TEORI KOGNITIF SOSIAL ALBERT BANDURA Didi Tarsidi Universitas Pendidikan Indonesia

PENDAHULUAN Teori maupun kognitif proses sosial, kognitif yang dikembangkan sentral oleh Albert

Bandura, didasarkan atas proposisi bahwa baik proses sosial adalah bagi pemahaman mengenai motivasi, emosi, dan tindakan manusia. Makalah 1) 2) ini akan menyajikan prinsip-prinsip teori

tersebut yang mencakup: Asumsi tentang hakikat dan kemampuan manusia; Lima kapabilitas kognitif dasar yang dimiliki manusia (symbolising, forethought, vicarious, self-regulatory dan self-reflective). 3) 4) 5) 6) 7) 8) Proses interaksi antara manusia dan lingkungannya; Cara manusia belajar perilaku (observational learning dan enactive learning); Fungsi insentif sebagai sistem pengatur perilaku manusia; Proses pembentukan self-efficacy dan fungsinya; Fungsi tujuan (goal); Aplikasi teori kognitif sosial dalam konseling.

1

I. 1.1. 1) HAKIKAT MANUSIA

ASUMSI

Kecuali untuk sejumlah reflex dasar, manusia tidak diperlengkapi dengan perilaku yang dibawa sejak lahir, dan oleh karenanya perilaku itu harus dipelajarinya. Akan tetapi, faktor-faktor biologis membatasi proses belajarnya. Misalnya, gen dan hormon mempengaruhi perkembangan fisik yang pada gilirannya mempengaruhi potensialitas perilaku.

2)

Di samping itu, seperti dalam hal bicara, manusia memiliki bakat alami dasar yang dapat dikembangkan dengan membentuk respon-respon baru melalui belajar. Sering oleh kali karenanya pengaruh akan pengalaman dan pengaruh bila kita fisiologis tidak dapat dipisahkan dengan mudah dan lebih bermanfaat menganalisis faktor-faktor penentu perilaku daripada mencoba mengkategorikan yang mana proporsi perilaku yang merupakan hasil belajar dan yang mana yang Akan herediter.

3)

Pikiran (thoughts) merupakan proses psikoneural. psikologi perhatian dan pada hukum biologi. Dengan

tetapi, adalah penting untuk membedakan antara hukum memfokuskan kita pengetahuan tentang psikologi

dapat mengajukan pertanyaan seperti bagaimana cara terbaik untuk menciptakan belief system dan kompetensi personal. Pemahaman seperti ini tidak dapat diperoleh Pertanyaan yang menarik yang ada untuk hanya dengan mempelajari mekanisme neurofisik yang mendasari kegiatan tersebut. berada di luar struktur adalah bagaimana orang mengaktifkan proses otak yang kognitif menghasilkan peristiwa kognitif baru dan yang menandai kegiatan lembaga individu.

2

memperpendek belajar waktu berbagai tidak Belajar yang melalui pengamatan manusia demikian 4) dibutuhkan Pemikiran ke depan ini bukan akumulasi konsekuensi-kosekuensi terdahulu. kompleksnya sehingga dipelajari tanpa penggunaan modeling. 3) Vicarious capability. melainkan hasil pengamatannya terhadap perilaku orang lain beserta ini untuk konsekuensinya. Mereka dapat menciptakan ide-ide Kenyataan Hasil yang melampaui pengalaman penginderaannya. untuk mentransformasikan Manusia memiliki kemampuan pengalaman-pengalamannya menjadi simbol-simbol dan kemampuan untuk memproses simbol-simbol ini. seperti keterampilan berbahasa. mengantisipasi konsekuensi perbuatannya dan menentukan tujuannya sendiri. standar mengatur internal diri yang ini 3 Manusia mengembangkan dipergunakannya mempengaruhi untuk perilaku Kemampuan untuk mengevaluasi perilakunya sendiri. Hampir seluruh kegiatan belajar pada manusia itu bukan melalui pengalaman langsung. Self-regulatory capability. pemikiran itu dapat baik ataupun buruk. 1) Symbolising capability. bahwa manusia memiliki kemampuan simbolisasi tersebut tidak berarti bahwa mereka selalu rasional. melainkan pada kelengkapan informasi yang keterampilan. terhadap Sebagian besar perilaku Orang manusia diatur oleh pemikiran antisipatifnya bukan reaksinya lingkungannya. KEMAMPUAN MANUSIA Berikut ini adalah lima kemampuan kognitif dasar yang merupakan karakteristik manusia. mungkin dapat Keterampilan tertentu.2.1. 2) Forethought oleh capability. sendiri . hasil pemikiran. tergantung pada seberapa baik keterampilan berpikir orang itu dan tergantung dimilikinya.

Perilaku manusia merupakan hasil interaksi timbal-balik antara seperti peristiwa eksternal dan faktor-faktor kompetensi personal yang Orang kemampuan genetiknya. Reciprocal artinya hubungan saling menyebabkan antara tiga faktor. mechanical agency. di mana orang merupakan agen yang sepenuhnya mandiri bagi tindakannya sendiri. 5) Self-reflective capability. pemikiran yang paling sentral dan paling mendalam yang terjadi dalam refleksi diri ini adalah penilaian orang tentang kemampuannya sendiri untuk mengatasi berbagai macam realitas. yaitu: perilaku (B). dipelajarinya. sudah Orang dapat Jenis menganalisis berbagai pengalamannya dan mengevaluasi apakah proses berpikirnya memadai. dan emergent interactive agency. yang masing-masing beroperasi dalam secara mandiri sebagai faktor penentu bagi faktor-faktor Pengaruh-pengaruh tersebut bervariasi kekuatannya dan tidak terjadi secara berbarengan. di mana agency tergantung pada faktor lingkungan. 1. Human agency dikonseptualisasikan dalam tiga cara utama: 1) 2) 3) autonomous agency. bebas sebatas kemampuannya untuk menggunakan pengaruhnya 4 . dan pengaruh lainnya. yang merupakan model bagi teori kognitif sosial.selanjutnya. motivasi dan tindakan diri sendiri. ini hanya dimiliki oleh Kemampuan refleksi diri manusia.3. Emergent interactive agency didasarkan pada model timbal-balik tiga arah (triadic reciprocality). lingkungan (E). faktor kognitif dan personal (P). pikiran reflektif dan inisiatifnya. HUMAN AGENCY DAN RECIPROCAL DETERMINISM Human agency adalah kapasitas untuk mengarahkan diri sendiri melalui kontrol terhadap proses berpikir.

2.1. Modelling dapat dapat menghambat berfungsi ataupun sebagai memperlancar stimulus dan perilaku yang sudah dimiliki orang. 5) Symbolic modelling dapat membentuk citra orang tentang realitas sosial karena menggambarkan hubungan manusia dengan aktivitas yang dilakukannya. yaitu belajar melalui pengamatan (observational learning) dan belajar melalui perbuatan (enactive learning).1. Proses Observational Learning mencakup pemrosesan informasi. OBSERVATIONAL LEARNING Fungsi Observational Learning besar perilaku manusia dan keterampilan Sebagian kognitifnya dipelajari melalui pengamatan terhadap model. II.2. 2. Fungsi observational learning adalah sebagai berikut. 3)Perilaku model isyarat bagi orang untuk melaksanakan perilaku yang sudah dimilikinya. Terdapat dua cara CARA BELAJAR belajar. keadaan emosi tinggi. 2.terhadap dirinya (self-influence) dan menentukan tindakannya sendiri.1.1. Kekuatan Orang dapat berpersepsi dan berperilaku secara berbeda dalam Belajar modelling terletak pada kemampuannya untuk mempengaruhi 5 . 4) Modeling dapat merangsang timbulnya emosi. 1) 2) Modelling dapat mengajari observer keterampilan dan aturan-aturan berperilaku.

yang penting kehadirannya. dan nilai fungsional perilaku model itu. persepsinya. Proses retensi (retention processes). maka mereka harus memperhatikan dan mempersepsi perilaku model secara tepat. produksi. Modelling merupakan cara yang efektif untuk memberikan umpan 6 . Cara lain untuk mengingat adalah dengan membayangkan perilaku model atau dengan mempraktekkannya. Karakteristik perhatian adalah kapasitas kebiasaan sensorisnya. Retensi ini dapat dilakukan dengan cara menyimpan informasi secara imaginal atau mengkodekan peristiwa model ke dalam simbol-simbol verbal yang mudah dipergunakan. Keterampilan memperkuat berperan 3) Proses dan struktur retensi. Pengamat perilaku model untuk dibandingkan dengan umpan balik perbuatannya. Agar efektif. pengamat daya untuk personalnya. gambaran perlu tentang korektif simbolik memerlukan sensoris perilaku kognitif model yang mungkin akurat diterjemahkan ke dalam tindakan yang efektif. tentang gambaran dari tertentu. Karakteristik tingkat model yang itu merupakan mencakup tarik proses tingkat dan variabel frekuensi penentu perhatian kejelasannya. Jika orang belajar melalui modelling. 2) reinforcement masa lalunya.proses tersebut. Tingkat keberhasilan belajar itu ditentukan oleh karakteristik model maupun karakteristik pengamat itu sendiri. Pada kognitif untuk meskipun tahap pengamat belajar insentif dapat juga lebih retensi. ketertarikannya. Observational learning memerlukan empat macam proses utama: 1) Proses memperhatikan (attentional processes). modelling harus disimpan dalam ingatan. Materi yang bermakna bagi pengamat dan menambah pengalaman sebelumnya akan lebih mudah diingat. dalam Motivasi bersifat fasilitatif daripada keharusan.

(a) (b) (c) Pengamat akan cenderung mengadopsi perilaku model jika perilaku tersebut: menghasilkan imbalan eksternal. Apakah orang mempraktekkan apa yang sudah dipelajarinya atau tidak. Modelling untuk Proses Berpikir dapat belajar keterampilan berpikir dengan oleh hanya Orang yang suatu mengamati model. seorang model dapat memecahkan tetapi pengamat melihat hasil tindakannya tanpa memahami proses berpikir yang menghasilkan tindakan tersebut. 4) Proses motivasi. Satu pendekatan untuk mempelajari keterampilan kognitif adalah dengan meminta model menuturkan apa yang dipikirkannya pada saat sedang melaksanakan non-verbal kegiatan untuk mengatasi masalahnya.1. Misalnya. kemampuannya untuk melakukan penyesuaian korektif bila mencobakan perilaku baru. dan pengamat melihat bahwa perilaku tersebut bermanfaat bagi model itu sendiri. untuk Keuntungan menggabungkan Modelling verbal dengan modelling adalah kemampuan 7 modelling non-verbal .3. Antisipasi terhadap akibat yang positif dan negatif menentukan aspek-aspek yang mana dari perilaku model itu yang diamati atau diabaikan oleh pengamat. secara internal pengamat memberikan penilaian yang positif. Akan tetapi. secara memadai tindakan model. tergantung pada motivasinya.balik tepat. 2. bila pengamat melakukan yang kinerja yang tidak Variabel perilaku pengamat mencakup mempengaruhi sudah yang reproduksi apakah mencakup dan kapasitas responnya respon fisiknya. perbendaharaan komponen-komponen diperlukan. sering kali proses berpikir tersirat masalah tidak secara terungkapkan kognitif.

Dengan model hampir sama dipandang operant conditioning dengan belajar apabila respon dari Skinner. bukan hanya mendemonstrasikan meningkat bila model mendemonstrasikan tindakan dan proses tindakannya saja. dengan melalui berhasil tindakan model diberi reinforcement. penjelasan Skinner tersebut mengandung beberapa kekurangan. Maka model operant tidak dapat menjelaskan bagaimana struktur respon baru itu dipelajari melalui pengamatan. Insentif itu lebih bersifat fasilitatif daripada keharusan. penggunaan perilaku itu model. 8 . 2. imbalan yang untuk pengamat dapat meningkat dengan antisipasi imbalan dari diantisipasi memotivasinya mensimbolisasikan dan berlatih menggunakan kegiatan model. Pengamat mungkin tidak akan melakukan perilaku model dalam setting yang sama dengan ketika perilaku itu dicontohkan. Baik pengamat maupun model mungkin tidak akan memperoleh reinforcement. respon yang tidak sesuai dihukum atau tidak diberi imbalan. Peranan Reinforcement Pandangan kognitif sosial adalah bahwa belajar melalui pengamatan tidak selalu memerlukan imbalan ikstrinsik.4. Akan tetapi. bukan setelah modelling. Peranan utama insentif dalam observational learning adalah sebelum. dan perilaku orang lain menjadi stimulus bagi respon yang cocok.memperoleh dan mempertahankan perhatian. perhatian jauh. dapat Lebih Misalnya. pengamatan sesuai yang yang ini. Perilaku model mungkin terjadi lagi beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. berpikirnya Keterampilan kognitif pengamat akan semakin sekaligus.1. Belajar seperti ini terjadi melalui pemrosesan kognitif pada saat dan sebelum pengamat melakukan suatu respon. dan keefektifan perilaku fisik untuk memberikan makna tambahan pada proses kognitif.

melaksanakan yang cocok dengan upayanya untuk keterampilannya tersebut. tetapi penguatan mengubah variabel kognitif dari informasi dan motivasinya. dengan reinforcement tidak otomatis memperkuat suatu kecenderungan merespon. dengan menelaah pola-pola konsekuensi respon. konsekuensi menentukan perilaku terutama melalui intervensi berpikir. pengaturan perilaku (regulation of 9 . berlawanan dengan pandangan mekanistik. Fungsi Konsekuensi Respon kognitif sosial memandang belajar melalui Melalui Teori konsekuensi respon sebagai suatu proses kognitif. Dalam banyak domain. Dengan kata lain. 2. Orang menerapkan informasi yang diperolehnya dari pengalaman itu untuk melakukan penyesuaian dalam aspek ruang dan waktu itu dari kinerjanya.1. kecocokan hingga dengan apa yang dikerjakannya mendekati konsepsi kognitifnya mengenai kinerja terampil itu. orang perlu melampaui struktur pengetahuannya untuk mengembangkan tindakan yang terampil. Misalnya. dari tindakannya. Istilah "reinforcement" dapat menyesatkan karena mengandung konotasi merespon secara otomatis dan memperkuat respon. proses belajar itu tidak berhenti di sini. orang menyadari konsekuensi positif dan negatif Akan tetapi.2. orang dapat melihat konsepsi dan aturan-aturan perilaku. pengalaman.2. maka ini akan mendorong dan memperkuat perilaku. BELAJAR MELALUI PERBUATAN (ENACTIVE LEARNING) Terdapat perbedaan antara pengetahuan dan keterampilan. itu terjadi Jadi. untuk karena orang melihat dampak responnya. Juga.2. Pengalaman merupakan kendaraan untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi keterampilan. Pengembangan keterampilan menuntut orang untuk memiliki konsepsi yang tepat mengenai keterampilan yang ditargetkannya. Oleh karena itu. jika konsekuensi respon itu dipandang bernilai tinggi.

Mereka mungkin berbeda dalam pengetahuan dan pengalamannya sebelumnya. cenderung menerima dari yang memadai pengalaman Jika dapat bukannya berbuat mencari solusi yang lebih baik. konsekuensi efisien. Belajar akan lebih efisien bila konsekuensi muncul langsung sesudah tindakan. 2.behaviour) merupakan konsep yang lebih baik daripada reinforcement. Efisiensi Enactive Learning Orang berbeda-beda dalam kemampuannya untuk memperoleh pengetahuan dari konsekuensi respon. 2. sebagai cara utama mentransmisikan bentuk-bentuk perilaku baru. fungsional. mengarah pada belajar dengan di muka.2. yang mengamati simbolik.2. tersebut saja tidak dengan akan orang jenis kekurangan secara yang mana Belajar Orang terus mengembangkan kompetensi diajarkan mengajarkan perilaku Di samping itu. sama tidak Belajar akan lebih sulit bila tindakan yang menghasilkan konsekuensi yang sama. selalu Belajar dari pengalaman perbuatan tidak menjamin bahwa cara bertindak alternatif terbaik akan dikembangkan. Belajar mungkin verbal kompetensi.3.2. teratur. PENGETAHUAN PREDIKTIF DAN PEMIKIRAN KE DEPAN 10 . teori kognitif sosial memandang modelling. dari konsekuensi pengalaman solusi berbuat akan keterampilan yang memadai tetapi tidak optimal. dan tanpa dibingungkan oleh kejaidiankejadian lain. orang dapat dibimbing secara Sebagaimana disebutkan melalui proses fisik untuk melakukan suatu perilaku dan ambil bagian dalam prosedur modelling secara bertahap. sehingga berbeda pula dalam kekayaan aturan yang dapat dipilihnya atau dikembangkannya untuk melaksanakan suatu perilaku jika aturan tersebut belum dimilikinya.

Keberfungsian mengantisipasi ekspektasi respon. Bertahannya nilai prediktif suatu isyarat yang dipelajari secara verbal atau secara simbolik biasanya memerlukan konfirmasi periodik melalui pengalaman langsung. isyarat lingkungan mereka membingungkannya untuk dapat mengidentifikasi isyarat yang relevansi Kemudian membentuk faktor-faktor yang relevan itu menjadi aturanaturan tindakan yang dapat digeneralisasikan. atau Isyarat dan yang efektif menuntut kemungkinan hubungan orang dampak mengevaluasi bukannya dan bermacam-macam tindakan. permisif. memprediksi konsekuensi. simbolik. dan tak langsung yang yang dapat memberikan informasi tentang konsekuensi dipergunakan SEBAGAI DASAR prediksi. ingatan. mengabaikan aspek-aspek yang tidak demikian. Manusia lingkungannya memperhatikan yang dapat dengan seksama aspek-aspek dan Misalnya. dari penjelasan yang menggambarkan keadaan tertentu di mana Informasi langsung information) diperoleh melalui pengamatan terhadap konsekuensi respon yang dialami orang lain. anak akan berperilaku lebih agresif bila orang tuanya lebih Pengetahuan tentang konsekuensi respon dan nilai prediktifnya memungkinkan orang menentukan tindakan yang dapat dilakukannya. Untuk dapat membuat pertimbangan prediktif yang akurat diperlukan perhatian. dan sejumlah keterampilan kognitif dihadapkan memiliki yang pada integratif. Terdapat tiga sumber informasi yang saling terkait yaitu langsung. Sering kali orang perlu yang perlu bermacam-macam prediktif. konsekuensi respon tak positif Informasi langsung (enactive information) diperoleh dari pengalaman langsung Informasi simbolik diperoleh dan negatif (vicarious akan terjadi. 11 Sebagian . keyakinan (cues) Konsekuensi respon menciptakan stimulusnilai stimuli memperoleh prediktif melalui hubungannya dengan konsekuensi respon. dengan konsekuensi respon.

Ekspektasi tentang konsekuensi yang berhubungan dengan insentif materi. utama. a) b) perilaku. misalnya makanan atau rasa sakit. yaitu yang dan didasarkan konsekuensi pada yang konsekuensi eksternal (external motivator). Konsekuensi respon itu mempengaruhi perilaku terutama melalui nilai informatif dan insentifnya. Ketepatan prediksi orang dapat berkurang bila dia salah membaca peristiwa. dihasilkan oleh diri sendiri (self-regulatory motivator). Terdapat tiga insentif penting yang berfungsi sebagai sistem pengatur perilaku. 3. Terdapat dua klasifikasi besar motivator eksternal. (physical pain). MOTIVATOR EKSTERNAL Sering kali konsekuensi eksternal berpengaruh dalam memotivasi kognitif. misalnya 12 . INSENTIF SEBAGAI SISTEM PENGATUR PERILAKU Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh keteraturan konsekuensi respon.besar aturan tindakan ditanamkan melalui pengajaran Penjelasan bukannya ditemukan melalui pengalaman langsung. melalui antisipasi terhadap konsekuensi Ini mencakup: masa depan. mereka mungkin salah menilai ancaman. yaitu motivator biologis dan motivator Motivator biologis mencakup kekurangan fisik deprivation) dan rasa sakit fisik (physical Motivator kognitif beroperasi dengan dua cara Pertama. tidak dapat melihat atau salah mempersepsi aspek-aspek penting dari lingkungannya atau berlebihan dalam menilai kecukupan pengetahuannya. yang berhubungan dengan insentif sensoris.1. III. verbal yang memberikan informasi tentang kondisi yang dapat menghasilkan konsekuensi tertentu sangat bermanfaat untuk menanamkan aturan-aturan prediktif. Misalnya. konsekuensi tak langsung (vicarious motivator).

13 . MODEL SEBAGAI MOTIVATOR (VICARIOUS MOTIVATORS) Kemampuan pengamatan Sebagaimana langsung. konsekuensi yang diamati dapat Misalnya. 3. misalnya diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. sebagai kurang rewarding daripada jika tidak tahu tentang umpan balik orang lain. misalnya uang atau nilai prestasi. motivator kognitif beroperasi melalui standar internal dan evaluasi diri. lebih dipuji akan mengalami mengamati kinerja serupa yang dilakukan orang lain yang pujian sendiri. menyenangkan atau tidak menyenangkan. c) d) e) f) yang berfokus pada insentif sosial. Melihat modelling pada umumnya lebih efektif dalam menanamkan pola serupa perilaku orang lain mendapat punishment akan mengurangi kemungkinan bahwa pengamat akan berbuat serupa. Kedua. insentif disukai. perilaku. orang yang untuk kinerjanya mengubah nilai insentif eksternal.2. secara mengubah kegiatan. insentif penghargaan (token incentives).baru. Melihat perilaku orang lain yang mendapat imbalan akan mempertinggi perilaku itu. yaitu melakukan kegiatan yang tindakannya atas dasar pengetahuan yang diperolehnya dari terhadap halnya konsekuensi konsekuensi konsekuensi yang diamati orang dapat dialami Di samping itu. rewarded daripada modelling sendiri. perilaku kemungkinan bahwa pengamat akan meniru Lebih jauh. meskipun memberikan alternatif yang konstruktif merupakan cara yang lebih efektif untuk menghilangkan perilaku yang tak diinginkan. simbolik orang memungkinkannya respon yang pun mengatur lain. insentif status dan kekuasaan.

berfungsi manusia memiliki Jadi. Fungsi informasi akan mengarah pada fungsi motivasi dalam membangkitkan ekspektasi pada diri pengamat bahwa dia akan menerima konsekuensi yang serupa bila melakukan tindakan serupa. b) Fungsi motivasi.3. 3. nilai lain terhadap dan standar internal perilaku pengamat dapat berubah perilakunya sesuai dengan standarnya sendiri. depan. self-reactive memungkinkannya menetapkan standar internal menggunakan standar ini. STANDAR INTERNAL SEBAGAI MOTIVATOR (SELF-REGULATORY MOTIVATORS) Banyak perilaku manusia tidak dilakukan dengan syarat imbalan langsung. Pengamat akan memperoleh informasi tentang jenis tindakan yang berkemungkinan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif. setelah mengamati reaksi orang Misalnya. yang disfungsional Pengamat dapat belajar tentang hal-hal yang dapat mengakibatkan rasa senang Akan tetapi. di masa Banyak depan kegiatan dan orang diarahkan pada konsekuensi masa depan. c) Fungsi pembangkitan emosi. banyak rasa takut dan perilaku penghindaran diri (avoidance behaviours) berakar pada pengalaman tak langsung yang tak menyenangkan. kemampuan 14 . bagi mengantisipasi keuntungan maupun kerugian yang mungkin diperolehnya di Mereka harus menciptakan pedoman dan motivator bagi tindakan yang mengarah pada pencapaian jauh di masa Kapabilitas manusia untuk menggunakan simbol dan perilakunya sebagai dan mengevaluasi dirinya Dengan mengatur kata dengan lain. d) Fungsi pemberian nilai (valuation).Pengamatan terhadap konsekuensi respon yang dialami orang lain itu mempunyai beberapa fungsi: a) Fungsi informasi. standar internal ini dapat untuk perilakunya self-incentive. atau tidak senang.

sendiri.3. dengan kinerja orang lain. keadaan perasaan. 2. penyimpangannya.1. Misalnya. dan (3) reaksi diri (self-reaction). dan konsepsi diri yang sudah Terdapat sejumlah dimensi evaluatif yang dipergunakan untuk mengukur perilaku. Cara-cara untuk menentukan kebaikan standar pribadi ini antara lain adalah dengan membandingkannya dengan norma-norma standar. self-monitoring terhadap diri sering sendiri kali menimbulkan (self-reactive) dipisahkan dari subproses pengaturan diri lainnya. dan standar pribadi yang dicontohkan oleh orang lain. (2) proses penilaian diri (judgemental process).2. kinerjanya sendiri secara cermat. 3. sosial terhadap pengembangan standar pribadi ini mencakup imbalan langsung.3. perilaku sosial dapat diukur berdasarkan dimensi sosiabilitas atau Dimensi evaluatif ini bervariasi menurut Sering kali bila orang mengamati Pengamatan diri atau dampak tidak reaksi mudah dan hakikat kegiatannya. dan 15 . reaksi evaluatif dari orang lain terhadap perilaku itu. karena Pengamatan diri tidak selalu dapat tergantung pada tingkat dapat ketepatannya perhatian. Pengamatan Diri Pengamatan terhadap diri sendiri memberikan informasi untuk menetapkan standar kinerja yang realistis dan untuk mengevaluasi perilaku. mereka menetapkan sendiri tujuannya yaitu untuk peningkatan. Proses Penilaian Diri terhadap perilaku sendiri menuntut Pengamatan dilakukannya penilaian tentang kepositifan atau kenegatifan perilaku tersebut agar orang dapat berbuat sesuatu untuk perilaku itu. Satu aspek dari subfungsi penilaian ini Pengaruh terkait dengan pengembangan standar pribadi. diandalkan ada. Pengaturan sendiri atas perilaku ini melibatkan tiga subproses: (1) pengamatan diri (self-observation).

meskipun dalam batas-batas reciprocal mengembangkan . berbagai stabil. self-incentive mungkin merupakan motivator yang lebih baik daripada insentif eksternal. bila sedang belajar keterampilan berusaha mencapai suatu prestasi. self-motivator Orang juga bereaksi terhadap Misalnya. konkret.3.dengan kinerja sendiri di masa lalu. manusia sendiri Melalui untuk mempengaruhi perilakunya yang untuk sengaja melalui memberinya pengalaman. bersantai dan melakukan kegiatan rekreasi bila suatu kinerja telah berhasil dicapainya. Reaksi Diri pribadi dan keterampilan untuk menilai Mereka Standar (judgemental skills) memungkinkan orang untuk mengunakan pengaruh self-reactive-nya terhadap perilakunya. tertentu cenderung bidang dan perilaku. akan melakukan kegiatan yang mengarah pada reaksi diri yang positif dan menghindari kegiatan yang mengarah pada reaksi diri negatif. Bagaimana orang menilai perilakunya dipengaruhi oleh penilaiannya terhadap kinerjanya. Sistem evaluasi diri yang disfungsional akan terbentuk apabila individu menetapkan standar yang terlalu tinggi. kali orang mempertinggi yang standarnya setiap tantangan telah diatasinya. Bagi banyak orang. Kemampuan sendiri secara dihasilkannya determinism.3. beristirahat. 16 konsekuensi kapasitas orang mengarahkan diri. 3. Orang lebih cenderung menilai kinerja dalam bidang-bidang yang mereka pandang bernilai daripada yang kecil signifikansinya bagi dirinya. mereka akan apabila mereka pencapaiannya menilainya sebagai suatu keberhasilan. Standar pribadi mempengaruhi perilaku Dalam relatif orang satu dapat terutama melalui fungsi motivasinya karena orang berusaha untuk dapat melakukan kinerja yang diperlukannya. standar pribadi itu Akan tetapi. cenderung bangga dengan Misalnya. yang menimbulkan depresi dan perasaan tak berharga.

17 . Sanksi negatif. Self-punishment ini dapat berfungsi sebagai pencegah diteruskannya perilaku yang tidak baik dan dapat mengurangi reaksi negatif dari orang lain. seperti dikritik karena menurunkan standar kinerja realistik. misalnya kebaikan yang diperoleh dari meningkatnya kemahiran dalam suatu keterampilan ataupun b) c) d) e) f) Menerima Melihat terhindar imbalan orang dari sosial rasa dan tidak senang karena lain berhasil mengatur perilaku yang kurang baik. misalnya lingkungan yang menghargai standar kinerja tinggi.keterampilan untuk memonitor perilakunya sendiri. Insentif internal. Terdapat dua sumber insentif dalam proses pengaturan perilaku melalui reaksi diri: 1) 2) Insentif kondisional atau insentif jangka pendek yang memberikan pedoman bagi berbagai tindakan. mengamati orang menerima imbalan sosial. lain berhasil melaksanakan tugastugasnya dengan berpegang teguh pada standar pribadi. misalnya keterampilan untuk menentukan obyek yang perlu diamatinya serta cara pengamatannya. Konteks lingkungan tertentu. Hukuman yang diterapkan atas diri sendiri. misalnya kritik diri. Terdapat beberapa hal yang dapat mempertahankan jangka panjang untuk mematuhi standar standar internal yang memungkinkan orang memiliki kemampuan untuk mengarahkan diri (self-directedness): a) Keuntungan pribadi.

Ekspektasi konsekuensi Misalnya. ekspektasi Bandura (1986. bukan perbuatan itu sendiri. keyakinan bahwa anda dapat meloncat setinggi dua meter Akan tetapi. misalnya keyakinan bahwa melaksanakan dengan baik tugas yang mudah tetapi tidak tugas yang sulit. terampil. Generalitas artinya tingkat generalisasi ekspektasi penguasaan di luar situasi perlakuan tertentu. penting generalitas. 4. Konsekuensi respon merupakan konsekuensi dari penguasaan tiga (magnitude). Self-efficacy bukan sekedar mengetahui apa yang Untuk melaksanakan suatu kinerja secara harus dilakukan.1. menurut 1977). p. 391) mendefinisikan self-efficacy sebagai "a judgement of one's capability to accomplish a certain level of performance" (penilaian tentang kemampuan diri untuk melaksanakan suatu kinerja pada tingkat tertentu). SELF-EFFICACY DAN TUJUAN DEFINISI SELF-EFFICACY Pembentukan self-efficacy sangat penting bagi human agency. orang perlu memiliki keterampilan yang dibutuhkan dan rasa percaya akan kemampuan diri untuk menggunakan keterampilan tersebut. respon adalah keyakinan tentang kemungkinan konsekuensi yang akan dihasilkan oleh perilaku tersebut. Tingkat kekuatan efficacy adalah dimensi ekspektasi (Bandura. tingkat Ekspektasi kesulitan bervariasi dilaksanakan. berbeda dengan Keyakinan tentang self-efficacy tentang konsekuensi respon. dari tugas efficacy yang anda dan dapat harus dapat perbuatan itu. Yang dimaksud dengan kekuatan adalah daya tahan ekspektasi tentang penguasaan pribadi (personal 18 mastery) meskipun .IV. merupakan keyakinan efficacy. antisipasi anda tentang pengakuan masyarakat bahwa anda mampu meloncat setinggi dua meter adalah suatu ekspektasi konsekuensi respon.

meskipun mereka mengalami kegagalan. Akan tetapi. self-efficacy sangat berperan. keyakinan efficacy yang mungkin paling fungsional adalah yang sedikit melewati apa yang dapat dilakukan orang pada suatu saat tertentu. lingkungan cenderung Orang yang memandang dirinya defisiensi tidak memiliki efficacy dalam menghadapi berbagai tuntutan membesar-besarkan pribadinya. orang Konsepsi tentang self-efficacy turut Keyakinan untuk memiliki efficacy dapat menentukan pilihan perilaku.mengalami berbagai kegagalan. Teori Dalam perjuangan yang membutuhkan daya tahan. harus dikerjakan. sedangkan keyakinan bahwa tidak memiliki efficacy dapat membuat orang menghindari kegiatan yang sesungguhnya dapat memperkaya pengalamannya. orang yang memiliki semangatnya untuk sementara bila keyakinan kuat bahwa memiliki efficacy. tetapi cenderung akan tetap memikirkan tugas yang sedang dihadapinya itu dan akan memperbesar usahanya bila kinerjanya hampir mencapai tujuan. keyakinan efficacy mempengaruhi pikiran dan perasaan orang.2. FUNGSI DAN DAMPAK KEYAKINAN SELF-EFFICACY Keyakinan tentang self-efficacy turut menentukan cara orang berperilaku. Keyakinan efficacy juga turut menentukan berapa besar usaha yang harus dilakukan dan berapa lama orang dapat bertahan dalam menghadapi kegagalan dan kesulitan. Di samping itu. 4. menjadi mudah patah semangat dan menyerah bila menghadapi kesulitan. mungkin akan turun Sebaliknya. Keyakinan yang kuat tentang self-efficacy dapat memperkuat daya tahan orang bila menghadapi tugas yang sulit. itu bersifat Keyakinan yang berlebihan tentang efficacy disfungsional. keyakinan akan behaviorisme tradisional harus menjawab pertanyaan bagaimana organisme 19 . misalnya menentukan apa yang mendorong melakukan kegiatan.

dan (4) persuasi fisiologis keadaan (physiological Setiap metode perlakuan dapat dipergunakan dengan satu atau lebih dari sumber-sumber ini. (2) pengalaman tak langsung experience). Keyakinan perkembangan inefficacy self-eficacy dapat yang mempengaruhi diperlukan tersebut. Orang mungkin memiliki Juga.3.1. misalnya tidak mampu mempersepsi umpan balik dan ingatannya tidak baik. untuk tugas-tugas yang kompleks. SUMBER-SUMBER INFORMASI SELF-EFFICACY Empat self-efficacy (vicarious persuasion). tetapi tidak memiliki insentif untuk menggunakannya. orang sumber tidak dapat untuk subketerampilan yang diperlukan dan self-efficacy. state). 4. Memiliki keyakinan efficacy yang akurat keterampilan kognitif kadang-kadang sulit. Pengalaman Keberhasilan keberhasilan 20 pribadi merupakan sumber Pengalaman . pada keterampilan-keterampilan dapat akan menghambat efficacy Sesungguhnya bukan sendiri. yang memiliki efficacy mungkin tidak keuangan dan materi yang memadai sehingga mengaplikasikannya. karena sering kali apa yang dibutuhkan tidak selalu tampak jelas dari apa yang dapat teramati dengan mudah. orang dapat menciptakan akan masa depannya sekedar meramalkannya. Kadang-kadang keyakinan efficacy orang itu tidak akurat karena kegiatan kognitifnya kurang tepat. 4. sumber adalah: informasi (1) yang penting melalui verbal untuk memiliki pengalaman (3) perbuatan (verbal langsung (enactive attainment). sedangkan keyakinan akan perkembangan dapat Keyakinan dihadapkan disinsentif dan kendala kinerja.yang mampu memprediksi masa depannya tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dirinya sendiri.3.

keyakinan Kedua.2. Sebaliknya. Modelling mempengaruhi keyakinan efficacy dalam dua cara.3. 21 tetapi. keyakinan orang tentang self-efficacy-nya akan meningkat. yang berulang-ulang akan memperendahnya. Pengalaman Tak Langsung Ekspektasi efficacy dapat berubah setelah mengamati orang lain dan melihat konsekuensi positif dan negatif dari perilaku orang itu baginya. 4. dibentuk daripada melalui modelling yang ekspektasi Ekspektasi efficacy yang pada umumnya melalui lebih lemah keberhasilan dibentuk melaksanakan suatu tugas. kegagalan. lain akan mengalami menurunkan sendiri dan usahanya tentang yang efficacy-nya akan motivasinya pun akan menjadi lemah. Keberhasilan Bila sudah akan mempertinggi ekspektasi efficacy. . Persuasi Verbal Persuasi dapat berhasil baik berusaha pada cukup keras agar akan gilirannya Akan Persuasi verbal. keyakinan efficacy yang tinggi itu cenderung menggeneralisasi. meskipun pengamat model melihat orang keras. keyakinan yang mempertinggi efficacy-nya. 4. kompeten mentransmisikan pengetahuan dan mengajarkan kepada pengamat keterampilan dan strategi yang efektif untuk mengatasi berbagai tuntutan lingkungan. Melihat orang yang serupa dengannya mencapai keberhasilan melalui usaha keras akan mempertinggi keyakinan pengamat terhadap kemampuannya sendiri.3. seperti saran dan nasihat. bila membujuk orang untuk mencapai keberhasilan. dapat juga mempengaruhi self-efficacy.3. pengamat menarik inferensi dari keberhasilan dan kegagalan model. Pertama.ekspektasi efficacy yang paling fundamental. sedangkan kegagalan terbentuk. terutama pada situasi yang serupa dengan situasi ketika keyakinan itu dipertinggi. Dengan belajar keterampilan yang lebih baik.

persuasi. Informasi efficacy yang diperoleh dari sumber Terdapat dan pengalaman langsung. untuk yang mempertinggi mempengaruhi dibangkitkan secara kognitif. lingkungan dan informasi ke yang dipilih. Pemrosesan informasi efficacy secara kognitif melibatkan dua proses: pertama. Keadaan Fisiologis fisiologis dan afektif dapat berpengaruh Pertama. dan keadaan fisiologis. dan kedua. keadaan fisiologis atau tingkat efficacy-nya. Mengenai informasi tentang efficacy yang bersumber 22 . Kedua. yang tidak didukung oleh pengalaman keberhasilan. diproses secara kognitif.3. menimbang dan mengintegrasikan informasi tersebut. mungkin akan lebih banyak bahayanya daripada kebaikannya.mempertinggi keyakinan efficacy yang tidak realistis. diintegrasikan dalam penilaian self-efficacy. Dimilikinya mengontrol Tingginya tingkat emosi biasanya memperburuk kinerja dan karenanya akan menurunkan tingkat ekspektasi Pendekatan yang menurunkan tingkat emosi dapat keyakinan keyakinan pikiran akan efficacy tentang maupun self-efficacy emosi kinerja. orang memandang rasa letih dan penatnya sebagai tanda-tanda melemahnya efficacy fisik. dalam kegiatan yang membutuhkan kekuatan dan stamina. pengalaman tak langsung.4. memilih informasi yang relevan dengan efficacy. bila orang terhadap ekspektasi Keadaan terhadap efficacy dalam tiga cara. efficacy. yang positif akan meningkatkan sedangkan perasaan tertekan akan menghilangkan keyakinan tersebut. Ketiga. 4. keadaan perasaan (mood) mempengaruhi penilaian tentang self-efficacy: keyakinan perasaan efficacy. perbedaan antara informasi yang diperoleh dari peristiwa ditimbang. emosinya dapat berpengaruh negatif sedang tegang dan cemas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi kinerja terhadap self-efficacy adalah: (1) tingkat kesulitan tugas. dan (2) penetapan tujuan dengan reaksi self-evaluative terhadap perilaku sendiri. (2) besarnya usaha yang dilakukan. keadaan berkurangnya awalnya orang dan ketidaksesuaian. serta pengalaman masa lalu tentang bagaimana rangsangan itu mempengaruhi kinerja. Mengenai informasi tentang efficacy yang diperoleh dari sumber pengalaman tak langsung. merupakan sumber informasi komparatif yang paling valid. Kontrol reaktif mencakup penyesuaian tingkat Tujuan untuk usaha untuk mencapai hasil yang diinginkan. pengamat akan memandang bahwa model yang tingkat kemampuannya sama. Bandura (1989) pada dan yang mengemukakan bahwa motivasi atau Pada manusia tergantung proaktif kinerja kemudian bertambahnya reaktif. Fungsi Tujuan (goal) Personal agency. Kinerja yang baik belum tentu mempertinggi self-efficacy. atau pengaturan perilaku secara sadar. Yang paling berpengaruh di sini adalah sumber dan tingkat rangsangan. 4. dan (3) besarnya bantuan eksternal yang diterima. Motivasi itu menuntut adanya kontrol kontrol memotivasi dirinya dengan menetapkan standar atau tingkat menciptakan berusaha disequilibrium kembali mereka mendapatkan keadaan equilibrium. tidak ada hubungan sebab-akibat antara kualitas kinerja dan keyakinan self-efficacy. atau sedikit lebih tinggi. Informasi efficacy fisiologis juga diproses secara kognitif.dari pengalaman langsung. beroperasi melalui dua sumber motivasi kognitif: (1) pemikiran ke depan (forethought). 23 .4. pengaruhnya terkait dengan tingkat kepercayaan penerima informasi terhadap penilaian pelaku persuasi itu. Sehubungan dengan informasi efficacy persuasif.

inefficacy akan dapat bertindak. kegiatan yang Konselor berulang-ulang mencontohkan misalnya menangani ular atau ditakuti. tujuan juga penting untuk perkembangan self-efficacy. Langkah kedua. Bandura Mungkin adalah modelling. 5. menghasilkan informasi efficacy dan rasa percaya diri untuk Keyakinan mengakibatkan orang memperendah tujuannya dan akibatnya menurunkan tingkat ketidakpuasannya terhadap kinerja di bawah standar. untuk terus tujuan jangka pendek dengan tingkat kesulitan yang dapat Sub-tujuan seperti ini memberikan insentif dan. dipandang perubahan kontribusi langsung dari pendekatannya yang ditakuti. Tujuan merupakan standar bagi orang untuk Yang lebih penting adalah submenilai kapabilitasnya. berusaha. pengaruh Bandura terhadap yang konseling paling yang dengan disebut kinerja sangat besar. Di samping itu. ditoleransi. Participant sebagai berikut: Langkah pertama. untuk menunjukkan kepada klien cara melakukannya secara berhasil. dan untuk membuktikan bahwa konsekuensi yang ditakutkan itu tidak terjadi.mencapai kepuasan diri dengan kinerjanya. dengan menetapkan kondisi yang diinginkan. participant yang berhasil mencapai Pendekatan ini menggunakan kinerja dalam melaksanakan tugas sebagai kendaraan utama untuk psikologis.1. V. berfungsi sebagai motivator. modelling menggunakan langkah-langkah anjing. Klien dan konselur melakukan kegiatan 24 . bila telah tentang tercapai. APLIKASI DALAM KONSELING PARTICIPANT MODELLING Dengan menekankan pentingnya observational learning dan berbagai proses yang tercakup di dalamnya.

Langkah kelima. tetapi kemudian dia meninggalkan klien seorang diri. pada saat tindakan konselor memberikan perlakuan untuk mengatasi fobia ular. mengamati klien dari balik kaca satu arah. alat bantu memegang erat-erat kepala dan ekor ular. adalah tampak bahwa jelas cara bagi terbaik klien untuk bahwa Ide dasar hal tersebut memperkuat keyakinan itu self-efficacy adalah dengan pencapaian mandiri di mana keberhasilannya disebabkan oleh kemampuannya untuk menguasai situasi yang ditakutkannya itu tanpa bantuan orang lain. ekspektasi Konselor dapat menggunakan alat bantu yang ditakuti sehingga membantu pembangkit respon atau kondisi protektif untuk mengurangi konsekuensi klien melaksanakan tugas dengan baik. Klien melaksanakan kinerjanya secara Pada tahap awal kinerja mandiri ini. Secara bertahap konselor mengurangi bantuannya untuk memastikan bahwa klien dapat berfungsi secara efektif tanpa bantuan. yang berfungsi sebagai pembimbing pencegah kecemasan. konselor dapat tetap berada di dalam ruangan bersama klien.2. 25 sangat Misalnya. mandiri. dan Konselor. self-efficacy perempuan. APLIKASI DALAM MASALAH-MASALAH LAIN Teori kognitif sosial dapat diaplikasikan untuk membantu memahami dan merumuskan intervensi dalam konseling karier dan perkembangan. penggunaan sarung tangan pelindung dan penggunaan ular yang lebih kecil. yang kalau dikerjakan oleh klien sendiri akan terlalu menakutkanya. menggunakan hierarkhi sub-tugas yang tingkat kesulitannya dipertinggi secara bertahap. pembangkit responnya dapat berupa Misalnya. 5. Langkah ketiga. Langkah keempat. pembentukan keyakinan untuk membantu perempuan relevan menerima pekerjaan yang secara tradisional tidak biasa bagi .itu bersama-sama.

Guided mastery (penguasaan terbimbing) merupakan cara utama untuk menanamkan kompetensi kognitif. staf. Meskipun sering kali konselor tidak akan mempunyai waktu ataupun pengetahuan yang cukup untuk mengajarkan materi pelajaran. dan latihan terbimbing dalam menentukan kognitif kapan dan bagaimana menggunakan macam strategi untuk memecahkan berbagai permasalahan (Bandura.Lent dan Hackett (1987) mengemukakan bahwa keyakinan self-efficacy dapat memprediksi index perilaku yang penting untuk memasuki karier. 1986. atau bekerja dalam kapasitas sebagai konsultan. konselor dapat mengembangkan keyakinan self-efficacy pada diri siswa. konselor dapat melatih klien dalam penggunaan pendekatan self-management 26 . Konselor tersebut dapat melayani klien secara individual maupun kelompok. seperti pemilihan jurusan di perguruan tinggi dan kinerja akademik dalam bidang-bidang tertentu. dan orang tua. Dengan efficacy. untuk meningkatkan motivasi dan pencapaian akademik. guru. misalnya matematika. memperhatikan konselor karier keempat dapat sumber informasi intervensi merancang individual dan kelompok yang lebih efektif bagi laki-laki maupun perempuan. mencakup penggunaan Guided mastery hampir sama dengan pendekatan participant modelling yang Langkah-langkah dalam guided mastery modelling kognitif dan bantuan pengajaran untuk secara bertahap mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. digambarkan di atas. Dalam setting pemberian bantuan. 1993). tetapi mereka dapat membantu guru untuk merancang dan mengimplementasikan kurikulum yang mengembangkan keyakinan self-efficacy pada diri para siswa. Dalam setting pendidikan.

3) Teori kognitif sosial ini menjelaskan secara rinci berbagai proses konsep kognitif seperti self-efficacy dan self-regulation. emosi dan tindakan. konselor dapat membantu klien mengadopsi dan mempertahankan kebiasaan-kebiasaan yang kondusif untuk kesehatan dan untuk menghilangkan kebiasaan yang tidak baik bagi kesehatan. DAFTAR REFERENSI Bandura. yang perlu dipertimbangkan secara seksama oleh para konselor. berikut: 1) Teori ini mampu menjelaskan cara pembentukan perilaku manusia yang tidak dapat dijelaskan secara memadai oleh perspektif aliran Skinnerian tentang bagaimana prinsip-prinsip reinforcement beroperasi. Secara singkat. VI.yang didasarkan atas teori kognitif sosial. 2) Teori Bandura tentang observational signifikan klien learning terhadap cara memberikan pemahaman kontribusi mengenai yang Kelebihan teori Bandura ini adalah sebagai bagaimana belajar berpikir dan berperilaku yang positif maupun negatif. Social Foundations of Thought and 27 . maupun pentingnya proses kognitif terhadap motivasi. (1986). Misalnya. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI Tteori kognitif sosial mengakui baik adanya kontribusi sosial terhadap cara manusia berpikir dan bertindak. a. teori kognitif sosial memberikan kepada konselor pemahaman tentang bagaimana mereka dapat meningkatkan keyakinan self-efficacy serta keefektifannya bagi para kliennya maupun bagi dirinya sendiri.

Journal of Vocational Behavior. 30. (1987). W. D.inc. Perceived Self-efficacy in Cognitive Development and Function . Counselling and Personality: Theory and Practice. Bandura. R. Foresman and Company. (1993). Illinois: Scott. a. Kelley. & Personality. 28 . K. G. Philip G.Action: a Social Cognitive Theory. Byrne. Australia: Allen and Unwin Pty Lt .. An Introduction New Jersey: Prentice Hall. Nj: Prentice-hall. Richard. (1995). Career Self-efficacy: Empirical Status and Future Directions. Psychology and Life. 1178. (1977). 3472. (1981). d Zimbardo. 28 (2).Dalam Educational Psychologist. Nelson-jones. to Lent. Englewood Cliffs. & Hackett.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful