Konsep Asam Basa Arhenius

Kata Kunci: asam dan basa, ion hidroksida, ion hidronium Ditulis oleh Utiya Azizah pada 25-02-2010 Konsep yang cukup memuaskan tentang asam dan basa, serta yang tetap diterima hingga sekarang, dikemukakan oleh Arrhenius pada tahun 1884. Menurut Arrhenius, asam adalah zatzat yang dalam air melepaskan ion hidronium (H3O+) sedangkan basa melepaskan ion hidroksida (OH-). Larutan Asam dan Basa Misalnya, bila suatu molekul polar seperti asam klorida (HCl) dilarutkan dalam air, daerah bermuatan negatif pada molekul air menarik daerah bermuatan positif dari molekul HCl. H+ akan terpisah dari molekul yang polar dan akan terbentuk ion hidronium, H3O+, seperti ditunjukkan dalam Gambar 9. Demikian juga bila amonia dilarutkan dalam air, zat ini akan menghasilkan ion hidroksida (Gambar 10).

Dapatkah Anda menyebutkan beberapa contoh basa yang lain di laboratorium? Tentu Anda akan menyebutkan senyawa NaOH, karena NaOH juga menghasilkan ion hidroksida bila dilarutkan dalam air. Seperti halnya NaOH, kalsium hidroksida, Ca(OH)2, kalium hidroksida, KOH, dan aluminium hidroksida, Al(OH)3 merupakan contoh basa, karena menghasilkan ion hidroksida bila dilarutkan dalam air (Gambar 11).

Berdasarkan contoh diatas, setiap molekul yang hanya dapat memberikan satu ion H3O+ disebut asam monoprotik, sedangkan yang dapat memberikan dua ion H3O+ disebut asam diprotik, dan

tiga ion H3O+ disebut asam triprotik. Atau dapat dikatakan setiap molekul yang dapat memberikan lebih dari satu ion H3O+ disebut asam poliprotik.

Akan tetapi, kadang-kadang terlalu panjang untuk menuliskan pembentukan ion hidronium bila asam dilarutkan dalam air atau pembentukkan ion hidroksida bila basa dilarutkan dalam air dengan persamaan reaksi secara lengkap. Untuk itu, dapat juga digunakan bentuk reaksi singkat, air tidak ditunjukkan dalam reaksi dan ion hidronium dituliskan dalam bentuk ion hidrogen yang terlarut dalam air (aqueous). Dalam bentuk reaksi singkat, reaksi HA dapat dituliskan sebagai berikut:

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.pH Dari Wikipedia bahasa Indonesia. cari Asam dan Basa Konstanta disosiasi asam Ekstraksi asam-basa Reaksi asam-basa Konstanta disosiasi Fungsi keasaman Larutan penyangga pH Afinitas proton Swaionisasi air Tipe Asam Brønsted–Lowry · Lewis · Mineral Organik · Kuat Superasam (Adiasam) · Lemah Tipe Basa Brønsted–Lowry · Lewis · Organik Kuat · Superbasa (Adibasa) .

Larutan dengan pH kurang daripada tujuh disebut bersifat asam.0.2 p[H] o 1. rekayasa (keteknikan). Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat)[3]. Air murni bersifat netral. ilmu pangan. Daftar isi    1 Definisi o 1. dan ada pula yang merujuk pada kata potential.[1] Konsep pH pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun 1909. Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "pH". dan larutan dengan pH lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Skala pH bukanlah skala absolut. kedokteran. Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari singkatan untuk powerp[2] (pangkat).Non-nukleofilik · Lemah l•b•s pH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. biologi. sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional.3 pOH 2 Lihat pula 3 Referensi Definisi pH pH didefinisikan sebagai minus logaritma dari aktivitas ion hidrogen dalam larutan berpelarut air. Jens Norby mempublikasikan sebuah karya ilmiah pada tahun 2000 yang berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif"[4]. dan oseanografi. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia.1 pH o 1. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental. dengan pH-nya pada suhu 25 °C ditetapkan sebagai 7. . pertanian.[5] pH merupakan kuantitas tak berdimensi. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.

T temperatur dalam kelvin. Definisi operasional pH secara resmi didefinisikan oleh Standar Internasional ISO 31-8 sebagai berikut: [6] Untuk suatu larutan X. Perbedaan potensial pada elektrode gelas ini idealnya mengikuti persamaan Nernst: dengan E adalah potensial terukur. pH didapatkan dari pengukuran potensial dengan elektrode yang dikalibrasikan terhadap satu atau lebih pH standar. dan n adalah jumlah elektron yang ditransfer. Untuk mengatasinya. Alasan penggunaan definisi ini adalah bahwa aH dapat diukur secara eksperimental menggunakan elektrode ion selektif yang merespon terhadap aktivitas ion hidrogen ion. Nilai pH(S) untuk berbagai larutan standar S diberikan oleh rekomendasi IUPAC. pH larutan X oleh karenanya Perbedaan antara pH larutan X dengan pH larutan standar bergantung hanya pada perbedaan dua potensial yang terukur. Sehingga. pertama-tama ukur gaya elektromotif EX sel galvani elektrode referensi | konsentrasi larutan KCl || larutan X | H2 | Pt dan kemudian ukur gaya elektromotif ES sel galvani yang berbeda hanya pada penggantian larutan X yang pHnya tidak diketahui dengan larutan S yang pH-nya (standar) diketahui pH(S). E0 potensial elektrode standar. Dalam prakteknya. Suatu pH meter diatur sedemikiannya pembacaan meteran untuk suatu larutan standar adalah sama dengan nilai pH(S). Oleh karena variabel temperatur muncul pada persamaan di atas. pH suatu larutan bergantung juga pada temperaturnya.[7] Larutan standar yang digunakan sering kali merupakan larutan penyangga standar. Definisi ini pada dasarnya tidak praktis karena aktivitas ion hidrogen merupakan hasil kali dari konsentrasi dengan koefisien aktivitas. Potensial elektrode E berbanding lurus dengan logartima aktivitas ion hidrogen. F tetapan Faraday. elektrode dikalibrasi dengan larutan yang aktivitasnya diketahui. . adalah lebih baik untuk menggunakan dua atau lebih larutan penyangga standar untuk mengijinkan adanya penyimpangan kecil dari hukum Nerst ideal pada elektrode sebenarnya. Koefisien aktivitas ion hidrogen tunggal tidak dapat dihitung secara eksperimen.dengan aH adalah aktivitas ion hidrogen. R tetapan gas. pH umumnya diukur menggunakan elektrode gelas yang mengukur perbedaan potensial E antara elektrode yang sensitif dengan aktivitas ion hidrogen dengan elektrode referensi.

95. Oleh karena konsentrasi asam dan alkali diketahui. misalnya pada air tambang yang sangat asam. dan faktor gradien. indikator asam basa dapat diukur dengan pH meter yang bekerja berdasarkan prinsip elektrolit / konduktivitas suatu larutan. pH superasam biasanya dihitung menggunakan fungsi keasaman Hammett.Pengukuran nilai pH yang sangat rendah. maka nilainya dapat ditentukan sebagai satu dengan menentukan keadaan standarnya sebagai larutan yang mengandung elektrolit latar. Faktor gradien biasanya lebih kecil sedikit dari satu. Umumnya indikator asam-basa sederhana yang digunakan adalah kertas lakmus yang berubah menjadi merah bila keasamannya tinggi dan biru bila keasamannya rendah Selain menggunakan kertas lakmus. namun perhitungannya akan menggunakan fungsi keasaman yang berbeda.[8] memerlukan prosedure khusus.04. Kalibrasi elektrode pada kasus ini dapat digunakan menggunakan larutan standar asam sulfat pekat yang nilai pH-nya dihitung menggunakan parameter Pitzer untuk menghitung koefisien aktivitas. sehingga persamaan Nerstnya berbentuk Persamaan ini dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi ion hidrogen dari pengukuran eksperimental E. Definisi ini telah lama ditinggalkan dan diganti dengan definisi pH. Dinyatakan bahwa[11] pH = p[H] + 0. ini mengindikasikan bahwa elektrode tidak berfungsi dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan mentitrasi larutan asam kuat yang konsentrasinya diketahui dengan larutan alkali kuat yang konsentrasinya juga diketahui pada keberadaan konsentrasi elektrolit latar yang relatif tinggi.[9] pH merupakan salah satu contoh fungsi keasaman. Pada prakteknya terminologi p[H] dan pH sering dicampuradukkan dan menyebabkan kerancuan. . f. Kalibrasi ini biasanya dilakukan menggunakan plot Gran. H0. p[H] Menurut definisi asli Sørensen [2]. E0. aktivitas ion akan sama dengan nilai konsentrasi.[10] Kalibrasi ini akan menghasilkan nilai potensial elektrode standar. Adalah mungkin untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen secara langsung apabila elektrode yang digunakan dikalibrasi sesuai dengan konsentrasi ion hidrogen. Untuk faktor gradien kurang dari 0. Perbedaan antara p[H] dengan pH biasanya cukup kecil. p[H] didefinisikan sebagai minus logaritma konsentrasi ion hidrogen. Konsentrasi ion hidrogen dapat diukur dalam larutan non-akuatik. adalah mudah untuk menghitung ion hidrogen sehingga potensial yang terukur dapat dikorelasikan dengan kosentrasi ion. Oleh karena ia konstan. Dengan menggunakan prosedur ini. Keberadaan elektrolit latar menjamin bahwa koefisien aktivitas ion hidrogen secara efektif konstan selama titrasi.

M(OH)x ⎯⎯→ Mx+ + x OH– Jumlah ion OH– yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa.pOH pOH kadang-kadang digunakan sebagai satuan ukuran konsentrasi ion hidroksida OH−. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ. Basa Arrhenius adalah hidroksida logam. pOH tidaklah diukur secara independen. Beberapa contoh asam dapat dilihat pada tabel 5. sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–. Pada tahun 1884. Menurut Arrhenius. pada suhu kamar pOH ≈ 14 − pH. Konsentrasi ion hidroksida dalam air berhubungan dengan konsentrasi ion hidrogen berdasarkan persamaan [OH−] = KW /[H+] dengan KW adalah tetapan swaionisasi air. Sehingga. Teori Asam dan Basa Menurut Arrhenius Larutan asam dan basa merupakan contoh dari larutan elektrolit. Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang ionisasi. memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa asam.1. sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Namun hubungan ini tidaklah selalu berlaku pada keadaan khusus lainnya. asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+. Asam sulfat dan magnesium hidroksida dalam air mengion sebagai berikut. namun diturunkan dari pH. Dengan menerapkan kologaritma: pOH = pKW − pH. M(OH)x. yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut. H2SO4 ⎯⎯→ 2 H+ + SO42– Mg(OH)2 ⎯⎯→ Mg+ + 2 OH– .HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx– Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam. Beberapa contoh basa diberikan pada tabel 5. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ionion hidrogen di dalamnya.2. yang dalam air terurai sebagai berikut. Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+.

hanya sebagian kecil molekul-molekul air dapat terionisasi menjadi ion H+ dan ion OH–. Persamaan ionisasi air dapat ditulis sebagai: H2O(l) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + OH–(aq) . Hanya alat pengukuran yang sangat peka yang dapat menunjukkan bahwa air murni memiliki daya hantar listrik yang sangat kecil. Artinya.Tetapan Kesetimbangan Air (Kw) Air murni hampir tidak menghantarkan arus listrik.

0 × 10–14. Jadi. Pada suhu 25 °C. Artinya.3 berikut. Kw = [H+][OH–] = 10–14 Oleh karena [H+][OH–] = 10–14. sehingga konsentrasi H2O dapat dianggap tetap. Harga Kw ini tergantung pada suhu. Harga Kw pada berbagai suhu dapat dilihat pada tabel 5.Harga tetapan air adalah: Konsentrasi H2O yang terionisasi menjadi H+ dan OH– sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi H2O mula-mula. harga Kw itu dapat dianggap tetap. maka harga K[H2O] juga tetap. tetapi untuk percobaan yang suhunya tidak terlalu menyimpang jauh dari 25 °C. maka [H+] akan bertambah tetapi hasil . Kw yang didapat dari percobaan adalah 1. maka [H+]= 10–7 dan [OH–] = 10–7. Jika ke dalam air ditambahkan suatu asam. yang disebut tetapan kesetimbangan air atau ditulis Kw. dalam 1 liter air murni terkandung ion H+ dan ion OH– masing-masing sebanyak 10–7 mol.

1. Kesetimbangan juga akan bergeser jika ke dalam air ditambahkan suatu basa. Perbedaan kekuatan larutan asam-basa ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya ion-ion pembawa sifat asam dan ion-ion pembawa sifat basa yang dihasilkan saat terionisasi. larutan asam dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut. Kekuatan Asam dan Basa Sebagaimana larutan elektrolit yang dibedakan atas elektrolit kuat dan elektrolit lemah. HA(aq) ⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq) . Hal ini dapat terjadi karena kesetimbangan bergeser ke kiri yang menyebabkan pengurangan [OH–]. Asam Kuat Asam kuat yaitu senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ionionnya. A. maka larutan asam dan larutan basa yang merupakan larutan elektrolit juga dibedakan atas asam-basa kuat dan asam-basa lemah.perkalian [H+][OH–] tetap sama dengan Kw. Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi berkesudahan. ionisasi asam kuat dirumuskan sebagai berikut. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H+ yang dihasilkan. Secara umum. Kekuatan Asam Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H+ yang dihasilkan oleh senyawa asam dalam larutannya. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan sebagai berikut.

Secara umum. Oleh karena itu. B. ionisasi asam lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut.dengan: x = valensi asam M = konsentrasi asam 2. akibatnya Ka bertambah besar. Berdasarkan persamaan di atas. harga Ka merupakan ukuran kekuatan asam. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi kesetimbangan. HA(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq) [H+ ][A ] = [HA] a K – Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condong ke kanan. . Berdasarkan banyak sedikitnya ion OHyang dihasilkan. karena pada asam lemah [H+] = [A–]. makin besar Ka makin kuat asam. Kekuatan Basa Kekuatan basa dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion OH– yang dihasilkan oleh senyawa basa dalam larutannya. Asam Lemah Asam lemah yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya. maka persamaan di atas dapat diubah menjadi: Ka = [H+ ]2 HA [H+]2 = Ka · [HA] dengan Ka = tetapan ionisasi asam Konsentrasi ion H+ asam lemah juga dapat dihitung jika derajat ionisasinya (α) diketahui. larutan basa juga dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.

1. makin besar Kb makin kuat basa. Basa Lemah Basa lemah yaitu senyawa basa yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya. M(OH)(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ M+(aq) + OH–(aq) Kb = [M+ ][OH ] [M(OH)]– Makin kuat basa maka reaksi kesetimbangan basa makin condong ke kanan. ionisasi basa kuat dirumuskan sebagai berikut. maka persamaan di atas dapat diubah menjadi: Kb =[OH−]2 [M(OH)] [OH–]2 = Kb · [M(OH)] . Oleh karena itu. ionisasi basa lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut. akibatnya Kb bertambah besar. Berdasarkan persamaan di atas. M(OH)x(aq) ⎯⎯→ Mx+(aq) + x OH–(aq) dengan: x = valensi basa M = konsentrasi basa 2. Secara umum. Reaksi ionisasi basa lemah juga merupakan reaksi kesetimbangan. Secara umum. harga Kb merupakan ukuran kekuatan basa. Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan. Basa Kuat Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ionionnya. karena pada basa lemah [M+] = [OH–].

Derajat Keasaman (pH) A. maka: Sedangkan hubungan antara pH dan pOH adalah: Kw = [H+] [OH–] – log Kw = –log [H+] + (–log [OH–]) . pada tahun 1910. seorang ahli dari Denmark. Harga pH berkisar antara 1 – 14 dan ditulis: Analog dengan di atas. Bilangan ini kita kenal dengan skala pH. Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan. Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana.dengan Kb= tetapan ionisasi basa Konsentrasi ion OH– basa lemah juga dapat dihitung jika derajat ionisasinya (α) diketahui. Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+. Konsep pH Dari uraian tetapan kesetimbangan air dapat disimpulkan bahwa besarnya [H+] dalam suatu larutan merupakan salah satu ukuran untuk menentukan tingkat keasaman suatu larutan.

Jika konsentrasi ion H+ = 0. antara lain sebagai berikut. Perhatikan contoh di bawah ini. maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n mempunyai perbedaan ion H+ sebesar 10n. Larutan bersifat netral jika [H+] = [OH–] atau pH = pOH = 7.001 M (10 kali lebih kecil) maka pH = – log 0.001 = 3 (naik 1 satuan) Jadi dapat disimpulkan: • Makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH • Larutan dengan pH = 1 adalah 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 2. c. Karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negatif. Contoh. b. maka pH = – log 0. berarti pH larutan lebih besar dari 7. pKw = pH + pOH = 14. .Pada suhu 25 ºC.3.0) tidak berwarna.01 = 2 Jika konsentrasi ion H+ = 0. maka pH larutan itu adalah 7. Brady.01 M. 1990). suatu larutan dengan brom timol biru (6. Pengukuran pH Untuk menentukan pH suatu larutan dapat dilakukan dengan beberapa cara. 1. Larutan bersifat asam jika [H+] > [OH–] atau pH < 7. Hal ini disebabkan jika brom timol biru berwarna biru. Dengan demikian dari uji larutan dengan beberapa indikator akan diperoleh daerah irisan pH larutan. Indikator memiliki trayek perubahan warna yang berbeda-beda.3. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa: a. Harga pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator.6) berwarna biru dan dengan fenolftalein (8.6 dan jika dengan fenolftalein tidak berwarna. dan karena bilangan dasar logaritma adalah 10.6–8. berarti pH larutan kurang dari 8.0– 7. Larutan bersifat basa jika [H+] < [OH–] atau pH > 7. Menggunakan Beberapa Indikator Indikator adalah asam organik lemah atau basa organik lemah yang dapat berubah warna pada rentang harga pH tertentu (James E. B. maka makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH.3–10.

3. Menggunakan Indikator Universal pH suatu larutan juga dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal.4. Menggunakan pH–meter pH–meter adalah alat pengukur pH dengan ketelitian yang sangat tinggi. .2. yaitu campuran berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya. Warna indikator universal larutan dapat dilihat pada tabel 5.

C. HCl + NaOH ⎯⎯→ NaCl + H2O 2. melainkan tergantung pada kekuatan asam–basa yang membentuknya. maka sifat garam yang terbentuk ada tiga kemungkinan. Karena hasil reaksi antara asam dengan basa membentuk air yang bersifat netral. . H2SO4 + 2 NH4OH ⎯⎯→ (NH4)2SO4 + 2 H2O 3. Jika asam kuat + basa lemah ⎯⎯→ garam (asam). Jika larutan asam dan basa dicampur. yaitu: a. Tetapi karena reaksi tersebut juga menghasilkan garam. maka kita dapat menghitung harga pH–nya. Jika asam kuat + basa kuat ⎯⎯→ garam (netral). Jika asam lemah + basa kuat ⎯⎯→ garam (basa). Contoh: 1. maka reaksi tersebut disebut reaksi penetralan. Reaksi Asam dengan Basa Menghasilkan Air dan Garam Jika larutan asam dan basa dicampur. Menghitung pH Larutan Setelah kita dapat menghitung konsentrasi ion H+ dan ion OH–. Reaksi Penetralan A. c. sedangkan anion dari asam dan kation dari basa akan berikatan membentuk senyawa garam. maka reaksi tersebut juga sering dikenal dengan sebutan reaksi penggaraman. d. maka ion H+ dari asam dan ion OH– dari basa akan bergabung membentuk molekul air. tetapi hasil reaksi itu (garam) tidak selalu bersifat netral. 2 CH3COOH + Ba(OH)2 ⎯⎯→ (CH3COO)2Ba + 2 H2O Walaupun reaksi asam-basa disebut reaksi penetralan.

. 1990). Titrasi adalah penambahan larutan baku (larutan yang telah diketahui dengan tepat konsentrasinya) ke dalam larutan lain dengan bantuan indikator sampai tercapai titik ekuivalen. sebaliknya suatu basa jika ditambah asam. 1. maka pH basa akan turun. Titrasi Asam–Basa Reaksi penetralan dapat digunakan untuk menetapkan kadar atau konsentrasi suatu larutan asam atau basa. Titrasi Asam Kuat oleh Basa Kuat Kurva titrasi asam kuat oleh basa kuat ditunjukkan pada gambar 5. Apabila penambahan zat dilakukan tetes demi tetes kemudian dihitung pH–nya akan diperoleh kurva titrasi. Brady. Penetapan kadar suatu larutan ini disebut titrasi asam-basa.6. Perubahan pH pada reaksi asam–basa Suatu asam yang mempunyai pH kurang dari 7 jika ditambah basa yang pH–nya lebih dari 7. maka pH asam akan naik. yaitu grafik yang menyatakan pH dan jumlah larutan standar yang ditambah.B. Saat perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi (James E. Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna.

. kita dapat menghitung pH larutan pada bermacam-macam titik selama berlangsungnya titrasi. yaitu indikator yang mempunyai trayek pH antara 4 sampai 10 cocok digunakan untuk titrasi tersebut. Indikator-indikator yang perubahan warnanya berada dalam bagian terjal kurva titrasi ini. pada titik ekuivalen.Misalnya. dan fenolftalein. Pada grafik. besarnya pH saat titik ekuivalen adalah 7. Pada pH ini asam kuat tepat habis bereaksi dengan basa kuat. sehingga larutan yang terbentuk adalah garam air yang bersifat netral.1 M (basa kuat). Penambahan NaOH menyebabkan harga pH naik sedikit demi sedikit. Namun.1 M (asam kuat) dititrasi oleh NaOH 0. Untuk titrasi asam kuat oleh basa kuat. Setelah titik ekuivalen. brom timol biru. 25 mL HCl 0. pH berubah amat lambat jika ditambah NaOH. Indikator yang dapat digunakan pada titrasi ini adalah metil merah.1 mL (± 2 tetes). pH meningkat sangat tajam kirakira 6 unit (dari pH 4 sampai pH 10) hanya dengan penambahan 0. diperlihatkan ciri penting dari kurva titrasi NaOH – HCl bahwa pH berubah secara lambat sampai dekat titik ekuivalen.

8. bukan H+ dan CH3COO–. Contohnya. 25 mL CH3COOH 0. . CH3COOH(aq) + OH–(aq) ⎯⎯→ H2O(l) + CH3COO–(aq) Kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat dapat ditunjukkan pada gambar 5.1 M. 1990). persamaan ion bersihnya sebagai berikut (James E. Mulamula sebagian besar asam lemah dalam larutan berbentuk molekul tak mengion CH3COOH.1 M dititrasi oleh NaOH 0. Brady. proton dialihkan langsung dari molekul CH3COOH yang tak mengion ke OH–.2. Titrasi Asam Lemah oleh Basa Kuat Penetralan asam lemah oleh basa kuat agak berbeda dengan penetralan asam kuat oleh basa kuat. Untuk penetralan CH3COOH oleh NaOH. Dengan basa kuat.

indikator yang paling cocok adalah indikator metil merah. c. f. yaitu indikator yang mempunyai trayek pH antara 7 sampai 10. 3. .1 M (asam kuat). kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat identik dengan kurva asam kuat oleh basa kuat. yaitu ± 8. Oleh sebab itu. Terdapat peningkatan pH yang agak tajam pada awal titrasi. Larutan ini disebut larutan penyangga. sebagai akibat hidrolisis oleh CH3COO–.Sifat penting yang perlu diingat pada titrasi asam lemah oleh basa kuat adalah: a.1 M (basa lemah) dititrasi dengan HCl 0. Pada keadaan ini. g. perubahan pH terjadi secara bertahap. d. Sebelum titik ekuivalen tercapai. b. maka besarnya pH semakin turun sedikit demi sedikit. pH pada titik ekuivalen lebih besar dari 7. pH awal lebih tinggi daripada kurva titrasi asam kuat oleh basa kuat (karena asam lemah hanya mengion sebagian). [CH3COOH] = [CH3COO–]. Titik ekuivalen terjadi pada pH kurang 7. Setelah titik ekuivalen. pH ditentukan oleh konsentrasi OH– bebas. Bagian terjal dari kurva titrasi pada titik ekuivalen dalam selang pH yang sempit (dari sekitar 7 sampai 10). Indikator yang dipakai adalah fenolftalein. Larutan yang digambarkan dalam bagian kurva ini mengandung CH3COOH dan CH3COO– yang cukup banyak. Pemilihan indikator yang cocok untuk titrasi asam lemah oleh basa kuat lebih terbatas.9. Titrasi Basa Lemah oleh Asam Kuat Jika 25 mL NH4OH 0. h. e. Ion asetat yang dihasilkan dalam reaksi penetralan bertindak sebagai ion senama dan menekan pengionan asam asetat. Pada setengah penetralan. pH pada titik di mana asam lemah setengah dinetralkan ialah pH = pKa. kemudian mengalami penurunan drastis pada pH antara 4 sampai 7.

blogspot.com/2012/02/teori-asam-basa-menurut-arrheniusbse. umumnya adalah larutan yang akan memberikan warna sesuai dengan kondisi [pH]] larutan tersebut. pembentukan kompleks. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. dan di atas nilai tersebut larutan dikatakan basa. Mekanisme perubahan warna oleh indikator adalah reaksi asam-basa.0. umumnya Asam Karboksilat dan Amina.html#ixzz1vsHn91lD Indikator asam-basa Dari Wikipedia bahasa Indonesia. sehingga indikator asam-basa banyak digunakan dalam bidang kimia hayati dan kimia analitik. dan reaksi redoks . cari Indikator asam-basa adalah senyawa halokromik yang ditambahkan dalam jumlah kecil ke dalam sampel.Read more: http://khairul-anas. Pada temperatur 25° Celsius. nilai pH untuk larutan netral adalah 7. Kebanyakan senyawa organik yang dihasilkan makhluk hidup mudah melepaskan proton (BErsifat sebagai Asam Lewis). Di bawah nilai tersebut larutan dikatakan asam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful