P. 1
sdm hubungan kerja

sdm hubungan kerja

|Views: 113|Likes:
Published by odi_alkautsar

More info:

Published by: odi_alkautsar on Sep 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2012

pdf

text

original

Kata Pengantar

Assalammuallaikum Wr Wb.

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena segala berkat, pengetahuan , rahmat dah kehendakNya saya dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tanpa hambatan apapun. Tujuan dari tugas ini adalah agar kita sebagai mahasiswa manajemen mengetahui apa yang dimaksud dengan hubungan kerja dan dapat mengaplikasikannya pada kehidupan nyata. Penulis menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan untuk kesempurnaan tugas makalah ini. Semoga tugas makalah yang telah saya buat dan susun ini dapat berguna bagi kita semua.

Wassalamuallaikun Wr Wb.

1

Pendahuluan
Di dalam buku MSDM hubungan kerja atau hubungan kepegawaian merupakan salinan kata bahasa inggris employee relations,industrials relations, atau employee-employer relations. Employee relations adalah hubungan timbal balik antara pegawai dengan majikan aatau pengusaha. Dasar hubungan kepegawaian adalah kontrak kerja atau sebangsanya yang secara formal disepakati kedua belah pihak. Materi-materi yang dibahas dalam bab ini adalah lingkungan sdm dan hubungan kerja,komunikasi,hubungan organisasional,hubungan

industrial, pelanggaran dan serangan terhadap perusahaan,hubungan publik,hubungan pasar, hubungan profesional. Adapun tujuan bab ini dibahas adalah agar kita sebagai mahasiswa mengetahui hubungan-hubungan yang terjadi di dunia kerja dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan nyata ketika kita telah kerja nanti.

2

Pembahasan
ada 2 lingkungan kerja SDM ,lingkungan kerja kiro dan lingkungan kerja makro ada yang dikelompokan menurut bidang (politik, hukum, sosial-budaya,ekonomi dan teknologi) dan ada yang dikelompokan menurut lembaga. Di bawah ini disajikan pengelompokan kelembagaan. Dalam hubungan itu terdapat beberapa macam lingkungan SDM:: LINGKUNGAN 1. Organisasi tempat SDM Mikro kerja Status SDM Antara bawahan: organisasional 2. Employee, dan majikan pengusaha Mikro Antara employer dengan hubungan HUBUNGAN atasan dengan hubungan

employee: industrial

3. Masyarakat

umum, Mikro

Antara SDM dengan publik: hubungan publik

terkait dan syarata yang berkepentingan 4. Pasar kerja Mikro Makro

Antara SDM mikro dengan pasar kerja Antara SDM makro dengan pasar kerja: hubungan pasar

5. Profesional

Mikro Makro

Antara SDM seprofesi Hubungan profesional Antar manusia sekelompok Hubungan antar manusia

6. Manusia

Mikro Makro

Dalam setiap hubungan terdapat kepentingan (nilai) yang menyangkut pihak yang terkait. Hubungan terjadi melalui komunikasi.  Komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, pesan atau konsep dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi merupakan sebuah sistem yang dapat di gambarkan sebagai berikut.

3

NOISE
Develope idea transmit receive use

SENDER --------- ENCODER ------- MESSAGE -------- DECODER -------- RECEIVER
And suitable symbol channel channel understanding

FEEDBACK Keterangan: Sender (s) adalah pengirim untuk dikirim menjadi pesan kepada receiver (R) yang diharapakn setelah diterimanya melalui decoder (D) yaitu V yang embedded di dalam L mirik R dan Understand (U),memberi response berupa oerubahan bahaviour (B) atau feedback (F) kepada S dengan menggunakan sesuatu yang melambangkan (L) V dan channel (C) atau media tertentu. V yang embeded di dalam L disebut encodder (E) proses itu berlangsung di dalam lingkungan tertentu, yang bisa membawa pengaruh negative terhadap komunikasi. 

Komunikasi yang efektif komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang rumus dan artinya dapat di

gambarkan sebagai berikut. 1. E = V .................. artinya R memahami N, (pesan S) hambatan internal 0. 2. N ---- Nol............. artinya hambatan eksternal nyaris tidak ada. 3. F-----.................... artinya B mantap atau berubah. Supaya E=D, berbgai hambatan personal atau internal berupa hambatan fisik, kurang pengetahuan, perbedaan budaya dan bahasa atau semantik harus dikurangi seminimal mungkin. Supaya N------ Nol, berbagai hambatan eksternal harus disingkirkan, dicegah atau dikurangi sebisa-bisanya.

4

Supaya F----B, mantap atau berubah, selain R mengerti M, perilaku, sikap dan bahkan pendirian R juga harus sebagaimana diduga,ditaksir atau diharapkan oleh S.

Hubungan organisasional Hubungan organisasional adalah hubungan antar posisi, tugas dan fungsi di dalam

organisasi. Komunikasi yang digunakan untuk hubungan ini disebut komunikasi organisasional (organizational communication) Hubungan oraganisasional mempunyai dimensi dan isi yaitu sebagai berikut. DIMESI 1. Antara atasan Dengan bawahan ISI Perintah dan laporan Wewenang dan tanggung jawab, kewajiban dan hak, bimbingan dari atas 2. Antar rekan 3. Antar waktu Informasi dan feedback Pesan, peninggalan, PR, warisan dan tindaklanjut atau kesinambungan

Agar berjalan efisien, hubungan organisasional dilembagakan. Lembaga hubungan organisasional antara lain: ISI 1. Perintah dan laporan 2. Wewenang dan tanggungjawab 3. Bimbingan dan keluhan 4. Response dan saran Rapat kerja Surat keputusan Konseling, konsultasi bimbingan karier, pelatihan Pelatihan, gugus kendali mutu, audit, supervisi, konsultasi 5. Informasi dan feedback 6. Serah dan terima Rapat koordinasi, pelatihan Serah terima jabatan LEMBAGA

Hubungan industrial

5

Hubungan industrial merupakan hubungan yang paling banyak dibahas dan paling erat terkait dengan hukum SDM, MSDM dan politik SDM. Hubungan industrial digunakan mengingat sebutan resmi di Indonesia adalah Hubungan Industrial Pancasila Dalam hubungan industrial ,majikan terlibat beberapa pihak : dan pekerja lembaga

(buruh,pegawai,employee) peradilan.

(employer,pengusaha),pemerintah

Tabel dimensi dan isi hubungan industrial

DIMENSI 1. Antara employee dengan employer

ISI a. Hak dan kewajiban employee b. Hak dan kewajiban employer c. Penyelesaian konflik kepentingan dan d. Pemupukan kerjasama antara kedua belah pihak e. Keterbukaan info dan pemahaman kondisi kedua belah pihak

2. Antara employee dengan pemerintah

a. Hak dan kewajiban employee b. Kontrol, bimbingan dan perlindungan pemerintah c. Penyelesaian konflik secara damai

3. Antara employer dengan pemerintah

a. Hak dan kewajiban employer b. Kontrol, bimbingan dan perlindungan pemerintah c. Penyelesaian konflik secara damai

4. Antara

employer,

employee

dan

a. Penyelesaian konflik secara damai b. Penyelesaian konflik secara hukum

pemerintah dengan lembaga peradilan

6

Pada level mikro, potensi konflik antara pekerja dengan pengusaha terasa sejak SDM mamasuki pasar kerja dan berlanjut sepanjang berlangsungnya hubungan kerja industrial. Dapat dipahami, diantara berbagai kelompok SDM, kaum buruh atau pekerja kasar itulah yang paling lemah bargaining powernya, dan oleh karena itu, dilingkungan SDM tersebut tumbuh subur berbagai macam union. Kendatipun hubungan kerja semula didasarkan pada kesepakatan bebas antar keduabelah pidak, berhubungan dengan perkembangan eksternal dan interal, organisasi (perusahaan) selalu saja berubahl. Adapun pokok persoalan yang selalu menjadi bahan renegosiasi antara kedua belah pihak antara lain: 1. Pengakuan terhadap eksistensi union 2. Keamanan dan perlindungan terhadap union 3. Pemogokan dan lockouts 4. Jam kerja 5. Disiplin 6. Keluhan (grievances) 7. Senoritas (daftar urut) 8. Upah 9. Kesehatan dan keselamatan kerja 10. Tunjangan 11. Hak-hak atasan (management rights) Kegagagalan mewujudkan hak dan kewajiban tersebut mencemari hubungan kerja menjadi hubungan eksploatatif. Kaum majikan (pengusaha, employer) oleh kaum buruh dianggap semakin represif dan sewenang-wenang melalui tindakan PHK, menutup perusahaan yang ditinggalkan oleh pekerja karena ketidaksesuaian negosiasi (lockout) atau menutup perusahaan untuk beberapa waktu lamanya (shutdown), sementara kalangan buruh menujukan keresahan yang semakin panas, pelanggaran dan perlawanan, seperti mogok, boikot, dan picketing. Pada level sirkula dan McKenna mencatat berbagai macam

pelanggaran ringan dan berat terhadap perusahaan, sebagai dampak negatifnya hubungan eksploatatif itu, yang penanganannya didasarkan pada psikologi kerja , sebagai berikut:

7

Pelanggaran dan serangan terhadap perusahaan PELANGGARAN RINGAN 1. Bekerja lambat 2. Mengantuk saat kerja 3. Mangkir tanpa alasan yang sah 4. Main-main 5. Membuat tipuan 6. Selalu terlambat atau pulang duluan 7. Tidak hati-hati dalam bekerja 8. Tidak mengindahkan peraturan 9. Tidak melaporkan kerusakan kerja 10. Meninggalkan tempat kerja tanpa ijin 11. Merokok 12. Memanipulasi karu hadir pegawai lain PELANGGARAN BERAT 1. Merusak milik perusahaan 2. Memalsukan data perusahaan 3. Melawan atasan 4. Membawa senjata 5. Mencuri 6. Perbuatan tidak terpuji 7. Tidak menaati peraturan

Collective bargaining dan hubungan industrial dilakukan di atas, menurut sistem the labour-management system.

berlangsung

Mencapai kesepakatan kerja merupakan proses hubungan industrial yang palik pelik. Proses itu terdiri dari tiga langkah (Werther dan Davis, op. Cit., 537): 1. Persiapan oleh manajemen. 2. Perundingan. 3. Administrasi.  Hubungan publik Public and community relations (PCR) merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh organisasi, yang memeberikan suatu kesan atau citra bagi publik dan masyarakat tentang organisasi yang bersangkutan. Fungsi PCR menuntut semangat kerja tinggi dan loyalitas tinggi para pekerja agar dapat memberikan kesan positif terhadap masyarakat di sekitarnya.  Hubungan pasar Hubungan pasar adalah hubungan timbal-balik antara SDM makro dengan pasker dan SDM mikro dengan pasker. Hubungan antara SDM makro dengan pasker terjadi oleh
8

semakin meningkatnya perngorganisasian kerja dalam rangka mengoptimalkan nilai tambah. Hubungan SDM mikro dengan pasker terjadi sebagai dampak upaya SDM untuk pindah kerja ke tempat yang dianggap lebih mengunutungkan dan memberinya kepuasan kerja.  Hubungan profesional Hubungan profesional tejadi antar-SDM seprofesi, dasarnya adalah profesionalisme. Seseorang disebut bekerja secara profesional jika pekerjaannya merupakan: 1. Penerapan ilmu pengetahuan, seni dan teknologi di dalam kehidupan sehari-hari dan kerja. 2. Panggilan jiwa,sesuai dengan talent yang dimilikinya. 3. Sumber nafkah atau pencurahan perhatian utama. 4. Penerapan asas pada tugas: perintah adalah perintah. 5. Kemampuan untuk menarik perbedaan sekecil apapun antara organisasi dengan yang personal, antara yang publik dengan yang privat, antara yang satu dengan yang lainnya. 6. Pekerjaan yang dilakukan atas kesadaran akan tanggung jawab yang tinggi berdasarkan vilition and free will. 7. Pekerjaan yang dilakukan berdasarkan pendirian, sikap, dan perilaku mandiri di satu pihak, dan siap pula bekerja tim di pihak lain. 8. Pekerjaan yang dilakukan berdasarkan kode etik tertentu yang mendapatkan pengakuan luas di lingkungan profesional. 9. Pekerjaan yang dilakukan atas prinsip exchange atau imbalan. 

Hubungan antar-manusia Menurut Davis dan Newstorm, (op. Cit,. 559) human relaitons adalah istilah yang

dugunakan pada awal perkembangan studi perilaku organisasional. Hubungan antar-manusia dalam konteks hubungan kerja merupakan sasaran-kajian sosiologi kerja. Nuansa sosiologikal tersebut terlihat jelas dalam Steinmetz (op. Cit,. 6). Definisi kerja, demikian steinmetz bergantung pada pertanyaan dari sudut mana kerja itu dipandang : (1) pekerja yang bersangkutan, (2) pimpinan, (3) pengusaha, (4) pekerja lain, (5) unions, (6) pemerintah dan (7) instansi lain.

9

Kesimpulan Dalam hubungan kerja terdapat lingkungan SDM dan hubungan kerjanya dimana dalam hal ini membahas lingkungan tempat sdm bekerja dan hubungan antara lingkungan pekerja dengan pekerjanya apakah sudah efektif dan efisien atau tidek. Kemudian ada komunikasi ,komunikasi disini digunakan untuk menyatukan para SDM dengan lingkungan kerjanya karena jika tidak ada komunikasi yang baik akan terjadi kekacauan dan yang terakhir terdapat hubungan-hubungan yaitu hubungan organisasional, hubungan industrial, hubungan publik, hubungan pasar, hubungan profesional, dan hubungan antar-manusia. Analisis Dalam bab ini kita membahas hubungan kerja ,hubungan kerja sangat penting dipelajari karena dengan mengetahui hubungan kerja kita dapat bekerja dengan efektif dan efisien. Hubungan kerja merupakan hubungan timbal balik antara pegawai dengan majikan atau pengusaha. Dalam hal ini antara pegawai dan majikan tentunya harus ada timbal balik dimana pegawai membantu pekerjaan majikan dan mendapatkan gaji dengan demikian pegawai dapat memenuhi kebutuhannya dan majikan dapat menjalankan perusahaan dengan baik. Kemudian dalam hubungan kerja ada terdapat komunikasi yang merupakan proses penyampaian informasi,pesan atau konsep dari seseorang kepada orang lain. Komunikasi ini sangat penting dalam hubungan kerja karena dengan adanya komunikasi yang baik maka lancar juga hubungan antara atasan dan bawahan sehingga tidak terjadi kesalah pahaman diantara keduanya dan perusahaan menjadi lancar. Kemudian dalam hubungan kerja ada hubunganhubungan yang terjadi yaitu hubungan industrial dimana hubungan terjadi antar perusahaan, hubungan organisasional dimana hubungan terjadi antar organisasi terkait,hubungan publik dimana hubungan yang terjadi antara perusahaan dengan masyarakat sekitar

perusahaan,hubungan profesional dimana hubungan ini terjadi antar petinggi-petinggi atau para ahli di perusahaan dan yang terakhir ad hubungan antar-manusia hubungan ini terjadi antar manusia didalam perusahaan tersebut.

10

TUGAS MAKALAH MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Hubungan Kerja Oleh :
Odi Al kautsar 115020207111016

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

11

12

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->