UTSMAN BIN ‘AFFAN RA (Nepotisme dan Pemberontakan) Oleh: Halid Alkaf, M.Ag.

* Abstract : The governance of Utsman ra held with the flame of rebellion and nepotism system having effect in the early history of Islam as the al-fitnah al-kubra. But, Utsman ra applied successfully the great meritorious on Islamic dakwah development and expantion of Islamic power territory; and this glorious moments is not neglected at all.

Keywords : al-fitnah al-kubra, Dewan Syura, tahkīm, tribal minded, Cyprus, Byzantium, nepos, syūrā, Mesir, Bashrah, Kufah, spoil system, al-Sābiqūn al-Awwalūn, khilāfah, Mushaf Utsmani, Romawi.

Pengantar Ibnu Hazm al-Andalusi, salah satu tokoh Islam terkenal dari Andalusia (sekarang Spanyol), dalam karyanya Jamharah Ansāb al-‘Arab, menjelaskan bahwa salah satu karakter khas bangsa Arab yang masih terpelihara sejak masa Jahiliyah adalah kuatnya pemeliharaan mereka terhadap nasab (keturunan). Dalam sebuah riwayat disebutkan sebagai berikut:

‫ان يأخذ ما يحتاج‬ َ َْ ‫وقال عمر ابن‬

‫رض‬ ‫رض‬

‫وقد امر صلى ال عليه وسلم حسان بن ثابت‬ ‫إليه مصصن علصصم نس صب عصصن ابصصى بكصصر الصصصديق‬ ٍ ََ ِ . ‫الخطاب: تعلموا من انسابكم ماتصلون به‬ ِ َ ِ َ َْ ِ ُ ّ

Rasulullah saw. menyuruh Hassan bin Tsabit ra agar mencari tahu hal-hal yang berkenaan dengan ilmu nasab dari Abu Bakr ra. Lalu Umar bin alKhaththab ra berkata, “Pelajarilah nasabmu sehingga dapat menjalin silaturrahim dengan sanak familimu!”.1

Seruan di atas memberikan indikasi kuat bahwa bangsa Arab dikenal sebagai bangsa yang sangat memperhatikan tali hubungan kekerabatan. Tidak mengherankan jika kemudian mereka terbagi ke dalam beberapa golongan dan suku. Al-Qu`ran sendiri juga mengisyaratkan akan hal itu.
Dosen tetap Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Salah satu alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. 1 Ibnu Hazm al-Andalusi, Jamharah Ansāb al-‘Arab, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1983, hlm: 5.
*

Nabi Muhammad saw selaku utusan Allah sebagai penerima otoritas nilai-nilai ketuhanan (wahyu). kelunakan. bukan bangsa dan suku. status sosial. dan lainnya. apalagi harta dan jabatan. adalah . Kita dapat berasumsi bahwa pada masa kepemimpinan Utsman ra misalnya. dan elitis. Namun kesuksesan dua khalifah lapis pertama itu. golongan. Sesungguhnya paling mulia di antara kalian adalah yang paling takwa. tidak diikuti oleh dua khalifah lapis kedua: Utsman bin ‘Affan ra dan Ali bin Abu Thalib ra yang justru berakibat pada lahirnya tragedi kemanusiaan yang dalam sejarah dikenal dengan sebutan al-fitnah al-kubrā (bencana besar) yang berakibat pada terbunuhnya khalifah Utsman ra dan tahkīm (arbitrasi) yang melengserkan kekhalifahan sah Ali ra akibat siasat politik Mu’awiyah ra yang juga sahabat senior Nabi saw. seperti kesukuan. dianggap sebagai orang yang paling sukses dalam membudayakan sekaligus melestarikan nilai-nilai universal itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Mengenal (Q. dan sikap ragu-ragu. lemah lembut (bahkan cenderung permisif). Keberadaan Utsman ra yang dikenal dermawan. dan mulai tergerus. Pergantian dari khalifah Umar ra ke khalifah Utsman ra diillustrasikan oleh Ahmad Syalaby sebagai perubahan dari keradikalan dan ketegasan menuju kelonggaran. sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sendi-sendi syūrā (musyawarah). yang dianggap sukses mengemban misi tersebut. takwa adalah nilai-nilai kemanusiaan universal yang dapat dipertanggung jawabkan dihadapan Tuhan dan manusia. Demikian juga dua penggantinya: Umar bin al-Khaththab ra dan Abu Bakr al-Shiddiq ra. pilar-pilar kekhalifahan mulai rapuh. dan sikap keragu-raguan dalam mengambil kebijakan.S. Pungkasan dari ayat tersebut adalah “Sesungguhnya paling mulia di antara kalian adalah yang paling takwa”.‫يأيهاالناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثا وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا‬ َِ ً ٍ ِ . al-Hujurat [49]: 13). ras. Takwa dipertegas Allah sebagai parameter kemuliaan. Dengan kata lain. individualistik. berubah menjadi sistem dan kultur nepotis. Nilai-nilai ini melampaui sekat-sekat parsial dari unsur-unsur kehidupan manusia. pemerataan.(13 :‫إن أكرمكم عند ال أتقاكم إن ال عليم خبير )الحجرات‬ ُ َْ َُْ ْ Wahai manusia. jabatan. keadilan.

tt. . Situasi dan kondisi seperti ini berpotensi besar mendorong terciptanya iklim yang tidak mengenakkan itu. prosedur pemilihan Utsman ra agak berbeda dengan dua pendahulunya. dan Abdurrahman bin ‘Auf ra. Utsman ra termasuk golongan yang oleh Nabi saw dikategorikan sebagai al-Sābiqūn al-Awwalūn (golongan yang pertama masuk surga dari umat Muhammad saw—pen). dan 1000 dirham dalam ekspedisi yang dipersiapkan Nabi saw untuk melawan pasukan Byzantium yang berkumpul di perbatasan Palestina. Terpilihnya Utsman ra menjadi khalifah ditempuh setelah Abdurahman bin ‘Auf meminta kepada dua kandidat terkuat: Ali ra dan Utsman ra—setelah empat kandidat lainnya menyatakan mundur—untuk berpegang teguh pada al-Qur`an dan 2 3 Jalaluddin al-Suyuthi. Tārīkh al-Islām. Menurut suatu riwayat. atas ajakan Abu Bakr ra. Lahir pada 576 M. Hassan Ibrahim Hassan.2 Pribadi Utsman ra dikenal dengan kesederhanaannya. hlm: 235. Tentang Utsman bin ‘Affan ra Nama lengkapnya adalah Utsman bin ‘Affan bin al-‘Ash bin Umayyah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin al-Quraisy al-Umawiy.sumber utama timbulnya al-fitnah al-kubra seperti disinggung di atas. Di samping itu. Kairo. Keenam sahabat inilah yang nantinya bertanggung jawab untuk memilih seorang khalifah. 50 keledai. Belum lagi karena watak dan karakteristik bangsa Arab yang cenderung tribal minded (kecenderungan kuat untuk mempertahankan tradisi kesukuan). Beirut. membekali umat Islam dengan 950 onta. Dia juga salah satu golongan pertama yang memeluk Islam setelah Khadijah ra dan Ali ra. Dia juga membeli mata air Romawi yang terkenal dengan harga 20000 dirham dan diwaqafkan untuk kepentingan umat Islam. dia menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk kepentingan Islam. Sa’ad bin Abu Waqqash ra. Darul Fikr. hlm: 138.3 Dalam soal suksesi kepemimpinan (khilāfah). Tārīkh al-Khulafā`. dorongan dan desakan dari pembesar Bani Umayyah dan kerabat dekatnya dalam mewujudkan ambisi pribadi. Dia terpilih setelah melalui pembentukan Dewan Syura yang terdiri dari enam orang sahabat senior: Utsman ra sendiri. sekitar lima tahun setelah kelahiran Nabi saw. Ali bin Abu Thalib ra. 1964. Maktabah al-Nahdhah al-Mishri. lemah lembut. Thalhah ra. dan low profile. Zubeir ra. juga menjadi pendorong utama lahirnya tragesi kemanusiaan tersebut.

Pada masa Utsman ra juga dibangun angkatan laut pertama yang berpusat di Suriah di bawah pimpinan Muawiyyah ra untuk menandingi angkatan laut Romawi. masa pemerintahan Utsman ra dapat dibagi menjadi dua periode: enam tahun pertama dan enam tahun kedua. Pada periode pertama. Lihat juga S. desakan dari kerabat dan orang-orang dekat di sekitar Utsman ra yang memiliki ambisi kekuasaan.sunnah Nabi saw serta sunnah khalifah terdahulu. Di samping itu. Di antara kemajuan yang dia capai adalah perluasan imperium Islam sampai ke Asia dan Afrika.4 Pada waktu Utsman ra dibai’at jadi khalifah. Oxford University Press. Dengan penolakan Ali ra. Faktor kekayaan. The Story of Islam. 5 Harun Nasution. Mizan. 1996. hlm: 102. Mahmud. Lihat dalam Munawwir Sjadzali.F. Bahkan dia kemudian mengirim angkatan laut ke daerah Cyprus dan dapat mengalahkan penguasa Romawi sehingga mereka harus membayar upeti pada khalifah. dan kemampuan membangun manajemen birokrasi yang efektif-efisien. Bahkan Utsman ra bisa dipandang sebagai pelopor perluasan Islam pertama hingga ke luar jazirah Arab—yang kemudian diteruskan oleh Dinasti Umayyah sampai ke Eropa dan mengungguli kekuasaan Byzantium. Islam Rasional. dia sudah berumur 70 tahun dengan masa pemerintahannya yang berlangsung sekitar 12 tahun (24 . Utsman ra juga berhasil meredam pemberontakan orang-orang Persia yang dihasut oleh Yazdajird III. Ketuaan umurnya inilah yang menjadi salah satu sebab lemahnya pemerintahan Utsman ra ketika menjadi khalifah.36 / 644 . juga menjadi faktor determinan lainnya yang berakibat pada terbentuknya pemerintahan nepotis. Bandung. hlm: 31.656 ). Umar memilih keenam sahabat senior itu dengan pertimbangan karena kesemuanya adalah sahabat Muhajirin dan golongan bangsa Quraisy yang sebelumnya oleh Nabi saw ditegaskan sebagai calon penghuni syurga.5 Raihan Utsman ra bisa disebut sebagai salah satu ekspansi umat Islam terbesar pada saat itu. Secara umum. Islam and Governmental System. Jakarta. maka Abdurahman bin ‘Auf dan orang banyak membai’at Utsman ra sebagai khalifah ketiga. INIS. hlm: 20. 4 . kekuatan pasukan. yaitu mensyaratkan pesan Umar ra agar Utsman ra dan Ali ra tidak boleh mengangkat keluaga mereka dalam jajaran pemerintahan. 1991. Ali ra menolak persyaratan itu karena dia dapat berijtihad sendiri untuk memilih orang dari golongan manapun. London. menjadi beberapa faktor yang mengantarkan kesuksesan tersebut. bukan karena representasi dari suatu golongan atau suku tertentu. Jasa Utsman ra Menurut suatu riwayat. pemerintahan Utsman ra mengalami kemajuan dan kesuksesan.

Dalam kaitannya dengan hal ini. Syed Mahmudunnasir.8 Dalam istilah disiplin ilmu sosial-politik. Bashrah. Tuduhan-tuduhan ini menambah sulitnya posisi Utsman ra dan bertambah jauhnya para sahabat senior darinya. sosiolog muslim terkemuka. Pada mulanya. Salah satu permasalahn yang sangat menonjol adalah pengangkatan sebagian besar keluarga dan kerabat Utsman ra di jajaran elit pemerintahannya. pemerataan. Islam: Its Concept and History. Decline and Fall. Sistem ini dipandang kurang efektif bahkan cenderung destruktif. 1981. dan keterbukaan. karena menutup kemungkinan adanya kompetisi yang lebih sehat. nepotisme bukan hanya ditujukan pada setiap praktik favoritisme dalam birokrasi pemerintahan. The Caliphate: Its Rise. 1985. Cipta Andi Pustaka. praktek nepotisme menyerupai model pemerintahan aristokrasi atau oligarki. hlm: 138 – 139.yang tak kalah pentingnya adalah penyusunan kitab suci al-Qur`an dalam satu standar baku yang kemudian dikenal dengan sebutan “Mushaf Utsmani”. yaitu dengan cara memberi jabatan kepada sanak famili atau orang yang mereka sukai. . klimaks dari tuduhan itu adalah terjadinya pemberontakan di Madinah yang didukung para utusan dari Mesir hingga berakibat pada terbunuhnya khalifah Utsman ra. 1984. Kitab Bavan. hlm: 141 – 7 Sir Williem Muir. istilah ini digunakan untuk menjelaskan praktik favoritisme yang dilakukan oleh pimpinan gereja Katolik Roma pada abad pertengahan. tapi juga pada birokrasi swasta. Ibn Khaldun—sebagaimana dikutip Albert Hourani—memberi pandangan sebagai berikut: 6 142. Ia dianggap sebagai spoil system. Pengertian ini kemudian berkembang hingga dewasa ini. Jakarta.6 Pada periode kedua (enam tahun paroh kedua). dinamis. dan terbuka. dan Mesir tentang kebencian rakyat terhadap gubernur yang diangkat oleh khalifah Utsman ra.T.7 Nepotisme: Motif dan Akibat yang Ditimbulkan Istilah nepotisme berasal dari bahasa Latin. London. Darf Publisher. P. New Delhi. nepos yang berarti keponakan atau cucu. Keadaan ini diperburuk dengan tersebarnya berita di setiap provinsi seperti Kufah. pemerintahan Utsman ra mulai menghadapi beragam permasalahan di dalam negeri. Ensiklopedi Nasional Indonesia (entri “nepotisme”. hlm: 85. Akhirnya. 8 Tim Penyusun Ensiklopedi. suatu sistem yang mengarah pada penempatan tugas dan wewenang tanpa memperhatikan parameterparameter kualitatif. jilid 11).

seperti halnya negara-negara yang bersih dan stabil. is a blend of kingship (mulk) and shari’a state.Abdullah bin ‘Amr.9 Walaupun belum ada parameter yang jelas tentang apakah praktik nepotisme dalam sistem pemerintahan itu seluruhnya jelek. negara Islam. its was true also of the Ottoman empire. Dalam konteks masa pemerintahan Utsman ra. Arabic Thought in the Liberal Age 1798 – 1939. First of all it was a dynastic kingdom. 1962.…for Ibn Khaldun. saudara sepupu Utsman ra yang diangkat sebagai Sekretaris Negara. seorang pemuda 25 tahun yang menjadi ‘amīr (pemerintah) di Bashrah menggantikan Abu Musa al Asy’ary ra. a family. seperti ditunjukkan secara tepat pada kekuasaan Utsmani yang merupakan warisan dari perkembangan politik Islam. Utsman ra kemudian menggantikannya dengan Sa’ad bin ‘Ash yang juga keponakan Utsman ra sendiri. London. menggantikan Amr Ibn ‘Ash ra. Albert Hourani. . like all stable and virtuous state. Cambridge University Press. hlm: 25. True as this was of the sultanates of its time. Oleh karena Walid dikenal sebagai pemabuk. . adalah perpaduan antara negara (model) kerajaan dan syariat. antara lain : . Gambaran tepat tentang sistem kesultanan di masanya. with in a sense was the heir of the whole political defelopment of islam . gejala praktik nepotisme itu dapat ditunjukkan dengan tampilnya sederetan orang atau tokoh yang mempunyai hubungan kekerabatan di dalam struktur pemerintahan. saudara sesusuan yang menjabat sebagai gubernur Mesir. Namun dalam konteks demokrasi (misalnya konsep syūrā). saudara seibu Utsman ra. . nepotisme tetap dipandang sebagai cacat dan kelemahan yang dapat mematikan potensi dan peran pihak lain (yang tidak termasuk dalam lingkaran kekerabatan) sehingga obyektivitas dan kritisitas menjadi tidak berfungsi.Marwan bin Hakam. menggantikan Sa’ad bin Abu Waqqash ra sebagai gubernur Irak. Hal pertama dari dinamika kerajaan ini (kekuasaan Utsman) adalah sebuah dinasti yang loyalitasnya difokuskan pada perorangan atau menyerupai kelompok-kelompok individu atau famili). keponakan Utsman ra.Abdullah bin Abu Sarh.Walid bin Uqbah. with is loyalty focused upon an individual or rather a group of individuals. the islamic state. (… menurut Ibnu Khaldun. 9 .

. Sebelumnya. Mereka—terutama para elit pemerintahan—yang sebelumnya tertanam pola sikap dan hidup sederhana. Namun yang perlu ditelaah lebih jauh adalah. al Maktabah al Mishriyyah. Dengan tampilnya Utsman ra sebagai representasi kelompok Bani umayyah. karena telah mempraktikkan budaya nepotisme. dan inklusif. Saya memang mencintai sanak famili. dan bahkan otoriter. saudara sepupu Utsman ra.Utsman dikenal sebagai tokoh yang low profile. Secara psikologis.10 Tidak terlalu mengherankan jika kemudian Utsman ra dipandang oleh sebagian besar umat Islam sebagai orang yang cacat dalam kepemimpinannya.Muawiyyah bin Abu Sofyan. . pamor bangsa Arab lebih didominasi oleh keluarga Bani Hasyim karena kehadiran dan kewibawaan Nabi saw. tapi sekarang saya tidak mempunyai unta lagi kecuali dua ekor untuk bekal naik haji.Ambisi dari pihak Bani Umayyah untuk mengembalikan citra dirinya di kalangan bangsa Arab. sehingga saya berikan kekayaan pada mereka. kemudian berubah cenderung pada elitis. Utsman ra membantah isu yang mangabarkan bahwa dia membagi-bagikan harta negara kepada sanak familinya. . di samping ketegasan dan produktivitasnya yang juga menurun. dermawan. Banyak para pembesar Ali Ibrahim Hasan. “Dulu saya adalah orang terkaya di Jazirah Arab. mengapa Utsman ra sampai melakukan praktik nepotisme? Beberapa catatan di bawah ini mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan : . terbukalah kesempatan bagi mereka untuk memanfaatkan posisi tersebut. Tārīkh al-Islām. Konsep musyawarah dan keterbukaan yang sebelumnya telah tertata cukup baik. 1964. Kairo. Dia menjawab. bahkan cenderung kompromis. dan pemaaf. al-Tārīkh al-Islāmī al-‘Ām. orang yang sudah berusia lanjut umumnya bersikap lunak dan cenderung pada kemapanan (status quo). menjadi stagnan bahkan represif. Utsman ra sudah berumur 70 tahun. egaliter.” Lihat Hassan Ibrahim Hassan. paling banyak memiliki unta dan kambing. yang dikukuhkan lagi sebagai gubernur Suriah dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas.Pada saat mengendalikan tapuk kepemimpinan. Maktabah al-Nahdhah al-Mishri. eksklusif. hlm: 240. Kairo. 10 11 .11 Situasi dan kondisi yang demikian tentu membawa konsekuensi-konsekuensi tersendiri terhadap perubahan dan perkembangan sistem sosial budaya dan politik umat Islam. seperti terlihat jelas pada kasus pembagian harta rampasan perang di wilayah Afrika. hlm: 364. 1961.

Beberapa peristiwa seperti yang dipaparkan sebelumnya adalah bukti kuat dalam hal ini. mengambil zakat kuda. Kairo. mulai bangkit dan mengajukan protes agar sang khalifah melepaskan jabatannya. hlm. dan Mesir yang sudah lama memendam rasa kecewa terhadap kebijakan khalifah Utsman ra. . Di samping itu. Utsman ra juga dituduh melakukan bid’ah. Mereka melancarkan kritik dan protes atas pemerintahan nepotis yang dijalankan. seorang Yahudi yang menurut sebagian pengamat sejarah telah memeluk Islam dengan hati yang tidak khlas dan sikap culas. maka wajar jika kemudian timbul berbagai pergolakan dan pemberontakan dari rakyat akibat ketidakpuasan. Mereka menganggap apa yang dilakukan Utsman ra ini sebagai tindakan yang sudah keluar dari agama.12 Situasi dan kondisi yang mulai keruh dan memanas itu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Abdullah Ibn Saba’. dan memperpanjang shalat di Mina.Quraisy dari golongan Bani umayyah menjadi orang kaya baru (OKB) dengan cara memanfaatkan posisi dan jabatan mereka. Pergolakan dan Pemberontakan Mengamati berbagai sikap dan kebijakan yang dilakukan Utsman—karena dipengaruhi para elit pemerintahan dan kerabat dekatnya—terhadap sistem dan pola pemerintahan yang dijalankan. yang kesemuanya belum pernah dilakukan Nabi saw dan dua khalifah pendahulunya. Beberapa daerah seperti Kufah. 1961. Bashra. Kehadiran Abdullah Ibn Saba’ sebagai provokator dan 12 Ali Ibrahim Hasan. Beberapa fenomena yang mengarah pada hal tersebut sebenarnya bermula dari sikap dan pribadi khalifah Utsman ra sendiri yang terlalu lunak dan lemah dalam memutuskan suatu kebijakan. Dampak lebih jauh yang ditimbulkan oleh praktik nepotisme adalah adanya kesenjangan sosial ekonomi yang begitu tajam antara pihak yang kuat (golongan kaya dan penguasa) dengan pihak yang lemah (kaum miskin dan rakyat jelata). 242. al-Tārīkh al-Islāmī al-‘Ām. Kaum muslimin juga marah pada Utsman ra karena mengumpulkan beberapa mushaf (salinan al-Qur`an) di zaman Abu Bakr ra menjadi satu mushaf resmi dan standar. baik di pusat yang dikendalikan Utsman ra maupun di beberapa provinsi yang dikendalikan sanak famili dan kerabat dekat Utsman ra. seperti mendahulukan khutbah Id sebelum shalat. al Maktabah al Mishriyyah.

Hal ini karena sejarah—jika ditilik dari perspektif ilmu—berbeda dengan ilmu-ilmu Konon Abdullah bin Saba’ menggulirkan issu mazhab wishāyah (mazhab yang didasarkan pada wasiat dari Nabi saw untuk menjadikan Ali ra sebagai khalifah sesudah beliau wafat). apalagi legenda dan dongeng. Sejarah Kebudayaan Islam (terjemahan Mukhtar Yahya). 14 A. Jakarta. seperti Madinah. Ketika diperlihatkan pada khalifah Utsman ra untuk dimintai pertanggungjawaban. Pustaka al-Husna. 13 . Bahkan ketika diminta agar Utsman ra menyerahkan orang yang memegang stempel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. bahkan mungkin bertentangan. Lihat A. Damaskus. Pembahasan dan analisa terhadap sejarah pun menjadi semakin rumit dan kompleks ketika berita yang dijadikan acuan beragam. 1993. terutama dari kerabat Ali ra.penyokong utama dalam hal ini. Pustaka al-Husna. Utsman ra juga enggan dan menolak permintaan mereka. Surat itu berisi perintah kepada Ibn Abu Sarh (gubernur Mesir saat itu) supaya membunuh dan mencincang-cincang Muhammad bin Abu Bakr dan pengikut-pengikutnya. hlm: 279.14 Sikap Utsman ra yang tidak tegas itu tentu saja membawa kekecewaan yang mendalam di kalangan sahabat. Refleksi ke Depan Sejarah memang berbeda dengan mitos. Kufah.13 Begitu banyak berita yang memojokkan posisi Utsman ra yang tersebar di beberapa daerah. walaupun akhirnya para pemberontak itu berhasil menerobos pertahanan dan membunuh sang khalifah. Bashrah. Sejarah adalah sekumpulan ide. Namun demikian Ali ra dan keluarganya serta pemuka Islam lainnya tetap melindungi khalifah Utsman ra dalam membendung arus gelombang pemberontakan itu. Syalaby. Saba’ juga mempopulerkan aliran “Hak Ilahi” yang artinya bahwa diangkatnya Ali bin Abi Thalib ra menjadi khalifah adalah ketentuan dari Allah. perangai. menambah keyakinan para pemberontak itu. Jakarta. Namun yang menjadi pemicu utama meletusnya pemberontakan itu adalah tertangkapnya surat rahasia yang diduga kuat berasal dari Marwan bin Hakam (saudara sepupu Utsman ra) yang ditujukan pada Ibnu Abu Sarh dengan menggunakan stempel khalifah. 1993. dan Mesir. Syalaby. beliau mengingkari hal itu. Sejarah Kebudayaan Islam (terjemahan Mukhtar Yahya). hlm: 278. dan karakteristik umat manusia yang terakumulasi dalam sebuah dialektika peradaban. Sejarah juga dipandang sebagai kumpulan berita masa lalu yang idealnya harus menjadi bahan refleksi di masa sekarang dan masa depan.

empati. Sejarah tentang Utsman bin ‘Affan ra telah berlalu. di sisi lain. dan watak sosial akan ikut andil dalam pemberitaan (baik secara tulisan maupun lisan) hingga kemasan dan ramuan sejarah bisa beragam dan khas—meskipun berasal dari satu sumber yang sama. Sejarah lebih terfokus pada manusia sebagai objek kajian. biologi. mungkin ada benarnya apa yang dikatakan sosiolog Amerika Serikat. Robert N. sampai kepada munculnya friksi-friksi internal di tubuh umat Islam yang kemudian berakhir dengan tewasnya sang khalifah.alam. di mana faktor emosi. mulai dari kepribadian sang khalifah. Walaupun di antara kita mungkin sempat menggerutu. . terutama pada masa kekhalifahan ortodhox (empat khalifah). “Mengapa sang khalifah bertindak demikian?” Memang. Akhirnya. Banyak hal yang dapat kita jadikan ‘ibrah (pelajaran berharga) di masa depan. kita harus pandai memilah dan memilih antara “idealitas sejarah” yang selalu konsisten terhadap nilai-nilai kebenaran universal di satu sisi. kejelian dan kekritisan para penulis dan pembaca menjadi taruhannya. sehingga muncul keterkejutan-keterkejutan sosial yang tidak dapat dikendalikan secara baik dan bijak. Hanya saja menurut Bellah. Dalam hal ini. Masa al-Khulafa` al-Rasyidun sendiri hanya berlangsung tidak lebih dari 30 tahun (11 – 40 H / 632 – 661 M). Kita harus lapang dada menerima realitas sejarah yang memang berbicara demikian. Bellah. Kita juga diharapkan bisa memaklumi mengapa pilar-pilar kekhalifahan yang agung itu menjadi rapuh dalam waktu relatif singkat. dengan “realitas sejarah” yang diperankan manusia dengan beragam kebenaran yang bresifat relatif dan temporal. Masa yang singkat itu tentu terlalu premature untuk membangun sekaligus menyangga suatu tatanan sosial-budaya dan politik bangsa Arab saat itu yang masih memiliki mentalitas dan kultur kesukuan yang kuat dan fanatik. yang berpandangan bahwa nilai-nilai modernitas sebenarnya sudah dipraktikkan pada masa-masa awal Islam. untuk mencari kemungkinan-kemungkinan yang paling mendekati kebenaran. dan sosial lainnya. Wassalam. masyarakat Islam klasik pada masa itu mengalami proses “modernisasi yang terlalu mencolok” (remarkably modernization).

Syalaby. Ibnu Hazm.T. Bandung: Mizan. Decline and Fall. . Jamharah Ansāb al-‘Arab (hlm. Beirut: Darul Fikr. New Delhi: Kitab Bavan. Sejarah Kebudayaan Islam (terjemahan Mukhtar Yahya. Albert. 1983 (cet. Hassan. Jakarta: P.F. Islam: Its Concept and History (141-142). London: Darf Publisher. 1996. Lihat juga S. Kairo: al Maktabah al Mishriyyah. 138). The Caliphate: Its Rise. Jakarta: INIS. 31). Islam Rasional (hlm. Jakarta: Pustaka al-Husna. Ensiklopedi Nasional Indonesia (entri “nepotisme”. 278). al-Tārīkh al-Islāmī al-‘Ām (hlm. Ali Ibrahim. Syed. Islam and Governmental System (hlm. 1964. A. London: Oxford University Press. Nasution. Mahmud. Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah. 85). Hassan Ibrahim. Sir. Jalaluddin. Mahmudunnasir. Williem Muir. Harun. 25). 1962. Munawwir.Catatan Pustaka : Al. Sjadzali. Hasan. Tārīkh al-Khulafā` (hlm. London: Cambridge University Press. Cipta Andi Pustaka. Tim Penyusun Ensiklopedi. The Story of Islam (hlm. Tt. 1991. 5). 102). 1984. 1993. hlm. Kairo: Maktabah al-Nahdhah al-Mishri. Tārīkh al-Islām (hlm. jilid 11. hlm. 1961.Suyuthi. Arabic Thought in the Liberal Age 1798 – 1939 (hlm. Al-Andalusi. 20). 1981. 1985. Hourani. 235). 240). I).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful