Parameter Fisika-Kimia-Biologi Penentu Kualitas Air POSTED BY JUJUBANDUNG ⋅ JUNE 8, 2012 FILED UNDER AIR 1.

Parameter Fisik Beberapa parameter fisik yang digunakan untuk menentukan kualitas air meliputi suhu, kekeruhan, warna, daya hantar listrik, jumlah zat padat terlarut, rasa, bau. ⋅ LEAVE A COMMENT

1.1. Bau Air minum yang berbau, selain tidak estetis juga tidak disukai oleh masyarakat. Bau air dapat memberi petunjuk terhadap kualitas air, misalnya bau amis dapat disebabkan oleh adanya algae dalam air tersebut. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002, diketahui bahwa syarat air minum yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berbau.

1.2. Jumlah Zat Padat Terlarut Zat padat merupakan materi residu setelah pemanasan dan pengeringan pada suhu 103 oC – 105 oC. Residu atau zat padat yang tertinggal selama proses pemanasan pada temperatur tersebut adalah materi yang ada dalam contoh air dan tidak hilang atau menguap pada 105 oC. Dimensi zat padat dinyatakan dalam mg/l atau g/l, % berat (kg zat padat/kg larutan), atau % volume (dm3 zat padat/liter larutan).

Dalam air alam, ditemui dua kelompok zat yaitu zat terlarut (seperti garam dan molekul organis) serta zat padat tersuspensi dan koloidal (seperti tanah liat dan kwarts). Perbedaan pokok antara kedua kelompok zat ini ditentukan melalui ukuran/diameter partikel-partikelnya.

Analisa zat padat dalam air digunakan untuk menentukan komponen-komponen air secara lengkap, proses perencanaan, serta pengawasan terhadap proses pengolahan air minum maupun air buangan. Karena bervariasinya materi organik dan anorganik dalam analisa zat padat, tes yang dilakukan secara empiris tergantung pada karakteristik materi tersebut. Metode Gravimetry digunakan hampir pada semua kasus.

Jumlah dan sumber materi terlarut dan tidak terlarut yang terdapat dalam air sangat bervariasi. Pada air minum, kebanyakan merupakan materi terlarut yang terdiri dari garam anorganik, sedikit materi organik, dan gas terlarut. Total zat padat terlarut dalam air minum berada pada kisaran 20 – 1000 mg/L.

Padatan terlarut total (Total Dissolved Solid atau TDS) merupakan bahan-bahan terlarut (diameter < 10-6 mm) dan koloid (diameter 10-6 mm – 10-3 mm) yang berupa senyawasenyawa kimia dan bahan-bahan lain, yang tidak tersaring pada kertas saring berdiameter 0,45 µm (Rao, 1992 dalam Effendi, 2003). Materi ini merupakan residu zat padat setelah penguapan pada suhu 105 oC. TDS terdapat di dalam air sebagai hasil reaksi dari zat padat, cair, dan gas di dalam air yang dapat berupa senyawa organik maupun anorganik. Substansi anorganik berasal dari mineral, logam, dan gas yang terbawa masuk ke dalam air setelah kontak dengan materi pada permukaan dan tanah. Materi organik dapat berasal dari hasil penguraian vegetasi, senyawa organik, dan gasgas anorganik yang terlarut. TDS biasanya disebabkan oleh bahan anorganik berupa ionion yang terdapat di perairan. Ion-ion yang biasa terdapat di perairan ditunjukkan dalam
dalam Tabel 2.4. Tabel 2.4 Ion-ion yang Terdapat di Perairan Ion Utama (Major Ion) (1,0 – 1000 mg/liter) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Sodium (Na) Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Bikarbonat (HCO3) Sulfat (SO4) Klorida (Cl) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sumber : Todd, 1970 dalam Effendi, 2003. Ion Sekunder (Secondary Ion) (0,01 – 10 mg/liter) Besi Strontium (Sr) Kalium (K) Karbonat (CO3) Nitrat (NO3) Fluorida (F) Boron (B) Silika (SiO2)

TDS tidak diinginkan dalam badan air karena dapat menimbulkan warna, rasa, dan bau yang tidak sedap. Beberapa senyawa kimia pembentuk TDS bersifat racun dan merupakan senyawa organik bersifat karsinogenik. Akan tetapi, beberapa zat dapat memberi rasa segar pada air minum.

Kesadahan dan kekeruhan akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya TDS. Analisis TDS biasanya dilakukan dengan penentuan Daya Hantar Listrik (DHL) air. TDS terdiri dari ion-ion sehingga kadar TDS sebanding dengan kadar DHL air. Penentuan jumlah materi terlarut dan tidak terlarut juga dapat dilakukan dengan membandingkan jumlah yang terfiltrasi dengan yang tidak. Analisa TDS dapat digunakan untuk menentukan derajat keasinan dan faktor koreksi, misal untuk diagram kesadahan Caldwell – Lawrence.

1.3. Kekeruhan
Kekeruhan menggambarkan sifat optik air yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat di dalam air. Kekeruhan disebabkan adanya bahan organik dan anorganik yang tersuspensi dan terlarut (misalnya lumpur dan pasir halus), maupun bahan anorganik dan organik yang berupa plankton dan mikroorganisne lain (APHA, 1976; Davis dan Cornwell, 1991dalam Effendi 2003). Zat anorganik yang menyebabkan kekeruhan dapat berasal dari pelapukan batuan dan logam, sedangkan zat organik berasal dari lapukan hewan dan tumbuhan. Bakteri dapat dikategorikan sebagai materi organik tersuspensi yang menambah kekeruhan air.

Padatan tersuspensi berkolerasi positif dengan kekeruhan. Semakin tinggi nilai padatan tersuspensi, semakin tinggi nilai kekeruhan. Akan tetapi, tingginya padatan terlarut tidak selalu diikuti dengan tingginya kekeruhan. Tingginya nilai kekeruhan dapat mempersulit usaha penyaringan dan mengurangi efektivitas desinfeksi pada proses penjernihan air.

Secara optis, kekeruhan merupakan suatu kondisi yang mengakibatkan cahaya dalam air didispersikan atau diserap dalam suatu contoh air. Beberapa metode pengukuran kekeruhan antara lain (Santika, 1987) :

1.3.1. Metode Jackson Candler Turbidimetry
Metode ini dilakukan berdasarkan transmisi cahaya yang terjadi. Pengukuran kekeruhan menggunakan metode ini bersifat visual dan dilakukan dengan cara membandingkan contoh air dengan air standar. Pada awalnya metode standar yang digunakan untuk menentukan kekeruhan adalah metode Turbidimeter Jackson Candler yang dikalibrasi menggunakan silika. Namun, tingkat kekeruhan terendah yang dapat diukur dengan alat ini adalah 25 unit. Satu unit turbiditas Jackson Candler Turbidimeter dinyatakan dengan satuan 1 JTU.

1.3.2. Metode Nephelometric
Nephelometer tidak dipengaruhi oleh perubahan kecil pada desain parameter. Satuan kekeruhan dalam pengukuran nephelometerdinyatakan dalam NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Nephelometric

banyak terkandung organisme berbahaya yang tersembunyi pada proses desinfeksi. disimpan pada tempat yang gelap.Method disarankan untuk metode visual karena ketepatan. air boleh digunakan sebagai air minum.3. NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Metode Visual Metode ini merupakan cara kuno yang lebih sesuai digunakan untuk contoh air dengan tingkat kekeruhan yang tinggi. Bila tidak. semakin tinggi pula turbiditasnya. dan dapat digunakan dalam rentang turbiditas yang besar. Dalam sistem penyediaan air minum. Desinfeksi Pada air yang keruh. Filterability Filtrasi air akan lebih sulit dilakukan dan akan membutuhkan biaya yang besar apabila kekeruhannya tinggi.4. Efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia tergantung pada penyebab timbulnya rasa. 1. kekeruhan merupakan salah satu faktor penting karena beberapa alasan sebagai berikut (Sawyer. Dalam batas ini. Batas maksimal yang diperbolehkan oleh US Environmental Protection Agency adalah 0.   JTU (Jackson Candle Turbidity Unit). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor . Air yang berasa menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan. 40 NTU = 40 JTU (Sawyer dan Mc Carthy : 1978). Penentuan turbiditas sebaiknya dilakukan pada saat pengambilan contoh air. Rasa Air minum biasanya tidak memberikan rasa (tawar).3. Penyimpanan yang terlalu lama dapat menyebabkan kekeruhan. Kekeruhan pada air minum dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya polusi limbah cair dan bahaya kesehatan yang mengancam. Prinsip kerja dari metode ini adalah membandingkan cahaya yang didispersikan oleh contoh air pada kondisi yang sama dengan intensitas cahaya yang didispersikan oleh larutan suspensi standar (polymer formazin). paling lama 24 jam.5 – 1 unit kekeruhan (NTU). Satuan kekeruhan yang biasa digunakan sebagai berikut :   mg/l SiO2 (satuan standar) = 1 unit turbiditas. sensitifitas. Semakin tinggi intensitas yang didispersikan. FTU (Formazin Turbidity Unit) 1. 4th edition) : Faktor estetika Konsumen menghendaki air yang bebas dari kekeruhan.

dan tanaman air.05 mg/l sudah cukup dapat menimbulkan warna pada perairan (peavy et al. 1. Peningkatan suhu juga menyebabkan terjadinya peningkatan dekomposisi bahan organik oleh mikroba. Perubahan suhu mempengaruhi proses fisika. serta menyebabkan penurunan kelarutan gas dalam air (gas O2. sirkulasi udara. sedangkan oksida mangan menyebabkan air berwarna kecoklatan atau kehitaman. humus. kimia. evaporasi. Warna dapat menghambat penetrasi cahaya ke dalam air. 2003). agar tidak terjadi pelarutan zat kimia pada saluran/pipa yang dapat membahayakan kesehatan.5. waktu. volatilisasi. Kadar besi sebanyak 0. diketahui bahwa temperatur maksimum yang diperbolehkan dalam air minum sebesar ± 3 oC. 1995 dalam Effendi. aliran. Peningkatan suhu mengakibatkan peningkatan viskositas. Bahan-bahan organik. reaksi kimia. 2003). Warna Air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetika dan untuk mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang berwarna. mikroorganisme patogen tidak mudah berkembang biak.. 1985 dalam Effendi. misalnya tanin. Pengukuran suhu pada contoh air air dapat dilakukan menggunakan termometer. serta kedalaman. Adanya oksida besi menyebabkan air berwarna kemerahan. ketinggian dari permukaan laut (altitude). lintang (latitude). Kalsium karbonat yang berasal dari daerah berkapur menimbulkan warna kehijauan pada perairan. Suhu Suhu air sebaiknya sejuk atau tidak panas. .907/MENKES/SK/VII/2002. suhu dinyatakan dengan satuan derajat Celcius (oC) atau derajat Fahrenheit (oF). CH4. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002.6. 1. Pada umumnya. Suhu suatu badan air dipengaruhi oleh musim. lignin. Suhu berperan dalam mengendalikan kondisi ekosistem perairan. CO2. diketahui bahwa syarat air minum yang dapat dikonsumsi manusia adalah tidak berasa. dan sebagainya) (Haslam. ion-ion metal alam (besi dan mangan). penutupan awan. dan biologi badan air. Kisaran suhu optimum bagi pertumbuhan fitoplankton di perairan adalah 20 oC – 30 oC. dan bila diminum dapat menghilangkan dahaga. menghambat reaksireaksi biokimia di dalam saluran/pipa. buangan industri.3 mg/l dan kadar mangan sebanyak 0. Warna pada air disebabkan oleh adanya partikel hasil pembusukan bahan organik. dan asam humus yang berasal dari dekomposisi tumbuhan yang telah mati menimbulkan warna kecoklatan. N2. plankton.

1976. Warna semu akan semakin pekat bila kekeruhan air meningkat. warna air sebaiknya tidak melebihi 15 PtCo. 1978).Dalam penyediaan air minum. 2003). Warna Sejati (true color) Warna sejati disebabkan adanya zat-zat organik dalam bentuk koloid. dan diameter tabung yang sama. Sumber air untuk kepentingan air minum sebaiknya memiliki nilai warna antara 5 – 50 PtCo. Larutan standar diletakkan dalam tabung Nessler dan harus terlindung dari debu serta penguapan. Tabung Nessler yang digunakan harus memiliki warna. Warna ini tidak akan berubah walaupun mengalami penyaringan dan sentrifugasi. ketebalan. Contoh dari warna sejati antara lain : warna air teh.1. Berdasarkan zat penyebabnya. plankton. Prinsip dari metode ini adalah membandingkan warna contoh air dengan warna larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya. Warna ini akan mengalami perubahan setelah disaring atau disentrifugasi serta dapat mengalami pengendapan. atau akibat tanaman air yang mati. bahan-bahan tersuspensi yang dapat menyebabkan kekeruhan dipisahkan terlebih dahulu. Warna dapat diamati secara visual (langsung) ataupun diukur berdasarkan skala platinum kobalt (dinyatakan dengan satuan PtCo) dengan cara membandingkan warna contoh air dengan warna standar. . Batas waktu maksimum pengukuran adalah 48 jam dengan cara didinginkan pada suhu 4 oC untuk pengawetan. Untuk segi estetika. Warna air dapat dijadikan sebagai petunjuk jenis pengolahan yang sesuai. dilakukan pengenceran terhadap contoh air menggunakan aquadest. Filtrasi (penyaringan) bertujuan menghilangkan materi tersuspensi dalam air tanpa mengurangi keaslian warna air. ketinggian cairan. serta warna akibat adanya asam humus. Sentrifugasimencegah interaksi warna dengan material penyaring. Warna sejati tidak dipengaruhi oleh kekeruhan. 1. Visual Comparison Method dapat diaplikasikan hampir pada seluruh contoh air yang dapat diminum. Davis dan Cornwell. Intensitas warna cenderung meningkat dengan meningkatnya nilai pH (Sawyer dan McCarty. warna air dapat dibedakan menjadi : 1.2. Bila kandungan warna contoh air lebih tinggi daripada warna standar yang tersedia. 1991 dalam Effendi. Air yang memiliki nilai kekeruhan rendah biasanya memiliki warna yang sama dengan warna standar (APHA. warna sangat dikaitkan dengan segi estetika. Warna Semu (apparent color) Warna semu disebabkan oleh adanya partikel-partikel tersuspensi dalam air.6.6. Pada penentuan warna sejati. warna air buangan industri tekstil. Contoh air dengan warna kurang dari 70 unit diteliti dengan cara perbandingan langsung menggunakan larutan standard.

Memperkirakan efek total dari konsentrasi ion.7. Besarnya daya hantar listrik bergantung pada kandungan ion anorganik (TDS) yang disebut juga materi tersuspensi. Dalam analisa air. valensi. Memperkirakan jumlah zat padat terlarut dalam air. Pada penentuan nilai TDS. Air suling (aquades) memiliki nilai DHL sekitar 1 µmhos/cm. sedangkan perairan alami sekitar 20 – 1500 µmhos/cm (Boyd. semakin tinggi pula nilai DHL. semakin banyak garam-garam terlarut yang dapat terionisasi. dimana semakin besar nilai daya hantar listrik yang ditunjukkan padakonduktivitimeter berarti semakin besar kemampuan kation dan anion yang terdapat dalam contoh air untuk menghantarkan arus listrik.1) (Metcalf & Eddy : 1991 dalam Effendi. suhu. Pengukuran daya hantar listrik bertujuan mengukur kemampuan ion-ion dalam air untuk menghantarkan listrik serta memprediksi kandungan mineral dalam air. 2003). Pengukuran yang dilakukan berdasarkan kemampuan kation dan anion untuk menghantarkan arus listrik yang dialirkan dalam contoh air dapat dijadikan indikator. Batas waktu maksimum pengukuran yang direkomendasikan adalah 28 hari. 1988 dalam Effendi. serta konsentrasi total maupun relatifnya. Prinsip kerja alat ini adalah banyaknya ion yang terlarut dalam contoh air berbanding lurus dengan daya hantar listrik. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak mineral yang terkandung dalam air. Mengevaluasi pengolahan yang cocok dengan kondisi mineral air. bahan-bahan yang mudah menguap (volatile) tidak terukur karena melibatkan proses pemanasan. Oleh karena itu. Besarnya nilai DHL bergantung kepada kehadiran ion-ion anorganik. Menurut APHA. Menentukan air layak dikonsumsi atau tidak. DHL pada air merupakan ekspresi numerik yang menunjukkan kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan arus listrik. Konduktivitas dinyatakan dengan satuan p mhos/cm atau p Siemens/cm. Pengukuran DHL dilakukan menggunakan konduktivitimeter dengan satuan µmhos/cm.1. satuan yang biasa digunakan adalah µmhos/cm. Hubungan antara TDS dan DHL dinyatakan dalam persamaan (2. AWWA (1992) dalam Effendi (2003) diketahui bahwa pengukuran DHL berguna dalam hal sebagai berikut :      Menetapkan tingkat mineralisasi dan derajat disosiasi dari air destilasi. . 2003). TDS (mg/L) = DHL (mmhos/cm atau ds/m) x 640 Nilai TDS biasanya lebih kecil daripada nilai DHL. Daya Hantar Listrik (DHL) Daya hantar listrik (DHL) merupakan kemampuan suatu cairan untuk menghantarkan arus listrik (disebut juga konduktivitas).

FeOOH. Oleh karena itu.7 ion ferri mengalami oksidasi dan berikatan dengan hidroksida membentuk Fe(OH)3 yang bersifat tidak larut dan mengendap (presipitasi) di dasar perairan. FeO. Sebaliknya. besi berikatan dengan anion membentuk senyawa FeCl2. goethite (HFeO2). Mackereth et al. Reaksi oksidasi ion ferro menjadi ion ferri ditunjukkan dalam persamaan (2. air. 2003). menghasilkan ion ferri.. terjadi penangkapan elektron. hematite (Fe2O3). Pada perairan yang diperuntukkan bagi keperluan domestik. dan dapat dibentuk. besi hanya ditemukan pada perairan yang berada dalam kondisi anaerob (anoksik) dan suasana asam (Cole. limonite [FeO(OH)]. Pada oksidasi ini terjadi pelepasan elektron. dan FeSO4.2). Senyawa besi pada umumnya sukar larut dan cukup banyak terdapat di dalam tanah. seperti Fe2O3.5 – 7. Kelarutan besi meningkat dengan menurunnya pH. 1988 dalam Effendi. danochre [Fe(OH)3] (Cole. 2003). Besi Besi atau Ferrum (Fe) merupakan metal berwarna putih keperakan. dioksidasi menjadi ion ferri. Proses oksidasi dan reduksi besi tidak melibatkan oksigen dan hidrogen (Eckenfelder. besi di dalam air dapat bersifat :    Besi Terlarut sebagai Fe2+ (fero) atau Fe3+ (feri) Tersuspensi sebagai butir koloidal (diameter < 1 µm) atau lebih besar. Fe2+ → Fe3+ + e(2. Fe(HCO3). Bakteri kemosintesis bekerja optimum pada pH rendah (sekitar 5). pipa air. 1989. pada reduksi ferri menjadi ferro.2. 2003). dan pakaian. bak mandi. . 1988 dalam Effendi. dan sebagainya Tergabung dengan zat organis atau zat padat inorganis (seperti tanah liat) di alam dapat ditemui dalam bentuk pyrite (FeS2). Bakteri kemosintesis Thiobacillus dan Ferrobacillus memiliki sistem enzim yang dapat mentransfer elektron dari ion ferro ke oksigen. Pada perairan alami. 2003). Metabolisme bakteriDesulfovibrio menghasilkan H2SO4 yang dapat melarutkan besi (Cole. Pada pH sekitar 7. dan energi bebas untuk sintesis bahan organik dari karbondioksida. Parameter Kimia 2.1. 1991).2) Proses oksidasi dan reduksi besi melibatkan bakteri sebagai mediator. Pada perairan alami dengan pH sekitar 7 dan kadar oksigen terlarut yang cukup. Kadang-kadang besi juga terdapat sebagai senyawa siderite (FeCO3) yang bersifat mudah larut dalam air (Cole. 1988 dan Moore. liat. magnetite (Fe3O4). 1989 dalam Effendi. ion ferro yang bersifat mudah larut. pengendapan ion ferri dapat mengakibatkan warna kemerahan pada porselin. membentuk warna kemerahan pada substrat dasar. 1988 dalam Effendi. Pada umumnya. Fe(OH)3.

Fluor adalah halogen yang sangat reaktif sehingga selalu terdapat dalam bentuk senyawa. 1989 dalam Effendi. tetapi dalam air tanah. seperti air tanah. Kadar besi yang berlebihan dapat menimbulkan warna merah. 2003). industri kimia. Besi merupakan sumber makanan utama bagi bakteri besi (crentothrix. pengendapan pada dinding pipa. Oleh karena itu. bentuknya kotor. manusia yang sering mendapat transfusi darah. penyulingan. dan memiliki rasa yang aneh. Besi termasuk unsur yang penting bagi makhluk hidup. pertumbuhan bakteri besi. besi berperan dalam sistem enzim dan transfer elektron pada proses fotosintesis. dan pestisida (Eckenfelder.10-phenantroline untuk membentuk ion kompleks setelah berikatan dengan Fe2+. tekstil. . cryolite (Na3AlF6). menimbulkan karat pada peralatan logam. Warna yang dihasilkan sesuai dengan hukum Beer dan dapat diukur secara visual menggunakan spektrofotometer. Fe dapat menimbulkan rasa. Sekalipun Fe diperlukan oleh tubuh. Pada air yang tidak mengandung oksigen. dan kekeruhan. Keberadaan fluorida juga dapat berasal dari pembakaran batu bara. warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe. gelas. Banyaknya Fe di dalam tubuh dikendalikan pada fase absorbsi. Fluor yang berikatan dengan kation monovalen. bahkan dapat menjadi ferihidroksida Fe(OH)3 atau salah satu jenis oksida yang merupakan zat padat dan bisa mengendap. dalam dosis besar dapat merusak dinding usus dan dapat menyebabkan kematian. dan sebagainya (Eckenfelder. Unsur ini ditemukan dalam bentuk ion fluorida (F -). Pada air minum. kadar Fe dapat jauh lebih tinggi. pelapisan logam. minyak. Metode fenantroline dapat digunakan untuk mengukur kandungan besi di dalam air. Pada tumbuhan. misalnya NaF. leptothrix. sedangkan pada air sungai yang mengalir dan terjadi aerasi. dan gallionella) yang dapat menimbulkan bau. Metode ini dilakukan berdasarkan kemampuan 1. Tubuh manusia tidak dapat mengekskresikan Fe. warna (kuning). dan fluorapatite. misalnya CaF2 dan PbF2 bersifat tidak larut dalam air.2. 2. besi berperan sebagai penyusun sitokrom dan klorofil. Fe2+ teroksidasi menjadi Fe3+ yang sulit larut pada pH 6 sampai 8 (kelarutan hanya di bawah beberapa µg/l). dan KF bersifat mudah larut. Debu Fe juga dapat diakumulasi di dalam alveoli dan menyebabkan berkurangnya fungsi paru-paru. Fluorida banyak digunakan dalam industri besi baja. Besi banyak digunakan dalam kegiatan pertambangan. Pada tumbuhan. besi berada sebagai Fe2+. Fe3+ terlarut. dan Fe3+ dalam bentuk senyawa organis berupa koloidal. bahan celupan. AgF. 1989). Dalam air sungai. aluminium. Fluorida (F) Fluor (F) merupakan salah satu unsur yang melimpah pada kerak bumi. Sumber fluorida di alam adalah fluorspar (CaF2). besi berada sebagai Fe2+ yang cukup padat terlarut. sedangkan fluor yang berikatan dengan kation divalen. Besi dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan haemoglobin. kecuali terdapat fosfat atau logam berat yang mengganggu. serta dapat memudarkan bahan celupan (dyes) dan tekstil.Pada air permukaan jarang ditemui kadar Fe yang lebih besar dari 1 mg/l.

NO3 -. Kadar yang berlebihan juga dapat berimplikasi terhadap kerusakan pada tulang. Jika dipanaskan. Pada kondisi ini. Kesadahan Kesadahan (hardness) disebabkan adanya kandungan ion-ion logam bervalensi banyak (terutama ion-ion bervalensi dua. Fe. seperti Ca. perairan sadah akan membentuk deposit (kerak). Kation-kation logam ini dapat bereaksi dengan sabun membentuk endapan maupun dengan anion-anion yang terdapat di dalam air membentuk endapan/karat pada peralatan logam. Tabel 2. dan kematian. dan sulfat biasanya tinggi (Brown. Sr2+. Pada perairan sadah (hard). 2. kandungan kalsium. Fluorida anorganik bersifat lebih toksik dan lebih iritan daripada yang organik. 2003). air mengalami pelunakan atau penurunan kesadahan yang disebabkan oleh sabun. akan tetapi konsentrasi yang melebihi kisaran 1. Pada Tabel 2. magnesium. Busa tidak akan terbentuk sebelum semua kation pembentuk kesadahan mengendap. semakin sulit bagi sabun untuk membentuk busa karena terjadi presipitasi.5 diperlihatkan klasifikasi perairan berdasarkan nilai kesadahan. Sr). 1978). Mg2+. pertumbuhan tubuh terganggu. pemanas. dan SiO32-. Mg. karbonat.5 Klasifikasi Perairan Berdasarkan Nilai Kesadahan Kesadahan (mg/l CaCO3) Klasifikasi Perairan < 50 Lunak (soft) 50 – 150 Menengah (moderately hard) . 1987 dalam Effendi. Air sadah merupakan air yang dibutuhkan oleh sabun untuk membusakan dalam jumlah tertentu dan juga dapat menimbulkan kerak pada pipa air panas. Fe2+.3. dan Mn2+.Sejumlah kecil fluorida menguntungkan bagi pencegahan kerusakan gigi.7 mg/liter dapat mengakibatkan pewarnaan pada enamel gigi. Anion-anion utama penyebab kesadahan di dalam air antara lain HCO3 -. kelumpuhan. SO42-. terjadi fluorisasi gigi serta kerangka. Endapan yang terbentuk dapat menyebabkan pewarnaan pada bahan yang dicuci. yang dikenal dengan istilah mottling (Sawyer dan McCarty. Keracunan kronis menyebabkan orang menjadi kurus. Kation-kation utama penyebab kesadahan di dalam air antara lain Ca2+. dan alat-alat lain yang menyebabkan temperatur air naik. Mn. Semakin besar kesadahan air. dan gangguan pencernaan yang disertai dengan dehidrasi. Cl-. Kesadahan air berkaitan erat dengan kemampuan air membentuk busa. Pada kasus keracunan berat akan terjadi cacat tulang. ketel uap.

pertanian. Kerak pada pipa penyaluran air Pada pipa distribusi air. Nilai kesadahan juga digunakan sebagai dasar bagi pemilihan metode yang diterapkan dalam proses pelunakan air. dalam penilaian (1992) kelayakan dalam perairan Effendi untuk (2003) kepentingan Tebbut mengemukakan bahwa nilai kesadahan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap kesehatan manusia. akan terbentuk Ca palmitat atau Mg palmitat dalam bentuk endapan sehingga sabun tidak berbusa. Air permukaan memiliki nilai kesadahan yang lebih kecil daripada air tanah. Apabila terdapat Mg2+. kesadahan ditentukan dengan titrasi menggunakan EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetic Acid) atau senyawa lain yang dapat bereaksi dengan kalsium dan magnesium. Jika terdapat ion kalsium dan magnesium. Kerak yang timbul dapat mempersempit volume boiler dan meningkatkan tekanan pada boiler sehingga memungkinkan boiler meledak. Dalam perkembangannya. Kesadahan pada awalnya ditentukan dengan titrasi menggunakan sabun standar yang dapat bereaksi dengan ion penyusun kesadahan. 1985 dalam Effendi. Kation-kation Penyusun Kesadahan dan Anion-anion Pasangan/Asosiasinya .150 – 300 Sadah (hard) > 300 Sangat sadah (very hard) Sumber : Peavy et al. 2003 Nilai kesadahan industri air diperlukan dan domestik.6. namun dalam temperatur tinggi akan menghasilkan kerak. Pembentukan kerak pada boiler Dalam air terdapat bikarbonat (HCO3-). Tabel 2.6. kerak dapat mengakibatkan pemampatan dan mempengaruhi aliran air karena kerak yang muncul akan menaikkan faktor kekasaran (c) dan mengakibatkan debit turun. Dalam temperatur normal bentuk tersebut stabil. dan industri. maka CO2 akan terlepas dan pH air akan naik. air sadah lebih disukai oleh organisme daripada air lunak. Namun. Kation-kation yang biasa mengakibatkan kesadahan pada air diperlihatkan pada Tabel 2. Dampak dari air sadah sebagai berikut : Sabun sulit berbusa Sabun terbuat dari garam natrium dan potasium dari asam lemah. Perairan dengan nilai kesadahan kurang dari 120 mg/l CaCO3 dan lebih dari 500 mg/l CaCO3 kurang baik bagi peruntukkan domestik.

5) (Cole.3). kesadahan dibedakan menjadi kesadahan kalsium dan kesadahan magnesium. keberadaan besi dan mangan dianggap sebagai pengganggu karena dapat bereaksi dengan pereaksi yang digunakan. 1988 dalam Effendi. 2003).4 x kesadahan kalsium (2. Berdasarkan anion yang berasosiasi dengan ion logam.Kation Anion Ca2+ HCO3 - Mg2+ Sr2+ Fe2+ Mn2+ Sumber : Sawyer dan McCarty. Kesadahan Total – Kesadahan Kalsium = Kesadahan Magnesium (2. Berdasarkan ion logam (metal).4) dan (2. Kesadahan kalsium dan magnesium digunakan untuk menentukan jumlah kapur dan soda abu yang dibutuhkan dalam proses pelunakan air (lime-soda ash softening). kesadahan dibedakan menjadi kesadahan karbonat dan kesadahan non-karbonat. Kadar Ca2+ (mg/liter) = 0.243 x kesadahan magnesium (2. digunakan persamaan (2.3) Pada penentuan nilai kesadahan. yaitu berdasarkan ion logam (metal) dan berdasarkan anion yang berasosiasi dengan ion logam. 1978 SO42ClNO3SiO32- Kesadahan diklasifikasikan berdasarkan dua cara. Untuk mendapatkan kadar ion kalsium dan ion magnesium dari nilai kesadahan.4) Kadar Mg2+ (mg/liter) = 0.5) Kesadahan Karbonat dan Non-Karbonat . Jika kesadahan kalsium sudah ditentukan. maka kesadahan magnesium dapat dicari dengan pengurangan kesadahan kalsium dengan kesadahan total sesuai persamaan (2. Kesadahan Kalsium dan Magnesium Kalsium dan magnesium merupakan penyebab utama kesadahan air karena kandungannya dalam air lebih besar dibandingkan ion logam bervalensi dua lainnya.

dan NO3-.EBT) karena mampu membentuk ion kompleks yang lebih stabil dengan ion-ion kesadahan. Cl-. dimana warna wine red berubah menjadi biru. Indikator Eriochrome Black T (EBT) merupakan indikator yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa ion penyebab kesadahan sudah terkompleksasi. Hal ini membebaskan indikator EBT. Pada kesadahan non-karbonat. Apabila Alkalinitas Total < Kesadahan Total Maka Kesadahan Karbonat = Alkalinitas Total Apabila Alkalinitas Total ≥ Kesadahan Total Maka Kesadahan Karbonat = Kesadahan Total (2 (2 Kesadahan Non-karbonat = Kesadahan Total – Kesadahan Karbonat (2 Metode Titrasi EDTA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur kesadahan di dalam air menggunakan EDTA (Ethylene Diamine Tetraacetic Acid) atau garam natriumnya sebagai titran. klorida dalam bentuk padatan ditemukan pada batuan mineral sodalite [Na 8(AlSiO4)6]. Pelapukan batuan dan tanah melepaskan klorida ke perairan. EDTA membentuk ion kompleks yang sangat stabil dengan Ca2+ dan Mg2+. Kesadahan karbonat disebut kesadahan sementara karena sangat sensitif terhadap panas dan mengendap dengan mudah pada suhu tinggi. kalium klorida (KCl). ion-ion kesadahan bebas dikompleksasi. 2003). Klorida terdapat di alam dengan konsentrasi yang beragam. menunjukkan titik akhir titrasi. Kesadahan non-karbonat disebut kesadahan permanen karena kalsium dan magnesium yang berikatan dengan sulfat dan klorida tidak mengendap dan nilai kesadahan tidak berubah meskipun pada suhu tinggi.Pada kesadahan karbonat. 1988 dalam Effendi. Kadar klorida yang tinggi.8) (Boyd.6 – 2. membentuk ion kompleks dengan Ca2+ dan Mg2+ yang berwarna merah anggur. Kesadahan karbonat dan kesadahan non-karbonat dapat diketahui menggunakan persamaan (2. dan kalsium klorida (CaCl2). Kadar klorida umumnya meningkat seiring dengan meningkatnya kadar mineral. Klorida (Cl) Sekitar 3/4 dari klorin (Cl2) yang terdapat di bumi berada dalam bentuk larutan. kalsium dan magnesium berasosiasi dengan ion CO 32. yang diikuti oleh kadar kalsium dan . 2. Selain dalam bentuk larutan. EDTA mengganggu ion kompleks (M. Ion klorida adalah salah satu anion anorganik utama yang ditemukan pada perairan alami dalam jumlah yang lebih banyak daripada anion halogen lainnya.dan HCO3-. juga ion-ion logam bervalensi dua lainnya. kalsium dan magnesium berasosiasi dengan ion SO42-. Unsur klor dalam air terdapat dalam bentuk ion klorida (Cl-). Indikator EBT yang berwarna biru ditambahkan pada air sadah (pH 10).4. Pada saat titrasi dengan EDTA. Klorida biasanya terdapat dalam bentuk senyawa natrium klorida (NaCl). Sebagian besar klorida bersifat mudah larut.

dan klorida yang hilang melalui respirasi. khlor digunakan sebagai desinfektan dalam penyediaan air minum untuk menghilangkan mikroorganisme yang tidak dibutuhkan. Perairan yang diperuntukkan bagi keperulan domestik. diamines. penggunaannya. kenaikan akan terjadi secara tiba-tiba di atas baku mutu sehingga dapat menyebabkan polusi. termasuk air minum.000 mg/liter. Residu klorin dalam bentuk larutan tidak berbahaya bagi manusia. Toleransi klorida untuk manusia bervariasi berdasarkan iklim. N-kloramines. semua klor berada dalam bentuk ion klorida (Cl-) dan hipoklorit (HOCl). Harga relatif murah. Hal ini mengakibatkan terjadinya perkaratan peralatan logam. sebaiknya memiliki kadar klorida lebih kecil dari 100 mg/liter (Sawyer dan McCarty. atau terdisosiasi menjadi H+ dan OCl-. dan bubuk (powder). bahkan berperan dalam pengaturan tekanan osmotik sel. . Keberadaan klorida di dalam air menunjukkan bahwa air tersebut telah mengalami pencemaran atau mendapatkan rembesan dari air laut. 1992 dalam Effendi. 1978). klorin juga bereaksi dengan senyawa nitrogen membentuk mono-amines. Selain bereaksi dengan air. Klor yang berikatan dengan senyawa kimia lain dikenal sebagai klorin terikat. yaitu sebesar 250 mg/l (Rump dan Krist. Penambahan klor secara kurang tepat akan menimbulkan bau dan rasa pada air. pertanian. Klorida tidak memiliki efek fisiologis yang merugikan. Klorin yang digunakan sebagai desinfektan adalah gas klor yang berupa molekul klor (Cl2) atau kalsium hipoklorit [Ca(OCl)2]. 2003) :      Dapat dikemas dalam bentuk gas. Senyawa ini bersifat stabil dan biasanya ditemukan beberapa hari setelah penambahan klorin. dan senyawa nitrogen berklor lainnya. dan industri. jika terdapat dalam kadar yang tidak berlebihan. Memiliki daya larut yang tinggi serta dapat larut pada kadar yang tinggi. larutan. 1992 dalam Effendi. Beberapa alasan yang menyebabkan klorin sering digunakan sebagai desinfektan adalah sebagai berikut (Tebbut. Bersifat sangat toksik bagi mikroorganisme. N-kloramides. Klorida tidak bersifat toksik bagi makhluk hidup. dengan cara menghambat aktivitas metabolisme mikroorganisme tersebut. Klorida dapat menimbulkan gangguan pada jantung/ginjal.magnesium yang juga tinggi. sedangkan klorin bebas adalah ion klorida dan ion hipoklorit yang tidak berikatan dengan senyawa lainnya. dapat meningkatkan sifat korosivitasair. tetapi seperti amonia dan nitrat. Di Indonesia. tri-amines. Kadar klorida > 250 mg/l dapat memberikan rasa asin pada air karena nilai tersebut merupakan batas klorida untuk suplai air. Monokloramines (NH2Cl) adalah bentuk senyawa klor dan nitrogen yang utama di perairan. 2003). Pada kadar klor kurang dari 1. Proses penambahan klor dikenal dengan klorinasi.

Ag+ + Cl.Penentuan jumlah klorin di perairan diperlukan dalam proses pengolahan air baku untuk keperluan domestik dan pengolahan limbah cair yang menggunakan klorin sebagai desinfektan. Mangan dan besi valensi dua hanya terdapat pada perairan yang memiliki kondisi anaerob (Cole.↔ Ag2CrO4 (Ksp = 5 x 10-12) (2. Mangan Mangan (Mn). 2 Ag+ + CrO42. 1988 dalam Effendi.0141 N) untuk mentitrasi sehingga dapat bereaksi dengan larutan N/71 dimana setiap mm ekivalen dengan 0. Mn2+ berikatan dengan nitrat. Pada titrasi. . Jumlah indikator harus diperhatikan untuk mengukur konsentrasi Cr2O42. 2003). Ketika ion klorida mencapai 0. Jika perairan mendapat cukup aerasi. sulfat.↔ AgCl (Ksp = 3 x 10-10) (2. Di dalam tanah.9) Titik akhir dengan indikator potassium chromate dapat menunjukkan kehadiran Ag+. Pada kondisi reduksi (anaerob) akibat dekomposisi bahan organik dengan kadar yang tinggi. Mn2+ mengalami reoksidasi membentuk Mn4+ yang selanjutnya mengalami presipitasi dan mengendap di dasar perairan (Moore. Mn4+ pada senyawa mangan dioksida mengalami reduksi menjadi Mn 2+ yang bersifat larut.10). metal kelabu-kemerahan.10) Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat antara lain :    Digunakan contoh air yang seragam.9). 2. dan klorida serta larut dalam air. Metode Mohr (Argentometric) dapat digunakan untuk pemeriksaan klorida menggunakan larutan perak nitrat (0. 1991 dalam Effendi.5.atau Ag2CrO4 yang terbentuk sangat cepat atau sangat lama. Mn4+ berada dalam bentuk senyawa mangan dioksida yang sangat tak terlarut di dalam air dan mengandung karbondioksida. pH berada dalam rentang 7 atau 8 karena Ag+ dipresipitasi sebagai AgOH pada pH tinggi dan CrO42akan berubah menjadi Cr2O72-pada pH rendah. konsentrasi ion perak akan meningkat dimana kelarutan produk kromat perak meningkat dan terbentuk warna merah coklat sesuai dengan persamaan reaksi (2. ion klorida dipresipitasi sebagai klorida putih perak berdasarkan persamaan reaksi (2. sehingga konsentrasi ion pada titik akhir titrasi konstan. untuk mengetahui kadar klorin yang tersisa di perairan. dianjurkan 100 ml. merupakan kation logam yang memiliki karakteristik kimia serupa dengan besi. Mangan berada dalam bentuk manganous (Mn2+) dan manganik (Mn4+).5 mg ion klorida. 2003).

2 mg/liter atau kurang. MnCl2. hausmannite (Mn3O4). misalnya logam berat.  Masalah mangan di sumber air permukaan berkolerasi dengan stratifikasi reservoar. Mangan merupakan nutrien renik yang esensial bagi tumbuhan dan hewan. mangan dapat mengendalikan kadar unsur toksik di perairan. Sumber alami mangan adalah pyrolusite (MnO2). Koloid ini mengalami presipitasi membentuk warna cokelat gelap sehingga air menjadi keruh. Moore.01 mg/liter) akan membentuk koloid karena terjadinya proses oksidasi Mn 2+ menjadi Mn4+.. sedangkan untuk tanah yang bersifat netral dan alkalis sekitar 10 mg/liter. dan amphibole [(Mg. Kenaikan pH menjadi 9 – 10 dapat menyebabkan Mg berpresipitasi dalam bentuk yang tidak terlarut. Mangan hadir dalam bentuk Mn 2+.Fe)7Si8O22(OH)2] (McNeely et al. Jika dibiarkan di udara terbuka dan mendapat cukup oksigen. Keberadaan buangan organik di sekitar sumber air menghasilkan kondisi anaerob pada tanah dan menyebabkan kualitas air menjadi buruk akibat banyaknya mangan terlarut. Masuknya mangan ke dalam sistem penyediaan air minum akibat adanya perubahan kondisi lingkungan sebagai hasil reaksi biologi secara garis besar dituliskan sebagai berikut :  Air tanah yang mengandung sejumlah mangan selalu kekurangan oksigen terlarut dan mengandung karbondioksida dalam jumlah yang tinggi. . Meskipun tidak bersifat toksik. masalah utama timbul pada air tanah dan kesulitannya adalah ketika sumber air mengandung mangan pada musim-musim tertentu. Mangan merupakan ion logam yang dapat menimbulkan masalah dalam sistem penyediaan air minum. Hal ini disebabkan adanya reaksi-reaksi kimia yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. manganite(Mn2O3.Mangan biasanya muncul dalam air sumur sebagai Mn(HCO3)2. Perairan yang diperuntukkan bagi irigasi pertanian untuk tanah yang bersifat asam sebaiknya memiliki kadar mangan sekitar 0. Kadar yang lebih besar dapat terjadi pada air tanah dalam dan pada danau yang dalam. Kadar mangan pada perairan alami sekitar 0. Defisiensi mangan dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat serta terganggunya sistem saraf dan proses reproduksi. mangan merupakan unsur esensial dalam proses metabolisme. mangan didistribusikan di dalam reservoar dan menyebabkan masalah dalam suplai air sampai  tercapainya waktu yang cukup untuk terjadinya reaksi oksidsi dan sedimentasi pada kondisi alami. biotite mica [K(Mg. Pada waktu ini. sedangkan tidak adanya oksigen terlarut menunjukkan berkembangnya kondisi anaerob.Fe)3(AlSi3O10)(OH)2]. Mangan juga dapat ditemukan di dasar reservoirdimana terjadi kondisi anaerob akibat terjadinya proses dekomposisi. rhodocrosite (MnCO3). 1991 dalam Effendi 2003). Logam ini berperan dalam pertumbuhan dan merupakan salah satu komponen penting pada sistem enzim. 1979. air dengan kadar mangan (Mn 2+) tinggi (lebih dari 0. tetapi hanya terjadi jika kondisi anaerob terjadi di lapisan hipolimnion. Pada tumbuhan.H2O). atau MnSO4. Kadar mangan pada kerak bumi sekitar 950 mg/kg. Mangan terlarut yang dilepaskan dari lumpur di dasar reservoar akan terkandung di dalam air lapisan hipolimnion sampai terjadi arus balik.2 mg/liter. Tingginya kandungan karbondioksida menunjukkan adanya oksidasi materi organik oleh bakteri yang ekstensif.

Interferensi klorida dapat dicegah dengan penambahan Hg2+ untuk membentuk kompleks HgCl2 karena konstanta stabilitas HgCl2 sebesar 1. Natrium bagi tubuh tidak merupakan benda asing. tetapi toksisitasnya tergantung pada gugus senyawanya.7×1013 dan konsentrasi ion klorida menurun sampai level bawah sehingga tidak dapat mereduksi ion permanganat sesuai reaksi (2. nepheline (NaAlSiO4). Warna yang dihasilkan sebanding dengan konsentrasi mangan dan dapat diukur secara visual atau fotometrik. Ag+ berfungsi sebagai katalis untuk mengoksidasi mangan dengan valensi yang lebih rendah. Metode ini dilakukan berdasarkan oksidasi mangan dari kondisi rendah ke Mn(VII) yang membentuk ion permanganat berwarna tinggi. Natrium Natrium (Na) adalah salah satu unsur alkali utama yang ditemukan di perairan dan merupakan kation penting yang mempengaruhi kesetimbangan keseluruhan kation di perairan. 2 Mn2+ + 5 S2O82. Hampir semua perairan alami mengandung natrium dengan kadar antara 1 mg/liter hingga ribuan mg/liter.+ 8 H2O → 2 MnO4 . Dengan dasar petimbangan termodinamika. NaOH atau hidroksida Na sangat korosif.11) 2.+ 10 SO42. Natrium elemental sangat reaktif.6.+ 16 H+ (2.10H2O). Konsentrasi mangan dalam suatu contoh air biasanya mencapai beberapa miligram per liter. Jadi. Hampir semua senyawa natrium mudah larut dalam air dan bersifat sangat reaktif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bakteri yang mampu menggunakan Mn+4 sebagai akseptor elektron untuk metabolisme energi dalam kondisi anaerob dan mereduksinya menjadi Mn2+. oleh karena itu digunakan metode kolorimetri. sehingga bila berada di dalam air akan terdapat sebagai suatu senyawa. Ammonium persulfat biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi. Garam-garam natrium digunakan dalam industri sehingga limbah industri dan limbah domestik merupakan sumber natrium antropogenik. Sumber utama natrium di perairan adalah albite (NaAlSi3O8). Metode persulfat sesuai untuk penyelidikan mangan secara berkala karena pre-treatment contoh air tidak diperlukan untuk mencegah interferensi klorida. . tetapi NaCl justru dibutuhkan olah tubuh. dan mirabilite (Na2SO4. halite (NaCl). hanya Mn(IV) yang terdapat dalam tingkat oksidasi stabil untuk mangan di dalam air yang mengandung oksigen.   Aliran air tanah dari lapisan hypolimnion ke permukaan akan membawa mangan dan menimbulkan masalah air minum sampai terjadi proses oksidasi dan sedimentasi secara alami. Pengukuran kadar natrium perlu dilakukan jika perairan diperuntukkan bagi air minum dan kepentingan irigasi pertanian.11). bentuk-bentuk ini hanya dapat direduksi menjadi Mn(II) yang terlarut pada kondisi reduksi yang sangat anaerob.

dan denitrifikasi merupakan proses mikrobiologis yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan aerasi (Novotny dan Olem. sesuai dengan persamaan reaksi (2. Kedua jenis bakteri tersebut merupakan bakteri kemotrofik. 2003) :     Pada kadar oksigen terlarut < 2 mg/liter. Nitrat Nitrat (NO3) adalah bentuk utama nitrogen di perairan alami dan merupakan nutrien utama bagi pertumbuhan tanaman dan algae. Nitrat yang merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan dikonversi menjadi protein. sedangkan oksidasi nitrit menjadi nitrat ditunjukkan dalam persamaan reaksi (2.+ CO2 + tumbuhan + cahaya matahari → protein (2. 1994 dalam Effendi.13) Proses nitrifikasi sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter sebagai berikut (Novotny dan Olem. Pada kondisi suhu kurang atau lebih dari kisaran tersebut.2 mg/liter dapat mengakibatkan terjadinya eutrofikasi (pengayaan) perairan. Senyawa ini dihasilkan dari proses oksidasi sempurna senyawa nitrogen di perairan. Nitrifikasi yang merupakan proses oksidasi amonia menjadi nitrit dan nitrat merupakan proses yang penting dalam siklus nitrogen dan berlangsung pada kondisi aerob. 2 NH3 + 3 O2.  Amonifikasi.12).7. yang selanjutnya menstimulir pertumbuhan algae dan tumbuhan air secara pesat (bloomingKadar nitrat secara alamiah biasanya agak rendah. Pada pH < 6.+ 2 H2O (2. Kecepatan pertumbuhan bakteri nitrifikasi lebih lambat daripada bakteri heterotrof. Kadar nitrat pada perairan alami tidak pernah lebih dari 0. Jika perairan banyak mengandung bahan organik.12) 2 NO2 – + O2. Kadar nitrat lebih dari 5 mg/liter menggambarkan terjadinya pencemaran antropogenik yang berasal dari aktivitas manusia dan tinja hewan. 2003). reaksi akan berhenti. 1994 dala Effendi 2003).14) Nitrat merupakan salah satu sumber utama nitrogen di perairan. nitrifikasi. Kadar nitrat lebih dari 0. Nitrat nitrogen sangat mudah larut dalam air dan bersifat stabil. Oksidasi nitrit menjadi amonia ditunjukkan dalam persamaan reaksi (2. Nilai pH yang optimum bagi proses nitrifikasi adalag 8 – 9.14).+ 2 H. reaksi akan berjalan lambat. pertumbuhan bakteri heterotrof akan melebihi pertumbuhan bakteri nitrifikasi. 1994 dalam Effendi. Suhu optimum proses nitrifikasi adalah 20 oC – 25 oC. NO3.13) (Novotny dan Olem.→ 2 NO3- (2. sedangkan oksidasi nitrit menjadi nitrat dilakukan oleh bakteri Nitrobacter. namum kadar nitrat dapat . kecepatan nitrifikasi berkurang. Oksidasi amonia menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas.→ 2 NO2 .1 mg/liter. yaitu bakteri yang mendapatkan energi dari proses kimiawi.2. Bakteri yang melakukan nitrifikasi cenderung menempel pada sedimen dan bahan padatan lainnya.

Sumber nitrit dapat berupa limbah industri dan limbah domestik. Kadar nitrit pada perairan relatif kecil karena segera dioksidasi menjadi nitrat.15) (Novotny dan Olem. 1987). kadar nitrit jarang melebihi 1 mg/liter (Sawyer dan McCarty. Nitrat tidak bersifat toksik terhadap organisme akuatik. Kadar nitrat tidak boleh lebih dari 10 mg NO3/l atau 50 (MEE) mg NO3/l. Mason. NO3 .+ H+ → 1/2 (H2O + N2) + 5/4 O2 (2. Nitrit Di perairan alami. Di perairan. metode yang digunakan adalah metode Asam Phenoldisulfat dan Metode Brusin. yang selanjutnya membentuk met-hemoglobin yang tidak mampu mengikat oksigen. Pada manusia. 2. gas N2 dilepaskan dari dalam air ke udara. 2003). 2003). Keadaan ini dikenal sebagaimethemoglobinemia atau blue baby disease yang mengakibatkan kulit bayi berwarna kebiruan (cyanosis) (Davis dan Cornwell. nitrit (NO2) ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit.15) Pada denitrifikasi. Metode Brusin mempunyai kelebihan dari metode phenoldisulfat. NO2 juga dapat menimbulkan nitrosamin (RR’N – NO) pada air buangan tertentu yang dapat . Berdasarkan Standard Methods. Selain itu. 1993 dalam Effendi. nitrit bersifat lebih toksik daripada nitrat. Nitrit merupakan bentuk peralihan (intermediate) antara amonia dan nitrat (nitrifikasi) dan antara nitrat dengan gas nitrogen (denitrifikasi) yang berlangsung pada kondisi anaerob. Proses denitrifikasi ditunjukkan dalam persamaan reaksi (2. Keberadaan nitrit menggambarkan berlangsungnya proses biologis perombakan bahan organik yang memiliki kadar oksigen terlarut sangat rendah. karena bersifat tidak stabil dengan keberadaan oksigen. lebih sedikit daripada nitrat. dimana klorida dalam konsentrasi normal tidak mengganggu. 1994 dalam Effendi. Bagi manusia dan hewan. Garam-garam nitrit digunakan sebagai penghambat terjadinya proses korosi pada industri. Brusin merupakan senyawa kompleks organik yang bereaksi dengan nitrat pada kondisi asam dan peningkatan temperatur di alam menghasilkan warna kuning.8. Konsumsi air yang mengandung kadar nitrat yang tinggi akan menurunkan kapasitas darah untuk mengikat oksigen. konsumsi nitrit yang berlebihan dapat mengakibatkan terganggunya proses pengikatan oksigen oleh hemoglobin darah.menjadi tinggi sekali pada air tanah di daerah-daerah yang diberi pupuk yang mengandung nitrat. terutama pada bayi yang berumur kurang dari lima bulan. 1991. tetapi warna yang dihasilkan tidak mengikuti hukum Beer’s. Penetapan nitrogen nitrat merupakan analisa yang sulit dilakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

dan warna. desinfeksi.18) Skala pH berkisar antara 0 – 14. Warna tersebut mengikuti hukum Beer-Lambert dan menyerap sinar dengan panjang gelombang 543 nm. [H+] + [OH-] = Kw (2. Reaksi antara reagen dan nitrit terjadi pada suasana asam dan ditentukan secara kolorimetris menggunakan spektrofotometer. H2O ↔ H+ + OH- ( Ion hidrogen bersifat asam.16).18).17) pH = – log [H+] ………. Klasifikasi nilai pH adalah sebagai berikut :    pH = 7 menunjukkan keadaan netral 0 < pH < 7 menunjukkan keadaan asam 7 < pH < 14 menunjukkan keadaan basa (alkalis) . pH pH merupakan suatu parameter penting untuk menentukan kadar asam/basa dalam air. Ion H+ dan OH. Pada temperatur yang diberikan. Metode Reaksi Diazotasi – Spectrofotometri merupakan metode yang digunakan untuk pemeriksaan nitrit. 2. Keberadaan ion hidrogen menggambarkan nilai pH derajat keasaman yang dinyatakan dengan persamaan (2. Reaksi netralisasi dari asam dan basa selalu menghasilkan air.9.5.selalu berada pada keseimbangan kimiawi yang dinamis dengan H2O berdasarkan reaksi (2.17) Konsentrasi ion hidrogen dalam air murni yang netral adalah 10-7 g/l.menyebabkan kanker. intensitas asam atau karakter dasar suatu larutan diindikasikan oleh pH dan aktivitas ion hidrogen. Pada proses pengolahan air seperti koagulasi. dan pelunakan air. pH digunakan pada penentuan alkalinitas.(2. Metode ini menggunakan dua macam reagen yaitu asam sulfanilat dan 1–naphthylamine hydrocloride. nitrit berikatan dengan hasil reaksi antara diazo asam sulfanilik dan N-(1-naftil)-etilendiamin dihydrocloride membentuk celupan berwarna ungu kemerah-merahan. Hasil yang diperoleh akan dibandingkan warnanya dengan warna standar. nilai pH harus dijaga sampai rentang dimana organisme partikulat terlibat. Pada pH 2 sampai 2. Penetapan nitrogen pada umumnya digunakan sebagai pengontrol derajat purifikasi yang terjadi pada pengolahan biologis. Nilai disosiasi (Kw) pada suhu 25oC sebesar 10-14 seperti yang ditunjukkan pada persamaan (2. CO2. rasa. Asam dan basa pada dasarnya dibedakan dari rasanya kemudian dari efek yang ditimbulkan pada indikator. Perubahan pH air dapat menyebabkan berubahnya bau. Penentuan pH merupakan tes yang paling penting dan paling sering digunakan pada kimia air. serta dalam kesetimbangan asam basa.

Sulfat terdapat di air alami sebagai hasil pelumeran gypsum dan mineral lainnya. 1994 dalamEffendi 2003). dimana nilai pH nya diketahui dan lebih baik digunakan larutan buffer dengan pH 1 – 2 unit yang mendekati nilai pH contoh air. Perubahan ini memerlukan O2. terjadi reduksi sulfat .5 – 8.5. Apabila kandungan O2 tidak cukup dari aerasi natural udara dalam pipa. Kehadiran sulfat dapat menimbulkan masalah bau dan korosi pada pipa air buangan akibat reduksi SO42. Sulfat dapat juga berasal dari oksidasi terakhir sulfida. pH standar untuk air minum sebesar 6. Larutan yang bersifat asam (pH rendah) bersifat korosif. kertas pH universal. Penggunaannya menjadi metode standard dari pengukuran pH. tidak asam/basa. Toksisitas logam memperlihatkan peningkatan pada pH rendah (Novotny dan Olem.dalam kondisi anaerob dan bersama ion H+ membentuk H2S. dapat melarutkan berbagai elemen kimia yang dilaluinya. Sulfat banyak ditemukan dalam bentuk SO42. dan thiosulfat yang berasal dari bekas tambang batubara.menjadi S. 2. Kehadirannya dibatasi sebesar 250 mg/l untuk air yang dikonsumsi oleh manusia. Elektroda hidrogen merupakan absolut standard dalam penghitungan pH. larutan indikator universal (metode Colorimeter) dan pHmeter (metode Elektroda Potensiometri). Dalam pipa. proses perubahan secara biologis terjadi selama transportasi air buangan. semakin tinggi pula nilai alkalinitas dan semakin rendah kadar karbondioksida bebas. Jumlah ion sulfat yang berlebih dalam air minum menyebabkan terjadinya efek cuci perut pada manusia. Mackereth et al. Pengukuran pH dapat dilakukan menggunakan kertas lakmus.dalam air alam.Air minum sebaiknya netral. Pengukuran pH diatas 10 dan pada temperatur tinggi sebaiknya menggunakan elektroda gelas spesial. maka dibantu dengan pH yang tidak netral. Sulfat mempunyai peranan penting dalam penyaluran air maupun dalam penggunaan oleh umum. Karena elektroda hidrogen mengalami kerumitan dalam penggunaannya. pH juga mempengaruhi toksisitas suatu senyawa kimia. Semakin tinggi nilai pH. untuk mencegah terjadinya pelarutan logam berat dan korosi jaringan distribusi air minum. 2003 berpendapat bahwa pH juga berkaitan erat dengan karbondioksida dan alkalinitas. sulfit. ditemukanlah elektroda yang dapat dibuat dari gelas yang memberikan potensial yang berhubungan dengan aktivitas ion hidrogen tanpa gangguan dari ion-ion lain. Air adalah bahan pelarut yang baik sekali. Sulfat Ion sulfat (SO4) adalah anion utama yang terdapat di dalam air. (1989) dalam Effendi.10. Alatalat yang digunakan pada umumnya distandarisasi dengan larutan buffer. Pengukuran pH penting untuk mengetahui keadaan larutan sehingga dapat diketahui kecenderungan reaksi kimia yang terjadi serta pengendapan materi yang menyangkut reaksi asam basa.

kalium terdapat dalam bentuk ion atau berikatan dengan ion lain membentuk garam yang mudah larut dan sedikit sekali membentuk presipitasi. Hampir 95 % dari produksi kalium digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. dan sebagainya. Selain itu. Metode turbidimeter merupakan salah satu metode analisa yang digunakan untuk mengukur sulfat dengan prinsip barium sulfat terbentuk setelah contoh air ditambahkan barium khlorida yang berguna untuk presipitasi dalam bentuk koloid dengan bantuan larutan buffer asam yang mengandung MgCl. hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Cole (1988) dalam Effendi (2003) menyatakan bahwa kalium cenderung membentuk micas yang bersifat tidak larut.000 mg/liter berbahaya bagi sistem pencernaan dan saraf manusia. yang dapat merusak beton (dikenal dengan ”crown” korosi). Tingginya zat organik yang dapat dioksidasi menunjukkan adanya pencemaran. kalium juga digunakan dalam industri gelas. Konsentrasi sulfat > 10 mg/l dapat dianalisa dengan mengambil sulfat dalam jumlah kecil dan melarutkannya dalam 50 ml contoh air.dan terbentuk ion sulfida. dan asam asetat sesuai reaksi (2. Bila pipa berventilasi baik dan dindingnya kering.19). Di perairan.+ BaCl2 →BaSO4 (koloid) + 2 Cl- (2 Metode ini dapat dilakukan dengan cepat dan lebih sering digunakan daripada metode lainnya. sabun. SO42.11. 2.akan berubah menjadi H2S pada pH tertentu dan sebagian lepas ke udara di atas air buangan. H2S larut dalam air sesuai dengan tekanan parsial udara dalam pipa dan bakteri akan mengoksidasi H 2S menjadi H2SO4. potassium nitrat. 2. Kadar kalium sebanyak 50 mg/liter dan kadar natrium 100 mg/liter yang terdapat secara bersamaan kurang baik bagi kepentingan industri karena dapat membentuk karat dan menyebabkan terjadinya korosi pada peralatan logam. sodium asetat. keseimbangan berkumpul pada dinding bagian atas pipa. S. karet sintetis. Perairan dengan rasio Na : K kurang dari 10 bersifat toksik bagi beberapa organisme akuatik. Kondisi ini mengakibatkan kadar kalium di perairan lebih sedikit daripada kadar natrium. Kadar kalium yang terlalu tinggi sehingga melebihi 2. Zat Organik Zat organik (KMnO4) merupakan indikator umum bagi pencemaran. farmasi.5 % lapisan kerak bumi adalah salah satu unsur alkali utama di perairan. Bila terjadi hal sebaliknya. Kalium Kalium (K) atau potasium yang menyusun sekitar 2. Zat organik mudah diuraikan oleh mikroorganisme. Oleh sebab . detergen.12.

dan asam. bila zat organik banyak terdapat di badan air. Materi ini dapat menyebabkan masalah warna. Bila keadaan ini terus berlanjut. Bahan organik berasal dari tiga sumber utama sebagai berikut (Sawyer dan McCarty. rasa. Fermentasi. protein. Kondisi aerob merupakan hasil akhir dekomposisi organik oleh mikroba yang bersifat stabil dan merupakan senyawa yang masih dapat diterima. kanji. yang meliputi semua bahan organik yang diproses oleh manusia. dan fenol biasa ditemukan pada sistem air alami. minyak nabati dan hewani. Setiap senyawa organik mengandung ikatan karbon yang dikombinasikan antara satu elemen dengan elemen lainnya. alkaloid. misalnya alkohol. Sebagai contoh senyawa detergenalkylbenzenesulfonate (ABS). Molekul dengan ikatan yang kuat dan struktur cincin merupakan esensi non biodegradable. dimana dengan adanya cincin . yaitu : Organik Biodegradable Materi biodegradable mengandung organik yang dapat digunakan sebagai makanan bagi mikroorganisme yang hidup di alam dalam waktu yang singkat. selulosa. gliserol. Organik pada sistem air alami berasal dari sumber-sumber alami maupun aktivitas manusia. 1978) :        Senyawa organik biasanya mudah terbakar. aseton. aldehid. 1978) :    Alam. dan ester. melainkan dalam bentuk molekul. Asam tannin. asam. antibiotika. lignin. selulosa. Dalam bentuk terlarut. bau.itu. Sintesis. Penggunaan organik terlarut oleh mikroba dapat terjadi melalui proses oksidasi dan reduksi. Reaksi dengan senyawa lain berlangsung lambat karena bukan terjadi dalam bentuk ion. dan sebagainya. maka jumlah oksigen akan semakin menipis sehingga kondisi menjadi anaerob dan dapat menimbulkan bau. Beberapa senyawa organik memiliki formula yang serupa (isomer). alkohol. lemak. misalnya fiber. Organik Non Biodegradable Beberapa materi organik resisten dari degradasi biologis. gula. Berat molekul senyawa organik bisa menjadi sangat tinggi. materi ini mengandung zat tepung. dapat menyebabkan jumlah oksigen di dalam air berkurang. Karakteristik bahan organik yang membedakannya dari bahan anorganik adalah sebagai berikut (Sawyer dan McCarty. Senyawa organik kurang larut dalam air. Senyawa organik mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah. Kebanyakan senyawa organik berfungsi sebagai sumber makanan bakteri. Organik yang terlarut dalam air biasa ditemukan dalam dua kategori. Proses anaerob menghasilkan produk yang tidak stabil dan tidak dapat diterima. yang semuanyan diperoleh melalui aktivitas mikroorganisme. lemak hewani. serta merupakan efek kedua yang dihasilkan dari aktivitas mikroorganisme pada substansi-substansi tersebut. seringkali lebih dari 1000.

senyawa tersebut tidak dapat terbiodegradasi. CO2 di alam terdiri dari CO2 bebas dan CO2 terikat yang tergantung pada pH air. Organik non biodegradable dapat ditentukan dari analisa TOC (Total Organic Compound).benzene. yaitu :   Unsur mikro : Nitrogen (N). diperlukan untuk memelihara ion bikarbonat (HCO 3-) dan CO2 agresif yang dapat melarutkan CaCO3 dan bersifat korosif. 2. Sebagai surfaktan. Phosfor (P). Zat organik dioksidasi oleh KMnO4 berlebih dalam suasana asam dan panas. BOD dan TOC dapat mengukur fraksi biodegradable dari organik. dimana BOD harus disubstraksi dari COD dan TOC untuk menghitung organik non biodegradable. Secara umum. dan campuran hidrokarbon yang berkombinasi dengan klorin. yang dapat dituliskan dalam persamaan reaksi (2. ABS menyebabkan busa pada IPAL dan meningkatkan kekeruhan. karena zat organik dapat diuraikan secara alami oleh bakteri sehingga kadar DO menurun. CO2 Agresif Karbondioksida (CO2) adalah komponen normal dalam semua air alami dan merupakan gas yang mudah larut dalam air. selain itu proses reduksi zat organik oleh KMnO4 memerlukan temperatur yang lebih tinggi. beberapa industri kimia. CO2 bebas terdiri dari CO2 yang berada dalam kesetimbangan. Kandungan materi organik dalam air dapat dijadikan indikator pencemar bila konsentrasinya cukup tinggi. Beberapa organik yang non biodegradable bersifat toksik bagi organisme. digunakan KMnO 4 untuk membedakan antara zat organik dan zat anorganik.20).20) Pada penetapan zat organik dengan metode Titrasi Permanganometri. Pengukuran organik non biodegradable dapat dilakukan menggunakan tes COD (Chemical Oxygen Demand). CO2 terikat hadir dalam bentuk bikarbonat . komponen penyusun materi organik terdiri dari 6 unsur. Kelebihan KMnO4akan direduksi oleh asam oksalat berlebih dan kelebihan asam oksalat akan dititrasi kembali oleh KMnO4. Prinsipnya adalah adsorbsi dan flokulasi dengan hidroksida aluminium dari materi organik tersuspensi. Sebagian besar pestisida bersifat toksik kumulatif dan menyebabkan beberapa masalah pada rantai makanan yang lebih tinggi. Zat anorganik + KMnO4→ tidak berubah warna lagiZat organik + KMnO4→ CO2 + H2O (2.13. Oksigen (O) Penetapan materi organik dapat dilakukan dengan metode Titrasi Permanganometri. KMnO4 dapat mengoksidasi zat-zat anorganik jauh lebih cepat daripada zat organik. Hal ini dapat juga dilakukan menggunakan Hexane-Extractable pada air tesuspensi. Hal ini ditemukan pada pestisida organik. Penetapan zat organik hanya dapat dilakukan setelah seluruh reduktor (KMnO4) telah habis bereaksi dengan zat anorganik. Sulfur (S) Unsur makro : Karbon (C). Hidrogen (H).

Beberapa metode penentuan CO2 agresif yang dapat dilakukan antara lain : 2. Hal ini terutama terjadi pada air tercemar. Air agresif terhadap . Parameter yang harus diketahui bila menggunakan metode ini adalah CO2 bebas (ditetapkan sesuai prosedur penetapan asiditas dan alkalinitas) dan HCO3. Proses dekomposisi materi organik. Jika hasilnya berada di atas kesetimbangan. Hal ini hanya terjadi ketika konsentrasi CO2 dalam air lebih kecil daripada konsentrasi CO2 dalam atmosfer dan mengikuti Hukum Henry. Air yang banyak mengandung CO2 akan bersifat korosif karena dapat melarutkan logam yang terdapat pada pipa penyaluran air sehingga dapat terjadi korosi pada pipa distribusi air minum. Hal ini terjadi apabila konsentrasi CO2 dalam air lebih besar daripada konsentrasi CO2 di atmosfer. Metode nomografik Dilakukan menggunakan grafik Mudlein-Frankfurt dan Langlier Index dengan satuan mg/l. Aktivitas fotosintesis yang dibatasi. namun beberapa air tanah mengandung lebih banyak lagi.13. CO2 dapat berasal dari beberapa sumber.21). Tidak semua CO2 bersifat agresif. Korosi disebabkan air mempunyai pH rendah. Oksidasi bakteri tersebut mengeluarkan CO2sebagai hasil akhir. yang berbunyi ”Antara konsentrasi CO2 di udara dengan CO2terlarut dalam air akan terjadi    kesetimbangan (CO2 atm ↔ CO2 terlarut). yang disebabkan adanya kandungan CO2 agresif yang tinggi.21) Kadar HCO3. CO2 agresif merupakan CO2 yang berada dalam keseimbangan dan diperlukan untuk memelihara ion bikarbonat dalam air. CO2 + H2O ↔ HCO3. CO2 menjadi agresif dan berusaha mempercepat kesetimbangan melalui reaksi dengan CaCO3 atau benda lain sehingga terjadi kekorosifan. CO2 bersifat agresif apabila terjadi kesetimbangan dalam reaksi (2. Perkolasi air ke dalam tanah.   Spesies karbon.” Proses oksidasi biologi materi organik. antara lain :  Masuknya CO2 melalui air permukaan oleh absorbsi dari atmosfer.+ H+ (2. baik aerob maupun anaerob. Index CO2 dikatakan agresif jika konsentrasi CO2 dalam air dan konsentrasi CO2 seimbang. maka terdapat CO2 agresif dan jika hasilnya berada di bawah kestimbangan.(kesadahan sementara). Hal ini disebabkan air mengalami perkolasi dalam tanah yang tidak mengandung cukup kalsium/magnesium karbonat untuk menetralisir CO2 melalui pembentukan bikarbonat.1.(HCO3-) dan karbonat (CO32-). misal CaCO3 (kapur).yang meningkat akan membuat kesetimbangan bergeser ke arah CO2. maka tidak terdapat CO 2 agresif. Air permukaan pada umumnya mengandung < 10 mg CO2 bebas/liter. Air tanah mengandung 30 – 50 mg/l CO2.

23).13. tekanan parsial CO2 lebih besar di atmosfer. berdasarkan kemampuan air dalam melarutkan marmer. klor (Cl2). Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menghilangkan CO2 agresif dalam air antara lain :   Aerasi. penanganan. Daya Pengikat Chlor (DPC) Dalam pengolahan air diperlukan pembubuhan senyawa desinfektan yang bertujuan mencegah penyebaran waterborne disease(penyakit bawaan air). Metode titrasi Metode ini dapat dilakukan baik secara potensiometri maupun dengan indikator. yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan pH (buffer capacity). Dibandingkan di dalam air. perlu diperhatikan pengumpulan.13. Berhubungan dengan masalah korosi dan kesadahan dalam air. Bermacam-macam zat kimia seperti ozon (O3). Penambahan zat kimia yaitu kapur (CaO) dan batu marmer (CaCO3) untuk menaikkan pH air sampai 8.3. 2. koagulasi. oleh karena itu pengukuran CO2 di udara harus dihindari dengan cara menutup rapat kontainer yang digunakan. Beberapa hal yang menyebabkan pentingnya pemeriksaan CO2 di dalam air sebagai berikut :    Merupakan karakteristik kualitas air yang penting. dan analisa CO 2.2. 2. dan proses fisik seperti penyinaran dengan UV dan pemanasan digunakan untuk .3. klordioksida (ClO2). dan netralisasi. Agar memperoleh hasil yang baik. Metode ini dilakukan dengan cara mengeluarkan CO2 dalam air dengan memasukkan O2 agar CO2 yang ada dalam air kembali ke atmosfer.22) dan (2. Berhubungan dengan proses pelunakan.CaCO3 jika mengandung CO2 terlarut yang lebih besar daripada kondisi setimbang menurut persamaan reaksi (2. Teoritis Metode ini dilakukan dengan menggunakan pH dan kadar HCO3 dalam air. CaCO3 ↔ Ca2+ + CO32- ( CaCO3 + CO2 + H2O → Ca2+ + 2 HCO3- (2 Kondisi A = agresif → [CO2] terlarut > [CO2] setimbang Kondisi B = setimbang → [CO2] ada = [CO2] setimbang Kondisi C = pengendapan → [CO2] ada < [CO2] setimbang 2.14.

pH.24) Klorindioksida merupakan agen desinfeksi yang efektif. Fungsi lain dari klorin adalah :    Sebagai tracer. Detektor kontaminasi pada air tanah. dan temperatur. tipe organisme. Klor berasal dari gas klor (Cl2). Kedua unsur ini berfungsi sebagai potensial agen oksidasi. Klorin digunakan dalam bentuk klorin bebas atau hipoklorit. Gas klor merupakan oksidan yang kuat sehingga bersifat racun bagi manusia.desinfeksi air. oksidasi dinding sel akan memusnahkan organisme tersebut. Pada konsentrasi yang lebih tinggi.5 mengandung asiditas. klorin membunuh mikroorganisme dengan memasuki sel dan bereaksi dengan enzim serta protoplasma.3 atau kemampuan air untuk mengikat OH. Klorindioksida merupakan gas yang tidak stabil dan dihasilkan dari penggabungan senyawa sodium klorit dengan klorin kuat. serta masih ada residu klor aktif terlarut yang konsentrasinya dianggap perlu untuk pembasmian kuman-kuman. 2. Cl2 + H2O ↔ HOCl + H+ + Cl- (2. Dari berbagai macam zat. atau larutan HOCl (asam hipoklorik). Selain itu. NaOCl. Dampak penambahan klorin bagi kesehatan secara langsung sebenarnya tidak ada. Korin bereaksi dengan air membentuk hipoklorous dan asam hipoklorik sesuai reaksi (2. klor direduksi menjadi klorida (Cl-) yang tidak mempunyai daya desinfeksi.untuk mencapai pH 8.24). Breakpoint chlorination (klorinasi titik retak) merupakan jumlah klor yang dibutuhkan sehingga semua zat yang dioksidasi dapat teroksidasi. Ozon lebih efektif bila konsentrasi air rendah. . senyawa ini sangat efektif untuk memecah fenol.3 dari pH asal yang rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain bentuk klor. klor dapat mengoksidasi ionion logam seperti Fe2+ dan Mn2+ menjadi Fe3+ dan Mn4+ serta memecah molekul organis seperti warna. Selain membasmi bakteri dan mikroorganisme seperti amoeba dan ganggang. Kontrol pemompaan air tanah pada lokasi dimana ada intrusi air laut. terutama untuk air yang mempunyai pH tinggi. klor merupakan zat kimia yang sering digunakan karena harganya murah dan masih mempunyai daya desinfeksi sampai beberapa jam setelah pembubuhannya (residu klor). Semua air yang memiliki pH < 8. Selama proses tersebut. tetapi penambahan klorin berlebih menyebabkan air menjadi payau. Pada konsentrasi rendah. Ca(OCl)2 (kaporit). Asiditas Asiditas adalah kapasitas kuantitatif air untuk bereaksi dengan basa kuat sehingga menstabilkan pH hingga mencapai 8. amoniak hilang sebagai N2.15. konsentrasi. Desinfeksi dengan ozon merupakan salah satu desinfektan kuat lainnya. waktu kontak.

HCl. Karbondioksida dapat diproduksi dalam air melalui oksidasi biologi dari materi organik.5. Air tanah dan air dari lapisan hypolimnion di danau dan reservoir biasanya mengandung CO 2 dalam jumlah yang cukup banyak. diketahui bahwa asiditas dari air alami disebabkan oleh CO2 yang merupakan agen efektif dalam air yang memiliki pH > 3.4 digunakan sebagai titik referensi. Pada beberapa kasus. sedangkan Tebbut (1992) dalam Effendi (2003) menyatakan bahwa pH hanya menggambarkan konsentrasi ion hidrogen. Sumber CO2 dalam air dapat berasal dari adsorbsi atmosfer.7. asiditas (keasaman) tidak sama dengan pH. yang dikenal dengan base-neutralizing capacity (BNC). aktivitas fotosintesis. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua air yang memiliki pH < 8.2 sampai 8. Karbondioksida dapat masuk ke permukaan air dengan cara adsorbsi dari atmosfer. konsentrasi CO2 di dalam air dapat melebihi keseimbangan CO2 di atmosfer dan CO2 akan keluar dari air. tetapi hanya dapat terjadi jika konsentrasi CO2 dalam air < kesetimbangan CO2 di atmosfer. Oleh karena itu konsentrasi CO2 tidak dibatasi oleh jumlah oksigen terlarut. pada dasarnya asiditas menggambarkan kapasitas kuantitatif air untuk menetralkan basa sampai pH tertentu. serta konsentrasi ion hidrogen. dan perkolasi air dalam tanah. Air permukaan secara konstan mengadsorpsi atau melepas CO2 untuk menjaga keseimbangan dengan atmosfer. Biasanya titik akhir phenophtalein pada pH 8. Pada kebanyakan air alami. dan air buangan industri bersifat buffer karena sistem karbondioksida-bikarbonat. terutama pada air tercemar. Karbondioksida merupakan komponen normal dalam air alami. baik asam kuat maupun asam lemah (misalnya asam karbonat dan asam asetat). Asiditas melibatkan dua komponen. Dari titrasi terhadap asam karbonat dan asam kuat. Asiditas Total (Asiditas Phenophtalein) Asiditas total merupakan asiditas yang disebabkan adanya CO2 dan asam mineral. asam-asam mineral (H2SO4. air buangan domestik. Konsentrasi ini dihasilkan dari oksidasi materi organik oleh bakteri dimana materi organik ini mengalami kontak dengan air dan pada kondisi ini CO2 tidak bebas untuk keluar ke atmosfer. jika aktivitas fotosintesis dibatasi. yaitu jumlah asam.5 mempunyai sifat asiditas.Pada dasarnya. dapat diketahui bahwa titik akhir stoikiometri dari asam karbonat tidak dapat dicapai sampai pH sekitar 8. Pada titrasi beberapa asam lemah. HNO3). Dapat dikatakan bahwa asiditas di dalam air disebabkan oleh CO2 terlarut dalam air. proses oksidasi biologi materi organik. Menurut APHA (1976) dalam Effendi (2003).7 atau disebabkan oleh asam mineral kuat yang merupakan agen efektif dalam air dengan pH < 3. CO2 merupakan produk akhir dari oksidasi bakteri secara anaerobik dan aerobik. dan garam dari asam kuat dengan basa lemah. Asiditas Mineral (Asiditas Metil Orange) .

28).3 dapat mengukur asam mineral dan asiditas dari asam lemah.27) HCO3 – + H+ → H2O + CO2 (2. CO2 merupakan pertimbangan penting dalam mengestimasi persyaratan kimia untuk pelunakan kapur/kapur soda. H+ + OH. Jumlah keberadaan asiditas merupakan faktor penting dalam penentuan metode pengolahan.28) Karbondioksida dan asiditas mineral dapat diukur dengan larutan standar menggunakan reagen alkaline.→ HCO3 - (2.26) CO2 + OH.7 sehingga disebut asiditas metil orange. Beberapa air alami juga mengandung asiditas mineral. terutama industri metalurgi dan produksi materi organik sintetik.→ H2O (2. terhidrolisa dalam air untuk melepaskan asiditas mineral sesuai dengan reaksi (2.25) Kehadirannya dapat diketahui dari pembentukan endapan ketika pH larutan meningkat selama netralisasi. FeCl3 + 3 H2O ↔ Fe (OH)3 + 3 H+ + 3 Cl- (2.25). Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam CaCO 3. .26) sampai (2. Air yang mengandung asiditas biasanya bersifat korosif sehingga memerlukan banyak biaya untuk menghilangkan/mengontrol substansi yang menyebabkan korosi (umumnya CO 2). Garam logam berat. Dalam penelitian ini. produksi materi organik sintetik. Asam mineral dapat dinetralkan ketika pH mencapai 3. terutama yang bervalensi 3. drainase buangan tambang. Titrasi contoh air pada pH mencapai 8. Asiditas mineral di dalam air dapat berasal dari industri metalurgi. Karena CaCO3 memiliki berat ekivalen 50. apakah dengan aerasi atau netralisasi sederhana dengan kapur atau sodium hidroksida.7. Asiditas mineral terdapat di limbah industri. Kehadirannya di alam dapat ditentukan dengan titrasi elektrometrik dan gas chromatografi. Kebanyakan dari limbah industri mengandung asam organik. Dapat juga disebut asiditas metil orange karena untuk menentukan titik akhir titrasi digunakan indikator metil orange untuk mencapai pH 3. maka N/50 NaOH digunakan sebagai agen penitrasi sehingga 1 ml ekivalen dengan 1 mg asiditas.7.Asiditas mineral merupakan asiditas yang disebabkan oleh asam mineral. dan hidrolisis garam-garam logam berat. Asam mineral dapat diukur dengan titrasi pada pH 3. digunakan titrasi asam basa dengan indikator phenophtalein (p) dan metil orange (m) sesuai reaksi (2.

Kelarutan kalsium karbonat menurun dengan meningkatnya suhu dan meningkat dengan keberadaan karbondioksida. karbonat. Bikarbonat mengandung asam (CO2) dan basa (CO32-) pada konsentrasi yang sama. maka akan terjadi perubahan kadar ion bikarbonat. fosfat (PO43-). Alkalinitas dihasilkan dari karbondioksida dan air yang dapat melarutkan sedimen batuan karbonat menjadi bikarbonat. MeCO3 + CO2 + H2O → Me2+ + 2HCO32- (2.29) Kalsium karbonat merupakan senyawa yang memberi kontribusi terbesar terhadap nilai alkalinitas dan kesadahan di perairan tawar. hidroksida (OH-).30) .↔ CO2 + CO32. terutama pada perairan yang banyak mengandung karbondioksida (kadar CO2 mengalami saturasi/jenuh).30). Reaksi pembentukan bikarbonat dari karbonat adalah reaksi setimbang dan mengharuskan keberadaan karbondioksida untuk mempertahankan bikarbonat dalam bentuk larutan. bikarbonat (HCO3-).+ H2O (2.5. Alkalinitas Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa menurunkan pH larutan atau dikenal dengan sebutan acid-neutralizing capacity (ANC) atau kuantitas anion di dalam air yang dapat menetralkan kation hidrogen. Alkalinitas merupakan hasil reaksi terpisah dalam larutan dan merupakan analisa makro yang menggabungkan beberapa reaksi. Alkalinitas dalam air disebabkan oleh ion-ion karbonat (CO32-). seperti yang ditunjukkan dalam persamaan reaksi (2. 1983 dalam Effendi 2003). ammonia. Alkalinitas merupakan kemampuan air untuk mengikat ion positif hingga mencapai pH 4. Tingginya kadar bikarbonat di perairan disebabkan oleh ionisasi asam karbonat. Dalam air alami. maka reaksi yang menggambarkan pelarutan batuan karbonat ditunjukkan dalam reaksi (2. Pada awalnya. alkalinitas sebagian besar disebabkan adanya bikarbonat. silikat (SiO44-).naik dan pH larutan menjadi naik.2. borat (BO32-). Kalsium karbonat bereaksi dengan karbondioksida membentuk kalsium bikarbonat [Ca(HCO3)2] yang memiliki daya larut lebih tinggi dibandingkan dengan kalsium karbonat (CaCO3) (Cole. Pada keadaan tertentu.29). dan hidroksida. asam organik. garam yang terbentuk dari asam organik yang resisten terhadap oksidasi biologis. alkalinitas adalah gambaran pelapukan batuan yang terdapat pada sistem drainase.dan OH. Jika Me merupakan logam alkali tanah (misalnya kalsium dan magnesium).sehingga kadar CO32. Jika kadar karbondioksida bertambah atau berkurang. keberadaan ganggang dan lumut dalam air menyebabkan turunnya kadar CO2 dan HCO3.16. Senyawa ini terdapat di dalam tanah dalam jumlah yang berlimpah sehingga kadarnya di perairan tawar cukup tinggi. 2 HCO3 .

Akumulasi hidroksida menyebabkan perairan yang banyak ditumbuhi algae memiliki nilai pH yang tinggi. Asam kuat seperti asam sulfat dan asam klorida dapat menetralkan zat-zat alkaliniti yang bersifat basa sampai titk akhir titrasi (titik ekivalensi) kira-kira pada pH 8. Air ledeng memerlukan ion alkalinitas dalam konsentrasi tertentu. CO32. Alkalinitas ditetapkan melalui titrasi asam basa.32) sampai (2. dan kekuatan ion.3 dikenal sebagai nilai T (total alkalinity) atau M (metil orange).+ H+ ↔ H2O (pH = 8. karbonat dianggap basa karena dapat mengalami hidrolisis menghasilkan OH. Perairan dengan nilai alkalinitas . Jumlah asam yang diperlukan untuk mencapai titik akhir pada pH 8. suhu. OH.5) (2. Nilai alkalinitas perairan alami hampir tidak pernah melebihi 500 mg/liter CaCO 3.31). alkalinitas berperan sebagai sistem penyangga (buffer) agar perubahan pH tidak terlalu besar.34). Nilai alkalinitas sangat dipengaruhi oleh pH.3 dan 4.+ OH(2. Alkalinitas juga merupakan parameter pengontrol untuk anaerobic digester dan instalasi lumpur aktif.3 (sebagian dari alkalinitas total) dikenal sebagai nilai P (phenolphtalein) dan yang diperlukan sampai pH 4. Dengan kata lain. Jika kadar alkalinitas terlalu tinggi dibandingkan kadar Ca2+ dan Mg2+. air menjadi agresif dan menyebabkan karat pada pipa.Selain karena bereaksi dengan ion H+. Titik akhir ini dapat ditentukan oleh jenis indikator yang dipilih dan perubahan nilai pH pada pHmeter waktu titrasi asam basa. Reaksi yang terjadi ditunjukkan dalam persamaan reaksi (2.+ H+ ↔ HCO3 - (pH = 8. sekitar 9 – 10. Alkalinitas yang rendah dan tidak seimbang dengan kesadahan dapat menyebabkan timbulnya kerak CaCO3 pada dinding pipa yang memperkecil diameter/penampang basah pipa.5. alkalinitas juga dipengaruhi oleh komposisi mineral.seperti persamaan reaksi (2.+ H2O ↔ HCO3.3) (2. Selain bergantung pada pH.lebih kuat daripada sifat keasaman CO2 sehingga pada kondisi kesetimbangan.31) Sifat kebasaan CO32. ion OHdalam larutan bikarbonat selalu melebihi ion H+. CO32.+ H+ ↔ H2O + CO2 (pH = 4. Satuan alkalinitas dinyatakan dengan mg/liter kalsium karbonat (CaCO3) atau mili-ekuivalen/liter. HCO3 .3) (2.

sehingga alkalinitas berperan sebagai penyangga untuk mengetahui kisaran pH optimum bagi penggunaan koagulan. Alkalinitas biasanya dinyatakan sebagai : . Dalam hal ini. CO2 berperan sebagai asam dan ion HCO3. nilai alkalinitas sebaiknya berada pada kisaran optimum untuk mengikat ion hidrogen yang dilepaskan pada proses koagulasi. Koagulasi kimia Bahan kimia yang digunakan dalam proses koagulasi air atau air limbah bereaksi dengan air membentuk presipitasi hidroksida yang tidak larut. Pada sistem penyangga. terutama yang berhubungan dengan iritasi pada sistem pencernaan (gastro intestinal). Untuk kepentingan pengolahan air. maka asam tersebut akan digunakan untuk mengonversi karbonat menjadi bikarbonat dan bikarbonat menjadi asam karbonat. Hal ini menunjukkan bahwa alkalinitas yang lebih tinggi memiliki sistem penyangga yang lebih baik. sedangkan perubahan pH yang terjadi pada perairan yang memiliki nilai alkalinitas sedang relatif rendah. Perairan dengan nilai alkalinitas > 40 mg/liter CaCO3 disebut perairan sadah (hard water). Nilai alkalinitas yang baik berkisar antara 30 – 500 mg/liter CaCO3.yang terlalu tinggi tidak terlalu disukai oleh oragnisme akuatik karena biasanya diikuti dengan nilai kesadahan yang tinggi atau kadar garam natrium yang tinggi. Jika asam ditambahkan ke dalam perairan. sedangkan perairan dengan nilai akalinitas < 40 mg/liter disebut perairan lunak (soft water). Perubahan pH yang terjadi pada perairan yang memiliki nilai alkalinitas rendah cukup besar.berperan sebagai garam. sebaiknya nilai alkalinitas tidak terlalu bervariasi Alkalinitas berperan dalam hal-hal sebagai berikut : Sistem penyangga (buffer) Bikarbonat yang terdapat pada perairan dengan nilai alkalinitas total tinggi berperan sebagai penyangga (buffer capacity) perairan terhadap perubahan pH yang drastis. Fenomena ini menjadikan perairan dengan nilai alkalinitas total tinggi tidak mengalami perubahan pH secara drastis (Cole. 1988 dalam Effendi 2003). Jika basa kuat ditambahkan ke dalam perairan. maka basa tersebut akan bereaksi dengan asam karbonat membentuk garam bikarbonat dan akhirnya menjadi karbonat. Pelunakan air (water softening) Alkalinitas adalah parameter kualitas air yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah soda abu dan kapur yang diperlukan dalam proses pelunakan (softening) dengan metode presipitasi yang bertujuan untuk menurunkan kesadahan. Ion hidrogen yang dilepaskan bereaksi dengan ion-ion penyusun alkalinitas. Nilai alkalinitas berkaitan erat dengan korosivitas logam dan dapat menimbulkan permasalahan pada kesehatan manusia.

Bakteri dalam genus ini dapat tumbuh dengan mudah pada media yang mengandung garam-garam mineral. Bentuk dari bakteri ini diperlihatkan pada Gambar 2. Alkalinitas total Alkalinitas total dapat diketahui dengan titrasi asam untuk mencapai titik akhir metil orange (pH = 4. Analisa mikrobiologi untuk bakteri-bakteri tersebut dilakukan berdasarkan organisme petunjuk (indicator organism).coli dengan Perbesaran 10. tidak berspora.1. Batas waktu yang dianjurkan adalah 14 hari. Parameter Biologi Pemeriksaan air secara biologis sangat penting untuk mengetahui keberadaan mikroorganisme yang terdapat dalam air. Coliform termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae dan genus Escherichia dengan karakteristik bakteri yang mempunyai bentuk batang. berarti air tersebut tercemar oleh bakteri tinja serta ada kemungkinan mengandung bakteri patogen. Bila contoh air tidak mengandung organisme petunjuk berarti tidak ada pencemaran oleh tinja dan air tidak mengandung bakteri patogen. dan bersifat aerobik fakultatif dengan memanfaatkan oksigen pada kondisi aerob dan melakukan fermentasi pada kondisi anaerob. Gambar 2. Bakteri-bakteri ini menunjukkan adanya pencemaran oleh tinja manusia dan hewan berdarah panas lainnya. Berbagai jenis bakteri patogen dapat ditemukan dalam sistem penyediaan air bersih.Alkalinitas phenophtalein Alkalinitas phenophtalein dapat diketahui dengan titrasi asam sampai mencapai pH dimana HCO3. Tes dengan organisme petunjuk merupakan cara yang paling mudah untuk menentukan pencemaran air oleh bakteri patogen dan dapat dilakukan secara rutin. karbohidrat. 3. dan garam-garam ammonium. gram negatif. walaupun dalam konsentrasi yang rendah. Alkalinitas yang tinggi menyebabkan rasa air yang tidak enak (pahit). Pengukuran asiditasalkalinitas harus dilakukan sesegera mungkin dan biasanya dilakukan di tempat pengambilan contoh.000 kali (Photo from a Public Domain. Alkalinitas pada air memberikan sedikit masalah kesehatan. Retrieved from Wikimedia Commons ) .3). serta mudah dideteksi.merupakan spesies karbonat dominan (pH = 8. sangat motil.5) dimana spesies karbonat dan bikarbonat telah dikonversi menjadi CO2.1 E. Bila organisme petunjuk ini ditemui dalam contoh air.

coli. tetapi menandakan keberadaan bakteri patogen lain. Tidak mampu untuk mengubah piruvat menjadi asetonin dan 2.Escheria coli . Analisa Coliform Analisa coliform merupakan tes untuk mendeteksi keberadaan dan memeperkirakan jumlah bakteri coliform dalam air yang diteliti. yang dapat digunakan sebagai indikator pencemaran oleh bakteri fecal hanyalah E. namun hubungannya dengan kontaminasi bakteri fecal perlu dipertanyakan karena beberapa coliform dapat ditemukan secara alami pada lingkungan. Perubahan formate menjadi karbon dioksida dan hidrogen hanya terjadi pada kondisi anaerobik dan memerlukan enzim formate lyase sebagai katalis reaksi. Kehadiran bakteri ini di dalam air tidak berbahaya.coli yang jika masuk ke sistem pencernaan akan mengakibatkan penyakit perut seperti diare.coli adalah sebagai berikut :      Mengubah piruvat menjadi asetil-CoA dan formate. Mereduksi asetil-CoA menjadi etanol.coli jenis ini menghasilkan racun berbahaya jika hidup dan berkembang biak pada makanan. metoda tabung fermentasi atau sering disebut Most Probable Number (MPN). Enterobacter aerogenes merupakan salah satu coliform yang bersifat non-fecal coliform. 3. Theodor Escherich.1. Jika makanan tidak dimasak secara benar maka racun dari jenis E. Mengubah formate menjadi karbondioksida dan hydrogen. E. Karakteristik fermentasi yang dilakukan E. Salah satu strain E. Bakteri ini digunakan sebagai indikator dalam menganalisa bakteri fecal coliform dalam air karena mampu bertahan hidup di luar sistem pencernaan. Prinsip analisa SPC dan penyaringan dengan membran adalah berdasarkan sifat bakteri yang berkembang biak dalam waktu 24 sampai 72 jam pada suhu tertentu dan dalam suasana yang cocok yaitu pada media yang . Walaupun coliform dapat dengan mudah dideteksi. Bakteri ini berasal dari tanah dan beberapa sumber selain dari saluranpencernaan mamalia dan hewan berdarah panas.coli ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan yang cukup berbahaya seperti diare hingga berak darah yang akan menyebabkan kematian jika tidak ditangani secepatnya. dan metode penyaringan dengan membran. E. diidentifikasi pertama kali pada tahun 1885 oleh seorang dokter anak dari Jerman . E.3-butanediol serta tidak mampu membentukSuccinate.coli terdistribusi sebagian besar pada usus besar manusia dan hewan berdarah panas serta merupakan bakteri fakultatif anaerob yang sangat dominan pada usus besar. Terdapat 3 metoda yang dapat digunakan dalam menganalisa coliform yaitu Standard Plate Count (SPC).coli yang berbahaya adalah E.coli adalah kemampuannya untuk merubah piruvat menjadi asetonin dan 2.coli tidak selalu bersifat patogen. Terdapat beberapa strain dari E. dengan nama aslinya Bacterium coli. Fecal coliform tidak dapat digunakan sebagai indikator adanya pencemaran oleh bakteri fecal .3-butanediol. Karakteristik fermentasi daribakteri ini yang membedakan dengan E. coli O157:H7. Walaupun termasuk dalam golongan fecal coliform.

sedangkan metoda penyaringan dengan membran dan MPN lebih cocok untuk untuk analisa total coliform dan fecal coliform. Walaupun mempunyai kekurangan dibandingkan metoda penyaringan dengan membran.01 mg/l.1 ml larutan pereduksi per 125 ml contoh air. sebelum analisa harus ditambahkan 0. Larutan pereduksi yang digunakan adalah 10 gram Na2S2O4 per 100 ml air suling yang steril. melainkan dalam media tersuspensi pada kaldu (broth) yang mengandung gizi untuk pertumbuhannya.terdiri dari agar-agar (dari bahan yang netral) yang mengandung beberapa jenis zat kimia yang merupakan gizi bagi bakteri tertentu serta dapat mengatur nilai pH. pada banyak sumber literatur dan daftar analisa baku metoda MPN masih banyak digunakan. Analisa total coliform dan fecal coliform menggunakan metoda penyaringan dengan membran lebih baik dibandingkan dengan metode MPN karena beberapa hal sebagai berikut :    Hanya membutuhkan satu kali analisa sedangkan metoda MPN membutuhkan 2 – 3 kali analisa. Bakteri-bakteri tersebut dapat dideteksi karena mampu memfermentasikan laktosa yang kemudian menghasilkan gas serta menyebabkan terjadinya perubahan pH. . Metoda SPC digunakan untuk tes bakteri total . Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) bakteri Coliform/100 cc air digunakan sebagai indikator kelompok mikrobiologis. tetapi bakteri tidak berkembang pada media agar-agar.15 g/ml sebanyak 3 ml dalam contoh air. kadar residu klor dapat dinetralkan sampai 15 mg Cl2/l. Prinsip Analisa MPN hampir sama dengan prinsip analisa SPC. Waktu inkubasi lebih cepat. Jumlah kuman indikator harus dapat dikorelasikan dengan probabilitas adanya kuman patogen. diperlukan penambahan larutan EDTA 0. Klor dapat membunuh bakteri sehingga dapat mengganggu analisa coliform. Jika contoh air mengandung logam berat seperti Cu2+ dan Cr (VI) dengan kadar lebih dari 0. Tidak berkembang biak apabila kuman patogen tidak berkembang biak. Dengan penambahan larutan ini. dan terdapat dalam jumlah yang jauh lebih besar. Gangguan yang dapat menyebabkan ketidakakuratan hasil analisa coliform dalam air minum adalah adanya konsentrasi sisa klor dalam air. Harus dapat dikuantifikasi dalam tes laboratoris. Hasil analisanya memberikan angka konsentrasi dengan ketelitian yang cukup tinggi sedangkan metoda MPN hanya memberikan angka konsentrasi secara statistik yang paling memungkinkan. Mudah dan cepat dapat dikenali dengan cara laboratoris yang murah. Harus berada di air apabila kuman patogen juga ada atau mungkin sekali ada. Suatu bakteri dapat dijadikan indikator bagi kelompok lain yang patogen didasarkan atas beberapa hal sebagai berikut :       Bakteri tersebut harus tidak patogen. Pada air yang mengandung klor.

dan sebagainya dapat dipegang bagian luarnya tanpa ada bahaya pencemaran pada bagian dalam (bakteri tidak dapat berpindah sendiri). Dapat bertahan lebih lama daripada kuman patogen di dalam dingkungan yang tdak menguntungkan. pada permukaan benda kemudian mengeringkan dalam oven pada suhu 60 oC selama 1/2 sampai 1 jam. Oleh karena itu terdapat tes lanjutan yang bertujuan untuk memeriksa E. Efisiensi akan tercapai dengan baik setelah suhu mencapai 150 oC dalam waktu 8 jam.   Bakteri Coliform dapat berkembang biak dalam air walaupun secara terbatas. Sinar Ultra Ungu (Ultra Violet) Sinar ultra ungu mempunyai daya desinfeksi terhadap bakteri dan kuman. terutama yang tidak tahan suhu tinggi dapat disterilkan di bawah sinar lampu UV selama 1/2 jam. benda-benda yang akan disterilisasi dibungkus dengan kertas koran atau kertas kraft sulfat yang berwarna coklat. terdapat berbagai kelemahan pada bakteri Coliform yang mungkin sekali perlu diubah. Sebelum dimasukkan. atau beker.2 kg/cm2 selama 20 menit. Kista amoeba dan telur cacing juga tahan lebih lama di dalam saluran air bersih dibandingkan bakteri Coliform. Tidak sepenuhnya dapat mewakili virus karena Coliform musnah lebih dahulu oleh khlor sedangkan virus tidak. . beker. antara lain sebagai berikut :   Tidak sepenuhnya apatogen. Cara kimiawi yang sederhana adalah dengan mengusapkan larutan 60 % etanol dan 40 % air suling. Tidak semua bakteri Coliform berasal dari usus manusia. pipet. Cara meletakkan benda-benda dalam autoklave harus diatur sehingga semua permukaan dan ujung yang akan disterilisasikan tercapai oleh suhu dan tutup harus dilepaskan dari botol yang akan disterilisasikan. Namun demikian. dilakukan sterilisasi terhadap semua peralatan yang digunakan dalam pemeriksaanColiform. Peralatan laboratorium. khususnya bagi peralatan kecil yang diperlukan setiap waktu. Pendidihan Cairan. gelas. Gelas. Cara sterilisasi ini cukup efisien dan sederhana. namun air kondensasi tidak boleh tertinggal di dalam botol. coli yang pasti berasal dari tinja. Cara Kimiawi Cara ini digunakan untuk menstrerilkan benda-benda yang terbuat dari plastik yang tidak tahan suhu tinggi. terutama air (pelarut) disterilkan dengan pendidihan selama 10 menit. Untuk mencegah kontaminasi pada contoh air. Beberapa cara sterilisasi adalah sebagai berikut : Autoklave Sterilisasi terjadi setelah suhu mencapai 120 oC atau tekanan uap mencapai 1. Oven Bakteri dapat dibasmi oleh panas dalam oven. dapat berasal dari hewan dan bahkan ada yang hidup bebas.

coli (koloni berwarna gelap dan rata dengan atau tanpa kilatan metalik). tidak ada lubang dimana kotoran atau debu dapat tertangkap. Pewarnaan gram dilakukan pada koloni yang dicurigai merupakan E. dan tidak membentuk spora.1 ml contoh air. dan 3 tabung medium kaldu laktosa ganda diinokulasi dengan 10 ml contoh air. formika. Rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah bakteri adalah sebagai berikut : Jumlah total coliform . Reaksi positifcoliform ditandai dengan difermentasinya laktosa sehingga terjadi perubahan warna dari ungu menjadi kuning dan juga ditandai dengan dihasilkannya gas CO2. dapat terbuat dari plastik yang kuat dan keras. 3 tabung medium kaldu laktosa diinokulasi dengan 1 ml contoh air. Jumlah total bakteri dapat dihitung menggunakan tabel MPN. berwarna metah muda. Untuk penghitungan jumlah fecal coliform. kemudian ditentukan tabung yang menandakan reaksi positif atas keberadaan coliform. Tampil sebagai bakteri gram negatif berbentuk batang bulat. Metoda Most Probable Number merupakan metoda statistik untuk mengetahui kandungan Coliform pada air dengan melalui beberapa tahap pengujian yaitu : Uji penduga (presumptive test) Dalam uji ini. dan sebagainya. Bila perlu. semua biakan diinkubasi selama 1-3 hari pada suhu 37 oC. Reaksi positif keberadaan fecal coliform ditunjukkan dengan keruhnya medium EC dan juga adanya pembentukan gas pada tabung durham. Ruang kerja dan sekitarnya harus bebas dari angin yang dapat memindahkan bakteri yang menempel pada partikel debu.5 oC selama 2 hari. 3 tabung medium kaldu laktosa diinokulasi dengan 0. Uji ketetapan (confirmed test) Uji ketetapan dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih pasti dari uji penduga bahwa bakteri yang ada memang merupakan baktericoliform. Uji kelengkapan (completed test) Tes ini dilakukan untuk menghitung jumlah E.Hal – hal lain yang perlu diperhatikan agar mutu hasil tes mikrobiologis terjamin adalah sebagai berikut :    Tempat / meja kerja harus bersih. Reaksi positif keberadaan bakteri E.coli yang ada dengan cara menggoreskan (streak plate) suspensi yang menunjukkan reaksi positif pada uji ketetapan pada medium EMB Agar kemudian diinokulasikan selama 18-24 jam pada suhu 37 oC. suspensi tabung reaksi positif pada uji penduga diinokulasikan pada tabung berisi medium EC kemudian diinkubasi pada suhu 44. tes analisa dilakukan di atas baki plastik. Reaksi positif dari keberadaan coliform ditunjukkan dengan adanya pembentukan gas pada tabung durham. Permukaan tempat/meja kerja sebaiknya rata.coli ditunjukkan dengan :   Fermentasi laktosa dengan pembentukan gas selama 2 hari (suhu 35 oC). Setelah itu.

Perhitungan jumlah bakteri E.36) Jumlah bakteri E.37) . Perhitungan jumlah total coliform dilakukan menggunakan persamaan (2.37).coli Pembacaan pada tabel MPN dilakukan berdasarkan jumlah reaksi positif pada uji kelengkapan.36).35). Jumlah E. Jumlah total coliform = Angka pada table x rasio pengenceran (2.coli = Angka pada table x rasio pengenceran (2.35) Jumlah fecal coliform Pembacaan pada tabel MPN berdasarkan jumlah reaksi positif pada medium EC (pada uji ketetapan) Perhitungan jumlah fecal coliformdilakukan dengan menggunakan persamaan (2. colidilakukan menggunakan persamaan (2. Jumlah fecal coliform = Angka pada table x rasio pengenceran (2.Pembacaan pada tabel MPN berdasarkan jumlah reaksi positif pada uji ketetapan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful