TEORI TENTANG LIMBAH

A. Pengertian limbah Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

B. Pengelompokan limbah berdasarkan jenis senyawanya

Pertama : Limbah Organik Limbah organik memiliki defenisi berbeda yang penggunaannya dapat disesuaikan dengan tujuan penggolongannya. Berdasarkan pengertian secara kimiawi limbah organik merupakan segala limbah yang mengandung unsure karbon (C), sehingga meliputi limbah dari mahluk hidup (misalnya kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, dan sisa-sisa tumbuhan mati), kertas, plastic, dan karet. Namun, secara teknis sebagian besar orang mendefinisikan limbah organic sebagai limbah yang hanya berasal dari mahluk hidup (alami) dan sifatnya mudah busuk. Artinya, bahanbahan organic alami namun sulit membusuk/terurai, seperti kertas, dan bahan organic sintetik (buatan) yang juga sulit membusuk/terurai, seperti plastik dan karet, tidak termasuk dalam limbah organic. Hal ini berlaku terutama ketika orang memisahkan limbah padat (sampah) di tempat pembuangan sampah untuk keperluan pengolahan limbah. Limbah organic yang berasal dari mahluk hidup mudah membusuk karena pada mahluk hidup terdapat unsure karbon (C) dalam bentuk gula (karbohidrat) yang rantai kimianya relative sederhana sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi bagi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur. Hasil pembusukan limbah organic oleh mikroorganisme sebagian besar adalah berupa gas metan (CH 4) yang juga dapat menimbulkan permasalahan lingkungan.

1

Bahan-bahan kimia lain. kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Seperti halnya limbah organik. dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. limbah anorganik didefinisikan sebagai segala limbah yang tidak dapat atau sulit terurai/busuk secara alami oleh mikroorganisme pengurai. 2. industri. ladang. dan masih banyak lagi. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga. menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah. seperti logam (misalnya besi dari mobil bekas atau perkakas. pengertian limbah organik yang sering diterapkan di lapangan umumnya limbah anorganik dalam bentuk padat (sampah). Bahan-bahan tersebut sulit diurai oleh mikroorganisme sebab unsure karbonnya membentuk rantai kimia yang kompleks dan panjang (polimer). secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. bahan organik seperti plastic. mencuci dan mandi.Kedua : Limbah Anorganik Berdasarkan pengertian secara kimiawi. Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah. kaca. Dalam hal ini. Pencemaran Air Di dalam tata kehidupan manusia. paku air. memasak. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida. dan karet juga dikelompokkan sebagai limbah anorganik. air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Limbahlimbah ini tidak memiliki unsur karbon sehingga tidak dapat diurai oleh mikroorganisme. C. 2 . limbah organik meliputi limbah-limbah yang tidak mengandung unsur karbon. Pengelompokan limbah berdasarkan sumbernya 1. Agak sedikit berbeda dengan pengertian di atas secara teknis. seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang. kertas. Akibatnya. Selain itu. akan terjadi aliran DDT. Misalnya. pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pencemaran Tanah Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. dan pupuk anorganik (misalnya yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor). dan aluminium dari kaleng bekas atau peralatan rumah tangga).

pabrik. industri dan alam (tumbuhan). Lima cemaran primer yang secara total memberikan sumbangan lebih dari 90% pencemaran udara global adalah: a. Pencemaran Udara Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.jasa. sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Cemaran asbut (asap kabut) atau smog (smoke fog). fasilitas. ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat. bangkai binatang. 3. dan lain-lain dan sumber bergerak (mobile source) seperti: truk. Sumber cemaran dari aktivitas manusia (antropogenik) adalah setiap kendaraan bermotor.regional maupun global yaitu: a. Bentuk pencemar udara bermacam-macam. Hidrokarbon (HC). Hujan asam d. b. Partikulat. Sulfur oksida (SOx) e. CO2 (karbon monoksida). logam dan kaleng. e. Nitrogen oksida (Nox).bus. seperti dedaunan. instalasi atau aktivitas yang mengemisikan cemaran udara primer ke atmosfer.Menurut sumbernya. CH4 (metana). Ada beberapa cemaran sekunder yang dapat mengakibatkan dampak penting baik lokal. rumah tangga. dan kereta api. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup. Karbon monoksida (CO). limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik). pesawat terbang. CFC (Chloro-Fluoro-Carbon/Freon). pabrik. Selain cemaran primer terdapat cemaran sekunder yaitu cemaran yang memberikan dampak sekunder terhadap komponen lingkungan ataupun cemaran yang dihasilkan akibat transformasi cemaran primer menjadi bentuk cemaran yang berbeda. c. d. seperti plastik. 3 . c. Ada 2 kategori sumber antropogenik yaitu: sumber tetap (stationery source) seperti: pembangkit energi listrik dengan bakar fosil. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri. dan kertas. b. Adapun menurut jenisnya.

pembersih lantai. zat-zat tersebut jika masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya. pembersih mebel. kardus atau karton. aerosol. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik. deterjen. pembuka sumbat saluran pembuangan. pembersih toilet. bersifat reaktif. bahan pencelup. 4 . kol. saluran air kotor. Pengelompokan limbah berdasarkan sumbernya 1. misalnya MCK(Mandi. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki. Limbah Industri Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau perusahaan tertentu.D. beracun. pembersih kaca. keramik. 3. 2. Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel. 4. kesehatan. kamper. pembuka sumbat saluran pembuangan. cat kuku. saluran air kotor. dan jumlahnya. pembuka sumbat saluran pembuangan. semir sepatu. semir sepatu. Ciri-ciri limbah yang termasuk B3 adalah: mudah meledak. saluran air kotor. medicated shampo. pembersih lantai. pewarna rambut. 85 tahun 1999). bebek dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia. bersifat korosif. pembersih keramik. hair spray. menyebabkan infeksi. 3. 18 tahun 1999 jo PP No. asap kompor gas. kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya (PPNo. 2. Dapur: pembersih lantai. apabila diuji dengan metode toksilogi dapat diketahui termasuk jenis limbah B3. LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN Limbah bahan berhabaya dan beracun (B3) adalah sisa suatu usaha dan kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat. baterai. pada umumnya limbah ini dibuang di sungai-sungai disekitar tempat tinggal masyarakat dan tidak jarang warga masyarakat mempergunakan sungai untuk kegiatan sehari-hari. bayam. konsentrasi. plastik. obat anti nyamuk. dan kaca. pembersih karpet. Kakus) dan secara langsung gas yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi dan dipakai oleh masyarakat. dan pembersihnya. ikan. baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan atau merusak dan membahayakan lingkungan hidup. mudah terbakar. E. Inilah limbah B3 yang bersumber dari kegiatan sehari-hari di rumah kita: 1. Tempat cuci: pemutih. pembersih karpet. Limbah Pabrik Limbah ini bisa dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya karena limbah ini mempunyai kadar gasyang beracun. desinfektan. pembersih lantai dan kaca. slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas. racun tikus. Cuci. Kamar tidur: kamper. bubuk pembersih. Kamar mandi: aerosol.

pembersih karburator. Air bersih ini tidak hanya untuk 5 . 6. Ruang makan: obat dan makanan kaleng/kemasan yang kadaluarsa. kandungan bahan pencemar. 4. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Garasi dan gudang: oli. khususnya pemilik atau penghuni rumah. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. 5. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat. seperti jamban misalnya. Dibeberapa wilayah pemukiman. maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. lem. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. kaca dan pembersih mebel. F. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang. pengolahan menurut karakteristik limbah Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan).5. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. 2. dan frekuensi pembuangan limbah. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS). layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat.cara penanganan limbah Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah. minyak rem. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. pembersih lantai. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. genteng asbes. cat and thinner. maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK. atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Cara. 1. 8. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. tempat pembuangan akhir (TPA). insektisida. 3. aki mobil. pembersih karpet. car wash. pengolahan menurut tingkatan perlakuan 2. Apabila jamban pribadi tidak ada. Taman keluarga: pupuk. 7. racun tikus. Ruang tamu: pengharum ruangan. Layanan persampahan. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi: 1.

kayu. Sehingga partikel padat akan mengendap (disebut sludge) sedangkan partikel lemak dan minyak akan berada di atas / permukaan (disebut grease). Penanganan limbah cair Secara umum penanganan air limbah dapat dikelompokkan menjadi : 1. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet. sampah. G. suspended film dan lagoon system. 3. melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan. 4. Misalnya untuk menghilangkan kandungan fosfor ataupun amonia dari air limbah. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment) Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah. penghancuran atau pemisahan air dari partikel-partikel yang dapat merusak alatalat pengolahan air limba. minum. Pengolahan Lanjutan (Advanced Treatment) Pengolahan lanjutan diperlukan untuk membuat komposisi air limbah sesuai dengan yang dikehendaki. Tiga buah pendekatan yang umum digunakan pada tahap ini adalah fixed film. Pengolahan Akhir (Final Treatment) Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. 2. yakni sedimentasi dan flotasi.memenuhi kebutuhan makan. seperti pasir. Pengolahan Awal/Pendahuluan (Preliminary Treatment) Tujuan utama dari tahap ini adalah usaha untuk melindungi alat-alat yang ada pada instalasi pengolahan air limbah. 6 . Pengolahan Primer (Primary Treatment) Tujuan pengolahan yang dilakukan pada tahap ini adalah menghilangkan partikel-artikel padat organik dan organik melalui proses fisika. Pada tahap ini dilakukan penyaringan. dan kakus saja. plastik dan lain-lain. mandi. 5.

memanfaatkan kembali sampah. dan kondisi meteorologis lingkungan. yaitu dengan menyimpan atau menumpuknya. jumlah ternak. Di dalam sebuah pabrik kimia. Penanganan limbah gas  Pengendalian Pencemaran Pengendalian pencemaran akan membawa dampak positif bagi lingkungan karena hal tersebut akan menyebabkan kesehatan masyarakat yang lebih baik. Penimbunan sampah di TPA yang ramah lingkungan. • Reuse. Faktor utama yang harus diperhatikan dalam pengendalian pencemaran ialah karakteristik dari pencemar dan hal tersebut bergantung pada jenis dan konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan. Pengendalian pada sumber pencemar merupakan metode yang lebih efektif karena hal tersebut dapat mengurangi keseluruhan limbah gas yang akan diproses dan yang pada akhirnya dibuang ke lingkungan. Penanganan limbah padat penanganan limbah padat tergantung pada jenis limbahnya. Penanganan limbah padat dari ternak akan spesifik pada jenis/spesies. I. Pengendalian pencemaran udara dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pengendalian pada sumber pencemar dan pengenceran limbah gas. areal tanah yang tersedia untuk penanganan limbah dan target penggunaan limbah. kenyamanan hidup lingkungan sekitar yang lebih tinggi. kerusakan materi yang rendah. • Recycle. Hierarki pengelolaansampah tersebut adalah : • Reduce. dan yang paling penting ialah kerusakan lingkungan yang rendah. Pengolahan sampah dengan memenuhi persyaratan lingkungan contohnya insinerator. tatalaksana pemeliharaan. pengendalian 7 . • Recovery. kemudian diaduk-aduk atau dibalik-balik. limbah padat berupa sampah baik sampahh dari rumah tangga maupun industri dilaksanakan berdasarkan hierarki pengelolaan sampah sehinga mengurangi jumlah sampah secara signifikan mulai dari sumbernya sampai ke tempat pembuangan akhir.. minimisasi sampah dari sumber.H. resiko yang lebih rendah. Setelah itu dilakukan pengeringan untuk beberapa waktu sampai kira-kira terlihat kering. Penanganan limbah padat dapat diolah menjadi kompos. Perlakuan pembalikan ini akan mempercepat proses pematangan serta dapat meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan. kondisi geografik sumber pencemar.. melakukan pemrosesan sehingga menghasilkan produk lainnya. melakukan upaya untuk perolehan kembali bahan-bahan yang berguna.

Alat ini dapat memisahkan debu dengan rentang ukuran 0. Maka dari itu. Keuntungan yang diperoleh dari penggunaan pengendap elektrostatik ini ialah didapatkannya debu yang kering dengan ukuran rentang 0. dan sifat higroskopik yang berbeda. Alat-alat tersebut memanfaatkan sifat-sifat fisik debu sekaligus sifat gas yang dapat terlarut dalam cairan. Alat yang menggunakan prinsip ini digunakan untuk pemisahan partikel dengan rentang ukuran diameter hingga 10 mikron lebih. densitas. Secara teoritik seharusnya partikel yang terkumpulkan tidak memiliki batas minimum. Pemisah ini menggunakan susunan penyekat sehingga partikel akan bertumbukan dengan penyekat dan akan dipisahkan dari aliran fasa gas. Secara umum alat pemisah debu dapat diklasifikasikan menurut prinsip kerjanya:       Pemisah Brown Alat pemisah debu yang bekerja dengan prinsip ini menerapkan prinsip gerak partikel menurut Brown. pemilihan alat pemisah debu yang tepat berkaitan dengan tujuan akhir pengolahan dan juga aspek ekonomis. Beberapa metoda umum yang dapat digunakan untuk pemisahan secara simultan ialah: 8 .05 mikron. Debu yang telah menempel dapat dihilangkan secara beraturan dengan cara getaran.5 mikron.1 mikron. bentuk. Alat yang dipatenkan dibentuk oleh susunan filamen gelas denga jarak antar filamen yang lebih kecil dari lintasan bebas rata-rata partikel. Pengendapan dengan gravitasi Alat yang bekerja dengan prinsip ini memanfaatkan perbedaan gaya gravitasi dan kecepatan yang dialami oleh partikel. komposisi kimia. Debu dapat ditemui dalam berbagai ukuran.pencemaran udara terdiri dari dua bagian yaitu penanggulangan emisi debu dan penanggulangan emisi senyawa pencemar. Gaya ini melemparkan partikel ke dinding dan gas berputar (vortex) sehingga debu akan menempel di dinding serta terkumpul pada dasar alat. Alat ini akan bekerja dengan baik untuk partikel dengan ukuran yang lebih besar dari 40 mikron dan tidak digunakan sebagi pemisah debu tingkat akhir. Susunan penapis ini dapat digunakan untuk gas buang yang mengandung minyak atau debu higroskopik. Penapisan Deretan penapis atau filter bag akan dapat menghilangkan debu hingga 0.2 – 0. Pengendap elektrostatik Alat ini mengalirkan tegangan yang tinggi dan dikenakan pada aliran gas yang berkecepatan rendah.01 – 0. Pemisah inersia Pemisah ini bekerja atas gaya inersia yang dimiliki oleh partikel dalam aliran gas. Di industri. daya kohesi. Alat yang bekerja berdasarkan prinsip inersia ini bekerja dengan baik untuk partikel yang berukuran hingga 5 mikron. terdapat juga beberapa alat yang dapat memisahkan debu dan gas secara bersamaan (simultan). Pengumpul sentrifugal Pemisahan debu dari aliran gas didasarkan pada gaya sentrifugal yang dibangkitkan oleh bentuk saluran masuk alat. Alat-alat pemisah debu bertujuan untuk memisahkan debu dari alirah gas buang.

Aliran gas dan cairan dapat mengalir secara cocurrent. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan teknologi pengendalian dan rancangan sistemnya ialah: 1.1 mikron dan gas yang larut di dalam air. Efisiensi penyerapan gas bergantung pada jumlah tahap yang digunakan. Menara dengan packing Prinsip penyerapan gas dilakukan dengan cara mengkontakkan cairan dan gas di antara packing. Partikel dapat dipisahan dari aliran gas karena bertumbukkan dengan bola-bola tersebut. Ukuran debu yang dapat diserap ialah debu yang berdiameter lebih dari 10 mikron. Pencuci dengan pengintian Prinsip yang diterapkan adalah pertumbuhan inti dengan kondensasi dan partikel yang dapat ditangani ialah partikel yang berdiameter hingga 0. Alat ini dapat memisahakan partikel hingga ukuran 0. Rentang ukuran debu yang dapat dipisahkan ialah antara 3 – 5 mikron. Slurry dikumpulkan di bagian bawah siklon. Butiran air yang mendandung partikel dan gas yang terlarut akan dipisahkan dengan aliran gas utama atas dasar gaya sentrifugal. watak gas buang atau efluen 2. ataupun cross-current. Pembentur turbulen Pembentur turben pada dasarnya ialah penyerapan partikel dengan cara mengalirkan aliran gas lewat cairan yang berisi bola-bola pejal. Menara percik mampu mengurangi kandungan debu dengan rentang ukuran diameter 10-20 mikron dan gas yang larut dalam air. Tumbukan orifice plate Alat ini disusun oleh piringan yang berlubang dan gas yang lewat orifis ini membentur lapisan air hingga membentuk percikan air. teknologi komponen alat pengendalian pencemaran 9 . Alat ini merupakan alat yang relatif sederhana dengan kemampuan penghilangan sedang (moderate). Siklon basah Modifikasi dari siklon ini dapat menangani gas yang berputar lewat percikan air.01 mikron serta dikumpulkan pada permnukaan filamen. Percikan ini akan bertumbukkan dengan penyekat dan air akan menyerap gas serta mengikat debu. Ukuran partikel paling kecil yang dapat diserap ialah 1 mikron. Siklon jenis ini lebih baik daripada menara percik. Pemisah venturi Metode pemisahan venturi didasarkan atas kecepatan gas yang tinggi pada bagian yang disempitkan dan kemudan gas akan bersentuhan dengan butir air yang dimasukkan di daerah sempit tersebut.        Pemilihan Teknologi Teknologi pengendalian harus dikaji secara seksama agar penggunaan alat tidak berlebihan dan kinerja yang diajukan oleh pembuat alat dapat dicapai dan memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan. Menara percik Prinsip kerja menara percik ialah mengkontakkan aliran gas yang berkecepatan rendah dengan aliran air yang bertekanan tinggi dalam bentuk butiran. counter-current. tingkat pengurangan limbah yang dibutuhkan 3.

Bangunan juga harus memiliki ventilasi yang baik. Limbah yang bersifat self-reactive dan peroksida organik juga memiliki persyaratan khusus dalam pengemasannya. tidak terjadi kebocoran limbah ke lingkungan dalam jumlah yang berarti. dan dilengkapi dengan sistem penangkal petir. kemungkinan perolehan senyawa pencemar yang bernilai ekonomi Industri-industri di Indonesia terutama industri milik negara telah menerapakan sistem pengendalian pencemaran udara dan sistem ini terutama dikaitkan dengan proses produksi serta penanggulangan pencemaran debu. Pemerintah Indonesia belum memiliki peraturan pengangkutan limbah B3 hingga tahun 2002. Pembantalan kemasan limbah jenis tersebut harus dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar dan tidak mengalami penguraian (dekomposisi) saat berhubungan dengan limbah. dan sebagainya. J. Jumlah yang dikemas pun terbatas sebesar maksimum 50 kg per kemasan sedangkan limbah yang memiliki aktivitas rendah biasanya dapat dikemas hingga 400 kg per kemasan. Penyimpanan harus dilakukan dengan sistem blok dan tiap blok terdiri atas 2×2 kemasan. Limbah B3 yang diproduksi dari sebuah unit produksi dalam sebuah pabrik harus disimpan dengan perlakuan khusus sebelum akhirnya diolah di unit pengolahan limbah. Selain itu. tidak bergelombang. Persyaratan yang harus dipenuhi kemasan di antaranya ialah apabila terjadi kecelakaan dalam kondisi pengangkutan yang normal. Untuk limbah yang mudah meledak. Pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah yang bersangkutan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa kemasan limbah B3 harus memiliki kondisi yang baik. kemasan harus memiliki kualitas yang cukup agar efektivitas kemasan tidak berkurang selama pengangkutan. bebas dari karat dan kebocoran. Peraturan tersebut terkait dengan hal pemberian label. dan pengangkutannya. dan melandai ke arah bak penampung dengan kemiringan maksimal 1%. analisa karakter limbah.4. Bangunan penyimpan limbah harus dibuat dengan lantai kedap air. Mengenai pengangkutan limbah B3. kemasan harus dibuat rangkap di mana kemasan bagian dalam harus dapat menahan agar zat tidak bergerak dan mampu menahan kenaikan tekanan dari dalam atau dari luar kemasan. dibuat tanpa plafon. Limbah gas yang mudah terbagak harus dilengkapi dengan head shields pada kemasannya sebagai pelindung dan tambahan pelindung panas untuk mencegah kenaikan 10 . Limbah yang bersifat reaktif atau korosif memerlukan bangunan penyimpan yang memiliki konstruksi dinding yang mudah dilepas untuk memudahkan keadaan darurat dan dibuat dari bahan konstruksi yang tahan api dan korosi. terlindung dari masuknya air hujan. penyimpanan. serta harus dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan limbah yang disimpan di dalamnya. Penanganan limbah B3 Limbah B3 harus ditangani dengan perlakuan khusus mengingat bahaya dan resiko yang mungkin ditimbulkan apabila limbah ini menyebar ke lingkungan. Namun. Limbah-limbah harus diletakkan dan harus dihindari adanya kontak antara limbah yang tidak kompatibel. Hal tersebut termasuk proses pengemasan. pengemasan khusus. kita dapat merujuk peraturan pengangkutan yang diterapkan di Amerika Serikat.

11 . Di Amerika juga diperlakukan rute pengangkutan khusus selain juga adanya kewajiban kelengkapan Material Safety Data Sheets (MSDS) yang ada di setiap truk dan di dinas pemadam kebarakan.suhu yang cepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful