Ujian Tengah Semester HUKUM ACARA PERADILAN TATA USAHA NEGARA

Analisis Hasil Wawancara Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung
Oleh: Fathia Fathurahman Indana Nurfahmi Rohmadoni N. Handrey Pramana Firman Rahmadi Veronica A. Suwandy Erwin Permana (110110090339) (110110090341) (110110090343) (110110090345) (110110090346) (110110090347) (110110090349)

Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran 2012

HASIL WAWANCARA HAKIM DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG

Nama Hakim :
Tanya :

Hakim Hujja Tulhaq, SH. MH.

Apakah saat ini terjadi peningkatan ataupun penurunan jumlah perkara di PTUN?

Jawab :

Masuknya perkara di PTUN Bandung ini relatif meningkat dari tahun ke tahun, terutama masalah tanah, kepegawaian, dan perizinan. Di PTUN Bandung ini, perkara yang masuk berasal dari berbagai daerah karena disebabkan oleh luasnya wilayah Bandung.

Tanya : Jawab :

Apakah yang menjadi dasar dalam gugatan tata usaha negara (TUN)? Ada dua dasar utama yang menjadi dasar dalam gugatan TUN. Yang pertama yaitu, objek TUN melanggar aturan-aturan yang berlaku. Contohnya terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan, padahal tanah tersebut tidak ada.Dan kedua asas-asas pemerintahan yang baik dilanggar.

Tanya :

Apakah jumlah perkara TUN yang semakin meningkat ini disebabkan karena kualitas pejabat yang buruk ataukah karena semakin tingginya kesadaran hukum masyarakat saat ini?

Jawab :

Ketidakcermatan

pejabat

dalam

melakukan

beschikking,

sehingga

menyebabkan hak-hak sebagai masyarakat dilanggar. Pejabat sebagai penyelenggara pemerintahan harus memiliki kontrol yuridis agar dalam menetapkan beschikking tidak melanggar hak-hak masyarakat. Pejabat mengeluarkan beschikking berdasarkan peraturan, intinya ada pada kepentingan. Dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat juga semakin meningkat mengenai PTUN. Kesadaran hukum masyarakat tersebut tergantung tingkat pendidikan, karena tingkat pendidikan yang meningkat tersebut masyarakat

dari tahun ke tahun semakin tahu apabila ada hak-hak mereka yang dilanggar maka dapat diperjuangkan di PTUN. Apabila sengketa tersebut antar lembaga negara, sebelum diajukan ke PTUN, mengajukan keberatan terlebih dahulu pada badan administratif.

Tanya : Jawab :

Bagaimana dengan sanksi bagi pejabat tersebut? Sanksi jika kesalahan berasal dari dalam kepegawaian maka direhabilitasi, jika mengenai hal lain maka (ketetapan) batal atau tidak sah.

NAMA NPM Hakim

: Fathia Fathurahman : 110110090339 : Hujja Tulhaq, S.H., M.H.

ANALISIS HASIL WAWANCARA

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.
1. 2. 3.

4.

Apakah saat ini terjadi peningkatan ataupun penurunan jumlah perkara di PTUN? Apakah yang menjadi dasar dalam gugatan tata usaha negara (TUN)? Apakah jumlah perkara TUN yang semakin meningkat ini disebabkan karena kualitas pejabat yang buruk ataukah karena semakin tingginya kesadaran hukum masyarakat saat ini? Bagaimana dengan sanksi bagi pejabat tersebut?

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ditegaskan bahwa salah satu tugas yang menjadi tanggung jawab negara adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Disini terlihat bahwa, salah satu karakter dan agenda bangsa Indonesia adalah terwujudnya model negara yang berbasis negara kesejahteraan (Welfare State). Maka segala upaya dan agenda pembangunan yang dilakukan oleh segenap bangsa Indonesia harus memiliki tujuan dan orientasi kepada terwujudnya kesejahteraan masyarakat atau publik. Salah satu faktor penting dari meningkatnya kesejahteraan rakyat dalam suasana bangsa yang sudah merdeka adalah adanya pelayanan pelayanan yang berkualitas dari pejabat pemerintah sebagai aparatur negara dalam melayani kepentingan publik. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan negara dalam hal ini pemerintah amat strategis dan penting dalam melayani dan mendampingi masyarakat dalam mengelola dan memberdayakan potensi bangsa yang sudah merdeka ini. Kehadiran sebuah kedaulatan rakyat dalam negara merdeka tidak memiliki makna apa-apa apabila tidak ada pemerintah dengan pejabat pemerintahan sebagai instrumen dalam mengelola potensi bangsa untuk menjaga kedaulatan tersebut. Pemerintah yang kuat adalah pemerintah yang memiliki dukungan dan hubungan yang baik dari rakyat. Oleh karena itu, salah satu kunci keberhasilan dari sebuah negara

dalam menata bangsanya adalah adanya hubungan yang baik dan produktif antara negara dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hubungan yang baik dan dinamis diantara keduanya (negara dan rakyat) itu ditandai dengan kuatnya check and balances antara keduanya, jadi dengan kata lain tidak ada yang saling mendominasi. Prof. Bagir Manan pun mengatakan bahwa, “..sejarah telah memberikan contoh dan bukti yang berlimpah bahwa kekuasaan tanpa batas lebih banyak melahirkan kesewenang-wenangan dan hilangnya kebebasan serta kemerdekaan warga negara atau penduduk negara yang bersangkutan...”. maka dari itu kekuasaan tersebut haruslah diawasi dalam pelaksanaannya, karena jika tidak sangat memungkinkan berakibat terjadinya suatu penyalahgunaan kekuasaan dan/atau kewenangan. Pada dasarnya Negara hukum menghendaki segala tindakan atau perbuatan penguasa mempunyai dasar hukum yang jelas atau ada legalitasnya baik berdasarkan hukum tertulis maupun hukum tidak tertulis. Negara hukum pada dasarnya bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi rakyat. Namun pada kenyataannya, seringkali segala tindakan atau perbuatan penguasa atau pejabat Tata Usaha Negara dalam hal ini dalam suatu Keputusan Tata Usaha Negara menimbulkan sejumlah permasalahan yang merugikan orang atau badan hukum perdata sehingga mengakibatkan terjadinya Sengketa Tata Usaha Negara. Oleh karena itu, kehadiran dari hukum administrasi menjadi penting. Hukum Administrasi Negara yang prosesnya berperkara di Pengadilan Tata Usaha Negara kemudian dengan jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 dan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 serta juga perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Selain itu masyarakat dapat lebih berpartisipasi dan turut mengontrol kebijaksanaan para pejabat administrasi. Sehingga, kualitas produk-produk kebijakan pejabat administrasi yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun secara hukum. Namun sampai saat ini upaya pemanfaatan Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai kontrol yuridis untuk mencari keadilan di ranah sengketa administrasi masih cukup rendah. Hal ini tentunya menjadi kurang maksimalnya dunia peradilan, khususnya Pengadilan Tata Usaha Negara untuk melakukan peran dan fungsinya. Disini tantangan pun semakin meningkat dalam upaya untuk memperkuat Negara Hukum dalam ranah Peradilan Tata Usaha Negara. Jika ditilik dalam Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara yang terjadi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, dari Tahun ke Tahun kasus gugatan relatif meningkat, terutama dalam masalah pertanahan, kepegawaian, dan perizinan. Hal ini terjadi karena untuk wilayah Jawa Barat, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Lalu selain itu. Apabila kasus tersebut menyangkut antar lembaga negara. padahal tanah tersebut tidak ada. yang bilamana dilanggar secara otomatis membuat keputusan yang bersangkutan batal karena hukum tanpa memeriksa lagi kasusnya. dalam terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan perundang-undangan. terlebih dahulu mengajukan keberatan kepada badan administratif. Dan yang kedua adalah melanggar asas-asas pemerintahan yang baik. (2) asas-asas yang mengenai kebenaran dari fakta-faktanya yang dipakai sebagai dasar untuk pembuatan keputusannya. . atau lebih tepat “untuk mencapai dan memelihara adanya pemerintahan dan administrasi yang baik. yakni (1) asas-asas yang mengenai prosedur dan atau proses pengambilan keputusan. Kesadaran hukum masyarakat tersebut tergantung tingkat pendidikan. dimana dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat akan hukum semakin meningkat. jika masyarakat menganggap bahwa dalam beschikking yang dibuat oleh pejabat administrasi itu terdapat suatu kepentingan baginya (masyarakat) maka masyarakat akan mengajukan gugatan. Kemudian jumlah perkara Tata Usaha Negara yang semakin meningkat ini dapat disebabkan pula oleh karena dari kualitas pejabat itu sendiri. Dimana terdapat suatu kemungkinan ketidakcermatan dari pejabat itu dalam melakukan Beschikking. dan keputusan-keputusannya serta tindakan-tindakannya tidak akan mempunyai wibawa serta efek yang diharapkan. Jadi dengan kata lain. diantaranya pertama adalah objek Tata Usaha Negara yang melanggar Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. maka ada beberapa asas kebonafidean pemerintah/administrasi negara. Terdapat beberapa dasar dalam Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara.hanya terdapat di Ibukota Jawa Barat sendiri. kesadaran masyarakat pun ikut mempengaruhi meningkatnya perkara Tata Usaha Negara. karena tingkat pendidikan yang meningkat tersebut yang menjadikan masyarakat semakin tahu jika terdapat hal-hal yang mengakibatkan hak-hak mereka yang dilanggar oleh pejabat administrasi dan akhirnya diperjuangkan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Pejabat sebagai penyelenggara pemerintahan harus memiliki kontrol yuridis agar dalam menetapkan beschikking tidak melanggar hak-hak masyarakat. sehingga menyebabkan hak-hak sebagian masyarakat dilanggar. maka bonafiditas dan kebersihan daripada pemerintahan/administrasi tidak akan tercapai. Asas-asas pemerintahan yang baik ini berfungsi untuk mencegah penyalahgunaan jabatan dan wewenang. Bilamana asas-asas hukum tersebut tidak dijunjung tinggi. maka sebelum diajukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara. yang bersih”. Sedangkan wilayah dan kota di Jawa Barat itu cukup banyak dan otomatis semua perkara yang ada di tiap kota mengenai Sengketa Tata Usaha Negara akan dilimpahkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. yakni Bandung. yang diajukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara itu. Seperti contohnya. yang dapat dibagi menjadi dua golongan atau kategori.

jenis sanksi administratif. terhadap pejabat yang bersangkutan dikenakan upaya paksa berupa pembayaran sejumlah uang paksa dan/atau sanksi administratif. 4. yang berbunyi. Dalam hal tergugat ditetapkan harus melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 ayat (9) huruf b dan huruf c. dan kemudian setelah 90 (sembilan puluh) hari kerja ternyata kewajiban tersebut tidak dilaksanakan. Salinan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. dikirimkan kepada para pihak dengan surat tercatat oleh panitera pengadilan setempat atas perintah ketua pengadilan yang mengadilinya dalam tingkat pertama selambat lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja. Pejabat yang tidak melaksanakan putusan pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diumumkan pada media massa cetak setempat oleh panitera sejak tidak terpenuhinya ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). agar pengadilan memerintahkan tergugat melaksanakan putusan pengadilan tersebut. 5. Dalam hal tergugat tidak bersedia melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 3. keputusan tata usaha negara yang disengketakan itu tidak mempunyai kekuatan hukum lagi. Apabila setelah 60 (enam puluh) hari kerja putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterima tergugat tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 97 ayat (9) huruf a. dan kepada lembaga perwakilan rakyat untuk menjalankan fungsi pengawasan.Untuk masalah sanksi yang diberikan kepada pejabat jika terbukti melakukan suatu kesewenang-wenangan dalam membuat keputusan ataupun beschikking adalah Sanksi jika kesalahan berasal dari dalam kepegawaian maka direhabilitasi. 2. 6. maka penggugat mengajukan permohonan kepada ketua pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 7. Namun jika kita melihat pasal 116 Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Di samping diumumkan pada media massa cetak setempat sebagaimana dimaksud pada ayat (5). jika mengenai hal lain maka (ketetapan) batal atau tidak sah. 1. ketua pengadilan harus mengajukan hal ini kepada Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintah tertinggi untuk memerintahkan pejabat tersebut melaksanakan putusan pengadilan. . dan tata cara pelaksanaan pembayaran uang paksa dan/atau sanksi administratif diatur dengan peraturan perundang-undangan. Ketentuan mengenai besaran uang paksa.

Dalam kenyataannya ternyata kedua lembaga tersebut menimbulkan permasalahan yakni menyangkut hal-hal sebagai berikut:   banyak  Belum adanya produk hukum yang mengatur tentang prosedur dan mekanisme cara pembayaran uang paksa maupun sanksi administratif Terhadap siapa uang paksa tersebut dibebankan. Keadaan ini tentunya akan sangat merugikan para pencari keadilan yang telah dinyatakan sebagai pemenang atau gugatannya dikabulkan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Oleh karena itu.Berdasarkan pasal 116 Undang-Undang No. apakah pada keuangan pribadi pejabat yang enggan melaksanakan putusan atau pada keuangan instansi pejabat Tata Usaha Negara. dalam arti tidak dapat dieksekusi. 51 Tahun 2009 dibentuk dua lembaga eksekusi yakni: (1) uang paksa (dwangsom) dan (2) sanksi administratif. sangat mendesak untuk dibuat aturan tentang hal-hal tersebut. Banyak putusan yang tidak dipatuhi oleh badan atau pejabat Tata Usaha Negara. . sehingga berdampak pada seluruh putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang telah berkekuatan hukum tetap. karena praktis lembaga eksekusi tersebut belum dapat diterapkan dengan maksimal. Disamping itu masih dapat pula diterapkan sanksi berupa pengumuman dalam media cetak terhadap pejabat yang enggan mematuhi putusan. Sanksi administratif apa yang dapat dijatuhkan kepada tergugat yang enggan melaksanakan putusan.

. atau kesadaran hukum masyarakat yang tinggi/rendah. Karenamenurut para hakim mengenaijumlah perkara yang masukiturelatif. ketiga cabang kekuasaan tersebut terbagi dalam delapan lembaga negara utama (primary organs). legislatif. diantaranya adalah Menciptakan pemerintah yang bersih.” Sehingga dalam menakar tindak administrasi negara ada 2 tolak ukur yang dapat digunakan yaitu peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang baik (Algemene Beginsellen van behoorlijk bestuur).Namun dari tahun ketahun cenderung mengalami peningkatan. Mencegah pejabat salah menerapkan UU/Peraturan yang telah dibuat. Namundariwawancara hakim yang sayalakukan. Banyak atau sedikitnya perkara menjadi tolak ukur pejabat berkualitas baik/buruk. sebagai drager van de rechten en plichten atau pendukung hak dan kewajiban. yang mana di dalam konstitusi Indonesia. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.Indana Nurfahmi 110110090341 Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara Analisis Untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dalam prakteknya pelaku cabang kekuasaan eksekutif disebut sebagai pemerintah (bestuur) atau pejabat administrasi negara yang merupakan subjek hukum. baik eksekutif. Mencegah pejabat dalam tugasnya tidak melampaui batas wewenang. b. maupun yudikatif. Dibentuknya Peradilan Tata Usaha Negara tentu memiliki maksud-maksud tertentu. Oleh karena itu dalam ketentuan Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang Nomor 51 tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dinyatakan bahwa ”alasan-alasan yang dapat digunakan dalam gugatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. belum ada kepastian mengenai banyak atau sedikitnya perkara yang masuk ke PTUN. Dalam teori trias politica oleh Montesqiue dikenal tiga (3) cabang kekuasaan. Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat itu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. harus ada tolak ukur berapa perkara yang masuk ke PTUN.

untuk mewujudkan Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi.Sebagai subjek hukum. baik dari sistem dan pelaksanaan pemerintahan. Tindakan hukum administrasi negara dalam lingkup wilayah kewenangan yang sangat luas. yang menurut H. Hal inilah yang menjadi pembahasan untuk melihat atau menakar sejauh mana tindak/perbuatan pejabat administrasi negara tersebut sesuai dengan nilai-nilai hukum dan keadilan masyarakat. Asas-asas umum pemerintahan yang baik merupakan jembatan antara norma hukum dan norma etika. pemerintah melakukan tindakan hukum administrasi (administratieve rechtshandeling). kepatutan. yaitu : 1. Asas-asas tersebut ada yang tertulis dan tidaktertulis. Pasal 1 (6) yaitu Asas Umum Pemerintahan Negara yang Baik adalah asas yang menjunjung tinggi norma kesusilaan. Pada awalnya dengan adanya kewenangan bagi administrasi negara untuk bertindak secara bebas dalam melaksanakan tugas-tugasnya maka ada kemungkinan bahwa administrasi negara melakukan perbuatan yang menyimpang dari peraturan yang berlaku sehingga merugikan masyarakat luas. Oleh sebab itu perlu adanya asas-asas untuk membatasi dari wewenang administrasi tersebut sehingga terhindar dari pelampauan wewenang. Di dalam UU RI No.Romeijn diartikan sebagai suatu pernyataan kehendak yang muncul dari organ administrasi dalam keadaan khusus yang dimaksudkan untuk menimbulkan hukum dalam bidang hukum administrasi.J. mengakibatkan banyaknya tindak pejabat administrasi negara yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dalam masyarakat. kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggara negara . dan norma hukum. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN. tolak ukur pemerintah atau pejabat administrasi Negara dalam bertindak adalah asas pemerintahan yang baik. Asas ini sebagai perwujudan pemerintahan yang baik. kolusi. Selain telah diatur dalam perundang-undangan. Asas Kepastian Hukum • adalah asas dalam rangka negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan. dan nepotisme. berikut ini adalah asas-asas yang perlu dilakukan oleh pemerintah dalam menjalankan pemerintahan.

ekonomi. Dalam hukum progresif. Hukum bukan sesuatu yang tertutup terhadap dunia luar (open logical system). Asas Tertib Penyelenggaraan Negara • adalah asas yang menjadi landasan keteraturan. Hukum harus mempunyai nurani hukum dalam menciptakan keadilan masyarakat. Asas Proporsionalitas • adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban penyelenggara negara 6. Hukum progresif memandang hukum sebagai kajian sosial yang berhubungan dengan politik. keserasian dan keseimbangan dalam pengendalian penyelenggaraan negara 3. Asas Keterbukaan • adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. hukum adalah untuk manusia bukan manusia untuk hukum. Asas Kepentingan Umum • adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif. Bila dikaitkan dengan pembuatan peraturan perundang-undangan. Asas Profesionalitas • adalah asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dimana dalam membuat peraturan tidak hanya terpaku pada undang-undang semata. akomodatif dan selektif 4. jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi.Menurut saya dengan . Hukum harus peka terhadap sesuatu yang terjadi di masyarakat. dapat digunakan teori hukum progresif dari Prof Satjipto Rahardjo.budaya dan sosiologi. golongan dan rahasia negara 5.2. tetapi juga memperhatikan aspek-aspek sosial dalam masyarakat.

masih banyak tingkat pendidikan masyarakat yang rendah sehingga tidak mengetahui adanya peradilan Tata Usaha Negara. ini juga berkaitan dengan banyaknya perkara yang masuk ke pengadilan Tata Usaha Bandung. Membahas mengenai kesadaran hukum masyarakat. ke . jika ada hakhak mereka yang dilanggar oleh pemerintah dalam melakukan kebijakan. dimana menurut beliau seharusnya Pengadilan Tata Usaha Negara ada di setiap kota/kabupaten. Namun dalam pelaksanaannya. bisa dikatakan sangat kurang. kesadaran masyarakat sangat berkaitan dengan tingkat pendidikan masyarakat tersebut. masih banyak menemui banyak kendala.penerapan hukum progresif ini dapat meminimalisir adanya sengketa antara masyarakat dengan pejabat administrasi Negara. sehingga lebih dekat dengan masyarakat apabila masyarakat memerlukan sarana untuk memperjuangkan nasib mereka. sehingga sangat sulit terjangkau oleh masyarakat yang berada di daerah. di Bandung contohnya. itu dikarenakan untuk memikirkan pemenuhan kebutuhan hidup saja mereka masih sulit. ini dikarenakan kesadaran hukum masyarakat yang masih sangat kurang. untuk melibatkan masyarakat lebih jauh dalam pembuatan peraturan undang-undang. Menurut pendapat saya pribadi. maka mereka tentu akan berusaha memperjuangkan nasib mereka dengan memperkarakan pemerintah yang bersalah tersebut Pengadilan Tata Usaha Negara. ini berkaitan dengan tindakan yang mnereka lakukan apabila diperlakukan kurang adil oleh pemerintah atau pejabat administrasi negara. kesadaran hukum masyarakat Indonesia secara umum masih kurang. karena hukum yang dibuat adalah sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh masyarakat. menurut para hakim kesadaran masyarakat masih kurang untuk melaporkan pejabat-pejabat yang bersalah. Hakim yang kami wawancarai pun berpendapat demikian. Pengadilan Tata Usaha Negara yang ada adalah untuk keseluruhan daerah Provinsi Jawa Barat. terlebih lagi secara khusus mengenai pengetahuan tentang Peradilan Tata usaha negara. apalagi memikirkan mengenai hukum. Msyarakat Indonesia pada umumnya yang hidup dibawah garis kemiskinan masih memiliki kesadaran akan hukum yang minim. apalagi masyarakat yang tinggal di daerah yang letaknya jauh dari pengadilan Tata Usaha Negara. kalau mereka memiliki kesadaran hukum yang baik.

Tetapi sering kali terjadi suatu golongan tertentu di dalam mayarakat tidak mengetahui atau kurang mengetahui tentang ketentuanketentuan hukum yang khusus bagi mereka. yaitu anggapan tentang apa yang baik dan apa yang harus dihindari. perturan-peraturan yang telah sah. Masyarakat mungkin menentang atau mungkin mematuhi hukum.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum. maka dengan sendirinya peraturan-peraturan tadi akan tersebar luas dan diketahui umum. karena kepentingan mereka terjamin pemenuhannya. Penghargaan atau sikap tehadap ketentuan-ketentuan hukum. Juga reaksi masyarakat yang didasarkan pada sistem nilainilai yang berlaku. berati bahwa masyarakat mengetahui isi dan kegunaan dari norma-norma hukum tertentu. yaitu sampai sejauh manakah suatu tindakan atau perbuatan yang dilarang hukum diterima oleh sebagian besar warga masyarakat.  Penghargaan terhadap ketentuan-ketentuan hukum. tetapi juga perlu diakui bahwa orang-orang yang memahami suatu ketentuan hukum adakalanya cenderung untuk mematuhinya. Ada juga suatu anggapan bahwa kepatuhan hukum disebabkan karena adanya rasa takut .  Pengakuan terhadap ketentuan-ketentuan hukum. Menurut Soerjono Soekanto secara singkat sebagai berikut :  Pengetahuan tentang kesadaran hukum Secara umum. Kepentingan para warga masyarakat tersebut lazimnya bersumber pada nilai-nilai yang berlaku. Salah satu tugas hukum yang penting adalah mengatur kepentingan-kepentingan para warga masyarakat.  Ketaatan masyarakat terhadap hukum. Pengakuan masyarakat terhadap ketentuan-ketentuan hukum. Artinya ada suatu derajat pemahaman yang tertentu terhadap ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku. dengan demikian sedikit banyak tergantung apakah kepentingan-kepentingan warga masyarakat dalam bidangbidang tertentu dapat ditampung oleh ketentuan-ketentuan hukum. Namun hal ini belum merupakan jaminan bahwa warga masyarakat yang mengakui ketentuan-ketentuan hukum tertentu dengan sendirinya mematuhinya.  Pentaatan atau kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan hukum.

 Indikator yang ketiga adalah sikap hukum Seseorang mempunyai kecenderungan untuk mengadakan penilaian tertentu terhadap hukum. Peraturan hukum yang dimaksud disini adalah hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis. indikator-indikator dari kesadaran hukum sebenarnya merupakan petunjuk yang relatif kongkrit tentang taraf kesadaran hukum. karena ingin memelihara hubungan baik dengan rekan-rekan sekelompok atau pimpinan karena kepentingannya terlindung. Dijelaskan lagi secara singkat bahwa :  Indikator pertama adalah pengetahuan hukum Seseorang mengetahui bahwa perilaku-perilaku tertentu itu telah diatur oleh hukum. yaitu dimana seseorang atau dalam suatu masyarakat warganya mematuhi peraturan yang berlaku.  Indikator yang keempat adalah perilaku hukum.pada sanksi. Ditambah lagi melibatkan masyarakat sebanyak mungkin dalam pembuatan peraturan-peraturan . pejabat administrasi juga harus menerapkan asas-asas pemerintahan yang baik di pemerintahan. misalnya adanya pengetahuan dan pemahaman yang benar dari masyarakat tentang hakikat dan arti pentingnya UU No. Perilaku tersebut menyangkut perilaku yang dilarang oleh hukum maupun perilaku yang diperbolehkan oleh hukum. karena cocok dengan nilai-nilai yang dianutnya. Jadi kesimpulannya para pejabat administrasi Negara harus bertindak sesuai dengan dasar hukum dalam membuat peraturan-peraturan.  Indikator kedua adalah pemahaman hukum Seseorang warga masyarakat mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai aturan-aturan tertentu. Menurut Soerjono Soekanto. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Karena kedua aspek ini harus saling diperbaiki agar meminimalisir jumlah perkara yang masuk ke PTUN. . apabila masyarakatnya sudah sadar hukum dan juga pemerintah atau pejabatnya telah bertindak sesuai dengan kewajibannya. atau meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.berdasarkan teori hukum progresif tersebut. masyarakat dapat mengkritisi apabila ada perbuatan pejabat yang melanggar hukum. kesadaran hukum masyarakat harus ditingkatkan. Selain sikap dan perilaku para pejabat yang perlu diperbaiki. Maka pemerintahan akan berjalan dengan baik. melalui Peradilan Tata Usaha Negara. dapat dilakukan dengan penyuluhan-penyuluhan hukum.

. Titik sasaran dari penyelenggaraan pemerintahan suatu Negara adalah untuk melayani rakyatnya agar rakyatnya sejahtera dan makmur. jadi peranan PTUN adalah untuk melindungi masyarakat yang kedudukan hukumnya lemah dari kesewenangwenangan pejabat TUN. 110110090343 Analisis tugas hukum acara peradilan tata usaha Negara Pendahuluan Dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan. PTUN merupakan lembaga yang melakukan kontrol yuridis terhadap perbuatan hukum pejabat TUN. Dengan adanya PTUN maka akan menciptakan birokrasi yang lebih baik sehingga terciptanya pemerintahan yang bersih karena PTUN merupakan lembaga penegakan administrasi Negara untuk menciptakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan umum. sehingga rakyat itu terlayani dengan baik. Kesalahan ini bisa terjadi karena prosedur hukumnya yang tidak sesuai dengan undang-undang atau karena isi dari keputusan tersebut merugikan masyarakat. sehingga tercapainya tujuan suatu Negara yang merupakan tujuan bersama rakyatnya. dengan harapan adanya perubahan keputusan yang lebih baik atau yang seharusnya sesuai dengan kepentingan rakyat.Rohmadoni N. Disinilah peran peradilan tata usaha Negara berjalan untuk menyelesaikan sengketa tata usaha Negara. Terkadang pejabat tata usaha Negara ini melakukan suatu kesalahan dalam mengeluarkan suatu keputusan atau kebijakan. Lalu bagaimanakah ketika keputusan yang dikeluarkan oleh pejabat tata usaha Negara merugikan kepentingan rakyatnya? Rakyat mempunyai hak untuk mengajukan gugatan terhadap keputusan pejabat tata usaha Negara yang merugikan kepentingannya. pejabat tata usaha Negara akan mengeluarkan keputusan. dan penetapan sesuai dengan wewenang yang melekat padanya agar jalannya pemerintahan suatu Negara itu lancar. antara lain seperti tadi yaitu keputusan yang dikeluarkan oleh pejabat tata usaha Negara tidak sesuai dengan prosedur hukum atau isinya merugikan kepentingan rakyat. kebijakan.

Peradilan Murni Administrasi Peradilan Murni Administrasi. Contoh : proses pencabutan perizinan. suatu . sehingga PTUN terlalu melihat sisi prosedur hukumnya (rechtmatigheid) bukan menitikberatkan pada isinya (doelmatigheid). sebagai akibat dari pada dikeluarkannya suatu Keputusan Tata Usaha Negara termasuk sengketa-Kepegawaian berdasarkan peraturan perudang-undangan yang berlaku” Sistem Peradilan Tata Usaha Negara a.9 tahun 2004: “Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara. pencabutan atas tanah. baik dipusat maupun di Daerah. Pengertian Peradilan Tata Usaha Negara Berdasarkan pasal 4 UU No.5 tahun 1986: “Sengketa tata usaha Negara adalah sengketa yang timbul dalam bidang Tata Usaha Negara antara orang atau Badan Hukum Perdata dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Padahal ranah administrasi itu tidak bisa dipaksakan terhadap asas legalitas. yakni apa yang kita kenal dengan Pengadilan Administrasi sebagai suatu lembaga tersendiri di ranah kekuasaan yudikatif. Peradilan Tata Usaha Negara adalah Peradilan yang diperuntukkan untuk menguji dan menilai tentang tindakan-tindakan tata usaha negara bila terjadi suatu pelanggaran hukum tentang kesewenang-wenangan pemerintah.Sayangnya Indonesia terlalu mengaplikasikan asas legalitas terhadap birokrasinya. karena sifatnya adalah pelayanan terhadap rakyat.” Jadi dapat disimpulkan bahwa. dan kita mengetahui bahwa kepentingan rakyat itu berbeda-beda sehingga asas manfaat lah yang mempunyai peranan dalam administrasi. Apakah yang dimaksud dengan Sengketa Tata usaha Negara? Berdasarkan pasal 1 butir 4 UU No.

atau diluar yang membuat keputusan Meneliti rechtmatigheid dan doelmatigheid dari keputusan administrasi Dapat mengganti. adanya suatu sengketa hukum yang dapat dirumus secara konkret 3.Badan Pengadilan Tata Usaha Negara selain memenuhi syarat-syarat sebagai badan pengadilan biasa. adanya paling sedikit 2 pihak yang bersengketa hukum 5. Badan Pengadilan Administrasi Semu Peradilan semu administrasi ini dikenal dengan sistem Quasi Rechtspraak. Badan pengadilan administrasi semu adalah suatu badan peradilan yang menangani perkara-perkara terlepas dari pengadilan biasa. salah satu diantara pihak-pihak yang bersengketa hukum harus administrasi Negara atau salah satu bagiannya (organ administrasi Negara yang bersangkutan) b. merubah atau meniadakan keputusan administrasi yang pertama Dapat memperhatikan perubahan-perubahan keadaan sejak saat diambilnya keputusan. Ciri-ciri perdailan semu administrasi:     Yang memutus perkara biasanya instansi yang secara hierarki lebih tinggi. harus ada ketentuan atau aturan hukum administrasi Negara (tertulis atau tidak) yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan sengketa hukum yang bersangkutan 6. dimana pejebat-pejabat Administrasi Negara mempunyai peranan. yakni: 1. dapat juga mempehatikan perubahan yang terjadi selama prosedur berjalan . peradilan dilakukan oleh pejabat Negara yang bersatus sebagi hakim. dan para anggota badan tersebut tidak mempunyai status sebagai hakim. adanya ketentuan atau aturan hukum (tertulis maupun tidak) yang dapat diterapkan 4. artinya: 2.

Freies Ermessen Freies Ermessen adalah kebebasan bagi pejabat administrasi Negara untuk melakukan tindakan tanpa harus terikat sepenuhnya pada UU yang dilaksanakan dalam rangka pelayanan public untuk kesejahteraan rakyat.. Panitia pada umumnya dibentuk pada setiap pelaksanaan suatu proyek pembangunan yang banyak menyangkut pembebasan tanah. di mana yang berwenang untuk memeriksa dan memutus suatu perkara atau sengketa di dalam bidang Administrasi adalah Instansi yang secara hierarkhis lebih tinggi atau instansi lain di luar instansi yang telah mengeluarkan kebijakan yang “bermasalah” tersebut. batas-batas kewenangan bebas tersebut. secara hukum a. walaupun merupakan badan diluar hierarki c. Panitia atau team khusus Ini merupakan suatu cara yang paling banyak digunakan dalam penyelsaian sengketa administrasi. menurut Sjahran Basah adalah: 1. secara moral kepada Tuhan YME 2. Badan yang memutus dapat dibawah pengaruh badan lain. d. Pejabat atau instansi atasan Sistem ini dikenal dengan sistem Administratief Beroep. batas atas tidak boleh bertentangan dengan peraturan yanglebih tinggi . yang digunakan di Belanda. transmigrasi dan lain sebagainya. Panitia khusus ini bertugas menangani dan menyelesaikan berbagai masalah perselisihan atau pengaduan yang timbul di dalam pelaksanaan dan operasi pemerintah/administrasi Negara.

padahal tanah tersebut tidak ada serta keputusan pejabat Negara yang merugikan kepentingan masyarakat dan beberapa hal lainnya tentang pelanggaran objek Tata Usaha Negara yang melanggar aturan aturan yang berlaku.b. ada pun beberapa masalah seperti kepegawaian. objek Tata Usaha Negara melanggar aturan-aturan yang berlaku. Hal ini mungkin disebabkan banyak penyelewengan administratif baik oleh pegawai itu sendiri pada bidang pertanahan dan perizinan yang berlaku. Dalam hal ini Perlindungan terhadap hak-hak warga negara merupakan salah satu pilar utama negara hukum. Mengenai selain hal-hal diatas hakim juga menyuruh kita untuk menganalisis Undang-Undang mengenai Peradilan Tata Usaha Negara. lalu perubahannya Undang-Undang No 9 Tahun 2004 dan menyikapi perubahan terakhir dari Undang-Undang No 51 Tahun 2009. Dan dalam wawamcara hakim juga menerangkan terdapat dua dasar utama yang menjadi dasar dalam gugatan Tata Usaha Negara. ada pun Undang-Undang No 5 Tahun 1986. Luas wilayah Bandung juga menyebabkan peningkatan perkara hukum Tata Usaha Negara di wilayah Bandung. tanah dan perizinan menjadi perkara yang paling banyak dipermasalahkan dibandingkan perkara lainnya. Yang pertama yaitu. Dari hasil wawancara bahwa diketahui dari tahun ke tahun laporan gugatan maupun perkara yang ada terus meningkat tiap tahunnya untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Keterkaitan analisis Hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara Bandung dengan hasil wawancara dengan hakim Peradilan Tata Usaha Negara Bandung. Salah satu bentuk perlindungan terhadap hak-hak warga negara adalah adanya Peradilan Tata Usaha Negara yang berwenang untuk menguji keputusan Badan/Pejabat TUN yang . dikarenakan peradilan Tata Usaha Negara Bandung hanya terletak di wilayah kota Bandung sedangkan untuk daerah sekitarnya hanya sedikit. Contohnya terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan. batas bawah peraturan yang dibuat atau sikap tindak administrasi Negara tidak boleh melanggar hak dan kewajiban asasi warga.

(13) asas penyelenggaraan kepentingan umum. (3) asas kesamaan dalam mengambil keputusan. Bagi setiap orang yang merasa kepentinganya dirugikan oleh adanya Keputusan Badan/Pejabat Tata Usaha Negara dapat mengajukan gugatan untuk melindungi hak-hak yang dimilikinya. (6) asas jangan mencapuradukan kewenangan. Adanya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004. (2) apa yang menjadi dasar pengujian KTUN oleh Hakim PTUN. (12) asas kebijaksanaan. (11) asas perlindungan atas pandangan hidup. (4) asas bertindak cermat. dianggap masih belum secara signifikan melindungi kepentingan masyarakat. (5) asas motivasi untuk setiap keputusan. Pembahasan makalah ini adalah dasar pengajuan gugatan pada Peradilan Tata Usaha Negara menurut Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004. Dan Peradilan Tata Usaha Negara menjalankan hal-hal yang sebelumnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986. Masalah dalam tulisan ini dirumuskan sebagai berikut: (1) apa yang dimaksud dengan ”kepentingan yang dirugikan”. Dan yang kedua adalah pelanggaran terhadap asas-asas pemerintahan yang baik. (10) asas meniadakan suatu keputusan yang batal. (2) asas keseimbangan. (8) asas keadilan atau kewajaran. Ada pun beberapa Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (the general principles of good government (AAUPB) yang telah memperoleh tempat dalam peraturan perundang-undangn dan yurisprudensi di Belanda dan dikembangkan oleh ilmu hukum yaitu: (1) asas kepastian hukum. (7) asas permainan yang layak. Asas keseimbangan (principle proportionality) menghendaki proporsi yang wajar dalam penjatuhan hukuman terhadap pegawai yang melakukan kesalahan. memberi perubahan bagi kemajuan hukum yang melindungi kepentingan individu sebagai warga negara. Asas kesamaan dalam mengambil keputusan (principle of .dianggap merugikan kepentingan masyarakat. Asas kepastian hukum (principle of legal security) menghendaki dihormatinya hak yang telah diperoleh seseorang berdasarkan suatu Keputusan Badan/Pejabat administrasi Negara. (9) asas menanggapi pengharapan yang wajar.

. pemerintah selalu mengutamakan kepentingan umum. adil. pemerintah dapat mengambil tindakan yang sama. pemerintah dapat bersandar pada alasan atau motivasi yang bersifat benar.equality)menghendaki agar dalam menghadapi kasus yang sama. Asas kebijaksanaan (sapientia) menghendaki agar dalam melaksanakan tugasnya. Asas tidak mencampuradukan kewenangan (principle of non misuse of competence) menghendaki agar pemerintah dalam mengambil keputusan tidak menggunakan kewenangan atas kekuasaan diluar maksud pemberian kewenangan itu. Asas motivasi (principle of motivation) menghendaki agar dalam mengambil keputusan. Asas permainan yang layak (principle of fair play) menghendaki agar pemerintah dapat memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga masyarakat untuk mendapatkan informasi yang adil dan benar. Asas menanggapi pengharapan yang wajar (principle of meeting raised expectation) menghendaki agar tindakan pemerintah dapat menimbulkan harapan-harapan yang wajar bagi yang berkepentingan. Asas penyelenggaraan kepentingan umum (principle of public service) menghendaki dalam penyelenggaraan tugasnya. Asas keadilan/kewajaran (principle of ressonableness or prohibition of arbitratiness)mengehendaki agar dalam melakukan tindakan. Asas meniadakan akibat suatu keputusan yang batal (principle of undoing the consequences of an annulled decission) menghendaki agar jika terjadi pembatalan atas suatu keputusan maka akibat dari keputusan yang dibatalkan itu harus dihilangkan sehingga orang yang terkena harus diberikn ganti rugi atau rehabilitasi. Asas bertindak cermat (principle of carefulness)menghendaki agar pemerintah senantiasa bertindak secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian bagi warga masyarakat. pemerintah diberi kebebasan untuk melakukan kebijaksanaan tanpa harus selalu menunggu instruksi. Asas perlindungan atas pandangan hidup (principle of protecting the personal way of life) menghendaki agar setiap pegawai negeri diberi kebebasan atau hak untuk mengatur kehidupan pribadinya sesuai dengan pandangan (cara) hidup yang dianutnya. tidak berlaku sewenangwenang atau berlaku tidak wajar. dan jelas.

sehingga menyebabkan hak-hak sebagai masyarakat dilanggar. Tujuannya seperti penijauan awal. menurut wawancara dengan Hakim kedua hal diatas dapat digugat dalam Peradilan Tata Usaha Negara sesuai hal-hal dan ketetuan yang berlaku tersebut. sebelum diajukan ke Peradilan Tata Usaha Negara. Peningkatan kesadaran tersebut merupakan hal positif yang dapat mengurangi pelanggaran hak-hak masyakat serta ditandai tingkat pendidikan yang bertambah Wawancara berikutnya mengenai terjadinya apabila sengketa antar lembaga negara. untuk mencari kesalahannya terdahulu sebelum dibawa kedalam gugatan Peradilan Tata Usaha Negara. apabila kesalahan bisa diselesaikan diawal admnistratif tak perlu dibawa ke tingkat Peradilan Tata Usaha Negara. Kesadaran hukum masyarakat tersebut tergantung tingkat pendidikan. Lalu hasil wawancara berikutnya adalah ketidakcermatan pejabat dalam melakukan beschikking. intinya ada pada kepentingan. sehingga beschikking tersebut dapat ditinjau lagi oleh Hakim Peradilan Tata Usaha Negara untuk dilihat pelanggaran yang terjadi Hasil wawancara yang berikutnya adalah Pejabat mengeluarkan beschikking berdasarkan peraturan.Jadi. Lalu dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat semakin meningkat mengenai Peradilan Tata Usaha Negara. Pejabat sebagai penyelenggara pemerintahan harus memiliki kontrol yuridis agar dalam menetapkan beschikking tidak melanggar hak-hak masyarakat. . Hal ini sebenernya diperbolehkan oleh lembaga atau instansi yang terkait. mengajukan keberatan terlebih dahulu pada badan administratif. karena tingkat pendidikan yang meningkat tersebut masyarakat dari tahun ke tahun semakin tahu apabila ada hak-hak mereka yang dilanggar maka dapat diperjuangkan di Peradilan Tata Usaha Negara. karena melanggar asas-asas pemerintahan yang baik. Pejabat tersebut melakukan sebuah beschikking yang merugikan masyarakat. Jadi pelanggaran tersebut dapat digugat ke Peradilan Tata Usaha Negara.

Lalu hasil wawancara yang terakhir mengenai sanksi kalo dalam kepegawaian direhabilitasi. Prof.51 Tahun 2009 www. DAFTAR PUSTAKA        Atmosudirjo. “Hukum Administrasi Negara”. Sanksi dalam kepegawaian dapat ditinjau dalam Peradilan Tata Usaha Negara yang terjadinya kesalahan sehingga dapat diperbaiki.com/doc/.5 Tahun 1986 UU No. UU No. kalo mengenai hal lain batal atau tidak sah..scribd. catatan ke 10.. Ghalia Indonesia.wordpress.com/2010/04/27/hukum-acara-peradilan-tatausaha-negara/ Catatan kuliah bapak Abi Ma’ruf .9 Tahun 2004 UU No. Prajudi./PTUN-Dan-Good-Governance http://dewaarka.

M.H di pengadilan tata usaha negara di bandung yaitu mengenai peningkatan jumlah perkara yang masuk ke peradilan tata usaha negara apakah menandakan buruknya kinerja pejabat pemerintahan ataukah karena kesadaran masyarakat akan hukum telah meningkat atau malah sebaliknya dimana terjadi penurunan jumlah perkara yang masuk ke pengadilan tata usaha negara dengan asumsi bahwa hasil tersebut dikarenakan oleh baiknya kinerja pejabat atau karena kurangnya kesadaran masyarakat akan hukum. salah satu contohnya adalah terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan. kenaikan jumlah perkara yang masuk ke pengadilan tata usaha bandung dapat diartikan karena sudah mulai tingginya angka kesadaran dari masyarakat tentang hukum. padahal tanah tersebut tidak ada. Dua dasar utama yang pada umumnya menjadi dasar gugatan dalam tata usaha negara adalah : 1.Nama : Handrey Pramana NPM : 11011009045 Tugas Wawancara Hukum Acara Tata Usaha Negara. Objek tata usaha negara melanggar aturan-aturan yang berlaku. dengan demikian diharapkan dapat membantu pengadilan tata usaha negeri bandung untuk menyelesaikan perkara-perkara yang semakin meningkat dari tahun ke tahun tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan pada salah satu hakim. Jika dilihat dari pertanyaan diatas. sehingga menyebabkan hak-hak masyarakat dilanggar. bapak Hujja Tulhaq S. Kebanyakannya perkara yang masuk ke pengadilan tata usaha di bandung berasal dari daerah-daerah yang disebabkan oleh luasnya wilayah di jawa barat. . Kemudian terdapatnya pelanggaran asas-asas pemerintah yang dilanggar.H. kepegawaian. dapat kita tarik kesimpulan bahwa masuknya perkara pengadilan tata usaha bandung relative meningkat dari tahun ke tahun terutama mengenai masalah tanah. 2. selain itu juga didukung oleh ketidak cermatan pejabat dalam melakukan beschikking. dan perizinan. untuk menanggulangi masalah tersebut timbulah wacana untuk membangun peradilan tata usaha di daerah-daerah untuk membantu menyelesaikan perkara di daerah tersebut.

Keadaan PTUN yang dapat dikatakan seperti tidak memiliki taji ini bukan hanya dikarenakan aturan eksekusi yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya namun juga dikarenakan keadaan birokrasi yang ada di Indonesia membuat para aparatur negara “terbiasa” dengan keadaan yang seperti itu dan tidak menghiraukan hal-hal lain selain kepentingan pihak-pihak tertentu. Dengan penjelasan dan pembahasan faktor-faktor yang ada seperti yang dikemukakan diatas dapat di ambil beberapa kesimpulan. di Indonesia efektifitas dari efek jera lebih menimbulkan dampak psikologis di banding hanya memberikan sanksi administratif bagi orang-orang yang terlibat dalam suatu permasalahan. apakah mungkin terjadi perkara tata usaha negara diantara lembaga-lembaga pemerintahan. tercatat bahwa pada tahun :     Tahun 2009 terdapat 84 kasus Tahun 2010 terdapat 107 kasus Tahun 2011 terdapat 130 kasus Dan 3 bulan awal tahun 2012 terdapat 33 kasus tata usaha negara Dimana setiap tahunnya tidak diketahui dengan pasti pihak penggugat atau tergugat yang memenangkan kasus yang masuk ke pengadilan tata usaha bandung.  .  Bahwa PTUN penting dan masih dibutuhkan di Indonesia namun dengan catatan dalam melakukan eksekusinya perlu dilakukan penguatan fundamental baik dalam tata cara atau pun sanksi karena bila di lihat dari sudut pandang efektifitas. hal ini menurut bapak Hujja Tulhaq sangat dimungkinkan untuk terjadi. Kemudian timbul pertanyaan mengenai. kesadaran hukum masyarakat ini dapat dilihat dari latar belakang pendidikan dimana kepedulian masyarakat terhadap pendidikan semakin tinggi sehingga masyarakat tahu apabila hakhak mereka dilanggar oleh pejabat pemerintahan maka dapat diperjuangkan di peradilan tata usaha. untuk itu pejabat sebagai penyelenggara pemerintahan harus memiliki kontrol yuridis supaya dalam menetapkan beschikking tidak melanggar hak-hak masyarakat. Pejabat yang mengeluarkan beschikking harus berdasarkan peraturan.Dari data yang di keluarkan oleh pengadilan tata usaha di bandung. inti nya adalah pada kepentingan. Pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah dalam beschikking mengakibatkan banyaknya gugatan ke pengadilan tata usaha bandung. dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat semakin meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya mengenai pengadilan tata usaha negara.

   PTUN sebenarnya memiliki peran penting dalam pengawasan pembangunan nasional sebagai fungsi kontrol terhadap para administrasi negara. para administrasi negara benar-benar berdasarkan apa yang di maknakan dalam UUD 1945. Dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat di lihat secara jelas apakah perkara di PTUN setiap tahunnya turun secara konsisten karena perkara yang terdapat di PTUN terkadang turun di tahun sebelumnya lalu meningkat dan akhirnya turun lagi di tahun ke-3. . Baik masyarakat maupun pihak pemerintah memiliki kesadaran hukum yang tinggi karena tidak jarang para penyalahgunaan wewenang dan jabatan sendiri disebabkan “permintaan” dari pihak masyarakat yang ingin menempuh waktu yang relatif singkat untuk mendapatkan sesuatu sehingga apabila tidak ada permintaan maka aparatur negara sendiri akan malu untuk menawarkan suatu yang sifatnya negative. dimana setiap hal yang dia lakukan guna mencapai kesejahteraan rakyat sesuai dengan tujuan pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 dimana memajukan kesejahteraan umum dan menciptakan keadilan sosial. Para birokrat yang seharusnya memperbaiki mental dan dalam hal ini seharusnya bukan dilakukan secara evolusi namun lebih tepat digunakan cara revolusi karena butuh suatu gebrakan yang jelas dari pemerintah dalam menunjuk para pejabat negara yang kredibel dan kompeten serta memiliki mental yang baik sehingga dalam melaksanakan tugasnya. Keadaan yang seperti ini sebenarnya bukan lah indikator utama dalam menentukan apakah bila kasus yang terjadi di PTUN berkurang memiliki arti bahwa para aparatur negara telah menjadi lebih baik. Selama masyarakat bukan objek utama dari pembangunan maka dapat di katakan bahwa aparatur negara tidak berubah menjadi lebih baik dan telah memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Indikator utama apakah aparatur negara telah berubah menjadi lebih baik dan memiliki kesadaran hukum yang tinggi dapat di lihat dari proses pembangunan nasional yang berorientasi kepada masyarakat. di mana masyarakat adalah objek utama dari pembangunan. Aparatur negara yang baik adalah aparatur negara yang perannya sebagai pelaksana pembangunan nasional memiliki mentalitas “kerakyatan”.

.Segala hal yang telah di kemukakan diatas pada dasarnya menciptakan suatu kesimpulan utama di mana seharusnya aparatur negara dan masyarakat bersama-sama dan berdampingan dalam melakukan pembangunan nasional dengan meningkatkan kesadaran hukum masing-masing pihak dan juga memperbaiki sikap serta mental dari masing-masing pihak sehingga timbul apa yang dinamakan masyarakat yang “sadar hukum” serta aparat yang “ sadar hukum” dan semua hal ini bermuara kepada hal utama yaitu mental tiap-tiap individu.

penyusununan kata kata perihal sumpah.syarat syarat profesi pengangkatan partisi peradilan .namun secara absolut.MH.Nama : Firman Rahmadi NPM : 110110090346 Wawancara dan analisis Hasil wawancara Hakim Hujja Tulhaq.dimana harus ada koneksi .Perubahan ini mencakup bentuk adaptasi dan penyesuaian akan dinamika sosial dan hukum dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap masalah tata usaha negara.memang pada dasarnya dalam praktek tetap masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.jika kita melihat dari 2 perspektif yaitu .diantaranya mengenai beberapa istilah /kata kata secara lebih efisien yang digunakan dalam penyebutan partisi/organ peradilan .adanya beberapa ketentuan baru terhadap jabatan perwakilan pengadilan mulai dari pengangkatan hingga sistematika bekerjanya.Dari perkembangan landasan hukum ini baru kita dapat berangkat pada wujud kompetensi peratun itu sendiri. SH.Apalagi sebagai mahasiswa hukum. Dari Wawancara yang kelompok kami lakukan terhadap bapak hakim peratun Hujja Tulhaq .secara relatif keadaan faktualnya sudah sesuai dengan wilayah hukumnya dan tidak ada intefensi ataupun tumpang tindih peradilan dalam ruang lingkup peradilan peratun di Bandung.pertimbangan undang-undang dalam menyikapi gugatan.maka hal tersebutlah yang menjadi permasalahan.sudah seharusnya kita memahami dengan baik sejarah dan perkembangan hukum peratun nasional. Tentunya harus kita lihat beberapa perbedaan penting antara UU Peratun yang lama dan yang baru .bapak hakim Hujja Tulhaq mengatakan bahwa kita sebagai warga negara Indonesia wajib memahami esensi daripada perubahan tersebut dan mampu menyerap nilai nilai dan poin penting yang berguna untuk berpartisipasi meningkatkan stabilitas dan perkembangan eksistensi hukum peratun itu sendiri dalam pelaksanaannya di lapangan.kami berhasil mendapatkan beberapa poin penting dari penjelasan yang diberikan beliau diantaranya sebagai berikut : Seperti yang kita ketahui bahwa dasar landasan konstitusional peradilan tata usaha negara telah mengalami beberapa kali perubahan dari masa ke masa : UU no 5 tahun 1986 >> UU no 9 tahun 1004 >> UU no 51 tahun 2009 Perubahan ini sangatlah esensial dalam pelaksanaan peradilan tata usaha negara.secara perlahan kita semua dapat melihat .tinjauan kompetensi absolut dan juga relatif.Berangkat dari sejarah perubahan ini.

Beliau juga mengatakan bahwa jumlah perkara di PTUN Bandung ini relatif meningkat dari tahun ke tahun. Dalam melihat suatu perkara TUN.  obyektifitas dalam menilai kepentingan para fihak yang bersangkutan.sehingga menyebabkan bertentangannya beberapa kepentingan masyarakat. masuk akal dan adil.hal tersebut bukanlah jaminan akan terciptanya kehidupan yang selaras dengan hukum yang ada.  Memberikan pertimbangan hukum yang benar.Walaupun dapat dikatakan tingkat intelektualitas masyarakat dari tahun ke tahun meningkat (terutama tingkat kesadaran dan pemahaman hukum dalam berkehidupan) . Asas-asas pemerintahan yang baik dilanggar Macam asas-asas pemerintahan yang baik adalah sebagai berikut :  Kecepatan dalam menangani masalah atau memutuskan perkara. . : Contoh. Objek TUN melanggar aturan-aturan yang berlaku.  Larangan untuk menyatakan suatu peraturan hukum atau ketentuan lain secara berlaku surut.tidak jarang kasus yang berlarut larut tidak kunjung selesai karena adanya praketek KKN didalamnya ataupun adanya ketidakcermatan para pejabat negara dalam mengeluarkan ketetapan (beschikking).harus ada peningkatan kualitas dalam proses tinjauan yuridis terhadap segala ketetapan yang ada dan terselenggara dalam sistem hukum Indonesia.  Keadilan (fair play).Adanya permasalahan yang semakin kompleks ini semakin banyak dan terjadi di dalam masyarakat seiring dengan dinamika sosial dan perkembangan akan kepentingan hukum yang semakin tinggi dimasyarakat.  Tidak mengecewakan kepercayaan (trust) yang telah ditimbulkan oleh perilaku atau kata-kata yang diucapkan pejabat atau hakim. . 2. terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan.Terlepas dari hal tersebut. Oleh karena itu dalam perkembangan kedepannya .kita dapat melihat banyak permasalahan ini dilihat dari kompetensi daripada badan peradilan PTUN sendiri. Di PTUN Bandung ini. dan perizinan. padahal tanahtersebut tidak ada.yang baik antar partisi peratun untuk menindak tegas segala sikap dan tindakan yang berbau KKN dalam ruang lingkup peradilan tata usaha negara ini. perkara yang masuk berasal dari berbagai daerah karena disebabkan oleh cukup luasnya wilayah Bandung.Itu semua tetap bergantung pada moril yang ada dalam individu masing-masing masyarakatnya.  Kesamaan dalam memutus perkara atau menyelesaikan hal yang sama. terutama masalah tanah.ada dua dasar utama yang menjadi dasar dalam suatu gugatan TUN yaitu : 1.  Penilaian yang seimbang antara kepentingan-kepentingan berbagai fihak yang terkait. kepegawaian.

Isi Gugatan Gugatan lazimnya memuat identitas para pihak. Hal yang paling pokok yang harus dimuat dalam gugatan adalah dasar gugatan dan hal yang diminta untuk diputuskan pengadilan. baik hukum acara TUN maupun hukum acara perdata menganut asas bahwa gugatan diajukan kepada pengadilan yang berwenang. Baik UU Nomor 5 Tahun 1986 maupun HIR mengharuskan penggugat untuk membayar uang muka biaya perkara dalam mengajukan gugatan. Pendaftaran Perkara Setelah surat gugatan dibuat dan dianggap cukup. Menjamin kepastian hukum. yang daerah hukumya meliputi tempat kedudukan atau tempat tinggal tergugat. Pemanggilan Para Pihak Pemanggilan kepada para pihak akan dilakukan setelah gugatan dianggap cukup lengkap dan sempurna.hal ini juga dilihat dalam sistem acaranya yang memiliki beberapa persamaan dan juga perbedaan dengan hukum acara perdata yakni : Pengajuan Gugatan Pada asasnya. pengadilan menentukan hari dan jam sidang di pengadilan. maka gugatan tersebut diajukan ke pengadilan yang berwenang.  Tidak melampaui kewenangan dan/atau menggunakan kewenangan yang Dalam pemahaman lebih lanjut. serta telah ditetapkan hakim yang akan memeriksa dan memutus perkara tersebut. . Penetapan Hari Sidang Setelah surat gugatan didaftarkan dalam buku daftar perkara dan telah dianggap cukup lengkap. Asas ini dikenal dengan Actor Sequitur Forum Rei.kita dapat melihat bahwa kasus yang ada pada ruang lingkup PTUN tak lepas atau dekat dengan permasalahan hukum perdata.

Pengikutsertaan Pihak Ketiga Selama pemeriksaan perkara berjalan. selanjutnya persidangan ditutup untuk diadakan musyawarah guna pengambilan putusan. Prinsip yang dianut baik dalam hukum acara TUN maupun hukum acara perdata adalah siapa yang mendalilkan sesuatu. para pihak dapat diwakili atau didampingi oleh seorang kuasa atau beberapa orang kuasa. yang terdiri atas 3 orang hakim. maka hakim sesudah menyatakan menunda sidangnya sampai pada hari tertentu. setiap orang yang berkepentingan dalam sengketa dengan pihak lain yang sedang diperiksa oleh pengadilan. Lazimnya. Putusan Pengadilan Setelah hakim berkesimpulan bahwa pemeriksaan perkara yang dilakukan telah dianggap cukup dan pihak yang berperkara menyatakan tidak akan mengajukan sesuatu lagi. . Pemberian kuasa ini dapat dilakukan sebelum atau selama perkara diperiksa. baik UU Nomor 5 Tahun 1986 maupun HIR menempuh prosedur pemeriksaan dengan majelis hakim. yang kebenarannya dibantah oleh pihak lain. dialah yang harus membuktikannya. hal-hal yang harus dibuktikan adalah semua peristiwa serta hak yang dikemukakan oleh salah satu pihak.Pemberian Kuasa Apabila dikehendaki. Pemeriksaan Perkara Setelah para pihak dipanggil untuk datang pada hari dan tempat yang telah ditentukan. Pembuktian Pada prinsipnya. maka dimulailah pemeriksaan di depan sidang pengadilan. baik atas prakarsa sendiri dengan mengajukan permohonan maupun atas prakarsa hakim dapat masuk sebagai pihak ketiga (intervenient) yang membela haknya atau peserta yang bergabung dengan salah satu pihak yang bersengketa.

apabila gugatan tersebut diajukan setelah lewat dari 90 hari. yang telah dipanggil dengan patut. Hukum acara perdata mengenal putusan tanpa hadirnya tergugat atau verstek. Fungsi pemeriksaan persiapan adalah untuk melengkapi gugatan yang kurang jelas. yang menurut Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1986 memberikan kewenangan kepada ketua pengadilan untuk memutuskan dengan suatu penetapan yang dilengkapi dengan pertimbangan-pertimbangan bahwa suatu gugatan yang diajukan kepada pengadilan dinyatakan tidak diterima atau tidak berdasar. yang dihitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya keputusan TUN. Keputusan verstek ini dijatuhkan biasanya karena tergugat tidak diketahui tempat kediaman atau tempat kedudukannya. Rapat Permusyawaratan Rapat permusyawaratan adalah suatu prosedur khusus dalam hukum acara TUN. Putusan Verstek Putusan verstek adalah putusan pengadilan yang dijatuhkan tanpa kehadiran pihak tegugat. Pemeriksaan Persiapan Proses pemeriksaan dengan acara biasa dalam hukum acara TUN juga agak berbeda dengan proses pemeriksaan menurut hukum acara perdata. maka pengadilan tidak akan menerima gugatan tersebut. sebelum pokok perkaranya diperiksa. . Hal ini berarti. Rapat permusyawaratan adalah suatu prosedur penyelesaian perkara yang disederhanakan (vereenvoudigde behandeling atau dismissal procedure).Dalam Perbedaannya dapat kita lihat dengan jelas dalam beberapa poin berikut ini : Tenggang Waktu Pengajuan Gugatan Dalam hukum acara TUN pengajuan gugatan dapat dilakukan hanya dalam tenggang waktu 90 hari. yang tidak dikenal dalam hukum acara perdata. Dalam hukum acara TUN dikenal adanya pemeriksaan persiapan sebelum diadakan pemeriksaan terhadap pokok sengketa.

Lainnya tidak berwenang. dua tahun. Gugat rekonvensi merupakan suatu hak istimewa yang diberikan oleh hukum acara perdata kepada penggugat untuk mengajukan suatu kehendak untuk menggugat dari pihak tergugat terhadap pihak penggugat secara bersama-sama dengan gugat asal. hukum acara TUN. Dalam hukum acara perdata tidak dikenal prosedur pemeriksaan perkara dengan acara cepat. terjadi juga pemeriksaan perkara dengan hakim tunggal. bisa saja penyelesaian suatu perkara memakan waktu bertahun-tahun. hukum acara TUN juga mengenal pemeriksaan perkara dengan acara cepat. ada perkara-perkara tertentu yang memerlukan adanya prosedur pemeriksaan yang dipercepat. Karena itu. Hal ini dapat dilihat dalam Pasal 72 ayat (1) UU Nomor 5 Tahun 1986. Mengapa pembuat UU membuka kemungkinan dilakukannya pemeriksaan perkara dengan acara cepat? Karena. Pemeriksaan Acara Cepat Disamping pemeriksaan perkara dengan acara biasa. . Gugat Rekonvensi Dalam hukum acara perdata dikenal suatu istilah yang disebut gugat rekonvensi atau gugat balasan atau gugat balik. satu tahun. tetapi prosedurnya tetap menggunakan prosedur biasa. Sehubungan dengan hal ini. yang tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 1986 tidak mengenal apa yang disebut gugat rekonvensi atau gugat balasan atau gugat balik ini. Kemungkinan bisa setengah tahun. atau bahkan lebih. Dalam perkara perdata. apabila setiap perkara harus diperiksa dengan acara biasa akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Peradilan TUN hanya berwenang mengadili keputusan TUN saja.Sedangkan hukum acara TUN tidak mengenal putusan yang dijatuhkan tanpa kehadiran tergugat atau verstek. rasio kenapa hukum acara TUN tidak mengenal prosedur gugat rekonvensi barangkali bisa dikaitkan dengan kompetensi Peradilan TUN. Memang. artinya tidak ada percepatan proses pemeriksaan dan pengmbilan putusan. Apabila kita teliti.

dalam hukum acara perdata dikenal adanya upaya-upaya pemaksa agar suatu putusan pengadilan dilaksanakan oleh pihak yang dikalahkan. yang bertugas melaksanakan putusan hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pelaksanaan Putusan Pengadilan Berbeda dengan hukum acara perdata. alat bukti mana saja yang diutamakan untuk dipergunakan dalam pembuktian 4.  Pelaksanaan Putusan Pengadilan o Pada prinsipnya. Pelaksanaan putusan pengadilan dilakukan atas perintah ketua pengadilan yang mengadilinya dalam tingkat pertama. dalam hukum acara TUN pelaksanaan (eksekusi) putusan pengadilan yang sudah memperoleh kekuatan hukum tetap tidak dilakukan oleh atau melalui jurusita. siapa yang harus dibebani pembuktian. yakni suatu ajaran pembuktian bebas dalam rangka memperoleh kebenaran material. hakim TUN bebas untuk menentukan : 1. putusan pengadilan baru boleh dilaksanakan setelah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dalam hukum acara perdata terdapat petugas jurusita. kekuatan pembuktian bukti yang telah diajukan Umumnya. apa yang harus dibuktikan 2. sistem pembuktian yang dianut dalam hukum acara TUN adalah sistem vrij bewijsleer. Dalam hukum acara TUN. hal apa yang harus dibuktikan oleh para pihak yang berperkara dan hal apa saja yang harus dibuktikan oleh hakim sendiri 3. Selain itu. . dengan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi dalam pemeriksaan tanpa bergantung pada fakta dan hal yang diajukan oleh para pihak.Pembuktian Ada perbedaan antara sistem hukum pembuktian dalam hukum acara TUN dengan hukum acara perdata. melainkan putusan tersebut disampaikan dengan surat tercatat.

ketetapan dan keputusan hukum (dalam konteks ini peratun) menjadi lebih efisien transparan dan mampu menyelesaikan dan menekan angka sengketa hukum kedepannya .seperti pidana ataupun perdata.karena seperti yang kita ketahui bahwa pada dasarnya hukum tanpa kekuasaan adalah angan-angan belaka.Segala permasalahan hukum yang ada pada dasarnya tetap bergantung pada negara sebagai otoritas /pemerintahan.Dari perbandingan tersebut dapat diketahui garis besar penting antara acara perdata dan peratun.dan dari semua pemahaman dari hasil wawancara dan analisis ini dapat saya simpulkan bahwa pada dasarnya peradilan tata usaha negara memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga stabilitas hukum nasional dan penghubung antara banyak bidang hukum lain .namun yang jadi permasalahan adalah bagaimana mewujudkan pemerintahan yang baik sehingga dapat menjalankan segala kebijakan.

Sedangkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara sebagai Pengadilan Tingkat Kedua. . Kepastian negara dalam menjalankan fungsi untuk mensejahteraka rakyat dan kepentingan rakyat akan hakhaknya. dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara. Sebagai Pengadilan Tingkat Pertama. Menurut Prajudi Atmosudirjo. Pengadilan Tata Usaha Negara merupakan sebuah lembaga peradilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara yang berkedudukan di ibu kota kabupaten atau kota. Nicolai dan kawan. tujuan peradilan administrasi adalah mengembangkan dan memeliharaan administrasi negara yang tepat menurut hukum (rechtmatig) atau tepat menurut Undang-undang atau tepat secara fungsional dan atau berfungsi efisien. Peradilan Tata Usaha Negara ini pada dasarnya menegakkan hukum publik. Pengadilan Tata Usaha Negara berfungsi untuk memeriksa. memutus. Menurut P. sarana penegakan hukum administrasi negara berisi pengawasan bahwa organ pemerintahan dapat melaksanakan ketaatan pada atau berdasarkan UU yang ditetapkan secara tertulis dan pengawasan terhadap keputusan yang meletakan kewajiban kepada individu dan penerapan kewenangan sanksi pemerintahan. yakni hukum administrasi. 5 tahun 1989 pasal 4. Selain itu tujuan peradilan administrasi untuk memberikan pengayoman dan kepastian hukum bagi rakyat dan negara.kawan. Pengadilan Tata Usaha Negara dibentuk melalui Keputusan Presiden dengan daerah hukum meliputi wilayah Kota atau Kabupaten. Peradilan Tata Usaha Negara meliputi Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.Nama : NPM : Veronica Apriani Suwandy 110110090347 Peradilan Tata Usaha Negara merupakan lingkungan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung yang melaksanakan kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara seperti yang tercantum dalam Undangundang No.

SH. Hal ini ternyata memang benar adanya setelah saya cross check melalui web Pengadilan Tata Usaha Bandung http://ptun-bandung.Maret 2012 129 107 94 32 2009 2010 2011 2012 (sampai Maret 2012) Jika dilihat. peningkatan jumlah perkara yang masuk ke PTUN disebabkan karena ketidakcermatan para pejabat dan kesadaran masyarakat akan hukum juga semakin meningkat sekarang ini. MH. Apakah karena kinerja pejabat pemerintah tersebut sangat buruk ataukah karena memang kesadaran hukum masyarakat meningkat.html bahwa sejak tahun 2009 hingga tahun ini jumlahnya semakin meningkat seperti yang telah saya gambarkan dibawah ini: 140 120 100 80 60 40 20 0 Jumlah Perkara yang Masuk di PTUN Bandung Tahun 2009. Menurut hakim PTUN Hujja Tulhaq. apalagi di tahun 2012 ini. dalam jangka waktu 3 bulan. . Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan. hakim mengatakan bahwa perkara yang masuk ke PTUN semakin meningkat.id/info-perkara/statistik-perkara.Berdasarkan hasil wawancara yang kelompok kami lakukan. peningkatan jumlah perkara yang masuk di PTUN ini memang signifikan. perkara yang masuk saja sudah mencapai 32 kasus. . Apa yang menyebabkan banyak sekali perkara yang masuk ke dalam PTUN sampai saat ini.go.

Asas keadilan dan kewajaran 9. salah satu faktor terjadinya peningkatan ini adalah karena ketidakcermatan pejabat dan ketidak cermatan ini berhubungan langsung dengan Asas. Asas penyelenggaraan kepentingan umum Secara resmi. Asas profesionalitas 5. Asas menanggapi pengharapan yang wajar 10. Kuntjoro Purbopranoto dalam bukunya yang berjudul “ Beberapa Catatan Hukum Tata Pemerintahan dan Peradilan Administrasi Negara” menguraikan asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam Bab 1 paragraf F dengan sub Judul “Dasar. Asas bertindak cermat 5. Asas kepastian hukum 2. Asas perlindungan atas pandangan hidup (cara hidup) pribadi 12. Asas jangan mencampur adukkan kewenangan 7. Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik ini.dasar atau asas-asas umum pemerintahan yang baik “ (general principle of good administration) diantaranya: 1. Asas kepastian hukum 2. Asas permainan yang layak 8.Seperti yang telah dikatakan sebelumnya.akibat suatu keputusan yang batal 11. Asas motivasi untuk setiap keputusan pangreh 6. Asas meniadakan akibat. . Asas akuntabilitas 6. 28 tahun 1999 yang terdiri atas: 1.asas pemerintahan yang baik dan harus di penuhi oleh setiap pejabat pemerintahan. 9 tahun 2004 yang mengacu pada UU No. Asas kebijaksanaan 13. Asas proposionalitas 4. Asas keterbukaan 3. Asas keseimbangan 3. Asas tertib penyelenggaraan negara dan. tercantum dalam penjelasan pasal 53 UU No. Asas kesamaan 4. Prof.

SH. masyarakat tentu memiliki peranan penting dalam suatu pemerintahan. Selain itu pengawasan juga tidak . . masyarakat akan tahu mana hak yang seharusnya didapat dan mana kewajiban yang harus dipenuhi sebagai warga negara. Sebagai warga negara.7. Padahal dalam hukum administrasi negara. Apalagi masyarakat secara tidak langsung telah memiliki kontrak dengan negaranya dan dengan adanya kontrak tersebut tentu ada hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh keduanya. Kesadaran hukum menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah kesadaran seseorang akan pengetahuan bahwa suatu perilaku tertentu diatur oleh hukum. Menurut Lemaire kesadaran hukum merupakan faktor dalam penemuan hukum. MH.cara lain untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat tersebut diantaranya: 1.undang. Karena itulah kesadaran hukum perlu dimiliki oleh masyarakat. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa selain faktor ketidakcermatan pejabat. Krabbe mengatakan bahwa sumber segala hukum adalah kesadaran hukum. Karena dengan adanya kesadaran hukum ini. Asas kepentingan umum Ketidakcermatan para pejabat ini tentu saja sangat bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik.asas umum pemerintahan yang baik. Seperti yang telah disampaikan oleh hakim PTUN Hujja Tulhaq. faktor kesadaran hukum masyarakat juga berpengaruh. Tindakan (action) Tindakan penyadaran hukum pada masyarakat ini dapat dilakukan dengan memperberat ancaman hukuman atau dengan lebih mangetatkan pengawasan ketaatan warga negara terhadap undang-undang. Menurut saya ketidakcermatan para pejabat ini tidak sesuai dengan asas profesionalitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para pejabat pemerintahan sesuai dengan asas. kesadaran hukum masyarakat ini meningkat karena semakin tingginya pendidikan yang ditempuh. asas-asas ini berfungsi sebagai pedoman bagi para pejabat negara dalam melakukan penafsiran dan penerapan terhadap ketentuan perundang-undangan yang masih samar atau tidak jelas dan menghindari kemungkinan dilakukannya freies ermessen yang menyimpang dari ketentuan undang. sebenarnya selain pendidikan masih ada cara.

hanya dilakukan terhadap warga negara sebagai masyarakat saja namun juga terhadap para pejabat masyarakat. Namun jika ketidakcermatan pejabat seringkali terjadi maka hal ini harus menjadi wacana penting agar tiap keputusan yang telah dikeluarkan oleh para pejabat administrasi ini tidak bermasalah sehingga citra pejabat yang mewakili masyarakat tidak buruk. 2. Jika memang meningkatnya kesadaran hukum masyarakat ini benar terjadi adanya. tentang apa hak serta kewajiban seorang warga negara.masalah yang terjadi di Indonesia sehingga pengawasan terhadap pemerintah dapat dilakukan. Sedangkan pendidikan nonformal ditemput melalui penyuluhan. Pendidikan formal ditempuh dengan cara bersekolah dari mulai TK. Jika kinerja para pejabat buruk maka perlu dilakukan pembenahan secara terpadu agar hal tersebut tidak terulang kembali. Nilainilai kebudayaan dapat dicapai dengan pendidikan.SMU- Universitas. Karena itulah dengan pendidikan kita jadi mengetahui dan kritis dengan masalah. Menanamkan kesadaran hukum berarti menanamkan nilai-nilai kebudayaan. Hal yang perlu diperhatikan dan ditanamkan dalam pendidikan formal/nonformal adalah tentang bagaimana menjadi warga negara yang baik. . kampanye dan juga pameran. maka hal itu bagus karena negara kita perlu masyarakat yang dapat bertindak secara kritis dan dapat melakukan pengawasan bagi negara dan juga bertindak dengan penuh tanggung jawab.SD – SMP. Pendidikan (education) Pendidikan dapat dilakukan baik secara formal maupun nonformal.

H.NAMA NPM Hakim : Erwin Permana : 110110090349 : Hujja Tulhaq.. S.H.apakah terjadi peningkatan dari tahun ke tahun dan apakah jumlah perkara yang banyak menunjukkan kinerja pejabat yang buruk ataukah kesadaran hukum masyarakat yang semakin baik?Dan apakah perkara dalam PTUN yang menurun menunjukkan kinerja pejabat yang semakin baik dan professional ataukah kesadaran hukum masyarakat yang semakin turun? Jawaban Ya jika kita melihatnya kasus dari tahun ke tahun kita dapat melihat jumlah kasusnya cenderung meningkat dan peningkatan itu disebabkan karena kesadaran hukum dari masyarakat yang cenderung meningkat yang berarti sumber daya manusia Indonesia semakin mengalami peningkatan hidup seperti di bidang pendidikan yang menyebabkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan hukum semakin meningkat tetapi dilain pihak bukan berarti kualitas pejabat kita menurun atau tidak professional lagi karena kebanyakan dari pejabat itu memutuskan berdasarkan wewenang yang diatur dalam peraturan perundang-undangan akan tetapi tidak semua kebijakan yang dibuat menguntungkan masyarakat dan dapat juga dilihat melalui asas umum pemerintahan yang baik . M. Analisis Hasil Wawancara Terhadap Hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung Pertanyaan wawancara Terkait dengan jumlah kasus di PTUN Bandung.

Peradilan Pegawai Negeri. DPR secara aklamasi menerima Rancangan Undang Undang tentang Peradilan TUN menjadi UU.1 Untuk merealisasikan Peradilan TUN ini maka ditetapkan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1982 tentang GBHN.04/PU/IV/1986 mengajukan kembali RUU Peradilan Administrasi ke DPR. kita mengetahui adanya 3 lembaga yang melakukan fungsi seperti lembaga Peradilan TUN yaitu Majelis Pertimbangan Pajak (MPP). yang merupakan kelanjutan dari Pelita III. Seiring dengan itu pada tanggal 16 April 1986 pemerintah melalui Surat Presiden Nomor R.htm.19 . Indonesia belum mempunyai suatu lembaga Peradilan Administrasi Negara (TUN) yang berdiri sendiri. memutus .pkl 18. Tetapi yang menjalankan fungsinya dalam praktiknya hanya Majelis Pertimbangan Pajak saja. Akhirnya pada tanggal 20 Desember 1986. dan Peradilan Bea Cukai. yang diserahi tugas dan kewenangan untuk memeriksa . 5 Tahun 1986 mulai berlaku. dan menyelesaikan sengketa TUN. memang tidak disebutkan secara jelas tentang perwujudan Peradilan TUN. Selanjutnya dalam Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1983 tentang GBHN untuk Pelita IV. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan TUN yang diundangkan pada tanggal 29 Desember 1986 dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1986 Nomor 77. Rancangan tersebut merupakan penyempurnaan dari RUU Peradilan Administrsi 1982.Dalam praktek. 1 Erin-daryansyah's Blog. UU tersebut adalah UU No. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3344. Dengan demikian terwujudlah sudah badan atau wadah tunggal yang bebas dari pengaruh dan tekanan siapapun. Namun karena rencana pembangunan merupakan rencana yang berkesinambungan maka sudah sepantasnya untuk tetap mengupayakan Peradilan TUN. Setelah itu melalui Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1991 dinyatakan bahwa Pengadilan Tata Usaha Negara dan UU No.Pembahasan Sejarah Pembentukan Peradilan Tata Usaha Negara Apabila ditelusuri.20 April 2012. pada sejak Indonesia merdeka hingga penghujung tahun 1986 .

palembang. orang maupun badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan dengan dikeluarkannya keputusan Tata Usaha Negara oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara di Pusat maupun di Daerah 2.pkl 21.pdf. 5 Tahun 1986 jis UU No. 9 Tahun 2004dan UU No. sehingga menimbulkan kerugian bagi seseorang atau badan hukum 2 3 Jhohandewangga's Blog. tetapi temyata tidak dikeluarkan. 51 Tahun 2009.htm. Yang dapat menjadi pihak penggugat dalam perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara adalah setiap subjek hukum. individual dan final. Keputusan TUN Fiktif (pasal 3 ayat 1) :Yaitu Keputusan TUN yang seharusnya dikeluarkan oleh Badan/Pejabat TUN menurut kewajibannya. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata b.35 http://www. yaitu : a. Kepuusan TUN Positip (Pasal 1 angka 9) :Yaitu suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata UsahaNegara yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. bersifat konkrit. pihak penggugat.pkl 14. golongan Keputusan TUN yang dapatdigugat.go.14 April 2012. Menurut UU No.SUBYEK GUGATAN PTUN2 Para pihak yang berperkara di Pengadilan Tata Usaha Negara adalah: 1.21 April 2012.id/upload_data/BEBERAPA%20ASPEK%20DALAM%20HUKUM%20MATERII L.32 .ptun. 5 tahun 1986) OBYEK GUGATAN TUN3 Obyek gugatan dalam sengketa TUN adalah berupa Keputusan TUN (beschikking). pihak tergugat Pihak tergugat adalah Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang mengeluarkan keputusan berdasarkan wewenang yang ada padanya atau yang dilimpahkan kepadanya (Pasal 1 angka 6 UU no.

apabila dalam jangka waktu yang ditentukan berwenang. alasan-alasan yang dapat digunakan oleh Penggugat untuk mengajukan gugatan(beroepsgronden) terhadap Keputusan TUN adalah : a)Keputusan TUN yang digugat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (onwetmatige). 9 Tahun 2004. Misalnya : permohonan Sertifikat Tanah. Misalnya : Di Bidang kepegawaian.sehingga dianggap Badan/Pejabat mengeluarkan keputusan penolakan (Keputusan TUN Negatif). ternyata tidak ditanggapi atau tidak dikeluarkan bahwa oleh Badan/Pejabat TUN TUN tersebut yang telah bersangkutan. b) Keputusan TUN yang digugat bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik / AAUPB (Algemeene Beginselen van Behoorlijk Bestuur / The Principles of The Good Admnistration). c.perdata. maka Badan/Pejabat TUN ybs dapat digugat oleh si pemohon. juga sekaligus menjadi dasar pengujian (toetsings-gronden) bagi Hakim TUN untuk menguji suatu keputusan TUN yang ruang lingkupnya dapat diuraikan sebagai berikut : tidak dijawab/tidak diterbitkan oleh Badan/Pejabat TUN yang .Alasan gugatan tersebut di atas. apabila pada waktu yang ditentukan tidak melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya maka PNS yang merasa dirugikan dapat menggugat atasannya tersebut berdasarkan keputusan TUN fiktif. ALASAN GUGATAN TUN (Dasar Pengujian Keputusan TUN) Menurut pasal 53 ayat (2) UU No. pejabat Atasan (PNS) yang berwenang membuat Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)terhadap bawahannya untuk usulan kenaikan pangkat. KTP dsb. Keputusan TUN Negatif (pasal 3 ayat 2) :Yaitu Keputusan TUN yang dimohonkan oleh seseorang atau badan hukum perdata kepada Badan/Pejabat TUN. IMB.

contoh : Keputusan TUN tentang Izin Mendirikan Bangunan yang tidak sesuai dengan RUTRK (bestemmingsplan). 5 Tahun 1986. apabila keputusan itu : 1) Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat prosedura/formal (vormgebreken) contoh : Dalam kasus kepegawaian.Yaitu apabila materi/substansi KTUN itu bukan menjadi wewenang dari Badan/Pejabat TUN yang menerbitkannya (kompetnsi absolut). 2) Bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang bersifat materii/substansial (inhoudsgebreken). seharusnya pegawai ybs diberi kesernpatan untuk membela diri. Ketidakwenangan ini dapat berupa : a) Ketidakwenangan tentang materi (onbevoegdheid ratione materiale). suatu keputusan TUN dapatdinilai bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Dalam praktek. c) Ketidakwenangan tentang waktu (onbevoegdheid ratione tempori). b) Ketidakwenangan tentang tempat/wilayah (onbevoegdheid ratione loci). sebelum keputusan pemberhentian pegawai dikeluarkan. ini adalah menyangkut isi keputusan yang bertentangan dengan peraturan dasarnya. atau dengan peraturan yang lebih tinggi. lzin Prinsip suatu perusahaan pertambangan yang tidak sesuai dengan AMDAL. 3) Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN yang tidak berwenang (bevoegdheidsgebreken). Bertentangan Dengan Peraturan Perundangan Yang Berlaku Menurut penjelasan UU No. Sertipikat Hak Atas Tanah yang tidak sesuai dengan peruntukannyaatau diterbitkan kepada orang yang salah (error in persona/error inobjecto) dsb.a.Yaitu apabila kewenangan untuk menerbitkan KTUN itu bukan termasuk dalam wilayah hukum dari Badan/Pejabat TUN melainkan termasuk kewenangan Badan/Pejabat yang TUN menerbitkannya di wilayah lain (kompetensi relatif). . Yaitu apabila keputusan TUN itu diterbitkan belum atau telah lewat waktu (kedaluarsa) dari yang ditentukan menurut peraturan yang berlaku.

2) Sebagai tolok ukur dan sekaligus alasan (beroepsgronden) bagi pihak yang merasa dirugikan kepentingannya oleh suatu keputusan yang dilieluarkan oleh Badan/Pejabat TUN untuk mengajukan gugatan terhadap keputusan tersebut. yang tujuan akhirnya adalah demi terwujudnya pemerintahan yang baik dan bersih (clean and good governance). Pada intinya. sehingga dapat diputuskan tentang sah atau tidaknya keputusan tersebut. Bertentangan Dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik AAUPB sebagai suatu doktrin adalah bersifat universal yang sudah diakui dan diterapkan di banyak negara. dimana ada yang dirumuskan (dikodifikasikan) secara resmi dan ada pula yang tidak dikodifikasikan. namun sebagian di antaranya ada yang telah dimuat di dalam UU No. fungsi dari AAUPB adalah: 1) Sebagai pedoman atau kode etik bagi Badan/pejabat TUN dalam melaksanakan urusan pemerintahan (termasuk dalam rangka menerbitkan keputusan TUN). yang terdiri dari 7 (tujuh) asas. AAUPN inilah yang kemudian diadopsi oleh UU No. yang disebut dengan Asas-Asas Umum perryelenggaraan Negara (AAUPN). 9 Tahun 2004 tentang Perubahan UU No.b. Di Indonesia AAUPB hingga saat ini secara resmi belum/tidak dikodifikasikan tersendiri. 3) Sebagai dasar atau kriteria pengujian (toetsingsgronden) bagi pengadilan atau hakim TUN untuk menilai apakah keputusan yang diterbitkan oleh Badan/Pejabat TUN itu telah sesuai atau tidak dengan norma-norma hukum dan keadilan. 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas KKN (pasal 3). 5 Tahun 1986 tentang Peratun. yaitu : 1) Asas Kepastian Hukum (principle of legal certainty) 2) Asas Tertib Penyelenggaraan Negara (Principle of governance orderliness) 3) Asas Kepentingan Umum (Principle of public service) 4) Asas Keterbukaan (Principle of open management/fair play) 5) Asas Proporsionalitas (Principle of proportionalty) 6) Asas Profesionalitas (Principle of professionality) .

w3. 2.aveldoorn.15. 8. Jakarta : PT. 3. 7.Dengan begitu maka yang disebut hukum hanyalah yang memenuhi kesadaran hukum kebanyakan orang.mahkamahkonstitusi.Pradnya Paramita. 5.7) Asas Akuntabilitas (Principle of accountability) Negara Hukum Penyelenggaraan tugas pemerintah dalam segala aspek kehidupan itu adalah sebagian dari tugas negara hukum modern (welfare state) yaitu penyelenggaraan kesejahteraan umum (bestuurszog) atau disebut sebagai service public. Bahkan Krabbe menyatakan bahwa sumber segala hukum adalah kesadaran hukum6.21 April 2012.15.06 6 Krabbe dalam v.org/1999/xhtml" . Transparansi dan Kontrol Sosial: 13.9 . Kesadaran hukum merupakan faktor dalam penemuan hukum. 4. h.go.08 http://www.4 Ciri-ciri negara hukum5 1. Berke-Tuhanan Yang Maha Esa: Ditinjau dari kesadaran hukum Kesadaran hukum dengan hukum itu mempunyai kaitan yang erat sekali. Bersifat Demokratis (Democratische Rechtsstaat): 11. Berfungsi sebagai Sarana Mewujudkan Tujuan Kesejahteraan (Welfare Rechtsstaat): 12. 6.id. Pengetahuan Ilmu Hukum. Supremasi Hukum (Supremacy of Law Persamaan dalam Hukum (Equality before the Law): Asas Legalitas (Due Process of Law) Pembatasan Kekuasaan: Organ-Organ Eksekutif Yang Bersifat Independen: Peradilan Bebas dan Tidak Memihak: Peradilan Tata Usaha Negara: Peradilan Tata Negara (Constitutional Court) Perlindungan Hak Asasi Manusia: 10. 9.21 April 2012. maka undang- 4 5 http://www.

7 Dapat disimpulkan bahwa kesadaran hukum merupakan cara pandang masyarakat terhadap hukum itu. serta penghormatan terhadap hak-hak orang lain (tenggang rasa). Kesadaran hukum mengandung sikap toleransi.Menanamkan kesadaran hukum berarti menanamkan nilai-nilai kebudayaan. yaitu dalam bentuk tindakan (action) dan pendidikan (education) Berikut penjelasannya : A. yaitu dengan memperberat ancaman hukuman atau dengan lebih mangetatkan pengawasan ketaatan warga negara terhadap undang-undang. apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan terhadap hukum. Tindakan (action) Tindakan penyadaran hukum pada masyarakat dapat dilakukan berupa tidakan drastik. Cit.undang yang tidak sesuai dengan kesadaran hukum kebanyakan orang akan kehilangan kekuatan mengikat. Cara-Cara Meningkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat8 Peningkatan kesadaran hukum masyarakat pada dasarnya dapat dilakukan melalui dua cara.271 sadar%20hukum. Bunga Rampai. Oleh karena itu setelah mengetahui kemungkinan sebab-sebab merosotnya kesadaran 7 8 Sudikno Mertokusumo. h.58 . 126 dalam Ibid. Dan nilai-nilai kebudayaan dapat dicapai dengan pendidikan.. Pendidikan (education) Pendidikan dapat dilakukan baik secara formal maupun nonformal. Ini berarti bahwa dalam kesadaran hukum mengandung sikap toleransi.. Op.12.html. h.Sudikno Mertokusumo dalam buku Bunga Rampai Ilmu Hukum mengatakan :Kesadaran hukum adalah kesadaran tentang apa yang seyogyanya kita lakukan atau perbuat atau yang seyogyanya tidak kita lakukan atau perbuat terutama terhadap orang lain. Cara ini bersifat isidentil dan kejutan dan bukan merupakan tindakan yang tepat untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat B. Hal yang perlu diperhatikan dan ditanamkan dalam pendidikan formal/nonformal adalah pada pokoknya tentang bagaimana menjadi warganegara yang baik. tentang apa hak serta kewajiban seorang warga negara.21 April 2012.

yang salah satu unsurnya yaitu “pengadilan tata usaha negara” Peradilan Tata Usaha sendiri merupakan peradilan yang baru sehingga masih akan terus berkembang kedepannya.hukum masyarakat usaha pembinaan yang pendidikan. . Berdasarkan data dan hasil wawancara .dilihat dari sejarahnya Indonesia hanya memiliki Majelis Pertimbangan Pajak.Meskipun Indonesia terdiri dari berbagai suku.agama. Kesimpulan efektif dan efesien ialah dengan Indonesia sebagai negara hukum modern bertugas menyelenggarakan aspek pemerintahan di semua bidang kehidupan seperti dalam konsep negara hukum modern.ras.bahasa dan budaya tetapi tidak menjadi penghalang perubahan masyarakat akan kesadaran hukum di negara kita Indonesia.kita dapat melihat dari jumlah kasus yang cenderung meningkat bukan semata-mata karena penurunan dari profesionalitas dari pejabat TUN itu sendiri karena Pejabat Administrasi sudah sesuai dengan prosedur peraturan perundang-undangan dan juga asas umum pemerintahan yang baik.Masyarakat kini menjadi lebih sadar hukum dan itu juga merupakan indikator bahwa telah terjadi peningkan kualitas dari SDM itu sendiri secara perlahan.yang kemudian terus diusulkan pembentukan Peradilan Tata Usaha Negara dalam arti yang sebenarnya dikarenakan semakin bertambahnya kasus sehingga memerlukan Peradilan Tata Usaha Negara yang permanen. tetapi mungkin dilain pihak tidak “baik” menurut pandangan masyarakat Sehingga kasus yang cenderung meningkat tersebut lebih disebabkan oleh faktor kesadaran hukum dari masyarakat yang cenderung meningkat yang disebabkan oleh faktor “action” dan “pendidikan” seperti yang dijelaskan diatas.

Lampiran data rekapitulasi perkara dari tahun 2009-2012 DATA REKAPITULASI PERKARA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG TAHUN 2012 BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGU SEP OKT NOV DES JUMLAH SISA PERKARA DIPUTUS DICABUT DISMISSAL SISA BULAN BULAN LALU INI MASUK 44 9 9 2 44 44 11 9 46 46 12 12 1 45 32 30 3 DATA REKAPITULASI PERKARA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG TAHUN 2011 SISA PERKARA DIPUTUS DICABUT DISMISSAL SISA BULAN BULAN LALU INI MASUK JAN 40 12 6 2 1 43 FEB 43 11 7 2 45 MAR 45 10 9 2 44 APR 44 13 14 2 41 MEI 41 10 6 2 43 JUN 43 16 5 1 53 JUL 53 7 11 3 46 AGU 46 7 10 4 39 SEP 39 12 7 1 43 OKT 43 14 7 1 49 NOV 49 8 10 5 42 DES 42 9 7 44 JUMLAH 129 99 25 1 BULAN .

DATA REKAPITULASI PERKARA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG TAHUN 2010 SISA PERKARA DIPUTUS DICABUT DISMISSAL SISA BULAN BULAN LALU INI MASUK JAN 36 10 4 2 1 39 FEB 39 18 7 1 49 MAR 49 14 8 3 52 APR 52 3 6 5 44 MEI 44 6 3 3 44 JUN 44 7 7 4 1 39 JUL 39 7 19 27 AGU 27 3 8 1 1 20 SEP 20 7 4 23 OKT 23 11 3 31 NOV 31 13 6 38 DES 38 8 4 4 40 JUMLAH 107 79 18 6 BULAN DATA REKAPITULASI PERKARA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG TAHUN 2009 SISA PERKARA DIPUTUS DICABUT DISMISSAL SISA BULAN BULAN LALU INI MASUK JAN 39 5 5 2 37 FEB 37 4 13 2 1 25 MAR 25 9 6 1 27 APR 27 3 8 1 21 MEI 21 13 5 1 28 JUN 28 4 4 1 27 JUL 27 11 3 3 35 AGU 35 6 6 35 SEP 35 8 11 1 31 OKT 31 7 3 2 1 32 NOV 32 13 3 42 DES 42 11 13 1 3 36 JUMLAH 94 80 10 10 BULAN .

Pradnya Paramita. http://www. Bunga Rampai. Krabbe dalam v.htm..271 sadar%20hukum. http://www.html.. Jhohandewangga's Blog.org/1999/xhtml" .htm.ptun.w3. h. Jakarta : PT.id http://www.aveldoorn.palembang.id/upload_data/BEBERAPA%20ASPEK%20DALAM%20 HUKUM%20MATERIIL. Cit.9 Sudikno Mertokusumo.go.Daftar Pustaka Erin-daryansyah's Blog. 126 dalam Ibid. h.pdf. Pengetahuan Ilmu Hukum.go. Op.mahkamahkonstitusi. h. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful