan keperawatan. 3.1968. Peran merupakan serangkaian perilaku yang diharapkan dari posisi pekerjaannya dalam sistem sosial. ia mengeluarkan artikel yang berjudul “Kerangka Kerja Konseptual Keperawatan” (A Conceptual Framework for Nursing). Tolok ukurnya adalah hak dan kewajiban sesuai dengan posisinya. genetika dan latarbelakang pendidikan. Ruang adalah sebagai suatu hal yang ada dimanapun sama. molekul dan tingkat aktivitas perilaku yang kondusif untuk membantu individu mencapai kematangan. Stress melibatkan pertukaran energi dan informasi antara manusia dengan lingkungannya untuk keseimbangan dan mengontrol stressor. Tumbuh kembang adalah perubahan yang kontinue dalam diri individu. 7. dimana konsep-konsep tersebut saling berhubungan dalam setiap situasi praktek keperawatan. yaitu tentang “Konsep Umum dari Perilaku Manusia” (General Concepts of Human Behavior). sosial ekonomi. Ini merupakan konseptual yang dihasilkan melalui penelaahan literatur. Menurut King intensitas dari interpersonal systems sangat menentukan dalam menetapkan dan pencapaian tujuan keperawatan. Interaksi. Selanjutnya pada tahun 1968-1972 King menyimpulkan teori keperawatan sebagai berikut: •Gambaran yang sistematis dari keperawatan adalah syarat mutlak untuk . Pada tahun 1966. meliputi: 1. 8. Waktu adalah perputaran antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sebagai pengalaman yang unik dari setiap manusia. 4. ANALISA TEORI. 9. 2. King mendefenisikan interaksi sebagai suatu proses dari persepsi dan komunikasi antara individu dengan individu. individu dengan kelompok.

A. penelitian dan lain-lain. organisasi sosial. persepsi. industri. Konsep utama dari teori Goal Attainment meliputi: interaksi. Keterkaitan dari beberapa pernyataan King dan konsepnya: •Beberapa penjelasan konsep cukup konsisten. Menurut King sistem interaksi yang dinamis digambarkan sebagai proses interaksi manusia sebagai individu. King mendefenisikan teorinya sebagai serangkaian konsep yang saling berhubungan dengan jelas dan dapat diamati dalam praktek keperawatan. transaksi. yang diperkuat oleh dua metode: •Teori keperawatan King dapat dikembangkan dan diuji melalui riset. •Pada periode ini pula (1971) ia mengatakan.Makna (Meaning). perawat adalah individual dan professional tetapi keperawatan belum sebagai ilmu. kelompok dan masyarakat dengan lingkungannya sebagai sistem yang terbuka dan berorientasi pada pencapaian tujuan (Goal Attainment). King megidentifikasi sistem yang dinamis dalam tiga sistem interaksi: personal systems (individuals). Manfaat dari teori ini adalah: •Mengkontribusi pada pengembangan tubuh ilmu pengetahuan. •Prosedur lain dapat juga dengan menelusuri ulang dan dapat diteliti dengan pengembangan sembilan konsep utama teori Goal Attainment. Hal ini timbul dari asumsi dasar King bahwa jika tujuan keperawatan concern terhadap pencapaian tujuan dari setiap individu dan kelompok serta suatu alasan yang dapat diterima. •Dapat dijadikan sebagai rujukan dalam memperbaiki praktek keperawatan. •Konsep yang satu dengan konsep yang lainnya cukup jelas dalam membentuk suatu teori. interpersonal systems (groups) dan social systems (keluarga. diskusi. Teori ini membangun tubuh ilmu pengetahuan keperawatan (Body of Knowledge). Teori King merupakan model teori induktif yang memformulasikan teorinya melalui studi leteratur. Pada suatu pertemuan King mengatakan “teori sistem dari ilmu perilaku mendukung pengembangan interaksi yang dinamis”. waktu dan ruang (Marriner. Pada tahun 1980-1981 mempublikasikan teori keperawatannya “sebagai suatu sistem.mengembangkan keperawatan. •Konsep teori ini dapat dimanfaatkan oleh pelajar. dll) yang disebut dengan Dynamic Interacting Systems. komunikasi. berarti hal ini merupakan suatu sistem yang terbuka dan pada akhirnya kerangka kerja konseptual harus diorganisir untuk menggabungkan ide-ide. sekolah. stress. guru dan juga peneliti dan praktisi untuk menganalisa dan mengidentifikasi kejadian dalam situasi keperawatan yang sepesifik. tumbuh kembang. peran. •Sebagai pendekatan untuk menyeleksi dan memilih konsep yang dijadikan dasar praktek keperawatan profesional. sistem pelayanan kesehatan. 1986). konsep dan proses”. 2. .

Teori pencapaian tujuan (Theory of Goal Attainment) merupakan derivat dari kerangka kerja konseptual (Conceptual Framework) dan asumsi dasar King tentang Human Being. Teori ini merupakan hasil riset dan dapat dikembangkan kembali melalui riset. Konsep-konsep dari teori pencapaian tujuan dapat dijelaskan secara mudah dan dapat dipahami meskipun cukup komplek dan defenisi yang dikemukakan cukup jelas.3. harus mempunyai pengetahuan dari konsep-konsep yang ada dalam teori pencapaian tujuan (Goal Attainment) dan memiliki kemampuan untuk membuat perencanaan keperawatan individu sambil mendorong partisipasi aktif pasien dalam fase pengambilan keputusan. 7. sehingga teori ini masuk dalam desain kurikulum pendidikan keperawatan. bayi baru lahir dan pada kasus-kasus psikiatri. karena sistem ini terbuka dan dinamis. Banyak riset dan studi yang mendukung teori ini berpusat pada aspek teknis perawatan klien dan system pelayanan keperawatan. Teori ini dapat memprediksi suatu kejadian/phenomena dalam keperawatan melalui penetapan hypothesis dalam penelitian. perkembangan iptek. tetapi teori ini juga mempunyai keterbatasan khususnya penerapan pada keperawatan klien yang tidak mampu berinteraksi dengan perawat. Teori ini cukup adekuat dan logis karena beberapa konsep yang ada didukung oleh beberapa riset. Walaupun teorinya bersifat abstrak dan tidak dapat segera diaplikasikan secara konkrit pada praktek keperawatan dan program pendidikan keperawatan. Perawat-perawat yang ingin mengaplikasikan teori ini pada praktek keperawatan. Testability. kelompok dan masyarakat dengan lingkungannya sebagai sistem yang terbuka dan berorientasi . 4.Manfaat (Usefulness). contohnya: Klien koma. Parsimony. Teori pencapaian tujuan dapat dipergunakan dan menjelaskan atau memprediksi sebagian besar phenomena dalam keperawatan. 5. diidentifikasi dan diuraikan baru dapat diaplikasikan. Menurut King sistem interaksi yang dinamis digambarkan sebagai proses interaksi manusia sebagai individu. namun bila berkenaan dengan situasi nyata maka teori ini harus terlebih dahulu didefenisikan. sosial. Teori pencapaian tujuan (Theory of Goal Attainment) berfokus pada interpersonal systems.Kecukupan Logis (Logical Adeguacy) Konsep teori ini diprediksi dapat menyesuaikan pada setiap perubahan. ekonomi dan politik. 6.Generalisasi (Generalizability). PENUTUP.

Fundamentals of nursing. bayi baru lahir dan pada kasus-kasus psikiatri. sosial. Louis. B.B. contohnya: Klien koma. harus mempunyai pengetahuan dari konsep-konsep yang ada dalam teori pencapaian tujuan (Goal Attainment) dan memiliki kemampuan untuk membuat perencanaan keperawatan individu sambil mendorong partisipasi aktif pasien dalam fase pengambilan keputusan. stress. Teori King merupakan serangkaian konsep yang saling berhubungan dengan jelas dan dapat diamati dalam praktek keperawatan. J. California. Second Edition. Chinn. Louis. and practice. Kozier. ekonomi dan politik. L. P. George. Mosby Company. Beberapa penjelasan konsep cukup konsisten. B. Saunders. Mosby-Year Book. Philadelphia. persepsi. Appleton & Lange. B. St. Nursing theories. Fifth Edition. konsep teori ini dapat dimanfaatkan oleh pelajar. (1995). Nursing theorists and their work. Theory and nursing a systematic approach. K. Teori ini dapat menyesuaikan pada setiap perubahan. Selain dapat menyesuaikan pada setiap perubahan. The practice of nursing research. komunikasi. Conduct. process. W. tumbuh kembang. S. waktu dan ruang. tetapi teori ini juga mempunyai keterbatasan khususnya penerapan pada keperawatan klien yang tidak mampu berinteraksi dengan perawat. critigue and utilization. Marriner. Perawat-perawat yang ingin mengaplikasikan teori ini pada praktek keperawatan. (1986). guru dan juga peneliti dan praktisi untuk menganalisa dan mengidentifikasi kejadian dalam situasi keperawatan yang spesifik. The base for professional practice. Missouri. N. Addison Wesley. St. (1995). teori ini dapat dipergunakan dan menjelaskan atau memprediksi sebagian besar phenomena dalam keperawatan. perkembangan iptek. Manfaat dari teori ini adalah: mengkontribusi pada pengembangan tubuh ilmu pengetahuan (Body of Knowledge). Konsep yang satu dengan konsep yang lainnya cukup jelas dalam membentuk suatu teori.V. A. K. Et al. & Grove. concepts. & Kramer. transaksi. . Inc. M. C. peran. Co. (1996). (1995). Connecticut. 4 th Ed. DAFTAR PUSTAKA Burn. Fourth Edition.pada pencapaian tujuan dengan sembilan konsep utama. dapat dijadikan sebagai rujukan dalam memperbaiki praktek keperawatan. yaitu: interaksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful