ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45

Skripsi Jurusan Akuntansi

Diajukan oleh Nama No. Mahasiswa Jurusan : Agung Fauzan : 01312063 : Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA 2006

Lembar Pengesahan

ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45
Hasil Penelitian

Diajukan Oleh Nama No. Mahasiswa Jurusan : Agung Fauzan : 01312063 : Akuntansi

Telah Disetujui oleh Dosen Pembimbing Dosen Pembimbing

(Prapti Antarwiyati)

iii

Halaman Bebas Plagiarisme

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan telah disebutkan dalam daftar pustaka.

Yogyakarta,

Agung Fauzan Tanda Tangan dan nama terang

ii

.

6..1..4..………………………………………. Definisi EVA……………………………………………..2.1... 2. Analisa Data dan Uji Hipotesis…………………………………..1. 2.. Halaman Pengesahan……………………………………………………………… Kata Pengantar…………………………………………………………………….... 2.5. 2..1.6.. 2. Definisi Analisa Rasio…………………………………… 2... 2. 1.. Economic Value Added ( EVA).2. Rate of Return…….1...………………………………………………..4... 2.5..... Rasio Profitabilitas……………………………………….5. 1. Sistematika Pembahasan………………………………………………… BAB II KAJIAN PUSTAKA………………………………………………….1.1.3.6. Abstrak……………………………………………………………………………. EVA Sebagai Alat Penilai Perusahaan…………………...4..... Keunggulan EVA……………………………………….1. Rumusan Masalah………………………………………………………… 1.. 2...6.2. 2...3.. 2. 1.4.. BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………….6..6...3. 2.DAFTAR ISI Halaman Judul …………………………………………………………………… Halaman Pernyataan Bebas Plagiarisme………………………………………….. Daftar Lampiran…………………………………………………………………...1... Manfaat Penelitian………………………………………………………..1...... 2. 2.2. Latar Belakang Masalah…………...1.6. Tinjauan Literatur………………………………………………………… 2... Tolok Ukur EVA………………………………………. Kelemahan EVA………………………………………… vi i ii iii iv vi ix x xi 1 1 3 4 4 5 5 8 11 12 12 14 15 16 18 18 20 22 27 29 29 31 32 34 35 .1. Tujuan Penelitian ………………………………………………………… 1. Aliran Kas ( Cashflow)…………………………………………. Daftar Isi…………………………………………………………………………. Analisa Rasio Keuangan…………………………………………. Kegunaan Analisis Rasio Keuangan…………………….1 Variabel dan Pengukuran…………………………………………. Daftar Tabel………………………………………………………………………...1..3.1.2 Tipe Investasi…………………………………………………….5..1 Pengertian Investasi………………………………………………..4.4.1.....1. 1...1. 1..1.5 Analisa Data……………………………………………………………… 1.

.3.8.7.3.2. Perhitungan Earning Per Share (EPS)………………………….2.. Perhitungan Rate of Return (ROR)……………………………. 3.3. Metode Analisis Data………………………………………………… 3.. Perhitungan tingkat pengembalian (r)………………… 3. Perhitungan NOPAT………………………………… 3.3.2. Perhitungan Struktur Modal………………………….7. 3.. 3. Perhitungan Return of Investment (ROI)……………………….5..3. Uji asumsi klasik…………………………………………………….3. 3. 35 44 45 2.2. Perhitungan Economic Value Added ( EVA)…………………. 3.6.3.6.6. Uji Multikolinieritas…………………………………………. 3. 2.. Perhitungan EVA……………………………………. 3.8.3.1. Perhitungan Biaya Modal Sendiri ( Ke)……………… 3.. Perhitungan EVA (Economic Value Added)…………………….1.3. Formulasi Hipotesis…………………………………………………….3..1.1.6..3.3. Model Analisis………………………………………………..4. Perhitungan Biaya Hutang ( Kd)……………………… 3..8. 3.3.2.3.. Populasi dan Penentuan Sampel………………………………………. Perhitungan Return Of Asset (ROA)…………………………… 3. 3.4.8. Perhitungan Net Profit Margin (NPM)…………………………. Variabel dan Pengukuran Variabel……………………………………. Uji normalitas………………………………………………….3.3.5.6.8.8. 3.7..3.8.5. vii 51 51 52 53 54 55 55 56 56 57 57 57 57 58 59 60 60 61 61 62 63 63 64 64 64 . 3. 3. Hipotesis……………………………………………………………… 3. 3.3. BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………. Perhitungan Return of Equity (ROE)………………………….3. 3. Tinjauan Penelitian Terdahulu………………………………………….1. 3..5.... Perhitungan Operating Cash Flow (OCF)……………………… 3.8.2.1.4. Data dan Sumber Data…………………………………………………. Perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (c*)…… 3.

Analisis Regresi berganda…………………………………………… 4. 4. LAMPIRAN……………………………………………………………..1.. Uji Model Regresi…………………………………………….5. Uji Heterokedastisitas………………………………………… 3. 65 65 BAB IV ANALISA DATA……………………………………………….3. Uji Multikolinieritas…………………………………………. 66 66 66 67 68 69 70 72 75 75 75 76 77 78 viii .7.2. Uji Model Regresi…………………………………………………. BAB V PENUTUP……………………………………………………… 5. Keterbatasan dan saran penelitian berikutnya……………………… 5.3.1.1.3.1.1. Kesimpulan………………………………………………………… 5.. 4.1. 4. Implikasi penelitian………………………………………………… REFERENSI……………………………………………………………..6.2. Uji Heterokedastisitas………………………………………… 4.4. Uji Hipotesis………………………………………………….3.1. Uji Normalitas………………………………………………… 4. Analisis Hasil……………………………………………………….2. 4.1.

1 4.2 4. Pengujian Multikolinieritas……………………………………………………… Pengujian Heterokedastisitas……………………………………………………. Pengujian Model………………………………………………………………… 33 52 67 68 69 70 4.1 3.1 4.4 Tolak Ukur EVA………………………………………………………………… Daftar Perusahaan Sampel………………………………………………………. Pengujian Normalitas…………………………………………………………….5 Pengujian Hipotesis……………………………………………………………… 70 ix .DAFTAR TABEL 2.3 4.

.…. 89 90 x .…………………….EPS)……..Daftar Lampiran Lampiran 1 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Div. 88 Lampiran 12 : Hasil Perhitungan EVA (Kd*. 87 Lampiran 11 : Hasil Perhitungan Variabel (ROR. 78 Lampiran 2 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (EBIT & Penjualan) .…. r. 81 Lampiran 5 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (OCF)………….We)………………………….Ke.ROE. Yield)………………………….ROI. 82 Lampiran 6 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Biaya Bunga dan Hutang jangka Panjang)……………………………………………………………………………… 83 Lampiran 7 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Laba Sebelum Pajak&Biaya Pajak). 84 Lampiran 8 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (EAT dan Dividen Payout)………… 85 Lampiran 9 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Modal Sendiri dan Modal Saham)… 86 Lampiran 10 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Capital)………………………….. Lampiran 13 : Hasil Perhitungan Variabel (NOPAT.Wd. 79 Lampiran 3 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (EAT dan Total Equitas)…………….ROA...………………. c*)……………………. 80 Lampiran 4 : Data Sampel Perusahaan LQ 45 (Total Aktiva dan Lembar saham)...NPM.

Rasulullah SAW. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan bimbingan dan kritikan dalam penyusunan skripsi. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi besar kita. 2.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Keluarga.Prapti Antarwiyati. dan bantuan baik secara material maupun nonmaterial dari pihak manapun. Allah SWT yg memberikan anugerah setelah memberikan hidayahnya hingga penulis mampu menyelesaikan penelitian ini. Dekan FE UII yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian dan penyusunan skripsi 3. . Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan skripsi ini tidak bisa lepas dari bimbingan dosen. yang telah mendukung pengerjaan skripsi hingga selesai. oleh karena itu penulis mengucapkan ucapan terima kasih kepada yang telah memperlancar jalannya penyusunan skripsi ini : 1. Alhamdulillah atas berkah dan keagungan-Nya. Dan ucapan Alhamdulillah atas semua karunia yg telah penulis terima hingga hari ini. Skripsi ini disusun untuk melengkapi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S-1) di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Bu Isti selaku Penguji Skiripsi 4. Dra. dorongan. akhirnya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45”.

W. Wassalamu’alaikum Wr.T. selalu melimpahkan petunjuk dan rahmat-Nya kepada mereka atas budi baiknya.iv Semoga Allah S. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan.Wb. Yogyakarta. untuk itu penulis mohon maaf jika dalam proses penyusunannya terdapat kekurangan-kekurangan yang terjadi diluar pengetahuan penulis. Penulis . Dengan demikan penulis tetap berharap bahwa hasil yang ada dalam skripsi ini akan bermanfaat bagi penulis maupun bagi mereka yang membutuhkan.

v .

Operating Cashflow (OCF). Konsep value based dinilai lebih baik karena mempertimbangkan resiko biaya modal yang dihadapi oleh perusahaan. berpengaruh terhadap rate or return.ABSTRAK Dewasa ini banyak sekali Invertor baik asing maupun swasta yang menginvestkan dananya pada perusahan. Return On Equity (ROE). yaitu konsep konvensional dan konsep value based. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah konsep penilaian kinerja perusahaan. Hipotesis yang diajukan akan diuji dengan model regresi linear berganda. Hal ini harus dilakukan investor dengan menanamkan modalnya pada perusahaan yang berkinerja baik. Dalam penelitian ini akan diungkap masalah penilaian kinerja perusahaan dan hasilnya. baik konvensional maupun value based. Sampel sebanyak 38 perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 tahun 2004. xi . Return on Assets (ROA). Konsep penilaian kinerja ada dua macam. Earning Per Share (EPS). Konsep konvensional sering menggunakan laba dan arus kas sebagai indikator utama keberhasilan kinerja suatu perusahaan. Return on Investment (ROI). Penelitian ini menggunakan Rate of Return (ROR) sebagai variabel dependen dan Net Profit Margin (NPM). Economic Value Added (EVA) sebagai variabel independen. Untuk itu diperlukan konsep penilaian kinerja yang mampu mengukur seberapa baik kinerja yang dimiliki sebuah perusahaan. harapan investor adalah dapat memperoleh tingkat pengembalian saham yang diharapkan. tentunya pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik.

.

1 BAB I PENDAHULUAN 1. Laba / keuntungan merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen. karena laporan keuangan merupakan cerminan dari prestasi manajemen sebuah perusahaan pada satu periode tertentu. yaitu dengan cara mengetahui kinerja perusahaan. Perusahaan yang berkinerja baik akan dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih diharapkan dari pada berinvestasi pada perusahaan yang berkinerja tidak baik. Selama ini laba akuntansi selalu menjadi fokus perhatian dalam menilai kinerja suatu perusahaan. sebelum melakukan investasi. Rasio keuntungan menurut Sutrisno (2000) dapat diukur . Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.1. investor perlu memastikan apakah modal yang ditanamkan mampu memberikan tingkat pengembalian (rate of return) yang diharapkan atau tidak. Akan tetapi. Rasio keuntungan dipakai untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan. Latar Belakang Masalah Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa mendatang. Untuk itu diperlukan suatu penilaian kinerja pada perusahaanperusahaan yang akan dijadikan sebagai tempat investasi. Semakin besar tingkat keuntungan menunjukkan semakin baik manajemen dalam mengelola perusahaan. yaitu capital gain dan dividen yield.

karena laba akuntansi tidak mempunyai makna riil apabila tidak didukung oleh kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas. dan Earning Per Share (EPS). Menurut Baridwan (1997). Suadi (1998).yaitu : Net Profit Margin (NPM). Economic Value Added (EVA) yang positif menandakan perusahaan berhasil menciptakan nilai bagi pemilik modal. Hastuti (1998). dimana beban biaya modal mencerminkan tingkat resiko perusahaan. Maka digunakanlah Operating Cash Flow (OCF) sebagai penilai kinerja perusahaan. Return On Asset (ROA). telah dikembangkan sebuah konsep baru yaitu EVA (Economic Value Added) yang mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan cara mengurangi laba operasi setelah pajak dengan beban biaya modal (cost of capital). Asyik (1999).2 dengan beberapa indikator. Return On Equity (ROE). . dan Triyono (2000). penggunaan Operating Cash Flow (OCF) dalam melakukan penilaian kinerja perusahaan dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi para pemakai informasi laporan keuangan. Return On Investment (ROI). sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah berhasil menciptakan nilai perusahaan atau tidak. Untuk mengatasi kelemahan tersebut. Penggunaan analisis rasio keuangan maupun operating cash flow yang merupakan alat pengukur akuntansi konvensional memiliki sebuah kelemahan utama yaitu tidak memperhatikan resiko yang dihadapi perusahaan dengan mengabaikan adanya biaya modal. Namun dalam menilai kinerja perusahaan tidak cukup hanya menggunakan laba akuntansi saja.

dan Economic Value Added terhadap tingkat pengembalian investasi (Rate Of Return) ? . Return On Equity. Operating Cash Flow.2.3 karena perusahaan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang melebihi tingkat biaya modal. maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep penilaian kinerja (Net Profit Margin. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah. Melihat hal tersebut maka penulis berminat untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul : “ANALISA PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45 “. Return On Investment. 1. Investor akan dapat melakukan pengambilan keputusan investasi secara tepat. Return On Asset. Pengaruh konsep penilaian kinerja terhadap tingkat pengembalian investasi sangat penting untuk diketahui oleh investor untuk memperoleh kepastian tentang kegiatan investasi yang akan dilakukannya terhadap sebuah perusahaan. Earning Per Share . jika dapat mengetahui kinerja sebuah perusahaan.

• Bagi Investor Sebagai pertimbangan dalam sebuah pengambilan keputusan investasi. guna menentukan perusahaan yang dapat memberikan tingkat pengembalian investasi yang diharapkan. serta untuk mengetahui apakah kinerja kelompok perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 tergolong baik atau tidak.3.4 1.4. Tujuan penelitian Sehubungan dengan rumusan masalah. •. Bagi Peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat dijadikan sebagai studi komparatif bagi peneliti yang mendalami masalah ini . 1. Manfaat penelitian • Bagi Perusahaan Memberikan informasi kepada perusahaan LQ 45 tentang posisinya sebagai perusahaan yang dinilai berkinerja baik kaitannya dengan tingkat pengembalian investasi . penelitian ini dilakukan untuk menganalisa apakah konsep penilaian kinerja perusahaan dapat digunakan oleh seorang investor sebagai acuan untuk memprediksi tingkat pengembalian investasi dalam melakukan kegiatan investasi.

Return on Investment (ROI). Return on Equity (ROE). Return on Asset (ROA). Operating Cash Flow (OCF).5.Formulanya adalah sebagai berikut : NPM = EBIT / Penjualan . dan Economic Value Added (EVA) a.1 Variabel dan Pengukuran Dalam penelitian ini variabel independennya adalah tingkat pengembalian investasi ( rate of return) yaitu capital gain dan dividen yield. Earning Per Share (EPS). Sedangkan variable dependennya adalah Net Profit Margin (NPM).5. Analisa Data 1.5 1. Rate of Return (ROR) untuk menghitung rate of return (ROR) digunakan rumus sebagai berikut : ROR = [( P1-P0 + Div)/ P0] x 100 % Dimana : ROR P1 P0 Div = tingkat pengembalian investasi = harga sekuritas pada akhir periode 1 = harga sekuritas pada awal periode 0 = deviden yang dibayarkan selama periode tersebut b. Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax (EBIT) dengan penjualan.

6 c. Return on Asset (ROA) ROA dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax (EBIT) dengan total aktiva. Formula yang digunakan untuk menghitung ROA adalah sebagai berikut : ROA = EBIT / Total Aktiva d. Return on Equity (ROE) ROE dihitung dengan membagi earning after tax dengan modal sendiri. Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut : EPS = EAT / jumlah lembar saham . Formula yang digunakan untuk menghitung ROE adalah sebagai berikut : ROE = EAT / Modal pemilik e. Earning Per Share (EPS) EPS dihitung dengan membagi laba bersih atau earning after tax (EAT) dengan jumlah lembar saham. Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut : ROI = EAT / Total Aktiva f. Return on Investment (ROI) ROI dihitung dengan membagi laba bersih atau earning after tax (EAT) dengan total aktiva.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menghitung EVA (Economic Value Added) secara lebih detail sebagai berikut (Mike Roussana. C = biaya kapital adalah biaya bunga pinjaman dan biaya equitas yang digunakan untuk menghasilkan NOPAT (Net Operating profit After Tax) tersebut dan dihitung secara rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital). h. yaitu laba bersih (Net Income After Tax) ditambah bunga setelah pajak. Economic Value Added dapat diformulasikan sebagai berikut: EVA= NOPAT – (Capital x c) atau EVA= (r-c) x Capital Dimana : NOPAT = Net Operating Profit After Tax. Operating cashflow dapat diambil dari laporan arus kas. yaitu NOPAT dibagi dengan Capital. R = tingkat balikan kapital (rate of return). yang merupakan salah satu unsur dalam laporan keuangan.7 g.1997): . Capital = jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai perusahaannya. Operating Cash Flow (OCF) Variabel operating cash flow diukur berdasarkan nilai operating cashflow yang tersaji dalam laporan arus kas. Biaya modal sendiri berupa cost of debt dan cost of equity. Economic Value Added (EVA) Merupakan hasil pengurangan total biaya modal terhadap laba operasi setelah pajak.

Analisa Data dan Uji Hipotesis Hipotesis Penelitian : Ho1 : Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).2. Menghitung biaya hutang dan biaya atas ekuitas b. Menghitung NOPAT d. . Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (C) f. Ha2 : Return on Aset (ROA) (ROR).5. berpengaruh terhadap Rate Of Return Ho3 : Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Menghitung struktur permodalan dari neraca c. Menghitung EVA (Economic Value Added) 1.8 a. Menghitung tingkat pengembalian (r) e. Ho2 : Return on Aset (ROA) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ha1: Net Profit Margin (NPM) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).

Ha6 : Operating Cash Flow (OCF) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).9 Ha3: Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ha7 : Economic Value Added (EVA) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ho6 : Operating Cash Flow (OCF) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ho7 : Economic Value Added (EVA) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ha5 :Earning per Share (EPS) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ho5 : Earning per Share (EPS) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). . Ho4 : Return On Investment (ROI) tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Ha4 : Return On Investment (ROI) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).

Model analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan adalah regresi linier berganda. Formula untuk menghitungnya adalah sebagai berikut ROR = a + b1NPM+ b2ROA+ b3ROE + b4ROI + b5EPS + b6OCF+ b7 EVA Dimana : ROR NPM ROA ROE ROI EPS OCF EVA a = Rate of Return =Net Profit Margin =Return On Aset = Return on Equity = Return on Investment =Earning Per Share = Operating Cash Flow = Economic Value Added = intersep (konstanta) b1.b4.10 Ho8 : Variabel independent secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).b5.b3. Ha8 : Variabel independent secara bersama-sama berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).b6.b7 = koefisien variabel bebas .b2.

Bab IV menjelaskan tentang analisis hasil penelitian Bab V merupakan penutup dari penulisan penelitian yang mengemukakan kesimpulan. Sistematika Pembahasan Sistematika penulisan adalah sebagai berikut : Bab I menguraikan latar belakang masalah. Bab II berisi landasan teori yang digunakan untuk membahas masalah yang diangkat dalam penelitian ini yang terdiri atas teori yang berkaitan dengan penelitian dan penelitian sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa bila nilai probabilitas t lebih kecil dari 0. tujuan dan manfaat penelitian. 1.10.90 atau α 0. kajian pustaka.6. Ini berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen sebesar nilai koefisien regresi masing-masing variabel bebas.10.11 Tingkat keyakinan yang digunakan dalam pengujian ini adalah 0. yaitu hasil-hasil yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya. formulasi hipotesis. rumusan penelitian. Bab III menguraikan tentang metode penelitian yang mencakup pembahasan tentang ruang lingkup dan batasan penelitian serta perumusan model analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Kemudian dengan dasar kesimpulan tersebut. akan dikemukakan saran-saran untuk penelitian lanjutan. metode penelitian dan sistematika penulisan. . maka dinyatakan signifikan pada taraf kesalahan 10 %.

12 .

Capital gain (loss) merupakan selisih laba/ rugi yang dialami oleh pemegang saham karena harga saham relatif lebih tinggi atau rendah dibandingkan harga saham periode sebelumnya. dengan kata lain mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan kontribusi pemilik dan menggunakan sumber-sumber lain untuk kepentingan pemilik.dan dapat dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax dengan total aktiva. Net Profit Margin (NPM). kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan penjualan yang dicapai. Sedangkan deviden merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen. Return on Aset (ROA) juga sering disebut dengan rentabilitas ekonomis merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Komposisi penghitungan rate of return saham terdiri dari capital gain (loss) dan deviden.dan dapat dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax dengan penjualan. Return on Equity (ROE) atau yang sering disebut dengan rate of return on Net Worth adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. sehingga ROE ini ada yang menyebut sebagai rentabilitas modal sendiri.12 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Tinjauan Literatur Rate of Return adalah tingkat pengembalian saham atas investasi yang dilakukan. Return on Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang .1.

Stern Steward menghitung EVA sebagai laba operasi setelah pajak ( after tax operating income) yang dikurangi dengan total biaya modal (total cost of capital). EVA sebagai alat penilaian kinerja berdasarkan value base pada dasarnya berfungsi sebagai indikator tentang adanya penciptaan nilai dari sebuah investasi dan sebagai indikator kinerja sebuah perusahaan dalam setiap kegiatan operasionalnya ekonomisnya. Economic Value Added (EVA) terhadap Rate Of Return (ROR). Suatu perusahaan dapat dikatakan menciptakan nilai tambah apabila laba yang dihasilkan lebih besar daripada biaya modal. yaitu dengan mengurangkan biaya modal dari laba. Economic Value Added (EVA) pertama kali dipopulerkan oleh Stern Steward Management Service. Earning per Share (EPS) merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham pemilik. Economic Value Added (EVA) merupakan konsep penilaian kinerja perusahaan dengan mengurangi laba operasi setelah pajak dengan biaya modal. Penghitungan EVA terdapat berbagai versi. dihitung dengan membagi Earning After Tax dengan jumlah lembar saham. EVA secara sederhana didefinisikan sebagai laba operasi setelah pajak dikurangi dengan biaya modal (cost of capital) dari seluruh modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut.13 akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. tetapi secara konseptual perhitungan EVA adalah sama. Sedangkan menurut Mike Rousanna (1997). dimana total biaya modal dihitung dengan mengalikan tingkat biaya modal dengan total modal yang diinvestasikan. .

yaitu investasi dalam bentuk aktiva nyata.2%.14 EVA memiliki korelasi yang baik terhadap tingkat pengembalian saham. Dodd dan Chen (1996) menunjukkan bahwa korelasi EVA terhadap tingkat pengembalian saham mencapai 20. 1. Keputusan penanaman modal tersebut dapat dilakukan oleh orang perorang atau lembaga (baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang) yang mempunyai kelebihan dana. Namun menurut Lehn dan Makhija (1996). . ROE. dan ROS. yaitu. karena meningkatnya kemampuan dalam menciptakan laba setelah dikurangi dengan resiko perusahaan yang berupa biaya modal. Selain itu.4%. EVA yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. mereka juga menyimpulkan bahwa EVA berhubungan erat dengan kualitas keputusan stratejik dari perusahaan. Real Assets. Pihak yang menanamkan dananya inilah yang disebut investor. Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor 2. bahwa EVA memiliki korelasi dengan tingkat pengembalian saham sedikit lebih baik dibandingkan dengan ROI.1 Pengertian Investasi Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dari masa yang akan datang. seperti investasi untuk kendaraan dan properti. Investasi dalam arti luas dapat digolongkan menjadi dua kategori. sedikit lebih kecil dari ROI yang mencapai 24.1.

Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan investasi yang mempunyai prestasi aktiva-aktiva keuangan dari perusahan lain.2 Tipe Investasi Investasi dalam bentuk aktiva keuangan dapat berupa investasi langsung dan investasi tidak langsung. Aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual-belikan biasanya diperoleh melalui bank komersial. 2. 2000). maupun pasar turunan (derevative market). dan deposito. seperti.15 2. Investasi langsung diartikan sebagai suatu kepemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu perusahaan yang telah go public. Sedangkan investasi tidak langsung dilakukan dengan cara membeli suratsurat berharga dari perusahaan investasi. Perusahaan investor (investor company) berfungsi sebagai perantara (Jogiyanto. obligasi. Financial Assets. atau produk-produk keuangan.1. pasar modal (capital market). Investasi langsung juga dapat dilakukan dengan cara membeli aktiva keuangan yang tidak dapat diperjual-belikan. Pemilikan aktiva finansial dalam rangka investasi pada sebuah institusi atau perusahan dapat dilakukan dengan dua cara. Aktiva–aktiva ini dapat berupa tabungan di bank ataupun sertifikat deposito. yaitu investasi dalam bentuk aktiva finansial. yaitu: investasi langsung (direct investing) dan investasi tidak langsung. Investasi langsung dilakukan dengan cara membeli aktiva keuangan yang diperjual-belikan baik di pasar uang (money market). Perusahaan investasi adalah perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara menjual sahamnya ke publik dan .

2.16 menggunakan dana yang diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya. Return realisasi merupakan return yang sudah terjadi dan dihitung secara relatif. Jogiyanto (1998) membedakan return saham menjadi dua jenis yaitu return realisasi (realized return) dan return ekspektasian (expected return). Unit investment trust merupakan trust (perusahaan kepercayaan yang ditunjuk oleh perusahaan penerbit) yang menerbitkan portofolio yang dibentuk dari surat berharga berpenghasilan tetap (return yang flat) dan ditangani oleh orang/perusahaan kepercayaan yang independen.7). Return realisasi ini penting dalam mengukur kinerja perusahaan dan sebagai dasar penentuan return dan resiko mendatang.1. closedend investment companies dan open–end investment companies. yakni perusahaan yang masih menjual saham setelah IPO. . Rate of Return Return saham merupakan hasil atau keuntungan yang diperoleh pemegang saham sebagai hasil dari investasinya.3. Closed-end investment companies merupakan perusahaan investasi yang hanya menjual sahamnya pada saat penawaran perdana (initial public offering) saja dan selanjutnya tidak menawarkan lagi tambahan lembar saham. Perusahaan investasi dapat diklasifikasikan sebagai unit investment trust. Open-end investment companies dikenal sebagai perusahaan reksa dana (mutual funds). 2003. juga pemegang saham dapat menjual kembali sahamnya ke perusahaan reksa dana yang bersangkutan (Jogiyanto. Sedangkan return ekspektasian merupakan return yang diharapkan terjadi di masa mendatang dan bersifat tidak pasti.

S = Harga saham pada waktu saham tersebut dibeli . Untuk menghitung rate of return digunakan rumus sebagai berikut : ROR = Capital gain (loss) +Yield Pt − Pt −1 Dt + Pt −1 Pt −1 = = Di mana : Pt P t −1 Dt Pt − Pt −1 + Dt x100% Pt −1 = Harga saham sekarang = Harga saham periode lalu = Deviden yang dibayarkan sekarang Atau dengan rumus berikut : ROR = [(D. Komposisi penghitungan rate of return saham terdiri dari capital gain (loss) dan deviden.S )] x 100 % D. Deviden yang merupakan yield bisa berupa angka nol (0) dan positif (+). Sedangkan deviden merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan pada periode tertentu sesuai dengan keputusan manajemen.17 Rate of Return adalah tingkat pengembalian saham atas investasi yang dilakukan.S ) + (KHS / H.YD / H.YD = Deviden Yield H. Capital gain (loss) merupakan selisih laba/ rugi yang dialami oleh pemegang saham karena harga saham relatif lebih tinggi atau rendah dibandingkan harga saham periode sebelumnya.

Rasio Aktivitas 3. Kelima faktor tersebut akan mempengaruhi harapan . Menurut Hanafi dan Halim (1996).4. yaitu: 1.1.1. Rasio diperoleh dengan membandingkan satu pos atau elemen laporan keuangan dengan elemen yang lain dalam laporan keuangan tersebut (Paton &Litleton. Rasio Likuiditas 2. pada dasarnya analisis rasio bisa dikelompokkan kedalam lima macam kategori.1. diperlukan ukuran-ukuran tertentu.18 KHS = Kenaikan harga pasar saham dibandingkan dengan harga pembeliannya Dapat juga dihitung sebagai berikut : ROR = [( P1-P0 + Div)/ P0] x 100 % Dimana : ROR = tingkat pengembalian investasi P1 P0 Div = harga sekuritas pada akhir periode 1 = harga sekuritas pada awal periode 0 = deviden yang dibayarkan selama periode tersebut 2. Rasio Pasar Kelima rasio tersebut ingin melihat prospek dan resiko perusahaan pada masa yang mendatang. Analisa Rasio Keuangan 2.4. Ukuran yang sering digunakan adalah rasio. Rasio Profitabilitas 5. Rasio Solvabilitas 4.1970). Definisi Analisa Rasio Untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan.

2. Dari kelima rasio diatas akan dijelaskan definisi serta perhitungannya yaitu sebagai berikut: 1. (2) Perputaran persediaan. Rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya (aktiva yang akan berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau satu siklus bisnis). (3) Perputaran aktiva tetap. (4) Perputaran total aktiva. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut. Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif. Dua rasio likuiditas jangka pendek yang sering digunakan adalah rasio lancar dan rasio quick ( sering juga disebut acid test rasio). Rasio Solvabilitas . Empat rasio aktivitas tersebut adalah: (1) Rata-rata umur piutang . 3. Rasio Likuiditas Rasio Likuiditas mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini merupakan kewajiban perusahaan). Rasio aktivitas Rasio ini melihat pada beberapa aktiva kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu.19 investor terhadap perusahaan pada masa-masa mendatang. Rasio quick merupakan rasio antara aktiva lancar sesudah dikurangi persediaan dengan hutang lancar dan menunjukkan besarnya alat likuid yang paling cepat yang bisa digunakan untuk melunasi hutang lancar.

1. tetapi juga untuk pihak luar.2.4. dividend yield. Sudut pandang rasio ini lebih banyak berdasar pada sudut investor atau calon investor. Rasio Pasar Rasio pasar yaitu rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku. rasio Fixed Charges Coverage. Rasio ini akan dibahas tersendiri karena merupakan bagian dari pokok masalah penelitian ini. Ada beberapa rasio yang bisa dihitung yaitu PER (Price Earning ratio). Kegunaan Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio tidak hanya berguna untuk pihak intern perusahaan. Ada beberapa macam rasio yang dapat dihitung: rasio total hutang terhadap total aset. Rasio ini mengukur likuiditas jangka panjang perusahaan dan dengan demikian memfokuskan pada sisi kanan neraca. Dalam hal ini adalah bagi calon investor atau calon kreditur. dan pembayaran deviden ( deviden payout). Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas yaitu rasio yang melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio-rasio ini. 5. 4.20 Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka panjangnya. rasio Time Interest Earned. Perusahaan yang tidak solvabel adalah perusahaan yang total hutangnya lebih besar dibandingkan total asetnya. . 2.

analisis rasio keuangan akan memberikan sebuah informasi bermanfaat mengenai kelemahan dan kekuatan perusahaan di bidang finansial. sehingga perusahaan dapat menggunakannya untuk mengatasi kelemahan dan memaksimalkan kekuatan. analisis rasio keuangan akan membantu dalam melakukan pengambilan keputusan kredit secara tepat (layak atau tidak untuk memberikan kredit kepada perusahaan (Alwi. bila kinerjanya buruk.21 Bagi pihak intern (perusahaan). kinerja emiten berpengaruh terhadap harga sahamnya. analisis rasio keuangan akan membantu dalam melakukan pengambilan keputusan investasi secara tepat (layak atau tidak untuk membeli saham perusahaan). Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi manajemen perusahaan untuk melakukan perencanaan dan evaluasi terhadap prestasi atau kinerja perusahaan yang telah dicapai dibandingkan dengan rata-rata industri. begitu juga sebaliknya. yang berkaitan dengan jaminan kontinuitas pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman. maka harga sahamnya akan meningkat. Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi investor untuk mengevaluasi nilai saham perusahaan dan sebagai jaminan atas keamanan dana investasi yang telah ditanamkannya pada perusahaan (Munawir. dan bagi calon kreditur. Bila kinerjanya baik. maka harga sahamnya akan mengalami penurunan. . 2000). Menurut Arifin (2002.166). Bagi kreditur. 1998). analisis rasio keuangan dapat digunakan untuk memperkirakan potensi resiko yang akan dihadapi. Sedangkan bagi calon investor.

Dalam hal ini laba yang dihasilkan adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT.Rumus yang bisa digunakan adalah sebagai berikut : Gross Profit Margin = Laba kotor / Penjualan x 100 % Profit Margin = EBIT / Penjualan x 100 % Net Profit Margin = EBIT / Penjualan x 100 % 2. ROA = EBIT / Total Aktiva x 100% . Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan aspek fundamental perusahaan. dan modal saham tertentu. Hanafi dan Halim (1996) mendefinisikan rasio profitabilitas sebagai rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (profitabilitas) pada tingkat penjualan.22 2. aset. karena selain memberikan daya tarik yang besar bagi investor yang akan menanamkan dananya pada perusahaan juga sebagai alat ukur terhadap efektivitas dan effisiensi penggunaan semua sumber daya yang ada di dalam proses operasional perusahaan. Rasio profitabilitas dapat diukur dengan beberapa indikator : 1. Profit Margin Profit Margin merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan penjualan yang dicapai.ROA (Return on Asset) Return on Asset juga sering disebut sebagai rentabilitas ekonomis merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan.4.3.1.

setelah semua hak-hak kreditur dan saham preferen telah dilunasi. Karena itu dividen untuk saham preferen mesti dikurangkan dari laba bersih perusahaan untuk memperoleh hak bersih pemegang saham biasa. biaya bunga telah dikurangkan dari laba bersih.rata Saham Biasa Bagian atas persamaan tersebut (numenator) mencerminkan bagian laba yang bisa dialokasikan ke pemegang saham untuk periode tertentu. Rasio ROE bisa dihitung sebagai berikut: ROE = Laba Bersih Modal Saham Meskipun rasio ini mengukur laba dari sudut pandang pemegang saham. rasio ini tidak memperhitungkan dividend maupun capital gain untuk pemegang saham. Pembagi (denominator) persamaan diatas mengukur rata-rata jumlah saham . ROE (Return on Equity) Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal tertentu.23 3. ROE dipengaruhi oleh ROA dan Leverage keuangan perusahaan. Sementara dividen untuk saham preferen belum dikurangkan. Karena itu rasio ini bukan pengukur return pemegang saham yang sebenarnya.Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham. Selain itu ROE bisa dihitung dengan cara: ROE = Laba bersih Dividen Saham Preferen Rata .

Saham biasa sama dengan total saham dikurangi nilai dari nominal saham preferen 4. Return on Investment itu sendiri adalah salah satu bentuk dari ratio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT. . Sebutan lain untuk ratio ini adalah net operating profit rate of return atau operating earning power. Dengan demikian ratio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan (net operating income) dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut ( net operating assets). Analisa ROI ini merupakan teknik analisa yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut : ROI = EAT / Total Aktiva Analisa Return on Investment (ROI) dalam analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh (komprehensif).24 yang digunakan selama periode tersebut. ROI ( Return on Investment) Return on Investment merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan.

maka dengan analisa ROI ini dapat dibandingkan efisiensi penggunaan modal pada perusahaannya dengan perusahaan lain yang sejenis. Apabila perusahaan sudah menjalankan praktek akuntansi yang baik maka manajemen dengan menggunakan teknik analisa ROI dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang bekerja. Apabila suatu perusahaan pada suatu periode telah mencapai “operating aset turnover“ sesuai dengan standar atau target yang telah ditetapkan. b. Apabila perusahaan dapat mempunyai data industri sehingga dapat diperoleh ratio industri. Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsipil ialah sifatnya yang menyeluruh. tetapi ternyata ROI-nya masih dibawah standar target. atau diatas rata-ratanya.25 Kegunaan dari analisa ROI dapat dikemukakan sebagai berikut : a. sama. sedangkan operating aset turnover masih dibawah target maka perhatian managemen dapat dicurahkan untuk perbaikan kebijaksanaan investasi baik dalam modal kerja maupun dalam aktiva tetap. Dengan demikian akan dapat diketahui dimana . efsiensi produksi dan efisiensi bagian penjualan. Sebaliknya apabila profit margin telah mencapai target atau standar yang telah ditetapkan. sehingga dapat diketahui apakah perusahaannya berada dibawah. maka perhatian managemen dapat dicurahkan pada usaha peningkatan efisiensi di sektor produksi dan penjualan. Rendahnya operating aset turnover ini bisa disebabkan karena kesalahan dalam kebijakan pembelian bahan mentah yang dibeli terlalu besar menumpuk di gudang.

Kelemahan lain dari teknik analisa ini adalah terletak pada adanya fluktuasi nilai dari uang (daya belinya). dan yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap jumlah aktiva. b. Arti penting mengukur rate of return pada tingkat bagian adalah untuk dapat membandingkan efisiensi suatu bagian dengan bagian yang lain didalam perusahaan yang bersangkutan. . perbandingan tersebut akan dapat memberi gambaran yang salah. Demikian pula adanya berbagai metode depresiasi akan berpengaruh terhadap jumlah aktivanya. Suatu mesin atau perlengkapan tertentu yang dibeli dalam keadaan inflasi nilainya berbeda dengan kalau dibeli pada waktu tidak ada inflasi. Kelemahan analisa ROI yaitu : a. c. Analisa ROI dapat digunakan untuk mengukur efisiensi aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh divisi/ bagian.26 kelemahannya dan apa yang sudah kuat pada perusahaan tersebut dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. Ada berbagai metode penilaian inventory (FIFO. yaitu dengan mengalokasikan semua biaya dan modal kedalam bagian yang bersangkutan. dan hal ini akan berpengaruh dalam menghitung investment turnover dan profit margin. LIFO. The Lower cost or market valuation) yang digunakan akan berpengaruh terhadap besarnya nilai inventory. Perbedaan metode dalam penilaian berbagai aktiva antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain.

Aliran Kas ( Cashflow) Laporan arus kas diwajibkan pada tahun 1987 dengan dikeluarkannya SFAS No 95 oleh FASB yang menghendaki laporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan dan sebagai bagian dari laporan keuangan.Laba yang digunakan sebagai ukuran adalah laba bagi pemilik atau EAT. Keuntungan perlembar saham biasanya merupakan indikator laba yang diperhatikan oleh para investor yang merupakan angka dasar yang diperlukan dalam menentukan harga saham. Disamping itu informasi laporan arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta memungkinkan pemakai mengembangkan model untuk menilai .5. Earning Per Share (EPS) Kadang-kadang pemilik juga menginginkan data mengenai keuntungan yang diperoleh untuk setiap lembar sahamnya. struktur keuangan dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam adaptasi dengan perubahan keadaaan dan peluang. EPS = EAT / Jumlah lembar saham 2. Earning pershare atau laba perlembar saham merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham pemilik.27 5.Di Indonesia pengungkapan laporan arus kas baru diwajibkan setelah dikeluarkannya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada tanggal 7 September 1994 oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan berlaku mulai 1 Januari 1995.Laporan arus kas memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan.1.

dan pengeluaran kas lain dalam rangka mendapatkan aktiva tetap.Informasi ini juga meningkatkan daya banding kinerja operasi berbagai perusahaan karena meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap peristiwa dan transaksi yang sama. yaitu aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran- pengeluaran kas untuk keperluan investasi. yaitu aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutup investasi. Operational cashflow biasanya diterima setiap tahun selama usia . Initial cashflow. pembelian mesin. Initial cashflow biasanya dikeluarkan pada saat pendirian investasi. Keuntungan atau laba yang akan digunakan untuk menutup investasi bisa dalam dua pengertian yakni (1) laba akuntansi yaitu merupakan laba yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup dilihat dari laba pada Laporan Rugi-Laba. seperti pengeluaran kas untuk pembelian tanah. pembelian kendaraan. 2. Termasuk dalam initial cashflow ini adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modal kerja. pembangunan pabrik. Operational cashflow. Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan diharapkan akan bisa ditutup oleh penerimaan–penerimaan di masa yang akan datang. Penerimaanpenerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. (2) laba tunai yaitu laba yang berupa aliran kas atau cashflow.28 dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. pembelian peralatan lain. Cashflow yang berhubungan dengan suatu keputusan investasi bisa dikelompokkan dalam 3 macam aliran kas yaitu : 1.

Nilai residu adalah taksiran harga jual aktiva tetap bila usia ekonomis proyek habis. misalnya dari penjualan aktiva tetap yang masih bisa digunakan.1997). juga dana yang digunakan sebagai modal kerja. Sedangkan modal kerja merupakan dana yang digunakan untuk membiayai operasi perusahaan seharihari. Operational cashflow inilah yang sering disebut sebagai cashflow saja. . dan berupa aliran kas bersih.6. yaitu aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu proyek investasi. Definisi EVA Istilah EVA (Economic Value Added) pertama kali dipopulerkan oleh Stern Steward Management Service yang merupakan perusahaaan konsultan dari Amerika Serikat. Ukuran kinerja ini pertama kali diperkenalkan oleh George Bennet Steward III dan Joel M Stern yang merupakan analis keuangan Stern Steward (Utama.1.1. Terminal cashflow. Oleh karena itu yang termasuk dalam kelompok terminal cashflow adalah nilai residu dan modal kerja.6. Apabila proyek investasi habis umur ekonomisnya biasanya masih ada penerimaan kas.1. 2. Dengan demikian operational cashflow dapat dihitung dengan menambahkan laba akuntansi (EAT) dengan penyusutan.29 investasi. Economic Value Added ( EVA) 2. 3.

EVA sendiri dapat didefinisikan sebagai: ”Keuntungan operasional setelah pajak (after tax operating income) dikurangi dengan total biaya modal (total cost of capital) dari seluruh modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut”. Stern & Steward melakukan beberapa penyesuaian terhadap laba operasi setelah pajak yang disusun menurut Standar Akuntansi Keuangan. dan aktiva tak berwujud yang dikapitalisasikan (misalnya pengeluaran untuk penelitian pengembangan ). amortisasi komulatif dan goodwill. Laba .1999) Dengan kata lain EVA merupakan pengukuran pendapatan sisa (residual income) yang mengurangkan biaya-biaya modal terhadap laba operasi. Penyesuaian ini perlu dilakukan untuk menghilangkan distorsi yang ditimbulkan oleh Standar Akuntansi Keuangan yang digunakan.30 EVA dapat diartikan sebagai nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan dengan mengoptimalkan beban bunga pinjaman atas struktur permodalan. Menurut Mike Rousanna (1997) EVA secara sederhana didefinisikan sebagai laba operasi setelah pajak dikurangi dengan biaya modal (cost of capital) dari seluruh modal yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut.(Teuku.Mirza. Penyesuaian tersebut yaitu: dengan menambahkan cadangan-cadangan ekuitas ekuivalen (equity equivalent reserves) ke dalam modal serta menambahkan beban periodik dari cadangan-cadangan tersebut pada laba operasi setelah pajak. Contoh dari cadangan-cadangan ekuitas ekuivalen antara lain adalah cadangan piutang tak tertagih.

perhitungan EVA tidak hanya pada periode masa kini tetapi juga mencakup periode yang akan datang. Hal ini disebabkan karena EVA pada suatu tahun tertentu menunjukkan besarnya penciptaan nilai pada tahun tersebut. Sedangkan nilai perusahaan menunjukkan nilai sekarang dari total penciptaan nilai selama umur perusahaan tersebut. Lee (1996) menyatakan bahwa nilai perusahaan dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari total modal .31 operasi setelah pajak merupakan penyesuaian dari laba setelah pajak. yang diukur melalui produktivitas modal. dimana laba operasi dihitung sebelum dikurangkan dengan financing cost dan non-cashbookkeeping entries.2. Biaya modal sendiri (cost of equity) dihitung menggunakan CAPM yaitu sebagai penjumlahan dari tingkat bunga tanpa resiko dan selisih antara tingkat pengembalian yang diharapkan dari portofolio pasar. 2. Berdasarkan model penilaian Edward-Bell Ohlonson. Biaya hutang (cost of debt) yaitu rate yang harus dibayar perusahaan didalam pasar sekarang untuk mendapatkan hutang jangka panjang yang baru. EVA Sebagai Alat Penilai Perusahaan Untuk menilai perusahaan.1. yang merupakan penjumlahan dari total hutang dan modal saham. R (rate of return) merupakan tingkat pengembalian yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Capital merupakan jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai usahanya. C* (Weighted Average Cost of Capital) merupakan rata-rata tertimbang biaya hutang (cost of debt) dan biaya modal sendiri (cost of equity).6.

berarti nilai EVA positif yang menunjukkan telah terjadi proses nilai tambah pada perusahaan. Sebaliknya. Nilai pasar mencerminkan nilai perusahaan. dimana penciptaan nilai tersebut akan tercermin pada harga saham yang lebih tinggi. Persamaan diatas jelas menunjukkan bahwa EVA yang semakin tinggi akan menaikkan nilai perusahaan.32 yang diinvestasikan ditambah nilai sekarang dari total EVA perusahaan dimasa datang: Nilai perusahaan = Total modal yang diinvestasikan + Nilai sekarang dari EVA dimasa datang.3. Tolok Ukur EVA Menurut Gatot Wijayanto (1993) penilaian EVA dapat dinyatakan sebagai berikut: • Apabila EVA > 0. dengan demikian perusahaan dengan nilai sekarang EVA yang positif akan mempunyai rasio lebih dari satu sedangkan perusahaan dengan nilai yang negatif akan memiliki rasio kurang dari satu. Kita dapat memperkirakan apabila suatu perusahaan menghasilkan total EVA yang positif atau negatif dengan membandingkan rasio antara nilai pasar (market value) perusahaan dengan nilai total modal yang diinvestasikan di perusahaan.6. • Apabila EVA = 0 menunjukkan posisisi impas atau Break Event Point. EVA = Laba Bersih Sesudah pajak – Ongkos Modal 2.1. dan nilai perusahaan lebih rendah dari total modal yang diinvestasikan apabila total EVA yang dihasilkan perusahaan adalah negatif. .

bahwa pada dasarnya pendekatan EVA(Economic Value Added) berfungsi sebagai: • Indikator tentang adanya penciptaan nilai dari sebuah investasi. namun diharapkan ekspektasi rate of return tidak dapat tercapai. . Sehingga hal tersebut diatas akan lebih mudah diterjemahkan sebagai berikut: TABEL 2 Tolok Ukur EVA Nilai EVA EVA > 0 Pengertian Laba Perusahaan Ada nilai ekonomis lebih. tidak dengan diharapkan. jika pun ada laba. tetapi perusahaan mampu Positif membayarkan semua kewajibannya pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya. yang berarti EVA negatif menunjukkan tidak terjadi proses nilai tambah. dapat ditarik kesimpulan.33 • Apabila EVA <0. sesuai yang Dari uraian singkat diatas. EVA < 0 Perusahaan tidak mampu membayarkan kewajiban pada Tidak dapat para penyandang dana atau kreditur sebagimana nilai yang ditentukan. EVA = 0 Tidak ada nilai ekonomis lebih. setelah perusahaan membayarkan Positif semua kewajiban pada para penyandang dana atau kreditur sesuai ekspektasinya.

.4. 2. yaitu memperoleh EVA setinggi mungkin agar para pemegang saham mendapatkan penghasilan yang maksimal. Keunggulan EVA Adapun keunggulan EVA ( Economic Value Added ) adalah sebagai berikut: 1. Penilaian EVA (Economic Value Added) dimasa yang akan datang mengakibatkan perusahaan untuk lebih memperhatikan kebijakan struktur modal. Penggunaan EVA meminimalisir terjadinya missleading dalam membuat kesimpulan atas kondisi perusahaan yang sesungguhnya. 4. 3. EVA memfokuskan penilainnya pada nilai tambah dengan mempertimbangkan beban biaya modal sebagai konsekuensi investasi. EVA (Economic Value Added) membantu manajemen puncak untuk memfokuskan kegiatan usaha mereka. 2. • Pendekatan baru dalam pengukuran kinerja perusahaan dengan memperhatikan secara adil para penyandang dana atau pemegang saham.34 • Indikator kinerja sebuah perusahaan dalam setiap kegiatan operasional ekonomisnya.6. karena adanya pertimbangan atas tingkat pertumbuhan usaha dan faktor penghambat bagi investor untuk memperoleh devidend. 5. EVA dapat digunakan secara mandiri tanpa membutuhkan data pembanding seperti standar industri atau perusahaan sejenis. Fokus ini akan membantu mengurangi konflik yang terjadi antara pihak manajemen dengan pemilik perusahaan.1.

Kenyataannya perusahaan kurang transparan dalam mengemukakan kondisi internalnya.35 2. b. Dengan demikian bisa saja suatu perusahaan mempunyai EVA pada tahun berlaku yang positif tetapi nilai perusahaan tersebut rendah karena EVA dimasa datangnya yang negatif. Dengan demikian.7. Seperti telah disinggung dimuka. tidak mengukur aktivitas-aktivitas penentu seperti loyalitas dan tingkat resensi konsumen. EVA hanya menggambarkan penciptaan nilai pada suatu tahun tertentu.5. 2. Pertama.1997): . EVA hanya mengukur hasil akhir (result). Jadi kelemahan yang dimiliki EVA adalah : a.6. nilai suatu perusahaan adalah merupakan akumulasi EVA selama umur perusahaan. Kelemahan EVA Dengan berbagai keunggulannya EVA juga mempunyai beberapa kelemahan. Perhitungan EVA (Economic Value Added) Langkah-langkah yang digunakan dalam menghitung EVA (Economic Value Added) secara lebih detail adalah sebagai berikut (Mike Roussana.1. EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual atau membeli saham tertentu padahal faktor-faktor lain terkadang justru lebih dominan. dalam menggunakan EVA untuk menilai kinerja kita harus melihat EVA masa kini dan masa datang. EVA tergantung transparansi internal. c.1.

Biaya komponen hutang setelah pajak = Suku bunga . Adanya pembayaran bunga oleh perusahaan akan mengurangi besarnya pendapatan kena pajak (PKP). maka Kd harus dikoreksi dengan faktor tersebut (1-t) dengan t = tingkat pajak yang dikenakan. Perhitungan ini sama dengan Kd dikalikan dengan (1-t) .Penghematan pajak = = Kd Kd T Kd ( 1-T ) . (2001) biaya hutang berasal dari biaya hutang setelah pajak. Perusahaan memiliki beberapa paket surat hutang dengan beban bunga yang beragam dan cara tepat menghitungnya adalah secara tertimbang (Weight). Berdasarkan Undang-Undang perpajakan pada periode penelitian laba perusahaan sebelum pajak (earning before tax) akan dikenakan pajak progresif sebesar 10 %.t ). Menghitung Biaya Hutang Biaya hutang (cost of debt) atau Kd merupakan rate yang harus dibayar perusahaan didalam pasar pada saat ini untuk mendapatkan hutang jangka panjang baru. Biaya hutang ini merupakan biaya yang relevan dari hutang baru. 30 %. Kd (1. Sehingga dapat dirumuskan menjadi : Kd = Biaya bunga tahunan Total Hutang Jangka Panjang Menurut Brigham. dimana T merupakan tarif pajak marjinal perusahaan. mengingat kemampuan bunga mengurangi pajak digunakan untuk menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). 15%.36 a.

37

Alasan penggunaan biaya hutang setelah pajak dalam menghitung biaya modal rata-rata tertimbang adalah sebagai berikut. Nilai saham perusahaan, yang ingin kita maksimumkan, bergantung pada arus kas setelah pajak. Karena bunga merupakan beban yang dapat dikurangkan, maka bunga menghasilkan penghematan pajak yang mengurangi biaya hutang bersih, yang membuat biaya hutang setelah pajak lebih kecil dari biaya hutang sebelum pajak. Biaya hutang adalah suku bunga atas hutang baru , bukan atas hutang yang masih beredar, dengan kata lain biaya yang kita perlukan adalah biaya hutang marjinal.
b. Menghitung Biaya Modal Sendiri.

Biaya modal sendiri sering disebut cost of equity atau Ke. Bila para investor menyerahkan dananya berupa equity kepada perusahaan mereka berhak untuk mendapatkan pembagian deviden dimasa mendatang sekaligus berkedudukan sebagai pemilik parsial dari perusahaan tersebut. Besarnya deviden tidak ditentukan pada saat investor menyerahkan dananya, akan tetapi bersifat tidak tentu tergantung kinerja perusahaan tersebut dimasa datang. Hal ini sangat berbeda dengan modal hutang karena sudah ada kepastian tingkat bunga yang disetujui. Untuk menghitung Ke perlu pendekatan berdasarkan nilai pasar yang berlaku dan bukan nilai buku. Menurut Brigham dan Gapenski (1996) ada tiga metode pendekatan untuk menentukan nilai Ke antara lain: 1. CAPM (Capital Asset Pricing Model)

38

Model yang populer adalah penetapan harga aktiva modal atau CAPM . Metode tersebut dapat dirumuskan: Ke = Risk free rate +Risk premium = Krf + βI ( Krm-Krf) Model ini melihat tingkat hasil yang diharapkan investor dengan rumus Krf = tingkat hasil pengembalian bebas resiko (risk free rate), Krm = tingkat hasil pengembalian yang diharapkan dipasar, dan βI = koefisien Beta saham yang merupakan Indeks resiko saham perusahaan ke i. Komponen biaya ekuitas: a. Risk Free rate = Krf Adalah tingkat bunga bebas resiko. Dimana penanaman modal pada instrumen bisnis yang mempunyai tahun bunga bebas resiko. Ini akan dapat dipastikan memperoleh keuntungan seperti yang diharapkan. Sebagai ukuran dipakai tingkat suku bunga obligasi dalam hal ini adalah Sertifikat bank Indonesia. Data ini diperoleh dari jurnal statistik keuangan dan pasar modal. b. Market Return = Krm Adalah tingkat keuntungan portfolio pasar atau nilai keseluruhan pasar. Sebagai pengukur dipakai tingkat keuntungan rata-rata seluruh kesempatan investasi yang tersedia di indeks pasar. Indeks pasar yang dipakai adalah Indek Harga Saham Gabungan(IHSG). Data diperoleh dari Capital Market
Direktory (CMD) . Cara memperolehnya adalah dengan mengumpulkan

nilai IHSG bulanan . Kemudian dihitung sebagai berikut:

39

Return pasar(Krm) =(Indeks bulan i – indeks bulan i-1)/ indeks bulan i-1

c. Beta = β Beta suatu saham adalah suatu ukuran volatilitas saham tersebut terhadap rata-rata pasar saham. Hal tersebut mencerminkan resiko pasar sebagai lawan resiko spesifik perusahaan yang dapat dikurangi dengan diversifikasi. Historical beta ini diperoleh dengan melakukan regresi linier antara tingkat pengembalian (stock return) saham atau excess return

saham yang akan dicari nilai betanya terhadap excess return portfolio pasar/indeks pasar( dalam hal ini indeks yang digunakan adalah IHSG). Y=β.X Dimana: Y= excess return saham individual (Kri – Krf) X= excess return portfolio pasar (Krm –Krf) Yang dimaksud excess return adalah selisih antara tingkat keuntungan dengan tingkat bebas resiko. 2. Discounted Cash Flow Model (DCF) Model ini melihat Ke sebagai nilai dividen atau harga saham ditambah dengan prosentase pertumbuhan dari deviden tersebut (asumsi pertumbuhan konstan), dimana: g = b (r ), b atau retention ratio diperoleh = (1 –Payout ratio), D1 = D0 (1+g), P0 = harga saham periode ke 0, r = rate of return Ke =
D1 P0

+ g

Ke = Dividen Yield + b (r)

Ke = Company own bond Yield +Risk Premium c. tetapi meningkatnya tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Menghitung Struktur Permodalan dari Neraca Keputusan mengenai struktur modal menurut Brigham dan Gapenski adalah hal yang sangat penting dalam menghitung biaya rata-rata tertimbang dari modal. Risiko yang makin tinggi akibat membesarnya hutang cenderung menurunkan harga saham. dimana company bond yield diperoleh dari perusahaan yang memiliki obligasi (Kd) dan risk premium pada pendekatan ketiga ini adalah premi yang diharapkan melebihi nilai bond yield perusahaan (Kd) dengan maksud menarik investor untuk investasi pada obligasi yang lebih beresiko. Faktor yang mempengaruhi keputusan sehubungan dengan struktur modal. Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan trade off antar risiko dan tingkat pengembalian. Bond Yield Plus Risk Premium Approach Memperkirakan tingkat return yang akan diperoleh dengan menambahkan premi resiko pada obligasi. diataranya: . Perusahaan dengan menetapkan struktur modal yang optimal akan menghasilkan keseimbangan antara resiko dan tingkat pengembalian sehingga akan memaksimumkan harga saham.40 Ratio antar D1 dan P0 dikenal sebagai Dividend Yield. Adanya perubahan struktur modal perusahaan akan mempengaruhi resiko yang terkandung pada saham biasa perusahaan yang pada akhirnya mempengaruhi harga saham dan biaya laba yang ditahan. 3.

Besar laba operasi . Proporsi hutang (WD) diperoleh dengan membagi utang perusahaan dengan jumlah utang dan modal sendiri kemudian dikalikan 100%. 3. Perusahaan menggunakan hutang dalam operasionalnya karena biaya bunga yang dibayarkan dapat dikurangkan dalam perhitungan pajak (tax deduxtible) sehingga menurunkan biaya hutang sesungguhnya. Risiko bisnis perusahaan yang terkandung pada aktiva perusahaan jika tidak menggunakan hutang. Fleksibilitas keuangan yang merupakan kemampuan untuk menambah modal dengan persyaratan yang masuk akal. WE = E (D + E) X 100 % d. WD = D (D + E) X 100 % Proporsi ekuitas(WE) diperoleh dengan membagi modal sendiri dengan jumlah hutang dan modal sendiri. Menghitung NOPAT Net Operating Profit After Tax (NOPAT) atau laba operasi bersih setelah pajak merupakan penyesuaian dari laba setelah pajak. 2. Posisi pajak perusahaan.41 1. Struktur permodalan yang dipakai adalah proporsi hutang dan proporsi modal sendiri dalam bentuk prosentase dari jumlah hutang dan modal sendiri.

Hal ini disebabkan tidak tersedianya cukup data dan waktu serta kendala rumitnya untuk mendapatkan faktor-faktor penyesuaian lainnya. IAT = Interest After Tax. EAT = Laba bersih (Earnings After Tax). Pada perhitungan NOPAT ini diasumsikan telah dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan menambahkan perubahan periodik ekuivalen ekuitas pada laba (Ruky.42 setelah pajak tidak memberi dampak pada profitabilitas ataupun resiko dari bisnis yang sekarang. r = NOPAT capital . yang diukur melalui produktivitas modal. Sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut : NOPAT = EAT + IAT. Net Operating After Tax sama dengan laba bersih/Earnings After Tax (EAT) yang dijumlahkan dengan Interest After Tax (IAT). Perhitungan tingkat pengembalian (r) menggunakan pendekatan laba bersih operasi setelah pajak (NOPAT) dibagi modal yang ditanamkan.1997). e. Menghitung Tingkat Pengembalian (r) Tingkat pengembalian atau r (rate of return) merupakan tingkat pengembalian yang digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan kata lain baik perusahaan dibiayai dengan hutang maupun dengan modal sendiri nilai NOPAT-nya akan identik.

43 f. Menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (C*) Perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost of Capital) atau C* menggunakan penjumlahan hasil kali antara bobot tertimbang atas komponen hutang dan komponen modal ekuitas perusahaan dari keseluruhan struktur modal perusahaan dengan prosentase biaya hutang dan biaya modal ekuitas yang perumusannya sebagai berikut: WACC = Kd x (1-T ) x Wd + Ke x We T = Pajak yang dikenakan pemerintah pada perusahaan. Kd = Biaya hutang Ke = Biaya modal sendiri Wd = Proporsi hutang We = Proporsi modal sendiri g. . Menghitung EVA (Economic Value Added) EVA= NOPAT – c* x capital atau EVA= (r-c*) x Capital r c* = Tingkat pengembalian = Biaya rata-rata tertimbang Capital = merupakan jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai usahanya. yang merupakan penjumlahan dari total hutang dan modal saham.

. dimana penelitian yang sekarang menggunakan sampel perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ 45.2. Yuliana Salim. perbedaaan lainnya dilakukan penambahan 4 (empat) variabel dependen. Selain itu. Return on Equity. Tinjauan Penelitian Terdahulu Penelitian ini merupakan replikasi penelitian yang dilakukan oleh Miranda Octora. baik dari sisi laba. Thio Anastasia Petrolina (2003) tentang analisa pengaruh penilaian kinerja dengan konsep konvensional dan konsep value based terhadap rate of return. Penelitian sebelumnya memilih sampel dengan teknik purposive sampling. maupun nilai tambah perusahaan.44 2. Hal ini menunjukkan bahwa investor dalam memutuskan saham mana yang akan dibeli akan menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan. kas. dan Earning Per Share. Penelitian tersebut dapat membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konsep penilaian konvensional (ROI. Penelitian ini dilakukan pada 38 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2004-2005. Return on Asset. yang dikenal sebagai kelompok saham unggulan. sedangkan penelitian kali ini dilakukan pada perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ 45 pada tahun 2004. Perbedaan penelitian yang dilakukan kali ini dengan penelitian sebelumnya adalah terdapat pada sampel data dan jumlah variabel independen. yaitu Net Profit Margin. OCF) dan konsep penilaian value based (EVA) terhadap tingkat pengembalian investasi (ROR). Periode tahun yang digunakan adalah tahun 2004 untuk memperoleh penelitian dengan data terbaru.

.45 2. karena meningkatnya kemampuan dalam menghasilkan keuntungan dengan aktiva yang dimiliki.dan dapat dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax dengan total aktiva. ROA yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H1 : Net Profit Margin (NPM) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Formulasi Hipotesis a.3. NPM yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. karena meningkatnya kemampuan dalam menghasilkan keuntungan setelah dibandingkan dengan penjualan yang dicapai. Return On Asset (ROA) terhadap Rate Of Return (ROR) Return on Aset (ROA) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Net Profit Margin (NPM) terhadap Rate Of Return (ROR) Net Profit Margin (NPM) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dibandingkan penjualan yang dicapai.Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor. b.Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor.

Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham. Salah satu alasan utama perusahaan beroperasi adalah untuk menghasilkan laba bagi pemegang saham. Return On Investment (ROI) terhadap Rate Of Return (ROR) Return on Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Dengan kata lain. ROE yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. rasio ini menghubungkan keuntungan atau laba yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan . d. karena meningkatnya kemampuan dalam menghasilkan keuntungan dengan modalnya. Return On Equity (ROE) terhadap Rate Of Return (ROR) Return On Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan dasar modal tertentu.Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor. dan ukuran dari keberhasilan ini adalah berdasarkan angka ROE yang telah dicapai. Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H3 : Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). c.46 Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H2 : Return on Aset (ROA) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).

Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H4 : Return On Investment (ROI) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa ROI memiliki korelasi yang paling besar terhadap tingkat pengembalian saham. ROI yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. Earning Per Share terhadap Rate Of Return (ROR) Earning per Share (EPS) merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan per lembar saham pemilik. e.5% terhadap tingkat pengembalian saham. RI (Residual Income) 19. karena meningkatnya kemampuan dalam menghasilkan . sedangkan EVA sebesar 20. EPS yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan.47 jumlah investasi atau aktiva yang telah digunakan untuk menghasilkan keuntungan tersebut. yang meneliti korelasi antara tingkat pengembalian saham dengan tingkat profitabilitas dari 566 perusahaan Amerika dalam rentang waktu antara tahun 1983-1992.4%. bahwa ROI memiliki korelasi sebesar 24. karena meningkatnya kemampuan dalam menghasilkan keuntungan yang digunakan untuk menutup investasi yang telah dikeluarkan. dan EPS (Earning Per Share) 5%. Menurut Dodd dan Chen (1996).3%.

Operating Cash Flow (OCF) terhadap Rate Of Return (ROR) Operating Cash Flow (OCF) merupakan aliran kas yang akan digunakan untuk menutupi investasi. f.4%. dan EPS (Earning Per Share) 5%. Operational cashflow inilah yang sering disebut sebagai cashflow saja. RI (Residual Income) 19.48 keuntungan setelah dibandingkan dengan jumlah lembar saham.3%. bahwa ROI memiliki korelasi sebesar 24. Operational cashflow biasanya diterima setiap tahun selama usia investasi. sedangkan EVA sebesar 20.5% terhadap tingkat pengembalian saham. menemukan bahwa arus kas operasi yang surplus akan . Penelitian tersebut menunjukkan bahwa EPS memiliki korelasi terhadap tingkat pengembalian saham. Manurung (1998). Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H5 : Earning per Share (EPS) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor Menurut Dodd dan Chen (1996).walau bukan termasuk yang terbesar diantara rasio lainnya. yang meneliti hubungan laba bersih dan arus kas dengan return pada saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ periode 1994-1995. yang meneliti korelasi antara tingkat pengembalian saham dengan tingkat profitabilitas dari 566 perusahaan Amerika dalam rentang waktu antara tahun 1983-1992. dan berupa aliran kas bersih.

g. sedikit lebih kecil dari ROI yang mencapai 24. Economic Value Added (EVA) terhadap Rate Of Return (ROR) Economic Value Added (EVA) merupakan konsep penilaian kinerja perusahaan dengan mengurangi laba operasi setelah pajak dengan biaya modal. dan ROS. Namun menurut Lehn dan Makhija (1996). EVA memiliki korelasi yang baik terhadap tingkat pengembalian saham. Suatu perusahaan dapat dikatakan menciptakan nilai tambah apabila laba yang dihasilkan lebih besar daripada biaya modal. karena meningkatnya jumlah kas yang diterima oleh perusahaan. .49 menunjukkan korelasi positif dengan kinerja perusahaan. Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H6 : Operating Cash Flow (OCF) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). OCF yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan. ROE.4%. Kesimpulan ini mendukung pemikiran bahwa arus kas yang positif akan meningkatkan harga saham.2%. bahwa EVA memiliki korelasi dengan tingkat pengembalian saham sedikit lebih baik dibandingkan dengan ROI. Dodd dan Chen (1996) menunjukkan bahwa korelasi EVA terhadap tingkat pengembalian saham mencapai 20.

Hal ini tentu dapat meningkatkan tingkat pengembalian saham pada investor Berdasarkan analisis di atas maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : H7 : Economic Value Added (EVA) berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR).50 Selain itu. Pengaruh Variable-Variabel Independent Secara Serentak Bagaimana variable-variabel independent secara bersama-sama mempengaruhi ROR. karena meningkatnya kemampuan dalam menciptakan laba setelah dikurangi dengan resiko perusahaan yang berupa biaya modal. mereka juga menyimpulkan bahwa EVA berhubungan erat dengan kualitas keputusan stratejik dari perusahaan. kita bisa melihat dengan membandingkan F Hitung dengan F table. apabila F hitung < dari F table maka kita bisa menerima Ho dan sebaliknya dapat dirumuskan sbb : F hitung < F table = maka Ho diterima dan Ha Ditolak F hitung > F table = maka Ho ditolak dan Ha Diterima H8 : variabel independent secara bersama-sama berpengaruh terhadap Rate Of Return (ROR). . H. EVA yang semakin tinggi menandakan semakin baik kinerja perusahaan.

51

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Populasi dan Penentuan Sampel Penelitian ini mengambil populasi perusahaan- perusahaan yang listing di Bursa Efek Jakarta. Pemilihan sampel dilakukan berdasarkan purposive sampling. (tidak acak). Purposive sampling adalah pemilihan sekelompok subyek yang didasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu yang dipercaya mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang dikelompokan sebelumnya ( Hadi , 1996). Kriteria perusahaan yang menjadi sampel adalah : 1. Perusahaan yang listing di BEJ ynag mempunyai data keuangan lengkap dan dapat diandalkan kebenarannya pada tahun 2004. 2. Perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 tahun 2004, yang ada pada pengumuman pertama dan ada pengumuman kedua. Berdasarkan kriteria diatas jumlah sampel yang memenuhi syarat sebanyak 38 perusahaan. Alasan menggunakan sampel ini adalah agar penelitian ini dapat menjadi acuan yang baik dalam memprediksi rate of return, karena saham LQ 45 merupakan saham unggulan dengan nilai pasar dan likuiditas tinggi yang banyak diperhatikan dan diburu oleh investor. Penelitian dilakukan pada tahun 2004 dan ingin membandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Miranda Octora, Yuliana Salim, Thio Anastasia Petrolina (2003). Bagaimana hasilnya jika seandainya pada tahun yang berbeda dilakukan penelitian dengan mengambil

52

sampel yang berbeda, yaitu perusahaan LQ 45. Sampel perusahaan dapat dilihat pada table terlampir

3.2. Data dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Daftar perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ 45 pada tahun 2004, yang ada pada pengumuman pertama dan ada pada pengumuman kedua. 2. Laporan keuangan (annual report) yang diterbitkan, meliputi laporan Laba Rugi, laporan Neraca, dan laporan Arus Kas. 3. Deviden Yield, dan Deviden Payout ratio. 4. Harga penutupan saham tahun 2003 dan 2004. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey terhadap data-data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Jakarta. Data dikumpulkan juga dari Indonesia Capital Market Directory, JSX monthy, dan melalui website www.jsx.co.id. Daftar Perusahaan Sampel dapat dilihat pada table dibawah :

TABEL 4.1 DAFTAR PERUSAHAAN SAMPEL
No 1 2 3 4 5 6 7 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP

53

8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR

Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors

3.3. Variabel dan Pengukuran Variabel Variabel dependentnya pada peneletian ini adalah RoR (Rate of Return) sedangkan variable independentnya adalah NPM (Net Profit Margin) ,ROA (Return On Asset), ROE (Return On Equity), ROI (Return On Investment), EPS (Earning Per Share), OCF (Operating Cash Flow), EVA (Economic Value Added).

42 )/ x] x 100 % = -0. ROA (Return On Asset) 4.1. RoR (Rate of Return) 2. EVA (Economic Value Added) 3.3. ROE (Return On Equity) 5.54 Data Variabel dibawah dapat dilihat pada lampiran 11 halaman 90 Variabel-Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.1925) + 7. ROI (Return On Investment) 6. NPM (Net Profit Margin) 3.42 ROR = [(1725 . OCF (Operating Cash Flow) 8.100 . Perhitungan Rate of Return (ROR) ROR didapatkan dengan menggunakan rumus : ROR = [( P1-P0 + Div)/ P0] x 100 % Dimana : ROR = tingkat pengembalian investasi P1 P0 Div = harga sekuritas pada tahun t = harga sekuritas pada tahun t-1 = deviden yield (kalau ada) Closing prices tahun 2003 (p0): 1925 Closing prices tahun 2004 (p1): 1725 Deviden Yield tahun 2004 : 7. EPS (Earning Per Share) 7.

000 / 2. Perhitungan Return Of Asset (ROA) ROA dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax (EBIT) dengan total aktiva.308.19 (Hasil Perhitungan ROA seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) .505.567.861.55 (Hasil Perhitungan ROR seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) 3.000 = 0.858. Formula yang digunakan untuk menghitung ROA adalah sebagai berikut : ROA didapatkan dengan menggunakan rumus : ROA = EBIT/ Total Aktiva = 1.000 / 6.042. Perhitungan Net Profit Margin (NPM) Net Profit Margin dihitung dengan membagi Earning Before Interest and Tax (EBIT) dengan penjualan.568.2.Formulanya adalah sebagai berikut : NPM didapatkan dengan rumus : NPM = EBIT / Penjualan = 1.000 = 0.568.41 (Hasil Perhitungan NPM seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) 3.3.158.3.3.308.537.158.

109. Perhitungan Return of Equity (ROE) ROE termasuk dalam variabel independen. Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal tertentu.4.140. Perhitungan Return of Investment (ROI) ROI termasuk dalam variabel independen.000 / 2.000 / 6.042. ROE didapatkan dengan menggunakan rumus : ROE = EAT/ Total Ekuitas ROE = 807.3.109.3.5.000 = 0.478.56 3.000 = 0. ROE dihitung dengan membagi laba bersih atau earning after tax (EAT) dengan total ekuitas.13 (Hasil Perhitungan ROI seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) .567.563. Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut : ROI didapatkan dengan menggunakan rumus : ROI = EAT/ Total Aktiva ROI = 807.563.861.709.33 (Hasil Perhitungan ROE seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) 3. ROI dihitung dengan membagi laba bersih atau earning after tax (EAT) dengan total aktiva.

Perhitungan Operating Cash Flow (OCF) Operating Cashflow termasuk dalam variabel independen.536.563.3.000 / 1. Perhitungan Earning Per Share (EPS) EPS dihitung dengan membagi laba bersih atau earning after tax (EAT) dengan jumlah lembar saham.3.57 3.1.563. yang merupakan salah satu unsur dalam laporan keuangan. Variabel operating cash flow diukur berdasarkan nilai operating cashflow yang tersaji dalam laporan arus kas. Perhitungan Biaya Hutang ( Kd) Biaya hutang sebelum dikoreksi dengan faktor pajak adalah sebagai berikut : .907. 691. Formula yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut : EPS didapatkan dengan menggunakan rumus : EPS = EAT / Jumlah lembar saham EPS = 807.3.8.7.8.950 = 423 (Hasil Perhitungan EPS seluruh sampel pada lampiran 11 halaman 90) 3.000 (EPS untuk seluruh sampel pada lampiran 5 halaman 84) 3.109.3.6. Operating cashflow dapat diambil dari laporan arus kas. Perhitungan Economic Value Added ( EVA) 3. OCF didapatkan dengan mengambil langsung datanya dari laporan arus kas. OCF = 768.

000 = 0.8.202.000 / 2.000 = 0.000.158.437.108.30) = 0.58 Kd = Biaya bunga tahunan / Total hutang jangka panjang Kd = 2.185 (Hasil Perhitungan Ke seluruh sampel pada lampiran 12 halaman 88) .0.179] = 2.25) x 0.883.001 x (1.42 + [(1. Formulanya adalah : Ke = Dividen Yield + g Ke = Dividen Yield + (plowback ratio x r) Ke = Dividen Yield + [ (1-Deviden Payout) x r ] Ke = 7.3.30.2.001 (Hasil Perhitungan Kd* seluruh sampel pada lampiran 12 halaman 88) 3.199.524.0007 =0. Perhitungan Biaya Modal Sendiri ( Ke) Menggunakan pendekatan dividend yield ditambah tingkat pertumbuhan yang diharapkan.001 Tingkat pajak didapatkan dari rumus sebagai berikut : T = Biaya pajak / Laba sebelum pajak T = 351.309.30 Biaya hutang setelah dikoreksi dengan faktor pajak adalah sebagai berikut : Kd* = Kd x (1-t) Kd* = 0.002.000 / 1.

590 (Hasil Perhitungan Wd seluruh sampel pada lampiran 12 halaman 88) Proporsi ekuitas (We) diperoleh dengan: E (D + E) WE = X 100 % We = [Total Ekuitas / (Total Hutang+ Ekuitas)] x 100 % We = (2.141.000/ 6.410 (Hasil Perhitungan We seluruh sampel pada lampiran 12 halaman 88) .000 / 6.042.000. Perhitungan Struktur Modal Total Hutang = 3.478.000.426.000 Struktur permodalan yang dipakai adalah proporsi hutang dan proporsi modal sendiri dalam bentuk prosentase dari jumlah hutang dan modal sendiri.000.567.564.000.000) x 100 % = 0.567.478.8.59 3.042. Proporsi hutang (WD) diperoleh dengan: WD = D (D + E) X 100 % Wd = [Total Hutang / (Total Hutang+ Ekuitas)] x 100 % Wd = (3.564.141.000) = 0.3.3.426.000.000.000 Ekuitas(Modal sendiri) = 2.

644.000.8. r = NOPAT capital r = NOPAT / Capital r = 808. Perhitungan NOPAT NOPAT diperoleh dengan: NOPAT = EAT + IAT.109.179 .202. Perhitungan tingkat pengembalian (r) Perhitungan tingkat pengembalian ( r ) menggunakan rumus laba bersih operasi setelah pajak (NOPAT) dibagi modal yang ditanamkan Capital diperoleh dari penjumlahan antara total hutang dan modal saham.644.8.4.593 (Hasil Perhitungan NOPAT seluruh sampel pada lampiran 13 halaman 89) 3.272.518.5.3.531.3.000 x (1.883.531.593 / 4. NOPAT = Earning After Tax + Interest After Tax Interest after Tax (IAT) dihitung dengan : IAT = i (1-T) Dimana : i = Biaya bunga pertahun T = Tingkat pajak NOPAT = EAT + (i (1 – T)) NOPAT = 807.0.563.60 3.000+ (2.30)) = 808.000 = 0.

6. Perhitungan EVA EVA dihitung dengan : EVA = (r – c*) x Capital Dimana : R c* = return (tingkat pengembalian) = Biaya rata-rata tertimbang .8.185 x 0.896 (Hasil Perhitungan c* seluruh sampel pada lampiran 13 halaman 89) 3.3.8.61 (Hasil Perhitungan EPS seluruh sampel pada lampiran 13 halaman 89) 3.590] + [2.410] = 0. WACC = Kd x (1-T ) x Wd + Ke x We Dimana : Kd = Biaya hutang Ke = Biaya modal sendiri Wd = Proporsi hutang We = Proporsi modal sendiri T = Pajak yang dikenakan pada perusahaan WACC = [(0.3.001x (1.7.0.30)) x 0. Perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang (c*) Dalam menghitung biaya modal rata-rata tertimbang (c*) menggunakan pendekatan WACC.

4.918. yang merupakan penjumlahan dari total hutang dan modal saham.179 .241.0.000. EVA = ( 0. Hipotesis Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini : Ho1 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan NPM Ha1 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan NPM Ho2 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROA Ha2 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROA Ho3 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROE Ha3 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROE Ho4 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROI Ha4 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan ROI Ho5 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan EPS Ha5 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan EPS Ho6 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan OCF Ha6 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan OCF Ho7 : Tidak ada pengaruh antara Rate of Return dengan EVA .836.518.62 Capital = merupakan jumlah dana yang tersedia bagi perusahaan untuk membiayai usahanya.255 (Hasil Perhitungan EVA seluruh sampel pada lampiran 13 halaman 89) 3.000 = -3.272.896) x 4.

Hal ini menunjukkan bahwa bila nilai probabilitas t lebih kecil dari 0.b7 = koefisien variabel bebas Tingkat keyakinan yang digunakan dalam pengujian ini adalah 0.10.b5.5. Formula untuk menghitungnya adalah sebagai berikut ROR = a + b1NPM+ b2ROA+ b3ROE + b4ROI + b5EPS + b6OCF+ b7 EVA Dimana : ROR NPM ROA ROE ROI EPS OCF EVA a = Rate of Return =Net Profit Margin =Return On Aset = Return on Equity = Return on Investment =Earning Per Share = Operating Cash Flow = Economic Value Added = intersep (konstanta) b1.5. Metode Analisis Data 3.63 Ha7 : Ada pengaruh antara Rate of Return dengan EVA Ho8 : Tidak ada pengaruh antara Variabel Independent dengan EVA Ha8 : Ada pengaruh antara Variabel Independent dengan EVA 3.10.90 atau α 0. Model Analisis Model analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis yang dirumuskan adalah regresi linier berganda.b2.b4.1.b6. .b3.

Pada model yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas. 2002) : . Model pengujian statistik regresi linear berganda dilakukan dengan menggunakan software SPSS 12. 3. uji autokorelasi. Data dikatakan bedistribusi normal jika signifikansi variabel dependen memiliki nilai signifikansi lebih dari 10 %. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali. Cara mendeteksi multikolinieritas yaitu ( Ghozali. terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas. uji multikolinieritas. 3. 3. Uji asumsi klasik Model regresi yang digunakan akan benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan dan representatif jika model regresi tersebut memenuhi asumsi dasar klasik regresi. 2002).6.6. yaitu one sample Kolmogorov-Smirnov. Uji normalitas Untuk menguji data yang berdistribusi normal akan digunakan alat uji normalitas.6.64 maka dinyatakan signifikan pada taraf kesalahan 10 %. Jadi sebelum dilakukan pengujian hipotesis.2.1. Data penelitian yang baik adalah yang berdistribusi secara normal. Ini berarti bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen sebesar nilai koefisien regresi masing-masing variabel bebas. dan uji heterokedastisitas.

Jika matrik antar variabel bebas mempunyai korelasi yang tinggi ( umumnya diatas 0. 3.65 a.3. Dengan melihat colinierity statistic yaitu nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Jika variabel independen signifikan secara statistik ( lebih kecil dari α = 10 %) terhadap nilai residual yang diperlakukan sebagai variabel dependen. . hasil signifikansi dari F hitung harus dibawah tingkat signifikansi alpha yang ditetapkan. Jika nilai VIF dibawah 10 maka diantara variabel bebas tidak terdapat indikasi terjadinya multikolinieritas. Dengan menganalisa matrik korelasi antar variabel bebas.90) maka terdapat indikasi terjadinya multikolinieritas. Uji Model Regresi Uji ini dilakukan untuk memastikan model penelitian yang telah dirumuskan dapat diterapkan dalam penelitian ini. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas dilakukan untuk melihat apakah ada data yang menyimpang terlalu jauh (outlayer). Secara umum nilai tolerance yang dipakai adalah 0. yaitu 10 %. b.7. Jika signifikansi dari F hitung lebih besar dari 0. dan demikian pula sebaliknya.1 maka model tidak bisa digunakan untuk memprediksi ROR.6. yang dilakukan dengan menggunakan statistik F.10 atau sama dengan nilai VIF diatas 10. 3. maka variabel independen tersebut menunjukkan adanya heterokedastisitas. Ada tidaknya heterokedastisitas dilihat dari nilai signifikansi untuk masing-masing variabel independen.

66 .

EPS. kemudian akan dianalisa sesuai dengan hipotesis yang telah dikemukakan pada bab terdahulu. Analisis Regresi berganda 4. ROI. OCF.1. yaitu NPM.yaitu perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 tahun 2004 yang tercantum pada pengumuman pertama dan kedua. akan digunakan alat uji normalitas.1.1. . dan EVA terhadap variabel dependen. Khusus OCF tidak dihitung karena sudah tersedia dalam laporan arus kas. Pengujian normalitas data dapat dilihat pada tabel berikut ini. ROA. yaitu ROR.66 BAB IV ANALISA DATA Setelah semua data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul. yaitu one-sample Kolmogorov-Smirnov. 4. Data dikatakan berdistribusi normal jika signifikansi variabel dependen memiliki nilai signifikansi lebih dari 10 %. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisa variabel-variabel independen. Uji Normalitas Untuk menguji data yang berdistribusi normal. ROE. Aneka Tambang (persero). Perhitungan variabel – variabelnya dilakukan dengan menggunakan komputer melalui program Excel dan SPSS version 12. Sampel yang digunakan sebanyak 38 perusahaan. diambil data dari salah satu perusahaan dalam sampel penelitian yaitu PT. Sebagai contoh dalam perhitungan. Perhitungan perusahaan yang lain dapat dilihat di lampiran.

4.4 %.2318 . Untuk melihat apakah ada kolinieritas dalam penelitian ini.354 atau 35. (2-tailed) a. Sig. Batas nilai VIF yang diperkenankan adalah maksimal sebesar 10. atau dengan kata lain setiap variabel independen dijelaskan oleh variabel independen lainnya. a. b.1 PENGUJIAN NORMALITAS One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ROR N Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.929 . Test distribution is Normal.134 . maka akan dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). .354 Pada data diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.151 . Deviation Absolute Positive Negative 38 .b Mean Std.67 TABEL 4.151 -. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat adanya keterkaitan antara variabel independen. Calculated from data. sehingga dapat dikatakan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi secara normal.2.1.45214 . Dengan demikian nilai VIF yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya kolinieritas yang tinggi.

303 .000 -.000 .000 -. Error Beta . Jika variabel independen signifikan secara statistik ( lebih kecil dari α = 10 %) terhadap nilai residual yang .033 . 4.916 .086 -.905 .1. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas dilakukan untuk melihat apakah ada data yang menyimpang terlalu jauh (outlayer).002 .795 Collinearity Statistics Sig.000 .113 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat masalah multikolinieritas.926 -. Dependent Variable: ROR Pada bagian Coefficient terlihat pada variabel independen.151 -.220.3.888 .152 t 2.224 4. Tolerance VIF .461.311 .995 .220 . angka VIF tidak melebihi dari nilai 10.079 . Ada tidaknya heterokedastisitas dilihat dari nilai signifikansi untuk masing-masing variabel independen.828 -.129 .182 a.000 .473 2.381 .932 .006 .1.414 .547 .032 -1.182.029 .547.68 Nilai VIF dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : TABEL 4.522 .804 .198 .000 -.461 .820 1.327 .764.2 PENGUJIAN MULTIKOLINIERITAS a Coefficients Model 1 (Constant) NPM ROA ROE ROI EPS OCF EVA Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients B Std.4.764 .113.595 1.220 4.867 .835 1.4. yaitu sebesar 2.017 .362 2.433 .2.1.260 .198.002 .881 .846 1.1.169 -.

Error . maka variabel independen tersebut menunjukkan adanya heterokedastisitas.000 .000 .916 .000 .000 Standardized Coefficients Beta . Uji Model Regresi Uji model dilakukan untuk memastikan bahwa model penelitian yang telah dirumuskan dapat diterapkan dalam penelitian ini.000 . Hal ini menunjukkan tidak terdapat heterokedastisitas.000 .1.926 .000 1.000 a.000 Model 1 t .000 .000 .000 .000 .000 1. Pengujian heterokedastisitas dapat dilihat dalam tabel berikut ini : TABEL 4. 1.000 1.000 1.000 .000 . jauh diatas tingkat signifikansi yang ditetapkan.000 .000 .3 PENGUJIAN HETEROKEDASTISITAS Coefficients a Unstandardized Coefficients B Std.000 .000 . Dependent Variable: Unstandardized Residual Nilai signifikansi semua variabel independen sebesar 1.000 .129 .000 (Constant) NPM ROA ROE ROI EPS OCF EVA Sig. Uji model dilakukan dengan .905 .000 .000 1. 4.4.000 .69 diperlakukan sebagai variabel dependen.000 .000 1. yaitu sebesar 0.000 1.1.000 . dan demikian pula sebaliknya.000 .000 .000 1.303 .

EPS. Uji Hipotesis Hasil pengujian statistik regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 12 disajikan dalam tabel sebagai berikut : TABEL 4.5. TABEL 4. Karena probabilitasnya (0. 4.1 maka faktor model belum bisa digunakan untuk memprediksi ROR. Predictors: (Constant). OCF.332 dengan tingkat signifikansi sebesar 0. EVA.332 Sig. ROE b. .020 7. yaitu 10 %.70 menggunakan statistik F. NPM.564 df 7 30 37 Mean Square .234 F .933) lebih besar dari 0.544 7. Dependent Variable: ROR Dari hasil uji ANOVA atas uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 0.933a Regression Residual Total a.7 PENGUJIAN HIPOTESIS . dimana hasil signifikansi dari F hitung harus dibawah tingkat signifikansi alpha yang ditetapkan.1.4 PENGUJIAN MODEL ANOVAb Model 1 Sum of Squares . ROA.933. ROI.078 . Hasil pengujian model regresi dapat dilihat pada tabel ANOVA pada halaman berikutnya.

916 -1.804ROA+0.086 -.905 .079 .029 -.932 . ROA sebesar +0. ROI.000 . Error . . OCF sebesar 0. dan seterusnya. Variabel NPM mempunyai nilai t sebesar 0. Variabel ROA mempunyai nilai t sebesar +0. OCF dan EVA terhadap ROR dalam bentuk faktor model yaitu : ROR=0.381 yang berarti lebih besar dari 10 %. NPM akan menjadi sebesar 0.381 .995 .002.522 .888 dan tingkat signifikansi sebesar 0. Dengan kata lain.129 .595 1.169 -.804.000 .152 (Constant) NPM ROA ROE ROI EPS OCF EVA t 2.867 . EPS.032 -.151 -.995 yang berarti lebih besar dari 10 %.595ROI+0EPS+0OCF+0EVA Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa NPM mepunyai sensitivitas sebesar +0.414 .828 -.260 .079.327+0.327 . Artinya jika ROR berubah misalnya sebesar 10 % maka dengan menganggap variabel lainnya tetap. Dengan demikian penelitian ini tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel NPM dengan variabel ROR. dan EVA sebesar 0.002.000 .006 .006 dan tingkat signifikansi sebesar 0. ROE.795 Sig.002 . NPM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR.000 a Model 1 Standardized Coefficients Beta . Dependent Variable: ROR Di dalam tabel dapat dilihat hubungan antara variabel NPM.311 -. ROA.079ROE-1.000 .433 a.002 .002NPM+0.ROE sebesar 0.71 Coefficients Unstandardized Coefficients B Std.926 .033 -.804 .595.888 .017 .EPS sebesar 0.881 . Dengan demikian penelitian ini .ROI sebesar -1.303 .000 .

Dengan demikian penelitian ini tidak . Variabel OCF mempunyai nilai t sebesar -0.881 yang berarti lebih besar dari 10 %. ROI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR.795 dan tingkat signifikansi sebesar 0. Dengan kata lain. EPS tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR. Variabel ROI mempunyai nilai t sebesar -0. Dengan demikian penelitian ini tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel OCF dengan variabel ROR.086 dan tingkat signifikansi sebesar 0.828 dan tingkat signifikansi sebesar 0. Variabel ROE mempunyai nilai t sebesar 0. Dengan kata lain. Dengan demikian penelitian ini tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel ROE dengan variabel ROR. Dengan demikian penelitian ini tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel ROI dengan variabel ROR. ROA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR.169 dan tingkat signifikansi sebesar 0867 yang berarti lebih besar dari 10 %. ROE tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR.932 yang berarti lebih besar dari 10 %. Variabel EPS mempunyai nilai t sebesar -0.433 yang berarti lebih besar dari 10 %. Dengan demikian penelitian ini tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel EPS dengan variabel ROR. Dengan kata lain. Dengan kata lain.414 yang berarti lebih besar dari 10 %.72 tidak berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel ROA dengan variabel ROR.151 dan tingkat signifikansi sebesar 0. Variabel EVA mempunyai nilai t sebesar -0.

Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. Dengan demikian H3 tidak diterima dan ROI tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap besarnya ROR .932. Analisis Hasil Hasil pengujian yang dilakukan dengan sampel LQ 45 pada tahun 2004 menunjukkan bahwa tidak seluruh hipotesis yang diajukan dapat diterima.73 berhasil menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel EVA dengan variabel ROR. Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. 4. Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. . Dengan demikian H2 tidak diterima. EVA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROR.2. Dengan kata lain. Dengan demikian H3 tidak diterima dan ROE tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap besarnya ROR . Hipotesis kedua yang diajukan (H2) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0.995. Hipotesis pertama yang diajukan (H1) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0. Hipotesis keempat yang diajukan (H4) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0. Hipotesis ketiga yang diajukan (H3) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0.414. Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. Dengan demikian H1 tidak diterima dan NPM tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap besarnya ROR.381.

Dengan demikian H7 tidak diterima. Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak.332 Lebih kecil dari F table berarti Variabel Independent tidak dependent.881.867. Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. Dari hasil analisa regresi.443. Dengan demikian H5 tidak diterima. penelitian yang dilakukan dengan mengambil sampel perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 pada tahun 2004 ternyata semua variable independent tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat berpengaruh secara significan terhadap variable pengembalian saham (ROR). Hipotesis ketujuh yang diajukan (H7) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0. . Hipotesis kedelapan yang diajukan (H8) dapat diterima karena Variable Independent mempunyai F Hitung Sebesar 0. Dengan demikian H6 tidak diterima dan OCF tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap besarnya ROR . Angka signifikan t tersebut lebih besar dari 10 % yang berarti Ho tidak dapat ditolak. Hipotesis keenam yang diajukan (H6) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0.74 Hipotesis kelima yang diajukan (H5) tidak dapat diterima karena angka signifikansi t sebesar 0.

2. maka hasil penelitian ini tidak dapat digunakan untuk melihat kecenderungan dalam jangka panjang. Penelitian ini tidak berhasil membuktikan adanya pengaruh yang significant. . sehingga konsep penilaian kinerja tersebut tidak dapat digunakan oleh investor sebagai acuan untuk memutuskan penanaman modal dalam rangka memperoleh tingkat pengembalian saham yang diharapkan. atau dilakukan pada periode yang lebih panjang. Hal ini mungkin akan berbeda jika dilakukan pada LQ 45 periode sesudahnya. c. Keterbatasan dan saran penelitian berikutnya Hasil penelitian ini mempunyai beberapa kelemahan. 5.75 BAB V PENUTUP 5. Pengujian hanya dilakukan pada satu periode. Sampel penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 pada tahun 2004.. antara lain : a.1. Kesimpulan Hasil analisa pengujian dengan menggunakan regresi linear berganda pada sampel perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 periode tahun 2004 menemukan bahwa semua variable independent tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian saham (ROR).

ROE. Implikasi penelitian Rasio keuangan seperti NPM. 5. . sehingga dapat digunakan untuk analisa jangka panjang. Karena pada penelitian ini tidak dapat dibuktikan bahwa rasiorasio tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap Rate of Return (ROR).76 Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlu mempertimbangkan periode penelitian yang harus ditambah lebih panjang untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan. dan ROA belum bisa dipertimbangkan investor untuk digunakan sebagai alat prediksi untuk melakukan kegiatan investasi. ROI.3.

EVA:Fakta dan Permasalahan.April. & Thio. Konsep. Sutrisno. SNA 6. BPFE UGM. Analisa Pengaruh Penilaian Kinerja Dengan Konsep Konvensional Dan Konsep Value Based Terhadap Rate Of Return. Manajemen Keuangan : Teori. April. 1997. 2000 . Analisa Laporan Keuangan. 1997. Jogiyanto. 2000 Miranda. Yuliana. Ekonisia. Soetjipto.77 REFERENSI Budi W. Yogyakarta . Yogyakarta. dan Aplikasi. Hal 438-449 Munawir. Edisi 2. Economic Value Added Pengukur Penciptaan Nilai Perusahaan. Liberty. 2003. Utama. ManajemenUsahawan Indonesia. Usahawan. 2000 Sidharta. Yogyakarta. No 4. Edisi keempat. No 4. Teori Portofolio dan Analisis Investasi.

900 10.19 0.47 9.650 8.550 13.50 2.00 0.200 2.76 2.79 3.18 2.00 30.28 4.35 0.14 0.04 0.91 0.51 7.73 0.86 0.900 0 0 910 5.01 4.06 4.00 1.74 2.00 1.75 9.820 4.72 1.650 1.800 120 3.78 Lampiran 1 Data Closing Price dan Div Yield 2005 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors 17.69 0.900 5.575 4.65 0.70 0.00 4.040 760 1.00 1.29 6.67 0.150 495 990 80 960 750 420 Closing Price'05 3.15 3.800 750 1.00 6.95 .28 20.00 135 1.275 3.675 265 810 11.24 3.00 0.400 Div Yield % 3.08 0.800 5.

000.371.000 1.226.000 2.059.059.096.000 246.814.848.000.000.977.000.000 2.000 2.000 307.766.000.000 243.246.924.000.000.000.203.000.104.000.000.964.000.000.007.619.382.000 1.000.000 413.409.426.000.291.000 3.146.694.558.749.000.959.234.528.422.000.278.000 181.000 247.000.000 4.000 -395.000 33.000.000.000.000.472.000 13.000 263.000.000 24.000 103.413.000.578.559.281.000 2.000 7.000.000.984.000.038.858.000.472.000.000.088.000 296.000 3.253.505.416.407.835.000.000 1.000 2.895.665.982.936.000 13.439.380.000.000 Penjualan 2.581.000 184.344.000 -346.000 -533.000.799.097.000 2.000.000.433.000.646.553.000.807.000.800.000.000 .000.242.000 779.582.000 -383.749.028.934.000.528.731 1.284 4.789.000.000.000.000 8.226.067.000 577.000.000 1.549.918.438.000.781.402.579.000 3.000 1.000.000 652.000.489.000 2.731.161.000 852.758.547.680.615.496.130.000 4.000 2.000 184.000 3.902.280.000.000 632.000.000 271.000.000 10.000 6.000.570.000 8.636.158.000 3.000 8.413.940.000.000 1.421.572.000 8.000 9.070.000.614.000.969.766.000.627.000 435.000.362 4.000 44.108.570.000.000 1.361.000.000 12.000 329.309.000 -2.108.388.524.000.000.085.000 6.947.135.000 187.368.763.000.000 -161.812.606.000.000.000 1.847.070.824.216.733.103.000 17.000.229.351.507.000 60.000.822.000 1.000 90.000.276.692.302.537.79 Lampiran 2 (Data EBIT Dan Penjualan) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors EBIT 1.000.000.229.000 5.000.848.467.085.051.000 17.591.000 2.

335.261.000 1.000 1.537.000 2.000.510.000.976.434.000 13.938.000.000.000 20.195.552.000.183.000.684.874.000.000.595.000 3.056.158.000 1.461.043 1.000.521.790.130.889.000 193.068.000 584.810.655.000 42.000 928.663.660.954.000 478.898.474.000 244.712.000.980.272.991.296.000 125.053.365.603 4.757.907.000 311.000 -533.109.000 2.000.000 576.000.653.000 -154.430.361.000.634.000.193.142.066.656.115.000 3.000.029 113.085.000.000 Total Ekuitas 2.000 800.000 7.000 1.403.000.961.342.052.192.077.647.445.000.000 1.023.80 Lampiran 3 (Data EAT dan Total Ekuitas) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors EAT 807.458.150.000 243.000.853.764.000 324.000 -430.000 .000 8.506.380.000.000.000 -266.802.000 116.959 1.772.572.000.405.514.000 14.520.000 223.013.000.739.210.000.356.684.752.135.153.000.204.679.000.000.000.485.000 647.470.746.000 1.696 1.661.859.000.000 18.000.353.000.000.065.000 80.956.000 13.000.208.338.045.000.000 372.592.000 378.107.000 1.355.000.000 1.948.000.563.675.590.509.731.065.000 12.261.000 3.434.793.396.103.000 1.633.083.000.000 520.000.000.000.000.126.009 13.000.923.709.000 1.343.478.000 1.000.671.000.000.000.847.383.000.689.000 147.299.000 177.000 4.880.000 1.000.000 5.395 1.000 178.168.052.398.000.000 2.000 293.633.000 5.443.000 4.468.000.000 16.000.000.140.000 1.000 1.211.263.000.000.000 4.000 3.000 1.000 419.770.100 4.479.000.335.256.000 1.000.099.000.256.738.000 1.219.852.641.209.184.000.994.

432.886.633.200 8.203.289.597.341.558.630.669.823.478.000.000 1.131.628.000 3.000 1.940.818.168.400.470.000.066.000 3.043.000 7.405.007.850 2.000 1.528.000 2.000 4.998 4.600.982.000 2.000 3.280.361.295.822 1.000 3.000.000.476 19.000.302.653.000 6.705.061.018.130 1.000 702.000.937.143.000 7.000.086.000.279.956.561.141.416.000.000.058.664.771.000.647.444.000 3.048.702.800 2.520.500 993.839.514.000 13.950 1.000.661.000 5.000 503.000.196.152.259.185.231.000 12.373.000 6.982.000.000 9.828.000 593.000 Lembar Saham 1.930.385.560 4.261.847.385.257.000 19.715.956.81 Lampiran 4 (Data Total Aktiva dan Jumlah Lembar Saham) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Total Aktiva 6.000 26.000 39.141.000 2.661.640.681.253.368 450.872 1.752 27.385.039.699 9.000 3.000 17.617.000.298 1.575.000.956.662.348.403.520 2.884 2.050.786.990.000.000 1.663.000.065.000 14.072.000.629.000 1.000 1.818.000.400.907.872.994.481.766.000.000.567.794 6.000 5.419.016.000 7.000.436.000 140.000.440 15.000.591.439.000.000 2.832 165.635.000 23.042.775.000 2.924.459.900.298.628 7.050.176.382.280 38.861.073.092.000 5.873.219.141.877.000 4.448.367.386.363.668.563.600 .389.000.000.269.314 768.691.338.000 56.773.796.011.000 20.000 3.053.092.117.941 3.404.000 11.099.840.000 2.125.639.709.500.335.578 4.000 48.733.240 2.000.750.769.000 1.500.000 6.821.864.189.088.467.121.145.

966.041.682.563.405.303.000 122.000.558.137.965.000 Lampiran 6 .376 591.208 346.414.250.582.534.261.000.061.352.000.000 1.000 425.000 866.657.338.000 1.554.000 548.480.179.469.616.660.000.981.000.081.000 115.180.000.000.063.415.942.301.340.535.838.871.000.000 87.972.681.901.217.290.000 2.850.000.709.000.000 397.297 5.051.000.000 571.940.000.000 854.000 225.420 501.000 79.527.000.010.676 64.897.000.953.072.794.000 71.169.470.000 34.184.000 834.000.000 850.107.897.252.767.536.000 15.000 2.000 381.595 1.727.551 29.869.199 77.415.82 Lampiran 5 (Data Ocf) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors OCF 768.767 26.000 1.522 1.000 3.000.000 274.423.000.330.685.000 424.000 16.885.058.000.000 340.038.000.000.

000.261.692.250.540.985.471.083.432 0 5.295 44.972.000.000.000.000 127.538.83 (Data Biaya Bunga dan Hutang Jk Panjang) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Biaya Bunga 2.000 178.000 Hutang Jk Panjang 2.878.108.000 0 16.000 930.719.270.270.104.934.945.289.218.528.896.144.515.002.101.000 0 0 0 2.985 6.000 500.000.862.000.311.791 214.392.000 22.000 387.134 10.000 116.000 0 143.000 73.276.000 0 24.000 428.000 0 182.000 2.617.541.000.013 3.313.372.998.990.196.069.000.000 2.694.421.358.288.617.759.492.915.786.083.000.792.727 6.000 0 253.266 716.000.000.000 185.301.226 360.000 11.202.400.790.000 6.161.642.000.674.000 845.000.000.067.845.000 238.000 19.206.582.330.829.000 329.802.103.239.000 50.000.000 501.488.462 131.000 3.000 33.000.000.328 183.854.997.000.750 9.483 0 68.000.136.000.888.000.000 .648.606.247.000 1.912.883.392.000 27.322.316 8.975.000 1.431 1.000 930.524.864.919 943.081.692.000.208.000.712.623.000.071.189.000 115.930.176.000 0 538.701.324.000.685.222.533.819.857.988.000 10.000.138.000.602.000 0 53.990.874.838.884.000.000.494.000 0 754.000 58.667 909.622.763.854.922.000.619.000 25.705.000.000 0 1.289.000 101.000 201.000 1.000.

835.000.969.000 1.000.000 -346.000.000 -214.000 307.000 .781.161.000 60.000.000 101.000 243.438.000 1.000.723.000.578.000.000.293.000 -161.000.000.883.000 639.199.000 184.000.000.203.071.467.636.280.940.000.234.000.000.000.038.000 509.000.000.000.253.748.000 780.000.824.000.000.000 434.130.000 0 258.401.000.982.758.000.000 1.000.413.000 105.000.000 652.000 102.000.000 2.644.059.000.000.000.000.601.000 2.000 263.246.000 -5.000.252.000 4.000 1.550.000.000.184.000.733.085.000 157.000.000 68.934.067.000 779.000 4.000.028.421.100.000 -383.105.000 1.000 246.000.570.207.950.333.528.000 474.800.749.000.000 577.000.000.000.000.000 184.542.158.000 40.000 -777.766.000 Biaya Pajak 351.000 749.000.000 3.000.000.000 296.114.051.000.000 12.000 18.848.000 1.000.236.000.000.287.003.000 52.426.239.000 90.000.814.000.000.308.000 852.749.755.000 413.050.000.000 -6.000 271.946.000.000.067.281.028.000.000 111.088.835.104.968.007.065.146.763.000 -2.000 -533.000 2.324.000.000.000 2.116.000.000.000.000 279.000 247.000 1.099.000 329.000 3.000 325.407.000.000 59.382.000 78.547.000 368.000 8.000 395.000 9.959.380.000.000 129.848.067.437.000.697.836.000.000 -2.069.108.636.000.000 435.108.582.84 Lampiran 7 (Data Laba Sebelum Pajak danb Biaya Pajak) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Laba Sebelum Pajak 1.000 68.000 758.532.000.309.570.072.000.000.548.547.000 4.000.000 187.

085.000.023.738.000 1.25 29.731.405.05 67.000.938.000.000.000.000 3.22 0.000 2.506.000 311.000 80.000 1.045.000.23 0 0.211.000.14 0 0 25.000.000.000.62 0 0 53.000 1.000.633.000.000.770.000.000 223.000.510.000.000.000.991.000 42.000 419.21 0 0.338.099.634.000 8.000 1.204.468.056.000 193.85 Lampiran 8 (Data EAT dan Dividen Payout) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors EAT 807.000 520.95 49.000 3.790.000 -154.563.46 20.000 372.671.000 178.209.679.000.000.000.000.31 0 0.000 430.000.752.898.000 1.000.83 41.192.36 0 30.633.757.54 0 43.000 293.109.000 -266.356.000 378.000 125.874.000 1.764.09 .000 1.195.000.434.000 800.000 324.445.802.590.479.158.000.72 2.000 177.000.000.000 5.150.458.000.3 0 45.57 0.335.000 147.000 928.013.208.000 243.552.000 244.000.000 116.000.000.000.000 478.907.000 Deviden Payout 30.000.000.56 0 4.852.84 0 0 6.077.746.000.130.470.15 0 0 44.54 0 30.000 -533.74 60.

000.000.514.000.000.543.000.356.889.000 20.335.000 2.000 1.859.000.000 20.000.000 77.000.000.000 .450.000.000.000 1.000.000 647.000.000 259.380.000 3.676.617.000.178.000 1.000.537.000 1.000.193.000 438.000 76.044.261.000 944.000 4.000.000 -584.256.840.431.000 350.000.651.000 1.000 2.443.545.144.000.656.000.948.606.000.000 10.994.000.000 89.000 2.739.398.475.000.616.445.152.537.000 2.925.000.000 1.353.184.000 786.000 12.000.000.000 16.344.000 1.000 576.020.000.000.000.000.000 19.000.509.000.058.000 5.000 1.712.000.126.000 1.531.000 336.461.000.000.000.067.853.000.000.352.000 5.000.665.296.000 962.595.923.000 516.989.327.000.572.584.521.000.880.052.000 225.000 2.000.000.831.684.000.460.080.000.000 592.396.000.000.649.000.660.000 187.000.000 1.000.684.000.000.000.902.000.485.082.000 3.000 1.000 383.000 1.656.000.000 1.353.052.000 9.067.000 965.263.000.000.000 1.055.000.000 593.000.000 1.256.000 13.342.000.221.000.000.689.323.000 114.300.219.592.000 712.145.000.000 4.025.86 Lampiran 9 (Data Modal Sendiri dan Modal Saham) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Modal sendiri 2.000 13.024.000.000.000.000 1.655.300.478.000.156.702.453.662.557.303.460.021.000 4.000 1.000.000.065.747.152.000 1.401.000 3.000.115.341.793.430.000 4.000.000.000 251.000.000.000 1.000 113.000.000 574.000 1.000 1.141.053.000 Modal saham 953.024.997.000.000 1.000 528.103.153.000 3.000.846.000 406.276.478.241.000.183.000.530.000.

000.228.000 6.000 1.000 2.000 556.240.078.935.955.482.000.000.835.898.016.000.000 6.000.619.740.347.780.000 1.145.069.000 9.042.634.417.168.436.000 1.000 51.659.341.000 15.460.449.000 6.017.000.000 21.000.000 21.301.156.738.000 136.425.000.000.252.000.749.000 6.000.000.000 1.000.000 11.296.701.875.000.000.000.598.000 1.305.518.000 3.000.000.000.000 21.000.618.707.179.000 1.353.000.000.000 3.000.743.105.158.000.272.000.252.099.849.510.000.956.730.000.390.000 4.000.000.000.000.000 9.022.356.824.051.000 31.103.318.000 3.000 2.000.096.000.306.000 125.000.000 1.170.240.000.191.000 567.87 Lampiran 10 (Data Capital) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Capital 4.000 .423.000 1.833.000 1.285.000 1.955.000.000.000 19.549.000 5.000 16.986.803.000 6.000.653.198.943.

36 -0.08 0.67 0.91 0.11 0.03 0.20 0.58 0.14 0.16 -0.37 0.04 0.02 0.06 0.05 -0.02 0.22 0.21 0.06 0.04 0.37 0.01 0.32 0.24 0.11 0.15 0.02 0.14 0.18 0.05 0.13 0.18 -0.05 0.16 ROA 0.80 -0.12 0.11 0.33 0.20 0.30 0.14 -0.25 0.21 -0.26 -0.05 0.09 0.14 0.18 0.07 0.07 0.02 0.14 0.08 0.49 -0.38 -0.34 -0.48 -1.09 0.03 -0.36 0.30 0.12 -0.13 0.14 -0.05 -0.06 0.19 0.15 0.02 0.19 -0.20 0.09 -0.12 0.23 0.09 0.34 0.06 0.07 0.59 0.04 -0.09 0.11 0.05 0.04 0.08 0.23 0.26 0.15 0.21 0.40 0.14 0.05 0.12 0.39 0.41 0.07 0.15 0.64 0.21 0.18 0.03 -0.68 0.13 -0.58 0.02 0.14 -0.28 0.18 -0.17 0.20 0.62 NPM 0.11 0.17 -0.18 0.10 0.85 0.04 0.15 0.12 0.16 -0.13 0.26 -0.40 0.05 0.25 0.33 0.05 0.06 0.26 0.09 0.43 -0.24 0.01 0.24 0.23 0.24 0.01 0.18 0.07 0.08 0.11 -0.22 0.05 -0.14 0.22 ROE 0.12 0.31 0.05 0.22 -0.31 0.17 0.07 0.24 0.35 ROI 0.04 0.10 0.23 0.22 0.41 0.08 0.03 0.14 0.13 0.08 0.05 0.05 0.12 0.13 0.11 0.02 0.02 0.14 0.24 0.20 0.88 Lampiran 11 Hasil Perhitungan Seluruh Variable-variabel Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors ROR 2005 1.37 0.46 2.09 0.34 0.19 0.04 0.09 0.02 0.16 EPS 423 509 1335 291 -7 260 71 58 -59 12 59 62 108 78 151 930 454 606 32 40 309 2496 223 46 54 46 1171 103 45 -70 878 78 197 304 721 353 192 386 .18 0.17 -0.19 0.05 0.25 -0.20 0.36 0.

592084 0.371794 0.443538 0.056193 0.410114 0.0521 -1.552096 0.352565 0.086152 -0.066558 0 0.618174 0.621788 0.188896 -0.06014 0.90733 0.539039 We 0.132959 0 0 0.185067 -0.561749 0.027164 0 0.617002 0.438251 0.95336 0.6526 -0.407916 0.347699 0.556462 0.078368 0.381826 0.33649 0.921632 0.52416 0.02365 0.119759 0.106482 0.054606 0.742225 0.034477 0.629037 0.093354 0.647435 0.029234 0.055674 0 0.76897 -2.382998 0.370963 0.075457 -0.714547 0.369982 0.76163 0.52229 -0.906646 0.734349 0.62463 0.811104 1.0353 0.189587 -5.462016 0.833431 0.61937 0.394722 0.089669 -7.37941 0.052319 0.630018 0.37537 0.69386 -13.574782 -12.567892 0.20386 -0.068116 Ke 2.038903 -6.529855 0.442286 0.373253 0.069577 0.043808 0 0.073112 -0.286362 0.174787 0.946178 0.537984 0.07023 0 0 0 0 0.082964 -0.434553 0.069688 0.714597 0.17479 0.592052 0 -0.565447 0.605278 0.470145 0.334596 0.621427 0.700615 0.378573 0.257775 0.71492 0.06985 0 0 0.460961 .469838 0.557714 0.05445 0.89 Lampiran 12 Hasil Perhitungan untuk Menghitung EVA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors Kd* 0.47649 0.47584 0.652301 0.15627 0.000608 0.008417 0 0.52351 0.447904 0.299385 0.94044 -2.626747 0.459061 0.540939 0.1234 0.285453 0.28508 0.713638 0.22386 0.589886 0.033443 -0.432108 0.818839 0.265651 0.285403 0.048262 0.384387 Wd 0.893518 0.111183 0.107575 0.166569 0.378212 0.024246 0.985305 0.051402 -0.175504 -0.

644.178972079 0.843.741.033442903 0.859.785.313.000 102.879.593 875.0041332 0.274.856.728.0430539 0.2464017 0.082014425 0.640.239 414.949 1.387 559.675.656.935.287584265 0.287 10.929.116.156269591 0.023647243 0.000.26776763 0.472.378.056.047.740 1.000 2.2139051 EVA -3.8624396 -0.929.275.633.968.180.540 419.216.687.867.451.536.522.331.034.184181914 -0.902.000.867 299.3382959 0.7086174 0.392 186.792.874.293 922.3932111 0.483.108504702 0.817.513.936.0042672 0.315.000.407 311.551 695.200.019.035 108.058 232.523.623.337 -1.613.574 42.454 22.000 2.1917303 0.0162737 0.756.045.371.503.083.988 1.063823 -0.413.393.462.288.756.0664126 0.962.0324233 -4.091 1.0768242 0.727.856.943.061.214 -21.991.485 4.000.859.192.255.0618463 0.841.125.807.884.389436522 c* 0.594507171 0.078.191 5.575.33459601 0.673.656 15.730.709 .872.136288 -0.918.038903411 0.016.258 3.048261538 0.319703093 0.234423 0.056.052096606 0.011.977.104.089.407.327.490472 -0.041626 -4.358.522.621.000 679.380.693.293 231.695.199 215.852.3210059 0.234.855.635 2.743.092.320.731.063 2.476.0361422 0.040 1.774.000 172.193615834 0.632.752.353 42.307 925.0703022 0.537.574.673 1.048.931.296 -1.05445018 0.904 -349.832.664 458.418.139.813 1.111182586 0.885 230.0021643 0.253835786 0.475.991.970.469838113 0.799 112.474.076921003 -0.531.241.167.0312394 -0.630.927.000 8.067.1719462 -1.543.730 931.389953662 0.075457361 0.998.690.621 42.208.850 -181.248984103 -0.0033036 0.784.012 -154.723.181.447 5.853 94.114.864 5.226 370.119.991.605 762.587.068691023 0.891 3.588.412.050 -405.871.505.3139054 -5.614.90 Lampiran 13 Hasil Perhitungan Variabel EVA Untuk Seluruh Sampel No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kode ANTM AALI ASII AUTO BNBR BBCA NISP PNBN BRPT RMBA BLTA BUMI DNKS EPMT GJTL GGRM HMSP INKP INTP INDF ISAT INCO JIHD KLBF LMAS MPPA TKIM PNIN RALS SMCB SMGR SMRA PTBA TLKM TSPC TINS UNVR UNTR Perusahaan Aneka Tambang (Persero) Astra Agro Lestari Astra International Astra Otoparts Bakrie & Brothers Bank Central Asia Bank NISP Bank Pan Indonesia Barito Pacific Timber Bentoel International Investama Berlian Laju Tanker Bumi Resources Dankos Laboratories Enseval Putra Megatrading Gajah Tunggal Gudang Garam HM Sampoerna Indah Kiat Pulp & Paper Indocement Tunggal Prakasa Indofood Sukses Makmur Indosat International Nickel Indonesia Jakarta International Hotel & Dev Kalbe Farma Limas Stokhomindo Matahari Putra Prima Pabrik kertas Tjiwi Kimia Panin Insurance Ramayana Lestari Sentosa Semen Cibinong Semen Gresik (Persero) Summarecon Agung Tambang Batubara Bukit Asam Telekomuniaksi Indonesia Tempo Scan Pacific Timah Unilever Indonesia United Tractors NOPAT 808.5716312 0.308 372.434309163 0.223 796.618.198.253 12.652.559.125951002 0.671.565 1.112.060141556 0.168.796 6.6707181 -0.039 10.0999641 -0.858.155.568.052319452 0.722 20.795.715 849.000 1.790.874.957.000.708.802.189587448 0.568.935.234.984.046.3250087 -8.920 116.21320594 0.734 2.527 40.000 -479.613.707.443 28.262 59.000.181 1.945.990.357.082964085 0.000.887.617.049425076 0.527.0412446 0.690.215848745 0.0052458 0.037960539 0.089668829 0.757 217.0618512 -0.630.854.663 367.584.835.787 r 0.535.494.819.396.367.291857651 0.4506438 -1.504.0830869 -3.8964851 -0.594.683.509 192.000.

91 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful